Tantangan Hari ke-9 : Belajar Berbicara Santun dan Menjadi Pendengar yang Baik

Faris sedang membaca buku ketika saya menyelesaikan kegiatan menjemur. Berkali-kali dia melontarkan ekspresi semangat menunjukkan sesuatu pada saya, “Ma.. Ma… lihat deh Ma, ini Faris baca buku tentang belalang Ma..”

“Oh..iyaa”, jawab saya sekenanya. Hingga Faris bilang “Ma, sinilah” baru saya terasa seperti diingatkan materi cemilan, bahwa kehadiran yang benar-benar hadir saat anak berbicara itu penting agar dia tidak merasa diabaikan.

Saya lalu meminta ijin ke anak-anak.

“Tunggu sebentar ya Faris, tinggal dikit lagi yang belum dijemur. Setelah itu Mama kesana ya kita baca buku sama-sama.”

“Iya, Ma.”sambil terus membolak balikkan buku.

Setelah beres menjemurnya, kemudian kita membaca buku bersama. Sejak kecil Faris senang sekali kalau saya bacakan buku dengan berbagai macam suara, dia suka mengikuti juga, hehe..

* * *
Sore ini lelah sekali. Rasanya mau tiduran saja setelah sholat ashar. Kepala agak sakit, badan terasa tidak enak. Kasihan anak-anak yang mau ditemani bermain, tapi saya lagi hemat hemat energi dan menjawab sekenanya saja ketika mereka mengajak ngobrol.

“Faris, Mama boleh tiduran sebentar? Kepala Mama pusing.” tanya saya kepada Faris yang berkali-kali minta saya fokus menemani.

“Faris tapi pengen ditemenin.”katanya.

“Iyaa..Mama bacain sebentar sambil tiduran ya” (tawar saya sambil tersenyum)

Faris senang sekali hari ini dibacakan buku tentang belalang dan katak karena tadi pagi ia baru saja menemukan katak di halaman depan rumah.

“Sudah Faris. Boleh Mama istirahat sebentar?”

“Boleh..Mama lagi sakit? Oh ya, Faris pijit yaa”, dengan inisiatif sendiri akhirnya ia memijat.

“Sudah sembuh?”katanya memastikan.

“Belum Mas. Emang Faris mau main ya? Maaf yaa..Mama sakit kepala, Mama mau tidur sebentar ya.”

“Mmm…yaudah Mas main sama Irbad aja.” ujarnya.

“Makasih Mas Faris”, tambah saya dengan senyum.

Sambil mata kupejam masih kudengar dia bermain bersama adiknya. Saya berusaha tetap memberikan respon positif agar dia tidak merasa diabaikan, menerima dan berempati dengan perasaannya, meminta ijin untuk tidak menemani dulu 😥. Maaf ya sayang.. Mama kurang hadir menemanimu bermain siang ini. Tapi Mama punya reward buat anak yang bersikap baik hari ini💕

Setiap orang pernah mengalami yang namanya dicuekin, terus apa rasanya, berkesan? Tahu sendirilah ya.

Begitu pula yang kita rasakan maka seperti itu jugalah perasaan anak anda. Anak butuh didengarkan, diperhatikan, dan diberi apresiasi. Saya rasa, saya pasti dapat sebutan kurang ajar, tidak sopan, tidak beretika kepada orang yang lebih tua bila saya tidak memperhatikan disaat mereka berbicara khususnya orang tua disaat mereka berbicara kepada saya. Jangan lupakan jika kita berada pada posisi sebaliknya. Anak-anak yang dibesarkan dalam situasi kurang didengar pun lambat laun akan berpikir kita orang tuanya ini kurang etika, tidak sopan dan malah kurang ajar karena kan kita kan lebih tua harusnya kita lebih bisa memberi teladan. “Jadilah pendengar yang baik, meskipun yang berkata-kata itu bocah.” Ini poin yang menjadi pengingat bagi saya pribadi.

Memberikan waktu yang berkualitas lebih penting daripada waktu yang berkuantitas. Walau sedikit tapi berkualitas dan bernilai. Seperti halnya hari ini, anak-anak yang minta ditemani mamanya bermain tetapi kondisi badan sedang drop. Rasanya sedih sekali. Justru disinilah waktu yang saya punya berharga bagi mereka. Waktu adalah nyawa, tidak bisa ditambah, dibeli atau diulangi. Memberikan sedikit waktumu, Mak berarti kamu memberikan sedikit masa hidupmu bagi anak-anak.

#Hari9
#GameLevel1
#Tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#Kuliahbunsayip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *