Living Your Healthy Life : Olahraga Bagi Anak Usia Dini

Agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optima, ada sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian. Apa saja? Yang pertama tentu asupan gizi. Bukan hanya jumlah, kualitas makanan yang dikonsumsi setiap hari turut mempengaruhi performa tubuh. Orang tua perlu memastikan bahwa anak-anak sudah mendapatkan asupan nutrisi cukup. Yang kedua, waktu tidur dan istirahat yang amat penting sebagai sarana untuk mengisi ulang cadangan energi di dalam tubuh anak serta memberi kesempatan kepada sel-sel tubuh yang rusak untuk melakukan proses regenerasi. Yang ketiga, aktivitas fisik. Sama seperti orang dewasa, anak-anak memerlukan olahraga cukup agar selalu sehat. Namun, olahraga bagi anak-anak adalah beraneka jenis kegiatan fisik yang dilakukannya sehari-hari seperti bermain sepeda, berguling-guling di atas rumput, bermain kejar-kejaran dan sebagainya.

Sudah banyak terbukti bahwa olahraga dan aktivitas fisik dapat meningkatkan daya tahan tubuh, bukan hanya bagi orang dewasa namun juga untuk anak-anak. Pasalnya,ketika tubuh banyak bergerak maka kemampuan sel darah putih dalam memerangi infeksi atau penyakit lain yang menyerang anak-anak.

Menurut sebuah jurnal, Asosiasi Kesehatan Amerika menyarankan mulai usia dua tahun sebaiknya anak aktif bergerak dengan berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari. Kita bisa memberikan pilihan kegiatan yang menarik seperti bersepeda, lompat-lompat atau jungkir balik. Selain meningkatkan daya tahan tubuh, banyak manfaat lain yang bisa diperoleh anak-anak dari kegiatan berolahraga, misalnya

  1. Bersepeda

Sepeda merupakan salah satu media bermain yang memberikan banyak manfaat pada anak-anak. Sebelum mengenalkan sepeda kepada mereka ada beberapa hal yang perlu kita ketahui loh, Mak. Tahapan mengayuh merupakan kegiatan yang mengasyikan karena kita bisa menghirup udara bebas lepas. Mengayuh sepeda roda merupakan jenis permainan tidak terstruktur yang banyak sekali manfaatnya bagi tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan bersepeda kita dapat melatih berbagai keterampilan anak, seperti keseimbangan, kemampuan berkonsentrasi, kemampuan motorik dan sensomotoriknya akan terstimulasi.

Nah, sebelum memilih sepeda sebaiknya kita pun mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyaman bagi anak-anak. Ada beragam jenis sepeda yang dapat orang tua perkenalkan kepada anak-anak sesuai dengan tahapan usianya. Yang pertama, adalah sepeda roda tiga. Sepeda ini umumnya merupakan sepeda pertama bagi anak-anak yang biasanya dilengkapi dengan lagu-lagu dan warna-warna lampu meriah yang membuat anak tertarik untuk mengendarainya. Biasanya anak-anak sudah bisa menguasai sepeda roda tiga dengan baik ketika usianya menginjak 3 tahun. Melalui sepeda roda tiga, mereka belajar bertanggung jawab atas kepemilikan barang, belajar arah, belajar berkonsentrasi dan berdisiplin dengan mengerem dan melajukan sepeda di saat yang tepat. Yang kedua adalah sepeda roda empat yakni ketika anak sudah mahir mengayuh dan mengendarai sepeda roda tiga maka orangtua bisa langsung melatih anak ke tahapan selanjutnya menggunakan sepeda roda dua. Biasanya roda belakang sepeda ditambah dengan roda latihan ukuran kecil yang diletakkan di bagian kiri dan kanan roda belakang. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat beradaptasi mengayuh sepeda dengan lingkar ban yang lebih besar. Selain itu, mereka dapat belajar hal baru yakni tentang ruang untuk ‘memarkir’ sepeda di tempat yang sesuai dengan ukuran sepeda mereka. Terakhir, sepeda roda dua. Anak-anak dapat belajar mengayuh sepeda roda dua jika mereka sudah bisa belok dengan baik, mengerem tepat waktu, dan bisa mengarahkan sepeda dengan stabil ke arah depan.

bersepeda sambil bermain peran menjadi kurir antar sayur

Apa Saja Manfaat Bersepeda?

  1. Anak-anak dapat mengkoordinasi panca indera dengan seluruh anggota tubuh dan melatih keseimbangan tubuh.
  2. Melatih kekuatan tangan dan kaki.
  3. Mengasah keberanian anak dan mental pantang menyerah.
  4. Menstimulus kemampuan sosial anak-anak karena biasanya mereka bermain sepeda bersama teman-teman ketika usia mereka antara tiga sampai dengan delapan tahun.

Melihat betapa banyak manfaat dari olahraga ini mari kita stimulasi keinginan anak untuk belajar mengendarai sepeda dengan mengajaknya melihat saudara kandung, teman, tetangga yang terlihat asyik bersepeda roda dua di depan mata anak. Sediakan sarana pendukung  berlatih seperti jalan yang rata dan tidak berlubang atau tanah lapang di sekitar rumah untuk bersepeda.

2. Bermain bola

Bermain bola merupakan olahraga sederhana yang dapat diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia bayi. Berikut ini beberapa alternatif permainan bagi batita akhir yang biasanya sudah terampil memanjat, berlari, meloncat-loncat, melambungkan bola ke atas ataupun menendang bola dari jarak agak jauh.

Pertama, belajar melambungkan bola. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh anak dengan usia satu tahun ke atas menggunakan bola berukuran sedang atau sebesar ukuran bola voli yang terbuat dari plastik atau kain lembut. Manfaat dari kegiatan ini, anak-anak dapat
#Melatih kekuatan otot-otot tangan anak karena ia harus mengangkat kemudian melemparkan objek.
#Belajar mengoordinasikan gerakan tangan dan penglihatannya karena saat melambungkan bola ia harus mengarahkan perhatiannya agar tepat sasaran.
#Belajar menentukan arah secara tepat sehingga mengasah kecerdasan spasialnya.


Kedua,belajar menggelindingkan bola. Gunakan bola berukuran sedang yang mudah digenggam anak sekaligus berbahan ringan, semisal bola plastik atau karet. Kegiatan ini biisa dilakukan di dalam ruang atau di ruang terbuka namun tetap harus diperhatikan keamanannya. Cara bermain bola gelinding bisa menggunakan tali panjang untuk membuat jalur khusus sepanjang 1 sampai 2 m seperti pada permainan bowling. Kemudian minta anak untuk menggelindingkan bola ke arah sasaran melewati jalur khusus tadi. Namun, jangan kaget bila kebanyakan batita lebih mudah melempar daripada menggelindingkan bola karena menggelindingkan bola membutuhkan lebih banyak fokus dan kontrol diri. Manfaat dari kegiatan belajar menggelindingkan bola antara lain

  • Mengembangkan koordinasi tangan dan mata. Skill ini penting tidak hanya untuk melempar/menggelindingkan bola, tetapi juga sebagai ajang mengasah keterampilannya untuk makan sendiri, menggambar, menulis, dan keterampilan lain yang membutuhkan koordinasi tangan dan mata.
  • Merupakan media pembelajaran untuk mengenalkan konsep bulat yang merupakan salah satu bentuk geometris. Orang tua dapat mengenalkan konsep bentuk dengan berkata, “Ayuk lihat deh, bolanya bisa menggelinding loh karena bentuknya bulat.”
  • Mengasah kecerdasan spasial dengan menentukan arah.

    Ketiga, belajar menendang bola. Ketika mengajarkan anak menendang bola orang tua dapat memilih bola berukuran sedang atau sebesar ukuran bola sepak, terbuat dari bahan plastik atau kain lembut karena tidak keras atau menyakitkan ketika mereka menendangnya. Pastikan menyediakan lokasi bermain yang cukup empuk, misalnya tempat yang berkarpet atau berumput tebal di luar rumah. Boleh juga apabila sesekali mengajak anak ke fasilitas umum berupa lapangan di komplek perumahan yang memungkinkan anak belajar bermain bersama anak-anak lain seusianya sehingga mereka pun dapat mulai belajar mengenal konsep kepemilikan, konsep berbagi, bersosialisasi, dan sebagainya. Namun sebaiknya kita memilih lokasi yang tidak terlalu ramai agar orang tua tetap bisa mendampingi dan mengawasi mereka.

    Manfaat kegiatan menendang bola bagi anak-anak antara lain:
  • Melatih kemampuan motorik batita, terutama kakinya. 
  • Membantu memperkuat otot-otot kaki anak-anak untuk berbagai keterampilan, yakni berjalan, berlari, melompat, loncat-loncat, dan memanjat-manjat.Anak jadi menyadari kalau kakinya bisa dimanfaatkan untuk menendang bola.
  • Melatih koordinasi sekaligus memperkuat otot-otot matanya. Karena saat menendang bola, mata si kecil akan mengikuti ke mana bola bergerak.
  • Anak diperkenalkan pada aturan permainan.

Keempat, kegiatan mandi bola menggunakan bola-bola kecil (namun tidak sekecil bola bekel) dan terbuat dari plastik yang aman bagi kulit dan pernapasan. Orang tua bisa menciptakan arena bermain di dalam rumah atau teras menggunakan kolam plastik yang diisi banyak bola. Untuk aktifitas ini, orang tua wajib mendampingi selama anak berada di dalam area bermain, agar anak jangan sampai “tenggelam” dalam timbunan bola. Manfaat dari kegiatan ini, anak-anak dapat memahami tentang konsep warna dan bentuk serta merasakan sensasi yang berbeda dengan kolam air.


Kelima, bermain lempar bola. Untuk kegiatan belajar melempar, anak-anak dapat menggunakan bola berukuran sedang atau sebesar ukuran bola tenis. Pilihlah bola yang tidak keras dan anak pun cukup mudah melemparkannya. Salah satu ide permainan lempar bola adalah dengan  menggunakan keranjang cucian sebagai “basket”-nya. Kita dapat meminta anak untuk berdiri sejauh 1 sampai 1,5 m dari keranjang pakaian yang kosong. Kemudian tunjukkan caranya memasukkan bola ke dalam keranjang, lalu biarkan mereka mencobanya sendiri. Kegiatan ini, kita dapat membantu mengembangkan koordinasi tangan dan mata. Anak-anak dapat belajar mengatur kekuatan dan akurasi supaya bolanya bisa mencapai keranjang sasaran. Jika kemampuan melempar tidak dikembangkan dengan baik, anak akan bermasalah dengan aktivitas menulis yang melibatkan gerak bahu, lengan bawah, tangan dan jari-jari tangan. Tulisannya akan tampak terlalu tebal/menekan sehingga tembus ke halaman sebaliknya.

 

Baca juga : Mengenalkan Olahraga Panahan Kepada Anak Balita

 

3. Berenang

Berenang tentunya merupakan hal yang seru dan menyenangkan. Tak heran jika bayi pun tampak sangat gembira ketika sedang berenang sambil bermain air. Selain menyenangkan, berenang merupakan aktifitas yang memiliki banyak manfaat baik bagi si Kecil, termasuk untuk menstimulasi di masa perkembangannya. Olahraga air yang satu ini sudah bisa mulai dipraktekkan pada anak-anak sejak ia berusia tiga bulan, karena di atas usia tiga bulan bayi sudah memiliki refleks yang sangat baik untuk berenang. Ada banyak manfaat baik dari kegiatan seru ini, seperti melatih gerak refleks bayi dan melatih kebugaran fisiknya. Selain itu, berenang juga membuat anak-anak bahkan bayi merasa lebih rileks.

Apa Saja Persiapan Berenang bagi Bayi?
Agar anak merasa nyaman ketika berenang, kita perlu menyiapkan beberapa keperluannya. Keperluan ini penting untuk persiapan ketika mereka akan berenang dan sesudahnya agar tubuhnya tetap hangat.

Beberapa hal yang perlu Mama siapkan sebelum mengajak anak-anak berenang antara lain :

1.Siapkan pakaian renang yang nyaman bagi anak-anak. Jangan yang terlalu ketat maupun terlalu longgar. Pilih bahan pakaian renang yang lembut di bagian dalamnya, untuk menghindari iritasi pada kulit bayi.

2. Berikan pelampung dan mainan tahan air dengan warna-warna cerah untuk menemani aktifitas mereka di dalam air. Sebaiknya, pilih mainan berbahan karet maupun plastik.

3. Jangan lupa untuk membawa handuk berbulu lembut yang nyaman di kulit anak-anak

4. Bungkus tubuh bayi dengan handuk, seketika setelah ia diangkat dari kolam renang

5. Untuk anak di atas satu tahun, selalu sediakan cemilan kesukaan mereka untuk dinikmati setelah berenang agar tubuhnya kembali hangat dan terisi asupan sehat.

6. Berikan anak-anak pakaian ganti yang berbahan lembut dan ringan, agar pori-pori kulitnya tetap merasa nyaman.

7. Bawalah perlengkapan keamanan seperti betadine, kain kasa atau plester.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Membawa Bayi Berenang

Ayah atau bunda perlu menjamin bahwa semua kebutuhan anak-anak untuk berenang itu aman dan nyaman bagi mereka. Berikut adalah beberapa hal untuk membuat bayi tetap aman dan merasa nyaman ketika berenang.

1. Pastikan suhu kolam cenderung hangat. Suhu terbaik untuk kolam renang yang ramah bagi bayi ada di antara suhu 30 – 32 derajat celcius.
2. Bagi waktu berenang bersama bayi dalam beberapa sesi. Ini menghindari bayi terendam terlalu lama di dalam air. Untuk awal, bayi cukup menghabiskan waktu selama 10 – 15 menit di dalam air. Bila frekuensinya sudah semakin sering, kita bisa menambahkan waktunya hingga 20 – 25 menit setiap sesinya.

  1. Hindari bayi terendam di dalam kolam renang hingga di atas 30 menit, karena ini bisa menyebabkan hiportemia pada bayi.

Selain banyak manfaat yang sudah kita ketahui mengenai manfaat olahraga, ternyata olahraga juga merupakan sarana untuk menstimulasi kecerdasan kinestetik anak loh, Mak. Biarkan anak-anak mengeksplorasi kekuatan tubuh dan motorik kasarnya melalui berbagai aktifitas seperti jalan kaki, berenang, bermain bola, bersepeda di sekitar rumah atau datang ke babygym. Anak-anak juga bisa diperkenalkan kepada permainan tradisional yang melibatkan aktifitas fisik, misalnya petak jongkok, petak umpet, ular naga panjang, gobak sodor, galasin atau engklek. Menari dan berjoget bersama pun bisa kita mulai dengan bertepuk tangan, menggoyangkan kepala, menghentakkan kaki dan berputar dengan riang.

Untuk anak yang umurnya sudah agak besar, orang tua dapat memperkenalkan pada salah satu jenis olahraga dan aturan permainannya. Misalnya dengan mengajak menonton pertandingan bulu tangkis, membelikan buku tentang basket atau mengumpulkan koleksi kartu sepak bola. Tetap semangat memberikan stimulus agar anak tumbuh sehat dan cerdas ya, Mak. Mau tahu tips berolahraga lainnya, silahkan berkunjung ke rumah Bunda Lilis, sahabat saya yang energik sekali.

 

referensi :

[1]Majalah Ayah Bunda Nomor 20 Edisi 06-19 Bulan Oktober 2014

[2]Majalah Parenting Indonesia Kids Health Guide, ISBN 978-602-98774-4-1

[3]https://www.ayahbunda.co.id/balita-bermain-permainan/manfaat-main-sepeda-untuk-anak

[4]http://www.parenting.co.id/balita/5+permainan+dengan+bola

[5]http://www.parenting.co.id/bayi/manfaat+berenang+untuk+bayi

2 thoughts on “Living Your Healthy Life : Olahraga Bagi Anak Usia Dini

  1. weits….. kerennya perkembangan anak itu. waktu keecil kendaraannya roda 4… trus roda 3….remaja minta roda 2. nah udah gede entar minta roda 4 langsung tuh karena di indonesia jarang ada kendaraan roda 3 ya….
    eh lo…. bahas olahraga kok nyambung perihal kendaraan to.

  2. alhamdulillah tanpa sengaja paham dengan pentingnya olahraga-olahraga tersebut, BarrAta sudah mengalami semuanya. thanks sharingnya dek moniq super kece

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *