Mengunjungi Aquaspace Exhibition and Live Quick Setting di Kepri Mall, Batam

Siapa yang senang memelihara ikan dengan akuarium? Kayaknya kebanyakan anak kecil sangat senang dengan ikan apalagi ikan hias yang dipelihara di kolam atau akuarium di rumah. Membahas mengenai akuarium, ternyata ada juga loh seni akuarium. Mama dan anak-anak senang sekali menonton tayangan serial Tanked di saluran Animal Planet. Wayde King, sang master akuarium, yang tampil dalam setiap episode selalu muncul membawa ide unik bahkan terkadang gila dalam pembuatan akuarium.

Jika teman-teman pernah menonton acara Tanked yang disiarkan di Animal Planet, pasti akan tahu duo master dalam acara tersebut. Kebetulan kemarin secara tidak sengaja saya dan anak-anak berkesempatan untuk berkunjung ke pameran aquaspace di Kepri Mall, Batam. Rasanya semakin penasaran ingin melihat ada apa saja dan bagaimana sih sebenarnya pekerjaan seorang seniman akuarium.

Melalui pameran ini, kami jadi sadar ternyata akuarium di rumah bisa kita rubah menjadi akuarium taman air, dan setelah di praktekan sesungguhnya tidak sulit dan biaya pembuatannya pun relatif murah di banding keindahan yang kita dapatkan. Setiap melihat tayangan Tanked, Faris selalu terkagum-kagum dan berminat mempelajari seni Aquascape ini. Jika kita ingin mempelajari seni ini, syarat yang harus di miliki adalah ketekunan dan daya imajinasi yang kuat, namun bagi pemula hal utama yang perlu dipelajari adalah menyusun material – material di dalam akuarium.

Sebelum kami bercerita panjang mengenai kunjungan kami kali ini, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa sih seni aquaspace?

Bagi sebagian orang mungkin istilah aquaspace terdengar asing, jadi aquascape adalah seni menata tanaman/tumbuhan air tawar di dalam akuarium. Seorang yang menekuni aquspace dituntut untuk bisa membuat simulasi dari suatu ekosistem makhluk hidup baik itu tumbuhan atau hewan dan lebih ditekankan pada ekosistem tumbuhan di alam bebas sedangkan hewan berupa ikan hanya sebagai pelengkap saja. Secara teknis, ekosistem yang terbentuk di dalam akuarium sama dengan ekosistem aslinya di alam bebas.

Belajar Aquaspace, Belajar Menata Isi Akuarium

Sebelum memutuskan untuk mencoba seni aquascape ini, kita wajib memiliki sebuah akuarium, boleh dari bahan kaca atau dari bahan fiber dan beberapa alat pendukung seperti filter khusus, alat penjepit material, alat pengatur suhu air, alat supplai oksigen dan juga cairan penjernih air sampai dengan vitamin atau nutrisi untuk pertumbuhan tanaman yang ada di dalam akuarium agar selalu terlihat hijau dan indah,

Peralatan wajib yang dimiliki jika ingin belajar Aquascape antara lain:

1. Aquarium
2. Filter
3. Lampu
4. Substrate

Ada juga peralatan tambahan agar mendapatkan hasil yang lebih advance, yaitu

1. CO2 : tabung / DIY, diffuser atau reactor, selang CO2, bubble counter
2. Pupuk : pupuk dasar dan/atau pupuk cair
3. Lampu highlight dengan spectrum cahaya yang cocok.
4. Timer listrik
5. Pendingin (fan / chiller)

Untuk hasil yang lebih optimal atau Aquarium High Tech bisa pula kita tambahkan :

1. Filter / powerhead tambahan dengan media yang lebih advanced
2. pH controller
3. Solenoid needle valve regulator untuk CO2
4. Pupuk dasar dan pupuk cair sudah suatu keharusan, lebih keren lagi kalau menggunakan auto dosing pump
5. Sumber air yang soft, misalnya reverse osmosis filtration.
6. Chiller, atau heater.

Membuat aquascape diperlukan ketelitian serta kreativitas dalam membuat dekorasi sehingga tercipta akuarium yang indah. Untuk membuat aquascape ada beberapa bahan yang harus dipersiapkan seperti akuarium, pasir serta beberapa tanaman yang akan ditanam di dalam akuarium.

1. Menyiapkan Dasar Akuarium
Yang harus disiapkan adalah pasir untuk lapisan dasar aquascape. Untuk latihan awal kita bisa menggunakan pasir silica yang memiliki ukuran 4-5 mm. Kemudian pada bagian tengahnya masukan carbon active, yang berfungsi untuk menyerap zat berbahaya yang terkandung pada air yang muncul pada saat awal pembuatan aquascape di aquarium. Carbon active memiliki sifat yang akan merelease kembali kandungan air ketika aquascape berusia sekitar 1-3 bulan. Bahaya nggak sih kandungan carbon tersebut?
Kita tidak perlu kuatir karena pada usia tersebut tanaman yang ada di aquascape sudah mulai stabil sehingga tidak membahayakan.

2. Menyiapkan Pupuk Dasar
Setelah memasang pasir tahap selanjutnya adalah memberikan pupuk dasar yang berfungsi untuk memberikan nutrisi pada tanaman yang ditanam untuk aquascape aquarium. Pemberian pupuk ini hanya untuk jenis tanaman air yang memiliki akar, sedangkan bila tanaman air yang menyerap nutrisi memakai daun seperti Anubias maka kita bisa melewati langkah ini. Perhatikan kualitas pupuk dan jumlahnya sesuai dengan yang ditentukan.

3. Membuat Top Layer dan Harascape
Setelah melakukan pemupukan dasar pada aquascape, langkah selanjutnya menimbun kembali dengan pasir. Untuk penimbunan, kita bisa menggunakan pasir silica seperti yang digunakan untuk membuat pasir dasar. Kemudian dipercantik dengan design dekorasi menggunakan kayu serta batu.

4. Mengisi Air Pada Aquarium
Setelah selesai membuat dekorasi aquascape langkah selanjutnya adalah mengisi air. Setiap aquarium tentu harus ada airnya dong. Tahap mengisi air ini merupakan tahap yang nampaknya mudah akan tetapi bila dilakukan dengan cara yang salah akan berakibat fatal. Biasanya para pemula menuangkan air dengan cara langsung menuang air secara langsung sehingga akan merusak pasir yang dijadikan dasar dari aquascape aquarium. Ini merupakan kesalahan yang sangat fatal karena dapat membuat pasir berantakan dan mengakibatkan pupuk langsung terlarut dalam air. Cara yang benar dalam menuangkan air adalah dengan menggunakan koran atau kertas lain agar air tidak langsung mengenai pasir. Bentangkan koran seluruh penjuru aquarium lalu tuang air di atasnya secara perlahan.

5. Menanam Tanaman Hias pada Aquascape
Langkah terakhir dalam membuat aquascape adalah menanam tanaman pilihan pada tempat yang telah ditentukan. Tahapan ini juga bisa dilakukan sebelum aquarium diisi air.

Sebuah karya aquascape yang telah jadi kadang terlihat sederhana dan mudah untuk dibuat. Tetapi proses mengkreasikan karya seni itu tidak sesederhana yang kita dibayangkan. Ada dua hal utama yang penting untuk diperhatikan, yaitu pengaturan awal dan perawatannya.

Aquascape merupakan sebuah miniatur eksosistem perairan. Agar ekosistem tersebut berjalan dengan baik, maka kunci suksesnya adalah keseimbangan. Langkah awal untuk membangun keseimbangan aquascape adalah dengan menebarkan bakteri starter ke dalam akuarium. Bakteri starter tersebut berguna untuk menyeimbangkan proses biokimia yang akan terjadi di dalam akuarium. Bakteri akan menjadi pengurai limbah organik berupa feses ikan maupun sisa pakan ikan yang tidak dimakan menjadi senyawa yang bermanfaat bagi tanaman.

Setiap aquarist, sebutan bagi perancang aquascape, wajib mengetahui prinsip dari sebuah karya mereka adalah keseimbangan. Setidaknya ada 3 jenis organisme yang ada di dalam akuarium. Yaitu ikan, tanaman, dan mikroorganisme. Tertarik belajar seni aquascape? Buat yang di Batam dan sekitarnya bisa bergabung dengan komunitas Batam Aquaspace Community 😊

 

 

Oleh Oleh dari Pertukaran Pelajar di Ibu Profesional Semarang-Jepara-Salatiga

Rabu, 04 April 2018, saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi peserta pertukaran pelajar di Institut Ibu Profesional. Alhamdulillah hasil dari penilaian fasil di akhir kelas matrikulasi kemarin saya terpilih untuk jalan-jalan ke pulau seberang, Jawa Tengah, Semarang-Jogja-Salatiga. Rasanya senang sekali seperti bernostalgia kembali pada perjalanan backpacker ke Karimun Jawa dan kota tua Semarang sekian tahun yang lalu, ketika belum ada anak-anak hihi. Mengingat indahnya panorama pulau kecil yang tenang dan pemandangan alamnya yang eksotis. Belum lagi kuliner dengan citarasa khas. Lumpia khas semarang yang ternama, bandeng presto Juwana, tahu gimbal yang sampai saat ini saya masih penasaran gimana cara buatnya hingga menghasilkan tekstur yang pas, dan wingko babat. MasyaAllah ya betapa kaya kuliner negara kita. Hmm.. Yummy.. Nah loh kok jadi ngomongin makanan 😂

Jadi ceritanya, CMSE ini merupakan pengalaman dan kesempatan perdana bagi saya untuk berbagi secara formal dalam WAG kelas matrikulasi lain. Rasanya cukup deg-degan. Tapi alhamdulillah saya merasa beruntung karena sebelumnya saya sudah pernah bertugas mengisi sesi perkenalan di kelas saya sendiri baik secara online maupun offline Jadi lumayan sudah pemanasan. Walaupun ternyata suasananya agak berbeda, beda karakter dan beda yang saya bawakan. Dalam sesi pertukaran pelajar kali ini, saya diminta untuk membagi mimpi saya. Disinilah saya semakin termotivasi dan semangat mengejar cita-cita yang sejak dulu masih menjadi angan.

 

baca juga : Aliran Rasa Matrikukasi Institut Ibu Profesional Batch 5 Batam Kepri

 

Ketika diinvite ke WAG IP SJS terasa sambutan yang sangat hangat, ternyata lumayan banyak juga rentetan pertanyaan dan diskusi datang silih berganti. Banyak sekali pertanyaan yang masuk mulai dari bagaimana harus memulai gaya hidup hijau  alias green lifestyle sampai dengan resep natural homemade soap sampai visi misi keluarga. Ah, rasanya waktu 30 menit yang diberikan kepada saya sangatlah singkat untuk banyak hal.

Uniknya ketika pertama kali sampai di SJS saya langsung ditanya tentang Trenggalek. Fasil SJS bertanya kepada saya karena tergelitik dengan kata “Trenggalek”, iya Trenggalek. Trenggalek itu bukan kota melainkan kabupaten kecil di pesisir selatan Jawa Timur. Kabupaten kecil yang mungkin tidak diketahui banyak orang dan sering ditanya “Trenggalek itu mana”.

Setah berkenalan ibu-ibu sangat excited sekali dengan materi yang saya bawakan. Mulai dari progress project yang maju mundur cantik baru saya mulai dari keluarga saya sendiri terlebih dahulu.

Alhamdulillah teman-teman IIP SJS sangat antusias menerima kedatangan saya disana. Setelah menjawab satu dua pertanyaan rasa deg-degan mulai hilang  berganti dengan semangat untuk berbagi.

Oiya saya juga berbagi resep natural homemadesoap yang sudah saya coba dan akan terus saya perbaiki komposisinya. Saya juga belum bisa membuat video tutorialnya, do’akan segera bisa segera launching yah videonya. Ah, semangat menambah jam terbang 😊

Resep Natural Homemade Soap

🍋Sabun Pepaya🍋

Bahan-Bahan :

40 ml larutan alkali
90 ml air bersih
20 ml minyak zaitun
20 ml minyak kelapa
90 ml jus pepaya murni
8 ml minyak esential sesuai selera

Cara Membuat Sabun Pepaya (Metode Cold Proced)

1.Larutkan alkali dengan air bersih dan dinginkan.
2.Panaskan minyak zaitun dan minyak kelapa dengan suhu 40 derajat celcius lalu campur dengan larutan alkali dan aduk rata.
3.Tambahkan jus pepaya dan minyak esensial dan aduk kembali hingga rata dan mengental.
4.Tuangkan ke dalam cetakan dan diamkan sampai 2 minggu, siap untuk digunakan. Selama proses curing sabun harus disimpan dalam wadah tertutup rapat.

Catatan :
*Wajib memakai timbangan digital agar ukurannya pas.
*Alat-alat yang dipakai harus dipisah dan khusus tidak boleh bercampur dengan alat makan.
*Untuk cetakan bebas bisa pakai apa saja, kardus pun bisa dijadikan cetakan.

☕Resep Sabun Kopi☕

Bahan-Bahan :

400 gram minyak kelapa sawit
300 gram minyak kelapa
300 gram minyak zaitun
290 gram air distilasi /air suling (sy pakai R.O atau cleo)
145 gram NaOH
2 sendok makan kopi bubuk
20 gram peppermint esensial oil

Cara Membuat Sabun Kopi (Metode Hot Process)

1. Masukkan air ke dalam panci ukuran besar dan biarkan sampai mendidih.
2. Campur alkali dengan minyak sambil dipanaskan, lanjutkan dengan mixer/blender adonan hingga menjadi adonan berjejak
3. Masukkan panci kedalam panci besar yang berisi air mendidih tadi dan tutup panci yang berisi adonan sabun supaya bisa tetap panas.
4. Panaskan selama 3 jam dan aduk setiap 30 menit sekali.
*Sesudah 30 menit pertama, jangan aduk adonan dan panaskan kembali supaya gel phase bisa didapatkan. Sesudah mencapai tahap gel phase baru aduk sampai rata dan masukkan kembali ke panci berisi air panas.
5. Tambahkan dengan air supaya lebih mudah diaduk dan tambahkan juga minyak sebagai superfat selagi sabun masih panas dan jangan lupa tambahkan kopi bubuk dan aduk sampai rata.
6. Sesudah suhu menurun, tambahkan dengan esential oil dan aduk kembali sampai rata.
7. Masukkan ke dalam cetakan dan biarkan selama 2 minggu agar sabun set dan air yang terkandung di dalam sabun bisa menguap dengan sempurna.

Oleh-oleh setelah jalan-jalan ke SJS adalah saya semakin memantapkan diri untuk menggagas project Green Family. Ya Allah mudahkanlah jalan menuju kesana. Semoga Allah mempertemukan saya dengan orang yang tepat dan kita bisa bersinergi demi bumi yang lebih hijau, lingkungan yang lebih sehat dan juga generasi yang lebih bersyukur sehingga bisa menjaga bumi titipan Allah ini. ğŸ’ž

Alhamdulillah di kelas IIP mana saja ternyata sama. Tidak ada yang lebih pintar dari lainnya. Yang ada adalah saling berbagi, saling menginspirasi. Yang ada adalah saling mengingatkan dan menguatkan.Salam Ibu Profesional

 

Membuat Celengan, Ikhtiar Mengenal dan Menghargai Uang

Beberapa minggu lalu saya sempat mengikuti kuliah whatsapp financial planning bersama teh Patra. Beliau menjelaskan  beberapa  prinsip diantaranya  :

1.  HARTA  MILIK  ALLAH

– (QS.  Al-Hadid:7).

– (QS.  Maryam:  40).

2. Harta  harus  diperlakukan  sesuai  kehendak Allah Al  Baqarah  262, harta  yang  dititipkan  Allah  harus  diperoleh  dan dikeluarkan  sesuai  dengan  aturan  yang  telah ditetapkan  oleh  Allah.  Manusia  tidak  berhak menentukan  aturan  halal  haram  sendiri.

3. Pendapatan  Keluarga
*Penanggung jawab pencari  nafkah  adalah  SUAMI, jadi pastikan rezeki harus dari sumber yang halal.  Rasulullah  bersabda: “Barang  siapa  berusaha  dari  yang  haram  kemudian  menyedekahkannya, maka ia  tidak  mempunyai  pahala  dan  dosa  tetap  di  atasnya.” etika  Rasulullah  shallallahu  ‘alaihi  wa  sallam  menikahkan  putrinya, Fatimah  dengan  Ali  radhiyallahu  ‘anhuma  beliau  berwasiat  kepada menantunya: “Engkau  berkewajiban  bekerja  dan  berusaha  sedangkan  ia  berkewajiban mengurus  (memenej)  rumah  tangga.”  (HR.  Muttafaq  ‘Alaih)
* Istri boleh  membantu  ekonomi  keluarga  (4:2)

4. Menabung

Menabung sebaiknya dilakukan  di awal  sebelum  melakukan pengeluaran. Jumlah  tabungan disarankan  sebesar  6  bulan pengeluaran tabungan  yang  melebihi jumlah yang disarankan  bisa digunakan  untuk melakukan  investasi.

5. Pengeluaran Keluarga

Biasanya di bulan Ramadhan dan Syawal banyak pengeluaran yang seringkali tidak terkontrol. Oleh karenanya diperlukan suatu upaya pengelolaan yang lebih terstruktur untuk menghindari kemubadziran dan penyesalan.

Berdasarkan pembahasan tersebut di atas ada satu topik tentang cara beliau mengenalkan uang kepada anak-anaknya. Saya ingin berbagi pengetahuan yang saya dapatkan dari Teh Patra. Menurut Teh Patra, memang belum ada cara atau patokan yang pasti untuk mengenalkan uang kepada anak-anak. Kalau saya pribadi berharap bisa mengenalkan konsep uang dan karakter uang sedini mungkin sesuai dengan tahapan usianya. Kebanyakan orang tua mengalami kendala bagaimana cara membatasi keinginan anak saat diajak belanja bersama. Bahkan sering kejadian akhirnya orang tua terpaksa “mengalah” dan membelikan apa yang diminta anaknya dengan alasan kasihan ketika mereka menangis.

Ternyata cara yang tepat adalah dengan mengenalkan uang pada anak, agar mereka paham bagaimana cara kerja uang. Tujuannya, agar anak-anak bisa memiliki pemahaman yang baik tentang uang, sehingga kelak mampu mengelola uang dengan baik. Beberapa hal penting yang perlu dijelaskan kepada anak-anak

1. Beri pemahaman tentang tujuan keuangan

Darimana kita bisa mendapatkan uang? Untuk apa kita punya uang? Anak-anak perlu memahami cara mengelola uang. Anak-anak juga perlu diberi tahu bahwa dalam uang kita ada rezeki orang lain (yakni memasukkan konsep zakat dan konsep sedekah) yang harus kita berikan kepada orang yang berhak menerimanya. Ajak anak untuk melihat proses pemberiannya. Selain itu, kita bisa juga mulai bertanya kepada anak, “Ini uang kakak mau untuk apa?” Anak-anak perlu dibimbing agar konsisten menyimpan uangnya sampai terkumpul untuk memenuhi tujuan yang sudah mereka putuskan.

2. Beri pengertian bahwa untuk mendapatkan uang perlu usaha

Mungkin anak-anak pernah berkata, “Kalau uang Papa habis, kan tinggal ambil saja di ATM!” Anak-anak yang pernah melihat orangtuanya mengambil uang di ATM akan mengira ATM sebagai sumber uang. Sama seperti Faris, ia menyangka bahwa ATM adalah sumber uang, disitulah kita perlu memberikan pengertian bahwa uang yang kita ambil di ATM adalah uang tabungan kita sendiri, yang didapat melalui hasil bekerja. Inilah perlunya sesekali mengajak anak-anak ke tempat orang tuanya bekerja, agar mereka bisa melihat langsung dan memahami uang didapat jika kita bekerja. Untuk anak-anak yang usianya sudah lebih besar bisa diajak untuk berjualan atau mendapatkan uang dari hasil karyanya.

3. Beri teladan dengan sikap ketika menggunakan uang

Saya sendiri terkadang sering ditegur oleh anak sulung saya ketika ketahuan melihat-lihat barang-barang di market place, kemudian ia berkata, “Mama mau beli apa sih?” Bahkan ia juga sudah pandai protes ketika saya atau Papanya mendapatkan kiriman paket hasil belanja online. 🙄

Hal-hal seperti ini ternyata akan terekam di benak anak-anak. Wah, ternyata begini ya cara menggunakan uang. Saya sendiri masih berusaha untuk bisa bijak menggunakan uang. Membuat daftar belanjaan bersama anak adalah salah satu cara yang bisa dipraktikkan saat ingin mengenalkan uang kepada anak. Anak-anak perlu tahu bahwa jumlah uang yang kita miliki itu terbatas, jadi harus dikelola dengan benar agar tidak lebih besar pengeluaran dibandingkan penghasilan.

Teh Patra juga menjelaskan, sebagai orangtua kita tidak boleh mempersempit tujuan keuangan anak. Dulu ketika kita kecil, kalau punya uang pasti diarahkan untuk ditabung. Hasil tabungannya kadang memang kita nikmati dan kadang tidak. Kurangnya kebebasan memutuskan penggunaan uang sendiri membuat banyak orang dewasa yang kurang tepat dalam mengelola keuangan: ada yang terlalu pelit atau terlalu boros. Anak yang sudah terbiasa mengenal uang sejak dini, menjadi bekal bagus untuk masa depannya. Tujuan keuangan anak tidaklah selalu untuk menabung. Jadi mari kita kenalkan anak pada esensi uang agar mereka kelak bisa mengelola uang dengan baik, Mak.

Membuat Celengan, Ikhtiar Mengenal dan Menghargai Uang

Celengan merupakan tempat untuk menabung uang (koin) yang dulu ketika Mama masih kecil berbentuk binatang, rumah, semar, singa yang biasanya terbuat dari bahan tanah lempung (ketahuan kan angkatan tahun berapa). Namun saat ini celengan tidak hanya berbentuk hewan saja namun beraneka rupa dan warna. Celengan berasal dari bahasa Jawa, dimana masyarakat jawa itu senang dengan bahasa yang simpel, untuk memudahkan dalam mengingat dan mengucapkan. Celeng merupakan gabungan dari dua kata yaitu Ce dan leng. Ce yang berarti “Cemplungke” atau masukkan dan leng yang berarti lubang. Kurang lebih maknanya adalah suatu lubang tempat untuk memasukkan atau bersembunyi/tinggal.

Celengan biasanya terbuat dari keramik atau porselen. Celengan bertujuan untuk mengajarkan kepada anak untuk berlatih menabung. Pada celengan tradisional, uang dapat dengan mudah dimasukkan, namun jika ingin mengambil uangnya, celengan tersebut harus dipecahkan. Tapi celengan jaman now biasanya memiliki lubang karet pada bagian bawahnya, untuk memudahkan dalam mengambil uang yang disimpan dalam celengan tersebut. Ini nih yang membuat uang tabungannya tidak terkumpul karena bisa dibuka-buka hehe..

Celengan sesungguhnya bertujuan untuk mengajarkan kepada anak untuk menabung. Selain mengajarkan, menanamkan perilaku budaya gemar menabung sejak dini ada maksud tujuan lain terselip dari celengan ini, supaya mengajarkan kebiasaan hemat pada anak-anak dan tidak mudah membelanjakan uangnya untuk hal yang kurang penting atau mendesak.

Teman-teman, kita juga bisa membuat celengan dengan menggunakan kardus bekas loh. Pemanfaatan barang bekas ini selain ikut menjaga kelestarian lingkungan juga mengajak anak berkreasi dengan barang yang sudah tidak digunakan. Banyak perajin seni mampu membuat benda-benda yang berguna, baik dari bahan yang baru maupun barang bekas. Berhubung Sejuta Cinta  Ibu Profesional Batam  mengadakan challenge membuat celengan koin cinta bersama keluarga maka kami akan membuat celengan dari kardus bekas. Kardus bekas merupakan bahan yang mudah ditemukan di rumah dan tentu saja murah.

Untuk membuat celengan dari kardus bekas ini memerlukan beberapa alat dan bahan seperti tertera di bawah ini.

Alat dan bahan:

  1. Kardus bekas
  2. Pensil dan penggaris
  3. Lem
  4. Kertas hvs dan karton
  5. Gunting
  6. Cat akrilik dan kuas
  7. Mata bekas mainan



Proses Pembuatan :

Langkah Pembuatan :

  1. Buat lubang di kotak dengan ukuran 5 cm diukur dari sisi sebelah kiri dan kanan kardus.
  2. Sayat dan gunting untuk membuat lubang pada bagian tengahnya. Tujuannya adalah agar lubang yang kita buat lurus sehingga nantinya mudah dipasang dan hasilnya juga rajin. Buat juga lobang untuk tempat memasukan koin.(bagian ini nantinya menjadi tutup atas celengan yang kita buat)
  3. Lem seluruh bagian kardus dan lapisi kardus dengan kertas karton warna biru karena Faris ingin celengannya bertema monster inc.
  4. Cat dengan cat akrilik kardus yang telah dilapisi karton tadi.
  5. Diamkan dan jemur di bawah sinar matahari
  6. Jika cat sudah kering, cat bagian sisi celengan berbentuk pipi monster dan keringkan kembali.
  7. Buat gigi monster menggunakan kertas hvs yang digunting berbentuk segitiga. Tempel potongan kertas berbentuk gigi menggunakan lem.
  8. Tambahkan pemanis berupa mata dari bekas mainan boneka di rumah (ini ide Faris ingin menambahkan mata agar terlihat lucu).
  9. Celengan sudah jadi dan Faris Irbadh siap menabung.

Gimana? Bahannya mudah dicari di rumah dan sederhana kan cara membuatnya. Yuk kita buat sendiri celengan koin kita, jangan lupa diisi juga ya  🙂

 

ini hasil celengan Faris

 

#challengecelengancintaIPBatam
#SejutaCintaIPBatam
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

Rumbel Homeschooling Ibu Profesional Goes to Gardening with 3Leaves Farm

Assallamualaykum teman-teman

Weekend kemarin berkegiatan apa bersama ayah bunda?
Tahu nggak teman, Faris dan Irbadh bersama teman-teman di rumbel Homeschooling baru saja melakukan kegiatan yang seru lho! Kegiatan tersebut biasa dilakukan oleh pak tani, yaitu bertani, beternak dan berkebun. Faris Irbadh dan teman-teman senang sekali bisa melakukan aktivitas di luar ruangan apalagi melibatkan fisik mereka, meskipun lelah tetapi mereka tetap menjalani kegiatan dengan antusias dan gembira ria. Selain anak-anak, ayah bunda pun terlihat excited bisa membersamai anak-anak sekaligus bermain di alam terbuka.

Aktivitas seru ini dilaksanakan di Kebun 3Leaves Farm, Sei Temiang, Batam. Di kebun tersebut, kita bisa berwisata edukasi, belajar dan bermain dengan alam. Suasana kebun yang asri juga menambah semangat anak-anak dan orang tuanya juga. Selain belajar menanam tanaman mulai dari menyediakan lahan, menabur benih hingga panen, anak-anak bisa belajar langsung teknologi pertanian hidroponik, rumah kompos dan mengenal green house. Anak-anak homeschooler dibagi menjadi dua kategori kelompok sesuai usianya yaitu kategori A untuk anak-anak dengan rentang usia 3-5 tahun dan kategori B untuk anak-anak dengan rebtang usia 6-10tahun. Setelah dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai usianya, anak-anak sudah siap mengikuti arahan instruktur dan mulai berkeliling kebun. Kegiatan hari ini dipandu oleh Om Roby, yang lebih suka disapa Kak Roby oleh anak-anak hahah.

 

Faris menyiapkan media tanam di bedengan

Setelah berbaris sesuai dengan tim masing-masing, anak-anak dipersilahkan menuju bedengan tempat media penanaman sayur. Kemudian mereka diajari cara menyiapkan media tanam dengan mengaduk tanah yang sudah dicampur dengan kompos sesuai perbandingan yang pas. Setelah media tanam siap, anak-anak menaburkan benih kangkung dan mengaduk kembali tanah yang sudah bercampur dengan kompos. Meskipun sedikit bau, tetapi anak-anak sangat semangat mengaduk dan bermain tanah. Setelah selesai menabur bibit, anak-anak melanjutkan kegiatan selanjutnya yaitu belajar memanen sayur.

 

 

Tak usah menunggu lama, anak-anak lanjut memanen sayur kangkung. Sambil memanen ayah bunda memberikan wawasan mengenai bagian-bagian tumbuhan seperti, akar, batang, dan daun. Anak-anak sangat senang bisa menyentuh langsung bagian dari tumbuhan yang biasanya mereka lihat di buku atau video saja. tanaman tersebut dan mereka berkesempatan untuk menanam secara langsung lho! Setelah dipanen anak-anak mencuci hasil panenannya sendiri dengan sedikit bantuan tim pengawas. Disini anak-anak belajar mengantri dan bersabar di dalam kelompok.

Setelah puas memanen, anak-anak istirahat sebentar untuk sekedar minum dan makan es mambo yang dibawa oleh kak Dwi, tim 3Leaves Farm. Lepas beristirahat, anak-anak beserta ayah bunda dipersilahkan untuk masuk ke greenhouse sayur dan mempelajari teknologi hydroponik.

 

Menengok Green House dan Teknologi Hydroponik

 

Faris mencoba memegang rockwoll dan mendengar penjelasan

 

Setelah berkebun, kali ini anak-anak mendapat pengetahuan baru mengenai apa itu greenhouse.
Greenhouse adalah sebuah bangunan yang dibentuk untuk menghindari dan merawat tanaman terhadap segala macam perubahan cuaca, green house juga dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai rumah kaca.

Green house memang dibuat dengan atap yang berbentuk melengkung dan juga biasanya dibuat dari bahan-bahan yang transparan seperti kaca, plastik uv, acrylic, dan lain sebagainya. Ada beberapa tujuan mengapa green house dibuat dengan atap yang tembus pandang, hal ini bertujuan agar cahaya matahari dapat masuk secara langsung untuk menyinari beberapa tanaman yang ada di dalam green house.

 

N2 tempat menunggu untuk dipindah ke pipa-pipa

Lalu apa Manfaat dari green house?

1.Sebagai sarana untuk melakukan pembibitan tanaman
Berkaitan dengan cuaca Batam yang tidak menentu dan bergantung angin laut sehingga membuat tanaman mudah rapuh, maka dari itu dengan dibuatnya green house ini dapat dijadikan sebagai sarana yang baik untuk melakukan pembibitan tanaman.

2. Sebagai tempat untuk melakukan merawat tanaman
Maksudnya untik merawat tanaman yang memiliki masalah seperti terkena hama, penyakit tanaman, dan lain sebagainya. Maka dari itu jika diletakkan di dalam green house ini dinilai akan aman sehingga tidak akan terkena penyakit lainnya yang ada diluar sana.

3. Sebagai tempat untuk membudidayakan tanaman tertentu
Ada beberapa tanaman yang hanya dapat tumbuh jika dirawat di tempat-tempat tertentu seperti tanaman holtikultura yaitu buah, sayur, bunga, tanaman herbal, dan juga beberapa tanaman hias. Tanaman jenis tertentu membutuhkan tempat yang harus terjaga dari sinar mataharinya, suhunya, kandungan airnya, dan lain sebagainya.

4. Sebagai sarana agro wisata. Selain mempunyai manfaat yang bisa dijadikan sebagai salah satu sarana untuk merawat tanaman, green house ini juga digunakan sebagai sarana agro wisata seperti petik buah, dan sayur.

Setelah melihat greenhouse anak-anak diajak ke ruang semai dan melihat teknologi hydroponik kincir. Bersama dengan Kak Maya Henni, ayah dan bunda semangat sekali berdiskusi dan mendapatkan pengetahuan baru. Selama ini konstruksi permanen alias statis menjadi pilihan dalam menanam sayuran hidroponik karena investasinya lebih murah. Itu artinya posisi tanaman tetap, tetapi nutrisi yang bergerak dengan cara merendam atau mengalir.

 

 

 

Berbeda dengan hidroponik kincir sepanjang 1,5 meter yang dapat memuat 40 tanaman itu. Nutrisi diam dalam bak, dan tanaman yang bergerak menyentuh nutrisi dengan cara berputar seperti kincir yang digerakan oleh mesin. Setiap kali berputar, seperempat pot tanaman akan terendam selama 3-4 detik.
Secara kelayakan ekonomis, model hidroponik kincir butuh investasi besar, tetapi bagi penghobi hydroponik, hidroponik kincir bisa menjadi pilihan kreasi dari model hidroponik yang ada.

Agenda terakhir anak-anak belajar ke rumah kompos. Rumah kompos merupakan bentuk kepedulian terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. Kompos di kebun 3Leaves Farm, berasal dari kotoran hewan seperti sapi, kambing dan ayam.

Puas bertanya-tanya kepada tim 3Leaves anak-anak dan ayah bunda beristirahat sambil makan salad dan infused water yang disediakan oleh panitia. Berkunjung ke kebun 3Leaves rasanya seperti bertemu keluarga kedua, mereka sangat hangat dan terbuka berbagi informasi seputar gaya hidup dan makanan sehat.
Kegiatan berkebun ini dilakukan agar anak-anak bisa dekat dengan alam, mengenal macam-macam tanaman dan menghargai profesi petani yang sudah membantu menyediakan bahan makanan yang kita perlukan sehari-hari.

Ayah dan bunda pun senang melihat pemandangan yang hijau serta mendapat banyak pelajaran mengenai berbagai macam tanaman, cara menanam dan nutrisi apa saja yang terkandung di dalamnya. Anak-anak juga tidak malu untuk bertanya kepada kakak-kakak yang memandu kegiatan berkebun hari ini.

Dengan berkegiatan di alam dapat menumbuhkan minat yang berhubungan dengan alam, karena banyak kegiatan yang mereka lakukan. Seperti bermain kunga kitiran, mengamati ulat, belalang dan cacing serta banyak kegiatan outdoor yang jarang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini diharapkan bisa menambah wawasan anak-anak mengenai sayuran yang mereka makan sehari-hari melalui proses yang panjang, mulai dari menanam, pemeliharaan, dan memanen. “Banyak pelajaran yang bisa anak-anak dan ayah bunda ambil dari kegiatan kita hari ini. Bagaimana seharusnya kita mencintai bumi yang memberikan banyak hal kepada manusia. Sudah seharusnya kita menjaga bumi yang Allah beri,” ujar Ibu Maya Henny selaku komisaris PT Kebun Hijau Agrindo. Tak lupa usai kegiatan berkebun kita berfoto lengkap bersama tim dari 3Leaves Farm.

 

 

Foto Bersama Keluarga Rumbel Homeschooling Ibu Profesional Batam dan Tim £Leaves Farm

 

 

 

 

 

 

#HijrahParenting
#CeritaHijrah
#CeritaHijrah19

Bedah Buku “Agar Sehafal Al-Fatihah” bersama Ibu Profesional Batam

Pagi tadi, Ahad tanggal 11 Maret 2018, Qur’an Learning Centre dan Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Batam menyelenggarakan bedah buku “Agar Sehafal Al-Fatihah”. Acara ini digelar dalam rangka meningkatkan kualitas interaksi dan pemahaman terhadap Al-Qur’an, agar semakin mudah dihafal.

Puluhan muslimah berbusana rapi memadati ruang aula pemko BP Batam. Ibu-ibu dan mahasiswi hadir bersama, meskipun membawa bayi dan anak-anaknya tidak menyurutkan niatnya untuk belajar Al Qur’an bersama.

Sekitar pukul 9 pagi, acara dimulai dengan pembukaan dan tasmi’ Al-Qur’an oleh Hanna Wardatul Jannah, putri dari Mbak Sandi salah seorang member Ibu Profesional Batam.

Setelah sambutan dari Mbak Erli Oktania, leader Ibu Profesional Batam tibalah giliran acara yang dinantikan yaitu sesi bedah buku yang dipandu oleh Ustadzah Afifatun Nisa, Lc.

Al-Qur’an adalah kitab suci yang hingga hari ini masih orisinil, sesuai dengan apa yang Malaikat Jibril sampaikan kepada Nabi Muhammad pertama kali. Tidak ada perubahan sama sekali di dalamnya. Allah menjaga Al-Qur’an, tidak seperti kitab suci Nabi lainnya yang hari ini sudah banyak mengalami perubahan.

Read more

Mari Menulis! Turunkan Impian, Dekati Kenyataan ❤️

“Kita adalah murid seumur hidup”

Entah di mana saya pernah membacanya, tapi kalimat itu menempel lekat-lekat di ingatan saya. Dulu ketika masih menjadi pekerja lepasan, di luar pekerjaan yang tidak henti-hentinya harus digapai dan dilakukan, ada kebebasan yang menyenangkan ketika hidup tidak terikat jam kantor. Artinya bisa gawat kalau saya sedang kumat “nggak disiplin”-nya. Tapi, bisa juga menggembirakan karena artinya kita bisa punya waktu untuk membaca lebih banyak buku, misalnya,traveling lebih banyak, atau bahkan belajar lebih banyak lagi.

Belajar lebih banyak lagi!

Disiplin!

Disiplin!

Disiplin!

Setidaknya, ada beberapa workshop(kursus) pendek yang pernah saya ikuti untuk mengasah kemampuan menulis. Sebelum workshop project bersama Ibu Profesional Batam, saya mengikuti kelas menulis cerita anak secara online bersama Mbak Wulan Mulya Pratiwi. Ah, rasanya belum cukup ilmu yang saya peroleh dengan belajar secara online. Alhamdulillah, Sabtu kemarin saya dipertemukan dengan Mbak Heni, Mbak Arum dan Mbak Dian dari Kopi Write Indonesia.

InsyaAllah bersama Ibu Profesional, impian mengukir kenangan lewat tulisan bisa terwujud. Semoga Allah memudahkan segala prosesnya, meski tertatih dan harus KERAS terhadap diri sendiri. Satu pesan yang saya ingat dari Mbak Heny, “meskipun project menulis ini antologi, tetaplah menulis sesuai dengan gaya kita karena genrelah yang akan menemui jalannya sendiri.”

Mari Menulis! Turunkan Impian, Dekati Kenyataan ❤️

Serunya Kegiatan Cooking Class Homeschoolers Batam Bersama Khansa Pizza

Akhir pekan ini, Rumbel Homeschooling Ibu Profesional Batam mengajak anak-anak untuk belajar memasak pizza besama dengan Khansa Pizza Batam. Siapa tahu suatu saat menjadi chef handal seperti aksi anak-anak di serial televisi “Junior Masterchef”.

Dalam rangka mengisi libur panjang di akhir pekan, orang tua juga bisa mengenali bakat anak-anak. Khansa Pizza Batam bisa dijadikan alternatif untuk kegiatan cooking class bagi anak-anak mulai usia tiga tahun. Anak-anak akan diajarkan dasar membuat adonan (dough) pizza, meletakkan berbagai topping sampai dengan pizza siap dimakan. Meskipun Faris sudah sering belajar memasak bersama Mama, namun kegiatan cooking class bersama teman-teman homeschoolers membuatnya sangat excited.

Sebelum kegiatan cookingclass dimulai, Mbak Erli Oktania membuka dengan sedikit sambutan. Rasa syukur akhirnya terlaksana juga kegiatan cooking class hasil kolaborasi Rumbel Homeschooling Ibu Profesional Batam.

Kegiatan membuat pizza pagi ini dipandu langsung oleh Mbak Tami, owner Khansa Pizza. Sebelum mulai membuat pizza, Mbak Tami menceritakan terlebih dahulu sejarah darimanakah pizza berasal. Anak-anak antusias sekali menjawab ketika Mbak Tami bertanya siapa yang tahu pizza itu asalnya darimana.
Karena anak-anak sudah tidak sabar, kegiatan memasak pun segera dimulai.

Tiga orang anak dipanggil secara acak oleh Mba Tami untuk membantu memberikan demo kepada teman-teman yang lainnya. Ada Rio, Razha dan Ale yang membantu mencampur bahan utama dalam pembuatan dough yaitu tepung terigu, gula, garam, ragi, air, dan minyak goreng.

Ketika teman-temannya dipanggil, Faris tidak sabar untuk ikut serta belajar mencampur adonan juga. Jadilah dengan inisiatif, ia naik sendiri ke atas panggung bergabung bersama kak Sisy dan kak Ai untuk sama-sama mencampur bahan-bahan hingga menjadi adonan dough yang kalis. Sambil menunggu adonan rotinya mengembang, anak-anak menyiapkan topping apa saja yang akan diletakkan di atas roti pizzanya nanti.

Mbak Tami memandu kelas memasak pizza ini dengan interaktif. Anak-anak pun semangat sekali karena mereka diberikan kepercayaan untuk melakukan semuanya sendiri.

Setelah dough pizzanya mengembang, lagi-lagi Faris naik lagi ke panggung membantu teman-temannya mendemokan cara menyusun topping pizza, mulai dari menuang saos dasar pizza yang terbuat dari saos tomat dan campuran berbagi rempah khas Italia yaitu oregano. Kemudian dilanjutkan dengan menabur keju mozarella, meletakkan sosis, menabur jagung dan paprika serta terakhir menuang mayonaise.

Setelah selesai meletakkan topping, anak-anak menunggu antrian untuk memasukkan pizza masing-masing ke dalam oven. Tidak lupa Faris dan teman-teman menancapkan bendera bertuliskan namanya di atas pizza mininya.

Sembari menunggu pizzanya matang, Faris dan teman-teman menyiapkan kotak pizza yang sudah disediakan oleh panitia. Mereka belajar melipat sesuai dengan pola yang ada. Setelah berhasil melipat kotak pizzanya, anak-anak bisa berfoto bersama dengan teman-temannya. Ada juga yang berani tampil di atas panggung, dari sekedar berkenalan hingga menyanyi dan menghafal surat pendek atau do’a harian.

Ah rasanya anak-anak sudah tidak sabar ingin mencicipi pizza yang dibuat tadi. Ini dia pizza buatan Faris.

Setelah selesai sesi makan pizza bersama teman-teman dan sesi pemotretan. Faris bersiap untuk pulang dan mengambil sertifikatnya. Pengalaman yang mengesankan sekali hari ini. Melalui kegiatan cooking class, banyak manfaat yang diperoleh anak seperti mengembangkan bakat, minat, kreativitas, melatih konsentrasi, motorik halus, sensitivitas rasa dan daya ingat.

Beberapa tempat kursus di Batam biasanya membuka kelas trial (percobaan) berupa paket memasak dalam sehari untuk memperkenalkan kelas memasak yang mereka miliki. Pilihan lain jika anak-anak tertarik belajar memasak adalah mengikuti acara cooking class yang diselenggarakan hotel-hotel berbintang seperti Harris Hotel Batam Centre atau Best Western Premier Panbil Batam.

Pilihlah acara cooking class sesuai usia anak-anak. Untuk usia balita, biasanya program yang ditawarkan sederhana dan lebih banyak unsur menyenangkan seperti menghias cupcakes atau pizza. Sementara untuk usia yang lebih besar, di atas 6 tahun sampai 12 tahun, dapat belajar memasak yang sesungguhnya. Ingin mengikuti kegiatan cooking class seperti Faris dan teman-teman? berikut ini beberapa tempat pilihan belajar memasak di Batam untuk anak-anak.

1. Young Chefs Academy

Sekolah memasak ini diperuntukan bagi anak usia 3 sampai dengan 16 tahin. Anak-anak akan diajarkan bagaimana cara memasak makanan kesukaan mereka dengan cara yang aman. Para orang tua juga bisa melihat secara langsung. YCA menawarkan tema dan bahan yang berbeda setiap minggunya. Tertarik?

Alamat : Komplek Tunas BizzPark block b nomor 23, samping Sun bread batam centre, Batam, Riau, Indonesia, 29432
IG : yca_batam
Web : youngchefacademy.com

2. Tiola Cake Batam

Tiola Cake Batam memberikan kesempatan belajar membuat cake dan cookies. Anak-anak dapat belajar membuat dan mendekorasikan kue kecil yang bisa mereka bawa pulang sebagai hadiah. Biaya pendaftaran per-anak mulai Rp. 120.000-an. Sudah termasuk sertifikat, resep dan foto anak.

Alamat :
🌸Ruko Nagoya Hill R4 D6

🌸Happy Valley Garden B 28, belakang BCA Jodoh/Sekolah Kartini
Telp/WA : 0812-1020-2016

IG : Tiola Cake Batam

3. Pizza Hut Junior Maker

Melalui program ini anak-anak bisa belajar masuk dapur pembuatan pizza. Anak-anak akan diterangkan bagaimana bahan dan cara pembuatan pizza dimulai dari tepung sampe jadi Dough diberi topping sampai dipanggang dan benar-benar jadi sebuah pizza siap santap. Ada dua paket PMJ yang bisa dipilih yaitu PMJ Basic dan PMJ +. Beda dari kedua paket itu terletak pada kegiatan tambahan yakni mewarai bersama dan kreasi balon lucu. Paket PMJ Basic biayanya Rp. 40.000, anak-anak mendapat 1 small pan pizza buatan sendiri + 1 soft drink + sertifikat anak. Sedangkan untuk paket PMJ plus anak-anak mendapat tambahan buku mewarnai dan belajar membentuk balon.

Alamat : Komp. Lucky Permai, Jl. Raden Patah No. 6-8 Nagoya, Batam. 
Telepon : 0778-454820.

#day7
#18Feb18
#Batam
#3y6m
#1y6m
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Langkah Awal Menuju Perjalanan Panjang Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

Minggu lalu saya sudah membagikan tulisan saya untuk NHW #1, di situ saya mendeskripsikan bahwa salah satu cita-cita saya saat ini adalah menjadi ibu professional. Namun sebenarnya seperti apakah ibu professional, apa saja indikatornya dan bagaimana sih cara mencapainya, saya sendiri masih menata diri dan berusaha merumuskan langkah apa saja yang harus saya tempuh. Alhamdulillah pada materi kelas matrikulasi minggu kedua ini, semua pertanyaan saya terjawab sudah.

Baca juga: Refleksi Diri 2018

Apa Itu Ibu Profesional?

Sebelum membahas bingkisan NHW #2 yang super ini, kita belajar terlebih dulu yuk bagaimana menuju ibu professional.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
kata IBU memiliki makna;
1.perempuan yang telah melahirkan seseorang;
2.sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;
3.panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum;
4.bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): — jari;
5.yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: — negeri; — kota.

Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna;
1.bersangkutan dengan profesi;
2.memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya.

Maka ketika kata IBU dan PROFESIONAL bersanding dan kemudian menjadi “IBU PROFESIONAL” bisa diartikan sebagai seorang perempuan yang :

a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b. Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh-sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

Apa Itu Komunitas Ibu Profesional?

Belajar itu tidak bisa sendirian, harus ada gurunya, dan tentu saja agar konsistensi dan semangat belajar bisa selalu terjaga. Oleh karenanya dibentuklah komunitas yang mewadahi para ibu professional, yaitu sebuah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu. Kurang lebih seperti itu latar belakang mengapa Ibu Septi Peni mendirikan Institut Ibu Profesional (IIP).

Sebuah organisasi tentu saja dibangun dengan dasar yang kuat, ada visi dan misi yang mendasarinya agar organisasi tersebut bisa melangkah dengan terarah dan terukur. Begitupula Institut Ibu Profesional, mengemban sebuah tugas mulia untuk mewadahi para ibu yang ingin meningkatkan kualitas diri, berikut ini adalah visi dan misi IIP;

Visi dan Misi Ibu Profesional

Visi Komunitas Ibu Profesional

Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.

Misi Komunitas Ibu Profesional

1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anaknya.
2.Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3.Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.
4.Meningkatkan peran ibu menjadi “change agent” (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

Bagaimana Tahapan-Tahapan dan Apa Indikator Menjadi Ibu Profesional?

Indikator Menjadi Ibu Profesional

Seorang ibu baru bisa mendapat predikat professional jika ia telah “Menjadi Kebanggaan Keluarga”, tentu saja di mata suami dan anak-anaknya, karena merekalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.

Nah, setelah kita mengenal apa yang dimaksud dengan ibu professional, maka kini saatnya kita belajar mengenai 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional, serta apa saja indikator yang bisa menentukan pencapaian kita dalam tahapan-tahapan tersebut.

a. Bunda Sayang, merupakan tahapan pertama dimana ibu harus memperkaya dirinya dengan ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya

Adapun indikator yang bisa kita pertanyakan pada diri sendiri tentang pencapaian kita di tahapan ini yaitu;

🌸Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
🌸Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
🌸Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
🌸Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

b. Bunda Cekatan, tahapan kedua dimana seorang ibu perlu menimba ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.

Indikator untuk menentukan sudah cekatankah kita, antara lain;

🌸Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
🌸Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
🌸Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
🌸Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga?

c. Bunda Produktif, jika rasa sayang telah dipupuk dan ibu telah cekatan dalam menjalankan segala kegiatan rumah tangga, maka penting bagi seorang ibu untuk menambah ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.

Jika kita telah merasa bahwa selama ini kita telah produktif, mari kita lihat seberapa produktifkah diri kita saat ini?

🌸Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
🌸Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
🌸Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
🌸Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

d. Bunda Shaleha, tahapan tertinggi dalam proses menuju ibu professional adalah dengan mempelajari ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

Indikator yang harus kita nilai untuk menentukan apa kita sudah mencapai tahapan Bunda Shaleha yaitu;

🌸Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
🌸Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
🌸Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
🌸Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Langkah Menjadi Ibu Kebanggaan dalam Keluarga

Setelah meresapi materi dan berdiskusi dengan teman-teman sekelas, saatnya NHW #2 diberikan. Bingkisan yang diberikan kali ini cukup membuat saya berdiskusi panjang kali lebar bersama anggota keluarga karena saya diminta untuk menyusun “CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN” baik sebagai seorang individu, istri dan ibu.

Kami diminta untuk menyusun indikator yang realistis dan harus bisa dijalankan. Dalam proses menyusun checklist ini, mau tidak mau saya harus melakukan wawancara dengan suami dan anak-anak. Melalui diskusi panjang bersama suami, saya jadi tahu indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia. Sedangkan dari anak-anak, saya perlu tahu indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia. Jawaban-jawaban yang saya dapat dari suami dan anak-anak sangat sederhana, namun cukup membuat saya merenung lebih lama lagi karena ternyata begitu banyak hal yang harus saya perbaiki.

Oiya, dalam menyusun checklist ini, wajib banget untuk memenuhi syarat SMART, yaitu;

-SPECIFIC (unik/detil)
-MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
-ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
-REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
-TIMEBOND ( Berikan batas waktu)

Ikhtiar Menuju Ibu Profesional

Akhirnya dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim, saya mulai menyusun checklist yang nantinya insyaAllah dapat membantu saya sebagai pengingat agar lebih baik lagi menjadi seorang individu, istri dan ibu.

Meskipun sejak kecil saya sudah terbiasa membuat checklist dan timetable untuk diri sendiri namun tugas kali ini merupakan sebuah tantangan yang cukup berat bagi saya. Hingga saat ini entah berapa kali saya membuat checklist dan timetable untuk diri sendiri, namun selalu mandheg di tengah jalan. Ya, konsistensi alias istiqomah adalah hal yang harus selalu saya pupuk. Semoga saja dengan membagikan checklist ini, semakin banyak yang akan mengingatkan saya ketika semangat saya mulai kendor.

Checklist yang saya susun ini saya beri tenggat waktu untuk satu bulan, mumpung masih awal tahun sekalian menggembleng diri ini agar lebih disiplin menuju konsistensi diri. Setelah sebulan, insya Allah checklist ini akan direview dan disusun ulang menurut kebutuhan. Pesan suami ketika saya hendak menyelesaikan tugas ini adalah “lakukan dari yang paling sederhana dulu, supaya tidak merasa berat dalam menjalaninya. Kalau yang sederhana sudah terlewati, baru nanti buat checklist lagi.”

A. Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan Sebagai Individu

Jangankan sebagai seorang istri dan ibu, sebagai seorang individu saja ada banyak hal yang ingin saya perbaiki. Sebagai individu di sini saya kategorikan dalam hubungan saya dengan Allah, dengan diri saya sendiri dan dengan masyarakat sekitar. Berikut ini indikator yang saya susun;

a. Menjadi individu yang lebih beriman dan bertaqwa, meliputi;

Indikator Individu Beriman

🌸Memperbaiki bacaan al Quran dengan belajar tahsin lagi.
🌸Menambah hafalan setidaknya satu minggu bisa menambah hafalan satu ayat (jika panjang) dan tiga ayat (jika pendek).
🌸Sholat lima waktu dengan tepat waktu, tanpa nanti dan tapi.
🌸Tilawah minimal satu lembar setelah sholat.
🌸Merutinkan kembali dzikir pagi dan petang.
🌸Merutinkan kembali sholat sunah dhuha dan qiyamul lail.
🌸Merutinkan kembali hadir ke kajian ilmu dan liqo pekanan.

b. Menjadi individu yang lebih istiqomah, meliputi;

Indikator Individu Istiqomah

🌸Menyusun ulang jadwal bulanan dalam mengelola rumah tangga.
🌸Berolahraga pagi bersama anak-anak.
🌸Update blog minimal tiga post selama satu minggu.
🌸Muhasabah diri sebelum tidur.
🌸Mencatat kegiatan harian anak-anak dalam buku catatan khusus.
🌸Menata skala prioritas kegiatan harian.

c. Menjadi individu yang memberikan manfaat kepada masyarakat, meliputi;

Indikator individu masyarakat

🌸Jangan lupakan senyum, salam dan sapa saat bertemu tetangga atau ketika hadir pada sebuah pertemuan.
🌸Ketika menulis status atau posting sesuatu di sosial media, pastikan jika itu hal yang penting dan berguna.
🌸Bersilaturahmi dengan lebih baik di dunia maya dengan cara tidak hanya menjadi silent reader di grup-grup whatsapp, memilih grup yang benar-benar dibutuhkan dan lebih banyak memberikan manfaat.
🌸Lebih terbuka dan mau berbagi.
🌸Ketika memiliki informasi bermanfaat, tulis di blog atau bagikan lewat pertemuan dharmawanita.

B. Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan Sebagai Istri

Sebenarnya saat berdiskusi dengan suami, saya sudah bisa menebak keinginannya, pasti nggak jauh-jauh dari soal mengontrol emosi. Dan tebakan saya ternyata benar! Dengan gaya yang humoris dan penyampaian yang sederhana ini jawaban suami saya ; “jangan gampang emosi dan meledak-ledak, urus anak dengan lebih sabar dan senyum dong kalau saya pulang.” Dengan pedenya saya bilang, “masa iya cuma gitu doang?” Suami terkekeh, “udah itu aja dulu, ntar kalau yang itu udah bener baru ditambahin lagi.”😂

Dan inilah indikator yang saya susun untuk bisa membahagiakan suami sesuai permintaannya dan sedikit saya modifikasi ;

Indikator Istri

🌸Lebih baik lagi dalam mengontrol emosi, lebih sabar kepada anak-anak, dan dengarkan terlebih dahulu hingga tuntas ketika suami bicara baru berkomentar.
🌸Menyambut kepulangan suami dengan senyum yang manis apapun keadaannya, termasuk ketika suami pulang terlambat atau mendadak lembur.
🌸Merendahkan suara. (PR banget nih buat saya yang tukang ngeyel).
🌸Menyiapkan kebutuhan suami, seperti sarapan, baju untuk kerja, mengingatkan apa ada yang ketinggalan.
🌸Mencium tangan suami saat melepas pergi ke kantor.
🌸Memberikan suami me time (suami juga butuh kali menepi sejenak dari kecerewetan saya dan anak-anak).
🌸Mengingatkan suami dalam hal ibadah; tilawah, sholat, datang ke kajian.
🌸Mengalokasikan waktu ngobrol berdua.

C. Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan Sebagai Ibu

Saya tertawa stres di whatsapp suami ketika membaca PR minggu ini. Banyak limit pribadi yang harus ditembus untuk bisa menyelesaikannya. Mulai dari menyiapkan mental, tahan malu, siap menerima fakta, sampai siap terima diingatkan karena sudah sama-sama tahu.

Jawaban pemikiran ala lelaki dengan kesimpulan:

…selama mama nggak ngomel-ngomel, kami bahagia…

Sebelum tanya-tanya dengan suami, saya sudah sempatkan untuk bertanya-tanya dengan Faris. Faris seneng punya mama yang seperti apa. Dengan usianya yang baru tiga tahun, keinginan Faris pun cukup sederhana; “Faris seneng kalau Mama nggak sedih kalo Faris nggak nurut sama dan nemenin Faris mainan jual-jualan.” Belum sempat dijawab, Faris malah balik bertanya “kenapa sih kok Mama nggak ke kantor aja? Biar Mamanya cantik kaya tante-tante yang di kantor Papa. “ Lalu saya jawab, “Berarti Mamanya boleh ke kantor ya?” Langsung dijawab sama Faris, “eh, nggak mau ah nanti Faris di rumah sama sapa? kan Faris maunya semua sama Mama, mainan, belajar, bikin kue sama Mama. Tapi Faris maunya Mamanya yang cantik aja yang di rumah sama Faris.” Wah, PR banget ini bagi saya, rupanya saya kudu makeover diri supaya nampak cantik di depan anak bujang saya. 😂

Lanjut obrolan bersama Irbadh, berhubung ia baru berumur enam belas bulan dan ketika ditanyain jawabnya hanya “mama manya”, maka saya simpulkan bahwa si bayi yang beranjak besar ini maunya mama selalu ada di dekatnya, nggak boleh ninggalin jejak jauh-jauh, hihi.

Dari hasil diskusi yang unik dan lucu dengan anak-anak inilah, saya menyusun indikator sesuai keinginan mereka, tentu saja ditambah dengan beberapa resolusi pribadi saya sebagai seorang ibu.

Indikator Ibu

🌸Menyiapkan makanan sehat untuk anak-anak dengan membuat sendiri masakan dan snack untuk anak-anak.
🌸Melatih kemandirian anak-anak. Faris diharapkan dapat membereskan tempat tidur, mandi, makan, ganti baju, membereskan mainan sendiri. Sedangkan Irbadh, bisa ke toilet sendiri, mengambil minum sendiri, membuang sampah dan meletakkan baju kotor pada tempatnya.
🌸Mulai membiasakan Faris dengan kebiasaan beragama seperti sholat lima waktu, mengaji dan memberi sedekah kepada yang membutuhkan.
🌸Menyusun lesson plan Faris untuk kegiatan belajarnya di rumah, mulai merutinkan murojaah, mengenal huruf hijaiyah melalui makhrajnya, dan merutinkan playdate yang sesuai dengan minatnya.
🌸MengASIhi Irbadh hingga dua tahun.
🌸Memberikan stimulasi berbicara agar meminimalisir tantrum.
🌸Merutinkan berkisah, membaca buku bersama,dan bermain bersama dengan anak-anak.
🌸Menerapkan ilmu-ilmu parenting yang telah didapat, salah satunya menentukan konsekuensi ketika anak berebut sesuatu, Misal; anak-anak tidak diijinkan bermain jika tidak mau berbagi dan main bersama, jika salah satu pihak tidak mau berbagi maka berikan timeout.
🌸Lebih sabar menghadapi anak-anak; ketika anak-anak sedang marah/ menangis dan mulai kehilangan kesabaran, istighfar dan menepi sejenak, tidak langsung direspon secara spontan.

Karena anak-anak masih di masa-masa emasnya, maka saya mengkomunikasikan kepada suami dan memutuskan bahwa mereka saat ini adalah prioritas utama saya. Saya tidak lagi fokus untuk mencari penghasilan tambahan, dan memusatkan perhatian pada tumbuh kembang anak-anak.

Berdasarkan evaluasi saya, ketika terlalu fokus dalam membantu perekonomian keluarga ternyata saya semakin keteteran dalam mengasuh anak-anak. Teringat pesan dari bu Septi, “rejeki itu pasti, kemuliaan yang harus dicari.”

Alhamdulillah, selesai sudah NHW #2 kali ini. Semoga Allah berikan kemudahan kepada saya agar bisa menepati checklist yang telah saya susun untuk masa evaluasi sebulan ke depan dan semoga langkah awal ini bisa mengantar saya mencapai cita-cita sebagai seorang ibu professional. Hm, teman-teman punya nggak sih standarisasi semacam ini di rumah? Share dong 😄

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh