Sudah Bobrokkah Budaya Antri di Batam??

IMG01564-20130408-1723

Sejak tinggal di Batam saya merasa banyak sekali hal-hal baru, pengalaman-pengalaman baru yang selalu ingin kubagi disini. Selalu ada alasan untuk mencurahkan isi hati ini, terlalu banyak hal baru yang notabene baru aku alami saat tinggal dan beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat di sini.
Batam merupakan salah satu kota besar yang tidak ada penduduk aslinya. Kota ini berada di salah satu pulau terbesar di Kepulauan Riau yang juga disebut Pulau Batam. Saya sama sekali tidak pernah berpikir untuk stay disini, punya bayangan saja nggak apalagi tinggal dalam waktu lama. Dan pengalaman ini sangatlah berkesan bagi saya, karena lama-lama saya merasa betah tinggal di sini hehe‚Ķ ÔĀä

Penduduk kota Batam mayoritas adalah orang Cina, baik asli maupun keturunan. Kemudian campuran dari berbagai suku Melayu, Medan, Padang, Palembang dan Jawa. Pengalaman tinggal disini membuat saya mengenal berbagai macam sifat dan kebiasaan orang-orang. Yang ingin saya bahas disini mengenai kebudayaan antri masyarakat Batam. Ini pengalaman yang kurang mengenakkan bagi saya, akan tetapi tidak ada salahnya juga kan untuk dibagi temans…

Ceritanya beberapa hari yang lalu saya dan suami lagi main ke mall seberang rumah. Dengan segala niatan kami berangkat sekitar pukul 8 malam, bukan tanpa rencana atau sekedar jalan-jalan saja loh. Kami bela-belain ngemall jam segitu karena ingin membeli roti di Beans City. Siapa sih yang nggak tau roti Beans City? Memang sih roti ini original buatan Batam tetapi nggak kalah lah soal taste kalau dicompare dengan brand-brand bakery dari luar, hehe…
Kami memang sengaja membeli dua tiga empat potong roti untuk persiapan sarapan besok pagi. Niat banget nggak sih? Yaiyalah niat banget, kan besoknya adalah hari Minggu. Hari dimana saya selalu senam pagi di Ocarina, dan makan sepotong roti sebelum berangkat senam itu adalah ritual yang wajib saya lakukan selama ini.

Balik ke Beans City, fyi toko roti ini selalu memberikan diskon bagi customer yang beli roti di atas jam delapan malam (setiap hari senin sampai dengan jumat) dan jam setengah sembilan (setiap hari sabtu dan minggu). Kami sampai ke toko roti ini sekitar pukul delapan lebih lima belas menit kemudian melihat-melihat stock roti apa yang didisplay, sambil melihat-lihat suami saya mulai menunjuk beberapa potong roti yang rencananya akan ditaruh nampan saat momen rebutan bareng customer yang lain, aw..aw..aw..bisa dibayangkanlah betapa excitednya orang-orang berebut memilih dan mengambil roti yang akan dibeli.

Karena moment sale belum dibuka saya dan suami pun berputar-putar sejenak melihat ada pameran apa saja di mall ini. Sebentar sekali sampailah aku menunggu sale dibuka, saya sudah membawa nampan dan penjepit untuk mengambil roti yang akan saya beli. Benar sekali banyak sekali orang tumplek blek bahkan berdesak-desakan demi mendapatkan roti ‚Äúbeli satu dapat dua‚ÄĚ. Karena saya sudah selesai mengambil roti yang akan dibeli maka saya pun mulai mengantri di belakang Cece (karena yang antri di depanku adalah kakak-kakak cina). Awalnya saya nyaman sekali antri di sini karena urutan antri saya tidak terlalu berada di belakang dan artinya semakin cepat pula kami pulang.
Namun hal ini tidak berlangsung lama. Ada dua orang ibu-ibu hijabers (sebutan buat ibu-ibu yang memakai jilbab dengan banyak gaya, banyak tutorial, banyak macam jilbab ditumpuk-tumpuk dengan warna warni aksesoris dan jarum pentul dimana-mana) yang tiba-tiba berdiri sejajar dengan aku dan di depannya juga satu orang temannya mengantri di sebelah Cece. Sunggah payah sekali ibu-ibu ini. Di dalam hati saya sudah kesal sekali melihat tingkah laku mereka yang tidak tahu aturan dan terkesan ‚Äúsak karepe dhewe‚ÄĚ(semaunya sendiri). Sebenarnya ini bukan pengalaman pertama saya, akan tetapi yang biasanya merasakan kekesalan adalah suami saya yakni apabila kita berbelanja sayur dialah yang mengantri timbangan jadi baru kali ini saya benar-benar merasa malas sekali melihat tingkah ibu-ibu yang semaunya sendiri bikin barisan di sebelah saya, illegal lagi *eh.
Memang sih sudah tak terhitung berapa kali saya mengalami kejadian seperti ini (kok jadi merasa terdzolimi, mungkin saya sedikit lebay) akan tetapi saya masih juga merasa kesal dengan orang-orang yang tidak mau berpikir. Entah mereka itu tidak tahu cara antri yang benar atau memang sudah tidak tahu cara untuk antri, kapan harus antri dan manfaat dari antri. Nampak seperti orang yang kurang berpendidikan saja =_____=

Saya sering merasa lebih dihargai oleh orang Bule dan Cina di sini. Kenapa bisa begitu?
Melakukan kegiatan belanja ataupun antri di tempat atau fasilitas umum dengan orang Bule atau Cina lebih berkesan di hati saya jika dibandingkan dengan orang Indonesia asli. Saya punya beberapa pengalaman yang berkesan, Pertama saat memilih makanan dan minuman yang akan saya beli tiba-tiba seorang Bule secara tidak sengaja berjalan mundur sehingga menabrak keranjang belanjaanku dan mereka dengan cepat langsung meminta maaf kepadaku sambil bertanya untuk memastikan kalau tidak ada barang saya yang jatuh. Kedua, saat saya akan pulang dari pasar basah dekat rumah (waktu itu dibonceng naik motor oleh suami saya) kala itu tiba-tiba jalanan penuh dengan mobil dan motor bahkan orang lewat sehingga menyebabkan macet. Adalah seorang pria muda, Cina, meminta permisi untuk lewat depan motor kami dan bilang “thank you yah (dengan logat mereka) setelah menyebrang. Sungguh kebalikan sekali jika dibandingkan dengan orang Indonesia asli yang notabene memiliki label berbudaya santun, lemah lembut dan ramah terhadap orang lain.
Mungkin itu dulu kali ya, soalnya saat ini saya jarang sekali bertemu dengan orang asli Indonesia yang memiliki sikap dan kebiasaan yang baik. Curahan hati ini tidak bermaksud menggeneralisasikan semua orang Indonesia seperti apa yang saya katakan. Ini murni pengalaman pribadi yang pernah saya alami dalam kehidupan sehari-hari saya di sini‚ĶÔĀä
Melihat fenomena tersebut, kita pasti berpikir bahwa dalam budaya antri sebenarnya menunjang kemajuan pola pikir dan kemajuan kehidupan sosial masyarakat suatu bangsa.

Dalam budaya antri mengandung aspek kedisiplinan, dalam mengantri kita dituntut bersikap disiplin. Tidak ragu terhadap keputusannya dan mantap menjalani antrian. Banyak kan kita melihat orang-orang yang mengantri di sebuah pusat perbelanjaan hanya karena tidak mantap menjalani antriannya dan memutuskan untuk berpindah-pindah counter kasir dan saya rasa hal tersebut malah membuat antrian makin lama *capek deh.
Aspek kedisiplinan juga ditunjang dengan aspek tanggung jawab. Jadi orang yang antri harus dapat mempertanggungjawabkan posisinya. Mampu mempertahankan posisi dan berusaha keluar dari pengaruh buruk yang dapat sewaktu-waktu terjadi. Selain kedisiplinan dan tanggung jawab, budaya antri juga mengajari kita menjadi ‚Äúdewasa‚ÄĚ. Inilah yang saya garis bawahi!! Dewasa dalam arti kita dibimbing untuk berpikir bahwa masalah tidak benar-benar selesai dengan jalan curang. Kita dipaksa berpikir dewasa bahwa dengan sedikit menunggu dan sedikit belajar, pasti akan datang juga waktunya bagi kita. Dengan kata lain, belajar menjadi dewasa sama dengan memajukan pola pikir dan intelegensi.

Selain itu aspek yang lainnya adalah respect. Dalam budaya antri kita diajari untuk toleransi terhadap yang lainnya. Kita harus belajar respect. Dengan adanya respect maka akan muncul perasaan iba dengan penderitaan orang lain. Dengan toleransi maka akan tumbuh perasaan saling memahami bahwa semua dihadapkan dalam kondisi yang sama. Dengan respect kita dapat menilai bahwa dengan antrian yang baik maka proses menggapai tujuan akan berjalan lancar.
Jika kita membicarakan budaya antri maka terasa kurang apabila tidak membahas kesabaran. Antri sangat erat kaitannya dengan kesabaran. Orang yang tidak mau antri maka dapat dikatakan dia orang yang tidak sabar. Dalam hal ini tidak sabar dapat disebabkan oleh berbagai alasan, mungkin karena situasi pikiran yang kondusif, namun bisa juga karena memang sedang dikejar-kejar waktu dan dalam jadwal yang padat. Hal ini pula yang sering kali membuat saya kesal, salah satu kebiasaan orang Batam (saya sebut begitu karena lagi-lagi pengalaman buruk saya yang sering sekali diklason saat mengemudi kendaraan, padahal saya sudah berada pada lajur yang benar) adalah mengemudikan kendaraan sesuka hatinya disertai klakson terhadap kendaraan yang berada di depannya, mungkin bisa dikatakan ngawur karena berpindah dari lajur kiri ke kanan atau bahkan berada di tengah-tengah antara lajur kiri dan kanan, tanpa diketahui secara pasti kendaraan ini akan dibawa kemana. Kebiasaan klakson inilah yang membuat aku merasa kalau orang-orang Batam ini nampak seperti orang yang sibuk sekali atau berada dalam level ‚ÄúEmergency Level 12‚ÄĚ. Sungguh saya tidak habis pikir, belum juga masalah ketidak jelasan mengemudi di satu jalur, mereka pun tidak pernah menyalakan lampu tanda (sign) saat akan belok atau berhenti dan hal-hal seperti ini sangat-sangat menguras hati.

Back to topic, namun yang pasti orang-orang semacam itu tidak dapat mengendalikan pikiran dan emosinya sehingga mendapat kesan selalu terburu-buru. Dan orang seperti adalah orang yang paling tidak suka melakukan budaya antri. Dan akibatnya akan timbul pemikiran-pemikiran jahat dan menyebabkan kerusakan-kerusakan barisan antrian dan lain sebagainya.
Banyak sekali aspek atau nilai yang dapat kita ambil dari budaya antri. Namun nilai utama dan yang paling utama adalah bahwa budaya antri mengajari kita tentang PERSAMAAN. Budaya antri tidak mengenal gender, jabatan, agama, ras atau warna kulit. Budaya antri membuka mata kita bahwa semua orang itu sama, memiliki hak dan kewajiban untuk memperoleh sesuatu, tidak peduli latar belakangnya. Sikap menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi persamaan inilah yang sangat jarang kita temui di negeri ini.

Di Indonesia masih banyak orang gila akan harta, gila akan jabatan, gila akan kesenangan dunia yang lain. Mereka lupa dan mengabaikan orang-orang di sekelilingnya, bahwa orang-orang itu juga memiliki hak yang sama meskipun tidak memiliki kesempatan yang sama. Mereka seakan-akan menganggap kasta itu bagian penting dalam kehidupan. Sehingga mereka, orang Indonesia, memuja-muja jabatan. Mencari segala cara agar dapat mendapatkan jabatan yang tinggi. Itu semua dikarenakan timpangnya budaya antri di Indonesia. Mereka menganggap rendah lain, dan berpikir bahwa dengan jabatan yang tinggi dapat memperoleh apa yang diinginkan lebih mudah daripada orang lain.

Selain mengajari kita pentingnya memahami persamaan, budaya antri mengajari kita STEP BY STEP. Artinya bahwa dengan antri kita dapat memahami bahwa untuk menggapai sebuah tujuan tidak bisa secara instan.
‚ÄúKita bangsa Indonesia itu punya sifat penerobos, maunya cepat.‚ÄĚ (Mochtar Lubis)

Dalam sebuah antrian ada orang yang berada didepan dan juga berada di belakang. Dalam hidup kita harus melalui rintangan demi rintangan, sedikit demi sedikit, dan dengan kesabaran dan ketekunan yang baik maka kita akan dapat meraih tujuan yang kita inginkan. Namun jangan lupa bahwa ada orang dibelakang kita. Artinya bahwa ada orang yang memiliki hak yang sama namun belum memperoleh kesempatan yang sama dengan kita. Jadi dalam budaya antri kita diajari bahwa perjalanan kehidupan adalah sebuah proses step by step, bit by bit and little by little.

Demam Bubble Tea :)

 

Sejak pertengahan tahun kemaren, aku rasa bubble tea lagi happening banget di Batam. Mungkin bagi kota-kota besar lainnya hal ini sudah biasa sekali atau bahkan terlihat telat sekali ya karena di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya wabah ini sudah terlebih dulu ‚Äúin‚ÄĚ. Kenapa aku sebut wabah?? Karena bubble tea ini seperti virus, sudah menyebar kemana mana bahkan gerainya berdekatan satu sama lain (jadi ingat indomart dan alfamart yang ngehits banget di jawa).

Sebenernya apa sih yang bikin gerai-gerai Bubble Tea penuh sesak dengan antrian orang-orang? Mungkin beberapa orang berpikir, ‚ÄúCuma buat minum teh aja pakai antri-antri sampai berjam-jam?‚ÄĚ. Belum lagi harus ‚Äúcheck in‚ÄĚ atau ‚Äúlike Facebook atau FanPage‚ÄĚ bahkan ‚Äúbroadcast BBM yang menunjukkan bahwa minuman ini WOW banget‚ÄĚ hanya demi mendapatkan diskon atau potongan harga tiap beli bubble tea merk tertentu.

Kadang suka aneh sih melihat orang-orang yang sebegitunya setiap lihat adanya karangan bunga yang dipasang di depan mall-mall yang sedang soft opening produk. Hal inilah yang sering aku lihat di Batam ini, ya!! Aku sudah tinggal di kota ini kurang lebih hampir satu tahun (setelah sebelumnya bolak balik surabaya-batam). Nampaknya karangan bunga sangatlah penting di Batam ini. Kenapa aku menyimpulkan begitu? Tidak seperti di kota-kota lain, sebelumnya aku tinggal. Karangan bunga biasanya hanya dipesan oleh orang-orang yang akan menikah atau apabila ada keluarga, saudara atau teman yang meninggal. Di Batam inilah aku merasa karangan bunga sangatlah memiliki peranan yang penting dalam event pembukaan store. Betapa tidak, setiap aku melewati mall, toko, restoran atau gerai-gerai yang sedang akan menjual suatu produk baru pastilah karangan bunga dan ucapan selamat mejeng dimana-mana. Apalagi di Batam ini aku tinggal di seberang BCS Mall ya lumayan seringlah melihat karangan bunga dipasang di seberang rumah. Dan bisa dipastikan saat itu pula store yang punya hajat pasti akan dipenuhi oleh orang-orang. Masyarakat Batam sangatlah konsumtif dan suka mencoba-coba produk. Mereka tidak pernah merasa takut kecewa apabila produk baru ini tidak sesuai dengan harapan. Yang penting mereka datang, ingin tahu dan mencoba produk tersebut. Apabila cocok dia akan berpaling kepada produk baru ini, apabila tidak ya sudah produk ini tidak akan bertahan lama lagi ūüėÄ

Nah kembali ke bahasan Bubble Tea, aku mengenal minuman ini saat masih tinggal di Surabaya. Banyak sekali gerai-gerai minuman Bubble di mall-mall, bahkan hampir setiap mall memiliki gerai minuman Bubble franchise dari Taiwan. Pernah aku bertanya kepada temanku yang sedang melanjutkan studi teknik mesinnya di Taipei, apakah dia juga sering membeli bubble tea di sana dan mengabarkan kalau minuman ini lagi ngetrend banget di Indonesia. Banyak sekali bubble tea brand yang bertebaran di sini seperti Blackball, Cha Time, Come Buy, Cha Cha, Ding Tea, Gong Cha, 50 LAN, Shiny Tea, Georg Peck, Share Tea, Coco, KOI, Presto Tea, Shanca dan lain-lain.

Temanku menceritakan sebenarnya seperti apa sih Bubble Tea di negaranya sana. Chun Shui Tang teahouse di Taichung (tengah Taiwan) adalah teahouse yang dikenal sebagai tempat lahirnya bubble milk tea. Sekita tahun 1980an, tradisi minum teh di Taiwan masih menjunjung prinsip panas, teh disajikan langsung dengan poci dan diminum segera dalam keadaan panas atau hangat. Bubble milk tea dibuat dengan mencampur black tea, susu, gula, dan fen yuan (bola-bola dari taipoka). Manajer teahouse tersebut, Lin Hsiu Hui, iseng-iseng memasukkan fen yuan pada es tehnya, dan kemudian mendunialah bubble milk tea seperti yang kita kenal sekarang. Kini bubble milk tea tersedia dalam banyak varian, dari mulai rasa hingga ukuran fen yuan yang disajikan.

Memang benar bahwa¬†bubble milk tea, atau populer dengan sebutan ‚Äúzhenzu naicha‚ÄĚ (pearl milk tea) adalah minuman khas Taiwan yang sudah lama menjadi bagian dari tea culture¬†di Taiwan. Banyak kios-kios di pinggir jalan dan pasar malam di seluruh penjuru Taiwan yang menjual¬†pearl milk tea, dari yang chain-store¬†seperti A Shui, Coco, Come Buy, atau yang memang hanya milik personal.¬†Pearl milk teaukuran bola-bola tapiokanya sekitar 5 mm (diameter), sedangkan¬†bubble milk tea¬†(boba naicha) ukuran bola-bola tapiokanya lebih besar. Kalau di Taiwan, ya bilang saja beli¬†zhenzhu naicha. Selain¬†pearl milk tea, teh dingin dengan berbagai varian juga banyak dijual di Taiwan. Kalau mau yang tidak ada isinya, belilah¬†bubble tea¬†(paomo hongcha), yang intinya hanya teh dikocok sehingga ada busanya. Lalu teh dengan rasa buah, sebutlah apapun buahnya, dari jeruk, jambu, sampai¬†dragon fruit. Dari yang dasarnya¬†black tea(hongcha) atau¬†green tea¬†(lucha). Lalu ada yakult+teh/buah (misalnya¬†lemon yakult,¬†green tea yakult).

 

Karena sudah menjadi bagian dari minuman sehari-hari, ramainya kios-kios itu tentu tidak seheboh di Indonesia. Tapi ada kios tertentu yang memang antrinya tidak biasa. Soal harga, standarnya untuk 1¬†cup zhenzhu naicha¬†adalah TWD 25 (sekitar IDR 7.500). Harga ini tentu bisa bervariasi untuk tiap kios. Kalau mau yang murah, di 7-11 juga dijual kotakan dengan harga TWD 10 ‚Äď 16 (IDR 3.000 ‚Äď 4.800).

 

Hal ini sangat bertolak belakang dengan harganya setelah sampai di Indonesia. Harga 1 cup bubble tea classic ukuran M sekitar 21 ribuan, sedangkan untuk ukuran Lnya bisa sampai 26 ribuan. Dua sampai tiga kali lipatnya lah dibandingkan jika membeli langsung di Korea. Menurut informasi sih kemungkinan karena mahal franchise dan pengiriman bahan-bahan dari sana.

 

Minggu ini, bubble tea bermerk ‚ÄúSHARE TEA‚ÄĚ baru saja buka gerai di BCS Mall lantai 3 bersebelahan dengan gerai bubble tea 5¬†¬į brand local milik grup SUN yang sebelumnya memiliki banyak gerai yang menjual baju, sepatu, tas bahkan bakery n cake. Seperti biasa banyak sekali orang-orang yang datang ke gerai SHARE TEA untuk mengantri dan mencicipi rasa bubble tea yang satu ini termasuk saya dan suami yang secara tidak sengaja ke mall BCS dan mengetahui kalau ada SHARE TEA lagi soft opening. Sebenarnya kami tidak terlalu asing dengan brand ini, sebab kakak ipar suamiku di Jakarta bekerja sebagai manager of area dari Chicken Story yang notabene juga memegang franchise dari SHARE TEA satu management dengan Kino.

Kami memilih untuk membeli 1 cup Classic Bubble Milk Tea (Green Tea) ukuran L saja karena masih ingin tester rasa dulu. Dari segi harga hampir sama dengan brand yang lainnya sih, memang lebih murah SHARE TEA 2ribu perak, hehe…

 

Gambar

Dari segi rasa, awalnya suami merasa kalau SHARE TEA secara All in enak. Namun setelah kita rasakan ada kelebihan dan kelemahannya lah dibandingkan dengan merk lain. Sampai dengan saat ini, kami merasa Ding Tea adalah brand bubble tea yang paling enak diantara brand-brand bubble tea lain yang pernah kita coba. Dari segi rasa bubblenya SHARE TEA lebih enak dibandingkan dengan DING TEA karena bubblenya lebih kenyal nggak terlalu empuk dan manis seperti DING TEA (pendapat suamiku). Untuk komposisi susu dan tehnya aku kurang suka, tetapi suamiku lagi-lagi lebih prefer SHARE TEA karena dia memang pecinta susu full cream. Menurutku komposisi teh dan susunya nggak pas, dengan komposisi susu lebih banyak cenderung membuatku eneg dan berasa kenyang seperti minum susu segelas jumbo.

Melihat kemasannya, DING TEA tetaplah juaranya. Cup dan label tutupnya yang tebal dengan sedotan sewarna lebih nyaman dipegang karena kita tidak takut tumpah atau jebol apabila jatuh. Sedangkan SHARE TEA cup dan labelnya kurang tebal sehingga takut jebol apabila tidak sengaja terjatuh. Untuk ukuran es dan gulanya sama seperti bubble tea umumnya kita bisa atur, kemaren kita order esnya slight dengan gula less. Secara keseluruhan aku sih lebih suka DING TEA, hehe…

Mungkin next beberapa minggu lagi akan ada brand bubble tea lain yang masuk ke Batam. Semoga brand local pun lebih berkembang dan disukai di Indonesia. Pengennya juga sih ada bubble tea brand local yang lebih terjangkau harganya akan masuk lagi di Batam (jadi kita bisa icip-icip lagi buat compare). Ditunggu aja deh karangan bunga yang dipajang di seberang rumah *eh 

Kunjungan Pertama Ke Dokter Baru

Setelah kurang lebih enam bulan menata hati dan perasaan setelah kehilang my baby Y, akhirnya aku move on juga untuk mempersiapkan kehamilan kedua (semoga nantinya diberikan bayi-bayi sehat nan lucu, amin…lebih segalanya dibandingkan dengan kakaknya plus aku juga diberikan kesehatan lebih, amin,,amin Ya Rabb).

Sebelumnya aku agak-agak ilfil dengan pendampingan dokter sebelumnya bahkan suamiku dia lebih kesal lagi dengan sikap dsogku sebelumnya yang suka mengejudge dan mengeluarkan analisa-analisa yang sedikit banyak mengerikan, yang baru diketahui pula ternyata dia belum sesenior dokter yang mau aku tuju ini bahkan belakangan juga baru kutahu kalau ternyata si dokter ini non-muslim. Bukan mau underestimate atau apalah tetapi menurut diskusi suami dengan teman kantornya yang memiliki pengetahuan agama yang lebih mendalam kita mendapat sebuah nasehat kalau jangan periksa kandungan ke dokter laki-laki dan non muslim jika ada yang muslim, karena kita harus menjaga aurat kita terhadap mereka meskipun sama-sama perempuan (fyi: dsogku sebelumnya perempuan juga tetapi belakangan baru kutahu kalau dokter itu non muslim).

Akhirnya awal bulan kemaren aku memutuskan untuk periksa lab sesuai rekomendasi dokter yang dulu untuk periksa torch akan tetapi kemaren aku baru tes tokso dan rubellanya saja dulu, meskipun lumayan menguras kantong tetapi karena kita kepengen manfaatin promo hari kesehatan nasional dari Prodia akhirnya kami memutuskan untuk periksa selama hari promo tersebut. Lumayanlah diskon 20% bisa save untuk yang lain. Alhamdulillah hasil labnya bagus, Igg dan Igm untuk toksonya negative. Tetapi untuk rubellanya Igg positif 0,95 yang artinya dahulu pernah terkena virus lampau yang sekarang sudah menjadi antibody (kata mbak-mbaknya di Prodia sih). Setelah membawa hasil lab tersebut aku pulang dan baru memutuskan untuk pergi ke dokter minggu depannya (gegara mensku udah datang jadi terpaksa harus kutunda saja, takut-takut ada periksa dalam) sambil membawa hasil labku.

Secara baru pertama kali ini, mau ketemu sama si dokter aku masih galau dan kaya orang bingung. Yang masalah daftarnya gimana ya, bookingnya, jadwalnya ganti nggak ya, dan bla bla banyak banget yang aku bingungkan. Nampaknya suamiku sudah mulai terbiasa dengan kebiasaanku yang gampang bingungan dan semacam terlalu lebay dalam menghadapi sesuatu yang baru. Setauku, dokter baru ini, dokter Adri Yanti itu prakteknya nggak tiap hari maka dari itu aku booking dokter dulu untuk hari Selasa sesuai dengan ingatanku dulu pernah mendapat informasi kalau dokter Aad (panggilannya) itu nggak praktek tiap hari melainkah hanya hari Selasa, Kamis dan Sabtu kalau tidak salah. Tibalah suatu sore aku menelepon ke BMC tempat praktek beliau mau order booking dokter untuk hari Selasa, dan ternyata sudah full pemirsah. Nampaknya terlalu mepet sekali aku mendaftar, harusnya satu minggu sebelumnya sih udah booking (setelah tahu kemarin nanya ke mbak bagian administrasi). Dan suara mbak di seberang sana menawarkan apakah mau untuk hari Rabu sore saja karena untuk hari Rabu masih ada yang kosongitupun dapat nomor antrian 32. Tanpa berpikir panjang aku langsung mengiyakan dan menyebutkan nama plus nomor hpku.

Nah semalem, sebelum kita berangkat ke dokter si suami nanya emang hari Rabu dokternya ada ya. Lhah iya aku baru kepikiran, waduh jangan-jangan mbaknya salah lagi dan aku dioper ke dokter yang lain. Mendadak aku udahkepikiran yang aneh-aneh mengenai hal tersebut, jangan-jangan nggak ketemu lagi sama dokter Aad (mendadak mellow). Tetapi suamiku bilang ‚Äúudah deh nggak usah lebay, pokoknya kita berangkat aja dulu kali aja sekarang emang dokter Aad ada jadwal di hari Rabu. Kalaupun bukan dokter Aad ya ntar kita booking lagi‚ÄĚ *glek). Mungkin aku memang terlalu lebay dalam menanggapi sesuatu yang tidak diinginkan.
Setelah sholat magrib dan makan kita berangkat ke BMC untuk daftar ulang terlebih dahulu. Sebelumnya sih sewaktu aku booking dokter beberapa hari yang lalu si mbak operator bilang kalau daftar ulangnya mulai jam 3 ya, aku mengiyakan sambil mikir waduh rempong banget kalau harus bolak-balik kesana. Tapi kemaren sore aku telpon ulang menanyakan masalah daftar ulang maksimal sampai jam berapa eh si ibu di seberang menjawab ‚Äúkita sampai malam kok mbak‚ÄĚ. Yaudah akhirnya aku memutuskan sekalian saja daftar ulang sambil menunggu antrian karena aku males bolak balik lagi.

Pertama kali saat datang aku masih bingung ini itunya gimana, sempat bertanya ke mbak kasir dan dianjurkan buat ke meja untuk daftar ulang bersama seorang ibu setengah baya. Aku ditanya udah punya buku belum, kujawab belum karena masih baru mau dan pertama kali aku control ke sini. Kemudian aku diberikan buku baru ditanya namaku dan nama suami. Setelah itu aku timbang berat badan dan tensi layaknya kebiasaan control di dokter manapun. Berat badanku 54kg (masih normal lah, meskipun nggak sekurus kaya sebelum hamil) dengan tensi 110/60 (lumayan rendah ya bawahnya, hm…padahal aku sudah tidak pernah begadang atau kerja capek-capek. Mungkin emang udah bawaan tensi aku segini-gini aja dari dulu). Setelah dicatat data-data awal tersebut, aku diminta untuk antri dan datang kembali sekitar pukul setengah 9). Bener-bener males kalau harus bolak-balik jadilah aku bersosialita di medsos, chatting dengan adekku bahkan berlanjut telepon sampai dengan jarum jam menunjukkan angka setengah 9. Saat menunggu antrian, aku melihat banyak sekali perempuan-perempuan berjilbab besar yang menjadi pasien dokter Aad. Benar kata teman suamiku kalau dokter Aad ini memang seorang muslimah (berjilbab besar atau sering disebut akhwat begitu) dan dokter senior di batam. Sudah banyak teman yang cocok dan berhasil sembuh atau program hamil dengan dokter ini. Semoga akupun berjodoh dan cocok. Amin ya Rabb, ridhoilah usahaku ini.

Sekitar pukul setengah 9 lebih aku akhirnya dipanggil masuk. Kesan pertama yang aku rasa dokter ini nampaknya baik banget deh, pas masuk ke dalam ruangannya si ibu ini meberikan salam dan mengajak bersalaman. Kemudian aku ditanya apa yang bisa saya bantu, akhirnya aku menceritakan riwayat kesehatanku. Kemudian ditanya udah menikah berapa lama, dulu hamil pertama dengan dokter siapa dan bagaimana analisanya. Aku pun menceritakan segala keluh kesahku. Saat si dokter mulai bicara aku simpulin kayanya senior banget deh dokter ini. Bicaranya mengalir begitu saja, aku terus disupport agar tidak menjadikan ujian ini sebagai beban bahkan berujung pada hopeless. Kita tidak pernah tahu rencana Allah, semua sudah diatur olehNya bahkan urusan rezeki anak. Bahkan yang membuat aku tersentuh dokter Aad bilang, meskipun kejadian kemarin membuat aku terpukul sebab aku sudah berusaha sekali untuk menjaga kesehatanku bahkan aku memutuskan untuk tidak bekerja sementara. Dokter Aad menasehatiku, janganlah kita sekali-kali menghakimi bahkan hanya sebuah virus sekalipun. Dengan kita merasa bahwa kita sehat kok, kita yakin kodisi kita benar-benar fit dan tidak apa-apa, tidak sakit apa-apa kemudian kita mendakwa bahwa virus itu satu-satunya penyebab kematian baby Y. Tidak sama sekali. Hanya Allah yang tahu apa penyebabnya dan Allah sudah tetapkan memang jalannya harus begini. Kalau rezeki nggak akan kemana kok, apalagi tertukar. Allah adalah sebaik-sebaik pengatur. Dari situ aku mengubah mindsetku dan lebih ikhlas menghadapi cobaan kemaren dan terus bersyukur karena memang ini ketentuan terbaik dari Allah yang harus terus aku syukuri, karena sesungguhnya semua memang hanya sekedar titipan dan semua ada masanya. Semua ini membuatku lebih kuat dan ikhlas lagi. Dari hasil review dokter Aad Alhamdulillah tidak ada permasalahan yang yang berat, hanya butuh sedikit kesabaran saja jika ingin hamil kembali. Untuk jadwal haidku pun tidak ada masalah, kalaupun maju atau mundur ya masih wajar beberapa hari saja dari jadwal. Kemudian dicek telurku juga Alhamdulillah tidak ada masalah, besar ukurannya dan rahimnya pun tidak ada masalah. Aku bener-bener ngerasa bersyukur banget Ya Allah atas karunia sehat dariMu ini. Dokter Aad hanya memberikan beberapa obat anti virus untuk mengantsipasi si virus rubella ini agar tidak muncul kembali ke depannya. Sebab rubella ini sangat berbahaya dan kitapun tidak pernah tahu kapan sakitnya. Gejala dari rubella itu hanya demam dan Nampak seperti flu biasa. Jadi apabila tidak dicek dengan menggunakan tes darah tidak dapat dideteksi.

Aku pun disarankan untuk cek CMV untuk memastikan kalau aku sehat (semoga besok hasil labku bagus dan tidak ada satu masalah apapun,,,aminn,,amin Ya Allah). Setelah diberikan resep kamipun keluar ruangan, tak lupa bersalaman dan mengucap salam. Rasanya lega sekali berdiskusi dengan beliau, dokter Aad menjelaskan dengan sabar dan tidak mengguri. Sangat komunikatiflah, bahkan bisa dibilang tampak seperti berbicara dengan teman saja bukan layaknya dokter dengan pasien. Alhamdulillah berulang kali aku ucapkan, bersyukur sekali aku mempunyai kesempatan beretemu dan konsultasi dengannya.
Bulan depan insyaAllah pertengan bulan kami kembali control dengan membawa sisa hasil lab CMV, semoga Allah berikan kesehatan aminn.Semoga bulan depan Allah memberikan kemudahan lagi dalam ikhtiar ini. Aminn Ya Rabb…

Setelah pulang dari BMC aku merasa seperti memiliki kekuatan lebih dan semangat lagi dalam menjalani hari. Terima kasih Ya Allah….:)

**Review Berbohong Mari Kita Mengambil Hikmahnya **

Gambar 

Harus kita tahu berbohong termasuk dosa yang paling keji & ‚Äėaib yang paling buruk. Allah Ta‚Äôala menyatakan, ‚ÄúDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan & hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya‚ÄĚ (QS. Al-Isra‚Äô : 36). Dan Allah Ta‚Äôala juga berfirman, ‚ÄúTiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir‚ÄĚ (QS. Qaaf : 18)

 

Rasulullah¬†telah memberikan penjelasan kepada kita, bahwa dosa bisa menjerumuskan pelakunya ke neraka. Dari Ibnu Mas‚Äôud , bahwa Rasulullah ¬†bersabda, ‚ÄúSesungguhnya¬†kejujuran¬†itu menuntun kepada Al-Birr (kebaikan), sedangkan kebaikan itu mengantarkan ke dlm surga. Sesungguhnya seseorang senantiasa bersikap jujur hingga ia dicatat di sisi Allah Ta‚Äôala sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya Al-Kadzib (kebohongan) itu mengarahkan pada kejahatan, sedangkan kejahatan itu menjerumuskan ke dlm Neraka. Sungguh seseorang senantiasa berbohong hingga dicatat sebagai pendusta.‚ÄĚ (HR. Bukhari (10/423)

 

Dalam menafsirkan hadits diatas, para ulama menyatakan; Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada amalan shalih yang bersih dari segala cela. Al-Birr adalah sebutan umum bagi segala kebaikan. Ada juga yang berpendapat bahwa Al-Birr adalah Surga. Jadi, Al-Birr bisa dimaknai segala amal shalih; & Surga.

Adapun Al-Kadzib (kebohongan), maka perbuatan ini akan mengantarkan pada kejahatan, yaitu berpalingnya dari sifat istiqamah. Ada juga yang mengatakan bahwa kebohongan adalah kemaksiatan yang paling cepat menyebar.

Tentang tercelanya membicarakan segala sesuatu yang ia dengar, Rasulullah bersabda, ‚ÄúCukuplah seseorang dianggap pendusta jika ia selalu membicarakan segala sesuatu yang ia dengar‚ÄĚ. (HR. Muslim 1/10)

Abdullah bin¬† ‚ÄėAmr¬† berkata,¬† ‚ÄúRasulullah ¬†pernah datang ke rumah kami, waktu itu aku masih kecil, akupun keluar utk bermain. Ibuku kemudian memanggil, ‚ÄúYa Abdullah kemari, nanti akan ibu beri sesuatu‚ÄĚ. Maka Rasulullah ¬†bertanya: ‚ÄúApa yang akan kamu berikan?‚ÄĚ Dia mejawab, ‚ÄúSaya akan memberi kurma‚ÄĚ. Rasulullah ¬†kemudian bersabda, ‚ÄúSeandainya engkau tak melakukan (apa yang engkau katakan), berarti telah dicatat atasmu satu kedustaan.‚ÄĚ (HR. Abu Daud no. 4991)

Nabi ¬†bersabda, ‚ÄúSeseorang yang senantiasa & terbiasa dgn dusta akan dicatat di sisi Allah ta‚Äôala sebagai pendusta.‚ÄĚ (HR. Bukhari 10/423, Muslim no. 2606) ¬†¬† Wahai saudara Islam, berdasarkan pemaparan di atas, maka berhati-hatilah dari akibat kedustaan, karena kedustaan adalah pangkal segala kejahatan. Hal itu sebagaiamana yang dinyatakan dlm sabda Rasulullah ¬†diatas ‚ÄúSesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkan kepada kejahatan, sedangkan kejahatan akan menjerumuskan ke dlm neraka‚ÄĚ.

FAKTOR-FAKTOR PENDORONG BERBUAT DUSTA

Motif yang mendorong orang-orang yang memiliki jiwa nista utk melakukan kedustaan cukup banyak, diantaranya adalah :

1.         Sedikitnya rasa takut kepada Allah Ta’ala & tak adanya perasaan bahwa Allah Ta’ala selalu mengawasi setiap gerak-geriknya, baik yang kecil maupun yang besar.

2.         Upaya mengaburkan fakta, baik bertujuan utk mendapatkan keuntungan atau mengurangi takaran, dgn maksud menyombongkan diri atau utk memperoleh keuntungan dunia, ataupun karena motif-motif lainnya. Misalnya saja: orang yang berdusta tentang harga beli tanah atau mobil, atau menyamarkan data-data yang tak akurat tentang wanita yang akan dipinang yang dilakukan pihak keluarganya.

3.         Mencari perhatian dgn membawakan cerita-cerita fiktif & perkara-perkara yang dusta.

4.         Tidak adanya rasa tanggung jawab & berusaha lari dari kenyataan, baik dlm kondisi sulit ataupun kondisi lainnya.

5.         Terbiasa melakukan dusta sejak kecil. Ini  merupakan hasil pendidikan yang buruk. Karena, sejak tumbuh kuku-kukunya (sejak kecil), sang anak biasa melihat ayah & ibundanya berdusta, sehingga ia tumbuh & berkembang dlm lingkungan sosial semacam itu.

6.         Merasa bangga dgn berdusta, ia beranggapan bahwa kedustaan menandakan kepiawaian, tingginya daya nalar, & perilaku yang baik.

 

DAMPAK BURUK DUSTA

Di antara sebab terbanyak yang menjerumuskan anak Adam ke lembah kemaksiatan, adalah mereka tak menjaga dua hal, yaitu lidah & kemaluannya. Sehingga Rasulullah ¬†bersabda, ‚ÄĚBarangsiapa yang mampu menjaga apa yang terdapat di antara dua janggutnya & apa yang ada di antara dua kakinya, maka aku jamin akan masuk surga.‚ÄĚ (HR. Bukhari, no. 6474. At-Tirmidzi, no. 2408)

Kemaksiatan yang ditimbulkan dari kemaluan adalah zina, & kemaksiatan yang ditimbulkan oleh lisan adalah dusta. Terkadang dgn lisannya seseorang mengucapkan kata-kata tanpa dipertimbangkan & dipikirkan sebelumnya, sehingga menimbulkan fitnah & kemudharatan yang banyak bagi dirinya maupun bagi orang lain. ¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Oleh karena itu jelaslah bahwa di antara keselamatan seorang hamba adalah tergantung pada penjagaannya terhadap lisannya. Nabi ¬†sendiri pernah menasehati ‚ÄėUqbah bin Amir ketika dia bertanya tentang keselamatan, lalu beliau bersabda, ‚ÄĚPeliharalah lidahmu, betahlah tinggal di rumahmu & tangisilah dosa-dosamu.‚ÄĚ (HR Tirmidzi, hadits hasan).

Termasuk penyimpangan yang nyata & banyak terjadi di masyarakat kita sekarang ini adalah melakukan dusta, baik dlm ucapan maupun perbuatan, baik dlm menjual maupun membeli, dlm sumpah & perjanjian, bahkan menggunakan dusta sebagai bumbu dakwah & menjatuhkan orang karena kedengkian.

Pembaca yang budiman, dusta mempunyai beberapa pengaruh buruk, yang seandainya hal ini disadari oleh para pendusta pasti mereka akan meninggalkan kebiasaan dustanya & akan kembali bertaubat kepada Allah Ta’ala. Sebagian dari pengaruh buruk itu adalah:

1. Menyebarkan keraguan kepada & di antara manusia Keraguan artinya bimbang & resah. Ini berarti seorang pendusta selamanya menjadi sumber keresahan & keraguan, serta menjatuhkan ketenangan pada orang yang jujur. Berkata Rasulullah , ‚ÄĚTinggalkanlah apa-apa yang membuatmu ragu & ambil apa-apa yang tak meragukanmu, karena sesungguhnya kejujuran itu adalah ketenangan & dusta itu adalah keresahan.‚ÄĚ (HR Tirmidzi, An Nasai, & lainnya).

2. Terjerumusnya seseorang ke dlm salah satu tanda munafik Dari Abdullah bin Amr bin ‚ÄėAsh , bahwa Nabi ¬†bersabda : ‚ÄúEmpat hal, yang jika itu terhimpun pada diri seseorang, maka dia adalah seorang munafik sejati. Dan jika melekat salah satunya, maka dlm dirinya terdapat satu sifat dari kemunafikan, hingga ia meninggalkannya. Yakni jika diberi kepercayaan dia berkhianat, jika berbicara ia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, & jika bertengkar dia berbuat aniaya.‚ÄĚ (HR. Bukhari (1/84)

3. Hilangnya kepercayaan. Sesungguhnya selama dusta menyebar dlm kehidupan masyarakat, maka hal itu akan menghilangkan kepercayaan di kalangan kaum Muslimin, memutuskan jalinan kasih sayang di antara mereka, sehingga menyebabkan tercegahnya kebaikan & menjadi penghalang sampainya kebaikan kepada orang yang berhak menerimanya.

4. Memutarbalikkan kebenaran. Di antara pengaruh buruk dusta adalah memutarbalikkan kebenaran & membawa berita yang berlainan dgn fakta, lebih-lebih dilakukan dgn tanpa mencari kejelasan atau tabayyun yang disyariatkan. Hal ini dilakukan karena para pendusta suka merubah kebatilan menjadi kebenaran, & kebenaran menjadi kebatilan dlm pandangan manusia. Sebagaimana para pendusta pun suka menghias-hiasi keburukan sehingga tampak baik & menjelek-jelekkan yang baik sehingga berubah menjadi buruk. Dan itulah perniagaan para pendusta yang terurai rapi & mahal harganya menurut pandangan mereka.

Dan apa saja yang mereka katakan tentang keburukan seseorang, & apapun pengaruhnya, maka hati-hatilah terhadap mereka, baik yang anda baca dari mereka ataupun yang anda dengar. Pahami firman Allah Ta‚Äôala, ‚Ä̂ĶSesungguhnya Allah tak memberi petunjuk kepada orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.‚ÄĚ (QS Al Mukmin: 28)

5. Pengaruh dusta terhadap anggota badan. ¬†¬†¬†¬†¬† Dusta menjalar dari hati ke lidah, maka rusaklah lidah itu, lalu menjalar ke anggota badan, maka rusaklah amal perbuatannya sebagaimana rusaknya lidah dlm berbicara. Maka, jika Allah Ta‚Äôala tak memberikan kesembuhan dlm kejujuran kepada para pendusta itu. Sehingga semakin rusaklah mereka & menjerumuskan mereka ke arah kehancuran. Rasulullah ¬†bersabda, ‚ÄĚSesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebajikan, sedangkan dusta menuntun kepada kedurhakaan.‚ÄĚ (Muttafaq ‚Äėalaih).

Itulah sebagian kecil dari akibat buruk dusta yang semuanya merupakan akibat yang terasa di dunia, & di sisi Allah balasan bagi pendusta lebih dahsyat & mengerikan. Jelaslah bahwa para pendusta akan berjalan di atas jalan yang menuju neraka, karena dgn berdusta berarti ia akan membuka berbagai pintu keburukan lainnya.

 

SOLUSI UNTUK MENGOBATI

Pembaca yang mulia, sangat penting bagi kita semua memperhatikan bahaya dusta, sehingga takut utk melakukannya. Adapun cara utk menghindar darinya antara lain:

1. Tidak bergaul dgn para pendusta & mencari teman yang shaleh lagi jujur.

2. Mempunyai keyakinan yang mantap akan bahaya yang ditimbulkannya baik di dunia maupun di akhirat.

3. Melatih hati & lisan utk selalu berkata & berbuat jujur.

4. Selalu aktif mengkaji Al-Qur’an & mengamalkannya.

Semoga Allah menganugerahkan kejujuran kepada kita semua dlm ucapan maupun perbuatan.

[Oleh : Tim Redaksi Buletin Istiqomah, Rujukan : Al-Kadzib karya Abdul Malk Al-Qasim]. 

sumber: www.mediasalaf.com