Taddabur Alam ke Nuvasa Bay, Nongsa

Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti)  gunung-gunung… (QS An Nur : 43)


Hari ini kali pertama kami sekeluarga taddabur alam ke pantai Nuvasa Bay. Nuvasa Bay merupakan kawasan kota mandiri terbesar di Batam yang berlokasi di Nongsa. Letaknya sangat strategis karena dekat dengan Singapura yaitu hanya memakan waktu 30 menit apabila ditempuh dengan kapal feri, juga dekat ke Bandara Internasional Hang Nadim yang hanya memakan waktu 15 menit ditempuh dengan mobil. Kawasan hunian dan wisata yang memiliki pemandangan langsung ke Singapura ini memiliki garis pantai sepanjang 1,2 km serta dikelilingi oleh pemandangan padang golf terbesar di Palm Springs Golf. Di sini  terdapat resident club, club house, rumah sakit, hotel bintang empat dan lima, edu center, serta area hiburan bertaraf international.


Ada apa sajakah disana? Selain bisa menikmati pemandangan pantai, kita bisa juga mencoba berbagai wahana seperti sea adventure, land adventure, camping ground dan gathering package. Sea adventure atau biasa disebut wahana permainan air di laut atau floating water park. Wahana ini memiliki beragam permainan yang menantang seperti aqua adventure track dan water sport. Beberapa olahraga air yang tersedia disini seperti jetski, parasailing, kayaking, banana boat, fishing, mangrove tour dan olahraga air lainnya. Wahana ini sangat cocok bagi pengunjung yang senang mencoba berpetualang di air laut.
Sedangkan sea forest adventure merupakan taman rekreasi yang menyuguhkan pengalaman edutrip melalui kegiatan adventure dan permainan.
Seaforest adventure menawarkan area berpetualang seperti monkey land dengan fasilitas permainan paintball, archery dan shooting target. Selama perjalanan menuju wahana kita juga bisa berfoto di sarang burung atau mengambil background view laut lepas.
Gathering package disediakan bagi pengunjung yang ingin berkumpul bersama keluarga atau teman-teman serta menikmati wahana yang tersedia. Terakhir juga terdapat fasilitas camping ground. Sepertinya menarik sekali jika mengadakan familycamp disini. Kita bisa belajar lebih dekat dengan alam sambil menikmati barbeque di tepi pantai. Apabila kita tidak membawa tenda pun pihak Nuvasa menyediakan tenda yang dapat disewa dengan sejumlah uang sewa yang terjangkau. Tiket masuk ke pantai Nuvasa Bay pun cukup murah dan worth it lah, anak-anak bisa bebas bermain dan mendekat dengan alam. Jadi, kapan kita coba adventure yang lain?


QOTD : Ma, kok air laut rasanya asin kaya garam? Garam itu datangnya dari mana?


Rasa sepet dan asin adalah ciri khas rasa garam. Rasa yang ditimbulkan ini datang dari ujung-ujung syaraf pengecap yang ada di lidah kita. Ingat kan salah satu di antara lima panca indera kita adalah indera pengecap. Ketika ujung-ujung syaraf ini bersentuhan dengan larutan garam tadi, akan ada sinyal khusus rasa asin yang dikirimkan ke otak melalui jaringan syaraf dari lidah ke otak. Bandingkan kalau kalian mengecap gula atau permen, maka pulsa informasi rasa manislah yang terkirim ke otak.

Untuk membuktikan hal tersebut di atas Faris ingin membuktikan melalui percobaan kecil-kecilan. Berhubung Faris sedang di pantai, jadilah ia mencoba mencicipi air laut langsng dari sumbernya,,hehe. Kalau teman-teman di rumah ingin melaporkan hasil percobaannya di rumah. Maka alat dan bahan yang harus dipersiapkan antara lain sebagai berikut: sediakan 2 gelas air. Satu gelas biarkan apa adanya, sementara ke dalam gelas lainnya masukkan 3 sendok makan garam batu atau garam dapur, dan aduklah sampai semua garam itu terlarut. Setelah itu kalian siap untuk mencicipi rasa air minum yang segar dan rasa air minum yang mengandung garam. Selamat mencoba!

Air laut terasa asin karena air laut banyak mengandung garam-garam yang terlarut di dalamnya. Kepekatan garam-garam ini mencapai 35 gram per liter. Jadi kalau teman-teman mengambil 1 liter air laut, kemudian dimasukkan ke dalam panci dan dipanaskan di atas kompor sampai airnya habis menguap, maka akan tertinggal garam sebanyak kurang lebih 35 gram.

Hasil pengamatan Faris ini adalah apabila kita berjalan-jalan di pantai maka kaki pun otomatis akan basah oleh air laut, nah setelah airnya mengering apa yang terjadi? Kita akan mendapati selain pasir juga garam-garam itu. Sebagian besar garam-garam tersebut adalah natrium kloridadengan rumus kimia NaCl, seperti yang terdapat di dapur.

Kalau ditanya berasal dari mana sih garam-garam itu? Ada beberapa sumber yang menyatakan bahwa garam berasal dariri proses-proses reaksi kimia bebatuan di dasar laut, selain juga dari bahan-bahan padatan, cairan dan gas-gas yang keluar dari kawah-kawah gunung berapi di dasar laut. Ingat Gunung Krakatau di Selat Sunda terletak di dasar laut ‘kan? Sumber garam yang lain yang tidak sebesar dua sumber di atas yaitu bahan-bahan yang dikeluarkan oleh makhluk-makhluk hidup di dalam laut dan garam-garam yang terbentuk dari reaksi kimia di udara (atmosfer). Ingat badan kitapun berkeringat dan dalam keringat kitapun terdapat garam-garam, coba sesekali kalian kecapi tetesan keringat pasti akan terasa asin! Hampir semua orang pernah menambahkan garam dapur ke dalam makanannya ketika makanan itu terasa kurang enak. Hampir semua orang juga tahu bahwa garam harganya amat murah. Tapi apakah mereka semua tahu bagaimana garam dibuat?

Tahukah kamu bahwa keringat dan air mata kita ternyata mengandung garam loh? Nah, garam bisa “dibuat” dari keringat dan air mata lho. Caranya sederhana. Kumpulkan air mata orang-orang yang menangis dalam suatu wadah. Lalu biarkan wadah itu di bawah terik matahari. Suatu saat, walaupun air mata belum menguap semua, mulai terbentuk endapan, yaitu padatan di dasar wadah air mata tersebut. Mengapa terbentuk endapan? Karena pada saat itu, garam atau zat lain yang terkandung dalam air mata, tidak bisa semuanya larut dalam air karena jumlah air berkurang oleh penguapan, sehingga terjadilah endapan. Artinya, air yang tersedia sudah tidak sanggup lagi melarutkan semua garam yang ada.

Bagaimana cara mengetahui bahwa yang mengendap itu adalah garam? Kita tahu caranya kalau kita mengetahui sifat garam. Ya, salah satu sifatnya adalah rasanya yang asin. Jadi, tanpa harus menunggu air matanya menguap semua, kita saring air mata yang telah mengandung endapan tersebut. Setelah itu, ambil secuil padatan endapan hasil penyaringan, lalu coba rasanya di lidah.

Membaca uraian di atas, teman-teman mungkin akan bertanya tanya: “Garam diambil dari air laut, bukan dari air mata ya!” Ya, kamu benar. Tapi proses “pembuatannya” tetap seperti di atas, yaitu air laut dibiarkan di bawah terik matahari agar menguap, hingga terbentuklah endapan berupa kristal garam.

Yang menarik, tidak ada catatan sejarah tentang “pembuatan” garam dengan cara yang berbeda. Sepanjang sejarah peradaban manusia, garam dibuat dengan cara itu. Berbeda dengan cara pembuatan zat lain, misalnya asam sulfat, yang berubah caranya dengan perkembangan teknologi, “pembuatan” garam secara prinsip tetap tidak berubah.

 


Mengapa Bapak Muhammad A Martoprawiro dalam situs anakbertanya selalu menggunakan tanda kutip pada kata “dibuat” atau “pembuatan” di atas? Seorang ahli kimia tidak menggunakan istilah “pembuatan” untuk proses di atas, melainkan pemisahan. Garam yang diperoleh dari air laut melalui proses pemisahan, karena garam dengan sifatnya yang asin itu sebetulnya telah ada dalam air laut. Yang dilakukan hanyalah memisahkannya dari air dan dari zat-zat lainnya yang juga terdapat dalam air laut. Suatu zat dikatakan dibuat melalui proses pembuatan jika zat itu diperoleh dari zat lain yang sifatnya berbeda. Sebagai contoh, asam sulfat yang cair dapat dibuat dari gas belerang trioksida, atau alkohol bisa dibuat dari minyak bumi.

Jadi, sekarang, kita sudah tahu kan bagaimana sih garam dapur diperoleh. Tentunya sudah seharusnya bisa membedakan istilah “pembuatan” dan “pemisahan”. Silakan cari zat-zat lain yang kita gunakan sehari-hari, dan coba temukan bagaimana zat-zat itu diperoleh atau dibuat. Coba pikirkan, apakah prosesnya berupa pemisahan atau pembuatan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *