Tantangan Hari ke-7 : Faris Pasti Bisa, Semangat Berlatih!

Selama 6 hari latihan komunikasi produktif, alhamdulillah mulai nampak progress yang berarti di rumah kami. Dengan mengubah cara berkomunikasi, raut wajah ramah, intonasi dan pilihan kata yang baik memberi efek yang positif terhadap diri kita, saya pribadi dan anggota rumah. Kami lebih bisa mengontrol emosi, sering senyum dan tidak mudah kesal 😊.

Jika biasanya setiap saya meminta atau mengajak melakukan sesuatu, spontan Faris menjawab “Faris lagi capek nih, Ma” sekarang dengan memberikan pilihan, atau dengan bertanya “Siapa yang mau bantu, Mama?”, tentu saja tidak pakai galak anak-anak langsung berebut peran ingin membantu..hehe, saya sudah jadi lebih sabar dong. Aamiin 😁

Contohnya tadi pagi, selepas mandi Faris lama sekali tidak segera mengenakan baju. Saya bertanya “Faris, mau pakai bajunya kapan?” Lalu saya berkata, “Siapa yang mau Mama bacain buku ayo yang sudah pakai baju bisa baca buku sama Mama.”

Eh..nggak lama anak-anak langsung bergegas mengambil tempat untuk dibacakan buku.

Jika biasanya mengeluh dan minta dibantuin membereskan mainannya, sekarang alhamdulillah.. sudah mau membereskan sendiri. Cukup bilang dengan lantang dan ikut bermain role play.

“Ayo,kita bereskan Pak!!!”

“Mungkin ada di sebelah sana kontainernya, jangan sampai tertukar!”

“Kita harus berusaha, pasti bisa rapi mainannya!”

Ada lagi, saya senang Faris menunjukkan kemauan untuk belajar menulis. Setelah sekian lama akhirnya ia punya kemauan sendiri untuk melatih kekuatan jarinya dalam menulis.

Hari ini Faris sangat kooperatif. Yang biasanya mager ketika diajak beberes sekarang langsung mau. Anak-anak terlihat bersemangat membantu saya membereskan rumah karena kebetula saya pun sedang menyelesaikan tidying fesrival komono di dalam rumah ini.

Siang tadi setelah selesai makan, tiba-tiba Faris sibuk mengeluarkan satu box berisi pensil warnanya. Kemudian sibuk mengajak adiknya untuk mencoret-coret dinding kamar. Saya pun mulai menegurnya, “Faris jangan coret-coret di tembok, Mas. Kalau mau belajar tulis-tulis pakai kertas ya.”

“Nggak coret-coret, Ma. Faris mau belajar tulis yang garis-garis itu loh.” katanya

“Faris mau belajar sambung garis untuk nulis huruf?” tanya saya.

“Iya yang itu. Mana Ma kertasnya?”

Tiba-tiba Faris datang mendekatiku yang sedang sibuk beberes.

“Ma..Faris ambil sendiri ya kertas buat latihannya.” ujarnya sambil meminta izin.

“Wah, dah besar ternyata Mas Faris bisa ambil sendiri. Coba bawa kesini sambil Mama periksa Faris mau belajar yang mana.” instruksi saya sambil menyemangatinya.

Saya senang sekali, saya puji Faris karena sudah mau belajar menulis dan menyiapkan sendiri apa yang ingin ia pelajari hari ini.

“Waaah..Mas Faris hebat sudah mau belajar menulis hari ini.” Saya sangat excited ketika ia mau belajar menulis karena selama ini ia belum tertarik untuk latihan menulis.

Faris senyum-senyum

“Faris seneng?”

“Iya Faris mau latihan lagi besok. Ternyata Faris bisa Ma.” katanya meyakinkan.

“Iya, Faris pasti bisa kalau rajin berlatih lama-lama pasti makin bagus tulisannya.” tambah saya menyemangati.

Semoga besok makin lancar latihannya. Dan jika belum..kita harus terus semangat untuk latihan ya Nak..Semangat!

Apa yang menarik hari ini?

💌Keep information short and simple

💌Intonasi ramah dan eye contact

💌Fokus ke depan bukan ke masa lalu. Tidak perlu mengungkit-ungkit kesalahan anak dan terus menyemangati untuk belajar

💌Ganti kata ‘tidak bisa’ menjadi ‘bisa’ dengan berusaha/belajar

💌Ganti perintah dengan pilihan

💌Jelas memberi pujian (memuji usahanya)

#Hari7

#Gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *