Daun, si Dapur Makanan

Belajar apa hari ini? Melanjutkan pengamatan dari sisa-sisa rihlah alam kemarin. Saat jalan-jalan pagi kemarin Faris berinisiatif untuk mengumpulkan daun-daun kering yang sudah berguguran di jalanan. Katanya ingin dijadikan objek pengamatan besok, mau disamakan dengan gambar yang ada di buku.

tracing huruf D untuk DAUN

Baiklah ini beberapa daun kering yang coba Faris kumpulkan dan kita pelajari hari ini. 
Dengan semangat 45 membuka buku Ensiklopedia Anak Muslim 5 : Tumbuhan kami mulai menjelajahi kehebatan Allah.

Daun disebut juga dapur bagi tumbuhan, mengapa? Sebab disinilah tumbuhan memasak makanannya. Daun selalu membagikan makanan yang sudah diolah ke seluruh bagian tumbuhan. Pada daun ada bagian yang disebut kloroplas. Di bagian tersebut, para koki penghuni daun mencampurkan sinar matahari, mineral, air dan karbondioksida untuk dijadikan makanan. 

Kemarin Faris bertanya kenapa daun ada yang berwarna hijau dan ada yang berwarna merah/kuning? Kok daunnya pada jatuh ke tanah ma? 

Daun berwarna hijau karena daun menyerap cahaya matahari, saat menyerap cahaya matahari tidak semua spektrum warna cahaya matahari diserap oleh klorofil. Sebagian besar spektrum hijau dipantulkan kembali oleh klorofil. Karena itu warna hijau muncul menyelimuti warna daun.

Apa sih klorofil itu ma? 
Klorofil adalah zat warna pada daun yang mampu menyerap cahaya matahari.

Apa sih spektrum itu? 
Spektrum itu bagian-bagian kecil penyusun cahaya.

Daun juga memiliki zat merah yang dinamakan kariten dan zat kuning yang disebut xantofil. Saat musim hujan/dingin, zat hijau daun atau klorofil berkurang dan digantikan oleh karoten/xantofil.

Kenapa sih kok daunnya berguguran? 
Saat musim hujan/dingin, akar kesulitan menemukan sumber air. Untuk mengurangi kebutuhan air pada tumbuhan, daun-daun yang sudah tua dengan ikhlas menggugirkan diri. Daun itu tidak perlu bersedih karena Allah SWT mengetahui pengirbanan setiap daun yang menggugurkan diri itu.

Allah berfirman (QS. AL An’am 59)
“Dan pada sisi-sisi Allahlah kunci-kunci semua yang ghaib ; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri,  dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuiNya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).

Maha Besar Allah ya, nak. Bahkan sehelai daun jatuh pun Allah senantiasa mengetahuinya. Allahu Akbar

Belajar Menuang hingga Menggunting

💐Belajar Menuang Air dari Botol satu ke Botol yang lain

Latihan menuang air dilakukan dengan beberapa variasi latihan. Tujuannya adalah melatih kemampuan berkonsentrasi, melatih kemandirian, melatih kemampuan motorik halus dan kasar, dan juga koordinasi tangan dan mata.

Lalu mengapa harus pakai barang yang bisa pecah? Bukankah akan lebih aman seandainya itu memakai peralatan yang terbuat dari melamin ataupun plastik.

Alasan utamanya adalah anak-anak harus diperkenalkan pada hal-hal yang akan mereka temui sehari hari.

Dan barang-barang seperti gelas, piring, mangkok, vas bunga dan lain lain yang bisa pecah akan ditemui oleh anak-anak dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka perlu tahu bagaimana memperlakukan barang pecah belah tersebut dengan benar dan bertanggung jawab. 
Kita memang tidak bisa berharap bahwa anak-anak akan mengerti dengan sendirinya, itu tanggung jawab orang dewasa agar mereka tahu bagaimana memperlakukan segala macam benda di sekitar mereka dengan benar.

Saya baru menyadari bahwa begitu banyak yang dipelajari anak dengan materi “pouring water” nya. Saya menyimpulkan bahwa, agar barang bawaannya tidak jatuh, anak harus berkonsentrasi untuk menjaga keseimbangannya dengan baik. Dan itu berarti latihan konsentrasi sekaligus latihan buat motorik halus dan kasarnya.

Pada saat yang sama, kemandirian anak pun sedang dilatih, dia membawa baki itu sendiri, tanpa bantuan dari orang dewasa disekitarnya. Dan ketika dia dengan sangat hati hati membawa perlatan tersebut , dia secara tidak langsung telah belajar bertanggung jawab atas apa yang sedang dilakukannya.

Saya menyadari bahwa kepercayaan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak-anak akan membangun rasa percaya diri mereka , karena saat itu mereka bisa mengatakan, “Lihat, aku bisa melakukannya sendiri”.

“Free the child’s potential, and you will transform him into the world”.

-Maria Montessori-

💐 Belajar Matching Gambar

Kegiatan melatih otak ini disebut dengan Matching Game, di mana anak harus mengingat pola yang ada di kartu kemudian mencocokkannya dengan pola yang ada di board hingga gambar tersebut bertemu dengan pasangannya.

Ternyata dari sebuah permainan sederhana kita bisa melatih memori pada otak anak, untuk memperkuat daya ingat terhadap segala hal. Kita dapat melakukan permainan ini dengan mudah saat sedang berkumpul dengan keluarga atau teman. Selain memperoleh kesenangan, juga mendapat manfaat dalam meningkatkan daya kerja otak. Permainan ini mendorong anak untuk menghafal bentuk gambar yang di buka dan mencari pasangannya yang terletak dengan acak. Secara tidak langsung, permainan ini akan menstimulus indera penglihatan atau mata yang melihat gambar, menyimpan penglihatannya dalam pikiran secara berulang-ulang sehingga memaksa memori pada otak untuk mengingat letak dari pasangan gambar yang dicari

💐 Keterampilan Menggunting

tahapan-tahapan pelatihan menggunting untuk anak-anak, diantaranya:

1. Ripping atau Merobek, pada tahap ini,kita bisa memberikan kertas agak tebal dengan potongan memanjang (persegi panjang) untuk dirobek oleh si Kecil menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Pada tahap ini, anak akan belajar pemahaman merobek/memotong kertas yang nantinya merupakan fungsi dari gunting. Anak juga dilatih untuk menggerakkan kedua tanganya ke arah yang berlawanan untuk membuat kertas robek, selain melatih koordinasi tangan dan jari-jarinya sebelum menggunakan gunting.

2. Snipping, hampir mirip dengan Ripping hanya saja anak diharuskan menggunakan gunting untuk memotong kertas potongan memanjang (persegi panjang) menjadi potongan-potongan yang lebih kecil sesuai dengan garisnya.

3. Fringe adalah potongan yang berulang tanpa memotong kertas menjadi dua. Gunakan penggaris untuk menggambar garis jarak yang merata dari bagian bawah sehelai kertas konstruksi hijau seukuran dua inci. Lalu, tempatkan stiker di bagian atas setiap baris. Mintalah anak merangkai kertas dengan memotong garis dan berhenti di stiker.

                                              (Faris sedang belajar pada tahap ke-3)

4. Begitu anak menguasai tiga yang pertama, mereka mulai mengerjakan pemotongan garis lurus dari titik A ke titik B. Ini mengharuskan anak membuka dan menutup gunting beberapa kali per potong, yang jauh lebih sulit daripada potongan atau pinggiran. Jangan kaget kalau mereka mengeluh kelelahan pada tangan mereka. Kelelahan menunjukkan bahwa mereka masih membutuhkan lebih banyak latihan dengan gunting untuk mengembangkan keterampilan motorik halus.

5. Berikutnya adalah Garis Zig-zag. Garis Zig-zag lebih sulit dipotong karena mereka meminta si Kecil untuk membalik kertas atau tangan mereka saat dipotong. Keterampilan memotong Zig-zag jauh lebih sulit daripada memotong garis lurus dan dapat menyebabkan kelelahan tangan dengan cepat. Pastikan anak-anak benar-benar siap sebelum memperkenalkan Garis Zig-zag.

6. Yang lebih sulit daripada Garis Zig-zag adalah garis melengkung yang ditemukan pada bentuk-bentuk tanpa sudut seperti lingkaran atau oval. Amati mereka merobek, memotong, memotong garis lurus dan zig zag. Jika anak bisa melakukan hal-hal itu, maka mereka mungkin siap untuk melanjutkan tahap ini.
Memotong kotak dan persegi panjang juga bisa menantang bagi anak-anak. Ajarkan kepada anak untuk memutar kertas dan melatih naluriah mereka untuk mengubah posisi tangan si Kecil. Namun hal ini akan menjadi sangat menyenangkan jika mereka telah memahami kegunaan gunting sepenuhnya. Orang tua tetap disarankan untuk selalu mendampingi anak-anak saat belajar agar dapat menggunakan gunting dengan benar. Happy cutting! ^ ^

Belajar Huruf M untuk Mobil (25/10/17)

Masih dengan tema yang sama, yah hari ini kami belajar tentang huruf “M”  atau yang biasa faris baca emmmm.

Saat pertama kali mengajar pengenalan huruf, saya membaca banyak sumber baik dari sosial media maupun dari grup belajar akhirnya tetap memilih memakai metode montessori yakni pengenalan hurif dari bunyinya. Jadi kalau A dibacanya ah..ah..ah..Jadi teringat hasil diskusi di grup belajar rumah lebah daycare bahwa jangan sampai salah mengajarkan anak huruf B dibaca B.. , S dibaca S..tetapi mulailah belajar dari bunyinya. Karena ternyata justru membuat anak bingung nantinya saat mereka belajar merangkai huruf menjadi satu kata. Jadi kalau A dibacanya ah.. ah.. ah. Kalau dinyanyikan kurang lebih seperti ini ah.. ah.. ah.. for apple, beh..beh..beh..for bee, ceh.. ceh.. ceh.. for candy, dan seterusnya (dan saya baru menyadari ternyata belajar hurif itu rumit, terimakasi guru TKku yang sudah sabar mengajar). Menurut pengalaman dengan belajar lewat pengenalan bunyi akan lebih cepat ditangkap daripada dikenalkan huruf A, B, C. Yang jelas semenjak saya menerapkan metode ini, tanpa saya suruh pun Faris penasaran sendiri terhadap kata-kata yang diucapkan dari mulutnya itu pakai huruf apa ya. Dari buku Peggy Kaye (Games for Learning) bisa juga diajarkan huruf-huruf lewat permainan. Kalau anak sudah cukup mengenal huruf-huruf, dicoba dengan vara kita tuliskan huruf-huruf tersebut besar-besar di kertas (satu kertas satu huruf) kemudian kita minta anak untuk menaruh huruf tersebut di benda yang ada di rumah kita. Kegiatan ini menyenangkan sekali sehingga anak tidak terasa sedang belajar huruf (cocok untuk gaya belajar anak viual kinestetik seperti Faris).  Ada satu cara lagi dari buku Montessori mengenai read and write, huruf-huruf juga dapat dipelajari dengan cara:

1. Menggunakan Sand Paper Letter. Kertasnya agak kasar, atau bisa juga digunakan kertas amplas yang agak halus kemudian dibentuk huruf-huruf. Setelah itu anak diminta untuk mengikuti huruf tersebut dengan jarinya.

2. Setelah beberapa kali, barulah anak diminta menuliskan huruf di kertas yang besar.

3. Atau dengan Finger Painting menggunakan cat air. Jadi huruf-huruf ditulis menggunakan jari di kertas.

Cara ini tidak terbatas untuk mulai huruf vokal atau konsonan terlebih dahulu. 

Bila menggunakan metode Kinderland (Inggris), harus hafal Alphabet Terlebih dahulu baru kemudian kata per 3-huruf seperti: bad, cat, dog.
Cara membacanya memakai metode phonic. Ini berbeda sekali dengan cara mengeja bahasa Indonesia.

– Cara mengeja bahasa Indonesia: be-a=ba, be-u=bu, semua dieja dari depan.
– Cara mengeja bahasa Inggris: apple apple, aeh aeh aeh c-a-t dibaca keh-e-the, diejanya dari belakang eh-teh at, lanjutkan dengan keh-at jadi cat. 

Jika kita mengajar mambaca maka kita harus mengajarkan Balita membaca perkata, bukan per huruf atau per ejaan, seperti ba, bi, bu. Contohnya 1 kata dibuat di kertas karton dengan ukuran sedang, lalu kata ditulis cetak huruf kecil warna hitam, dan setiap hari karton itu ditunjukkan ke anak. Setiap satu hari dibacakan sekitar 5 kata minimal 3x sehari, pagi, siang sore. Ada anak yang cocok adapula yang tidak cocok dengan cara belajar ini. Kebanyakan anak-anak jaman milenial lebih cocok belajar sambil nonton youtube lagu anak-anak. Video ini ditonton sambil bernyanyi, a,b,c,d,e sampai z. Huruf-huruf di video tersebut ditunjuk. Kemudian setelah beberapa lama, huruf-huruf tersebut ditanyakan pada si anak. Setelah si anak hafal alphabet, baru kemudian diajarkan ba, bi, bu… dll. Setelah bisa ba, bi, bu, dll. kata-kata tadi digabung menjadi kalimat yang mudah misal bobo, baso, bola, mami, mama, dan lain-lain. 

Alphabet kebanyakan mulai diperkenalkan sejak usia sekitar 2 tahun tahun dengan memakai board book yang besar dan gambarnya menyolok. Dari metode belajar disekolah, anak-anak banyak mengalami kemajuan yang pesat. Metode mengajar membacanya memakai metode mengeja Be-a=Ba, be-i=Bi, dan seterusnya.

Bisa dicoba dengan flash card yang terdapat gambar dibalik kartunya. Dengan menggunakan flash card, diajarkan langsung kata per kata. Bisa juga diteruskan dengan melengkapi kata seperti:

GAMBAR MEJA — ME __, kemudian si anak meneruskan dengan huruf yang hilang. Sebagai tambahan, walaupun menggunakan model kata per kata, huruf ABC. Juga harus diperkenalkan. Ada pengalaman dari anak teman saya, huruf ABCD dipasang di dinding. Setiap kali masuk kamar, huruf-huruf tersebut dinyanyikan. Kemudian si anak mencocokkan gambar (misalnya dari kartun) dengan kata-katanya sampai akhirnya bisa membaca. 

Alphabet diperkenalkan melalui bermain. Bisa juga menggunakan Alphabet bermagnit untuk ditempel di depan kulkas, atau dengan buku bacaan dan koran. Untuk waktunya bisa satu hari 1-2 huruf kemudian diulang kembali. 

Kebanyakan teman-teman Faris belajar Alphabet diperkenalkan sejak anak usia kurang lebih 1 tahun dengan cara menempelkan poster alphabet di sekeliling dinding di ruang keluarga. Kemudian huruf-huruf tersebut diulang-ulang setiap kali ada di ruangan itu. Pada usia 2 tahun anak sudah hafal A-Z dengan cara tersebut. Kunci dari pengenalan alphabet adalah dengan pengulangan dan kebiasaan. Kemudian dibiasakan membaca (setiap ada waktu luang). 

Akan tetapi beda ceritanya dengan anak sulung saya yang tidak suka belajar dengan duduk atau dengan didiktekan. Faris di usianya yang ketiga ini selalu lebih tertarik dengan invitation to play dari saya setiap harinya. Bahkan di saat teman-temannya sudah bisa menulis angka dan huruf dia lebih asyik mereka apa bunyi huruf yang terdengar dari sebuah kata. 

Banyak Cerita di Hari Minggu

Belajar apa hari ini? Minggu keempat di pekan terakhir bulan Oktober alhamdulillah kami berkesempatan olahraga santai bersama di taman golf Sukajadi. 

Berangkat pukul 07.00 kurang dari rumah saya sementara meninggalkan pekerjaan domestik yang sudah kepending dari kemarin 
Saat perjalanan menuju taman, Faris excited sekali karena bertemu dengan traktor dan bisa melihatnya dari dekat. 

Di sela-sela jogging saya dan Faris melakukan pengamatan dan foto sana sini. Kami membahas jenis-jenis rumput yang ada di taman ini. Pada dasarnya semua rumput yang hidup itu merupakan rumput liar mungkin karena bentuk teksturnya yang indah dan enak dipandang maka sebagian orang memanfaatkan rumput tersebut sehingga namanya bisa terkenal hingga saat ini.
Terdapat banyak sekali jenis rumput liar, ada yang bentuknya pendek-pendek tidak mempunyai batang pohon tegak ada seperti rumput jepang dan ada juga rumput yang mempunyai batang pohon tinggi contoh seperti rumput gajah yang bisa tumbuh tinggi seperti tebu.
Selain itu ada juga macam-macam rumput yang mempunyai batang dan daun namun bentuknya kecil, rumput jenis ini biasanya dikategorikan sebagai hama pengganggu pada tumbuhan yang ditanam oleh para petani, karena memang rumput jenis ini banyak terdapat di sela-sela tanaman seperti padi, kedelai, dan pada tanaman sawah lainnya.

Rumput yang kami ditemukan di taman golf sukajadi diantaranya :

1. Rumput ilalang/alang-alang
Rumput ilalang nama lain dari alang-alang. Rumput jenis ini banyak kita jumpai di pinggiran jalan, hutan maupun persawahan yang tanahnya sudah mengering, dilihat dari perkembangannya rumput ilalang ini memang sangat cepat dalam memperbanyak keturunan bibitnya hal itu ada beberapa faktor.
Antara lain dari cara hidupnya pada umumnya rumput ilalang tumbuh bergerombolan di tempat-tempat tertentu hal itu memudahkan mereka dalam menyebarkan benih bijinya ditambah juga model bunganya yang mirip dengan kapas sehingga jika terkena angin sangat mudah untuk berterbangan.

2.Rumput Teki
Rumput teki merupakan tanaman tahunan, ia bisa tumbuh sampai dengan tinggi 140 cm tumbuh dengan daun biasanya berjajaran samping kanan kiri menjadi 3 bagian, batang bagian bawah berwarna putih, di bawah batang di sela-sela akar ia mempunyai umbi yang bisa diambil banyak manfaatnya. Menurut beberapa penelitian diantaranya bisa untuk pembuatan bioetanol dan obat kuat untuk ayam petarung. 

3.Rumput Grinting
Rumput grinting mempunyai kelebihan tersendiri di antara jenis-jenis rumput lain kelebihannya adalah kekuatan bertahan hidupnya yang tidak diragukan lagi ia mampu bertahan hidup pada musim kemarau yang berkepanjangan akan tetapi rumput jenis ini juga tidak diminati oleh para hewan ternak.
Pada awalnya rumput grinting ini merupakan tumbuhan pantai yang saat ini perkembangannya menyebar ke penjuru tempat sampai dengan persawahan. Di sawah rumput ini menjadi gulma yang sangat mengganggu pertumbuhan tanaman utama yang ditanam oleh para petani. 

Selain mengamati jenis-jenis rumput, kami juga melakukan pengamatan berbagai macam bentuk daun dan fakta tentang tanaman putri malu. 
Meski sudah sering bereksplorasi dengan tanaman yang satu ini tetapi Faris tidak pernah bosan. Pertanyaan berulang mengenai kenapa putri malu mengatup ketika disentuh? 
Putri malu atau yang bernama latin Mimosa pudica ini memiliki keunikan yaitu daunnya langsung mengatup begitu disentuh.
Tapi nggak cuma karena sentuhan aja loh putri malu bereaksi seperti ini tetapi juga karena rangsangan lain seperti goyangan, tiupan, maupun ketika ada rangsangan berupa panas. Gerakan menutup daun putri malu ini disebut seismonasti.
Gerakan menutup daun ini terjadi ketika bagian tertentu dari sel kehilangan tekanan tugor, yaitu tekanan pada dinding sel oleh air yang terdapat dalam vakuola (lubang sel) dan isi sel lainnya.
Jadi ketika tanaman diberikan rangsangan, bagian tertentu pada batang terstimulasi untuk melepaskan zat-zat kimia termasuk ion potasium yang memaksa air keluar dari vakuola dan air berdifusi keluar sel yang menyebabkan hilangnya tekanan dalam sel, sehingga sel menjadi kempis.
Perbedaan tekanan antara bagian-bagian tertentu dalam sel mengakibatkan mengatupnya lembaran daun. Rangsangan ini juga bisa diteruskan ke daun-daun lain yang berdekatan.
Para ilmuwan menduga bahwa kemampuan tanaman untuk menyusutkan bagian-bagiannya merupakan sebuah mekanisme pertahanan dari pemangsa.

Hewan pemakan tumbuhan sebagai pemangsa barangkali takut pada tanaman yang dapat bergerak cepat merespon rangsang dan akan lebih memilih tanaman yang diam saja ketika diberikan rangsang.
Pada tumbuhan putri malu coba kamu perhatikan deh warna daun bagian bawahnya pasti berwarna lebih pucat. Ketika daun menutup, bagian bawah yang pucat inilah yang terlihat di luar sehingga hewan yang tadinya ingin memakannya akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan kehilangan selera untuk memakannya.
Banyak yang bisa kami pelajari dari alam. Betapa Allah menciptakan berbagai macam jenis makhluk hidup dengan membawa manfaatnya masing-masing. Bagaimana kita tidak makin cinta kepada Allah sedangkan dengan melihat ciptaanNya saja kami sangat terharu biru. Setelah sarapan, kami melanjutkan perjalanan ke pasar basah untuk belanja ikan dan sayur. Dalam perjalanan kami bertemu dengan mobil alat berat sakai TS7409. Kami di dalam mobil terheran-heran melihat pneumatic tired roller ini karena baru pertama kali melihat roller jenis pneumatic. 

Apa itu pneumatic tired roller? 
Ini adalah salah satu jenis alat berat roller yang memiliki roda penggilas dari ban karet. 
Roda-roda penggilas jenis ini terdiri atas roda-roda ban karet yang dipompa (pneumatic). Susunan dari roda muka dan roda belakang selang-seling sehingga bagian yang tidak tergilas oleh roda bagian depan akan digilas oleh roda bagian belakang. Roda-roda ini menghasilkan “kneading action” (tekanan) terhadap tanah sehingga membantu konsolidasi tanah. Tekanan yang diberikan oleh roda terhadap permukaan tanah dapat diatur dengan cara mengubah tekanan ban. Makin besar tekanan ban, makin besar pula tekanan yang terjadi pada tanah. Sumbu dari roda dapat “bergoyang” mengikuti perubahan permukaan tanah, hal ini dapat memperbesar “kneading action” tadi.
Pneumatic tired roller sangat cocok digunakan pada pekerjaan penggilasan bahan
granular, juga baik digunakan pada penggilasan lapisan hot mix sebagai “penggilas antara”. Sebaiknya tidak digunakan untuk menggilas lapisan yang berbatu dan tajam karena akan mempercepat kerusakan pada roda-rodanya. Bobotnya dapat ditingkatkan dengan mengisi zat cair atau pasir pada dinding-dinding mesin. Jumlah roda biasanya 9 sampai 19 buah, dengan konfigurasi 9 buah (4 roda depan dan 5 roda belakang), 11 buah (5 roda depan dan 6 roda belakang), 13 buah (6 roda depan dan 7 roda belakang), 15 buah (7 roda depan dan 8 roda belakang).
Penasaran hari ini kita ngapain lagi? Stay tune tunggu lanjutan cerita perjalanan kami hari ini.. Love 

Science with Kids : Kuman Kocar Kacir

Jumat ini Faris masih melanjutkan pengamatan dengan bahan yang hampir sama dengan kegiatan yang dipakai kemarin. Ada dua kegiatan yang kami lakukan hari ini.Penasaran?Yuk ikuti kami…

Kegiatan Kreasi Warna

Untuk kegiatan pertama, mama menyiapkan kegiatan #sciencewithkids dengan tema
” Kuman Kocar Kacir “

Alat dan bahan:
● Semangkuk air 
● Pewarna makanan
● Lada
● Sabun mandi

Cara bermain:
● Faris memasukkan pewarna ke dalam air yaitu menggunakan 3 warna dasar, yaitu merah, biru, dan kuning, saat warna mulai larut terlihat pencampuran warna dan terbentuklah warna2 sekunder.
● Faris menaburkan lada pada air. 
● Faris mengolesi tangannya dengan sabun. 
● Faris mencelupkan tangannya yg sudah diolesi sabun ke dalam air, apa yang terjadi???? 

Wahhh, ladanya bergerak menjauh.. MENGAPA??
Bubuk lada dapat tenang berada di permukaan air karena ditahan oleh tegangan permukaan air. Cairan seperti sabun merusak tegangan permukaan air. Karena sabun dicelupkan di bagian tengah, maka bubuk lada bergerak ke tepi, mencari bagian air yang belum rusak tegangan permukaannya.

Faris sebenarnya belum mengerti dengan teori ini?? Mama hanya menjelaskan, kalo lada itu diumpakan sebagai “kuman”, nah kalo tangan kita dicuci dengan sabun, kumannya akan lari nak, kumannya kocar kacir. Maka dari iti Faris harus rajin cuci tangan sehabis berkegiatan. Jangan lupa selalu mencuci tangan ya teman-teman. 

Mengumpulkan Yang Terserak

Sudah hampir dua minggu saya merasa keteteran saat menjadi fasilitator bagi dalam proses belajar anak-anak. Dengan semakin bertambah kemampuan anak-anak energi yang harus dikerahkan oleh emaknya pun semakin besar. Baiklah mengenai laporan harian untuk project harian anak saat ini saya berusaha mencatat hal-hal penting dan berkesan setiap harinya di notes kecil dengan tulisan seadanya karena dibutuhkan kemampuan multitasking saat mengajar dan mencatat. Anak saya ini tipe anak yang nggak gampang puas jika bertanya dan pembahasan akan melebar kemana mana sampai keluar dari topik. Baiklah semoga usaha saya menuangkan jurnal harian kegiatan belajar kami di dalam blog ini tidak sia-sia.  Bismillah…

Saat melihat berbagai contoh portofolio anak di pinterest saya  jadi tertarik ingin membuat dalam bentuk lapbook. 
Lapbook adalah portofolio yang murah, koleksi dari buku buku kecil, lembaran buka tutup, dan materi tampilan yang dapat dilipat yang memungkinkan ruang interaktif untuk gambar, cerita, grafik, alur waktu, diagram, pekerjaan tertulis dari topik apapun, unit pembelajaran, buku yang kita pilih, kemudian dipilih, dikumpulkan,ditempelkan, lalu secara kreatif ditampilkan dalam map warna warni ukuran standar.-Johanna Whittaker
Lapbook adalah salah satu alat hands on dalam homeschooling yang menyenangkan, sesekali kami melakukannya bersama.
Ya, tanpa saya sadari saya mengumpulkan beberapa hasil karya faris sejak dia berusia 2 tahun. Kami sering bermain, mengamati dan membuat sesuatu  dadakan tanpa rencana jadi jangan samakan dengan kurikulum ala anak sekolah. Intinya jangan memaksa ketika anak anak memang sedang mogok atau nggak  mau melanjutkan kegiatan yang sudah dimulai. Dan yang utama jangan kaget kalo melenceng jauh dari rencana emaknya hahha..sering juga emaknya yang kegirangan bikinnya tapi anak anak mainan apa gitu yang lain. Ini beberapa karya saat kita di kelas gunting, lipat dan menempel. 

Jangan juga mengira hasilnya akan selalu indah menawan seperti yang ada di Pinterest. Karena setelah beberapa kali melakukannya, yang murni dibuat dari keinginan anak anak..ya bener bener original banget deh, tidak rapi dan isinya masih belum fokus pada satu tema. Bukan dengan gaya emaknya, bukan dengan gaya Pinterest.
Harap dimaklumi masih tahap belajar. Tidak ada yang benar atau salah kok dalam membuat lapbook. Lapbooking adalah cara yang menyenangkan untuk mengajarkan konten dan proses.
Konten datang dari topik yang menarik anak anak hingga diharapkan akan mengeluarkan motivasi internal dan rasa kepemilikan pada hasil karyanya.
Proses dalam pembuatan Lapbook akan membantu anak anak (dan fasilitatornya nih ) dalam hidup, untuk melakukan penelitian, perencanaan, kreatifitas, presentasi, dan evaluasi.
Kelebihan lapbook itu, adalah tersimpannya satu unit atau topik belajar anak anak dalam wadah yang kapanpun bisa dipelajari ulang sambil buka tutup lembarannya, atau memutar roda rodanya, atau mengeluarkan dari dalam kantung kantungannya, atau sambil menambahkan lagi fakta baru atau menempelkan gambar baru. Malam ini saya mulai mengumpulkan materi untuk membuat lapbook tahun pertama kami, tidak kata terlambat dalam belajar. 
Kalau tertarik membuat lapbook bisa berkunjung ke http://www.homeschoolshare.com/lapbooking_resources.php. Ada tutorial dan templatenya yuk mari kita buat 

Science with Kids : Belajar Membuat Hujan

Week 3 : Kreasi Warna

Date      : 23/10/17
Theme  : #Sciencewithkids



HOW CLOUDS MAKE RAIN

Tik Tik Tik Bunyi Hujan Di Atas Genting
Alhamdulillah patut disyukuri nikmat Allah yang satu ini. Tepat sekali momen nya dengan cuaca di Batam yang setiap harinya hujan, mama mengajak Faris membuat simulasi hujan.

Alat dan Bahan:
Wadah bening
Air
Pewarna makanan
Sabun Mandi Faris

Proses:
Siapkan wadah, tuang air ke dalamnya kira-kira 1/2 sampai 3/4 tinggi wadah. Kocok2 sabun yang sudah dicampur air sedikit, lalu semprotkan di atas permukaan air. Lalu teteskan pewarna makanan di atas foam. Amati apa yang terjadi

Foam atau busa sabun itu diibaratkan sebagai awan. Awan yang tertiup angin, perlahan-lahan terkumpul menyatu. Semakin lama semakin berat gumpalan awan. Lalu turunlah tetesan air yang disebut hujan (tetesan air hujan disimulasikan dengan tetesan pewarna makanan). Berulang kali membacakan buku mengenai petualangan air, termasuk terjadinya hujan itu prosesnya seperti apa. Dan baru kali ini kesampaian eksekusi simulasi sederhana bagaimana awan meneteskan hujan.
.
.

Apapun yang Faris ingin ketahui mengenai air, ya terjawab di buku ini. Tentang energi tenaga air, siklus air juga dinelaskan di dalam buku ini. 
Buku yang dibaca berulang kali, tiada bosan nya ini. Sampai-sampai sudah lama minta dibikinkan simulasi hujan, tapi baru kesampaian kemarin (24/10/17) .
.
.
.

Apasih Portofolio Anak? 

Apa sih portofolio anak itu? Jadi portofolio anak itu adalah alat bantu orangtua untuk mengukur, melihat, atau mengenali bakat, minat, gaya belajar atau keunikan seorang anak. Biasanya kan kalau mau tau bakat atau minat anak, orang tua seringkali mengikutkan anak mereka tes bakat/minat. Nah, portofolio ini sama seperti itu. Bedanya, portofolio anak ini dibuat sendiri oleh orangtua si anak dengan mengamati dan memberi stimulasi ke si anak. Jadi, dalam membuat portofolio untuk anak, orangtua pastinya harus aktif mencatat, mengamati dan menggali apa saja yang membuat anak senang, apa yang membuat mereka sedih, apa yang mereka suka, dan apa yang mereka kurang suka.
Kata “Portofolio” itu sendiri berasal dari kata Port (laporan) dan Folio (penuh atau lengkap), yang artinya laporan yang lengkap dan menyeluruh. Lalu apa sih manfaatnya bikin portofolio anak? Dari materi kulwap, inilah beberapa manfaatnya :
1. Untuk Memfasilitasi Pertumbuhan Anak (Development Portfolio)
Portofolio ini berfokus tunggal pada salah satu aspek pertumbuhan anak. Anak-anak special needs atau anak dengan kebutuhan khusus, umumnya menggunakan portofolio.
2. Untuk Menyediakan Basis Evaluasi atau Persiapan Ujian (Assessment/Standard besed Portofolio)
Portofolio ini biasanya digunakan di sekolah karena harus memenuhi standar tertentu atau juga digunakan untuk persiapan ujian atau sertifikasi.
3. Untuk Menyoroti Kinerja dan Kapabiliti Anak (Showcase Portofolio)
Portofolio ini sifatnya atau konteksnya sangat personal, dapat digunakan untuk memahami pola potensi anak atau untuk pengembangan bakat melalui beragam kegiatan atau proyek.
4. Untuk Merekam Proses Belajar Anak dan Konten Pengetahuan yang Dikuasai (Learning Portfolio)
Portofolio ini bisa menggunakan standar, bisa pula bebas disesuaikan dengan minat dan kebutuhan anak.
Dengan membangun portofolio pendidikan anak, maka para orangtua akan jauh lebih mengenal anaknya, akan lebih memahami pola perkembangan dan potensi keunikan fitrah anak. Hal ini karena Portofolio akan memberikan rekam jejak melalui pencatatan jurnal kegiatan, atau dokumentasi jurnal kegiatan, disertai lampiran bukti (evidence) produk atau karya bisa dalam bentuk tulisan, audio, video, dan lainnya.
Membuat portofolio anak ini bisa dilakukan sejak bayi dengan develop portofolio tentang tumbuh kembang anak. Setelah tau sedikit tentang portofolio anak, yuk kita buat portofolio anak kita agar bisa memantau perkembangan mereka. Karena yang paling tau seorang anak, adalah orangtuanya.

Terapung atau Tenggelam? 

Hari ini kami belajar konsep 

“Terapung dan Tenggelam”

Kami mencoba eksperimen Sains sederhana,saya menjelaskan pada Faris konsep tenggelam dan terapung.
Menggunakan jeruk, apel, mangga, Faris memasukkan ke dalam air dan lihat apakah buahnya mengapung atau tenggelam. Mama juga sudah siapkan apel dan jeruk yang dikupas.

Ternyata semuanya mengapung, kecuali jeruk yg sudah dikupas.
Hal itu disebabkan adanya rongga udara di pori-pori kulit jeruk yang menahan jeruk supaya tetap mengapung, ketika kulitnya dikupas jeruk akan tenggelam. Jadi kulit ibarat baju pelampung.

Kenapa jeruk yang besar tidak tenggelam? Selain karna masih memiliki kulit, konsep terapung dan tenggelam itu tidak ditentukan dari berat buah, tetapi massa jenis. Jeruk yang tenggelam karena massa jenis jeruk (tanpa kulit) lebih tinggi dibanding air.

Membaca informasi mengenai Hewan cacing

.

Kenapa air mancur jatuh? Karena ada gaya gravitasi.

.

Kenapa nenek sudah tua giginya rusak?
Setiap manusia mengalami fase pertumbuhan dalam kehidupannya. Kalau nenek itu berada pada tahap akhir kehidupan makanya lama-lama beberapa bagian dari tubuhnya akan merasakan lelah atau bahkan terjadi kerusakan. Misalnya gigi nenek rusak karena sudah lama dipakai untuk makan dan terkena zat-zat yang dapat menipiskan email gigi. Faris tau kan email gigi fungsinya untuk apa? Untuk melindungi gigi agar tidak mudah rusak dan keropos.

Hari ini faris belajar bersama dengan papanya karena mama mengikuti kegitan rumah belajar ibu profesional batam jadi hari ini papa yang bertugas sebagai fasilitator. Faris menemui banyak hewan saat belajar outdoor sehingga muncul pertanyaan dimana tempat tinggal hewan?
Hewan Allah ciptakan berbagai macam jenis dan rupanya. Semua hewan yang Allah ciptakan sepaket lengkap dengan fungsi dari organ tubuhnya. Misalnya ikan, ikan diciptakan dengan kesempurnaannya sehingga bisa berenang karena memang Allah ciptakan untuk tinggal di air, berbeda dengan kucing misalnya Allah menciptakannya dengan 4 kaki yang fungsinya untuk mencari makan dan membuat sarang. Jadi semua sudah Allah ciptakan pada porsinya dan sesuai dengan kebutuhannya.
.
.
.
Muncul lagi pertanyaan dari Faris kenapa burung bisa berenang tetapi tidak tinggal di air? Karena Allah memberikan kemampuan bisa berenang agar burung mudah mencari makanan yang ada di air. 

Belajar Mengamati Pertumbuhan Jamur hari ke-10

​Ada kegiatan belajar baru di rumah kami sejak akhir pekan kemarin. Ya! Kami belajar menanam jamur tiram. Saya membeli bibit jamur tiramnya jauh-jauh dari bandung, daQu agro yaitu salah satu sekolah / pondok milik ustadz Yusuf Mansur yang pendidikannya berbasis alam. Dengan diiringi basmallah saya berdo’a dan memanjatkan harapan mudah-mudahan bibit jamur ini bisa tumbuh di rumah. Karena tau sendiri kota batam ini terkenal sangat panas dan bisa dibilang gersang. Banyak pohon yang sudah ditebang karena lahan disulap menjadi hotel, restoran atau bahkan mall. Jadi tidak heran kalau cuaca batam kurang cocok untuk budidaya tanaman jamur. Tetapi yang namanya belajar dan bersabar dengan proses itu perlu rasanya kami ajarkan kepada anak-anak. Oleh karena itu bermodalkan doa akhirnya jamur kami mulai tumbuh. Ini progresnya :

Perkembangan jamur

Kandungan air sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan miselium jamur. Terlalu sedikit air pun akan menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan akan terganggu bahkan berhenti sama sekali. 

Namun jika terlalu banyak air, miselium akan membusuk dan mati. Jamur dapat tumbuh dengan baik di kondisi lemban, tetapi tidak dengan genangan air. Oystet miselium jamur tumbuh optimal dengan kadar air sekitar 60%. Untuk merangsang pertumbuhan tunas dan tubuh buah membutuhkan kelembaban sekitar 70-85%. 

Miselium jamur putih tumbuh secara optimal dalam gelap. Sebaliknya, tubuh buah jamur tidak dapat tumbuh dalam gelap. Cahaya diperlukan untuk merangsang pertumbuhan tubuh buah. Jamur batang akan tumbuh lebih kecil dan kap tumbuh tidak normal. Namun sinar matahari langsung dapat merusak dan menyebabkan layu, serta ukuran yang relatif kecil. Pertumbuhan jamur hanya memerlukan cahaya untuk menyebar. 

Dari aini Faris belajar tentang pertumbuhan, ternyata setiap makhluk hidup itu melalui fase-fase pertumbuhannya sendiri.

Untuk kemampuan motoriknya, hari ini Faris sudah resmi bisa meraut sendiri pensilmya yang tumpul. Sedangkan kemampuan matematikanya, hari ini Faris belajar membandingkan mobil mana yg lebih besar, paling kecil, paling besar dan membuat urutannya. 

Untuk kemampuan bahasa, faris sudah bisa menceritakan kembali satu peristiwa atau cerita secara sistematis. Hari ini Faris mengenal kosakata baru connect dan diaplikasikan dalam kalimat.💕