Serunya Kegiatan Cooking Class Homeschoolers Batam Bersama Khansa Pizza

Akhir pekan ini, Rumbel Homeschooling Ibu Profesional Batam mengajak anak-anak untuk belajar memasak pizza besama dengan Khansa Pizza Batam. Siapa tahu suatu saat menjadi chef handal seperti aksi anak-anak di serial televisi “Junior Masterchef”.

Dalam rangka mengisi libur panjang di akhir pekan, orang tua juga bisa mengenali bakat anak-anak. Khansa Pizza Batam bisa dijadikan alternatif untuk kegiatan cooking class bagi anak-anak mulai usia tiga tahun. Anak-anak akan diajarkan dasar membuat adonan (dough) pizza, meletakkan berbagai topping sampai dengan pizza siap dimakan. Meskipun Faris sudah sering belajar memasak bersama Mama, namun kegiatan cooking class bersama teman-teman homeschoolers membuatnya sangat excited.

Sebelum kegiatan cookingclass dimulai, Mbak Erli Oktania membuka dengan sedikit sambutan. Rasa syukur akhirnya terlaksana juga kegiatan cooking class hasil kolaborasi Rumbel Homeschooling Ibu Profesional Batam.

Kegiatan membuat pizza pagi ini dipandu langsung oleh Mbak Tami, owner Khansa Pizza. Sebelum mulai membuat pizza, Mbak Tami menceritakan terlebih dahulu sejarah darimanakah pizza berasal. Anak-anak antusias sekali menjawab ketika Mbak Tami bertanya siapa yang tahu pizza itu asalnya darimana.
Karena anak-anak sudah tidak sabar, kegiatan memasak pun segera dimulai.

Tiga orang anak dipanggil secara acak oleh Mba Tami untuk membantu memberikan demo kepada teman-teman yang lainnya. Ada Rio, Razha dan Ale yang membantu mencampur bahan utama dalam pembuatan dough yaitu tepung terigu, gula, garam, ragi, air, dan minyak goreng.

Ketika teman-temannya dipanggil, Faris tidak sabar untuk ikut serta belajar mencampur adonan juga. Jadilah dengan inisiatif, ia naik sendiri ke atas panggung bergabung bersama kak Sisy dan kak Ai untuk sama-sama mencampur bahan-bahan hingga menjadi adonan dough yang kalis. Sambil menunggu adonan rotinya mengembang, anak-anak menyiapkan topping apa saja yang akan diletakkan di atas roti pizzanya nanti.

Mbak Tami memandu kelas memasak pizza ini dengan interaktif. Anak-anak pun semangat sekali karena mereka diberikan kepercayaan untuk melakukan semuanya sendiri.

Setelah dough pizzanya mengembang, lagi-lagi Faris naik lagi ke panggung membantu teman-temannya mendemokan cara menyusun topping pizza, mulai dari menuang saos dasar pizza yang terbuat dari saos tomat dan campuran berbagi rempah khas Italia yaitu oregano. Kemudian dilanjutkan dengan menabur keju mozarella, meletakkan sosis, menabur jagung dan paprika serta terakhir menuang mayonaise.

Setelah selesai meletakkan topping, anak-anak menunggu antrian untuk memasukkan pizza masing-masing ke dalam oven. Tidak lupa Faris dan teman-teman menancapkan bendera bertuliskan namanya di atas pizza mininya.

Sembari menunggu pizzanya matang, Faris dan teman-teman menyiapkan kotak pizza yang sudah disediakan oleh panitia. Mereka belajar melipat sesuai dengan pola yang ada. Setelah berhasil melipat kotak pizzanya, anak-anak bisa berfoto bersama dengan teman-temannya. Ada juga yang berani tampil di atas panggung, dari sekedar berkenalan hingga menyanyi dan menghafal surat pendek atau do’a harian.

Ah rasanya anak-anak sudah tidak sabar ingin mencicipi pizza yang dibuat tadi. Ini dia pizza buatan Faris.

Setelah selesai sesi makan pizza bersama teman-teman dan sesi pemotretan. Faris bersiap untuk pulang dan mengambil sertifikatnya. Pengalaman yang mengesankan sekali hari ini. Melalui kegiatan cooking class, banyak manfaat yang diperoleh anak seperti mengembangkan bakat, minat, kreativitas, melatih konsentrasi, motorik halus, sensitivitas rasa dan daya ingat.

Beberapa tempat kursus di Batam biasanya membuka kelas trial (percobaan) berupa paket memasak dalam sehari untuk memperkenalkan kelas memasak yang mereka miliki. Pilihan lain jika anak-anak tertarik belajar memasak adalah mengikuti acara cooking class yang diselenggarakan hotel-hotel berbintang seperti Harris Hotel Batam Centre atau Best Western Premier Panbil Batam.

Pilihlah acara cooking class sesuai usia anak-anak. Untuk usia balita, biasanya program yang ditawarkan sederhana dan lebih banyak unsur menyenangkan seperti menghias cupcakes atau pizza. Sementara untuk usia yang lebih besar, di atas 6 tahun sampai 12 tahun, dapat belajar memasak yang sesungguhnya. Ingin mengikuti kegiatan cooking class seperti Faris dan teman-teman? berikut ini beberapa tempat pilihan belajar memasak di Batam untuk anak-anak.

1. Young Chefs Academy

Sekolah memasak ini diperuntukan bagi anak usia 3 sampai dengan 16 tahin. Anak-anak akan diajarkan bagaimana cara memasak makanan kesukaan mereka dengan cara yang aman. Para orang tua juga bisa melihat secara langsung. YCA menawarkan tema dan bahan yang berbeda setiap minggunya. Tertarik?

Alamat : Komplek Tunas BizzPark block b nomor 23, samping Sun bread batam centre, Batam, Riau, Indonesia, 29432
IG : yca_batam
Web : youngchefacademy.com

2. Tiola Cake Batam

Tiola Cake Batam memberikan kesempatan belajar membuat cake dan cookies. Anak-anak dapat belajar membuat dan mendekorasikan kue kecil yang bisa mereka bawa pulang sebagai hadiah. Biaya pendaftaran per-anak mulai Rp. 120.000-an. Sudah termasuk sertifikat, resep dan foto anak.

Alamat :
🌸Ruko Nagoya Hill R4 D6

🌸Happy Valley Garden B 28, belakang BCA Jodoh/Sekolah Kartini
Telp/WA : 0812-1020-2016

IG : Tiola Cake Batam

3. Pizza Hut Junior Maker

Melalui program ini anak-anak bisa belajar masuk dapur pembuatan pizza. Anak-anak akan diterangkan bagaimana bahan dan cara pembuatan pizza dimulai dari tepung sampe jadi Dough diberi topping sampai dipanggang dan benar-benar jadi sebuah pizza siap santap. Ada dua paket PMJ yang bisa dipilih yaitu PMJ Basic dan PMJ +. Beda dari kedua paket itu terletak pada kegiatan tambahan yakni mewarai bersama dan kreasi balon lucu. Paket PMJ Basic biayanya Rp. 40.000, anak-anak mendapat 1 small pan pizza buatan sendiri + 1 soft drink + sertifikat anak. Sedangkan untuk paket PMJ plus anak-anak mendapat tambahan buku mewarnai dan belajar membentuk balon.

Alamat : Komp. Lucky Permai, Jl. Raden Patah No. 6-8 Nagoya, Batam. 
Telepon : 0778-454820.

#day7
#18Feb18
#Batam
#3y6m
#1y6m
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Alhamdulillah, Aku Bisa Pakai Celana Sendiri

Di usianya yang ke-18 bulan, Irbadh sudah bisa memakai dan melepas celana sendiri. Kegitan memakai baju dan celana sendiri untuk sebagian anak adalah kegiatan sangat menarik.
Penasaran memasukan dan mengeluarkan kancing baju sampai anak berpeluh keringat.

Saya sih sebenarnya belum mulai mengajari Irbadh, tetapi mungkin karena karakternya yang kuat sehingga ia punya keinginan sendiri untuk mulai mandiri. Apalagi melihat Masnya jadilah apa-apa maunya melakukan apa yang dilakukan Masnya. Setiap kali mau pipis atau mandi Irbadh selalu melepas dan memakai sendiri kembali celananya. Meski terkadang salah dan memakai pada satu lubang tetapi ia selalu ngotot ingin memakai sendiri. Jika dibantu ia akan menolak dan berujung tangisan buaya. Anak lanang oh anak lanang😂

Karena belum bisa pakai celana sambil berdiri, kalau mau pakai celana Irbadh ambil posisi duduk dulu. Setelah kedua kaki masuk ke lubang celana, baru lah ia berdiri dan ngepasin celananya dengan benar. Hasilnya? Masih miring-miring dan terlipat-lipat ga karuan. Tapi Mama menghargai hargai kemauan dan usaha kerasmu, Nak.🙂

Sedangkan kalau urusan melepas celana, Irbadh bisa dalam posisi berdiri. Setelah celana diplorotin sampai kaki dengan penuh perjuangan, celana nya dilempar saja pakai kaki, biar terlepas. Terkadang sambil jalan pun bisa langsung diplorotin, ckck. Kalau melihatnya Mama tertawa ngakak. Lucu sekali saat melempar celana dengan kaki itu. 😂

Keterampilan melepas dan memakai baju sendiri biasanya muncul di usia 1,5 sampai dengan 3 tahun. Motivasi dan dukungan dari kedua orang tua sangatlah diperlukan agar mereka tertarik dan mau mencoba. Tanya kenapa? agar keterampilan motorik anak-anak ini lebih terasah.

Di usia ini, anak mulai melatih keterampilan motorik lebih jauh lagi, dengan menunjukkan ia dapat mengontrol lengan, tangan, dan jemarinya untuk menyingkirkan baju dari tubuhnya.

Agar Anak Makin Jago Orang Tua Dapat Memberikan Stimulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Melalui Kegiatan sebagai berikut :

🌸Beri balita baju berkancing bukaan depan, agar mudah dibuka. Beri celana karet supaya gampang diperosotkan.Bila ia memakai baju dengan kancing samping, biarkan ia membuka baju sampai kepalanya, Mama tinggal membantu menarik baju keluar dari tubuhnya.

Pada usia 2 – 3 tahun biasanya kemampuan balita mulai bertambah. Ia tidak hanya bisa membuka bajunya, tetapi juga bisa memakai sendiri bajunya. Mereka pun mulai senang memilih apalagi Faris, sejak usianya menginjak dua tahun ia tidak mau dipilihkan baju lagi, ia lebih senang diberikan kepercayaan untuk memilih sendiri baju yang dianggapnya bagus, meskipun terkadang tidak cocok atau salah kostum.

Beri Kesempatan Anak-anak Belajar (berikan kepercayaan)

Biarkan anak-anak memilih sendiri baju yang ingin dipakai. Jika pilihannya belum sesuai, Mama boleh menyarankan agar memilih ulang. Jangan lupa mengucapkan terimakasih dan jika mereka tetap bersikeras, biarkan ia memakai baju pilihannya tersebut.

Tahan keinginan untuk menawarkan bantuan jika tidak diminta. Baginya, bantuan orang tua merupakan bentuk interupsi terhadap kemandiriannya.

Teman-teman lainnya,yuk kita bersama bunda latihan pakai baju dan celana sendiri 😊

#day6
#17Feb18
#batam
#1y6m
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

QOTD : Ma, Kenapa Kok Kembang Api Bisa Warna Warni?

Siapa yang suka nongkrongin kembang api? Saat malam tahun baru, malam takbir, atau bahkan imlek, anak-anak seringkali tak lepas dari yang namanya kembang api. Untuk menyambut dan memeriahkan malam pergantian tahun, banyak orang akan menjual kembang api dan petasan. Begitu juga di Batam, seminggu jelang perayaan imlek beberapa orang sudah mulai menyalakan kembang api dan petasan saat malam tiba.

Bagaimana reaksi anak-anak?
Faris dan Irbadh sejak kecil sangat excited ketika melihat kembang api atau petasan. Tetapi mereka jarang sekali melihat kembang api secara langsung. Apabila ada kesempatan palingan anak-anak lihat dari jendela rumah saja hehe. Saya mengafirmasi anak-anak agar tidak perlu merayakan sesuatu, dengan kembang api. Alasan saya cukup sederhana, karena asap yang ditimbulkan oleh kembang api itu tidak baik untuk kesehatan. Apalagi kan anak-anak usianya masih sangat kecil. Meski begitu namanya juga anak-anak, fitrahnya untuk belajar dan ingin tahu banyak hal.

Begitupula dengan cerita semalam, seperti biasa Faris selalu menyenangi aktivitas pillowtalk bersama saya dan adiknya. Malam ini kami membahas mengenai kembang api.

Faris sangat penasaran sekali dan bertanya kepada saya, “Ma, kok bisa sih kembang api itu keluar warnanya yang warna warni gitu? Apa dikasih pewarna ya sama yang buat?”

Ada yang tahu jawabannya?

Jadi teman-teman tahu nggak sih, ternyata kembang api bisa menghasilkan warna-warna tersebut dari bahan kimia, lo. Kira-kira warna tersebut dihasilkan dari bahan kimia apa ya?

Nah, berikut adalah daftar bahan kimia yang menghasilkan warna pada kembang api:
(Al), menghasilkan warna perak dan putih kerlap-kerlip.
Barium (Ba), menghasilkan warna hijau.
Garam Kalsium, menghasilkan warna oranye.
Tembaga (Cu) menghasilkan warna biru.

Source : sainskimia.com

Kembang api memang saat ini akan menjadi barang buruan untuk pesta di malam pergantian tahun baru cina. Saya hanya berpesan, hati-hati dalam menggunakannya ya… Bagi para orang tua, tetap dampingi putra-putrinya sembari diberikan informasi bernilai pengetahuan saat bermain, apalagi saat mereka bertanya mengaoa kembang api berwarna-warni?

#day5
#16Feb18
#batam
#3y6m
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Memilih Rumah dan Lingkungan Yang Tepat untuk Tumbuh Kembang Anak

Haruskah seorang muslim tinggal di komplek perumahan islami? Tentu. Seorang muslim harus tetap berada dalam lingkungan yang baik, lingkungan yang membuatnya selalu ingat dan bersyukur kepada Allah SWT, lingkungan yang bisa menahan nafsu ketika  seseorang ingin berbuat maksiat kepada Allah SWT.

Jika komplek perumahan tinggal kita tidak bisa membuat bertambah iman dan takwa, untuk apa?

Sejak dua tahun yang lalu, alhamdulillah saya pindah ke rumah yang saat ini saya tempati. Berlokasi di Batam Centre, perumahan yang dihuni oleh mayoritas warga muslim ini sangat nyaman dijadikan sebagai pilihan tempat tinggal. Lokasi yang strategis, dekat dengan fasilitas umum membuat warganya betah tinggal disini. Terdapat dua masjid yang berlokasi di bagian depan dan belakang perumahan. Banyak kegiatan rutin diadakan oleh panitia masjid setiap pekannya, mulai dari liqo sampai kajian ilmiah untuk muslim.

Berbagai macam pilihan sekolah baik formal maupun homeschooling muslim pun ditawarkan di sini. Fasilitas umum seperti ruang publik terbuka, taman serta rumah baca pun ada di sini. Fasilitas olahraga renang, tenis, jogging track pun disediakan bagi pecinta olahraga. Pasar dan swalayan siap melayani segala kebutuhan harian warga. Kurang apa coba?
Sejak pindah kesini saya mulai mengikuti kajian mingguan. Dari sinilah relasi saya mulai berkembang dengan cepat. Dari komunitas homeschooling muslim, saya mulai mengenal beberapa teman yang kemudian memberikan banyak info seminar dan kelas parenting. Kemudian saya juga mengenal komunitas HomeEducation Based on Talent, Hijrah Parenting, Homeschooling Muslim Nusantara dan Institut Ibu Profesional. Cerita selengkapnya…

Baca juga : Mengenal Potensi Diri : Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Memilih Lingkungan Rumah

Membeli rumah pertama merupakan salah satu langkah besar bagi keluarga muda, sehingga ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan utama. Selain pertimbangan atas lokasi dan bangunan, lingkungan pun sepatutnya menjadi faktor utama dalam pemilihan rumah. Lingkungan seperti apakah yang tepat untuk tumbuh kembang anak? Berikut tips memilih rumah dan lingkungan yang tepat untuk tumbuh kembang anak :

1. Perhatikan Kondisi Masyarakat Sekitar

Lingkungan pergaulan akan membentuk sifat anak-anak ke depannya, maka pastikan memilih tempat tinggal dengan lingkungan sosial yang baik. Jika lingkungan tempat tinggal aman dan kondusif, orang tua pun akan lebih tenang membiarkan anak bermain dengan teman-teman di lingkungannya.

2. Pastikan terdapat Area Bermain

Fasilitas umum yang ditawarkan pengembang atau area bermain yang sudah tersedia juga bisa dijadikan salah satu pertimbangan untuk memilih tempat tinggal. Lingkungan dengan banyak area hijau dan area bermain akan mendorong anak untuk bermain di luar, ketimbang bermain game di dalam rumah sepanjang hari.

3. Dekat dengan Fasilitas Pendidikan yang Baik

Sekolah merupakan salah satu faktor penting dalam masa tumbuh kembang anak, maka lingkungan tempat tinggal dengan fasilitas pendidikan yang berkualitas tentu memiiki nilai tambah. Pemilihan sekolah yang berkualitas patut menjadi perhatian para orang tua terutama sekolah yang menonjolkan ilmu agama dan pendidikan karakter islami, bukan hanya nilai akademik semata.

4. Banyak Kegiatan Positif

Komunitas yang solid akan mencetak anak-anak yang berkualitas. Bayangkan kemungkinan Anda mengadakan kegiatan positif di lingkungan, seperti kompetisi olahraga, apresiasi seni, tutorial edukasi atau kegiatan lain yang dapat menyalurkan minat dan bakat anak.

5. Rumah dengan Banyak Ruang untuk Keluarga

Pastikan rumah yang dipilih memadai untuk seluruh anggota keluarga beraktivitas di dalamnya. Bonding antara anak dan orang tua merupakan hal penting dalam tumbuh kembang anak-anak. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di dalam rumah untuk mempererat ikatan keluarga.

#day4
#15Feb18
#batam
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Mengenal Anak-Anak Lebih Dalam (lagi)

Pernikahan saya dan suami telah berlangsung selama enam tahun. Saat ini, kami diamanahi dua orang anak laki-laki, Faris saat ini berusia 3 tahun 6 bulan dan Irbadh yang berusia 1 tahun 6 bulan. Anak pertama saya adalah tipe anak yang sangat komunikatif, saya merasa kemampuan berbahasanya baik sekali. Faris mulai bisa berbicara sebelum usia satu tahun, kata pertamanya yang jelas diucapkan sudah muncul di usianya yang masih 8 bulan kala itu. Anak yang comel, begitu saya menjulukinya. Sejak mulai mampu merangkai beberapa kata di usia 1 tahun lebih dia sudah menunjukkan kecerewetannya. Rumah jadi ramai dengan ocehannya dan menjadi sangat sepi jika dia sedang tidur atau sakit. Faris anak yang sangat ceria dan mudah bergaul berkebalikan dengan adiknya, Irbadh. Irbadh juga sebenarnya termasuk anak yang tidak takut berkenalan dengan orang baru namun, syaratnya adalah jika dia sudah merasa nyaman dengan kehadiran orang tersebut. Namun jika berada di lingkungan baru biasanya dia termasuk anak yang pemalu, hanya mau bersosialisasi intens dengan beberapa orang yang menurutnya memang benar-benar baik dan cocok dengan dirinya. Potensi lain yang saya dapati dari Faris adalah ketajaman ingatannya. Kemampuannya mengingat sesuatu yang detail cukup membuat saya takjub. Dia mampu menuturkan kembali dengan cukup detail (jika moodnya sedang bagus) apa saja yang dia lakukan sebelumnya atau apa yang dia lihat sebelumnya.

Baca juga : Mengenal Potensi Diri : Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Lain Faris, lain Irbadh. Anak kedua saya adalah anak yang pendiam, tidak seceriwis Masnya. Di usianya saat ini, dia belum mampu berkomunikasi dengan kemampuan bahasa sehandalnya masnya di usia yang sama dengan adiknya. Namun, keberanian Faris jauh lebih dominan dibandingkan masnya yang cenderung penakut. Motorik kasarnya lebih berkembang pesat, di usia 12 bulan ia sudah mampu berjalan. Sedangkan masnya dulu, menjelang usia 14 bulan baru mampu berjalan tanpa dipegangi. Sekarang di usianya yang 18 bulan, Irbadh sudah berani memanjat box mainan dan kursi kemudian terjun ke bawah. Membuka pintu rumah sendiri, melakukan banyak hal sendiri tanpa diinstruksi. Kemauannya kuat dan sulit untuk ditahan. Semoga di kemudian hari, saya bisa mengenali potensi lain yang menonjol pada diri Irbadh.

#day3
#14Feb18
#batam
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Mengenal Dirimu

Saya bukanlah orang yang romantis, tidak pandai merangkai kata yang indah. Begitupula suami, jauh lebih tidak romantis daripada saya. Kami memang bukan tipikal pasangan romantis yang saling mengumbar kata cinta melalui puisi atau lagu atau apapun itu. Bahkan mengucapkannya pun jarang, bisa dihitung jari 😅

Tapi jika sedang berjauhan jangan ditanya, sehari saja rasanya seperti puluhan tahun lamanya (lebay dikit boleh dong). Justru jika sedang berjauhan kami mendadak bisa romantis. Seperti biasanya, ketika ada salah satu dari kami yang mendadak romantis, biasanya akan saling menggoda satu sama lain. Tumben mungkin begitu 😜

Tak apalah walau tanpa kata, yang penting ada pelukan dan ciuman penuh cinta. Hahahaha….. Namun, apapun itu, bagi saya, beliau tetaplah sesosok laki-laki mulia yang hadir mendampingi saya dalam kondisi yang terbaik.

Potensi kekuatan diri suami yang menonjol adalah keikhlasannya untuk menerima saya apa adanya, tanpa menuntut apapun dan mencintai saya dengan tulus. Bagi saya, beliau adalah sumber kekuatan saya. Beliau lah yang selalu hadir di kala saya berduka, menguatkan kala diri sedang rapuh. Kehadirannya saja sudah cukup membuat saya mampu menjalani apa yang harus saya jalani.

Beliau juga bak gembok dan kunci dengan saya, kami saling melengkapi satu sama lain sesuai dengan kelebihan dan kekurangan kami masing-masing. Potensi lain yang saya banggakan dari suami saya adalah kemampuannya untuk menjadi pemimpin, kepala keluarga yang selalu tenang dan dapat diandalkan pada situasi apapun.

Baca juga : Mengenal Potensi Diri : Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Beliau juga manajer keuangan yang handal, jauh lebih handal daripada saya. Di saat saya sering malas menulis cashflow anggaran keluarga, maka dia yang rajin setiap hari menuliskannya di catatan pribadinya. Apalagi urusan hitung-menghitung cepat, tidak perlu buka kalkulator lagi tinggal nanya sama yang di sebelah saya ga butuh lama langsung keluar jawabannya hahaha…

Dan satu hal yang menjadikan kami saling cocok satu sama lain adalah kesigapannya untuk “beraksi” atas apa yang saya rencanakan. Ya, saya adalah seorang good planner yang memble kalau harus merealisasikan semua rencana yang disusun. Berkebalikan dengan suami yang lebih nyaman dalam beraksi daripada membuat berbagai rencana 😂

#day2
#13Feb18
#batam
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta

Mengenal Potensi Diri Melalui Tes ST-30

Bergabung di komunitas Ibu Profesional dan kemudian bergabung juga di komunitas HEbAT mengantarkan saya mengenal apa itu fitrah penciptaan diri.

Qul kulluy ya’malu ‘alaa syaakilatih.” (QS Al Isra’ ayat 84)

Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”
Semua orang bekerja, sesuai “syaakilah“-nya masing-masing.

Apa “syaakilah” itu? “Syakl” dalam bahasa Arab artinya bentuk. Setiap orang memiliki keunikan. Allah menciptakan kepribadian sangat, sangat, sangat berbeda satu sama lain. Dan setiap orang harus berusaha mencari tahu, bagaimana kepribadian mereka, untuk mencapai fitrah penciptaan diri yang Allah maksudkan.

“Tidaklah Allah menciptakan sesuatu dengan suatu maksud.”
Termasuk keunikan kepribadian. Setiap orang diciptakan unik..

Dari komunitas-komunitas ini pula saya mengenali ST 30. Apa itu? ST 30 adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui bakat atau potensi kekuatan maupun kelemahan diri.

Masih ingat sekali, setiap kali pelajaran sekolah, terutama pelajaran matematika atau fisika dan kimia. Ketika kelas dimulai dan guru menerangkan, saya menatap tapi hati berkata “untuk apa saya belajar ini?tujuan belajar ini untuk apa?” sering sekali pertanyaan ini muncul yang membuat saya tidak bersemangat belajar, atau saya selalu tidak suka dengan hitungan, padahal saya tahu mau tidak mau dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari angka haha.

Hal yang saya sukai selama ini memang aplikatif, praktikum, langsung ke lapangan, berhubungan dengan banyak orang, tekniknya di organisasi saya lebih suka dan seringnya masuk di divisi yang berkaitan dengan kemanfaatan sosial.

Saat sekolah saya suka menggunting-gunting gambar, membuat catatan bergambar, membuat proyek crafting atau presentasi. Saya suka menggambarkan ide yang tiba-tiba muncul dan membuat sesuatu yang beda.

Itulah mungkin fitrah saya yang dulu tak saya sadari. Tepatnya fitrah bakat, dimana setiap individu adalah unik, mereka masing-masing memiliki sifat/potensi unik produktif yang merupakan panggilan hidupnya, yang akan membawanya kepada peran spesifik peradaban (Ust.Harry Santosa)

Fitrah bakat ini pun bermanfaat untuk produktifitas seorang ibu. Dalam IIP dijelaskan oleh ibu Septi di Bunda Produktif:

Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR”.

Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya

Seorang ibu yang produktif itu agar bisa:

Menambah syukur
Menegakkan taat
Berbagi manfaat.

Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga, untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.

Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI

Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani hidup ini bersama keluarga dan anak-anak.

Dari penjelasan di atas semakin menguatkan bahwa berawal dari kenalilah diri dengan potensi yang ada lalu bersungguh-sungguhlah dengan perannya.

Sekarang saya menyadari bahwa dengan fitrah yang telah Allah SWT titipkan pada diri masing-masing makhluknya, itu semua sebagai bekal di muka bumi ini. Maka begitu penting mengetahui fitrah bakat potensi diri ini sedini mungkin, disempurnakan dengan fitrah yang lainnya, agar hidup ini selalu terarah dan bermanfaat, Rahmatan lil’alamin Rahmat bagi semesta alam (Q.S. Al-Anbiya:107), Basyiira wa nadziiro pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan (Q.S. Saba’:28).

Baca juga : Mengenali Potensi Diri : Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Mengenal Potensi Diri : Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Mengenai fitrah, untuk fitrah bakat ini bisa diketahui dalam tes st30 dan Talent mapping temuan Abah Rama. ST 30 singkatan dari Strength Typology 30 bakat.

Setelah mengikuti tesnya disini

Lampiran keterangan hasil ST30 (Strenght Typology) :

Uraian penjelasan POTENSI KEKUATAN saya (Lingkaran merah) ialah :

1. ANA – ANALYST adalah orang yang suka dengan angka dan data, dia kurang yakin akan sesuatu yang sifatnya intuitif kecuali kalau dia juga punya bakat lainnya yang intuitif. Bakat ini termasuk di dalam kelompok cipta (Individual Cognitive) yang menggunakan otak kiri atas. Bakat ini dibutuhkan untuk peran-peran seperti akuntan, analyst, engineer, IT programmer dll.

2. ARR – ARRANGER adalah orang yang suka mengatur orang untuk bekerjasama dalam melaksanakan suatu tugas. Bakat ini termasuk kelompok rasa (interpresonal influencing) yang berkaitan dengan mempengaruhi orang.

3. INT – INTREPETER
adalah orang yang suka menjelaskan arti makna dari sesuatu. Sifat mereka analisis juga senang berkomunikasi. Bakat ini diperlukan untuk peran intepreter.

4. JOU – JOURNALIST
adalah orang yang suka menulis artikel, ide, dokumen, cerita, atapun alat bantu pendidikan. Bakat ini termasuk dalam kelompok karsa (individual striving) di dalam ruangan. Sifat mereka ini senang mengkomunikasi idenya, suka mengumpulkan berbagai informasi atau teratur.

5. MOT – MOTIVATOR
adalah orang yang suka mendorong, memberi semangat pada satu atau sekumpulan orang agar lebih sukses. Bakat ini termasuk kelompok Interpersonal Relating yang terkait dengan kerjasama dengan orang. Sifat mereka yang senang memotivasi dengan berbagai cara ada yang melalui sifat periangnya, ada yang melalui sifat empatinya ada juga karena selalu ingin memajukan orang lain. Bakat ini dibutuhkan untuk peran Manager, Leader, Pelatih, Guru, Motivator.

Penjelasan POTENSI KELEMAHAN saya dari lingkaran hitam (kelemahan) saya

1. CMD – COMMANDER
adalah orang yang senang mengatur dan mengawasi orang dalam melaksanakan tugas dengan cara yang keras. Bakat ini termasuk kelompok rasa (interpersonal influencing) yang terkait dengan mempengaruhi orang. Mereka yang memiliki bakat ini berani menghadapi orang secara empat mata, keras kepala, berani mengambil alih tanggung jawab. Bakat ini dibutuhkan untuk peran seperti debt collector, pengacara, mediator, beberapa tipe salesman, beberapa pemimpin yang untuk situasi yang membutuhkan “command and control, dsb.

2. DISTRIBUTOR adalah orang yang senang melayani dan mendahulukan orang lain. Peran yang cocok untuk tipe ini antara lain perawat,dokter, technical support,customer service,bidang pekerjaan yang mengutamakan pelayanan,dsb.

3. MARKETER adalah aktivitas strategis untuk memperagakan produk melalui iklan, brosur, demo, dll agar orang tertarik untuk membeli. Bakat ini terkait kelompok cipta (individual generating idea) yang terkait dengan otak kanan atas. Sifat pikiran mereka strategic, senang mengkomunikasikan sesuatu, banyak ide, dan senang menonjolkan kelebihan. Bakat ini dibutuhkan untuk peran humas, marketing, businnes developing.

4. OPERATOR adalah membuat sesuatu (mesin, peralatan, proses, sistem) berjalan/beroperasi. Bakat ini masuk ke dalam kelompok karsa (individual striving) di luar ruangan. Sifat mereka senang melayani, teratur, pekerja keras. Bakat ini dibutuhkan untuk operator, service engineer dsb.

5. PRODUCER adalah memasang, memproduksi, membangun mesin atau bangunan. Bakat ini masuk ke dalam kelompok karsa (individual striving) di luar ruangan. Sifat mereka teratur, pekerja keras dan tidak sabar bertindak. Bakat ini dibutuhkan untuk teknisi instalasi, asembling, produksi dsb.

6. SAFE KEEPER, adalah menjaga keselamatan dan keamanan dari resiko bahaya atau kecelakaan. Bakat ini masuk ke dalam kelompok karsa (individual striving) di luar ruangan. Sifat mereka hati-hati, waspada dan bertanggung jawab. Bakat ini cocok untuk safety officer, investigator, petugas pajak, lending officer,dsb.

Dari hasil st30 ini saya simpulkan sendiri, bahwa dari bakat potensi kekuatan, saya memiliki sifat senang melayani dan berkomunikasi dengan banyak orang. Saya senang menuliskan ide dan membagikannya. Saya sangat senang memotivasi orang lain dengan berbagai cara.

Dari hasil ST30 ini, saya dapat lebih jelas mengetahui potensi yang ada pada diri bahkan bakat yang sebelumnya saya rasa tidak cocok dengan diri saya. Dlam lampiran st30 disebutkan tagline : FOKUS PADA KEKUATAN DAN SIASATI KETERBATASAN. Maka saya akan fokus pada kekuatan dan mencari partner/tools/mendelegasikan agar bisa menutupi kelemahan untuk menyiasati keterbatasan saya.

Dengan hasil ini juga saya merasa “ngeh” dengan sesuatu yang memang saya sukai dan selama ini senang bila melakukannya atau dengan kata lain “berbinar-binar” dan juga dengan apa yang tidak bisa/tidak suka saya lakukan.

#day1

#12/02/18

#batam

#42m

#18m
#KelasPortofolioAnakbyGPA

#GriyaPortofolioAnak

#MengikatMaknaSepenuhCinta

Belajar Sains : Walking Rainbow bersama Little Scientist

Mengajak balita membuat semacam percobaan sains itu kenyataannya penuh tantangan. Tahu kenapa? Karena biasanya bagi anak-anak yang belum tau esensi melakukan percobaan ini itu masih cuek belum mau mengikuti arahan.

Nah, sebelum mengajak anak-anak untuk melakukan percobaan sebaiknya orang tua menumbuhkan minat belajar dan ketertarikan terhadap berbagai macam fenomena atau peristiwa sehari-hari di rumah yang berkaitan dengan sains. Kalau anak-anak sudah tertarik pasti akan sangat excited setiap kita mengajaknya untuk bereskperimen sekaligus mencari tahu jawaban atas segudang pertanyaan yang muncul dalam benak mereka.

Kalau anak-anak sudah tertarik, dapat dipastikan akan ikut heboh pegang ini itu he he. Hari ini, saya dan anak-anak memulai petualangan di dapur dengan benda cair paling hebat sedunia. Siapa yang tau benda apakah itu?
AIR. Coba teman-teman perhatikan permukaan air yang tenang, nampaknya tidak ada sesuatu yang istimewa. Namun, teman-teman perlu tahu ternyata air mempunyai banyak keajaiban. Percobaan sains hari ini sangat sederhana dan tidak terlalu merepotkan,kita akan belajar tentang salah satu sifat air yakni mampu meresap ke dalam celah yang kecil. Peristiwa ini disebut kapilaritas. Apa itu Kapilaritas?
Melalui percobaan hari ini kita akan belajar tentang cara membuktikan sifat air yang mampu meresap ke dalam celah-celah kecil dengan bahan-bahan yang sederhana terlebih dahulu. Kalau dalam bahasa Inggris, kegiatan percobaan ini istilahnya kurang lebih “Walking Water” yah. Bersama dengan Iittle scientist di grup Hijrah Parenting Islamic, Faris dan Irbadh semangat melakukan percobaannya. Yuk ikuti kegiatan kami hari ini.

Berikut ini adalah alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan percobaan ini

Alat dan bahan:
1. Botol Kaca yang bening dan transparan.
2. Pewarna makanan (3 warna dasar: biru, kuning, dan merah).
3. Sendok untuk mengaduk.
4. Air.
5. Tisu dapur/tisu makan.

Hari 1, jam 16.00 sore

Prosedur:
1. Siapkan 6 buah botol kaca kosong, jejerkan.
2. Isi 3 botol dengan air dan pewarna makanan, dan 3 botol lainnya dibiarkan kosong:
– Gelas 1 isi dengan air 80 ml dan beberapa tetes pewarna merah.
– Gelas 2 dibiarkan kosong.
– Gelas 3 isi dengan 80 ml air dan beberapa tetes pewarna kuning.
– Gelas 4 dibiarkan kosong.
– Gelas 5 isi dengan 80 ml air dan beberapa tetes pewarna biru.
– Gelas 6 dibiarkan kosong.
3. Ambil 6 buah tisu makan, lipat dan sesuaikan (potong) panjangnya dengan panjang gelas. Ambil tisu secukupnya ya, cintai bumi 😍
4. Susun tisu seperti pada gambar.
5. Amati perubahan pada tisu dan air dalam gelas.

Apa Yang Terjadi?

Hari 1, jam 19.00 malam

Lalu apakah yang terjadi? Beberapa jam kemudian airnya seolah ‘berjalan’ karena tisunya berubah warna. Lebih tepatnya sih karena tisunya menyerap air yang diberi pewarna ya. Nah kalau dibiarkan sampai besok (ditinggal tidur dulu ya, nggak perlu dipelototi terus-terusan hi hi), kelihatan deh ada warna-warna baru selain merah, kuning, dan biru. Warna apakah itu?

Hari 2, jam 10:00 pagi

Saat warna merah dan kuning bertemu, campuran warnanya menjadi orange. Kuning dan biru bertemu menjadi hijau. Biru dan merah bertemu menjadi ungu. Jadi seperti pelangi deh! Cantik cantik cantik warnanya!

Mengapa Begitu?

Percobaan ini bisa jadi cara asyik untuk mengenalkan konsep warna dasar ke anak. Trus kok tisunya bisa jadi berwarna ya? Dan kok gelas ke 2, 4, dan 6 yang tadinya kosong jadi ada airnya? Karena tisunya menyerap air sehingga air ‘berpindah’ dari gelas satu ke gelas yang lain. Kalau istilah yang lebih ilmiahnya, karena kapilaritas air. Kapilaritas adalah fenomena naik atau turunnya zat cair dalam suatu pipa kapiler. Kalau di percobaan ini, naik turunnya air dalam ‘pipa kapiler’nya di tisu makan.

Untuk anak balita jelaskan sesederhana mungkin aja sesuai pemahamannya. Karena Faris sudah lebih paham dibandingkan adiknya, maka saya menjelaskan istilah Kapilaritas kepadanya. Faris jadi tahu oh ternyata zat cair itu bisa meresap ke dalam celah-celah yang kecil.
Terus Faris balik bertanya kepada saya, “Oh jadi saya kaya air hujan yang meresap ke dalam tanah ya, Ma? ”
Percobaan ini hanya untuk membuktikan bahwa air dapat meresap ke dalam celah-celah yang kecil. Celah kecil ini terdapat pada semua tumbuhan. Percobaan ini juga bisa dilakukan melalui media lain yang unik seperti daun sawi putih,karena sawi memiliki celah yang lebih besar daripada tanaman lain, sehingga air dapat lebih mudah dan cepat meresap dari bagian bawah hingga ke atas.

kalau Irbadh, melihat tisunya jadi warna-warni aja sudah excited banget sambil belajar menyebutkan setiap warnanya.

Fakta Unik :

🍥Air adalah satu-satunya zat di alam ini yang terdapat dalam tiga wujud sekaligus,yakni wujud padat dalam bentuk es, cair dalam bentuk air, dan gas dalam betuk uap air.

🍥3/4 bagian bumi kita terdiri atas air. 97% dari air tersebut berupa air laut, dan sisanya 3% berupa air tawar. 75% dari air tawar tersebut berbentuk es di kutub. Betapa sedikitnya air yang dapat kita minum. Jadi, sayangilah air.

🍥Satu pohon berumur enam tahun hanya bisa menghasilkan dua bungkus tisu saja sebanyak 40 lembar. Sementara satu pohon itu menghasilkan oksigen untuk menghidupi tiga orang.

Referensi :

[1] Dapur, Laboratorium yang Heboh, A Muzi Marpaung.

[2] Bumi Sumber Daya Kita, DK Wardhani, Tiga Ananda.

Menumbuhkan Kecintaan Kepada Rasulullah SAW Melalui Film Anak Muslim : Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Prolog

Keajaiban yang nampak bahwa ketika Rasullah akan dilahirkan, adalah terjadi tanda-tanda awal yang menunjukkan akan diutusnya Nabi, seperti :
➖ runtuhnya empat belas balkon istana kekaisaran Persia,
➖ padamnya api yang biasa disembah oleh kaum Majusi,
➖ Dan robohnya gereja-gereja di sekitar danau Sawah setelah airnya menyusut,
Ketika beliau, Shalallahu ‘alaihi wasallam  dilahirkan,
➖ Ayahnya yang bernama Abdullah telah meninggal dunia.
➖ Ibunya yang bernama Aminah lalu mengirim utusan kepada kakeknya, Abdul Muththalib untuk memberitahukan kepadanya berita gembira kelahiran sang cucu.

X : Tuan… Tuan… Tuan Abdul Muththalib ada kabar gembira.
Y : Kabar gembira? Kabar gembira apa?
X : Tuan, cucu anda telah lahir.
Y : Benarkah? Laki-laki atau perempuan?
X : Laki-laki, tuan. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar kalau begitu aku ingin segera melihatnya.
Y : Mari, Tuan.

Nah begitulah kira-kira secuplik fragmen dalam kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang saya ambil dari salah satu film animasi anak muslim yang berjudul Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Film ini merupakan film animasi untuk anak-anak yang menyuguhkan kisah nyata dan merupakan media belajar shirah Nabawiyah.

Apa itu Sirah Nabawiyah?
Sirah itu artinya perjalanan hidup. Dan An-Nabawiyah berasal dari kata “Naba” yang artinya berita. Maka kata An-Nabawiyah artinya berita tentang Rasulullah SAW, hanya khusus Rasulullah SAW bukan nabi-nabi yang lain. Jadi, sirah nabawiyah adalah perjalanan hidup Rasulullah SAW.

Film ini dikemas ringan dan bahasa yang mudah dipahami anak-anak. Karena berdurasi selama dua puluh menit maka film ini sebaiknya dipertontonkan untuk anak berusia tiga tahun ke atas.

Baca juga : Kenapa Kok Tahun Kelahiran Nabi disebut tahun gajah?

Film animasi anak islami besutan NCR Production ini, merupakan produk unggulan dari perusahaan animasi lokal, yang khusus bergerak dalam bidang industri animasi berbasis edukasi dan hiburan (edutainment). NCR Production sendiri merupakan brand utama dari PT. Nada Cipta Raya yang sebelumnya telah sukses memproduksi serial Dodo dan Syamil dalam paket Seri Ensiklopedia Anak Muslim.

Menyampaikan kisah melalui media film ternyata memberikan pengaruh yang besar terhadap jiwa manusia. Yaitu efek seseorang yang merasa terlibat dengan tokoh yang ada dalam film, seolah-olah ia ikut merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh-tokoh dalam film yang ditampilkan tersebut.

Ditengah banyaknya film-film yang hanya mengutamakan unsur hiburan semata, baik film dewasa maupun anak-anak, jelas sekali kehadiran film bernuansa pendidikan dan dakwah seperti seri Sejarah Kelahiran Nabi ini sangatlah dibutuhkan sebagai terobosan baru membentuk karakter anak muslim yang cinta kepada Rabb dan Rasul-Nya dan tidak terbuai oleh dongeng-dongeng yang melenakan.

Dari sekian banyak film kartun animasi yang tayang di Indonesia, hampir tidak ada film anak yang menghadirkan edukasi dan pengetahuan tentang agama. Miskinnya film-film kartun animasi bertemakan pendidikan Islam membuat kita para orang tua muslim menjadi bingung. Ingin melarang anak-anak menonton film, tapi tidak memiliki alternatif pengganti yang positif.

Film Animasi Anak Islami ini merupakan seri film animasi yang didalamnya merupakan kisah nyata dan mengandung banyak pengetahuan agama Islam. Sejarah islam yang terkesan rumit dan membosankan dibawakan menjadi kisah yang sederhana. Kemudian dikemas dengan adegan dan alur cerita yang dapat membuat anak-anak betah duduk lama demi menjawab rasa penasaran akan ending ceritanya. Hal lain yang lebih utama adalah membantu anak-anak untuk dapat memahami Islam dengan lebih mudah dan indah.

Tidak mengherankan jika film animasi anak islami ini sangat digemari oleh anak-anak. Bagi para orang tua tentu akan sangat terbantu dengan adanya film animasi yang sangat mendidik ini.

Tidak sedikit yang kemudian menjadikan tokoh-tokoh dalam serial ini sebagai “idola”, untuk menjadi contoh baik yang harus ditiru dan contoh buruk tingkah laku keseharian anak-anak yang tidak boleh dilakukan/ditiru.

Sejak ditayangkan pertama kali di pertengahan tahun 2013, serial film animasi besutan NCR ini masih bertahan hingga saat ini. Bahkan saat ini ada beberapa seri yang sudah dibagikan di chanel Youtube. Mudah-mudahan akan terus dipertahankan dari tahun ke tahun dan dikembangkan terus dengan materi-materi atau pun serial-serial baru yang lebih variatif dan menarik. Jadi jangan ragu untuk menyajikan tontonan bermutu ini kepada anak-anak kita. Apa film favorit teman-teman?

Ibu Berkisah : SIRAH SAHABAT RASUL AL-QA’QA’ BIN AMR ATAMIMI

Sebelum berkisah, ayah dan bunda harus memahami terlebih dahulu tentang cerita apa yang hendak disampaikannya, tentu saja disesuaikan dengan karakteristik anak-anak usia dini. Agar dapat bercerita dengan tepat, maka orang tua harus mempertimbangkan materi ceritanya.

Berdasarkan salah satu artikel di kuttab Al Fatih, usia awal sampai dengan 9 tahun, anak-anak sebaiknya dikisahkan materi tentang mencintai binatang. Bisa dimulai dr kisah nabi Yunus dan ikan paus), (kisah nabi Musa dan Ular) dan (kisah nabi Sulaiman dan burung hud-hud). 

Di usia awal sampai dengan 9 tahun, ayah bunda juga bisa berkisah Khusbah dan debitor), (kisah tiga orang yang telah menutup diri pada batu dengan merobohkannya), serta (kisah orang buta, kusta, dan orang botak).

Mulai usia 9 tahun, anak mulai diberikan materi kisah-kisah tentang etika komunikasi/adab. Bisa mulai dr Kisah Nabi Ibrahim bersama Ayahnya), (kisah nabi Yusuf dan seorang wanita), serta (kisah Zulkarnain). 

Diatas usia 9 tahun, kisah-kisah sunnah Nabi, pertama (kisah Abi Hurairah dan Syaitan), kedua (kisah bejana emas) dan ketiga (kisah orang yang membunuh 99 orang). 

Bagaimana Memulai Berkisah? Adakah teknik khusus dalam Berkisah?

Point penting yang harus diperhatikan ketika akan memulai berkisah adalah jangan paksakan ananda untuk mendengarkan cerita jika ia sedang asyik bermain. Ibu dan ayah tidak boleh memaksa, namun boleh untuk membujuk.
Tunggu sampai ananda mencari kegiatan yang baru, maka ibu dan ayah dapat menawarkan kepadanya untuk bercerita.

Batita (bawah tiga tahun) dan balita (bawah lima tahun) senang mendengarkan cerita sambil di pangku dan di dekap dalam pelukan. Lakukanlah hal ini, karena anak biasanya masih bingung dan takut dengan setiap kegiatan baru.

Mendengarkan kisah sambil menikmati sentuhan kasih ibu atau ayah adalah sebuah kombinasi yang sangat sempurna. Selain itu, dengan dipangku anak akan lebih tenang dan mudah berkonsentrasi. Kalau saya dan Faris lebih suka memulai kisah dengan diskusi dan tanya jawab atau cerita berima.

baca juga : Kisah Laba-laba dan Hijrah Rasulullah SAW

Untuk beberapa batita dan balita harus dibantu untuk mulai berkonsentrasi. Caranya? Mulailah bernyanyi lagu-lagu favoritnya. Umumnya anak akan ikut bernyanyi. Nah, kalau anak sudah santai dan ikut bernyanyi, maka cerita dapat segera dimulai. Lembutkan suara ibu dan ayah, supaya ananda terpikat mendengarkan alur cerita. Saya senang menunjukkan gambar yang menarik melalui buku bergambar, atau menggunakan diorama. Untuk anak perempuan biasanya lebih tertarik jika menyimak kisah melalui media boneka untuk membantu si ananda agar dapat membayangkan ceritanya.

Kalau ananda sudah mulai “rewel” atau tidak tertarik dengan cerita, ibu dan ayah boleh bernyanyi kembali, supaya si kecil tidak jenuh. Selama bernyanyi ibu dan ayah boleh bertepuk tangan atau melakukan gerakan-gerakan yang menarik minat si kecil. Setelah itu baru melanjutkan cerita.

Bagi anak yang belum pernah mendengarkan cerita, kadang memang sulit untuk tenang mendengarkan cerita. Ibu dan ayah harus sabar dan tidak boleh putus asa melewati proses ini. Karena setelah kesulitan pasti ada kemudahan, biasanya yang sulit itu di awal jika kita konsisten insyaAllah akan semakin mudah. Begitu si kecil menemukan kenikmatan mendengarkan cerita, ibu dan ayah akan bercerita tanpa gangguan yang berarti.

Oiya ada satu hal penting lagi, sebaiknya matikan televisi, DVD atau VCD jika sedang berkisah supaya si kecil bisa konsentrasi pada ceritanya. Sebab, tayangan di televisi, DVD, atau VCD tetap menarik bagi batita dan balita.

Tayangan tersebut memiliki suara, musik, warna dan gerakan-gerakan yang sangat menarik minat batita dan balita.

SIRAH SAHABAT RASUL AL-QA’QA’ BIN AMR AT-TAMIMI

Faris : “Ma,boleh nggak Faris belajar berkuda?”
Mama : “Bolehlah, sayang. Berkuda kan Sunnah Nabi, dan selain itu Allah menyebutkan ‘kuda perang’ dalam ayat pertama QS. Al-‘Adiyaat”
Faris :” Oh, ada ceritanya juga ya. Faris mau dengar kisah tentang Ksatria berkuda ”
Mama: “Oke.”

Semoga kisah ini bisa memotivasi agar engkau menjadi ksatria pembela Islam yang gigih dan dicintai Allah😇

Faris, kali ini Mama akan bercerita tentang Al-Qa’qa’ bin Amr At-Tamimi

Siapakah Beliau?

Beliau adalah salah seorang sahabat Rasulullah dari Bani Tamim. Ia sangat pemberani dan senantiasa mempersembahkan hidupnya untuk jihad di Jalan Allah. Selain itu, Ia dikenal mencintai kebaikan,jujur,cerdik,suka memuliakan tamu dan hidup bersahaja.

Suatu ketika Rasulullah bertanya padanya “Apa yang engkau persiapkan untuk berjihad?”

Lalu ia menjawab dengan mantap ” Ta’at kepada Allah dan RasulNya serta seekor kuda”.

Al-Qa’qa’ senantiasa berpegang teguh pada Islam meskipun Rasulullah telah wafat. Oleh karena itu Abu Bakar menunjuknya menjadi pemimpin satu peleton pasukan muslimin untuk memerangi murtadin.

Dalam sebuah perang Qadisiyah dengan berani ia menyerang Bahman Jadzuyah,panglima pasukan Persia hingga tersungkur tak berdaya. Ia juga memiliki siasat yang luar biasa dalam menaklukkan pasukan gajah-gajah Persia,hingga takut terhadap kuda-kuda kaum muslimin. Dengan berani, Al-Qa’qa’ mengejar kearah jantung barisan musuh hingga pasukan Persia terpecah belah dan melarikan diri.

Rustum, pemimpin pasukan besar pun tewas oleh pasukan muslimin. Dan akhirnya Persia pun takluk. Puncaknya, Al-Qa’qa’ memimpin pasukan mujarradah yakni pasukan berkuda dalam menaklukkan kota Nahawand. Dan sejarah mencatat perang tersebut sebagai Fathul futuh( penaklukan segala penaklukan),dimana setelahnya Persia tidak mampu untuk berdiri lagi.

Al-Qa’qa’ senantiasa siap menjual dirinya kepada Allah SWT dan mempersembahkan jiwanya untuk membela agamaNya.

Faris: “Faris mau, Ma. Faris mau jadi pejuang Islam, Ma.”

Mama:” MasyaaAllah, Semoga Allah menjaga dan senantiasa mencurahkan pertolongan Nya buat engkau, sayang. ”

📚 Disarikan dari buku 10 Pendekar Rasulullah saw; Ksatria Islam yang Gagah Berani, Penulis Asyraf Muhammad Al-Wahsy.[dari Hijrah Islamic Parenting]

〰🐴✨🐴✨🐴✨🐴✨🐴✨〰

Semoga siroh sahabat Rasulullah menjadi penyemangat Ananda meraih cinta-Nya💚