7 TIPS MENGHADAPI ANAK YANG SUKA BERMAIN PINTU

Adakah yang anaknya sedang hobi membuka tutup pintu seperti anak bungsu saya, Irbadh?

Setiap hari Irbadh sedang suka-sukanya membuka tutup pintu, mulai dari pintu kamar hingga pintu lemari hingga terali pun berusaha ia buka tutup. Yang Mama khawatirkan bukan masalah pintunya yang menjadi rusak tetapi lebih kepada takut terjadi cidera kepada anak-anak.

Setelah berseluncur di laman Ayah Bunda, barulah Mama menyadari rupanya kebiasaan membuka tutup pintu ini efek dari berkembangnya kemampuan motorik dan koordinasi tubuh yang meningkat serta rasa ingin tahu yang besar,sehingga menyebabkan anak senang berekplorasi dan menjelajahi setiap sudut rumah. Salah satu benda yang kerap menarik perhatiannya adalah pintu.

Aktivitas membuka dan menutup pintu memberi sensasi tersendiri bagi Irbadh, anak bayi yang tidak terasa usianya hampir dua tahun. Semakin dicegah, anak akan semakin penasaran. Walaupun sebagai orang tua kita mungkin dilanda rasa khawatir takut tangan kecilnya terjepit, tapi jangan pernah kekang keinginan anak. Dengan stimulasi yang tepat anak pun bisa mendapatkan pengalaman baru tanpa harus membuat Mama Papanya khawatir (sebenarnya ini afirmasi positif atas kepanikan Mama dan sebagian dari do’a semoga terus bersabar menghadapi kejutan dari anak setiap harinya).

1️.Tidak melarang anak. 

Melarang anak sama dengan menahan hasratnya untuk bereksplorasi dalam rangka menuntaskan rasa ingin tahunya. Beri anak kesempatan untuk melakukan apa yang ingin dia lakukan. Lagipula kegiatan menggenggam gagang pintu, menarik serta mendorong otomatis membuat kemampuan motorik kasarnya terlatih. Selain itu kemampuannya untuk melakukan kordinasi antara mata, tangan dan kaki juga dirangsang. Dan saat si kecil berhasil membuka dan menutup pintu sendiri, pasti  harga dirinya meningkat.

2.Tidak berteriak.

Bila tiba-tiba Mama mendapati anak-anak sedang asyik bermain pintu tahan agar tidak berteriak. Sebab teriakan  bisa membuat mereka kaget, panik, merasa bersalah dan takut. Kaget dan panik dapat membuat anak kehilangan kendali, sehingga dia bisa terantuk atau terjepit pintu. Rasa bersalah dan takut justru hanya membuat mereka enggan bereksplorasi.

3.Usahakan untuk mendampinginya.

Cari jarak aman untuk mengawasinya. Aman di sini artinya kita tidak berada terlalu dekat dengan mereka sehingga anak-anak bisa berusaha sendiri, tetapi juga tidak terlalu jauh agar kita dapat segera membantu jika mereka terlihat mau terjepit atau terbentur. Memberi mereka kesempatan untuk mencoba sendiri akan mengasah kemandirian serta rasa percaya dirinya.

4.Pancing anak dengan mengetuk-ngetuk atau memanggil namanya dari balik pintu agar ia menghampiri dan membukanya. Anak akan mencari sumber bunyi dan berusaha menemukannya. Hal ini akan mengasah logika berpikir dan kemampuannya mendengar. Saat ingin menghampiri asal suara yang berada di balik pintu, ia tentu harus berusaha untuk membuka pintu terlebih dahulu. Dari sini anak pun belajar memecahkan masalah. Satu hal yang perlu diperhatikan, jika Mama berada di sisi pintu yang satu, maka pastikan ada orang dewasa lainnya yang menjaga si kecil di sisi lain tempatnya berdiri.

5. Beri contoh membuka dan menutup pintu yang benar dan aman agar dia maupun orang lain tidak terluka. Berdirilah di samping anak, arahkan tangan anak untuk menggenggam pegangan pintu diikuti dengan tangan Mama di atasnya. Lalu, ajak dia untuk melakukan gerakan menarik dan mendorong dengan perlahan. Ingatkan dia untuk tetap fokus, katakan, “Ayo, lihat pintunya. Perhatikan ya, pintunya harus ditarik atau didorong?” Anak-anak perlu dilatih untuk memusatkan perhatiannya pada apa yang sedang dia lakukan.

6. Beri pengaman pada pintu agar aktivitas ini tidak akan membuat anak celaka. Banyak kok alat pengaman yang bisa menahan agar pintu tidak tertutup sempurna saat dibuka atau ditutup. Bahkan sekarang alat pengaman itu banyak dijual di onlineshop, bentuknya pun lucu sehingga menarik perhatian anak-anak. Jadi tidak ada salahnya jika dipasang jauh dari jangkauan anak-anak.

7️.Kunci beberapa pintu menuju ruangan yang berbahaya, seperti pintu gudang, pintu kamar mandi, pintu dapur, pintu lemari. Ruangan yang belum atau jarang didatangi akan memancing rasa ingin tahu. Akibatnya, keinginan anak-anak ke sana pun besar.  Akan sangat berbahaya kalau mereka tanpa sengaja memasuki ruangan-ruangan tersebut dan terjebak di dalamnya, terpleset di kamar mandi atau memegang benda panas yang ada di dapur *knock the wood, jangan sampai ya Mak!

#HijrahParenting
#CeritaHijrah
#CeritaHijrah28

Ketika Anak Sedang Hobi Memanjat

 

Setiap hari, di sudut rumah kami selalu ada adegan saya, Mamanya anak-anak lari-larian demi menghampiri dua AL yang berusaha memanjat terali (kisi–kisi) jendela rumah. “Faris, Irbadh ayo turun, nanti jatuh!” Seru saya dengan panik. Kemudian, dengan sigap saya meraih Irbadh dari terali itu. Namun, beberapa saat kemudian, ketika saya lengah, entah inisiatif sendiri atau bisikan dari Masnya ia kembali memanjat terali itu. Kali ini, ia berhasil memanjat setengah terali jendela setinggi 2 meter itu. Terkadang saya kelepasan berteriak–teriak panik, sementara anak-anak malah tertawa–tawa.

Ya, mungkin begitulah reaksi umum orangtua ketika “memergoki” balitanya tengah memanjat. Jangankan memanjat terali jendela, ketika melihat si batita berusaha naik ke atas meja dengan menggunakan kursi pun, kebanyakan orangtua langsung bergegas melarang. Saya pun demikian, tapi itu dulu hehe.

Kenapa harus dilarang? Padahal, di usianya sekarang, anak-anak memang sedang giat–giatnya melakukan aktivitas memanjat karena koordinasi antara kaki, tangan, dan matanya yang semakin baik. Ditambah, daya eksplorasi di usia ini pun bertambah besar, hingga setiap kali melihat hal baru, mereka selalu tertarik untuk mencobanya, tak peduli berbahaya atau tidak karena mereka memang belum mamahaminya.

Itulah mengapa, ketika anak memanjat apa pun yang ada di dekatnya, orangtua tidak boleh mencap anaknya bandel, nakal, atau tidak mau diatur. Kita sebagai orang tua harus memahami bahwa balita hanya ingin memuaskan keinginan menggunakan kemampuannya dan bereksplorasi.

Saatnya Anak Berkembang

Memang, tidak sedikit orangtua yang khawatir atau bahkan takut anaknya terjatuh. Hal ini wajar. Siapa sih orangtua yang menginginkan anaknya celaka? Tidak ada kan! Hanya saja, jangan sampai kekhawatiran atau ketakutan orangtua ini malah membuat anak jadi tak berkembang. Ini tentu akan merugikan anak. Kejadian ini seperti anak sulung saya yang belum apa-apa sudah takut mencoba karena sewaktu kecil saya suka heboh kalau anak mainnya (agak) rusuh dan berpotensi terjadi cidera. Istilahnya overprotektif gitu, mungkin karena anak baru satu kala itu jadi banyak ketakutan-ketakutan dalam diri saya yang justru membunuh kreativitas dan inisiatifnya untuk mencoba.

Jadi, berilah kesempatan kepada anak untuk menjajal kemampuannya dan mengeksplorasi lingkungan selama tak membahayakan dirinya, Mak.

Jangan Panik, Biarkan Ia Bereksplorasi

Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan orangtua ketika anak hendak memanjat :

1. Pengawasan Ketat

Jangan sampai anak terpeleset atau pegangannya terlepas. Jika terpeleset dan jatuh, selain menyakitkan juga dapat membuat anak “trauma” sehingga ia tak mau memanjat lagi.

2. Jika anak belum mampu melakukannya, arahkan dan ajarkan bagaimana melangkahkan dan menjejakkan kaki, cara memegang yang benar, bahkan sokong anak untuk memudahkannya memanjat.

3. Beri semangat pada anak untuk terus berlatih memanjat sampai berhasil. Jika perlu, kita membantunya sampai ia berhasil melakukannya.

4. Berikan pujian agar anak-anak semangat memanjat kembali. Tetapi bila ia gagal, terus dukung agar anak mencoba lagi sambil memberikan semangat.

5. Beri tahu mana tempat/benda yang boleh dipanjat dan mana yang tidak disertai pula alasannya.

6. Bila anak kedapatan memanjat benda yang dilarang, kita harus tetap bersikap tenang. Segera hampiri anak-anak dan berikan pengertian bahwa apa yang dilakukannya itu bisa membahayakan dirinya.

7. Apabila anak-anak kembali memanjat benda yang dilarang sekalipun sudah dinasihati, jangan dimarahi, tetapi ulangi kembali nasihat kita sampai anak berhenti melakuknnya.

8. Bisa jadi, nasihat kita tidak mempan, anak terus mengulangi dan mengulangi lagi. Jika kondisinya demikian maka dapat dialihkan perhatiannya pada aktifitas lain yang lebih menarik atau ajak mereka memanjat benda lain yang aman.

Mungkin cara–cara di atas, ibu–ayah tak panik lagi ketika anak-anak memanjat, sementara mereka pun dapat mengembangkan kemampuannya secara optimal.

Hobi Naik Turun Tangga

Selain memanjat, anak-anak pun suka naik–turun tangga. Terutama bagi Irbad yang usianya memasuki 19 bulan. Aktivitas ini mirip dengan memanjat, butuh koordinasi gerakan motorik seluruh anggota tubuh. Jadi jangan dilarang ya,Mak tetapi temani dan tuntun anak naik–turun tangga. Mari kita ajarkan caranya mengangkat dan menjejakkan kaki, memosisikan tubuhnya, dan memegang pagar tangga.

Sebagai upaya belajar menjaga keseimbangan anak, anak-anak diajarkan caranya berpegangan pada pagar tangga sementara tangannya yang satunya dipegang oleh orangtua. Wajib diisi de angan memaksa anak langsung sampai ke undakan terakhir. Jika ia letih, beristirahatlah sejenak kemudian lanjutkan lagi setelah anak kelihatan stabil kembali.

Memang, banyak anak ketagihan naik turun tangga.  Memang akan sedikit menguras energi dan letih menuntunnya, namun kita tetap perlu memfasilitasinya demi perkembangan kemampuan motorik anak.

Ketika naik turun tangga, kita bisa mengajari anak mengenal urutan bilangan dengan mengajaknya menghitung langkah kaki dan jumlah undakan. Atau menyebutkan warna dari tangga. Ingat ya, Mak jangan terlalu cepat supaya anak bisa menangkapnya dengan baik. Tak lupa sebaiknya kita memperhatikan jarak antar anak tangga dan pastikan pinggiran setiap anak tangga landai dan tidak runcing agar tidak melukai kaki anak.

Bila Anak Dilarang

Inilah beberapa dampaknya pada anak bila orangtua kerap melarang anak atau bahkan tidak mengizinkannya sama sekali untuk memanjat.

1. Anak tidak memiliki kesempatan mencoba kemampuan yang dimilikinya.
Kemampuan motorik dan koordinasinya sudah baik, ia bisa naik ke atas kursi, dan lainnya. Jika tak digunakan, kemampuannya itu tidak terstimulasi sehingga perkembangan kemampuannya tidak akan maksimal. Anak yang diberi kesempatan biasanya kematangan motoriknya akan lebih baik dibandingkan anak yang tak diberikan kesempatan.

2. Anak Jadi Suka Parno dan Takut Berlebihan.

Melihat ekspresi orangtuanya yang takut, cemas, dan marah, anak pun akan berekspresi sama sehingga ia tak berani melakukan aktivitas–aktivitas lain yang cukup menantang. Ini bisa berpengaruh hingga di usia prasekolah, ketika anak lain berani memanjat wahana bermain seperti seluncuran, ia malah ketakutan.

3. Menjadi Pribadi yang Penakut dan Ragu-Ragu

Karena tidak diberikan kesempatan untuk mengeluarkan kemampuannya, bisa jadi anak-anak selalu takut dan ragu–ragu melakukan sesuatu karena mereka dibayangi kegagalan.  Anak menjadi pasif, tidak kreatif, minim ide dan gagasan, selain juga akan menghambat pertumbuhan kemampuannya dan membuat anak tidak memiliki kepercayaan diri yang baik.

 

Manfaat Memanjat Untuk Keseimbagan Otak

Memanjat merupakan  aktivitas stimulus yang melibatkan hampir semua indera dan motorik tubuh, yaitu:

1.Koordinasi motorik kasar dan halus

2. Sensori penglihatan, pendengaran, taktil, vestibular, dan proprioseptif.

3. Koordinasi antara belahan otak kanan dan kiri.

Aktivitas memanjat dengan didampingi orang dewasa dapat mendatangkan MANFAAT STIMULUS yang banyak, antara lain:

1. Menstimulus perkembangan aspek motorik dan sensori integrasi.

2.Menstimulus aspek bahasa anak melalui latihan keterampilan menyimak (listening) dan memahami maksud/isi, sebagai bekal keterampilan berbahasa.

3 Melatih keseimbangan otak kanan dan kiri.

4. Mengembangkan kemampuan bernalar, meningkatkan fokus, serta menumbuhkan kepercayaan diri (self confident) dan penghargaan diri (self esteem).

Jadi jangan ragu lagi meng ajak dan dampingi anak-anak kita berlatih memanjat ya, Mak 😊

 

 

#HijrahParenting

#CeritaHijrah

#CeritaHijrah23

Membuat Visi Misi Keluarga (Belajar dari Keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihissalam)

Membuat Visi Misi Keluarga (Belajar dari Keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihissalam)

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

“Ya Allah, berikanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berikanlah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (HR. Bukhari no. 3370)

Ini adalah salah satu doa dzikir di pagi dan petang hari yang Rasulullah ajarkan kepada kita. Ini adalah shalawat untuk dua manusia terbaik di bumi ini, bukan hanya untuk dua manusia tapi kepada kedua keluarga yaitu keluarga Rasulullah Muhammad Shallallahu a’laihi wa sallam dan keluarga Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam
Artinya dua keluarga ini adalah keluarga yang istimewa dan mulia.

Dalam Al-Qur’an hanya dua manusia yang mendapat gelar Uswatun Hasanah, yaitu Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam (Qs. Al Mumtahana : 4) dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Qs. Al Ahzab : 21)

Allah memilihkan untuk kita dua manusia terbaik sebagai teladan kita dan Allah mengabadikan nama keduanya dalam AlQur’an. Inilah islam, tidak hanya memberi teori namun Allah juga hadirkan contoh nyata sosok manusia untuk kita teladani

Keshalihan dua keluarga ini bukan hanya untuk keluarganya sendiri,  tapi juga memiliki generasi yang menshalihkan (muslih). Pantaslah jika Nabi Ibrahim disebut Bapak para Nabi, dan Rasulullah adalah salah satu buah dari keteguhan doa Nabi Ibrahim.

Jika kita ingin mengambil pelajaran dan hikmah terbaik untuk keluarga kita (terutama untuk ilmu parenting), maka kita harus kembali menengok kisah-kisah keluarga terbaik ini dalam Alqur’an dan Assunnah.
Adapun inspirasi parenting dari sosok mulia Ibrahim Alaihissalam bisa kita tengok dalm surah Ibrahim ayat 35-41 dan kisahnya secara lengkap ada dalam Hadits Shahih Bukhari no. 3364).

Dalam Qs. Ibrahim : 35-41 kita akan menemukan tahapan-tahapan dalam mendidik anak yang dilandaskan kecintaan yang tinggi kepada Allah.

Tahapan dalam mendidik Anak(Qs.Ibrahim:35-41)

1. Tempat
Tempat dimana anak kita dibesarkan (Mencari Tempat Tinggal yang Baik)

{وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ} [ابراهيم : 35]

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhan jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman,  dan jauhkan aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala”.

🔹Pilihlah tempat yang nyaman (14:35)
(kenyaman yang tidak hanya terkait dengan fasilitas dan fisik bangunan rumah)
Tetapi rumah yang membuat penghuninya betah di dalamnya. Rumah menjadi magnet bagi penghuninya, selalu dirindu jika jauh darinya.
Sebagaimana sabda Rasulullah :

Seperti dalam sabda Rasulullah, “Hendaknya rumahmu cukup untuk menampungmu”, makna cukup ini bukan bermakna ukuran rumah yang besar, namun bermakna nyaman untuk ditinggali.

🔹 Dekat dengan Masjid (14:37).
Jika mencari/membeli rumah pastikan dimana masjidnya.
“Sebaik-baik tempat adalah masjid dan seburuk-buruk tempat adalah pasar.  (HR. At Thabrani & Alhakim)

2. Membuat Visi Pengasuhan
Dalam membuat visi pengasuhan ini yang harus diperhatian adalah peran antara ayah dan bunda.  Dimana ayah sebagai Kepala sekolah dan ibu sebagai sekolahnya. Jangan sampai ada pertukaran peran agar visi pengasuhan dapat berjalan dengan baik.

Visi Pengasuhan Ibrahim(Qs.Ibrahim : 35-37)

A. Akidah/Tauhid (14:35)
“..Jauhkan aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala”.

🔹 Pendidikan , Tanamkan Tauhid yang benar pada anak dan jauhkan anak-anak dari kemusyrikan baik (permainan,media-media atau tontonan anak, dll)

🔹 Senantiasa Mendoakan Anak, Ibrahim adalah figur orangtua yang sangat kuat dalam doanya. Ia melepaskan Ismail dengan doa “Rabbana inni askantu mindzurriyati..”. Ini pelajaran bagi orangtua, saat orangtua tidak dapat membersamai anak maka kuatkan doa agar anak kita senantiasa dalam penjagaan Allah.

🔹 Menjauhkan anak dari syaiton, berdoa agar anak jauh dari gangguan syaiton.
Tidak boleh ada kebiasaan syaiton di rumah kita, karena itu akan mempersulit kita mendidik generasi.

Sebagaimana Hannah istri Imran yang meminta peelindungan untuk maryam dari godaan syaiton, begitu pula yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim kepada Ismail dan Ishaq yang kemudian dilakukan pula oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Diriwatkan dari Abdukkah bin Abbas Radhiyallahu anhu dia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon perlindungan kepada Allah untuk Hasan dan Husain. Beliau bersabda, “Moyang kalian (Ibrahim) meminta perlindungan kepada Allah untuk Ismail dan Ishaq dengan ucapan berikut, A ‘uudzu bikalimaatillaahittammah, min kulli syaithaanin wa hammatin, wa min kulli ‘ainin lammatin (artinya : Aku berlindung kepada Allah dengan Kalimat-Nya yang sempurna, dari setiap setan dan marabaya, serta dari setiap mata yang jahat).” (HR. Bukhari no.3371)

B. Ibadah (Mendirikan Shalat) (14:37)

{رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ} [ابراهيم : 37]

” Ya Tuhan,  sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah)  yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu)  agar mereka melaksanakan shalat,  maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan,  mudah-mudahan mereka bersyukur.”

Nabi Ibrahim berdoa agar dirinya dan keturunannya menjadi Ahli Shalat.
Begitu pentingnya sholat karena sholat adalah pondasi keislaman kita, yang memisahkan diri kita dari kekafiran dan kemusyrikan.
Sabarlah dalam mengajarkan anak sholat sampai ia baligh (0-15tahun).

C. Penerimaan Sosial
Mengajarkan Akhlak Mulia (14:37)
Masih di ayat yang sama pada kalimat :
“…..maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung pada mereka…. ”

Ini merupakan bentuk pengakuan sosial atas akhlak mulia atau perilaku sosial untuk seseorang,  karena secara fitrah masyarakat menyukai manusia yang berakhlak baik.

D. Fisik
Kebutuhan fisik, atau materi menjadi prioritas terakhir. “….dan berilah mereka rezeki dark buah-buahan,  mudah-mudahan mereka bersyukur. ”

Jika Aqidah dan akhlak telah baik, maka mereka anak-anak kita akan mencari rezeki dengan keberkahan serta kesyukuran. Bukan menjadikan dunia sebagai tolak ukur, namun akhirat yang senantiasa mereka kejar.

Selain tahapan-tahapan pendidikan tersebut,  ada beberapa pelajaran lain bagi kita para orangtua jika kita mencermati kembali kisah dari keluarga Ibrahim,  diantaranya :

1. Cinta kepada Allah yang utama
Jadikah orangtua yang memiliki kecintaan luar biasa terhadap Allah, tidak terlalaikan oleh godaan dunia yang sementara.
Lihatlah bagaimana ujian berat yang menimpa Ibrahim, bahkan harus mengorbankan buah hatinya(Ismail) untuk disembelih padahal ia menanti kelahiran buah hatinya berpuluh-puluh tahun.
Namun ia selalu senantiasa dalam ketaatan.
Cinta tertinggi adalah cinta pada Allah dan Rasul-Nya.

2. Menjadi Ayah yang berkepribadian kokoh
Ibrahim memiliki ciri khas, ia kokoh kepribadiannya. Sehingga ia menjadi sosok hero dihadapan anak.

Jika kita baca kisah Nabi Ibrahim yang meminta Ismail menceraikan istrinya, tentu jika Ayah tidak memiliki tempat yang istimewa dalam hati anak hal itu tidak akan sanggup ia lakukan. Apalagi mengingat Ibrahim diriwatkan hanya 3 atau 4 kali bertemu dengan Ismail(khilafiyah).

3. Ibu Menjadi Jembatan bagi Ayah
Ibu menceritakan kehebatan sosok Agah meskipun Ayah tidak hadir bersama anak.
Anak terikat pada sejarah pengasuhannya, Ibunda Hajar mampu memberikan sejarah mengorbanan yang luar biasa sebagai seorang Ibu (Peristiwa Sai).

Ibunda Hajar mampu memberikan sejarah baik tentang Ayahnya(Ibrahim) kepada Ismail. Ismail dan Ibrahim tidak bertemu namun mereka memiliki ikatan hati dan cinta yang sangat kuat dan mendalam. Ini dikarenakan sang ibu yang selalu menceritakan cerita-cerita baik tentang Ayahnya.

Maka untuk para istri, sebaiknya menjaga qowwamah, kebaikan, dan kewibawaan suami di depan anak-anak.

4. Menjadi Teladan Bagi Anak
🔹 Selalu memulai dari diri sendiri,  mulailah segala kebaikan dari diri sendiri(orangtua) sebelum ke anak. Mengacu doa Ibrahim Alaihissalam yang selalu dimulai dari dirinya terlebih dahulu.
(Qs. Ibrahim :40-41)

Mendidik dengan tingkah laku jauh lebih berharga daripada sejuta kata yang tidak bermakna.

5. Doa yang tidak pernah putus
🔹 Doa adalah pengikat anak disaat jauh
🔹Hati anak terpaut karena Allah yang mengikatnya “dan Dia (Allah)  yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman).  Walaupum kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi,  niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka,  tetapi Allah telah mempersatukan hati merdka.  Sungguh,  Dia Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.”

Dan masih banyak lagi pelajaran yang mahal dan sangat berharga yang bisa kita dapatkan dari kisah salah satu keluarga terbaik dalam AlQur’an ini.  Maka mari sama-sama kita kembali pada AlQur’an dan AsSunnah sebagai pedoman utama dalam pendidikan keluarga kita. ❤️

#CeritaHijrah
#30CeritaHijrah
#CeritaHijrahDay16

Membuat Skema Kisah dalam Al Qur’an

Membaca buku dan berkisah merupakan kegiatan favorit bagi anak-anak. Setelah setahun ke belakang kita berkisah secara random akhirnya Mama memutuskan untuk membuat list kisah di dalam Al Quran agar lebih terstruktur dan mudah dipahami.

Hafalkan kisahnya, dan kemudian tuliskan kata-kata tersebut secara berurut.Maka akan kita dapatkan NAMA SURAT dan NOMOR URUTNYA. 

■Kisah I ; (Surah 1 – 10)

Paman membaca AL FATIHAH sebelum memasak SAPI BETINA milik KELUARGA IMRAN yang punya anak wanita bernama AN NISA. 
Sebagian HIDANGAN itu diberikan untuk BINATANG TERNAK. 
Kemudian paman menuju TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI, untuk mencuri HARTA RAMPASAN PERANG. 
Namun akhirnya paman ber-TAUBAT seperti taubatnya Nabi YUNUS.

NO.KRONOLOGI CERITA

1.AL-FATIHAH
2.SAPI BETINA – AL-BAQOROH
3.KELUARGA IMRAN – ALI IMRON
4.AN NISA
5.HIDANGAN – AL MAIDAH
6.BINATANG TERNAK – AL AN ‘AM
7.TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI – AL A’ ROF
8.HARTA RAMPASAN PERANG – AL ANFAL
9.TAUBAT – AT TAUBAH
10.YUNUS

■Cerita II; (Surah 11 – 20)

HUD dan YUSUF melihat PETIR.
Sementara itu IBRAHIM sedang berada di PEGUNUNGAN HIJR. 
Ia mencari LEBAH, untuk kemudian memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA untuk menemui MARYAM dan TOHA.

NO.KRONOLOGI CERITA

11.HUD
12.YUSUF
13.PETIR – AR RA’D
14.IBRAHIM
15.PEGUNUNGAN HIJR – AL HIJR
16.LEBAH – AN NAHL
17.PERJALANAN MALAM – AL ISRO
18.GUA – AL KAHFI
19.MARYAM
20.TOHA

■Cerita III ; (Surah 21 – 30)

PARA NABI pergi HAJI diikuti oleh ORANG-ORANG BERIMAN. 
Mereka seperti CAHAYA. 
Inilah yang menjadi PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL. Sementara itu, PARA PENYAIR bercerita tentang SEMUT.
Cerita itu terangkum dalam buku KISAH –KISAH. 
Dalam buku itu juga diceritakan tentang LABA-LABA yang menyerang BANGSA ROMAWI.

NO.KRONOLOGI CERITA

21.PARA NABI – AL ANBIYA
22.HAJI – AL HAJJ
23.ORANG – ORANG BERIMAN-AL
MU’MINUN
24.CAHAYA – AN NUR
25.PEMBEDA ANTARA YANG BENAR
DAN BATHIL – AL FURQON
26.PARA PENYAIR – ASY SYU ‘ARO
27.SEMUT-AN NAML
28.KISAH2 – AL QOSHOSH
29.LABA-LABA – AL ‘ANKABUT
30.BANGSA ROMAWI – AR RUM

■Cerita IV ; (Surah 31 – 40)

LUKMAN tidak berSUJUD di kaum yang terkena AHZAB dan tidak juga kepada kaum SABA’. 
Sementara itu FATHIR dan YASIN berdiri bersama orang YANG BERSHAF-SHAF dan membentuk huruf SHOD. 
Mereka teramasuk ROMBONGAN – ROMBONGAN yang memohon ampunan kepada YANG MAHA PENGAMPUN.

NO.KRONOLOGI CERITA

31.LUKMAN – LUQMAN
32.SUJUD – AS SAJDAH
33.AL AHZAB
34.SABA’
35.FATHIR
36.YASIN
37.YANG BERSHAF2– ASH
SHOOFFAT
38 SHOD
39.ROMBONGAN-ROMBONGAN – AZ ZUMAR
40.YANG MAHA PENGAMPUN – GHOFIR

■Cerita V; (Surah 41 – 50)

YANG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu adalah tentang
PERHIASAN. 
Bukan tentang KABUT. 
Sementara itu banyak orang YANG BERLUTUT di BUKIT-BUKIT PASIR. Saat itulah MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN. 
Hal ini ditandai dengan KAMAR-KAMAR bertuliskan huruf QOF.

NO.KRONOLOGI CERITA

41.YANG DIJELASKAN – FUSHSHILAT
42.MUSYAWARAH – ASY SYURA
43.PERHIASAN – AZ ZUKHRUF
44.KABUT – AD DUKHAN
45.YANG BERLUTUT – AL JATSIYAH
46.BUKIT2 PASIR – AL AHQOF
47.MUHAMMAD – MUHAMMAD
48.KEMENANGAN – AL FATH
49.KAMAR2– AL HUJURAT
50.QOF

■Cerita VI ; (Surah 51 – 60)

ANGIN YANG MENERBANGKAN membawa awan ke bukit THURSINA.
Ini terjadi saat BINTANG dan BULAN bersinar. 
Sementara itu pak RAHMAN sedang berceramah tentang HARI KIAMAT. Dimana BESI hancur, WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN, dan banyak PEREMPUAN YANG DIUJI.

NO.KRONOLOGI CERITA

51.ANGIN YANG MENERBANGKAN –
ADZ DZARIYAT
52.THURSINA – ATH THUR
53.BINTANG – AN NAJM
54.BULAN – AL QOMAR
55.AR RAHMAN
56.HARI KIAMAT – AL WAQI ‘AH
57.BESI – AL HADID
58.WANITA YANG MENGAJUKAN
GUGATAN – AL MUJADILAH
59 PENGUSIRAN – AL HASYR
60.PEREMPUAN YANG DIUJI – AL
MUMTAHANAH

■Cerita VII ; (Surah 61 – 70)

BARISAN orang beriman pada HARI JUM’AT berbeda dengan ORANG – ORANG MUNAFIK. 
Demikian juga pada HARI DITAMPAKAN KESALAHAN -KESALAHAN. 
Ketika aku di-TALAK, aku MENGHARAMKAN dia untuk masuk rumah ini. KERAJAAN yang indah, PENA yang mahal, pada HARI KIAMAT tidak lagi berharga.
Disinilah TEMPAT-TEMPAT NAIK bagi amal sholih.

NO.KRONOLOGI CERITA

61.BARISAN – ASH SHOF
62.HARI JUM’AT – AL JUMU’AH
63.ORANG-ORANG MUNAFIK – AL MUNAFIQUN
64.HARI DITAMPAKAN KESALAHAN- KESALAHAN – AL TAGHOBUN
65.TALAK – ATH THOLAQ
66.MENGHARAMKAN – AT TAHRIM
67.KERAJAAN – AL MULK
68.PENA – AL QOLAM
69.HARI KIAMAT – AL HAAQQAH
70.TEMPAT2 NAIK – AL MA ‘ARIJ

■Cerita VIII ; (Surah 71 – 80)

NUH diganggu JIN disaat ORANG YANG BERSELIMUT dan ORANG YANG BERKEMUL tertidur pulas. 
Ia tidak menyadari datangnya KIAMAT. 
Sementara itu, ketika MANUSIA bertemu dengan MALAIKAT YANG
DIUTUS untuk menyampaikan BERITA BESAR tentang kematian, MALAIKAT- MALAIKAT YANG MENCABUT nyawa sedang melihat IA BERMUKA MASAM.

NO.KRONOLOGI CERITA

71.NUH – NUH
72.JIN – AL JINN
73.ORANG YANG BERSELIMUT – AL MUZAMMIL
74.ORANG YANG BERKEMUL – AL MUDATSTSIR
75.KIAMAT – AL QIYAMAH
76.MANUSIA – AL INSAN
77.MALAIKAT YANG DIUTUS – AL MURSALAT
78.BERITA BESAR – AN NABA’
79.MALAIKAT2 YANG MENCABUT – AN NAZI ‘AT
80.IA BERMUKA MASAM – ‘ABASA

■Cerita IX ; (Surah 81 – 90)

Ombak MENGGULUNG, bumi TERBELAH, ORANG-ORANG YANG
CURANG pun ikut TERBELAH. 
Mereka seperti GUGUSAN BINTANG YANG DATANG DI MALAM HARI. Mereka berada di tempat YANG PALING TINGGI. 
Pada HARI PEMBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.

NO.KRONOLOGI CERITA

81.MENGGULUNG – AT TAKWIR
82.TERBELAH – AL INFITHOR
83.ORANG-ORANG YANG CURANG – AL MUTHOFFIFIN
84.TERBELAH – AL INSYIQOQ
85.GUGUSAN BINTANG – AL BURUJ
86.YANG DATANG DI MALAM HARI – ATH THORIQ
87.YANG PALING TINGGI – AL A ‘LA
88.HARI PEMBALASAN – AL GHOSYIYAH
89.FAJAR – AL FAJR
90.NEGERI – AL BALAD

■Cerita X; (Surah 91 – 100)

MATAHARI tenggelam saat MALAM tiba. 
Dan ketika WAKTU DHUHA, Allah MELAPANGKAN rizki dan menumbuhkan BUAH TIN. 
Sementara itu manusia yang berasal dari SEGUMPAL DARAH tidak mempunyai KEMULIAAN sedikit pun. 
Ini adalah BUKTI akan terjadi KEGONCANGAN di dunia.
Hingga KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG pun mati.

NO.KRONOLOGI CERITA

91.MATAHARI – ASY SYAMS
92.MALAM – AL LAIL
93.WAKTU DHUHA – ADH DHUHA
94.MELAPANGKAN – AL INSYIROH
95.BUAH TIN – AT TIN
96.SEGUMPAL DARAH – AL ‘ALAQ
97.KEMULIAAN – AL QODR
98.BUKTI – AL BAYYINAH
99.KEGONCANGAN – AZ ZALZALAH
100.KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG – AL`ADIYAT

■Cerita XI ; (Surah 101 – 110)

HARI KIAMAT, hari dimana manusia tidak bisa lagi BERMEGAH-MEGAHAN.
Pada MASA itulah si PENGUMPAT mati diinjak-injak GAJAH. 
Sementara itu SUKU QURAISY bertengkar dengan pak MA’UN di tepi telaga KAUTSAR. 
Saat itu ORANG-ORANG KAFIR tidak mendapatkan PERTOLONGAN.

NO.KRONOLOGI CERITA

101.HARI KIAMAT– AL QORI ‘AH
102.BERMEGAH-MEGAHAN – AT TAKATSUR
103.MASA – AL ‘ASHR
104.PENGUMPAT – AL HUMAZAH
105.GAJAH – AL FI-L
106.SUKU QURAISY – QURAISY
107.MA’UN – AL MA ‘UN
108.KAUTSAR – AL KAUTSAR
109.ORANG-ORANG KAFIR – AL KAFIRUN
110.PERTOLONGAN – AN NASHR

■Cerita XII (Surah 111-114)

Insya Allah 4 surat terakhir ini semua dari kita sudah menghafalnya.

NO.SURAT

111.AL LAHAB
112.AL IKHLASH
113.AL FALAQ
114. NAAS

#day27
#10Maret2018
#Batam
#3y7m
#1 #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Belajar Mengenal Perbedaan Gender Sesuai dengan Fitrah Seksualitas Anak

Semakin hari anak-anak tumbuh semakin dewasa, perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan semakin kentara, melalui fisik maupun karakternya.

Memberitahukan mengenai perbedaan gender kepada mereka merupakan hal yang sangat penting, Mak.

Menurut lembaga koalisi perempuan, sosialisasi gender adalah suatu proses belajar menjadi perempuan dan menjadi laki-laki dalam pengertian: apa saja peran utama perempuan dan peran utama laki-laki di dalam keluarga dan di dalam komunitas; bagaimana perempuan dan laki-laki harus berperilaku. 

Dengan kegiatan sederhana seperti yang dilakukan oleh Papanya, saya berharap anak-anak mengetahui perbedaan gender. Apa itu? Ketika mengantarkan Faris dan Irbadh untuk buang air kecil, papanya melakukan tebak-tebakan manakah toilet yang harus dimasuki oleh anak-anak. Tentunya setelah anak paham, apakah jenis kelamin dirinya, laki-laki ataukah perempuan. Memang sangat sederhana, tetapi lambat laun secara bertahap mereka insyaAllah akan tahu batasannya dan terhindar dari pelecehan seksual yang kerap terjadi saat ini, Mak. Na’udzubillahi min dzalik.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk mulai mengenalkan perbedaan gender kepada anak-anak?

Kalau saya, ketika anak-anak mulai belajar bicara maka saya dan suami memulai mengenalkan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan oleh perempuan dan laki-laki pada umumnya. Seperti cara berpakaian, cara bersikap, dan mainan apa yang sesuai dengannya.

Kemampuan anak-anak dalam menangkap informasi mengenai hal itu memang terbilang masih minim. Tapi jangan khawatir Mak, itu merupakan permulaan yang baik.

Anak-anak perlu terus diberi tahu bagaimana karakteristik perempuan dan laki-laki, meski awalnya hanya berdasarkan dari pakaian sehari-hari.

Sebab pengenalan gender lebih mengacu pada peran berdasarkan jenis kelamin yang dibangun oleh sistem sosial, juga budaya. Maka, perlu dilakukan sejak dini karena pemahaman ini lebih jauh dibandingkan kebiasaan sehari-hari.

Ketika anak-anak mencapai rentang usia 3-6 tahun, kita sudah mulai bisa mengajarinya tentang jenis kelamin, bagian-bagiannya dan menjelaskan pula apa fungsinya, mengapa berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Bila perlu, kami membacakan buku ensiklopedia organ tubuh agar anak-anak mudah memahaminya melalui gambar.

Batasan yang perlu dijelaskan ketika anak-anak mulai mengerti ialah, bagian tubuh yang tidak boleh tersentuh bahkan terbuka, siapa saja yang boleh menyentuh alat kelamin atau organ sensitif lain, siapa yang tidak boleh menyentuhnya. Disini orang tua wajib menanamkan kewaspadaan terhadap orang asing kepada anak-anak.

Pemahaman ini tentu diajarkan dengan perlahan ya, Mak. Orang tua juga harus mampu melihat apakah mereka sudah siap untuk menerima informasi itu atau belum.

Hal penting yang kadang terlupa soal pengenalan jenis kelamin pada anak, orangtua sering secara tidak sengaja menguatkan stereotipe gender. Apakah kita memuji anak perempuan atas penampilannya ketimbang tindakannya? Atau mengatakan kepada anak laki-laki kita untuk menjadi kuat ketika dia menangis?

Yang terakhir, pernah nggak sih Mak melihat anak laki-laki memakai baju perempuan ketuka bermain? Atau anak perempuan yang sukanya memakai peci papanya?

Nah, nah, jangan langsung mengaitkan perbuatannya itu dengan orientasi seksualnya, ya Mak. Anak berumur 4-5 tahun memang suka meniru satu sama lain dan suka memainkan peran orang lain karena buat anak seusianya, gender merupakan konsep yang sangat berkembang. Proses pengenalan gender ini pun akan terus berkembang pula seiring mereka beranjak dewasa.

Saya dan suami saat ini mulai concern untuk mengenalkan bagian-bagian tubuh anak dan siapa saja yang boleh menyentuh melalui sebuah lagu berjudul “Sentuhan Boleh, Sentuhan Tidak Boleh,” lagunya bisa didengar disini.

Lagu Sentuhan Boleh – Sentuhan Tidak Boleh
(Lirik: Sri Seskya Situmorang
Vokal: Indri Ayu Lestari
Arransemen: Andree M. Taufan)

Sentuhan boleh
Sentuhan boleh
Kepala tangan kaki
Karena sayang karena sayang
Karena sayang

Sentuhan tidak boleh
Sentuhan tidak boleh
Yang tertutup baju dalam
Hanya diriku hanya diriku
Yang boleh menyentuh

Sentuhan boleh
Sentuhan boleh
Kepala tangan kaki
Karena sayang karena sayang
Karena sayang

Sentuhan tidak boleh
Sentuhan tidak boleh
Yang tertutup baju dalam
Katakan tidak boleh
Lebih baik menghindar
Bilang ayah ibu

Sambil bersenandung, orang tua dapat menjelaskan mengenai :

1. Bagian bagian tubuh anak

2. Menerangkan bahwa tubuhnya adalah pemberian Allah yang harus dijaga melalui pendekatan fitrah seksualitas dan cinta. Menerangkan juga bahwa betapa sejak ia lahir, tubuhnya selalu kita jaga dan tubuhnya sangat berharga bagi diri kita.

3. Lalu ceritakan pada anak bahwa orang yang menyentuh kita, dapat digolongkan ke dalam 3 cara :

🐾 Sentuhan yang boleh, yaitu sentuhan yang dilakukan seseorang karena kasih sayang, misalnya mengusap, membelai kepala, membedaki badan.

🐾 Sentuhan yang membingungkan, yaitu sentuhan yang dilakukan antara menunjukkan kasih sayang dan nafsu. Misalnya mula-mula mengelus kepala, memeluk-meluk lalu tangannya meraba bagian tubuh dari bawah bahu sampai atas dengkul, yang telah kita ajarkan pada anak merupakan bagian yang tidak boleh disentuh orang lain.

🐾Sentuhan yang tidak boleh, yaitu kalau seseorang meraba-raba paha, dada atau bagian yang dekat dengan kemaluan.

4. Ajarkan anak untuk mempercayai perasaannya.
Anak-anak dibekali dengan perasaan yang tajam sehingga dapat mengenali bagaimana perasaan dan perlakuan orang lain terhadapnya.
Atas dasar itu, anak bisa kita latih untuk memperhatikan dan mempercayai berbagai macam perasaan yang dialaminya bila ia berhadapan dengan orang lain, apakah itu menyenangkan, membingungkan, atau menakutkan!

Referensi konten tulisan dan lagu :

Booklet Hindarkan Anak Kita dari Kekerasan Seksual, Yayasan Kita dan Buah Hati.

#day25
#8Maret18
#batam
#3y7m
#1y7m
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Mainan Anak, Bikin Sendiri, Beli atau Sewa?

Kita pasti tahu ya, bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Melalui bermain, mereka bisa belajar banyak hal. Bahkan semenjak bayi, kita berinteraksi dengan mereka lebih banyak melalui bermain. Kenapa bermain? Karena anak-anak itu memiliki energi yang luar biasa banyaknya untuk digunakan sehingga nggak heran kalau mereka seakan nggak ada capeknya. Bergeraaak terus kesana kemari. Selain itu, otak mereka juga sedang dalam perkembangan yang sangat pesat, sehingga mereka selalu punya rasa ingin tahu yang besar dan ingin mengeksplorasi segala sesuatu.

Pentingnya Stimulasi Melalui Bermain

Anak-anak itu akan mengembangkan kerangka berfikirnya dimulai dari sesuatu yang membuatnya tertarik. Misalnya nih, anak tertarik dengan roda pada mobil-mobilan. Maka Ia akan mengamati, memegang, mencoba memutar-mutar roda tersebut, lalu mulai mendorong mobil mainan itu. Ia lalu paham bahwa oo, mobil mainan itu bisa berjalan saat rodanya berputar.

Nah, sebagai orangtua, tentu kita tidak hanya memberikan mobil mainan itu dengan cara meletakkannya di depan anak, tapi ada hal-hal yang bisa kita lakukan. Misalnya menjelaskan,

“Mas, ini Papa belikan mobil mainan untuk mas faris. Papa dan mama sayaaang sama mas faris. Mudah2an mas faris suka juga ya. Mas suka, nggak?” -> Mengenal perasaan.

“Alhamdulillah, kalau mas faris suka. Kalau suka ucapkan apa mas? Iya betul, Alhamdulillah. Bersyukur ya sama Allah karena punya mainan baru” -> Mengajarkan akhlak untuk selalu bersyukur.

“Bilang apa ya sama papa kalau sudah dibelikan mainan baru?” -> Mengajarkan untuk berterimakasih.

‌“Coba lihat ini mobilnya warna apa? Eh iya, ini ada pintunya, ada juga jendelanya ya. Terus ini apa mas yang bulat? Iya roda. Rodanya ada berapa ya? Kita hitung yuk!” -> Stimulasi kognitif anak.

Dalam satu kegiatan kita bisa memberikan banyak hal ya. Tentang emosi, menyatakan kasih sayang, menanyakan perasaannya, mengajarkan berterimakasih pada Allah juga orang tua, mengucapkan kalimat yang lembut dan baik, memberikan emosi yang postif kepada anak, menyemangati dan lain-lain. Kita juga bisa mengajarkan tentang kognitif, bahasa, warna dan mengira.

Setelah tahu banyaknya manfaat dari bermain, banyak orang tua yang berlomba untuk menyediakan mainan untuk anak. Ragamnya? Banyaaak. Apalagi kalau orang tua baru ya, biasanya anaknya belum tau apa-apa, orang tuanya yang kalap sama mainan yang lucu-lucu itu, hihi. Nggak salah sih, namanya juga ingin memberikan stimulasi yang terbaik bagi anak. Oiya, untuk permainan sendiri, ada dua macam nih.

Yang pertama permainan imajinatif atau bermain peran. Anak berpura-pura jadi orang lain. Jadi papa, mama, adek bayi, dokter, atau bahkan jadi aneka binatang, hihi. Kalau anak-anak saya sekarang lagi seneng banget berpura-pura menjadi dokter. Adeknya dibuat bahan percobaan sebagai pasiennya. Diperiksanya satu persatu seluruh bagian tubuh adeknya dari mengecek mata, mulut hingga detak jantung bahkan suara perut adeknya.

Nah, yang kedua permainan konstruktif atau kreatif. Pernah lihat anak menyusun batu? Atau mangkok? Atau bantal di kasur? Nah itu anak sedang bermain konstruktif, yaitu menggunakan benda-benda untuk menciptakan sesuatu yang baru. Pasti pernah dong ya lihat anak menyusun balok terus bilangnya itu apartemen atau garasi mobil impian mereka.

Kalau lihat kayak gitu, sebenarnya mainan anak nggak harus beli kan ya? Lah apa aja pasti bisa jadi mainan kok buat mereka. Hanger baju jadi timbangan, ember emaknya jadi mobilan, payung bisa jadi tenda, atau punggung bapaknya jadi kuda-kudaan ahahaha. Kalau mau beli, banyak banget tuh mainan pretend play. Tinggal sebut deh mau apa. Bengkel mobil? Kitchen set? Garasi mobil? Ada semua. Mainan konstruktif juga buanyak. Aneka bombik kaya yang jaman kita kecil suka ngumpulin dari Tazos, duplo, lego kw sampai lego original yang harganya WOW banget, bricks dan aneka balok dari yang puluhan pcs sampai ratusan pcs.

Intinya apa? Ya terserah orang tua anaknya mau dikasih mainan ala-ala yang ada di rumah atau mau beli. Kalau uangnya ada silakan beli. Kalau uangnya ada tapi mau buat kebutuhan lain alias low budget, ya nggak masalah juga. Bisa bikin sendiri dengan bahan dan barang bekas yang ada di rumah bahkan sekarang ada buku panduan untuk membuat diy mainan dari kardus beserta polanya. Tinggal niat dan kemauannya saja yah ibu-ibu.

Kalau ditanya gimana saya memilih mainan? Fleksibel sajaaa. Mainan yang beli lumayan banyak, soalnya di batam alhamdulillah banyak sekali pilihan mainan second dari Singapura dengan berbagai merk dan harga yang jauh lebih rasional dibandingkan harus beli baru. Yang bikin sendiri juga lumayan (lumayan kalau waktu memungkinkan dan si adek lagi baik hati, nggak merusuh jadi bisa bebikinan). Kalau punya banyak waktu kita bisa search di pinterest ide diy mainan sendiri atau banyak blog yang membagi free printable untuk bahan belajar bersama anak. Apalagi sekarang kan memang lagi ngehits tuh bikin mainan anak sendiri. Search aja di Instagram hashtag #Homeeducation, #learntroughplay, atau #bikinsendirimainanmu. Pasti nggak bakal kehabisan ide bermain untuk anak. Bahannya juga gampang (kalau di jawa masih gampang, kalau di batam cari kardus itu susah dan kalaupun ada harganya mahal, jatuhnya mahal deh ga jadi ngirit). Yang agak susah paling bahan ini nih: KEMAUAN. LOL.

Aneka DIY Mainan Anak

Ada yang kaya saya nggak suka ngoleksi kardus? (biasanya dapat kardus kalau belanja di lottemart). Belum lagi tutup botol, kertas tisu rol, atau botol minuman kosong. Yah, beda tipis sama pemulung kayaknya ya >,< Tapi memang bermanfaat banget buat bebikinan sama anak. Dan selain hemat, bikin mainan sendiri juga makin memperat bonding sama anak loh. Dan yang jelas melatih kesabaran, di saat hasilnya tak sesuai kemauan. Kita maunya apa, anak maunya apa, hihi. Macam-Macam Mainan Beli Untuk mainan beli ini, ada dua macam juga. Baik mainan konstrukrif, mainan edukatif maupun mainan imajinatif. Mainan-mainan yang memang bertujuan menstimulasi kemampuan anak seperti bahasa, kognitif, dan fisik motorik halus. Pernah dengar busy bag atau busy book? Kantong atau buku yang bertujuan untuk membuat anak sibuk dengan aneka kegiatan yang ada di dalamnya.? Nah, saya dulu senang tuh ngasih Faris busybook. Sejak usia 1,5tahun dia sudah bisa diajak bermain busybook, efektif juga membuat anak anteng dan melatih konsentrasi dan ketekunan juga. Nikmat mana yang kau dustakan😊 Andalan saya adalah produk El Hana Learning Kit. Sukaa deh. Colorful dan harganya super terjangkau. El Hana ini juga jadi penolong banget buat ibu-ibu yang pengen anaknya main mainan DIY tapi nggak sempat atau nggak bisa bikin sendiri. Semoga bisa menambah referensi mainan untuk anak tercintanya ya^^

Sewa Mainan Anak

Kapan kita sebaiknya memilih menyewa mainan ketimbang beli? Buat Mama yang tidak punya tempat penyimpanan barang di rumah atau gudang, tempat persewaan bisa jadi penyelamat banget. Tahu sendiri kan, mainan anak jaman sekarang banyak yang ukurannya besar-besar dan makan tempat. Kalau sudah tidak dipakai lagi pasti bingung mau diletakkan di mana. Mau dibuang atau diberikan ke orang lain juga pastinya sayang karena sudah keluar uang banyak untuk membelinya. Daripada rumah makin keliatan penuh dan tidak rapi, mendingan nyewa aja! Kalau anak sudah bosan dengan mainan sewaan, tinggal dikembalikan saja.

Dari sekian banyaknya tempat persewaan, kita juga harus selektif memilih lho Moms. Kalau asal memilih, bisa-bisa barang yang kita dapatkan tidak sesuai dengan harapan. Jadi penting banget buat mengecek kredibilitas jasa penyewaan mainan dan perlengkapan anak pilihan Anda. Caranya bisa dengan me-review testimoni pelanggan lain yang sudah pernah menyewa. Kalau banyak yang puas, siapa takut?

Nah, kalau Mama masih bingung memilih tempat penyewaan perlengkapan bayi, kenapa tidak coba menyewa di jalanjalanbawabayi? Saya merekomendasikan rental mainan ini, karena ownernya adalah sahabat saya sendiri, Mba Desy yang pastinya mengerti banget dilemma yang dihadapi orang tua jaman sekarang terkait membeli mainan dan perlengkapan anak.

Mau beli, bikin sendiri atau sewa, yang penting dampingi anak bermain ya, Moms! Hadir utuh, sadar penuh membersamai ananda ❤️

 
Pasti sepakat kan Mom, kalau banyak banget manfaat yang didapat dengan menemani anak bermain. Menciptakan hubungan dan bonding yang hangat, dan tentu saja kita akan menjadi teman terbaik bagi mereka. Yeay! Meski nggak selalu kita harus menemani anak bermain, kan kita musti melatih kemandirian dan kreatifitas mereka juga.

#HijrahParenting
#30CeritaHijrah
#CeritaHijrah07

Simple Banana Cookies, Snack Favorit 2AL

Membuat cemilan sehat untuk anak itu bikin emaknya muter otak ya. Apalagi balita dengan banyak pantangan makanan. 😂

Contohnya anak saya, si Faris yang punya alergi sehingga gampang sekali batuk kalau terkena pencetusnya. Maka dari itu, amannya sebisa mungkin kami menghindari beli jajan di luar. Tahu sendiri yang namanya jajanan anak-anak pasti manis dan nggak jauh-jauh dari gula atau terigu. Nah loh, cemilan apa coba yang bebas dari kedua bahan itu? hihi.

Kalaupun ingin membeli jajan pabrikan, tidak semua produk camilan siap saji yang dijual di supermarket baik bagi anak-anak. Karena kita tidak tahu pasti berapa nilai gizinya dan bahan-bahan apa saja yang terkandung di dalamnya, termasuk bahan kimia seperti pengawet dan pemanis tambahan yang tentu tidak baik bagi tumbuh kembang anak-anak. Daripada khawatir, saya lebih suka menyediakan camilan sendiri di rumah. Kami juga tak perlu takut akan masalah kandungan gizi dan kebersihannya karena kami sendirilah yang mengolahnya. Saya punya resep cookies dengan bahan dan cara pembuatan yang sederhana.

Kalau memang diniatkan, sepertinya nggak ada resep camilan anak yang terlalu riweuh. Ada banyak resep camilan sehat yang bisa Mama coba. Berikut ini resep cookies kesukaan anak-anak,

Cookies Pisang Coklat

Bahan-bahan :

*⃣100 gram margarin
*⃣60 gram gula tepung
*⃣1/4 sendok teh garam
*⃣1 kuning telur
*⃣50 gram pisang ambon, dihaluskan
*⃣150 gram tepung ladang lima
*⃣100 gram cokelat masak putih, dicincang kasar

Bahan Taburan: 100 gram cokelat keping/chocochip ukuran kecil

Cara membuat:

*⃣Kocok margarin, gula tepung, dan garam 2 menit. Tambahkan kuning telur. Kocok rata.
*⃣Masukkan pisang. Kocok rata.Tambahkan tepung ladang lima sambil diayak dan diaduk rata.
*⃣Masukkan cokelat masak putih. Aduk rata.
*⃣Sendokkan adonan ke atas loyang yang sudah dioles tipis margarin.
*⃣ Taburkan cokelat keping.
*⃣Oven dengan api bawah suhu 150 derajat Celcius 25 menit hingga matang.

.

Gimana, Mak? Pastinya anak-anak akan lebih suka resep camilan sehat yang disiapkan sendiri oleh mamanya kan?

Silahkan dicoba ya, Mak!

#HijrahParenting
#30CeritaHijrah
#CeritaHijrah05
#CeritaHijrah_Camilan

Terjebak dalam Aplikasi Milestone

Menjadi orang tua masa kini sangat dimudahkan dalam mengakses berbagai informasi dari berbagai media, lebih dimanjakan lagi dengan berbagai fitur pilihan aplikasi, tinggal pilih aplikasi mana yang dibutuhkan. Saya dan suami termasuk orang yang suka coba-coba aplikasi mulai dari kehamilan hingga milestone anak.

Dalam aplikasi milestone anak terdapat tahapan sejauh mana tumbuh kembang anak pada usianya, seperti kemampuan merangkak, berjalan, merespon kata-kata dan sebagainya.

Setiap anak saya ulang bulan menjadi patokan untuk mengukur kemampuannya, misal saat usia 6 bulan berdasarkan aplikasi anak-anak seharusnya sudahn. dapat duduk tanpa dibantu dan mulai merangkak tetapi pada kenyataannya dia belum bisa, terkadang hal tersebut yang mengganggu pikiran saya, karena penasaran terus tanya sama temen atau saudara, anaknya usia segitu sudah bisa duduk belum? Merangkak? Hal-hal seperti itu yang bisa membuat saya menjadi membanding-bandingkan anak, menjadi orang tua yang kompetitif dan akhirnya merasa bersalah pada diri sendiri karena kurang menstimulus anak. Pada akhirnya suami mengingatkan bahwa hal ini tidak baik untuk saya maupun anak. Harusnya informasi yang ada dijadikan pengetahuan positif dan disikapi dengan bijak. Apabila anak belum menunjukan perkembangan sebagaimana milestone di usianya harusnya disikapi dengan lebih memotivasi atau memfasilitasi atau membantu anak untuk mencapai hal tersebut bukan malah melakukan hal-hal yang memberi tekanan pada anak. 

Pada akhirnya saya yakin bahwa anak akan mencapai tumbuh kembangnya saat ia benar-benar siap, disaat anak-anak lainnya bisa mencapai milestonenya tepat waktu, namun ada anak yang membutuhkan waktu lebih lama. Kalaupun dirasa perlu lebih baik konsultasikan dengan ahlinya (misal dengan Klinik Tumbuh Kembang). Biarkan anak menikmati prosesnya tanpa tekanan, yang terpenting adalah anak selalu ceria bersama orang-orang yang menyayanginya.

#day20
#03Maret18
#Batam
#3y6
#1y6m
#SinergiAsadanRasa
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Evaluasi Komunikasi dalam Pengasuhan Anak

Komunikasi dalam pengasuhan anak ini penting sekali dibahas karena cara kita berkomunikasi baik dengan anak mapun dengan partner kita mengasuh anak (suami) merupakan kunci dalam menyampaikan pesan pada anak agar dapat menjadi value yang menjadi karakter anak di kemudian hari.

Menurut Ibu Elly Risman, ada beberapa poin kekeliruan yang sering dilakukan dalam berkomunikasi, di antaranya :

1. Bicara tergesa-gesa
2. Tidak kenal diri sendiri
3. Lupa bahwa setiap individu itu unik
4. Perbedaan “Needs & Wants !” atau “Kebutuhan & Kemauan” antar orang tua dan anak yang menimbulkan kesalahpahaman karena banyak hal yang tidak sempat & terabaikan
5. Tidak membaca bahasa tubuh
6. Tidak mendengar perasaan
7. Kurang mendengar aktif
8. Menggunakan “12 Gaya Populer”
9. Selalu menyampaikan “Pesan Kamu”
10. Tidak memisahkan masalah siapa
11. Bicara dengan prinsip ekonomi

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi pada anak-anak antara lain :

1. Turunkan frekuensi
2. Baca bahasa tubuh
3. Dengarkan perasaan
4. Mendengar aktif
5. Hindari “12 gaya popular”
6.Jangan bicara tergesa-gesa gaya “siapa kamu”
7. Belajar untuk kenali diri & kenali lawan bicara kita (anak, suami, dsb)
8. Ingat : setiap individi unik
9. Pahami bahwa kebutuhan dan kemauan itu berbeda
10. Tentukan masalah siapa : Anak perlu proses BMM (Berfikir-Memilih-Mengambil keputusan) agar menjadi pribadi mandiri dan bertanggungjawab.
11. Bekerjasama memecahkaan masalah
12. Sampaikan pesan saya.

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari materi komunikasi pengasuhan ini adalah perlu adanya kedekatan atau bonding terlebih dahulu antara suami dengan istri, ayah dengan anaknya, dan ibu dengan anaknya sehingga pesan yang ingin disampaikan pun akan sampai di hati anak-anak kita. Dan untuk para orang tua agar dapat memaafkan masa lalunya sehingga dapat menyampaikan komunikasi yang positif dalam pengasuhan.~disarikan dari materi parenting Ibu Elly Risman dan hasil diskusi bersama💠

#day19
#02Maret18
#Batam
#3y6
#1y6m
#SinergiAsadanRasa
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Mitos atau Fakta : Anak Homeschooling Cenderung Susah Bersosialisasi

Ini adalah pertanyaan yang sangat sering diajukan kepada para pelaku homeschooling dan tentunya menjadi bahan diskusi kami, para homeschoolers. Bahkan saya dan suami pun belum juga khatam membahas bab ini. Mungkin pertanyaan ini muncul karena adanya awalan ‘home’ itu ya. Banyak orang di luaran mungkin berpikir, anak-anak hs itu belajarnya ya di rumah sepanjang hari, jadi mereka nggak punya kesempatan bermain di luar.

Kunci sukses anak bersosialisasi sebenarnya kan tidak terletak di sekolah atau di mana aja, tetapi terletak pada bonding alias hubungan orang tua dengan anak. Sosialisasi kan bukan sebatas bertemu orang-orang lalu ngobrol atau belajar bersama mereka. Sosialisasi itu mencakup kemampuan beradaptasi, mengenali diri dan orang lain, menghargai, dan lainnya. Anak yang punya kemampuan sosialisasi yang baik adalah anak yang terbangun baik self esteem dan self co fidence-nya. Apa itu self esteem? Yaitu kemampuan seseorang menghargai dirinya. Orang yang punya self esteem yang baik efeknya akan punya kepercayaan diri yang bagus. Kalau anak sudah percaya diri, maka insyaAllah dia akan mudah bersosialisasi dengan orang lain. Betul apa betul?

Banyak juga anak yang bersekolah tetapi tidak punya kemampuan sosialisasi yang baik. Cenderung penyendiri, tidak bisa menyatu dengan teman-temannya, dan lainnya. Sementara, banyak anak homeschooling yang punya kemampuan sosialisasi sangat baik, bahkan berhasil membangun tim kerja yang solid saat berorganisasi.

Self esteem tumbuh baik berkat pengasuhan yang baik. Anak yang tumbuh dalam iklim respek, akan memiliki pandangan yang positif terhadap dirinya sendiri. Ia merasa dihargai keberadaannya sehingga dapat pula meningkatkan kepercayaan dirinya. Saya pernah melihat orang tua yang memaki anaknya dengan segala sebutan hewan, dan menampar wajah anaknya, karena si anak ketahuan menonton video porno. Kira-kira anak yang diperlakukan seperti itu akan punya konsep diri yang positif nggak, Mak?

Self esteem dan self confidence adalah pondasi kemampuan bersosialisasi, jika ini sudah terbangun dalam diri anak, maka selanjutnya orang tua tinggal memfasilitasi anak mengembangkan kemampuan sosialisasi ini dengan berbagai cara. Berikut ini usaha yang sedang kami jalankan dalam rangka membangun kemampuan sosialisasi anak-anak :

1. Bergabung ke dalam komunitas homeschooling dan rumah belajar. Kegiatan komunitas ini beragam, ya fieldtrip, belajar menggambar mewarna, crafting, kelas memasak, gardening dan lainnya. Kalau anak-anak punya kemampuan merajut, misalnya, mereka bisa bergabung di rumah belajar crafting. Bila ada komunitas homeschooling di sekitar tempat tinggal Mama, maka urusan sosialiasi ini akan cenderung lebih mudah. Setiap keluarga homeschoolers bisa berkumpul sekali atau dua kali seminggu.

2. Membawa anak travelling dan mengajarkannya bagaimana cara bicara pada orang lain. Kalau kami membawa anak-anak ke museum misalnya, kami akan memasukkan kegiatan wawancara sebagai salah satu kegiatan hs. Anak-anak akan mewawancarai fasilitator mengenai segala informasi yang ada di galeri. Selain itu, anak-anak kami biasakan untuk mengutarakan apa yang mereka pikirkan, menyampaikan dengan cara yang santun serta belajar mendengarkan ketika orang lain berbicara. Ini membuat mereka tidak canggung untuk berkomunikasi dengan orang lain, meskipun orang yang baru mereka temui.

3. Kami ingin memasukkan anak ke sekolah payung homeschooling. Mudah-mudahan Allah memudahkan impian kami nantinya, ketika tiba masa anak-anak bersekolah suami ditempatkan di kota yang sudah terdapat sekolah payung anak hs atau Sekolah Alam.

4. Bermain dengan anak-anak di lingkungan sekitar setiap hari, juga bagian dari upaya mengembangkan kemampuan sosialisasi.

Disclaimer : hasil diskusi mengenai kegundahan hati suami, setelah melihat kurikulum sekolah anak jaman now yang jauh dari konsep menumbuhkan minat belajar dan bernalar. Kegalauan seorang fasilitator homeeducation yang selalu ingin berjuang agar anak-anaknya terjaga fitrahnya

#day18
#28Feb18
#batam
#3y6m
#1y6m
#SinergiAsadanRasa
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak