Belajar Konmari Bersama Komunitas Konmari Indonesia

Apakah buibu punya hobi menata barang-barang hingga rapi? Atau malah terasa berat untuk kegiatan beberes setiap hari yang melelahkan? Bagi sebagian orang, kegiatan membereskan barang-barang dianggap sangat menjengkelkan. Tidak heran kan jika banyak orang yang membiarkan rumahnya terlihat berantakan karena barang-barang yang menumpuk dan berserakan dimana mana.

Namun, seharusnya sekarang tak ada lagi halangan untuk menata barang secara apik. Sebab keberadaan internet memudahkan kita mencari inspirasi tentang cara menata barang. Bahkan kita pun bisa belajar melalui berbagai referensi dan video keterampilan Marie Kondo, wanita asal Jepang yang populer dengan keahliannya menata barang-barang.

Mengenal Sosok Marie Kondo
Marie Kondo adalah seorang penulis buku asal Jepang sekaligus konsultan untuk bidang penataan barang. Awalnya Marie Kondo hanyalah seorang gadis biasa. Namun sejak kecil ia sudah memiliki kegemaran merapikan barang-barang di rumahnya. Semua jenis barang bisa disimpan secara apik hingga hemat tempat.

Jepang memang salah satu negara dengan ukuran rumah yang relatif kecil karena keterbatasan lahan. Inilah yang menjadikan Marie kecil sehingga piawai menata barang. Sejak bekerja di kuil Shinto, kemampuan Marie dalam menata barang-barang pun kian terlatih.

Apa itu Konmari Method?
Setelah bertahun-tahun menata barang, Marie akhirnya menemukan suatu metode penataan barang yang diberi nama Konmari Method. Metode tersebut kemudian dituangkan dalam sebuah buku berjudul The Life- Changing Magic of Tidying Up. Buku tersebut mengisahkan tentang metode penyimpanan barang-barang yang masih digunakan atau dibutuhkan.

Marie mengatakan bahwa menyimpan dan menata barang harus memberikan rasa bahagia atau biasa disebut spark joy. Barang-barang yang tidak dibutuhkan sebaiknya dibuang atau didonasikan kepada orang yang membutuhkan. Sedangkan barang yang masih digunakan lebih baik diletakkan pada kotak-kotak tertutup agar mudah ditemukan saat dicari. Fokus dari metode ini adalah tentukan apa saja yang akan kita simpan, bukan memikirkan apa yang akan kita buang.

Uniknya lagi, sebelum meyingkirkan atau memberikan barang-barang kepada orang lain, Marie Kondo akan memeganginya barang-barang tersebut sambil mengucapkan terima kasih pada barang tersebut.

Inspirasi Perubahan Besar yang Berhasil Dilakukan Marie Kondo

Teknik merapikan barang mungkin terlihat sepele ya, mak. Namun berkat kemunculan buku karya Marie Kondo yang jadi best seller, banyak orang yang tergerak merapikan barang-barang di rumahnya. Sebagian dari mereka yang berhasil merapikan rumah pun mengirimkan foto-foto rumahnya yang rapi kepada Marie. Kepiawaian Marie dalam menata barang dan memberikan pengaruh positif pada orang lain membuat ia dinobatkan sebagai salah satu bagian dari the most 100 influential people tahun 2015 versi majalah Time.

Tentu belum terlambatlah jika saat ini saya ingin belajar berbenah dengan metode ini. Motivasi saya belajar secara khusus melalui kelas yang diadakan Komunitas Konmari Indonesia ini adalah agar rumah jadi tampak lebih rapi dan nyaman. Saya yakin apabila menggunakan metode penataan barang yang tepat insyaAllah akan membuat rumah kesayangan juga tetap rapi setiap saat. Apalagi buat saya yang punya dua anak batita yang tidak punya banyak waktu untuk beberes.

Kalau Marie Kondo saja bisa membuat perubahan besar dari kegemarannya menata barang-barang, mengapa saya tidak?

Merubah Mindset untuk Hidup yang Lebih Baik

Gaya hidup minimalis adalah gaya hidup yang saya pilih semenjak saya menikah dan merantau jauh dari rumah dan keluarga. Apa itu gaya hidup minimalis (minimalist lifestyle)? Gaya hidup minimalis yang sudah saya jalani lima tahun kebelakang menurut saya adalah saat kita menjalankan hidup dengan cara yang sederhana dengan sarana maupun prasarana yang minimal (sesedikit mungkin) namun sangat berkualitas.

Kalau menurut KBBI, minimalis itu berkenaan dengan penggunaan unsur yang sederhana dan terbatas untuk mendapatkan efek atau kesan yang terbaik.

Intinya sih sama, namun minimalist lifestyle ini akan terbentuk dengan mindset yang kuat karena memang itulah asal muasalnya. More like, it comes from your mindset. Bergaya hidup minimalis artinya kita sudah terbiasa jika suatu ketika kehilangan barang bahkan kebiasaan.

Saat memilih menjalani gaya hidup ini, diri ini memang harus keluar dari zona nyaman, merelakan apa yang kita miliki di dunia ini untuk ‘pergi’ atau ‘disingkirkan’. Berlebihan nggak sih, Mak? Faktanya nggak kok. Lebih tepatnya, gaya hidup ini bakal mengajarkan kita untuk lebih ikhlas, lebih bersyukur sekaligus santai dalam memandang hidup.

Langkah pertama dan terpenting untuk menjalani sebuah kehidupan yang minimalis dilaksanakan dalam kepala. Ketika kita memiliki suatu benda yang kita anggap berharga, tanpa sadar kita jadi terbelenggu olehnya seperti kita jadi takut benda itu rusak, hilang, dan sayang kalo dibuang. Akhirnya, tanpa sadar lama-lama kita akan menumpuk barang-barang yang justru membuang waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengurusi keberadaannya.

Menjalani hidup minimalis berarti membebaskan dir dari belenggu kebendaan. Kebanyakan barang hanyalah benda mati yang gak akan kita bawa mati. Seharusnya mereka ada untuk memudahkan hidupmu, bukan sebaliknya.

Nah, ketika pikiran kita sudah bisa memahami konsep itu maka kita akan menyadari bahwa eksistensi kita di dunia ini adalah lebih dari barang-barang yang kita punya. Efek yang saya rasakan adalah saya berubah menjadi pribadi yang bisa membebaskan diri dari keterikatan yang berlebihan pada benda-benda.

Saat pertama kali melakukan perubahan, saya merasa aneh. Ya! Ketika saya harus merelakan koleksi sepatu yang menggunung pergi, merelakan banyak pakaian di lemari untuk diberikan ke orang lain, tetapi efek positifnya saya berhasil menghilangkan kebiasaan menghamburkan uang untuk sesuatu yang hanya akan ‘dipajang’ di kamar dan saya kehilangan pemandangan sumpek di dalam rumah, dan yang paling penting saya harus rela kehilangan cinta. Ya! Cinta pada benda-benda dan hal duniawi.

Karena pengalaman di masa lalu mendukung saya untuk berhijrah maka saya merasa ini adalah waktu yang tepat bagi saya untuk memulai hidup yang lebih baik lagi. Ketika saya baru memulai pola hidup seperti ini, jangan khawatir dan banyak berpikir karena sesungguhnya ini adalah seserhana. Kuncinya adalah action, segeralah memulai. At least, sebelum memulai gaya hidup ini, kita harus punya kesadaran penuh tentang apa sih alasan menjalani gaya hidup minimalis?

Saat pola gaya hidup minimalis itu sudah tertanam di dalam pikiran, menjalaninya juga tidak akan menjadi beban. Pilihan-pilihan dalam hidup jadi lebih mudah diorganisir, karena kita sudah tahu mana yang harus dipilih dan mana yang nggak. Ibaratnya, jalur untuk menjalani hidup sudah terbentuk. Tinggal gimana memilih yang terbaik aja. Contoh sederhananya adalah saat memilih pakaian apa yang akan dikenakan. Pernah nggak sih menghabiskan waktu puluhan menit sampai berjam-jam hanya untuk memilih pakaian apa yang harus dikenakan hanya karena isi lemari terlalu penuh?

Saya pernah.

Pernah pakai pakaian yang itu lagi itu lagi padahal pakaian lain masih banyak dan numpuk di sana-sini?

Pernah nggak terpikir, seberapa banyak sebenarnya pakaian yang kita butuhkan?

Ternyata banyaknya pakaian yang tak tersentuh itu tidak punya faedah apa-apa selain nangkring di dalam lemari. Dari harum semerbak sampai jadi bau karena nggak pernah dipakai. Hal-hal seperti ini adalah salah satu hal kecil yang jadi concern minimalist lifestyle untuk dibersihkan, dialihfungsikan atau dihibahkan ke yang lebih membutuhkan. Ini baru salah satu hal kecil.

Gaya hidup minimalis ini amat sangat lekat dengan nilai-nilai kebaikan terutama di dalam agama Islam. Seperti misalnya mengajarkan untuk tidak mubazir, melatih untuk ikhlas, membiasakan sedekah, disiplin, bersyukur dengan apa yang dimiliki sekarang dan masih banyak lagi.

Yang harus digarisbawahi bahwa minimalis di sini merupakan gaya hidup, bukan pegangan ataupun pedoman hidup. Siapapun bisa melakukannya selama dia punya kesadaran dan mindset yang kuat akan hal itu.

Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Sering kita mendengar konsep minimalis dikaitkan dengan desain interior rumah, arsitektur, musik atau penampilan. Namun tidak hanya itu, minimalis juga dapat kita terapkan sebagai gaya hidup.

Sebelum memulai resolusi berbenah ala konmari, saya ingin memvisualisasikan hal-hal apa saja yang bisa membuat saya merasa nyaman dan lebih baik. Visi fisik rumah yang kami impikan antara lain, lapang, memiliki ventilasi udara yang baik, minim barang dan memiliki ruang homeeducation yang ramah anak.

Berikut ini adalah gambaran rumah yang ingin saya wujudkan bersama keluarga jika kita pindah ke domisili yang baru nanti.

Rumah sewa yang kami tempati saat ini masih memuat banyak barang sebab kami menempati rumah yang disewakan beserta furniturenya. Jadilah beberapa barang milik kami menumpuk dan kurang fungsi padahal kami hanya memiliki satu lemari baju dan satu lemari anak, satu meja makan dan satu lemari buku namun rumah masih terasa kurang lapang terutama ruang untuk bermain dan belajar anak-anak.

Upaya yang kami lakukan sementara ini adalah kami mulai merapikan barang-barang menyesuaikan dengan kondisi rumah sekarang dengan harapan lebih lapang dan minim tumpukan barang.

Living simple, means we will have more on the other things.

Rumah dengan sedikit benda di dalamnya merupakan impian saya dan keluarga. Rumah yang lapang akan memberikan space atau area yang lebih luas. Hidup pun jadi lebih mudah karena tidak perlu menata barang-barang rumah yang berantakan, tidak perlu terlalu khawatir barang-barang tersebut rusak atau dicuri orang. Hidup minimalis membuat ruangan tampak lebih menarik. Dengan ruangan yang lebih besar, lega, dan rapi membuat suasana terasa tenang dan tidak semrawut.

Rumah minimalis tapi pemilik rumahnya gemar membeli barang-barang yang tidak diperlukan, ya malah penuh itu rumah. Hakikat rumah minimalis sudah seharusnya juga dibarengi dengan gaya hidup lainnya yang minimalis.

Hal terpenting dari pilihan kami adalah dengan meningkatnya kualitas hidup keluarga maka kita juga akan lebih bahagia dengan hidup. Bukankah kebahagiaan lebih penting daripada barang?

Untuk memulai proses berbenah terdapat doable and achieveable, diantaranya yang mulai kami terapkan, yaitu

1. Donasi atau daur ulang barang
Komitmen untuk tidak menyimpan barang yang tidak benar-benar diperlukan atau sengaja dimiliki hanya untuk dipakai “suatu saat nanti”. Lebih baik mendonasikan atau mendaur ulangnya menjadi sesuatu yang berguna daripada membiarkannya menumpuk di rumah.

2. Mengurangi tingkat stress dan mengurangi multitasking

Saya harus belajar menurunkan standar dan tidak lagi menekan diri untuk menyelesaikan semua pekerjaan sendiri. Saya sadar, kebiasaan saya mengerjakan banyak hal sekaligus alias multitasking justru membuat semakin lelah dan stress. Saya berjanji untuk menyelesaikan tugas satu per satu dengan fokus, dan setiap kali ada jeda maka saya memutuskan untuk berdiam diri sejenak tanpa melakukan apapun selain bernapas dan beristirahat.

3. Simple saat berlibur
Keluarga kami senang melakukan perjalanan singkat ke berbagai tempat dan untuk menerapkan gaya hidup minimalis, kami sepakat untuk membawa barang seperlunya dan bisa ringkas dikemas dalam satu tas saja.

4. Media sosial seperlunya
Saat awal-awal berhijrah, saya sempat ingin mengambil langkah ekstrem dengan menghapus aplikasi atau berhenti mengakses Facebook, Twitter, dan akun Instagram. Namun dengan gadget management saya menjadi pribadi yang lebih tenang dan tidak mudah terbawa arus informasi. Saya memilih menggunakan media sosial seperlunya dan lebih banyak bersosialisasi dengan teman-teman di dunia nyata.

5. Bersih-bersih digital
Bersih-bersih tidak hanya dilakukan di dunia nyata tetapi juga dunia maya alias digital. Cara paling mudah adalah menghapus berkala kotak masuk email dan whatsapp, menghilangkan atau memindahkan foto di ponsel, dan tidak menyimpan informasi yang kurang penting.

6. Mengenakan pakaian sederhana
Mengenakan pakaian sederhana adalah cara menerapkan gaya hidup minimalis yang paling tepat. Pakaian sederhana itu bisa tetap modis dengan menyesuaikan selera mode masing-masing orang, dan yang terpenting tidak membuat lemari lekas penuh.

7. Menu makanan yang simple dan sehat
Memasak untuk diri sendiri atau keluarga tidak harus selalu menu mewah dengan penyajian serba rumit. Kami sekeluarga tidak pernah pusing berpikir ingin makan apa setiap hari sebab kita pun sudah terbiasa menyantap menu-menu sederhana dari bahan makanan sehat yang mudah didapatkan dan tentunya dengan harga terjangkau.

Untuk pelaksanaan proses berbenah, saya mengikuti ritme kelas intensif KonMari level Shokyuu ini. Saya membuat target pencapaian untuk 2 bulan ke depan. Target pencapaian yang realistis untuk dicapai dalam jangka waktu 2 bulan ke depan adalah :

berbenah dengan metode KonMari untuk barang-barang yang ada di rumah dan kondisinya masih tercecer. Kegiatan memilah mana yang digunakan, disimpan, dipindahtangankan kepada yang lebih membutuhkan. Kemudian menata barang-barang yang masih digunakan sesuai lokasinya.

Berikut jadwal berbenah yang saya rencanakan bersama dengan anak-anak untuk alokasi waktu dua bulan ke depan.

Semangat berbenah, semangat menata diri, semangat menata negeri 😊

#shokyuuclass
#task1
#konmariindonesia
#konmarimethod
#intensiveclass

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *