Trial Class : Belajar Menganyam Sederhana

anyaman paling sederhana

Hari ini Faris belajar menganyam dengan media kertas origami. Ini kelas pertama bagi Faris untuk mencoba membuat anyaman yang paling sederhana. Beberapa waktu yang lalu Mama berpikir hendak membuatkan media untuk belajar menganyam dari bahan foam agar lebih mudah dalam proses menganyam dan tentu lebih awet juga. Tetapi sebelum melangkah lebih jauh Mama menawarkan invitation to play menggunakan media kertas terlebih dahulu dan ternyata Faris sangat excited ingin mencoba belajar menganyam sendiri. Mama hanya bertugas menyiapkan media, kemudian membantu menggunting agar ukuran iratan sama.

Ternyata kegiatan belajar menganyam ini lumayan bisa melatih konsentrasi Faris bahkan dia betah duduk berlama-lama hanya sekedar untuk menyelesaikan satu latihan saja. Pencapaian yang besar untuk Faris yang sering terdistraksi oleh iklan-iklan nggak penting kala proses belajar berjalan 😁

Menganyam untuk anak usia balita tidak dilakukan dengan teknik yang komplek, namun masih dalam tahap teknik dasar menganyam sederhana. Menganyam diajarkan dengan sangat sederhana kepada anak-anak balita. Kemampuan menganyam dipercaya dapat mengasah keterampilan motorik halus anak karena menggunakan tangan dan jari-jari demikian juga dengan kordinasi mata. Selain keterampilan motorik halus yang dikembangkan, menganyam juga dapat digunakan sebagai alat untuk melatih logika anak, belajar matematika, dan melatih konsentrasi.

Bahan-bahan menganyam untuk anak usia balita tidak diambil dari tumbuh-tumbuhan berbeda dengan bahan menganyam untuk orang dewasa. Untuk anak usia dini bahan menganyam yang dipilih berdasarkan karakteristik sebagai berikut ; tidak mudah robek, tidak berserat dan tidak tajam. Berdasarkan kriteria tersebut maka pemilihan bahan untuk menganyam bagi anak usia dini banyak menggunakan kertas atau gabus karet (foam) dan bahan lain yang tidak membahayakan anak. Untuk anak yang lebih kecil kertas yang digunakan harus lebih tebal namun tetap lentur dan masih tetap dapat di anyam. Teknik yang dikenalkan pada anak biasanya menggunakan teknik dasar anyaman tunggal dan ganda.

Mama meminta Faris untuk menyusun kertas selang seling, mengangkat kertas yang harus diangkat dan kertas yang tidak harus diangkat. Untuk memudahkan dan menarik minat anak maka warna untuk anyaman dibedakan. Menganyam dengan dua warna berbeda sudah cukup, namun jika ingin dengan berbagai warna lebih disarankan. Tujuannya selain lebih menarik perhatian anak, tetapi juga untuk melatih konsentrasi dengan mencocokkan bagian yang dimasukkan atau yang tidak berdasarkan variasi warna (disesuaikan dengan tingkatan usia).
Jika menggunakan kertas, jenis kertas yang dapat digunakan adalah kertas buffalo, kertas origami atau kertas lain yang berwarna dan agak tebal. Kertas origami dapat digunakan untuk anak yang lebih besar karena lebih tipis. Untuk bahan anyaman yang bisa sering digunakan lebih dari sekali pertemuan sebaiknya menggunakan gabus karet berwarna yang sering digunakan untuk mouse pad.
Iratan lusi dan pakan untuk anak-anak sebaiknya tidak terlalu panjang dan tidak terlalu tipis. Anak belum mampu memegang benda yang terlalu tipis, minimal lebar iratan 1 cm. Untuk memasukkan iratan pakan pada iratan lusi pada anak-anak tidak dituntut untuk benar-benar mengikuti pola. Anak mampu memasukkan iratan pada salah satu lusi merupakan kemampuan dan kemajuan yang dilakukan dengan baik. Mama meminta Faris untuk memasukkan pakan dengan berselang seling, melompati satu-satu lusi, demikian seterusnya. Pelan-pelan Mama memberikan contoh kepada Faris agar ia mau mengikuti dan tidak merasa lelah bahkan bosan

Note : Mama sangat berperan sebagai fasilitator dan motivator untuk mengajak anak menganyam dan membuat anak menyukai kegiatan menganyam.

QOTD : Ma, kenapa kok awan bergerak terus? Kok awannya ngejar Faris ya?

Pertanyaan ini muncul ketika Faris membantu Mama menjemur baju, kemudian tanpa sengaja ia nampak terheran-heran saat mendapati sekumpulan awan yang ia lihat di atas langit bergerak dan terasa seperti mengejar-mengejarnya.
Awan dalam bahasa arab disebut ‘sahaab‘ atau ‘ghamaamah‘.  Kata ‘sahaab‘ adalah nama massal dari kata individual ‘sahaabah‘ yang artinya ‘awan’. Kata ‘sahaba‘ adalah kata kerja bentuk lampau yang berarti menarik atau menyeret sesuatu di permukaan tanah. Awan dikatakan ‘sahaab‘ oleh al-Qur’an karena awan itu bergerak ke sana ke mari karena seolah diseret dan digiring oleh angin.

Bentuk jamak dari kata ‘sahaab’ adalah ‘sahaa-ib’ atau ‘suhub’. Kata ini semakna dengan kata ‘ghaimah’ dan ‘ghamaamah’.

”   سحاب  “

Di dalam al-Qur’an, kata ‘sahaab’ disebut sebanyak sembilan (9) kali, masing-masing di dalam QS An-Nuur [24]: 40, dan 43, QS An-Naml [27] : 88, QS Ar-Ruum  [30]: 48, QS Faathir [35]: 9, tanpa diikuti kata sifat untuk kata ‘sahaab’. Selanjutnya kata ‘sahaab’ yg diikuti dengan kata sifat (na’tun) ada di empat tempat ini: QS Al-Baqarah [2]: 164 dengan sebutan ‘sahaab musakhkhar’ (=awan yang dikendalikan), QS Al-A’raaf [7]: 57 dan QS Ar-Ra’d [13]: 12 dengan sebutan ‘sahaab tsiqaal’ (=awan tebal alias mendung), serta dalam QS Ath-Thuur [52]: 44 dengan sebutan ‘sahaab markuum’ (=awan bertidih-tindih). Allahu’alam

Kalau Faris tidak bertanya belum tentu Mama mempelajari kembali bab awan, proses terjadinya awan dan semuanya telah Allah jelaskan lengkap di dalam Al Qur’an. Proses terjadinya awan ternyata sudah dikupas tuntas di dalam Al-Qur’an. Dari awan kemudian turunlah air hujan, munculnya petir atau halilintar, semuanya dapat kita pahami salah satunya dalam QS An-Nuur [24]: 43:

“Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan”.

Dalam berbagai referensi menyatakan bahwa awan banyak jenisnya namun hanya sedikit yang menyebabkan turunnya air hujan, sedangkan sisanya lebih banyak yang tidak berpotensi menurunkan air hujan. Awan dibagi berdasarkan ketinggian letaknya dari muka Bumi (cloud base), dan bentuknya. (sumber bacaan : Buku seri Cerita Cuaca : Awan, Fifadila, Tiga Ananda)

Berdasarkan bentuknya, Awan terbagi menjadi 3 yaitu :

1. Kumulus, yaitu awan yang bentuknya bergumpal-gumpal dan dasarnya horizontal (Sahaab Markuum).

2. Stratus, yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehinga menutupi langit secara merata (Sahaab Tsiqaal).

3. Sirrus, yaitu awan yang berbentuk halus dan berserat seperti bulu ayam. Awan ini tidak dapat menimbulkan hujan (Sahaab Musakhhar).

Pembentukan awan hingga menjadi hujan yang turun ke Bumi adalah prosessunnatullah. Awan yang bertumpuk-tumpuk di langit itu digerakkan dan digiring mengikuti arah angin (QS. Ar-Ruum [30]: 48 dan Faathir [35] : 9).

“Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira.”

“Dan Allah, Dialah Yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu.”

Di dalam perjalannya awan-awan kecil digerakkan Allah dengan angin menuju area konvergensi, dan setelah tiba di area konvergensi awan menjadi semakin banyak dan lama2 menjadi tebal.
Apa itu konvergensi? Sebuah kata yang cukup asing di telinga kita kan? Konvergensi merupakan gerakan aliran udara yang mengalir berkumpul memasuki suatu daerah. Jadi suatu tempat yang merupakan tempat berkumpulnya udara. Pada daerah ini terjadi penurunan kecepatan angin, dimana angin akan cenderung menjadi teduh saat memasuki wilayah ini. 

Pada saat awan mulai menebal, maka kecepatan angin menjadi semakin berkurang sehingga awan menjadi saling bertumpukan dan saling menindih (rukaaman = ركا ما), kemudian ada yang membentuk gunung (jibaal = جبال) dan mengandung butiran air dan kristal es. Setelah tekanan dan temperatur butiran air siap diterjunkan, dari celah2 gunungan itu kemudian Allah menurunkan air hujan ke muka Bumi di wilayah yang dikehendaki-Nya. Inilah ayat kauniyah dan qauliyah-Nya (QS Al Baqarah : 164)

📎“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan Bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

Allah menurunkan air hujan tidak bersamaan di semua wilayah namun dibagi merata sesuai kehendak-Nya. Saat hujan di wilayah barat, namun di wilayah timur cerah dan Matahari bersinar. Itulah kenapa bisa terjadi pelangi, insyaAllah akan kita bahas di lain kesempatan.

Ma, Kenapa ya Kok Bayangan Bisa Muncul?

menggambar bayangan dino

Hari ini Mama dan Faris berdiskusi tentang bayangan. Faris sangat senang sekali bermain bayangan sejak usianya maih 2 tahun. Menjelang tidur, ia sering sekali mengajak Papanya untuk membuat bentuk bayangan hewan atau benda di tembok kamar menggunakan senter. Saat usianya beranjak 2,5 tahun, ia sangat senang sekali bermain tebak-tebakan bayangan kemudian mencocokkan dengan benda atau gambar utuhnya. Membahas mengenai bayangan sudah bukan hal asing baginya. Tetapi merupakan hal baru bagi Irbadh. Irbadh beberapa hari yang lalu, lari ketakutan karena merasa dikejar oleh bayangannya. Betapa lucunya ia sampai ngos-ngosan lari mencari perlindungan agar tidak nampak bayangan lagi.

Tadi pagi, ketika menemani adiknya bermain, Faris melihat banyak bayangan mainan yang muncul. Dari situlah muncul berbagai pertanyaan an. “Bayangan muncul darimana ya, Ma? Kok pagi-pagi juga muncul bayangan nggak malam-malam aja?”
“Bayangan muncul ketika ada sinar. Bisa karena sinar matahari, sinar senter bahkan sinar lampu di rumah juga dapat menimbulkan bayangan,” begitu penjelasan singkat saya.

Sinar itu ada tiga jenis, yaitu sinar lurus, sinar pantul, dan sinar bias. Namun, hanya sinar lurus lah yang bisa membentuk bayangan. Sinar lurus adalah sinar yang tidak dibelokkan, atau sinar yang langsung mengenai objek. Sedangkan sinar pantul adalah sinar yang dipantulkan oleh suatu permukaan objek, seperti cermin dan kertas. Dan sinar bias adalah sinar yang dibelokkan saat melewati dua medium yang berbeda kerapatannya.

“Nah, kenapa cuma sinar lurus aja yang bisa membentuk bayangan, Ma?” kejar Faris.

“Bayangan terbentuk ketika sinar terhalang oleh suatu objek dan tidak dapat menembus objek tersebut. Misalnya nih, saat matahari menyinari tubuh kita atau benda lainnya, sinarnya terhalang oleh tubuh kita sehingga sinar matahari membentuk bayangan tubuh kita di atas permukaan jalan.

mengamati bayangan di sore hari

Posisi sinar matahari akan menentukan sudut sinar datang dan menentukan panjang suatu bayangan. Jadi jangan heran ya, jika bayangan Faris pada siang hari lebih pendek daripada saat sore hari.

“Kenapa ma? Kok bisa gitu?” pertanyaan yang tak berujung 😂

“Itu karena pada siang hari, matahari berada tepat di atas kepala kita. Saat itu sinar matahari jatuh tegak lurus sehingga hanya menyinari sebagian permukaan bumi. Akibatnya, bayangan yang timbul menjadi pendek. Mudah-mudahan penjelasan Mama nggak salah ya, Nak.

Sedangkan pada sore hari saat matahari akan tenggelam, sinarnya jatuh ke Bumi dari samping atau condong dari barat, sehingga permukaan bumi yang terkena sinarnya lebih luas. Maka bayangan yang timbul menjadi panjang.

Kenapa kok bayang-bayang warnanya hitam, Ma?

Proses kita melihat memanfaatkan cahaya yang mengenai sebuah benda yang kemudian dipantulkan menuju mata kita. Mata sebagai indera penglihat menangkap sinar tersebut dan memprosesnya di dalam otak sebagai bayangan.

Cahaya adalah gelombang elektromagnet yang rentang panjang gelombangnya dapat dilihat oleh mata. Cahaya dalam rentang panjang gelombang tersebut memiliki warna tergantung dari panjang gelombang yang dimiliki oleh partikel cahaya. Misalnya warna biru memiliki panjang gelombang 440 – 495 nm, warna merah memiliki panjang gelombang 640 – 750 nm, dan seterusnya.

Warna dari sebuah benda adalah karakter dari benda tersebut saat menyerap warna. Misalkan ketika warna biru yang diterima mata kita sebenarnya benda tersebut menyerap warna lainnya dan hanya warna biru yang dipantulkan. Lalu bagaimana dengan warna hitam? Warna hitam akan terlihat bila semua cahaya diserap atau bila tidak ada cahaya yang mengenai benda tersebut.

Bayangan dan bayang–bayang adalah dua hal yang berbeda. Bayangan adalah gambar yang kita lihat saat kita bercermin, sedangkan bayang–bayang adalah warna hitam pada suatu permukaan karena cahaya yang terhalang oleh sebuah benda.

Bayang-bayang berwarna hitam terjadi ketika cahaya yang menuju suatu area tertutupi oleh benda sehingga intensitas cahaya yang diterima area tersebut lebih rendah dibandingkan area sekitarnya, atau karena tidak ada cahaya yang mengenainya. Akibatnya intensitas cahaya yang dipantulkan oleh area tersebut dan diterima oleh mata kita pun rendah atau tidak ada, sehingga warnanya menjadi hitam/gelap.

Kenapa kita nggak bisa melihat cahaya di udara?

Sebenarnya kita tidak dapat (secara langsung dan visual) melihat cahaya dalam medium apapun!! Kita hanya bisa melihat cahaya secara tidak langsung.

Cahaya adalah gelombang. Lebih tepatnya, cahaya adalah salah satu bagian darigelombang elektromagnetik. Gelombang elekromagnetik dapat dikelompokkan ke dalam beberapa beberapa jenis, antara lain gelombang radio, gelombang mikro, cahaya tampak (warna-warna dari merah sampai ungu), sinar X dan sinar Gamma.

Seperti juga gelombang lainnya (gelombang pada tali, gelombang suara, gelombang pada permukaan air, dan lain lain), gelombang dapat menjalar, dan untuk tempat yang jauh dari sumbernya, arah penjalaran gelombang tersebut adalah lurus. Arah penjalaran ini biasanya digambarkan dengan garis sinar (walaupun yang dibahas bukan gelombang cahaya, namun istilah garis sinar tetap dipergunakan untuk menyatakan arah rambat gelombang tersebut). Arah penjalaran gelombang yang lurus ini dapat dibelokkan dengan beberapa cara, antara lain melalui pemantulan dan pembiasan.

Kita dapat mengetahui adanya gelombang tersebut bila alat pendeteksi (penangkap) gelombang yang dimiliki (alat deteksi pada tubuh kita untuk gelombang cahaya adalah mata) menerima garis sinar. Mata manusia sebagai alat penangkap gelombang elektromagnetik hanya dapat ‘melihat’ gelombang elektromagnetik dalam daerah cahaya tampak (warna merah sampai ungu). Dengan kata lain, walaupun gelombang radio atau gelombang sinar X adalah gelombang elektromagnetik juga, sama dengan gelombang cahaya tampak, namun mata kita tidak dapat ‘melihat’ gelombang radio maupun sinar X tersebut.

Namun demikian, seperti yang disebutkan di atas, sebenarnya kita tidak dapat melihat secara langsung dan visual gelombang elektromagnetik dalam medium apapun. Yang ‘terlihat’ oleh alat pendeteksi adalah bayangan dari benda yang memantulkan gelombang tersebut, sehingga ada sebagian garis sinar pantul yang terdeteksi, dan bayangan inilah yang kita artikan sebagai ‘melihat’ cahaya tersebut.

Dalam sebuah ruangan yang diterangi oleh lampu, kita dapat melihat benda-benda yang ada di ruangan tersebut (dinding, meja dan kursi dan lainnya) karena ada cahaya yang berasal dari lampu yang dipantulkan oleh benda-benda tersebut dan masuk ke mata kita dan yang terlihat adalah bentuk benda yang memantulkan cahaya tersebut.

Kita seolah-olah dapat ‘melihat’ (berkas) cahaya, bila pada jalannya sinar berkas cahaya tersebut kita taburi dengan partikel yang sangat kecil (misalnya tepung). Cahaya yang terpantul dari tepung dan ditangkap oleh mata akan memberikan informasi keberadaan berkas cahaya tersebut. Hal ini adalah seperti saat kita ‘melihat’ berkas cahaya yang berasal dari lubang udara dan masuk ke dalam ruang gelap. Bila kita menatap langsung ke sumber cahaya (lampu) tersebut, maka kita tetap tidak dapat melihat cahaya tersebut, yang terlihat hanyalah bentuk fisik dari lampu.

Gelombang lain yang tidak terlihat secara visual adalah gelombang suara, sedangkan gelombang pada tali maupun gelombang pada permukaan lain dapat dengan mudah dilihat.[ http://anakbertanya.com/mengapa-cahaya-tidak-terlihat-di-udara/]

Penjelasan lebih detil mengenai bayang-bayang kita lanjutkan di kesempatan selanjutnya😘

Tanggung jawab itu apasih, Ma?

tnh

Siang bolong anak, Faris mendadak bertanya kepada Mama. “Ma, tanggung jawab itu apasih?,” mendadak gelagapan Mama ditanya pasal itu. Tak ada angin, tak ada hujan. Tak ada prolog, tak intro kenapa Faris bertanya mengenai tanggung jawab pikir Mama.
Baiklah sambil mengatur napas dan berpikir Mama coba pasang umpan, balik bertanya, “kalau menurut Faris tanggung jawab itu apasih?”
Faris menjawab setengah ragu, “Bertanggung jawab itu kalau Faris ngerusakin mainan adek, Faris harus ganti gitu ya Ma ya?”
Sebelum menjawab pertanyaan yang gampang-gampang susah ini Mama sempatkan crosscheck terlebih dahulu di KBBI.
Berikut Mama ambil definisi dari tanggung jawab dari kbbi (https://kbbi.web.id/tanggungjawab.html) yaitu sebagai berikut :

tang·gung ja·wab n 1 keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya): pemogokan itu menjadi — pemimpin serikat buruh; 2 Huk fungsi menerima pembebanan, sebagai akibat sikap pihak sendiri atau pihak lain;

ber·tang·gung ja·wab v 1 berkewajiban menanggung; memikul tanggung jawab: pemimpin redaksi ~ atas isi majalahnya; 2 menanggung segala sesuatunya (kepada):kabinet ~ kepada Presiden; dia laki-laki yang tidak ~;

Mama pun mencoba memberi penjelasan, “Ya itu salah satu contohnya, bentuk perbuatannya. Kalau tanggung jawab sendiri itu artinya kita harus menanggung. Menanggung segala sesuatu akibat perbuatan kita.”
Kurang lebih begitu penjelasan Mama sambil berdo’a, mudah-mudahan lisan ini tidak salah ucap ya Allah, mudah-mudahan penjelasan Mama bisa diterima dengan baik.

Medidik  anak-anak memang gampang-gampang susah apalagi jika mereka masih  kecil. Anak kadang susah diatur dan  mau menang sendiri, apa yang mereka lakukan  itulah yang dianggap benar, namun tidak semua yang dilakukan anak tepat. Orang tualah yang harus membimbing mereka. Bila anak-anak bersalah orang tua wajib bin harus menyadarkannya. Untuk memberikan perubahan pada anak-anak agar lebih baik memang kadang orang tua memberikan tanggung jawab kepada mereka. Namun di usia yang masing tergolong dini, tentu saja mereka belum mengerti apa yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya.

Melatih tanggung jawab pada anak itulah  tantangan bagi orang tua, sekalipun mereka masih anak-anak namun Mama yakin pelatihan ini akan lebih baik bila dimulai sejak dini. Karena nanti jika anak-anak sudah dewasa dan bersosialisasi dengan masyarakat, akan ada saatnya mereka akan memiliki tanggung jawab terhadap apa yang dibebankan pada mereka.

Oleh karena itu sejak dini Mama merasa perlu melatih dan membimbing anak-anak agar mereka lebih bertanggung jawab. Tentu saja hal ini banyak tantangan dan memerlukan kesabaran.

Mengingat  anak-anak belum bisa berpikir layaknya orang dewasa, jadi yang Mama lakukan adalah pengenalan tanggung jawab dan bagaimana menerapkannya. Bila tanggung jawab anak terhadap lingkungan sekitar dan dirinya tidak ditanamkan sejak kecil, jangan harap kelak anak-anak akan memiliki tanggung jawab saat dewasa.

Orang tua harus membimbing bagaimana membentuk anak  yang bertanggung jawab.  Tidak ada kata nanti dan nanti  untuk membuat anak lebih tanggung jawab. Sejak usia dini pun anak harus diberi tanggung jawab, namun dalam frekuensi yang sangat kecil. Bila banyak orang yang mengganggap anak kecil belum bisa diberi tanggung jawab dan membiarkan si kecil  membuat berantakan mainannya, tapi anggapan ini sangat keliru. Dari hal sekecil itu, dari mainan yang berserakan kita bisa melatih tanggung  jawab pada anak  agar mereka segera merapikan mainan setelah selesai bermain.

Banyak contoh  mudah yang bisa orang tua lakukan agar si kecil terbiasa dengan tanggung jawabnya di rumah. Sebelum mereka membiasakan tanggung jawab di lingkungan dan masyarakat, hal yang paling penting adalah melatih tanggung jawab anak di rumah.

Ketika anak berusia 1 tahun, mereka bisa dilatih tanggung jawab seperti mencuci kaki dan tangan serta menggosok gigi sebelum tidur. Selain itu anak-anak juga bisa diberi tanggung jawab  agar merapikan tempat tidur setelah bangun tidur. Cara ini memang hal yang dianggap sepele oleh orang tua, mereka kadang mengangap bahwa anak kecil terutama ketika umur mereka masih dibawah 5 tahun mereka tidak  bisa dilatih tanggung jawab. Padahal dari hal sekecil itu mereka mampu melakukannya dengan baik jika orang tua  mau melatihnya.
Faris sudah saya biasakan untuk merapikan tempat tidurnya setelah bangun tidur. Kebiasaan ini saya tularkan kepada anak-anak sejak dini karena Mama sendiri memperoleh manfaat yang luar biasa dari pola kedisiplinan yang orang tua Mama terapkan saat Mama masih kecil.

Mama-mama di luar sana pun bisa memberikan beberapa tugas yang setiap hari harus dilakukan oleh anak-anak. Berikan tugas seperti membereskan kamar, memasukkan baju kotor kedalam  tempat baju kotor, memasukkan baju  yang telah disetrika pada almari,  menyiram kebun dan beberapa tugas lainnya yang bisa diberikan pada mereka. Dengan syarat pekerjaan yang berikan adalah pekerjaan yang bisa dilakukan oleh mereka. Jangan memberikan tugas yang tidak bisa dikerjakan  anak-anak, karena justru akan membebani mereka dan membuat mereka takut.

Ada beberapa tips  sebelum anda member tugas agar anak lebih bertanggung jawab:

👑Beri  penjelasan pekerjaan  yang jelas
Jika memberikan tugas pada anak,  usahakan tugas tersebut jelas wujudnya dan jelas instruksinya. Jangan sampai anak  menjadi bingung dengan apa yang Mama instruksikan. Akan lebih baik lagi jika setiap tugas yang Mama berikan disertai sebab akibatnya. Misalnya menyuruh anak mengembalikan mainan setelah mereka bermain, berikan penjelasan bahwa jika mainan tidak dikembalikan pada tempatnya maka nanti saat akan memakai kembali mainan tersebut terselip atau bahkan hilang. Selain itu berikan alasan yang masuk akal dan mudah dimengerti anak, tentu saja alasan yang bermanfaat agar anak semakin bertanggung jawab.

👑Beri tugas yang mampu dikerjakan anak
Nggak mungkin kan Mama memberikan tugas mencuci baju atau memotong rumput kepada balita? Jadi beri pekerjaan atau tugas yang mampu dikerjakan ananda dan jangan sampai membuat mereka tertekan. Jadi buatlah tugas yang sangat menyenangkan untuk ananda

👑Jangan memberikan hukuman pada anak
Sekalipun anak tidak mengerjakan apa yang Mama berikan, jangan memberikan hukuman pada mereka. Hukuman yang orang tua berikan bukan membuat anak menjadi lebih tanggung jawab namun justru akan menimbulkan ketakutan dan rasa dendam pada orang tuanya. Mereka bisa dipastikan akan berontak jika Mama memberikan tugas lainnya. Orang tua bisa memberikan penjelasan dan konsekuensi yang bisa membuat anak berubah pikiran untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Dengan cara demikian anak justru mau mengerjakan apa yang diminta oleh orang tuanya.

👑Berikan pujian pada anak
Sekalipun tugas yang Mama berikan tidak bisa dikerjakan dengan  sempurna namun Mama sebaiknya tetap memberikan pujian bagi mereka. Ananda akan senang dan mengerjakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab ketika Mama memberikan pujian pada ananda.

Nah, ternyata simple kan cara untuk melatih tanggung jawab kepada ananda. Sekalipun mereka masih kecil namun   mendidik anak merupakan tanggung jawab sejak dini adalah hal yang tepat bagi kemandirian ananda 💕

Science with Kids : Percobaan Menyaring Air (Clean Water Science)

air turun perlahan

Kelanjutan dari diskusi ringan Faris dan Mama mengenai asal mula air, tema pembelajaran kita masih berkutat seputar air lagi. Apalagi Faris sudah selesai membaca buku seri “Dunia Kita”, karya mbak DK Wardhani seiring bertambahnya pengetahuan, maka bertambah pula pertanyaannya.

“Apa sih sumber daya alam itu ma? Kok dibilang daya sih Ma, macam listrik aja ada dayanya? ”

Dari buku yang Faris baca, sumber daya alam adalah segala yang diberikan oleh Allah dan terdapat di alam yang dapat digunakan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui yaitu sumber daya alam yang jika habis dapat dihasilkan lagi. Contohnya, tanah, air, hewan, tumbuhan dan sinar matahari. Sedangkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui yaitu sumber daya yang akan habis dan sulit dihabiskan kembali. Contohnya minyak bumi san batu bara. Nah, kita harus hemat dalam menggunakan sumber daya karena ada beberapa sumber daya yang lama-lama akan habis jika dipakai terus-menerus.

Saat diskusi berlangsung, Faris teringat akan tayangan edukasi di TVRI yang membahas sebuah desa mandiri di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Desa itu menerapkan sistem peternakan dan pertanian terpadu, sehingga satu desa bisa mandiri melalui koperasi desanya. Kegiatan sehari-hari mereka bercocok tanam dan beternak, tetapi jangan dikira hasil dari komiditas ini sangat melimpah. Pertama, desa ini sudah bisa mandiri, memberdayakan sumber daya alamnya sendiri. Bahkan sisanya bisa dijual. Pointnya, desa ini mandiri di bidang energi listrik sebab listrik mereka berasal dari olahan limbah. Memasak pun gasnya dari biogas. Kami yang hidup di kota ini merasa miskin dibandingkan mereka yang ada di desa. Mau pakai listrik tak perlu pusing memikirkan tarif dasar listrik yang naik tiap bulan, mau memasak atau ingin mandi pakai air hangat pun bisa pakai biogas masyaAllah.

“Ma, kalau kita punya listrik sendiri enak ya Ma kan nggak usah beli gas, ” kata Faris.” Faris mau deh pelihara sapi juga biar bisa punya listrik sama gas sendiri,” lanjutnya. Rupanya tayangan tadi menginspirasi sekali sampai-sampai Faris menggantungkan harapannya ke arah sana.

Kebutuhan Air

Selain oksigen, kita juga sangat membutuhkan air. Kita memerlukan air bersih untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, mandi, mencuci, dan minum. Air ledeng adalah air yang diolah melalui proses penjernihan dan penyehatan sebelum dialirkan kepada rumah-rumah melalui saluran air. Di beberapa negara, air laut dapat diubah menjadi air tawar yang layak minum. Proses ini disebut penyulingan atau destilasi.

Hari ini Faris melakukan percobaan penyaringan air bersih menggunakan kit dari green science seri Clean Water Science.
🎣🎨🎈🎣🎨🎈🎣🎨🎈🎣🎣🎨🎈🎣🎨🎈🎣🎨🎈

Format Dokumentasi Pembelajaran

🔖Nama anak: Faris

🔖Tema : Science

📍Tujuan pembelajaran : mengetahui proses penyaringan air sampai menjadi air bersih

🔖Usia anak: 3tahun

📍Bahan:

1.Bahan dari kit science (lengkap di dalam dust)
🖋️4 filter section (bisa diganti dengan botol plastik bekas yabg dipotong bagian atasnya dan dilubangi bagian tengahnya untuk mengalirkan air)
🖋️Round filter base (tatakan, bisa buat dari plastik yang dilubangi tengahnya sesuai ukura botol penyaring)
🖋️Funnel shaped collector (bisa pakai corong air plastik)
🖋️Black plastic cup (gelas plastik besar untuk menampung air)
🖋️Small plastic cup (untuk menuang air ke alat penyaringan)
🖋️Transparent tube (untuk menyambung alat penyaring ke gelas plastik)
🖋️ 2 trabsparent caps (untuk menutup lubang tube)
🖋️ 4 filter plugs
Soft wax (lilin mainan)
1 filter paper (bisa pake kertas krep)
1 cup pasir pantai
1 cup batuan
1 cup bubuk karbon aktif

🔖cara membuat dan proses:

1. Siapkan 4 filter column dari kit untuk menyaring air kolam. Yang dibutuhkan adalah 4 filter column, 4 filter plug, filter base, soft wax dan bahan untuk menyaring yaitu pasir pantai, batuan, serbuk karbon aktif boleh juga menggunakan tanah yang ada di pot rumah dan paper filter.

menyiapkan alat dan bahan dari dalam kit

2. Siapkan gelas transparan untuk menampung air kotor dari kolam.

3. Susun filter plug menggunakan soft wax kemudian masukkan bahan penyaringnya ke masing-masing filter plug yang sudah disiapkan sebelumnya.

4. Urutannya adalah sebagai berikut :

a. Paling bawah letakkan gelas transparan untuk menampung air yang sudah disaring.

b. Diatasnya letakkan filter plug yang sudah dilapisi filter paper;

c. Kemudian filter plug yang berisi serbuk karbon aktif;

d. Di atasnya filter plug yang berisi pasir pantai;

e. Yang paling atas filter plug yang berisi batu-batuan.

memasukkan bahan untuk menyaring air (pasir pantai)
memasukkan bahan untuk menyaring air (batu-batuan kecil)

5. Setelah semua disusun maka air dari kolam siap untuk dituang..

mengambil air dari kolam ikan untuk bahan percobaan

6. Air yang sudah disiapkan sebelumnya Faris ambil dari kolam ikan yang berada di depan rumah.

7. Air dituang sedikit demi sedikit karena saat proses penyaringan air menetes sedikit demi sedikit.

proses menuang air kolam

8. Setelah ditunggu kurang lebih 45 menit, secara bertahap akan nampak hasil akhir air yang sudah tersaring terlihat lebih jernih.

air yang disaring turun perlahan lahan ke bawah

Dari percobaan ini, Faris menyimpulkan, “Ternyata proses penyaringan air itu lama ya ma, kata Faris. Maka dari itu kita harus menjaga keberlangsungan air karena air merupakan kebutuhan pokok manusia.

Hasil saringan air kolam nampak lebih jernih

Homeeducation : Belajar Tauhid dari Sosok Luqman

penanaman tauhid

Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” (QS. Luqman: 13).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Luqman menasehati anaknya yang tentu amat ia sayangi, yaitu dengan nasehat yang amat mulia. Ia awali pertama kali dengan nasehat untuk beribadah kepada Allah semata dan tidak berbuat syirik kepada Allah dengan sesuatu apa pun.”

Pendidikan aqidah merupakan pelajaran yang kelihatannya rumit dan sulit untuk diajarkan kepada anak-anak tetapi harus sudah mulai ditanamkan kepada anak sedini mungkin. Kesadaran saya akan betapa pentingnya mengenalkan Allah sejak dini dimulai saat saya mengikuti kelas belajar tauhid batch 2. Oleh-oleh dari belajar disana, saya bertekad untuk terus belajar dan menjaga akidah keluarga.


Ketika Faris bertanya tentang Allah

Jauh sebelum Faris fasih berbicara, Papanya pernah menanyakan kepada Faris kecil (14 bulan), Allah ada dimana? Kemudian tangan kecilnya menunjuk ke atas. Sudah dua kali dicoba kepada adiknya pun, reaksi anak-anak masih sama. Menunjuk ke atas. Pengalaman ini kami coba ke anak-anak setelah mengikuti kajian dari Ustadz Khalid Basalammah, kenapa anak yang belum tahu apa-apa ketika ditanya dimana Allah akan selalu menunjuk ke atas? Ini fitrah keimanan atas Rabb-nya. MasyaAllah, saya dan suami dibuat takjub.
Saat menginjak usia 2 tahun, mulai banyak pertanyaan dan diskusi ringan antara saya dan Faris. Berikut ini beberapa pertanyaan berkaitan dengan Allah yang dilontarkan Faris sejak umur 2 tahun, diantaranya:

Allah itu siapa

Q1: “Ma, Allah itu siapa sih?”
Allah itu yang menciptakan segala-galanya. langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan mama, papa, adek, semua makhluk.”

Allah bentuknya gimana

Q2: “Ma, Allah itu bentuknya seperti apa ya?”
❌Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

✔️Jawablah begini:
“Faris tahu kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah Faris lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan Faris sebutkan.”

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)
[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)

Allah itu dimana

Q3: “Ma, Allah itu ada dimana sih?”

❌Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini:
Al-Hadid (57) : 3
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng (maka dari itu kami hijrah dari buku bacaan magic dan dongeng imajinatif).

Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad SAW sekali pun. Hanya Allah yang tahu diri pribadi-Nya sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat. Allahua’lam
إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)
[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)

✔️Jawablah begini:
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih Faris berpikir retoris).
“Faris bisa nampak matahari yang terang itu langsung nggak? Nggak kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah, melihat matahari aja kita nggak sanggup. Jadi, bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya nggak?!”
Saat Faris mengajak saya berdiskusi kenapa dia tidak bisa melihat Allah saya berkisah tentang Nabi Musa yang ingin melihat Allah.

Atau bisa juga diberi jawaban:
“Faris, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Faris nggak bisa lihat ujung langit kan?! Nah, kita juga nggak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita sholat. Allah Mahabesar.”

Kemudian saya mengajak Faris bersimulasi :
Saya menyuruh Faris menghadapkan bawah telapak tangannya ke arah wajah. Faris lihat garis-garis tangan Faris nggak? Nah, sekarang dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Faris. Masih terlihat jelas nggak jari Faris setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Maha Besar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak berantara.”

Allah tidak nampak

Q4: “Ma, kenapa kok kita kita nggak bisa lihat Allah?”

❌Jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Saya pernah menjawab seperti ini karena keterbatasan ilmu, maafkan Mama yang masih fakir ilmu. Ketika usianya 3 tahun, Faris terus menggali informasi mengenai kenapa sih Allah nggak kelihatan padahal ada di Arsy. Mana Arsy kok nggak kelihatan padahal kata Mama di langit?
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas, bawah, kiri, kanan, depan, belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip “Allahu Akbar” itu bohong?

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <– Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif. ❌Juga jangan dijawab begini: “Nak, Allah itu ada di mana-mana.” Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi. ✔️Jawablah begini: “Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang shaleh, termasuk di hati Faris😍. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada." وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186) وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4) وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115). “Allah sering loh bicara sama kita, misalnya, kalau Faris teringat untuk bantu Mama dan Papa, tidak berebut dengan adik atau teman, tidak malas merapikan mainan, tidak susah disuruh makan, nah, itulah bisikan Allah untuk Faris.” وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213). [caption id="attachment_810" align="alignnone" width="169"] Kenapa harus menyembah Allah[/caption]

Q5: “Ma, Kenapa kita harus sholat? Kok harus menyembah Allah?”
❌Jangan jawab begini:
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi atheis karena menurut akal mereka, ”Masa sama Allah seperti berdagang saja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah seperti anak kecil saja, kalau “orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani).

✔️Jawablah begini:
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan kepada kita. misalnya, Faris sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau harus bayar, kan Mama dan Papa pasti nggak akan sanggup untuk membayarnya. Di laut banyak ikan yang bisa kita pancing untuk dimakan, dan banyak nikmat yang tidak akan bisa kita hitung lagi jumlahnya.

Kalau Faris nggak nyembah Allah, Faris yang rugi, bukan Allah.
إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
Allahu a’lam.

Meskipun manusia ini tempatnya salah, beruntung sebelumnya saya sudah mendapat sedikit pengetahuan saat belajar di kelas BETAH (Belajar Tauhid) sehingga mendapat panduan ketika anak bertanya agar saya bisa menjawab dan anak mudah menerima penjelasan dari orang tuanya. Berikut ini saya share modul mengenai dasar-dasar tauhid dan fikih bagi anak-anakyang saya peroleh di kelas BETAH. Semoga bisa menjadi bahan bacaan bagi para orang tua.

referensi bacaan

Apa yang Kami Alami

Setahun berhomeeducation bersama anak-anak, bukan sebentar ya.. tetapi belum lama juga sih. Namun, alhamdulillah, kami bersyukur telah Allah pilih untuk mendapatkan hidayah sunnah dan ilmu tentang tauhid. Ya, aqidah yang lurus.
Bukan sekali atau dua kali kami menemukan diri tercenung dengan dahsyatnya penghambaan dan penyerahan diri anak-anak kepada Allah. Katakanlah, ketika Faris sangaaaat menginginkan sesuatu. Sangat jarang sekali ia meminta sesuatu (yang mahal) dengan redaksi, “Mama, Faris kepengen ini” Tapi, ia menggantinya dengan kalimat seperti, “Mama, kalau Allah kasih rezeki lewat Mama, boleh beli ini?” dan diskusi pun berlanjut dengan kemanfaatan yang Faris mau itu. Bahkan untuk hal yang kecil pun, ketika Papanya pulang kantor membawakan roti, Faris selalu mengucap, “terimakasih Pa udah bawakan roti buat Faris, terimakasih ya Allah buat rezeki hari ini.” MasyaAllah anak-anak.😍
Saya sering sekali mengulang-ulang menyebut agar anak-anak terus bersyukur atas nikmat dan karunia dari Allah. Begitu pula ketika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka mau. Atau, ketika mereka tiba-tiba mendapatkan apa yang telah lama mereka idamkan dan tidak mungkin dibelikan orang tuanya. Tauhid. Ya, landasan inilah yang membuat perjalanan mendidik menjadi sangat dimudahkan Allah. A truly scientific way of parenting. Setidaknya, itu yang kami rasakan hingga detik ini. Pilihan dan konsekuensi ada di tangan masing-masing keluarga.😊
Terimakasih umma elsaif sudah memilih tema ini, catatan saya yang masih di draft berbulan-bulan lamanya akhirnya bisa di post kelanjutannya 😁

MANAJEMEN RUMAH TANGGA DENGAN DUA BALITA

​Sebagai ibu rumah tangga dengan 2 anak laki-laki (Faris dan Irbadh), sehari-hari saya mengurus anak-anak dan rumah tangga tanpa bantuan dari pengasuh atau pembantu full time. Banyak sekali yang suka bertanya kepada saya “How do you manage to survive each day?”. Karena jujur saja, saya tidak punya teori-teori atau trik special untuk menjalani rutinitas saya sehari-hari. I just live with it. Tapi disini saya akan mencoba mengurutkan rutinitas harian saya, dan mungkin sedikit sharing beberapa tips untuk mengurangi “drama” di dalam keseharian saya.

Yes, I’m a morning person. Saya sudah terbiasa bangun dan beraktifitas di pagi hari dari jaman saya kuliah, dan ketika masih kerja full time di kantor. Setelah menjadi ibu rumah tangga, saya sempat memanjakan diri dengan bermalas-malasan di pagi hari. Tapi ternyata itu membuat hari saya berantakan.. haha 😂
Jadi saya tetap bangun jam 4.30 pagi untuk sholat Subuh (waktu Indonesia bagian Batam) dan langsung masuk dapur. Saya menyiapkan sarapan dan bekal suami, dan untuk makanan hari itu. Setelah semuanya siap, saya memandikan kedua anak saya sekaligus. Kira-kira jam 5.30 anak-anak bangun, sementara saya menyiapkan air untuk mandi mereka. Sehabis itu saya bermain sebentar bersama sambil menemani mereka sarapan berdua. Sebenarnya Faris sudah bisa makan sendiri tapi dia lebih suka jika makan satu piring bersama dengan adeknya hehe..

Sehabis makan saya memberikan mereka mainan (bisa apa saja, termasuk sensory play) dan membiarkan mereka bermain sendiri. Sementara saya lanjut menyapu, membereskan kamar, buang sampah dan beberes kecil bersama anak-anak. Anggap saja ini kelas bersih-bersih ala kami. Setelah selesai semua lalu saya mandi. Urusan menyapu dan mengepel rumah dahulu kala sebelum saya mempunyai anak kedua saya kerjakan di malam hari, namun semenjak saya memiliki anak kedua standar kebersihan dan kerapian saya turunkan. Yang penting bisa berkegiatan bersama dan stamina terjaga urusan bebersih bisa dikerjakan saat anak-anak tidur. Alhamdulillah, sedari dulu urusan domestik saya yang handle semua maka pahala urusan bebersih rumah bisa saya raih bersama anak-anak 😇✌️

latihan mengepel minimal bekas tumpahan air atau makanan

Setiap malam saya selalu berdoa sama Allah agar besok Allah berikan kemudahan dan kelembutan hati anak-anak agar tidak merusuh. Jadi setiap hari saya harus memastikan urusan dapur selesai dan apabila anak-anak susah disambi maka dengan terpaksa urusan membersihkan rumah saya tunda sampai siang ketika anak-anak tidur. Sekitar jam 10 atau 11 saya menemani Irbadh tidur, sementara Faris masih lanjut bermain sendiri atau terkadang ikut saya ke kamar untuk membaca buku atau flash card, intinya mainan yang tidak kotor dan berisik. Waktu ini juga saya gunakan untuk bersantai sejenak sambil quality time bersama Faris. Jika adeknya sudah bobo barulah saya dan Faris bisa masuk kelas utama hari ini, bisa berupa kegiatan percobaan, pengamatan atau diy.

Rutinitas Siang-Sore
Irbadh biasanya bangun sekitar jam 12 dan biasanya mereka berdua bisa asyik main bersama. Kebetulan Faris cukup mandiri sehingga sudah terbiasa membereskan mainan yang sudah tidak dipakai bermain. Sehabis makan siang adalah waktu istirahat. Adakalanya anak susah disuruh untuk tidur siang, tetapi saya tetap meminta mereka untuk hanya bermain di dalam kamar. Sementara mereka di kamar biasanya saya mulai membersihkan rumah atau menyelesaikan pekerjaan rumah lainnya. Sehabis itu baru saya ikut bermain di kamar sambil beristirahat.

Sekitar jam 4 sore, setelah anak-anak mandi saya mengajak mereka untuk main di luar rumah, bermain sepeda, bermain bola, atau pergi ke taman bersama. Outdoor play ini kami lakukan sampai sekitar jam 5, lalu dilanjutkan dengan makan atau snacksore. Tapi terkadang jika terlalu lelah dan lapar mereka langsung meminta makan malam jadi saya bebaskan saja karena saya memang tidak terlalu strict dengan jam makan.

Rutinitas Malam
Adzan Maghrib adalah waktu untuk kita kembali ke kamar. Diawali dengan sholat Maghrib bersama, lalu dilanjutkan dengan belajar mengaji sampai Isya. Belajar mengaji disini tentunya tanpa paksaan dan tetap dilakukan secara fun dengan bermain sesuai usianya. Sehabis Isya biasanya Irbadh sudah tidur, sementara Faris melanjutkan kegiatan di dalam kamar seperti membaca buku, belajar menulis, dan evaluasi harian bersama papanya. Sebelum tidur kami membereskan mainan di kamar, kemudian bersih-bersih. Sekitar jam 9 malam biasanya Faris sudah tidur dan saat itulah free time saya dimulai.

Bisa dilihat rutinitas saya paling padat memang pagi hari, karena saya sebisa mungkin berusaha menyelesaikan semua pekerjaan rumah di saat masih ada suami, jadi suami bisa membantu untuk mengurus dan bermain bersama anak-anak sementara saya bekerja.

TIPS Untuk Menjalani Keseharian tanpa ART

1. Be flexible and don’t be too hard on yourself. Terkadang kita ingin semua serba terorganisir tetapi namanya kita berhadapan dengan anak-anak yang mood-nya bisa berubah kapan saja, tentunya kita tidak bisa terlalu ketat dengan pengaturan jadwal. Jadi kalau ada pekerjaan yang tidak bisa diselsaikan karena anak-anak seharian cuma ingin peluk-pelukan, ya biarkan saja. Pekerjaan rumah bisa menunggu tetapi quality time bersama anak tetap yang utama. Intinya dahulukan yang bernyawa dulu baru urus benda mati (rumah dan dapur maksud saya).
Turunkan standard kerapihan. Hal ini mungkin susah buat sebagian orang, tetapi jika kita memaksakan untuk menjaga rumah tetap rapi setiap saat tentunya agak mustahil apalagi dengan kondisi ada dua atau tiga balita yang selalu bebas bermain dan berlarian didalam rumah.

2. Buat komitmen dan bagi tugas bersama pasangan. Sebelum memutuskan untuk tidak memakai bantuan asisten, tentunya harus membuat komitmen kerja sama yang baik dengan pasangan, karena kalau pasangan tidak turut andil dalam mengurus anak-anak atau rumah tangga, tentunya akan sangat sulit sekali untuk dijalankan. (tetaplah setia menjadi tempat penitipan anak ya, suamiku ✌️).

3. Amankan rumah dengan mengatur posisi barang-barang. Agar tidak harus mengawasi anak secara terus menerus, kita wajib untuk kids-proofing setiap sudut rumah agar anak-anak tetap aman bermain. Atur peralatan makan anak di rak bawah sehingga mereka bisa ambil sendiri, tetapi amankan barang pecah belah di bagian atas. Atur ruang bermain anak, untuk permainan yang butuh pengawasan bisa diletakkan di rak atas, dan untuk permainan yang aman dan mudah dibereskan serta buku-buku bisa diletakkan di rak bagian bawah sehingga mudah di akses oleh mereka. Jangan lupa untuk mengkategorikan mainan ke dalam kotak-kotak transparan sehingga lebih mudah untuk dicari. Biasanya seminggu sekali saya dan anak-anak menyortir mainan sesuai jenisnya.

4.Pasang pintu atau safety gate untuk akses menuju dapur dan tangga jika rumah anda bertingkat.

5. Ajari anak untuk mandiri. Awalnya mungkin susah mengajari anak untuk mandiri, tetapi jika kita melakukan dengan konsisten lama-lama mereka akan mengerti. Yang paling mudah, ajari mereka untuk makan sendiri dan selalu membereskan mainan setiap selesai bermain, lalu bertahap sesuai dengan perkembangan umurnya.

6.Lakukan food preparation. Untuk urusan memasak, saya biasanya melakukan foodprep setiap weekend atau 3 hari sekali agar tidak terlalu repot dan tidak butuh waktu lama untuk masak. Jadi saya sudah mempersiapkan beberapa masakan yang bisa dimasak sebelumnya (pre-cook) misalnya ayam yang sudah diungkep, ikan yang sudah dimarinade, rendang dll, lalu membersihkan dan memotong-motong sayur. Semuanya saya masukkan kotak atau zipper plastic bag terpisah per menu, lalu dimasukkan ke freezer. Saya sering menggunakan bantuan slow cooker dan kukusan listrik dengan timer untuk menyelesaikan proses memasak.

7.Rutin berolahraga. Mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus anak setiap hari sering bikin kita jadi cepat pegal-pegal. Karena itu saya rutin berolahraga minimal 3x seminggu selama 20 menit. Bisa hanya stretching, pilates, ataupun melakukan beberapa gerakan crossfit yang sesuai dengan kemampuan tubuh kita. Hal ini sangat membantu agar kita tidak mudah lelah.

kelas b

8.Nikmati waktu luang untuk “Me-time”. Saya selalu berusaha menikmati me-time setiap hari walaupun hanya beberapa menit. Bisa disaat anak-anak tidur atau asik bermain sendiri. Jangan terlalu ambisius untuk menyelesaikan semua pekerjaan sehingga lupa beristirahat dan bersantai. Menikmati segelas jus sambil membaca buku atau tontonan yang ringan, hanya sekedar bebas memegang hp untuk chat bersama teman-teman biasanya sudah cukup bagi saya untuk melepaskan penat dan kembali me-recharge energi.

Mungkin ada tips lain yang bisa di share atau ingin berbagi keluh kesah seputar mengurus anak dan rumah tanpa ART?

MENGENALKAN OLAHRAGA PANAHAN KEPADA ANAK BALITA

Faris latihan memegang busur panah bahan plastik yang aman untuk anak usia dini

Panahan adalah olahraga tertua di bumi ini dan tak lekang ditelan zaman, apalagi dalam agama Islam sangat dianjurkan untuk diajarkan kepada anak sejak usia dini.

Olahraga yang satu ini melatih disiplin, fokus, dan konsentrasi, juga smoothness. Memanah bisa melatih mental karena hal terpenting yang harus kita lakukan sebelum berlatih adalah mengontrol emosi.

Sejatinya, panahan adalah olahraga yang mengajarkan sebuah prinsip bahwa keberhasilan seorang harus didahului oleh upaya dan usaha dan juga mengajarkan proses untuk mencapai apa yang diidamkan.

Olah raga panahan memerlukan ketenangan dan tidak boleh terburu-buru. Targetnya tidak bergerak, maka musuhnya adalah diri si pemanah itu sendiri.

Minggu lalu, Faris kebetulan berkesempatan untuk mengenal dan belajar lebih dekat dengan olahraga satu ini. Bertempat di komplek First City Complex lantai dasar Batam Centre Mall, depan radio hang fm terdapat kantor sekretariat alias basecamp Mamluk Sport (Traditional Archery and Sport Centre) yang bisa dipergunakan oleh anak-anak mencoba (trial class) untuk mengenal teknik memanah lebih dalam.

Mamluk Sports, hadir untuk mendukung pengembangan, sosialisasi dan pembinaan olahraga panahan kepada seluruh masyarakat Batam melalui club khususnya pada usia dini.

Dengan hadirnya Mamluk Sport diharapkan bisa berdampak pada perkembangan olahraga panahan dikota Batam sehingga panahan bisa membumi dan disukai semua lapisan masyarakat kota Batam.

Menurut salah satu coach Mamluk Sport, anak-anak mulai dari usia 4 tahun bisa diperkenalkan dan mencoba olahraga ini. Dalam hal ini usia berkenaan dengan psikologi anak. Jika di bawah usia 7 tahun, ada kecenderungan anak susah dikontrol. Jika cara mengontrol emosi telah diajarkan sejak diri, karakter anak bisa terbentuk dengan baik.

Sesungguhnya awalnya aspek terpenting dari kegiatan memanah ini adalah fokus dan konsentrasi. Tetapi ternyata banyak hal lain yang terbangun dalam proses belajar memanah. Peningkatan fokus hanya salah satu dari nilai-nilai yang dikembangkan dalam memanah, namun ada yang penting yaitu dapat digunakan sebagai teori pendidikan dalam mendidik karakter seseorang.

Manfaat Kegiatan Memanah
Aspek terpenting dari memanah justru pada ketenangan. Melalui memanah anak-anak diharapkan belajar tenang, tidak terburu-buru, mengatur nafas, menjaga kestabilan emosi agar anak panah melaju secara konsisten dan tepat menuju sasaran.


Tahapan Mengajarkan Anak Memanah

Meningkatkan konsentrasi, adalah sedikit dari segudang manfaat dari memanah. Jadi, tidak heran bila banyak orang tua zaman sekarang mulai melirik panahan sebagai salah satu media mendidik anak. Apakah Mama tertarik mengajarkan memanah kepada anak-anak? Kalau iya, yuk kita bisa memulai dengan kegiatan sebagai berikut:


1. Ajak Anak Mengenali Panahan

Tahap pertama yang kami lakukan adalah mengajak Faris mengenali olahraga panahan. Mengajak Faris mengunjungi arena panahan untuk anak-anak merupakan langkah awal memperlihatkan olahraga ini secara nyata pada mereka. Biarkan anak-anak melihat kegiatan memanah. Tidak lupa Mama memberikan penjelasan mengenai memanah dengan bahasa yang mudah mereka pahami.

2. Mencoba Perlengkapan Memanah
Jika usianya sudah memenuhi syarat, biarkan anak-anak mencoba semua perlengkapan panahan standar untuk anak-anak. Sebelumnya mereka telah melihat kegiatan panahan, maka sekarang saatnya dia mencobanya sendiri. Biarkan mereka bermain-main dan merasa nyaman dengan perlengkapan memanahnya. Yang terpenting pastikan orang tua dan pelatihnya mengawasi.

3. Melatih Postur Memanah
Tahap ini perlu menjadi perhatian lebih bagi orang tua yang ingin belajar bersama ananda. Tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar, Papa Faris pun belajar dasar-dasar memanah tradisional terlebih dahulu. Ini merupakan pondasi kuat dalam mengajar anak memanah dengan teknik standar. Teknik ini akan menghindarkan kemungkinan terjadinya cedera otot tubuh anak.

Teknik-teknik yang harus diketahui oleh para pemula antara lain:

1. Sikap Berdiri
Teknik ini berkaitan dengan posisi kaki saat berdiri. Ada 2 sikap yang biasanya digunakan oleh pemanah yakni; sejajar (square stance) dan terbuka (open stance).

Trial Class Memanah di Mamluk Sport

Karena Faris belum boleh mencoba memakai busur dan anak panahnya, maka ia mengenal olahraga ini dengan cara terlebih dulu memegang langsung busur dan anak panahnya saja.

2. Cara Memasang Ekor Panah (Nocking)
Posisi panah harus terpasang secara tepat. Pastikan panah dipasang dengan posisi lurus tersandar pada busur.

3. Cara Mengangkat Lengan Busur (Extend)
Teknik ini berkaitan dengan posisi lengan saat mengangat busur. Bukan cuma itu, posisi jari-jari juga harus diperhatikan di sini.

4. Teknik Menarik Tali Busur (Drawing)
Anak harus menarik tali busur menggunakan kombinasi kekuatan jari, punggung telapak tangan, serta lengan bagian bawah.

5. Cara Menjangkarkan Lengan Penarik (Anchoring)
Cara ini berkaitan dengan posisi tangan penarik. Ada 2 tipe penjangkaran yang lazim dilakukan yakni; penjangkaran di samping dan penjangkaran di tengah.

6. Teknik Menahan Sikap (Tighten)
Tighten dilakukan persis ketika anak panah telah terpasang dan tali busur sudah ditarik.

7. Cara Membidik (Aiming)
Kuncinya adalah tubuh yang rileks, tapi tetap fokus terhadap sasaran.

8. Cara Melepaskan Panah (Release)
Gerakan tangan yang melepaskan tali busur ini dibedakan menjadi 2 yakni; active release dan dead release.

9. Teknik Menahan Sikap Setelah Melepaskan Panah (After Hold)
Ketika anak panah telah meluncur ke arah sasaran, maka ada posisi yang perlu dipertahankan oleh pemanah. Posisi ini mengharuskan anak menahan sikap 2 detik setelah melepaskan panah.

Ternyata belajar memanah itu mengasyikan loh, anak muslim sudah seharusnya bisa memanah seperti anjuran dari Rasulullah SAW. Bagi yang berminat untuk ikut belajar memanah bisa langsung datang ke basecamp Mamluk Sport, free untuk trialnya. Biaya mengikuti kelas memanah disini juga terjangkau dan sangat fleksibel. Jika teman-teman sudah memiliki alat panahnya boleh dibawa, nanti disana akan dibimbing oleh coach yang sabar menjelaskan kepada anak-anak. Mari berolahraga panahan 😊

jadwal class memanah mamluk sports
tarif belajar memanah di Mamluk Sport

Science with Kids : Mengenal Arus Listrik

Dalam rangka mengenalkan apa itu listrik kepada Faris hari ini kami mencoba merakit media belajar elektronika dalam bentuk flashing card set dari bareconductive. Listrik bukan menjadi hal asing bagi anak-anak. Hampir setiap rumah zaman sekarang pasti sudah menikmati listrik untuk keperluan hidup sehari-hari. Dengan adanya arus listrik di rumah, aktivitas harian menjadi lancar dan menyenangkan. Coba hitung ada berapa alat elektronik yang teman-teman miliki di rumah?

Gimana sih caranya kok listrik bisa mengalir ke rumah kita, Ma? “, tanya Faris.
Arus listrik ini berasal dari pembangkit listrik, yang sumber energinya bersumber dari tenaga sinar matahari, air, angin, dan lain-lain. Arus listrik yang tercipta akan dihubungkan dengan berbagai alat seperti alat penerangan (lampu) dan berbagai alat rumah tangga, seperti; kulkas, kipas angin, blender, televisi, komputer, laptop, dan masih banyak yang lainnya.

Sebelumnya, Faris dan Mama sudah pernah membahas sekilas mengenai konsep dasar arus listrik. Sifat aliran listrik dalam suatu penghantar (kawat, kabel) sama dengan sifat air. Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.

Dalam konsep arus listrik, tempat ini dimaknai sama dengan potensial. Sehingga dikatakan arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah.

Arus listrik adalah muatan yang berpindah dalam suatu penghantar.
Faris bertanya, “Kalau listrik itu termasuk makhluk apa ya, Ma? Makhluk hidup atau benda mati ya, Ma?, “ tanya Faris.
Kalau termasuk benda mati tetapi kenapa listrik bisa menyala ya, bisa dirasain.

Faris berusaha mengkategorikan arus listrik ini termasuk jenis benda mati yang misterius hahaha… (insyaAllah nanti akan ada bahasan yang lebih menarik dan detil sesuai pemahaman Faris).

Selain harus ada sumber arus listrik, juga harus ada penghantar (kawat, kabel). Penghantar ini menjadi media untuk mengalirkan arus listrik ke rumah atau bangunan yang membutuhkannya. Penghantar arus listrik haruslah terbuat dari bahan logam yang bersifat konduktor. Dalam kegiatan belajar hari ini, Faris menggunakan flashing card set buatan sebuah perusahaan bernama Bare Conductive. Perusahaan asal London, Inggris ini membuat sebuah cat yang mampu menyalurkan listrik atau bisa di sebut sebagai konduktor.

Dari cat konduktor ini, ternyata bisa juga loh dikembangkan ke dalam bentuk peralatan elektronik. Misalnya sebagai saklar atau sensor. Penggunaannya juga sangat mudah, kita tinggal mengoleskan cat tersebut pada cetakan yang bisa kita desain sendiri, nah setelah cat tersebut kering, cat tersebut sudah bisa dijadikan sebagai konduktor peralatan elektronik.

photo credit by IG

Dokumentasi Pembelajaran (8/12/17)

🔖Tema : science

📍Tujuan pembelajaran : Mengenal Arus Listrik (Merakit Flashing Card)

🔖Usia anak: 3th

📍Bahan:
3 Flashing Card Set
3 led light
3 Hole pin
1 tube electric paint

🔖cara membuat&proses:

1.Buat lubang sebanyak 4 titik, di kutub negatif dan kutub positif sesuai dengan petunjuk gambar yang ada di card.

2.Masukkan led light tekan bagian kakinya yang lebih panjang ke bagian lubang kutub positif dan bagian kaki yang lebih pendek ke bagian lubang kutub negatif.

3.Masukkan batrei, tekan bagian atas batrei (terdapat garis berwarna kuning) melalui lubang kutub positif dan bagian bawah batrei melalui lubang kutub negatif. Kaitkan dan pastikan semua bagian terpasang dengan aman.

4.Oleskan electric paint mengikuti garis berwarna putih. Pastikan masing-masing kaki komponen sudah terhubung dengan lem sehingga membentuk sirkuit/rangkaian listrik.

5.Tunggu selama 15 menit agar electric paintnya mengering. Here comes the amazing part. Lampu pun berkedip karena ada aliran listrik 😍

Buat Mama yang ingin mengajarkan ananda untuk mengenal elektronik sejak dini, bermain dengan cat ini pastinya akan memberi pengalaman yang lebih seru dan menarik buat mereka.

Buat teman-teman yang tertarik membelinya, bisa beli di sini atau yang kepengen hemat dan suka bebikinan bisa juga loh buat sendiri flash cardnya, tinggal beli cat konduktivenya banyak kok dijual online di matketplace. Selamat berkreasi 💕

DIY Jellyfish Sensory Bottle

Setelah field trip singkat ke Sea World Ancol,  Faris sangat terkesan sekali dengan ubur-ubur alias jellyfish. MasyaAllah, memang tampak lucu dan menggemaskan sekali makhluk ciptaan Allah yang satu ini. Jadilah setiap hari Faris minta kelas bebikinan dan mama pending sampai hari ini karena banyak sekali kendala. Mulai dari printer yang ngadat, ada beberapa bahan yang stoknya habis di rumah sampai dengan mama yang masih rempong mengatur ulang ritme pekerjaan domestik pasca holiday 😁.

Baiklah akhirnya buat mencairkan suasana hati anak-anak akhirnya kami membuat sensory botol saja. Bahannya mudah ditemukan di rumah dan adiknya pun bisa dilibatkan dalam kegiatan ini (meski dalam prosesnya tidak sempat didokumentasikan).

Teman-teman pernah kepikiran nggak bikin mainan atau hiasan ubur-ubur di dalam botol? Cara membuatnya cukup mudah dan cocok sekali dimainkan oleh balita. Cara mainnya pun sederhana cukup dibolak-balik saja, maka si ubur-ubur ini akan bergerak-gerak di dalam air.

Alat dan bahannya :

1. Plastik transparan
2. Botol air plastik.
3. Benang
4. Pewarna Makanan
5. Gunting

Cara membuat :

1. Ratakan plastik dan potong pegangan dan bagian bawahnya.

2. Potong sepanjang kedua sisi untuk dipecah menjadi 2 lembar plastik ( kita hanya menggunakan salah satunya saja )

3. Dari bagian tengah lembaran plastik, lipat seperti balon kecil untuk membuat bagian kepala dan mengikatnya dengan benang. Tidak terlalu rapat.

4. Kita harus menyisakan lubang kecil untuk menuangkan air di bagian kepala .Masukkan air ke bagian kepala agar mudah tenggelam. Tinggalkan udara di dalamnya agar bisa mengambang. 

5. Sekarang kita akan mendapatkan bagian kepala dan sisanya akan menjadi tentakelnya. Potong dari ujung ke bagian kepala. Kita akan mendapatkan sekitar 8-10 tentakel.
6. Untuk masing-masing, potong lagi menjadi 3-4 bagian kecil dan potong bagian yang tersisa.
7. Gunting lagi untuk membuat tentakel panjang dan pendek acak.

9. Isi botol air.
10. Masukkan ubur-ubur ke dalam botol dengan beberapa tetes pewarna makanan biru. Tutup botolnya. Ubur-ubur mainan pun berenang di dalam air.

Cara Main :
Anak dapat bermain bebas dengan botol tersebut dengan menggoyangkan naik turun dan meletakannya di hadapan anak setelah botol dikocok sehigga anak dapat memperhatikan benda di dalam akan turun secara perlahan.

Manfaat :
🐾Melatih motorik kasar (gross motor skill)
🐾Melatih keseimbangan tangan dan mata (hand eye coordination)
🐾Pengenalan warna (color recognition)