Tidying Festival Book

Setelah berbenah pakaian, tahap selanjutnya di Tidying festival adalah berbenah Buku. Kegiatan berbenah pada tahap ini ada kesulitan tersendiri bagi saya karena buku pribadi merupakan salah satu barang spesial bagi saya. Buku-buku pribadi yang masih saya simpan adalah buku yang saya beli ketika saya kuliah kenotariatan. Ketika saya memutuskan untuk resign dan mendampingi anak-anak di rumah, buku-buku ini saya packing kembali ke dalam kardus. Sambil berdo’a kala itu semoga buku-buku ini masih membawa kebermanfaatan kelak jika saya mengambil peran itu kembali.

Bagi saya tidying festival book ini lebih sulit daripada pakaian, karena buku-buku yang saya simpan merupakan pedoman berpraktek dan tidak mudah menyingkirkan buku yang, kalau dalam istilah Konmari: tidak spark joy, termasuk buku-buku yang rencananya akan dibaca tetapi pada kenyataannya tidak akan pernah dibaca 😆 Ini masalah waktu dan prioritas, hiks. Saat ini saya memang memilih fokus untuk mendampingi anak-anak belajar di rumah terlebih dahulu dan belum mengambil peran di luar rumah.

Seperti saat berbenah pakaian, berbenah buku ini bisa dibilang bagai menemukan jati diri. Kita hanya memilih buku yang dirasa paling sesuai dengan kita, paling kita sukai dan membuat kita senang membaca serta menyimpannya. Setelah membuat jadwal beberes bersama anak-anak, akhirnya saya membongkar rak buku kami (saya dan anak-anak). Tentunya setelah difoto sebelumnya untuk tugas ini 😁 Bagian rak yang berisi diecast merupakan area suami jadi silahkan diabaikan sampai si empunya ada waktu untuk berbenah😂

Sebelum pindah ke Batam, saya sudah mensortir buku-buku yang penting dan menjadi pegangan saja (kala itu belum kenal konmari). Semenjak tinggal di Batam saya tidak pernah menumpuk buku lagi, bahkan pernah saya membeli buku karya teh Kiki Barkiah dan selesai dalam waktu satu minggu (ini rekor bagi saya yang punya batita dan bayi) setelah itu saya kirim ke rumah baca. Ya! Kita memang harus mengubah mindset. Kalau buku yang kurang spark joy lebih baik disumbangkan ke rumah baca saja. Lalu bagaimana persiapan kami untuk berbenah lemari buku? Sama dengan merapikan pakaian, langkah pertama merapikan buku adalah memilih buku berdasarkan spark joy.

1. Kumpulkan semua buku yang kita miliki di satu spot.

Pastikan semua buku terkumpul di spot itu. Cek lemari, dapur, kamar tidur, meja, kolong sofa, kolong tempat tidur, mobil dan lain-lain. Jika saat selesai proses dicluttering kita baru teringat ada buku yang tertinggal, maka buku tersebut ikut didiscard karena bisa dipastikan tidak spark joy lagi. Seandainya masih ada spark joy, tentu kita akan ingat sejak awal proses ini.

2. Pisahkan buku-buku berdasarkan kepemilikan

Buku-buku di rumah saya pisahkan terlebih dahulu mana yang punya saya, suami, dan anak-anak. Suami hampir tidak pernah mengoleksi buku lagi wkwk, sedangkan saya menyimpan beberapa buku penting untuk panduan mengajar anak-anak, sementara milik anak-anak kami putuskan bersama mana saja yang akan disimpan.

3. Buat kategori buku

Menurut metode konmari, cara menyimpan buku ada dua yaitu dengan menyimpan by location atau by category. Jika buku yang kita miliki terlalu banyak maka kita bisa membuat kategori dulu, contoh: buku agama, tutorial, komik, novel, majalah, buku sekolah, buku kantor, dll. Lalu pilih per kategori, buku mana saja yang akan kita simpan.

4. Pegang satu per satu dan rasakan apakah buku ini spark joy. Ingat ya cukup dipegang saja, tidak perlu dibaca agar kita tetap fokus pada proses berbenah. Jika ada buku terdapat spark joy maka simpanlah. Jika tidak ada spark joy maka buku tersebut dapat kita discard. Banyak yang merasa kesulitan melakukan ini karena khawatir kalau-kalau nanti bukunya akan dibaca lagi. Padahal bisa dijamin, bahwa buku yang tidak spark joy, tak kan mungkin kita baca kembali. Maka untuk apa disimpan, lebih baik dijual kembali atau didonasikan.

5. Letakkan buku dengan posisi berdiri

Buku-buku yang spark joy diletakkan di rak buku sesuai dengan pilihan keluarga. Posisi buku saat penyimpanan adalah berdiri, bukan ditumpuk-tumpuk. Aturan dasar menyimpan barang ala konmari adalah “letakkan barang-barang yang sejenis dalam satu lokasi”. Tetapi tidak demikian untuk buku. Buku bisa diletakkan di tempat dimana kita membutuhkannya. Misal: majalah resep bisa kita letakkan di dapur, sementara Alquran dan tafsir kita letakkan di tempat sholat.

Setelah tidying festival buku akhirnya terlihat lebih jelas, minat saya ada pada buku yang seperti apa, bidang dan genre apa saja. Justru ketika memilah buku anak-anak kami bingung mau menyimpan yang mana saja sebab anak-anak sangat antusias, kebanyakan buku-buku yang disimpan di rak membuat mereka sangat bersemangat karena mereka suka sekali isinya, dan biasanya dibaca berulang-ulang. Hal ini membuat kami sulit menyortir koleksi buku anak yang ada. Sempat juga ada buku yang ragu mau saya keluarkan dari koleksi. Ada yang baru dibaca sebagian ada juga yang masih dalam plastik alias belum pernah dibaca sama sekali. Tapi pada akhirnya berhasil saya letakkan di tumpukkan yang akan disingkirkan. Rasanya lega juga ya ternyata, alhamdulillah😊

Terima kasih untuk semua buku yang pernah mengisi hari dan hati ini. Baik yang sudah selesai atau belum dibaca, yang disimpan atau disingkirkan. Gimana kira-kira sudah spark joy belum ya rak buku kami?

Tidying Festival Clothes Bersama Anak-Anak

kondisi lemari kami setelah tidying festival clothes

Penataan isi lemari yang rapi ternyata berpengaruh terhadap efisiensi waktu. Karena nggak akan ada lagi waktu yang terbuang hanya untuk ngubek-ngubek isi lemari bahkan mencari barang yang hilang atau terselip. Dengan mengikuti kelas berbenah ala konmari, saya berusaha mempraktekkan ilmu yang saya peroleh dalam kesehariannya dan semoga nantinya kami sekeluarga pun dapat menjaga konsistensi kerapian isi lemarinya tersebut.

Bicara soal efisiensi, pasti kebanyakan dari kita pernah ngerasa baju yang kita punya hanya sedikit. Namun, ternyata baju yang kita cari selama ini nyelip dan ngumpet diantara baju-baju yang terlipat asal-asalan? Bahkan kadang setelah pusing memilih baju yang akan dipakai, bisa jadi kita juga cenderung menyimpannya kembali tetapi nggak dalam kondisi semula. Biasanya kita yang punya banyak baju di rumah justru bingung mau pakai baju apa karena rasanya kok kayak nggak punya baju. Adakah yang familiar dengan hal ini? Atau justru lagi ngerasain hal kaya gini juga? Kali ini saya akan berbagi cerita tentang perubahan yang saya alami setelah berbenah menggunakan metode konmari, bagaimana mengkategorikan dan menyimpan pakaian yang kami punya.
Berikut ini kebayakan permasalahan penyimpanan baju yang dirasain oleh saya atau bahkan sesama perempuan lain di luar sana. Mulai dari tempat penyimpanan yang terlalu kecil, lemari baju yang berantakan terus, banyaknya baju tapi bingung mau pakai yang mana atau bisa ngabisin waktu lama cuma untuk nyari atasan yang kelupaan disimpan di mana? Lucunya hal ini nggak cuma dirasain sama pemilik tempat tinggal yang mini tapi juga bahkan sama orang-orang yang punya media penyimpanan dengan luasan yang cukup besar.
Ada yang bilang kalau punya lemari yang teratur dan rapi itu adalah jalan menuju kamar, rumah dan hidup yang lebih baik. Karena setidaknya kita akan menghemat waktu setiap paginya untuk mencari baju dan berfikir pakai baju apa hari ini. Otomatis jadi tambahan waktu untuk bisa ngerjain aktivitas lainnya dan bisa punya me time lebih!

Ada dua tipe penyimpanan yang biasa kita temuin di Indonesia yaitu lemari tertutup dan open closets. Lebih kurangnya tentu beda-beda dari masing-masing tipe. Tapi tipe apapun yang kita miliki di rumah, mau penyimpanan terbuka ataupun lemari tertutup, umumnya ada empat area yang perlu disiapkan untuk mengorganisir pakaian di rumah. Drawers, shelves, hooks dan hanging. Empat area ini, kurang lebih sudah bisa mengakomodir kebutuhan berbagai macam bentuk pakaian dengan berbagai macam materialnya. Nah, melalui proses declutter saya juga jadi merasakan pentingnya mengenal bahan dan pakaian sendiri. Bukan sekedar senang membeli dan memakainya bahkan mengoleksi, tetapi juga dengan mengetahui material dan cara merawatnya. Di rumah kami hanya punya dua lemari pakaian yang dipakai bersama dengan anak-anak. Secara general, saya membagi area penyimpanannya sebagai berikut:

Drawers: Laci bawah diisi dengan baju anak-anak.
Shelves: Rak atau ambalan lemari diisi dengan baju milik suami, biasanya baju rumah dan baju santai seperti kaos, celana pendek, celana boxer, baju olahraga. Setiap segmen dimasukkan ke dalam box yang berbeda. Karena jumlah pakaian yang kami miliki hanya sedikit jadi tidak makan banyak space.
Hanging: Bar gantungan dalam lemari kami gunakan untuk menggantung jaket,blouse,kemeja, dan coat.

Kalau hal-hal di atas ini udah diterapin insyaAllah nggak ada lagi kondisi berantakan dan susah untuk mencari baju.

CLEAN UP AND CLEAR OUT
Langkah yang mungkin paling membantu adalah dengan men-declutter isi lemari.

Metode KonMari menggunakan joy (kebahagiaan/kesenangan/kegembiraan) sebagai parameter dengan mempertimbangkan value-value yang dimiliki oleh setiap benda. Ketika melalui proses ini kita bisa mengambil satu persatu pakaian, lalu tanyakan pada hati : “Does it spark joy?”

Kita harus merasakan dengan seksama sebelum benar-benar memutuskan. Kemudian kita dapat membuat 2-6 kotak/kategori :
1. Keep (simpan)
2. Toss (buang)
3. Donate/giveaway (sumbangkan/berikan pada orang lain)
4. Recycle (Didaur ulang)
5. Repurpose dan Upcycle (Diubah menjadi sesuatu yang lain dan bermanfaat)
6. Sell (Dijual)

Catatan : minimal harus ada 2 kotak untuk keep and toss.

Ini hasil sortir pakaian yang kurang Spark Joy. Baju dan tas ini akan kami donasikan ke Lombok

Contoh pakaian yang bisa di-repurpose: daster jadi lap, kaos jadi sarung bantal. Namun yang harus digaris bawahi, dalam hal ini bukan downgrading ya 😁. Jadi ada proses disitu. Misal untuk membuat lap dari daster, dibuang dulu bagian lengan dan atasnya. Jadi dasternya pun berubah menjadi lap yg lebih berkelas. Lebih spark joy ✨

SIMPAN BARANG SELEVEL MATA
Ini sebetulnya untuk mempermudah ketika mau ambil pakaian, sih. Menyimpan barang yang sering dipakai sesuai level mata bisa mempermudah mata untuk mendeteksi barang apa aja yang kita punya dan membantu memutuskan untuk pakai baju apa hari ini. Eh tapi hati-hati ya, barang yang disimpan di bagian atas dan bawah pun sebisa mungkin terjangkau tangan dan dapat terlihat oleh mata.

BOXES, CONTAINERS AND DIVIDERS

Barang-barang ini yang benar-benar membantu saya untuk membuat isi rumah saya rapi, termasuk dalam urusan penyimpanan pakaian. Saya hanya memiliki satu box penyimpanan baju, satu box untuk kaos kaki dan menstrual pad dan satu box kecil untuk pakaian dalam. Ah, hidup terasa sangat sederhana. Untuk penyimpanan laci, box atau container saya merekomendasikan banget untuk melipat pakaiannya secara vertikal ala Konmari. Dengan mengaplikasikan cara ini untuk penyimpanan pakaian anak mereka pun jadi lebih mudah untuk mencari dan mandiri mengambil serta memakai pakaian mereka sendiri.

COLOR COORDINATION
Dalam konmari kita boleh menyusun pakaian sesuai dengan gradasi warna dari terang ke gelap dan ketebalannya, namun saya belum sempat mencoba menerapkan color-coordination untuk isi lemari baju. Walaupun warna bajunya itu-itu aja, sebenarnya ini dapat membuat lebih spark joy dan membantu banget dalam pemetaan beli baju baru, mix and match dan lain-lain.

Berikut ini tips yang saya peroleh dari kelas KKI dan perlu dicoba ketika pelaksaan tidying clothes

1) Bila sangat sulit untuk memutuskan hanya dengan menyentuhnya, boleh dipakai. Namun, tidak semua pakaian harus dicoba karena akan memerlukan waktu yang banyak.

2) Pakaian yang ber-genre “what if” sebaiknya tidak perlu disimpan. Contohnya pakaian yang tidak muat namun akan muat bila lebih kurus. Kenapa? Karena berpotensi menjadi penyebab kita melihat diri kita menjadi kurang spark joy. Bila kaitannya dengan ukuran pakaian vs ukuran tubuh, boleh disimpan sebagai motivasi, tetapi pilih 1 saja 😉 Bila pakaian anak misalnya ingin untuk adiknya, boleh disimpan bila memang perencanaan kehamilannya cukup dekat. Namun, jika rencana hamilnya cukup lama misal 5 tahun lagi, maka sebaiknya tidak perlu disimpan.

3) Menyetrika pakaian apakah perlu? Tergantung kebutuhan, bila ingin, boleh. Tidak juga ya boleh. The battle is yours 😂.

4) Pakaian anak siapa yang mengerjakan proses declutternya? Bila anak sudah bisa memutuskan, ajak serta. Bila masih belum bisa, maka dapat dikerjakan oleh orangtuanya.

5) Pisahkan terlebih dahulu semua pakaian yang berbau nostalgia. Kerjakan nanti di akhir bersamaan dengan sentimental items.

ini storage untuk penyimpanan cloth diaper anak saya

Langkah selanjutnya adalah menentukan “rumah” untuk masing-masing kategori pakaian. Setelah kita melipat dan membagi pakaian menjadi beberapa kategori seperti atasan, bawahan, atau kaos, celana panjang, celana pendek, rok, pakaian dalam, kerudung, jaket, aksesoris, sprei dan handuk, langkah selanjutnya menentukan “rumah” mereka masing-masing. Dengan melihat dan mengetahui deretan pakaian yang kita punya, tentu saja mempermudah dalam menentukan jumlah storage yang dibutuhkan. Sesuaikan dengan budget yang kita punya. Jangan sampai membeli storage yang ternyata malah tidak terpakai karena ukuran atau jumlahnya tidak sesuai dengan pakaian yang kita punya. Namun jika tidak ada budget khusus, kita bisa berkreasi dengan bahan-bahan yang tersedia di rumah seperti dus-dus bekas atau memodifikasi storage yang sudah kita punya. Kalau saya dalam hal pemilihan storage biasanya memilih beli di flea market merk ikea atau miniso murah meriah dan masih sangat bagus untuk dipakai lagi. Sebenarnya kalau punya waktu luang boleh ber-diy ria bersama anak-anak tetapi setelah saya pertimbangkan lebih baik pakai yang sudah ada saja, beli di pasar seken aviari dengan rate harga sepuluh sampai dengan tiga puluh ribu rupiah per item. Sangat worth it kan?

Hasil lipatan pakaian yang Spark Joy ala #KonMari dalam penyimpanan sementara

Setelah mempersiapkan rumahnya, saatnya berkreasi dan menata lemari ala #konmarimethod. Satu pekan rasanya belum cukup buat berkreasi dan jujur belum 100% spark joy karena banyaknya iklan tetapi sejauh ini saya puas dengan perubahan yang terjadi. Sangat terasa perbedaannya antara belajar melalui tutorial dan belajar melalui pendampingan di kelas KKI. Alhamdulillah, anggota keluarga pun menjadi lebih aware jika ada barang yang belum masuk ke “rumahnya” masing-masing. Anak-anak pun sudah terbiasa memilih dan mengambil pakaian mereka sendiri tanpa harus manggil-manggil mamanya lagi.

Gimana kira-kira..udah spark joy belum yaa lemari pakaian kami…

Tidying Festival Clothes Part 1

Semakin hari, manusia menjadi semakin konsumtif. Timbunan barang pun memenuhi setiap sudut kamar. Tetapi, untuk menyingkirkannya, ada rasa malas dan enggan. Kegiatan declutter merupakan kegiatan yang memerlukan banyak tenaga dan waktu. Namun dengan melakukan declutter atau bersih-bersih rumah dari timbunan barang, saya percaya memberikan efek positif. Rumah yang bersih dengan sedikit barang akan memberikan energi yang baik dan menjauhkan diri dari stress.

Meski telah banyak membaca tentang prinsip minimalism dan mencoba menjalaninya setahun belakangan tetapi rasanya baru kemarin akhirnya menemukan alasan membuang yang benar-benar wow banget. Seperti yang pernah saya ceritakan di sini, selama satu tahun terakhir saya mencoba memulai menerapkan metode Konmari untuk mendukung keinginan saya menjadi lebih bijak dalam membeli dan menyimpan barang-barang. Saya ingin lebih menghargai barang-barang yang saya beli dan meminimalisir jumlah barang yang ada di dalam rumah.

Membuang (decluttering) adalah cara tepat melepaskan diri dari beban. Tidak hanya beban fisik (materiil), tetapi juga beban psikis. Memulai membuang benda yang tidak pas di diri kita atau di lingkungan tempat tinggal kita, adalah cara mudah untuk mulai bisa membuang beban psikis kita. Percaya tidak percaya, saya sudah mencobanya dan terasa lebih lega.

Ada yang pernah mengalami kejadian seperti yang ada di bawah ini kah? Menyimpan baju yang sudah sesak tidak muat untuk badan. “Nanti juga bakal kepakai lagi kalau badan sudah kembali ke ukuran semula”. Lalu kita khilaf beli baju baru lagi dan lagi hihihi… Dan baju lama itu tak jua mendapat kesempatan untuk kita kenakan lagi. Atau mempertahankan barang-barang penuh kenangan. Terutama hadiah pemberian dari teman atau saudara. Disimpan terus, yang terkadang hanya membuat kita gagal move on setiap kali menatapnya hihi *lebay nggak sih. Kebiasaan mengumpulkan majalah-majalah yang menarik isinya, misal majalah full resep masakan atau desain interior. “Suatu saat nanti aku pengen praktekin tips yang ada di majalah itu”. Tahun demi tahun pun berlalu dan resep itu menunggu kita untuk mempraktekkannya. Bahkan kebiasaan membeli pernak-pernik saat traveling, “Lucu deh kayaknya kalau dipajang di rumah”. Waktupun terus bergulir hingga kita pun menyimpan pernak-pernik yang menumpuk dan bingung mau ditaruh dimana.

Istilah termudah menurut saya untuk menjelaskan tentang decluttering adalah aktifitas untuk menata ulang dan mengurangi timbunan barang yang kita miliki. Decluttering lebih memfokuskan pada apa saja yang perlu disimpan, dan bagaimana menata ulang benda yang disimpan itu.

Saya mengamati isi ulang isi kamar dan isi rumah. Scanning saja…. Lalu pilih beberapa barang secara acak, dan mulai mengingat, untuk alasan apa saya menyimpan barang itu. Dan masihkah barang itu memberi manfaat untuk hidup saya saat ini? Untuk barang-barang kebutuhan primer dan bentuknya relatif besar, sangat mudah saya temukan alasannya. Tapi saat meluaskan pandangan pada benda-benda yang tidak menjadi kebutuhan primer saya. Ternyata alasan utama mengapa menyimpannya lebih banyak karena faktor emosional termasuk didalamnya adalah faktor kenangan. Kesempatan kali ini saya akan mulai decluttering pakaian. Jurus jitu yang saya lakukan untuk mengendalikan jumlah pakaian yang saya miliki sekarang dengan Buy 1 Give 1, jadi saya mikir bener sebelum membeli pakaian

Prinsip Membuang/Decluttering

  1. Pilih apa yang hendak kita simpan, bukan apa yang hendak kita singkirkan
    Gimana caranya siy memilih suatu barang disimpan atau dibuang? Touch it, sentuh barang itu dan rasakan. Emosi apa yang kalian rasakan saat menyentuhnya. Ketika emosi yang muncul adalah rasa senang dan bahagia, keep it. Jika tidak ada rasa apa-apa atau cenderung negatif,throw it out. Marie Kondo membuat pernyataan yang cukup keras tentang kemampuan membuang barang. Ia menganggap bahwa seseorang yang tidak mampu melepaskan barang yang sudah tidak memberikan kegembiraan apa-apa sebagai masalah serius.
    Memang dalam memutuskan membuang atau tidak, kebanyakan dari kita melibatkan dua hal, intuisi dan rasionalisme. Sayangnya, seringkali yang menghalangi adalah rasionalisme kita. Itulah kenpa konmari menyarankan supaya kita memulai decluttering dari baju, bukan dari benda-benda yang memiliki kenangan. Bukannya beberes malah akhirnya mengenang masa lalu, betul nggak? Selain itu, pengalaman Marie Kondo menunjukkan bahwa memulai dari memilah baju adalah level yang paling mudah. Berhasil melewati yang termudah biasanya akan membuat kita percaya diri untuk menyelesaikan misi decluttering. Urutan berbenah yang disarankan Konmari adalah : (1) pakaian, (2) buku, (3) kertas, (4) komono/pernak-pernik, dan (5) benda-benda bernilai sentimental.
  2. Membuang Sampai Tuntas Terlebih Dahulu Sesuai Urutan
    kondisi pakaian sebelum declutter,dikumpulkan menjadi satu dalam satu area

    Pilahlah hingga tuntas per kategori sesuai urutan. Ada beberapa praktisi berbenah yang menyarankan untuk membuat challenge berbenah, misal 1 benda per hari, atau 3 jam per minggu, dst. Namun, Konmari memilih untuk membuang sampai tuntas terlebih dahulu per kategori. Bener-bener dikumpulin dulu semua baju di seantero rumah (bukan hanya yang di lemari, karena kadang kita menyimpan juga kan di balik pintu atau di box pojokan rumah?), baru kemudian kita pilah.

  3. Jadi kalau teman-teman ingin mulai decluttering, tak usah bingung. Saya ingin berbagi tipsnya. Sebelum melakukan kegiatan decluttering, siapkan 3 jenis kantong atau kardus. Satu kardus untuk tempat barang-barang yang masih layak untuk didonasikan. Satu kardus untuk tempat barang-barang yang masih dapat digunakan lagi dan terakhir kardus untuk tempat barang-barang yang akan dibuang. Sudah siapkah untuk decluttering?
    melipat pakaian anak-anak dengan metode konmari membuat banyak space tersisa

    Meskipun kelihatannya membutuhkan banyak waktu dan tenaga, tetapi efek kejutnya luar biasa. Efek kejut ini karena hasil beberes yang tuntas bener-bener terasa. Lemari jadi lega dan rapi. Efek kejut yang membuat kita bakal pengen jadi rapi selamanya. Berbeda dengan beberes sedikit-sedikit yang terlihat menyenangkan karena tidak menyita banyak energi dan waktu namun efeknya tidak begitu terasa sehingga berisiko membuat motivasi beberes kita kendur di tengah jalan.

  4. Kalau tidak bisa membuang, bagaimana?
    Gara-gara baca buku The Life-Changing Magic Tidying Up karya Marie Kondo saya pun jadi tau bahwa tidak semua pakaian berperan sebagaimana fungsi pakaian seharusnya. Maksudnya, pakaian kan seharusnya ada kaitannya dengan kebutuhan saat membeli, misal karena kita butuh pakaian untuk kerja, atau untuk menghadiri suatu acara tertentu, atau secara umum untuk menjaga penampilan kita. Sayangnya, ada juga kan pakaian yang kita beli hanya karena sedang diskon? Pas sampai rumah ternyata gaya pakaian itu sama sekali bukan gaya kita sehingga pakaian itu sama sekali tidak pernah kita gunakan semenjak kita adopsi ke lemari kita. Pakaian seperti ini mau dibuang atau mau disimpan? Dibuang sayang, disimpan ga dipakai. So? Say thanks to this clothes, let it go,katakan padanya “Terima kasih karena kamu telah mengajarkan saya pakaian apa yang tidak saya sukai, sehingga kelak saya tidak akan membeli pakaian yang sama”. Setelah memahami cara pandang baru terhadap barang, saya menjadi lebih mudah melepaskannya. Karena barang yang terbeli namun tak terpakai saat ini sejatinya sudah pernah memberi manfaat meski hanya sebagai pengingat bahwa compulsive buying itu sama sekali tidak baik misalnya. Kelak saya menjadi lebih bijak saat membeli pakaian baru.

    kondisi lemari dalam storage sementara

    Bukti kita sayang dengan sebuah barang adalah dengan menempatkannya sebagai barang yang membuat kita bersyukur telah memilikinya. Barang kita rasakan manfaatnya saat kita senang memakainya bukan? Marie said, tidak hanya kita pemiliknya, barang-barang kita niscaya juga akan merasa segar dan jernih sebegitu kita seleai berbenah.They will said happily, “Horayyy I got a new room to breath, I am free!” and of course, you will too.

Kegiatan Seru di Akhir Pekan

Modernisasi bukan hanya memoles fisik lingkungan kita,namun merambah masuk hingga ke segala urusan manusia, termasuk urusan bermain anak-anak. Dulu seorang anak bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk main di tanah lapang, di padang rumput, atau di tanah-tanah kosong yang becek.

Mulai dari sepak bola, jalinan rotan atau jeruk bali sampai membuat patung dari tanah liat atau sekedar menangkap capung dan kunang-kunang. Sekarang, dimana kita mencari lapangan bermain untuk anak-anak, sementara sejauh mata memandang yang kita lihat adalah gedung-gedung pencakar langit atau komplek perumahan yang padat?

Tak heran, kalau tempat bermain anak sekarang bergeser ke playstation rental atau playground untuk bermain games online. Coba tengok deh, tak hanya di Batam atau kota besar lainnya, bahkan di kota-kota kecil pun anak-anak sudah sangat akrab dengan gadget mereka masing-masing. Tak jarang mereka sampai lupa waktu dan ketagihan untuk terus bermain bahkan berujung tantrum jika diambil gadgetnya. So, bagi keluarga kami momen bermain merupakan
momen untuk kumpul keluarga yang menyenangkan dan seru. Yuk, tinggalkan gadget sejenak dan lakukan permainan berikut ini.

Baca juga : Nerf Gun War Bahasa Kasih Keluarga Kami

1. Bermain Uno Stacko Bersama Keluarga
Permainan ini sangat membuat saya gemas ketika memainkannya. Tetapi hal inilah yang bisa membuat antar anggota keluarga menjadi semakin akrab. Permainan ini dilakukan engan cara menyusun-susun balok dan nanti harus diambil dengan cara acak pondasinya, kalau jatuh dan berantakan maka dialah yang kalah. Kalau kalah anggota keluarga boleh memberikan coretan bedak di wajahnya, yang akan menambah seru permainan.😀

Namun, esensi dari permainan ini semakin random karena dimainkan oleh balita jadi no intervensi. Planingnya main uno stacko mau bebikinan gedung aparteman yang tinggi. Action plannya, “bukan kaya gitu bikinnya harusnya balok yang kuning di bawah dan balok yang merah di atas, baru yang hijau disusun di atas yang merah.” Sok bebaskan, anak-anak bermain tumpuk sesuka hatinya. Justru dari situ mereka belajar mereka-reka bentuk konstruksi yang sesuai dengan imajinasinya. Jadi, berikan kesempatan seluas mungkin pada anak untuk mencoba mengerjakan dan membuat keputusan sendiri. Dengan begitu, imajinasinya makin berkembang dan harapannya dapat menstimulasi munculnya ide kreatif. Bukan tak mungkin kan kelak mereka mampu mencipta bentuk tertentu secara orisinal yang tak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, semisal membuat mobil bak sampah luar angkasa buat angkut sampah yang ada di luar angkasa (ini hasil pemikiran Faris😂).

2. Percobaan Sains
Pernah mendengar Hot Wheels yang bisa berubah warna? Series Hot Wheels yang satu ini dinamakan dengan Hot Wheels Color Shifter. Di mana warna bodi tersebut bisa berubah saat dicelupkan ke dalam air hangat, untuk merubahnya kembali ke warna semula cukup di celupkan ke air dingin. Kok bisa begitu ya? Beberapa hari ini anak-anak sibuk mengeluarkan dan memasukkan mainan mobil-mobilannya ke dalam kulkas. Biasanya jika sedang bermain mobil-mobilan, anak-anak hanya duduk di atas karpet dan menjalankan mobil itu dengan tangannya namun kali ini berbeda.

Setelah kami amati, akhirnya satu keluarga tertarik untuk mencoba memainkannya juga. Jadi ternyata, mobil-mobilan ini bila dimasukkan ke dalam air dingin akan berubah warna begitu pula sebaliknya. Meskipun kami bukan engineer, sebagai fasilitator tentunya harus punya rasa penasaran tentang material apakah ini? seperti plastik namun bisa berubah warna dengan pengaruh suhu. Dan kegiatan ini adalah sesuatu yang menarik untuk diamati dan ditelusuri teknologi apakah yang dimasukan ke dalam mainan anak-anak. Apakah itu? Ternyata ini merupakan salah satu teknologi paramagnetic color changing?

Menurut epiccarnage.com menjelaskan, cat bisa berubah warna dengan perubahan suhu. Dengan menyesuaikan tegangan arus listrik melalui body kendaraan bisa membuat warna berubah.

Diecast Hot Wheels memproduksi mobil mainan dengan kemasan yang bertulis Color Shifters. Mobil mainan Hot Wheels dengan kemasan color shifters inilah yang memiliiki keunikan cat mobil akan berubah warna dalam suhu berbeda. Misalnya saat suhu normal warnanya akan putih, namun saat dimasukkan ke dalam kulkas mobil tersebut akan berubah warna menjadi hitam atau biru. Hal ini terjadi karena cat yang dilapiskan pada mobil mengandung partikel paramagnetik oksida besi.

Dengan menerapkan arus listrik, jarak kristal oksida akan disesuaikan dan hal ini memengaruhi pantulan cahaya serta persepsi warna yang bisa ditangkap mata maupun kamera video.

Itulah dua kegiatan seru di akhir pekan kami minggu ini. Acara kumpul keluarga memang selalu menjadi hal menyenangkan apalagi kalau sambil bermain. Kalau teman-teman punya ide seru apa untuk dimainkan bersama keluarga di akhir pekan nanti?

Belajar Berbagai Macam Komposter, Kamu Sudah Coba Yang Mana?

Sudah lama Faris sangat tertarik dengan bahasan masalah #sampah. Saking concernnya sampai-sampai ia ngotot membeli buku berjudul “Oh, ternyata… Kita bisa melakukan kegiatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi sampah!” dan minta langsung dibacakan sesampainya di rumah.

buku favorit Faris

Kalau ngomongin #sampah, saya selalu terkenang dengan obrolan bedtime saya bersama Faris yang pada suatu malam menceritakan cita-citanya kalau ia ingin sekali membuat truk sampah di luar angkasa. Dengan semangat yang berapi-api ia menjelaskan rancangan truk sampah antariksanya bahkan ia meyakinkan kepada saya bahwa di luar angkasa juga pasti banyak sampah loh, Ma. Rasanya terheran-heran kok bisa pula anak tiga tahun berimajinasi seperti itu. MasyaAllah

Di rumah, kami memang sudah mulai memilah dan meniadakan pemakaian tisu dan mengurangi belanja produk kemasan namun bahasan khusus bab sampah belum saya ajarkan lebih mendalam kepada anak-anak. Saya dan suami hanya memberikan contoh dalam kegiatan sehari-hari seperti menyediakan beberapa macam tempat sampah di rumah, menggunakan tas belanja sendiri, membawa kotak makan dan bekal makanan sendiri jika keluar rumah, mengurangi makanan dan jajan dalam kemasan serta membuat komposter karena project #FarisNandur.

Dengan berbekal tekad ingin belajar lebih, akhirnya saya pun mencari informasi agar bisa masuk ke kelas #zerowaste yang diampu oleh bu Dini. Alhamdulillah saya bisa keangkut di kelas #zerowaste batch 2 meskipun belum terlalu aktif chit chat di kelas tetapi saya berusaha untuk terus mengikat ilmu yang saya peroleh dari kelas ini.

Jadi di minggu ketiga kelas #zerowaste, kami belajar berbagai macam jenis komposter. Lalu kenapa sih setiap rumah sudah seharusnya punya komposter?

Teman-teman, bagaimana kalau kita mulai membiasakan diri untuk memilah sampah sebelum dibuang? Kira-kira, kenapa kita harus memilah sampah sebelum dibuang?

1. Upaya Mempercepat Proses Penguraian
Sampah itu ada dua jenis, yakni sampah organik dan sampah anorganik. Untuk sampah organik, proses penguraiannya akan lebih cepat terjadi jika digabungkan dengan sampah organik lainnya.
2. Mengurangi Bau Busuk
Sampah organik akan mengeluarkan bau busuk saat terurai. Supaya bau busuk itu hilang, kita harus memisahkan sampah organik dari sampah anorganik. Setelah dipisahkan, sampah organik bisa dikubur di dalam tanah, sebagai pupuk. Dengan begitu, bau busuk dari sampah organik tidak akan tercium. Lalu, tanaman pun tubuh subur.
3. Meningkatkan kebersihan sampah
Penguraian pada sampah organik akan terjadi lebih cepat daripada sampah anorganik. Jika kedua sampah itu dicampurkan, sampah anorganik yang tadinya bersih akan menjadi kotor. Padahal, jika kita memilah sampah, kebersihan sampah anorganik bisa terjaga, lo. Hal itu akan memudahkan para pengepul dalam mendaur ulang sampah anorganik.
4. Mengurangi jumlah sampah
Dari seluruh sampah yang ada, lebih dari 55% nya adalah sampah organik. Jika kita memilah sampah dan mengolah sampah organik itu menjadi kompos, maka jumlah sampah yang ada di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) pun akan berkurang setengahnya.
Nah, teman-teman, sekarang pasti sudah tahu, kan kenapa kita harus memilah sampah sebelum dibuang? Jadi, mari kita lakukan kebiasaan baik itu mulai dari sekarang. Ini semua demi Indonesia yang bebas sampah!

Rumah Tanpa Sampah, Mungkinkah?

Mengutip materi dari #kotatanpasampah, ada 3 strategi agar #rumahtanpasampah kemudian dapat terwujud:

1. STRATEGI PINTU DEPAN. Saat pra konsumsi, kita dapat mencegah dan menyaring sampah apa yang akan masuk ke dalam rumah kita, dengan cara bawa botol minum sendiri, kotak bekal sendiri, tas belanja, bahkan toples/wadah untuk belanja, menanam/membuat sendiri apa yang kita konsumsi serta mengadakan acara dengan memasak kue-kue dan gunakan toples serta hindari kemasan sekali pakai.

2. STRATEGI PINTU TENGAH. Saat konsumsi, kita dapat mencegah terjadinya sampah terbuang, misalkan dengan menggunakan kembali, memperbaiki barang, dan mencegah makanan sisa.

3. STRATEGI PINTU BELAKANG. Pasca konsumsi, sampah yang terlanjur masuk rumah atau terpaksa ada harus diolah, dengan memilah sampah, membuat kompos, sampah yang bernilai ekonomis disalurkan ke pengepul.
Kalau semua berjalan baik, maka benar-benar TIDAK ADA SAMPAH YANG DIBUANG KE TPS/TPA.
KOTA TANPA SAMPAH? MUNGKIN. SANGAT MUNGKIN

sumber : http://www.kotatanpasampah.id

Berikut ini saya coba membuat ringkasan materi mengenai beberapa jenis komposter untuk sampah organik dari kelas #zerowaste. Menurut Mbak Dini, perjalanan menemukan komposter yang cocok itu layaknya mencari jodoh 😁 Kalau kita nggak ribet sebenarnya ada cara yang gampang dan sudah biasa dilakukan oleh orang-orang zaman dulu yaitu dengan membuat lubang di tanah alias juglangan lalu kita bisa masukkan sampah sisa konsumsi sehari-hari disitu. Ditimbun sekali-kali atau kita bisa pelihara ayam dan ikan yang siap menyantap sampah buah dan sayur sisa dapur (tetapi tidak semuanya sih) hehe.

SERBA-SERBI KOMPOSTING

Komposting itu -bahasa sederhananya- adalah proses pengolahan sisa bahan organik menjadi pupuk. Terdapat beragam metode komposting. Sebelum memilih jenis metode komposting tertentu yang ingin digunakan, maka ada baiknya melakukan langkah-langkah ini:

  1. Analisa jenis sisa bahan organik (sayuran, daun kering, produk hewani) yang dihasilkan dan volumenya setiap hari, minggu, ataupun bulan.

  2. Bagaimana pola aktifitas anggota keluarga? Sibuk setiap hari sehingga hanya tersisa sedikit waktu di rumah? Ada anggota keluarga yang sering (selalu) di rumah dan punya banyak waktu luang?

  3. Analisa karakter anggota keluarga yang akan bertanggung jawab atas proses komposting, Telaten memilah, rajin merajang, lebih suka yang praktis dan cepat?

  4. Akan digunakan apakah kompos yang nantinya dihasilkan?

Empat hal di atas berkenaan dengan kita, si pelaku komposting. Nah, terkait komposternya, maka yang harus dipertimbangkan adalah:

  1. Luas area yang tersedia untuk si komposter. Apakah masih terdapat lahan cukup luas atau komposter akan ditempatkan di teras rumah?

  2. Cara penggunaan, masa panen kompos (periode waktu), cara merawat komposter, biayanya.

  3. Apakah komposter tersebut tahan lama? Artinya, bisa dipakai untuk jangka panjang dan tidak harus membeli lagi yang baru setelah beberapa waktu pemakaian.

Mengapa banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih metode komposting?
Karena, pilihan yang tepat akan membuat kita nyaman melakukan kegiatan komposting, dan bukannya sebagai beban.

Secara umum, sistem komposter terbagi dua, yaitu AEROB (memerlukan udara) dan ANAEROB (tidak memerlukan udara).
Sistem aerob akan menghasilkan kompos padat. Sementara produk sistem anaerob berupa pupuk cair dan kompos padat (yang agak basah).

berbagai macam komposter rumah tangga, pict by Mbak Dini

Sistem komposting rumah tangga dengan lahan terbatas:

1. Lasagna sguare foot garden
Langsung membayangkan lasagna ya?
Dan memang seperti kita membuat lasagna.Bagaimana cara membuatnya? Batasi lahan yang akan dipakai untuk komposting, misalnya diberi ‘pagar’ dari batu bata dan sejenisnya. Alasnya boleh terbuat dari plesteran semen.
Tempatkan tanah di dasar lahan komposting, lalu beri pupuk kandang (seperti kotoran sapi/kambing/pupuk jadi) di lapisan atasnya. Maka lahan siap diisi dengan sisa bahan organik, kertas, ataupun tissue.
Kalau isinya sudah merata, tutup dengan sekam, tanah, lalu pupuk kandang. Lalu isi lagi dengan sisa bahan organik, dan ditutup dengan cara yang sama.
Begitu seterusnya.
Kalau tinggi media sudah mencapai 15cm, maka bisa mulai dijadikan media tanam.
Mengapa harus 15 cm? Dengan tinggi lapisan 15 cm, maka penguraian sisa bahan organik dinilai cukup aman untuk akar tanaman.
Meski sudah dijadikan media tanam, proses komposting di lasagna foot garden tetap dilangsungkan.

2. Takakura/gerabah/drum/felita
Keempat metode komposter ini memiliki teknik yang serupa, yakni sisa bahan organik dikumpulkan dalam satu wadah, lalu diperlukan bakteri pengurai/starter.


Kekhususan dari setiap metode adalah:

Takakura hanya menghasilkan kompos padat. Diperlukan sedikit waktu dan tenaga untuk merajang sisa bahan organik agar cepat terurai. Penjelasan lebih lanjut mengenai takakura bisa dibaca disini.

Sistem gerabah lebih mampu mengurai daun kering dalam jumlah agak banyak. Kompos yang dihasilkan berwujud padat. Penjelasan lebih lanjut mengenai sistem gerabah bisa dibaca disini dan disini.

Komposter dengan memanfaatkan drum, ember bekas cat, atau sejenisnya akan bisa menghasilkan kompos padat saja, ataupun campuran antara pupuk cair dengan padatan. Tergantung sistem yang dibuat pada wadah komposter tersebut.

Penjelasan lebih lanjut bisa dibaca lebih rinci mengenai

Drum Biru #komposterdrumbiru disini dan disini.

Felita ini serupa dengan sistem drum atau ember, tapi dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Sehingga bisa ditempatkan di dapur. Cocok untuk rumah yang dihuni sedikit orang. FELITA menghasilkan kompos dalam dua bentuk, padat dan cair. Felita tidak menghasilkan gas metana (yg menyebabkan terjadinya efek gas rumah kaca). Di dalam Felita juga terjadi CO2 offset di fase keduanya, saat kita memasukkan fermentasi limbahnya ke dalam tanah.

Penjelasan lebih lanjut mengenai Felita (Fermentasi Limbah Rumah Tangga) #felita bisa dibaca disini dan disini.

3. Mulsa tanaman
Rumah dengan pohon-pohon besar biasanya akan kerepotan saat musim daun berguguran tiba
Daun-daun kering memiliki manfaat sebagai mulsa tanaman. Tempatkan daun kering di atas media tanam, maka akan mengurangi penguapan air. Ini sangat membantu di saat musim kemarau.

4. Lubang biopori
Untuk pekarangan rumah yang masih bisa digali hingga kedalaman minimal 50cm, maka pembuatan lubang biopori bisa menjadi pilihan.

Penjelasan mengenai biopori bisa dibaca disini dan disini.

Dan untuk tempat tinggal dengan lahan yang cukup dan amat luas -seperti perkebunan – sebenarnya lebih mudah dalam melakukan komposting. Ada beberapa cara yg sebenarnya sudah dilakukan banyak orang, yakni:

1. Mulsa tanaman

2. “Banana ring”

Kenapa pilihannya banana ring meski itu istilah? Karena tanaman pisang adalah tanaman yg paling bisa memanfaatkan sampah organik dalam bentuk apapun hingga yg keras seperti perabot kayu bekas, dibanding dengan tanaman lain. Makanya penggunaan tanaman yg paling bagus adalah pisang di sekitar juglangan banana ring. Tapi bisa ditanam tumpang sari dengan tanaman lainnya.

3. Composting toilet

Composting toilet itu khusus kotoran manusia. Untuk kompos hewan, bisa digunakan hasilnya pada tanaman pangan. Tapi untuk hasil kompos toilet, hanya digunakan pada tanaman non pangan atau tanaman buah jenis pohon, seperti mangga dan sejenisnya. Komposting toilet baru bisa dipanen minimal 6-9 bulan, tergantung kecepatan terdegradasi dan menjadi tanah lagi.

4. Vermicomposting, menggunakan tiger worm, yg bisa makan kain dari serat alami.

5. “worm tower”, juga menggunakan cacing tiger seperti vermicomposting. Mirip biopori. Kalau biopori, lubangnya ke dalam tanah. Sementara worm tower ke atas tanah alias diberi pipa yang keluar dari tanah, untuk menjadi tempat sampah organik untuk sumber makanan cacing tiger.

6. Biopod

Digunakan untuk komposting bahan organik yg lebih basah tapi bukan cair. Tanpa starter dan memerlukan udara, maka yg dihasilkan adalah black soldier larvae alias uget-uget gendut. Biasanya belatung yg dihasilkan untuk pakan ternak seperti ayam, ikan, burung.

Tiap komposter punya plus minus sendiri ya.. cocok atau tidaknya sesuaikan saja dengan kondisi rumah dan kebutuhan. Setelah praktek, ternyata memang masalahnya adalah mau atau tidak, bukan susah atau mudah..

Catatan penting untuk memulai dan menjalankan kegiatan komposting, adalah
***Perlu mencoba beberapa metode komposting untuk mendapatkan sistem komposting yang paling mudah, paling efektif, dan murah untuk gaya hidup setiap keluarga. Namun dengan menganalisanya terlebih dahulu, kita akan mengurangi biaya dan waktu percobaan. Juga akan lebih cepat menemukan cara pengomposan/pengolahan sisa bahan organik, yang paling pas untuk keluarga kitayang unik.***

Happy Composting !

referensi : disarikan dari berbagai materi kelas #zerowaste, Bu Dessy “Greenmommies” dan Mbak Kristien “Omah Hijau”

Project Bedah Rumah ala Konmari With Kids

Setelah hampir satu bulan, saya dan teman sekelas #shokyuuclass menerima materi demi materi tentang basic metode konmari, sekarang tiba saatnya special event yang ditunggu-tunggu yaitu Tidying Festival.

Sesuai dengan namanya, Tidying Festival berarti berbenah secara besar-besaran, menyeluruh dan sekaligus dilakukan sekali seumur hidup. Karena begitu spesialnya, para peserta Shokyuu Class harus benar-benar mempersiapkan diri sebelum melakukan festival sekali seumur hidup ini.

Berbenah Sekaligus, Jangan Sedikit-Sedikit

“Mulailah dengan membuang. Kemudian rapikan ruangan anda secara sekaligus, menyeluruh, dalam satu waktu, ” Ini yang Marie Kondo sampaikan nelalui bukunya the life-changing magic of tidying up. Kesimpulannya berbenah harus dilakukan sampai tuntas agar terasa perubahan yang terjadi.

Dulu saya suka berbenah sedikit-sedikit. Hasilnya, barang-barang kembali berantakan. Tapi melalui kelas ini saya mencoba berbenah secara sekaligus dan tuntas, harapan saya mudah-mudahan barang-barang akan tertata lebih rapi dan akan banyak space di dalam rumah. Hari ini saya mencoba mencicil membenahi kategori baju, semoga ruangan “baru” yang kami benahi tidak berantakan kembali, kecuali tempat bermain anak yang memang (harus) dibereskan setiap hari.

Jadi, mulai hari ini saya meluangkan waktu khusus untuk berbenah baju sampai selesai dalam kurun waktu kurang lebih dua minggu ke depan. Tak lupa diiringi dengan do’a dan penuh rasa syukur karena Allah telah memberikan banyak rezeki sampai detik ini. Saya tidak habis pikir, rupanya momen berbenah ini ternyata menjadi sesuatu yang penting dan istimewa.

Beberapa persiapanpun saya lakukan untuk menyambut festival ini, diantaranya:

1. Membuat Schedule of Tidying Festival bersama anak-anak

Dengan membuat jadwal berbenah yang telah disepakati oleh saya dan suami, akan sangat memudahkan kami dalam mengatur dan melihat target-target yang telah dibuat. Anak-anak sengaja saya libatkan dalam kegiatan ini agar mereka mengenal barang-barang miliknya dan lebih bertanggung jawab terhadap barang kepunyaan mereka. Di sisi lain, mereka juga belajar untuk melipat dan meletakkan barang-barang kembali pada tempatnya. Istilah yang mereka pakai adalah ‘masuk kandang,’ misalnya baju yang baru dilipat langsung dimasukkan ke dalam laci (kandangnya,pinjam istilah anak-anak).

Baca juga : Konmari Bukan Sekedar Belajar Seni Berbenah

●》Meluangkan waktu untuk berbenah tiap akhir pekan.

Kalau biasanya akhir pekan banyak kami habiskan untuk melakukan kegiatan diluar rumah seperti berlibur, berolahraga, berenang, bermain di taman kota atau silaturahim ke beberapa teman dan saudara, kali ini saya dan anak-anak sepakat menggunakan weekend kami untuk berbenah besar-besaran.

●》Mengunduh foto-foto dan video tutorial yang berhubungan dengan Metode Konmari.

●》Menyiapkan beberapa keranjang atau kardus sebagai storage sementara untuk barang-barang spark joy dan mengumpulkan karung bekas untuk barang yang tidak spark joy.

●》Menentukan akan didonasikan kemana barang-barang yang tidak akan kami simpan.

Itulah beberapa persiapan kami sebelum memulai “Tidying Festival”. Saya sangat bersyukur menjadi bagian dari keluarga @konmariindonesia. Mudah-mudahan kami bisa mengikuti tahapan belajar yang disiapkan tim #konmariindonesia dan semua target berbenah keluarga tercapai di akhir program Intensive Class ini. Aamiin

#konmariindonesia
#komunitaskonmariindonesia
#menatadirimenatanegeri
#shookyuclass
#shookyuB2task3
#sparkjoy

Konmari Bukan Sekedar Belajar Seni Berbenah

Kali ini, saya akan menuliskan kembali bahasan mengenai mindset dalam metode KonMari yang saya pelajari beberapa minggu terakhir dan bagaimana cara menjaga mindset tersebut. Menurut pemahaman saya, Task 1 dan 2 di Shookyu Class KKI ini masih berkutat seputar mindset dan visualisasi. Kenapa begitu? Setelah saya tarik benang merah, mindset adalah hal terpenting saat kita ingin melakukan sesuatu. Perubahan yang besar dan langgeng hanya bisa terjadi jika kita terlebih dahulu mengubah pola pikir kita mengenai hal tersebut. Dalam hal ini, pola pikir yang “benar” mengenai berbenah yang perlu kita jaga. Sementara visualisasi diperlukan untuk menguatkan keyakinan dan semangat kita dalam mencapai tujuan, sekaligus memprogram pikiran bawah sadar kita untuk menujunya.

Banyak orang yang tidak berhasil mencapai tujuan bukan karena tak mampu. Tetapi, lebih disebabkan oleh mindset yang salah. Begitu juga dengan berbenah. Jika kita mengalami masa-masa berbenah tiada akhir, melelahkan, bahkan frustasi, saatnya kita harus memeriksa ulang mindset kita. Ketika mendapat tugas terkait mindset dan menjaga mindset, saya dan suami lalu berdiskusi. Berdiskusi terkait mindset apa yang kami miliki selama ini, dan bagaimana seharusnya mindset itu dibangun. Dari hasil diskusi itu akan nampak mana saja mindset yang salah selama ini, dan terbentuk mindset baru dengan harapan dapat menata hidup yang lebih baik. Di task kedua, saya merasa mindset yang baru pun harus dijaga agar tetap on track. Membangun mindset yang benar, bukanlah hal mudah. Terlebih lagi menjaganya. Bagaimana kami akan menjaga mindset untuk sebuah goals atas tujuan proses berbenah ini? Dan bagaimana cara menjaga mindset positif dalam berbenah itu menjadi poin yang harus saya diskusikan lagi bersama suami.

Menjaga Mindset

“The question of what you want to own is actually the question of how you want to live your life.” – Marie Kondo

“Focusing solely on throwing things away can only bring unhappiness. Why? Because we should be choosing what we want to keep – not what we want to get rid of.” – Marie Kondo

Kutipan yang pertama mengingatkan saya pada mindset yang sudah cukup mengakar di lingkungan sosial kita: semakin banyak benda yang dipunyai seseorang, maka semakin sukses pula hidupnya. Sayangnya, mindset seperti itu akan membuat kita menjadi gemar mengumpulkan barang-barang hanya demi terlihat ‘sukses’ (dalam banyak artian), padahal sebenarnya kita tidak terlalu membutuhkan barang-barang tersebut. Atau kalaupun butuh, kita hanya perlu dalam jumlah kecil saja.

Kutipan yang kedua juga sangat berkaitan dengan ini. Alih-alih berbelanja dan menyimpan banyak barang, akan lebih baik jika kita menyimpan sedikit, tapi kita tahu bahwa yang sedikit itulah yang paling bisa memberi kebahagiaan dan kebermanfaatan untuk kita.

Visualisasi Ideal Lifestyle Keluarga Kami

Tahap awal yang saya lakukan ketika memilih hidup minimalis adalah membuang hingga tuntas. Membuang barang disini artinya membuang barang yang sudah tidak bisa dimanfaatkan kembali sedangkan barang yang masih layak pakai dapat disedekahkan atau dijual kembali. Perumpamaannya jika kita hendak pindah rumah balik ke kampung halaman. Pengennya kita nggak bawa barang-barang yang berat kan biar nggak susah nantinya. Jadi kita kirimkanlah dulu sebagian barang-barang lewat ekspedisi ke kampung kita. Seperti itulah hidup dengan sedekah. Kita pindahkan sebagian harta kita untuk di akhirat nanti, supaya ketika meninggal nggak berat lagi bawaan kita, karena nanti semuanya akan dimintai pertanggungjawaban nya. (Ust syafiq basalamah). Intinya, saya harus menjaga konsistensi agar jangan terbiasa menumpuk barang!

Lalu untuk saya pribadi, bagaimana caranya agar mindset-mindset ini tetap terjaga? Ini PR bagi semua orang yang sedang berjuang untuk berubah lebih baik. Barang yang paling mudah membuat saya melakukan penimbunan (hoarding) adalah buku dan mainan anak. Barang-barang ini, bisa dibilang, adalah barang-barang yang paling berpotensi untuk menghancurkan kembali mindset yang sudah saya bangun. Akhirnya saya pun mengaplikasikan prinsip One In One Out. Awalnya saya sortir dulu, buku dan mainan anak mana yang lebih sering dibaca dan dimainkan. Jadi fokusnya ke buku dan mainan yang ingin disimpan, bukan yang harus dipensiunkan. Baju anak yang sudah kekecilan dan jarang dipakai lagi saya discard dari lemari.

Saya sudah melakukan perubahan kecil ni sejak lebih dari setahun yang lalu. Hasilnya, hidup saya terasa lebih simpel dan bahagia. Kenapa? Karena sekarang saya tidak perlu lagi mengurus terlalu bangsa barang di rumah. Apalagi dalam situasi berlama-lama di depan lemari yang penuh sesak sambil kebingungan mencari barang yang hendak saya pakai. Menurut saya, kita tidak perlu merasa sedih atau baper, karena sebetulnya those book and toys (in this case) have served their purpose: barang-barang ini sudah memberikan kebahagiaan pada saya saat saya membeli mereka. They had brought me joy, but now it’s time to move on. Efek samping dari ini: sekarang saya tidak mudah lapar mata. Kalau pun saya akhirnya memutuskan untuk membeli buku atau mainan anak, saya hanya membeli buku yang berkualitas saja bahkan kebanyakan barang yang kami pakai di rumah hasil hunting di flea market dan mudah dijual kembali with good price.

Berdasarkan goals tersebut, maka saya harus membuat timeline dan meluangkan waktu khusus untuk berbenah secara total. Memulai berbenah sama halnya dengan membuka lembaran baru. Setelah membuat timeline berbenah kita harus mengantisipasi juga hambatan atau tantangan apa yang akan muncul dalam proses berbenah nantinya serta solusi apa yang harus kita siapkan jika kemungkinan-kemungkinan hambatan itu terjadi. Berikut ini timeline project konmari saya bersama anak-anak.

 

Hambatan dalam Berbenah

Hambatan pertama dan utama yang pasti akan saya hadapi adalah ‘keikutsertaan’ anak dalam proses berbenah. Ini saya alami juga ketika saya dan suami harus packing besar-besaran saat kami pindah rumah beberapa tahun yang lalu. Anak saya ketika masih Faris dan baru berumur 1,5 tahun, ketika itu terasa agak susah jika ia harus dilibatkan dalam proses berbenah. Yang ada berbenah malah makin lama selesainya dan saya jadi stres karena pekerjaan tidak kunjung selesai. Nah, apa kabar sekarang saya sudah punya dua balita laki-laki yang MasyaAllah sedang heboh-hebohnya.

Jadi bagaimana solusinya? Solusi untuk kegiatan ini ada dua. Pertama, saya dan suami berbenah ketika anak-anak tidur. Kedua, saya berbenah sendirian dan anak-anak diajak papanya bermain outdoor saja. Dua solusi ini pernah kami lakukan, and it worked.

Hambatan kedua berkaitan dengan komonos. Untuk kosmetik, alat tulis dan mainan anak, saya sangat susah membuat benda-benda ini rapi dalam jangka waktu yang lama. Ketika saya sudah selesai merapikan, pasti tidak lama nanti akan berubah berantakan lagi.

Solusi untuk kosmetik dan alat tulis, saya akan membuat storage divider agar lebih rapi dan mudah menemukan apabila sedang mencari.

Untuk mainan anak-anak, saya akan sortir seluruh mainan sesuai kategori untuk kemudian saya kemas ke dalam kotak-kotak tertutup. Toh tidak semua mainan harus dimainkan pada hari itu. Jadi saya harus lebih konsisten dalam kegiatan bermain dan belajar bersama mereka dengan cara membuat tema harian atau mingguan. Peralatan/buku/mainan yang di-display hanya yang sesuai tema saja dan ditaruh di rak berbeda dengan mainan yang sudah disimpan di kotak tertutup.

Hambatan ketiga yaitu ketika saya sudah berhasil memisahkan barang-barang yang akan disimpan dengan barang-barang yang akan saya discard, pasti rumah jadi terlihat penuh dan berantakan (terutama oleh barang-barang yang akan di-discard).

Solusinya, sejak awal saya akan menyediakan kotak kardus besar yang terdiri atas dua kategori: kardus untuk barang yang didonasikan dan kardus untuk barang yang akan dibuang. Jadi barang-barang tidak berceceran di lantai karena saat selesai disortir, semuanya langsung dimasukkan ke kotak kardus.

Hm, tugas kali ini tantangan besar bagi saya. Karena saya harus segera memulai dan menuntaskan kegiatan berbenah yang telah saya jadwalkan. Kebetulan saya dan suami sudah mulai berbenah minggu ini, semoga kerapian bisa bertahan lebih lama. Yes, we’ll start doing the KonMari Method from zero.

 

#konmariindonesia
#komunitaskonmariindonesia
#menatadirimenatanegeri
#shokyuuclass
#shokyuuB2Task2
#sparkjoy

Kemana Perginya Sampah kita?


Bukan rahasia lagi, pengelolaan sampah yang tepat adalah modal utama untuk mengurangi masalah akibat sampah. Berapa banyak sampah yang kita hasilkan setiap hari? Sampah itu berasal darimana saja sih? Mari kita memilah jenis sampah tersebut. Sampah itu berasal dari mana saja, sih? Dari rumah tangga, sekolah, perkantoran, stasiun, pabrik, dan lain sebagainya. Jika barang yang sudah tidak terpakai atau tidak digunakan lagi maka disebut “sampah”, jadi sampah bisa bersumber dari mana saja.

Menilik ke dalam rumah, sampah apa saja sih yang paling banyak saya hasilkan? Berdasar pengamatan yang saya lakukan selama ini maka, tiga sampah organik terbanyak kami hasilkan berdasarkan beratnya adalah sampah dapur, plastik dan kertaslah yang menduduki peringkat teratas sebagai sampah rumah tangga. Bila kita telusuri kemana perginya sampah kita, tentu kita mempunyai alur yang berbeda-beda. Dari rumah sampah kita masuk ke laut. Ada juga yang dibakar. Namun, inti dari semua proses itu adalah sampah yang kita hasilkan akhirnya akan ditimbun.

Pengelolaan sampah dengan cara dibakar sering dianggap dapat menyelesaikan masalah. Kita tidak tahu bahwa mengubur, membakar, dan membuang sampah di sembarang tempat dilarang oleh negara berdasarkan Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Membuang sampah seperti itu juga hanya memindahkan masalah tidak menyelesaikan masalah. Bisa jadi akan menimbulkan masalah baru. Saat rumah kita bersih, nyatanya orang lain terkena akibat dari sampah yang kita buang hiks.

Perjalanan Sampah di Kota Batam

Pengelolaan sampah Kota Batam secara struktural tanggung jawab DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN. Total timbulan sampah kota Batam = 1.153 m3/hari. Karakteristik sampah didominasi oleh sampah organik sebesar 50-60% dan sisanya merupakan sampah anorganik seperti plastik, logam, gelas/kaca, kertas.
Jumlah sampah yang masuk ke TPA ± 850 ton/hari (data tahun 2014)

Penyelenggaraan pengelolaan sampah yang dilakukan meliputi kegiatan sebagai berikut :
1. Pengurangan Sampah yang meliputi : 

  1. Pembatasan Timbulan Sampah 
  2. Pendaur ulang sampah 
  3. Pemanfaatan Kembali Sampah
  4. Penanganan Sampah yang meliputi :

🍀Pemilihan Sampah yang terdiri atas :
a. Sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun serta limbah bahan berbahaya dan beracun
b. Sampah yang mudah terurai
c. Sampah yang dapat digunakan kembali
d. Sampah yang dapat didaur ulang

Pengumpulan Sampah dilakukan oleh :

  • Pengelola kawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industry, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas lainnya.
  • Pemerintah Kabupaten/Kota
    Pengangkutan Sampah dilakukan oleh Pemerintah, dalam hal ini pemerintah daerah menyediakan alat angkut sampah dan melakukan penganggkutan dari TPS ke TPA. Pengolahan Sampah meliputi kegiatan :
    a. Pemadatan
    b.Pengomposan
    c. Daur ulang materi
    d. Daur ulang energy (Energy Vecovery)
  • Pemrosesan akhir sampah dilakukan dengan metode : metode lahan urug terkendali (Control Landfill),metode lahan urug saniter (Sanitary Landfill), teknologi ramah lingkungan pemusnah sampah (Green Incinerator).
sumber : https://arsipskpd.batam.go.id/batamkota/skpd.batamkota.go.id/kebersihan/kebersihan-kota-batam/index.html

Perjalanan sampah yang saya gambarkan dalam tulisan ini hanyalah garis besarnya saja. Pengelolaan sampah umumnya dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing (baik pemerintah kota maupun pemerintah kabupaten) sehingga praktek yang dilakukan daerah yang satu dengan yang lain tidaklah sama. Informasi mengenai pengelolaan sampah di kota Batam secara lengkap dapat diakses di website Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam. Bagaimana dengan kota teman-teman?

Lantas bagaimana cara mengelola sampah yang baik? Supaya sampah yang kita hasilkan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan masalah baru. Kita bisa memulai mengelola sampah dari rumah dan komunitas kita, bismillahirrahmanirrahim mudah-mudahan project green family yang mulai kami jalankan bisa konsisten penerapannya. Aamiin 😇

Sebenarnya kita dapat turut serta membantu pemerintah menyelesaikan persoalan sampah dari rumah kita sendiri. Bukan hal yang mudah memang. Membiasakan untuk mengelola sampah secara mandiri dapat mulai kita lakukan dengan dua langkah. Hal kecil inilah yang sedang coba kami terapkan di dalam rumah kami. Langkah pertama, kita pisahkan sampah organik dan non-organik sejak membuang. Ini sangat penting supaya kita tahu mana sampah yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi kompos dan mana untuk di daur ulang. Selain itu sampah yang sudah tercampur menjadi sumber masalah. Racun yang terkandung dalam sampah non-organik dapat berpindah ke sampah organik.

Mengelola Sampah Rumah Tangga berbahan Organik

Sampah organik berasal dari bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari, seperti kulit sayur dan buah, cangkang telur, tulang ikan, dan sebagainya. Cara mengolah sampah rumah tangga berbahan organik yang paling ramah lingkungan adalah menjadikannya kompos untuk berkebun. Kebetulan keluarga kami sedang belajar berkebun. Buat teman-teman yang kurang suka berkebun tetap bisa menyumbangkan kompos kepada tetangga atau saudara yang memiliki kebun.

 

Baca Juga : Langkah Kecil Mengolah Sampah Rumah Tangga 



Mengelola Sampah Rumah Tangga berbahan Anorganik

sampah hasil safar kemarin

Sampah-sampah yang tidak berasal dari bahan makanan dan tidak bisa dikomposkan bisa dibagi-bagi lagi menjadi beberapa kategori. Berikut ini cara keluarga kami mengelolanya berdasarkan jenisnya.

🔢Daur ulang Sampah Rumah Tangga
Sebagian sampah anorganik bisa didaur ulang untuk mengurangi dampak negatifnya pada lingkungan. Bahan-bahan yang bisa didaur ulang meliputi kertas, kardus, botol kaca, botol plastik, kaleng, dan sebagainya. Jika kita tidak yakin apakah suatu kemasan bisa didaur ulang atau tidak,kita dapat memeriksa apakah terdapat simbol daur ulang di salah satu sisinya. Setelah dikumpulkan kita dapat menyetorkan kepada bank sampah atau pemulung sampah beberapa kali per bulan agar tidak menumpuk di rumah.

🔢Barang-barang elektronik
Televisi yang rusak atau ponsel dengan layar pecah, sampah elektronik kini menjadi masalah polusi yang serius. Agar sampah elektronik ini tidak menjadi bahaya bagi lingkungan, berikut ini beberapa tips yang sedang kami terapkan antara lain:

1. Mencoba memperbaiki barang yang rusak, terutama jika masih bergaransi.
2. Sumbangkan ke tempat perbaikan perangkat elektronik, agar elemen-elemennya yang masih berfungsi bisa digunakan untuk memperbaiki perangkat-perangkat lain.
3.Kembalikan ke perusahaan yang memproduksinya. Beberapa perusahaan menerima barang elektronik rusak untuk didaur ulang.
4. Sampah yang berbahaya bagi lingkungan seperti baterai, wadah tinta printer, cairan kimia, dan bola lampu tidak boleh dibuang di tempat sampah biasa. Pisah sampah jenis ini ke dalam tempat-tempat terpisah sesuai jenisnya, kemudian bawa ke pusat daur ulang sampah. Petugas di sana tahu bagaimana sebaiknya sampah-sampah ini diolah, atau ke mana seharusnya disalurkan agar didaur ulang secara benar.

Kita juga bisa melakukan beberapa perubahan kecil untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan di rumah tangga. Misalnya, menggunakan tas kain untuk berbelanja, memprioritaskan membeli barang-barang berkualitas bagus agar tidak cepat rusak, dan menghindari membeli makanan yang dibungkus plastik dan stirofoam atau polystyrene.

 

Baca juga : Bagaimana Cara Memulai Green Lifestyle? 



Sudah saatnya kita bertanggung jawab terhadap sampah masing-masing. Membuang sampah dengan dengan benar dan sesuai pemisahannya akan memudahkan kita mengelola sampah.

Meskipun kami bukan bagian dari LSM lingkungan tetapi kami juga punya kepedulian terhadap isu sampah. Kami ingin mengajak orang lain juga mempunyai pemahaman yang tepat untuk memahami persoalan sampah yang ada di rumah dan sekitar kita. Mari kelola sampah dengan benar, dengan begitu tidak akan ada sampah yang menumpuk serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Lingkungan yang bersih dan sehat akan menciptakan kenyamanan bagi diri kita.

 

Living Your Healthy Life : Olahraga Bagi Anak Usia Dini

Agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optima, ada sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian. Apa saja? Yang pertama tentu asupan gizi. Bukan hanya jumlah, kualitas makanan yang dikonsumsi setiap hari turut mempengaruhi performa tubuh. Orang tua perlu memastikan bahwa anak-anak sudah mendapatkan asupan nutrisi cukup. Yang kedua, waktu tidur dan istirahat yang amat penting sebagai sarana untuk mengisi ulang cadangan energi di dalam tubuh anak serta memberi kesempatan kepada sel-sel tubuh yang rusak untuk melakukan proses regenerasi. Yang ketiga, aktivitas fisik. Sama seperti orang dewasa, anak-anak memerlukan olahraga cukup agar selalu sehat. Namun, olahraga bagi anak-anak adalah beraneka jenis kegiatan fisik yang dilakukannya sehari-hari seperti bermain sepeda, berguling-guling di atas rumput, bermain kejar-kejaran dan sebagainya.

Sudah banyak terbukti bahwa olahraga dan aktivitas fisik dapat meningkatkan daya tahan tubuh, bukan hanya bagi orang dewasa namun juga untuk anak-anak. Pasalnya,ketika tubuh banyak bergerak maka kemampuan sel darah putih dalam memerangi infeksi atau penyakit lain yang menyerang anak-anak.

Menurut sebuah jurnal, Asosiasi Kesehatan Amerika menyarankan mulai usia dua tahun sebaiknya anak aktif bergerak dengan berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari. Kita bisa memberikan pilihan kegiatan yang menarik seperti bersepeda, lompat-lompat atau jungkir balik. Selain meningkatkan daya tahan tubuh, banyak manfaat lain yang bisa diperoleh anak-anak dari kegiatan berolahraga, misalnya

  1. Bersepeda

Sepeda merupakan salah satu media bermain yang memberikan banyak manfaat pada anak-anak. Sebelum mengenalkan sepeda kepada mereka ada beberapa hal yang perlu kita ketahui loh, Mak. Tahapan mengayuh merupakan kegiatan yang mengasyikan karena kita bisa menghirup udara bebas lepas. Mengayuh sepeda roda merupakan jenis permainan tidak terstruktur yang banyak sekali manfaatnya bagi tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan bersepeda kita dapat melatih berbagai keterampilan anak, seperti keseimbangan, kemampuan berkonsentrasi, kemampuan motorik dan sensomotoriknya akan terstimulasi.

Nah, sebelum memilih sepeda sebaiknya kita pun mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyaman bagi anak-anak. Ada beragam jenis sepeda yang dapat orang tua perkenalkan kepada anak-anak sesuai dengan tahapan usianya. Yang pertama, adalah sepeda roda tiga. Sepeda ini umumnya merupakan sepeda pertama bagi anak-anak yang biasanya dilengkapi dengan lagu-lagu dan warna-warna lampu meriah yang membuat anak tertarik untuk mengendarainya. Biasanya anak-anak sudah bisa menguasai sepeda roda tiga dengan baik ketika usianya menginjak 3 tahun. Melalui sepeda roda tiga, mereka belajar bertanggung jawab atas kepemilikan barang, belajar arah, belajar berkonsentrasi dan berdisiplin dengan mengerem dan melajukan sepeda di saat yang tepat. Yang kedua adalah sepeda roda empat yakni ketika anak sudah mahir mengayuh dan mengendarai sepeda roda tiga maka orangtua bisa langsung melatih anak ke tahapan selanjutnya menggunakan sepeda roda dua. Biasanya roda belakang sepeda ditambah dengan roda latihan ukuran kecil yang diletakkan di bagian kiri dan kanan roda belakang. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat beradaptasi mengayuh sepeda dengan lingkar ban yang lebih besar. Selain itu, mereka dapat belajar hal baru yakni tentang ruang untuk ‘memarkir’ sepeda di tempat yang sesuai dengan ukuran sepeda mereka. Terakhir, sepeda roda dua. Anak-anak dapat belajar mengayuh sepeda roda dua jika mereka sudah bisa belok dengan baik, mengerem tepat waktu, dan bisa mengarahkan sepeda dengan stabil ke arah depan.

bersepeda sambil bermain peran menjadi kurir antar sayur

Apa Saja Manfaat Bersepeda?

  1. Anak-anak dapat mengkoordinasi panca indera dengan seluruh anggota tubuh dan melatih keseimbangan tubuh.
  2. Melatih kekuatan tangan dan kaki.
  3. Mengasah keberanian anak dan mental pantang menyerah.
  4. Menstimulus kemampuan sosial anak-anak karena biasanya mereka bermain sepeda bersama teman-teman ketika usia mereka antara tiga sampai dengan delapan tahun.

Melihat betapa banyak manfaat dari olahraga ini mari kita stimulasi keinginan anak untuk belajar mengendarai sepeda dengan mengajaknya melihat saudara kandung, teman, tetangga yang terlihat asyik bersepeda roda dua di depan mata anak. Sediakan sarana pendukung  berlatih seperti jalan yang rata dan tidak berlubang atau tanah lapang di sekitar rumah untuk bersepeda.

2. Bermain bola

Bermain bola merupakan olahraga sederhana yang dapat diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia bayi. Berikut ini beberapa alternatif permainan bagi batita akhir yang biasanya sudah terampil memanjat, berlari, meloncat-loncat, melambungkan bola ke atas ataupun menendang bola dari jarak agak jauh.

Pertama, belajar melambungkan bola. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh anak dengan usia satu tahun ke atas menggunakan bola berukuran sedang atau sebesar ukuran bola voli yang terbuat dari plastik atau kain lembut. Manfaat dari kegiatan ini, anak-anak dapat
#Melatih kekuatan otot-otot tangan anak karena ia harus mengangkat kemudian melemparkan objek.
#Belajar mengoordinasikan gerakan tangan dan penglihatannya karena saat melambungkan bola ia harus mengarahkan perhatiannya agar tepat sasaran.
#Belajar menentukan arah secara tepat sehingga mengasah kecerdasan spasialnya.


Kedua,belajar menggelindingkan bola. Gunakan bola berukuran sedang yang mudah digenggam anak sekaligus berbahan ringan, semisal bola plastik atau karet. Kegiatan ini biisa dilakukan di dalam ruang atau di ruang terbuka namun tetap harus diperhatikan keamanannya. Cara bermain bola gelinding bisa menggunakan tali panjang untuk membuat jalur khusus sepanjang 1 sampai 2 m seperti pada permainan bowling. Kemudian minta anak untuk menggelindingkan bola ke arah sasaran melewati jalur khusus tadi. Namun, jangan kaget bila kebanyakan batita lebih mudah melempar daripada menggelindingkan bola karena menggelindingkan bola membutuhkan lebih banyak fokus dan kontrol diri. Manfaat dari kegiatan belajar menggelindingkan bola antara lain

  • Mengembangkan koordinasi tangan dan mata. Skill ini penting tidak hanya untuk melempar/menggelindingkan bola, tetapi juga sebagai ajang mengasah keterampilannya untuk makan sendiri, menggambar, menulis, dan keterampilan lain yang membutuhkan koordinasi tangan dan mata.
  • Merupakan media pembelajaran untuk mengenalkan konsep bulat yang merupakan salah satu bentuk geometris. Orang tua dapat mengenalkan konsep bentuk dengan berkata, “Ayuk lihat deh, bolanya bisa menggelinding loh karena bentuknya bulat.”
  • Mengasah kecerdasan spasial dengan menentukan arah.

    Ketiga, belajar menendang bola. Ketika mengajarkan anak menendang bola orang tua dapat memilih bola berukuran sedang atau sebesar ukuran bola sepak, terbuat dari bahan plastik atau kain lembut karena tidak keras atau menyakitkan ketika mereka menendangnya. Pastikan menyediakan lokasi bermain yang cukup empuk, misalnya tempat yang berkarpet atau berumput tebal di luar rumah. Boleh juga apabila sesekali mengajak anak ke fasilitas umum berupa lapangan di komplek perumahan yang memungkinkan anak belajar bermain bersama anak-anak lain seusianya sehingga mereka pun dapat mulai belajar mengenal konsep kepemilikan, konsep berbagi, bersosialisasi, dan sebagainya. Namun sebaiknya kita memilih lokasi yang tidak terlalu ramai agar orang tua tetap bisa mendampingi dan mengawasi mereka.

    Manfaat kegiatan menendang bola bagi anak-anak antara lain:
  • Melatih kemampuan motorik batita, terutama kakinya. 
  • Membantu memperkuat otot-otot kaki anak-anak untuk berbagai keterampilan, yakni berjalan, berlari, melompat, loncat-loncat, dan memanjat-manjat.Anak jadi menyadari kalau kakinya bisa dimanfaatkan untuk menendang bola.
  • Melatih koordinasi sekaligus memperkuat otot-otot matanya. Karena saat menendang bola, mata si kecil akan mengikuti ke mana bola bergerak.
  • Anak diperkenalkan pada aturan permainan.

Keempat, kegiatan mandi bola menggunakan bola-bola kecil (namun tidak sekecil bola bekel) dan terbuat dari plastik yang aman bagi kulit dan pernapasan. Orang tua bisa menciptakan arena bermain di dalam rumah atau teras menggunakan kolam plastik yang diisi banyak bola. Untuk aktifitas ini, orang tua wajib mendampingi selama anak berada di dalam area bermain, agar anak jangan sampai “tenggelam” dalam timbunan bola. Manfaat dari kegiatan ini, anak-anak dapat memahami tentang konsep warna dan bentuk serta merasakan sensasi yang berbeda dengan kolam air.


Kelima, bermain lempar bola. Untuk kegiatan belajar melempar, anak-anak dapat menggunakan bola berukuran sedang atau sebesar ukuran bola tenis. Pilihlah bola yang tidak keras dan anak pun cukup mudah melemparkannya. Salah satu ide permainan lempar bola adalah dengan  menggunakan keranjang cucian sebagai “basket”-nya. Kita dapat meminta anak untuk berdiri sejauh 1 sampai 1,5 m dari keranjang pakaian yang kosong. Kemudian tunjukkan caranya memasukkan bola ke dalam keranjang, lalu biarkan mereka mencobanya sendiri. Kegiatan ini, kita dapat membantu mengembangkan koordinasi tangan dan mata. Anak-anak dapat belajar mengatur kekuatan dan akurasi supaya bolanya bisa mencapai keranjang sasaran. Jika kemampuan melempar tidak dikembangkan dengan baik, anak akan bermasalah dengan aktivitas menulis yang melibatkan gerak bahu, lengan bawah, tangan dan jari-jari tangan. Tulisannya akan tampak terlalu tebal/menekan sehingga tembus ke halaman sebaliknya.

 

Baca juga : Mengenalkan Olahraga Panahan Kepada Anak Balita

 

3. Berenang

Berenang tentunya merupakan hal yang seru dan menyenangkan. Tak heran jika bayi pun tampak sangat gembira ketika sedang berenang sambil bermain air. Selain menyenangkan, berenang merupakan aktifitas yang memiliki banyak manfaat baik bagi si Kecil, termasuk untuk menstimulasi di masa perkembangannya. Olahraga air yang satu ini sudah bisa mulai dipraktekkan pada anak-anak sejak ia berusia tiga bulan, karena di atas usia tiga bulan bayi sudah memiliki refleks yang sangat baik untuk berenang. Ada banyak manfaat baik dari kegiatan seru ini, seperti melatih gerak refleks bayi dan melatih kebugaran fisiknya. Selain itu, berenang juga membuat anak-anak bahkan bayi merasa lebih rileks.

Apa Saja Persiapan Berenang bagi Bayi?
Agar anak merasa nyaman ketika berenang, kita perlu menyiapkan beberapa keperluannya. Keperluan ini penting untuk persiapan ketika mereka akan berenang dan sesudahnya agar tubuhnya tetap hangat.

Beberapa hal yang perlu Mama siapkan sebelum mengajak anak-anak berenang antara lain :

1.Siapkan pakaian renang yang nyaman bagi anak-anak. Jangan yang terlalu ketat maupun terlalu longgar. Pilih bahan pakaian renang yang lembut di bagian dalamnya, untuk menghindari iritasi pada kulit bayi.

2. Berikan pelampung dan mainan tahan air dengan warna-warna cerah untuk menemani aktifitas mereka di dalam air. Sebaiknya, pilih mainan berbahan karet maupun plastik.

3. Jangan lupa untuk membawa handuk berbulu lembut yang nyaman di kulit anak-anak

4. Bungkus tubuh bayi dengan handuk, seketika setelah ia diangkat dari kolam renang

5. Untuk anak di atas satu tahun, selalu sediakan cemilan kesukaan mereka untuk dinikmati setelah berenang agar tubuhnya kembali hangat dan terisi asupan sehat.

6. Berikan anak-anak pakaian ganti yang berbahan lembut dan ringan, agar pori-pori kulitnya tetap merasa nyaman.

7. Bawalah perlengkapan keamanan seperti betadine, kain kasa atau plester.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Membawa Bayi Berenang

Ayah atau bunda perlu menjamin bahwa semua kebutuhan anak-anak untuk berenang itu aman dan nyaman bagi mereka. Berikut adalah beberapa hal untuk membuat bayi tetap aman dan merasa nyaman ketika berenang.

1. Pastikan suhu kolam cenderung hangat. Suhu terbaik untuk kolam renang yang ramah bagi bayi ada di antara suhu 30 – 32 derajat celcius.
2. Bagi waktu berenang bersama bayi dalam beberapa sesi. Ini menghindari bayi terendam terlalu lama di dalam air. Untuk awal, bayi cukup menghabiskan waktu selama 10 – 15 menit di dalam air. Bila frekuensinya sudah semakin sering, kita bisa menambahkan waktunya hingga 20 – 25 menit setiap sesinya.

  1. Hindari bayi terendam di dalam kolam renang hingga di atas 30 menit, karena ini bisa menyebabkan hiportemia pada bayi.

Selain banyak manfaat yang sudah kita ketahui mengenai manfaat olahraga, ternyata olahraga juga merupakan sarana untuk menstimulasi kecerdasan kinestetik anak loh, Mak. Biarkan anak-anak mengeksplorasi kekuatan tubuh dan motorik kasarnya melalui berbagai aktifitas seperti jalan kaki, berenang, bermain bola, bersepeda di sekitar rumah atau datang ke babygym. Anak-anak juga bisa diperkenalkan kepada permainan tradisional yang melibatkan aktifitas fisik, misalnya petak jongkok, petak umpet, ular naga panjang, gobak sodor, galasin atau engklek. Menari dan berjoget bersama pun bisa kita mulai dengan bertepuk tangan, menggoyangkan kepala, menghentakkan kaki dan berputar dengan riang.

Untuk anak yang umurnya sudah agak besar, orang tua dapat memperkenalkan pada salah satu jenis olahraga dan aturan permainannya. Misalnya dengan mengajak menonton pertandingan bulu tangkis, membelikan buku tentang basket atau mengumpulkan koleksi kartu sepak bola. Tetap semangat memberikan stimulus agar anak tumbuh sehat dan cerdas ya, Mak. Mau tahu tips berolahraga lainnya, silahkan berkunjung ke rumah Bunda Lilis, sahabat saya yang energik sekali.

 

referensi :

[1]Majalah Ayah Bunda Nomor 20 Edisi 06-19 Bulan Oktober 2014

[2]Majalah Parenting Indonesia Kids Health Guide, ISBN 978-602-98774-4-1

[3]https://www.ayahbunda.co.id/balita-bermain-permainan/manfaat-main-sepeda-untuk-anak

[4]http://www.parenting.co.id/balita/5+permainan+dengan+bola

[5]http://www.parenting.co.id/bayi/manfaat+berenang+untuk+bayi

QOTD : Ma, Kenapa Kalau Mau Puasa Harus Melihat Hilal Dulu? Gimana Cara Lihatnya?

Hari ini, kami belajar mengenai apa itu puasa dan kenapa setiap akan memasuki bulan Ramadan selalu ditentukan dengan melihat hilal. Berikut ini beberapa pertanyaan yang muncul hasil dari diskusi Mama dan Faris hari ini.

Mengenal Hilal

referensi bacaan mengenai hilal dan fase bulan

Menurut bahasa Arab, hilal merupakan istilah yang artinya bulan sabit. Lebih detilnya lagi adalah bulan sabit yang pertama kali dapat dilihat setelah fase bulan baru atau mati. Dengan kata lain, hilal adalah bulan sabit yang sangat tipis karena umurnya masih sangat muda. Hilal harus diamati setelah Matahari terbenam.

Apabila hilal terlihat, maka pada petang tersebut telah memasuki bulan baru yakni tanggal 1romadhon sebagaimana dalam firman Allah SWT :

يَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِ ؕ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ؕ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِاَنْ تَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ ظُهُوْرِهَا وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقٰى ۚ وَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ اَبْوَابِهَا ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّکُمْ تُفْلِحُوْنَ‏‏
“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.”…. “(QS. Al-Baqarah: Ayat 189)

Anak-anak shaleh ternyata ilmu tentang fase fase bulan sangat penting dlm kehidupan seorang muslim. Sehingga kita tahu permulaan awal bulan berkaitan dengan ibadah seorang muslim( dalam kalender hijriyah). Sehingga kita bisa menentukan awal ramadan diperintahkan untuk puasa sebulan penuh.

صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته
“Berpuasalah karena kalian melihat bulan, dan berbukalah ketika kalian melihat bulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nah, berdasar dari hadits itu, kita sebagai seorang muslim umat Rasulullah Muhammad diperintahkan untuk mengawali dan mengakhiri puasa romadhon dengan berpatokan pada bulan/hilal.

Masya Allah seru yah, animasi hilal yang anak-anak saksikan bersama Mama. Fenomena hilal inilah bukti kebesaran Allah, Nak. Emm, Jika hilal tidak nampak kira kira bagaimana yah? Kita sebagai muslim bisa menentukan awal ramadan. Eh, hilalnya tidak keliatan bisa jadi ketutup mendung, maka kita diperintahkan untuk menggenapkanya, Rasulullah teladan kita bersabda:

لا تصوموا حتى تروا الهلال ، ولا تفطروا حتى تروه ، فإن غمى عليكم فاقدروا له. و في رواية فاقدروا له ثلاثين

” Jangan kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal, dan jangan berbuka sampai melihatnya lagi, jika bulan tersebut tertutup awan, maka sempurnakan bulan tersebut sampai tiga-puluh.” (HR Muslim)

Jadi, gimana caranya kita bisa melihat hilal? Faris pengen bisa lihat hilal

source : tirto.id

Sebelum belajar jauh, Faris sebaiknya terlebih dahulu belajar bahwa bulan adalah satu-satunya satelit bumi. Apa itu satelit? satelit yaitu benda langit yang bergerak mengelilingi bumi. Dalam peredarannya, bulan memerlukan waktu 29,5 hari untuk sekali putaran. Karena posisinya berubah-ubah terhadap posisi bumi dan matahari, ini menyebabkan kita yang tinggal di bumi akan melihat bentuk bulan (yaitu bagian yang bersinarnya) berubah-ubah pula.

Coba Faris ingat-ingat kembali, cahaya bulan itu sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari. Bentuk-bentuk bulan yang berbeda itulah yang kita sebut dengan fase-fase bulan.

Berikut ini adalah 8 Fase bulan yang kita kenal!

1. Bulan Baru (New Moon)

2. Bulan Sabit Muda (Waxing Crescent)

3. Bulan Kuartal Pertama (First Quarter)

4. Bulan Separuh Mengembang (Waxing Gibbous)

5. Bulan Purnama (Full Moon)

6. Bulan Separuh Menyusut (Waning Gibbous)

7. Bulan Kuartal Terakhir (Last Quarter)

8. Bulan Sabit Tua (Waning Crescent)

belajar fase bulan dengan boardcard

Mengapa terjadi fase Bulan?

Ternyata ada tiga penyebabnya loh teman-teman, mari kita mempelajari kembali apa saja penyebabnya

1. Tidak Bercahaya

Bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri sama dengan planet. Bulan tampak terang pada malam hari, karena bulan memantulkan cahaya dari Matahari.

2. Berotasi dan Berevolusi

Bulan itu bergerak. Dalam satu saat, bulan melakukan 3 gerakan sekaligus yaitu bulan berotasi. Artinya, bulan bergerak pada porosnya sendiri. Dan bulan berevolusi, yaitu bergerak mengelilingi bumi. Dan yang terakhir bulan bersama bumi mengelilingi Matahari.

3. Berubah Posisi

Ada fase bulan karena ada Bumi dan Matahari. Ketika bulan mengelilingi bumi, maka posisi bulan terhadap matahari berubah-ubah. Cahaya matahari yang jatuh di permukaan bulan dan terlihat di bumi pun berubah. Suatu saat bulan berada di antara bumi dan matahari. Sehingga permukaan bulan yang tidak mendapat cahaya matahari akan menghadap Bumi.

Saat itulah kita melihat bagian permukaan bulan yang gelap. Fase ini dinamakan fase bulan baru. Di saat lain, bumi berada diantara bulan dan matahari. Maka seluruh bagian bulan yang menerima cahaya matahari akan menghadap bumi. Fase ini kita namakan fase bulan purnama.

Dari fase bulan baru yang gelap sampai ke fase bulan purnama, permukaan bulan yang mendapat cahaya matahari dan terlihat di Bumi, makin lama makin lebar. Sebaliknya, dari fase bulan purnama ke fase bulan baru, permukaan Bulan yang mendapat sinar matahari makin berkurang.

Ketika Bulan berada di antara bumi dan matahari, bulan disebut bulan mati atau bulan baru karena saat itu kita tidak bisa melihat bagian bulan yang bersinar. Dari bumi, bulan dan matahari akan tampak terbit dan terbenam dalam waktu bersamaan. Kemudian secara perlahan Bulan akan bergerak menjauhi Matahari lalu menjadi Bulan sabit yang terbenam setelah Matahari terbenam. Nah, Bulan sabit di awal-awal seperti inilah yang disebut hilal. Kita bisa melihat hilal ini di langit barat.

Namun mencari dan melihat hilal tidaklah mudah karena sabitnya masih sangat tipis dan langit senja masih tampak terang. Akibatnya cahaya hilal akan kalah terang oleh cahaya langit. Selain itu kesempatan atau rentang waktu untuk melihat hilal juga sangat sempit karena tidak lama setelah Matahari terbenam, hilal pun akan ikut terbenam. Umur hilal tidak pernah lebih dari 25 jam dengan ketinggian kurang dari 12,5 derajat. Seringnya, hilal berumur kurang dari 12 jam dengan ketinggian di bawah 6 derajat. Dengan ketinggian sekecil itu, artinya hilal akan terbenam tidak lebih dari 24 menit setelah Matahari terbenam. Hanya sebentar saja, bukan?

Menurut, Hanief Trihantoro, pengelola DuniaAstronomi.com untuk mempermudah dalam melihat hilal, kita bisa menggunakan alat bantu seperti teleskop dan kamera CCD (Charge Coupled Device) yang sangat sensitif. Dengan pengaturan yang benar, maka kemungkinannya membesar untuk kita dapat melihat hilal yang sangat tipis dan rendah. Dalam melakukan pencarian hilal pun kita sudah sangat dipermudah oleh kecanggihan teknologi. Perhitungan posisi hilal, gerhana (Bulan ataupun Matahari), dan benda langit lainnya kini sudah bisa ditentukan untuk puluhan bahkan ratusan tahun ke depan. Selain itu, sekarang sudah ada banyak program komputer atau telepon pintar yang bisa menunjukkan kondisi langit kapanpun kita mau. Dengan begitu, menghitung dan menentukan posisi hilal di awal bulan depan pun tidak sulit. Jadi, kemanakah tujuan kunjungan kita selanjutnya? Faris mau ikut mencoba mencari hilal?

referensi :

[1] Al Qur’an dan Hadist

[2] Al Qur’an Menakjubkan Hewan dan Bumi, QIBLA, DK Wardhani.

[3] IMC Little Scientist, Erlangga for Kids, Elvina Lim.

[4]http://anakbertanya.com/apa-itu-hilal-bagaimana-cara-melihatnya/

[5]https://negerinower.com/2015/10/19/mengenal-perubahan-bentuk-bulan/