Kelas Pertama Komunitas Ibu Berkisah Batch 4

Apasih Komunitas Ibu Berkisah itu?

Komunitas ini didirikan atas dasar kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia. Dimana sebagian ibu belum ‘serius’ melakukan aktivitas berkisah kepada anaknya, khususnya anak balita dan umumnya anak-anak usia SD. Kendalanya, bisa karena kurang ilmu berkisah, bisa karena situasi dan kondisi ibu, anak, ekonomi, lingkungan, dsb. Banyak faktor.

Namun di sisi lain, sebagian sudah banyak yang sadar akan pentingnya berkisah, bahkan ada yang menyebut dengan istilah wajib. Nah, para ibu ini juga diharapkan bukan hanya bisa memberi manfaat kebaikan untuk diri dan anaknya. Lebih baik lagi, jika bisa berbagi ilmu dan pengalaman berkisah kepada ibu lain. Karena ini merupakan PR besar bersama.

Untuk itu, bismillah dengan memohon bimbingan dan ridho Allah, saya ingin mengumpulkan para ibu, lebih baik lagi calon ibu baik yang sudah menikah atau pun belum menikah, untuk saling belajar dan berbagi, saling mengingatkan dan menyemangati, agar anak kita, anak saudara muslim kita, anak tetangga kita, dan anak-anak Indonesia mendapat kisah dari ibunya.

Nah, sampai sini semoga tujuan baik kita sama yaa, seiring sejalan sambil menambah silaturrahim.. insya Allah akan menambah berkah untuk hidup kita Aamiin.

Kelas online ini akan membahas materi dengan tema :

Pekan 1 : Keutamaan Berkisah. Mengapa Berkisah? Motivasi Berkisah

Pekan 2 : Manfaat berkisah. Manfaat bagi ibu, ayah, anak. Manfaat bagi bangsa dan agama.

Pekan 3 : Media Berkisah. Macam-macam sarana prasarana penunjang berkisah.

Pekan 4 : Metode Berkisah. Teknis berkisah. Trik. Tips.

Selanjutnya, masuk program komunitas, saling berbagi kemanfaatan ilmu, sosial dan ekonomi.

Hari ini kami masuk pada tema pertama, Keutamaan Berkisah yang diisi oleh founder Komunitas Ibu Berkisah, mbak Hikmah Yulitasari. Dan dimoderatori oleh mbak asrie biasa dipanggil mba acie, beliau PJ kelas online KIB dari divisi kemanfaatan ilmu KIB.

Sebelum memulai mbak Hikmah membagikan adab menuntut ilmu sebagai pengingat bagi dan kita semua, semoga dengan memperhatikan adab menuntut ilmu, sedikit apapun ilmu yang kita peroleh, bernilai pahala dan membawa banyak keberkahan bagi diri dan keluarga ibu shalihah semua, aamiin.

Sebelum masuk materi, ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan terkait adab menuntut ilmu😊

Adab Menuntut Ilmu

Pertama, Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu

Kedua, Rajin berdoa kepada Allah Ta’ala, memohon ilmu yang bermanfaat

Ketiga, Bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu merasa haus ilmu

Keempat, Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah Ta’ala.

Kelima, Tidak boleh ‘sombong’ dan tidak boleh ‘malu’ dalam menuntut ilmu.

Keenam, Mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan.

Ketujuh , Diam ketika pelajaran disampaikan.

Kedelapan , Berusaha memahami ilmu yang disampaikan.

Kesembilan , Menghafalkan ilmu yang disampaikan.

Kesepuluh , Mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan.

Kesebelas , Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Kedua belas , Berusaha mendakwahkan ilmu.

Referensi:
Adab & Akhlak Penuntut Ilmu karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Maka sesuai petunjuk teknis dan adab menuntut ilmu, mohon kerja sama dan saling mengingatkan di antara kita semua dengan santun, agar selama materi berlangsung off chat dan grup ini memang satu arah. Pertanyaan bisa diajukan ke PK masing-masing.

Materi Pertama

Apa itu berkisah?
Sama kah dengan dongeng?

Silakan cek kamus KBBI.

Berkisah adalah cerita tentang kejadian, riwayat dsb dalam kehidupan seseorang dsb.

Dongeng adalah cerita yang tidak benar2 terjadi. Keperkataan yang bukan-bukan atau tidak benar. Mengatakan yang tidak benar.

Jadi jelas berbeda ya.

Jadi utamakan berkisah kepada anak.

Jadi gak boleh dongeng dong?

Boleh saja selama isi dongengnya ada pesan kebaikan. Namun dongeng hanya sebagai pelengkap bumbu2. Perbanyaklah porsi berkisah.

Sekarang yuk kita bedah dari sisi Al Qur’an, hadits, dan sirah.

Allah Subhanahu Wata’ala banyak menyampaikan firman-Nya kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril, isinya banyak tentang kisah.

Komunitas Ibu Berkisah mengambil lambang logo matahari, sebelas bintang dan bulan berdasarkan asbabun Nuzul (sebab turun ayat) Q.S.Yusuf : 3&4, dst. Itu adalah awal mula Allah berkisah kepada Nabi Muhammad atas permintaan para sahabat pada suatu ketika berkata,

“wahai Rasulullah, alangkah baiknya jika sesekali engkau menceritakan kisah
kepada kami.” (HR.Ibnu Jarir)

Nabi Muhammad mendapat Wahyu di Makkah (yaitu ayat2 makkiyyah sebelum hijrah selama 13 tahun). Sebagian besar kisah. Maka menguatkan bahwa Makkah adalah fase yang banyak kisah. Makkah adalah masa pondasi pembentukan umat. Kisahnya para nabi terdahulu dengan kaum Bani Israel Yahudi, Nasrani, Majusi. Nabi Muhammad diajarkan Allah untuk mengenal terlebih dahulu karakter kaum tsb sebelum bertemu (sebelum hijrah, yang ditemui hanya kaum Arab saja). Sehingga ketika Nabi Muhammad hijrah dan mulai berdakwah secara luas, beliau sudah punya bekal, tahu bagaimana strategi dakwah kepada setiap jenis kaum berdasarkan kisah dalam Al Qur’an.

Maka, mengikuti bagaimana cara Allah mengajarkan Nabi Muhammad. Otomatis juga mengikuti cara nabi Muhammad mengajarkan umatnya, berkisah mengenalkan Allah, Rasulullah dan para nabi sejak dini, merupakan cara terbaik untuk pondasi dasar anak sebelum pergi ke dunia luas mempelajari segala macam ilmu. Agar ketika belajar ilmu apa pun, imannya menjadi benteng. Aman dari penyimpangan akidah dan segala macam pergaulan buruk. Syukur2 bisa menasihati dan menjadi contoh teladan untuk orang lain.

Selanjutnya dari sisi penelitian ilmiah, The Worlds Most Literate Nations (WMLN) merilis daftar peringkat negara dengan tingkat literasi paling tinggi di dunia. Penelitian dilakukan oleh Jhon W Miller, Presiden centrafarm al Connecticut State university, new Britain.

Hasilnya, Finlandia, Norwegia dan Iceland adalah negara dengan tingkat literasi tinggi dan tergolong negara maju dari sisi pendidikan. Ternyata minat baca tinggi dan budaya bercerita kepada anak dilakukan di negara tsb.

David Mclelland seorang pakar psikologi sosial mengungkapkan hasil penelitiannya sebuah teori bahwa cerita atau dongeng anak sebelum tidur sangat mempengaruhi prestasi suatu bangsa. Membandingkan Dua negara terkuat abad 16 yaitu Inggris dan Spanyol. Di Inggris, cerita anak kaya muatan spiritualis dan motivasi untuk maju. Sementara di Spanyol, kaya muatan yang membuat anak terlelap terninabobokan. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi di Inggris lebih tinggi daripada Spanyol.

Kalo asumsinya kita analogikan. Berarti kondisi Indonesia sekarang ‘mungkin’ karena kualitas dongeng kita.

Nah, dongeng saja segitu besar pengaruhnya. Padahal bukan cerita nyata. Apalagi kalo yang disampaikan ke anak adalah kisah. Banyak sekali pesan kebaikan yang memang benar terjadi dan akan terekam di memori anak yang mempengaruhi kehidupannya.

Sejarah mencatat, Muhammad Al Fatih penakluk Konstantinopel adalah penyuka kisah sejarah. Dari sukanya, jadilah ia sebaik-baik pemimpin yang baik yang berhasil menembus benteng konstantinopel.

Berikut pertanyaan yang masuk saat diskusi:

1. Jadi kalo kita mau berkisah ke anak itu contohnya seperti apa? sprti menceritakan kisah2 nabi?
berkisah dengan bercerita sama tidak?

Jawaban:
Betul mba Tuti, kisah nyata, kisah nabi dan rasul, kisah orang2 terdahulu, kisah sejarah nabi Muhammad sejak dalam kandungan sampai wafat, sejarah para pahlawan dsb. Bercerita bersifat umum mba. Cerita bisa fiksi bisa non fiksi. Bisa kisah bisa dongeng. Sementara berkisah itu bercerita hal nyata yang benar terjadi.

2. Mengenai berkisah, saya kadang membacakan nama2 malaikat yg disebutkan atau nama2 rasul. Apakah ini termasuk berkisah?
Krn sy msh menggunakan buku (kami pakai dr perisai quran kids) kdg ktk blm selesai kisah (misal nabi uzair alaihi salam br sampai naik keledai) nah anak sy malah tanya ttg keledainya dan lalu lihat2 hewan yg di bukunya, gmn ya mba? Apakah kisah hrs selesai? Atau sy mgk ada yg keliru menyampaikan?

Jawab:
Iya, namanya menyampaikan berita ilmu dengan cara berkisah. Penjelasannya selanjutnya in sya Allah pada tema teknis berkisah. Salah satu media berkisah adalah buku dan bukan hanya buku, masih banyak media berkisah lain. Insya Allah akan dibahas detail pada tema media berkisah.
Wajar jika anak-anak apalagi usia balita sangat tertarik pada binatang, dan sifat anak mudah teralihkan dengan hal yang menarik hatinya. Namun juga mudah dibentuk untuk satu kebiasaan tertentu.

Berkisah tidak harus sampai selesai. Saat anak bertanya adalah momen emas untuk menjawab pertanyaannya, kaitkan saja jawaban dengan kembali ke kisah atau jika memang tidak berhubungan kaitkan dengan penanaman iman tauhid kepada Allah, misal keledai itu hewan ciptaan Allah nak. Semua hewan dan kita manusia juga ciptaan Allah. Kita harus sayang sama hewan ciptaan Allah.

Jadi tujuan berkisah tetap ada, yaitu penanaman iman dan pesan kebaikan.

Proses berkisah ibu kepada anak adalah pembelajaran seumur hidup, jadi insya Allah tidak ada yang keliru, yang ada terus berproses agar lebih baik dengan cara belajar ilmu berkisah. Nanti di tema2 selanjutnya akan dibahas.

3. Apakah berkisah yg dimaksud harus sampai kepada hikmah dari cerita?

Jawab:
Sebaiknya dan idealnya iya. Tapi tidak harus dalam sekali berkisah.
Maksudnya begini, berkisah adalah proses pembelajaran, proses penanaman iman dan pesan kebaikan. Maka yang namanya proses, ya nikmati saja perjalanannya, yang penting sebagai ibu kita terus berusaha terus belajar lebih baik dalam berkisah setiap harinya. Sikon anak tidak selalu sama dari hari ke hari. Begitu juga sikon ibu. Begitu juga sikon saat berkisah. Maka jika hari ini bisa berkisah sampai selesai, sampai tersampaikan pesan iman dan kebaikan, Alhamdulillah. Dan jika hari ini tidak bisa, karena anak minta dikisahkan yang lain misalnya, anak keburu tidur, buyar ayahnya pulang dsb, tidak apa2. Bisa diulang lagi besok, tawarkan lagi di lain waktu. Anak-anak tidak pernah bosan mendengar kisah yang diulang, apalagi jika sudah punya kisah favorit, bisa ibunya yang bosan 🙁

4. Saya termasuk yang tidak istiqomah berkisah. Anak saya kadang mood kadang nggak. Gimana caranya biar anak betah bercerita sama saya?

Jawab:
Caranya, nanti kerjakan BDI 1 nya dengan serius dan bahagia ya mba😊 lalu praktikan tahap demi tahap BDI2 selanjutnya. Karena bicara betah bercerita, jawabannya panjang bisa 4 pertemuan 😁 intinya, berkisahlah dengan hati, berkisahlah dengan bahagia, agar sampai di hati anak, agar anak juga bahagia.

5. Kisah apa saja yg bisa di sampaikan untuk anak2?
Apakah hanya kisah Nabi saja?

Jawab:
Banyak. Nanti akan dibahas tema berkisah sesuai tahapan usia :
*Kandungan – balita.
*Pra baligh.
*Aqil baligh.
Intinya kalau untuk anak, fokus pada :
1.penanaman iman tauhid kepada Allah;
2.pengenalan nabi Muhammad dan nabi2 lain;
3.adab keseharian.
Dengan isi kisah yang sesuai dengan usianya.

Banyak tema kisahnya, banyak medianya, banyak teknisnya. Berkisah dari Al Qur’an ibarat mengambil kisah dari lautan luas, tidak akan ada habisnya. Asalkan, kita tahu cara ambilnya. Jadi, sebagai ibu memang harus terus belajar agar punya bekal berkisah. Bicara berkisah sangat berkaitan dengan sejarah Islam. Bicara sejarah Islam, sejarah nabi Muhammad deh, Siroh Nabawiyah, wah gak ada habisnya itu. Para ahli siroh, para ahli ilmu tidak pernah kehabisan bahan untuk terus bolak balik mempelajari siroh, selalu menemukan hal baru.

6. Apakah berkisah boleh dengan media buku, maksudnya membacakan buku shiroh gitu, krn ibunya blm hafal byk kisah.

Jawab:
Boleh.

7. Saya sering dimintai mereka tuk dibacakan buku yang sempat saya belikan atas permintaan anak pertama saya yaitu ensiklopedia bocah muslim, apa buku ini termasuk alat bacaan berkisah atau gimana?
Trus kapan sebaiknya waktu yang tepat untuk berkisah.

Jawab:
Bisa umm termasuk media berkisah. Waktu yang tepat adalah saat kondusif. Ibu dan anak yang tahu. Tidak sedang mengantuk hampir terlelap (maksudnya kalau sudah ngantuk lanjut lagi nanti), tidak sedang ingin pipis atau poop. Tidak sedang lapar. Saat anak minta. Ibu berkisah tidak disambi dengan hal lain. Bisa malam sebelum tidur setelah Talaqi ayat quran, bisa siang, bisa di jalan. Yang penting nyaman kondusif.

8. Sampai usia berapa metode berkisah ini bisa kita lakukan ke anak ya bun? Apakah bijak jika berkisah pada 3 anak yang berbeda usia dalam satu waktu? Dan adakah tips khusus bagaimana berkisah menjadi hal yang menarik bagi anak anak?

Jika tema kisahnya sesuai untuk ketiga anak bisa digabung. Yaitu lihat kesesuaian dengan anak yang paling kecil. Jika tema hanya sesuai untuk kakaknya maka bergantian.
Teknis berkisah pertemuan ke-4 ya.

9. Apakah ada rundown berkisah yang dianjurkan. misalnya harus dimulai dari kisah apa terlebih dahulu. Kemudian Referensi buku yang bisa dipakai untuk berkisah yang lengkap dan menarik juga untuk anak2

Jawab:
Ada mba, pada buku bahagia berkisah tulisan saya, ada peta berkisah sebagai petunjuk berkisah sesuai usia. Detailnya nanti kita bahas di pertemuan selanjutnya.
Kalo buku, selama bukunya bersumber dari Al Qur’an, hadits, siroh, in sya Allah bagus. Cari buku yang menyertakan sumber dari quran surat apa, hadits apa, dan daftar pustakanya juga jelas.

10. Apakah berkisah itu dilakukan hanya sebelum anak tidur sebagaimana kita mendongeng?

Jawab
Tidak harus malam hari. Bisa kapan saja saat kondusif.

Notes :
Mana yg lebih utama, rutin berkisah pada anak/keluarga sendiri? Atau rutin berkisah kepada anak/keluarga sekaligus tetangga/umum?
Utama anak sendiri. Jika sudah Istiqomah dan siap Alhamdulillah bisa buat sesi berkisah dengan anak tetangga sekitar agar lebih semangat dan menjadi pahala.

Setelah sesi tanya jawab, ada tugas yang harus dikerjakan selama sepekan dan dikirimkan melalui gform. 💐💐💐💐💐💐💐💐

Komunikasi Orang tua kepada anak ala Rasulullah SAW

Catatan penting dari diskusi dengan Teh Kiki

Pertanyaan:

Bagaimana pola komunikasi yang baik kepada anak agar anak mau mendengar pesan kita dan mau melaksanakannya? karena sering sekali anak-anak baru akan mendengar dan melaksanakan pesan yang kita sampaikan ketika kita sudah marah atau menaikkan nada bicara kita pada level tertentu. Sehingga pada saat kita menasehati dengan cara biasa atau berbicara dengan nada yang pelan anak-anak cenderung tidak mendengar dan tidak melaksanakan.

Jawaban teh Kiki Barkiah:

Dalam kesempatan ini saya ingin berbagi bagaimana ibrah yang bisa kita ambil dari pola komunikasi Rasulullah SAW kepada anak-anak dan kepada para sahabat dari beberapa kisah dalam shirah. Dengan mengambil ibrah tersebut mudah-mudahan pola komunikasi kita menjadi lebih efektif, sehingga pesan dapat tersampaikan dan harapan kitapun bisa tercapai.

Sebelum kita berbicara tentang pola komunikasi Rasulullah SAW terhadap anak-anak atau sahabat dalam mendidik mereka, saya ingin mengangkat 1 hadist yang mungkin bisa menjadi ruh bagi keberhasilan pola komunikasi kita dengan anak anak. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Ibnu Majah

“Hormatilah anak anakmu dan perbaikilah akhlak mereka”

Maka kita harus berusaha untuk senantiasa menghormati hak, keinginan, dan pendapat mereka. Karena bisa jadi ketika kita terlalu sering mengabaikan pendapat, pandangan, dan perasaan mereka, membuat mereka pun merasa tidak perlu untuk menghargai harapan dan keinginan orang lain khususnya kita. Maka hal ini harus diperbaiki terlebih dahulu. Pastikan hak-hak mereka telah terpenuhi, sehingga hubungan yang baik diantara kita akan membuka jalan bagi kita untuk bisa berkomunikasi secara efektif kepada anak anak. Bila hubungan kita dengan anak anak retak atau renggang, teknik komunikasi sebaik apapun yang kita kuasai tidak akan berhasil mencapai tujuan.

*1. Komunikasi tanpa komunikasi*

Belajar dari cara Rasulullah SAW berkomunikasi dalam shirah, yang pertama Rasulullah SAW berkomunikasi dengan tanpa komunikasi. Sebagai contoh Ibnu Abbas pernah berkata bahwa beliau menginap dirumah bibinya, Maimunah. Kemudian Rasulullah biasa bangun untuk shalat malam suatu malam. Rasulullah SAW bangun kemudian berwudhu dengan wudhu yang ringan dari kendi yang digantung. Setelah itu Rasulullah SAW shalat. Kemudian Ibnu Abbas berwudhu dengan wudhu yang sama seperti Rasulullah SAW lakukan. Kemudian beliau berdiri disamping kiri Rasulullah SAW. Rasulullah SAW kemudian menarik Ibnu Abbas dan meletakkannya disamping kanannya. Kemudian Rasulullah SAW shalat beberapa rakaat.

Disini kita bisa melihat bagaimana Rasulullah SAW berkomunikasi dengan tanpa komunikasi tetapi langsung memberikan teladan. *Jadi ada kalanya komunikasi kita lebih efektif keika kita langsung memberikan contoh.* Sebagai contoh kalau saya meminta anak bersiap-siap pergi,tetapi saya hanya berkomunikasi secara lisan sambil menyusui, mereka biasanya lebih sulit untuk tergerak. Tetapi kalau saya menyelesaikan keperluan saya, kemudian saya bergerak untuk pergi, mulai memanaskan mobil, mulai memasukkan barang barang ke mobil, dengan sendirinya anak-anakpun segera bergerak. Mereka tahu bahwa tidak lama lagi kita akan pergi dan mereka harus menyelesaikan pekerjaan yang harus mereka lakukan untuk persiapan keperluan pergi tersebut.

*2. Fokus pada mengarahkan bukan membahas kesalahan*

Kemudian yang kedua, kita bisa belajar dari shirah bagaimana Rasulullah SAW memberikan contoh dalam melatih skill seorang anak dengan cara memberikan contoh yang benar dan tidak fokus membahas kesalahan anak. Suatu ketika ada seorang anak yang belum mahir menguliti kambing. Rasulullah SAW tidak fokus membahas kenapa ia tidak melakukan dengan cara yang baik. Tetapi di hadapan anak tersebut Rasulullah SAW langsung menunjukkan cara bagaimana menguliti kambing yang benar.

Dalam berkomunikasi, kita juga perlu melihat latar belakang seorang anak ketika ia bersikap di luar harapan kita. Bisa jadi bukan karena ia bermaksud melakukan kesalahan, tetapi karena ia belum tahu atau belum mahir melakukannya. *Seringkali orang tua menaruh ekspektasi yang sangat tinggi. Berharap anak sudah mampu melakukan. Sehingga ekspektasi ini mendorong kita melakukan komunikasi menyimpang yang membuat anak semakin merasa tidak nyaman berhadapan dengan kita.*

Maka sebaiknya fokus kita adalah memberikan contoh, memberitahu apa yang seharusnya mereka lakukan. Sehingga tidak perlu membangun komunikasi yang lebih banyak membahas kesalahan. Apalagi bila komunikasi ini didasari oleh rasa kesal kita. Sehingga membahas kesalahan menjadi kesempatan untuk meluapkan emosi-emosi negatif kita. Ketika kita melihat anak anak melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan prosedur atau tidak sesuai dengan harapan kita. *Terlebih lagi, banyak orang tua yang sebenarnya memiliki permasalahan di luar permasalahan anak, namun menjadikan kesalahan anak sebagai kesempatan meluapkan emosi negatif tersebut.*

*3. Menarik perhatian anak sebelum menyampaikan pesan*

Kemudian yang ketiga, Rasulullah SAW pernah mendekati dan menyapa seorang anak yang sedang bersedih karena burung pipitnya mati. Kemudian Rasulullah menarik perhatian dengan menyapa anak tersebut

“Wahai Abu Umair ada apa dengan burung pipitmu?”

Rasulullah SAW bertanya bagaimana kabar burung pipitnya. Dari kisah ini kita belajar bahwa Rasulullah SAW berusaha menarik perhatian lawan bicara, sebelum kemudian menyampaikan isi pesan yang hendak dikomunikasikan. Rasulullah SAW berusaha menghargai perasaan lawan bicaranya. Terkadang ketika kita menyampaikan sesuatu, kita berteriak-teriak dari dalam kamar. Sementara kita tidak mengundang anak untuk terlebih dahulu memperhatikan kita sehingga ia bersedia memberhentikan aktifitasnya untuk mau mendengar pesan kita. *Jadi apabila anak tidak mendengar pesan kita, barangkali karena kita sendiri yang langsung memberikan pesan tanpa membuat lingkungan yang kondusif agar anak mau dan mampu berkonsentrasi pada apa yang kita sampaikan.*

Bisa jadi saat kita berkomunikasi, anak sedang asik dengan mainannya atau sedang menonton televisi. Mereka bisa mendengarkan suara kita tetapi otaknya tidak mempersiapkan diri untuk memahami pesan-pesan kita. *Belajar dari kisah Rasulullah SAW kita perlu memperbaiki teknik komunikasi dengan cara bebicara secara langsung dan berhadap-hadapan. Gunakan sentuhan lembut yang membuat mereka dapat memusatkan perhatian kepada kita.* Insya Allah akan lebih baik dibanding kita berkomunikasi berteriak-teriak dari tempat jauh. Apabila kita berada dalam keadaan yang sulit untuk mendekati anak, seperti sedang berbaring meyusui, maka panggil dulu anak tersebut atau minta seseorang yang lebih dekat untuk memanggilkan anak tersebut.

*4. Buka diskusi dengan pertanyaan*

Kemudian yang keempat, Rasulullah SAW sering sekali mengajukan pertanyaan terlebih dahulu kepada para sahabat untuk membuka sebuah diskusi. Misalnya “Maukah aku memberitahukan tentang orang yang masuk surga?” Kita dapat melihat dalam banyak hadist bahwa Rasulullah SAW menyampaikan suatu pesan dengan cara bertanya terlebih dahulu kepada para sahabat. Dengan pertanyaan pembuka, orang yang diajak komunikasi diharapkan dapat memusatkan pikirannya. Bahkan secara aktif berusaha untuk mencari jawaban. Tentunya pesan akan lebih terinternalisasi dalam diri anak ketika jawaban itu hadir dari proses berpikir seorang anak dibanding ketika mereka mendengar pesan dari kita. Kita hanya tinggal menyatakan persetujuan atau meluruskan jawaban yang disampaikan oleh anak. Jadi dalam membangun komunikasi, terlebih saat akan memberikan pesan yang sangat penting kepada anak, buatlah waktu khusus untuk berkomunikasi dengan mereka. Tinggalkan sejenak pekerjaan kita dan duduklah bersama dalam suasana yang nyaman. Mulailah dengan mengajukan pertanyaan terlebih dahulu serta hargailah setiap jawaban anak.

BERSAMBUNG…

Jangan Takut Menegur Anak [Tidak Ada Anak Usia Dini yang Tidak Bisa Dilarang]

Umar bin Abi Salamah pernah bercerita tentang pengalaman masa kecilnya sewaktu masih diasuh oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bertutur “Sewaktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pernah tanganku ke sana dan ke sini di atas nampan saat makan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

,《يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ》.
فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِى بَعْدُ

Artinya:
“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan menggunakan tangan kananmu dan santaplah makanan yang dekat di hadapanmu.”
Maka terus menerus demikian cara makanku setelah itu.
(HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits di atas merupakan salah satu pondasi utama seorang muslim dalam melakukan aktifitas makan berjamaah, akan tetapi yang menjadi perhatian kita di kesempatan ini adalah bagaimana suatu pengajaran nubuwah berupa teguran dan nasehat yang ditujukan kepada seorang anak ternyata akan membuahkan suatu pembentukkan karakter sejak dini.

Perhatikanlah hadits di atas, Umar ibn Abi Salamah dalam akhir hadits menyatakan bahwa dengan sebab teguran dan nasehat rasulullah, perilaku makan beliau yang pada awalnya kurang bagus, menjadi suatu kebiasan yang penuh barakah di sepanjang hidupnya.

Di dalam kisah lain, pernah suatu ketika cucu beliau shallallahu alaihi wasallam yang bernama Al Hasan ibnu Ali didapati sedang mengunyah sebuah kurma shadaqah, padahal syariat telah menetapkan bahwa Rasulullah dan keluarganya tidak diperbolehkan untuk memakan harta shadaqah, maka saat itu juga Nabi melarangnya seraya mengatakan,

《كِخْ كِخْ ارْمِ بِهَا أَمَاعَلِمْتَ أَنَّا لَا نَأْكُلُ الصَّدَقَةَ》

Artinya
“Kikh kikh, buanglah kurma itu! Tidakkah engkau tahu bahwa kita tidak memakan harta shadaqah.”
(HR. Muslim)

Sekali lagi, hadits di atas mengajari kita untuk tak segan melarang anak terhadap suatu perbuatan yang tidak patut, akan tetapi tentunya lebih bijak bagi kita untuk menyebutkan pula kepada mereka tentang sebab pelarangan tersebut dari sisi syariat, sehingga mereka akan terbiasa untuk beragama dengan dalil-dalil yang ilmiyah.

Oleh karenanya janganlah pernah bosan untuk menegur dan mengajari seorang anak kepada adab-adab yang mulia, Abul Ahwash rahimahullah seorang tabi’in murid dari shahabat Abdullah ibn Mas’ud radhiallahu anhu berkata bahwa gurunya (Abdullah ibn Mas’ud) pernah berpesan,

“تَعَوَّدُوا الْخَيْرَ، فَإِنَّ الْخَيْرَ بِالْعَادَةِ”
 (الزهد لوكيع بن الجراح, الأثر: ٣٢)

Artinya:
“Biasakanlah oleh kalian perkara kebaikan, karena sesungguhnya kebaikan itu dengan (adanya) pembiasaan.”
(Az Zuhd-Imam Waki’ Ibnul Jarrah, atsar no. 32)

Tanggung jawab itu apasih, Ma?

tnh

Siang bolong anak, Faris mendadak bertanya kepada Mama. “Ma, tanggung jawab itu apasih?,” mendadak gelagapan Mama ditanya pasal itu. Tak ada angin, tak ada hujan. Tak ada prolog, tak intro kenapa Faris bertanya mengenai tanggung jawab pikir Mama.
Baiklah sambil mengatur napas dan berpikir Mama coba pasang umpan, balik bertanya, “kalau menurut Faris tanggung jawab itu apasih?”
Faris menjawab setengah ragu, “Bertanggung jawab itu kalau Faris ngerusakin mainan adek, Faris harus ganti gitu ya Ma ya?”
Sebelum menjawab pertanyaan yang gampang-gampang susah ini Mama sempatkan crosscheck terlebih dahulu di KBBI.
Berikut Mama ambil definisi dari tanggung jawab dari kbbi (https://kbbi.web.id/tanggungjawab.html) yaitu sebagai berikut :

tang·gung ja·wab n 1 keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya): pemogokan itu menjadi — pemimpin serikat buruh; 2 Huk fungsi menerima pembebanan, sebagai akibat sikap pihak sendiri atau pihak lain;

ber·tang·gung ja·wab v 1 berkewajiban menanggung; memikul tanggung jawab: pemimpin redaksi ~ atas isi majalahnya; 2 menanggung segala sesuatunya (kepada):kabinet ~ kepada Presiden; dia laki-laki yang tidak ~;

Mama pun mencoba memberi penjelasan, “Ya itu salah satu contohnya, bentuk perbuatannya. Kalau tanggung jawab sendiri itu artinya kita harus menanggung. Menanggung segala sesuatu akibat perbuatan kita.”
Kurang lebih begitu penjelasan Mama sambil berdo’a, mudah-mudahan lisan ini tidak salah ucap ya Allah, mudah-mudahan penjelasan Mama bisa diterima dengan baik.

Medidik  anak-anak memang gampang-gampang susah apalagi jika mereka masih  kecil. Anak kadang susah diatur dan  mau menang sendiri, apa yang mereka lakukan  itulah yang dianggap benar, namun tidak semua yang dilakukan anak tepat. Orang tualah yang harus membimbing mereka. Bila anak-anak bersalah orang tua wajib bin harus menyadarkannya. Untuk memberikan perubahan pada anak-anak agar lebih baik memang kadang orang tua memberikan tanggung jawab kepada mereka. Namun di usia yang masing tergolong dini, tentu saja mereka belum mengerti apa yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya.

Melatih tanggung jawab pada anak itulah  tantangan bagi orang tua, sekalipun mereka masih anak-anak namun Mama yakin pelatihan ini akan lebih baik bila dimulai sejak dini. Karena nanti jika anak-anak sudah dewasa dan bersosialisasi dengan masyarakat, akan ada saatnya mereka akan memiliki tanggung jawab terhadap apa yang dibebankan pada mereka.

Oleh karena itu sejak dini Mama merasa perlu melatih dan membimbing anak-anak agar mereka lebih bertanggung jawab. Tentu saja hal ini banyak tantangan dan memerlukan kesabaran.

Mengingat  anak-anak belum bisa berpikir layaknya orang dewasa, jadi yang Mama lakukan adalah pengenalan tanggung jawab dan bagaimana menerapkannya. Bila tanggung jawab anak terhadap lingkungan sekitar dan dirinya tidak ditanamkan sejak kecil, jangan harap kelak anak-anak akan memiliki tanggung jawab saat dewasa.

Orang tua harus membimbing bagaimana membentuk anak  yang bertanggung jawab.  Tidak ada kata nanti dan nanti  untuk membuat anak lebih tanggung jawab. Sejak usia dini pun anak harus diberi tanggung jawab, namun dalam frekuensi yang sangat kecil. Bila banyak orang yang mengganggap anak kecil belum bisa diberi tanggung jawab dan membiarkan si kecil  membuat berantakan mainannya, tapi anggapan ini sangat keliru. Dari hal sekecil itu, dari mainan yang berserakan kita bisa melatih tanggung  jawab pada anak  agar mereka segera merapikan mainan setelah selesai bermain.

Banyak contoh  mudah yang bisa orang tua lakukan agar si kecil terbiasa dengan tanggung jawabnya di rumah. Sebelum mereka membiasakan tanggung jawab di lingkungan dan masyarakat, hal yang paling penting adalah melatih tanggung jawab anak di rumah.

Ketika anak berusia 1 tahun, mereka bisa dilatih tanggung jawab seperti mencuci kaki dan tangan serta menggosok gigi sebelum tidur. Selain itu anak-anak juga bisa diberi tanggung jawab  agar merapikan tempat tidur setelah bangun tidur. Cara ini memang hal yang dianggap sepele oleh orang tua, mereka kadang mengangap bahwa anak kecil terutama ketika umur mereka masih dibawah 5 tahun mereka tidak  bisa dilatih tanggung jawab. Padahal dari hal sekecil itu mereka mampu melakukannya dengan baik jika orang tua  mau melatihnya.
Faris sudah saya biasakan untuk merapikan tempat tidurnya setelah bangun tidur. Kebiasaan ini saya tularkan kepada anak-anak sejak dini karena Mama sendiri memperoleh manfaat yang luar biasa dari pola kedisiplinan yang orang tua Mama terapkan saat Mama masih kecil.

Mama-mama di luar sana pun bisa memberikan beberapa tugas yang setiap hari harus dilakukan oleh anak-anak. Berikan tugas seperti membereskan kamar, memasukkan baju kotor kedalam  tempat baju kotor, memasukkan baju  yang telah disetrika pada almari,  menyiram kebun dan beberapa tugas lainnya yang bisa diberikan pada mereka. Dengan syarat pekerjaan yang berikan adalah pekerjaan yang bisa dilakukan oleh mereka. Jangan memberikan tugas yang tidak bisa dikerjakan  anak-anak, karena justru akan membebani mereka dan membuat mereka takut.

Ada beberapa tips  sebelum anda member tugas agar anak lebih bertanggung jawab:

👑Beri  penjelasan pekerjaan  yang jelas
Jika memberikan tugas pada anak,  usahakan tugas tersebut jelas wujudnya dan jelas instruksinya. Jangan sampai anak  menjadi bingung dengan apa yang Mama instruksikan. Akan lebih baik lagi jika setiap tugas yang Mama berikan disertai sebab akibatnya. Misalnya menyuruh anak mengembalikan mainan setelah mereka bermain, berikan penjelasan bahwa jika mainan tidak dikembalikan pada tempatnya maka nanti saat akan memakai kembali mainan tersebut terselip atau bahkan hilang. Selain itu berikan alasan yang masuk akal dan mudah dimengerti anak, tentu saja alasan yang bermanfaat agar anak semakin bertanggung jawab.

👑Beri tugas yang mampu dikerjakan anak
Nggak mungkin kan Mama memberikan tugas mencuci baju atau memotong rumput kepada balita? Jadi beri pekerjaan atau tugas yang mampu dikerjakan ananda dan jangan sampai membuat mereka tertekan. Jadi buatlah tugas yang sangat menyenangkan untuk ananda

👑Jangan memberikan hukuman pada anak
Sekalipun anak tidak mengerjakan apa yang Mama berikan, jangan memberikan hukuman pada mereka. Hukuman yang orang tua berikan bukan membuat anak menjadi lebih tanggung jawab namun justru akan menimbulkan ketakutan dan rasa dendam pada orang tuanya. Mereka bisa dipastikan akan berontak jika Mama memberikan tugas lainnya. Orang tua bisa memberikan penjelasan dan konsekuensi yang bisa membuat anak berubah pikiran untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Dengan cara demikian anak justru mau mengerjakan apa yang diminta oleh orang tuanya.

👑Berikan pujian pada anak
Sekalipun tugas yang Mama berikan tidak bisa dikerjakan dengan  sempurna namun Mama sebaiknya tetap memberikan pujian bagi mereka. Ananda akan senang dan mengerjakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab ketika Mama memberikan pujian pada ananda.

Nah, ternyata simple kan cara untuk melatih tanggung jawab kepada ananda. Sekalipun mereka masih kecil namun   mendidik anak merupakan tanggung jawab sejak dini adalah hal yang tepat bagi kemandirian ananda 💕

Kisah Laba-Laba dan Hijrah Rasulullah SAW

aku laba-laba

Berkisah adalah metode pengajaran Allah Subhanahu Wata’ala dan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Sepertiga Al Qur’an berisi kisah. Firman Allah Subhanahu wata’ala dalam Al Qur’an lewat wahyu yang disampaikan melalui malaikat Jibril kepada nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Menurut Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhu, di dalam surat Yusuf ayat 3 diturunkan berkenaan dengan para sahabat yang suatu ketika berkata, “Wahai Rasulullah, alangkah baiknya jika sesekali engkau menceritakan sebuah kisah kepada kami.”(HR. Ibnu Jarir)

“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui. (Q.S. Yusuf : 3)Masya Allah.. Allah pun berkisah.. Nabi Muhammad berkisah jua..
bagaimana dengan Mama?
Sudahkah berkisah untuk anak kita hari ini? Bismillah..

Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad
Pergi berhijrah dari Makkah ke Madinah
Untuk menyelamatkan
Islam dari kekejaman
Di tengah malam berjalan
Ditemani Abu Bakardi Gua Tsur bersembunyi
Musuh-musuhnya mencari
Turunlah mukjizat Nabi
Laba-laba melindungi
Nabi sampai di Madinah
Disambut dengan meriah
Seluruh mukmin bersyukurHati merasa gembira
Nabi sampai di Madinah
Disambut dengan meriah
Seluruh mukmin bersyukur
Hati merasa gembira

Itu adalah lirik lagu yang Mama senandungkan sesaat sebelum memulai untuk berkisah kepada anak-anak hari ini. Hari ini Mama akan berkisah tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW dan hewan laba-laba. Penasaran? Laba-laba menjadi makhluk yang memiliki torehan sejarah tersendiri dalam risalah Islam. Peristiwa tersebut diabadikan dalam Alquran, tepatnya di surah at-Taubah ayat 40. Anak-anak selalu excited jika diajak membaca kisah apalagi kisah yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Mama senang membacakan kisah kepada anak-anak tidak saat mereka akan tidur, kenapa? Bukankah sebelum tidur adalah waktu yang baik dalam memasukkan nilai-nilai positif kepada anak? Iya betul, tetapi Mama punya alasan khusus kenapa tidak memprioritaskan untuk berkisah saat akan tidur. Alasannya anak sulung Mama, si tukang negosiasi ini jika dibacakan kisah jelang bed-time bukannya menjadi kisah pengantar tidur tetapi kisah itu berubah menjadi bahan diskusi yang sangat panjang. Alih-alih mengantarkan anak tidur, yang ada malah anak jadi tidur kemalaman gara-gara diskusi panjang yang tak berujung haha… 😂

Baiklah, anak-anak sudah siap menyimak sambil membolak balikan buku dan mainan karet berbentuk laba-laba di dalam genggaman tangannya.

Dikisahkan Allah memerintahkan Rasulullah SaW untuk hijrah dari kota Makkah ke kota Madinah untuk menyelamatkan Islam dari kekejaman.Baru satu kalimat terucap, Faris sudah angkat tangan ijin bertanya, “hijrah itu apa sih, Ma?”

“Hijrah itu artinya pindah,”Mama berusaha menjelaskan dengan kalimat yang sederhana agar mudah dipahami oleh Faris. Tidak berhenti disini saja, pertanyaan masih berlanjut.
“Oh artinya pindah yah, Ma. Kenapa Rasulullah pindah ke Madinah ya Ma, kenapa kok nggak tinggal di Makkah aja?”Faris masih mengejar saya dengan pertanyaan borongannya.

“Nabi Muhammad pindah ke Madinah karena adanya tekanan dan siksaan dari kafir Quraisy terhadap umat Islam yang semakin keras. Bukan hanya kaum Muslimin yang lemah, para sahabat dan keluarga Rasulullah SAW. pun menjadi sasaran kekejaman kaum Quraisy.”sambil berusaha tenang Mama melanjutkan kisah ini.

“Rasulullah hijrahnya pagi, siang atau malam ya, Ma?”pertanyaan ini membuat saya sejenak berpikir kembali sambil izin minum air putih terlebih dahulu sembari saya membaca rujukan hadistnya lagi agar tidak salah ucap.

“Diriwayatkan malam hari, Faris.”Mama berusaha menjelaskan kemudian melanjutkan kisahnya.

Malam hari yang dingin dan menusuk sampai ke sumsum terdalam, di luar rumah sekelompok orang-orang Quraisy dengan pedang dan tombak tampak seperti tentara yang sedang patroli mengitari rumah yang di tempati Rasulullah SAW bersama Abu Bakar r.a dan Ali bin Abu Thalib r.a. Orang-orang Quraisy sedang patroli mengepung rumah Rasulullah SAW, mereka telah berencana akan menangkap bahkan akan membunuh Rasulullah SAW tetapi mereka masih menunggu komando dari pimpinan mereka Abu Jahal.Sementara di dalam rumah, Ali bin Abi Thalib r.a berbaring di atas tempat tidur Rasulullah sesuai dengan perintah Rasulullah. Ali menggantikan Rasulullah malam itu di tempat tidur dan memakai selimut yang biasa digunakan Rasulullah. Rasulullah bersama Abu Bakar bersiap ke luar rumah yang dijaga ketat oleh tentara Quraisy. Saat Rasulullah dan Abu Bakar keluar dari rumah, Allah Azza wa Jalla membuat para tentara Quraisy tertidur pulas dan Rasulullah pun bisa pergi dengan selamat.Malam semakin larut dan dingin semakin bertambah, Rasulullah dan Abu Bakar berjalan menapaki padang pasir kota Makkah menuju arah selatan untuk hijrah ke Madinah. Sementara di rumah Rasulullah, para tentara Quraisy terbangun dan telah mendapat komando untuk membunuh Rasulullah. Ketika masuk ke dalam kamar Rasulullah mereka girang melihat masih ada orang yang berbaring di tempat tidur, namun ketika selimut diangkat ternyata mereka hanya mendapati Ali yang sedang tidur. Tentara Quraisy bingung dan pimpinan mereka marah, lalu tentara Quraisy melakukan pengejaran.

Nabi Muhamad SAW bersama Abu Bakar kemudian bersembunyi ke dalam gua Tsur. Kaum Quraisy pun segera mengejarnya.Untuk mengelabui kaum Quraisy, Allah SWT kemudian mengutus sepasang burung merpati untuk bersarang dan bertelur di dekat mulut gua Tsur. Allah SWT juga mengutus seekor laba-laba kecil untuk membuat jaring besar di mulut gua. Kaum Quraisy yang mengejar Nabi Muhamad pun tidak jadi masuk ke dalam Gua Tsur.Mereka berpikir, tak mungkin Nabi Muhammad bersembunyi ke dalam gua. Jika ada orang masuk ke dalam gua itu, tentu sarang laba-laba dan burung merpati di depan mulut gua itu akan rusak. Laba-laba dan burung merpatinya juga tentu akan pergi dari sana.

Di Kota Makkah para pembesar Quraisy telah mendapatkan informasi tentang adanya tiga orang di tengah padang pasir yang berjalan menuju selatan. Para pembesar Quraisy mengadakan sayembara bagi siapa yang dapat menangkap Nabi Muhammad akan diberikan hadiah seratus ekor unta betina.

Tersebutlah seseorang bernama Suraqah bin Malik yang sangat berhasrat menangkap Rasulullah seorang diri. Suraqah mengatakan bahwa tiga orang di tengah gurun itu bukanlah Muhammad untuk mengelabui orang lain agar dia bisa mendapatkan hadiah seratus ekor unta seorang diri.Suraqah kemudian memacu kudanya menuju selatan untuk mengejar Rasulullah, tepat sekali, Suraqah menemukan Rasulullah di tengah padang pasir, di benaknya telah ia bayangkan akan mendapat hadiah yang dijanjikan oleh Abu Jahal pimpinan kafir Quraisy. Suraqah memacu kudanya semakin cepat, tapi apa yang terjadi? beberapa kali kudanya tersungkur dan kakinya kaku. Suraqah terus memacu kudanya yang terus tersungkur sampai dekat dengan rombongan Rasulullah. Ketika sudah sangat dekat dengan Rasulullah kudanya kembali tersungkur. Suraqah mengambil panah, akan tetapi Suraqah tidak bisa bisa membidik Rasulullah karena tangannya tiba-tiba kaku.

Akhirnya Suraqah menyerah dan berteriak, “Kalian boleh mengambil hartaku, akan tetapi tolong bebaskan kekakuan tubuhku ini, dan aku akan menghalangi setiap orang yang mengejar kalian.”Rasulullah menjawab “Aku tidak butuh hartamu, tapi tolong kau halangi orang yang mengejar kami.””Baiklah”jawab Suraqah. Rasulullah kemudian berdo’a ke Allah dan tubuh Suraqah serta kudanya kembali sehat dan bebas dari kaku. Setelah bebas Suraqah menyatakan keimanannya dan berjanji akan menyuruh semua orang yang mengejar Rasulullah untuk menghentikan pengejaran. Atas perintah Rasulullah waktu itu Abu Bakar menuliskan sebuah perjanjian diatas tulang dan memberikannya pada Suraqah.Rasulullah berjalan selama tujuh hari berturut-turut. Selama tujuh hari terus-menerus rombongan Rasulullah SAW berjalan, di bawah panas membara musim kemarau dan berjalan lagi sepanjang malam mengarungi dinginnya badai padang pasir dengan perasaan kuatir. Hanya karena adanya iman kepada Allah SWT membuat hati dan perasaan mereka terasa lebih aman.Ketika sudah memasuki daerah kabilah, Banu Sahm, datang pula Buraida (kepala kabilah) itu menyambut mereka, barulah perasaan kuatir dalam hatinya mulai hilang. Jarak mereka dengan Yatsrib (sebelum menjadi Al Madinah) kini sudah dekat.

“Kenapa kok dulu Madinah disebut Yatsrib, Ma? Oh ternyata nama kota bisa berubah ubah ya? “sela Faris menanggapi cerita Mama. Mama sudah menduga pasti Faris bertanya alasannya apa, “Setelah 10 tahun berada di Yatsrib, Nabi mengubah namanya menjadi al-Madînah. Al-Madînah artinya kota.””Oh jadi dulu Yatsrib bukan kota ya Ma, tapi itu desa. “Mama iyain aja deh,”Iya nanti kita pelajarin lagi tentang sejarahnya bagaimana ya Faris. “Lanjut kisah, selama mereka dalam perjalanan yang sungguh meletihkan itu, berita-berita tentang hijrah Rasulullah dan sahabatnya yang akan menyusul kawan-kawan yang lain, sudah tersiar di Yatsrib. Penduduk kota ini sudah mengetahui, betapa kedua orang ini mengalami kekerasan dari Quraisy yang terus-menerus memburu mereka. Oleh karena itu semua kaum Muslimin tetap tinggal di tempat itu menantikan kedatangan Rasulullah dengan hati penuh rindu ingin melihatnya, ingin mendengarkan tutur katanya. Banyak di antara mereka itu yang belum pernah melihatnya, meskipun sudah mendengar tentang keadaannya dan mengetahui pesona bahasanya serta keteguhan pendiriannya. Semua itu membuat mereka rindu sekali ingin bertemu, ingin melihatnya.

Rombongan Rasulullah sampai di sebuah desa bernama Quba, disana Rasulullah dan rombongan beristirahat, Rasulullah kemudian mendirikan Masjid Quba, di Quba inilah Ali bin Abi Thalib datang menyusul perjalan hijrah ke Madinah (Yatsrib).Setelah tinggal di Quba selama empat hari, Rasulullah melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampailah rasulullah di Yatsrib (Madinah). Hari itu adalah hari Jum’at.

Rasulullah berada di Madinah selama lebih kurang sepuluh tahun, dan kembali ke Makkah setelah penaklukkan Makkah oleh kaum Muslimin (Fathu Makkah). Rasulullah tidak dendam kepada orang-orang yang dulu mengusir dan membencinya bahkan akan membunuhnya. Rasulullah membebaskan mereka tanpa adanya kekerasan sedikitpun yang diterima oleh warga Makkah, kelembutan Rasulullah ini membuat penduduk Makkah berbondong-bondong masuk Islam dan mengimani ajaran islam yang dibawa Rasulullah.

👑Hikmah dari kisah ini adalah bahwa dalam setiap amal/tujuan/cita-cita yang baik pastilah ada ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan. Ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan itu insyaAllah akan terlewati bila kita bersungguh-sungguh dalam berusaha dan disertai iman dan keihlasan.

“Sama kaya laba-laba kan ya Ma. Padahal hewannya kecil ya Ma, tapi nggak capek bikin sarang lagi terus ntar kena angin rusak tapi nggak nyerah tapi terus bikin sarang lagi. Faris juga ah, Faris mau berusaha belajar lagi kalau belum bisa, ” itu kesimpulan Faris.

Alhamdulillah bi ni’matimushaalihat di usianya sekarang Faris sudah mampu menerima dan berkomunikasi dua arah, mampu menceritakan kembali meskipun belum runtut dan mengambil sebuah kesimpulan dari sebuah kisah. Ini kisah kami hari ini, apa kisah teman-teman hari ini? Yuk kita jalan-jalan ke rumah Mama Thole mungkin disana ada kisah yang lebih menarik lagi 😘

Referensi :

[1] Seri Halo Balita Kisah dalam Al-Quran : Gua Tsur oleh Indrayani Mallo Penerbit: Pelangi Mizan, Tahun Terbit: September 2014.
[2] Al Qolam
[3] Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW dan Kisah Ajaib Lainnya oleh Astri Dama Penerbit Qibla, Tahun Terbit: November 2016.
[4]http://www.ebookanak.com/kisah/kisah-25-nabi-dan-rasul/nabi-muhammad-dan-sarang-laba-laba/

Homeeducation : Belajar Tauhid dari Sosok Luqman

penanaman tauhid

Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” (QS. Luqman: 13).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Luqman menasehati anaknya yang tentu amat ia sayangi, yaitu dengan nasehat yang amat mulia. Ia awali pertama kali dengan nasehat untuk beribadah kepada Allah semata dan tidak berbuat syirik kepada Allah dengan sesuatu apa pun.”

Pendidikan aqidah merupakan pelajaran yang kelihatannya rumit dan sulit untuk diajarkan kepada anak-anak tetapi harus sudah mulai ditanamkan kepada anak sedini mungkin. Kesadaran saya akan betapa pentingnya mengenalkan Allah sejak dini dimulai saat saya mengikuti kelas belajar tauhid batch 2. Oleh-oleh dari belajar disana, saya bertekad untuk terus belajar dan menjaga akidah keluarga.


Ketika Faris bertanya tentang Allah

Jauh sebelum Faris fasih berbicara, Papanya pernah menanyakan kepada Faris kecil (14 bulan), Allah ada dimana? Kemudian tangan kecilnya menunjuk ke atas. Sudah dua kali dicoba kepada adiknya pun, reaksi anak-anak masih sama. Menunjuk ke atas. Pengalaman ini kami coba ke anak-anak setelah mengikuti kajian dari Ustadz Khalid Basalammah, kenapa anak yang belum tahu apa-apa ketika ditanya dimana Allah akan selalu menunjuk ke atas? Ini fitrah keimanan atas Rabb-nya. MasyaAllah, saya dan suami dibuat takjub.
Saat menginjak usia 2 tahun, mulai banyak pertanyaan dan diskusi ringan antara saya dan Faris. Berikut ini beberapa pertanyaan berkaitan dengan Allah yang dilontarkan Faris sejak umur 2 tahun, diantaranya:

Allah itu siapa

Q1: “Ma, Allah itu siapa sih?”
Allah itu yang menciptakan segala-galanya. langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan mama, papa, adek, semua makhluk.”

Allah bentuknya gimana

Q2: “Ma, Allah itu bentuknya seperti apa ya?”
❌Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

✔️Jawablah begini:
“Faris tahu kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah Faris lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan Faris sebutkan.”

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)
[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)

Allah itu dimana

Q3: “Ma, Allah itu ada dimana sih?”

❌Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini:
Al-Hadid (57) : 3
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng (maka dari itu kami hijrah dari buku bacaan magic dan dongeng imajinatif).

Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad SAW sekali pun. Hanya Allah yang tahu diri pribadi-Nya sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat. Allahua’lam
إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)
[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)

✔️Jawablah begini:
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih Faris berpikir retoris).
“Faris bisa nampak matahari yang terang itu langsung nggak? Nggak kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah, melihat matahari aja kita nggak sanggup. Jadi, bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya nggak?!”
Saat Faris mengajak saya berdiskusi kenapa dia tidak bisa melihat Allah saya berkisah tentang Nabi Musa yang ingin melihat Allah.

Atau bisa juga diberi jawaban:
“Faris, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Faris nggak bisa lihat ujung langit kan?! Nah, kita juga nggak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita sholat. Allah Mahabesar.”

Kemudian saya mengajak Faris bersimulasi :
Saya menyuruh Faris menghadapkan bawah telapak tangannya ke arah wajah. Faris lihat garis-garis tangan Faris nggak? Nah, sekarang dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Faris. Masih terlihat jelas nggak jari Faris setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Maha Besar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak berantara.”

Allah tidak nampak

Q4: “Ma, kenapa kok kita kita nggak bisa lihat Allah?”

❌Jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Saya pernah menjawab seperti ini karena keterbatasan ilmu, maafkan Mama yang masih fakir ilmu. Ketika usianya 3 tahun, Faris terus menggali informasi mengenai kenapa sih Allah nggak kelihatan padahal ada di Arsy. Mana Arsy kok nggak kelihatan padahal kata Mama di langit?
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas, bawah, kiri, kanan, depan, belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip “Allahu Akbar” itu bohong?

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <– Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif. ❌Juga jangan dijawab begini: “Nak, Allah itu ada di mana-mana.” Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi. ✔️Jawablah begini: “Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang shaleh, termasuk di hati Faris😍. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada." وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186) وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4) وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115). “Allah sering loh bicara sama kita, misalnya, kalau Faris teringat untuk bantu Mama dan Papa, tidak berebut dengan adik atau teman, tidak malas merapikan mainan, tidak susah disuruh makan, nah, itulah bisikan Allah untuk Faris.” وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213). [caption id="attachment_810" align="alignnone" width="169"] Kenapa harus menyembah Allah[/caption]

Q5: “Ma, Kenapa kita harus sholat? Kok harus menyembah Allah?”
❌Jangan jawab begini:
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi atheis karena menurut akal mereka, ”Masa sama Allah seperti berdagang saja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah seperti anak kecil saja, kalau “orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani).

✔️Jawablah begini:
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan kepada kita. misalnya, Faris sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau harus bayar, kan Mama dan Papa pasti nggak akan sanggup untuk membayarnya. Di laut banyak ikan yang bisa kita pancing untuk dimakan, dan banyak nikmat yang tidak akan bisa kita hitung lagi jumlahnya.

Kalau Faris nggak nyembah Allah, Faris yang rugi, bukan Allah.
إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
Allahu a’lam.

Meskipun manusia ini tempatnya salah, beruntung sebelumnya saya sudah mendapat sedikit pengetahuan saat belajar di kelas BETAH (Belajar Tauhid) sehingga mendapat panduan ketika anak bertanya agar saya bisa menjawab dan anak mudah menerima penjelasan dari orang tuanya. Berikut ini saya share modul mengenai dasar-dasar tauhid dan fikih bagi anak-anakyang saya peroleh di kelas BETAH. Semoga bisa menjadi bahan bacaan bagi para orang tua.

referensi bacaan

Apa yang Kami Alami

Setahun berhomeeducation bersama anak-anak, bukan sebentar ya.. tetapi belum lama juga sih. Namun, alhamdulillah, kami bersyukur telah Allah pilih untuk mendapatkan hidayah sunnah dan ilmu tentang tauhid. Ya, aqidah yang lurus.
Bukan sekali atau dua kali kami menemukan diri tercenung dengan dahsyatnya penghambaan dan penyerahan diri anak-anak kepada Allah. Katakanlah, ketika Faris sangaaaat menginginkan sesuatu. Sangat jarang sekali ia meminta sesuatu (yang mahal) dengan redaksi, “Mama, Faris kepengen ini” Tapi, ia menggantinya dengan kalimat seperti, “Mama, kalau Allah kasih rezeki lewat Mama, boleh beli ini?” dan diskusi pun berlanjut dengan kemanfaatan yang Faris mau itu. Bahkan untuk hal yang kecil pun, ketika Papanya pulang kantor membawakan roti, Faris selalu mengucap, “terimakasih Pa udah bawakan roti buat Faris, terimakasih ya Allah buat rezeki hari ini.” MasyaAllah anak-anak.😍
Saya sering sekali mengulang-ulang menyebut agar anak-anak terus bersyukur atas nikmat dan karunia dari Allah. Begitu pula ketika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka mau. Atau, ketika mereka tiba-tiba mendapatkan apa yang telah lama mereka idamkan dan tidak mungkin dibelikan orang tuanya. Tauhid. Ya, landasan inilah yang membuat perjalanan mendidik menjadi sangat dimudahkan Allah. A truly scientific way of parenting. Setidaknya, itu yang kami rasakan hingga detik ini. Pilihan dan konsekuensi ada di tangan masing-masing keluarga.😊
Terimakasih umma elsaif sudah memilih tema ini, catatan saya yang masih di draft berbulan-bulan lamanya akhirnya bisa di post kelanjutannya 😁

MANAJEMEN RUMAH TANGGA DENGAN DUA BALITA

​Sebagai ibu rumah tangga dengan 2 anak laki-laki (Faris dan Irbadh), sehari-hari saya mengurus anak-anak dan rumah tangga tanpa bantuan dari pengasuh atau pembantu full time. Banyak sekali yang suka bertanya kepada saya “How do you manage to survive each day?”. Karena jujur saja, saya tidak punya teori-teori atau trik special untuk menjalani rutinitas saya sehari-hari. I just live with it. Tapi disini saya akan mencoba mengurutkan rutinitas harian saya, dan mungkin sedikit sharing beberapa tips untuk mengurangi “drama” di dalam keseharian saya.

Yes, I’m a morning person. Saya sudah terbiasa bangun dan beraktifitas di pagi hari dari jaman saya kuliah, dan ketika masih kerja full time di kantor. Setelah menjadi ibu rumah tangga, saya sempat memanjakan diri dengan bermalas-malasan di pagi hari. Tapi ternyata itu membuat hari saya berantakan.. haha 😂
Jadi saya tetap bangun jam 4.30 pagi untuk sholat Subuh (waktu Indonesia bagian Batam) dan langsung masuk dapur. Saya menyiapkan sarapan dan bekal suami, dan untuk makanan hari itu. Setelah semuanya siap, saya memandikan kedua anak saya sekaligus. Kira-kira jam 5.30 anak-anak bangun, sementara saya menyiapkan air untuk mandi mereka. Sehabis itu saya bermain sebentar bersama sambil menemani mereka sarapan berdua. Sebenarnya Faris sudah bisa makan sendiri tapi dia lebih suka jika makan satu piring bersama dengan adeknya hehe..

Sehabis makan saya memberikan mereka mainan (bisa apa saja, termasuk sensory play) dan membiarkan mereka bermain sendiri. Sementara saya lanjut menyapu, membereskan kamar, buang sampah dan beberes kecil bersama anak-anak. Anggap saja ini kelas bersih-bersih ala kami. Setelah selesai semua lalu saya mandi. Urusan menyapu dan mengepel rumah dahulu kala sebelum saya mempunyai anak kedua saya kerjakan di malam hari, namun semenjak saya memiliki anak kedua standar kebersihan dan kerapian saya turunkan. Yang penting bisa berkegiatan bersama dan stamina terjaga urusan bebersih bisa dikerjakan saat anak-anak tidur. Alhamdulillah, sedari dulu urusan domestik saya yang handle semua maka pahala urusan bebersih rumah bisa saya raih bersama anak-anak 😇✌️

latihan mengepel minimal bekas tumpahan air atau makanan

Setiap malam saya selalu berdoa sama Allah agar besok Allah berikan kemudahan dan kelembutan hati anak-anak agar tidak merusuh. Jadi setiap hari saya harus memastikan urusan dapur selesai dan apabila anak-anak susah disambi maka dengan terpaksa urusan membersihkan rumah saya tunda sampai siang ketika anak-anak tidur. Sekitar jam 10 atau 11 saya menemani Irbadh tidur, sementara Faris masih lanjut bermain sendiri atau terkadang ikut saya ke kamar untuk membaca buku atau flash card, intinya mainan yang tidak kotor dan berisik. Waktu ini juga saya gunakan untuk bersantai sejenak sambil quality time bersama Faris. Jika adeknya sudah bobo barulah saya dan Faris bisa masuk kelas utama hari ini, bisa berupa kegiatan percobaan, pengamatan atau diy.

Rutinitas Siang-Sore
Irbadh biasanya bangun sekitar jam 12 dan biasanya mereka berdua bisa asyik main bersama. Kebetulan Faris cukup mandiri sehingga sudah terbiasa membereskan mainan yang sudah tidak dipakai bermain. Sehabis makan siang adalah waktu istirahat. Adakalanya anak susah disuruh untuk tidur siang, tetapi saya tetap meminta mereka untuk hanya bermain di dalam kamar. Sementara mereka di kamar biasanya saya mulai membersihkan rumah atau menyelesaikan pekerjaan rumah lainnya. Sehabis itu baru saya ikut bermain di kamar sambil beristirahat.

Sekitar jam 4 sore, setelah anak-anak mandi saya mengajak mereka untuk main di luar rumah, bermain sepeda, bermain bola, atau pergi ke taman bersama. Outdoor play ini kami lakukan sampai sekitar jam 5, lalu dilanjutkan dengan makan atau snacksore. Tapi terkadang jika terlalu lelah dan lapar mereka langsung meminta makan malam jadi saya bebaskan saja karena saya memang tidak terlalu strict dengan jam makan.

Rutinitas Malam
Adzan Maghrib adalah waktu untuk kita kembali ke kamar. Diawali dengan sholat Maghrib bersama, lalu dilanjutkan dengan belajar mengaji sampai Isya. Belajar mengaji disini tentunya tanpa paksaan dan tetap dilakukan secara fun dengan bermain sesuai usianya. Sehabis Isya biasanya Irbadh sudah tidur, sementara Faris melanjutkan kegiatan di dalam kamar seperti membaca buku, belajar menulis, dan evaluasi harian bersama papanya. Sebelum tidur kami membereskan mainan di kamar, kemudian bersih-bersih. Sekitar jam 9 malam biasanya Faris sudah tidur dan saat itulah free time saya dimulai.

Bisa dilihat rutinitas saya paling padat memang pagi hari, karena saya sebisa mungkin berusaha menyelesaikan semua pekerjaan rumah di saat masih ada suami, jadi suami bisa membantu untuk mengurus dan bermain bersama anak-anak sementara saya bekerja.

TIPS Untuk Menjalani Keseharian tanpa ART

1. Be flexible and don’t be too hard on yourself. Terkadang kita ingin semua serba terorganisir tetapi namanya kita berhadapan dengan anak-anak yang mood-nya bisa berubah kapan saja, tentunya kita tidak bisa terlalu ketat dengan pengaturan jadwal. Jadi kalau ada pekerjaan yang tidak bisa diselsaikan karena anak-anak seharian cuma ingin peluk-pelukan, ya biarkan saja. Pekerjaan rumah bisa menunggu tetapi quality time bersama anak tetap yang utama. Intinya dahulukan yang bernyawa dulu baru urus benda mati (rumah dan dapur maksud saya).
Turunkan standard kerapihan. Hal ini mungkin susah buat sebagian orang, tetapi jika kita memaksakan untuk menjaga rumah tetap rapi setiap saat tentunya agak mustahil apalagi dengan kondisi ada dua atau tiga balita yang selalu bebas bermain dan berlarian didalam rumah.

2. Buat komitmen dan bagi tugas bersama pasangan. Sebelum memutuskan untuk tidak memakai bantuan asisten, tentunya harus membuat komitmen kerja sama yang baik dengan pasangan, karena kalau pasangan tidak turut andil dalam mengurus anak-anak atau rumah tangga, tentunya akan sangat sulit sekali untuk dijalankan. (tetaplah setia menjadi tempat penitipan anak ya, suamiku ✌️).

3. Amankan rumah dengan mengatur posisi barang-barang. Agar tidak harus mengawasi anak secara terus menerus, kita wajib untuk kids-proofing setiap sudut rumah agar anak-anak tetap aman bermain. Atur peralatan makan anak di rak bawah sehingga mereka bisa ambil sendiri, tetapi amankan barang pecah belah di bagian atas. Atur ruang bermain anak, untuk permainan yang butuh pengawasan bisa diletakkan di rak atas, dan untuk permainan yang aman dan mudah dibereskan serta buku-buku bisa diletakkan di rak bagian bawah sehingga mudah di akses oleh mereka. Jangan lupa untuk mengkategorikan mainan ke dalam kotak-kotak transparan sehingga lebih mudah untuk dicari. Biasanya seminggu sekali saya dan anak-anak menyortir mainan sesuai jenisnya.

4.Pasang pintu atau safety gate untuk akses menuju dapur dan tangga jika rumah anda bertingkat.

5. Ajari anak untuk mandiri. Awalnya mungkin susah mengajari anak untuk mandiri, tetapi jika kita melakukan dengan konsisten lama-lama mereka akan mengerti. Yang paling mudah, ajari mereka untuk makan sendiri dan selalu membereskan mainan setiap selesai bermain, lalu bertahap sesuai dengan perkembangan umurnya.

6.Lakukan food preparation. Untuk urusan memasak, saya biasanya melakukan foodprep setiap weekend atau 3 hari sekali agar tidak terlalu repot dan tidak butuh waktu lama untuk masak. Jadi saya sudah mempersiapkan beberapa masakan yang bisa dimasak sebelumnya (pre-cook) misalnya ayam yang sudah diungkep, ikan yang sudah dimarinade, rendang dll, lalu membersihkan dan memotong-motong sayur. Semuanya saya masukkan kotak atau zipper plastic bag terpisah per menu, lalu dimasukkan ke freezer. Saya sering menggunakan bantuan slow cooker dan kukusan listrik dengan timer untuk menyelesaikan proses memasak.

7.Rutin berolahraga. Mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus anak setiap hari sering bikin kita jadi cepat pegal-pegal. Karena itu saya rutin berolahraga minimal 3x seminggu selama 20 menit. Bisa hanya stretching, pilates, ataupun melakukan beberapa gerakan crossfit yang sesuai dengan kemampuan tubuh kita. Hal ini sangat membantu agar kita tidak mudah lelah.

kelas b

8.Nikmati waktu luang untuk “Me-time”. Saya selalu berusaha menikmati me-time setiap hari walaupun hanya beberapa menit. Bisa disaat anak-anak tidur atau asik bermain sendiri. Jangan terlalu ambisius untuk menyelesaikan semua pekerjaan sehingga lupa beristirahat dan bersantai. Menikmati segelas jus sambil membaca buku atau tontonan yang ringan, hanya sekedar bebas memegang hp untuk chat bersama teman-teman biasanya sudah cukup bagi saya untuk melepaskan penat dan kembali me-recharge energi.

Mungkin ada tips lain yang bisa di share atau ingin berbagi keluh kesah seputar mengurus anak dan rumah tanpa ART?

Pentingnya Mengenali Gaya Berkomunikasi Dengan Si Kecil

Tidak ada anak yang dilahirkan sama persis satu sama lain. Anak-anak dilahirkan dengan berbagai pribadi unik yang dibentuk oleh dunia di sekelilingnya. Namun, faktor yang paling dominan tetaplah kepribadian yang mereka bawa semenjak lahir. Mungkin anak yang sulung supel dan mudah bergaul, sementara yang lain lebih suka menyendiri. Mungkin yang satu senang diperhatikan terus menerus, sementara yang lain tidak terlalu mempermasalahkannya. Karakter-karakter yang dimiliki anak jelas akan sangat mempengaruhi bagaimana mereka berinteraksi dengan dunia yang ada di sekeliling mereka.

Dengan mengetahui karakter dan kepribadian masing-masing anak, Mama berharap komunikasi dan interaksi antara Mama dengan anak-anak akan menjadi lebih mudah, lebih efektif seperti yang Mama harapkan. Florance Littauer di dalam bukunya Personality Plus For Parents,mengatakan ada empat kepribadian dasar yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi karakter dan kepribadian anak, yaitu:
1. Kepribadian Populer~Sanguinis
2. Kepribadian Kuat~Koleris
3. Kepribadian Sempurna~Melankolis
4. Kepribadian Damai~Phlegmatis

Irbad, anak laki-laki kedua Mama terlahir membawa karakter berkemauan yang kuat. Jika bercerita tentang sosok anak sungsang saya ini, hati terasa nano-nano. Dia termasuk anak yang berkepribadian kuat~koleris. Mama belajar banyak bersabar, berkata baik dan lembut darinya. Sejak Irbad lahir Mama dan Papa sudah bisa melihat karakteristik yang menonjol darinya. Keras kepala dan kuat kemauannya. Betapa tidak? Kalau dia tidak memiliki kemauan kuat mungkin dia tidak terlahir sungsang dengan kaki satu yang keluar terlebih dahulu (membayangkan saja pun saya merinding).

Ada beberapa karakteristik anak yang bisa diamati dan menunjukkan sikap keras kepala, antara lain :

🐣cenderung lebih aktif dan kurang sabaran;
🐣cenderung kurang mampu
mengontrol keinginannya, sehingga sering bertindak tanpa pikir panjang;
🐣Tidak mau menurut, misalnya ketika dilarang melakukan sesuatu oleh orangtuanya, dia hanya akan melihat sekilas kepada orangtuanya untuk kemudian melakukan hal yang telah dilarang tersebut;
🐣Cenderung lebih mudah marah dan bersikap keras;
🐣Cenderung menunjukkan ekspresi yang berlebihan baik ketika gembira maupun sedih;
🐣Cenderung lebih sensitif dan mudah tersinggung.

Namun demikian, di balik sikap keras kepala yang melekat pada dirinya, Mama yakin sebenarnya ada beberapa hal positif yang sebenarnya menunjukkan bahwa ia adalah pribadi yang berani dan bersemangat.

Anak keras kepala cenderung memiliki semangat yang tinggi, sehingga ketika dia menginginkan sesuatu maka akan ada usaha keras untuk mencapainya dan memiliki keyakinan bahwa dia mampu mencapainya. Hal ini sudah nampak sejak Irbad masih berumur 6 bulan, betapa dia berusaha keras saat belajar duduk dan merangkak. Tidak pernah mau dibantu sama sekali dan percaya diri saat mengambil keputusan.
Anak keras kepala cenderung tidak suka diatur, sehingga dia akan memilih sesuai keinginannya dan merasa bertanggungjawab dengan apa yang sudah menjadi pilihannya tersebut. In case, Mama belajar untuk lebih bersabar dan lebih lembut kala menghadapimu yang selalu ingin makan sendiri tanpa bantuan. Meskipun Mama harus menahan keinginan untuk sekedar membantu memotongkan daging yang ada di piringmu. Mama tahu ini adalah proses belajar dan Mama belajar untuk memahamimu, anakku.

Anak keras kepala cenderung suka belajar sendiri dan kurang menyukai pendapat orang lain sehingga sering merasa paling benar sendiri dalam banyak hal. Betapa engkau tidak pernah mau mendengar peringatan dari Mama, Papa atau bahkan masmu. Mencoba memegang kuah sayur yang masih panas atau mencoba memakan tulang ayam yang keras adalah hal yang biasa. Karena engkau lebih suka membuktikan sendiri daripada patuh pada perkataan kami.

tidur di ruang tunggu bandara

Anak yang keras kepala cenderung memiliki integritas sehingga lebih kuat dalam mempertahankan pendiriannya dan tidak mudah terpengaruh atau goyah. Inilah dinamika yang sudah menjadi pemandangan umum dalam keseharian keluarga kita, saat Irbad bermain bersama mas Faris, dan engkau tidak pernah mau diarahkan dan lebih memilih untuk bermain sendiri sesuai inginmu.

Berbicara mengenai bahasa kasih tentu erat kaitannya dengan masalah komunikasi. Tak kenal maka tak sayang. Jika ingin nyambung dalam banyak hal tentunya Mama harus memahami karaktermu terlebih dahulu, nak.

Lalu harus Mama mulai darimana? Sepertinya mama dapat memulainya dengan memperhatikan hal sederhana, seperti menjaga komunikasi yang baik di dalam keluarga. *

Berbicara mengenai komunikasi pasti tidak lepas dari bahasa. Orang-orang di luar sana pasti mengucapkan bahasa kasih yang berbeda-beda. Ini dikarenakan setiap orang memiliki kebutuhan akan bahasa kasih yang berbeda-beda juga. Penulis buku Lima Bahasa Kasih, Gary Chapman menyebutkan ada Lima jenis bahasa kasih, yaitu:
Bahasa kasih #1 : Kata-kata penguatan
Bahasa kasih #2 : Waktu yang berkualitas
Bahasa kasih #3 : Menerima hadiah
Bahasa kasih #4 : Tindakan melayani
Bahasa kasih #5 : Sentuhan fisik

Bagaimana gaya berkomunikasi dengan anak yang keras kepala?

Memahami karakter masing-masing anak membuat Mama dapat berkomunikasi lebih efektif lagi saat membersamai mereka. Bahasa kasih #2 waktu yang berkualitas merupakan jalan yang mama pilih dengan aspek pokok yang utama adalah kebersamaan. Ini tidak berbicara mengenai kedekatan secara fisik. Kebersamaan berbicara tentang perhatian yang terfokus. Mama berusaha menjaga kontak mata saat berbicara denganmu karena hal ini terbukti manjur diterapkan agar engkau mau mengikuti arahan dari Mama. Ketika engkau menolak saat Mama mengarahkan untuk duduk saat buang air besar di toilet dan engkau lebih memilih berdiri saja. Mama berhasil mengkomunikasikan agar Irbad mau duduk dan tidak lompat-lompat saat BAB. Luar biasa sekali, ternyata kekuatan kontak mata bisa merubah keadaan menjadi lebih baik.

Saat membersamaimu, Mama juga belajar lebih untuk mendengarkan dan tidak menginterupsi. Biasanya anak yang keras kepala belajar dari pengalaman, sehingga ketika hanya diberi penjelasan dengan kata-kata mereka cenderung tidak begitu saja mau menerimanya. Sebagai contoh ketika Mama mengatakan bahwa jangan bermain di dekat kompor karena panas dan berbahaya, maka Irbad perlu membuktikannya dengan merasakan sensasi panas di dekat kompor.

gegoleran setelah makan di anambas kopitiam [/caption]

Anak yang keras kepala akan lebih menyukai penguasaan yang lebih, sehingga Mama tidak perlu terlalu banyak menyuruhnya namun cukup dengan mengingatkannya. Mama biasa memberikan pilihan kepada Irbad daripada memerintahkannya, karena kemungkinan besar perintah Mama akan ditolak. Dengan memberikan pilihan kepada anak, mereka akan merasa diajak mengambil keputusan sehingga merasa lebih bertanggungjawab atas apa yang sudah dipilihnya tersebut. Hal yang paling Mama hindari adalah memaksakan keinginan Mama kepadanya karena hal itu justru akan membuat ia semakin menentang. Misalnya nih saat kegiatan makan bersama, Irbad sejak belajar makan tidak pernah mau disuapi. Maunya makan sendiri, pegang sendok sendiri. Apabila Mama memaksakan kehendak (misalkan dalam situasi makan di luar atau ada undangan Mama berinisiatif menyuapinya agar tidak tumpah atau kotor maka ia akan marah dan menolak).

keukeh makan sendiri saat di mobil [/caption]

Tips menghadapi anak model begini adalah dengan menjalin komunikasi yang baik, walaupun tentu butuh kesabaran besar untuk menghadapinya, apalagi jika ia sudah lancar berbicara kemungkinan besar pasti akan mengajak berdebat. Mama mencoba untuk memberikan kebebasan pada dirinya sendiri namun tetap berada dalam batas kewajaran, selama hal itu tidak membahayakan dirinya tentunya.

MasyaAllah tabarakallah, Allah telah menitipkan seorang mujahid yang kuat pendiriannya sepaket dengan kelembutan hatinya. Mama tidak pernah menyangka ternyata meskipun Irbad memiliki watak yang keras ternyata di sisi lain hatinya sangat lembut bahkan dia sangat peka terhadap perasaan Mama. Pernah suatu ketika, secara tidak sengaja karena gerakannya yang sangat lincah saat bermain Irbad menendang mata Mama. Sontak Mama langsung lemas dan meneteskan air mata karena memang lumayan membuat nyeri di sekitar bola mata Mama. Irbad langsung mendekati Mama, mengusap wajah Mama dan nampak khawatir. Memeluk Mama dari belakang dan memastikan bahwa Mama baik-baik saja. Tak lama dia mengulurkan tangannya tanda meminta maaf. Ah, makhluk kecil ini sungguh lembut sekali hatinya bagaimana bisa Mama marah kepadanya, tidak ada satu alasan yang bisa membuat Mama marah dan melukai perasaanmu, nak. Ketika Mama pernah melarangmu dengan nada meninggi sehingga membuatmu ingin menangis rasanya Mama merasa sangat bersalah padamu.

Memiliki anak yang keras kepala tetapi sensitif tentu membutuhkan kesabaran ekstra. Terlepas dari itu semua Mama bersyukur dianugerahi anak sepertimu. Yang selalu ingin diperhatikan dan mendominasi masmu.

Apakah Mama juga memiliki anak berkemauan kuat? Sesungguhnya Mama-Mama di luar sana sangat beruntung! Mari kita bersyukur, anak berkemauan kuat akan sangat menantang saat mereka masih kecil, akan tetapi akan menjadi pemudi/pemuda yang hebat bila diasuh dengan baik. Itu nasehat dari Kakek saya, beliau mengatakan bahwa anak yang memiliki motivasi yang kuat dan berpendirian teguh, mereka akan berusaha mengejar keinginan mereka dan hampir tak terpengaruh oleh tekanan lingkungannya. Sepanjang orang tuanya tidak berusaha untuk “mematahkan kemauan mereka”, anak berkemauan keras adalah calon pemimpin masa depan.

Jadi tentu saja sebagai orang tua, Mama ingin anak-anak melakukan apa yang orang tuanya minta. Tapi itu bukan karena ia patuh, dalam artian ia akan selalu melakukan semua yang dikatakan oleh orang yang lebih besar darinya. Yang Mama inginkan adalah anak-anak melakukan permintaan orang tuanya karena ia mempercayai orang tuanya, karena ia mengerti bahwa walaupun orang tua mereka tidak selalu menuruti semua keinginannya, tetapi kami peduli padanya. Kami ingin membesarkan seorang anak yang memiliki disiplin diri, berani bertanggung jawab, dan penuh perhatian dan yang paling penting, memilki kemampuan untuk memutuskan siapa yang dapat ia percaya dan kapan ia dapat membiarkan dirinya dipengaruhi oleh orang lain.

Mematahkan kemauan seorang anak akan membuatnya terbuka pada pengaruh orang lain yang sering kali tidak memiliki tujuan yang sama dengannya. Semoga Mama bisa membersamaimu melaksanakan misi hidupmu sesuai fitrah dari Rabb. 😇

Terima kasih Mama Krucils sudah memilih tema bahasa cinta sehingga mengingatkan saya agar tidak lupa untuk terus mencharge tangki cinta kepada anak-anak, mengosongkan gelas, serta merendahkan hati saat berperan sebagai orang tua.

5 TIPS MENGHADAPI BALITA YANG SUKA BERTANYA

Setiap orang tua pasti pernah merasakan masa-masa ketika anaknya senang bertanya. Bertanya tentang hal apa saja, yang anaknya ingin tanyakan. Bila jawaban yang diperoleh dirasa belum puas, maka anak akan terus bertanya sampai ia benar-benar merasa puas. Adakalanya kita sebagai orang tua merasa kesal, tidak sabar bahkan bisa memarahi anak kalau anaknya bolak-balik bertanya. Atau ada juga yang bilang kalau anaknya itu cerewet atau bawel.

Saat memiliki anak balita, orang tua memang dituntut untuk lebih bersabar. Selain karena aktivitas anak yang cukup aktif, mereka juga harus siap menjawab berbagai pertanyaan yang kerap dilontarkan anak secara tiba-tiba. Tidak hanya pertanyaan sederhana, seorang anak bahkan juga bisa menanyakan hal-hal aneh yang jauh dari pengetahuan orang tua. Untuk menghadapi anak yang suka bertanya, sebagian orang tua memilih untuk menjawab sekenanya atau bahkan dengan tegas melarang anak bertanya terlalu banyak. Padahal, hal itu justru bisa menghambat perkembangan anak.

Proses bertanya merupakan fitrah bagi kehidupan seorang anak. Hal ini dikarenakan pada masa pertumbuhannya, sel-sel neuron otak anak tidak begitu saja menelan setiap informasi. Dia selalu mempertanyakan sebelum disimpan lekat dalam file memorinya.

Anak yang banyak bertanya sebetulnya karena ia memiliki segudang rasa keingintahuan tinggi akan berbagai hal. Pada masa ini perkembangan otaknya sangat pesat. Anak merasakan haus akan informasi dan pengetahuan. Maka dari itu tidaklah mengherankan bila anak sering bertanya ini dan itu. Bersyukurlah kita ketika anaknya melewati masa bertanya. Masa ini hanya terjadi sekali seumur hidup. Bahkan menurut para ahli, jika anak kita kurang suka bertanya, maka orang tua harus memancing supaya anak banyak bertanya.

Di usia 2—4 tahun, kemampuan kognitif anak berkembang cukup pesat. Dalam rentang waktu tersebut, mereka menyerap banyak informasi dan pengetahuan dari dunia yang baru dikenalnya. Akhirnya, mereka pun kerap bertanya pada orang tua untuk memuaskan rasa ingin tahunya.

Bertanya Membangun Kemampuan Berkomunikasi dan Berpikir Kritis

Ada yang bilang masa-masa bertanya akan menentukan kepandaian anak kelak. Semakin sering orang tua mengajak anak berdialog, akan membuat buah hati semakin kritis. Jiwa yang kritis akan menjadikan anak tumbuh menjadi pribadi cerdas dan pemberani. Oleh karenanya, bila kita tidak memberikan respon positif terhadap pertanyaan anak, sama artinya kita telah menumpulkan sikap kritis dan kreativitasnya secara perlahan. Padahal dengan bertanya, rasa ingin tahu anak akan tersalurkan. Kondisi ini merupakan stimulan untuk mengembangkan proses berpikirnya. Saat-saat inilah merupakan saat terbaik untuk mengembangkan pengetahuan pada anak,karena dalam kondisi ini otak anak sedang terbuka. Ketika rasa ingin tahunya besar, maka informasi akan tersimpan sangat kuat. Agar potensi anak juga terarah dengan baik maka kita sebagai orang tua harus bijak mengarahkannya. Berbagai pertanyaan dari anak sebaiknya dijawab sesuai dengan kemampuan berpikirnya.

Anak yang suka bertanya namun hanya mengulang pertanyaan tanpa bertanya lebih mendalam, bukanlah termasuk anak yang kritis. Karena anak yang kritis tidak sekedar bertanya, tetapi juga membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Kemampuannya dalam menganalisa menyebabkan tidak menerima begitu saja apa yang dikatakan oleh orang tua, dewasa dan orang yang lebih tua darinya. Namun ia akan berani untuk bertanya lebih detail lagi.

Saat terbaik untuk memberi pengetahuan pada anak adalah disaat mereka bertanya. Proses berpikir otak pada kondisi ini sangat pesat. Ketika rasa ingin tahunya besar, maka informasi akan tersimpan sangat kuat. Oleh karena itu sebaiknya kita berhati-hati bila menghadapi berbagai pertanyaan anak. Berikut 5 tips menghadapi anak yang suka bertanya:

1.HARGAI SETIAP PERTANYAAN YANG DIAJUKAN ANAK

Sebagai orang tua, kita harus bersabar menghadapi anak yang suka bertanya. Meskipun anak kerap mengulang pertanyaan yang sama, kita harus tetap menghadapinya dengan penuh kesabaran. Terkadang, anak bertanya berulang kali karena memang lupa atau hanya sekadar ingin memastikan bahwa yang Anda katakan itu benar.

Orang tua yang penuh perhatian terhadap setiap pertanyaan anak dan semangat mencari tahu jawabannya, akan membuat anak semakin termotivasi untuk mencari tahu berbagai hal lainnya.

2. JANGAN BERBOHONG ATAU MENGADA-ADA JAWABAN YANG BELUM KITA KETAHUI

Bukanlah hal tabu jika orang tua mengatakan “tidak tahu” pada anak terhadap pertanyaan yang mereka ajukan. Lebih baik jujur dan mencari solusi terbaik untuk mencari jawaban bersama-sama apa pertanyaan anaknya. Informasi tersebut bisa kita peroleh lewat membaca buku bersama-sama, browsing di internet, bertanya kepada orang lain yang lebih tahu jawabannya atau mengunjungi tempat tertentu berkaitan dengan pertanyaan anak. Misalnya kalau anak bertanya tentang pesawat terbang, kita bisa mengajak mereka ke museum. Sambil rekreasi, anak juga bisa belajar sambil bermain.

3. SAMPAIKAN DENGAN SEDERHANA

Saat menghadapi anak yang suka bertanya, pastikan kita menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak. Sampaikan ke dalam beberapa kalimat sederhana tanpa menggunakan istilah ilmiah yang belum pernah didengar oleh anak. Sehingga anak bisa memahami penjelasan jawaban kita dengan baik.

4. AJAK ANAK MENCARI JAWABANNYA BERSAMA-SAMA

Terkadang, ada kalanya banyak pertanyaan dari anak yang jawabannya tidak diketahui orang tua. Untuk itu orang tua harus jujur jika belum mengetahui jawabannya. Hal ini lebih baik daripada mengatakan jawaban yang tidak benar atau mengada-ada. Selanjutnya kita bisa mengajak anak untuk mencari jawaban bersama-sama melalui buku, internet, atau tayangan audio visual.

5. AJUKAN PERTANYAAN UMPAN JIKA ANAK MASIH TERUS BERTANYA

Berdasarkan pengalaman, anak biasanya menanyakan pertanyaan yang sama secara berulang-ulang setiap harinya. Meskipun orang tua sudah berusaha menjawab dan menjelaskan tetapi tidak jarang anak masih saja mengulangi pertanyaan yang sama.Terkadang, anak bertanya berulang kali karena memang lupa atau hanya sekadar ingin memastikan bahwa yang orang tua katakan itu benar. Jika anak masih terus bertanya dengan pertanyaan yang sama, kita sebagai orang tua bisa mengajukan pertanyaan umpan untuk dijawab anak. Pertanyaannya bisa sama dengan yang anak ajukan kepada orang tua atau yang ada hubungannya dengan pembahasan pertanyaan anak. Selain untuk evaluasi pemahaman anak akan penjelasan orang tua, anak pun akan belajar berbicara dengan baik saat menceritakan kembali penjelasan dari orang tuanya. 

Sudahkah siap menjadi pendengar dan menghargai pertanyaan anak-anak? 💕

Mengejar Ketertinggalan Ilmu Mendidik Anak dalam Islam

==●TERJEMAHAN KITAB ●==

📚 *TARBIYATUL AULAD FII DHOUIL KITAABI WA SUNNAH*

[Pertemuan ke-21]

💐 Akhawaatiy fillah, Semoga Rahmat Allah ta’ala dicurahkan kepada kita semua ,Aamiin .

🌸Kita lanjutkan kajian kita dari kitab Tarbiyatul Aulad Fii Dhouil Kitaabi wa Sunnah .

🍏014. LEMAH LEMBUT DAN BERMAIN-MAIN DENGANNYA

Tidak diragukan bahwa lemah lembut dengan anak dan bermain dengannya memeiliki pengaruh yang besar pada pertumbuhannya dengan pertumbuhan yang sempurna karena bermain merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupannya.

☝🏻Maka janganlah meremehkan bermain-main  dengan sang anak karena akan berbenturan dengan fitrah mereka dan apa yang Allah ciptakan mereka atasnya, bahkan bergabunglah dengan sang anak pada permainan mereka, bercanda dengan mereka dan bersikap lembut dengan mereka sehingga mereka mencintaimu, senang denganmu dan mendengar nasehat dan arahanmu karena Allah subhanahu wa ta’ala berkata kepada nabi-NYA shallallahu ‘alaihi wasallam:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ

🍓Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. (Al Imran: 159)

🍋Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling baik untuk keluarganya sebagaimana beliau berkata:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

💬”Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku” HR. Alhakim

💎Dan dahulu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berlemah lembut dengan anak-anak dan bercanda dengan mereka, dari 💭Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjulurkan lidahnya kepada Husain bin Ali kemudian ada anak kecil yang melihat merah lidahnya beliau maka dia tersenyum bahagia kepadanya.

💢Dan dari Umar radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Aku melihat Hasan dan Husain diatas pundak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian aku berkata: sebaik-baik kuda adalah yang dibawah kalian berdua.
👁‍🗨Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “dan sebaik-baik penunggang kuda adalah mereka berdua.” HR. Abu Ya’la

🌾Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu mencandai saudara laki-lakinya Anas bin Malik, beliau berkata:
“Wahai Abu Umair, apa yang telah dilakukan burung kecilmu itu.” Muttafaqun ‘alaih.

✈Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah lewat di hadapan beberapa orang dari suku Aslam yang sedang berlomba dalam menunjukkan kemahiran memanah, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

َ ارْمُوا بَنِي إِسْمَاعِيلَ فَإِنَّ أَبَاكُمْ كَانَ رَامِيًا ارْمُوا وَأَنَا مَعَ بَنِي فُلَانٍ قَالَ فَأَمْسَكَ أَحَدُ الْفَرِيقَيْنِ بِأَيْدِيهِمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَكُمْ لَا تَرْمُونَ قَالُوا كَيْفَ نَرْمِي وَأَنْتَ مَعَهُمْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْمُوا فَأَنَا مَعَكُمْ كُلِّكُمْ

🏹 “Memanahlah wahai Bani Isma’il, karena sesungguhnya nenek moyang kalian adalah ahli memanah. Memanahlah dan aku ada bersama Bani Fulan”.
Lalu salah satu dari dua kelompok ada yang menahan tangan-tangan mereka (berhenti sejenak berlatih memanah), maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya:

🗯”Mengapa kalian tidak terus berlatih memanah?” Mereka menjawab:

💬”Bagaimana kami bisa berlatih sedangkan engkau berpihak kepada mereka?”

💭Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berlatihlah, karena aku bersama kalian semuanya”. HR. Al bukhari

💡Dan dari Abdullah bin Al harits radhiyallahu ‘anhu dia berkata:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membariskan Abdullah, Ubaidullah dan banyak lagi sahabat dari kalangan Bani Al Abbas, seraya bersabda:

⚙”Barangsiapa paling dahulu sampai kepadaku, maka ia akan mendapatkan ini dan itu.” Abdullah berkata; Lalu mereka saling berlomba untuk sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga diantara mereka ada yang m
Mierza Klastulistiwa:
enyentuh punggung beliau dan ada juga yang menyentuh dada beliau. Kemudian beliau menciumi mereka dan memeluk mereka.” HR. Ahmad

🌷🌴Dan dahulu Aisyah radhiyallahu ‘anha bermain bersama anak-anak perempuan , dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajak mereka kepadanya untuk dia bermain dengannya.

⛵Dan lewat permainan engkau bisa mengajarkan kepada anak-anak akhlak-akhlak yang baik seperti jujur dan amanah dan yang lainnya.
Dan memperingatkan mereka dari akhlak-akhlak yang jelek seperti berdusta, khianat, curang, dan kata-kata yang kotor dan yang sejenisnya.

■🌿■🌿■🌿■
✍🏻🎀Al Ustadzah Ummu Ubaidah Ruqoyyah al Ambuniyah حفظها الله تعالى ,Pada hari Rabu , 8 Rajab 1438 H / 5 April 2017 M.