Tidying Festival Clothes Part 1 Bersama Anak-Anak

Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga….Pekan ini para peserta Shokyuu Class memulai Tidying Festival dengan kategori pertama yaitu CLOTHES

Pada kategori ini, para peserta diberi waktu 2 pekan untuk berbenah pakaian, kerudung, sprei, handuk, lap, keset, sepatu, tas, ikat pinggang, kaos kaki, topi dan aksesoris lainnya. Setelah membaca buku dan diskusi panjang di kelas, saya mencoba meringkas hal-hal penting terkait tidying clothes. Apa saja sih yang termasuk pakaian?

1. Atasan (kaos, kemaja, sweater, gamis) 👚👕👔👗
2. Bawahan (celana, rok) 👖
3. Pakaian yang digantung (jaket, coats, jas) 🧥
4. Kaus kaki 🧦
5. Pakaian dalam👙
6. Tas 👝👛👜🎒💼
7. Aksesoris (kerudung, syal, topi, ikat pinggang)🧤🧣🎩🧢👒🧕🏻👓
8. Pakaian untuk tujuan khusus (baju renang, seragam) ⛑
9. Sepatu 👠👡👢👞👟
10. Sprei, sarung bantal, handuk, lap dan keset (bisa dimasukkan kategori ini karena berbahan dasar mirip, cara menyimpannya juga hampir sama dan beberapa disimpan di tempat yang sama. Namun, bisa juga dimasukkan ke dalam komono).

Setelah memahami apa saja yang termasuk dalam kategori clothes, maka kita dapat mengumpulkan semua benda-benda yang ada di dalam list tersebut di atas ke dalam satu area.

🔢 Berikut ini urutan berbenah dengan metode KonMari untuk pakaian

1⃣ Keluarkan semua pakaian yang ada di rumah kemudian letakkan di satu area tertentu. Bila terlalu banyak boleh dipecah menjadi beberapa subkategori. Misalnya mengerjakan atasan dulu, kemudian bawahan dst. Tujuannya agar kita bisa lihat semua pakaian yang kita miliki. Agar memberikan shocking effects. Kemudian pastikan semua pakaian sudah dikeluarkan. Setelah itu buat komitmen bila ada yang kelupaan, akan langsung masuk ke dalam box pakaian yang akan disingkirkan😀 Lalu apa kabar pakaian yang sedang dipakai dan ada di mesin cuci atau jemuran? Menurut Marie, pakaian yang termasuk disitu bisa dilewatkan dulu dan dikerjakan saat pakaian sudah selesai dicuci.

Tumpukan semua pakaian saya, suami dan anak (tas dan sepatu ada disamping dan lupa belum kefoto)

2⃣ Declutter and discard intensely 🌪

Metode KonMari menggunakan joy (kebahagiaan/kesenangan/kegembiraan) sebagai parameter dengan mempertimbangkan value-value yang dimiliki oleh setiap benda. Ketika melalui proses ini kita bisa mengambil satu persatu pakaian, lalu tanyakan pada hati :

“Does it spark joy?” 🤔

Kita harus merasakan dengan seksama sebelum benar-benar memutuskan. Kemudian buatlah 2-6 kotak/kategori :
1. Keep (simpan)
2. Toss (buang)
3. Donate/giveaway (sumbangkan/berikan pada orang lain)
4. Recycle (Didaur ulang)
5. Repurpose dan Upcycle (Diubah menjadi sesuatu yang lain dan bermanfaat)
6. Sell (Dijual)

Catatan : minimal harus ada 2 kotak untuk keep and toss.

Hasil sortir pakaian yang Spark Joy. Sisanya kami donasikan ke Lombok

Contoh pakaian yang bisa di-repurpose: daster jadi lap, kaos jadi sarung bantal. Namun yang harus digaris bawahi, dalam hal ini bukan downgrading ya 😁. Jadi ada proses disitu. Misal untuk membuat lap dari daster, dibuang dulu bagian lengan dan atasnya. Jadi dasternya pun berubah menjadi lap yg lebih berkelas. Lebih spark joy ✨

Lalu apa maksud dari downgrading? Downgrading disini misalnya pakaian yang biasanya dipakai untuk keluar rumah karena disingkirkan sayang akhirnya pakaian tersebut dipakai untuk di dalam rumah. Hal ini sebaiknya dihindari karena biasanya berbeda tingkat kenyamanannya 😉. Misalnya gamis dijadikan daster.

Berikut ini tips yang bisa dicoba ketika pelaksaan tidying clothes

1) Bila sangat sulit untuk memutuskan hanya dengan menyentuhnya, boleh dipakai. Namun, tidak semua pakaian harus dicoba karena akan memerlukan waktu yang banyak.

2) Pakaian yang ber-genre “what if” sebaiknya tidak perlu disimpan. Contohnya pakaian yang tidak muat namun akan muat bila lebih kurus.

Kenapa?

Karena berpotensi menjadi penyebab kita melihat diri kita menjadi kurang spark joy. Bila kaitannya dengan ukuran pakaian vs ukuran tubuh, boleh disimpan sebagai motivasi, tetapi pilih 1 saja 😉

Bila pakaian anak misalnya ingin untuk adiknya, boleh disimpan bila memang perencanaan kehamilannya cukup dekat. Namun, jika rencana hamilnya cukup lama misal 5 tahun lagi, maka sebaiknya tidak perlu disimpan.

Learning to live in the present moment is part of the path of joy

3) Menyetrika pakaian apakah perlu?

Tergantung kebutuhan, bila ingin, boleh. Tidak juga ya boleh. The battle is yours 😂.

4) Pakaian anak siapa yang mengerjakan proses declutternya?
Bila anak sudah bisa memutuskan, ajak serta. Bila masih belum bisa, maka dapat dikerjakan oleh orangtuanya.

5) Pisahkan terlebih dahulu semua pakaian yang berbau nostalgia. Kerjakan nanti di akhir bersamaan dengan sentimental items.

Langkah selanjutnya adalah menentukan “rumah” untuk masing-masing kategori pakaian. Setelah kita melipat dan membagi pakaian menjadi beberapa kategori seperti atasan, bawahan, atau kaos, celana panjang, celana pendek, rok, pakaian dalam, kerudung, jaket, aksesoris, sprei dan handuk, langkah selanjutnya menentukan “rumah” mereka masing-masing. Dengan melihat dan mengetahui deretan pakaian yang kita punya, tentu saja mempermudah dalam menentukan jumlah storage yang dibutuhkan. Sesuaikan dengan budget yang kita punya. Jangan sampai membeli storage yang ternyata malah tidak terpakai karena ukuran atau jumlahnya tidak sesuai dengan pakaian yang kita punya. Namun jika tidak ada budget khusus, kita bisa berkreasi dengan bahan-bahan yang tersedia di rumah seperti dus-dus bekas atau memodifikasi storage yang sudah kita punya. Kalau saya dalam hal pemilihan storage biasanya memilih beli di flea market merk ikea atau miniso murah meriah dan masih sangat bagus untuk dipakai lagi. Sebenarnya kalau punya waktu luang boleh ber-diy ria bersama anak-anak tetapi setelah saya pertimbangkan lebih baik pakai yang sudah ada saja, beli di pasar seken aviari dengan rate harga sepuluh sampai dengan tiga puluh ribu rupiah per item. Sangat worth it kan?

Hasil lipatan pakaian yang Spark Joy ala #KonMari.

Setelah mempersiapkan rumahnya, saatnya berkreasi dan menata lemari ala #konmarimethod. Satu pekan rasanya belum cukup buat berkreasi dan jujur belum 100% spark joy karena banyaknya iklan tetapi sejauh ini saya puas dengan perubahan yang terjadi. Sangat terasa perbedaannya antara belajar melalui tutorial dan belajar melalui pendampingan di kelas KKI. Alhamdulillah, anggota keluarga pun menjadi lebih aware jika ada barang yang belum masuk ke “rumahnya” masing-masing. Anak-anak pun sudah terbiasa memilih dan mengambil pakaian mereka sendiri tanpa harus manggil-manggil mamanya lagi.

 

 

 

Cara Melipat Pakaian〰

Berikut ini ilustrasi teknik melipat pakaian ala Konmari

Di antara kesalahan dalam melipat pakaian sehingga membuat pakaian tidak dapat berdiri sendiri dan kurang compact adalah tidak menyisakan gap.

TEKNIK MENYIMPAN PAKAIAN

1. Simpan vertikal (berdiri)

Metode ini menurut Marie dapat membuat benda lebih “bernafas” karena tidak saling tindih menindih satu sama lain. Dengan penyimpanan vertikal, kita juga bisa melihat semuanya dalam satu kali lihat (all at one glance). Selain mempermudah saat mencari dan memilih sesuatu, metode penyimpanan ini juga dapat memudahkan kita saat mengambil tanpa merusak susunan pakaian yang lain. Untuk menambah kadar joy, pakaian dikelompokkan berdasarkan warna. Disusun dari warna gelap ke warna terang (bergradasi)

2. Digantung

Penyimpanan dengan metode digantung ditujukan untuk pakaian yang lebih “happy” di gantung. Contohnya jaket tebal, coat, suit, gaun pesta dll. Pakaian di gantung dari yang tebal/berat ke yang ringan, dari yang gelap ke yang terang dan dari yang panjang ke yang pendek. Sehingga membentuk ↗ (rise ke kanan). Usahakan menggantung pakaian sesuai kategori juga (bila memungkinkan). Misal jas bersebelahan dengan jas, jaket dengan jaket.

Tips:
Setelah selesai disortir, simpan pakaian yang digantung lebih dahulu karena lebih mudah dan tidak perlu dilipat. Sehingga mempercepat berkurangnya tumpukan pakaian yang akan disimpan.

keadaan lemari sebelum dirapikan

Pakaian dalam dilipat dan disusun vertikal kecuali bra. Bra tidak perlu dilipat cukup disusun berdiri berjajar dan talinya disembunyikan kedalam. Pakaian yang bahannya sangat lembut dan lemas dapat digulung atau digantung.

MENYIMPAN AKSESORIS DAN LINEN

1. TAS

Ada 2 cara, yang pertama dilipat seperti pakaian. Untuk tas-tas yang berbahan kain dan memungkinkan untuk dilipat. Tas yang dilipat disimpan vertikal di dalam kotak. Cara ke dua: bag inside bag. Keuntungan dari metode ini adalah menghemat tempat dan membuat tas dalam posisi yang lebih stabil (tidak pleyat pleyot). Usahakan pegangan/handle tas/bagian atas tas terlihat dari luar. Sehingga kita bisa tau apa tas yang didalam hanya dengan melihat sekilas saja.

2. SEPATU

Menyimpan sepatu di rak, tersusun dan terlihat. Tidak disarankan bertumpuk-tumpuk.

3. TOPI

Topi disimpan dengan cara disusun agar bentuknya tetap terjaga

4. PERHIASAN

Disimpan seperti di toko emas, berjejer.

5. SPREI DAN SARUNG BANTAL

Disimpan vertikal dan diatur berdasarkan kategori warna dan motif (bila ada).

6. HANDUK
Dapat disimpan vertikal maupun disusun seperti cara konvensional. Sesuaikan dengan kebutuhan. Bila rotasi pemakaian cukup cepat dan saat mengambil handuk tidak perlu memilih warna/motif maka bisa disusun seperti biasa.

7. LAP DAN KESET CADANGAN
Sama dengan nomor 5. Dilipat ala Konmari dan disimpan vertikal (berdiri).

8. KAOS KAKI
Dilipat, disusun berdiri, susun berdasar warna. Jangan digulung agar karet elastis lebih awet.

Berikut foto-foto perubahan yang sudah saya lakukan.

Notes:

Posisi paling bawah berisi sprei, cadangan handuk, mukena, sajadah, dan sarung belum tertata dengan maksimal.Pakaian anak disimpan di tempat yang terjangkau untuk memudahkan anak kita. Posisi dan penataan bisa berubah sewaktu-waktu menunggu hasil hunting storage di flea market 😂 Kami sengaja masih pakai storage dari dus agar ketika sudah mendapat storagenya, bisa langsung dipindahkan ke rumah baru sebagai gantinya.

Gimana kira-kira..udah spark joy belum yaa…

Sensei, lemari saya bukan drawer, bagaimana ini? Tunggu cerita saya minggu depan 😊

Happy decluttering and discarding 💪🏼

Enjoy the festival!

Salam, Spark Joy 🌸✨

Sumber Lecture KKI:
1) Online Course KonMari Udemy
2) Buku Spark Joy
3) The Life- changing Magic of Tidying up
4) The Life- Changing Magic of Tidying up – Manga

Belajar Berbagai Macam Komposter, Kamu Sudah Coba Yang Mana?

Sudah lama Faris sangat tertarik dengan bahasan masalah #sampah. Saking concernnya sampai-sampai ia ngotot membeli buku berjudul “Oh, ternyata… Kita bisa melakukan kegiatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi sampah!” dan minta langsung dibacakan sesampainya di rumah.

buku favorit Faris

Kalau ngomongin #sampah, saya selalu terkenang dengan obrolan bedtime saya bersama Faris yang pada suatu malam menceritakan cita-citanya kalau ia ingin sekali membuat truk sampah di luar angkasa. Dengan semangat yang berapi-api ia menjelaskan rancangan truk sampah antariksanya bahkan ia meyakinkan kepada saya bahwa di luar angkasa juga pasti banyak sampah loh, Ma. Rasanya terheran-heran kok bisa pula anak tiga tahun berimajinasi seperti itu. MasyaAllah

Di rumah, kami memang sudah mulai memilah dan meniadakan pemakaian tisu dan mengurangi belanja produk kemasan namun bahasan khusus bab sampah belum saya ajarkan lebih mendalam kepada anak-anak. Saya dan suami hanya memberikan contoh dalam kegiatan sehari-hari seperti menyediakan beberapa macam tempat sampah di rumah, menggunakan tas belanja sendiri, membawa kotak makan dan bekal makanan sendiri jika keluar rumah, mengurangi makanan dan jajan dalam kemasan serta membuat komposter karena project #FarisNandur.

Dengan berbekal tekad ingin belajar lebih, akhirnya saya pun mencari informasi agar bisa masuk ke kelas #zerowaste yang diampu oleh bu Dini. Alhamdulillah saya bisa keangkut di kelas #zerowaste batch 2 meskipun belum terlalu aktif chit chat di kelas tetapi saya berusaha untuk terus mengikat ilmu yang saya peroleh dari kelas ini.

Jadi di minggu ketiga kelas #zerowaste, kami belajar berbagai macam jenis komposter. Lalu kenapa sih setiap rumah sudah seharusnya punya komposter?

Teman-teman, bagaimana kalau kita mulai membiasakan diri untuk memilah sampah sebelum dibuang? Kira-kira, kenapa kita harus memilah sampah sebelum dibuang?

1. Upaya Mempercepat Proses Penguraian
Sampah itu ada dua jenis, yakni sampah organik dan sampah anorganik. Untuk sampah organik, proses penguraiannya akan lebih cepat terjadi jika digabungkan dengan sampah organik lainnya.
2. Mengurangi Bau Busuk
Sampah organik akan mengeluarkan bau busuk saat terurai. Supaya bau busuk itu hilang, kita harus memisahkan sampah organik dari sampah anorganik. Setelah dipisahkan, sampah organik bisa dikubur di dalam tanah, sebagai pupuk. Dengan begitu, bau busuk dari sampah organik tidak akan tercium. Lalu, tanaman pun tubuh subur.
3. Meningkatkan kebersihan sampah
Penguraian pada sampah organik akan terjadi lebih cepat daripada sampah anorganik. Jika kedua sampah itu dicampurkan, sampah anorganik yang tadinya bersih akan menjadi kotor. Padahal, jika kita memilah sampah, kebersihan sampah anorganik bisa terjaga, lo. Hal itu akan memudahkan para pengepul dalam mendaur ulang sampah anorganik.
4. Mengurangi jumlah sampah
Dari seluruh sampah yang ada, lebih dari 55% nya adalah sampah organik. Jika kita memilah sampah dan mengolah sampah organik itu menjadi kompos, maka jumlah sampah yang ada di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) pun akan berkurang setengahnya.
Nah, teman-teman, sekarang pasti sudah tahu, kan kenapa kita harus memilah sampah sebelum dibuang? Jadi, mari kita lakukan kebiasaan baik itu mulai dari sekarang. Ini semua demi Indonesia yang bebas sampah!

Rumah Tanpa Sampah, Mungkinkah?

Mengutip materi dari #kotatanpasampah, ada 3 strategi agar #rumahtanpasampah kemudian dapat terwujud:

1. STRATEGI PINTU DEPAN. Saat pra konsumsi, kita dapat mencegah dan menyaring sampah apa yang akan masuk ke dalam rumah kita, dengan cara bawa botol minum sendiri, kotak bekal sendiri, tas belanja, bahkan toples/wadah untuk belanja, menanam/membuat sendiri apa yang kita konsumsi serta mengadakan acara dengan memasak kue-kue dan gunakan toples serta hindari kemasan sekali pakai.

2. STRATEGI PINTU TENGAH. Saat konsumsi, kita dapat mencegah terjadinya sampah terbuang, misalkan dengan menggunakan kembali, memperbaiki barang, dan mencegah makanan sisa.

3. STRATEGI PINTU BELAKANG. Pasca konsumsi, sampah yang terlanjur masuk rumah atau terpaksa ada harus diolah, dengan memilah sampah, membuat kompos, sampah yang bernilai ekonomis disalurkan ke pengepul.
Kalau semua berjalan baik, maka benar-benar TIDAK ADA SAMPAH YANG DIBUANG KE TPS/TPA.
KOTA TANPA SAMPAH? MUNGKIN. SANGAT MUNGKIN

sumber : http://www.kotatanpasampah.id

Berikut ini saya coba membuat ringkasan materi mengenai beberapa jenis komposter untuk sampah organik dari kelas #zerowaste. Menurut Mbak Dini, perjalanan menemukan komposter yang cocok itu layaknya mencari jodoh 😁 Kalau kita nggak ribet sebenarnya ada cara yang gampang dan sudah biasa dilakukan oleh orang-orang zaman dulu yaitu dengan membuat lubang di tanah alias juglangan lalu kita bisa masukkan sampah sisa konsumsi sehari-hari disitu. Ditimbun sekali-kali atau kita bisa pelihara ayam dan ikan yang siap menyantap sampah buah dan sayur sisa dapur (tetapi tidak semuanya sih) hehe.

SERBA-SERBI KOMPOSTING

Komposting itu -bahasa sederhananya- adalah proses pengolahan sisa bahan organik menjadi pupuk. Terdapat beragam metode komposting. Sebelum memilih jenis metode komposting tertentu yang ingin digunakan, maka ada baiknya melakukan langkah-langkah ini:

  1. Analisa jenis sisa bahan organik (sayuran, daun kering, produk hewani) yang dihasilkan dan volumenya setiap hari, minggu, ataupun bulan.

  2. Bagaimana pola aktifitas anggota keluarga? Sibuk setiap hari sehingga hanya tersisa sedikit waktu di rumah? Ada anggota keluarga yang sering (selalu) di rumah dan punya banyak waktu luang?

  3. Analisa karakter anggota keluarga yang akan bertanggung jawab atas proses komposting, Telaten memilah, rajin merajang, lebih suka yang praktis dan cepat?

  4. Akan digunakan apakah kompos yang nantinya dihasilkan?

Empat hal di atas berkenaan dengan kita, si pelaku komposting. Nah, terkait komposternya, maka yang harus dipertimbangkan adalah:

  1. Luas area yang tersedia untuk si komposter. Apakah masih terdapat lahan cukup luas atau komposter akan ditempatkan di teras rumah?

  2. Cara penggunaan, masa panen kompos (periode waktu), cara merawat komposter, biayanya.

  3. Apakah komposter tersebut tahan lama? Artinya, bisa dipakai untuk jangka panjang dan tidak harus membeli lagi yang baru setelah beberapa waktu pemakaian.

Mengapa banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih metode komposting?
Karena, pilihan yang tepat akan membuat kita nyaman melakukan kegiatan komposting, dan bukannya sebagai beban.

Secara umum, sistem komposter terbagi dua, yaitu AEROB (memerlukan udara) dan ANAEROB (tidak memerlukan udara).
Sistem aerob akan menghasilkan kompos padat. Sementara produk sistem anaerob berupa pupuk cair dan kompos padat (yang agak basah).

berbagai macam komposter rumah tangga, pict by Mbak Dini

Sistem komposting rumah tangga dengan lahan terbatas:

1. Lasagna sguare foot garden
Langsung membayangkan lasagna ya?
Dan memang seperti kita membuat lasagna.Bagaimana cara membuatnya? Batasi lahan yang akan dipakai untuk komposting, misalnya diberi ‘pagar’ dari batu bata dan sejenisnya. Alasnya boleh terbuat dari plesteran semen.
Tempatkan tanah di dasar lahan komposting, lalu beri pupuk kandang (seperti kotoran sapi/kambing/pupuk jadi) di lapisan atasnya. Maka lahan siap diisi dengan sisa bahan organik, kertas, ataupun tissue.
Kalau isinya sudah merata, tutup dengan sekam, tanah, lalu pupuk kandang. Lalu isi lagi dengan sisa bahan organik, dan ditutup dengan cara yang sama.
Begitu seterusnya.
Kalau tinggi media sudah mencapai 15cm, maka bisa mulai dijadikan media tanam.
Mengapa harus 15 cm? Dengan tinggi lapisan 15 cm, maka penguraian sisa bahan organik dinilai cukup aman untuk akar tanaman.
Meski sudah dijadikan media tanam, proses komposting di lasagna foot garden tetap dilangsungkan.

2. Takakura/gerabah/drum/felita
Keempat metode komposter ini memiliki teknik yang serupa, yakni sisa bahan organik dikumpulkan dalam satu wadah, lalu diperlukan bakteri pengurai/starter.


Kekhususan dari setiap metode adalah:

Takakura hanya menghasilkan kompos padat. Diperlukan sedikit waktu dan tenaga untuk merajang sisa bahan organik agar cepat terurai. Penjelasan lebih lanjut mengenai takakura bisa dibaca disini.

Sistem gerabah lebih mampu mengurai daun kering dalam jumlah agak banyak. Kompos yang dihasilkan berwujud padat. Penjelasan lebih lanjut mengenai sistem gerabah bisa dibaca disini dan disini.

Komposter dengan memanfaatkan drum, ember bekas cat, atau sejenisnya akan bisa menghasilkan kompos padat saja, ataupun campuran antara pupuk cair dengan padatan. Tergantung sistem yang dibuat pada wadah komposter tersebut.

Penjelasan lebih lanjut bisa dibaca lebih rinci mengenai

Drum Biru #komposterdrumbiru disini dan disini.

Felita ini serupa dengan sistem drum atau ember, tapi dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Sehingga bisa ditempatkan di dapur. Cocok untuk rumah yang dihuni sedikit orang. FELITA menghasilkan kompos dalam dua bentuk, padat dan cair. Felita tidak menghasilkan gas metana (yg menyebabkan terjadinya efek gas rumah kaca). Di dalam Felita juga terjadi CO2 offset di fase keduanya, saat kita memasukkan fermentasi limbahnya ke dalam tanah.

Penjelasan lebih lanjut mengenai Felita (Fermentasi Limbah Rumah Tangga) #felita bisa dibaca disini dan disini.

3. Mulsa tanaman
Rumah dengan pohon-pohon besar biasanya akan kerepotan saat musim daun berguguran tiba
Daun-daun kering memiliki manfaat sebagai mulsa tanaman. Tempatkan daun kering di atas media tanam, maka akan mengurangi penguapan air. Ini sangat membantu di saat musim kemarau.

4. Lubang biopori
Untuk pekarangan rumah yang masih bisa digali hingga kedalaman minimal 50cm, maka pembuatan lubang biopori bisa menjadi pilihan.

Penjelasan mengenai biopori bisa dibaca disini dan disini.

Dan untuk tempat tinggal dengan lahan yang cukup dan amat luas -seperti perkebunan – sebenarnya lebih mudah dalam melakukan komposting. Ada beberapa cara yg sebenarnya sudah dilakukan banyak orang, yakni:

1. Mulsa tanaman

2. “Banana ring”

Kenapa pilihannya banana ring meski itu istilah? Karena tanaman pisang adalah tanaman yg paling bisa memanfaatkan sampah organik dalam bentuk apapun hingga yg keras seperti perabot kayu bekas, dibanding dengan tanaman lain. Makanya penggunaan tanaman yg paling bagus adalah pisang di sekitar juglangan banana ring. Tapi bisa ditanam tumpang sari dengan tanaman lainnya.

3. Composting toilet

Composting toilet itu khusus kotoran manusia. Untuk kompos hewan, bisa digunakan hasilnya pada tanaman pangan. Tapi untuk hasil kompos toilet, hanya digunakan pada tanaman non pangan atau tanaman buah jenis pohon, seperti mangga dan sejenisnya. Komposting toilet baru bisa dipanen minimal 6-9 bulan, tergantung kecepatan terdegradasi dan menjadi tanah lagi.

4. Vermicomposting, menggunakan tiger worm, yg bisa makan kain dari serat alami.

5. “worm tower”, juga menggunakan cacing tiger seperti vermicomposting. Mirip biopori. Kalau biopori, lubangnya ke dalam tanah. Sementara worm tower ke atas tanah alias diberi pipa yang keluar dari tanah, untuk menjadi tempat sampah organik untuk sumber makanan cacing tiger.

6. Biopod

Digunakan untuk komposting bahan organik yg lebih basah tapi bukan cair. Tanpa starter dan memerlukan udara, maka yg dihasilkan adalah black soldier larvae alias uget-uget gendut. Biasanya belatung yg dihasilkan untuk pakan ternak seperti ayam, ikan, burung.

Tiap komposter punya plus minus sendiri ya.. cocok atau tidaknya sesuaikan saja dengan kondisi rumah dan kebutuhan. Setelah praktek, ternyata memang masalahnya adalah mau atau tidak, bukan susah atau mudah..

Catatan penting untuk memulai dan menjalankan kegiatan komposting, adalah
***Perlu mencoba beberapa metode komposting untuk mendapatkan sistem komposting yang paling mudah, paling efektif, dan murah untuk gaya hidup setiap keluarga. Namun dengan menganalisanya terlebih dahulu, kita akan mengurangi biaya dan waktu percobaan. Juga akan lebih cepat menemukan cara pengomposan/pengolahan sisa bahan organik, yang paling pas untuk keluarga kitayang unik.***

Happy Composting !

referensi : disarikan dari berbagai materi kelas #zerowaste, Bu Dessy “Greenmommies” dan Mbak Kristien “Omah Hijau”

Project Bedah Rumah ala Konmari With Kids

Setelah hampir satu bulan, saya dan teman sekelas #shokyuuclass menerima materi demi materi tentang basic metode konmari, sekarang tiba saatnya special event yang ditunggu-tunggu yaitu Tidying Festival.

Sesuai dengan namanya, Tidying Festival berarti berbenah secara besar-besaran, menyeluruh dan sekaligus dilakukan sekali seumur hidup. Karena begitu spesialnya, para peserta Shokyuu Class harus benar-benar mempersiapkan diri sebelum melakukan festival sekali seumur hidup ini.

Berbenah Sekaligus, Jangan Sedikit-Sedikit

“Mulailah dengan membuang. Kemudian rapikan ruangan anda secara sekaligus, menyeluruh, dalam satu waktu, ” Ini yang Marie Kondo sampaikan nelalui bukunya the life-changing magic of tidying up. Kesimpulannya berbenah harus dilakukan sampai tuntas agar terasa perubahan yang terjadi.

Dulu saya suka berbenah sedikit-sedikit. Hasilnya, barang-barang kembali berantakan. Tapi melalui kelas ini saya mencoba berbenah secara sekaligus dan tuntas, harapan saya mudah-mudahan barang-barang akan tertata lebih rapi dan akan banyak space di dalam rumah. Hari ini saya mencoba mencicil membenahi kategori baju, semoga ruangan “baru” yang kami benahi tidak berantakan kembali, kecuali tempat bermain anak yang memang (harus) dibereskan setiap hari.

Jadi, mulai hari ini saya meluangkan waktu khusus untuk berbenah baju sampai selesai dalam kurun waktu kurang lebih dua minggu ke depan. Tak lupa diiringi dengan do’a dan penuh rasa syukur karena Allah telah memberikan banyak rezeki sampai detik ini. Saya tidak habis pikir, rupanya momen berbenah ini ternyata menjadi sesuatu yang penting dan istimewa.

Beberapa persiapanpun saya lakukan untuk menyambut festival ini, diantaranya:

1. Membuat Schedule of Tidying Festival bersama anak-anak

Dengan membuat jadwal berbenah yang telah disepakati oleh saya dan suami, akan sangat memudahkan kami dalam mengatur dan melihat target-target yang telah dibuat. Anak-anak sengaja saya libatkan dalam kegiatan ini agar mereka mengenal barang-barang miliknya dan lebih bertanggung jawab terhadap barang kepunyaan mereka. Di sisi lain, mereka juga belajar untuk melipat dan meletakkan barang-barang kembali pada tempatnya. Istilah yang mereka pakai adalah ‘masuk kandang,’ misalnya baju yang baru dilipat langsung dimasukkan ke dalam laci (kandangnya,pinjam istilah anak-anak).

Baca juga : Konmari Bukan Sekedar Belajar Seni Berbenah

●》Meluangkan waktu untuk berbenah tiap akhir pekan.

Kalau biasanya akhir pekan banyak kami habiskan untuk melakukan kegiatan diluar rumah seperti berlibur, berolahraga, berenang, bermain di taman kota atau silaturahim ke beberapa teman dan saudara, kali ini saya dan anak-anak sepakat menggunakan weekend kami untuk berbenah besar-besaran.

●》Mengunduh foto-foto dan video tutorial yang berhubungan dengan Metode Konmari.

●》Menyiapkan beberapa keranjang atau kardus sebagai storage sementara untuk barang-barang spark joy dan mengumpulkan karung bekas untuk barang yang tidak spark joy.

●》Menentukan akan didonasikan kemana barang-barang yang tidak akan kami simpan.

Itulah beberapa persiapan kami sebelum memulai “Tidying Festival”. Saya sangat bersyukur menjadi bagian dari keluarga @konmariindonesia. Mudah-mudahan kami bisa mengikuti tahapan belajar yang disiapkan tim #konmariindonesia dan semua target berbenah keluarga tercapai di akhir program Intensive Class ini. Aamiin

#konmariindonesia
#komunitaskonmariindonesia
#menatadirimenatanegeri
#shookyuclass
#shookyuB2task3
#sparkjoy

Konmari Bukan Sekedar Belajar Seni Berbenah

Kali ini, saya akan menuliskan kembali bahasan mengenai mindset dalam metode KonMari yang saya pelajari beberapa minggu terakhir dan bagaimana cara menjaga mindset tersebut. Menurut pemahaman saya, Task 1 dan 2 di Shookyu Class KKI ini masih berkutat seputar mindset dan visualisasi. Kenapa begitu? Setelah saya tarik benang merah, mindset adalah hal terpenting saat kita ingin melakukan sesuatu. Perubahan yang besar dan langgeng hanya bisa terjadi jika kita terlebih dahulu mengubah pola pikir kita mengenai hal tersebut. Dalam hal ini, pola pikir yang “benar” mengenai berbenah yang perlu kita jaga. Sementara visualisasi diperlukan untuk menguatkan keyakinan dan semangat kita dalam mencapai tujuan, sekaligus memprogram pikiran bawah sadar kita untuk menujunya.

Banyak orang yang tidak berhasil mencapai tujuan bukan karena tak mampu. Tetapi, lebih disebabkan oleh mindset yang salah. Begitu juga dengan berbenah. Jika kita mengalami masa-masa berbenah tiada akhir, melelahkan, bahkan frustasi, saatnya kita harus memeriksa ulang mindset kita. Ketika mendapat tugas terkait mindset dan menjaga mindset, saya dan suami lalu berdiskusi. Berdiskusi terkait mindset apa yang kami miliki selama ini, dan bagaimana seharusnya mindset itu dibangun. Dari hasil diskusi itu akan nampak mana saja mindset yang salah selama ini, dan terbentuk mindset baru dengan harapan dapat menata hidup yang lebih baik. Di task kedua, saya merasa mindset yang baru pun harus dijaga agar tetap on track. Membangun mindset yang benar, bukanlah hal mudah. Terlebih lagi menjaganya. Bagaimana kami akan menjaga mindset untuk sebuah goals atas tujuan proses berbenah ini? Dan bagaimana cara menjaga mindset positif dalam berbenah itu menjadi poin yang harus saya diskusikan lagi bersama suami.

Menjaga Mindset

“The question of what you want to own is actually the question of how you want to live your life.” – Marie Kondo

“Focusing solely on throwing things away can only bring unhappiness. Why? Because we should be choosing what we want to keep – not what we want to get rid of.” – Marie Kondo

Kutipan yang pertama mengingatkan saya pada mindset yang sudah cukup mengakar di lingkungan sosial kita: semakin banyak benda yang dipunyai seseorang, maka semakin sukses pula hidupnya. Sayangnya, mindset seperti itu akan membuat kita menjadi gemar mengumpulkan barang-barang hanya demi terlihat ‘sukses’ (dalam banyak artian), padahal sebenarnya kita tidak terlalu membutuhkan barang-barang tersebut. Atau kalaupun butuh, kita hanya perlu dalam jumlah kecil saja.

Kutipan yang kedua juga sangat berkaitan dengan ini. Alih-alih berbelanja dan menyimpan banyak barang, akan lebih baik jika kita menyimpan sedikit, tapi kita tahu bahwa yang sedikit itulah yang paling bisa memberi kebahagiaan dan kebermanfaatan untuk kita.

Visualisasi Ideal Lifestyle Keluarga Kami

Tahap awal yang saya lakukan ketika memilih hidup minimalis adalah membuang hingga tuntas. Membuang barang disini artinya membuang barang yang sudah tidak bisa dimanfaatkan kembali sedangkan barang yang masih layak pakai dapat disedekahkan atau dijual kembali. Perumpamaannya jika kita hendak pindah rumah balik ke kampung halaman. Pengennya kita nggak bawa barang-barang yang berat kan biar nggak susah nantinya. Jadi kita kirimkanlah dulu sebagian barang-barang lewat ekspedisi ke kampung kita. Seperti itulah hidup dengan sedekah. Kita pindahkan sebagian harta kita untuk di akhirat nanti, supaya ketika meninggal nggak berat lagi bawaan kita, karena nanti semuanya akan dimintai pertanggungjawaban nya. (Ust syafiq basalamah). Intinya, saya harus menjaga konsistensi agar jangan terbiasa menumpuk barang!

Lalu untuk saya pribadi, bagaimana caranya agar mindset-mindset ini tetap terjaga? Ini PR bagi semua orang yang sedang berjuang untuk berubah lebih baik. Barang yang paling mudah membuat saya melakukan penimbunan (hoarding) adalah buku dan mainan anak. Barang-barang ini, bisa dibilang, adalah barang-barang yang paling berpotensi untuk menghancurkan kembali mindset yang sudah saya bangun. Akhirnya saya pun mengaplikasikan prinsip One In One Out. Awalnya saya sortir dulu, buku dan mainan anak mana yang lebih sering dibaca dan dimainkan. Jadi fokusnya ke buku dan mainan yang ingin disimpan, bukan yang harus dipensiunkan. Baju anak yang sudah kekecilan dan jarang dipakai lagi saya discard dari lemari.

Saya sudah melakukan perubahan kecil ni sejak lebih dari setahun yang lalu. Hasilnya, hidup saya terasa lebih simpel dan bahagia. Kenapa? Karena sekarang saya tidak perlu lagi mengurus terlalu bangsa barang di rumah. Apalagi dalam situasi berlama-lama di depan lemari yang penuh sesak sambil kebingungan mencari barang yang hendak saya pakai. Menurut saya, kita tidak perlu merasa sedih atau baper, karena sebetulnya those book and toys (in this case) have served their purpose: barang-barang ini sudah memberikan kebahagiaan pada saya saat saya membeli mereka. They had brought me joy, but now it’s time to move on. Efek samping dari ini: sekarang saya tidak mudah lapar mata. Kalau pun saya akhirnya memutuskan untuk membeli buku atau mainan anak, saya hanya membeli buku yang berkualitas saja bahkan kebanyakan barang yang kami pakai di rumah hasil hunting di flea market dan mudah dijual kembali with good price.

Berdasarkan goals tersebut, maka saya harus membuat timeline dan meluangkan waktu khusus untuk berbenah secara total. Memulai berbenah sama halnya dengan membuka lembaran baru. Setelah membuat timeline berbenah kita harus mengantisipasi juga hambatan atau tantangan apa yang akan muncul dalam proses berbenah nantinya serta solusi apa yang harus kita siapkan jika kemungkinan-kemungkinan hambatan itu terjadi. Berikut ini timeline project konmari saya bersama anak-anak.

 

Hambatan dalam Berbenah

Hambatan pertama dan utama yang pasti akan saya hadapi adalah ‘keikutsertaan’ anak dalam proses berbenah. Ini saya alami juga ketika saya dan suami harus packing besar-besaran saat kami pindah rumah beberapa tahun yang lalu. Anak saya ketika masih Faris dan baru berumur 1,5 tahun, ketika itu terasa agak susah jika ia harus dilibatkan dalam proses berbenah. Yang ada berbenah malah makin lama selesainya dan saya jadi stres karena pekerjaan tidak kunjung selesai. Nah, apa kabar sekarang saya sudah punya dua balita laki-laki yang MasyaAllah sedang heboh-hebohnya.

Jadi bagaimana solusinya? Solusi untuk kegiatan ini ada dua. Pertama, saya dan suami berbenah ketika anak-anak tidur. Kedua, saya berbenah sendirian dan anak-anak diajak papanya bermain outdoor saja. Dua solusi ini pernah kami lakukan, and it worked.

Hambatan kedua berkaitan dengan komonos. Untuk kosmetik, alat tulis dan mainan anak, saya sangat susah membuat benda-benda ini rapi dalam jangka waktu yang lama. Ketika saya sudah selesai merapikan, pasti tidak lama nanti akan berubah berantakan lagi.

Solusi untuk kosmetik dan alat tulis, saya akan membuat storage divider agar lebih rapi dan mudah menemukan apabila sedang mencari.

Untuk mainan anak-anak, saya akan sortir seluruh mainan sesuai kategori untuk kemudian saya kemas ke dalam kotak-kotak tertutup. Toh tidak semua mainan harus dimainkan pada hari itu. Jadi saya harus lebih konsisten dalam kegiatan bermain dan belajar bersama mereka dengan cara membuat tema harian atau mingguan. Peralatan/buku/mainan yang di-display hanya yang sesuai tema saja dan ditaruh di rak berbeda dengan mainan yang sudah disimpan di kotak tertutup.

Hambatan ketiga yaitu ketika saya sudah berhasil memisahkan barang-barang yang akan disimpan dengan barang-barang yang akan saya discard, pasti rumah jadi terlihat penuh dan berantakan (terutama oleh barang-barang yang akan di-discard).

Solusinya, sejak awal saya akan menyediakan kotak kardus besar yang terdiri atas dua kategori: kardus untuk barang yang didonasikan dan kardus untuk barang yang akan dibuang. Jadi barang-barang tidak berceceran di lantai karena saat selesai disortir, semuanya langsung dimasukkan ke kotak kardus.

Hm, tugas kali ini tantangan besar bagi saya. Karena saya harus segera memulai dan menuntaskan kegiatan berbenah yang telah saya jadwalkan. Kebetulan saya dan suami sudah mulai berbenah minggu ini, semoga kerapian bisa bertahan lebih lama. Yes, we’ll start doing the KonMari Method from zero.

 

#konmariindonesia
#komunitaskonmariindonesia
#menatadirimenatanegeri
#shokyuuclass
#shokyuuB2Task2
#sparkjoy

Kemana Perginya Sampah kita?


Bukan rahasia lagi, pengelolaan sampah yang tepat adalah modal utama untuk mengurangi masalah akibat sampah. Berapa banyak sampah yang kita hasilkan setiap hari? Sampah itu berasal darimana saja sih? Mari kita memilah jenis sampah tersebut. Sampah itu berasal dari mana saja, sih? Dari rumah tangga, sekolah, perkantoran, stasiun, pabrik, dan lain sebagainya. Jika barang yang sudah tidak terpakai atau tidak digunakan lagi maka disebut “sampah”, jadi sampah bisa bersumber dari mana saja.

Menilik ke dalam rumah, sampah apa saja sih yang paling banyak saya hasilkan? Berdasar pengamatan yang saya lakukan selama ini maka, tiga sampah organik terbanyak kami hasilkan berdasarkan beratnya adalah sampah dapur, plastik dan kertaslah yang menduduki peringkat teratas sebagai sampah rumah tangga. Bila kita telusuri kemana perginya sampah kita, tentu kita mempunyai alur yang berbeda-beda. Dari rumah sampah kita masuk ke laut. Ada juga yang dibakar. Namun, inti dari semua proses itu adalah sampah yang kita hasilkan akhirnya akan ditimbun.

Pengelolaan sampah dengan cara dibakar sering dianggap dapat menyelesaikan masalah. Kita tidak tahu bahwa mengubur, membakar, dan membuang sampah di sembarang tempat dilarang oleh negara berdasarkan Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Membuang sampah seperti itu juga hanya memindahkan masalah tidak menyelesaikan masalah. Bisa jadi akan menimbulkan masalah baru. Saat rumah kita bersih, nyatanya orang lain terkena akibat dari sampah yang kita buang hiks.

Perjalanan Sampah di Kota Batam

Pengelolaan sampah Kota Batam secara struktural tanggung jawab DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN. Total timbulan sampah kota Batam = 1.153 m3/hari. Karakteristik sampah didominasi oleh sampah organik sebesar 50-60% dan sisanya merupakan sampah anorganik seperti plastik, logam, gelas/kaca, kertas.
Jumlah sampah yang masuk ke TPA ± 850 ton/hari (data tahun 2014)

Penyelenggaraan pengelolaan sampah yang dilakukan meliputi kegiatan sebagai berikut :
1. Pengurangan Sampah yang meliputi : 

  1. Pembatasan Timbulan Sampah 
  2. Pendaur ulang sampah 
  3. Pemanfaatan Kembali Sampah
  4. Penanganan Sampah yang meliputi :

🍀Pemilihan Sampah yang terdiri atas :
a. Sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun serta limbah bahan berbahaya dan beracun
b. Sampah yang mudah terurai
c. Sampah yang dapat digunakan kembali
d. Sampah yang dapat didaur ulang

Pengumpulan Sampah dilakukan oleh :

  • Pengelola kawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industry, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas lainnya.
  • Pemerintah Kabupaten/Kota
    Pengangkutan Sampah dilakukan oleh Pemerintah, dalam hal ini pemerintah daerah menyediakan alat angkut sampah dan melakukan penganggkutan dari TPS ke TPA. Pengolahan Sampah meliputi kegiatan :
    a. Pemadatan
    b.Pengomposan
    c. Daur ulang materi
    d. Daur ulang energy (Energy Vecovery)
  • Pemrosesan akhir sampah dilakukan dengan metode : metode lahan urug terkendali (Control Landfill),metode lahan urug saniter (Sanitary Landfill), teknologi ramah lingkungan pemusnah sampah (Green Incinerator).
sumber : https://arsipskpd.batam.go.id/batamkota/skpd.batamkota.go.id/kebersihan/kebersihan-kota-batam/index.html

Perjalanan sampah yang saya gambarkan dalam tulisan ini hanyalah garis besarnya saja. Pengelolaan sampah umumnya dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing (baik pemerintah kota maupun pemerintah kabupaten) sehingga praktek yang dilakukan daerah yang satu dengan yang lain tidaklah sama. Informasi mengenai pengelolaan sampah di kota Batam secara lengkap dapat diakses di website Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam. Bagaimana dengan kota teman-teman?

Lantas bagaimana cara mengelola sampah yang baik? Supaya sampah yang kita hasilkan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan masalah baru. Kita bisa memulai mengelola sampah dari rumah dan komunitas kita, bismillahirrahmanirrahim mudah-mudahan project green family yang mulai kami jalankan bisa konsisten penerapannya. Aamiin 😇

Sebenarnya kita dapat turut serta membantu pemerintah menyelesaikan persoalan sampah dari rumah kita sendiri. Bukan hal yang mudah memang. Membiasakan untuk mengelola sampah secara mandiri dapat mulai kita lakukan dengan dua langkah. Hal kecil inilah yang sedang coba kami terapkan di dalam rumah kami. Langkah pertama, kita pisahkan sampah organik dan non-organik sejak membuang. Ini sangat penting supaya kita tahu mana sampah yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi kompos dan mana untuk di daur ulang. Selain itu sampah yang sudah tercampur menjadi sumber masalah. Racun yang terkandung dalam sampah non-organik dapat berpindah ke sampah organik.

Mengelola Sampah Rumah Tangga berbahan Organik

Sampah organik berasal dari bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari, seperti kulit sayur dan buah, cangkang telur, tulang ikan, dan sebagainya. Cara mengolah sampah rumah tangga berbahan organik yang paling ramah lingkungan adalah menjadikannya kompos untuk berkebun. Kebetulan keluarga kami sedang belajar berkebun. Buat teman-teman yang kurang suka berkebun tetap bisa menyumbangkan kompos kepada tetangga atau saudara yang memiliki kebun.

 

Baca Juga : Langkah Kecil Mengolah Sampah Rumah Tangga 



Mengelola Sampah Rumah Tangga berbahan Anorganik

sampah hasil safar kemarin

Sampah-sampah yang tidak berasal dari bahan makanan dan tidak bisa dikomposkan bisa dibagi-bagi lagi menjadi beberapa kategori. Berikut ini cara keluarga kami mengelolanya berdasarkan jenisnya.

🔢Daur ulang Sampah Rumah Tangga
Sebagian sampah anorganik bisa didaur ulang untuk mengurangi dampak negatifnya pada lingkungan. Bahan-bahan yang bisa didaur ulang meliputi kertas, kardus, botol kaca, botol plastik, kaleng, dan sebagainya. Jika kita tidak yakin apakah suatu kemasan bisa didaur ulang atau tidak,kita dapat memeriksa apakah terdapat simbol daur ulang di salah satu sisinya. Setelah dikumpulkan kita dapat menyetorkan kepada bank sampah atau pemulung sampah beberapa kali per bulan agar tidak menumpuk di rumah.

🔢Barang-barang elektronik
Televisi yang rusak atau ponsel dengan layar pecah, sampah elektronik kini menjadi masalah polusi yang serius. Agar sampah elektronik ini tidak menjadi bahaya bagi lingkungan, berikut ini beberapa tips yang sedang kami terapkan antara lain:

1. Mencoba memperbaiki barang yang rusak, terutama jika masih bergaransi.
2. Sumbangkan ke tempat perbaikan perangkat elektronik, agar elemen-elemennya yang masih berfungsi bisa digunakan untuk memperbaiki perangkat-perangkat lain.
3.Kembalikan ke perusahaan yang memproduksinya. Beberapa perusahaan menerima barang elektronik rusak untuk didaur ulang.
4. Sampah yang berbahaya bagi lingkungan seperti baterai, wadah tinta printer, cairan kimia, dan bola lampu tidak boleh dibuang di tempat sampah biasa. Pisah sampah jenis ini ke dalam tempat-tempat terpisah sesuai jenisnya, kemudian bawa ke pusat daur ulang sampah. Petugas di sana tahu bagaimana sebaiknya sampah-sampah ini diolah, atau ke mana seharusnya disalurkan agar didaur ulang secara benar.

Kita juga bisa melakukan beberapa perubahan kecil untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan di rumah tangga. Misalnya, menggunakan tas kain untuk berbelanja, memprioritaskan membeli barang-barang berkualitas bagus agar tidak cepat rusak, dan menghindari membeli makanan yang dibungkus plastik dan stirofoam atau polystyrene.

 

Baca juga : Bagaimana Cara Memulai Green Lifestyle? 



Sudah saatnya kita bertanggung jawab terhadap sampah masing-masing. Membuang sampah dengan dengan benar dan sesuai pemisahannya akan memudahkan kita mengelola sampah.

Meskipun kami bukan bagian dari LSM lingkungan tetapi kami juga punya kepedulian terhadap isu sampah. Kami ingin mengajak orang lain juga mempunyai pemahaman yang tepat untuk memahami persoalan sampah yang ada di rumah dan sekitar kita. Mari kelola sampah dengan benar, dengan begitu tidak akan ada sampah yang menumpuk serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Lingkungan yang bersih dan sehat akan menciptakan kenyamanan bagi diri kita.

 

Living Your Healthy Life : Olahraga Bagi Anak Usia Dini

Agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optima, ada sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian. Apa saja? Yang pertama tentu asupan gizi. Bukan hanya jumlah, kualitas makanan yang dikonsumsi setiap hari turut mempengaruhi performa tubuh. Orang tua perlu memastikan bahwa anak-anak sudah mendapatkan asupan nutrisi cukup. Yang kedua, waktu tidur dan istirahat yang amat penting sebagai sarana untuk mengisi ulang cadangan energi di dalam tubuh anak serta memberi kesempatan kepada sel-sel tubuh yang rusak untuk melakukan proses regenerasi. Yang ketiga, aktivitas fisik. Sama seperti orang dewasa, anak-anak memerlukan olahraga cukup agar selalu sehat. Namun, olahraga bagi anak-anak adalah beraneka jenis kegiatan fisik yang dilakukannya sehari-hari seperti bermain sepeda, berguling-guling di atas rumput, bermain kejar-kejaran dan sebagainya.

Sudah banyak terbukti bahwa olahraga dan aktivitas fisik dapat meningkatkan daya tahan tubuh, bukan hanya bagi orang dewasa namun juga untuk anak-anak. Pasalnya,ketika tubuh banyak bergerak maka kemampuan sel darah putih dalam memerangi infeksi atau penyakit lain yang menyerang anak-anak.

Menurut sebuah jurnal, Asosiasi Kesehatan Amerika menyarankan mulai usia dua tahun sebaiknya anak aktif bergerak dengan berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari. Kita bisa memberikan pilihan kegiatan yang menarik seperti bersepeda, lompat-lompat atau jungkir balik. Selain meningkatkan daya tahan tubuh, banyak manfaat lain yang bisa diperoleh anak-anak dari kegiatan berolahraga, misalnya

  1. Bersepeda

Sepeda merupakan salah satu media bermain yang memberikan banyak manfaat pada anak-anak. Sebelum mengenalkan sepeda kepada mereka ada beberapa hal yang perlu kita ketahui loh, Mak. Tahapan mengayuh merupakan kegiatan yang mengasyikan karena kita bisa menghirup udara bebas lepas. Mengayuh sepeda roda merupakan jenis permainan tidak terstruktur yang banyak sekali manfaatnya bagi tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan bersepeda kita dapat melatih berbagai keterampilan anak, seperti keseimbangan, kemampuan berkonsentrasi, kemampuan motorik dan sensomotoriknya akan terstimulasi.

Nah, sebelum memilih sepeda sebaiknya kita pun mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyaman bagi anak-anak. Ada beragam jenis sepeda yang dapat orang tua perkenalkan kepada anak-anak sesuai dengan tahapan usianya. Yang pertama, adalah sepeda roda tiga. Sepeda ini umumnya merupakan sepeda pertama bagi anak-anak yang biasanya dilengkapi dengan lagu-lagu dan warna-warna lampu meriah yang membuat anak tertarik untuk mengendarainya. Biasanya anak-anak sudah bisa menguasai sepeda roda tiga dengan baik ketika usianya menginjak 3 tahun. Melalui sepeda roda tiga, mereka belajar bertanggung jawab atas kepemilikan barang, belajar arah, belajar berkonsentrasi dan berdisiplin dengan mengerem dan melajukan sepeda di saat yang tepat. Yang kedua adalah sepeda roda empat yakni ketika anak sudah mahir mengayuh dan mengendarai sepeda roda tiga maka orangtua bisa langsung melatih anak ke tahapan selanjutnya menggunakan sepeda roda dua. Biasanya roda belakang sepeda ditambah dengan roda latihan ukuran kecil yang diletakkan di bagian kiri dan kanan roda belakang. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat beradaptasi mengayuh sepeda dengan lingkar ban yang lebih besar. Selain itu, mereka dapat belajar hal baru yakni tentang ruang untuk ‘memarkir’ sepeda di tempat yang sesuai dengan ukuran sepeda mereka. Terakhir, sepeda roda dua. Anak-anak dapat belajar mengayuh sepeda roda dua jika mereka sudah bisa belok dengan baik, mengerem tepat waktu, dan bisa mengarahkan sepeda dengan stabil ke arah depan.

bersepeda sambil bermain peran menjadi kurir antar sayur

Apa Saja Manfaat Bersepeda?

  1. Anak-anak dapat mengkoordinasi panca indera dengan seluruh anggota tubuh dan melatih keseimbangan tubuh.
  2. Melatih kekuatan tangan dan kaki.
  3. Mengasah keberanian anak dan mental pantang menyerah.
  4. Menstimulus kemampuan sosial anak-anak karena biasanya mereka bermain sepeda bersama teman-teman ketika usia mereka antara tiga sampai dengan delapan tahun.

Melihat betapa banyak manfaat dari olahraga ini mari kita stimulasi keinginan anak untuk belajar mengendarai sepeda dengan mengajaknya melihat saudara kandung, teman, tetangga yang terlihat asyik bersepeda roda dua di depan mata anak. Sediakan sarana pendukung  berlatih seperti jalan yang rata dan tidak berlubang atau tanah lapang di sekitar rumah untuk bersepeda.

2. Bermain bola

Bermain bola merupakan olahraga sederhana yang dapat diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia bayi. Berikut ini beberapa alternatif permainan bagi batita akhir yang biasanya sudah terampil memanjat, berlari, meloncat-loncat, melambungkan bola ke atas ataupun menendang bola dari jarak agak jauh.

Pertama, belajar melambungkan bola. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh anak dengan usia satu tahun ke atas menggunakan bola berukuran sedang atau sebesar ukuran bola voli yang terbuat dari plastik atau kain lembut. Manfaat dari kegiatan ini, anak-anak dapat
#Melatih kekuatan otot-otot tangan anak karena ia harus mengangkat kemudian melemparkan objek.
#Belajar mengoordinasikan gerakan tangan dan penglihatannya karena saat melambungkan bola ia harus mengarahkan perhatiannya agar tepat sasaran.
#Belajar menentukan arah secara tepat sehingga mengasah kecerdasan spasialnya.


Kedua,belajar menggelindingkan bola. Gunakan bola berukuran sedang yang mudah digenggam anak sekaligus berbahan ringan, semisal bola plastik atau karet. Kegiatan ini biisa dilakukan di dalam ruang atau di ruang terbuka namun tetap harus diperhatikan keamanannya. Cara bermain bola gelinding bisa menggunakan tali panjang untuk membuat jalur khusus sepanjang 1 sampai 2 m seperti pada permainan bowling. Kemudian minta anak untuk menggelindingkan bola ke arah sasaran melewati jalur khusus tadi. Namun, jangan kaget bila kebanyakan batita lebih mudah melempar daripada menggelindingkan bola karena menggelindingkan bola membutuhkan lebih banyak fokus dan kontrol diri. Manfaat dari kegiatan belajar menggelindingkan bola antara lain

  • Mengembangkan koordinasi tangan dan mata. Skill ini penting tidak hanya untuk melempar/menggelindingkan bola, tetapi juga sebagai ajang mengasah keterampilannya untuk makan sendiri, menggambar, menulis, dan keterampilan lain yang membutuhkan koordinasi tangan dan mata.
  • Merupakan media pembelajaran untuk mengenalkan konsep bulat yang merupakan salah satu bentuk geometris. Orang tua dapat mengenalkan konsep bentuk dengan berkata, “Ayuk lihat deh, bolanya bisa menggelinding loh karena bentuknya bulat.”
  • Mengasah kecerdasan spasial dengan menentukan arah.

    Ketiga, belajar menendang bola. Ketika mengajarkan anak menendang bola orang tua dapat memilih bola berukuran sedang atau sebesar ukuran bola sepak, terbuat dari bahan plastik atau kain lembut karena tidak keras atau menyakitkan ketika mereka menendangnya. Pastikan menyediakan lokasi bermain yang cukup empuk, misalnya tempat yang berkarpet atau berumput tebal di luar rumah. Boleh juga apabila sesekali mengajak anak ke fasilitas umum berupa lapangan di komplek perumahan yang memungkinkan anak belajar bermain bersama anak-anak lain seusianya sehingga mereka pun dapat mulai belajar mengenal konsep kepemilikan, konsep berbagi, bersosialisasi, dan sebagainya. Namun sebaiknya kita memilih lokasi yang tidak terlalu ramai agar orang tua tetap bisa mendampingi dan mengawasi mereka.

    Manfaat kegiatan menendang bola bagi anak-anak antara lain:
  • Melatih kemampuan motorik batita, terutama kakinya. 
  • Membantu memperkuat otot-otot kaki anak-anak untuk berbagai keterampilan, yakni berjalan, berlari, melompat, loncat-loncat, dan memanjat-manjat.Anak jadi menyadari kalau kakinya bisa dimanfaatkan untuk menendang bola.
  • Melatih koordinasi sekaligus memperkuat otot-otot matanya. Karena saat menendang bola, mata si kecil akan mengikuti ke mana bola bergerak.
  • Anak diperkenalkan pada aturan permainan.

Keempat, kegiatan mandi bola menggunakan bola-bola kecil (namun tidak sekecil bola bekel) dan terbuat dari plastik yang aman bagi kulit dan pernapasan. Orang tua bisa menciptakan arena bermain di dalam rumah atau teras menggunakan kolam plastik yang diisi banyak bola. Untuk aktifitas ini, orang tua wajib mendampingi selama anak berada di dalam area bermain, agar anak jangan sampai “tenggelam” dalam timbunan bola. Manfaat dari kegiatan ini, anak-anak dapat memahami tentang konsep warna dan bentuk serta merasakan sensasi yang berbeda dengan kolam air.


Kelima, bermain lempar bola. Untuk kegiatan belajar melempar, anak-anak dapat menggunakan bola berukuran sedang atau sebesar ukuran bola tenis. Pilihlah bola yang tidak keras dan anak pun cukup mudah melemparkannya. Salah satu ide permainan lempar bola adalah dengan  menggunakan keranjang cucian sebagai “basket”-nya. Kita dapat meminta anak untuk berdiri sejauh 1 sampai 1,5 m dari keranjang pakaian yang kosong. Kemudian tunjukkan caranya memasukkan bola ke dalam keranjang, lalu biarkan mereka mencobanya sendiri. Kegiatan ini, kita dapat membantu mengembangkan koordinasi tangan dan mata. Anak-anak dapat belajar mengatur kekuatan dan akurasi supaya bolanya bisa mencapai keranjang sasaran. Jika kemampuan melempar tidak dikembangkan dengan baik, anak akan bermasalah dengan aktivitas menulis yang melibatkan gerak bahu, lengan bawah, tangan dan jari-jari tangan. Tulisannya akan tampak terlalu tebal/menekan sehingga tembus ke halaman sebaliknya.

 

Baca juga : Mengenalkan Olahraga Panahan Kepada Anak Balita

 

3. Berenang

Berenang tentunya merupakan hal yang seru dan menyenangkan. Tak heran jika bayi pun tampak sangat gembira ketika sedang berenang sambil bermain air. Selain menyenangkan, berenang merupakan aktifitas yang memiliki banyak manfaat baik bagi si Kecil, termasuk untuk menstimulasi di masa perkembangannya. Olahraga air yang satu ini sudah bisa mulai dipraktekkan pada anak-anak sejak ia berusia tiga bulan, karena di atas usia tiga bulan bayi sudah memiliki refleks yang sangat baik untuk berenang. Ada banyak manfaat baik dari kegiatan seru ini, seperti melatih gerak refleks bayi dan melatih kebugaran fisiknya. Selain itu, berenang juga membuat anak-anak bahkan bayi merasa lebih rileks.

Apa Saja Persiapan Berenang bagi Bayi?
Agar anak merasa nyaman ketika berenang, kita perlu menyiapkan beberapa keperluannya. Keperluan ini penting untuk persiapan ketika mereka akan berenang dan sesudahnya agar tubuhnya tetap hangat.

Beberapa hal yang perlu Mama siapkan sebelum mengajak anak-anak berenang antara lain :

1.Siapkan pakaian renang yang nyaman bagi anak-anak. Jangan yang terlalu ketat maupun terlalu longgar. Pilih bahan pakaian renang yang lembut di bagian dalamnya, untuk menghindari iritasi pada kulit bayi.

2. Berikan pelampung dan mainan tahan air dengan warna-warna cerah untuk menemani aktifitas mereka di dalam air. Sebaiknya, pilih mainan berbahan karet maupun plastik.

3. Jangan lupa untuk membawa handuk berbulu lembut yang nyaman di kulit anak-anak

4. Bungkus tubuh bayi dengan handuk, seketika setelah ia diangkat dari kolam renang

5. Untuk anak di atas satu tahun, selalu sediakan cemilan kesukaan mereka untuk dinikmati setelah berenang agar tubuhnya kembali hangat dan terisi asupan sehat.

6. Berikan anak-anak pakaian ganti yang berbahan lembut dan ringan, agar pori-pori kulitnya tetap merasa nyaman.

7. Bawalah perlengkapan keamanan seperti betadine, kain kasa atau plester.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Membawa Bayi Berenang

Ayah atau bunda perlu menjamin bahwa semua kebutuhan anak-anak untuk berenang itu aman dan nyaman bagi mereka. Berikut adalah beberapa hal untuk membuat bayi tetap aman dan merasa nyaman ketika berenang.

1. Pastikan suhu kolam cenderung hangat. Suhu terbaik untuk kolam renang yang ramah bagi bayi ada di antara suhu 30 – 32 derajat celcius.
2. Bagi waktu berenang bersama bayi dalam beberapa sesi. Ini menghindari bayi terendam terlalu lama di dalam air. Untuk awal, bayi cukup menghabiskan waktu selama 10 – 15 menit di dalam air. Bila frekuensinya sudah semakin sering, kita bisa menambahkan waktunya hingga 20 – 25 menit setiap sesinya.

  1. Hindari bayi terendam di dalam kolam renang hingga di atas 30 menit, karena ini bisa menyebabkan hiportemia pada bayi.

Selain banyak manfaat yang sudah kita ketahui mengenai manfaat olahraga, ternyata olahraga juga merupakan sarana untuk menstimulasi kecerdasan kinestetik anak loh, Mak. Biarkan anak-anak mengeksplorasi kekuatan tubuh dan motorik kasarnya melalui berbagai aktifitas seperti jalan kaki, berenang, bermain bola, bersepeda di sekitar rumah atau datang ke babygym. Anak-anak juga bisa diperkenalkan kepada permainan tradisional yang melibatkan aktifitas fisik, misalnya petak jongkok, petak umpet, ular naga panjang, gobak sodor, galasin atau engklek. Menari dan berjoget bersama pun bisa kita mulai dengan bertepuk tangan, menggoyangkan kepala, menghentakkan kaki dan berputar dengan riang.

Untuk anak yang umurnya sudah agak besar, orang tua dapat memperkenalkan pada salah satu jenis olahraga dan aturan permainannya. Misalnya dengan mengajak menonton pertandingan bulu tangkis, membelikan buku tentang basket atau mengumpulkan koleksi kartu sepak bola. Tetap semangat memberikan stimulus agar anak tumbuh sehat dan cerdas ya, Mak. Mau tahu tips berolahraga lainnya, silahkan berkunjung ke rumah Bunda Lilis, sahabat saya yang energik sekali.

 

referensi :

[1]Majalah Ayah Bunda Nomor 20 Edisi 06-19 Bulan Oktober 2014

[2]Majalah Parenting Indonesia Kids Health Guide, ISBN 978-602-98774-4-1

[3]https://www.ayahbunda.co.id/balita-bermain-permainan/manfaat-main-sepeda-untuk-anak

[4]http://www.parenting.co.id/balita/5+permainan+dengan+bola

[5]http://www.parenting.co.id/bayi/manfaat+berenang+untuk+bayi

QOTD : Ma, Kenapa Kalau Mau Puasa Harus Melihat Hilal Dulu? Gimana Cara Lihatnya?

Hari ini, kami belajar mengenai apa itu puasa dan kenapa setiap akan memasuki bulan Ramadan selalu ditentukan dengan melihat hilal. Berikut ini beberapa pertanyaan yang muncul hasil dari diskusi Mama dan Faris hari ini.

Mengenal Hilal

referensi bacaan mengenai hilal dan fase bulan

Menurut bahasa Arab, hilal merupakan istilah yang artinya bulan sabit. Lebih detilnya lagi adalah bulan sabit yang pertama kali dapat dilihat setelah fase bulan baru atau mati. Dengan kata lain, hilal adalah bulan sabit yang sangat tipis karena umurnya masih sangat muda. Hilal harus diamati setelah Matahari terbenam.

Apabila hilal terlihat, maka pada petang tersebut telah memasuki bulan baru yakni tanggal 1romadhon sebagaimana dalam firman Allah SWT :

يَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِ ؕ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ؕ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِاَنْ تَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ ظُهُوْرِهَا وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقٰى ۚ وَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ اَبْوَابِهَا ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّکُمْ تُفْلِحُوْنَ‏‏
“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.”…. “(QS. Al-Baqarah: Ayat 189)

Anak-anak shaleh ternyata ilmu tentang fase fase bulan sangat penting dlm kehidupan seorang muslim. Sehingga kita tahu permulaan awal bulan berkaitan dengan ibadah seorang muslim( dalam kalender hijriyah). Sehingga kita bisa menentukan awal ramadan diperintahkan untuk puasa sebulan penuh.

صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته
“Berpuasalah karena kalian melihat bulan, dan berbukalah ketika kalian melihat bulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nah, berdasar dari hadits itu, kita sebagai seorang muslim umat Rasulullah Muhammad diperintahkan untuk mengawali dan mengakhiri puasa romadhon dengan berpatokan pada bulan/hilal.

Masya Allah seru yah, animasi hilal yang anak-anak saksikan bersama Mama. Fenomena hilal inilah bukti kebesaran Allah, Nak. Emm, Jika hilal tidak nampak kira kira bagaimana yah? Kita sebagai muslim bisa menentukan awal ramadan. Eh, hilalnya tidak keliatan bisa jadi ketutup mendung, maka kita diperintahkan untuk menggenapkanya, Rasulullah teladan kita bersabda:

لا تصوموا حتى تروا الهلال ، ولا تفطروا حتى تروه ، فإن غمى عليكم فاقدروا له. و في رواية فاقدروا له ثلاثين

” Jangan kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal, dan jangan berbuka sampai melihatnya lagi, jika bulan tersebut tertutup awan, maka sempurnakan bulan tersebut sampai tiga-puluh.” (HR Muslim)

Jadi, gimana caranya kita bisa melihat hilal? Faris pengen bisa lihat hilal

source : tirto.id

Sebelum belajar jauh, Faris sebaiknya terlebih dahulu belajar bahwa bulan adalah satu-satunya satelit bumi. Apa itu satelit? satelit yaitu benda langit yang bergerak mengelilingi bumi. Dalam peredarannya, bulan memerlukan waktu 29,5 hari untuk sekali putaran. Karena posisinya berubah-ubah terhadap posisi bumi dan matahari, ini menyebabkan kita yang tinggal di bumi akan melihat bentuk bulan (yaitu bagian yang bersinarnya) berubah-ubah pula.

Coba Faris ingat-ingat kembali, cahaya bulan itu sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari. Bentuk-bentuk bulan yang berbeda itulah yang kita sebut dengan fase-fase bulan.

Berikut ini adalah 8 Fase bulan yang kita kenal!

1. Bulan Baru (New Moon)

2. Bulan Sabit Muda (Waxing Crescent)

3. Bulan Kuartal Pertama (First Quarter)

4. Bulan Separuh Mengembang (Waxing Gibbous)

5. Bulan Purnama (Full Moon)

6. Bulan Separuh Menyusut (Waning Gibbous)

7. Bulan Kuartal Terakhir (Last Quarter)

8. Bulan Sabit Tua (Waning Crescent)

belajar fase bulan dengan boardcard

Mengapa terjadi fase Bulan?

Ternyata ada tiga penyebabnya loh teman-teman, mari kita mempelajari kembali apa saja penyebabnya

1. Tidak Bercahaya

Bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri sama dengan planet. Bulan tampak terang pada malam hari, karena bulan memantulkan cahaya dari Matahari.

2. Berotasi dan Berevolusi

Bulan itu bergerak. Dalam satu saat, bulan melakukan 3 gerakan sekaligus yaitu bulan berotasi. Artinya, bulan bergerak pada porosnya sendiri. Dan bulan berevolusi, yaitu bergerak mengelilingi bumi. Dan yang terakhir bulan bersama bumi mengelilingi Matahari.

3. Berubah Posisi

Ada fase bulan karena ada Bumi dan Matahari. Ketika bulan mengelilingi bumi, maka posisi bulan terhadap matahari berubah-ubah. Cahaya matahari yang jatuh di permukaan bulan dan terlihat di bumi pun berubah. Suatu saat bulan berada di antara bumi dan matahari. Sehingga permukaan bulan yang tidak mendapat cahaya matahari akan menghadap Bumi.

Saat itulah kita melihat bagian permukaan bulan yang gelap. Fase ini dinamakan fase bulan baru. Di saat lain, bumi berada diantara bulan dan matahari. Maka seluruh bagian bulan yang menerima cahaya matahari akan menghadap bumi. Fase ini kita namakan fase bulan purnama.

Dari fase bulan baru yang gelap sampai ke fase bulan purnama, permukaan bulan yang mendapat cahaya matahari dan terlihat di Bumi, makin lama makin lebar. Sebaliknya, dari fase bulan purnama ke fase bulan baru, permukaan Bulan yang mendapat sinar matahari makin berkurang.

Ketika Bulan berada di antara bumi dan matahari, bulan disebut bulan mati atau bulan baru karena saat itu kita tidak bisa melihat bagian bulan yang bersinar. Dari bumi, bulan dan matahari akan tampak terbit dan terbenam dalam waktu bersamaan. Kemudian secara perlahan Bulan akan bergerak menjauhi Matahari lalu menjadi Bulan sabit yang terbenam setelah Matahari terbenam. Nah, Bulan sabit di awal-awal seperti inilah yang disebut hilal. Kita bisa melihat hilal ini di langit barat.

Namun mencari dan melihat hilal tidaklah mudah karena sabitnya masih sangat tipis dan langit senja masih tampak terang. Akibatnya cahaya hilal akan kalah terang oleh cahaya langit. Selain itu kesempatan atau rentang waktu untuk melihat hilal juga sangat sempit karena tidak lama setelah Matahari terbenam, hilal pun akan ikut terbenam. Umur hilal tidak pernah lebih dari 25 jam dengan ketinggian kurang dari 12,5 derajat. Seringnya, hilal berumur kurang dari 12 jam dengan ketinggian di bawah 6 derajat. Dengan ketinggian sekecil itu, artinya hilal akan terbenam tidak lebih dari 24 menit setelah Matahari terbenam. Hanya sebentar saja, bukan?

Menurut, Hanief Trihantoro, pengelola DuniaAstronomi.com untuk mempermudah dalam melihat hilal, kita bisa menggunakan alat bantu seperti teleskop dan kamera CCD (Charge Coupled Device) yang sangat sensitif. Dengan pengaturan yang benar, maka kemungkinannya membesar untuk kita dapat melihat hilal yang sangat tipis dan rendah. Dalam melakukan pencarian hilal pun kita sudah sangat dipermudah oleh kecanggihan teknologi. Perhitungan posisi hilal, gerhana (Bulan ataupun Matahari), dan benda langit lainnya kini sudah bisa ditentukan untuk puluhan bahkan ratusan tahun ke depan. Selain itu, sekarang sudah ada banyak program komputer atau telepon pintar yang bisa menunjukkan kondisi langit kapanpun kita mau. Dengan begitu, menghitung dan menentukan posisi hilal di awal bulan depan pun tidak sulit. Jadi, kemanakah tujuan kunjungan kita selanjutnya? Faris mau ikut mencoba mencari hilal?

referensi :

[1] Al Qur’an dan Hadist

[2] Al Qur’an Menakjubkan Hewan dan Bumi, QIBLA, DK Wardhani.

[3] IMC Little Scientist, Erlangga for Kids, Elvina Lim.

[4]http://anakbertanya.com/apa-itu-hilal-bagaimana-cara-melihatnya/

[5]https://negerinower.com/2015/10/19/mengenal-perubahan-bentuk-bulan/

Family Project#3 For Ramadan by G-Fam

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)

“Barang siapa yang berpuasa (di bulan) Ramadan (dalam kondisi) keimanan dan mengharapkan (pahala) dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu. (HR. Bukhari No. 38 dan Muslim No.760)

lapbook ramadan 1439H digunakan sebagai panduan tema belajar pekan ini

Masya Allah, terharu dan campur aduk rasa hati ketika mencium aroma ramadan. Nggak terasa dalam hitungan jam, Insya Allah kita akan berjumpa dengan bulan Ramadan. Dan mudah-mudahan Allah sampaikan saya dan keluarga berpuasa di bulan yang dinanti-nantikan ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, meskipun dalam kondisi hamil atau menyusui saya tetap berusaha untuk bisa ikut puasa. Tahun 2014, saya pertama kali berpuasa dalam kondisi hamil di trimester akhir kehamilan Faris. Alhamdulillah cuma bolong 3 hari di depan gara-gara ragu mau puasa atau nggak, tetapi ternyata ketika dicoba ternyata saya mampu menyelesaikan hingga hari puasa terakhir. Bersyukur sekali rasanya untuk yang kedua kalinya saya pun diberikan kesempatan berjumpa dengan bulan Ramadan tahun 2016 dan hamil kedua di trimester akhir. Jadilah dalam empat tahun terakhir ini, bulan Ramadan saya nikmati sambil hamil dan menyusui. Alhamdulillah bi ni’matimushaalihat, Allah mudahkan segalanya, tanpa drama dan halangan yang berarti. Mudah-mudahan tahun ini pun demikian juga, kami bisa lancar berpuasa meskipun masih menyusui Irbadh. Irbadh sudah hampir 20 bulan. Jadi sudah makan dan tidak terlalu tergantung nenen.

Menjelang Ramadan, kami sekeluarga membuat family project#3 khusus untuk bulan Ramadan. Ini merupakan family project ketiga di tahun ini setelah project #FarisNandur. Kami membuat project ini karena kami nggak mau Ramadan berlalu begitu aja tanpa ada yang membekas di hati. Bulan yang penuh berkah dan rahmat, kok sayang kalau hanya diisi dengan puasa saja. Apalagi tahun ini, Faris akan memasuki usia yang keempat dan momen ini akan kami manfaatkan untuk mengenalkan bab puasa padanya. Saya ingin melalui kegiatan ini, Faris merasa berkesan dengan bulan Ramadan yang selalu dinanti semua umat muslim di muka bumi ini.

FAMILY PROJECT#3 FOR RAMADAN by G-Fam

Sebelum Ramadan

1. Marhaban Ya Ramadan

Deskripsi Kegiatan :

Mempersiapkan keluarga, terutama Faris dan Irbadh, dalam rangka menyambut Ramadan.

Kegiatan :
a. Sounding ke anak-anak, terutama Faris tentang puasa Ramadan, membuat lapbook untuk panduan belajar tentang Ramadan, dan membacakan buku tentang puasa.

b. Papa dan Mama membaca buku Fiqh Puasa dari Yusuf Qardhawi.

c. Membacakan buku tentang Puasa, Zakat Fitrah, Lailatul Qadr, ‘Itikaf dan panduan belajar.

d. Mencetak printable worksheet dan bahan belajar selama bulan Ramadan dan yang akan dibawa ketika mudik.

e. Mendekorasi rumah dengan tema Ramadan.

Durasi : Seminggu menuju Ramadan.

Peserta : Semua anggota keluarga.

Tujuan Program : Agar semua anggota keluarga siap lahir dan batin beribadah di bulan Ramadan.

2. Rumah Bersih

Deskripsi Kegiatan :

Membersihkan dan merapikan rumah agar bersih dan rapi.

Kegiatan yang Dilakukan :

a. Membersihkan debu di seluruh rumah, merapikan buku dan perabotan, dan mencuci perlengkapan salat.

b. Komari. Mengurangi isi lemari baju, sepatu, tas dan seluruh perabotan yang sudah jarang dipakai untuk dijual dan disumbangkan.

c. Membersihkan kulkas dan segala isinya.

d. Mengumpulkan dan memilah sampah kering dan plastik untuk ditabung ke bank sampah.

Peserta : Semua anggota keluarga.

Durasi : Seminggu 2x.

Tujuan Program : Agar suasana rumah lebih nyaman dan lebih fokud beribadah di bulan Ramadan.

 

Baca Juga : Ramadan Menu Planner dari Dapur G-Fam 

 

3. Menu Sehat dan Praktis

Deskripsi Kegiatan :

Menyusun menu sehat dan praktis selama bulan Ramadan.

Kegiatan yang dilakukan :

a. Menyusun menu selama satu bulan, menyiapkan bumbu siap pakai, membersihkan kulkas, dan menyusun daftar belanja.

b. Membuat stok homemade frozen food pekanan.

Peserta : Mama.

Durasi : sekali di akhir pekan.

Tujuan Program : memudahkan Mama menyiapkan menu berbuka puasa dan sahur agar aktivitas di dapur bisa berjalan dengan lancar.

 

4. Celengan Sedekah

Deskripsi Kegiatan :

Membuat celengan khusus berbentuk ka’bah untuk diisi selama satu bulan.

Kegiatan yang dilakukan :

Celengan ini dibuat untuk diisi sedekah setiap harinya oleh Faris dan Irbadh. Usai Ramadan, celengan tersebut diserahkan ke masjid.

Peserta : Mama dan 2 Al.

Durasi :

a. Membuat celengan sedekah dari barang bekas yang ada di rumah.

b. Mengisi celengan sedekah, setiap hari selama Ramadan.

c. Menghitung sebelum diserahkan ke masjid dengan tujuan agar Faris memahami perlunya bersabar dan melatih ikhlas.

Tujuan Program : Meningkatkan semangat Faris untuk bersedekah.

Super Project of Ramadan

1. One Day One Juz

Deskripsi Kegiatan : Mengaji minimal satu juz atau boleh lebih dalam sehari.

Kegiatan yang Dilakukan : Untuk Faris, murojaah juz 30 sambil belajar mengenal makhraj huruf melalui buku nuramadan

Peserta : Semua anggota keluarga.

Durasi : Setiap hari.

Tujuan Program : Papa dan Mama khatam Al Qur’an. Faris melancarkan hafalannya.

2. One Day One Hadits

Deskripsi Kegiatan : Menambah hafalan hadits.

Kegiatan yang Dilakukan : Memilih hadits yang mudah dihafal Faris, membaca dan mengulang-ulang 1 hadits dalam sehari.

Peserta : Mama dan Faris.

Durasi : Setiap hari.

Tujuan Program : Menambah hafalan hadits dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

3. Semangat Sahur 

Deskripsi Kegiatan : Bangun dan menyantap sahur dengan niat agar Allah memudahkan ibadah hari ini.

Kegiatan yang dilakukan :

a. Membangunkan Faris dan Irbadh dengan lembut.

b. Menyiapkan soya hangat kesukaan Faris dan Irbadh.

c. Menyiapkan makanan kesukaan sesuai request anak-anak.

Peserta : semua anggota keluarga.

Durasi : setiap hari.

Tujuan Program : agar anak-anak merasa senang dan semangat bangun sahur.

4. Kajian Tafsir

Deskripsi Kegiatan : program membaca tafsir bersama kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan kisah yang terkait.

Kegiatan yang dilakukan : membaca tafsir Qur’an Ibnu Katsir Qur’an dan buku-buku parenting nabawiyah serta buku-buku pendukung untuk berkisah.

Peserta : Mama dan Papa.

Durasi : Seminggu 3x.

Tujuan Program : Menambah keilmuan keluarga tentang parenting Nabawiyah.

5. Berbagi Menu Berbuka Puasa

Deskripsi kegiatan : berbagi menu berbuka puasa.

Kegiatan yang dilakukan :

a. Memberikan makanan untuk berbuka puasa di masjid dan sekitar rumah. Mama yang masak, Faris yang memberikan.

b. Berbagi makanan untuk berbuka puasa dan berusaha untuk meminimalisir sampah dengan kemasan bukan plastik.

Peserta : Mama dan 2 Al.

Durasi : seminggu 1x.

Tujuan program :

a. Agar anak-anak memiliki empati kepada orang lain yang sangat membutuhkan bantuan. Sekaligus mengamalkan hadits tentang memberikan makanan kepada orang lain untuk berbuka puasa.

b. Eco Ramadan, berbagi tanpa menambah sampah.

 

6. Ramadan FunTastic 

Deskripsi kegiatan : berkreasi dan bermain bersama anak.

Kegiatan yang dilakukan : bermain dan belajar dengan tema Ramadan. Mama sudah menyiapkan materi yang akan dipelajari disarikan dari materi e-learning di kelas Yayasan Generasi Juara dan rencana berkisah bulan ini.

Peserta : Mama dan 2 Al.

Durasi : Setiap hari.

Tujuan program : agar anak-anak semangat menyambut dan menjalani kegiatan pengenalan puasa dan enjoy menunggu waktu berbuka.

 

Baca juga : Ma, Kenapa Kalau Mau Puasa Harus Melihat Hilal Dulu? Gimana Cara Lihatnya?

 

7. Tarawih and Dhuha Time

Deskripsi kegiatan : Mengajak anak-anak salat Tarawih dan Dhuha.

Kegiatan yang dilakukan :

a. Salat Tarawih bersama anak-anak di rumah, karena Irbadh belum bisa diajak ke masjid untuk rentang waktu salat yang lama.

b. Salat dhuha bersama anak-anak sambil mengulang bacaan salat.

Peserta : Mama dan anak-anak.

Durasi : Setiap hari.

Tujuan program : agar anak-anak terbiasa dengan salat sunnah Tarawih yang hanya ada di bulan Ramadan dan Dhuha.

8. Cinta Rasulullah

Deskripsi Kegiatan : program membacakan buku dan berkisah bersama anak-anak.

Kegiatan yang dilakukan :

a. Membaca buku tentang rumah Rasulullah SAW dan keseharian Rasulullah SAW dengan bersumber pada Al Qur’an dan Hadist serta referensi buku yang ada di perpustakaan keluarga. Faris yang memilih bukunya.

Peserta : Mama dan anak-anak.

Durasi : setiap hari.

Tujuan program :

a. Memupuk rasa cinta dan rindu terhadap Rasululla SAW dengan mengetahui keseharian beliau yang telah mereka baca di buku dan referensi pustaka yang ada.

b. Mengembangkan daya imajinasi Faris, dan menjadi fasilitator atas banyaknya pertanyaan yang muncul ketika ia belajar mengenal Rasulnya, sehingga menambah keilmuan Faris.

 

Masya Allah tabarakallah…semoga Allah SWT memudahkan dan memberikan kelancaran family project#3 yang kami buat ini. Semoga keluarga kami bisa menyelesaikan tantangan dalam project kali ini. Aamiin. Jadi, kalau teman-teman di rumah punya project apa selama bulan Ramadan ini? Bagi pengalaman dan ide kegiatan menarik keluarga teman-teman di kolom komentar ya. Wassallamu’alaikum warrahmatullahi wa barakatuh.

Ramadan Menu Planner dari Dapur G-Fam

Assallamu’alaikum, Mak! Bulan ramadan sudah di depan mata nih. Emak-emak sudah membuat menu buka puasa dan juga untuk sahur belum, Mak? Mungkin bahkan undangan berbuka puasa bersama sudah mulai berdatangan, tetapi bagi keluarga kami yang notabene orang rumahan ini kayaknya tetap saja ya, menyiapkan sendiri menu buka puasa dan juga sahur bersama keluarga itu akan lebih baik, terutama untuk membangun bonding dan kenangan anak-anak saat mereka dewasa kelak.

Aturan pemilihan jenis makanan tentu harus disesuaikan dengan waktu dan kondisi orang yang bersangkutan. Pertimbangan waktu sahur, misalnya, berbeda dengan pertimbangan saat berbuka. Salah satu masalah umum saat makan sahur adalah kurangnya nafsu makan. Tetapi sahur dalam puasa Ramada sangatlah dianjurkan. Jadi, kita tetap dianjurkan untuk makan menjelang imsak sekalipun kita mungkin kuat untuk menahan lapar seharian tanpa sahur.Berkurangnya nafsu makan tidak boleh menjadi alasan meninggalkan sahur. Apabila tidak adanya nafsu makan merupakan masalah besar, maka kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengatasinya. Disinilah keterampilan memasak dan menyajikan makanan yang menggugah selera menjadi hal yang sangat penting.

Secara umum, aturan makan saat puasa mengikuti aturan umum pedoman gizi seimbang. Komposisi karbohirat, protein, lemak sebaiknya tetap mengikuti pedoman seperti biasa.Meski begitu ada beberapa jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari saat sahur. Aturan ini berlaku untuk semua orang, di luar pertimbangan kondisi  individu masing-masing orang, antara lain

1.Makanan dan Minuman Manis atau Karbohidrat Sederhana

Kita dianjurkan untuk untuk bersahur dengan sumber karbohidrat kompleks, protein dan serat. Karbohidrat kompleks misalnya nais yang agak pera. Sumber protein misalnya ikan, telur, tahu, tempe, daging ayam atau sapi. Serat terutama dari buha dan sayur. Ketiga jenis makanan ini bisa mengatur suplai energi tetap terjaga sampai siang hari.

2. Makanan atau minuman yang merangsang produksi air kemih

Untuk mengurangi kemungkinan dehidrasi, kita harus minum cukup air sampai sahur. Namun, minuman seperti kopi atau teh yang panas, manis dan kental bukan pilihan yang menyehatkan di waktu sahur sebab kedua jenis minuman ini merangsang pengeluaran air. Selain gulanya akan menyebabkan kita menjadi cepat lapar di siang hari, bahkan kopi dapat merangsang produksi air kemih.

3. Makanan Awetan 

Terkadang, karena alasan kepraktisan kita lebih suka memilih makanan awetan, ikan, atau daging kalengan lalu menjadi pilihan. Padahal dari segi nutrisi, makanan kalengan mestinya tidak menjadi pilihan. Salah satu alasannya makanan kalengan sudah pasti tidak segar dan kehilangan sebagian besar vitaminnya. Alasan lainnya,makanan kalengan umumnya mengandungbanyak bahan tambahan, misalnya pengawet, garam dalam jumlah banyak, penguat rasa, minyak dan berbagai bahan yang sebetulnya tidak kita perlukan.

 

Baca Juga : Menu Food Combining Bagi Pemula

 

Nah, buat emak-emak yang belum sempat menyusun menu buka puasa, berikut ini ada referensi Ramadan Menu Planner dari dapur G-Fam. Susunan menu ini kami buat berdasarkan kesepakatan bersama dan merupakan bagian dari Family Project #3 khusus untuk bulan Ramadan tahun ini. Apa saja menu kudapan yang bisa disajikan saat berbuka? Ini hanya sekedar referensi ya, Mak. Jadi Mama bisa mengaturnya dengan diselang-seling menu buka puasa tradisional atau menu dari luar sesuai keluarga masing-masing.

Yang jelas menu yang kami pilih ini penyajiannya juga gampang. Dan yang pasti karena kita membuat sendiri di rumah maka kita pun lebih yakin dengan ke-higienis-annya dan juga terkontrol kadar gizinya. Tetap usahakan menyuplai nutrisi penting yang dibutuhkan saat berbuka, dan tentunya disukai oleh keluarga.

Berikut ini beberapa pilihan takjil untuk menu berbuka puasa Ramadan dari dapur G-Fam.

1.Bubur kacang hijau.

Ini menu takjil berbuka puasa andalan saat saya kehabisan ide untuk membuat menu pembuka ketika berbuka puasa. Bubur kacang hijau paling gampang dibuat, bahkan keluarga kami biasa membuat bubur kacang hijau dengan slowcokker. Praktis kan, Mak. Terakhir tambahkan nangka untuk rasa yang lebih nikmat.

2. Kolak pisang atau ubi.

Ini juga menu buka puasa sejuta umat saat Ramadan tiba. Sepertinya sudah wajib membuat menu ini untuk berbuka puasa. Kudapan yang terbuat dari pisang, santan dan gula merah ini menjadi menu favorit saat berbuka. Sebaiknya sih untuk mengurangi rasa manisnya, takaran gulanya bisa sedikit dikurangi, dan pilihlah pisang yang matang sempurna sehingga manis alaminya terasa.

3. Kue soes dengan berbagai topping

Ini adalah kue kesukaan anak-anak, selain cepat dan gampang dibuat, kue ini bisa dimodifikasi dengan berbagai topping kesukaan mereka. Bahannya sedikit dan hasilnya banyak. Tipsnya, pilih susu yang creamy agar isiannya terasa lembut di lidah.

 

Baca Juga : Simple Banana Cookies Snack Favorit 2Al

 

4. Es aneka buah dan biji chia

Biji chia ini sangat baik manfaatnya bagi pencernaan dan mengandung banyak serat. Untuk membuat es buah, pilih saja buah yang sedang musim dan kurangi penambahan sirup pabrikan ya, Mak. Perhatikan takaran gulanya dengan mengganti dari rasa manis buah asli dan yogurt tawar sebagai pengganti susu agar puasa kita tetap sehat.

Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan kehadiran minuman baru di Indonesia. Sepintas, minuman ini mirip dengan jus mangga abang-abang di jalanan pada umumnya. Bedanya, untuk dapetin minuman ini butuh perjuangan khusus karena antrenya bejubel sekali lho. Lalu, apa keunikannya ya? Kemunculan minuman mangga hits ini bermula saat hype kuliner negeri Gajah mulai merambah Indonesia. Thailand sendiri terkenal akan beberapa jenis kulinernya yang terlebih dahulu hits, yakni Thai Ice Tea dan Mango Sticky Rice. Satu porsi minuman jus mango ala thailand yang lagi hapening ini harganya Rp 50.000. Diletakkan di gelas yang besar, minuman ini terdiri dari tiga lapisan. Lapisan terbawah terdiri dari jus mangga, lapisan tengah es serut dan whipped cream lalu di atas diberi topping potongan buah mangga. Mengingat harganya yang cukup mahal, rasanya cukup mengherankan apabila minuman ini menjadi hype di antara masyarakat. Bahkan slogannya, untuk dapat mencicipi ini dibutuhkan perjuangan khusus yang nantinya akan dibayar manis oleh kesegaran jus mangga tersebut. Mungkin kita bisa mengatakan, masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di perkotaan ini doyan mencicip makanan atau minuman yang sedang viral. Bagaimana? Apakah masih tergiur mencobanya? Ayo kembali ke dapur, kita bikin sendiri karena cara buatnya gampang dan kita tau apa saja makanan minuman yang kita asup. Resep Mango Bomb ala rumah organik trenggalek⛅🌻 Bahan Jus Mangga : – 2 buah mangga ukuran sedang (sudah saya kupas dan bekukan di freezer semalaman) – 8 buah jeruk medan ukuran sedang (peras ambil airnya saja) – 100 ml plain yoghurt – 300 ml air es Topping : Mangga secukupnya potong dadu Kelapa muda diserut Chiaseed Cara Membuat : 1. Blender bahan jus mangga sampai halus. 2. Tuang jus mangga hingga 3/4 gelas. 3. Hias atasnya dengan potongan mangga, kelapa serut dan taburi chiaseed. Siap disajikan. nb: no sugar, no uht, no whipcream aman dikonsumsi anak2 dan orang tua. Salam sehat 💕

A post shared by Rumah Organik Trenggalek (@rumahorganik_trenggalek) on

5. Kue Bolu Wortel

Resep bolu apa saja yang selama ini sudah dibuat di rumah, Mak? Kalau Mama sudah bosan dengan resep bolu yang itu-itu saja Mama mungkin bisa mencoba bolu berbahan dasar wortel dan gula palem ini.

 

Beberapa pilihan sajian berikut ini merupakan menu buka puasa dan sahur ala dapur G-Fam

1. Sate Pedas Manis

Kini kita tidak perlu lama mengantri lama jika ingin berbuka puasa dengan sate karena kita bisa membuat sendiri sate pedas manis di rumah. Berikut ini resep sate pedas manis ala keluarga kami, sangat mudah dan silahkan dicoba di rumah ya, Mak.

Bahan :

500 gram daging has dalam, potong 2x2x2 cm

1/2 sendok teh garam

1 sendok makan gula merah, sisir

1 sendok teh ketumbar bubuk

2 sendok makan kecap manis

2 sendok makan air asam jawa, dari 1sendok teh asam jawa dan 3 sendok makan air

20 buah tusuk sate

Bumbu Halus :

8 butir bawang merah

2 siung bawang putih

5 buah cabai merah besar

5 butir kemiri sangrai

Cara Membuat :

  1. Campur daging, garam,gula merah, ketumbar bubuk,kecap manis, air asam, dan bumbu halus. Aduk sampai daging berbalut bumbu. Diamkan 1 jam hingga bumbu meresap.
  2. Tusuk-tusuk daging di tusuk sate.
  3. Bakar hingga matang.

2. Mix Green Salad

Menu salad merupakan salah satu menu yang wajib dihidangkan di meja ketika buka puasa di rumah kami. Demi memenuhi kebutuhan enzim dalam tubuh. Enzim selalu diperlukan tubuh sebagai katalisator bagi proses metabolisme. Dalam foodcombining, jika pati, protein, lemak, vitamin, dan mineral ibarat bahan-bahan bangunan, maka enzim ibarat tukang bangunan. Jika kita hanya rajin menimbun bahan-bahan bangunan ke dalam tubuh (baca/; selalu makan makanan yang dimasak alias tidak mengandung enzim), tanpa menyediakan tukang bangungan (baca:enzim), maka ”rumah kita” alias tubuh kita akan segera aus. Itulah mengapa mengasup enzim hidup itu sangat penting. Enzim rusak pada suhu 40-60derajad celcius. Berikut ini resep salad andalan keluarga kami, simple dan cepat penyajiannya.

Bahan :

25 gram keju parmesan (untuk anak-anak)

2 lembar iceberg, potong-potong

2 lembar romaine lettuce, potong-potong)

50 gram red cabbage

sayur yang lain boleh dipakai, sesuai ketersediaan di rumah saja.

Bahan dressing :

75ml minyak zaitun

1/2 sendok teh seasalt

2 sendok teh air jeruk lemon

1 siung bawang putih cincang halus

1 sendok teh dijon mustard (bagi yang suka)

1 sendok teh balasamic

1 genggam almond cincang kasar

1/4 sendok teh lada hitam,tumbuk kasar.

Cara Membuat :

  1. Keju panaskan di pan. Taruh1 sendok makan keju sambil diratakan. Bentuk bulat, masak hingga meleleh dan menyatu.
  2. Dressing campur minyak zaitun, garam,air jeruk lemon, bawang putih, balsamic, almond, lada hitam dan dijon mustard.
  3. Campur iceberg, romaine lettuce, red cabbage dan keju. Tambahkan dressing, aduk rata.

3. Tumis Kailan Jamur

Kailan sering digunakan dalam masakan Tionghoa, dan terutama dalam masakan Kanton. Sayur ini lazim ditumis dengan bumbu jahe dan bawang putih, atau direbus dan dihidangkan dengan saus tiram. Daun maupun batang kailan dapat dimakan, biasanya dipotong-potong kecil sebelum dimasak. Nama kailan atau gai-lan merupakan pelafalan dalam bahasa Kanton.Daun dan batang sayuran ini bisa dimakan. Sebelum diolah menjadi santapan lezat, sebaiknya dipotong-potong terlebih dahulu. Namun, khusus untuk baby kailan yang berukuran mungil tidak perlu dipotong-potong.Manfaat kailan antara lain memberi pasokan antioksidan betakaroten dan vitamin C untuk melawan penyakit degeneratif dan penuaan. Tubuh akan mengubah betakaroten menjadi vitamin A yang baik untuk penglihatan, kulit yang sehat, dan daya tahan tubuh melawan infeksi. Cukup 100 gram sajian kailan mampu memenuhi 1/3 asupan vitamin A yang dibutuhkan tubuh. Jadi mari jadikan kailan sebagai salah satu pilihan sayur yang kita konsumsi ketika berbuka puasa atau sahur. Ini dia resep tumis kailan jamur yang bisa dihidangkan segera di meja makan emak-emak semua.

Bahan:

200 gram baby kailan

150 jamur merang, potong 4 bagian

100 gram fillet ayam, potong kotak

1/2 buah bawang bombay, iris panjang

3 siung bawang putih, memarkan

1 sendok makan saus tiram

1 sendok teh kecap ikan

1/2 sendok teh garam

1/4 sendok teh merica

1/2 sendok teh gula

1 sendok makan minyak untuk menumis.

Cara Membuat :

  1. Panaskan minyak. Tumis bawang bombay, bawang putih dan jahe sampai harum.
  2. Masukkan ayam, tumis sampai berubah warna.
  3. Tambahkan jamur dan kailan, tumis sampai layu.
  4. Masukkan saus tiram, kecap ikan, garam, merica dan gula pasir. Aduk rata.
  5. Tuang air dan aduk sampai rata.

 

Cookpad, Aplikasi Gratis Untuk Penggemar Masakan dan Makanan Indonesia

Siapa yang masih bingung mencari resep masakan favorit keluarga? Hobi memasak pun kini tak hanya dimiliki wanita saja. Para pria pun sekarang tak sungkan untuk berbelanja kebutuhan bahan dapur lalu masuk dapur untuk mengolah makanan. Buat ibu-ibu yang sudah mati gaya dan bingung mau masak apa atau sekedar igin mencoba resep-resep baru setiap harinya, dan untungnya teknologi mengiyakan.

Bagi ibu milenial, jika ingin mencari resep baru kini kita tidak perlu membeli buku atau tanya ke orang tertentu, cukup buka aplikasi di gawai saja, Mak maka segala resep bisa diketahui. Cookpad menjadi salah satu layanan gratis untuk emak-emak yang ingin mencoba resep-resep terbaru.

Layanan yang diadaptasi dari aplikasi Jepang ini semakin variatif membantu kaum wanita dalam belajar memasak atau menyajikan makanan terbaik bagi keluarga. Saat ini, melalui aplikasi cookpad kita tidak sekedar bisa mencari resep makanan atau minuman yang ingin kita buat tetapi kita pun bisa belajar online dari ahlinya melalui program #cookpad masak bareng. Cookpad juga memfasilitasi membernya untuk bergabung ke dalam grup Cookpad Community Indonesia. Jadi buat emak-emak yang masih bingung mau masak menu apa untuk buka puasa dan sahur ayo download aplikasi cookpad di Android dan iOS.

Hai #Cookpaders Terimakasih atas partisipasimu setiap hari bersama #Cookpadcommunity Yuk intip “recipes of the day” pilihan Cookpad minggu lalu: . #SeninSemangat_cookpad: @adis_sabrina_zainal (Cookpaders Bandung) #SelasaBisa_cookpad: @aning_han_okbingits (Cookpadres Klaten) #RabuBaru: @dwi_fananvira (Cookpaders Sidoarjo) #KamisManis_Cookpad @ayunabillarumaropen_ (Cookpaders Papua) #PekanInspirasi_cookpad @Vina_gahftan (Cookpaders Depok) . Wah begitu banyak resep hebat berdatangan dari #Cookpaders di seluruh Indonesia setiap harinya, dan salah satunya tentu adalah resep KAMU.. iya kamu ☺ Nantikan pula pengumuman pemenang #tantanganCOMBRO di insta story @cookpad_id sesaat lagi . Jangan sampai ketinggalan untuk menjadi bagian dari inspirasi bersama #Cookpadcommunity ya Gabung #Cookpadcommunity? masuk ke halaman instagram @cookpad_id, lalu geser ke atas pada highlight story “Community” . #Cookpadindonesia #Masakitusaya #bagikaninspirasimu

A post shared by Cookpad Indonesia (@cookpad_id) on

Cookpad juga sering mengadakan challenge berhadiah loh, langsung diintip aja kesana dan buat ramadan tahun ini lebih berkesan. Nah, itu dia beberapa contoh daftar menu buka puasa yang juga bisa Mama buat sendiri selama Ramadan besok. Semoga puasa Ramadan kita sekeluarga tahun ini diberikan kelancaran ya, Ma. Dan kita semua mendapat pahala. Aamiin ya rabbal’alamin,

Selamat menyambut Ramadan, Mak. Semoga Allah sampaikan dan mampukan kita berpuasa di bulan Ramadan tahun ini. Aamiin!

 

Taddabur Alam ke Nuvasa Bay, Nongsa

Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti)  gunung-gunung… (QS An Nur : 43)


Hari ini kali pertama kami sekeluarga taddabur alam ke pantai Nuvasa Bay. Nuvasa Bay merupakan kawasan kota mandiri terbesar di Batam yang berlokasi di Nongsa. Letaknya sangat strategis karena dekat dengan Singapura yaitu hanya memakan waktu 30 menit apabila ditempuh dengan kapal feri, juga dekat ke Bandara Internasional Hang Nadim yang hanya memakan waktu 15 menit ditempuh dengan mobil. Kawasan hunian dan wisata yang memiliki pemandangan langsung ke Singapura ini memiliki garis pantai sepanjang 1,2 km serta dikelilingi oleh pemandangan padang golf terbesar di Palm Springs Golf. Di sini  terdapat resident club, club house, rumah sakit, hotel bintang empat dan lima, edu center, serta area hiburan bertaraf international.


Ada apa sajakah disana? Selain bisa menikmati pemandangan pantai, kita bisa juga mencoba berbagai wahana seperti sea adventure, land adventure, camping ground dan gathering package. Sea adventure atau biasa disebut wahana permainan air di laut atau floating water park. Wahana ini memiliki beragam permainan yang menantang seperti aqua adventure track dan water sport. Beberapa olahraga air yang tersedia disini seperti jetski, parasailing, kayaking, banana boat, fishing, mangrove tour dan olahraga air lainnya. Wahana ini sangat cocok bagi pengunjung yang senang mencoba berpetualang di air laut.
Sedangkan sea forest adventure merupakan taman rekreasi yang menyuguhkan pengalaman edutrip melalui kegiatan adventure dan permainan.
Seaforest adventure menawarkan area berpetualang seperti monkey land dengan fasilitas permainan paintball, archery dan shooting target. Selama perjalanan menuju wahana kita juga bisa berfoto di sarang burung atau mengambil background view laut lepas.
Gathering package disediakan bagi pengunjung yang ingin berkumpul bersama keluarga atau teman-teman serta menikmati wahana yang tersedia. Terakhir juga terdapat fasilitas camping ground. Sepertinya menarik sekali jika mengadakan familycamp disini. Kita bisa belajar lebih dekat dengan alam sambil menikmati barbeque di tepi pantai. Apabila kita tidak membawa tenda pun pihak Nuvasa menyediakan tenda yang dapat disewa dengan sejumlah uang sewa yang terjangkau. Tiket masuk ke pantai Nuvasa Bay pun cukup murah dan worth it lah, anak-anak bisa bebas bermain dan mendekat dengan alam. Jadi, kapan kita coba adventure yang lain?


QOTD : Ma, kok air laut rasanya asin kaya garam? Garam itu datangnya dari mana?


Rasa sepet dan asin adalah ciri khas rasa garam. Rasa yang ditimbulkan ini datang dari ujung-ujung syaraf pengecap yang ada di lidah kita. Ingat kan salah satu di antara lima panca indera kita adalah indera pengecap. Ketika ujung-ujung syaraf ini bersentuhan dengan larutan garam tadi, akan ada sinyal khusus rasa asin yang dikirimkan ke otak melalui jaringan syaraf dari lidah ke otak. Bandingkan kalau kalian mengecap gula atau permen, maka pulsa informasi rasa manislah yang terkirim ke otak.

Untuk membuktikan hal tersebut di atas Faris ingin membuktikan melalui percobaan kecil-kecilan. Berhubung Faris sedang di pantai, jadilah ia mencoba mencicipi air laut langsng dari sumbernya,,hehe. Kalau teman-teman di rumah ingin melaporkan hasil percobaannya di rumah. Maka alat dan bahan yang harus dipersiapkan antara lain sebagai berikut: sediakan 2 gelas air. Satu gelas biarkan apa adanya, sementara ke dalam gelas lainnya masukkan 3 sendok makan garam batu atau garam dapur, dan aduklah sampai semua garam itu terlarut. Setelah itu kalian siap untuk mencicipi rasa air minum yang segar dan rasa air minum yang mengandung garam. Selamat mencoba!

Air laut terasa asin karena air laut banyak mengandung garam-garam yang terlarut di dalamnya. Kepekatan garam-garam ini mencapai 35 gram per liter. Jadi kalau teman-teman mengambil 1 liter air laut, kemudian dimasukkan ke dalam panci dan dipanaskan di atas kompor sampai airnya habis menguap, maka akan tertinggal garam sebanyak kurang lebih 35 gram.

Hasil pengamatan Faris ini adalah apabila kita berjalan-jalan di pantai maka kaki pun otomatis akan basah oleh air laut, nah setelah airnya mengering apa yang terjadi? Kita akan mendapati selain pasir juga garam-garam itu. Sebagian besar garam-garam tersebut adalah natrium kloridadengan rumus kimia NaCl, seperti yang terdapat di dapur.

Kalau ditanya berasal dari mana sih garam-garam itu? Ada beberapa sumber yang menyatakan bahwa garam berasal dariri proses-proses reaksi kimia bebatuan di dasar laut, selain juga dari bahan-bahan padatan, cairan dan gas-gas yang keluar dari kawah-kawah gunung berapi di dasar laut. Ingat Gunung Krakatau di Selat Sunda terletak di dasar laut ‘kan? Sumber garam yang lain yang tidak sebesar dua sumber di atas yaitu bahan-bahan yang dikeluarkan oleh makhluk-makhluk hidup di dalam laut dan garam-garam yang terbentuk dari reaksi kimia di udara (atmosfer). Ingat badan kitapun berkeringat dan dalam keringat kitapun terdapat garam-garam, coba sesekali kalian kecapi tetesan keringat pasti akan terasa asin! Hampir semua orang pernah menambahkan garam dapur ke dalam makanannya ketika makanan itu terasa kurang enak. Hampir semua orang juga tahu bahwa garam harganya amat murah. Tapi apakah mereka semua tahu bagaimana garam dibuat?

Tahukah kamu bahwa keringat dan air mata kita ternyata mengandung garam loh? Nah, garam bisa “dibuat” dari keringat dan air mata lho. Caranya sederhana. Kumpulkan air mata orang-orang yang menangis dalam suatu wadah. Lalu biarkan wadah itu di bawah terik matahari. Suatu saat, walaupun air mata belum menguap semua, mulai terbentuk endapan, yaitu padatan di dasar wadah air mata tersebut. Mengapa terbentuk endapan? Karena pada saat itu, garam atau zat lain yang terkandung dalam air mata, tidak bisa semuanya larut dalam air karena jumlah air berkurang oleh penguapan, sehingga terjadilah endapan. Artinya, air yang tersedia sudah tidak sanggup lagi melarutkan semua garam yang ada.

Bagaimana cara mengetahui bahwa yang mengendap itu adalah garam? Kita tahu caranya kalau kita mengetahui sifat garam. Ya, salah satu sifatnya adalah rasanya yang asin. Jadi, tanpa harus menunggu air matanya menguap semua, kita saring air mata yang telah mengandung endapan tersebut. Setelah itu, ambil secuil padatan endapan hasil penyaringan, lalu coba rasanya di lidah.

Membaca uraian di atas, teman-teman mungkin akan bertanya tanya: “Garam diambil dari air laut, bukan dari air mata ya!” Ya, kamu benar. Tapi proses “pembuatannya” tetap seperti di atas, yaitu air laut dibiarkan di bawah terik matahari agar menguap, hingga terbentuklah endapan berupa kristal garam.

Yang menarik, tidak ada catatan sejarah tentang “pembuatan” garam dengan cara yang berbeda. Sepanjang sejarah peradaban manusia, garam dibuat dengan cara itu. Berbeda dengan cara pembuatan zat lain, misalnya asam sulfat, yang berubah caranya dengan perkembangan teknologi, “pembuatan” garam secara prinsip tetap tidak berubah.

 


Mengapa Bapak Muhammad A Martoprawiro dalam situs anakbertanya selalu menggunakan tanda kutip pada kata “dibuat” atau “pembuatan” di atas? Seorang ahli kimia tidak menggunakan istilah “pembuatan” untuk proses di atas, melainkan pemisahan. Garam yang diperoleh dari air laut melalui proses pemisahan, karena garam dengan sifatnya yang asin itu sebetulnya telah ada dalam air laut. Yang dilakukan hanyalah memisahkannya dari air dan dari zat-zat lainnya yang juga terdapat dalam air laut. Suatu zat dikatakan dibuat melalui proses pembuatan jika zat itu diperoleh dari zat lain yang sifatnya berbeda. Sebagai contoh, asam sulfat yang cair dapat dibuat dari gas belerang trioksida, atau alkohol bisa dibuat dari minyak bumi.

Jadi, sekarang, kita sudah tahu kan bagaimana sih garam dapur diperoleh. Tentunya sudah seharusnya bisa membedakan istilah “pembuatan” dan “pemisahan”. Silakan cari zat-zat lain yang kita gunakan sehari-hari, dan coba temukan bagaimana zat-zat itu diperoleh atau dibuat. Coba pikirkan, apakah prosesnya berupa pemisahan atau pembuatan.