Worldschooling Part 1 : Belajar Matematika

Assallamualaykum teman-teman, alhamdulillah kemarin Faris ikut Papa berdinas ke Tanjung Pinang. Senangnya Faris dan Irbadh bisa ngikut jalan-jalan sambil belajar banyak hal tentunya. Ceritanya kami berangkat dari Batam menggunakan speedboat Oceana melalui pelabuhan Punggur dengan jadwal pemberangkatan pukul 10.00 WIB. Dengan sedikit terburu-buru dan packing seadanya jadilah kami berangkat, bismillahirrahmanirrahim.
Saya dan rombongan kantor suami tiba di Pelabuhan pukul 09.50 WIB. Kemudian kami lanjut membeli tiket kapal dan masuk ke kapal karena sebentar lagi kapal akan berangkat.

Perjalanan kami alhamdulillah berjalan lancar, cuaca pun mendukung. Meskipun anak-anak baru sembuh dari flu dan masih sedikit meler alhamdulillah mereka tidak rewel selama perjalanan. Empat puluh menit perjalanan laut terasa singkat karena keceriaan anak-anak. Saya dan Shabrina, teman kantor suami ngobrol sampai kemana mana sampai-sampai tidak sadar speedboat sudah sampai Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Setelah turun dari kapal dan berjalan menuju gerbang keluar pelabuhan kami sudah dijemput oleh mobil hotel CK Tanjung Pinang, tempat kami menginap. Biaya setiap penjemputan Rp 120.000,- yang menurut saya masih worth it jika dipakai untuk penjemputan rombongan keluarga atau wisatawan dengan jumlah rombongan banyak sebab satu mobil muat hingga 12 penumpang.

Menginap di Hotel CK Tanjung Pinang

Pukul 12.30 kami sampai di hotel CK Tanjung Pinang, hotel bintang empat yang terletak di RH Fisabilillah KM.8 No.10, Batu IX, Tanjungpinang, Tanjungpinang, Kepulauan Riau 29125

Hotel berkapasitas 260 kamar ini, menawarkan pilihan bervariasi, termasuk Presidential Suite. Tipe kamar lainnya seperti Superior, Deluxe, Deluxe Balcony, Premier, Suite, dan Executive Suite pun dapat dipilih sesuai dengan budget Harga kamar di hotel ini mulai dari Rp 888.888,- per malam sudah termasuk sarapan untuk dua orang. Selain kamar, hotel juga dilengkapi fasilitas 20 ruang pertemuan, satu ballroom berkapasitas 3.000 orang yang cocok digunakan berbagai event seperti weeding party, seminar atau kegiatan rapat oleh instasi pemerintah maupun swasta.

Selain itu ada juga fasilitas pendukung seperti Soleil Restaurant, Oasis Coffee Bar, Valiant Music Lounge, Solitaire Fitness Centre, Aquatic Swimming Pool, SPA & Massage serta KTV.

Fasilitas-fasilitas tersebut juga dilengkapi dengan layanan seperti Airport Transfer Service (on request), Room Service 24 jam juga koneksi internet nirkabel gratis (Free Wifi).

Bangunan lobi hotel ini begitu megah dan mengusung tema classic. Terlihat dari interior dan pemilihan furniture yang begitu elegan. Terdapat beberapa kursi besar yang dapat digunakan untuk bersantai dan ngobrol bersama. Kolam renang hotel ini ada dua untuk anak – anak dan dewasa. Kolam khusus untuk anak-anak dilengkapi dengan arena bermain berupa seluncuran, mini wall climbing hingga ayunan jadi anak-anak bisa puas berenang disini.  Itulah sekilas hotel tempat kami menginap. Penasaran? Kalau berkunjung ke Tanjung Pinang, hotel ini boleh dicoba  🙂 

Mengenal Angka lewat Permainan

Bermain bersama anak adalah cara terbaik untuk membantunya belajar. Flashcard dan aneka worksheet akan membuat anak seusia Faris dan Irbadh jenuh. Itulah sebabnya mengapa permainan mencari angka atau huruf bisa dijadikan alternatif mengenalkan angka dan menumbuhkan minat belajar sesuai dengan keterampilan anak usia dini. Selain menjalin kelekatan, belajar pun dilakukan secara fun! Meskipun hari ini kami sedang outing, tetapi kesempatan belajar ada dimana saja loh. Penasaran Faris belajar apa saja? Teman-teman harus mencoba ide bermain ini ya!

1. Belajar mengklarifikasi Angka Melalui Tombol Panel Lift
Mengurutkan angka adalah cara lama, tetapi bisa diandalkan keampuhannya untuk melatih anak mengurutkan angka. Jadi, ketika Mama dan anak-anak hendak menuju kamar hotel tempat kami menginap Faris diberikan kepercayaan untuk menekan tombol panel di sisi pintu lift. Mungkin terlihat ribet dan lama pastinya tetapi inilah proses belajar. Melalui tombol panel lift Faris bisa menyentuh dan mengurutkan serta menyebutkan angka kecil sampai terbesar. Ia pun mulai memahami kuantitas lewat banyaknya lantai yang ia lewati dalam perjalanan menuju ke kamar. Misalnya ketika ia menekan tombol angka 6, maka sebanyak 5 lantai akan ia lewati sebelum sampai di lantai 6.

2.Belajar dari Nomor Kamar dan Nomor Telepon
Buat anak lebih akrab dengan angka lewat aktifitas mencari nomor kamar dan memencet tombol telepon. Caranya, minta anak-anak mencocokkan angka yang tertera di kunci kamar hotel dengan angka yang ditempel di depan kamar. Anak-anak heboh sendiri mencari angka 6, kebetulan nomor kamar kami unik 666.  Lumayanlah untuk pemanasan mengenal angka 6. Kemudian Mama menulis nomor handphone Mama dan meminta anak-anak menelpon Mama. Kebetulan sekali tema lesson plan minggu ini adalah mengenal alat telekomunikasi dan anak-anak diajak untuk belajar adab berbicara melalui telepon. Tak perlu lama-lama. yang penting anak-anak bisa belajar mengenal angka lewat nomor kamar dan nomor telepon. Atau, bisa juga ketika Mama akan menelpon Uti maka anak-anak diminta untuk menyambungkan nomornya. Tentu di bawah pengawasan Mama. Cara ini lumayan mengasyikan karena akan membuat anak lebih mengenal angka.

3. Belajar dari Benda di Sekitar Kita
Ajak anak-anak mengamati sekitar dan cobalah cari bentuk-bentuk yang akan diperkenalkan. Perkenalkan pada anak bentuk bujur sangkar, segitiga, lingkaran dan aneka bentuk lainnya. Mereka pasti senang diperkenalkan dengan bentuk-bentuk ini. Misalnya televisi yang berbentuk persegi panjang, toilet yang berbentuk lonjong atau gelas yang berbentuk lingkaran. Kemudian ajak mereka menggambar dan menirukan bentuk-bentuk itu meski belum sempurna.

Melalui kegiatan ini anak-anak menjadi lebih akrab dengan matematika sebab matematika ada di sekitar kita. Di rumah, di kantor, di pasar, di super market, di hotel, bahkan di tubuh kita. Dunia nyata, kehidupan sehari-hari dan lingkungan di sekitar kita adalah sumber belajar matematika. Menanamkan suatu konsep matematika sebaiknya tidak diawali dengan woro-woro layaknya Mama masih di bangku sekolah sekian tahun silam. Dimana Mama sebagai siswa diberikan sebuah materi pelajaran hari ini dan dilanjutkan contoh soal dan latihan. Sepertinya cara jadul itu belum memberikan efek positif dalam diri Mama yang pada dasarnya memang tidak menyukai matematika bahkan menganggap matematika sebagai momok. Melalui pengalaman belajar yang kaku seperti itu menyadarkan Mama bahwa anak-anak perlu dihadapkan pada suatu masalah atau fenomena yang kontekstual.

Seperti hari ini, anak-anak saya minta untuk mengamati, menanyakan hal-hal terkait fenomena atau masalah dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Kemudian mengolah informasi tersebut untuk memecahkan masalah atau mengkonstruksi suatu konsep matematika berdasarkan informasi yang telah didapat dan diolahnya. Terakhir, mereka dapat mengkomunikasikannya baik secara lisan maupun tertulis. Mau tau keseruan pejalanan kami yang lainnya? Jangan lupa tetap ikuti kelanjutan cerita perjalanan worldschooling kami ya. 

8 Manfaat Fieldtrip (Dadakan) ke Kantor Pemadam Kebakaran

 

Kunjungan ke Kantor Dinas Pemadam Kebakaran adalah salah satu aktivitas yang digemari anak-anak saya. Kalau kata Ustadz Harry Santosa, istilahnya tour de tallent. Sebenarnya kunjungan kali ini, Faris hanya menemani Mama mencari informasi untuk agenda playdate rumbel homeschooling selanjutnya. Sebenarnya apa saja sih manfaat mengajak anak-anak pergi ke kantor pemadam kebakaran?

  1. Mengenal profesi secara konkret

Ketika di rumah anak-anak belajar mengenal profesi melalui buku yang dibaca atau tayangan di video. Biasanya Faris belajar tentang macam-macam profesi dan apa saja tugas setiap profesi hanya lewat buku, namun kali ini ia bisa melihat dan memegang langsung mobil dan peralatan yang digunakan bekerja seorang petugas pemadam kebakaran.

Melalui kegiatan berkunjung ke kantor pemadam kebakaran inilah anak-anak dapat belajar mengenal profesi pemadam kebakaran secara langsung dan melihat kegiatan apa saja sih yang dilakukan oleh pemadam kebakaran, tidak hanya melalui gambar.

  1. Mengasah Kemampuan Motorik

Saat mengunjungi kantor pemadam kebakaran, anak-anak akan belajar dengan memanfaatkan panca indera mereka. Mereka melihat, membau, meraba, dan mendengar segala sesuatu tentang pemadam kebakaran karena mereka dikenalkan juga bab mengenai keselamatan kerja yang berhubungan dengan api agar lebih aware lagi apabila ada kejadian yang berhubungan dengan api,

  1. Melihat obyek secara riil

Saat mengunjungi pemadam  kebakaran, anak-anak tidak hanya belajar melalui fasilitator atau sekedar memanfaatkan media-media yang bisa dilihat anak, seperti gambar atau film. Melalui kegiatan kunjungan ke kantor pemadam kebakaran anak-anak dapat melihat secara nyata siapa itu pemadam kebakaran, alat apa saja yang digunakan, bagaimana bentuk kendaraannya, dan aneka benda atau obyek lainnya secara nyata.

  1. Praktek On The Spot

Melalui kunjungan ini anak-anak biasanya akan diajak untuk belajar cara memadamkan api. Namun, kemarin Faris belum bisa berpraktek karena kemarin kita baru melihat-lihat terlebih dahulu. Anak-anak biasanya akan secara langsung diajari proses memadamkan api dengan cara sederhana, misalnya cara menyiramkan air ke api dengan selang, cara memadamkan api dengan kain basah, dan lainnya. Pembelajaran seperti ini tentu sangat penting dipahami oleh anak, mengingat bahaya bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Jadi siapa yang mau ikut fieldtrip mengenal profesi pemadam kebakaran?

  1. Mengajarkan Sikap Menghargai Semua Profesi

Banyak anak-anak bercita-cita sebagai dokter, pilot, astronot, dan profesi keren lainnya. Namun jarang diantara anak-anak yang memiliki cita-cita sebagai pemadam kebakaran. Dengan mengajak anak berkunjung ke kantor dinas pemadam kebakaran, anak-anak insyaAllah akan menjadi semakin paham akan keberadaan profesi pemadam kebakaran bagi masyarakat serta apa saja jasa mereka.

  1. Memahami cara menyelamatkan diri

Musibah bisa terjadi kapan saja, korban dari segala musibah pun tidak hanya orang dewasa saja, namun musibah bisa menimpa siapa saja, mulai dari anak-anak hingga para manula. Jadi, tidak ada salahnya anak usia dini memahami cara menyelamatkan diri. Di kantor pemadam kebakaran, anak-anak akan belajar tentang cara menyelamatkan diri dari bahaya api atau kebakaran. Ada banyak cara penyelamatan diri yang perlu diajarkan kepada anak-anak, misalnya dengan mengajari anak berenang, mengajari anak menjauhi colokan listrik, mengajari anak cara memanfaatkan pisau, dan lainnya.

  1. Melatih anak agar tidak panik ketika mereka dalam kondisi terdesak

Saat bahaya datang, biasanya reaksi perasaan anak adalah ketakutan atau kecemasan. Maka dari itu, anak-anak harus belajar tentang cara memadamkan api, satu karakter yang pasti diajarkan kepada anak-anak adalah ketenangan dalam mengatasi bahaya. Bagaimana pun ketakutan dan kecemasan bukanlah reaksi yang baik saat bahaya datang. Anak-anak yang sudah lebih besar dapat belajar cara mengatasi musibah dengan ketenangan, dan belajar untuk tetap tenang ketika suatu permasalahan datang.

  1. Meningkatkan kemampuan bersosialisai dengan anak-anak yang lain

Saat berada di kantor dinas pemadam kebakaran, anak-anak akan mengenal beberapa orang baru, misalnya petugas satpam, petugas pemadam kebakaran, atau mungkin juga tukang kebun. Mereka akan mengenal beberapa orang baru dan orang-orang di luar lingkungan sekolah. Hal ini membantu mengembangkan kecerdasan sosial anak.

Oiya, untuk info kunjungan edukasi, harus mengajukan melalui surat permohonan yang ditujukan kepada staff kantor Pemadam Kebakaran BP Batam. Setelah mendapatkan ACC, pihak kantor akan menghubungi perwakilan sekolah/komunitas mengenai jadwal untuk kunjungan edukasi. Setiap kunjungan edukasi, anak-anak boleh didampingi dengan Ibu/Bapak masing-masing. Apa saja kegiatan yang ditawarkan dalam kegiatan kunjungan ini?

Pertama, tidak lain dan tidak bukan penjelasan mengenai profesi pemadam kebakaran, kegiatan kerjanya seperti apa dan anak-anak diizinkan mencoba baju alias seragam petugas damkar beserta topinya demi menjaga keamanan.

Kedua, anak-anak dikenalkan kepada alat apa saja yang digunakan seorang petugas Pemadam Kebakaran serta fungsi masing-masing alat termasuk yang berada di dalam mobil.

Ketiga, ibu-ibu mendapatkan penjelasan mengenai keselamatan kerja di rumah dan bagaimana cara-cara menghadapi situasi terdesak.

Terakhir, anak-anak diberikan kesempatan untuk mencoba dan berkeliling naik mobil damkar.Seru!

Siapa mau belajar memadamkan api bersama Faris? Yuk, ikutan agenda playdate rumbel HS Ibu Profesional Batam

Menyayangi Hewan Sebagai Wujud Cinta Kepada Allah SWT

 

Terkadang mungkin kita geram apabila ada kucing atau binatang lain yang tidak sengaja masuk ke dapur dan memakan makanan kesukaan kita. Bahkan, karena ulahnya itu terkadang kita lepas kontrol. Bahkan memukulnya habis-habisan, astagfirullah. Padahal, jika kita mau berfikir sejenak, kita akan menyadari bahwa tindakan yang sedemikian itu salah. Binatang seperti kucing tidak akan memakan makanan seseorang kecuali pemiliknya lalai, tidak menjaganya atau tidak menaruh pada tempat yang aman. Hiks. Ini sih curhatan emak-emak yang sering kecolongan dapurnya.

Sebagai seorang Muslim, kita dilarang berbuat semena-mena terhadap binatang, apalagi menyiksanya. Islam mengajarkan kepada umatnya berbuat baik bukan hanya kepada sesama manusia, tapi juga kepada binatang. Bahkan binatang yang najis sekalipun, semisal anjing atau babi. Sebab, pada hakikatnya segala makhluk di dunia ini seperti binatang dan lainnya senantiasa bertasbih (memuji) Allah SWT. 

Sore ini kami berjalan-jalan ke taman depan kompek, anak-anak senang sekali karena bertemu dengan kucing. Maklumlah semenjak kelinci peliharaan kami mati, kami belum berencana untuk memelihara hewan lagi di rumah. ”MasyaAllah, bulunya lembut banget ya Ma. Bagus lagi warnanya,” Kata Faris kepada Mama. ”Iya, siapa yang menciptakan Fa? MasyaAllah nggak galak lagi kucingnya, Fa.” Kata Mama sambil terkekeh melihat kelakuan kucing yang sangat menggemaskan ini.”Allah, Ma yang menciptakan. Siapa ya Ma nama kucingnya? Muezza bukan? kaya kucing Rasulullah SAW.” Timpal Faris.

 

 

 

Sedangkan adiknya, Irbadh asyik sekali bercengkerama bersama kucing putih itu. Ia sangat senang sekali dengan hewan kucing, bahkan kalau bisa rasanya ingin ia bawa pulang kerumah dan memelihara kucing itu.

Dari kegiatan kita sore ini, anak-anak belajar juga tentang adab-adab terhadap binatang. Berikut ini merupakan adab-adab terhadap binatang, yaitu 

  1. Memberi Makan dan Minum. Sama seperti halnya manusi, binatang juga butuh makan dan minum. Binatang juga merasakan lapar, haus. Untuk itu kita diharuskan memeliharanya dengan memberinya makan dan minum. Kita dilarang membiarkannya kelaparan atau kehausan, karena perbuatan ini dapat menjerumuskan pelakunya pada api neraka. Rasulullah Saw pernah menceritakan ada seorang perempuan disiksa karena seekor kucing dikurungnya sampai mati.
  2. Menyayangi. Menyangi dan mengasihi hewan sangat dianjurkan oleh agama. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits, orang yang menyayangi siapa saja, termasuk binatang, akan disayangi oleh siapa saja yang di langit. Beliau sendiri sangat menyangi terhadap binatang. Terbukti, beliau memilih memotong lengan jubbahnya yang ditiduri kucing, dari pada membangunkan dan mengusirnya.
  3. Tidak Mendzolimi. Dzolim adalah perbuatan yang dilarang agama. Kepada siapa saja kita tidak diperbolehkan berbuat dzolim, termasuk terhadap hewan. Misalnya, membebaninya dengan pekerjaan-pekerjaan yang di luar kemampuannya. Allah mengaruniaikan binatang untuk kita pelihara dan kita gunakan dengan baik.

     Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

 “Takutlah kepada Allah dalam (memelihara) binatang-binatang yang tak dapat bicara ini. Tunggangilah mereka dengan baik, dan berilah makan dengan baik pula.”

Termasuk tidak mendzolimi hewan adalah tidak memberi cap dengan besi yang dipanaskan pada wajah binatang, karena hal ini, Allah akan melaknat terhadap orang yang melakukannya.(HR Muslim)

4. Menyembelih dengan MenyenangkanJika kita ingin menyembelih atau membunuhnya, hendaknya kita melakukannya dengan baik, karena Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik kepada segala hal. Oleh karena itu, jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan baik. Hendaklah salah seorang dan kalian menenangkan hewan yang akan disembelihnya, dan menajamkan pisaunya”. (Diriwayatkan Muslim, At Tirmidzi, An-Nasai, Abu Daud, dan Ahmad).

5. Menunaikan Hak Allah. Orang yang sibuk mengurus hewan peliharaannya hendaknya tidak melalaikan kewajiban-kewajibannya terhadap Allah SWT. Seperti mengeluarkan zakat hewan yang wajib dizakati, tidak meninggalkan sholat dan sebagainya.

Kurang lebih lima hal tersebut di atas itu merupakan adab terhadap binatang. Misalnya tidak mengadu binatang, tidak membunuhnya dengan cara membakar, dan lain sebagainya.

Termasuk menyayangi binatang adalah tidak memisahkan seekor anak binatang yang masih belum cukup umur dari induknya.

 Dari Abdurrahman bin Abdillah dari ayahnya menceritakan :

Kami menyertai Rasulullah SAW dalam suatu perlawatannya. Kemudian beliau pergi untuk memenuhi suatu kebutuhannya. Lalu kami melihat seekor burung berwarna merah dengan dua ekor anaknya. Kami lalu mengambil kedua anaknya itu. Tatkala induknya datang dia mengepak-ngepakkan sayapnya dan terbang menurun ke dataran menyiratkan kegelisahan dan kekecewaan. Ketika Nabi SAW datang, beliau bersabda:

 “Siapa yang mengejutkan burung ini dengan mengambil anaknya? kembalikanlah anaknya kepadanya”. (Hadist Imam Bukhari)

Jadi marilah kita sayangi hewan yang ada di sekeliling kita sebagai wujud dari ketaatan kita kepada Allah SWT dan menebarkan kasih sayang kepada segenap makhluk-Nya. Wallahu a’lam.

 

 

#day47
#30Maret2018
#Batam
#3y8m
#1y7m
#KelasPortofolioAnakbyGPA
#GriyaPortofolioAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PekaAkanUnikAnak

7 TIPS MENGHADAPI ANAK YANG SUKA BERMAIN PINTU

Adakah yang anaknya sedang hobi membuka tutup pintu seperti anak bungsu saya, Irbadh?

Setiap hari Irbadh sedang suka-sukanya membuka tutup pintu, mulai dari pintu kamar hingga pintu lemari hingga terali pun berusaha ia buka tutup. Yang Mama khawatirkan bukan masalah pintunya yang menjadi rusak tetapi lebih kepada takut terjadi cidera kepada anak-anak.

Setelah berseluncur di laman Ayah Bunda, barulah Mama menyadari rupanya kebiasaan membuka tutup pintu ini efek dari berkembangnya kemampuan motorik dan koordinasi tubuh yang meningkat serta rasa ingin tahu yang besar,sehingga menyebabkan anak senang berekplorasi dan menjelajahi setiap sudut rumah. Salah satu benda yang kerap menarik perhatiannya adalah pintu.

Aktivitas membuka dan menutup pintu memberi sensasi tersendiri bagi Irbadh, anak bayi yang tidak terasa usianya hampir dua tahun. Semakin dicegah, anak akan semakin penasaran. Walaupun sebagai orang tua kita mungkin dilanda rasa khawatir takut tangan kecilnya terjepit, tapi jangan pernah kekang keinginan anak. Dengan stimulasi yang tepat anak pun bisa mendapatkan pengalaman baru tanpa harus membuat Mama Papanya khawatir (sebenarnya ini afirmasi positif atas kepanikan Mama dan sebagian dari do’a semoga terus bersabar menghadapi kejutan dari anak setiap harinya).

1️.Tidak melarang anak. 

Melarang anak sama dengan menahan hasratnya untuk bereksplorasi dalam rangka menuntaskan rasa ingin tahunya. Beri anak kesempatan untuk melakukan apa yang ingin dia lakukan. Lagipula kegiatan menggenggam gagang pintu, menarik serta mendorong otomatis membuat kemampuan motorik kasarnya terlatih. Selain itu kemampuannya untuk melakukan kordinasi antara mata, tangan dan kaki juga dirangsang. Dan saat si kecil berhasil membuka dan menutup pintu sendiri, pasti  harga dirinya meningkat.

2.Tidak berteriak.

Bila tiba-tiba Mama mendapati anak-anak sedang asyik bermain pintu tahan agar tidak berteriak. Sebab teriakan  bisa membuat mereka kaget, panik, merasa bersalah dan takut. Kaget dan panik dapat membuat anak kehilangan kendali, sehingga dia bisa terantuk atau terjepit pintu. Rasa bersalah dan takut justru hanya membuat mereka enggan bereksplorasi.

3.Usahakan untuk mendampinginya.

Cari jarak aman untuk mengawasinya. Aman di sini artinya kita tidak berada terlalu dekat dengan mereka sehingga anak-anak bisa berusaha sendiri, tetapi juga tidak terlalu jauh agar kita dapat segera membantu jika mereka terlihat mau terjepit atau terbentur. Memberi mereka kesempatan untuk mencoba sendiri akan mengasah kemandirian serta rasa percaya dirinya.

4.Pancing anak dengan mengetuk-ngetuk atau memanggil namanya dari balik pintu agar ia menghampiri dan membukanya. Anak akan mencari sumber bunyi dan berusaha menemukannya. Hal ini akan mengasah logika berpikir dan kemampuannya mendengar. Saat ingin menghampiri asal suara yang berada di balik pintu, ia tentu harus berusaha untuk membuka pintu terlebih dahulu. Dari sini anak pun belajar memecahkan masalah. Satu hal yang perlu diperhatikan, jika Mama berada di sisi pintu yang satu, maka pastikan ada orang dewasa lainnya yang menjaga si kecil di sisi lain tempatnya berdiri.

5. Beri contoh membuka dan menutup pintu yang benar dan aman agar dia maupun orang lain tidak terluka. Berdirilah di samping anak, arahkan tangan anak untuk menggenggam pegangan pintu diikuti dengan tangan Mama di atasnya. Lalu, ajak dia untuk melakukan gerakan menarik dan mendorong dengan perlahan. Ingatkan dia untuk tetap fokus, katakan, “Ayo, lihat pintunya. Perhatikan ya, pintunya harus ditarik atau didorong?” Anak-anak perlu dilatih untuk memusatkan perhatiannya pada apa yang sedang dia lakukan.

6. Beri pengaman pada pintu agar aktivitas ini tidak akan membuat anak celaka. Banyak kok alat pengaman yang bisa menahan agar pintu tidak tertutup sempurna saat dibuka atau ditutup. Bahkan sekarang alat pengaman itu banyak dijual di onlineshop, bentuknya pun lucu sehingga menarik perhatian anak-anak. Jadi tidak ada salahnya jika dipasang jauh dari jangkauan anak-anak.

7️.Kunci beberapa pintu menuju ruangan yang berbahaya, seperti pintu gudang, pintu kamar mandi, pintu dapur, pintu lemari. Ruangan yang belum atau jarang didatangi akan memancing rasa ingin tahu. Akibatnya, keinginan anak-anak ke sana pun besar.  Akan sangat berbahaya kalau mereka tanpa sengaja memasuki ruangan-ruangan tersebut dan terjebak di dalamnya, terpleset di kamar mandi atau memegang benda panas yang ada di dapur *knock the wood, jangan sampai ya Mak!

#HijrahParenting
#CeritaHijrah
#CeritaHijrah28

Invitation to Play : Melukis Abstrak Dengan Cat Akrilik

Kegiatan apresiasi seni hari ini adalah melukis dengan menggunakan cat akrilik di atas media kertas. Kegiatan ini merupakan kegiatan spontan yang dipilih sendiri oleh anak-anak karena mungkin mereka sedang ingin “painting”. Pagi-pagi sekali anak-anak sudah menurunkan cat dan mencari kuas sendiri yang disimpan di rak buku. Kegiatan kali ini terpaksa kami lakukan di dalam rumah sebab cuaca kota Batam hari ini sedang sendu. Jadilah mamak harus sedikit olahraga dengan mengepel bekas messy play anak-anak.

 

FYI Cat Akrilik

Cat akrilik terbuat dari plastik berbasis polietilen yang akan mengeras ketika kering. Cat akrilik sebenarnya adalah cat plastik yang tersedia dalam bentuk pasta dan dikemas dalam semacam tube. Berbagai aditif umum ditambahkan ke cat akrilik sehingga diperoleh berbagai jenis cat dengan sifat berbeda. Sebagian aditif membuat cat lebih tebal, tipis, atau kering lebih lambat. Hal ini sangat berguna karena cat akrilik cenderung kering dengan cepat. Setelah kering, cat akrilik sulit dihapus kecuali dengan menggunakan larutan alkohol khusus. Aditif tertentu mengubah cara cat terlihat. Cat akrilik bisa dicampur dengan air hingga maksimum 30% agar tidak mengurangi kualitasnya. Mencampur dengan air akan membuat tampilan cat akrilik nampak lebih lembut dan transparan. Karena sifatnya yang mengering dengan cepat, pastikan mengaplikasikan cat akrilik secepat mungkin. Setalah kering, cat akan susah dihapus atau dimodifikasi. Cat akrilik bisa digunakan pada media kanvas, kain, kayu, bahkan dinding.bisa juga digunakan untuk melukis dinding.

 

Persipan Kegiatan

Alat dan Bahan:

cat akrilik

kuas

roda, baut mainan gigo (sebagai pola bentuk)

kertas gambar A4

Pallet lukis

Koran

Lap

Cara Kerja :

1.Letakkan koran di atas lantai sebagai alas agar lantai tidak kotor.

2.Kemudian letakkan kertas gambar ukuran A4 di atas koran tersebut.

3.Tuangkan cat akrilik dan campurkan dengan air secukupnya di pallet yang telah disediakan.Kemudian adukk cat akrilik menggunakan kuas. Hingga menghasilkan warna yang halus di atas kertas gambar dan memenuhi kertas gambar.

4.Letakkan kertas gambar A4 di atas koran yang telah di sediakan, setelah itu capkan roda atau baut yang sudah dicelupkan ke pallet berisi cat sehingga membentuk pola yang diinginkan.

5.Selain memakai mainan bisa juga kita memanfaatkan daun singkong atau pakis, batang pohon pisang, batu kerikil, atau apapun sesuai kreatifitas anak-anak. Bisa juga membuat pola menggunakan kertas sesuai yang diinginkan.

 

Untuk kegiatan pagi ini, Mama menyiapkan 6 warna cat akrilik yang aman untuk anak-anak (saya pakai merk Pentel), beberapa jenis kuas dan cetakan roda dari mainan konstruksinya pun Faris pilih sendiri untuk mengecap pola di atas kertas.

Dulu Mama baru mulai mengenalkan cat akrilik kepada Faris setelah usianya 2 tahun ke atas yaitu saat ia sudah tidak berada dalam fase oral alias mouthing. Lain Faris, lain pula dengan Irbadh. Irbadh di usianya yang ke-18 bulan ini sudah bisa diajak main seru-seruan, dia sudah paham mana makanan dan mana yang bukan. Untuk anak yang masih mouthing dan lebih kecil lebih baik menggunakan DIY paint yang edible saja seperti dari yogurt, tepung maizena, aloe vera, dll. Yang serunya dari cat akrilik ini adalah warnanya yang terang dan full coverage. Jadi kalau anak-anak ingin mengganti warna lain, dia tinggal melapisi aja.

Warna-warna yang dihasilkan pun sangat cantik untuk dipadu padankan. Anak-anak seru sekali melukis sambil duduk bersenandung. Tidak terasa mereka sudah mencampur beraneka ragam warna. Ta Daaaa seperti ini hasilnya, setelah selesai kami keringkan deh dan berkas-berkas aktifitas langsung di cuci bersama-sama oleh Faris dan Irbadh, praktis dan mudah membersihkannya! Mama hanya membantu membersihkan sisa-sisa cat yang tumpah di lantai.

 

finger print ala Irbadh dan lukisan ubur-ubur ala Faris

referensi :

[1] http://www.hijauart.com/perbedaan-antara-cat-acrylic-dan-cat-minyak

 

 

 

 

 

 

#HijrahParenting

#CeritaHijrah

#CeritaHijrah27

 

 

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Empat Merpati

Beberapa hari ini, Mama dipusingkan dengan pertanyaan Faris yang sangat penasaran dengan sosok Allah SWT yang selalu ia lantunkan dalam do’a-do’a hariannya. Saat bermain bersama adiknya, ia melakukan keisengan dengan menyembunyikan mainan adiknya sehingga membuat adiknya kebingungan mencari mainannya dan berujung pada tangis.

“Faris kenapa adiknya nangis,” Tanya saya kepadanya.

“Nggak tau, Ma.” Kata Faris dengan tenang.

“Masa nggak tau Fa, siapa tadi yang nyembunyiin mainan Irbadh?” Tanya saya kembali.

“Nggak tau, Ma. Mas Faris nggak tau. Mama nggak lihat kan?” Tanya Faris meyakinkan.

“Jangan bohong, Fa. Ga bagus itu,” Saya menimpali.

“Mama tadi nggak lihat kan Ma,” Faris masih berkelit.

Mama bilang,”Ayo kembaliin mainan adeknya. Mama tadi lihat Faris yang nyembunyiin. Meskipun Mama nggak lihat pun harusnya Faris tau kalau Allah ngelihat apa yang Faris lakuin. Jadi Faris mau dicatat yang baik apa nggak sama Allah?”Buru-buru saya memberondongnya karena gemas dengan tingkah anak tiga tahun ini.

“Iya ini Faris kembaliin. Jangan nangis lagi ya, dek.” Sambil meminta maaf kepada adiknya.

“Faris, Allah itu Maha Melihat, Allah tau apa saja yang Faris lakuin bahkan apa yang ada di dalam hati Faris.”Saya menegaskan kembali kepadanya.

“Gimana caranya Ma kok Allah bisa tahu?” Masih saja Faris bertanya tentang sosok Allah.

Baiklah, Mama punya sebuah kisah yang mau Mama bagikan buat Faris karena dulu Nabi Ibrahim AS pun pernah loh dilanda rasa penasaran yang teramat sangat terhadap Rabbnya.

 

 

 

 

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Merpati Yang Mati

Kisah ini sebagai asbabul nuzul, sebab turunnya ayat 260 Surat Al-Baqarah dan terjadi pada zaman Nabi Ibrahim AS.

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتَى قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ قَالَ بَلَى وَلَكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَى كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya: dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu ?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Nabi Ibrahim AS dihadapkan dengan suatu kaum yang rusak yang dipimpin oleh Raja Namrud, seorang raja yang sangat ditakuti oleh rakyatnya dan menganggap dirinya sebagai Tuhan.

Nabi Ibrahim AS dilahirkan di Babylonia bagian selatan Mesopotamia, sekarang bernama negara Irak. Sejak kecil, Nabi Ibrahim AS sudah tertarik dengan memikirkan kejadian-kejadian alam, hingga ia menyimpulkan bahwa keajaiban alam tersebut pastilah diatur oleh sesuatu Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Hari demi hari dilaluinya dan Nabi Ibrahim AS semakin beranjak dewasa. Nabi Ibrahim AS pun mulai berbaur dengan masyarakat luas. Beliau melihat keganjilan di masyarakat tempatnya tinggal, dimana masyarakat menyembah patung-patung yang terbuat dari batu.

Nabi Ibrahim AS minta Petunjuk Allah SWT. Kembali pada pokok kisahnya, setelah Nabi Ibrahim AS lama mencari siapa Tuhan yang berhak disembah, akhirnya beliau berketapan hati untuk menyembah Allah SWT dan menjauhi berhala.

Pada suatu saat, Nabi Ibrahim AS memohon kepada Allah SWT agar diperlihatkan kemampuanNya untuk menghidupkan makhluk yang telah mati. Hal itu untuk menambah ketetapan hatinya atas kekuasaan Allah SWT, bukan ada maksud yang lain.

Doa dan Permohonan Nabi Ibrahim AS terkabul.
Nabi Ibrahim AS mendapat petunjuk Allah SWT untuk memilih empat jenis burung, dan beliau memilih burung:

1. Merpati
2. Ayam jago
3. Burung merak
4. Burung gagak.
Keempat burung tersebut disembelih kemudian dagingnya dipotong kecil-kecil.

Belum cukup sampai disitu, Nabi Ibrahim AS mencampurkan daging kecil-kecil tersebut secara silang dan meletakkannya di puncak gunung yang berbeda. Sedangkan Nabi Ibrahim AS sendiri berdiri di antara gunung-gunung tersebut sambil memegang keempat kepala burung yang sudah mati itu.

Pembuktian Bahwa yang Mati bisa Dihidupkan oleh Allah SWT

MasyaAllah….
Kemudian Nabi Ibrahim AS berkata,
“Ya Allah, saya telah percaya kepadaMu, namun tunjukkanlah bagaimana menghidupkan orang yang telah mati untuk menambah ketatapan hatiku.”

Mendengar permohon Nabi Ibrahim AS tersebut, Allah SWT memberikan petunjuk kepada Nabi Ibrahim AS untuk memanggil burung-burung yang mati tersebut. Tak lama kemudian, daging-daging yang terpotong-potong dan dicampur aduk dan acak tersebut perlahan-lahan menyatu kembali membentuk burung yang utuh, dan tak lama berselang pula burng-burung itu hidup kembali dan bisa terbang seperti semula.

Begitu menyaksikan kejadian yang telah diperlihatkan oleh Yang Maha Kuasa tersebut, Nabi Ibrahim AS langsung sujud dan memuji Allah SWT tiada hentinya. Makin mantaplah keimanan dan keyakinan Nabi Ibrahim bahwa yang berhak disembah adalah hanya satu, Allah SWT.

Semoga melalui kisah ini, Faris tidak penasaran lagi terhadap sosok Allah karena dari kisah tersebut nampak jelas bahwa Allah Maha segala sesuatu, apa yang diperitahkannya hanya “Kun, fayakun”, Jadi, maka terjadilah. Allah maha membangkitkan sebagaimana dalam salah satu sifatNya dari Asmaul Husna, Al Baa`its yakni Yang Maha Membangkitkan. Dalam Al Qur’an banyak disebutkan sifat Allah yang agung tersebut. Dalam Al Qur’an juga disebutkan kemampuan Allah membangkitkan seperti halnya tanaman yang disuburkan setelah mati.

“….Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur,” surah Al Hajj 5-7.

Dengan meyakini sifat Allah tersebut, tentu muncul keyakinan atas kebangkitan manusia dari alam kubur. Allah akan membangkitkan setiap manusia yang mati untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di dunia.

“Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?.” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya),” Surah Yasin ayat 52. Semoga anak-anak dapat mengambil hikmah kisah ini, InsyaAllah.

 

 

#day44
#27Maret2018
#Batam
#3y8m
#1y7m
#KelasPortofolioAnakbyGPA
#GriyaPortofolioAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PekaAkanUnikAnak

Kisah Si Ikan Berduri Landak

 

asmaul husna the creator

 

Hari ini Mama punya kisah tentang ikan yang berduri. “Siapa yang tahu apa nama ikan yang punya duri tajam seperti bulu landak?”

“Ikan buntal,” Jawab Faris sambil terkekeh. Ia sangat senang sekali memperhatikan ikan yang punya bentuk unik ini.
Allah SWT menciptakan ikan buntal yang bisa menggelembungkan tubuhnya bila sedang terancam bahaya.
Ikan buntal akan menelan air atau udara yang banyak sampai tubuhnya membesar. ketika tubuhnya membesar, duri-duri di sekujur tubuhnya pun ikut mencuat keluar. Tubuhnya jadi membulat dan berduri seperti landak. melihatikan buntal seperti itu musuhnya pun segera kabur ketakutan.

Jika musuhnya sudah jauh pergi, ikan buntal ini akan mengempiskan tubuhnya kembali perlahan-perlahan. Allah SWT menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan serta menetapkan segala peristiwa yang akan terjadi di kemudian hari. sehingga Allah bersifat Al Khaaliq yaitu Maha Menciptakan.

Sekali lagi Mama bertanya kepada anak-anak, “Siapa yang menciptakan semua yang ada di dunia ini?”

Dengan semangat empat lima anak-anak menjawab, “Allah”

“Dialah Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Raja yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang mengaruniakan keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkara, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala keagungan, maha suci Allah dari apa yang mereka persekutuan.” (QS Al Hasyr ; 23)

Al Khaaliq (Maha Pencipta) – The Creator

Mama punya lagi sebuah kisah tentang Nabi Idris AS, beliau merupakan keturunan keenam dari Nabi Adam AS. Nama aslinya adalah Akhnuh. Nabi Idris AS dikenal sebagai manusia pertama yang memiliki kepandaian menjahit pakaian. Sehingga beliau pun bisa meciptakan pakaian untuk dikenakan manusia pada masa itu. Setiap kali memasukkan jarum pada kain beliau selalu bertasbih.

Allah SWT juga memberi kepandaian lainnya pada Nabi Idris AS. Beliau menjadi manusia pertama yang bisa menunggang kuda dan menulis. Selain itu beliau juga memiliki kepandaian lainnya yaitu menciptakan berbagai peralatan untuk mempermudah pekerjaan manusia.

Karena tidak pernah berputus asa dalam menjalankan tugasnya berdakwah dan sangat pemberani dalam menghadapi tentangan kaumnya maka Nabi Idris AS dijuluki Asadul usud – Singa dari segala singa.

Apa-apa yang dibuat oleh Nabi Idris AS tidak lain dan tidak bukan atas kehendak Allah. Kemampuan menciptakan yang dimiliki oleh Nabi Idris AS tu hanya kemampuan kecil yang dimiliki oleh makhluk ciptaan Allah SWT. Sedangkan Allah SWT adalah yang menciptakan segala sesuatunya dan menciptakan segala sesuatu dengan pengetahuan tentang apa yang akan terjadi pada mereka.

 

Hikmah

Allah menetapkan bahwa manusia seluruhnya tidak akan mampu walaupun mereka bersatu padu untuk menciptakan seekor lalat saja, yang mana lalat merupakan selemah-lemahnya dan seremeh-remeh hewan. Namun, Allah SWT tidak menciptakan makhluk ini sia-sia,tidak berguna dan sekedar bermain-main, Maha Suci Allah dari hal tersebut. Allah SWT menciptakan manusia untuk mengenal/mengetahui dan menyembahNya. Melalui kisah tersebut di atas anak-anak dapat membandingkan betapa Mahanya Allah dan tiada illah yang wajib disembah selain Allah SWT. Mudah-mudahan melalui kisah ini anak-anak semakin bersyukur dan bertambah kecintaannya kepada Rabb yang menciptakan mereka.

 

 

 

#day43
#26Maret2018
#Batam
#3y8m
#1y7m
#1
#KelasPortofolioAnakbyGPA
#GriyaPortofolioAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PekaAkanUnikAnak

Menumbuhkan Fitrah Keimanan Kepada Allah melalui Asm’aul Husna (Al Mujiib)

Pagi ini Faris menunjukkan kukunya kepada Mama, “Ma, kok kuku Faris udah disambung ya sama Allah?”

Saya bertanya balik kepada Faris,“MasyaAllah, Faris sudah bilang makasih belum sama Allah?”

“Udah kok Ma, Faris dah bilang alhamdulillah sama Allah. Kok Allah cepet ya Ma numbuhinnya?”Tanya Faris lagi.

“Allah itu punya nama Al Mujiib, Fa. yang artinya Maha Mengabulkan. Allah mengabulkan do’a-do’a orang yang berdo’a kepadaNya apapun keadaan mereka. Allah mengabulkan do’a orang-orang yang tunduk kepadaNya, do’a orang yang berharap dan takut kepadaNya. Do’a orang-orang yang dekat kepadaNya serta doa’-do’a orang yang kesulitan.

Al-Asma`ul Husna Al Mujiib 

Allah memiliki nama Al Mujiib ( المجيب ) yang artinya Maha Mengabulkan.

Firman Allah : Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: “Hai kaumku, sembahlahAllah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” (Huud [11]: 61)

Menumbuhkan Fitrah Keimanan melalui Nama Allah Al-Mujiib

Kita sebagai hamba yang beriman kepada nama Allah al-Mujiib tidak akan merasa rugi, apalagi resah. Mengapa? Karena kita punya harapan besar dari Rabbnya yang Maha mengabulkan permintaan.

Apa saja yang kita minta dari kebaikan dunia dan akhirat insyaAllah akan Allah subhanahu wa ta’ala kabulkan. Hati akan merasa lega, tenang, dan senantiasa optimis menghadapi kehidupan ini apapun keadaannya.

Mama meyakinkan kepada anak-anak bahwa Allah subhanahu wa ta’ala pasti mengabulkan doa kita selama tidak ada penghalang terkabulnya doa. Hanya saja yang perlu kita pahami, terkadang terkabulnya doa itu dalam bentuk langsung terkait dengan apa yang kita minta, atau dalam bentuk tabungan bagi kita di akhirat, atau dalam bentuk diselamatkan dari kejelekan yang senilai dengan doa yang diminta.

Kisah Do’a Rasulullah SAW atas Ummar bin Khattab

Dikisahkan bahwa Rasulullah pada suatu hari pernah berdo’a kepada Allah, “Ya Allah kuatkanlah agama Islam dengan seseorang diantara dua lelaki yang lebih Engkau sukai : Abdul Hakam bin Hisyam atau Ummar bin Khattab.

Allah mengabulkan do’a Rasulullah dengan memberikan hidayah kepada Ummar bin Khattab. Laki-laki yang ditakuti di Mekah ini pada suatu hari mendatangi rumah adiknya yang bernama Fatimah. setelah ia sempat memarahi Fatimah dan menamparnya karena masuk Islam namun hati Ummar bergetar.

Hal itu tidak lain karena ia mendengar ayat AlQur’an yang dibacakan oleh Fatimah. Ternyata Allah berkehendak memberikan hidayah kepada Ummar. akhirnyaUmmar pun datang kepada Rasulullah dan masuk Islam.

Belajar Adab Berdo’a

Maka dalam hadits dikatakan: “Akan dikabulkan doa kalian itu selama kalian tidak tergesa-gesa” jadi urusan kabul itu  adalah urusan Allah, urusan kita hanya berdoa, tiap hari kita meminta kepada Allah karena ini adalah ibadah dan Allah suka untuk dimintai, jadi doa ini adalah ibadah untuk dunia dan akhirat,apabila dikabulkan alhamdulillah dunianya dapat dan jika belum dikabulkan maka tabungan di akhirat .

Yang perlu kita tanamkan dalam diri kita dan anak-anak adalah Allah tidak akan pernah lemah untuk mengijabahi doa kita dan tidak akan pernah mengurangi pemberiannya kepada kita. Jika kita berfikir secara objektif, betapa banyak apa yang tidak kita minta diberi apalagi jika kita minta, maka tidak pantas dengan apa yang kita minta kita langsung ngomel-ngomel, padahal Allah telah memberi kita sesuatu yang banyak. Maka jangan pernah mengurusi Allah, kita urus diri kita bahwa doa adalah ibadah semakin kita banyak berdoa maka akan semakin banyak pahalanya soal kabul atau tidak adalah hak Allah, kita minta kepada Allah yang baik-baik, pilih tempat, momen, waktu yang baik sepanjang hidup kita hanya minta kepada Allah. Bismillahirrahmanirrahim, semoga kita menjadi manusia yang terus bersyukur dan menggantungkan harap hanya kepada Allah.

#day42
#25Maret2018
#Batam
#3y8m
#1
#KelasPortofolioAnakbyGPA
#GriyaPortofolioAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PekaAkanUnikAnak

Ketika Anak Sedang Hobi Memanjat

 

Setiap hari, di sudut rumah kami selalu ada adegan saya, Mamanya anak-anak lari-larian demi menghampiri dua AL yang berusaha memanjat terali (kisi–kisi) jendela rumah. “Faris, Irbadh ayo turun, nanti jatuh!” Seru saya dengan panik. Kemudian, dengan sigap saya meraih Irbadh dari terali itu. Namun, beberapa saat kemudian, ketika saya lengah, entah inisiatif sendiri atau bisikan dari Masnya ia kembali memanjat terali itu. Kali ini, ia berhasil memanjat setengah terali jendela setinggi 2 meter itu. Terkadang saya kelepasan berteriak–teriak panik, sementara anak-anak malah tertawa–tawa.

Ya, mungkin begitulah reaksi umum orangtua ketika “memergoki” balitanya tengah memanjat. Jangankan memanjat terali jendela, ketika melihat si batita berusaha naik ke atas meja dengan menggunakan kursi pun, kebanyakan orangtua langsung bergegas melarang. Saya pun demikian, tapi itu dulu hehe.

Kenapa harus dilarang? Padahal, di usianya sekarang, anak-anak memang sedang giat–giatnya melakukan aktivitas memanjat karena koordinasi antara kaki, tangan, dan matanya yang semakin baik. Ditambah, daya eksplorasi di usia ini pun bertambah besar, hingga setiap kali melihat hal baru, mereka selalu tertarik untuk mencobanya, tak peduli berbahaya atau tidak karena mereka memang belum mamahaminya.

Itulah mengapa, ketika anak memanjat apa pun yang ada di dekatnya, orangtua tidak boleh mencap anaknya bandel, nakal, atau tidak mau diatur. Kita sebagai orang tua harus memahami bahwa balita hanya ingin memuaskan keinginan menggunakan kemampuannya dan bereksplorasi.

Saatnya Anak Berkembang

Memang, tidak sedikit orangtua yang khawatir atau bahkan takut anaknya terjatuh. Hal ini wajar. Siapa sih orangtua yang menginginkan anaknya celaka? Tidak ada kan! Hanya saja, jangan sampai kekhawatiran atau ketakutan orangtua ini malah membuat anak jadi tak berkembang. Ini tentu akan merugikan anak. Kejadian ini seperti anak sulung saya yang belum apa-apa sudah takut mencoba karena sewaktu kecil saya suka heboh kalau anak mainnya (agak) rusuh dan berpotensi terjadi cidera. Istilahnya overprotektif gitu, mungkin karena anak baru satu kala itu jadi banyak ketakutan-ketakutan dalam diri saya yang justru membunuh kreativitas dan inisiatifnya untuk mencoba.

Jadi, berilah kesempatan kepada anak untuk menjajal kemampuannya dan mengeksplorasi lingkungan selama tak membahayakan dirinya, Mak.

Jangan Panik, Biarkan Ia Bereksplorasi

Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan orangtua ketika anak hendak memanjat :

1. Pengawasan Ketat

Jangan sampai anak terpeleset atau pegangannya terlepas. Jika terpeleset dan jatuh, selain menyakitkan juga dapat membuat anak “trauma” sehingga ia tak mau memanjat lagi.

2. Jika anak belum mampu melakukannya, arahkan dan ajarkan bagaimana melangkahkan dan menjejakkan kaki, cara memegang yang benar, bahkan sokong anak untuk memudahkannya memanjat.

3. Beri semangat pada anak untuk terus berlatih memanjat sampai berhasil. Jika perlu, kita membantunya sampai ia berhasil melakukannya.

4. Berikan pujian agar anak-anak semangat memanjat kembali. Tetapi bila ia gagal, terus dukung agar anak mencoba lagi sambil memberikan semangat.

5. Beri tahu mana tempat/benda yang boleh dipanjat dan mana yang tidak disertai pula alasannya.

6. Bila anak kedapatan memanjat benda yang dilarang, kita harus tetap bersikap tenang. Segera hampiri anak-anak dan berikan pengertian bahwa apa yang dilakukannya itu bisa membahayakan dirinya.

7. Apabila anak-anak kembali memanjat benda yang dilarang sekalipun sudah dinasihati, jangan dimarahi, tetapi ulangi kembali nasihat kita sampai anak berhenti melakuknnya.

8. Bisa jadi, nasihat kita tidak mempan, anak terus mengulangi dan mengulangi lagi. Jika kondisinya demikian maka dapat dialihkan perhatiannya pada aktifitas lain yang lebih menarik atau ajak mereka memanjat benda lain yang aman.

Mungkin cara–cara di atas, ibu–ayah tak panik lagi ketika anak-anak memanjat, sementara mereka pun dapat mengembangkan kemampuannya secara optimal.

Hobi Naik Turun Tangga

Selain memanjat, anak-anak pun suka naik–turun tangga. Terutama bagi Irbad yang usianya memasuki 19 bulan. Aktivitas ini mirip dengan memanjat, butuh koordinasi gerakan motorik seluruh anggota tubuh. Jadi jangan dilarang ya,Mak tetapi temani dan tuntun anak naik–turun tangga. Mari kita ajarkan caranya mengangkat dan menjejakkan kaki, memosisikan tubuhnya, dan memegang pagar tangga.

Sebagai upaya belajar menjaga keseimbangan anak, anak-anak diajarkan caranya berpegangan pada pagar tangga sementara tangannya yang satunya dipegang oleh orangtua. Wajib diisi de angan memaksa anak langsung sampai ke undakan terakhir. Jika ia letih, beristirahatlah sejenak kemudian lanjutkan lagi setelah anak kelihatan stabil kembali.

Memang, banyak anak ketagihan naik turun tangga.  Memang akan sedikit menguras energi dan letih menuntunnya, namun kita tetap perlu memfasilitasinya demi perkembangan kemampuan motorik anak.

Ketika naik turun tangga, kita bisa mengajari anak mengenal urutan bilangan dengan mengajaknya menghitung langkah kaki dan jumlah undakan. Atau menyebutkan warna dari tangga. Ingat ya, Mak jangan terlalu cepat supaya anak bisa menangkapnya dengan baik. Tak lupa sebaiknya kita memperhatikan jarak antar anak tangga dan pastikan pinggiran setiap anak tangga landai dan tidak runcing agar tidak melukai kaki anak.

Bila Anak Dilarang

Inilah beberapa dampaknya pada anak bila orangtua kerap melarang anak atau bahkan tidak mengizinkannya sama sekali untuk memanjat.

1. Anak tidak memiliki kesempatan mencoba kemampuan yang dimilikinya.
Kemampuan motorik dan koordinasinya sudah baik, ia bisa naik ke atas kursi, dan lainnya. Jika tak digunakan, kemampuannya itu tidak terstimulasi sehingga perkembangan kemampuannya tidak akan maksimal. Anak yang diberi kesempatan biasanya kematangan motoriknya akan lebih baik dibandingkan anak yang tak diberikan kesempatan.

2. Anak Jadi Suka Parno dan Takut Berlebihan.

Melihat ekspresi orangtuanya yang takut, cemas, dan marah, anak pun akan berekspresi sama sehingga ia tak berani melakukan aktivitas–aktivitas lain yang cukup menantang. Ini bisa berpengaruh hingga di usia prasekolah, ketika anak lain berani memanjat wahana bermain seperti seluncuran, ia malah ketakutan.

3. Menjadi Pribadi yang Penakut dan Ragu-Ragu

Karena tidak diberikan kesempatan untuk mengeluarkan kemampuannya, bisa jadi anak-anak selalu takut dan ragu–ragu melakukan sesuatu karena mereka dibayangi kegagalan.  Anak menjadi pasif, tidak kreatif, minim ide dan gagasan, selain juga akan menghambat pertumbuhan kemampuannya dan membuat anak tidak memiliki kepercayaan diri yang baik.

 

Manfaat Memanjat Untuk Keseimbagan Otak

Memanjat merupakan  aktivitas stimulus yang melibatkan hampir semua indera dan motorik tubuh, yaitu:

1.Koordinasi motorik kasar dan halus

2. Sensori penglihatan, pendengaran, taktil, vestibular, dan proprioseptif.

3. Koordinasi antara belahan otak kanan dan kiri.

Aktivitas memanjat dengan didampingi orang dewasa dapat mendatangkan MANFAAT STIMULUS yang banyak, antara lain:

1. Menstimulus perkembangan aspek motorik dan sensori integrasi.

2.Menstimulus aspek bahasa anak melalui latihan keterampilan menyimak (listening) dan memahami maksud/isi, sebagai bekal keterampilan berbahasa.

3 Melatih keseimbangan otak kanan dan kiri.

4. Mengembangkan kemampuan bernalar, meningkatkan fokus, serta menumbuhkan kepercayaan diri (self confident) dan penghargaan diri (self esteem).

Jadi jangan ragu lagi meng ajak dan dampingi anak-anak kita berlatih memanjat ya, Mak 😊

 

 

#HijrahParenting

#CeritaHijrah

#CeritaHijrah23

Rumbel Homeschooling Ibu Profesional Goes to Gardening with 3Leaves Farm

Assallamualaykum teman-teman

Weekend kemarin berkegiatan apa bersama ayah bunda?
Tahu nggak teman, Faris dan Irbadh bersama teman-teman di rumbel Homeschooling baru saja melakukan kegiatan yang seru lho! Kegiatan tersebut biasa dilakukan oleh pak tani, yaitu bertani, beternak dan berkebun. Faris Irbadh dan teman-teman senang sekali bisa melakukan aktivitas di luar ruangan apalagi melibatkan fisik mereka, meskipun lelah tetapi mereka tetap menjalani kegiatan dengan antusias dan gembira ria. Selain anak-anak, ayah bunda pun terlihat excited bisa membersamai anak-anak sekaligus bermain di alam terbuka.

Aktivitas seru ini dilaksanakan di Kebun 3Leaves Farm, Sei Temiang, Batam. Di kebun tersebut, kita bisa berwisata edukasi, belajar dan bermain dengan alam. Suasana kebun yang asri juga menambah semangat anak-anak dan orang tuanya juga. Selain belajar menanam tanaman mulai dari menyediakan lahan, menabur benih hingga panen, anak-anak bisa belajar langsung teknologi pertanian hidroponik, rumah kompos dan mengenal green house. Anak-anak homeschooler dibagi menjadi dua kategori kelompok sesuai usianya yaitu kategori A untuk anak-anak dengan rentang usia 3-5 tahun dan kategori B untuk anak-anak dengan rebtang usia 6-10tahun. Setelah dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai usianya, anak-anak sudah siap mengikuti arahan instruktur dan mulai berkeliling kebun. Kegiatan hari ini dipandu oleh Om Roby, yang lebih suka disapa Kak Roby oleh anak-anak hahah.

 

Faris menyiapkan media tanam di bedengan

Setelah berbaris sesuai dengan tim masing-masing, anak-anak dipersilahkan menuju bedengan tempat media penanaman sayur. Kemudian mereka diajari cara menyiapkan media tanam dengan mengaduk tanah yang sudah dicampur dengan kompos sesuai perbandingan yang pas. Setelah media tanam siap, anak-anak menaburkan benih kangkung dan mengaduk kembali tanah yang sudah bercampur dengan kompos. Meskipun sedikit bau, tetapi anak-anak sangat semangat mengaduk dan bermain tanah. Setelah selesai menabur bibit, anak-anak melanjutkan kegiatan selanjutnya yaitu belajar memanen sayur.

 

 

Tak usah menunggu lama, anak-anak lanjut memanen sayur kangkung. Sambil memanen ayah bunda memberikan wawasan mengenai bagian-bagian tumbuhan seperti, akar, batang, dan daun. Anak-anak sangat senang bisa menyentuh langsung bagian dari tumbuhan yang biasanya mereka lihat di buku atau video saja. tanaman tersebut dan mereka berkesempatan untuk menanam secara langsung lho! Setelah dipanen anak-anak mencuci hasil panenannya sendiri dengan sedikit bantuan tim pengawas. Disini anak-anak belajar mengantri dan bersabar di dalam kelompok.

Setelah puas memanen, anak-anak istirahat sebentar untuk sekedar minum dan makan es mambo yang dibawa oleh kak Dwi, tim 3Leaves Farm. Lepas beristirahat, anak-anak beserta ayah bunda dipersilahkan untuk masuk ke greenhouse sayur dan mempelajari teknologi hydroponik.

 

Menengok Green House dan Teknologi Hydroponik

 

Faris mencoba memegang rockwoll dan mendengar penjelasan

 

Setelah berkebun, kali ini anak-anak mendapat pengetahuan baru mengenai apa itu greenhouse.
Greenhouse adalah sebuah bangunan yang dibentuk untuk menghindari dan merawat tanaman terhadap segala macam perubahan cuaca, green house juga dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai rumah kaca.

Green house memang dibuat dengan atap yang berbentuk melengkung dan juga biasanya dibuat dari bahan-bahan yang transparan seperti kaca, plastik uv, acrylic, dan lain sebagainya. Ada beberapa tujuan mengapa green house dibuat dengan atap yang tembus pandang, hal ini bertujuan agar cahaya matahari dapat masuk secara langsung untuk menyinari beberapa tanaman yang ada di dalam green house.

 

N2 tempat menunggu untuk dipindah ke pipa-pipa

Lalu apa Manfaat dari green house?

1.Sebagai sarana untuk melakukan pembibitan tanaman
Berkaitan dengan cuaca Batam yang tidak menentu dan bergantung angin laut sehingga membuat tanaman mudah rapuh, maka dari itu dengan dibuatnya green house ini dapat dijadikan sebagai sarana yang baik untuk melakukan pembibitan tanaman.

2. Sebagai tempat untuk melakukan merawat tanaman
Maksudnya untik merawat tanaman yang memiliki masalah seperti terkena hama, penyakit tanaman, dan lain sebagainya. Maka dari itu jika diletakkan di dalam green house ini dinilai akan aman sehingga tidak akan terkena penyakit lainnya yang ada diluar sana.

3. Sebagai tempat untuk membudidayakan tanaman tertentu
Ada beberapa tanaman yang hanya dapat tumbuh jika dirawat di tempat-tempat tertentu seperti tanaman holtikultura yaitu buah, sayur, bunga, tanaman herbal, dan juga beberapa tanaman hias. Tanaman jenis tertentu membutuhkan tempat yang harus terjaga dari sinar mataharinya, suhunya, kandungan airnya, dan lain sebagainya.

4. Sebagai sarana agro wisata. Selain mempunyai manfaat yang bisa dijadikan sebagai salah satu sarana untuk merawat tanaman, green house ini juga digunakan sebagai sarana agro wisata seperti petik buah, dan sayur.

Setelah melihat greenhouse anak-anak diajak ke ruang semai dan melihat teknologi hydroponik kincir. Bersama dengan Kak Maya Henni, ayah dan bunda semangat sekali berdiskusi dan mendapatkan pengetahuan baru. Selama ini konstruksi permanen alias statis menjadi pilihan dalam menanam sayuran hidroponik karena investasinya lebih murah. Itu artinya posisi tanaman tetap, tetapi nutrisi yang bergerak dengan cara merendam atau mengalir.

 

 

 

Berbeda dengan hidroponik kincir sepanjang 1,5 meter yang dapat memuat 40 tanaman itu. Nutrisi diam dalam bak, dan tanaman yang bergerak menyentuh nutrisi dengan cara berputar seperti kincir yang digerakan oleh mesin. Setiap kali berputar, seperempat pot tanaman akan terendam selama 3-4 detik.
Secara kelayakan ekonomis, model hidroponik kincir butuh investasi besar, tetapi bagi penghobi hydroponik, hidroponik kincir bisa menjadi pilihan kreasi dari model hidroponik yang ada.

Agenda terakhir anak-anak belajar ke rumah kompos. Rumah kompos merupakan bentuk kepedulian terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. Kompos di kebun 3Leaves Farm, berasal dari kotoran hewan seperti sapi, kambing dan ayam.

Puas bertanya-tanya kepada tim 3Leaves anak-anak dan ayah bunda beristirahat sambil makan salad dan infused water yang disediakan oleh panitia. Berkunjung ke kebun 3Leaves rasanya seperti bertemu keluarga kedua, mereka sangat hangat dan terbuka berbagi informasi seputar gaya hidup dan makanan sehat.
Kegiatan berkebun ini dilakukan agar anak-anak bisa dekat dengan alam, mengenal macam-macam tanaman dan menghargai profesi petani yang sudah membantu menyediakan bahan makanan yang kita perlukan sehari-hari.

Ayah dan bunda pun senang melihat pemandangan yang hijau serta mendapat banyak pelajaran mengenai berbagai macam tanaman, cara menanam dan nutrisi apa saja yang terkandung di dalamnya. Anak-anak juga tidak malu untuk bertanya kepada kakak-kakak yang memandu kegiatan berkebun hari ini.

Dengan berkegiatan di alam dapat menumbuhkan minat yang berhubungan dengan alam, karena banyak kegiatan yang mereka lakukan. Seperti bermain kunga kitiran, mengamati ulat, belalang dan cacing serta banyak kegiatan outdoor yang jarang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini diharapkan bisa menambah wawasan anak-anak mengenai sayuran yang mereka makan sehari-hari melalui proses yang panjang, mulai dari menanam, pemeliharaan, dan memanen. “Banyak pelajaran yang bisa anak-anak dan ayah bunda ambil dari kegiatan kita hari ini. Bagaimana seharusnya kita mencintai bumi yang memberikan banyak hal kepada manusia. Sudah seharusnya kita menjaga bumi yang Allah beri,” ujar Ibu Maya Henny selaku komisaris PT Kebun Hijau Agrindo. Tak lupa usai kegiatan berkebun kita berfoto lengkap bersama tim dari 3Leaves Farm.

 

 

Foto Bersama Keluarga Rumbel Homeschooling Ibu Profesional Batam dan Tim £Leaves Farm

 

 

 

 

 

 

#HijrahParenting
#CeritaHijrah
#CeritaHijrah19