Menemukan Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari

Siapa yang sudah pernah melihat atau memegang magnet? Tentunya magnet sudah tidak asing lagi bagi kita semua kan, benda yang satu ini merupakan benda yang bisa menarik atau menempel pada logam.

Apa sih magnet itu?

Jadi, magnet adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan magnet. Kata magnet (magnit) berasal dari bahasa Yunani magnítis líthos yang berarti batu magnesian. Pada saat ini, suatu magnet adalah suatu materi yang mempunyai suatu medan magnet. Magnet selalu memiliki dua kutub yaitu: kutub utara  dan kutub selatan. Walaupun magnet itu dipotong-potong, potongan magnet kecil tersebut akan tetap memiliki dua kutub. Nah magnet itu dapat menarik benda lain terutama menarik logam.

Ada salah satu jenis gaya yang kuat tetapi tidak dapat dilihat. Gaya ini dapat mendorong atau menarik benda tertentudengan kekuatan yang besar. Iya! Gaya yang aneh ini berasal dari magnet. Magnet banyak digunakan pada peralatan sehari-hari. Hari ini, Faris menemukan banyak benda-benda di rumah yang ternyata cara bekerjanya memakai magnet. Apa saja hasil temuan Faris?

  1. Magnet di dalam Harddisk

Faris terheran-heran ketika Mama menjelaskan bahwa informasi itu dapat disimpan dalam sebuah harddisk. Selama ini, ia berpikir keras kenapa ya kok bisa gitu Mama dan Papanya menyimpan foto atau video di dalam harddisk. Hebohnya lagi, ternyata kita bisa loh memutar ulang foto atau video yang kita simpan di dalam harddisk untuk dilihat kembali melalui laptop atau TV. Faris penasaran bagaimana cara kerja sebuah harddisk. Mama pun terheras-heran, jauh sekali analisanya hihi.Jadilah Mama memberikan pengetahuan dasar terlebih dahulu bahwa sebuah harddisk biasanya tersusun atas tumpukan logam berbentuk lingkaran. Setiap logam dilapisi dengan lapisan magnet yang sangat tipis. Nah ketika diaktifkan piringan harddisk berputar berlawanan dengan arah jarum jam sehingga mengakibatkan piringan harddisk tersebut berputar dengan kecepatan sangat tinggi, sedangkan head akan mengambang pada piringan harddisk. Pada saat mengambang itu baru head melakukan pembacaan dan menulis, yaitu dengan cara spindle motor tersebut akan menggerakkan platter dan mengatur tekanan udara dengan slider agar tidak tersentuh platter, jadi head itu akan membaca data tersebut melalui udara.

2. Magnet pada pintu kulkas

Magnet kecil yang berbentuk seperti kancing dapat berguna untuk menempelkan kertas di pintu kulkas. Magnet ini biasanya dilapisi plastik di bagian luarnya. Namun, ternyata magnet juga dapat menembus kertas yang tipis bahkan Faris dan Irbadh mencoba menempelkan magnet di antara telinganya dan menempel. Akan tetapi, kekuatannya akan berkurang jika menggunakan kertas yang tebal atau sebuah kartu. Coba perhatikan pintu lemari es. Mengapa pintu lemari es dapat menutup dengan kuat dan rapat? Hal tersebut dikarenakan di sekeliling sisi pintu lemari es terdapat magnet. Sebuah magnet yang panjang diletakkan di dalam karet sepanjang pintu lemari es. Lemari es terbuat dari baja, jadi magnet akan membuat pintu lemari es menutup dengan rapat ketika kamu menutupnya. Pintu lemari es yang tertutup rapat dapat menjaga suhu di dalam tetap dingin sehingga makanan dan minuman di dalamnya tetap segar.

3. Magnet pada kompas

Siapa yang tahu apakah kompas itu? Kompas adalah alat yang bekerja menggunakan magnet dan fungsinya untuk menentukan arah mata angin. Jarum kompas yang terbuat dari magnet dapat berputar-putar mengikuti medan alami bumi sehingga dapat menunjukkan arah utara dan selatan.

4. Magnet pada headphone

Headphone dapat menghasilkan suara ketikamagnet di dalamnya menggetarkan lapisan tipis yang disebut diafragma. Suara yang dihasilkan headphone akan lebih besar apabila magnet menggetarkan diafragma dengan kuat.

5. Magnet pada motor listrik

Pernah menyadari tidak sih kalau ternyata magnet juga diperlukan pada mesin motor loh. Motor listrik tersusun atas kumparan kawat yang dapat berputar dan magnet permanen. Saat dialiri arus listrik, kumparan akan berubah menjadi elektromagnet. Ingat, bahwa magnet selalu mempunyai dua kutub magnet. Saat menjadi elektromagnet, kutub magnet pada kumparan ada yang mendekat dan ada yang menjauhi magnet permanen. Hal ini menjadikan kumparan tersebut berputar mengitari magnet permanen terus menerus sehingga motor listrik dapat berputar. Bayangin deh, manusia sangat bergantung pada motor listrik yang terdapat dalam peralatan sehari-hari, mulai dari sikat gigi elektrik, mesin cuci, alat pengering baju, vacuum cleaner, hingga blender.

6. Magnet pada derek

salah satu tayangan di nat-geo

Banyak badan mobil yang terbuat dari baja. Di tempat barang-barang bekas, mobil besar yang telah rusak dapat diangkat menggunakan elektromagnet dari sebuah derek. Elektromagnet juga dapat digunakan untuk memisahkan barang-barang yang terbuat dari baja dan bahan lainnya. Dengan demikian, barang-barang tersebut akan mudah didaur ulang. Membantu sekali kan, teman?

7. Magnet pada kereta super cepat

Hasil membaca buku tentang serba serbi kereta, kami menemukan fakta ternyata magnet juga digunakan pada kereta supercepat. Magnet dipasang pada bagian bawah kereta, sedangkan magnet lain berada di rel. Kutub magnet di kereta dan rel adalah sejenis, sehingga dihasilkan gaya tolak menolak. Saat bergerak atau kereta digunakan maka kereta seolah-olah bergerak melayang di atas rel.Hal ini akan membuat kereta bergerak sangat cepat, karena hampir tidak ada gaya gesek antara kereta dengan rel, Jenis kereta yang menggunakan magnet ini disebut kereta maglev, singkatan dari magnet levitation (magnet apung).

Itulah hasil bermain sambil belajar anak-anak hari ini, insyaAllah besok kita lanjut bebikinan lagi ya dengan tema magnet. Salam  😆

Referensi :

[1]Ensiklopedia Bocah Muslim, Mizan

[2]Misteri Sains Fisika Fantastis, Tiga Ananda.

[3]http://fachmihusein.blogspot.co.id/2013/11/komponen-dan-cara-kerja-harddisk.html#

Worldschooling Part 2 : Mengenal Mata Angin dalam Perjalanan Menuju Pemancingan Poyotomo, Bintan

Berkunjung ke suatu tempat baru biasanya akan menimbulkan suatu kebingungan bagi kita dalam menentukan arah mata angin. Arah kok rasanya berubah dan tiba-tiba kita bingung dan tidak tahu mana utara, selatan, timur dan barat. Sama juga yang dialami oleh Faris, dia kebingungan ketika sampai di Bintan. “Ke arah mana sih, Ma mobilnya ini? Kalau mataharinya di sebelah kanan mobil berarti kita ke arah mana ya?” tanyanya.

“Ma, kalau di rumah arah timurnya kesana kok sekarang di Bintan arah timurnya jadi berbeda ya?”

“Itu hanya perasaan Faris saja karena arah timur tetap di timur dan tidak pernah pindah ke tempat lain. Ini mungkin terjadi karena kita terbiasa dengan arah di tempat kita sehari-hari.” Saya memberikan penjelasan kepadanya.

Jadilah kami belajar tematik mengenal arah mata angin. Karena masih balita kita bahas dengan cara sederhana saja ya anak-anak hihhi. Siapakah yang tahu apa yang dimaksud dengan arah mata angin?

Mata angin adalah panduan yang dipakai untuk mengetahui dan menentukan suatu arah. Biasanya kita bisa melihat pada peta, navigasi, dan alat untuk menentukan arah yang bernama kompas.

Mata angin sangat membantu kita dalam menentukan kemana kita harus melangkah untuk sampai tujuan yang dituju. Tentunya sangat membantu supaya tidak tersesat ketika menuju suatu tempat.

Mata angin memiliki arah pokok sebanyak empat, mata angin pokok inilah yang digunakan dalam standar pembuatan alat bantu penunjuk arah. Seperti peta, kompas, dan alat bantu lainnya. Empat nama arah mata angin pokok tersebut yaitu:

Utara
Timur
Selatan
Barat

Ke-4 arah mata angin tersebut merupakan mata angin pokok yang sudah ditentukan dan dipakai di semua negara di dunia ini. Selain mata angin pokok, ada juga mata angin tengah dan mata angin tambahan. Ayo sama-sama kita cari tahu arah mata angin lainnya. Kita belajar sambil bernyanyi ya, berikut liriknya :

-Timur -Tenggara -Selatan -Barat daya -Barat -Barat laut -Utara -Timur laut

 

 

Mengasah Bakat Visual Spasial

Saya pun sangat sering mengalami hal seperti ini, bingung arah dan membutuhkan waktu yang lumayan juga untuk mereset otak mengenai arah di tempat yang baru. Ini mungkin karena faktor Mama yang lemah dalam kemampuan visual spasial kali ya, itulah mengapa rata-rata perempuan sulit membaca peta haha. Jika mengalami hal seperti itu, kata Papa Faris janganlah bingung, ada beberapa trik yang bisa kita terapkan agar tidak bingung arah jika berkunjung ke daerah yang baru.

Trik 1
Kompas adalah alat untuk menunjukan atau menentukan mata angin. Pada alat ini arah utara sebagai patokan atau arah utama. Makanya sering kita jumpai pada kompas huruf “U” lebih menonjol dalam kompas. Dijaman sekarang pun tersapat aplikasi kompas di smartphone, namun jika kita berada di tempat yang jauh dari sinyal atau listrik akan sulit diterapkan

Trik 2
Patokan kita menentukan arah dengan menggunakan matahari. Jika kita kebetulan tiba di pagi hari, maka matahari bisa dipastikan masih berada di timur. Kalau kita terpaksa berada di hutan atau kebun yang jauh dari matahari, maka kita bisa melihat daun atau tunas dari tumbuhan sebab mereka selalu mencari sinar matahari jadi otomatis tumbuhan cenderung menghadap ke arah timur. Lalu bagaimana cara menentukan posisi arah mata angin yang lainnya?

∼Memposisikan Badan Menghadap Matahari
Kita menghadapkan badan kita ke arah matahari dengan merentangkan tangan. Tangan kanan kita sekarang akan menunjukkan arah selatan dan tangan kiri akan menunjukkan arah utara.

Kalau posisinya sore hari pun bisa diterapkan, artinya sekarang kita menghadap ke barat karena matahari akan tenggelam ke arah barat.

∼Memposisikan Badan Menghadap Matahari
Rentangkan tangan dan tangan kanan kita akan menunjukkan arah utara dan tangan kiri menunjukkan arah selatan kanan kita akan menunjukkan arah utara dan tangan kiri menunjukkan arah selatan. Mudah juga kan?

Trik 3

Membuat bayangan suatu benda merupakan cara yang sederhana yang biasa dipakai oleh orang zaman dulu sebelum adanya alat untuk menentukan arah. Caranya cukup mudah, yaitu:

Pertama, tancapkan suatu benda secara tegak lurus, dengan panjang benda minimal 30 cm supaya lebih jelas. Setelah tertancap tegak lurus, berikan suatu tanda pada ujung bayangan yang dihasilkan dari benda tersebut. Boleh tanda apa saja, yang penting bisa untuk menandai, bisa semacam tanda silang atau lainnya pada ujung bayangan.Biarkan minimal selama 15 menit, atau sampai ada tanda pergeseran bayangan yang jelas. Jika sudah ada pergeseran bayangan secara jelas, langsung kasih tanda kedua pada bayangan yang sudah mengalami pergeseran.Arah utara akan di dapat dari garis yang tegak lurus dari garis yang sudah diperoleh dari dua titik bayangan yang sudah dibuat tadi.

Trik 4

Mencari arah melalui kelebatan sebuah pohon, metode ini berhubungan dengan efek cahaya matahari di pagi hari. Pada umumnya yang mengarah ke arah timur tumbuh lebih lebat, di banding dengan pohon yang mengarah ke arah barat. Hal ini dikarenakan pohon yang mengarah ke arah timur mendapatkan sinar matahari yang bagus untuk proses fotosintesis.

Trik 5

Mentukan arah melalui tumbuhan lumut, trik ini sangat cocok bagi orang yang kebingungan menentukan arah di tengah lebatnya hutan. Dengan melihat tumbuhan lumut yang tumbuh di batang pohon. Jenis tumbuhan lumut Ploytrichum sp dan Parmelia sp merupakan lumut yang cenderung tumbuh lebih subur di daerah yang kualitas rendah sinar matahari. Daerah yang kualitas sinar mataharinya rendah yaitu arah utara dan selatan. Jadi, jika ingin menggunakan metode ini lihat batang pohon yang ditumbuhi lumut jenis yang sudah disebutkan tadi, lalu perhatikan bagian yang paling banyak ditumbuhi lumut tersebut. Daerah yang paling banyak ditumbuhi lumut tersebut menandakan arah utara dan selatan. Cara ini sebenarnya termasuk cukup kecil kemungkinan kebenarannya. Tapi, jika keadaan darurat bisa manfaatkan metode ini. Dilihat secara materi metode ini cukup masuk akal.

Trik 6

Menentukan arah dengan melihat rasi bintang. Cara ini dilakukan berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan sama Himpunan Astronomi Internasional. Di belahan bumi bagian utara (hemisfer) biasanya melihat rasi bintang berdasarkan pedoman tradisi Yunani. Cara ini tentunya bisa digunakan ketika malam hari yang penuh bintang. Karena untuk mempermudah melihat rasi bintang. Kelemahannya tidak cocok untuk orang yang buta ilmu astronomi. Banyak banget ilmu yang Mama dan Faris dapat dari kegiatan outing kali ini, tunggu cerita Faris yang lainnya ya. Salam  😀 

 

 

 

 

Menyayangi Hewan Sebagai Wujud Cinta Kepada Allah SWT

 

Terkadang mungkin kita geram apabila ada kucing atau binatang lain yang tidak sengaja masuk ke dapur dan memakan makanan kesukaan kita. Bahkan, karena ulahnya itu terkadang kita lepas kontrol. Bahkan memukulnya habis-habisan, astagfirullah. Padahal, jika kita mau berfikir sejenak, kita akan menyadari bahwa tindakan yang sedemikian itu salah. Binatang seperti kucing tidak akan memakan makanan seseorang kecuali pemiliknya lalai, tidak menjaganya atau tidak menaruh pada tempat yang aman. Hiks. Ini sih curhatan emak-emak yang sering kecolongan dapurnya.

Sebagai seorang Muslim, kita dilarang berbuat semena-mena terhadap binatang, apalagi menyiksanya. Islam mengajarkan kepada umatnya berbuat baik bukan hanya kepada sesama manusia, tapi juga kepada binatang. Bahkan binatang yang najis sekalipun, semisal anjing atau babi. Sebab, pada hakikatnya segala makhluk di dunia ini seperti binatang dan lainnya senantiasa bertasbih (memuji) Allah SWT. 

Sore ini kami berjalan-jalan ke taman depan kompek, anak-anak senang sekali karena bertemu dengan kucing. Maklumlah semenjak kelinci peliharaan kami mati, kami belum berencana untuk memelihara hewan lagi di rumah. ”MasyaAllah, bulunya lembut banget ya Ma. Bagus lagi warnanya,” Kata Faris kepada Mama. ”Iya, siapa yang menciptakan Fa? MasyaAllah nggak galak lagi kucingnya, Fa.” Kata Mama sambil terkekeh melihat kelakuan kucing yang sangat menggemaskan ini.”Allah, Ma yang menciptakan. Siapa ya Ma nama kucingnya? Muezza bukan? kaya kucing Rasulullah SAW.” Timpal Faris.

 

 

 

Sedangkan adiknya, Irbadh asyik sekali bercengkerama bersama kucing putih itu. Ia sangat senang sekali dengan hewan kucing, bahkan kalau bisa rasanya ingin ia bawa pulang kerumah dan memelihara kucing itu.

Dari kegiatan kita sore ini, anak-anak belajar juga tentang adab-adab terhadap binatang. Berikut ini merupakan adab-adab terhadap binatang, yaitu 

  1. Memberi Makan dan Minum. Sama seperti halnya manusi, binatang juga butuh makan dan minum. Binatang juga merasakan lapar, haus. Untuk itu kita diharuskan memeliharanya dengan memberinya makan dan minum. Kita dilarang membiarkannya kelaparan atau kehausan, karena perbuatan ini dapat menjerumuskan pelakunya pada api neraka. Rasulullah Saw pernah menceritakan ada seorang perempuan disiksa karena seekor kucing dikurungnya sampai mati.
  2. Menyayangi. Menyangi dan mengasihi hewan sangat dianjurkan oleh agama. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits, orang yang menyayangi siapa saja, termasuk binatang, akan disayangi oleh siapa saja yang di langit. Beliau sendiri sangat menyangi terhadap binatang. Terbukti, beliau memilih memotong lengan jubbahnya yang ditiduri kucing, dari pada membangunkan dan mengusirnya.
  3. Tidak Mendzolimi. Dzolim adalah perbuatan yang dilarang agama. Kepada siapa saja kita tidak diperbolehkan berbuat dzolim, termasuk terhadap hewan. Misalnya, membebaninya dengan pekerjaan-pekerjaan yang di luar kemampuannya. Allah mengaruniaikan binatang untuk kita pelihara dan kita gunakan dengan baik.

     Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

 “Takutlah kepada Allah dalam (memelihara) binatang-binatang yang tak dapat bicara ini. Tunggangilah mereka dengan baik, dan berilah makan dengan baik pula.”

Termasuk tidak mendzolimi hewan adalah tidak memberi cap dengan besi yang dipanaskan pada wajah binatang, karena hal ini, Allah akan melaknat terhadap orang yang melakukannya.(HR Muslim)

4. Menyembelih dengan MenyenangkanJika kita ingin menyembelih atau membunuhnya, hendaknya kita melakukannya dengan baik, karena Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik kepada segala hal. Oleh karena itu, jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan baik. Hendaklah salah seorang dan kalian menenangkan hewan yang akan disembelihnya, dan menajamkan pisaunya”. (Diriwayatkan Muslim, At Tirmidzi, An-Nasai, Abu Daud, dan Ahmad).

5. Menunaikan Hak Allah. Orang yang sibuk mengurus hewan peliharaannya hendaknya tidak melalaikan kewajiban-kewajibannya terhadap Allah SWT. Seperti mengeluarkan zakat hewan yang wajib dizakati, tidak meninggalkan sholat dan sebagainya.

Kurang lebih lima hal tersebut di atas itu merupakan adab terhadap binatang. Misalnya tidak mengadu binatang, tidak membunuhnya dengan cara membakar, dan lain sebagainya.

Termasuk menyayangi binatang adalah tidak memisahkan seekor anak binatang yang masih belum cukup umur dari induknya.

 Dari Abdurrahman bin Abdillah dari ayahnya menceritakan :

Kami menyertai Rasulullah SAW dalam suatu perlawatannya. Kemudian beliau pergi untuk memenuhi suatu kebutuhannya. Lalu kami melihat seekor burung berwarna merah dengan dua ekor anaknya. Kami lalu mengambil kedua anaknya itu. Tatkala induknya datang dia mengepak-ngepakkan sayapnya dan terbang menurun ke dataran menyiratkan kegelisahan dan kekecewaan. Ketika Nabi SAW datang, beliau bersabda:

 “Siapa yang mengejutkan burung ini dengan mengambil anaknya? kembalikanlah anaknya kepadanya”. (Hadist Imam Bukhari)

Jadi marilah kita sayangi hewan yang ada di sekeliling kita sebagai wujud dari ketaatan kita kepada Allah SWT dan menebarkan kasih sayang kepada segenap makhluk-Nya. Wallahu a’lam.

 

 

#day47
#30Maret2018
#Batam
#3y8m
#1y7m
#KelasPortofolioAnakbyGPA
#GriyaPortofolioAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PekaAkanUnikAnak

QOTD : Kenapa kalau Malam Langitnya jadi Gelap? (Allah nyiptain Malam Atau Siang Dulu)

Mengapa langit malam itu gelap?

Kadang-kadang, pertanyaan yang sederhana justru sulit untuk dijawab, misalnya seperti pertanyaan Faris kali ini “Kenapa sih kalau malam hari langitnya jadi gelap?” Ini adalah pertanyaan yang sangat sederhana dan mungkin hanya anak kecil yang menanyakannya.
Mungkin kita, sebagai orang tua yang ditanya akan menjawab bahwa matahari sudah terbenam jadi malam hari menjadi gelap. Atau matahari hanya menyinari permukaan yang menghadapnya langsung, jadi karena ga ada cahaya matahari yang menyinari maka bagian bumi itu gelap… dan ternyata jawaban itu salah

Sebenarnya langit di siang hari itu terang bukan karena matahari yang memberi cahaya tetapi matahari itu yang membuat jalanan dan benda2 yang lain terlihat sedangkan yang membuat warna itu sebenernya atmosphere kita,jadi mau siang atau malam sama aja.

Tetapi kenapa keliatannya hitam atau gelap? Nah ini ada hubungannya dengan alam semesta atau biasa di sebut universe itu mengembang.

Dampak dari universe mengembang adalah “doppler shift” atau biasa di sebut “red shift” dan “blue shift” apa itu doppler shift?

Doppler shift adalah perubahan warna dari sebuah cahaya yang terjadi apabila light source atau sumber cahaya tersebut menjauhi kita dalam kecepatan cahaya.

Cara mudah biar gampang, perna nonton starwars atau pernah nonton F1? bunyi mobilnya kan “NGEEEEEEEEEEEEEEEENNNNG” kurang lebih begitu.. nah itu adalah doppler effect, jika sumber suara mendekat nadanya akan meninggi, sedangkan jika sumber suara menjauh maka nadanya akan makin rendah dan teori ini di terapkan pada cahaya, jadi bukan dari perubahan suara tetapi cahanyanya.

Jika sumber cahayanya menjauh maka warnanya akan memerah, dan jika sumber cahaya mendekat maka warnanya akan berubah menjadi biru

Lalu apa hubungannya? Misalnya kita buat perumpamaan anggap saja universe itu adonan roti yang di atasnya di taruh kismis (bintang), lalu di masukan di dalam oven dan di nyalakan ovennya apakah yang terjadi? Kismis-kismis itu akan menjauh dari kismis yang satu dan yang lain.

Nah, pada saat bintang menjauh tersebut warna mereka akan berubah menjadi merah semakin jauh mereka menjauh warnanya semakin memerah dan menjadi INFRA RED!
Itulah mengapa kita tidak bisa melihat semua bintang dan mengapa kalau di malam hari itu gelap dan sebenarnya kalau malam hari itu langit tidak sepenuhnya gelap.

 

Allah menciptakan malam dulu atau siang dulu?

Ulama berbeda pendapat mengenai hal di atas dan sebagian dari mereka berkata: “Allah menciptakan malam dahulu sebelum siang”. Dia mendasari pendapatnya dengan alasan, bahwa jika matahari tenggelam dan cahayanya yaitu siang sirna, maka datanglah malam dengan gelapnya. Dengan demikian jelaslah, bahwa cahaya adalah yang mendatangi malam dan malam tidak sirna jika tidak didatangi oleh siang. Dari penjelasan tersebut jelaslah, bahwa malam adalah yang pertama kali diciptakan dan matahari diciptakan kedua.

Pendapat ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas.
Ikrimah bertutur, bahwa Ibnu Abbas ditanya: “Apakah malam ada sebelum siang?” Ibnu Abbas menjawab: “Tahukah kalian ketika langit dan bumi masih menyatu, maka yang ada di antara keduanya hanyalah kegelapan? Hal itu agar kalian bahwa malam ada sebelum siang”.
Ikrimah juga bertutur, bahwa Ibnu Abbas berkata: “Malam ada sebelum siang hari”. Lalu Ibnu Abbas membaca ayat:
“Langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya”. (QS Al Anbiya’ : 30)

Allah hanya menciptakan matahari dan mengedarkannya di cakrawala setelah Dia membentangkan bumi, sebagaimana firman-Nya:

“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang. (QS An Nazi’at : 27-29)

Jika matahari diciptakan setelah langit ditinggikan dan malamnya gelap, maka jelas bahwa sebelum matahari diciptakan dan sebelum Allah mengeluarkan menjadikan siang terang, langit adalah gelap gulita. Wallahu a’lam.

 

 

Referensi :
[1] Keajaiban Al Qur’an, Ilmu Pengetahuan Modern Mengungkap Keajaiban Al Qur’an, Harun Yahya.
[2] bambies.wordpress.com.
[3] Forum Astronom Amatir Indonesia.

 

 

 

 

#HijrahParenting

#CeritaHijrah

#CeritaHijrah26

Festival Jong, Menengok Permainan Tradisional dari Kepulauan Riau

Merantaulah
Dengan merantau, kamu akan tahu bahwa masih ada dunia luar yang lebih mengasyikan atau bahkan tantangan yang siap tuk diarungi.

Sebuah kutipan yang cocok untuk hidup saya saat ini. Pengalaman saya merantau dari satu daerah ke daerah yang lain membuat saya memiliki banyak referensi dan informasi mengenal suatu tempat yang belum saya ketahui sebelumnya.

Batam, Kepulauan Riau merupakan salah satu kota yang saya singgahi dalam skenario hidup saya saat ini. Disini Allah takdirkan saya menempati bagian bumiNya yang lain. Mendampingi suami dan anak-anak membawa saya berada di Batam, kota yang sangat jauh dari kampung halaman saya. Memaksa saya keluar dari comfort zone dan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh di tanah rantau.

Kali ini, saya ingin membagi cerita seputar permainan tradisional. Sebelum membahas berbagai macam permainan tradisional dari daerah yang pernah saya tempati, yuk kita cari tahu dulu apa sih permainan tradisional itu?

Permainan tradisional adalah permainan yang dimainkan oleh anak-anak jaman dulu. Kebanyakan permainan ini dilakukan dengan cara kelompok. Kehidupan masyarakat di masa lalu yang bisa dibilang tidak mengenal dunia luar telah mengarahkan dan menuntun mereka pada kegiatan sosial dan kebersamaan yang tinggi. 

Di Kepulauan Riau, terlebih di kota Batam kini permainan tradisional sudah sulit dijumpai. Hal ini dikarenakan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi, keterbatasan areal tempat permainan, pola pikir dan didikan orang tua. Untuk bermain bola saja saat ini kita sudah sangat sulit menemukan lapangan, dan kini beralih ke sepakbola dalam ruangan alias futsal.

Kepulauan Riau memiliki sejumlah permainan tradisional yang saat ini masih terus dilestarikan. Salah satunya adalah permainan Jong. Pemainan rakyat khas Melayu ini masih bisa ditemukan di tengah masyarakat Melayu.
Jong merupakan permainan dengan menggunakan replika perahu layar, perahu tersebut juga bisa berlayae ratusan meter.

Jong memiliki panjang 1,5 meter dan tinggi layar mencapai 2 meter. Sedangkan lebar perahu hanya sejengkal orang dewasa. Jong biasanya terbuat dari jenis kayu pilihan yaitu kayu pulai.
 
Cara memainkannya adalah dengan mengandalkan tiupan angin yang kencang. Biasanya para penghobi Jong memilih lokasi pantai untuk menguji ketangguhan jong miliknya. Jong dibawa dan diletakkan di atas laut, kemudian dilepaskan begitu saja. 

Hembusan angin yang kencang akan membawa Jong mendarat hingga ke bibir pantai. Jong tidak bisa berdiri begitu saja. Harus disangga dengan penyeimbang yang berupa kayu memanjang dan diberikan pemberat pada salah satu sisinya. Bentuknya mirip seperti penyeimbang yang digunakan oleh perahu layar asli.

 
Asal usul 
Sejarah permainan Jong ini konon berasal dari sebuah kegitan ritual. Pada jaman dulu orang-orang dari etnis Tionghoa sering memberikan sesaji ke tengah lautan. Dalam sesaji tersebut terdapat sebuah kue bernama Jong Kong. Sesaji ini dibawa dengan sebuah perahu kecil hingga hanyut tak terlihat lagi.

Perahu mini tersebut justru menarik perhatian orang Melayu yang melihatnya. Kemudian oleh orang Melayu perahu tersebut dijadikan sebagai permainan yang menyenangkan. Nama permainannya diambil dari ritual Jong Kong yang dilakukan oleh etnis Tionghoa tersebut.
Permainan Jong ini juga sering dijadikan sebuah ajang perlombaan besar yang dikenal dengan festival Jong. Para penghobi Jong dari berbagai pulau datang untuk memeriahkan kegiatan ini.

Festival Jong Batam 2018
Kebetulan Kota Batam baru saja menggelar lomba perahu Jong tingkat Kepri pada hari Jumat, 23 Februari 2018 dan berlangsung selama tiga hari. Lomba perahu Jong tingkat Kepri ini diadakan di Batu Besar, Kecamatan Nongsa, tepatnya di Pantai Melayu.
Festival Jong ini sudah memasuki tahun ke-12.
Lomba Jong tahun ini juga diikuti oleh ratusan peserta dari luar daerah, diantaranya dari Bengkalis, Kuala Kampar, Kabupaten Karimun, Moro, Bintan, Tanjung Pinang dan sekitarnya bahkan Kota Tinggi Johor pun ikut meramaikan.
Mewakili Karimun, kelompok Jong Sri Dunia menurunkan 18 orang pemain yang membawa 50 unit Jong dengan layar beraneka warna.
Lomba ini dibagi menjadi empat tingkatan, diantaranya Sampan Jong Besar, Sedang, Kecil dan Pemula. Pemula ini khusus untuk kategori anak-anak.

Permainan Jong sudah diwariskan turun temurun oleh nenek moyang suku Melayu. Permainan ini digelar ketika angin kencang melanda wilayah Kepulauan Riau. Saat nelayan tidak melaut, karena kondisi angin yang tidak mendukung. Jadi mereka memainkan jong dalam rangka mengisi waktu luang.

“Mereka ini semuanya adalah peserta tetap. Rencananya peserta dari Kota Tinggi, Johor juga akan datang,” ucap Alwi. Acara ini disupport oleh Dispora Kota Batam dan Disbudpar Batam. Nantinya para peserta tidak hanya mendapatkan uang pembinaan, namun juga mendapatkan Piala bergilir Walikota Batam. – – Lomba yang akan digelar, kata Alwi dibagi atas empat tingkatan. Sampan Jong besar, Sedang, Kecil dan Pemula. “Pemula ini khusus untuk anak-anak,” tuturnya. Permainan jong sudah diwariskan turun temurun oleh nenek moyang bangsa Melayu. Permainan ini digelar saat waktu segang atau angin kencang melanda perairan Kepri. – – “Saat nelayan tidak melaut, karena angin yg tdk mendukung, mereka memainkan Jong ini. Jadi pengisi waktu lowong,” ucap Alwi- – – Festival jong di Kampung Melayu digelar tidak tetap setiap tahunnya. Karena permainan ini digelar berdasarkan dengan angin dan cuaca. Tahun lalu itu di Maret, karena musim utara terjadi di bulan itu. Tahun ini, musim utara datang lebih awal. Makanya lomba jong digelar di Februari.- – – Beberapa pemain jong sudah mulai berlatih dan menyetel sampannya. Salah seorang pemain Jong yang sedang berlatih, Dede menuturkan dirinya harus menyetel sampan jongnya. “Kalau tidak benar, saat lomba bisa tak tentu arah larinya,” ucap Ded. . #FestivalJongBatam2018 # enjoy #game #gamer #playgame #raceboat #traditionalboat #parahujong #letsgo #welcometobatam #festival #travelblogger #travelintheworld #vacation #history #discovery

A post shared by exploringkepriku 🌐🗺 (@exploringkepriku) on

Beruntung tahun ini kami bisa melihat Festival Jong. Sebab festival ini tidak digelar setiap tahun. Perlombaan jong ini digelar berdasar kondisi angin dan cuaca. Festival jong, biasanya memperlombakan kecepatan dan ketepatan jong menuju garis finish dalam sebuah lintasan berupa garis lurus. Perlombaan jong, biasanya dilakukan di pantai yang memiliki permukaan air laut yang dangkal ketika air laut sedang pasang.
Kelihatannya memainkan jong sangat mudah, hanya melepaskannya di permukaan air laut kemudian angin akan menerpa layar jong sehingga jong bergerak mengikuti arah angin.
Akan beda ceritanya, jika dalam perlombaan, memainkan jong memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Pemandu jong harus mengatur kemudi jong yang berada di ujung ganda kate, istilah untuk kayu yang dipasang melintang di sebelah kanan jong dan berfungsi sebagai penyeimbang. Ketika perlombaan dimulai pesona warna-warni dari layar yang terkembang terlihat semakin menarik.

Ini cerita permainan tradisional dari Kepulauan Riau, kalau di daerahmu ada permainan tradisional apa teman?

#HijrahParenting
#CeritaHijrah10
#Ceritahijrah_MainanTradisional

Menumbuhkan Kecintaan Membaca dengan Berkunjung ke Perpustakaan

“ Buku adalah jendela dunia ”, demikian pepatah ini begitu mendunia.

Sebuah rangkaian kata yang telah melekat dalam telinga masyarakat dunia. Sebuah kalimat yang apabila dikaji lebih dalam akan menemukan makna yang tepat terkait dengan pentingnya aktifitas ini bagi kemajuan sebuah peradaban.

Ayah Edy, di dalam bukunya yang berjudul Memetakan Potensi Unggul Anak, menyebutkan pentingnya orangtua mengenalkan berbagai macam hal kepada anak sebagai stimulasi bagi pertumbuhannya. Tujuannya adalah untuk mengetahui minat dan bakat anak sejak dini.

Ya! Mengetahui minat dan bakat anak memang “lebih cepat lebih baik”, supaya orangtua (dan anak sendiri) jadi punya peta yang jelas, ke mana tujuan anak harus berjalan dan bagaimana orangtua mengarahkan untuk mencapai cita-cita yang sesuai potensi anak tercinta. Salah satu cara mengenalkan stimulasi itu adalah dengan mengajak anak ke sebanyak mungkin tempat berbeda, lalu kita amati apa tempat yang paling senang dikunjungi anak, yang ketika ke sana anak terlihat lebih antusias dari biasanya. Ini merupakan sinyal awa untuk mendeteksi minat anak kita. Tidak perlu sering, tempat tujuan pun tidak perlu jauh atau mahal,yang penting berbeda. Perpustakaan menjadi pilihan tempat yang akan kami kunjungi hari ini.

Fasilitas Perpustakaan Umum di kota Batam sangatlah minim. Hanya ada dua, satu perpustakaan daerah milik BP Batam dan satu lagi Perpustakaan Masjid Jabal Arafah yang lumayan banyak referensi buku anaknya. Hari ini, saya berkesempatan mengajak Faris dan Irbadh untuk berkunjung ke Perpustakaan Jabal Arafah. Selain membaca buku, anak-anak bisa bermain di taman dan kolam yang berada di pelataran masjid. Faris dan Irbadh nampak berbinar ketika melihat segerombolan ikan-ikan koi yang berenang mencari makanan. Selain mengamati berbagai macam tanaman yang ada di taman, anak-anak juga berkesempatan memberikan makan ikan.

Kunjungan ke perpustakaan Jabal Arafah memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak-anak. Faris dan Irbadh senang? Tentu lah.

Sesuai rencana, setelah puas bermain di taman dan kolam ikan kami langsung menuju ke lantai 2 Masjid Jabal Arafah, tempat buku-buku dan ruang baca anak tersedia. Koleksi bukunya cukup banyak dan variatif. Buku-buku pengetahuan yang kalo di toko buku harga 1 setnya bisa sampai 7 digit, ada di perpustakaan ini. Lumayanlah yaaa, anak-anak bisa menikmati buku-buku itu tanpa harus mengeluarkan uang terlalu banyak.

Salah satu kegiatan rutin dalam agenda homeschooling keluarga kami adalah ke perpustakaan atau ke toko buku. Setiap minggu, biasanya kami ke toko buku untuk membeli buku yang sedang ingin kami pelajari. Alhamdulillah dengan adanya perpustakaan Jabal Arafah bisa menambah referensi buku untuk dibaca anak-anak. Meskipun kita belum bisa meminjam koleksi buku yang ada di sini tetapi ruang baca yang nyaman membuat kami betah berlama-lama membaca buku di dalam perpustakaan.

Kami punya kesepakatan mengenai buku dengan topik apa yang akan dibaca di setiap minggu. Ada ilmu pengetahuan, sejarah, budaya, geografi dan lain-lain. Kesepakatan itu berasal dari pertanyaan anak-anak. Jadilah, saya berusaha memfasilitasi dengan mencari jawaban atas pertanyaannya secara bersama-sama melalui buku dan berdiskusi tematik.

Buku yang mencuri perhatian kami adalah Buku Seranggapedia, salah satu seri buku National Geographic Kids. Faris sangat tertarik mempelajari berbagai macam serangga dan yang menjadi perhatiannya minggu ini adalah hewan TONGGERET. Buat teman-teman yang juga suka SERANGGA? Buku ini sangat rekomended untuk dijadikan bahan belajar. Buat yang belum tertarik dengan serangga?Teman-teman dijamin akan menyukainya setelah membaca Seranggapedia! Buku ini dilengkapi dengan foto-foto spektakuler 400 lebih serangga aneh, lucu, dan mengagumkan dari seluruh dunia. Buku ini memuat informasi terkini dan terlengkap mengenai banyak sekali makhluk merayap. Kita dapat melihat lebah, kumbang, capung, belalang, semut, dan banyak serangga lainnya. Mencari tahu banyak informasi di mana serangga hidup, bagaimana serangga berkomunikasi, dan apa yang serangga makan. Banyak kehebatan dan keunikan serangga! Ah, buku ini merupakan salah satu most wanted book yang belum ada di perpustakaan mini rumah kami, do’akan kami bisa membelinya ya biar anak-anak puas bacanya hehe.

Faris sangat terkesan dengan buku ini. Sedangkan adiknya malah lari-larian dan mengeksplor setiap sudut ruangan perpustakaan. Irbadh naik ke atas kursi karena ingin mengambil buku sendiri. Kemudian sambil berjalan jinjit ia membawa buku tersebut. Ah, lucunya anak-anak.

Sebelum pergi ke perpustakaan, kami menjelaskan terlebih dahulu adab di perpustakaan. “Kalau di perpustakaan harus tenang. Jalannya tenang, bicaranya tenang”. Alhamdulillah, pada kunjungan pertama kemarin Faris masih terkendali. Ya kalo soal bertanya dan berdiskusi memang sudah tak terbendung lah ya, setiap hal ditanyakan oleh Faris. Tapi setidaknya dia bisa berjalan tenang tanpa berlari atau melompat-lompat gedubrakan seperti adiknya. Sesekali memanjat rak dan sofa baca bisa dimaklumi lah ya, Irbadh kan baru 1,5 tahun kan.

Kekurangannya, karena area baca di lantai 2 memang tidak terlalu luas menyebabkan anak-anak merasa bosan berada di ruang baca anak. Dengan cuek ia berjalan menuju area baca lain, mendatangi pengunjung lain yang juga sedang asyik membaca.

Ruang utama perpustakaan Masjid Jabal Arafah Batam,

A post shared by Masjid Jabal Arafah (@masjidjabalarafah) on

Secara umum, Perpustakaan Jabal Arafah sendiri cukup representatif. Lingkungannya (termasuk toilet) bersih dan rapi. Koleksi bukunya overall tidak terlalu banyak bagi saya, namun area baca cukuplah. Fasilitas hotspot tersedia gratis. Setiap pengunjung juga bisa menikmati jaringan internet nirkabel secara cuma-cuma, tinggal daftar saja untuk mendapatkan ID dan password-nya.

Perpustakaan ini nyaman sekali digunakan sebagai tempat belajar bareng, atau sekadar hangout sambil nyari hotspot gratisan. 

Di sisi lain, menurut saya petugas kurang informatif. Hari ini kami ternyata belum bisa meminjam buku karena harus menjadi anggota terlebih dahulu. Dokumen yang dibutuhkan untuk menjadi anggota adalah fotokopi KTP dan pasfoto. Bagi anak-anak, bisa pakai KTP milik orang tuanya. Nah, hari ini saya tidak membawa pasfoto saya maupun anak-anak. Jadilah kami menunda meminjam buku. Tetapi Faris berbesar hati meskipun batal meminjam buku yang ditaksirnya. InsyaAllah minggu depan kita akan membuat kartu anggota dan meminjam buku tersebut. Teman-teman sudahkah membaca hari ini?

🌸Tadabbur Ayat 🌸

Perintah Membaca
Perintah membaca merupakan perintah yang sangat berharga yang diperintahkan kepada manusia. Sebagaimana telah dtetapkan Allah bahwa wahyu sebagai wahyu yang pertama diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril dibulan Ramadhan, dengan seruan “Iqra’ bismi rabbikal-ladzii khalaq”, yang artinya ”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan”. Perintah membaca ini oleh Allah dianggap penting sehingga di wahyukan pertama dan diulang tiga kali di dalam ayat ini, yaitu surah Al-Alaq ayat 1-3.

#day8
#19Feb18
#Batam
#3y6m
#1y6m
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Belajar Sains : Walking Rainbow bersama Little Scientist

Mengajak balita membuat semacam percobaan sains itu kenyataannya penuh tantangan. Tahu kenapa? Karena biasanya bagi anak-anak yang belum tau esensi melakukan percobaan ini itu masih cuek belum mau mengikuti arahan.

Nah, sebelum mengajak anak-anak untuk melakukan percobaan sebaiknya orang tua menumbuhkan minat belajar dan ketertarikan terhadap berbagai macam fenomena atau peristiwa sehari-hari di rumah yang berkaitan dengan sains. Kalau anak-anak sudah tertarik pasti akan sangat excited setiap kita mengajaknya untuk bereskperimen sekaligus mencari tahu jawaban atas segudang pertanyaan yang muncul dalam benak mereka.

Kalau anak-anak sudah tertarik, dapat dipastikan akan ikut heboh pegang ini itu he he. Hari ini, saya dan anak-anak memulai petualangan di dapur dengan benda cair paling hebat sedunia. Siapa yang tau benda apakah itu?
AIR. Coba teman-teman perhatikan permukaan air yang tenang, nampaknya tidak ada sesuatu yang istimewa. Namun, teman-teman perlu tahu ternyata air mempunyai banyak keajaiban. Percobaan sains hari ini sangat sederhana dan tidak terlalu merepotkan,kita akan belajar tentang salah satu sifat air yakni mampu meresap ke dalam celah yang kecil. Peristiwa ini disebut kapilaritas. Apa itu Kapilaritas?
Melalui percobaan hari ini kita akan belajar tentang cara membuktikan sifat air yang mampu meresap ke dalam celah-celah kecil dengan bahan-bahan yang sederhana terlebih dahulu. Kalau dalam bahasa Inggris, kegiatan percobaan ini istilahnya kurang lebih “Walking Water” yah. Bersama dengan Iittle scientist di grup Hijrah Parenting Islamic, Faris dan Irbadh semangat melakukan percobaannya. Yuk ikuti kegiatan kami hari ini.

Berikut ini adalah alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan percobaan ini

Alat dan bahan:
1. Botol Kaca yang bening dan transparan.
2. Pewarna makanan (3 warna dasar: biru, kuning, dan merah).
3. Sendok untuk mengaduk.
4. Air.
5. Tisu dapur/tisu makan.

Hari 1, jam 16.00 sore

Prosedur:
1. Siapkan 6 buah botol kaca kosong, jejerkan.
2. Isi 3 botol dengan air dan pewarna makanan, dan 3 botol lainnya dibiarkan kosong:
– Gelas 1 isi dengan air 80 ml dan beberapa tetes pewarna merah.
– Gelas 2 dibiarkan kosong.
– Gelas 3 isi dengan 80 ml air dan beberapa tetes pewarna kuning.
– Gelas 4 dibiarkan kosong.
– Gelas 5 isi dengan 80 ml air dan beberapa tetes pewarna biru.
– Gelas 6 dibiarkan kosong.
3. Ambil 6 buah tisu makan, lipat dan sesuaikan (potong) panjangnya dengan panjang gelas. Ambil tisu secukupnya ya, cintai bumi 😍
4. Susun tisu seperti pada gambar.
5. Amati perubahan pada tisu dan air dalam gelas.

Apa Yang Terjadi?

Hari 1, jam 19.00 malam

Lalu apakah yang terjadi? Beberapa jam kemudian airnya seolah ‘berjalan’ karena tisunya berubah warna. Lebih tepatnya sih karena tisunya menyerap air yang diberi pewarna ya. Nah kalau dibiarkan sampai besok (ditinggal tidur dulu ya, nggak perlu dipelototi terus-terusan hi hi), kelihatan deh ada warna-warna baru selain merah, kuning, dan biru. Warna apakah itu?

Hari 2, jam 10:00 pagi

Saat warna merah dan kuning bertemu, campuran warnanya menjadi orange. Kuning dan biru bertemu menjadi hijau. Biru dan merah bertemu menjadi ungu. Jadi seperti pelangi deh! Cantik cantik cantik warnanya!

Mengapa Begitu?

Percobaan ini bisa jadi cara asyik untuk mengenalkan konsep warna dasar ke anak. Trus kok tisunya bisa jadi berwarna ya? Dan kok gelas ke 2, 4, dan 6 yang tadinya kosong jadi ada airnya? Karena tisunya menyerap air sehingga air ‘berpindah’ dari gelas satu ke gelas yang lain. Kalau istilah yang lebih ilmiahnya, karena kapilaritas air. Kapilaritas adalah fenomena naik atau turunnya zat cair dalam suatu pipa kapiler. Kalau di percobaan ini, naik turunnya air dalam ‘pipa kapiler’nya di tisu makan.

Untuk anak balita jelaskan sesederhana mungkin aja sesuai pemahamannya. Karena Faris sudah lebih paham dibandingkan adiknya, maka saya menjelaskan istilah Kapilaritas kepadanya. Faris jadi tahu oh ternyata zat cair itu bisa meresap ke dalam celah-celah yang kecil.
Terus Faris balik bertanya kepada saya, “Oh jadi saya kaya air hujan yang meresap ke dalam tanah ya, Ma? ”
Percobaan ini hanya untuk membuktikan bahwa air dapat meresap ke dalam celah-celah yang kecil. Celah kecil ini terdapat pada semua tumbuhan. Percobaan ini juga bisa dilakukan melalui media lain yang unik seperti daun sawi putih,karena sawi memiliki celah yang lebih besar daripada tanaman lain, sehingga air dapat lebih mudah dan cepat meresap dari bagian bawah hingga ke atas.

kalau Irbadh, melihat tisunya jadi warna-warni aja sudah excited banget sambil belajar menyebutkan setiap warnanya.

Fakta Unik :

🍥Air adalah satu-satunya zat di alam ini yang terdapat dalam tiga wujud sekaligus,yakni wujud padat dalam bentuk es, cair dalam bentuk air, dan gas dalam betuk uap air.

🍥3/4 bagian bumi kita terdiri atas air. 97% dari air tersebut berupa air laut, dan sisanya 3% berupa air tawar. 75% dari air tawar tersebut berbentuk es di kutub. Betapa sedikitnya air yang dapat kita minum. Jadi, sayangilah air.

🍥Satu pohon berumur enam tahun hanya bisa menghasilkan dua bungkus tisu saja sebanyak 40 lembar. Sementara satu pohon itu menghasilkan oksigen untuk menghidupi tiga orang.

Referensi :

[1] Dapur, Laboratorium yang Heboh, A Muzi Marpaung.

[2] Bumi Sumber Daya Kita, DK Wardhani, Tiga Ananda.

Belajar dari Alam : Mengenal Bagian-Bagian Burung

Anak-anak selalu excited jika saya mengajak mereka untuk belajar di taman, mereka pasti bersorak-sorai gembira. Entah karena memang kebanyakan anak-anak senang belajar di alam terbuka atau karena merasa jenuh dengan kegiatan belajar di dalam rumah. Yang pasti dengan mengajak anak belajar di alam terbuka, apalagi mempelajari tentang alam sekitar, anak-anak terlihat semakin bersemangat dalam belajar.

Sejauh ini saya melihat perkembangan mereka, ternyata anak-anak lebih mudah memahami bila belajar dari benda konkret. Dengan mengajak anak-anak belajar di alam terbuka dengan materi pembelajaran bertema alam sekitar, maka mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar dari benda yang nyata (konkret). Benda yang nyata ini bisa berwujud bebatuan, aneka tanaman, atau sekedar mengamati fenomena alam, misalnya langit yang mendung atau bayangan tubuh mereka saat matahari senja. Dengan belajar dari sesuatu yang nyata, mereka akan lebih mudah memahaminya.

Manfaat Belajar dari Alam antara lain sebagai berikut :

1. Menanamkan Kecintaan kepada Allah yang Menciptakan Alam

Belajar dengan media alam sekitar akan meningkatkan kecintaan anak pada alam semesta. Kecintaan anak pada alam semesta, juga bisa diarahkan kepada kecintaan anak pada Allah Yang Maha Mencipta. Dengan memberikan pengertian ini dapat memupuk rasa semakin bersyukur sehingga mendorong mereka agar menjaga alam ciptaan Allah dengan sebaik-baiknya.

Ketika kami belajar di luar rumah, saya selalu memberikan pengertian bahwa belajar tidak harus di dalam kelas (seperti pemandangan umumnya anak-anak seumuran Faris di sekitar rumah sudah mulai sekolah). Dengan belajar di alam terbuka, pikiran anak akan semakin terbuka. Mereka menjadi berpikir bahwa kegiatan belajar tidak harus dilakukan di dalam kelas dan dalam situasi formal. Namun kegiatan belajar bisa dilakukan dimana saja.

2. Memacu keaktifan anak

Belajar di dalam ruangan seakan-akan mempersempit ruang gerak anak. Apalagi bagi anak-anak yang memiliki kecersasan kinestetik, mereka pasti merasa dibatasi oleh dinding-dinding ruangan. Namun jika anak-anak terbiasa belajar di luar ruangan atau di alam bebas, maka anak-anak akan semakin mendapatkan kesempatan untuk bisa bereksplorasi secara aktif dan bebas.

3. Memperkuat Otot atau Motorik anak

Saat belajar di alam terbuka, anak-anak bisa leluasa bergerak, berjalan, dan berlari. Hal ini akan menstimulasi kekuatan motorik mereka. Akan lebih baik lagi apabila orang tua sebagai fasilitator memberikan aktivitas fisik yang beragam, misalnya melompat kodok, merangkak, berlari cepat, berjalan jinjit, dan lainnya. Variasi ini akan sangat bermanfaat bagi anak untuk meningkatkan kemampuan motorik mereka.

4. Meningkatkan Bonding Antar Anak dan dengan Orang Tua

Dengan suasana yang santai, maka anak-anak pun akan semakin rileks. Suasana santai inilah yang nantinya akan mampu membuat anak-anak menjadi semakin akrab satu sama lain, dan tentunya hal ini bisa memacu kecerdasan sosial anak.

5. Mendapatkan kesempatan mengalami sesuatu secara nyata

Bagaimana cara memanjat pohon? Bagaimana cara menanam tanaman? Bagaimana cara menyapu halaman? Jarang-jarang anak-anak mengalami sesuatu secara nyata bila hanya belajar di dalam ruangan. Dengan mengajak anak belajar di alam bebas, anak-anak akan belajar tentang cara melakukan atau mengalami sesuatu yang berhubungan dengan alam sekitar.

6. Memperluas Pandangan Anak Bahwa Belajar Bisa Menggunakan Apa Saja

Saya biasanya meminta anak-anak mengumpulkan batu kerikil atau daun kering sejumlah yang saya ucapkan, atau anak-anak saya minta untuk menyebutkan warna-warna bunga yang ada di taman. Dengan mengajak anak belajar menggunakan benda-benda di sekitar, hal ini akan memperluas pandangan anak-anak bahwa media pembelajaran tidak harus sesuatu yang diproduksi oleh pabrik atau harus beli. Namun mereka bisa mendapatkan sumber atau media pembelajaran di mana pun, terutama dari lingkungan sekitar.

Banyak sekali bukan manfaat mengajak anak belajar di alam terbuka. Anak-anak akan merasa nyaman dan tentu saja dapat merefresh kepenatan anak-anak dalam belajar. Dengan bisa lebih besar bereksplorasi, bergerak, dan melakukan banyak hal lainnya, maka risiko anak-anak untuk terluka, jatuh, berselisih paham pun akan semakin besar. Maka akan sangat disarankan mendampingi dan mengawasi sepenuhnya saat anak-anak belajar di alam terbuka, jangan sambil memegang smartphone ya moms.

Setelah belajar di alam, biasanya kita membuat dokumentasi kegiatan belajar anak-anak. Berikut ini dokumentasi kegiatan belajar kami hari ini.

Dokumentasi Kegiatan Belajar

🔖Nama Anak : Faris
📍Usia Anak : 3th5bln
🔖Tema : science
📍Tujuan Kegiatan : mengenal bagian-bagian burung dan fungsinya
🔖Target ke depan : mengenal berbagai macam jenis burung dan mencoba memelihara burung.
📍Kategori Kegiatan : terencana
🔖Bahan : printable dan miniatur figur
📍Deskripsi Kegiatan :

1. Anak-anak diminta untuk mengamati apa saja bagian-bagian burung kemudian mencocokkan dengan bagian tubuh burung yang ada di worksheet.

2. Setelah anak-anak memahami bagian-bagian tubuh burung, diskusikan apa fungsi dari masing-masing bagian tubuh tersebut.

Pembahasan:

Bagian bagian tubuh burung yaitu:
1. Paruh
2. Mata
3. Lubang hidung
4. Lubang telinga
5. Perut
6. Sayap
7. Cakar
8. Ekor
9. Kloaka
10.Bulu

Nah, kemudian untuk fungsi masing masing bagian tubuh burung adalah sebagai berikut ya :

🐥 Paruh burung berfungsi untuk mengoyak makanan, mematuk makanan dan memecah makanan. Biasanya bentuk paruh burung berbeda beda sesuai dengan jenis makanannya, misalnya elang punya paruh yang tajam, kuat, lancip sedangkan burung kolibri punya paruh kecil yang panjang.

🐥Mata burung berfungsi untuk melihat.

🐥Lubang hidung burung berfungsi untuk saluran napas

🐥Lubang telinga berfungsi untuk pendengaran

🐥Perut burung berisi sistem pencernaan berfungsi untuk mencerna makanan

🐥Sayap burung berfungsi untuk terbang.
Pada pinguin, sayapnya bermodifikasi menjadi bentuk mirip sirip digunakan untuk berenang

🐥Cakar burung berfungsi untuk mencengkeram mangsa, berjalan di tanah, mengorek tanah, dan bertengger di pohon

🐥Cakar pada burung bentuknya bermacam macam tergantung pada tempat hidup nya
Misalnya pada burung elang bentuk cakarnya besar dan kuat, sedangkan pada burung merpati cakarnya kecil dan tidak terlalu kuat

🐥Ekor burung berfungsi untuk membantu mengontrol saat terbang

🐥Kloaka merupakan lubang pengeluaran sisa makanan pada burung

🐥Bulu burung berfungsi untuk melindungi burung dari panas dan dingin.

Sumber referensi belajar :

1.printable worksheet di indonesia montessori

2.Buku seri pustaka sains “Hewan Liar” dari Pakar Raya Pakarnya Pustaka

3.Buku Pesona Dunia “BURUNG” dari elexmedia komputindo.

QOTD : Ma, kenapa kok awan bergerak terus? Kok awannya ngejar Faris ya?

Pertanyaan ini muncul ketika Faris membantu Mama menjemur baju, kemudian tanpa sengaja ia nampak terheran-heran saat mendapati sekumpulan awan yang ia lihat di atas langit bergerak dan terasa seperti mengejar-mengejarnya.
Awan dalam bahasa arab disebut ‘sahaab‘ atau ‘ghamaamah‘.  Kata ‘sahaab‘ adalah nama massal dari kata individual ‘sahaabah‘ yang artinya ‘awan’. Kata ‘sahaba‘ adalah kata kerja bentuk lampau yang berarti menarik atau menyeret sesuatu di permukaan tanah. Awan dikatakan ‘sahaab‘ oleh al-Qur’an karena awan itu bergerak ke sana ke mari karena seolah diseret dan digiring oleh angin.

Bentuk jamak dari kata ‘sahaab’ adalah ‘sahaa-ib’ atau ‘suhub’. Kata ini semakna dengan kata ‘ghaimah’ dan ‘ghamaamah’.

”   سحاب  “

Di dalam al-Qur’an, kata ‘sahaab’ disebut sebanyak sembilan (9) kali, masing-masing di dalam QS An-Nuur [24]: 40, dan 43, QS An-Naml [27] : 88, QS Ar-Ruum  [30]: 48, QS Faathir [35]: 9, tanpa diikuti kata sifat untuk kata ‘sahaab’. Selanjutnya kata ‘sahaab’ yg diikuti dengan kata sifat (na’tun) ada di empat tempat ini: QS Al-Baqarah [2]: 164 dengan sebutan ‘sahaab musakhkhar’ (=awan yang dikendalikan), QS Al-A’raaf [7]: 57 dan QS Ar-Ra’d [13]: 12 dengan sebutan ‘sahaab tsiqaal’ (=awan tebal alias mendung), serta dalam QS Ath-Thuur [52]: 44 dengan sebutan ‘sahaab markuum’ (=awan bertidih-tindih). Allahu’alam

Kalau Faris tidak bertanya belum tentu Mama mempelajari kembali bab awan, proses terjadinya awan dan semuanya telah Allah jelaskan lengkap di dalam Al Qur’an. Proses terjadinya awan ternyata sudah dikupas tuntas di dalam Al-Qur’an. Dari awan kemudian turunlah air hujan, munculnya petir atau halilintar, semuanya dapat kita pahami salah satunya dalam QS An-Nuur [24]: 43:

“Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan”.

Dalam berbagai referensi menyatakan bahwa awan banyak jenisnya namun hanya sedikit yang menyebabkan turunnya air hujan, sedangkan sisanya lebih banyak yang tidak berpotensi menurunkan air hujan. Awan dibagi berdasarkan ketinggian letaknya dari muka Bumi (cloud base), dan bentuknya. (sumber bacaan : Buku seri Cerita Cuaca : Awan, Fifadila, Tiga Ananda)

Berdasarkan bentuknya, Awan terbagi menjadi 3 yaitu :

1. Kumulus, yaitu awan yang bentuknya bergumpal-gumpal dan dasarnya horizontal (Sahaab Markuum).

2. Stratus, yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehinga menutupi langit secara merata (Sahaab Tsiqaal).

3. Sirrus, yaitu awan yang berbentuk halus dan berserat seperti bulu ayam. Awan ini tidak dapat menimbulkan hujan (Sahaab Musakhhar).

Pembentukan awan hingga menjadi hujan yang turun ke Bumi adalah prosessunnatullah. Awan yang bertumpuk-tumpuk di langit itu digerakkan dan digiring mengikuti arah angin (QS. Ar-Ruum [30]: 48 dan Faathir [35] : 9).

“Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira.”

“Dan Allah, Dialah Yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu.”

Di dalam perjalannya awan-awan kecil digerakkan Allah dengan angin menuju area konvergensi, dan setelah tiba di area konvergensi awan menjadi semakin banyak dan lama2 menjadi tebal.
Apa itu konvergensi? Sebuah kata yang cukup asing di telinga kita kan? Konvergensi merupakan gerakan aliran udara yang mengalir berkumpul memasuki suatu daerah. Jadi suatu tempat yang merupakan tempat berkumpulnya udara. Pada daerah ini terjadi penurunan kecepatan angin, dimana angin akan cenderung menjadi teduh saat memasuki wilayah ini. 

Pada saat awan mulai menebal, maka kecepatan angin menjadi semakin berkurang sehingga awan menjadi saling bertumpukan dan saling menindih (rukaaman = ركا ما), kemudian ada yang membentuk gunung (jibaal = جبال) dan mengandung butiran air dan kristal es. Setelah tekanan dan temperatur butiran air siap diterjunkan, dari celah2 gunungan itu kemudian Allah menurunkan air hujan ke muka Bumi di wilayah yang dikehendaki-Nya. Inilah ayat kauniyah dan qauliyah-Nya (QS Al Baqarah : 164)

📎“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan Bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

Allah menurunkan air hujan tidak bersamaan di semua wilayah namun dibagi merata sesuai kehendak-Nya. Saat hujan di wilayah barat, namun di wilayah timur cerah dan Matahari bersinar. Itulah kenapa bisa terjadi pelangi, insyaAllah akan kita bahas di lain kesempatan.

Ma, Kenapa ya Kok Bayangan Bisa Muncul?

menggambar bayangan dino

Hari ini Mama dan Faris berdiskusi tentang bayangan. Faris sangat senang sekali bermain bayangan sejak usianya maih 2 tahun. Menjelang tidur, ia sering sekali mengajak Papanya untuk membuat bentuk bayangan hewan atau benda di tembok kamar menggunakan senter. Saat usianya beranjak 2,5 tahun, ia sangat senang sekali bermain tebak-tebakan bayangan kemudian mencocokkan dengan benda atau gambar utuhnya. Membahas mengenai bayangan sudah bukan hal asing baginya. Tetapi merupakan hal baru bagi Irbadh. Irbadh beberapa hari yang lalu, lari ketakutan karena merasa dikejar oleh bayangannya. Betapa lucunya ia sampai ngos-ngosan lari mencari perlindungan agar tidak nampak bayangan lagi.

Tadi pagi, ketika menemani adiknya bermain, Faris melihat banyak bayangan mainan yang muncul. Dari situlah muncul berbagai pertanyaan an. “Bayangan muncul darimana ya, Ma? Kok pagi-pagi juga muncul bayangan nggak malam-malam aja?”
“Bayangan muncul ketika ada sinar. Bisa karena sinar matahari, sinar senter bahkan sinar lampu di rumah juga dapat menimbulkan bayangan,” begitu penjelasan singkat saya.

Sinar itu ada tiga jenis, yaitu sinar lurus, sinar pantul, dan sinar bias. Namun, hanya sinar lurus lah yang bisa membentuk bayangan. Sinar lurus adalah sinar yang tidak dibelokkan, atau sinar yang langsung mengenai objek. Sedangkan sinar pantul adalah sinar yang dipantulkan oleh suatu permukaan objek, seperti cermin dan kertas. Dan sinar bias adalah sinar yang dibelokkan saat melewati dua medium yang berbeda kerapatannya.

“Nah, kenapa cuma sinar lurus aja yang bisa membentuk bayangan, Ma?” kejar Faris.

“Bayangan terbentuk ketika sinar terhalang oleh suatu objek dan tidak dapat menembus objek tersebut. Misalnya nih, saat matahari menyinari tubuh kita atau benda lainnya, sinarnya terhalang oleh tubuh kita sehingga sinar matahari membentuk bayangan tubuh kita di atas permukaan jalan.

mengamati bayangan di sore hari

Posisi sinar matahari akan menentukan sudut sinar datang dan menentukan panjang suatu bayangan. Jadi jangan heran ya, jika bayangan Faris pada siang hari lebih pendek daripada saat sore hari.

“Kenapa ma? Kok bisa gitu?” pertanyaan yang tak berujung 😂

“Itu karena pada siang hari, matahari berada tepat di atas kepala kita. Saat itu sinar matahari jatuh tegak lurus sehingga hanya menyinari sebagian permukaan bumi. Akibatnya, bayangan yang timbul menjadi pendek. Mudah-mudahan penjelasan Mama nggak salah ya, Nak.

Sedangkan pada sore hari saat matahari akan tenggelam, sinarnya jatuh ke Bumi dari samping atau condong dari barat, sehingga permukaan bumi yang terkena sinarnya lebih luas. Maka bayangan yang timbul menjadi panjang.

Kenapa kok bayang-bayang warnanya hitam, Ma?

Proses kita melihat memanfaatkan cahaya yang mengenai sebuah benda yang kemudian dipantulkan menuju mata kita. Mata sebagai indera penglihat menangkap sinar tersebut dan memprosesnya di dalam otak sebagai bayangan.

Cahaya adalah gelombang elektromagnet yang rentang panjang gelombangnya dapat dilihat oleh mata. Cahaya dalam rentang panjang gelombang tersebut memiliki warna tergantung dari panjang gelombang yang dimiliki oleh partikel cahaya. Misalnya warna biru memiliki panjang gelombang 440 – 495 nm, warna merah memiliki panjang gelombang 640 – 750 nm, dan seterusnya.

Warna dari sebuah benda adalah karakter dari benda tersebut saat menyerap warna. Misalkan ketika warna biru yang diterima mata kita sebenarnya benda tersebut menyerap warna lainnya dan hanya warna biru yang dipantulkan. Lalu bagaimana dengan warna hitam? Warna hitam akan terlihat bila semua cahaya diserap atau bila tidak ada cahaya yang mengenai benda tersebut.

Bayangan dan bayang–bayang adalah dua hal yang berbeda. Bayangan adalah gambar yang kita lihat saat kita bercermin, sedangkan bayang–bayang adalah warna hitam pada suatu permukaan karena cahaya yang terhalang oleh sebuah benda.

Bayang-bayang berwarna hitam terjadi ketika cahaya yang menuju suatu area tertutupi oleh benda sehingga intensitas cahaya yang diterima area tersebut lebih rendah dibandingkan area sekitarnya, atau karena tidak ada cahaya yang mengenainya. Akibatnya intensitas cahaya yang dipantulkan oleh area tersebut dan diterima oleh mata kita pun rendah atau tidak ada, sehingga warnanya menjadi hitam/gelap.

Kenapa kita nggak bisa melihat cahaya di udara?

Sebenarnya kita tidak dapat (secara langsung dan visual) melihat cahaya dalam medium apapun!! Kita hanya bisa melihat cahaya secara tidak langsung.

Cahaya adalah gelombang. Lebih tepatnya, cahaya adalah salah satu bagian darigelombang elektromagnetik. Gelombang elekromagnetik dapat dikelompokkan ke dalam beberapa beberapa jenis, antara lain gelombang radio, gelombang mikro, cahaya tampak (warna-warna dari merah sampai ungu), sinar X dan sinar Gamma.

Seperti juga gelombang lainnya (gelombang pada tali, gelombang suara, gelombang pada permukaan air, dan lain lain), gelombang dapat menjalar, dan untuk tempat yang jauh dari sumbernya, arah penjalaran gelombang tersebut adalah lurus. Arah penjalaran ini biasanya digambarkan dengan garis sinar (walaupun yang dibahas bukan gelombang cahaya, namun istilah garis sinar tetap dipergunakan untuk menyatakan arah rambat gelombang tersebut). Arah penjalaran gelombang yang lurus ini dapat dibelokkan dengan beberapa cara, antara lain melalui pemantulan dan pembiasan.

Kita dapat mengetahui adanya gelombang tersebut bila alat pendeteksi (penangkap) gelombang yang dimiliki (alat deteksi pada tubuh kita untuk gelombang cahaya adalah mata) menerima garis sinar. Mata manusia sebagai alat penangkap gelombang elektromagnetik hanya dapat ‘melihat’ gelombang elektromagnetik dalam daerah cahaya tampak (warna merah sampai ungu). Dengan kata lain, walaupun gelombang radio atau gelombang sinar X adalah gelombang elektromagnetik juga, sama dengan gelombang cahaya tampak, namun mata kita tidak dapat ‘melihat’ gelombang radio maupun sinar X tersebut.

Namun demikian, seperti yang disebutkan di atas, sebenarnya kita tidak dapat melihat secara langsung dan visual gelombang elektromagnetik dalam medium apapun. Yang ‘terlihat’ oleh alat pendeteksi adalah bayangan dari benda yang memantulkan gelombang tersebut, sehingga ada sebagian garis sinar pantul yang terdeteksi, dan bayangan inilah yang kita artikan sebagai ‘melihat’ cahaya tersebut.

Dalam sebuah ruangan yang diterangi oleh lampu, kita dapat melihat benda-benda yang ada di ruangan tersebut (dinding, meja dan kursi dan lainnya) karena ada cahaya yang berasal dari lampu yang dipantulkan oleh benda-benda tersebut dan masuk ke mata kita dan yang terlihat adalah bentuk benda yang memantulkan cahaya tersebut.

Kita seolah-olah dapat ‘melihat’ (berkas) cahaya, bila pada jalannya sinar berkas cahaya tersebut kita taburi dengan partikel yang sangat kecil (misalnya tepung). Cahaya yang terpantul dari tepung dan ditangkap oleh mata akan memberikan informasi keberadaan berkas cahaya tersebut. Hal ini adalah seperti saat kita ‘melihat’ berkas cahaya yang berasal dari lubang udara dan masuk ke dalam ruang gelap. Bila kita menatap langsung ke sumber cahaya (lampu) tersebut, maka kita tetap tidak dapat melihat cahaya tersebut, yang terlihat hanyalah bentuk fisik dari lampu.

Gelombang lain yang tidak terlihat secara visual adalah gelombang suara, sedangkan gelombang pada tali maupun gelombang pada permukaan lain dapat dengan mudah dilihat.[ http://anakbertanya.com/mengapa-cahaya-tidak-terlihat-di-udara/]

Penjelasan lebih detil mengenai bayang-bayang kita lanjutkan di kesempatan selanjutnya😘