(Makin) Jatuh Cinta Kepada Eco Enzym

Penting bagi saya sebagai seorang ibu untuk mengajarkan hal-hal baik bagi anak-anak, apalagi tentang menjaga lingkungan, seperti memilah dan mengolah sampah dari dalam rumah serta memanfaatkan kembali sisa konsumsi itu sebagai rasa kebersyukuran saya atas rahmat Allah yang tidak terkira kepada kita ciptaanNya.
Sebelum mengenal ecoenzym, dua tahun yang lalu saya terlebih dahulu mengenal enzym cleaner dari postingan mbak Dini KW dan mbak Deasy Greenmommies. Berawal dari kebutuhan akan pembersih serbaguna untuk keperluan rumah tangga yang sederhana, bebas dari bahan kimia dan terjangkau tentunya akhirnya saya mulai berpetualang di dunia maya. Melalui penelusuran akhirnya saya menemukan banyak informasi mengenai metode membuat enzym cleaner yang sederhana dan juga hemat dikantong. Berbekal informasi itulaha maka saya pun nekad mencoba untuk membuat cairan pembersih alami yang hanya membutuhkan dua bahan utama, yaitu kulit jeruk dan cuka.

Bukan cuma efektif dalam menghilangkan noda dan kotoran yang ada di dalam rumah, cairan pembersih ini juga akan memberikan wangi segar yang tidak bisa kita temukan di pembersih lain pada umumnya. Tanpa zat-zat kimia berbahaya lainnya, cairan ini pastinya alami dan mudah dibuat karena bahannya bisa ditemukan di dapur kita sendiri. Kata siapa lemon dan jeruk cuma bisa diolah menjadi jus dan resep makanan atau minuman lain. Percobaan pertama berhasil dan akhirnya saya pun mengganti detergen dan pembersih di rumah menggunakan cairan ini. Sampailah setahun terakhir ini saya berkenalan dengan ecoenzym yang ternyata membuat saya semakin jatuh cinta. Ecoenzym sangat mendukung kehidupan saya yang ingin lebih minimalis, termasuk urusan bersih-bersih saya bisa memakai produk yang all in one dan ecoenzym menjawab kebutuhan saya. Melalui pelatihan ecoenzyme yang diadakan Ibu Profesional Batam bersama Ibu Vera Tan (Bhumi Eco Farm) pengetahuan saya pun makin bertambah karena bisa belajar langsung dari masternya langsung. Setelah mengikuti pelatihan ini saya semakin semangat mengolah sampah sisa konsumsi buah dan sayur saya tidak lagi berakhir di tong komposter. Ternyata sisa konsumsi buah dan sayur ini bisa dimanfaatkan dalam bentuk lain yaitu eco enzyme. Buat yang masih bingung dan belum mengenal sini saya bisikin😊. Ecoenzym merupakan hasil penelitian Dr. Rosukon Poompanvong asal Thailand. Ibu Vera Tan sendiri yang mengajar pelatihan inipun bercerita panjang kisah perkenalannya dengan ecoenzym. Mengingat bahwa enzim ini banyak sekali manfaat yang beliau rasakan sendiri maka Ibu Vera pun belajar langsung kepada penemunya. Kemudian beliau menginisiasi dan mengenalkan enzim ini pada masyarakat luas. Karena latar belakang beliau adalah dokter, beliau sering menggunakan cairan enzim ini sebagai pengobatan. Beruntung sekali rasanya bisa belajar langsung dari master ecoenzym di Batam.

belajar ecoenzym langsung bersama pakarnya Ibu Vera Tan Bhumi Eco Farm

Lalu apa saja sih manfaat dari eco enzyme atau juga sering disebut sebagai enzim sampah yang dituturkan Ibu Vera Tan antara lain:

1. Cairan enzim ini bisa digunakan sebagai campuran pencuci piring dan pencuci baju. Bau amis hilang, ampuh menghilangkan noda bandel pada kain. Menurut saya enzim konsentrat ini adalah solusi mudah dan murah bagi yang punya alergi kulit karena bisa mengurangi bahan kimia dari deterjen dan sabun pencuci piring. Lebih baik lagi karena digunakan hanya dengan mencampur enzim dan air saja.
2. Sebagai pembersih udara, jika di rumah kita memiliki satu drum saja cairan ecoenzym maka sama saja kita memiliki pohon yang berumur 10 tahun. Kebayangkan betapa sejuk dan bersihnya udara yang kita hirup di dalam rumah, jadi kalau punya lebih banyak tidak perlu pendingin ruangan.
3. Badan suka pegel-pegel? Cairan enzim ini bisa di masukan dalam botol lalu tempel dibagian leher sambil berbaring. Kita tidak perlu minum obat yang kadang banyak efek sampingnya.
4. Sakit demam juga demikian, cairan enzim yang didalam botol dipeluk sambil tidur. Keesokan harinya demam akan hilang. Pengalaman saya coba ke anak-anak dan alhamdulillah it works. Cairan yang sudah digunakan untuk menghilangkan demam ini akan berubah jadi keruh dan berlumut.
5.Buat yang hobi bertanam dirumah seperti anak saya, kita bisa pakai cairan enzim selain sebagai pupuk yang membuat tanaman jadi banyak berbuah atau bisa juga sebagai pembasmi hama juga loh.
6. Bisa digunakan sebagai alat kebersihan diri seperti shampoo,sabun,pasta gigi dan sabun cuci motor/mobil. Dan kalau membuatnya dengan tambahan bunga-bungaan bisa digunakan sebagai alat penyegar wajah agar tidak kusam.
7. Bisa juga untuk melancarkan saluran air yang tersumbat.
Serta masih banyak manfaat lain dari enzim ini yang penggunaannya pun bisa sesering mungkin tanpa efek samping.

Baca juga : Langkah Kecil Mengolah Sampah Rumah Tangga

Penasaran gimana cara membuat Eco Enzyme?

Pada pelatihan yang saya ikuti, kami langsung praktek cara membuat cairan enzim (untuk kita yang tinggal di daerah Asia Tenggara, sebab cuaca dan iklim mempengaruhi berhasil atau tidaknya proses fermentasi). Bahan-bahan yang diperlukan antara lain :

1⃣ Gula merah (lebih bagus gula aren ataupun gula hitam) / molasses. Sebelum membuat enzim kita harus tahu terlebih dahulu berbagai macam jenis gula dan manfaatnya. Yang paling baik menurut pengalaman bu Vera adalah menggunakan molasses.
2⃣ Sampah organik dipotong kecil-kecil,
3⃣ Air, harus menggunakan air sumur atau pun kangen water, jika mau menggunakan air pipa harus diendapkan selama 3 hari.
4⃣ Botol sebagai tempat penyimpanan. Untuk trial kita bisa menggunakan botol air minum isi ulang berukuran 1500 ml.

Ratio bahan-bahannya yaitu 1:3:10 (1 bagian molasses, 3 bagian sampah organik, dan 10 bagian air)

Cara Membuat :
1⃣ Masukan gula ( ratio gula 1 ons : air 1 liter)
2⃣ Tambahkan sampah organik ( 3 ons )
3⃣ Masukan air sampai dengan 3/4 bagian botol. Sisakan tempat untuk fermentasi (jangan diisi penuh botolnya).
4⃣ Enzim akan terbentuk dan siap digunakan dalam 3 bulan
5⃣ Tutup rapat dan pastikan tempatnya kedap udara.
6⃣ Sesekali tekan kebawah sampah yang mengambang, selama dua minggu pertama tutup botol satu hari sekali dibuka untuk mengeluarkan gasnya.
7⃣ Enzim disimpan selama 3 bulan.

Pada awal-awal minggu akan ada gas yang muncul sehingga kita bisa membuka tutup lalu rapatkan kembali. Enzim baru dapat digunakan setelah tiga bulan difermentasi. Cara memanennya dengan menyaring air dari ampas eco enzymnya. Cairannya kita simpan di dalam botol sedangkan ampasnya bisa kita jadikan kompos untuk tanah

Berikut ini takaran pemakaiannya menggunakan perbandingan antara larutan ecoenzym dengan air (dalam satuan ml) :

1. Mencuci piring
(dapat dicampur sedikit sabun cuci piring cair agar berbusa) dengan perbandingan 1:10.
2. Penyegar udara dengan perbandingan 1:200
3. Menyiram tanaman dengan perbandingan 1:500
4. Disinfektan dengan perbandingan 1:500
5. Mengepel lantai dengan perbandingan 1:1.000.

Berminat mencoba?

One thought on “(Makin) Jatuh Cinta Kepada Eco Enzym

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *