ANTARA TUGAS BELAJAR DAN CODE OF CONDUCT IBU PROFESIONAL

Ilmu itu didapat manakala kita mendekat dan datang pada sumber ilmu. Ilmu juga akan mudah diperoleh manakala kita antusias mencari ilmu. Sebagai seorang pembelajar kita harus fokus kepada apa yang disampaikan, bukan siapa pematerinya. Dengan menghormati fasilitator dan fokus kepada apa yang disampaikan maka harapannya bisa menuai ilmu dengan lebih banyak. Dalam proses belajar seorang pembelajar tidak boleh sok tahu, dan menyepelekan materi meskipun sudah pernah dipelajari. Mau tidak mau kita harus mengosongkan gelas agar ilmu yang diperoleh lebih berkembang.
Apabila ditanya kenapa saya mengambil

kelas belajar bunda sayang? Ini merupakan salah salah satu komitmen diri untuk mencapai tujuan belajar yang sebelumnya saya jabarkan dalam nice homework kala belajar di kelas matrikulasi. Salah satu tujuan khusus saya belajar di kelas bunda sayang adalah untuk memahami ilmu pengetahuan dasar dalam mendidik anak dan mau mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Rasanya pas sekali saya menempuh kelas ini bersamaan dengan tahapan tumbuh kembang anak-anak. Strategi yang harus saya persiapkan untuk menuntut ilmu di kelas belajar ini antara lain

1. Time Management
2. Mengikuti Kajian Keagamaan
3. Belajar Parenting dan Kelas Belajar sesuai suka bisa
4. Membekali Diri dengan Pengetahuan Digital
5. Networking.

Baca juga : Refleksi Diri 2018

Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, ada beberapa sikap yang harus saya perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut. Berkaca dari kelas-kelas belajar yang sudah dan sedang saya jalani maka saya pikir ada beberapa hal yang harus saya perbaiki agar saya bisa menjadikan ilmu yang saya dapatkan lebih berkah dan bermanfaat antara lain:

1. Memperhatikan waktu kehadiran dan membuat alarm khusus untuk masing-masing kelas belajar
Saya berusaha untuk lebih aktif dan sebisa mungkun sebelum fasilitator atau pemberi materi hadir, saya sudah hadir terlebih dulu di ruang belajar.

2. Mengosongkan gelas
Ilmu akan terus bertambah dan berkembang, bahkan ilmu yang sama ketika disampaikan di saat yang berbeda, ataupun oleh pemateri yang berbeda bisa menghasilkan sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya saya harus belajar untuk tidak sok tahu, dan menyepelekan meskipun materi yang dibahas sudah pernah saya pelajari. Mau tidak mau saya harus mengosongkan gelas agar ilmu yang saya dapat lebih berkembang.

3. Menghormati Guru
Saya harus fokus kepada apa yang disampaikan, bukan siapa pematerinya. Dengan menghormati guru dan fokus kepada apa yang disampaikan agar bisa menuai ilmu lebih banyak.

4. Menyediakan buku catatan khusus
Buku catatan fungsinya sebagai alat untuk mengikat ilmu dan memisahkannya dengan catatan harian anak-anak agar lebih rapi dan tersistematis. Mencatat dengan rapi. Bagi saya yang visualis mengikat ilmu akan lebih melekat jika dicatat kembali dalam jurnal. Selain itu saya ingin lebih konsisten untuk menulis ulang catatan yang saya punya di laptop agar mudah disimpan ke dalam drive dan dibagikan kembali. Poin penting yang harus diperhatikan adalah dengan tidak menunda waktu memindahkan catatan ke bentuk digital sehingga saya masih bisa mengingat apa yang akan ditulis.

Gambaran Belajar di Kelas Bunda Sayang

Ketika berdiskusi ada kalanya Fasilitator menyampaikan jawaban yang dirasa kurang tepat, sebagai seorang pembelajar yang baik hendaknya kita mencoba memahami karena fasilitator pastilah memiliki panduan dan referensi yang bersumber dari dapur nasional. Apabila ada hal yang masih mengganjal kita bisa menyampaikan kepada fasilitator secara pribadi dan bersikap lembut serta beradab di dalam menyampaikan. Sesungguhnya menerima nasehat itu diperumpamakan seperti membuka pintu. Pintu tak akan terbuka kecuali dibuka dengan kunci yang tepat. Oleh karena itu, harus ditemukan kunci untuk membuka hati yang tertutup. Tidak ada kunci yang lebih baik dan lebih tepat kecuali nasehat yang disampaikan dengan lemah lembut, diutarakan dengan beradab, dan dengan ucapan yang penuh dengan kasih sayang. Ketika jadwal diskusi di dalam kelas belajar sudah ditetapkan, materi sudah diposting di GClassroom, kemudian review diskusi pun sudah tersedia, maka yang perlu dilakukan sebagai pembelajar yang beradab baik adalah membuat mind mapping sesuai dengan gaya belajar saya ke dalam jurnal belajar. Catatan penting dalam bentuk digital saya simpan ke dalam drive khusus selama belajar di kelas bunda sayang yang nantinya saya jadikan referensi belajar dan mempraktekkannya. Di setiap level, nantinya akan ada tantangan 10 hari, dimana kita sebagai pembelajar
perlu menuliskan pengalaman dalam melakukan tantangan yang diberikan. Tentunya kita ingin bisa tepat waktu dalam menyetorkan tugas yang lebih bermartabat. Membuat setoran asal-asalan agar tepat waktu sangat tidak dianjurkan jika kita sudah berkomitmen dalam proses belajar. Kalaupun terdapat kendala sebaiknya dikomunikasikan kepada fasilitator dan kita harus berusaha mengatur waktu dengan baik agar bisa membuat tugas yang berkualitas dan bisa tepat waktu. Dalam proses belajar pasti banyak materi belajar yang bermanfaat, namun sebagai pembelajar yang beradab dan terikat code of conduct sebuah institusi belajar maka sikap yang lebih bermartabat sebaiknya kita menulis review dari sudut pandang sendiri serta menyertakan sumber referensi materi atau pustaka yang mendukung tulisan tersebut. Ada kalanya setelah membagikan tulisan bermanfaat kita mendapatkan tawaran untuk mengisi materi yang berkaitan dengan kelas bunda sayang secara pribadi namun dalam hal ini saya tidak mempunyai hak untuk mengajarkannya. Untuk mengisi di kelas belajar ibu profesional seseorang harus melalui tahapan belajar (training) tersendiri. Apabila kegiatan domestik dan ranah publik dirasa semakin padat, dan tidak memungkinkan untuk mengikuti perkuliahan maka cuti atau mengundurkan diri, dibolehkan. Etika yang perlu diperhatikan ketika
ingin mengajukan cuti atau mengundurkan diri adalah menyampaikan kepada fasilitator dengan santun kendala dan alasan apa yang mendorong kita sehingga memutuskan untuk cuti atau mengundurkan diri. Bagi saya pribadi, mindset dan sugesti dalam diri itu penting demi tercapainya suatu tujuan yang ingin kita capai. Jangan pernah berpikir untuk berhenti karena kita harus ingat apa yang membuat kita memulai. Sedangkan kuota Bunda Sayang terbatas, banyak IPers yang ingin mengikuti perkuliahan namun tidak mendapat kuota. Sementara itu, ada peserta yang sudah terdaftar, tapi mundur di tengah jalan maka konsekuensi yang harus diterima oleh member yang terpaksa mundur apabila ingin belajar kembali di kelas ibu profesional harus memenuhi syarat dan ketentuan berlaku. Bismillahirrahmanirrahim, mudah-mudahan Allah mampukan dan mudahkan ikhtiar saya dalam proses belajar di universitas kehidupan ini 😇

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *