Tidying Komono Part 1

Apa kabarnya tidying festival? Lanjutt mak💪

Kali ini yang kita benahi adalah komono. Komono dalam bahasa kanji secara harfiah berarti “benda kecil / barang”, sementara dalam konmari diartikan sebagai bermacam barang di luar empat kategori lainnya (miscellaneous items).
Menurut saya tidying festival komono ini lebih rumit karena komono terdiri dari sub-sub kategori yang berbeda-beda, sehingga dalam bayangan saya seperti adalah printilan saya yang banyak dan tersebar di seluruh bagian rumah😭. Saya juga sedang dalam pencarian untuk menemukan cara yang lebih spark joy dalam menyimpan printilan saya ini. Solusinya saya simpan sementara dalam box plastik hasil hunting di pasar seken. Mudah-mudahan dengan diberikan rumah maka printilan saya ini akan lebih mudah dicari apabila dibutuhkan.
Sebelum memulai berbenah untuk mengurai keruwetan maka terlebih dahulu saya membuat daftar sub-kategori barang-barang yang termasuk komono. Berikut daftar yang saya buat:
1. Alat Tulis
2. Perlengkapan Mandi dan Kebersihan
3. Kosmetik dan Obat-Obatan
4. Aksesoris
5. Peralatan Elektronik
6. Mainan Anak

Komono 1

Bagi saya yang sehari-hari mendampingi anak-anak belajar, alat tulis merupakan sesuatu yang penting bagi kami. Meskipun sudah dirapikan dan dikembalikan ke tempat semula tetap saja yang namanya anak-anak ini banyak sekali alat tulis yang bercampur dengan mainan yang lain. Berikut ini hasil berbenah alat tulis saya dan anak-anak yang terdiri dari pensil, pulpen, stabilo, pewarna, card holder, staples, dan beberapa bahan untuk bebikinan. Sebelumnya barang-barang ini saya simpan ke dalam satu keranjang dan berpotensi tercampur aduk dalam waktu singkat. Ujung-ujungnya saya malas merapikan kembali karena harus menyisihkan waktu khusus untuk beres-beres.

Komono 2

Ternyata tidak banyak yang saya singkirkan karena perlengkapan mandi kami di rumah sangat sederhana dan sedikit. Saya pun tidak banyak menggunakan produk pabrikan. Perlengkapan mandi yang ada di kamar mandi kebanyakan milik bersama kecuali shampoo. Karena saya dan anak-anak sudah lama beralih ke produk mandi yang natural dan lebih ramah lingkungan. Untuk produk kebersihan pun saya sudah beralih ke sabun pembersih alami dan dibuat sendiri di rumah. Jadi saya tidak perlu menyetok banyak produk kemasan pabrikan.

Komono 3

Alat make up, parfum, produk perawatan kulit dan rambut yang saya miliki pun tidak banyak. Sehingga untuk sub kategori kosmetik dan obat-obatan ini saya simpan dalam satu tempat.
Wadah plastik transparan ini berisi obat-obat pribadi saya dan anak, sebagian besar berisi krim, salep, patch, essential oil, termometer, dll. Kendalanya awalnya saya bingung karena kalau digeser maka benda-benda yang diletakkan berdiri akan jatuh. Mungkin nanti akan saya carikan box penyimpanan dengan sekat agar tidak mudah jatuh lagi.

Komono 4

Laci kecil ini berisi aksesoris saya. Harusnya saya bereskan ketika tidying festival di bagian clothes, tetapi terlewat karena saya fokus pada baju/pakaian dan barang-barang ini campur aduk dengan komono lain dan kosmetik sehingga saya sortir sekarang. Kendalanya karena banyak printilan kecil maka banyak aksesoris milik saya yang saya discard untuk dijual kembali.

Komono 5

Untuk peralatan elektronik saya skip dulu proses berbenahnya karena sebagian besar barang milik suami. Jadi insyaAllah akan segera menyusul kami benahi sambil

Komono 6

Mainan anak. Sejujurnya saya masih merasa belum tuntas untuk mainan anak ini. Saya sudah mulai merapikan mainan mereka per box per kategoru agar mudah diambil dan dirapikan kembali oleh anak-anak. Meskipun belum terlalu spark joy namun progresnya sudah lebih baik.

Saya lupa foto beforenya karena biasanya saya berbenah sambil mencuri waktu ketika anak-anak sedang tidur.

Beberapa kendala yang saya alami ketika berbenah komono :

1. Banyak sekali item barang yang harus dibenahi yang termasuk dalam kategori komono ini. Sejak awal masuk kelas ini, saya sudah sadar ketika membaca list apa saja yang masuk kategori komono. Barang paling banyak di rumah adalah komono, dan kebanyakan tersebar kemana mana.

Untuk mengatasinya, saya membuat daftar list sub kategori dengan penjadwalan dan target. Diharapkan semua proses bebenah bisa selesai tepat waktu.

2. Letak barang yang tersebar di beberapa tempat dan campur aduk antara satu sub kategori dengan yang lain
Untuk mengatasinya, saya membuat daftar list tempat saya menyimpan komono, kemudian mengumpulkan masing2 sub kategori menjadi satu area untuk disortir.

3. Anak-anak balita yang menyita banyak perhatian karena memang mereka hampir 24jam selalu bersama saya. Untuk mengatasinya, saya harus mencari waktu khusus dimana saya bisa berbenah, yaitu saat mereka tidur. Saya juga harus menjaga kondisi fisik agar bisa bertahan terutama dengan mencuri cuti waktu untuk istirahat.

4. Barang yang ada bukan hanya milik saya, tetapi milik suami dan anak-anak. Banyak barang yang suami yang tersebar dimana-mana dan entah sampai kapan mau menumpuk barang.
Untuk mengatasinya, saya mencoba menggunakan komunikasi positifll] []] dan memberi pengertian bagaimana konmari itu ke suami. Begitu pula ke anak, bahwa barang yang dia miliki mungkin lebih bermanfaat bagi orang lain daripada hanya disimpan.

5. Kesulitan mencari storage yang sesuai
Lumayan menyita energi untuk menata komono yang sudah selesai dipilah. Jika saya hanya menyimpan kembali rasanya akan mudah kembali acak-acakan seiring berjalannya waktu.

Untuk itu saya mengatasinya dengan:
– Melihat lagi materi tentang penyimpanan
– Mencari beberapa referensi ide penyimpanan di internet
– Mencoba menggunakan barang bekas dari pasar seken dan sisa konsumsi di rumah seperti box plastik, gelas, wadah dan botol kaca untuk digunakan

Kelanjutan proses berbenah komono insya Allah akan saya update di post berikutnya ya☺️

#gemar #rapi #sukarapi #gemarrapi #komunitasgemarrapi #menatadirimenatanegeri #shokyuuclass #shookyub2task8 #semangatrapi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *