Rumbel Homeschooling Ibu Profesional Goes to Gardening with 3Leaves Farm

Assallamualaykum teman-teman

Weekend kemarin berkegiatan apa bersama ayah bunda?
Tahu nggak teman, Faris dan Irbadh bersama teman-teman di rumbel Homeschooling baru saja melakukan kegiatan yang seru lho! Kegiatan tersebut biasa dilakukan oleh pak tani, yaitu bertani, beternak dan berkebun. Faris Irbadh dan teman-teman senang sekali bisa melakukan aktivitas di luar ruangan apalagi melibatkan fisik mereka, meskipun lelah tetapi mereka tetap menjalani kegiatan dengan antusias dan gembira ria. Selain anak-anak, ayah bunda pun terlihat excited bisa membersamai anak-anak sekaligus bermain di alam terbuka.

Aktivitas seru ini dilaksanakan di Kebun 3Leaves Farm, Sei Temiang, Batam. Di kebun tersebut, kita bisa berwisata edukasi, belajar dan bermain dengan alam. Suasana kebun yang asri juga menambah semangat anak-anak dan orang tuanya juga. Selain belajar menanam tanaman mulai dari menyediakan lahan, menabur benih hingga panen, anak-anak bisa belajar langsung teknologi pertanian hidroponik, rumah kompos dan mengenal green house. Anak-anak homeschooler dibagi menjadi dua kategori kelompok sesuai usianya yaitu kategori A untuk anak-anak dengan rentang usia 3-5 tahun dan kategori B untuk anak-anak dengan rebtang usia 6-10tahun. Setelah dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai usianya, anak-anak sudah siap mengikuti arahan instruktur dan mulai berkeliling kebun. Kegiatan hari ini dipandu oleh Om Roby, yang lebih suka disapa Kak Roby oleh anak-anak hahah.

 

Faris menyiapkan media tanam di bedengan

Setelah berbaris sesuai dengan tim masing-masing, anak-anak dipersilahkan menuju bedengan tempat media penanaman sayur. Kemudian mereka diajari cara menyiapkan media tanam dengan mengaduk tanah yang sudah dicampur dengan kompos sesuai perbandingan yang pas. Setelah media tanam siap, anak-anak menaburkan benih kangkung dan mengaduk kembali tanah yang sudah bercampur dengan kompos. Meskipun sedikit bau, tetapi anak-anak sangat semangat mengaduk dan bermain tanah. Setelah selesai menabur bibit, anak-anak melanjutkan kegiatan selanjutnya yaitu belajar memanen sayur.

 

 

Tak usah menunggu lama, anak-anak lanjut memanen sayur kangkung. Sambil memanen ayah bunda memberikan wawasan mengenai bagian-bagian tumbuhan seperti, akar, batang, dan daun. Anak-anak sangat senang bisa menyentuh langsung bagian dari tumbuhan yang biasanya mereka lihat di buku atau video saja. tanaman tersebut dan mereka berkesempatan untuk menanam secara langsung lho! Setelah dipanen anak-anak mencuci hasil panenannya sendiri dengan sedikit bantuan tim pengawas. Disini anak-anak belajar mengantri dan bersabar di dalam kelompok.

Setelah puas memanen, anak-anak istirahat sebentar untuk sekedar minum dan makan es mambo yang dibawa oleh kak Dwi, tim 3Leaves Farm. Lepas beristirahat, anak-anak beserta ayah bunda dipersilahkan untuk masuk ke greenhouse sayur dan mempelajari teknologi hydroponik.

 

Menengok Green House dan Teknologi Hydroponik

 

Faris mencoba memegang rockwoll dan mendengar penjelasan

 

Setelah berkebun, kali ini anak-anak mendapat pengetahuan baru mengenai apa itu greenhouse.
Greenhouse adalah sebuah bangunan yang dibentuk untuk menghindari dan merawat tanaman terhadap segala macam perubahan cuaca, green house juga dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai rumah kaca.

Green house memang dibuat dengan atap yang berbentuk melengkung dan juga biasanya dibuat dari bahan-bahan yang transparan seperti kaca, plastik uv, acrylic, dan lain sebagainya. Ada beberapa tujuan mengapa green house dibuat dengan atap yang tembus pandang, hal ini bertujuan agar cahaya matahari dapat masuk secara langsung untuk menyinari beberapa tanaman yang ada di dalam green house.

 

N2 tempat menunggu untuk dipindah ke pipa-pipa

Lalu apa Manfaat dari green house?

1.Sebagai sarana untuk melakukan pembibitan tanaman
Berkaitan dengan cuaca Batam yang tidak menentu dan bergantung angin laut sehingga membuat tanaman mudah rapuh, maka dari itu dengan dibuatnya green house ini dapat dijadikan sebagai sarana yang baik untuk melakukan pembibitan tanaman.

2. Sebagai tempat untuk melakukan merawat tanaman
Maksudnya untik merawat tanaman yang memiliki masalah seperti terkena hama, penyakit tanaman, dan lain sebagainya. Maka dari itu jika diletakkan di dalam green house ini dinilai akan aman sehingga tidak akan terkena penyakit lainnya yang ada diluar sana.

3. Sebagai tempat untuk membudidayakan tanaman tertentu
Ada beberapa tanaman yang hanya dapat tumbuh jika dirawat di tempat-tempat tertentu seperti tanaman holtikultura yaitu buah, sayur, bunga, tanaman herbal, dan juga beberapa tanaman hias. Tanaman jenis tertentu membutuhkan tempat yang harus terjaga dari sinar mataharinya, suhunya, kandungan airnya, dan lain sebagainya.

4. Sebagai sarana agro wisata. Selain mempunyai manfaat yang bisa dijadikan sebagai salah satu sarana untuk merawat tanaman, green house ini juga digunakan sebagai sarana agro wisata seperti petik buah, dan sayur.

Setelah melihat greenhouse anak-anak diajak ke ruang semai dan melihat teknologi hydroponik kincir. Bersama dengan Kak Maya Henni, ayah dan bunda semangat sekali berdiskusi dan mendapatkan pengetahuan baru. Selama ini konstruksi permanen alias statis menjadi pilihan dalam menanam sayuran hidroponik karena investasinya lebih murah. Itu artinya posisi tanaman tetap, tetapi nutrisi yang bergerak dengan cara merendam atau mengalir.

 

 

 

Berbeda dengan hidroponik kincir sepanjang 1,5 meter yang dapat memuat 40 tanaman itu. Nutrisi diam dalam bak, dan tanaman yang bergerak menyentuh nutrisi dengan cara berputar seperti kincir yang digerakan oleh mesin. Setiap kali berputar, seperempat pot tanaman akan terendam selama 3-4 detik.
Secara kelayakan ekonomis, model hidroponik kincir butuh investasi besar, tetapi bagi penghobi hydroponik, hidroponik kincir bisa menjadi pilihan kreasi dari model hidroponik yang ada.

Agenda terakhir anak-anak belajar ke rumah kompos. Rumah kompos merupakan bentuk kepedulian terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. Kompos di kebun 3Leaves Farm, berasal dari kotoran hewan seperti sapi, kambing dan ayam.

Puas bertanya-tanya kepada tim 3Leaves anak-anak dan ayah bunda beristirahat sambil makan salad dan infused water yang disediakan oleh panitia. Berkunjung ke kebun 3Leaves rasanya seperti bertemu keluarga kedua, mereka sangat hangat dan terbuka berbagi informasi seputar gaya hidup dan makanan sehat.
Kegiatan berkebun ini dilakukan agar anak-anak bisa dekat dengan alam, mengenal macam-macam tanaman dan menghargai profesi petani yang sudah membantu menyediakan bahan makanan yang kita perlukan sehari-hari.

Ayah dan bunda pun senang melihat pemandangan yang hijau serta mendapat banyak pelajaran mengenai berbagai macam tanaman, cara menanam dan nutrisi apa saja yang terkandung di dalamnya. Anak-anak juga tidak malu untuk bertanya kepada kakak-kakak yang memandu kegiatan berkebun hari ini.

Dengan berkegiatan di alam dapat menumbuhkan minat yang berhubungan dengan alam, karena banyak kegiatan yang mereka lakukan. Seperti bermain kunga kitiran, mengamati ulat, belalang dan cacing serta banyak kegiatan outdoor yang jarang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini diharapkan bisa menambah wawasan anak-anak mengenai sayuran yang mereka makan sehari-hari melalui proses yang panjang, mulai dari menanam, pemeliharaan, dan memanen. “Banyak pelajaran yang bisa anak-anak dan ayah bunda ambil dari kegiatan kita hari ini. Bagaimana seharusnya kita mencintai bumi yang memberikan banyak hal kepada manusia. Sudah seharusnya kita menjaga bumi yang Allah beri,” ujar Ibu Maya Henny selaku komisaris PT Kebun Hijau Agrindo. Tak lupa usai kegiatan berkebun kita berfoto lengkap bersama tim dari 3Leaves Farm.

 

 

Foto Bersama Keluarga Rumbel Homeschooling Ibu Profesional Batam dan Tim £Leaves Farm

 

 

 

 

 

 

#HijrahParenting
#CeritaHijrah
#CeritaHijrah19

Bedah Buku “Agar Sehafal Al-Fatihah” bersama Ibu Profesional Batam

Pagi tadi, Ahad tanggal 11 Maret 2018, Qur’an Learning Centre dan Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Batam menyelenggarakan bedah buku “Agar Sehafal Al-Fatihah”. Acara ini digelar dalam rangka meningkatkan kualitas interaksi dan pemahaman terhadap Al-Qur’an, agar semakin mudah dihafal.

Puluhan muslimah berbusana rapi memadati ruang aula pemko BP Batam. Ibu-ibu dan mahasiswi hadir bersama, meskipun membawa bayi dan anak-anaknya tidak menyurutkan niatnya untuk belajar Al Qur’an bersama.

Sekitar pukul 9 pagi, acara dimulai dengan pembukaan dan tasmi’ Al-Qur’an oleh Hanna Wardatul Jannah, putri dari Mbak Sandi salah seorang member Ibu Profesional Batam.

Setelah sambutan dari Mbak Erli Oktania, leader Ibu Profesional Batam tibalah giliran acara yang dinantikan yaitu sesi bedah buku yang dipandu oleh Ustadzah Afifatun Nisa, Lc.

Al-Qur’an adalah kitab suci yang hingga hari ini masih orisinil, sesuai dengan apa yang Malaikat Jibril sampaikan kepada Nabi Muhammad pertama kali. Tidak ada perubahan sama sekali di dalamnya. Allah menjaga Al-Qur’an, tidak seperti kitab suci Nabi lainnya yang hari ini sudah banyak mengalami perubahan.

Read more

Mari Menulis! Turunkan Impian, Dekati Kenyataan ❤️

“Kita adalah murid seumur hidup”

Entah di mana saya pernah membacanya, tapi kalimat itu menempel lekat-lekat di ingatan saya. Dulu ketika masih menjadi pekerja lepasan, di luar pekerjaan yang tidak henti-hentinya harus digapai dan dilakukan, ada kebebasan yang menyenangkan ketika hidup tidak terikat jam kantor. Artinya bisa gawat kalau saya sedang kumat “nggak disiplin”-nya. Tapi, bisa juga menggembirakan karena artinya kita bisa punya waktu untuk membaca lebih banyak buku, misalnya,traveling lebih banyak, atau bahkan belajar lebih banyak lagi.

Belajar lebih banyak lagi!

Disiplin!

Disiplin!

Disiplin!

Setidaknya, ada beberapa workshop(kursus) pendek yang pernah saya ikuti untuk mengasah kemampuan menulis. Sebelum workshop project bersama Ibu Profesional Batam, saya mengikuti kelas menulis cerita anak secara online bersama Mbak Wulan Mulya Pratiwi. Ah, rasanya belum cukup ilmu yang saya peroleh dengan belajar secara online. Alhamdulillah, Sabtu kemarin saya dipertemukan dengan Mbak Heni, Mbak Arum dan Mbak Dian dari Kopi Write Indonesia.

InsyaAllah bersama Ibu Profesional, impian mengukir kenangan lewat tulisan bisa terwujud. Semoga Allah memudahkan segala prosesnya, meski tertatih dan harus KERAS terhadap diri sendiri. Satu pesan yang saya ingat dari Mbak Heny, “meskipun project menulis ini antologi, tetaplah menulis sesuai dengan gaya kita karena genrelah yang akan menemui jalannya sendiri.”

Mari Menulis! Turunkan Impian, Dekati Kenyataan ❤️

Nerf Gun War, Bahasa Kasih Keluarga Kami 💌

Kita pasti tahu ya, bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Melalui bermain, mereka bisa belajar banyak hal. Bahkan semenjak bayi, kita berinteraksi dengan mereka lebih banyak melalui bermain. Kenapa bermain? Karena anak-anak itu memiliki energi yang luar biasa banyaknya untuk digunakan sehingga nggak heran kalau mereka seakan nggak ada capeknya. Bergeraaak terus kesana kemari. Selain itu, otak mereka juga sedang dalam perkembangan yang sangat pesat, sehingga mereka selalu punya rasa ingin tahu yang besar dan ingin mengeksplorasi segala sesuatu.

Ngomongin mainan, saya dan suami sudah hampir sebulan ini senang membahas mainan tembakan nerf. Sudah tahu belum tembakan nerf? Iya, Nerf Gun adalah salah satu mainan branded yang sedang naik daun. Mainan tembakan ini baru saja resmi masuk ke Indonesia, tetapi buat keluarga kami sudah sangat familiar dengan mainan ini. Berbgai macam tipe, model dan bentuk sampai jenis pelurunya pun banyak yang sudah kami coba-coba 😁

Di etalase toko online kami, alhamdulillah setiap minggu terjual minimal satu pcs tembakan ini. Jangankan anak-anak, remaja dan bahkan orang dewasa juga suka bermain Nerf Gun, lho!

Bagaimana tidak? Selain menyediakan kepuasan adrenalin yang sama sekali tidak berbahaya, Nerf Gun juga bisa dimainkan dalam banyak cara.

Banyak permainan seru yang bisa kami lakukan dengan Nerf Gun.

Kami dan anak-anak sering memanfaatkan waktu kebersamaan untuk bersenang-senang dengan Nerf Gun di dalam rumah.

Tentunya untuk pertandingan tembak-tembakan di dalam rumah, kami dan keluarga juga perlu Nerf Gun yang sesuai juga. Untuk kegiatan bermain indoor yang ramah dan aman terhadap eksistensi berbagai perabotan dan pajangan rumah hahaha…

Jadi kami cenderung menggunakan Nerf Gun yang memiliki ukuran pendek. Nggak mau juga kan vas bunga kesenggol hingga pecah ketika asyik mengayunkan Nerf Gun yang berlaras panjang?

Kompetisi Bersahabat dengan Target Shooting

Bermain nerf gun dapat meramaikan suasana, baik untuk anak-anak dan kami, orang tuanya😁 Kami hanya perlu membuat target tembakan saja. Targetnya pun bisa beragam. Mulai dari kaleng bekas, balon air yang diayun, hingga papan magnet haha

Untuk permainan adu keahlian akurasi semacam ini, saya dan suami senang beradu ala ala. Meskipun simple tetapi momen bermain seperti ini sangatlah mengesankan.

Walaupun Nerf Gun memiliki peluru dari foam yang insyaAllah aman, tetapi mungkin ada beberapa orang yang takut bermain Nerf Gun. Buat yang parno, boleh menggunakan kacamata pengaman dan permainan dapat dipastikan 100% tidak berbahaya. Solusi kedua nih, biasanya kami mengajak anak-anak bermain Nerf Gun air. Nerf gun air sangat cocok dimainkan oleh anak balita.

Main Air makin Rusuh

Keuntungan lain dari permainan Nerf Gun air adalah faktor kompetisi yang sesungguhnya nggak ada. Walaupun anak-anak terlihat saling menembak satu sama lain dengan air, tetapi kita tidak akan bisa menentukan siapa yang menang karena semuanya pasti sama-sama basah! Cocok kan dimainkan untuk anak balita yang masih dalam masa egosentris. Tertarik juga mencoba permainan ini?

#day11
#22Feb18
#Batam
#SinergiAsadanRasa
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Serunya Kegiatan Cooking Class Homeschoolers Batam Bersama Khansa Pizza

Akhir pekan ini, Rumbel Homeschooling Ibu Profesional Batam mengajak anak-anak untuk belajar memasak pizza besama dengan Khansa Pizza Batam. Siapa tahu suatu saat menjadi chef handal seperti aksi anak-anak di serial televisi “Junior Masterchef”.

Dalam rangka mengisi libur panjang di akhir pekan, orang tua juga bisa mengenali bakat anak-anak. Khansa Pizza Batam bisa dijadikan alternatif untuk kegiatan cooking class bagi anak-anak mulai usia tiga tahun. Anak-anak akan diajarkan dasar membuat adonan (dough) pizza, meletakkan berbagai topping sampai dengan pizza siap dimakan. Meskipun Faris sudah sering belajar memasak bersama Mama, namun kegiatan cooking class bersama teman-teman homeschoolers membuatnya sangat excited.

Sebelum kegiatan cookingclass dimulai, Mbak Erli Oktania membuka dengan sedikit sambutan. Rasa syukur akhirnya terlaksana juga kegiatan cooking class hasil kolaborasi Rumbel Homeschooling Ibu Profesional Batam.

Kegiatan membuat pizza pagi ini dipandu langsung oleh Mbak Tami, owner Khansa Pizza. Sebelum mulai membuat pizza, Mbak Tami menceritakan terlebih dahulu sejarah darimanakah pizza berasal. Anak-anak antusias sekali menjawab ketika Mbak Tami bertanya siapa yang tahu pizza itu asalnya darimana.
Karena anak-anak sudah tidak sabar, kegiatan memasak pun segera dimulai.

Tiga orang anak dipanggil secara acak oleh Mba Tami untuk membantu memberikan demo kepada teman-teman yang lainnya. Ada Rio, Razha dan Ale yang membantu mencampur bahan utama dalam pembuatan dough yaitu tepung terigu, gula, garam, ragi, air, dan minyak goreng.

Ketika teman-temannya dipanggil, Faris tidak sabar untuk ikut serta belajar mencampur adonan juga. Jadilah dengan inisiatif, ia naik sendiri ke atas panggung bergabung bersama kak Sisy dan kak Ai untuk sama-sama mencampur bahan-bahan hingga menjadi adonan dough yang kalis. Sambil menunggu adonan rotinya mengembang, anak-anak menyiapkan topping apa saja yang akan diletakkan di atas roti pizzanya nanti.

Mbak Tami memandu kelas memasak pizza ini dengan interaktif. Anak-anak pun semangat sekali karena mereka diberikan kepercayaan untuk melakukan semuanya sendiri.

Setelah dough pizzanya mengembang, lagi-lagi Faris naik lagi ke panggung membantu teman-temannya mendemokan cara menyusun topping pizza, mulai dari menuang saos dasar pizza yang terbuat dari saos tomat dan campuran berbagi rempah khas Italia yaitu oregano. Kemudian dilanjutkan dengan menabur keju mozarella, meletakkan sosis, menabur jagung dan paprika serta terakhir menuang mayonaise.

Setelah selesai meletakkan topping, anak-anak menunggu antrian untuk memasukkan pizza masing-masing ke dalam oven. Tidak lupa Faris dan teman-teman menancapkan bendera bertuliskan namanya di atas pizza mininya.

Sembari menunggu pizzanya matang, Faris dan teman-teman menyiapkan kotak pizza yang sudah disediakan oleh panitia. Mereka belajar melipat sesuai dengan pola yang ada. Setelah berhasil melipat kotak pizzanya, anak-anak bisa berfoto bersama dengan teman-temannya. Ada juga yang berani tampil di atas panggung, dari sekedar berkenalan hingga menyanyi dan menghafal surat pendek atau do’a harian.

Ah rasanya anak-anak sudah tidak sabar ingin mencicipi pizza yang dibuat tadi. Ini dia pizza buatan Faris.

Setelah selesai sesi makan pizza bersama teman-teman dan sesi pemotretan. Faris bersiap untuk pulang dan mengambil sertifikatnya. Pengalaman yang mengesankan sekali hari ini. Melalui kegiatan cooking class, banyak manfaat yang diperoleh anak seperti mengembangkan bakat, minat, kreativitas, melatih konsentrasi, motorik halus, sensitivitas rasa dan daya ingat.

Beberapa tempat kursus di Batam biasanya membuka kelas trial (percobaan) berupa paket memasak dalam sehari untuk memperkenalkan kelas memasak yang mereka miliki. Pilihan lain jika anak-anak tertarik belajar memasak adalah mengikuti acara cooking class yang diselenggarakan hotel-hotel berbintang seperti Harris Hotel Batam Centre atau Best Western Premier Panbil Batam.

Pilihlah acara cooking class sesuai usia anak-anak. Untuk usia balita, biasanya program yang ditawarkan sederhana dan lebih banyak unsur menyenangkan seperti menghias cupcakes atau pizza. Sementara untuk usia yang lebih besar, di atas 6 tahun sampai 12 tahun, dapat belajar memasak yang sesungguhnya. Ingin mengikuti kegiatan cooking class seperti Faris dan teman-teman? berikut ini beberapa tempat pilihan belajar memasak di Batam untuk anak-anak.

1. Young Chefs Academy

Sekolah memasak ini diperuntukan bagi anak usia 3 sampai dengan 16 tahin. Anak-anak akan diajarkan bagaimana cara memasak makanan kesukaan mereka dengan cara yang aman. Para orang tua juga bisa melihat secara langsung. YCA menawarkan tema dan bahan yang berbeda setiap minggunya. Tertarik?

Alamat : Komplek Tunas BizzPark block b nomor 23, samping Sun bread batam centre, Batam, Riau, Indonesia, 29432
IG : yca_batam
Web : youngchefacademy.com

2. Tiola Cake Batam

Tiola Cake Batam memberikan kesempatan belajar membuat cake dan cookies. Anak-anak dapat belajar membuat dan mendekorasikan kue kecil yang bisa mereka bawa pulang sebagai hadiah. Biaya pendaftaran per-anak mulai Rp. 120.000-an. Sudah termasuk sertifikat, resep dan foto anak.

Alamat :
🌸Ruko Nagoya Hill R4 D6

🌸Happy Valley Garden B 28, belakang BCA Jodoh/Sekolah Kartini
Telp/WA : 0812-1020-2016

IG : Tiola Cake Batam

3. Pizza Hut Junior Maker

Melalui program ini anak-anak bisa belajar masuk dapur pembuatan pizza. Anak-anak akan diterangkan bagaimana bahan dan cara pembuatan pizza dimulai dari tepung sampe jadi Dough diberi topping sampai dipanggang dan benar-benar jadi sebuah pizza siap santap. Ada dua paket PMJ yang bisa dipilih yaitu PMJ Basic dan PMJ +. Beda dari kedua paket itu terletak pada kegiatan tambahan yakni mewarai bersama dan kreasi balon lucu. Paket PMJ Basic biayanya Rp. 40.000, anak-anak mendapat 1 small pan pizza buatan sendiri + 1 soft drink + sertifikat anak. Sedangkan untuk paket PMJ plus anak-anak mendapat tambahan buku mewarnai dan belajar membentuk balon.

Alamat : Komp. Lucky Permai, Jl. Raden Patah No. 6-8 Nagoya, Batam. 
Telepon : 0778-454820.

#day7
#18Feb18
#Batam
#3y6m
#1y6m
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Promosi Gerakan Sadar Pajak Dengan Cara Asyik dan Kekinian

Apa sih fungsi pajak? Kenapa kita harus bayar pajak?

Melihat kondisi negara Indonesia saat ini maka pemerintah berperan untuk mengadakan infrastruktur publik, seperti jalan, jembatan, transportasi masal, dan berbagai fasilitas publik lainnya. Selain itu, pemerintah juga menggunakan pajak untuk pengeluaran sosial seperti program kesehatan BPJS, subsidi pendidikan, dan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun upaya pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajak nyatanya masih terganjal beberapa kendala. Salah satunya adalah masih rendahnya kesadaraan masyarakat akan kewajiban membayar pajak, meskipun sebenarnya regulasi yang dibuat terkait kewajiban membayar pajak sudah sangat jelas.

Atas dasar permasalahan tersebut, maka edukasi kepada masyarakat terkait kewajiban pajak dirasa sangat perlu dilakukan. Yang menjadi dilema selanjutnya adalah saluran apa yang dapat dipilih oleh pemerintah untuk menyampaikan pesan ini. Belajar dari para pegiat dunia periklanan, rupanya pemerintah melakukan edukasi terkait kewajiban membayar pajak melalui berbagai media, baik cetak (koran, majalah, tabloid, billboard), maupun daring dan elektronik (radio dan televisi).

Definisi Iklan

Wright memberikan definisi iklan seperti yang dikutip oleh Alo Liliweri di dalam bukunya Dasar-Dasar Komunikasi Periklanan, “iklan merupakan proses komunikasi yang mempunyai kekuatan yang sangat penting, alat pemasaran yang membantu menjual barang, memberikan  pelayanan, serta gagasan atau ide-ide melalui saluran tertentu dalam bentuk informasi yang persuasif”.

Pada umumnya pemasangan iklan dikenakan biaya oleh pengiklan, namun ada iklan yang tidak kena biaya pemasangan iklan, yakni iklan layanan masyarakat. Pengiklannya biasanya berasal dari lembaga non komersil yang bertujuan menyampaikan informasi untuk kepentingan sosial.

Apa sih Iklan Masyarakat itu?

Iklan layanan masyarakat adalah pesan komunikasi pemasaran untuk kepentingan publik tentang gagasan atau wacana untuk mengubah,memperbaiki atau meningkatkan sikap atau perilaku mereka.
Media massa memberikan ruang dan waktu pada iklan layanan masyarakat secara cuma-cuma. Hal ini sangat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran pasal 33 yang mengatakan bahwa bagi siaran iklan layanan masyarakat wajib diberi porsi sekurang-kurangnya 10 % dari waktu siaran niaga di lembaga penyiaran swasta, dan sekurang-kurangnya 20 menit dalam sehari bagi lembaga penyiaran pemerintah yang disiarkan tersebar sepanjang waktu penyiaran. Hal ini juga sangat sesuai dikarena iklan layanan masyarakat menginformasikan masalah-masalah sosial yang banyak dihadapi masyarakat.

Karena fungsinya untuk menyampaikan informasi atau bahkan propaganda, membuat iklan layanan masyarakat terkesan tidak terlalu diperhatikan. Terkadang, pesan atau informasi yang disampaikan tidak diatur sebaik iklan produk sehingga tidak tersampaikan dengan cara yang disukai masyarakat umum. Media yang digunakan juga cenderung sederhana dan tidak mencakup sasaran komunikasi. Sehingga terkesan tidak ada sosialisasi padahal komunikasi sudah dilakukan namun media yang tidak tepat membuat komunikasi tidak terjadi dengan baik.

Pemilihan media ini tidak bisa disebut sebagai faktor utama komunikasi yang tidak baik. Namun, menjadi salah satunya. Media disini dipengaruhi oleh keberagaman media saat ini dan iklan itu sendiri. Masyarakat saat ini hidup di era yang didominasi oleh teknologi dan digital.

Gerakan Sadar Pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia

Gerakan Sadar Pajak tengah digalakkan oleh Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia. Instansi pemerintah ini terus mempromosikan kesadaran masyarakat Indonesia untuk menunaikan kewajiban mereka sebagai warga negara. Selain melalui media televisi dan radio, juga berupaya mengedukasi secara proaktif dengan menghimbau melalui akun sosial media Ditjen Pajak RI.

Bukan rahasia lagi, akun Twitter Ditjen Pajak RI merupakan media sosial yang paling aktif dan tinggi interaksinya. Akun twitter Ditjen Pajak Republik Indonesia sangat interaktif dan sering mempromosikan gerakan sadar pajak dengan cara yang asyik dan media yang kekinian yaitu melalui social media. Misalnya nih komik Son Goku yang diunggah pada tanggal 24 Agustus 2017.

Pada tanggal 24 Agustus 2017, admin akun Twitter @DitjenPajakRI mengunggah cuitan yang lucu. Dalam cuitan itu, tampak sosok karakter Son Goku yang bertanya apakah kalau awan kinton, kendaraan andalannya dijual bakal kena pajak layaknya mobil dan motor?

Karena di komik si Son Goku sedang bertanya, maka…netizen menjawab “Jawabnya ada di ujung langit. Kita ke sana dengan seorang anak. Anak yang tangkas dan juga pemberaniii. Bahkan netizen ada yang iseng menggabungkan thread twitter itu dengan lagu aslinya.

Admin akun Twitter Ditjen Pajak Republik Indonesia @DitjenPajakRI sering merespon dan membuat cuitan yang ringan dan informatif serta bersahabat di mata para followers.

Melalui sosial media, admin pengelola akun ini berhasil memberikan jawaban kocak terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pengguna Twitter lain. Semoga dengan begini simpati masyarakat untuk taat pajak semakin meningkat. Terutama di kalangan millennials.

Kalau anda sudah memenuhi syarat dan berpenghasilan, maka wajib taat dengan kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia. Ingat, pajak ini dari kita untuk kita juga. Yuk taat pajak!

Launching Rumah Belajar Ibu Profesional Batam dan Workshop Food Photography

Salam Ibu Profesional,

—Batam, Minggu (21/01/18) Ibu Profesional Batam melaunching Rumah Belajar untuk mendukung peningkatan kualitas diri melalui berbagai passion masing-masing. Bersamaan dengan event tersebut, Ibu Profesional juga mengadakan workshop basic fotografi yang dipandu oleh Mbak Yayuk Wulan yang notabene dikenal sebagai seorang blogger dan juga member kompakers Batam. Bertempat di Tea Box Coffe, Sukajadi acara ini dimulai pukul 09.00 hingga pukul. 12.00 WIB.

Acara hari ini dibuka dengan kegiatan registrasi ulang peserta yang tentunya juga merupakan member Ibu Profesional Batam. Kemudian, dipandu oleh Mbak Evy sebagai mc, kegiatan hari ini diawali dengan bacaan ayat suci Al Quran bersama Mbak Resha Nesia.

Leader Ibu Profesional Batam, Mbak Erli Oktania dalam sambutannya menyatakan bahwa melalui Rumah Belajar yang ada di Ibu Profesional Batam, Insitut Ibu Profesional berharap bisa menjadi tempat yang nyaman layaknya sebuah rumah bagi para Ibu Profesional yang berada di Batam. Dengan adanya berbagai Rumah Belajar yang ada di Ibu Profesional Batam juga bertujuan agar dapat meningkatkan potensi yang dimiliki oleh para Ibu sehingga membawa manfaat bagi banyak orang nantinya.

Sebelum acara inti, Ustadzah Afifatun Nisa, Lc memberikan tausiah kepada para Ibu Profesional agar tetap semangat mengejar ilmu. Kewajiban menuntut ilmu itu dari lahir sampai menutup mata. Meskipun sebagai Ibu dan segudang aktifitas baik domestik maupun publik, kita harus tetap menyempatkan diri menghadiri majelis ilmu. Meskipun suasana. sangat riuh oleh tingkah polah anak-anak tetapi tidak mengurangi semangat Ibu Profesional untuk menyimak kajian ini. Ustadzah Afifatun pun berkisah melalui sosok istri Rasulullah SAW yakni Zainab binti Jahsy Radhiallahu anhu.

Zainab radhiyallahu ‘anha adalah seorang wanita shalihah, bertakwa dan tulus imannya, hal itu dinyatakan sendiri oleh Sayyidah Aisyah tatkala berkata, “Aku tidak melihat seorangpun yang lebih baik diennya dari Zainab, lebih bertakwa kepada Allah, dan paling jujur perkataannya, paling banyak menyambung silaturrahim, dan paling banyak shadaqah, paling bersungguh-sungguh dalam beramal dengan jalan shadaqah dan taqarrub kepada Allah.

Beliau radhiyallahu ‘anha adalah seorang wanita yang mulia dan baik. Beliau bekerja dengan kedua tangannya, beliau menyamak kulit dan menyedekahkannya di jalan Allah yakni beliau bagi-bagikan kepada orang­-orang miskin.
Mengambil hikmah dari kisah istri Rasulullah SAW, diharapkan semoga para Ibu bisa meneladani sifat dan akhlaknya sehingga meninggikan derajatnya juga.
Kemudian menginjak inti acara yakni Launching Rumah Belajar, melalui sambutannya Mbak Intan Sulistyorini selaku manager offline menyatakan Rumah Belajar Ibu Profesional Batam resmi dilauching hari ini.

Apa saja sih Rumah Belajar yang berada di bawah naungan Ibu Profesional Batam? Rumah Belajar yang diresmikan diantaranya Rumbel Alquran, Rumbel Menulis, Rumbel Craft, Rumbel Menjahit, Rumbel Memasak dan Rumbel Bisnis.
Setelah sesi foto dan peresmian melalui koordinator masing-masing Rumah Belajar, tibalah saatnya kegiatan workshop basic photography dimulai.

Tema yang diusung dalam workshop ini adalah salah satu genre dari stilllife photography yaitu “food photography”. Makanan adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Sedangkan food photography dalam pengertian sederhana adalah teknik memotret makanan menjadi lebih menggoda sehingga membuat orang yang melihat foto makanan menjadi tertarik, tertarik untuk mencoba makanan atau minuman yang ada di dalam foto.
Mbak Yayuk Wulan menjelaskan terlebih dahulu teori dasar-dasar dan teknik dalam foood photography.

Hal-hal penting dalam food photography antara lain sebagai berikut:

1.Konsep

konsep adalah elemen yang penting untuk membuat foto itu tampak “bernyawa”. Tantangan terberatnya adalah bagaimana membuat objek makanan sebagai benda mati bisa terlihat menggiurkan. Dengan memikirkan konsep sebelum mengatur segalanya, kita menjadi tahu mau dibawa kemana objek foto kita. Konsep ibarat kerangka dasar tema dalam sebuah pemotretan yang akan memudahkan kita menentukan properti pendukung, menentukan lighting, menentukan styling dan komposisi, serta menjadi acuan mengenai apa yang hendak disampaikan kepada audience.

2. Lighting

Pastikan saat memotret kita punya cahaya yang cukup. Tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap. Boleh saja sebenarnya di tempat yang agak gelap tetapi nanti fotonya bertema stillife. Tapi untuk kita yang baru belajar apalagi untuk foto produk atau makanan yang dijual sarannya pakai cahaya yang cukup. Karena kebanyakan orang akan lebih tertarik dengan sesuatu yg jernih, cerah, berwarna. Jam yang punya cahaya bagus buat motret pagi antara jam 6-9 pagi, saat cahaya masih soft.

3. Komposisi

Secara teori, komposisi adalah sebuah cara untuk memanfaatkan dan mengisi ruang kosong agar foto lebih dinamis dan bervolume. Sederhananya diartikan sebagai keseimbangan. Dalam Food Photography ada istilah repeat. Peletakan objek untuk menyeimbangkan objek lain. Pengulangan dapat berupa benda yang sama, atau warna yang sama, bisa juga tidak ada kesamaan namun ada ikatan dengan konsep yang ingin diciptakan.

4. Props dan styling

Properti pendukung objek utama. Bisa apa aja yang kita punya. Misal kita mau memfoto gorengan ya properti yang dipakai sendok, sambal mungkin, teh/kopi dalam gelas. Gunakan properti tambahan sebagai alas atau background, misalnya garnish, talenan, vas bunga, piring-piring cantik, karung goni. Bisa juga memakai kertas kado bermotif sebagai alas makanan atau latar dinding. Apa saja bisa jadi aksen untuk foto makanan. Bahkan anak kita yang sedang memegang piring makanan juga boleh. Tapi, jangan terlalu ramai. Styling atau penataan, usahakan produk/objek biasanya kita sebut POI (point of interest) harus selalu terlihat paling menonjol dimanapun tempatnya.

5. Angle foto

Angle foto ini ada banyak tapi fokus ke objek biasanya pakai eye level atau sejajar dengan mata kita. Food photography bisanya menggunakan eye level ini. Karena kalau foto makanan pastinya akan keliatan banyak dan enak di foto pakai angle ini. Satu lagi yang sering dipakai juga bird eye. Namanya burung pasti liatnya dari atas. Fotonya disebut flatlay. Makanan tertentu juga cocok kalau difoto model flatlay ini.

6. Edit

Edit itu pasti, tapi edit yg nggak berlebihan. Senatural mungkin lebih baik. Sebuah foto harus siap edit. Maksudnya foto aslinya udah harus bagus. Seperti kue rasanya harus sudah enak jadi mau dihias bentuk apapun tetap enak. Editor yg dipakai biasanya VSCO, Snapseed, dan PicsArt.

Mbak Yayuk mempraktekkan cara menyusun properti sebelum mengambil foto

Setelah menjelaskan materinya, Mbak Yayuk Wulan langsung memberi contoh bagaimana caranya menentukan tema dan konsep foto, mengatur properti sampai dengan proses memotret makanan. Semua peserta pun mencoba mengambil foto satu persatu kemudian dikomentari langsung hasilnya oleh Mbak Yayuk Wulan. Memang belajar memotret itu perlu latihan dan kebiasaan.

ini hasil jepretan saya!

Ah, tidak terasa waktu menunjukkan pukul 12.00, tibalah di penghujung acara tidak lupa kami berfoto bersama-sama. Sampai berjumpa di event Ibu Profesional Batam selanjutnya ya 😘

Rumbel Menulis IIP Batam : Semangat Baru Dalam Menulis

Aliran Rasa Rumbel Menulis

Kalau ditanya mengenai pengalaman menulis, rasanya semua yang saya kerjakan selama ini setengah-setengah. Ketika SMP,awal saya menulis, saya bergabung ke dalam klub majalah dinding. Saya juga mengirim tulisan ke majalah remaja kala itu. Menginjak SMA, pengetahuan menulis saya meningkat melalui tim majalah sekolah namun gaya penulisan saya mendadak berubah sejak aktif sebagai wartawan freelance di koran Jawa Pos. Ketika kuliah, kesibukan menulis dialihkan dengan mengambil job draft peraturan daerah dan entah mengapa saya merasa gaya penulisan saya terlampau serius.

Itu sepenggal kisah kelam latar belakang menulis saya yang tenggelam dimakan rutinitas. Dulu saya belum tahu caranya untuk bergabung dengan sesama penulis. Mungkin komunitas menulis juga belum ada. Berbeda dengan sekarang, komunitas penulis mudah kita ketahui baik di dunia nyata maupun dunia maya. Ketika bertemu dengan rumah belajar menulis IIP, tanpa pikir panjang saya langsung memutuskan untuk bergabung. Setelah bergabung dengan rumbel IIP, saya merasa seperti dilahirkan kembali. Rasanya sekian tahun terakhir ini saya sudah melewatkan banyak momen penting untuk diabadikan. Terutama momen-momen penting bersama buah hati.

Aliran rasa Rumbel Nulis IIP Batam

Pernah ga sih mendapati anak-anak sedang mengamati langit lalu menanyakan kenapa langit biru, kenapa kalau mau hujan langit jadi hitam? Dan selama ini saya sudah melewatkan banyak pertanyaan anak-anak tanpa mendokumentasikannya. Ah, waktu tidak akan pernah berjalan mundur.
Anak-anak adalah sumber inspirasi menulis dalam hidup saya saat ini. Rumbel Menulis IIP membawa energi baru dalam hidup saya. Bertemu saudara baru dan berdiskusi banyak hal. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan baik ini. Saya ingin belajar dari penulis senior dan menulis lebih serius lagi.

#RumbelNulisIIPBatam
#RumbelNulisdihati
#menulisdihati
#saya_bisa