Belajar Sains : Eksperimen Kayu Yang Menakjubkan

Assalammu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Hari ini, Faris dan Irbadh bermain sambil belajar sains. Faris tertarik bermain menggunakan tisuk gigi, jadilah Mama membuat invitation to play percobaan sains yang sangat sederhana sekali.
Percobaan ini merupakan percobaan klasik dari bahan yang mudah sekali didapatkan dari bahan-bahan yang ada disekitar rumah kita. Kita hanya membutuhkan beberapa tusuk gigi dan pipet. Ketika Mas Faris sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk bereksperimen, adiknya sibuk bermain sensori dengan media pasir dan air.

Bahan – Bahan

1⃣ Tusuk Gigi 5pcs
2⃣ Air
3⃣ Pipet karet

Cara Kerja

1. Belah lima tusuk gigi sehingga kedua bagian tetap bergabung bersama-sama oleh engsel kecil. Tusuk gigi dari bambu yang tidak begitu bagus pun bisa digunakan untuk trik ini. 

2. Susun tusuk gigi dalam bentuk lingkaran pada permukaan yang halus seperti piring plastik. Untuk hasil terbaik, permukaan harus relatif hidrofobik (tidak dapat larut dalam air tetapi larut dalam minyak). Piring plastik merupakan tempat yang cukup baik.

3. Masukan pipet ke dalam segelas penuh air.

4. Teteskan air di bagian tengah susunan tusuk gigi tersebut. Hati-hati saat meneteskan setetes air yang cukup besar untuk membasahi setiap tusuk gigi di mana bagian yang ‘berengsel’ bersama-sama terkena tetesan air tersebut.

6. Dan lihatlah tusuk gigi secara perlahan dan secara ajaib mengatur ulang dirinya menjadi bintang segi lima yang cantik.

CATATAN SAINS ⁉️

Kayu adalah benda yang menakjubkan. Dari kayu pohon bisa keluar karbon dioksida, gas tak terlihat, dan air jernih. 

Semua kayu adalah sekitar 50 per karbon persen berat kering, 44 persen oksigen dan hanya 6 persen hidrogen. Yang menambahkan sampai dengan 100 persen. Ada jumlah kecil dari hal-hal yang kita tinggalkan saat membakar kayu abu anorganik, 

Massa yang hilang berubah kembali menjadi karbon dioksida dan air.  Setiap papan kayu yang pernah berjalan di atas atau terbentur paku ke dulunya gas karbon dioksida dan air cair.

☑️Ketika kayu kering menjadi basah lagi, maka kayu akan membengkak sedikit. Itu sebabnya pintu kayu cenderung macet ketika hujan tapi membuka dan menutup dengan sempurna lagi setelah beberapa hari cuaca kering.

Jadi sebelum kita membuat benda atau bangunan apapun dengan kayu, maka kayu perlu benar-benar kering.

Ketika ketika memberikan setetes air ke tusuk gigi yang kita rusak, kayu menjadi basah dan membengkak menyebabkan ‘engsel’ menjadi lurus kembali lagi. Kita dapat mengamati ini pada hanya satu tusuk gigi, lipat menjadi bentuk V yang sangat sempit dan kemudian basahi bagian yang retak tersebut.

MANFAAT BELAJAR SAINS

1) Eksplorasi dan investigasi, yaitu kegiatan untuk mengamati dan menyelidiki objek serta fenomena alam. Mengembangkan fitrah belajar bernalar.

2) Mengembangkan ketrampilan proses sains dasar, seperti melakukan pengamatan, mengukur, mengkomunikasikan hasil pengamatan, dan sebagainya.

3) Mengembangkan rasa ingin tahu, rasa senang dan mau melakukan kegiatan inkuiri atau penemuan.

4) Memahami pengetahuan tentang berbagai benda baik ciri, struktur maupun fungsinya.

Teman-teman belajar apa hari ini?

#day23
#6Maret18
#batam
#3y7m
#1y7m
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Simple Banana Cookies, Snack Favorit 2AL

Membuat cemilan sehat untuk anak itu bikin emaknya muter otak ya. Apalagi balita dengan banyak pantangan makanan. 😂

Contohnya anak saya, si Faris yang punya alergi sehingga gampang sekali batuk kalau terkena pencetusnya. Maka dari itu, amannya sebisa mungkin kami menghindari beli jajan di luar. Tahu sendiri yang namanya jajanan anak-anak pasti manis dan nggak jauh-jauh dari gula atau terigu. Nah loh, cemilan apa coba yang bebas dari kedua bahan itu? hihi.

Kalaupun ingin membeli jajan pabrikan, tidak semua produk camilan siap saji yang dijual di supermarket baik bagi anak-anak. Karena kita tidak tahu pasti berapa nilai gizinya dan bahan-bahan apa saja yang terkandung di dalamnya, termasuk bahan kimia seperti pengawet dan pemanis tambahan yang tentu tidak baik bagi tumbuh kembang anak-anak. Daripada khawatir, saya lebih suka menyediakan camilan sendiri di rumah. Kami juga tak perlu takut akan masalah kandungan gizi dan kebersihannya karena kami sendirilah yang mengolahnya. Saya punya resep cookies dengan bahan dan cara pembuatan yang sederhana.

Kalau memang diniatkan, sepertinya nggak ada resep camilan anak yang terlalu riweuh. Ada banyak resep camilan sehat yang bisa Mama coba. Berikut ini resep cookies kesukaan anak-anak,

Cookies Pisang Coklat

Bahan-bahan :

*⃣100 gram margarin
*⃣60 gram gula tepung
*⃣1/4 sendok teh garam
*⃣1 kuning telur
*⃣50 gram pisang ambon, dihaluskan
*⃣150 gram tepung ladang lima
*⃣100 gram cokelat masak putih, dicincang kasar

Bahan Taburan: 100 gram cokelat keping/chocochip ukuran kecil

Cara membuat:

*⃣Kocok margarin, gula tepung, dan garam 2 menit. Tambahkan kuning telur. Kocok rata.
*⃣Masukkan pisang. Kocok rata.Tambahkan tepung ladang lima sambil diayak dan diaduk rata.
*⃣Masukkan cokelat masak putih. Aduk rata.
*⃣Sendokkan adonan ke atas loyang yang sudah dioles tipis margarin.
*⃣ Taburkan cokelat keping.
*⃣Oven dengan api bawah suhu 150 derajat Celcius 25 menit hingga matang.

.

Gimana, Mak? Pastinya anak-anak akan lebih suka resep camilan sehat yang disiapkan sendiri oleh mamanya kan?

Silahkan dicoba ya, Mak!

#HijrahParenting
#30CeritaHijrah
#CeritaHijrah05
#CeritaHijrah_Camilan

Keseharian Homeeducation 2AL

Alhamdulillah, akhirnya bisa menulis lagi berkaitan dengan keseharian homeeducation di rumah kami. Dan kali ini saya mau share soal jadwal keseharian anak-anak di rumah dalam menjalani homeeducation.

Usia Faris dan Irbadh saat ini kan masih masuk usia dini ya. Karena usia dini, maka jadwalnya secara umum pun menyesuaikan usianya. Cenderung masih sangat fleksibel. Tapi, berhubung saya pribadi orangnya juga cenderung punya keteraturan dan menyukai sesuatu yang teratur dan terjadwal, maka memang di rumah saya menyediakan jam-jam tertentu khusus untuk belajar dan bermain bersama anak-anak. Meski tentu saja tetap fleksibel dan saya sesuaikan dengan mood anak.
Disini saya mencoba menyusun jadwal harian (termasuk durasi per kegiatan) jadwal harian (termasuk durasi per kegiatan) jadwal harian (termasuk durasi per kegiatan) jadwal harian (termasuk durasi per kegiatan) jadwal harian (termasuk durasi per kegiatan), sebagai berikut :

Pagi hari

Faris dan Irbadh biasanya terbangun antara jam 5 sampai jam 5.30 pagi. Jadi sebelum ia bangun, saya kerjakan dulu pekerjaan rumah saya. Biasa ya, pekerjaan ibu rumah tangga. Walaupun anak baru dua, tapi tetap banyak lho. Bila ia rupanya terbangun lebih pagi, biasanya Papanya yang akan mengasuh sebentar. Seperti mengajaknya bermain, bersepeda, atau sekedar melihat burung dan kucing di halaman rumah. Halaman kami kebetulan cukup luas, dan anak-anak sangat suka bermain pasir.

Usai pekerjaan tuntas, biasanya kalau tidak pakai acara “bongkar rumah”, akan selesai sebelum jam 8 pagi. Dan 2Al sudah mandi, maka kami berempat pun sarapan sambil membaca buku. Ritual sarapan sambil baca buku ini memang sudah menjadi kebiasaan kami. Mungkin ada sebagian yang kurang sependapat ya. Tapi, bagi kami, membaca itu bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Apalagi bila anaknya minta membaca, haruskah kami tolak? Ah, rasanya tak adil. Jadi, sambil sarapan, Faris pasti menurunkan beberapa buku favoritnya untuk dibaca. Seringkali itu jadi senjata pamungkas kami untuk membujuknya makan sampai habis, lho.

Aktivitas belajar selanjutnya usai sarapan biasanya sekitar jam 9 pagi, setelah kelas e-learning. Maka inilah jam saya dan anak-anak. Jika tidak ada jadwal klub, kami belajar bertiga saja. Saya sediakan beberapa worksheet, buku, flashcard, bahan kegiatan seni, atau bahan materi sains untuk percobaan mengikuti apa yang ingin dibahas anak-anak hari ini. Pengerjaannya, sesuai dengan mood anak-anak. Saya biarkan mereka memilih mana yang ingin dikerjakan terlebih dahulu, biasanya tergantung bahasan apa yang mereka ingin temukan jawabannya.

Rutinitas ini biasanya sampai jam 11 siang. Terkadang jika anak-anak bosan, Mereka akan minta diambilkan mainan yang jarang mereka mainkan karena biasanya saya memberikan batasan waktu untuk beberapa jenis mainan tertentu, misalnya main playdough atau bermain lego dengan banyak part kecil-kecil.

Siang – sore hari

Siang hari adalah waktu wajib tidur siang. Usai shalat zhuhur dan makan siang, saya biasakan anak-anak untuk selalu tidur siang. Sebelum tidur, biasanya mereka meminta untuk mandi lagi dan lanjut dibacakan buku hingga ketiduran.

 

Setelah bangun tidur dan mandi sore, saya ajak Faris dan Irbadh berjalan-jalan ke taman yang ada di dalam komplek perumahan. Atau terkadang kami juga hanya bermain di halaman saja sambil menunggu Papanya pulang kantor.

Malam hari

Usai shalat maghrib kami memiliki ritual khusus, yakni mengaji dan menghafal Al-Qur’an. Semenjak mengikuti kelas e-learning Yayasan Generasi Juara, Faris dan Mama mempunyai jadwal bersama sambil mengulang hafalan sebelumnya. Untuk penambahan ayat atau surat baru, saya membiasakan Faris menyimak saya dan saya membacakan potongan-potongan ayat yang harus ia ikuti dan ia ulangi sampai cukup hafal.

Setelah isya biasanya menjadi jam bebas. Saya bebaskan Alifa bermain atau membaca buku atau berdiskusi banyak hal bersama kami. Biasanya saya mencatat pertanyaan yang Faris tanyakan setiap hari sesaat setelah kami selesai berdiskusi.

*          *          *

Nah, kira-kira itulah garis besar kegiatan kami di rumah. Jadwal keseharian kami sesungguhnya tak melulu harus begitu. Jika saatnya liburan, tentu saja jadwalnya berubah dan menyesuaikan acara kami. Apalagi namanya homeeducation ya. Kami bisa belajar dimanapun kami mau.

Jadi setiap keluarga itu unik dan menjalani segala prosesnya. Apalagi jika anak-anak sudah besar, sebaiknya kita melibatkan mereka dalam menyusun jadwal harian. Yang terpenting, menjalani homeeducation itu harus enjoy.

Jadwal Kegiatan Harian 2Al

05.00-5.30 : (30menit) Bangun pagi, ikut ibadah pagi
05.30-06.00 : (60 menit) Jalan-jalan pagi, bermain pasir atau pengamatan tumbuhan dan hewan ( mendekat ke alam) 
06.30-07.00 : (30 menit) Sarapan
07.00-07.30 : (30 menit) Permainan sensori dan messy play
07.30-07.45 : (15 menit) mandi pagi, ganti baju
07.45-08.00 : (15menit) Ikut Sholat duha & baca surat-surat pendek bersama 
08.00-08.30 : (60 menit) Camilan 
09.00-12.00 : (2jam) Main bebas, dilibatkan dengan kegiatan Mama.
12. 00-13.00 : (60 menit) Makan siang
13.00-13.15: (15menit) Ibadah Dhuhur
13.30-13.30 : (2,5 jam) Istirahat siang
13.30-16.00 : (2,5jam) Main, baca buku, menggambar, dll
16.00-16.30 : (30 menit) Ibadah Ashar
16.30-17.00 : (30 menit) Main bebas, terlibat aktivitas domestik
17.00-17.30 : (30 menit) Makan sore
16.30-17.00 : (30 menit) Mandi sore
17.00-17.30 : (30 menit) Baca buku
17.30-18.30 : (60 menit) Ibadah maghrib, baca surat pendek
19.00-19.30 : (30 menit) Ibadah Isya’
19.30-20.00 : (30 menit) Baca buku, main bebas
20.00-04.30 : (8jam30 menit) Istirahat malam

Berkunjung ke Habibie Festival Technology and Innovation for People (Lihat, Sentuh, dan Rasakan Teknologi Terbaru untuk Masa Depan yang Lebih Baik)

Ketika ditanya bu Yani, guru kelasnya di kelas taman bermain muslim, “Faris kalau sudah besar cita-citanya mau jadi apa sih?” Ia langsung menjawab dengan semangat berapi-api, “Faris mau jadi pilot.”

Beberapa hari belakangan Faris, sedang penasaran sekali dengan roda dan sayap pesawat. Banyak hal yang ingin ia ketahui, seperti apa fungsi dari roda pesawat, apa pesawat bisa mendarat di air sampai bagaimana cara kerja pilot ketika mengemudikan pesawat.

Kebetulan sejak tanggal satu Maret kemarin, di Batam diadakan festival Habibie. Festival yang diadakan selama tiga hari ini merupakan bentuk apresiasi Bapak B.J Habibie terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Saya percaya anak-anak bisa mengumpulkan lebih banyak informasi ketika ia belajar dengan menggunakan seluruh indranya. Salah satu caranya dengan mengunjungi Festival Habibie, maka dari itu saya dan suami mengajak anak-anak berkunjung kesana

Habibie Festival mengangkat tema Technology and Innovation for People (Lihat, Sentuh, dan Rasakan Teknologi Terbaru untuk Masa Depan yang Lebih Baik). Ada banyak perusahaan, start up dan komunitas yang meramaikan festival dengan beragam aktivitas di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Seluruh acara harian di Bekraf Habibie Festival 2018 akan dikemas dengan edutainment dalam tema-tema antara lain connectivity, mobile life, innovation nation, women in tech, makers land, dan Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematic (STEAM).

Rangkaian acara yang berlangsung antara lain :

1. Coding for Kids Demo
2. StartUp Indonesia yang Mendunia
3. DIY Wood Workshop
4. Maker Exhibition
5. Bekraf Food Startup
6. Bekraf Startups and Partners Booths
7. Maker in Education
8. Key Opinion Leader Campaign Pesawat R80
9. Thinking, Create, Solve Workshop
10. Workshop Wooden Crates, Honeycomb Shelves, & Rustic Cutting Board (DIY Wood Workshop)

komunitas pecinta gundam bandai

Melihat Replika Pesawat R-80 dari Dekat

Saya dan suami, menemani anak-anak belajar tentang transportasi. Di sana, mereka gembira bisa berlarian sambil menyentuh pesawat. Anak-anak berharap bisa menaiki pesawat yang dipajang, tetapi saya menjelaskan kalau ini hanya display saja dan kita harus berhati-hati. Sempat terjadi sedikit insiden, Faris hampir saja menjatuhkan replika pesawat R80 ketika Mama sedang mengambil foto. Alhamdulillah masih sempat tertangkap tangan Mama hiks.

Pesawat R80 buatan PT Regio Aviasi Industri (RAI) juga dipamerkan dalam Bekraf Habibie Festival di Radisson Golf & Convention Centre.

Produsen pesawat R80 adalah PT Regio Aviasi Industri (RAI), sebuah perusahaan yang didirikan mantan Presiden BJ Habibie bersama putranya, Ilham Habibie. RAI bertindak sebagai produsennya dari tahap desain, produksi, sertifikasi sampai assembly.

Pesawat ini resmi masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) seiring sudah diterbitannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang Proyek Strategis Nasional. Lampiran Perpres tersebut mencantumkan 248 proyek yang masuk program Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, dan salah satunya pesawat R80.
R80 program pesawat terbang industri buatan Indonesia.

Pesawat R80 mampu mengangkut 80-90 penumpang. Pesawat ini juga memiliki desain kokpit yang modern dan menjamin kenyamanan penumpang selama mengudara.

Pesawat ini memiliki dimensi panjang 32,3 meter dengan lebar sayap 30,5 meter dan tinggi 8,5 meter. 

Pesawat R80 mampu melesat hingga 330 knots atau sekitar 611 km per jam. Sedangkan kecepatan ekonomisnya mencapai 290 knots atau sekitar 537 km per jam. Dalam sekali terbang, pesawat ini mampu menjangkau 1.480 km. 

Pesawat R80 dibuat dengan tujuan untuk mempermudah konektivitas dari satu tempat ke tempat lain di negara yang memiliki banyak gugusan pulau dan kepulauan. Pesawat ini juga dilengkapi dengan teknologi fly by wire, yaitu sebuah sistem kendali yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah. Jadi teknologi pengendalian semua kontrol menggunakan komputer.

Sedikitnya sudah ada beberapa maskapai penerbangan yang tertarik dan memesan pesawat ini.

 

Pameran Start Up dan UKM Anak Negeri

Selain didukung BEKRAF, sejumlah perusahaan nasional terkemuka ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Habibie Festival, di antaranya PT Telkomsel, Bank Mandiri, PGN com, Pollux Properties, Montigo Resorts, Bank Indonesia, Indonesia Economic Forum dan banyak lainnya. Festival tahun ini mampu menyedot atensi masyarakat berbagai kalangan untuk datang dan menjadi saksi atas beragam pencapaian IPTEK dan inovasi khususnya di kota Batam.

workshop brotherwood

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)
adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf.

Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

Finger Fast, 3D Printing
minuman probiotik dan honemade kombucha soap

Belajar Sejarah Pemerintahan Kota Batam

Hubungan antara Bapak BJ Habibie dan Batam dimulai saat beliau ditunjuk untuk memimpin pembangunan kota Batam oleh Presiden Suharto, dan ditugasi untuk mengembangkan kota pulau ini yang berada di selatan Singapura ini.

Beliaulah yang menginisiasi pembangunan kota Batam menjadi kota industri. Dari tahun 1978 sampai dengan 1998, beliau memimpin Batam Industrial Development Authority (BIDA) yang lebih dikenal sebagai BPK FTZ Batam. Tahun 1998, BJ Habibie digantikan oleh adiknya, Fanny Habibie.

Pembangunan Jembatan Trans Barelang oleh Putra Putri Terbaik Bangsa Indonesia

Pembangunan jembatan ini diprakarsai oleh B.J Habibie yang merupakan Ketua Otorita Batam pada periode tahun 1978 sampai dengan 1998. Jembatan ini dibangun untuk memfasilitasi pulau-pulau tersebut untuk mendukung wilayah industri di Kepulauan Riau khususnya Pulau Batam dan sekitarnya.

Jembatan ini menjadi simbol Pulau Batam dan merupakan situs wisata yang populer. Ada pula yang menyebutnya Jembatan Habibie karena beliaulah yang mengawasi proyek pembangunannya.

Nama Jembatan Barelang yang diberikan oleh masyarakat setempat ternyata lebih popular ketimbang nama aslinya, yaitu Jembatan Fisabilillah. Nama “Barelang” oleh masyarakat diambil dari nama-nama pulau yang dihubungkan oleh jembatan tersebut; Batam, Rempang, dan Galang. Jembatan Barelang memiliki nama lain, Jembatan Habibie atau Jembatan satu.

sejarah singkat pembangunan jembatan barelang

#HijrahParenting
#30CeritaHijrah
#CeritaHijrah04

Terjebak dalam Aplikasi Milestone

Menjadi orang tua masa kini sangat dimudahkan dalam mengakses berbagai informasi dari berbagai media, lebih dimanjakan lagi dengan berbagai fitur pilihan aplikasi, tinggal pilih aplikasi mana yang dibutuhkan. Saya dan suami termasuk orang yang suka coba-coba aplikasi mulai dari kehamilan hingga milestone anak.

Dalam aplikasi milestone anak terdapat tahapan sejauh mana tumbuh kembang anak pada usianya, seperti kemampuan merangkak, berjalan, merespon kata-kata dan sebagainya.

Setiap anak saya ulang bulan menjadi patokan untuk mengukur kemampuannya, misal saat usia 6 bulan berdasarkan aplikasi anak-anak seharusnya sudahn. dapat duduk tanpa dibantu dan mulai merangkak tetapi pada kenyataannya dia belum bisa, terkadang hal tersebut yang mengganggu pikiran saya, karena penasaran terus tanya sama temen atau saudara, anaknya usia segitu sudah bisa duduk belum? Merangkak? Hal-hal seperti itu yang bisa membuat saya menjadi membanding-bandingkan anak, menjadi orang tua yang kompetitif dan akhirnya merasa bersalah pada diri sendiri karena kurang menstimulus anak. Pada akhirnya suami mengingatkan bahwa hal ini tidak baik untuk saya maupun anak. Harusnya informasi yang ada dijadikan pengetahuan positif dan disikapi dengan bijak. Apabila anak belum menunjukan perkembangan sebagaimana milestone di usianya harusnya disikapi dengan lebih memotivasi atau memfasilitasi atau membantu anak untuk mencapai hal tersebut bukan malah melakukan hal-hal yang memberi tekanan pada anak. 

Pada akhirnya saya yakin bahwa anak akan mencapai tumbuh kembangnya saat ia benar-benar siap, disaat anak-anak lainnya bisa mencapai milestonenya tepat waktu, namun ada anak yang membutuhkan waktu lebih lama. Kalaupun dirasa perlu lebih baik konsultasikan dengan ahlinya (misal dengan Klinik Tumbuh Kembang). Biarkan anak menikmati prosesnya tanpa tekanan, yang terpenting adalah anak selalu ceria bersama orang-orang yang menyayanginya.

#day20
#03Maret18
#Batam
#3y6
#1y6m
#SinergiAsadanRasa
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

4 Tips Memilih Co-Working Space Generasi Milineal

Bekerja kini bisa di mana saja, di rumah, di kantor atau kantor bersama. Kepadatan lalu-lintas, lokasi yang jauh dan mobilitas yang semakin tinggi di kota-kota besar seperti Batam membuat banyak orang kini bisa bekerja di mana saja.

Zaman sekarang banyak perusahaan yang tidak mewajibkan karyawan tertentu untuk datang ke kantor setiap hari, sehingga mereka membutuhkan tempat untuk bekerja selain di kantor sambil berkolaborasi berbagi ide dan berkomunitas .

Selain itu, saat ini mulai banyak orang yang bekerja atau mengadakan pertemuan di kafe atau mal. Banyak kalangan freelancer, pekerja industri kreatif (start up) dan IT atau UKM yang perlu tempat bekerja yang terjangkau biayanya dan penyewa tidak ingin modal terikat ke properti, biaya persiapan yang tinggi, serta biaya layanan dan fasilitas ruang kantor.

Solusi untuk tempat bekerja itu adalah kantor bersama atau co-working space istilah dalam bahasa Inggris atau kantor virtual. Kantor bersama atau co-working space memberikan fasilitas untuk berbagi peralatan, ide, dan pengetahuan.

Konsep kantor bersama kini juga mulai menjadi pilihan di Batam. Konsep itu digagas oleh Ruang Kreasi dengan membuat bisnis co-working space atau kantor bersama. Perusahaan berbasis digital ini menyediakan tempat bagi siapapun untuk menyewa, baik personal maupun perusahaan. Sewanya bisa bulanan, mingguan atau per hari, bahkan per jam. Pelajar pun mempunyai kesempatan untuk berkreasi disini dengan tarif yang murah khusus bagi mereka yang berstatus anak sekolah.

ruang seminar dan diskusi di ruang kreasi co, Batam

Kantor virtual ini juga menyediakan fasilitas-fasilitas lengkap sebagai berikut:

1. Ruang kerja, ruang seminar, ruang pertemuan.
2. Layanan resepsionis, fotokopi, printer, scanner.
3. Fasilitas resepsionis, lounge, dapur, kebersihan, mushala, dan keamanan.
4. Teknologi wifi internet, telepon.
5. Networking.
5. Pilihan ruang, tata letak & furnitur ergonomis.

Memanfaatkan sistem co-working space ini tentu saja jauh lebih praktis dan hemat. Selain itu, model kantor ini juga terkesan cozy atau nyaman sehingga membuat betah berada di kantor berlama-lama.

ruang kerja yang cozy di Titik Mulai Coworking Space

MEMILIH CO-WORKING SPACE

Lalu, bagaimana cara memilih Co-working Space yang cocok untuk startup anda? Setidaknya ada empat hal yang harus dipertimbangkan sebelum anda memilih coworking space untuk startup anda.

1. FASILITAS
Setiap coworking space bisa memiliki fasilitas yang beragam & berbeda-beda. Oleh karena itu sebelum memilih coworking space sebagai tempat kerja sebaiknya anda harus mengecek terlebih dahulu fasilitas apa saja yang terdapat di Coworking Space tersebut. Pastikan kalian sudah mengetahui fasilitas apa saja yang disediakan Coworking Space sebelum memilih co-working space.

2. LOKASI
Sebelum menentukan coworking space, pilihlah coworking space yang memiliki lokasi yang strategis& mudah dijangkau. Kenapa? Sebab jika lokasi yang tidak strategis & sulit dijangkau, bisa-bisa membuat anda menjadi tidak produktif.

3. SUASANA COWORKING SPACE
Pastikan coworking space yang ingin kalian pilih memiliki suasana yang nyaman & membuat anda beserta tim dapat bekerja dengan produktif.

4. HARGA
Harga atau biaya sewa sesungguhnya menjadi hal yang paling penting untuk memilih coworking space. Anda harus memastikan budget yang dikeluarkan untuk coworking space haruslah sesuai dengan fasilitas & benefit yang akan didapatkan.

Coworking Space di Batam

1⃣ Ruang Kreasi co
Website : www.ruangkreasi.co/
Alamat : Ruko Nusantara Golden B10, Batam Center, Kepulauan Riau.
Tlp/WA : 08117011226

2⃣ Titik Mulai
Website : titikmulai.com/
Alamat : Komplek Ruko Superblock Imperium Blok B-49, Taman Baloi, Batam Kota

#HijrahParenting
#30CeritaHijrah
#CeritaHijrah03

Evaluasi Komunikasi dalam Pengasuhan Anak

Komunikasi dalam pengasuhan anak ini penting sekali dibahas karena cara kita berkomunikasi baik dengan anak mapun dengan partner kita mengasuh anak (suami) merupakan kunci dalam menyampaikan pesan pada anak agar dapat menjadi value yang menjadi karakter anak di kemudian hari.

Menurut Ibu Elly Risman, ada beberapa poin kekeliruan yang sering dilakukan dalam berkomunikasi, di antaranya :

1. Bicara tergesa-gesa
2. Tidak kenal diri sendiri
3. Lupa bahwa setiap individu itu unik
4. Perbedaan “Needs & Wants !” atau “Kebutuhan & Kemauan” antar orang tua dan anak yang menimbulkan kesalahpahaman karena banyak hal yang tidak sempat & terabaikan
5. Tidak membaca bahasa tubuh
6. Tidak mendengar perasaan
7. Kurang mendengar aktif
8. Menggunakan “12 Gaya Populer”
9. Selalu menyampaikan “Pesan Kamu”
10. Tidak memisahkan masalah siapa
11. Bicara dengan prinsip ekonomi

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi pada anak-anak antara lain :

1. Turunkan frekuensi
2. Baca bahasa tubuh
3. Dengarkan perasaan
4. Mendengar aktif
5. Hindari “12 gaya popular”
6.Jangan bicara tergesa-gesa gaya “siapa kamu”
7. Belajar untuk kenali diri & kenali lawan bicara kita (anak, suami, dsb)
8. Ingat : setiap individi unik
9. Pahami bahwa kebutuhan dan kemauan itu berbeda
10. Tentukan masalah siapa : Anak perlu proses BMM (Berfikir-Memilih-Mengambil keputusan) agar menjadi pribadi mandiri dan bertanggungjawab.
11. Bekerjasama memecahkaan masalah
12. Sampaikan pesan saya.

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari materi komunikasi pengasuhan ini adalah perlu adanya kedekatan atau bonding terlebih dahulu antara suami dengan istri, ayah dengan anaknya, dan ibu dengan anaknya sehingga pesan yang ingin disampaikan pun akan sampai di hati anak-anak kita. Dan untuk para orang tua agar dapat memaafkan masa lalunya sehingga dapat menyampaikan komunikasi yang positif dalam pengasuhan.~disarikan dari materi parenting Ibu Elly Risman dan hasil diskusi bersama💠

#day19
#02Maret18
#Batam
#3y6
#1y6m
#SinergiAsadanRasa
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Drama Kunjungan ke Dokter Gigi Baru

Dokter gigi dimata anak-anak kebanyakan dianggap sebagai “monster” menakutkan karena anak-anak biasa mendengar kalau ke dokter gigi, mereka akan kehilangan giginya dan tentu saja meninggalkan rasa sakit. Padahal sejak anak tumbuh gigi kita bisa memulai untuk mengenalkan bab merawat kesehatan gigi dan mulut. Mulailah dari hal sederhana untuk mengajarkan alasan mengapa anak-anak harus rajin menggosok gigi.

Mulai Usia 2 Tahun

Sejak anak berusia dua tahun sebenarnya kita sudah bisa mengajaknya ke dokter gigi. Ingat ya Mom, tujuan utama kita adalah mengajaknya tour de tallent yakni mengenalkan profesi dokter gigi. Anak akan belajar tentang apa saja yang dilakukan oleh dokter gigi dan juga mengenal alat-alat yang dipakai. Kunjungan pertama atau disebut sebagai field trip ke dokter gigi bisa kita manfaatkan untuk konsultasi atau bertanya seputar bagaimana menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak. Kita bisa meminta dokter untuk mencontohkan cara menyikat gigi yang benar. Biasanya kunjungan saat usia anak 2 tahun, dokter hanya mengajaknya ngobrol dan melihat kondisi gigi saja. Jadi pengalaman yang menyenangkan tersebut akan membuat anak tidak lagi takut bila diajak ke dokter gigi. Beda kasusnya dengan Faris, ia berkunjung ke dokter sejak usianya masih satu tahun karena giginya mulai terkena carries. Jadi suka tidak suka kami harus segera membawanya ke dokter gigi. Tetapi hal ini membawa dampak positif, ia sekarang lebih friendly ketika diajak ke dokter gigi.

Baca juga : Kunjungan Pertama ke Dokter Gigi Anak di Batam

Drama ke Dokter Gigi Baru

Siang ini, Faris mengeluh “Ma, gigi Faris sakit banget nih kalau dipake ngunyah.”
Saya menaruh curiga kalau Faris hanya drama dan membuat skenario cerita. Betapa tidak, sungguh dia adalah aktor di rumah kami yang dapat memerankan satu karakter dan memainkan berbagai emosi dengan baik. Saya menjawab ringan, “Ya sudah nggak usah dihabiskan makannya, Fa. Coba gosok gigi dulu mana tau ada makanan yang nyangkut.”
Dengan semangat ia bergegas ke kamar mandi untuk segera menggosok gigi dan menyatakan giginya sedikit enakan.
Eits, drama baru dimulai pemirsa. Rupanya tak lama setelah itu episode cerita sakit gigi berlanjut dengan keluhan, “Ma, udah nggak tahan nih sakit gigi Faris. Faris mau ke dokter gigi.”
Makin keheranan pula emaknya, masa iya sih kalau Faris lagi sakit gigi. Tanya saya dalam hati, kalau emang Faris lagi sakit kok masih tahan nggak yang nangis-nangis gitu. Mainan sendiri anteng, di rumah juga masih bisa tidur nyenyak, nggak rewel hanya sekedar merajuk dengan sebentar-sebentar bilang, “Ma, sakit nih gigi Faris. ”
Akhirnya siang ini saya menghubungi dokter Rizki, dokter gigi yang baru berpraktek di ruko King Bussiness Center. Sebelumnya, Faris periksa riwayat gigi carries dengan dokter Alia, tetapi karena tempat prakteknya lumayan jauh dari rumah maka saya memutuskan untuk berkunjung ke dokter Rizki saja. Jadilah saya membuat jadwal untuk konsultasi malam, lepas shalat Magrib.

Sampai di sana kita sudah disapa ditanya-tanya oleh perawatnya. Setelah mendaftar Faris dipersilahkan untuk masuk ruang pemeriksaan dan ia langsung excited. Sempat berkenalan sebentar dengan dokter Rizki, Faris sangat bersemangat dan kooperatif saat diminta untuk duduk dan diperiksa giginya. Sambil diperiksa Faris bertanya kepada dokter Rizki, segala apa yang ia lihat. Mulai dari apa saja alat dokter itu, kemudian fungsinya untuk apa sampai dengan kenapa kok mejanya bisa dinaik turunkan terus kok senter besarnya harus diletakkan di atas kursi 😂

View this post on Instagram

Drama Kunjungan ke Dokter Gigi Baru Dokter gigi di mata anak-anak kebanyakan dianggap sebagai "monster" menakutkan karena anak-anak biasa mendengar kalau ke dokter gigi, mereka akan kehilangan giginya dan tentu saja meninggalkan rasa sakit. Padahal sejak anak tumbuh gigi kita bisa memulai untuk mengenalkan bab merawat kesehatan gigi dan mulut. Mulailah dari hal sederhana untuk mengajarkan alasan mengapa anak-anak harus rajin menggosok gigi ya Moms. Kunjungan rutin ke dokter gigi setahun dua kali juga membuat anak terbiasa mencium aroma di ruang konsultasi gigi, dekat dengan alat-alat dental yang dipakai dan tentu saja membantu anak untuk menjadi akrab dengan dokter dan perawat yang membantu. Sahabat, sudahkah merawat gigimu dengan benar? #HijrahParenting #30CeritaHijrah #CeritaHijrah02

A post shared by monique firsty (@monique_firsty) on

MasyaAllah, senangnya saya ketika melihat Faris sudah jadi anak hebat dan tidak perlu dibujuk rayu agar mau naik ke meja periksa bahkan dengan inisiatif sendiri tanpa didampingi Mama. Dan langsung akrab dengan dokter barunya.

Alhamdulillah kondisi carries di empat gigi depannya belum perlu untuk dicabut. Dr Rizki berkata, sebaiknya gigi sulung dipertahankan untuk menjaga ruang tumbuh gigi dewasanya nanti. Jadi apa penyebab Faris mengeluh sakit gigi? Dokter pun masih ragu, apakah carriesnya sampai mempengaruhi sistem syaraf di akar gigi sehingga menyebabkan ngilu dan perlu dilakukan perawatan intensif atau hanya perlu pembersihan saja dan dibantu penggunaan toothmouse.
Setelah berdiskusi akhirnya dokter Rizki memutuskan untuk melakukan tindakan brushing dan polishing. Polishing adalah salah satu metode untuk mencerahkan warna gigi kembali, dengan cara menghilangkan noda-noda yang menempel di permukaan gigi seperti noda kopi, teh, rokok, dan lain sebagainya.  
Dokter Rizki berpesan, jika nanti masih ada keluhan ngilu di gigi berarti akan dilakukan pemeriksaan lanjutan.

**

Kesalahan yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orangtua adalah membawa anak ke dokter gigi ketika anak mengeluh sakit gigi. Padahal menurut pengalaman seorang sahabat yang juga berprofesi sebagai dokter gigi, hal ini akan meninggalkan trauma pada anak. Mengunjungi dokter gigi saat kondisi gigi sakit tentu sangat tidak menyenangkan. Karena dokter akan melakukan pemeriksaan sekaligus tindakan terhadap kondisi gigi yang sedang sakit.

Berdasarkan pengalaman tersebut, jadi disarankan untuk membawa anak ke dokter gigi saat kondisi gigi anak tidak sakit. Dengan begitu, pemeriksaan akan lebih baik dan saat anak memang sakit gigi, anak tidak mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan saat diperiksa giginya.

Setahun Dua Kali

Sebaiknya kegiatan berkonsultasi ke dokter gigi setahun dua kali atau enam bulan sekali. Tujuan dari kunjungan rutin tersebut untuk mencegah dan mendeteksi secara dini bila ada kerusakan pada gigi dan perawatan gigi sebelum kondisi gigi anak semakin parah.

Sebaiknya saat kunjungan ke dokter gigi, tidak hanya anak tetapi orang tua juga harus ikut serta sebagai pasien. Melihat kamu nyaman saat periksa gigi akan membuat anak lebih berani. Kunjungan rutin ke dokter gigi setahun dua kali juga membuat anak terbiasa mencium aroma di ruang konsultasi gigi, dekat dengan alat-alat dental yang dipakai dan tentu saja membantu anak untuk menjadi akrab dengan dokter dan perawat yang membantu. Sahabat,sudahkah merawat gigimu dengan benar?

Praktek Dokter Gigi T Rizki Lanera, drg, M.M.R.S
Alamat : Komplek Ruko KBC blok A 3 No. 03, Batam Centre, Kepulauan Riau
Praktek :
Senin s.d Jumat 13.00 – 20.00
Sabtu 09.00 – 17.00
Minggu (dengan perjanjian)
Tlp/WA : 08121646224

#HijrahParenting
#30CeritaHijrah
#CeritaHijrah02

Mitos atau Fakta : Anak Homeschooling Cenderung Susah Bersosialisasi

Ini adalah pertanyaan yang sangat sering diajukan kepada para pelaku homeschooling dan tentunya menjadi bahan diskusi kami, para homeschoolers. Bahkan saya dan suami pun belum juga khatam membahas bab ini. Mungkin pertanyaan ini muncul karena adanya awalan ‘home’ itu ya. Banyak orang di luaran mungkin berpikir, anak-anak hs itu belajarnya ya di rumah sepanjang hari, jadi mereka nggak punya kesempatan bermain di luar.

Kunci sukses anak bersosialisasi sebenarnya kan tidak terletak di sekolah atau di mana aja, tetapi terletak pada bonding alias hubungan orang tua dengan anak. Sosialisasi kan bukan sebatas bertemu orang-orang lalu ngobrol atau belajar bersama mereka. Sosialisasi itu mencakup kemampuan beradaptasi, mengenali diri dan orang lain, menghargai, dan lainnya. Anak yang punya kemampuan sosialisasi yang baik adalah anak yang terbangun baik self esteem dan self co fidence-nya. Apa itu self esteem? Yaitu kemampuan seseorang menghargai dirinya. Orang yang punya self esteem yang baik efeknya akan punya kepercayaan diri yang bagus. Kalau anak sudah percaya diri, maka insyaAllah dia akan mudah bersosialisasi dengan orang lain. Betul apa betul?

Banyak juga anak yang bersekolah tetapi tidak punya kemampuan sosialisasi yang baik. Cenderung penyendiri, tidak bisa menyatu dengan teman-temannya, dan lainnya. Sementara, banyak anak homeschooling yang punya kemampuan sosialisasi sangat baik, bahkan berhasil membangun tim kerja yang solid saat berorganisasi.

Self esteem tumbuh baik berkat pengasuhan yang baik. Anak yang tumbuh dalam iklim respek, akan memiliki pandangan yang positif terhadap dirinya sendiri. Ia merasa dihargai keberadaannya sehingga dapat pula meningkatkan kepercayaan dirinya. Saya pernah melihat orang tua yang memaki anaknya dengan segala sebutan hewan, dan menampar wajah anaknya, karena si anak ketahuan menonton video porno. Kira-kira anak yang diperlakukan seperti itu akan punya konsep diri yang positif nggak, Mak?

Self esteem dan self confidence adalah pondasi kemampuan bersosialisasi, jika ini sudah terbangun dalam diri anak, maka selanjutnya orang tua tinggal memfasilitasi anak mengembangkan kemampuan sosialisasi ini dengan berbagai cara. Berikut ini usaha yang sedang kami jalankan dalam rangka membangun kemampuan sosialisasi anak-anak :

1. Bergabung ke dalam komunitas homeschooling dan rumah belajar. Kegiatan komunitas ini beragam, ya fieldtrip, belajar menggambar mewarna, crafting, kelas memasak, gardening dan lainnya. Kalau anak-anak punya kemampuan merajut, misalnya, mereka bisa bergabung di rumah belajar crafting. Bila ada komunitas homeschooling di sekitar tempat tinggal Mama, maka urusan sosialiasi ini akan cenderung lebih mudah. Setiap keluarga homeschoolers bisa berkumpul sekali atau dua kali seminggu.

2. Membawa anak travelling dan mengajarkannya bagaimana cara bicara pada orang lain. Kalau kami membawa anak-anak ke museum misalnya, kami akan memasukkan kegiatan wawancara sebagai salah satu kegiatan hs. Anak-anak akan mewawancarai fasilitator mengenai segala informasi yang ada di galeri. Selain itu, anak-anak kami biasakan untuk mengutarakan apa yang mereka pikirkan, menyampaikan dengan cara yang santun serta belajar mendengarkan ketika orang lain berbicara. Ini membuat mereka tidak canggung untuk berkomunikasi dengan orang lain, meskipun orang yang baru mereka temui.

3. Kami ingin memasukkan anak ke sekolah payung homeschooling. Mudah-mudahan Allah memudahkan impian kami nantinya, ketika tiba masa anak-anak bersekolah suami ditempatkan di kota yang sudah terdapat sekolah payung anak hs atau Sekolah Alam.

4. Bermain dengan anak-anak di lingkungan sekitar setiap hari, juga bagian dari upaya mengembangkan kemampuan sosialisasi.

Disclaimer : hasil diskusi mengenai kegundahan hati suami, setelah melihat kurikulum sekolah anak jaman now yang jauh dari konsep menumbuhkan minat belajar dan bernalar. Kegalauan seorang fasilitator homeeducation yang selalu ingin berjuang agar anak-anaknya terjaga fitrahnya

#day18
#28Feb18
#batam
#3y6m
#1y6m
#SinergiAsadanRasa
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Real Game, Yay or Nay?

View this post on Instagram

Ingatkah mayoritas permainan tradisional Indonesia sangat sehat dan mendidik seperti congklak (strategi, kejujuran, kesabaran, hitungan), “yeye” karet lompat atau karet putar (motorik, konsentrasi, prestasi, euritmik), Mobil-mobilan kulit jeruk (kreativitas, inovasi, non toxic, pemanfaatan limbah, wayang (filosofi, etika moral), main gundu (motorik, fokus, strategi) dan sebagainya. Di jaman yang modern seperti saat ini, pernah nggak sih Mak ngasih anak real game atau permainan nyata seperti mobil-mobilan, alat tukang atau tembak-tembakan? Akan beda loh rasanya kalau mereka dikasih gadget, bukan nggak mungkin anak bakal ketagihan atau bahkan tantrum ketika tidak dituruti kemauannya. Kalau Mama pilih mana? #HijrahParenting #30CeritaHijrah #CeritaHijrah01

A post shared by monique firsty (@monique_firsty) on

Hal yang paling penting dari dunia anak adalah bermain. Semua pembelajaran dan informasi bagi anak akan ia dapatkan melalui bermain. 

Oleh karena itu ketika anak-anak berusia balita hingga masa sekolah dasar ijinkanlah mereka untuk bermain, karena bermain adalah bagian dari fitrah alami seorang anak. Belajarlah sambil bermain, temukan pelajaran melalui permainan. Pilihkanlah permainan yang sehat bagi mereka.

Ingatkah mayoritas permainan tradisional Indonesia sangat sehat dan mendidik seperti congklak (strategi, kejujuran, kesabaran, hitungan), “yeye” karet lompat atau karet Putar (motorik, konsentrasi, prestasi, euritmik), mobil-mobilan kulit jeruk (kreativitas, inovasi, non toxic, pemanfaatan limbah, Wayang (filosofi, etika moral), main gundu (motorik, fokus, strategi) dan sebagainya.

Di jaman yang modern seperti saat ini, pernah nggak sih Mak ngasih anak real game atau permainan nyata seperti mobil-mobilan, alat tukang atau tembak-tembakan?

Nah, kalau diamati saat memainkannya anak nggak ketagihan dengan mainan itu kan?

Akan beda loh rasanya kalau mereka dikasih gadget, bukan nggak mungkin anak bakal ketagihan atau bahkan tantrum kalau tidak dituruti kemauannya.

Menurut sebuah artikel,semua yang menggunakan energi listrik akan ada denyutan stimulusnya. Nah, stimulus tersebut akan ditangkap oleh mata dan neuron, kemudian stimulasi dan sensasi tersebut dihafal otak sehingga ketika kita menangkap suatu yang statis sensasinya pun akan berbeda.

Sensasi itulah yang tidak ditemukan di mainan nyata seperti lego, tembak-tembakan, mobil-mobilan, atau lainnya sehingga mainan nyata tidak menimbulkan adiksi pada anak.

Bentukan lego klasik atau mainan gigo contruction merupakan suatu stimulan yang memiliki kreativitas tanpa batas. Semakin anak diberi ruang untuk menjadi kreatif maka dia akan lebih kreatif dan stimulasi klasik bisa merangsang anak dengan daya imajinasi yang luar biasa.

Baca juga : Bermain Konstruktif bersama Gigo Toys

Ketika ada daya inovasi yang baru dan pengalaman berkreasi maka akan menorehkan warna yang bagus untuk anak dan terus dibawa sepanjang hidupnya. Sebaiknya kita memilih suatu permainan yang berjangka panjang dan mengajarkan kepada anak self regulationnya.

Ketika memilih mainan, selain untuk stimulasi perkembangan anak, sebaiknya kita pilih juga mainan yang bisa mengajarkan anak untuk disiplin. Orang tua juga harus mengawasi dan memberi waktu untuk anak-anaknya mengeksplorasi mainan tersebut.

Permasalahannya bukan lagi di mahalnya mainan, tetapi bagaimana orang tua betul-betul menempatkan mainan anak bukan sekadar mainan tapi juga investasi untuk anak ke depan.

#HijrahParenting
#30CeritaHijrah
#CeritaHijrah01