Mengunjungi Aquaspace Exhibition and Live Quick Setting di Kepri Mall, Batam

Siapa yang senang memelihara ikan dengan akuarium? Kayaknya kebanyakan anak kecil sangat senang dengan ikan apalagi ikan hias yang dipelihara di kolam atau akuarium di rumah. Membahas mengenai akuarium, ternyata ada juga loh seni akuarium. Mama dan anak-anak senang sekali menonton tayangan serial Tanked di saluran Animal Planet. Wayde King, sang master akuarium, yang tampil dalam setiap episode selalu muncul membawa ide unik bahkan terkadang gila dalam pembuatan akuarium.

Jika teman-teman pernah menonton acara Tanked yang disiarkan di Animal Planet, pasti akan tahu duo master dalam acara tersebut. Kebetulan kemarin secara tidak sengaja saya dan anak-anak berkesempatan untuk berkunjung ke pameran aquaspace di Kepri Mall, Batam. Rasanya semakin penasaran ingin melihat ada apa saja dan bagaimana sih sebenarnya pekerjaan seorang seniman akuarium.

Melalui pameran ini, kami jadi sadar ternyata akuarium di rumah bisa kita rubah menjadi akuarium taman air, dan setelah di praktekan sesungguhnya tidak sulit dan biaya pembuatannya pun relatif murah di banding keindahan yang kita dapatkan. Setiap melihat tayangan Tanked, Faris selalu terkagum-kagum dan berminat mempelajari seni Aquascape ini. Jika kita ingin mempelajari seni ini, syarat yang harus di miliki adalah ketekunan dan daya imajinasi yang kuat, namun bagi pemula hal utama yang perlu dipelajari adalah menyusun material – material di dalam akuarium.

Sebelum kami bercerita panjang mengenai kunjungan kami kali ini, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa sih seni aquaspace?

Bagi sebagian orang mungkin istilah aquaspace terdengar asing, jadi aquascape adalah seni menata tanaman/tumbuhan air tawar di dalam akuarium. Seorang yang menekuni aquspace dituntut untuk bisa membuat simulasi dari suatu ekosistem makhluk hidup baik itu tumbuhan atau hewan dan lebih ditekankan pada ekosistem tumbuhan di alam bebas sedangkan hewan berupa ikan hanya sebagai pelengkap saja. Secara teknis, ekosistem yang terbentuk di dalam akuarium sama dengan ekosistem aslinya di alam bebas.

Belajar Aquaspace, Belajar Menata Isi Akuarium

Sebelum memutuskan untuk mencoba seni aquascape ini, kita wajib memiliki sebuah akuarium, boleh dari bahan kaca atau dari bahan fiber dan beberapa alat pendukung seperti filter khusus, alat penjepit material, alat pengatur suhu air, alat supplai oksigen dan juga cairan penjernih air sampai dengan vitamin atau nutrisi untuk pertumbuhan tanaman yang ada di dalam akuarium agar selalu terlihat hijau dan indah,

Peralatan wajib yang dimiliki jika ingin belajar Aquascape antara lain:

1. Aquarium
2. Filter
3. Lampu
4. Substrate

Ada juga peralatan tambahan agar mendapatkan hasil yang lebih advance, yaitu

1. CO2 : tabung / DIY, diffuser atau reactor, selang CO2, bubble counter
2. Pupuk : pupuk dasar dan/atau pupuk cair
3. Lampu highlight dengan spectrum cahaya yang cocok.
4. Timer listrik
5. Pendingin (fan / chiller)

Untuk hasil yang lebih optimal atau Aquarium High Tech bisa pula kita tambahkan :

1. Filter / powerhead tambahan dengan media yang lebih advanced
2. pH controller
3. Solenoid needle valve regulator untuk CO2
4. Pupuk dasar dan pupuk cair sudah suatu keharusan, lebih keren lagi kalau menggunakan auto dosing pump
5. Sumber air yang soft, misalnya reverse osmosis filtration.
6. Chiller, atau heater.

Membuat aquascape diperlukan ketelitian serta kreativitas dalam membuat dekorasi sehingga tercipta akuarium yang indah. Untuk membuat aquascape ada beberapa bahan yang harus dipersiapkan seperti akuarium, pasir serta beberapa tanaman yang akan ditanam di dalam akuarium.

1. Menyiapkan Dasar Akuarium
Yang harus disiapkan adalah pasir untuk lapisan dasar aquascape. Untuk latihan awal kita bisa menggunakan pasir silica yang memiliki ukuran 4-5 mm. Kemudian pada bagian tengahnya masukan carbon active, yang berfungsi untuk menyerap zat berbahaya yang terkandung pada air yang muncul pada saat awal pembuatan aquascape di aquarium. Carbon active memiliki sifat yang akan merelease kembali kandungan air ketika aquascape berusia sekitar 1-3 bulan. Bahaya nggak sih kandungan carbon tersebut?
Kita tidak perlu kuatir karena pada usia tersebut tanaman yang ada di aquascape sudah mulai stabil sehingga tidak membahayakan.

2. Menyiapkan Pupuk Dasar
Setelah memasang pasir tahap selanjutnya adalah memberikan pupuk dasar yang berfungsi untuk memberikan nutrisi pada tanaman yang ditanam untuk aquascape aquarium. Pemberian pupuk ini hanya untuk jenis tanaman air yang memiliki akar, sedangkan bila tanaman air yang menyerap nutrisi memakai daun seperti Anubias maka kita bisa melewati langkah ini. Perhatikan kualitas pupuk dan jumlahnya sesuai dengan yang ditentukan.

3. Membuat Top Layer dan Harascape
Setelah melakukan pemupukan dasar pada aquascape, langkah selanjutnya menimbun kembali dengan pasir. Untuk penimbunan, kita bisa menggunakan pasir silica seperti yang digunakan untuk membuat pasir dasar. Kemudian dipercantik dengan design dekorasi menggunakan kayu serta batu.

4. Mengisi Air Pada Aquarium
Setelah selesai membuat dekorasi aquascape langkah selanjutnya adalah mengisi air. Setiap aquarium tentu harus ada airnya dong. Tahap mengisi air ini merupakan tahap yang nampaknya mudah akan tetapi bila dilakukan dengan cara yang salah akan berakibat fatal. Biasanya para pemula menuangkan air dengan cara langsung menuang air secara langsung sehingga akan merusak pasir yang dijadikan dasar dari aquascape aquarium. Ini merupakan kesalahan yang sangat fatal karena dapat membuat pasir berantakan dan mengakibatkan pupuk langsung terlarut dalam air. Cara yang benar dalam menuangkan air adalah dengan menggunakan koran atau kertas lain agar air tidak langsung mengenai pasir. Bentangkan koran seluruh penjuru aquarium lalu tuang air di atasnya secara perlahan.

5. Menanam Tanaman Hias pada Aquascape
Langkah terakhir dalam membuat aquascape adalah menanam tanaman pilihan pada tempat yang telah ditentukan. Tahapan ini juga bisa dilakukan sebelum aquarium diisi air.

Sebuah karya aquascape yang telah jadi kadang terlihat sederhana dan mudah untuk dibuat. Tetapi proses mengkreasikan karya seni itu tidak sesederhana yang kita dibayangkan. Ada dua hal utama yang penting untuk diperhatikan, yaitu pengaturan awal dan perawatannya.

Aquascape merupakan sebuah miniatur eksosistem perairan. Agar ekosistem tersebut berjalan dengan baik, maka kunci suksesnya adalah keseimbangan. Langkah awal untuk membangun keseimbangan aquascape adalah dengan menebarkan bakteri starter ke dalam akuarium. Bakteri starter tersebut berguna untuk menyeimbangkan proses biokimia yang akan terjadi di dalam akuarium. Bakteri akan menjadi pengurai limbah organik berupa feses ikan maupun sisa pakan ikan yang tidak dimakan menjadi senyawa yang bermanfaat bagi tanaman.

Setiap aquarist, sebutan bagi perancang aquascape, wajib mengetahui prinsip dari sebuah karya mereka adalah keseimbangan. Setidaknya ada 3 jenis organisme yang ada di dalam akuarium. Yaitu ikan, tanaman, dan mikroorganisme. Tertarik belajar seni aquascape? Buat yang di Batam dan sekitarnya bisa bergabung dengan komunitas Batam Aquaspace Community ūüėä

 

 

Oleh Oleh dari Pertukaran Pelajar di Ibu Profesional Semarang-Jepara-Salatiga

Rabu, 04 April 2018, saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi peserta pertukaran pelajar di Institut Ibu Profesional. Alhamdulillah hasil dari penilaian fasil di akhir kelas matrikulasi kemarin saya terpilih untuk jalan-jalan ke pulau seberang, Jawa Tengah, Semarang-Jogja-Salatiga. Rasanya senang sekali seperti bernostalgia kembali pada perjalanan backpacker ke Karimun Jawa dan kota tua Semarang sekian tahun yang lalu, ketika belum ada anak-anak hihi. Mengingat indahnya panorama pulau kecil yang tenang dan pemandangan alamnya yang eksotis. Belum lagi kuliner dengan citarasa khas. Lumpia khas semarang yang ternama, bandeng presto Juwana, tahu gimbal yang sampai saat ini saya masih penasaran gimana cara buatnya hingga menghasilkan tekstur yang pas, dan wingko babat. MasyaAllah ya betapa kaya kuliner negara kita. Hmm.. Yummy.. Nah loh kok jadi ngomongin makanan ūüėā

Jadi ceritanya, CMSE ini merupakan pengalaman dan kesempatan perdana bagi saya untuk berbagi secara formal dalam WAG kelas matrikulasi lain. Rasanya cukup deg-degan. Tapi alhamdulillah saya merasa beruntung karena sebelumnya saya sudah pernah bertugas mengisi sesi perkenalan di kelas saya sendiri baik secara online maupun offline Jadi lumayan sudah pemanasan. Walaupun ternyata suasananya agak berbeda, beda karakter dan beda yang saya bawakan. Dalam sesi pertukaran pelajar kali ini, saya diminta untuk membagi mimpi saya. Disinilah saya semakin termotivasi dan semangat mengejar cita-cita yang sejak dulu masih menjadi angan.

 

baca juga : Aliran Rasa Matrikukasi Institut Ibu Profesional Batch 5 Batam Kepri

 

Ketika diinvite ke WAG IP SJS terasa sambutan yang sangat hangat, ternyata lumayan banyak juga rentetan pertanyaan dan diskusi datang silih berganti. Banyak sekali pertanyaan yang masuk mulai dari bagaimana harus memulai gaya hidup hijau  alias green lifestyle sampai dengan resep natural homemade soap sampai visi misi keluarga. Ah, rasanya waktu 30 menit yang diberikan kepada saya sangatlah singkat untuk banyak hal.

Uniknya ketika pertama kali sampai di SJS saya langsung ditanya tentang Trenggalek. Fasil SJS bertanya kepada saya karena tergelitik dengan kata “Trenggalek”, iya Trenggalek. Trenggalek itu bukan kota melainkan kabupaten kecil di pesisir selatan Jawa Timur. Kabupaten kecil yang mungkin tidak diketahui banyak orang dan sering ditanya “Trenggalek itu mana”.

Setah berkenalan ibu-ibu sangat excited sekali dengan materi yang saya bawakan. Mulai dari progress project yang maju mundur cantik baru saya mulai dari keluarga saya sendiri terlebih dahulu.

Alhamdulillah teman-teman IIP SJS sangat antusias menerima kedatangan saya disana. Setelah menjawab satu dua pertanyaan rasa deg-degan mulai hilang  berganti dengan semangat untuk berbagi.

Oiya saya juga berbagi resep natural homemadesoap yang sudah saya coba dan akan terus saya perbaiki komposisinya. Saya juga belum bisa membuat video tutorialnya, do’akan segera bisa segera launching yah videonya. Ah, semangat menambah jam terbang ūüėä

Resep Natural Homemade Soap

ūüćčSabun Pepayaūüćč

Bahan-Bahan :

40 ml larutan alkali
90 ml air bersih
20 ml minyak zaitun
20 ml minyak kelapa
90 ml jus pepaya murni
8 ml minyak esential sesuai selera

Cara Membuat Sabun Pepaya (Metode Cold Proced)

1.Larutkan alkali dengan air bersih dan dinginkan.
2.Panaskan minyak zaitun dan minyak kelapa dengan suhu 40 derajat celcius lalu campur dengan larutan alkali dan aduk rata.
3.Tambahkan jus pepaya dan minyak esensial dan aduk kembali hingga rata dan mengental.
4.Tuangkan ke dalam cetakan dan diamkan sampai 2 minggu, siap untuk digunakan. Selama proses curing sabun harus disimpan dalam wadah tertutup rapat.

Catatan :
*Wajib memakai timbangan digital agar ukurannya pas.
*Alat-alat yang dipakai harus dipisah dan khusus tidak boleh bercampur dengan alat makan.
*Untuk cetakan bebas bisa pakai apa saja, kardus pun bisa dijadikan cetakan.

‚ėēResep Sabun Kopi‚ėē

Bahan-Bahan :

400 gram minyak kelapa sawit
300 gram minyak kelapa
300 gram minyak zaitun
290 gram air distilasi /air suling (sy pakai R.O atau cleo)
145 gram NaOH
2 sendok makan kopi bubuk
20 gram peppermint esensial oil

Cara Membuat Sabun Kopi (Metode Hot Process)

1. Masukkan air ke dalam panci ukuran besar dan biarkan sampai mendidih.
2. Campur alkali dengan minyak sambil dipanaskan, lanjutkan dengan mixer/blender adonan hingga menjadi adonan berjejak
3. Masukkan panci kedalam panci besar yang berisi air mendidih tadi dan tutup panci yang berisi adonan sabun supaya bisa tetap panas.
4. Panaskan selama 3 jam dan aduk setiap 30 menit sekali.
*Sesudah 30 menit pertama, jangan aduk adonan dan panaskan kembali supaya gel phase bisa didapatkan. Sesudah mencapai tahap gel phase baru aduk sampai rata dan masukkan kembali ke panci berisi air panas.
5. Tambahkan dengan air supaya lebih mudah diaduk dan tambahkan juga minyak sebagai superfat selagi sabun masih panas dan jangan lupa tambahkan kopi bubuk dan aduk sampai rata.
6. Sesudah suhu menurun, tambahkan dengan esential oil dan aduk kembali sampai rata.
7. Masukkan ke dalam cetakan dan biarkan selama 2 minggu agar sabun set dan air yang terkandung di dalam sabun bisa menguap dengan sempurna.

Oleh-oleh setelah jalan-jalan ke SJS adalah saya semakin memantapkan diri untuk menggagas project Green Family. Ya Allah mudahkanlah jalan menuju kesana. Semoga Allah mempertemukan saya dengan orang yang tepat dan kita bisa bersinergi demi bumi yang lebih hijau, lingkungan yang lebih sehat dan juga generasi yang lebih bersyukur sehingga bisa menjaga bumi titipan Allah ini. ūüíě

Alhamdulillah di kelas IIP mana saja ternyata sama. Tidak ada yang lebih pintar dari lainnya. Yang ada adalah saling berbagi, saling menginspirasi. Yang ada adalah saling mengingatkan dan menguatkan.Salam Ibu Profesional

 

Membuat Celengan, Ikhtiar Mengenal dan Menghargai Uang

Beberapa minggu lalu saya sempat mengikuti kuliah whatsapp financial planning bersama teh Patra. Beliau menjelaskan  beberapa  prinsip diantaranya  :

1.  HARTA  MILIK  ALLAH

Р(QS.  Al-Hadid:7).

Р(QS.  Maryam:  40).

2. Harta  harus  diperlakukan  sesuai  kehendak Allah Al  Baqarah  262, harta  yang  dititipkan  Allah  harus  diperoleh  dan dikeluarkan  sesuai  dengan  aturan  yang  telah ditetapkan  oleh  Allah.  Manusia  tidak  berhak menentukan  aturan  halal  haram  sendiri.

3. Pendapatan  Keluarga
*Penanggung jawab pencari¬† nafkah¬† adalah¬† SUAMI, jadi pastikan rezeki harus dari sumber yang halal.¬† Rasulullah¬† bersabda: ‚ÄúBarang¬† siapa¬† berusaha¬† dari¬† yang¬† haram¬† kemudian¬† menyedekahkannya, maka ia¬† tidak¬† mempunyai¬† pahala¬† dan¬† dosa¬† tetap¬† di¬† atasnya.‚ÄĚ etika¬† Rasulullah¬† shallallahu¬† ‘alaihi¬† wa¬† sallam¬† menikahkan¬† putrinya, Fatimah¬† dengan¬† Ali¬† radhiyallahu¬† ‘anhuma¬† beliau¬† berwasiat¬† kepada menantunya: ‚ÄúEngkau¬† berkewajiban¬† bekerja¬† dan¬† berusaha¬† sedangkan¬† ia¬† berkewajiban mengurus¬† (memenej)¬† rumah¬† tangga.‚Ä̬† (HR.¬† Muttafaq¬† ‚ÄėAlaih)
* Istri boleh  membantu  ekonomi  keluarga  (4:2)

4. Menabung

Menabung sebaiknya dilakukan  di awal  sebelum  melakukan pengeluaran. Jumlah  tabungan disarankan  sebesar  6  bulan pengeluaran tabungan  yang  melebihi jumlah yang disarankan  bisa digunakan  untuk melakukan  investasi.

5. Pengeluaran Keluarga

Biasanya di bulan Ramadhan dan Syawal banyak pengeluaran yang seringkali tidak terkontrol. Oleh karenanya diperlukan suatu upaya pengelolaan yang lebih terstruktur untuk menghindari kemubadziran dan penyesalan.

Berdasarkan pembahasan tersebut di atas ada satu topik tentang cara beliau mengenalkan uang kepada anak-anaknya. Saya ingin berbagi pengetahuan yang saya dapatkan dari Teh Patra.¬†Menurut Teh Patra, memang belum ada cara atau patokan yang pasti untuk mengenalkan uang kepada anak-anak. Kalau saya pribadi berharap bisa mengenalkan konsep uang dan karakter uang sedini mungkin sesuai dengan tahapan usianya. Kebanyakan orang tua mengalami kendala bagaimana cara membatasi keinginan anak saat diajak belanja bersama. Bahkan sering kejadian akhirnya orang tua terpaksa ‚Äúmengalah‚ÄĚ dan membelikan apa yang diminta anaknya dengan alasan kasihan ketika mereka menangis.

Ternyata cara yang tepat adalah dengan mengenalkan uang pada anak, agar mereka paham bagaimana cara kerja uang. Tujuannya, agar anak-anak bisa memiliki pemahaman yang baik tentang uang, sehingga kelak mampu mengelola uang dengan baik. Beberapa hal penting yang perlu dijelaskan kepada anak-anak

1. Beri pemahaman tentang tujuan keuangan

Darimana kita bisa mendapatkan uang? Untuk apa kita punya uang? Anak-anak perlu memahami cara mengelola uang. Anak-anak juga perlu diberi tahu bahwa dalam uang kita ada rezeki orang lain (yakni memasukkan konsep zakat dan konsep sedekah) yang harus kita berikan kepada orang yang berhak menerimanya. Ajak anak untuk melihat proses pemberiannya.¬†Selain itu, kita bisa juga mulai bertanya kepada anak, ‚ÄúIni uang kakak mau untuk apa?‚ÄĚ Anak-anak perlu dibimbing agar konsisten menyimpan uangnya sampai terkumpul untuk memenuhi tujuan yang sudah mereka putuskan.

2. Beri pengertian bahwa untuk mendapatkan uang perlu usaha

Mungkin anak-anak pernah berkata, ‚ÄúKalau uang Papa habis, kan tinggal ambil saja di ATM!‚ÄĚ Anak-anak yang pernah melihat orangtuanya mengambil uang di ATM akan mengira ATM sebagai sumber uang. Sama seperti Faris, ia menyangka bahwa ATM adalah sumber uang, disitulah kita perlu memberikan pengertian bahwa uang yang kita ambil di ATM adalah uang tabungan kita sendiri, yang didapat melalui hasil bekerja. Inilah perlunya sesekali mengajak anak-anak ke tempat orang tuanya bekerja, agar mereka bisa melihat langsung dan memahami uang didapat jika kita bekerja. Untuk anak-anak yang usianya sudah lebih besar bisa diajak untuk berjualan atau mendapatkan uang dari hasil karyanya.

3. Beri teladan dengan sikap ketika menggunakan uang

Saya sendiri terkadang sering ditegur oleh anak sulung saya ketika ketahuan melihat-lihat barang-barang di market place, kemudian ia berkata, ‚ÄúMama mau beli apa sih?‚ÄĚ Bahkan ia juga sudah pandai protes ketika saya atau Papanya mendapatkan kiriman paket hasil belanja online. ūüôĄ

Hal-hal seperti ini ternyata akan terekam di benak anak-anak. Wah, ternyata begini ya cara menggunakan uang. Saya sendiri masih berusaha untuk bisa bijak menggunakan uang. Membuat daftar belanjaan bersama anak adalah salah satu cara yang bisa dipraktikkan saat ingin mengenalkan uang kepada anak. Anak-anak perlu tahu bahwa jumlah uang yang kita miliki itu terbatas, jadi harus dikelola dengan benar agar tidak lebih besar pengeluaran dibandingkan penghasilan.

Teh Patra juga menjelaskan, sebagai orangtua kita tidak boleh mempersempit tujuan keuangan anak. Dulu ketika kita kecil, kalau punya uang pasti diarahkan untuk ditabung. Hasil tabungannya kadang memang kita nikmati dan kadang tidak. Kurangnya kebebasan memutuskan penggunaan uang sendiri membuat banyak orang dewasa yang kurang tepat dalam mengelola keuangan: ada yang terlalu pelit atau terlalu boros. Anak yang sudah terbiasa mengenal uang sejak dini, menjadi bekal bagus untuk masa depannya. Tujuan keuangan anak tidaklah selalu untuk menabung. Jadi mari kita kenalkan anak pada esensi uang agar mereka kelak bisa mengelola uang dengan baik, Mak.

Membuat Celengan, Ikhtiar Mengenal dan Menghargai Uang

Celengan merupakan tempat untuk menabung uang (koin) yang dulu ketika Mama masih kecil berbentuk binatang, rumah, semar, singa yang biasanya terbuat dari bahan tanah lempung (ketahuan kan angkatan tahun berapa). Namun saat ini celengan tidak hanya berbentuk hewan saja namun beraneka rupa dan warna. Celengan berasal dari bahasa Jawa, dimana masyarakat jawa itu senang dengan bahasa yang simpel, untuk memudahkan dalam mengingat dan mengucapkan. Celeng merupakan gabungan dari dua kata yaitu Ce dan leng. Ce yang berarti “Cemplungke” atau masukkan dan leng yang berarti lubang. Kurang lebih maknanya adalah suatu lubang tempat untuk memasukkan atau bersembunyi/tinggal.

Celengan biasanya terbuat dari keramik atau porselen. Celengan bertujuan untuk mengajarkan kepada anak untuk berlatih menabung. Pada celengan tradisional, uang dapat dengan mudah dimasukkan, namun jika ingin mengambil uangnya, celengan tersebut harus dipecahkan. Tapi celengan jaman now biasanya memiliki lubang karet pada bagian bawahnya, untuk memudahkan dalam mengambil uang yang disimpan dalam celengan tersebut. Ini nih yang membuat uang tabungannya tidak terkumpul karena bisa dibuka-buka hehe..

Celengan sesungguhnya bertujuan untuk mengajarkan kepada anak untuk menabung. Selain mengajarkan, menanamkan perilaku budaya gemar menabung sejak dini ada maksud tujuan lain terselip dari celengan ini, supaya mengajarkan kebiasaan hemat pada anak-anak dan tidak mudah membelanjakan uangnya untuk hal yang kurang penting atau mendesak.

Teman-teman, kita juga bisa membuat celengan dengan menggunakan kardus bekas loh. Pemanfaatan barang bekas ini selain ikut menjaga kelestarian lingkungan juga mengajak anak berkreasi dengan barang yang sudah tidak digunakan. Banyak perajin seni mampu membuat benda-benda yang berguna, baik dari bahan yang baru maupun barang bekas. Berhubung Sejuta Cinta  Ibu Profesional Batam  mengadakan challenge membuat celengan koin cinta bersama keluarga maka kami akan membuat celengan dari kardus bekas. Kardus bekas merupakan bahan yang mudah ditemukan di rumah dan tentu saja murah.

Untuk membuat celengan dari kardus bekas ini memerlukan beberapa alat dan bahan seperti tertera di bawah ini.

Alat dan bahan:

  1. Kardus bekas
  2. Pensil dan penggaris
  3. Lem
  4. Kertas hvs dan karton
  5. Gunting
  6. Cat akrilik dan kuas
  7. Mata bekas mainan

ÔŅľ

Proses Pembuatan :

Langkah Pembuatan :

  1. Buat lubang di kotak dengan ukuran 5 cm diukur dari sisi sebelah kiri dan kanan kardus.
  2. Sayat dan gunting untuk membuat lubang pada bagian tengahnya. Tujuannya adalah agar lubang yang kita buat lurus sehingga nantinya mudah dipasang dan hasilnya juga rajin. Buat juga lobang untuk tempat memasukan koin.(bagian ini nantinya menjadi tutup atas celengan yang kita buat)
  3. Lem seluruh bagian kardus dan lapisi kardus dengan kertas karton warna biru karena Faris ingin celengannya bertema monster inc.
  4. Cat dengan cat akrilik kardus yang telah dilapisi karton tadi.
  5. Diamkan dan jemur di bawah sinar matahari
  6. Jika cat sudah kering, cat bagian sisi celengan berbentuk pipi monster dan keringkan kembali.
  7. Buat gigi monster menggunakan kertas hvs yang digunting berbentuk segitiga. Tempel potongan kertas berbentuk gigi menggunakan lem.
  8. Tambahkan pemanis berupa mata dari bekas mainan boneka di rumah (ini ide Faris ingin menambahkan mata agar terlihat lucu).
  9. Celengan sudah jadi dan Faris Irbadh siap menabung.

Gimana? Bahannya mudah dicari di rumah dan sederhana kan cara membuatnya. Yuk kita buat sendiri celengan koin kita, jangan lupa diisi juga ya¬† ūüôā

 

ini hasil celengan Faris

 

#challengecelengancintaIPBatam
#SejutaCintaIPBatam
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

Aliran Rasa Matrikulasi Insitut Ibu Profesional Batch #5 Batam Kepri

Assalammu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Alhamdulillah, lega rasanya setelah berjibaku mempelajari sembilan materi dan Nice Homework (NHW) yang membantu saya mengenal dan mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Beruntung sekali rasanya saya diberikan kesempatan dan dipercaya oleh Fasilitator untuk mengikuti program CMSE (Class Meeting Student Exchange) Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch #5.

Ketika diminta untuk membuat aliran rasa tentang apa yang saya rasakan ketika mengikuti Matrikulasi IIP ternyata tidak mudah, memilih kalimat yang tepat untuk mewakili perasaan setelah 9 minggu lebih melewati hari-hari bersama di kelas matrikulasi. Dari tidak kenal menjadi kenal, curhat-curhatan, baik sesama peserta maupun dengan fasilitator yang telah dengan sabar mendampingi selama ini. Kalau mau dialirkan semua rasa yang ada, kayaknya bisa jadi cerita bersambung deh hehehe.

Bagi saya, Matrikulasi Institut Ibu Profesional ini layaknya kawah untuk menuntut ilmu. Di sini saya wajib memposisikan diri sebagai spons agar bisa menyerap dan menampung ilmu sebanyak-banyaknya. Terkadang godaannya muncul rasa minder, merasa harus segera bergegas meraih cita dan asa. Apalagi jika kedatangan bintang tamu, yang rata-rata masih muda, tetapi memiliki prestasi yang luar biasa hikss, saya makin merasa siapalah saya ini.

Tetapi di sisi lain, berada di Matrikulasi Institut Ibu Profesional ini membuat saya bisa menemukan siapa sesungguhnya saya, potensi apa yang ada dalam diri saya, dan bisa lebih memahami peran saya di kehidupan yang dianugrahkan Allah kepada saya. Banyak nilai-nilai hidup positif yang ajarkan dalam program ini. Satu demi satu NHW membuat hati berdebar-debar setiap minggunya karena dilanda rasa penasaran. Pernah terlintas rasa ingin menyerah, karena keteteran mengatur jadwal menulis di sela rutinitas harian tapi.. masa iya kalah? Harus berubah dong ! Karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH. 

Menjadi ibu memang bukan hanya sekedar ‘cuma’. Ibu adalah tugas seumur hidup bagi seorang wanita. Menjadi ibu adalah tujuan terbesar dan termulia bagi kita. Saking pentingnya peran ibu, ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa mendidik satu anak perempuan berarti mendidik satu generasi. Artinya, ibu memegang peranan yang sangat penting untuk mengantarkan anak-anak hebat agar kelak mampu melakukan tugas peradabannya masing-masing. Berat kan, Mak?Hiks..

Meskipun tugas sebagai seorang ibu ini sangat penting dan berat, di zaman serba cepat ini sudah jarang ditemui anak-anak perempuan yang dipersiapkan untuk menjadi ibu. Iya, kan? Benar, nggak sih?

Padahal, ibu itu termasuk salah satu profesi terpenting di dunia, lho! Jika menengok KBBI, makna kata profesi adalah “bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu”. Jadi, jika ingin menjadi seorang ibu selayaknya profesi lainnya, juga membutuhkan keterampilan. Itu juga kalau mau jadi ibu profesionalūüėä

Baca juga : Langkah Awal Menuju Perjalanan Panjang Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

Tahun ini, dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti Matrikulasi IIP. Saya memutuskan untuk belajar menjadi ibu profesional. Ibu terbaik untuk anak-anak, tentunya menurut versi saya dan menjadi istri serta teman yang asyik bagi suami saya.

Sebelumnya, saya berpikir bahwa Matrikulasi ini akan berisi materi-materi bagaimana menjadi ibu yang baik, ibu yang penyabar, dan sifat-sifat keren lainnya. Ternyata, apa yang saya dapatkan jauh lebih mendalam dari itu semua. Peserta matrikulasi diajak berkontemplasi tentang siapa kami sebenarnya, apa yang menjadi minat kami, apa yang menjadi tujuan penciptaan keluarga kami, visi misi dari diri dan keluarga, bagaimana mencapai tujuan hidup, mengelola waktu, mengetahui apa yang dibutuhkan orang-orang terdekat kita dari kita, dan hal penting yang sering dilupakan yaitu mencari tahu bagaimana cara belajar.

Semua materi dan NHW memiliki kesan masing-masing bagi saya. Setiap NHW memberikan pemahaman baru tentang siapa saya dan mau ke mana saya melangkah. Saya rasa, setiap kita, setiap keluarga, sudah seharusnya memiliki visi misi dalam hidup. Menikah bukan hanya bertujuan untuk “menggenapkan agama” atau “memiliki keturunan” tapi jauh lebih dalam daripada itu semua. Menikah adalah langkah awal untuk berkolaborasi demi mencapai peran peradaban. Menyatukan dua insan untuk menciptakan kekuatan yang lebih besar sehingga bermanfaat bagi umat. Memang sebelum menikah saya dan suami sudah punya gambaran akan dirancang seperti apa keluarga kita nanti, bak gayung bersambut Institut Ibu Profesional membuat langkah saya dipacu semakin cepat agar fokus melangkah lebih baik setiap harinya.

Flashback kembali pada tugas NHW #2 adalah checklist “Indikator Profesionalisme Perempuan “. Sebagai individu sangat dibutuhkan effort kuat dalam diri saya pribadi, hingga detik ini masih terbayang ingin menjadi individu seperti apakah saya. Sebagai ibu, setidaknya saya punya indikator ibu ideal yang ingin saya wujudkan kepada anak-anak.¬†Berbekal tips komunikasi produktif saya pelajari dari seminar-seminar parenting, ternyata saya malah bisa ngobrol lumayan lama dan dari hati ke hati dengan suami. Alhamdulillah ūüôā

Dari sana saya jadi tahu apa yang suami harapkan dari saya. Saya jadi tahu apa yang suami inginkan, apa yang suami suka, apa yang suami tidak suka, apa yang suami mau. Setelah mengerjakan NHW #2, rasanya lebih lega. Jadi tahu apa yang suami harapkan dari saya, jadi tahu apa yang harus saya lakukan. Kalau tanpa rangkaian NHW ini mungkin saya masih banyak galau dan setengah-setengah dalam melakukan sesuatu. Hiks..

Semua materi spesial, namun ada materi dan NHW yang membuat saya bisa ngobrol cukup panjang lebar dengan Mama saya. Biasanya, karena kami tidak terlalu dekat maka ketika videocall hanya sekedar bertanya kabar dan membahas kegiatan anak-anak saya saja. Entah mengapa, sejak dulu saya tidak bisa nyaman ngobrol panjang lebar dengan Mama. Nah, berkat NHW #9, saya bisa ngobrol cukup panjang dengan Mama, dari hati ke hati. Membicarakan mimpi-mimpi yang selama ini saya gantung namun tenggelam dalam rutinitas harian.Ya! Mimpi menjadi seorang sosiopreneur.

Apa itu sosiopreneur?

Semua orang bisa menjadi enterpreneur namun tak semua orang bisa menjadi sociopreneur. Karena berjiwa bisnis bisa dibentuk sedangkan jiwa sosial memang naluri alamiah seseorang. Semua orang mampu berbisnis namun tak semua orang mau berbagi, berbagi itu sebuah pilihan dan terdapat kepuasaan tersendiri jika bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Istilah ini memang masih awam di masyarakat karena mereka lebih akrab dengan enterpreneur. Padahal seseorang yang menjadi enterpreneur belum tentu sociopreneur sedangan sociopreneur sudah pasti enterpreneur.

Sociopreneur merupakan seseorang yang melakukan usaha mandiri untuk mendapatkan uang dan uang tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. Jadi uang dari hasil bisnisnya tak hanya digunakan untuk keperluan pribadi. Namun untuk membantu orang banyak. Itu cita-cita saya sejak dulu. Memang sih jika memilih menjadi wirausaha bidang sosial ini kita harus fokus ke dalam pemberdayaan masyarakat sesuai dengan materi NHW 9 yang membangkitkan kembali adrenalin saya untuk terus mengembangkan diri dan berusaha menciptakan ide-ide yang cemerlang untuk mendapatkan solusi inovatif demi menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di masyarakat.

Mulai dari KM-0 saya harus memberikan ruang berkarya bagi diri saya tak lupa mengajak masyarakat agar berfokus pada kondisi dimana sektor sosial belum berjalan dengan baik. Sehingga perlu memecahkan permasalahan tersebut dengan cara mengubah sistem, menawarkan solusi dan mengajak masyarakat untuk melakukan lompatan baru dalam menghadapi permasalahan mereka. Ah, semoga Allah memampukan saya dan mengirimkan orang-orang terbaik agar bisa bersama-sama bersinergi.

Sosial Venture Ini Harus Segera Dimulai Dengan Kesungguhan

Isu global warming memang sedang marak saat ini. Dan saya tertarik untuk mencoba menyampaikan konsep bagaimana mengolah dan memanfaatkan limbah sekitar rumah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai jual. Dan ternyata berhasil

Terimakasih ya, tim Matrikulasi IIP Batch #5, terimakasih juga spesial untuk Fasilitatorku yang sudah sangat sabar bahkan sudah saya anggap seperti kakak sendiri Mbak Erli Oktania Susanti. Dialah yang menguatkan dan meyakinkan kepada saya bahwa produktif itu tidak hanya dinilai dengan materi atau jabatan. Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan, bukan bersungguh-sungguh karena uang.

Sebenarnya masih banyak aliran rasa yang ingin saya sampaikan, tapi kayaknya bakal kepanjangan kalau diceritain semua. Pun, malu juga sih. Hihi..

Jadi, semoga saya lulus Matrikulasi IIP Batch #5 dan bisa berlanjut ke kelas-kelas selanjutnya! Wassalammu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Social Venture itu Mimpi yang Tertunda

Assalammu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Tidak terasa, 9 minggu sudah kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #5 berlangsung. Setelah melewati berbagai materi yang seringkali bikin deg-degan, panas dingin, cenat cenut tapi sekaligus membuat kami semakin bersemangat mengenal diri sendiri dan berubah ke arah yang lebih baik, kini di penghujung kelas para peserta ditantang untuk menjadi agen perubahan.

Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu, menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender, karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.

Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat. Itulah kenapa IIP merangkul para ibu untuk belajar bersama-sama karena sejatinya ‚Äúmendidik satu perempuan sama dengan mendidik satu generasi.” Maka apabila ada satu orang ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan pada satu generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impact-nya?

How To Start?

Temukan Misi Spesifik Hidup Kita

Langkah pertama adalah kita harus sudah memahami apa maksud Allah menurunkan kita ke muka bumi ini, apa misi spesifik hidup kita, mengapa kita diamanahi putra-putri yang kini mewarnai hidup kita, apa maksudnya kita berada di lingkungan yang sekarang kita tinggali. Untuk lebih memahami semua ini, saatnya untuk throw back ke NHW – NHW sebelumnya.

Kita harus paham JALAN HIDUP kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai CARA MENUJU SUKSES. Setelah menemukan jalan hidup, segera melihat ke arah lingkaran pertama kita, yaitu keluarga. Mulailah menggali perubahan-perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi CHANGE MAKER FAMILY. Tidak perlu banyak dan muluk-muluk, kita bisa memulai dengan perubahan-perubahan kecil namun selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.

Ketika melakukan perubahan di dalam keluarga, kita bisa menggunakan pola kaizen yang merupakan sebuah filosofi hidup dari Jepang. Kai artinya perubahan, sedangkan Zen berarti baik. Secara utuh, Kaizen merupakan cara memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.

 

Build Our Empathy, Completed by Our Passion

Jika perubahan-perubahan di dalam keluarga kita perlahan menampakkan hasilnya, saatnya kita masuk ke lingkaran kedua yaitu masyarakat /komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini. Lihatlah kemampuan diri kita ada di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal kecil yang kita bisa.

Empati adalah kunci untuk memulai perubahan di dalam masyarakat yang kita tinggali. Cara mengawali perubahan di masyarakat yaitu dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di dalam keluarga. Hal tersebut agar aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.

Setelah EMPATHY maka tambahkan PASSION, hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali SOLUSI di masyarakat. Sesuatu yang diawali dari keprihatinan lalu dilengkapi dan ditambahkan dengan passion yang kita miliki akan menghasilkan perubahan yang luar biasa di masyarakat. Empati tanpa didukung dengan passion akan membuat aktivitas yang kita lakukan tidak mendalam dan hanya sebatas permukaan. Maka penting sekali untuk menggali apakah passion yang kita miliki bisa mendukung rasa empati yang muncul.

 

Social Venture

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social entrepreneur, baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan. Sedangkan social entrepreneur adalah orang yang menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan entrepreneur.

Nah, di NHW #9 ini para peserta matrikulasi diminta untuk bisa membuat perubahan di masyarakat, dengan diawali dari rasa empathy. Peserta harus mulai belajar untuk membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini bertujuan untuk membuat para peserta matrikulasi bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kami dengan kemampuan entrepreneur yang kami miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam. Kita juga bisa ikutan menyelami apa isu sosial di sekitar kita. Untuk mempermudah, kita bisa mulai dengan membuat bagan seperti ini;

Berdasarkan bakat minat di NHW sebelumnya, sedikit banyak saya semakin mengenal diri sendiri. Dalam rangka meninggikan gunung, maka saya memilih memulai dari hal sederhana yang saya sukai.

Pertama, memasak sebenarnya bukanlah passion utama saya, namun seberapa kerasnya saya menghindari aktivitas ini, entah mengapa saya akan selalu kembali ke ranah ini. Yaiyalah, saya sebagai koki keluarga harus memastikan kecukupan gizi anggota keluarga dan berusaha memasak sendiri makanan yang disajikan di rumah. Apalagi sejak tahun 2015, saya memutuskan untuk mengatur pola makan secara food combining. Jadi saya selalu berusaha memasak apa yang akan kami makan sendiri. Sebenarnya justru lebih mudah karena dengan food combining kami menerapkan minimalisasi proses memasak. Sejak tahun 2016 pun saya mencoba merintis bisnis homemade catering baby dan toodler bernama CIKAPA.

Berhubung saya tipe orang yang agak perfeksionis, ketika diberi kepercayaan saya ingin menjalankannya dengan sebaik mungkin. Dihadapkan pada permasalahan sulitnya mencari tenaga kerja dan keadaan saya yang saat itu bersiap akan melahirkan anak kedua. Qodarullah, saya terpaksa menghentikan bisnis yang sudah berjalan ini demi fokus membersamai anak-anak.

Belakangan ini saya aktif kembali berkomunitas bersama dengan Komunitas Indonesia Sehat Sejahtera. Mengikuti kelas memasak healthy food dan gluten free untuk bayi dan ADHD, sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan memasak saya yang sudah lama tidak saya asah lagi. Insya Allah dengan bantuan teman-teman komunitas, saya ingin kembali menjalankan berbagai kegiatan dalam rangka mengkampanyekan hidup sehat dan berkontribusi lebih banyak ke masyarakat. Kegiatan-kegiatan sustainable lingkungan dan upaya menuju green lifestyle yang sedang kami upayakan melihat kondisi bumi yang semakin tua dan sampah yang semakin menggunung.

Salah satu kendala yang saya hadapi saat memulai syiar healthy food, khususnya di lingkungan saya tinggal, ketika saya dianggap belum mumpuni dan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan jika ingin makan makanan sehat sehingga menurunkan minat orang untuk merubah gaya hidupnya.

Jadi setiap kali membagikan info-info mengenai healthy food, yang benar-benar mendengarkan hanya segelintir orang. Ya, seringkali kita melihat siapa yang berbicara, bukan apa yang disampaikan. Tapi tak mengapa, itu juga jadi cambuk untuk saya agar saya dapat membuktikan dulu lewat keluarga saya sendiri, baru nanti berbicara di ranah publik.

Meski begitu ketika saya juga mencoba mengedukasi di beberapa grup komplek perumahan yang lain, mereka justru excited dan mendengarkan dengan baik. Dari pengalaman tersebut, saya mulai merubah pola, saya dan teman-teman harus bertukar area sebagai pembicara agar lebih didengar. Karena seringkali orang di luar lingkungan jauh lebih didengar dan dihormati daripada yang di dalam.

Kedua, saya memang sudah lama kenal dunia literasi khususnya blogging, meski baru benar-benar dijalankan secara profesional akhir tahun kemarin. Karena saya bukan tipe orang yang mudah mengenal banyak orang, saya lebih nyaman mengenal sedikit orang namun lebih mendalam. Bukan berarti saya menutup diri, namun lebih mudah bagi saya berbagi untuk yang sudah mengenal saya. Maka saya memilih memanfaatkan media sosial dan blog yang mudah diakses siapapun yang membutuhkan.

Apakah yang saya bagi?? Hal-hal yang sudah saya lakukan berkaitan pendidikan anak. Bisa diakses di instagram monique_firsty atau blog ini. Saya mencoba berhijrah dari status galau dan mencoba memenuhi sosial media dengan album yang merupakan catatan kegiatan harian bersama anak-anak dengan memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitar. Selain itu perjalanan matrikulasi ini saya kumpulkan di blog pribadi portofolioanak.com dengan harapan agar para ibu di luar sana terinspirasi untuk bergabung di IIP. Meyakinkan kepada banyak orang bahwa belajar itu tak terbatas ruang dan waktu, medsos dan internet yang awalnya menjadi shallow work ternyata dapat dimanfaatkan untuk berbagi. Sebagai bentuk kecintaan saya terhadap literasi, saat ini saya juga sedang mengembangkan rumah baca Taman Ilmu dan Rumah Belajar Trenggalek bersama dengan sahabat saya di kampung halaman. Meskipun belum maksimal tetapi saya ingin berbagi sekecil apapun itu dengan harapan semoga bermanfaat bagi orang banyak.

 

Dari sini, sempat beberapa kali diskusi online maupun tatap muka langsung dengan beberapa teman yang merasa ‚Äúsealiran‚ÄĚ dalam hal pendidikan. Apa yang saya bagikan ternyata memunculkan feed back, berupa dukungan, kritikan, masukan, dsb. Alhamdulillah ketika memulai perubahan kecil dari diri sendiri, insya Allah keluarga dan lingkungan pun mengikuti. Saya sering membagikan kegiatan bersama anak dengan harapan bisa menginspirasi para orangtua via media sosial dan blog.¬†Selain mendokumentasikan kegiatan bersama anak-anak, saya berusaha mengcampaign tentang Institut Ibu Profesional agar ibu lain di luar sana turut merasakan belajar meng-upgrade diri.

Saya memang mengenal IIP setelah menjadi ibu, sedikit terlambat mungkin namun alhamdulillah begitu banyak ilmu yang saya dapat dan terapkan di kehidupan sehari-hari. Padahal saya belajar pun masih di kulitnya, belum terkupas bahkan isinya belum tersentuh. Namun, ingin sekali rasanya berbagi kepada semua ibu di luar sana, ‚Äúhalo bunda semua.. ayo bergabung di sini, mari kita belajar bersama dalam rangka memenuhi panggilan hati‚ÄĚ.

Ke depannya saya ingin lebih fokus untuk membangun bisnis homemade catering baby and toodler. Meskipun saat ini saya belum bisa open order kembali, tetapi saya tetap ingin bisa lebih luwes dan merangkul mereka yang belum aware dengan kesehatan dan pilihan makanan sehat sebagai langkah awal menuju Indonesia yang lebih sehat. Semoga ide saya untuk mengembangkan bisnis homemade catering baby and toodler bisa terwujud dan minati oleh banyak orang.

Itulah ide-ide saya untuk NHW #9 berkaitan dengan menjadi agen perubahan. Yuk, jangan ragu menjadi agen perubahan, karena sejatinya “Everyone is a Changemaker”. Setiap orang adalah agen perubahan. Ini bukan soal MAMPU atau tidak, tetapi MAU atau tidak. Mulailah dari yang sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yang kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yang dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak orang di luar sana memiliki permasalahan yang sama dengan kita.

Ketika keberadaan kita telah mampu bermanfaat bagi diri kita sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya, maka saat itulah indikator sebagai bunda shaleha telah tercapai. Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi melalui kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan ‚ÄúRasa TENTRAM‚ÄĚ.

Alhamdulillah NHW #9 telah terselesaikan. Memang ini adalah akhir dari kelas matrikulasi, namun sesungguhnya ini justru awal dari sebuah gerbang fase hidup yang baru, khususnya untuk saya. Setelah ini, insya Allah saya akan melanjutkan ‘kuliah’ ke kelas Bunda Sayang. Memantapkan diri sebelum benar-benar terjun ke masyarakat maka saya harus selesai dengan permasalahan diri saya sendiri dan keluarga saya.

Insya Allah, sembari memantaskan diri untuk menjadi CHANGE MAKER di dalam keluarga saya, maka saya akan semakin lebar membuka mata, hati dan telinga agar dapat menangkap lebih banyak isu sosial di sekitar saya, sehingga nantinya saya bisa berkontribusi dengan sebenar-benarnya sesuai dengan passion dan skillyang yang saya miliki.

Jika nanti ketika sudah terjun ke masyarakat, kita harus tetap ingat bahwasanya KELUARGA tetap nomor satu. Ketika kita aktif di masyarakat dan suami melayangkan protesnya, maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, artinya ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras; LAMPU MERAH. Jika lampu ini yang menyala, artinya kita harus mulai menata ulang tujuan utama kita aktif di dalam masyarakat. Semoga kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang bermanfaat ya. Oya kalau ada yang ingin bergabung dalam kelas matrikulasi IIP batch #6, sign up dan stay tune di website Ibu Profesional untuk informasi lebih lanjut. Selamat menjadi agen perubahan¬† ūüėČ

Wassalammu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Rumbel Homeschooling Ibu Profesional Goes to Gardening with 3Leaves Farm

Assallamualaykum teman-teman

Weekend kemarin berkegiatan apa bersama ayah bunda?
Tahu nggak teman, Faris dan Irbadh bersama teman-teman di rumbel Homeschooling baru saja melakukan kegiatan yang seru lho! Kegiatan tersebut biasa dilakukan oleh pak tani, yaitu bertani, beternak dan berkebun. Faris Irbadh dan teman-teman senang sekali bisa melakukan aktivitas di luar ruangan apalagi melibatkan fisik mereka, meskipun lelah tetapi mereka tetap menjalani kegiatan dengan antusias dan gembira ria. Selain anak-anak, ayah bunda pun terlihat excited bisa membersamai anak-anak sekaligus bermain di alam terbuka.

Aktivitas seru ini dilaksanakan di Kebun 3Leaves Farm, Sei Temiang, Batam. Di kebun tersebut, kita bisa berwisata edukasi, belajar dan bermain dengan alam. Suasana kebun yang asri juga menambah semangat anak-anak dan orang tuanya juga. Selain belajar menanam tanaman mulai dari menyediakan lahan, menabur benih hingga panen, anak-anak bisa belajar langsung teknologi pertanian hidroponik, rumah kompos dan mengenal green house. Anak-anak homeschooler dibagi menjadi dua kategori kelompok sesuai usianya yaitu kategori A untuk anak-anak dengan rentang usia 3-5 tahun dan kategori B untuk anak-anak dengan rebtang usia 6-10tahun. Setelah dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai usianya, anak-anak sudah siap mengikuti arahan instruktur dan mulai berkeliling kebun. Kegiatan hari ini dipandu oleh Om Roby, yang lebih suka disapa Kak Roby oleh anak-anak hahah.

 

Faris menyiapkan media tanam di bedengan

Setelah berbaris sesuai dengan tim masing-masing, anak-anak dipersilahkan menuju bedengan tempat media penanaman sayur. Kemudian mereka diajari cara menyiapkan media tanam dengan mengaduk tanah yang sudah dicampur dengan kompos sesuai perbandingan yang pas. Setelah media tanam siap, anak-anak menaburkan benih kangkung dan mengaduk kembali tanah yang sudah bercampur dengan kompos. Meskipun sedikit bau, tetapi anak-anak sangat semangat mengaduk dan bermain tanah. Setelah selesai menabur bibit, anak-anak melanjutkan kegiatan selanjutnya yaitu belajar memanen sayur.

 

 

Tak usah menunggu lama, anak-anak lanjut memanen sayur kangkung. Sambil memanen ayah bunda memberikan wawasan mengenai bagian-bagian tumbuhan seperti, akar, batang, dan daun. Anak-anak sangat senang bisa menyentuh langsung bagian dari tumbuhan yang biasanya mereka lihat di buku atau video saja. tanaman tersebut dan mereka berkesempatan untuk menanam secara langsung lho! Setelah dipanen anak-anak mencuci hasil panenannya sendiri dengan sedikit bantuan tim pengawas. Disini anak-anak belajar mengantri dan bersabar di dalam kelompok.

Setelah puas memanen, anak-anak istirahat sebentar untuk sekedar minum dan makan es mambo yang dibawa oleh kak Dwi, tim 3Leaves Farm. Lepas beristirahat, anak-anak beserta ayah bunda dipersilahkan untuk masuk ke greenhouse sayur dan mempelajari teknologi hydroponik.

 

Menengok Green House dan Teknologi Hydroponik

 

Faris mencoba memegang rockwoll dan mendengar penjelasan

 

Setelah berkebun, kali ini anak-anak mendapat pengetahuan baru mengenai apa itu greenhouse.
Greenhouse adalah sebuah bangunan yang dibentuk untuk menghindari dan merawat tanaman terhadap segala macam perubahan cuaca, green house juga dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai rumah kaca.

Green house memang dibuat dengan atap yang berbentuk melengkung dan juga biasanya dibuat dari bahan-bahan yang transparan seperti kaca, plastik uv, acrylic, dan lain sebagainya. Ada beberapa tujuan mengapa green house dibuat dengan atap yang tembus pandang, hal ini bertujuan agar cahaya matahari dapat masuk secara langsung untuk menyinari beberapa tanaman yang ada di dalam green house.

 

N2 tempat menunggu untuk dipindah ke pipa-pipa

Lalu apa Manfaat dari green house?

1.Sebagai sarana untuk melakukan pembibitan tanaman
Berkaitan dengan cuaca Batam yang tidak menentu dan bergantung angin laut sehingga membuat tanaman mudah rapuh, maka dari itu dengan dibuatnya green house ini dapat dijadikan sebagai sarana yang baik untuk melakukan pembibitan tanaman.

2. Sebagai tempat untuk melakukan merawat tanaman
Maksudnya untik merawat tanaman yang memiliki masalah seperti terkena hama, penyakit tanaman, dan lain sebagainya. Maka dari itu jika diletakkan di dalam green house ini dinilai akan aman sehingga tidak akan terkena penyakit lainnya yang ada diluar sana.

3. Sebagai tempat untuk membudidayakan tanaman tertentu
Ada beberapa tanaman yang hanya dapat tumbuh jika dirawat di tempat-tempat tertentu seperti tanaman holtikultura yaitu buah, sayur, bunga, tanaman herbal, dan juga beberapa tanaman hias. Tanaman jenis tertentu membutuhkan tempat yang harus terjaga dari sinar mataharinya, suhunya, kandungan airnya, dan lain sebagainya.

4. Sebagai sarana agro wisata. Selain mempunyai manfaat yang bisa dijadikan sebagai salah satu sarana untuk merawat tanaman, green house ini juga digunakan sebagai sarana agro wisata seperti petik buah, dan sayur.

Setelah melihat greenhouse anak-anak diajak ke ruang semai dan melihat teknologi hydroponik kincir. Bersama dengan Kak Maya Henni, ayah dan bunda semangat sekali berdiskusi dan mendapatkan pengetahuan baru. Selama ini konstruksi permanen alias statis menjadi pilihan dalam menanam sayuran hidroponik karena investasinya lebih murah. Itu artinya posisi tanaman tetap, tetapi nutrisi yang bergerak dengan cara merendam atau mengalir.

 

 

 

Berbeda dengan hidroponik kincir sepanjang 1,5 meter yang dapat memuat 40 tanaman itu. Nutrisi diam dalam bak, dan tanaman yang bergerak menyentuh nutrisi dengan cara berputar seperti kincir yang digerakan oleh mesin. Setiap kali berputar, seperempat pot tanaman akan terendam selama 3-4 detik.
Secara kelayakan ekonomis, model hidroponik kincir butuh investasi besar, tetapi bagi penghobi hydroponik, hidroponik kincir bisa menjadi pilihan kreasi dari model hidroponik yang ada.

Agenda terakhir anak-anak belajar ke rumah kompos. Rumah kompos merupakan bentuk kepedulian terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. Kompos di kebun 3Leaves Farm, berasal dari kotoran hewan seperti sapi, kambing dan ayam.

Puas bertanya-tanya kepada tim 3Leaves anak-anak dan ayah bunda beristirahat sambil makan salad dan infused water yang disediakan oleh panitia. Berkunjung ke kebun 3Leaves rasanya seperti bertemu keluarga kedua, mereka sangat hangat dan terbuka berbagi informasi seputar gaya hidup dan makanan sehat.
Kegiatan berkebun ini dilakukan agar anak-anak bisa dekat dengan alam, mengenal macam-macam tanaman dan menghargai profesi petani yang sudah membantu menyediakan bahan makanan yang kita perlukan sehari-hari.

Ayah dan bunda pun senang melihat pemandangan yang hijau serta mendapat banyak pelajaran mengenai berbagai macam tanaman, cara menanam dan nutrisi apa saja yang terkandung di dalamnya. Anak-anak juga tidak malu untuk bertanya kepada kakak-kakak yang memandu kegiatan berkebun hari ini.

Dengan berkegiatan di alam dapat menumbuhkan minat yang berhubungan dengan alam, karena banyak kegiatan yang mereka lakukan. Seperti bermain kunga kitiran, mengamati ulat, belalang dan cacing serta banyak kegiatan outdoor yang jarang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini diharapkan bisa menambah wawasan anak-anak mengenai sayuran yang mereka makan sehari-hari melalui proses yang panjang, mulai dari menanam, pemeliharaan, dan memanen. “Banyak pelajaran yang bisa anak-anak dan ayah bunda ambil dari kegiatan kita hari ini. Bagaimana seharusnya kita mencintai bumi yang memberikan banyak hal kepada manusia. Sudah seharusnya kita menjaga bumi yang Allah beri,‚ÄĚ ujar Ibu Maya Henny selaku komisaris PT Kebun Hijau Agrindo. Tak lupa usai kegiatan berkebun kita berfoto lengkap bersama tim dari 3Leaves Farm.

 

 

Foto Bersama Keluarga Rumbel Homeschooling Ibu Profesional Batam dan Tim £Leaves Farm

 

 

 

 

 

 

#HijrahParenting
#CeritaHijrah
#CeritaHijrah19

NHW#8 : Misi Hidup dan Produktivitas

Assalammu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Alhamdulillah tidak terasa sudah di penghujung kelas Matrikulasi. Kali ini saya kembali akan melanjutkan catatan ilmu yang saya peroleh di kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch #5 yang telah berjalan hingga minggu ke delapan. Setelah minggu lalu, para peserta matrikulasi semakin mengenal potensi diri lewat tes talent mapping sederhana yang dilakukan lewat www.temubakat.com, minggu ini kami diminta untuk menggali lebih dalam lagi mengenai misi spesifik hidup.

Mungkin bagi orang lain kenapa sih musti begini begitu, sudahlah mengalir saja. Yang jelas Allah menciptakan kita di dunia pasti memiliki maksud tertentu. Masa iya sih kita tidak ingin mengetahui apa sebenarnya yang Allah inginkan dari diri kita. Kenapa kita diminta melewati kejadian A, B, atau C. Kenapa juga kita dipertemukan dengan si A, B, atau C. Kenapa Allah membekali kita dengan kemampuan X, bukan kemampuan Y, padahal kita ingin bisa melakukan Z. Ada banyak rahasia yang harus dipecahkan di dalam hidup, agar hidup kita memiliki arah dan kita bisa menjadi lebih produktif setelahnya.

NHW #8 kali ini berkaitan erat dengan NHW sebelumnya. Jika minggu lalu saya dipertemukan dengan sebuah jargon yang menginspirasi “rejeki itu pasti, kemuliaan harus dicari”, yang membuat saya semakin menyadari bahwasanya produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima, melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi sesama.

Pada minggu ini saya semakin dikuatkan dengan jargon “be professional, rejeki will follow”. “Be professional” artinya sangat penting bagi kita untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.

Sedangkan ‚Äúrejeki will follow” bermakna bahwasanya rejeki setiap orang itu sudah pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan brsungguh-sungguhnya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.

Jika selama ini kita masih saja memusingkan uang, uang dan uang demi bertahan hidup. Bahkan tak jarang kita rela melakukan hal yang sebenarnya tidak kita sukai dan nikmati, hanya demi mendapatkan uang. Maka saat ini sudah saatnya kita untuk berbenah. Tanya pada diri sendiri benarkah yang kita jalani ini sungguh-sungguh kita sukai dan nikmati, ataukah ada hal lain yang lebih bisa membuat kita berbinar-binar?

Berkaca dari refleksi diri perjalanan hidup beberapa tahun ke belakang saya merasa orang tua seringkali mencekoki anaknya untuk sekolah yang tinggi, dapat nilai bagus biar gampang cari kerja. Kalau sudah dapat pekerjaan, pastikan kumpulkan uang yang banyak biar bisa hidup bahagia. Nyatanya setelah lulus kuliah, saingan untuk mendapatkan sebuah pekerjaan antrenya Masyaallah. Bahagia? Sayangnya banyak yang tidak. Rata-rata justru banyak yang bilang mereka salah jurusan bertahun-tahun dan tidak menikmati pekerjaannya.

Para orang tua, termasuk saya sebaiknya mengubah mindset-nya. Bahagia itu bukan dijadikan tujuan. Namun kita harus dalam kondisi bahagia agar bisa mencapai sebuah tujuan. Kita harus tahu apa yang kita sukai, lalu jalani dengan sepenuh hati. Hal yang membuat mata kita berbinar-binar tentunya akan membuat kita lebih bersungguh-sungguh dalam menghadapi segala rintangan yang nantinya akan kita hadapi.

‚ÄúDo your passion, money will follow”, bu Septi menyampaikan “uang akan mengikuti sebuah kesungguhan, bukan bersungguh-sungguh karena uang.”

Sudahkah Misi Spesifik Hidup Diketemukan?

Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa ‚Äúgalau‚ÄĚ kemana arah hidupnya, semakin ‚Äúrisau‚ÄĚ untuk mencari sebuah jawaban ‚Äúmengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?‚ÄĚ maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.

Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir (sekitar 10-13 tahun) dan memasuki taraf aqil baligh (usia 14 tahun ke atas). Kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, sehingga nanti tidak perlu lagi mengalami kegalauan tersebut pada usia paruh baya yang banyak dialami oleh sebagian besar manusia (mid-life crisis).

Maka sekarang, jalankan saja yang kita BISA dan SUKA tanpa pikir panjang, karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.

Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tersebut apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :

a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
b. Energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.
c. Rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia adalah imunitas tubuh yang paling tinggi.

NHW #8 ini disusun untuk mempermudah para peserta kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional dalam menemukan misi spesifik hidupnya. Berikut ini langkah-langkah untuk menemukannya;

a. Mengambil salah satu aktivitas yang telah aku tulis di kuadran SUKA dan BISA.

Saya memutuskan untuk mengambil aktivitas “menulis” karena memang hal itulah yang paling bisa membuat saya berbinar-binar dan bersemangat, hingga sering lupa waktu kalau sudah melakukan aktivitas tersebut. Meski begitu ke depannya, aktivitas tersebut harus dikombinasikan dengan aktivitas lainnya untuk mencapai tujuan yang saya inginkan.

b. Kini saatnya saya harus menyelesaikan tantangan ‚ÄúBE DO HAVE‚ÄĚ di bawah ini :

1. Saya ingin menjadi apa ? (BE)
Saat ini aku ingin menjadi penulis yang bisa menghasilkan karya-karya yang lebih bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga bagi mereka yang membacanya.

# melakukan apa ? (DO)

Menulis, menulis, menulis lebih banyak lagi. Namun untuk bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas, maka saya harus lebih banyak membaca buku berkualitas, bersilaturahmi dengan orang-orang yang menginspirasi, menghadiri kegiatan-kegiatan yang membawa banyak kemanfaatan, traveling ke tempat-tempat baru untuk memperkaya wawasan dan pengalaman. Belajar teknik menulis agar bisa menghasilkan tulisan yang lebih baik lagi. Belajar lebih dalam tentang SEO, fotografi, dasar design grafis dan monetize blog/vlog. Belajar melakukan self-editing agar tulisan lebih enak dibaca dan mudah dipahami.

3. Saya ingin memiliki apa? (HAVE)

– Melanjutkan konsistensi menulis di blog keluarga portofolioanak.com dengan menulis lebih banyak lagi, tidak hanya mendokumentasikan kegiatan keluarga kami tetapi juga artikel yang mudah-mudahan bermanfaat bagi pembacanya.

– Menyusun buku duet bersama keluarga bertema parenting tentang kumpulan pertanyaan unik dari anak-anak selama membersamai mereka.

– Mendirikan agensi penulisan dan penerbitan.

c. Untuk lebih mengkerucutkan tujuan hidup saya, terutama berkaitan dengan hobi menulis saya, maka saya harus menyusun rencana pada 3 aspek dimensi waktu di bawah ini:

1. Apa yang ingin aku capai dalam kurun waktu kehidupan saya (lifetime purpose):

– Menghasilkan karya yang bermanfaat entah itu melalui blog atau tulisan-tulisan yang nantinya bisa saya bukukan.

– Saya ingin bisa memfasilitasi orang-orang yang ingin belajar menulis, khususnya mereka yang ingin writing for healing, mereka yang memiliki inner child, para remaja yang memiliki kesulitan berkomunikasi atau bermasalah dengan orang tuanya, para ibu yang ingin memiliki portofolio online buah hati mereka.

– Menjadikan tulisan-tulisan saya sebagai warisan dan kenangan untuk anak-anak kelak. Maka itu saya ingin menuliskan lebih banyak tentang perjalanan hidup saya bersama mereka; jatuh bangun saya belajar untuk menjadi ibu profesional bagi mereka. Saya ingin menjadi ibu yang tak pernah berhenti belajar, agar anak-anak juga tumbuh menjadi lifetime learners.

2. Apa yang ingin saya capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan):

– Monetize Blog.

– Menerbitkan buku solo dengan tema parenting.

-Membuka lapangan kerja dengan mendirikan agensi penulisan dan penerbitan yang mewadahi penulis-penulis pemula.

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution):

– Disiplin mengatur jadwal postingan blog keluarga, portofolioanak.com, sehari satu postingan.

-Memfasilitasi teman-teman yang ingin belajar blogging bersama di rumah.

-Menambah referensi buku bacaan dan menemukan genre menulis.

Alhamdulillah akhirnya terjawab sudah semua pertanyaan pada NHW #8 ini. Namun ini baru awalan, selanjutnya yang saya butuhkan adalah mulai berkomitmen untuk ‚ÄúBERUBAH‚ÄĚ dari kebiasaan-kebiasaan tidak baik. Harus gerak cepat kemudian buat prioritas dan action.

Ada yang sudah menemukan jugakah misi spesifik hidupnya? Kalau sudah, selanjutnya kita perlu menyusun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita. Kita bisa mulai dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan. Yang paling penting adalah membuat prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut bisa membuat kita ‚Äúgagal fokus‚ÄĚ.

Semoga postingan ini bermanfaat ya. Jangan menunggu sukses untuk berbahagia. Berbahagialah dan sukses pun akan datang. Sampai jumpa di postingan berikutnya!

Wassalammu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Bedah Buku ‚ÄúAgar Sehafal Al-Fatihah‚ÄĚ bersama Ibu Profesional Batam

Pagi tadi, Ahad tanggal 11 Maret 2018, Qur’an Learning Centre dan Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Batam menyelenggarakan bedah buku ‚ÄúAgar Sehafal Al-Fatihah‚ÄĚ. Acara ini digelar dalam rangka meningkatkan kualitas interaksi dan pemahaman terhadap Al-Qur‚Äôan, agar semakin mudah dihafal.

Puluhan muslimah berbusana rapi memadati ruang aula pemko BP Batam. Ibu-ibu dan mahasiswi hadir bersama, meskipun membawa bayi dan anak-anaknya tidak menyurutkan niatnya untuk belajar Al Qur’an bersama.

Sekitar pukul 9 pagi, acara dimulai dengan pembukaan dan tasmi’ Al-Qur’an oleh Hanna Wardatul Jannah, putri dari Mbak Sandi salah seorang member Ibu Profesional Batam.

Setelah sambutan dari Mbak Erli Oktania, leader Ibu Profesional Batam tibalah giliran acara yang dinantikan yaitu sesi bedah buku yang dipandu oleh Ustadzah Afifatun Nisa, Lc.

Al-Qur’an adalah kitab suci yang hingga hari ini masih orisinil, sesuai dengan apa yang Malaikat Jibril sampaikan kepada Nabi Muhammad pertama kali. Tidak ada perubahan sama sekali di dalamnya. Allah menjaga Al-Qur’an, tidak seperti kitab suci Nabi lainnya yang hari ini sudah banyak mengalami perubahan.

Read more

Mari Menulis! Turunkan Impian, Dekati Kenyataan ‚̧ԳŹ

“Kita adalah murid seumur hidup”

Entah di mana saya pernah membacanya, tapi kalimat itu menempel lekat-lekat di ingatan saya. Dulu ketika masih menjadi pekerja lepasan, di luar pekerjaan yang tidak henti-hentinya harus digapai dan dilakukan, ada kebebasan yang menyenangkan ketika hidup tidak terikat jam kantor. Artinya bisa gawat kalau saya sedang kumat ‚Äúnggak disiplin‚ÄĚ-nya. Tapi, bisa juga menggembirakan karena artinya kita bisa punya waktu untuk membaca lebih banyak buku, misalnya,traveling¬†lebih banyak, atau bahkan belajar lebih banyak lagi.

Belajar lebih banyak lagi!

Disiplin!

Disiplin!

Disiplin!

Setidaknya, ada beberapa workshop(kursus) pendek yang pernah saya ikuti untuk mengasah kemampuan menulis. Sebelum workshop project bersama Ibu Profesional Batam, saya mengikuti kelas menulis cerita anak secara online bersama Mbak Wulan Mulya Pratiwi. Ah, rasanya belum cukup ilmu yang saya peroleh dengan belajar secara online. Alhamdulillah, Sabtu kemarin saya dipertemukan dengan Mbak Heni, Mbak Arum dan Mbak Dian dari Kopi Write Indonesia.

InsyaAllah bersama Ibu Profesional, impian mengukir kenangan lewat tulisan bisa terwujud. Semoga Allah memudahkan segala prosesnya, meski tertatih dan harus KERAS terhadap diri sendiri. Satu pesan yang saya ingat dari Mbak Heny, “meskipun project menulis ini antologi, tetaplah menulis sesuai dengan gaya kita karena genrelah yang akan menemui jalannya sendiri.”

Mari Menulis! Turunkan Impian, Dekati Kenyataan ‚̧ԳŹ

Menuju Bunda Produktif, Rejeki itu Pasti Kemuliaan yang Dicari

Assalammu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Hari ini, saya akan berbagi tentang materi yang saya dapat dari kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch #5. Alhamdulillah, ‘kuliah’ sudah berjalan hingga minggu ketujuh.

Setelah minggu-minggu lalu, kami diberi perkenalan materi tentang bagaimana menjadi Bunda Sayang dan Bunda Cekatan, kini saatnya kami belajar bagaimana menjadi Bunda Produktif. Dalam materi ini diajarkan untuk lebih memahami tentang konsep produktif dan lebih mengenal apa tujuan penciptaan kita di bumi ini.

Materi ini merupakan materi yang saya tungu-tunggu selama mengikuti kelas matrikulasi. Di sini semangatku kembali dilecutkan bahwasanya produktif itu tidak harus melulu bekerja di ranah publik. Bahkan seorang ibu yang fokus di ranah domestik namun bisa memberikan banyak manfaat tidak hanya pada keluarganya, namun juga masyarakat di sekitarnya, bisa jadi lebih produktif.

Baca juga: Belajar Menjadi Manajer Keluarga yang Handal

Baik yang memilih fokus pada ranah domestik ataupun publik, setiap bunda harus menjadi sosok yang produktif. Hal itu karena produktivitas dapat menambah syukur, menegakkan taat dan berbagi manfaat.

Menjadi Bunda Produktif dan Memahami Hakikat Rezeki

Kita seringkali menghubungkan produktivitas dengan aktivitas yang bisa menghasilkan uang atau gaji. Padahal Bunda Produktif tidak selalu dinilai dari uang, namun dari kemanfaatan yang dihasilkan. Menilik kembali,  ada orang yang bisa bergaji banyak, namun ternyata anak-anaknya tak terurus, ketemu keluarga hanya di ambang jam tidur. Namun ada ibu yang tidak memiliki pendapatan sendiri, namun ia selalu mendampingi anak-anaknya belajar, aktif dalam kegiatan sosial dan disukai oleh para tetangga karena keramahannya. Maka mana yang lebih produktif?

Bunda Produktif harus sesuai dengan value di Ibu Profesional yaitu “bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga.” Bahkan meskipun ia beraktivitas pula di ranah publik, ia tetap memperhatikan semua kebutuhan anak dan keluarga. Kita harus mulai mengubah orientasi produktif kita bukan semata-mata untuk mencari gaji, namun menjadikan produktif sebagai bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusanNya. Tugas kita hanya berikhtiar dengan sungguh-sungguh, masalah hasil kita pasrahkan pada Allah Subhanahuwata’ala.

Kita juga perlu memahami bahwa hakikat antara rejeki dan gaji itu berbeda. Rezeki tidak selalu terletak pada pekerjaan kita, Allah menaruh dan membagi sekehendak-Nya. Antara bekerja dan rezeki, bukanlah dua hal yang selalu harus menjadi hukum sebab akibat, karena rezeki kadang perlu kita tafakuri. Rasulullah pernah bersabda bahwa “Sesungguhnya rezeki itu akan mencari seseorang dan bergerak lebih cepat daripada ajalnya.”¬†

Nasihat dari Imam Al Ghazali, “bisa jadi engkau tidak tau dimana rezekimu, namun rezekimu tau dimana engkau. Jika rezeki itu ada dilangit maka Allah akan turunkan, jika rezeki itu berada didalam bumi maka Allah akan perintahkan untuk muncul supaya berjumpa dengan kita.”

Maka tidaklah patut kita takut akan kekurangan rezeki, apalagi jika sampai menghambakan diri pada manusia lain. Rejeki itu pasti, maka tidaklah perlu kita mengejar  sesuatu yang sudah pasti, apalagi jika sampai mengorbankan amanahNya dan melupakan ketaatan padaNya hanya demi angka-angka yang ada di struk gaji.

Jika kita menggali lebih dalam bahwasanya rezeki itu tidak melulu soal uang, mempunyai keluarga yang sakinah, mawaddah warrohmah, anak-anak yang sholih-sholihah, sehat jasmani-rohani, mempunyai ilmu yang bermanfaat dan dikelilingi sahabat-sahabat sejati juga merupakan rezeki yang luar biasa.

Banyak diantara kita yang merasa galau ketika dihadapkan pada pilihan; perlukah bekerja di ranah publik? Termasuk saya yang kadang masih gonjang-ganjing ingin kembali berkarir di luar rumah. Namun materi kali ini menguatkan pilihan saya. Sebelum memutuskan untuk bekerja di luar rumah, kita bisa mengevaluasi dulu beberapa hal. Apa kita bekerja untuk membantu suami, apa kita bekerja untuk menyalurkan hobi, apa kita bekerja untuk mengisi waktu luang, saat kita bekerja di luar rumah adakah yang menjaga anak-anak kita, bagaimana efeknya untuk tumbuh kembang anak, bagaimana caranya menjaga kebersamaan keluarga, bagaimana caranya agar anak-anak tidak merasa kehilangan ibunya, dan masih banyak lagi hal lainnya.

Jika menjadi produktif di luar rumah akan meningkatkan kemuliaan diri, anak-anak dan keluarga, maka lanjutkan. Jika tidak, maka kuatkan dulu pilar-pilar sebagai bunda sayang dan cekatan. Jika manfaat yang kita dapatkan jauh lebih banyak ketika kita berkarir di luar rumah, maka jangan ragu. Luruskanlah niat tersebut sebagai ibadah. Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rezeki keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban ‚ÄúDari Mana‚ÄĚ dan ‚ÄúUntuk Apa‚ÄĚ atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.

Ibu yang bekerja di ranah publik, bahkan ibu rumah tangga sekalipun, seringkali merasa galau, kasihan dan merasa bersalah ketika harus meninggalkan anak, entah itu untuk bekerja, belajar (mengikuti seminar atau workshop), atau melakukan me time. Termasuk saya pribad Padahal sesungguhnya kita tidak perlu merasakan itu semua. Jika kita meninggalkan anak-anak untuk hal yang positif, maka jangan ragu. Anak-anak tidak harus selalu bersama ibunya kok, mereka juga memiliki dunianya sendiri. 

Cara untuk mengurangi rasa galau, rasa bersalah dan kasihan saat harus meninggalkan anak; kita harus FOKUS. ¬†Saat kita harus bekerja, fokuslah dengan pekerjaan kita. Saat kita harus bersama anak, fokuslah bersama anak. Tidak ada sambil-sambilan. Tidak ada yang namanya ‘aku sedang bersama anakku kok’, tapi di tangan kita lagi pegang handphone dan asyik menjelajahi sosial media. Itu namanya kita sedang berada di dekat anak, namun ruh kita tidak bersamanya. Begitu juga saat kerja, fokuslah dengan apa yang harus kita kerjakan, sehingga pekerjaan kita cepat selesai dengan hasil yang maksimal. Jangan malah kepikiran anak yang di rumah, anak-anak rewel nggak ya… nangis nggak ya… mau makan nggak ya… Yang ada sudah nggak bisa membersamai anak, pekerjaan pun terbengkalai.

Mengenal Kekuatan Diri sebagai Langkah Awal Memulai Menjadi Bunda Produktif

Selain harus memahami hakikat rezeki dan fokus pada aktivitas yang kita kerjakan, kita juga perlu tahu bahwasanya Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan ‚ÄúMISI PENCIPTAAN‚ÄĚ dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya ‚ÄúBERBINAR-BINAR‚ÄĚ. Kira-kira, selama ini aktivitas yang kita kerjakan sudahkah membuat kita merasa senang menjalaninya atau terpaksa karena keadaan?

Kalau sampai saat ini kita masih kebingungan dengan aktivitas apa yang bisa membuat mata kita berbinar-binar, mungkin kita belum benar-benar memahami kelebihan dan kelemahan diri kita. Nah, NHW #7 kali ini kami diminta untuk lebih mengenal potensi diri (strength typology).

Masuk ke web www.temubakat.com, lalu isi form yang ada; nama lengkap, tanggal lahir, pekerjaan, jenis kelamin, dll. Lalu kerjakan test tersebut hingga selesai dan mendapat hasilnya. Kita juga bisa download versi PDF nya. Setelah itu amati hasil tersebut dan konfirmasi ulang dengan apa yang kita rasakan selama ini. Sudah sesuaikah dengan apa yang kita jalani? Atau malah kita menemukan potensi yang baru dan belum pernah kita sadari selama ini?

Sebelum mengerjakan NHW #7 ini, sebenarnya saya sudah pernah mengerjakan tes di web ini. Namun, saya kurang fokus ketika mengerjakannya sehingga saya merasa ada beberapa hasil yang kurang sesuai dengan diri ini. Buat yang pernah mendengar¬†Talent Mapping¬†yang diperkenalkan Abah Rama, web ini merupakan bagian dari¬†Talent Mapping tersebut. Memang sih lebih afdolnya ikut¬†assesment-nya biar lebih lengkap ‘menguliti’ diri kita. Sayangnya hingga hari ini saya elum berkesempatan untuk ikut¬†assesment-nya.

Semoga next time bisa ikut assesment test Talent Mapping aah, biar lebih paham sama diri sendiri. Karena ternyata memahami potensi kekuatan dan kelemahan diri juga berpengaruh dalam proses pengasuhan anak lo.

Oke, back to hasil ST30 (Strenght Typology) yang saya dapat setelah mengerjakan tes di web Temu Bakat.Ternyata hasilnya seperti ini;

Untuk meyakinkan diri bahwasanya memang seperti itulah potensi saya atau setidaknya yang mendekati, maka bahkan saya melakukan tes hingga empat kali. Setelah melihat hasil tesnya memiliki jawaban yang hampir sama antara satu tes dengan tes lainnya, maka saya baru bisa percaya kalau seperti inilah saya;

Monique anda adalah orang yang suka sekali mengatur penempatan atau penugasan orang , banyak ideanya baik yang belum pernah ada maupun dari pikiran lateralnya , selalu ingin memajukan orang lain dan senang melihat kemajuan orang , senang mengkomunikasi ideanya , suka mengumpulkan berbagai informasi atau teratur , senang menggabung-gabung kan beberapa teori atau temuan menjadi suatu temuan baru. (source; www.temubakat.com)

Dan meski belum dijelaskan secara lengkap, tapi saya merasa deskripsi yang diberikan web tersebut cukup menggambarkan diri saya. Berikut ini adalah keterangan dari potensi kekuatan yang saya miliki;

Akhirnya setelah mengenal kekuatan dan kelemahan diri saya, kini saatnya untuk membuat kuadran aktivitas, yang terdiri dari; kuadran 1 (aktivitas yang saya SUKA dan saya BISA), kuadran 2 (aktivitas yang saya SUKA tetapi saya TIDAK BISA), kuadran 3 (aktivitas yang saya TIDAK SUKA tetapi saya BISA), dan Kuadran 4 (aktivitas yang aku TIDAK SUKA dan aku TIDAK BISA). Inilah kuadran aktivitas versi saya.

Alhamdulillah, selesai sudah memahami materi tentang bunda produktif dan mengerjakan NHW #7. Semoga proses mengenali kekuatan dan kelemahan diri ini, bisa membuat saya menjadi seorang ibu yang tidak sekedar sukses, namun lebih dari itu; ibu yang BAHAGIA. Yaitu ibu yang mengerti apa yang ia inginkan sekaligus mensyukuri apapun yang ia kerjakan dan ia dapatkan, meski mungkin keinginannya tidak selamanya tercapai. yang mengerti apa yang ia inginkan sekaligus mensyukuri apapun yang ia kerjakan dan ia dapatkan, meski mungkin keinginannya tidak selamanya tercapai.

Sampai jumpa di postingan berikutnya.

Wassalammu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.