Tantangan Hari ke-12 : Ganti Kata “Tidak Bisa” Menjadi “Bisa”

“Ma, mana garpunya? Kok nggak ada sih di tempatnya?” tanya Faris dari dapur.

“Ma.. Ma..”teriak dia dari belakang.

Kubiarkan dulu Faris berbicara yang baik tanpa teriak dan meminta tolong dengan cara yang baik. Tak lama kemudian ia berjalan mendekati saya.

“Ma, Faris lagi nyari garpu buat makan buah nih. Tapi Faris cari di belakang nggak ada, jadi Mama simpan dimana garpunya?”tanyanya memberondong.

Saya tersenyum melihat Faris menyampaikan kalimat tanya dengan lebih baik. Lalu saya mengajaknya berjalan ke dapur untuk membantunya mencari garpu. Ketika menemaninya makan, saya berusaha mengenalkan Allah secara konkrit melalui obrolan kami.

“Enak yaa mangganya?” tanya saya ketika ia mencoba makan buah mangga.
“Enak..Faris suka”,jawabnya cepat.
“Alhamdu.. lillah. Allah yang menciptakan mangga, Mas.”ulang saya.
“Allah yang menciptakan mangga bisa manis ya Ma?” tanya Faris sambil menunjukkan potongan mangga ya ia makan.
“MasyaAllah.. Iyaaa..Allah juga yang menciptakan berbagai jenis mangga.” sambungku
“Mangga indramayu ya, Ma?”, tambahnya
“Iya, beraneka ragam bentuk, rasa dan warnanya Allahlah yang menumbuhkan semuanya sehingga Faris jadi bisa makan mangga.”
“MasyaAllah..”, Faris mengikuti 😊

Semoga kami orangtua selalu bisa mencontohkan yang baik-baik, menggigit lidah sebelum berkata dan memuji/mengkritik anak dengan bijak.

🌹 🌹 🌹

Siang tadi Faris mengajak adiknya bermain susun bentuk puzzle. Faris menunjukkan bagaimana cara bermain puzzle kepada adiknya.

“Gimana nih Mas? Ibad nggak bisa,” kata Irbadh bertanya kepada masnya.
“Bisa kok…Ibad pasti bisa, pelan-pelan susunnya sampe match..”, katanya
“Gini nih caranya, lihat Mas Faris ya..”katanya sembari menunjukkan cara pasangnya.
“Ayo berusaha, pelan aja, nggak usah buru-buru”, sambungnya lagi.

Hihihi.. rasanya ketika mendengar percakapan mereka berdua saya jadi ingin ketawa, karena adiknya pun mengikuti instruksi dan mencoba memasang meski masih asal-asalan 😁.

Masya Allah.. Faris ternyata tanpa saya sadari ia menangkap apa yang saya contohkan pada latihan komunikasi produktif. Dia bahkan memotivasi adiknya dengan mengucapkan kalimat “ayo Irbad pasti bisa.. ayo berusaha!”

#Hari12
#GameLevel1
#Tantangan10hari
#komunikasiproduktif
“Kuliahbunsayip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *