Belajar Menggunakan Kalimat Positif agar Anak Mau Mengikuti Instruksi

Entah kenapa weekend ini terasa sangat random bagi saya. Pikiran saya kemana-mana, ditambah list deadline project menulis yang harus segera saya cicil demi kewarasan pikiran saya yang mulai campur aduk ini. Weekend ini saatnya saya menata diri, menata hati, mengelola pekerjaan dan emosi sebagai bekal amunisi seminggu ke depan. Kalau sudah pada titik jenuh berarti saya butuh tidur barang beberapa menit. Kepala rasanya sudah sangat berat dan ngantuk parah. Sepulang berbelanja kebutuhan dapur saya memutuskan untuk istirahat dan tidur.

Setelah shalat dzuhur saya curhat sama suami perihal Irbadh yang sedang belajar dalam proses memahami sebuah perintah. Tidak berhenti disini, saya pun merasa Faris sedang menguji kesabaran saya dengan keusilannya ketika terkadang tidak mau mendengar dan melaksanakan instruksi saya. Baiklah ini tantangan, Mak bukan masalah yang pelik itu sugesti saya dalam hati.

Namanya balita, perlu cara berbicara khusus, supaya mereka mau mendengarkan kata-kata orang tuanya dan memahaminya. Gimana caranya? Belajar teknik berkomunikasi lagi, Mak.~sambil tunjuk diri sendiri.

Kenapa sih anak balita ini sulit untuk mematuhi perintah? Berdasar referesi yang saya baca hal ini disebabkan karena perkembangan pertumbuhan mereka belum siap untuk menginternalisasi apa yang orang tua katakan. Sehingga, kita pun perlu menyampaikan dengan kalimat sederhana dan mengulang kalimat berkali-kali. Jangan suudzon dan curiga dulu ya, Mak. Tidak ada yang salah dengan mereka kok?
Hmmm. Terus gimana dong ya?
Well, bisa jadi, masalahnya bisa terpecahkan jika saya mencoba memperbaiki cara berbicara kepada para balita. Karena, mereka memang masih perlu dibantu untuk lebih fokus mendengarkan mamanya. Plus, satu balita dengan yang lainnya punya kemampuan fokus yang berbeda. Barangkali memang perlu lebih ekstra untuk membantunya.

Seperti tadi ketika kami dalam perjalanan dan berada di dalam mobil, anak-anak mulai menguji kesabaran saya dan suami.

Saya: “Faris, Irbadh ayo duduk yang rapi!”

Faris: (tidak menggubris sambil ketawa-ketawa tetap berdiri di kursi belakang)

Saya: “Faris, ayo duduk kita lagi di jalan. Faris jadi penumpang. Kalau penumpang sebaiknya duduk nggak?”

Faris: “Emang Mama liat?”

Saya: “Meskipun Mama nggak lihat, Allah selalu lihat dan tahu loh Faris ngapain termasuk apa yang ada dalam hati dan pikiran Faris. Ayo duduk, Fa. Kan Faris dah baca buku tentang keselamatan di jalan. Kalau Faris di jalan maka harus du…duk, terus mengenakan seatbelt.”

Faris:”Iya..iya Faris tau.” (dengan nada meninggi)

Saya: “Kok gitu Faris ngomongnya? Mama nggak suka kalo anaknya ngomongnya nggak sopan. Malu ah.”

Faris:(masih lompat-lompat dan belum juga duduk).

Suami:”Faris ayo duduk, kalau jadi penumpang harus duduk.”

Faris:”Emang kenapa kok harus duduk?” (semakin menguji kesabaran, Faris cengengesan dan memancing reaksi saya akan bagaimana)

Saya:”Ayoklah duduk, kalau nggak duduk kita nggak jadi berangkat ajalah.Kan berbahaya kalau nggak duduk bisa kelempar badan Faris kalau Papa lagi ngerem”(Saya menjaga kontak mata. Berusaha berbicara tegas namun nada rendah)

Saya dan suami diam menunggu anak-anak duduk.

Faris:”Udah nih, Ma. Yok jalan yok Pa.”

Saya diam. Faris nampak kesal sendiri, saya bertanya apakah dia mengerti kenapa saya tidak suka jika ia sulit diberi pengertian? Supaya jelas bahwa bukan Faris yang tidak saya sukai..tetapi sikapnya yang seperti itu.

Saya:”Faris tau kenapa Mama marah?”

(Masih diam,tidak menjawab)

Saya:”Mama marah karena Faris nggak nurut nasehat Mama.”

(Masih tidak menjawab)

Saya:”Mama nggak suka kalo Faris melakukan yang nggak bagus padahal Faris tahu itu nggak baik untuk dilakukan.”

Faris:”Iya..iya Faris tau. Mama nggak suka kalau anaknya nggak nurut kan.”sambungnya

Saya:”Mama sayang Faris, tapi Mama nggak suka kalau Faris nggak jadi anak yang baik.”

Faris:”Faris minta maaf Ma,tadi itu nggak sengaja.”

Saya:”Kalo Faris udah Mama bilangin berkali-kali tapi nggak dilakuin itu sengaja namanya..”

Faris:”Itu tadi lupa, Ma.” (masih ngeles)

Saya:”Faris mau janji berubah jadi anak baik?Nurut kalau Mama nasehatin? Nyontohin adiknya yang baik?”

Faris:”Janji..Iya.. Iya.. nggak gitu lagi.Maaf ya Ma.” (Alhamdulillah.. 😊)

Saya:”Ma, maafin Faris ya.” (sambil meluk dan menyandar dari belakang kursi)

Suami pun ikut memuji Faris sambil bilang kami sayang dan mau Faris jadi anak yang baik.

Setelah suasana mencair, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kembali.

Yang kami pelajari dari latihan hari ini:

💌Menggunakan “pesan saya” untuk memberikan alasan. Mama (tidak suka) + jika kamu + (sikap) + karena (alasan)

💌Clear and clarify
Jelas memberikan kritik (membedakan perilaku anak yang tidak disenangi dengan pribadi anak)

💌Memberi kesempatan anak untuk berpikir dan memutuskan

💌Saya sepertinya masih salah di awal komunikasi, karena kurang memberikan empati ketika Faris mau mainan di dalam mobil, dan kami terburu-buru agar segera sampai rumah sehingga berujung aksi cari perhatian.

Kira-kira komunikasi kami tadi itu sudah produktif belum ya..terutama di kaidah “katakan yang kita inginkan,bukan yang tidak kita inginkan”.

Berikut ini beberapa poin yang sedang kami coba terapkan kepada anak-anak supaya mereka mau mendengarkan dan lebih fokus memahami maksud dari yang kami sampaikan

1. Kita sebaiknya mendekati anak-anak dan tidak berteriak dari tempat yang jauh jika ingin menyampaikan sesuatu. Karena kalau kita berbicara dengan nada melengking dan dari kejauha maka, anak-anak akan berpikir bahwa pesan yang ingin kita sampaikan tidak terlalu penting untuk didengar. Penting juga bagi mereka jika kita berbicara pada level mereka dan disertai dengan kontak mata.

2. Mencoba untuk tetap tenang. Berteriak kepada anak, terutama balita, adalah cara berbicara dan komunikasi yang paling buruk. Apabila kita terlalu sering berteriak maka anak-anak semakin tidak peduli apalagi mendengarkan apa yang kita sampaikan.
Cara berbicara yang lembut dan tenang ini juga efektif digunakan saat meredakan marah atau tantrum lho. Tapi hati-hati, jangan sampai emaknya ikutan tantrum.

3. Menggunakan kalimat positif
Anak usia balita pada dasarnya memang baru belajar memahami perintah atau instruksi. Jadi, semakin banyak perintah atau instruksi diberikan, semakin sulit bagi mereka untuk mengerti. Terlebih lagi, balita-balita ini juga baru belajar mengenal konsep ‘tidak’ dan ‘jangan’.
Sebisa mungkin orang tua haruslah membuat kalimat perintah positif dan sederhana. Karena, dengan memberikan perintah ‘jangan’ atau ‘tidak boleh’, maka mereka malah makin melakukannya. Karena ya itu tadi, mereka masih bingung antara “tidak boleh” dan “boleh”.

4. Memberikan Pilihan
Banyak aktivitas sehari-hari yang memang harus dikerjakan, maka kita pastinya harus memberikan perintah atau instruksi kan Mak. Supaya anak balita mau mengikuti instruksi kita maka kami mencoba lengkapi dengan kalimat pilihan. Dengan cara ini, secara tidak langsung akan membuat anak mengerti bahwa kita sedang menginstruksikan untuk melakukan sesuatu sekaligus mengenalkan bagaimana cara memilih dan saling bekerja sama.

5.Memberi Instruksi beserta Alasannya
Apabila kita memberikan instruksi sebaiknya kita berikan mereka penjelasan serta alasan yang masuk akal, mengapa mereka harus melakukan instruksi tersebut. Dengan adanya penjelasan ini maka kita dapat menunjukkan kepercayaaan bahwa anak-anak bisa melakukannya.

#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayip

Tantangan Hari 1 : Game Level 1 Komunikasi Produktif

Membaca materi Komunikasi Produktif kelas bunsay, membuat saya lebih banyak memikirkan bagaimana gaya berkomunikasi yang paling pas dengan pasangan. Memang sih banyak perubahan berarti yang saya rasakan setelah mulai belajar enlightening parenting. Kalau flashback beberapa tahun ke belakang memang komunikasi antara saya dan suami kurang produktif dan perlu diubah. Bagaimana pun kita ini satu tim dalam rumah tangga.

Saat ini memang terkadang saya masih sering menyalahkan, menyindir, menyudutkan dan lebih mengedepankan emosi daripada logika. Sebenarnya capek juga yaa..membahas hal yang itu-itu saja, tapi nyatanya tidak ada yang berubah. Kalau sudah buntu saya memilih untuk diam terlebih dahulu sekedar untuk menenangkan diri dari emosi yang membuncah.

Saya sangat tidak suka kalau suami saya tidak meletakkan barang-barang kembali pada tempatnya. Karena ujung-ujungnya nanti pasti bertanya kepada saya lagi, dimana barang A dimana barang B dan itu amat sangat memusingkan bagi saya.

Sudah sering saya ungkapkan ketidaksukaan saya itu. Tapi mungkin memang caranya yang masih salah. Berkomunikasi dengan penghuni rumah yang semuanya laki-laki memaksa saya untuk belajar sabar dan lebih memahami seperti apa sih laki-laki dan bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikan sesuatu kepada mereka.

Seperti biasa setelah menyampaikan apa yang mengganjal di hati, suami pasti berjanji untuk tidak mengulangi. Benar, tidak diulangi untuk beberapa waktu. Kemudian beberapa hari diulangi lagi. Saya ingatkan lagi,meminta maaf lagi. Ini perkara kebiasaan. Saya sedang belajar berbenah diri dari dalam rumah dan berharap semua anggota keluarga bisa diajak bekerja sama dalam projek ini.

Saya selalu senang ketika suami saya mau meluangkan waktu sepulang ia bekerja. Faris sangat senang sekali bercerita, dibacakan buku atau sekedar dikomentari hasil bebikinannya. Saya berharap suami bisa mengatur gadget timenya agar punya waktu lebih membersamai anak-anak. Mungkin saya pun terkadang terlalu menuntut dan banyak maunya tetapi waktu kita sangat sedikit, anak-anak besok sudah beda dengan hari ini.

Seperti itulah komunikasi kami. Saya sudah bosan mengingatkan,dan selalu saya menyindir yang lalu-lalu. Daripada kesal berujung marah-marah,saya memilih diam saja dan beraktifitas seperti biasa, mengerjakan pekerjaan domestik dan bermain bersama anak-anak.

Sampai hari ini kebiasaan meletakkan barang di sembarang tempat masih berlangsung. Pemandangan rumah membuat mata saya makin pedih. Sebenarnya mudah bagi saya untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan membereskan semuanya. Tetapi hal ini tidak mendidik apalagi bagi anak-anak. Saya sedang berusaha menanamkan kebiasaan baik dan melatih kemandirian mereka.

Hari ini, pagi-pagi setelah shalat subuh dan ketika anak-anak belum bangun. Saya memberanikan diri membuka percakapan. Menahan, jangan sampai keluar kalimat tidak produktif.

Saya: “Pa, mama mau ngomong”

Suami: “Yuuk..sambil baring-baring”

Saya: “Mama mau ngomong apa yaa?..”

Suami: “Ngomong aja..nggak papa..”

Saya: “Pa, bisa nggak ya kita buat rumah kita lebih rapi?”

(Hiks..masih mencoba membuka percakapan)

Suami: “Mmm…papa minta maaf masih banyak barang-barang yang berantakan. Tar papa beresin deh.”

Saya: “Mama penasaran bisa serapi dan sebersih apa rumah kita kalau coba kita benahi mulai hari ini.” (mencoba memotivasi suami dengan menggambarkan hasil yang saya inginkan)

Papa: “Papa minta maaf ya soalnya lupa ngembaliin barang ke tempatnya lagi.”

Saya: “Bisa kan papa sedikit meringankan pekerjaan Mama dengan mengembalikan barang-barang ke tempatnya lagi?” (menurunkan intonasi meski belum sanggup melihat ke mata suami, padahal penting)

Papa: “Iya.. Iya nanti Papa beresin☺️.”

Kemudian kita ngobrol tentang anak-anak lebih banyak sampai waktunya suami harus mandi dan berangkat kerja.

Saya masih terus belajar. Hari ini entah..sudah termasuk komprod dengan pasangan atau belum ya? Tak apa, hitung-hitung sebagai latihan,latihan,latihan..

I’m responsible for my communication results

* * * * *

Hari 1 latihan komunikasi produktif dengan Faris

Episode 1

Hari ini saya berjanji mengajak anak-anak untuk pergi ke perpustakaan untuk memperpanjang masa pinjam buku yang telah dipinjam minggu lalu. Tadi pagi sebelum mandi anak-anak bermain dan membongkar banyak sekali mainan. Tidak cukup satu kontainer, mereka mengeluarkan mainan dari tiga kontainer😎. Irbadh bermain lego megablok dan Faris masih asyik dengan mainan gigonya. Mainan pun tersebar ke seluruh rumah, mulai dari kamar, ruang tamu bahkan dapur.

Mama: “Anak-anak siapa yang mau bantu Mama membereskan mainan?”

Faris: “Emang kenapa kok diberesin, Ma?”

Mama: “Siapa mau ikut Mama ke perpustakaan?”

Faris: “Faris.”

Irbadh: “Ibad.”

Mama: “Yang mau ikut Mama ke perpustakaan ayok kandangin dulu mainannya baru kita siap-siap.”

Faris:”Tapi Mama bantuin Faris.”

Mama: “Oke, Faris mau beresin sekarang apa lima menit lagi?”

Faris: “Sekarang aja, kan kita mau berangkat. Tapi Mama bantuin, Irbadh juga.”

Mama: “Oke. Mama senang kalau anak Mama rajin.” (memberikan apresiasi sambil memberi pelukan)

Kemudian Faris dan Irbadh bekerja sama mengemas kembali mainannya ke dalam kontainer.

Episode 2
Pulang dari perpustakaan, selepas mencuci tangan dan kaki anak-anak sudah saya siapkan makan siangnya. Faris sedang mengganti pakaiannya dan Irbadh sudah mengambil makanannya.

Faris: “Mana sendok Mas Faris, bad? Kok nggak diambilin sih, ambilin lah.”

Irbadh: “Oke, Mas.” (sambil berjalan ke dapur berusaha mengambilkan sendok dan kembali ke kamar mau mengembalikan ke masnya.)

Faris: “Kok yang ini sih, bukan yang ini. Mas Faris maunya yang besi sama kaya Irbadh.” (intonasi mulai meninggi dan suasana mulai tidak kondusif. Irbadh mulai bingung dan diam).

Saya pun segera menghampiri anak-anak dan bertanya kepada Faris terlebih dahulu.

Mama:”Faris berhenti berteriak dan merengek, Mas. Irbadh pasti lebih ngerti dan suka mendengar masnya kalau berbicara dengan nada yang menyenangkan. Yuk coba Faris ngomongnya yang bagus.”

Faris:”Iya, Ma. Maaf tadi Faris lagi make baju, jadi nyuruh Irbadh ngambil.”

Mama:”Iya, tapi lain kali kalau minta tolong bilangnya yang bagus ya. Kan Faris minta tolong, kalau udah dibantuin jangan lupa bilang apa?”

Faris:”Makasih ya, Bad. Maaf mas Faris nggak sengaja tadi.”

Yey..berhasil,tanpa marah-marah. Biasanya kalau saya tidak bisa mengontrol emosi bisa berakhir dengan omelan.

* * * * *

Hari ini saya coba menulis tantangan game level 1 bunsay#4 dengan 2 anggota keluarga. Tiap hari tentu harus latihan dengan seluruh anggota keluarga tapi besok-besok mungkin tidak saya tuliskan disini,karena kepanjangan dan akan banyak pembicaraan rahasia antara saya dan suami😁. Postingan seputar proses belajar komunikasi produktif ini saya tulis setelah anak-anak kecapekan dan berangkat tidur siang. Penasaran dengan kelanjutan cerita saya, tunggu kelanjutannya esok.

#Hari1

#Gamelevel1

#Tantangan10hari

#Komunikasiproduktif

#Kuliahbunsayip

#BunsayBatch4

QOTD : Ma, Kenapa Kalau Mau Puasa Harus Melihat Hilal Dulu? Gimana Cara Lihatnya?

Hari ini, kami belajar mengenai apa itu puasa dan kenapa setiap akan memasuki bulan Ramadan selalu ditentukan dengan melihat hilal. Berikut ini beberapa pertanyaan yang muncul hasil dari diskusi Mama dan Faris hari ini.

Mengenal Hilal

referensi bacaan mengenai hilal dan fase bulan

Menurut bahasa Arab, hilal merupakan istilah yang artinya bulan sabit. Lebih detilnya lagi adalah bulan sabit yang pertama kali dapat dilihat setelah fase bulan baru atau mati. Dengan kata lain, hilal adalah bulan sabit yang sangat tipis karena umurnya masih sangat muda. Hilal harus diamati setelah Matahari terbenam.

Apabila hilal terlihat, maka pada petang tersebut telah memasuki bulan baru yakni tanggal 1romadhon sebagaimana dalam firman Allah SWT :

يَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِ ؕ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ؕ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِاَنْ تَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ ظُهُوْرِهَا وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقٰى ۚ وَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ اَبْوَابِهَا ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّکُمْ تُفْلِحُوْنَ‏‏
“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.”…. “(QS. Al-Baqarah: Ayat 189)

Anak-anak shaleh ternyata ilmu tentang fase fase bulan sangat penting dlm kehidupan seorang muslim. Sehingga kita tahu permulaan awal bulan berkaitan dengan ibadah seorang muslim( dalam kalender hijriyah). Sehingga kita bisa menentukan awal ramadan diperintahkan untuk puasa sebulan penuh.

صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته
“Berpuasalah karena kalian melihat bulan, dan berbukalah ketika kalian melihat bulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nah, berdasar dari hadits itu, kita sebagai seorang muslim umat Rasulullah Muhammad diperintahkan untuk mengawali dan mengakhiri puasa romadhon dengan berpatokan pada bulan/hilal.

Masya Allah seru yah, animasi hilal yang anak-anak saksikan bersama Mama. Fenomena hilal inilah bukti kebesaran Allah, Nak. Emm, Jika hilal tidak nampak kira kira bagaimana yah? Kita sebagai muslim bisa menentukan awal ramadan. Eh, hilalnya tidak keliatan bisa jadi ketutup mendung, maka kita diperintahkan untuk menggenapkanya, Rasulullah teladan kita bersabda:

لا تصوموا حتى تروا الهلال ، ولا تفطروا حتى تروه ، فإن غمى عليكم فاقدروا له. و في رواية فاقدروا له ثلاثين

” Jangan kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal, dan jangan berbuka sampai melihatnya lagi, jika bulan tersebut tertutup awan, maka sempurnakan bulan tersebut sampai tiga-puluh.” (HR Muslim)

Jadi, gimana caranya kita bisa melihat hilal? Faris pengen bisa lihat hilal

source : tirto.id

Sebelum belajar jauh, Faris sebaiknya terlebih dahulu belajar bahwa bulan adalah satu-satunya satelit bumi. Apa itu satelit? satelit yaitu benda langit yang bergerak mengelilingi bumi. Dalam peredarannya, bulan memerlukan waktu 29,5 hari untuk sekali putaran. Karena posisinya berubah-ubah terhadap posisi bumi dan matahari, ini menyebabkan kita yang tinggal di bumi akan melihat bentuk bulan (yaitu bagian yang bersinarnya) berubah-ubah pula.

Coba Faris ingat-ingat kembali, cahaya bulan itu sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari. Bentuk-bentuk bulan yang berbeda itulah yang kita sebut dengan fase-fase bulan.

Berikut ini adalah 8 Fase bulan yang kita kenal!

1. Bulan Baru (New Moon)

2. Bulan Sabit Muda (Waxing Crescent)

3. Bulan Kuartal Pertama (First Quarter)

4. Bulan Separuh Mengembang (Waxing Gibbous)

5. Bulan Purnama (Full Moon)

6. Bulan Separuh Menyusut (Waning Gibbous)

7. Bulan Kuartal Terakhir (Last Quarter)

8. Bulan Sabit Tua (Waning Crescent)

belajar fase bulan dengan boardcard

Mengapa terjadi fase Bulan?

Ternyata ada tiga penyebabnya loh teman-teman, mari kita mempelajari kembali apa saja penyebabnya

1. Tidak Bercahaya

Bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri sama dengan planet. Bulan tampak terang pada malam hari, karena bulan memantulkan cahaya dari Matahari.

2. Berotasi dan Berevolusi

Bulan itu bergerak. Dalam satu saat, bulan melakukan 3 gerakan sekaligus yaitu bulan berotasi. Artinya, bulan bergerak pada porosnya sendiri. Dan bulan berevolusi, yaitu bergerak mengelilingi bumi. Dan yang terakhir bulan bersama bumi mengelilingi Matahari.

3. Berubah Posisi

Ada fase bulan karena ada Bumi dan Matahari. Ketika bulan mengelilingi bumi, maka posisi bulan terhadap matahari berubah-ubah. Cahaya matahari yang jatuh di permukaan bulan dan terlihat di bumi pun berubah. Suatu saat bulan berada di antara bumi dan matahari. Sehingga permukaan bulan yang tidak mendapat cahaya matahari akan menghadap Bumi.

Saat itulah kita melihat bagian permukaan bulan yang gelap. Fase ini dinamakan fase bulan baru. Di saat lain, bumi berada diantara bulan dan matahari. Maka seluruh bagian bulan yang menerima cahaya matahari akan menghadap bumi. Fase ini kita namakan fase bulan purnama.

Dari fase bulan baru yang gelap sampai ke fase bulan purnama, permukaan bulan yang mendapat cahaya matahari dan terlihat di Bumi, makin lama makin lebar. Sebaliknya, dari fase bulan purnama ke fase bulan baru, permukaan Bulan yang mendapat sinar matahari makin berkurang.

Ketika Bulan berada di antara bumi dan matahari, bulan disebut bulan mati atau bulan baru karena saat itu kita tidak bisa melihat bagian bulan yang bersinar. Dari bumi, bulan dan matahari akan tampak terbit dan terbenam dalam waktu bersamaan. Kemudian secara perlahan Bulan akan bergerak menjauhi Matahari lalu menjadi Bulan sabit yang terbenam setelah Matahari terbenam. Nah, Bulan sabit di awal-awal seperti inilah yang disebut hilal. Kita bisa melihat hilal ini di langit barat.

Namun mencari dan melihat hilal tidaklah mudah karena sabitnya masih sangat tipis dan langit senja masih tampak terang. Akibatnya cahaya hilal akan kalah terang oleh cahaya langit. Selain itu kesempatan atau rentang waktu untuk melihat hilal juga sangat sempit karena tidak lama setelah Matahari terbenam, hilal pun akan ikut terbenam. Umur hilal tidak pernah lebih dari 25 jam dengan ketinggian kurang dari 12,5 derajat. Seringnya, hilal berumur kurang dari 12 jam dengan ketinggian di bawah 6 derajat. Dengan ketinggian sekecil itu, artinya hilal akan terbenam tidak lebih dari 24 menit setelah Matahari terbenam. Hanya sebentar saja, bukan?

Menurut, Hanief Trihantoro, pengelola DuniaAstronomi.com untuk mempermudah dalam melihat hilal, kita bisa menggunakan alat bantu seperti teleskop dan kamera CCD (Charge Coupled Device) yang sangat sensitif. Dengan pengaturan yang benar, maka kemungkinannya membesar untuk kita dapat melihat hilal yang sangat tipis dan rendah. Dalam melakukan pencarian hilal pun kita sudah sangat dipermudah oleh kecanggihan teknologi. Perhitungan posisi hilal, gerhana (Bulan ataupun Matahari), dan benda langit lainnya kini sudah bisa ditentukan untuk puluhan bahkan ratusan tahun ke depan. Selain itu, sekarang sudah ada banyak program komputer atau telepon pintar yang bisa menunjukkan kondisi langit kapanpun kita mau. Dengan begitu, menghitung dan menentukan posisi hilal di awal bulan depan pun tidak sulit. Jadi, kemanakah tujuan kunjungan kita selanjutnya? Faris mau ikut mencoba mencari hilal?

referensi :

[1] Al Qur’an dan Hadist

[2] Al Qur’an Menakjubkan Hewan dan Bumi, QIBLA, DK Wardhani.

[3] IMC Little Scientist, Erlangga for Kids, Elvina Lim.

[4]http://anakbertanya.com/apa-itu-hilal-bagaimana-cara-melihatnya/

[5]https://negerinower.com/2015/10/19/mengenal-perubahan-bentuk-bulan/

Diary Berkisah : Kisah Nabi Musa AS dan Ular

Namirun harimau
Asadun singa
Tamshaahun buaya
Hotitun badak
Jarofatun jerapah
Subanun ular
Rosalun rusa
Jamalun unta
Difdaatun katak
Tuyurun burung
Kittun itu kucing
Syalalalala
Fa’rotun itu tikus
Nahlun itu lebah
Arnabun kelinci
Bakorotun sapi
Hisonun kuda
Fiiilun itu gajah
Samakun ikan
Namlun itu semut
Dajjajatun ayam

Kisah Nabi Musa AS dengan Ular

Ular merupakan salah satu hewan yang disebutkandi dalam Al Qur’an. Allah mengabarkankan di dalam Al Qur’an surat Toha ayat : 65-71 mengenai kisah pertempuran antara nabi Musa ‘alaihissalam melawan para tukang sihir Fir’aun. Dan kisah ini sudah sangat masyhur. Hari ini agenda kami berkisah tentang hewan yang ada di dalam Al Qur’an dan anak-anak memilih hewan ular karena dua hari yang lalu anak-anak baru saja melakukan pengamatan terhadap hewan ular. Ketika berkunjung ke Festival Pasar Rame, kami berkunjung ke stand Batam Reptil Age yang menampilkan berbagai macam jenis reptil dan salah satunya adalah hewan ular.

Berikut ini materi berkisah hari ini yang bersumber dari ceramah kajian Ust. Syafiq Basalamah. Al Imam Abu Ja’far Ath Thabary ketika menafsirkan kisah tersebut, beliau menukil sebuah riwayat sebagai berikut :

Sebagaimana yang dikabarkan kepadaku oleh Ibnu Humaid, mengabarkan kepadaku Salamah dari Abu Ishaq. Ia berkata Aku diberi kabar oleh Wahb bin Munabbih beliau berkata ketika membaca firman Allah ta’ala: “Mereka berkata wahai Musa kamu duluan yang melemparkan atau kami duluan yang melemparkan ? (QS. Taha : 65). Musa berkata: Silahkan kalian melemparkan duluan”. (QS. Taha : 66)

Yang pertama kali terkena dampak sihir mereka adalah matanya Musa, kemudian matanya Fir’aun, kemudian matanya manusia yang hadir disana kala itu.

Lantas masing-masing dari para tukang sihir itu melemparkan apa yang mereka pegang berupa tali-tali dan tongkat-tongkat mereka. Tiba-tiba tongkat dan tali tersebut seolah berubah menjadi ular seperti gunung yang memenuhi lembah. Dan ular-ular itu saling tumpang tindih satu sama lain”. (Tafsir Ath-Thabary ; 16/109).

Lantas Al Imam Abu Ja’far Ath Thabary kembali menukilkan riwayat berikut:

Mengabarkan kepadaku Ibnu Humaid, mengabarkan kepadaku Ya’qub dari Ja’far dari Sa’id ia berkata: Ketika mereka telah berkumpul dan melemparkan apa yang ada di tangan mereka berupa sihir yang dikhayalkan pada Musa seolah ia adalah ular yang merayap. (Lantas Musa terkejut dan merasakan takut di dalam dirinya (QS. Taha : 67). Kami katakan wahai Musa janganlah engkau takut karena engkau adalah orang yang menang (QS. Taha : 68). Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, ia akan menelan apa yang mereka perbuat) (QS. Taha : 69).

Musa lantas melemparkan tongkatnya. Tiba-tiba tongkat tersebut berubah menjadi ular yang sangat nyata. Ia (Said) berkata: Ular tersebut membuka mulutnya seperti lubang yang sangat besar. Ia meletakkan bibir bawah di bumi dan mengangkat bibir atasnya ke atas, kemudian menelan semua sihir yang dilemparkan oleh para tukang sihir. Lantas Musa mendatangi ular tersebut dan menangkapnya tiba-tiba ia berubah menjadi tongkat kembali.

Maka para tukang sihir pun jatuh tersungkur seraya bersujud (Mereka berkata kami beriman terhadap Tuhannya Musa dan Harun (QS. Taha : 70). Berkata Fir’aun: “Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik) (QS. Taha : 71).

Ia (Said) berkata: Orang pertama yang memotong tangan dan kaki secara silang adalah fir’aun (Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik) (QS. Taha : 71).

Dan orang yang pertama kali menyalip manusia pada batang pohon kurma adalah Fir’aun. (Tafsir Ath-Thabary : 16/113).

Poin penting dari kisah ini adalah sesiapa yang jujur pasti mengalahkan yang dusta. Walaupun yang dusta itu memiliki kekuatan, kekuasaan. Ajarkan kepada anak, bahwa ia harus jujur. Kejujuran akan membawa keberkahan di dalam hidup ini. Katakan yang benar walaupun itu pahit.

Lalu muncul pertanyaan dari Faris, ”Mama, ular itu bisa dimakan nggak? Boleh dipelihara nggak sih? Kok omnya pelihara ular.” Ketika ditanya hal-hal yang berkaitan dengan prinsip dan memaksa Mama harus menyampaikan dasar dari sebuah aturan dalam Islam maka ini merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi Mama. Syeikh Utsaimin rohimullah mengatakan : Sebaiknya anak-anak diberikan pengetahuan tentang hukum-hukum sesuatu beserta dalil-dalilnya-dalilnya.

Hukum Makan Ular

قال النووي رحمه الله :

” مَذَاهِبِ الْعُلَمَاءِ فِي حَشَرَاتِ الْأَرْضِ كَالْحَيَّاتِ وَالْعَقَارِبِ وَالْجِعْلَانِ وَبَنَاتِ وَرْدَانَ وَالْفَأْرَةِ وَنَحْوِهَا : مَذْهَبُنَا أَنَّهَا حَرَامٌ , وَبِهِ قَالَ أَبُو حَنِيفَةَ وَأَحْمَدُ وَدَاوُد , وَقَالَ مَالِكٌ : حلاَل ” .

Al-Imam An-Nawawy berkata: Madzhab para ulama tentang binatang melata yag ada di bumi seperti ular, kalajengking, bonthe, kecoak, tikus dan lain-lain madzhab kami binatang tersebut adalah haram. Dan pendapat ini dikatakan pula oleh Abu Hanifah, Ahmad, Abu Dawud, dan apaun Malik berkata ia adalah binatang yang haram. (Lihat Majmu’ Syarh Muhadzdzab : 9 : 16-17 Oleh Imam An-Nawawy).

Dari sini kita memahami bahwa para ulama berselisih akan hukum mengkonsumsi ular. Mayoritas ulama mengatakan haram adapun Imam Malik bin Anas berpendapat akan halalnya ular. Namun demikian pendapat yang rajih dan yang benar adalah pendapatnya jumhur/mayoritas dengan beberapa alasan sebagai berikut:

1. Ular termasuk katagori binatang buas yang memiliki taring.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ; “Setiap binatang buas yang bertaring haram dimakan” (HR. Muslim : 1933).

2. Ular termasik binatang fasik yang diperintahkan untuk dibunuh sebagaimana telah berlalu penyebutan hadis tentang hal ini.

3. Ular termasuk binatang yang kotor

Allah subhanahu wata’ala berfirman :Dan Allah menghalalkan bagi mereka makanan yang suci dan mengharamkan atas mereka makanan yang kotor”. (QS. Al-A’raf ; 157).

Hukum Memelihara Ular

Ibnu Qudamah Al-Maqdisy menetapkan sebuah kaidah:

وما وجب قتله حرم اقتناؤه

”Binatang yang wajib dibunuh, haram untuk dipelihara.” (Al-Mughni : 9/373 Al-Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisy).

Demikian pula Az-Zamakhsyary mengatakan:

يَحْرُمُ عَلَى الْمُكَلَّفِ اقْتِنَاءُ أُمُورٍ: مِنْهَا: الْكَلْبُ لِمَنْ لَا يَحْتَاجُ إلَيْهِ، وَكَذَلِكَ ” بَقِيَّةُ ” الْفَوَاسِقِ الْخَمْسِ، الْحَدَأَةُ وَالْعَقْرَبُ وَالْفَأْرَةُ وَالْغُرَابُ الْأَبْقَعُ وَالْحَيَّةُ

“Haram bagi mukallaf (orang yang mendapat beban syariat) untuk memelihara beberapa binatang, diantaranya : anjing bagi yang tidak membutuhkannya, demikian pula lima binatang pengganggu lainnya, seperti elang, kalajengking, tikus, gagak bercorak putih, dan ular”. (Al Mantsur fil Qawaid : 3/80).

 

referensi :

[1] Fabel Qur’an Pro-Kids

[2] Kisah Nabi dan Rasul Tafsir Ibnu Katsir

[3] https://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/memelihara-ular.htm#.WvMVW9JS3IU

Belajar Komposisi Warna dengan Bubble Wrap Painting

Belakangan anak-anak sudah mulai tertarik melukis dengan berbagai warna dan alat gambar. Mulai dari melukis dengan kuas, lego, sayuran, daun sampai tangan dan kakipun ikut dipakai sebagai alat melukis. Awalnya mereka biasa saja terhadap kegiatan messy play ini, namun lama-lama akhirnya pun tertarik juga. Ketertarikan pada lukisan pun beragam, terkadang anak-anak menyukai tekstur dari sebuah lukisan sehingga mereka membuat lukisan timbul. Hari ini anak-anak belajar komposisi warna yang menurut saya cukup eye catching, meskipun warna lukisannya didominasi oleh warna kesukaan mereka masing-masing hihi.

Tahukah teman? Ternyata kata mentor Faris ketika mengikuti kelas melukis batu, sesungguhnya melukis itu hanya membutuhkan sedikit persentasi dari bakat. Teknik melukis sebenarnya bisa dipelajari oleh siapapun meski seseorang tidak memiliki bakat melukis sama sekali. Bahkan bakat ini pun beragam. Ada yang berbakat dalam meniru bentuk, ada yang bakatnya membuat bentuk, ada yang bakatnya dalam komposisi warna. Sering kali ketika saya perhatikan rupanya hasil lukisan anak-anak menarik sekali, meskipun bentuk objeknya tak karuan atau bahkan secara teknik mungkin kurang proporsional. Lukisan-lukisan mereka lebih menonjolkan komposisi warna yang menarik sehingga bentuk apa yang mereka tuangkan di kertas justru menjadi hal yang tidak  saya pedulikan lagi. Jadi buat teman-teman yang belum tertarik untuk bermain warna maka teruslah berlatih untuk mengembangkan ide dan imajinasi kalian. Siapa sangka kan akan menghasilkan sebuah karya nantinya.

Anak-anak saat ini sedang senang-senangnya bermain dan mengeksplor warna menggunakan cat akrilik. Selain mudah penggunaannya dalam berbagai media, cat akrilik adalah pilihan yang tepat untuk menghasilkan lukisan yang hidup dengan harga yang lebih murah. Melukis dengan cat akrilik adalah kegiatan asyik yang dapat dijadikan ide main bersama dengan anak-anak, selain mudah dan murah serta tentunya dapat menghasilkan lukisan teman-teman. Melukis bagi anak usia dini juga dapat dijadikan sebagai media belajar mengenal berbagai macam warna.

Baca juga : Invitation To Play : Melukis dengan Cat Acrylic

Ide melukis kali ini, kami menggunakan popping bubble wrap. Kebetulan kemarin paket buku bacaan Faris baru saja datang dan menghasilkan sampah bubble wrap. Bubble wrap tentu sangat menggoda untuk dimainkan oleh anak-anak (dan orang dewasa hihi)! Bubble wrap bisa digunakan untuk membuat project ide main bersama anak-anak dan seluruh keluarga pun dapat berpartisipasi untuk menghabiskan waktu bersama. Simak proyek lukisan bubble wrap karya anak-anak sore ini.

Apa Saja Yang Perlu Disiapkan?

  • Cat akrilik.

Ada berbagai macam pilihan merek cat akrilik dalam berbagai bentuk. Ketika membeli cat akrilik lebih baik memilih merek yang sedikit mahal. Cat akrilik yang murah kurang pekat, sehingga kita justru harus mengecat dua sampai tiga lapisan untuk mendapatkan warna yang diingikan seperti yang dihasilkan cat mahal dalam satu kali lapis saja. Kami menggunakan merk Pentel, Giotto atau Lyra.

Untuk memulainya, belilah warna-warna dasar: putih titanium, hitam mars, biru ultramarine, merah-alizarin crimson, dan kuning jingga. Kebanyakan warna cat yang Anda perlukan bisa dihasilkan dari kombinasi beberapa warna dasar tersebut. Untuk pemula belilah cat dalam bentuk tube karena bisa dibeli dalam jumlah sedikit. Untuk kwalitas, tidak ada perbedaan antara cat dalam tube atau toples.

  • Bubble Wrap

Untuk menghasilkan berbagai macam bentuk lukisan kita bisa memotong bubble wrap dalam berbagai macam bentuk misalnya bentuk bunga, segitiga, lingkaran, daun, bintang atau apa saja tergantung konsep lukisan yang akan kita buat. Berhubung Faris dan Irbadh kali ini masih trial jadi Mama bebaskan saja mereka berkreasi sesuai dengan imajinasi mereka. Pun juga dalam urusan memilih warna, Mama menyerahkan sepenuhnya kepada mereka.

  • Palet.

Untuk mencampur cat, dan menyimpan cat di antara jeda waktu melukis maka kita memerlukan tempat. Jika ingin berhemat, penggantinya bisa berupa piring plastik atau kertas bisa digunakan sebagai pengganti palet. Apapun itu asal bentuknya lebar, datar, dan bersih bisa digunakan sebagai palet. Karena cat akrilik dapat mengering dengan cepat maka banyak disarankan membeli palet stay-wet yaitu palet yang menjaga kelembapan cat agar lebih lama basah. Palet ini merupakan kombinasi spons basah dan kertas stay-wet yang membuat cat basah lebih lama bahkan bisa digunakan selama beberapa minggu dalam sekali pemakaian.

  • Media lukis.

Ada beberapa macam media yang ada, tapi yang paling umum digunakan dalam melukis dengan cat aklirik adalah papan kanvas, kertas gambar atau kayu karena sifat cat akrilik yang tebal dan berat. Disarankan jangan mengunakan media yang licin, berminyak, atau terlalu berpori. Untuk pemula gunakan kertas gambar dan nantinya pindahkan ke kanvas atau kayu setelah sudah mahir.

  • Tambahan.

Perlengkapan tambahan dalam kegiatan melukis antara lain beberapa mangkuk untuk wadah air, lap, botol semprot, dan sabun untuk membersihkan tangan dan kaki setelah bermain cat. Karena cat akrilik terkenal cepat mengering, jadi kita dapat menyemprot lukisan/palet sesekali untuk menjaga agar cat tetap lembap. Anak-anak juga bisa menggunakan celemek atau mengenakan baju jelek saat melukis untuk menghindari noda cat akrilik mengotori baju. Gunakan kertas koran bekas di atas meja agar tidak banyak noda cat yang berceceran.

Setelah semua alat dan bahan disiapkan maka kita dapat lanjut memulai kegiatan melukis. Pilihlah lokasi yang nyaman. Susun tempat melukis pada ruangan yang mendapat banyak cahaya matahari. Manfaat kegiatan ini anak-anak dapat menuangkan imajinasi mereka dan melatih koordinasi dan kontrol antara tangan dan mata. Mama juga bisa mengenalkan warna dan menciptakan warna baru. Selain itu dapat mengembangkan kemampuan berbahasanya seperti kata bubble wrap.

Belajar Komposisi Warna

Padu padan warna bisa memberi kesan keindahan. Anak-anak bebas bermain dengan menggunakan berbagai kombinasi warna untuk menciptakan kesan sesuai selera masing-masing. Namun, dalam memadukan warna tentu ada aturan yang sebaiknya dipahami sehingga hasil yang diperoleh pas dengan keinginan.

Dalam kombinasi warna apapun ada beberapa hal yang harus kita perhatikan karena tidak semua warna serasi dan cocok untuk dipadukan. Kecuali bila letak warna yang dikombinasi tersebut berada pada lingkaran warna tepat berhadapan atau berseberangan.

Hmmm…agar lebih mudah dalam bermain kombinasi warna berikut ini saya lampirkan beberapa skema warna yang saya dapat dari Pinerest. Yuk belajar mengenai kombinasi warna lagi.

source : Pinterest

• Skema warna Analog, merupakan kombinasi warna-warna bersebelahan atau berdekatan dalam lingkaran warna. Kombinasi ini menciptakan keselarasan karena perpindahan antar satu warna dengan warna lain berlangsung dengan halus, tidak terlalu kontras. Misalnya, kuning, kuning jingga, dan jingga.

• Skema warna Monokromatik, yaitu komposisi yang berasal dari satu warna dengan intensitas yang berbeda. Kombinasi ini menciptakan suasana sesuai dengan persepsi warna dasar yang digunakan. Misalnya, merah, merah muda, dan merah tua/merah gelap.

• Skema warna Komplementer, adalah kombinasi warna-warna yang tepat berseberangan dalam lingkaran warna. Perpaduan warna-warna komplementer memiliki kekuatan warna yang berimbang dan saling melengkapi, bersifat kontras dan menghidupkan suasana. Contohnya, merah dengan hijau, kuning dengan ungu, atau biru dengan oranye.

• Skema Triad, adalah tiga warna yang memiliki jarak yang sama antar masing-msing dalam lingkaran warna. Yang termasuk skema warna triad diantaranya yaitu oranye, hijau, dan ungu. Tiga warna primer merah, biru, serta kuning juga termasuk kedalam kelompok warna triad. Warna-warna tersebut memiliki intensitas yang sama kuatnya.

• Skema warna Tetrad adalah komposisi empat warna yang memiliki jarak sama satu sama lain dalam lingkaran warna. Contohnya, merah, oranye-kuning, hijau, dan biru-ungu.

Nah, kini kita bisa dengan mudah dalam mengkombinasikan warna untuk mendapatkan kesan sesuai keinginan.

 

 

referensi: http://edupaint.com/warna/roda-warna/1484-skema-warna-untuk-kombinasi-warna-yang-tepat.html

Family Project #2 (#FarisNandur)

Faris akhirnya punya gawe alias project, nama projectnya adalah #FarisNandur. Kegiatan ini merupakan salah satu family project di rumah kami, pencetus idenya tentu saja Faris. Ia ingin belajar bertanam dan memelihara ikan. Ya, demi ingin mewujudkan mimpinya di bidang ketahanan pangan keluarga. Kami pun mencoba memfasilitasi dengan membuat modul project aquaponik Faris. Aquaponik merupakan kombinasi antara hidroponik dengan budidaya hewan dengan air atau aquakultur. Terimakasih juga buat bapak yang sudah meluangkan waktu dan tenaganya dalam project kali ini, mudah-mudahan bermanfaat untuk proses belajar Faris n Irbadh. Bismillahirrahmanirrahim 😇

ketika menunggu kolam ikan diinstal dengan media tanam

Kalau ditanya apa itu Family Project, saya langsung mencari beberapa referensi dari gurunda yaitu Pak Dodik Mariyanto dan Bu Septi. Dikutip dari materi kelas bunda sayang, Family Project adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.

APA SAJA MANFAAT FAMILY PROJECT?

Family Project merupakan salah satu sarana pendidikan bagi seluruh anggota keluarga. Fenomena yang terjadi saat ini, meningkatnya rutinitas harian berdampak pula terhadap semakin sedikitnya keluarga yang menerapkan konsep pendidikan di dalam rumahnya. Kebanyakan diantara mereka hanya menjadikan rumah sebagai sarana berkumpulnya anggota keluarga saja tanpa adanya aktivitas pendidikan. Sehingga makna berkumpul pun menjadi hambar, kadang berlalu begitu saja tanpa arti.

Family Project juga menjadi salah satu sarana untuk membangun “bonding” di dalam keluarga. Tercipta ikatan batin antar anggota keluarga, sehingga hubungan menjadi semakin indah dan harmonis.

Family Project bisa juga digunakan sebagai sarana “Check Temperature” keluarga kita. Apakah dalam kondisi suhu normal atau sedang memanas.

Faris belajar menyemai bibit hari ke-4 sayur pakcoy 

Family Project merupakan sarana menguatkan core values keluarga. Core Values tidak bisa hanya dituliskan besar-besar di kertas dan di tempel di dinding rumah. Core Values harus diujikan untuk mendapatkan sebuah keyakinan bahwa hal tersebut layak diperjuangkan. Belajarnya ya lewat family project.

Family Project apabila dijalankan dengan bersungguh-sungguh maka akan menjadi pijakan kita dan keluarga sampai ke surga. Apabila keluarga kita memang sedang berjalan menuju surga, maka tidak perlu menunggu sampai di akhirat untuk merasakannya, kita bisa merasakannya sekarang saat di dunia bersama keluarga kita. Wallahu a’lam.

CIRI-CIRI FAMILY PROJECT

  • Fokus pada proses, bukan pada hasil.
  • Sederhana,
  • Menyenangkan
  • Mudah
  • Menantang
  • Ditentukan durasinya

KOMPONEN FAMILY PROJECT

a. Sasaran
SMART : Specific, Measurable, Achiveable, Reasonable, Timebound
Maksimum 3 sasaran.

b. Sarana
Alat dan Bahan yang diperlukan untuk membuat project ini antara lain sebagai berikut :

1. Pipa PVC 5m
2. Lem
3. Gergaji
4. Bor
5. Gunting
6. Pompa air
7. Timer

Dana yang diperlukan (apabila ada)

c. Sumber Daya Manusia

Penanggungjawab : Papa Aih
Pelaksana :
🌱 Mama
🌱 Faris
🌱 Irbadh

d. Waktu

Jadwal Pelaksanaan :
1⃣ 15 april – 25 april 2018 ; pembuatan media tanam 110 titik
2⃣ 01 mei – 30 mei 2018 ; proses penyemaian bibit
3⃣ 10 mei 2018 ; memasukkan benih ikan lele ke kolam
4⃣ 01 juni – 03 juni 2018 ; pemindahan tanaman ke nettpot
5⃣ 03 juni – juli 2018 ; pemeliharaan hingga masa panen

Durasi
3 bulan

e. Nama Project : #FarisNandur
Pemberian nama khusus terhadap project yang dikerjakan keluarga.

BAGAIMANA CARA MEMBESARKAN FAMILY PROJECT ANDA?

Diperlukan 2 hal yang penting untuk membesarkan Family Project yaitu KONSISTENSI dan KOMUNIKASI

KONSISTENSI

Konsistensi itu sangat bergantung pada hal-hal berikut ini:

1⃣Apakah family project ini membahagiakan seluruh anggota keluarga? (Fun)
2⃣Apakah family project sejalan dengan values yang diperjuangkan dalam keluarga (values)
3⃣Seberapa unik family project anda dibandingkan family project yang lain? (uniqueness)
4⃣Apa alasan kuat dari seluruh anggota keluarga untuk menjalankan family project ini? (Reason)

KOMUNIKASI
Komunikasi menjadi hal yang utama dalam memperbesar family project kita, karena akan sangat bermanfaat untuk memantau dan membesarkan perjalanan family project dan membangun portofolio keluarga dalam menjalankan family project. Di dalam komunikasi ini diperlukan dua hal yaitu MEDIA dan KONTEN

MEDIA KOMUNIKASI SEBAGAI FAMILY FORUM

Family forum adalah forum-forum ngobrol keluarga yang dibangun untuk mengetahui hobi anak-anak, aktivitas harian mereka, tren pengetahuan dan berita yang ada saat ini, kebutuhan seluruh anggota keluarga dan masalah atau tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi oleh seluruh anggota keluarga.

Family forum ini bentuknya bisa beragam mulai dari ngeteh bersama (tea time), ngopi bersama (coffee break), ngegame bersama (play on), ngemil bersama (snack time) dll.

KONTEN KOMUNIKASI

Lakukan APRESIASI bukan EVALUASI (NO EVALUATION, JUST APRECIATION)
Apabila sudah menjalankan projek keluarga yang memiliki durasi lebih dari 1 bulan, maka segera buat forum apresiasi keluarga diantara jeda projek tersebut. Apabila projek hanya berdurasi 1-3 hari, maka lakukan pada akhir projek berjalan.

Anak-anak belum memerlukan evaluasi, yang kita lakukan hanya memberikan apresiasi saja, karena hal ini penting untuk menjaga suasana selalu menyenangkan dan membuat anak senantiasa bersemangat dalam mengerjakan projek selanjutnya.

⛔Apabila ada hal-hal yang kita rasa penting untuk diperbaiki atau diubah strateginya, maka cukup anda catat saja, simpan dengan baik bersama satu file catatan projek ini, dan buka kembali saat kita dan anak-anak akan merencanakan projek berikutnya. Hal ini akan lebih membuat perencanaan kita lebih efektif, karena anak-anak akan melakukan perubahan menjelang melakukan projek, bukan diberitahu kesalahan setelah melakukan sebuah projek. Efek yang muncul akan sangat berbeda.

BAGAIMANA CARA MENGAPRESIASI?

Perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan. Di Padepokan Margosari, forum keluarga seperti ini terkenal dengan nama “MASTER MIND”. Bagaimana cara menjalankan master mind, ciptakan suasana yang santai di rumah, kemudian tanyakan 3 hal saja:
1⃣Ada yang punya pengalaman menarik selama menjalankan projek ini?
2⃣Apa yang sudah baik?
3⃣Minggu depan hal baik apa yang akan kita lakukan?

AMATI, TERLIBAT, TULIS

AMATI
Tentukan aspek-aspek perkembangan anak yang ingin kita amati melalui family project, Misal saat ini kita ingin menguatkan komunikasi produktif , kemandirian dan faktor kecerdasan anak-anak, maka tentukan hal-hal sebagai berikut:

1⃣Aspek Komunikasi Produktif
Bagaimanakah pola komunikasi anak-anak kita selama menjalankan sebuah projek?

2⃣Aspek Kemandirian
Apakah sudah makin terlihat tingkat kemandirian anak-anak dalam mengerjakan projek?

3⃣Aspek Kecerdasan
🔝Bagaimana cara anak meningkatkan rasa ingin tahunya? (IQ)
🔝Bagaimana cara anak mengelola emosi selama projek berjalan ?(Emotional Intellegence/EI)
🔝Bagaimana cara anak meningkatkan kebermanfaatan dirinya dengan projek tersebut? (Spiritual Intelligence. SI)
🔝Bagaimana cara anak mengubah masalah menjadi peluang (Adversity Intellegence,AI)

TERLIBAT
Dalam setiap projek yang dibuat libatkan diri kita, para orangtua, untuk menjadi bagian anggota tim, asyik menjalankan bersama sebagai pembelajaran. Belajarlah menjadi follower yang taat pada keputusan leader. Saat menyelenggarakan master mind, bergantilah peran menjadi fasilitator yang baik.

TULIS
Tulis pengalaman kita setiap hari baik cerita gagal maupun cerita sukses dalam menjalankan projek demi projek., baik cerita bahagia maupun cerita mengharubiru. Alirkan rasa anda setiap hari. Alih-alih sebagai kenangan yang sangat indah apabila kita buka kembali beberapa tahun ke depan, konsistensi kita dalam menuliskan setiap family project yang kita lakukan ini juga akan membuahkan portofolio keluarga yang bisa bermanfaat bagi keluarga kita sendiri maupun keluarga yang lain. Selamat memasuki Ramadhan dengan Family Project yang penuh berkah.

Ditulis oleh Ibu Septi Peni Wulandani
Disarikan dari materi session my family my team yang dibawakan oleh bapak Dodik Mariyanto di PERAK 2017

Jadi, teman-teman di rumah sudah punya family project apa? Ayo semangat belajar lebih dekat dengan alam.

Belajar Menyayangi Hewan dengan Berkunjung ke Taman Kelinci, Batam

Batam tidak kalah dengan kota-kota lain di Indonesia, keindahan alam dan wisata alam yang tersembunyi memang banyak ditemukan di pulau ini. Bukan hanya di kota besar saja seperti Bandung, Lembang, Bogor, Semarang, Pekanbaru, Jakarta, Yogya hingga Malang. Kawasan wisata alam di kota Batam bertambah lagi dengan hadirnya Taman Kelinci yang terletak di kawasan Sekupang. Keindahan alam dan sekumpulan kelinci yang disuguhkan menarik minat para wisatawan yang berlibur ke sini. Selain taman kelinci, kita dapat menikmati pemandangan dari atas rumah pohon dan tebing langit tentu saja memberikan pengalaman tersendiri yang tidak akan terlupakan. Hari ini saya dan keluarga berkunjung ke taman kelinci berkat informasi dari sahabat saya, Mbak Putri yang minggu lalu sudah terlebih dahulu kemari. Ah senangnya anak-anak bisa bermain lebih dekat dengan alam.

Salah satu kawasan wisata alam baru yang menjadi incaran para wisatawan adalah Taman Kelinci yang memberikan keunikan dan juga sisi menarik tersendiri. Mungkin bagi beberapa orang tempat wisata ini biasa saja, sebab di beberapa kota lain pun juga sudah mempunyai taman kelinci yang serupa namun bagi warga Batam ruang terbuka seperti ini menjadi alternatif berwisata di akhir pekan. Apalagi ada banyak hal yang bisa ditemukan di kawasan wisata Taman Kelinci tersebut.

Berkenalan dengan Taman Kelinci Batam

Kawasan wisata Taman Kelinci ini menyediakan banyak fasilitas yang bisa memberikan kesan berbeda. Berbeda dengan kawasan wisata alam lainnya yang ada di kota Batam, di sini para wisatawan bisa melihat lebih dekat mengenai keindahan alam yang berpadu dengan konsep kota alam tersendiri dimana memberikan sisi menarik dan memanjakan para wisatawan.

Salah satu hal yang menjadi incaran para wisatawan ketika mengunjungi Taman Kelinci ini adalah adanya rumah Hobbit yang bisa menjadi daya tarik terutama di sektor fotografi. Bagi para pecinta film Lord of The Rings atau Hobbit, tentu saja akan sangat senang berlibur dan mengunjungi kawasan wisata Taman Kelinci ini. Meski belum rampung dibangun namun tempat wisata ini sudah banyak dikunjungi oleh warga sekitar.

Konsep Rumah Hobbit 

Bagi teman-teman yang sudah menonton film Lord Of The Rings dan juga The Hobbit, tentu sangat hafal bagaimana bentuk dan juga tampilan dari rumah milik Bilbo Baggins tersebut. Di sini para pengunjung akan diajak untuk melihat replika dari rumah di film legendaris tersebut. Sangat identik sekali bentuk rumah kayu yang masih dalam tahap finishing ini. Tentu saja para wisatawan diperbolehkan untuk berfoto di depan rumah tersebut. Cukup menarik tampilan dari rumah yang erada di bawah bukit yang merupakan tempat para kelinci dipelihara. Pengunjung pun dapat melihat pintu dan jendela rumah yang berbentuk bulat tersebut. Para wisatawan biasanya akan selfie dan berfoto di depan rumah tersebut.

Jika sudah benar-benar selesai dibangun, para pengunjung juga dipersilahkan untuk memasuki rumah tersebut. Tentu saja interior yang ditampilan memang tidak terlalu mirip dengan rumah hobbit seperti di film Lord Of The Rings tersebut. Akan tetapi kesan dan nuansa yang dimaksudkan oleh Taman Kelinci sudah sangat mirip dengan rumah hobbit di kedua film ini. Rasakan sensasi yang berbeda ketika berada di kawasan wisata ini.

Bermain Bersama Kelinci

Salah satu pesona yang ditawarkan oleh kawasan wisata Taman Kelinci ini adalah tentu saja kelinci yang lucu-lucu. Para wisatawan bisa bermain dan juga berinteraksi dengan para kelinci yang memenuhi obyek wisata ini. Anak-anak pasti senang bisa bermain dan juga berfoto serta berlarian bersama para kelinci yang tersebar di sekitar kawasan wisata Taman Kelinci ini.

faris memberi makan kelincinya langsung

Tidak heran jika kawasan wisata Taman Kelinci ini menjadi incaran para wisatawan yang gemar berfoto kekinian. Pengunjung dapat berfoto bersama para kelinci dan langsung diunggah ke sosial media seperti Instagram dan juga Facebook. Uniknya lagi, selain terdapat berbagai macam kelinci yang lucu kita juga dapat melihat bentuk rumah-rumah kelinci yang berbeda dari biasanya, salah satunya berbentuk seperti rumah gadang.

Kawasan wisata ini sangat pas untuk dikunjungi bersama keluarga. Apalagi anak-anak tentu saja sangat senang bermain dengan hewan-hewan lucu seperti kelinci. Ditambah lagi hewan ini sangat jinak dan tidak akan melukai anak-anak. Akan tetapi disarankan para orang tua untuk menjaga anak-anak ketika bermain bersama kelinci. Biasanya anak-anak tidak bisa menjaga tingkah mereka yang bisa membuat kelinci akan terganggu dan stress. Hal ini bisa berbahaya untuk para kelinci-kelinci tersebut apalagi anak-anak kelinci yang umurnya masih dibawah tiga bulan.

Rute Menuju ke Lokasi Taman Kelinci Batam

Kawasan wisata ini letak dan alamatnya berada di daerah Sekupang. Untuk para pengunjung yang ingin menuju ke kawasan wisata ini tidak perlu khawatir karena akses dan rute jalur ke taman ini sudah sangat terjangkau dan juga mudah. Jalur utama untuk menuju ke kawasan wisata Taman Kelinci ini sangat mudah untuk diakses. Cukup mengikuti jalan utama ke arah Resort Sijori dan bersebelahan dengan lokasi wisata Tebing Langit. Dari sini para pengunjung hanya cukup mengikuti papan petunjuk untuk menuju ke kawasan wisata Taman Kelinci tersebut. Papan petunjuk di sepanjang jalan sudah siap memudahkan para pengunjung untuk mengunjungi kawasan wisata tersebut.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional

Bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan wisata alam ini, harus membayar tiket masuk atau htm seharga sepuluh ribu untuk orang dewasa dan lima ribu untuk anak-anak. Dengan harga tersebut para pengunjung sudah bisa menikmati keindahan kawasan wisata alam Taman Kelinci dan berfoto sepuasnya. Buat teman-teman yang suka hunting foto, jangan lupa main kesini dan bawa properti fotomu karena banyak spot yang bisa dieksplor melalui bidikan kameramu. Sementara untuk parkir mobil dan motor sendiri dikenakan harga sebesar dua ribu rupiah dan seribu rupiah. Cukup murah tentunya. Sementara foto-foto, memberi makan dan bermain bersama kelinci gratis dan bebas. Namun kelinci-kelinci ini tidak boleh di bawa pulang yah😂

Jam berapa kawasan wisata ini bisa dikunjungi? Untuk operasional, kawasan wisata alam ini dibuka pada jam delapan pagi WIB dan juga akan ditutup pada pukul 4 sore. Sayangnya di sini para wisatawan tidak bisa melihat matahari tenggelam di sebelah barat. Sebab sebelum sunset lokasi wisata ini sudah ditutup untuk umum dan para pengunjung tidak diperbolehkan berada di Taman Kelinci selepas jam 4 sore.

Fasilitas di Taman Kelinci

Kawasan wisata Taman Kelinci ini menyediakan berbagai macam fasilitas yang komplit. Meski belum semua area selesai dibangun akan tetapi untuk fasilitas sudah cukup mumpuni guna mendukung para wisatawan yang berlibur ke kawasan wisata ini. Salah satu fasilitas umum yang bisa digunakan adalah adanya kamar mandi dan toilet.

Sementara untuk penginapan, di sekitar kawasan Taman Kelinci ini para pengunjung bisa menemukan berbagai macam penginapan mulai dari hotel, guest house, villa hingga resort yang harganya terjangkau dan juga cukup bagus. Tentu saja hal ini bisa memudahkan para wisatawan untuk mengunjungi Taman Kelinci.

Fasilitas lain yang bisa ditemukan di kawasan wisata ini adalah adanya rumah makan sederhana yang menyajikan aneka macam kuliner Jawa Sumatera. Hal ini memanjakan para wisatawan yang senang mencicipi kuliner nusantara. Menyantap aneka makanan dan minuman sembari menikmati suasana di sekitar kawasan wisata Taman Kelinci ini bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat.

Wisata Mini Outbond Ala-Ala


Sementara untuk area outbound, para pengunjung bisa mendapatkan petualangan yang seru dan juga pengalaman yang tidak terlupakan di kawasan wisata ini. Ajak anak-anak untuk merasakan sensasi bermain di alam bebas atau sekedar bersantai di atas hammock sembari memberi makan kelinci di sini. Untuk area outbound sendiri para pengunjung bisa melatih keterampilan putra dan putri mereka sembari belajar di alam bebas.

Obyek wisata alam Taman Kelinci ini memang mengedepankan edukasi alam dimana para wisatawan bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan kelinci serta melihat pesona alam yang dihadirkan di sekitar kawasan wisata alam ini. Sebuah kombinasi yang cukup pas dan mumpuni. Di sini para pengunjung bisa mencoba berbagai macam permainan outbound yang sudah disediakan. Seperti halang rintang hingga menyeberang jembatan gantung dengan tali yang cukup menegangkan. Selain itu tentu saja bisa berinteraksi dengan para kelinci yang lucu-lucu.

Tips Berlibur ke Taman Kelinci

Berlibur ke kawasan wisata Taman Kelinci tentu saja akan sangat menyenangkan. Akan tetapi harap diperhatikan beberapa tips yang bisa membuat liburan menjadi lebih menyenangkan lagi. Pengunjung disarankan untuk membawa jaket atau sweater ketika berlibur ke kawasan wisata ini. Pasalnya di sini ketika pagi hari dan menjelang sore akan cukup dingin. Apalagi cuaca di Batam beberapa hari ini sedang sendu. Bahkan mendekati musim hujan biasanya akan turun kabut yang membuat cuaca akan lebih dingin. Bagi yang membawa anak-anak sediakan pula obat serta baju ganti agar tetap hangat kala bermain di sini.

Jaga anak-anak ketika berada di sekitar kawasan wisata ini. Ada beberapa titik yang memiliki lahan yang sedikit curam. Hal ini bisa membahayakan anak-anak ketika sedang bermain bersama kelinci. Jaga tingkah laku anak-anak sehingga tidak membuat para kelinci berlarian dan juga stress. Hal ini bisa membahayakan para kelinci.

Disarankan berkunjung di pagi hari jika berangkat dari pusat kota Batam. Mengingat ketika akhir pekan dan hari libur nasional, kawasan wisata Taman Kelinci ini akan lebih banyak dikunjungi wisatawan. Pada hari kerja, kawasan wisata Taman Kelinci tidak akan terlalu ramai. Sehingga wisatawan bisa bebas berfoto bahkan bersantai di sekitar rumah Hobbit yang ada di area ini. Pengunjung pun dapaat masuk dan melakukan eksplorasi dengan bebas di Taman Kelinci

Selain jaket, sepatu yang nyaman juga menjadi modal yang penting. Kawasan wisata Taman Kelinci ini masih berupa bukit dan beberapa titik diantaranya memiliki kontur yang bergelombang. Dengan menggunakan sepatu atau sandal yang nyaman tentu akan membuat perjalanan menjadi semakin nyaman. Dan tentu saja kaki terutama di bagian engkel dan telapak kaki tidak akan gampang cedera dan letih. Terutama untuk para wanita. Dengan perlengkapan tersebut liburan dijamin akan lebih menyenangkan. Ayo yang belum pernah main ke taman kelinci, buruan mampir kemari ❤

 

Perpustakaan Ramah Anak, ya Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau di Kota Batam

Bermain sambil Belajar di Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau di Kota Batam
Ruang bermain untuk anak-anak di Kota Batam memang masih sangat minim sebagaimana kita ketahui bagaimana sulitnya mencari ruang terbuka atau taman bermain bagi anak-anak. Pemerintah selama ini mungkin alpa memberikan zona bermain untuk anak-anak kita. Padahal dunia anak adalah dunia bermain, suatu pengalaman indah yang tidak mungkin terulang ketika anak-anak memasuki alam dewasa.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau membangun satu perpustakaan yang terletak di pusat kota Batam dan kebetulan berada di dalam komplek Perumahan Kurnia Djaya Alam. Senang sekali rasanya bisa memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar dan bermain tentunya. Perpustakaan ramah anak ini dapat dijadikan alternatif ruang bermain untuk anak-anak loh, terutama anak usia dini. Hal ini mengingat salah satu fungsi penting perpustakaan adalah fungsi rekreasi.
Fungsi rekreasi ini perlu dikembangkan oleh perpustakaan untuk menampilkan wajah perpustakaan yang indah, sejuk, dan bersahabat dengan anak, dalam upaya menumbuhkan minat baca anak-anak sejak dini. Perpustakaan perlu didesain sebagai tempat yang menyenangkan bagi anak-anak dengan memberikan suatu ruang khusus untuk anak-anak. Saat ini Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau yang berada di Batam ini telah memiliki ruang layanan khusus anak-anak. Keberadaan ruang layanan anak ini kurang lebih dapat memenuhi syarat sebagai arena bermain anak yang ideal. Berbagai macam permainan edukasi disediakan sebagai fasilitas bagi anak-anak untuk berekplorasi disediakan disini. Alhamdulillah sarana bermain tersebut dapat membawa manfaat positif bagi perkembangan psikologis anak. Apabila ingin membaca atau meminjam koleksi buku anak-anak, lokasinya di lantai saru bersebelahan dengan ruang bermain anak-anak usia dini. Sedangkan koleksi buku remaja dan dewasa dapat dilihat di lantai dua.
Perpustakaan yang dikelilingi ruang bermain anak yang terbuka untuk umum dapat dijadikan model/percontohan pembangunan perpustakaan yang ideal. Dengan demikian, aspek pengembangan minat baca masyarakat dapat bersatu dengan aspek rekreasi bagi anak-anak. Sementara anak-anak bermain di areal taman bermain, orang tua pun dapat menunggu sambil membaca koran, majalah, atau buku milik perpustakaan. Jadi, ruang bermain ini dapat mengakomodasi beberapa fungsi sekaligus : taman bacaan dan taman bermain. Perpustakaan yang dikemas satu paket dengan taman bermain akan menimbulkan kesan mendalam di hati anak-anak.
Oiya, jika ingin meminjam buku di perpustakaan ini kita dapat mendaftar menjadi anggota perpustakaan terlebih dahulu. Caranya sangat mudah, teman-teman hanya perlu mengisi formulir dan melengkapi ketentuan dengan membawa pas foto ukuran 2×3 sebanyak dua lembar, fotokopi KTP untuk umum dan fotokopi kartu mahasiswa atau pelajar bagi yang masih bersekolah. Mudah bukan? Tidak dipungut biayalagi alias gratis. Ayo main ke perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau di Kota Batam. 🙂

5 Ide Main Anak yang Dapat Dicoba Ketika Berkunjung ke Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau di Perumahan Kurnia Djaya Alam Kota Batam

1. Bermain Puzzle

Sebenarnya anak-anak sudah sering bermain puzzle tetapi selalu saja ada yang berbeda di setiap sesi bermain mereka. Mencocokan bentuk, huruf, angka dan warna pada evamat merupakan ide bermain yang mereka ciptakan sendiri ketika bertemu dengan teman-temannya. Kalau biasanya di rumah, Faris dan Irbadh bermain puzzle bagian-bagian tubuh disini mereka membuat ide bermain yang berbeda. Selain itu, disini anak-anak bisa bermain sensory play melalui permainan mencocokan bentuk.

2. Meronce Kalung

Ini nih aktivitas kesukaan Faris dan Irbadh. Kalo dipikir-pikir, ngapain sih anak kecil diajarin meronce. Salah-salah tar dimakan manik-maniknya. Duh, serem. Tapi, semua permainan anak kan memang harus dalam pengawasan orangtua, sekalipun itu cuma main playdoh. Meronce tuh bisa dengan apa aja loh.Kebetulan di ruang bermain ini disediakan banyak manik-manik berbahan kayu jadilah anak-anak penasaran mencoba memasukkan manik-manik ke dalam tali, lagi-lagi tanpa instruksi dari Mama. Tujuan dari kegiatan ini adalah melatih kemampuan motorik anak dalam memegang benda yang kecil. Dan juga melatih konsentrasi serta kesabaran anak. Anak-anak kan mudah banget teralihkan ya.. Dan level kesabarannya masih rendah. Pengalaman saya main bersama Faris dan Irbadh membawa kesan yang berbeda terhadap karakter yang berbeda juga. Faris baru-baru ini saja mau meronce sendiri tanpa distraksi, sedangkan Irbadh di usianya yang masih belum 2 tahun bisa anteng dan penuh strategic kalo lagi meronce. Ketika susah enggak bisa-bisa masukin manik-manik ke benang, dia tetep calm down. Trus setelah berhasil, dia bakal sumringah bahagia. Dengan catatan, enggak lagi ngantuk. Kalo kita apresiasi keberhasilan anak, dia pasti bakal makin semangat untuk melanjutkan aktivitasnya.

3.Bermain Keseimbangan dengan Miniatur Jungkat Jungkit

Jungkat-jungkit adalah salah satu contoh aplikasi keseimbangan benda. Faris senang sekali menemukan miniatur jungkat-jungkit dan melakukan beberapa percobaan untuk menguji dengan apa yang pernah ia baca mengenai gaya sederhana yang dapat membantu pekerjaan sehari-hari. Ia mencoba memberikan beban di bagian papan jungkat jungkit dimana berat batang berada di tengah-tengah yang berguna sebagai penumpu batang jungkat jungkit. Jika papan jungkat-jungkit tersebut diberikan beban balok yang sama apakah yang terjadi. Kemudian ia menyimpulkan jika berat balok yang berbeda dan posisi balok tersebut dengan poros. Lalu bagaimana apabila menjauhi poros agar dapat dicapai sebuah keseimbangan.

4. Menyusun Balok dengan Pola 

Melalui permainan ini, Irbadh senang sekali belajar mengenali warna primer dan menyusun sesuai dengan bentuknya. Sedangkan Faris belajar mengkategorikan sesuai dengan ukurannya, mulai dari ukuran yang pendek hingga yang paling tinggi. Sebetulnya banyak sekali variasi permainan balok yang disediakan di ruang bermain ini, namun permainan dengan pola lebih disukai oleh anak-anak.

5. Rancang Bangun 

Rancang bangun alias bongkar pasang bagi anak usia dini berfungsi untuk memperkuat genggaman jari dan tangan anak, meningkatkan koordinasi mata dan tangan juga mendidik anak mempelajari perbedaan bentuk geometri. Mendorong anak untuk berteman dan bekerja sama (includer and harmony). Anak-anak dapat belajar untuk berkreasi membuat bermacam-macam objek seperti rumah atau alat-alat transportasi. Mereka dapat mengembangkan kemampuan kata-kata ketika mereka mencoba mengambarkan ukuran, bentuk dan posisi. Faris dapat mengembangkan kemampuan matematik melalui pengelompokan, penambahan, pengurangan. Melalui kegiatan bermain balok, anak-anak dapat mengetahui bahwa balok jika tidak seimbang akan jatuh, anak belajar tentang keseimbangan dan gravitasi. Belajar geometri dari mainan balok akan meningkatkan stimulasi intelektual.
 

Buat teman-teman yang ada di Batam, hayuk berkunjung ke perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau yang ada di Batam. Sampai jumpa pada kesempatan bermain selanjutnya ya…

 

#day75
#27April2018
#Batam
#3y8m
#1y7m
#KelasPortofolioAnakbyGPA
#GriyaPortofolioAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PekaAkanUnikAnak

Percobaan Mengubah Air Teh Menjadi Bening

Dengan sains, anak-anak dapat bermain sulap di rumah. Belajar sains bersama dengan anak lumayan tricky, yang penting adalah bagaimana cara kita mengemas sains agar menarik. Berikut adalah salah satu resep sulap yang cukup sederhana dan dapat dicoba di rumah.

Catatan: Jangan meminum cairan ini! Cairan ini bukan untuk diminum! Percobaan ini disarankan untuk anak 3+ atau yang sudah melewati masa oral.

Alat dan Bahan:

  1. Gelas plastik
  2. Sendok/sedotan/sumpit untuk mengaduk.
  3. Air
  4. Corong untuk menuang air
  5. Betadine
  6. Vitacimin atau buah jeruk/lemon

Percobaan Mengubah “air teh” menjadi “air putih”.

“Air teh” sebenarnya bukan air teh asli, tetapi air yang dicampur betadine. Untuk membuatnya, cukup campur segelas air biasa dengan beberapa tetes betadine. Setelah itu, masukkan sedikit saja betadine, lalu aduk. Warna kecoklatan air betadine menyerupai air teh. Setelah tercampur rata, masukkan vitamin C atau vitacimin maka sedikit demi sedikit warna coklat pada air akan akan memudar!

Alat dan Bahan untuk Percobaan

Ternyata yang dapat membuat larutannya jernih kembali adalah vitamin C. 

Kenapa ya bisa begitu?

Ternyata dalam vitamin C terdapat senyawa yang disebut asam askorbat. Asam ini dapat dioksidasi oleh iodine. Dan mengakibatkan iodine berubah menjadi iodium. Sehingga ketika vitamin C ditambahkan seluruh iodine (berwarna coklat) akan berubah menjadi iodium (yang tak berwarna).

Percobaan ini juga bisa divariasikan menggnakan tepung beras dan soda api atau pemutih pakaian.

Selamat mencoba di rumah ya teman :)Tunggu sulap berikutnya!

 

#day73
#25April2018
#Batam
#3y8m
#1y7m
#KelasPortofolioAnakbyGPA
#GriyaPortofolioAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PekaAkanUnikAnak

Mengunjungi Aquaspace Exhibition and Live Quick Setting di Kepri Mall, Batam

Siapa yang senang memelihara ikan dengan akuarium? Kayaknya kebanyakan anak kecil sangat senang dengan ikan apalagi ikan hias yang dipelihara di kolam atau akuarium di rumah. Membahas mengenai akuarium, ternyata ada juga loh seni akuarium. Mama dan anak-anak senang sekali menonton tayangan serial Tanked di saluran Animal Planet. Wayde King, sang master akuarium, yang tampil dalam setiap episode selalu muncul membawa ide unik bahkan terkadang gila dalam pembuatan akuarium.

Jika teman-teman pernah menonton acara Tanked yang disiarkan di Animal Planet, pasti akan tahu duo master dalam acara tersebut. Kebetulan kemarin secara tidak sengaja saya dan anak-anak berkesempatan untuk berkunjung ke pameran aquaspace di Kepri Mall, Batam. Rasanya semakin penasaran ingin melihat ada apa saja dan bagaimana sih sebenarnya pekerjaan seorang seniman akuarium.

Melalui pameran ini, kami jadi sadar ternyata akuarium di rumah bisa kita rubah menjadi akuarium taman air, dan setelah di praktekan sesungguhnya tidak sulit dan biaya pembuatannya pun relatif murah di banding keindahan yang kita dapatkan. Setiap melihat tayangan Tanked, Faris selalu terkagum-kagum dan berminat mempelajari seni Aquascape ini. Jika kita ingin mempelajari seni ini, syarat yang harus di miliki adalah ketekunan dan daya imajinasi yang kuat, namun bagi pemula hal utama yang perlu dipelajari adalah menyusun material – material di dalam akuarium.

Sebelum kami bercerita panjang mengenai kunjungan kami kali ini, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa sih seni aquaspace?

Bagi sebagian orang mungkin istilah aquaspace terdengar asing, jadi aquascape adalah seni menata tanaman/tumbuhan air tawar di dalam akuarium. Seorang yang menekuni aquspace dituntut untuk bisa membuat simulasi dari suatu ekosistem makhluk hidup baik itu tumbuhan atau hewan dan lebih ditekankan pada ekosistem tumbuhan di alam bebas sedangkan hewan berupa ikan hanya sebagai pelengkap saja. Secara teknis, ekosistem yang terbentuk di dalam akuarium sama dengan ekosistem aslinya di alam bebas.

Belajar Aquaspace, Belajar Menata Isi Akuarium

Sebelum memutuskan untuk mencoba seni aquascape ini, kita wajib memiliki sebuah akuarium, boleh dari bahan kaca atau dari bahan fiber dan beberapa alat pendukung seperti filter khusus, alat penjepit material, alat pengatur suhu air, alat supplai oksigen dan juga cairan penjernih air sampai dengan vitamin atau nutrisi untuk pertumbuhan tanaman yang ada di dalam akuarium agar selalu terlihat hijau dan indah,

Peralatan wajib yang dimiliki jika ingin belajar Aquascape antara lain:

1. Aquarium
2. Filter
3. Lampu
4. Substrate

Ada juga peralatan tambahan agar mendapatkan hasil yang lebih advance, yaitu

1. CO2 : tabung / DIY, diffuser atau reactor, selang CO2, bubble counter
2. Pupuk : pupuk dasar dan/atau pupuk cair
3. Lampu highlight dengan spectrum cahaya yang cocok.
4. Timer listrik
5. Pendingin (fan / chiller)

Untuk hasil yang lebih optimal atau Aquarium High Tech bisa pula kita tambahkan :

1. Filter / powerhead tambahan dengan media yang lebih advanced
2. pH controller
3. Solenoid needle valve regulator untuk CO2
4. Pupuk dasar dan pupuk cair sudah suatu keharusan, lebih keren lagi kalau menggunakan auto dosing pump
5. Sumber air yang soft, misalnya reverse osmosis filtration.
6. Chiller, atau heater.

Membuat aquascape diperlukan ketelitian serta kreativitas dalam membuat dekorasi sehingga tercipta akuarium yang indah. Untuk membuat aquascape ada beberapa bahan yang harus dipersiapkan seperti akuarium, pasir serta beberapa tanaman yang akan ditanam di dalam akuarium.

1. Menyiapkan Dasar Akuarium
Yang harus disiapkan adalah pasir untuk lapisan dasar aquascape. Untuk latihan awal kita bisa menggunakan pasir silica yang memiliki ukuran 4-5 mm. Kemudian pada bagian tengahnya masukan carbon active, yang berfungsi untuk menyerap zat berbahaya yang terkandung pada air yang muncul pada saat awal pembuatan aquascape di aquarium. Carbon active memiliki sifat yang akan merelease kembali kandungan air ketika aquascape berusia sekitar 1-3 bulan. Bahaya nggak sih kandungan carbon tersebut?
Kita tidak perlu kuatir karena pada usia tersebut tanaman yang ada di aquascape sudah mulai stabil sehingga tidak membahayakan.

2. Menyiapkan Pupuk Dasar
Setelah memasang pasir tahap selanjutnya adalah memberikan pupuk dasar yang berfungsi untuk memberikan nutrisi pada tanaman yang ditanam untuk aquascape aquarium. Pemberian pupuk ini hanya untuk jenis tanaman air yang memiliki akar, sedangkan bila tanaman air yang menyerap nutrisi memakai daun seperti Anubias maka kita bisa melewati langkah ini. Perhatikan kualitas pupuk dan jumlahnya sesuai dengan yang ditentukan.

3. Membuat Top Layer dan Harascape
Setelah melakukan pemupukan dasar pada aquascape, langkah selanjutnya menimbun kembali dengan pasir. Untuk penimbunan, kita bisa menggunakan pasir silica seperti yang digunakan untuk membuat pasir dasar. Kemudian dipercantik dengan design dekorasi menggunakan kayu serta batu.

4. Mengisi Air Pada Aquarium
Setelah selesai membuat dekorasi aquascape langkah selanjutnya adalah mengisi air. Setiap aquarium tentu harus ada airnya dong. Tahap mengisi air ini merupakan tahap yang nampaknya mudah akan tetapi bila dilakukan dengan cara yang salah akan berakibat fatal. Biasanya para pemula menuangkan air dengan cara langsung menuang air secara langsung sehingga akan merusak pasir yang dijadikan dasar dari aquascape aquarium. Ini merupakan kesalahan yang sangat fatal karena dapat membuat pasir berantakan dan mengakibatkan pupuk langsung terlarut dalam air. Cara yang benar dalam menuangkan air adalah dengan menggunakan koran atau kertas lain agar air tidak langsung mengenai pasir. Bentangkan koran seluruh penjuru aquarium lalu tuang air di atasnya secara perlahan.

5. Menanam Tanaman Hias pada Aquascape
Langkah terakhir dalam membuat aquascape adalah menanam tanaman pilihan pada tempat yang telah ditentukan. Tahapan ini juga bisa dilakukan sebelum aquarium diisi air.

Sebuah karya aquascape yang telah jadi kadang terlihat sederhana dan mudah untuk dibuat. Tetapi proses mengkreasikan karya seni itu tidak sesederhana yang kita dibayangkan. Ada dua hal utama yang penting untuk diperhatikan, yaitu pengaturan awal dan perawatannya.

Aquascape merupakan sebuah miniatur eksosistem perairan. Agar ekosistem tersebut berjalan dengan baik, maka kunci suksesnya adalah keseimbangan. Langkah awal untuk membangun keseimbangan aquascape adalah dengan menebarkan bakteri starter ke dalam akuarium. Bakteri starter tersebut berguna untuk menyeimbangkan proses biokimia yang akan terjadi di dalam akuarium. Bakteri akan menjadi pengurai limbah organik berupa feses ikan maupun sisa pakan ikan yang tidak dimakan menjadi senyawa yang bermanfaat bagi tanaman.

Setiap aquarist, sebutan bagi perancang aquascape, wajib mengetahui prinsip dari sebuah karya mereka adalah keseimbangan. Setidaknya ada 3 jenis organisme yang ada di dalam akuarium. Yaitu ikan, tanaman, dan mikroorganisme. Tertarik belajar seni aquascape? Buat yang di Batam dan sekitarnya bisa bergabung dengan komunitas Batam Aquaspace Community 😊