Cerita tentang Bunga Kamboja

“Ini bunga apa Ma?” Pertama kali yang ditanyakan Faris ketika kita menemukan banyak bunga kamboja yang gugur di halaman rumah tetangga kami. “Kenapa kok namanya bunga Kamboja?”
Ini edisi pertanyaan bersambung dari pertanyaan tempo hari. ” Emang bunga kamboja asalnya dari Kamboja, Ma? “

Nama bunga ini memang sama dengan nama sebuah negara tetangga, yaitu negara kamboja. Namun, ternyata bunga cantik ini bukan berasal kamboja.

Pohon kamboja ditemukan oleh seorang botanis berkebangsaan Prancis yang bernama Charles Plumier, oleh karena itulah bunga kamboja mempunyai nama Latin Plumeria.
Yaitu diambil dari nama belakang penemunya, yaitu Plumeria. Bunga ini tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan negara Kamboja sebab bunga ini ternyata berasal dari Amerika Tengah yang meliputi Equador, Colombia, Cuba, Venezuela, dan Mexico.

Kok bisa sampai ke Indonesia?

Bunga kamboja diperkirakan dibawa ke Indonesia oleh bangsa Portugis dan Belanda. Diperkirakan kamboja asli Indonesia adalah bunga kamboja yang berwarna putih dengan bagian dalam berwarna kuning di mana kuntumnya tidak terbuka penuh serta berukuran kecil. Keunggulan tanaman ini adalah bisa tumbuh subur di semua tempat dan mudah ditanam, yaitu dengan stek.

Jenis-Jenis bunga kamboja

Bunga kamboja mempunyai beberapa jenis, yaitu Plumeria Bali-Whirl, Plumeria Kok Putih, Plumeria Acuminata, Plumeria Cendana, dan Plumeria Acutifolia. Setiap jenis ini memiliki bentuk dan aroma yang berbeda. Ada juga Adenium Obesum, biasanya orang-orang menyebutnya dengan bunga kamboja Jepang. Bunga ini bukan berasal dari negeri sakura melainkan dari Benua Afrika.
“Bunga Kamboja”

Bunga kamboja (Plumeria rubra L.cv. Acutifolia.) merupakan tanaman yang berasal dari daerah Amerika tropik dan Afrika. Kamboja termasuk tanaman hias yang ditanam di pekarangan rumah maupun di dalam pot. Kamboja memiliki beberapa jenis, ada yang kerdil ada juga yang besar yang bisa mencapai tinggi beberapa meter. Kamboja yang besar biasa ditanam di tempat pemakaman.

‌Selain ukuran pohonnya, jenis pohon kamboja juga bisa dibedakan dari daunnya. Ada pohon kamboja yang daunnya lebar dengan ujung lancip, ada kamboja yang daunnya kecil dan lonjong dengan ujung tumpul. Kembang bunga kamboja memiliki aneka warna, dari mulai putih, kuning, merah dan merah muda atau kombinasi dari warna-warna tersebut.

Pohon Kamboja Bisa untuk Apa Saja?

Sekarang pohon kamboja ditemukan di mana-mana, yaitu di halaman rumah sebagai tanaman hias, di makam sebagai penanda, juga di pura-pura di Bali. Sama seperti tanaman hias lainnya, misalkan bunga melati dan bunga kenanga, bunga pohon kamboja juga menyebarkan wangi yang khas sehingga bisa digunakan juga diambil minyaknya dan dijadikan sebagai aromatherapy. Selain bermanfaat sebagai tanaman hias, bunga kamboja juga sering digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi beberapa penyakit. Diantaranya bisul, kencing nanah (Gonorrhea), bengkak, kutil, kapalan, menghaluskan kulit dan frambusia.

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah akar, daun, getah, serta kulit pohonnya. Getah Pohon Kamboja (Plumeria acuminata) mengandung senyawa sejenis karet, triterpenoid amyrin, lupeol, kautscuk dan damar. Kandungan minyak mrnguapnya terdiri dari geraniol, sitronellol, linallol, farnesol dan fenetilalkohol.

Berikut ini beberapa pengobatan menggunakan bunga kamboja.

1. Mengobati Bisul
Untuk mengobati bisul dengan bunga kamboja, bisa dilakukan dengan dua cara. Cara pertama menggunakan daun kamboja dan minyak kelapa. Daun kamboja dilemaskan dan diolesi dengan minyak kelapa, kemudian ditempelkan pada bagian tubuh yang ditumbuhi bisul. Setelah kering ganti dengan daun yang lain.

Cara kedua, menggunakan getah pohon kamboja. Ambil getah kamboja langsung dari pohonnya dan dioleskan pada bagian tubuh yang ditumbuhi bisul.

2. Mengatasi Bengkak
Cara mengobati bagian tubuh yang bengkak adalah dengan kulit pohon kamboja. Caranya, ambil 1 sirap kulit pohon kamboja kemudian ditumbuk hingga halus. Rebus dengan setengah cerek air hingga mendidih. Air tersebut digunakan untuk merendam bagian tubuh yang bengkak jika memungkinkan. Jika tidak, gunakan untuk mengompres.

3. Kencing Nanah (Gonorrhea)
Cuci bersih 1 potong akar pohon kamboja, kemduian direbus dengan dua gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Air ramuan tersebut diminum satu kali sehari sebanyak 1 cangkir.

4. Mengobati Sakit Gigi Berlubang
Untuk mengobati sait gigi akibat gigi berlubang, caranya mudah. Ambil getah pohon kamboja menggunakan kapas, kemudian kapas tersebut dipakai untuk mencocok gigi yang berlubang.

5. Menghilangkan Tahi Lalat
Tahi lalat bisa menambah kecantikan wajah seseorang, namun juga bisa mengganggu. Jika anda memiliki tahi lalat yang mengganggu, bisa dihilangkan dengan menggunakan getah pohon kamboja. Caranya, ambil getah kamboja menggunakan kapas, kemudian tempelkan pada tahi lalat. Lakukan secara rutin sampai tahi lalat hilang dengan sendirinya.

6. Menghilangkan kutil
Caranya sama dengan menghilangkan tahi lalat, yaitu menggunakan getah kamboja. Namun harus waspada karena getah kamboja sifatnya tajam, jadi jangan sampai terkena bagian tubuh yang yang lain.

Bunga kamboja memang kaya akan kandungan emolien dan vitamin E. Selain untuk pengobatan, bunga kamboja juga bermanfaat untuk kecantikan, terutama perawatan kecantikan kulit. Bunga eksotis ini memberikan sensasi melembabkan, melembutkan, serta menambah nutrisi dan menjaga elastisitas kulit.

Referensi :
[1]http://bobo.grid.id/read/08675015/bunga-kamboja-ternyata-tidak-berasal-dari-kamboja
[2]http:/manfaatbuahdaun.blogspot.com/2014/01/manfaat-bunga-kamboja-untuk-kesehatan.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *