Tantangan Hari Ke-6 : Belajar Menjawab Pertanyaan Anak

Faris adalah seorang anak yang selalu ingin tahu tentang banyak hal dan tidak pernah mau diam, baik tingkah polah maupun pikirannya. Anak ini senang sekali dengan buku apalagi yang ilustrasinya menarik dan banyak warna. Tiap kali saya meminjam atau membelikannya buku baru, ia langsung minta dibacakan bahkan sampai berulang-ulang hingga saya pernah ketiduran karena kelelahan membacakannya buku. Karena itulah akhirnya anak ini punya segudang tanya dalam otaknya, tentang banyak hal. Apalagi di usianya yang ke-4 tahun ia semakin kritis sekali, sering nanya ini itu, temanya pun beragam.

Hari ini ia minta dibacakan buku tentang Rukun Iman dan ada satu bab yang belum juga saya bahas yaitu tentang Hari Akhir (Kiamat) untuk anak-anak, bukunya memang menarik dan berilustrasi serta kertasnya juga bagus. Ia meminta saya membacakannya dua kali. Setelah saya bacakan, kelihatannya dia masih anteng-anteng saja. “Kok belum ada pertanyaan macam-macam ya…” pikir saya.

Eh… ternyata selang beberapa saat sambil membolak balik halaman buku tersebut, dia bertanya, “Ma, kenapa sih Allah nanti ngehancurin semua ciptaan-Nya?”

“Iya mas, pada hari kiamat nanti seluruh ciptaan Allah, bumi, langit, dan isinya akan dihancurkan, dan nanti akan diganti dengan alam yang lain.” jawab saya.

“Tapi, bukankah Allah sudah menciptakan manusia bagus-bagus, hewan bagus-bagus, tumbuhan bagus-bagus, bulan, bintang, matahari juga bagus-bagus, kok malah dihancurin, harusnya yang dihancurin itu yang jelek-jelek ajalah. Iya nggak Ma?” tanyanya lagi, belum puas. Mungkin dia menafsirkan apa yang sudah tercipta dengan bagus, ya sudah, tidak usah dirusak.

Saya mencoba memberikan penjelasan sebisa saya, saya mengatakan padanya, “Mas, pada hari kiamat nanti, semua yang telah diciptakan oleh Allah, akan hancur. Makhluk hidup seperti manusia, hewan, tumbuhan, malaikat, jin, syetan akan dimatikan dan benda mati seperti bumi, bulan, matahari, bintang, planet, dan lainnya akan dihancurkan, baik itu bagus atau tidak, Allah tidak pandang bulu”.

“Trus, setelah dihancurkan bumi ini jadi apa, Ma? Kata Mama nanti bakal diganti dengan alam yang lain, alam apa itu?” tanyanya lagi masih menyelidik, karena pertanyaannya masih belum saya jawab sepenuhnya.

Waduh… anak-anak jaman sekarang memang pikirannya sudah jauh ke depan☺️ Tapi, ya gitu deh, emaknya jadi kewalahan dan bingung mau jawab apa, kalau tidak dijawab, nanti takutnya akan membunuh sikap kritisnya itu, kalau asal saja jawab malah nanti si anak akan punya konsep awal yang salah, apalagi ini pertanyaan yang masih abstrak dan sulit dijelaskan kepada anak usia dini.

Akhirnya saya menjawab dengan hati-hati dan semoga ini tidak salah, “Mas, setelah Allah menghancurkan alam semesta dan isinya pada hari kiamat nanti, maka Allah akan mengganti alam kita ini dengan alam yang baru, kalau saat ini kita berada di alam yang namanya alam dunia, dan nanti setelah hari kiamat, Allah akan mengganti alam dunia ini dengan alam yang bernama alam akhirat. Di alam akhirat nanti semua manusia akan dihidupkan kembali oleh Allah dan akan ditimbang amal baik dan amal buruknya kaya yang kita baca di buku tadi. Kalau amal baiknya lebih banyak maka akan masuk surga. Sebaliknya kalau amal buruknya yang lebih banyak, maka akan masuk neraka. Mas Faris mau masuk surga atau neraka?” “Faris mau masuk surga lah…!” katanya bersemangat.

Saya pun teringat hadits yang diriwayatkan ketika dahulu ada seseorang pernah bertanya kapan kiamat terjadi. Kemudian Rasulullah bukan menjawab kapan terjadinya tetapi malah bertanya. “Apa yang sudah engkau siapkan? ”

Setelah orang tersebut menjawab bahwa ia belum punya ibadah yang banyak, tetapi ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah bersabda, engkau akan bersama orang yang engkau cintai di surga.

Nah.. adeemm banget yah jawaban terakhir Beliau❤

Mengapa Rasulullah tidak menjawab? Karena kiamat hanya Allah Yang Tahu. Hak prerogatif Allah.

Mengapa Rasulullah malah balik bertanya? Karena menyiapkan diri jika terjadi kiamat lebih penting. 😭

Dari menjawab di luar konteks tersebut, kita ummatnya malah jadi tahu hal yang sederhana tapi ternyata besar di sisi Allah dan Rasul-Nya, mencintai Allah dan Rasul akan menjadi salah satu penyebab kita masuk surga.😭 aamiin

Nah dari hadits ini, bagaimana praktek menyampaikannya ke anak? Hari ini saya belajar

1⃣ Sesekali jika anak bertanya sesuatu yang ‘sudah Kekuasaan Allah’ jangan kita jawab ‘yaudah dari sananya’ sambil ketus pula. BIG NO! Saya harus mengenali situasi emosi diri sendiri ketika berkomunikasi. Kendalikan intonasi suara dan berusaha menggunakan suara lembut.

2⃣Kegiatan bertanya balik merupakan cara memberi feedback dan mengarahkan ke hal yang lebih penting dari pertanyaan itu.

3⃣Terakhir menutup obrolan dengan sebuah pemahaman penting.

Misal :

Faris pernah bertanya kepada saya, “Ma, kenapa manusia kakinya dua, tapi kalo kambing 4.”

Pernah saya ingin menjawab, ya udah kekuasaan Allah lah, Mas. Tapi mikir, kalo jawab kaya gini kok biasa aja ya. Pengen jawab yang luar biasa sekali-kali. Dan sejak menginjak 4 tahun makin kritis, saya udah nyengir duluan ngebayangin dia ngejawab lagi, “Mama mah kekuasaan Allah mulu.. ya tapi kenapa” 🤣🤣🤣 jadi adu mulut entar saya sama Faris🤣 lalu adeknya bengong jadi wasit🤣

Saya tarik napas, bismillah dalam hati, minta dikasih sabar dan lembut sama Allah. Terus jawab “Mas tahu gak siapa yang menciptakan manusia dengan 2 kaki dan kambing dengan 4 kaki?” (Mengalihkan dan mengarahkan)

Faris menjawab, “Allah”

“Iya Mas. Allah Al Khalik yang Maha Menciptakan. Hebat yah, ada manusia yang kakinya dua. Kambing yang kakinya empat.” (Menutup diakusi dengan pernyataan lebih penting)

“Hm iya yah. Cuma Allah yang bisa ya Ma.”

“Iya.Nanti ya kita cari tahu lagi lebih banyak lagi di buku.” tutup saya.

#Hari6
#Gamelevel1
#Tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#Kuliahbunsayip
#imansebelumquran
#adabsebelumilmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *