Kemana Perginya Sampah kita?


Bukan rahasia lagi, pengelolaan sampah yang tepat adalah modal utama untuk mengurangi masalah akibat sampah. Berapa banyak sampah yang kita hasilkan setiap hari? Sampah itu berasal darimana saja sih? Mari kita memilah jenis sampah tersebut. Sampah itu berasal dari mana saja, sih? Dari rumah tangga, sekolah, perkantoran, stasiun, pabrik, dan lain sebagainya. Jika barang yang sudah tidak terpakai atau tidak digunakan lagi maka disebut “sampah”, jadi sampah bisa bersumber dari mana saja.

Menilik ke dalam rumah, sampah apa saja sih yang paling banyak saya hasilkan? Berdasar pengamatan yang saya lakukan selama ini maka, tiga sampah organik terbanyak kami hasilkan berdasarkan beratnya adalah sampah dapur, plastik dan kertaslah yang menduduki peringkat teratas sebagai sampah rumah tangga. Bila kita telusuri kemana perginya sampah kita, tentu kita mempunyai alur yang berbeda-beda. Dari rumah sampah kita masuk ke laut. Ada juga yang dibakar. Namun, inti dari semua proses itu adalah sampah yang kita hasilkan akhirnya akan ditimbun.

Pengelolaan sampah dengan cara dibakar sering dianggap dapat menyelesaikan masalah. Kita tidak tahu bahwa mengubur, membakar, dan membuang sampah di sembarang tempat dilarang oleh negara berdasarkan Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Membuang sampah seperti itu juga hanya memindahkan masalah tidak menyelesaikan masalah. Bisa jadi akan menimbulkan masalah baru. Saat rumah kita bersih, nyatanya orang lain terkena akibat dari sampah yang kita buang hiks.

Perjalanan Sampah di Kota Batam

Pengelolaan sampah Kota Batam secara struktural tanggung jawab DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN. Total timbulan sampah kota Batam = 1.153 m3/hari. Karakteristik sampah didominasi oleh sampah organik sebesar 50-60% dan sisanya merupakan sampah anorganik seperti plastik, logam, gelas/kaca, kertas.
Jumlah sampah yang masuk ke TPA ± 850 ton/hari (data tahun 2014)

Penyelenggaraan pengelolaan sampah yang dilakukan meliputi kegiatan sebagai berikut :
1. Pengurangan Sampah yang meliputi : 

  1. Pembatasan Timbulan Sampah 
  2. Pendaur ulang sampah 
  3. Pemanfaatan Kembali Sampah
  4. Penanganan Sampah yang meliputi :

🍀Pemilihan Sampah yang terdiri atas :
a. Sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun serta limbah bahan berbahaya dan beracun
b. Sampah yang mudah terurai
c. Sampah yang dapat digunakan kembali
d. Sampah yang dapat didaur ulang

Pengumpulan Sampah dilakukan oleh :

  • Pengelola kawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industry, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas lainnya.
  • Pemerintah Kabupaten/Kota
    Pengangkutan Sampah dilakukan oleh Pemerintah, dalam hal ini pemerintah daerah menyediakan alat angkut sampah dan melakukan penganggkutan dari TPS ke TPA. Pengolahan Sampah meliputi kegiatan :
    a. Pemadatan
    b.Pengomposan
    c. Daur ulang materi
    d. Daur ulang energy (Energy Vecovery)
  • Pemrosesan akhir sampah dilakukan dengan metode : metode lahan urug terkendali (Control Landfill),metode lahan urug saniter (Sanitary Landfill), teknologi ramah lingkungan pemusnah sampah (Green Incinerator).
sumber : https://arsipskpd.batam.go.id/batamkota/skpd.batamkota.go.id/kebersihan/kebersihan-kota-batam/index.html

Perjalanan sampah yang saya gambarkan dalam tulisan ini hanyalah garis besarnya saja. Pengelolaan sampah umumnya dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing (baik pemerintah kota maupun pemerintah kabupaten) sehingga praktek yang dilakukan daerah yang satu dengan yang lain tidaklah sama. Informasi mengenai pengelolaan sampah di kota Batam secara lengkap dapat diakses di website Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam. Bagaimana dengan kota teman-teman?

Lantas bagaimana cara mengelola sampah yang baik? Supaya sampah yang kita hasilkan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan masalah baru. Kita bisa memulai mengelola sampah dari rumah dan komunitas kita, bismillahirrahmanirrahim mudah-mudahan project green family yang mulai kami jalankan bisa konsisten penerapannya. Aamiin 😇

Sebenarnya kita dapat turut serta membantu pemerintah menyelesaikan persoalan sampah dari rumah kita sendiri. Bukan hal yang mudah memang. Membiasakan untuk mengelola sampah secara mandiri dapat mulai kita lakukan dengan dua langkah. Hal kecil inilah yang sedang coba kami terapkan di dalam rumah kami. Langkah pertama, kita pisahkan sampah organik dan non-organik sejak membuang. Ini sangat penting supaya kita tahu mana sampah yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi kompos dan mana untuk di daur ulang. Selain itu sampah yang sudah tercampur menjadi sumber masalah. Racun yang terkandung dalam sampah non-organik dapat berpindah ke sampah organik.

Mengelola Sampah Rumah Tangga berbahan Organik

Sampah organik berasal dari bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari, seperti kulit sayur dan buah, cangkang telur, tulang ikan, dan sebagainya. Cara mengolah sampah rumah tangga berbahan organik yang paling ramah lingkungan adalah menjadikannya kompos untuk berkebun. Kebetulan keluarga kami sedang belajar berkebun. Buat teman-teman yang kurang suka berkebun tetap bisa menyumbangkan kompos kepada tetangga atau saudara yang memiliki kebun.

 

Baca Juga : Langkah Kecil Mengolah Sampah Rumah Tangga 



Mengelola Sampah Rumah Tangga berbahan Anorganik

sampah hasil safar kemarin

Sampah-sampah yang tidak berasal dari bahan makanan dan tidak bisa dikomposkan bisa dibagi-bagi lagi menjadi beberapa kategori. Berikut ini cara keluarga kami mengelolanya berdasarkan jenisnya.

🔢Daur ulang Sampah Rumah Tangga
Sebagian sampah anorganik bisa didaur ulang untuk mengurangi dampak negatifnya pada lingkungan. Bahan-bahan yang bisa didaur ulang meliputi kertas, kardus, botol kaca, botol plastik, kaleng, dan sebagainya. Jika kita tidak yakin apakah suatu kemasan bisa didaur ulang atau tidak,kita dapat memeriksa apakah terdapat simbol daur ulang di salah satu sisinya. Setelah dikumpulkan kita dapat menyetorkan kepada bank sampah atau pemulung sampah beberapa kali per bulan agar tidak menumpuk di rumah.

🔢Barang-barang elektronik
Televisi yang rusak atau ponsel dengan layar pecah, sampah elektronik kini menjadi masalah polusi yang serius. Agar sampah elektronik ini tidak menjadi bahaya bagi lingkungan, berikut ini beberapa tips yang sedang kami terapkan antara lain:

1. Mencoba memperbaiki barang yang rusak, terutama jika masih bergaransi.
2. Sumbangkan ke tempat perbaikan perangkat elektronik, agar elemen-elemennya yang masih berfungsi bisa digunakan untuk memperbaiki perangkat-perangkat lain.
3.Kembalikan ke perusahaan yang memproduksinya. Beberapa perusahaan menerima barang elektronik rusak untuk didaur ulang.
4. Sampah yang berbahaya bagi lingkungan seperti baterai, wadah tinta printer, cairan kimia, dan bola lampu tidak boleh dibuang di tempat sampah biasa. Pisah sampah jenis ini ke dalam tempat-tempat terpisah sesuai jenisnya, kemudian bawa ke pusat daur ulang sampah. Petugas di sana tahu bagaimana sebaiknya sampah-sampah ini diolah, atau ke mana seharusnya disalurkan agar didaur ulang secara benar.

Kita juga bisa melakukan beberapa perubahan kecil untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan di rumah tangga. Misalnya, menggunakan tas kain untuk berbelanja, memprioritaskan membeli barang-barang berkualitas bagus agar tidak cepat rusak, dan menghindari membeli makanan yang dibungkus plastik dan stirofoam atau polystyrene.

 

Baca juga : Bagaimana Cara Memulai Green Lifestyle? 



Sudah saatnya kita bertanggung jawab terhadap sampah masing-masing. Membuang sampah dengan dengan benar dan sesuai pemisahannya akan memudahkan kita mengelola sampah.

Meskipun kami bukan bagian dari LSM lingkungan tetapi kami juga punya kepedulian terhadap isu sampah. Kami ingin mengajak orang lain juga mempunyai pemahaman yang tepat untuk memahami persoalan sampah yang ada di rumah dan sekitar kita. Mari kelola sampah dengan benar, dengan begitu tidak akan ada sampah yang menumpuk serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Lingkungan yang bersih dan sehat akan menciptakan kenyamanan bagi diri kita.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *