Tantangan Hari Ke-11 : Berbicara Baik itu Tanpa Berteriak

Alhamdulillah sudah masuk hari ke-11 latihan komunikasi produktif. Saya dan anak-anak masih terus mencoba menggunakan beberapa alternatif kalimat agar pesan bisa diterima dengan baik.

Terkadang, ketika anak butuh sesuatu dan kita sibuk juga melakukan sesuatu, kemudian disusul teriakan atau pertanyaan macam-macam pasti berujung pada rasa kesal. Tadi siang, Faris sibuk mencari mobil-mobilan diecastnya, dan saya sibuk membereskan piranti di dapur.

“Mama..mana mobil pemanen Faris yang warna hijau?”
“Coba cari di kontainer hijau Mas, di dalam kamar”, jawab saya dari dapur.
“Mana Ma?” jawab Faris sambil terdengar mencari.
“Mana sih Ma, kok gak ada.” gerutunya lagi.
Akhirnya kami saling membalas dengan teriakan, dan malah instruksinya tidak sampai 😥.

Lalu saya tersadar, kenapa tidak mendekat dulu kemudian memberikan pesan? Saya kemudian mendekati Faris dan menyejajarkan diri.

“Kemarin kan Mas main di kamar. Coba cari di dalam lemari yaa, dikeluarin kontainernya mana tau keselip atau jatuh.”instruksi saya.

“Iyaa.. Iya..” jawabnya sambil mencari-cari.

Dengan menghentikan kegiatan sejenak lalu mendekat, tidak perlu teriak-teriak,hehe..

“Hm, mama senang kalau Faris bisa cari sendiri”, saya menambahkan dengan senyum ketika ia berhasil menemukan diecastnya.

* * *

Tadi siang ketika Faris minta susu soya ia heboh dan berkata sambil berteriak dengan suara keras dan seperti diburu-buru, kubalas dengan kata “sabarlah, Fa” dengan nada kesal.

Malam ini saya mencoba memperbaiki kalimat saya sambil merendahkan suara agar komunikasi kami lebih produktif.

“Faris mau tempe goreng dong..Ma.”, pinta Faris dengan suara lebih pelan.

“Tunggu sebentar ya. Mama seneng dan berterima kasih loh kalau Faris mau tunggu sebentar. Ditunggu ya, Pak pesenannya akan segera diantar. “(Dengan intonasi suara lembut dan tersenyum layaknya waitress di sebuah restoran)

Tidak berapa lama, kuberikan tempe goreng permintaannya lalu saya ingatkan agar segera sikat gigi sesudah makan. Eh Faris malah minta maaf.

“Ma, Faris minta maaf ya.” katanya pelan.

“Loh..kenapa Mas minta maaf?”

“Faris kan salah..”

Saya duduk lagi menyejajarkan diri dengan Faris. Tubuh saya condongkan ke arahnya dan berbicara dengan lembut.

“Faris nggak salah, Mama ingetin Faris gosok gigi biar gigi Faris sehat. Mama senang kalau Faris rajin sikat gigi. Faris mau sikat gigi abis makan?”

“Mau”

Yang kami pelajari hari ini

Menghentikan sejenak aktifitas dan berkomunikasi dengan kaidah “Keep Information Short and Simple”

Mengendalikan intonasi, bahasa tubuh yang sesuai, menggunakan suara dan wajah yang ramah. Mengatakan apa yang diinginkan, bukan yang tidak diinginkan

Belajar menggunakan ungkapan-ungkapan yang memotivasi untuk mendorong tingkah laku yang baik.

#Hari11
#Gamelevel1
#Tantangan10hari
#Komunikasiproduktif
#KuliahBunsayip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *