Percobaan Elephant Toothpaste bersama Hijrah Little Scientist

Anak-anak saya senang sekali main sains yang hasil percobaan bikin terkaget-kaget, yang reaksi kimianya heboh macam gunung meletus atau bahkan granat meledak.

Percobaan ledakan pasta gigi atau exploding toothpaste ini salah satu percobaan kimia yang menarik untuk di coba, seperti namanya yaitu ledakan pasta gigi (Exploding Toothpaste), namun terkadang percobaan ini juga disebut elephant’s tootpaste atau pasta gigi gajah. percobaan ini akan terlihat seperti semburan pasta gigi yang kuat dan cepat.

Namun pada percobaan ini kita akan memakai bahan yang cukup berbahaya yaitu H2O2 atau Hidrogen Peroksida. Oleh karena itu anak-anak tidak boleh melakukan percobaan ini sendiri tanpa bantuan orang tua.

Dimana kita dapat menemukan H2O2 ini? Kita dapat beli di apotek atau kalau mau gampang memakai bahan yang ada di rumah, misalnya saya pakai pemutih pakaian merk “Vanish”  karena 90% mengandung zat aktif H2O2.

Baiklah marilah kita mulai percobaan bersama little scientist Hijrah Parenting ini dia alat dan bahan yang harus dipersiapkan:

Bahan-Bahan :

2 sachet vanish
1 bungkus ragi boleh merk apa saja, saya pakai saf instant
Air hangat
Sabun cuci piring cair
Pewarna makanan (optional)
Botol bermulut kecil
Corong

Langkah – Langkah :

1. Masukkan hidrogen peroksida ke dalam botol, tambahkan sabun cuci piring (dikira-kira saja banyaknya disesuaikan dengan ukuran botol) dan pewarna makanan. Sisihkan.

2. Larutkan ragi ke dalam air hangat, masukkan ke dalam botol. (sebaiknya melarutkan raginya sesaat sebelum dimasukkan botol). Odol gajah tidak berhenti henti keluar.

Hasil percobaan Faris dan Irbadh reaksinya tidak terlalu naik karena raginya kelamaan masukinnya. Faris maunya disendokin satu-satu. Btw penasaran ga sih, ada fakta sains apa di balik odol gajah ini? Sebenarnya kalau mendokumentasikan kegiatan yang berhubungan dengan permainan sains, saya mencatat disini agar tidak lupa saja hehe. Penjelasan kepada anak-anak saya buat sesederhana mungkin agar mudah dipahami dan dikorelasikan dengan pertanyaan yang muncul dari anak-anak.

Fakta Sains
Reaksi ini terjadi karena adanya pelepasan oksigen H2O2 (hidrogen peroksida) yang dipicu oleh ragi sebagai katalis.

Busa lembut yang keluar itu adalah kumpulan dari busa kecil yang berisi oksigen. reaksi ini juga termasuk eksotermis, karena bukan cuma terjadi busa tapi juga panas.

2H2O2 → 2H2O(l) + O2(g)

elephant toothpaste
hasil semburan dari reaksi kimia

#HijrahParenting
#CeritaHijrah
#CeritaHijrah19

Percobaan Telur (Tenggelam, Melayang dan Mengapung)

Hari ini, Faris melakukan percobaan sederhana untuk mempelajari posisi sebuah benda apakah tenggelam, melayang dan mengapung.
Melalui percobaan ini, kita membuktikan peristiwa tenggelam, melayang dan mengapungnya sebuah benda serta apa pengaruh garam yang dicampurkan dalam air terhadap keadaan benda tersebut.

Mama jadi mengingat kembali materi pelajaran jaman Mama masih sekolah hehe.

Catatan :
“Sebuah benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkannya. Sebuah benda yang tenggelam seluruhnya atau sebagian dalam suatu fluida akan mendapatkan gaya angkat ke atas yang sama besar dengan berat fluida yang dipindahkan” (biasa dikenal dengan Hukum Archimedes).

– Jika rapat massa fluida lebih kecil daripada rapat massa telur maka agar telur berada dalam keadaan seimbang, volume zat cair yang dipindahkan harus lebih kecil dari pada volume telur. Artinya tidak seluruhnya berada terendam dalam cairan dengan perkataan lain benda mengapung. Agar benda melayang maka volume zat cair yang dipindahkan harus sama dengan volume telur dan rapat massa cairan sama dengan rapat rapat massa benda. Jika rapat massa benda lebih besar daripada rapat massa fluida, maka benda akan mengalami gaya total ke bawah yang tidak sama dengan nol. Artinya benda akan jatuh tenggelam.

Wah penjelasannya rumit, anak-anak belum ngeh tetapi mereka intinya suka dengan percobaan ini karena telurnya bisa naik turun kalau diberi garam.

Berikut ini alat dan bahan yang harus dipersiapkan untuk percobaan.

Alat :

(1)   3 buah gelas atau wadah bening

(2)   Sendok

(3)   Lap kain.

(4)   Nampan

Bahan :

(1)   3 butir telur,

(2)   Air,

(3)   Garam.

Langkah-langkah :

1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan percobaan.

2) Gelas diberi air, jangan sampai penuh agar pada saat memasukkan telur airnya tidak tumpah dan dialasi dengan nampan agar tidak basah lantainya.

3) Pertama-tama telur dimasukkan dalam gelas yang berisi air tanpa campuran garam kemudian amati yang terjadi.

4) Setelah itu dalam gelas dimasukkan satu sendok garam dan aduk perlahan-lahan sampai merata. Amati keadaan yang terjadi pada telur tersebut.

5) Masukkan tiga sendok garam dan aduk secara perlahan-lahan sampai merata. Amati keadaan yang terjadi pada telur tersebut.

6) Catat hasil pengamatan yang telah dilakukan.

7) Setelah selesai melakukan percobaan bersihkan dan rapikan alat dan bahan sisa kegiatan tersebut.

Kesimpulan

a) Benda tenggelam karena massa jenis telur > massa jenis air.

b) Benda melayang karena massa jenis telur = massa jenis air.

c) Benda terapung karena massa jenis telur  < massa jenis air.

d) Garam berfungsi untuk memperbesar massa jenis air dengan begitu semakin banyak garam yang diberikan maka semakin besar pula massa jenis airnya.

Melalui percobaan ini kita dapat melihat jika telur mentah dimasukkan ke air tawar pastinya akan tenggelam. Untuk membuatnya mengapung, kita dapat menambahkan garam ke dalam air. Disini Faris lagi-lagi excited, bukan karena ngerti tapi karena kegirangan nyendokin garam dan memasukkan ke dalam gelas berisi air.

Ya Faris belum tahu bahwa massa jenis air tawar lebih kecil dari dari massa jenis telur mentah, jadi telur akan tenggelam ketika dimasukkan ke dalam air tawar, setelah air tawar dikasih garam, massa jenisnya akan lebih besar dari telur mentah sehingga telur bisa terapung.

Nah, muncul pertanyaan baru dari Faris. “Berarti ini kaya kapal yang mengapung di laut ya Ma?”

” Iya, sama Faris, ” kata Mama. ” Kalau kapal di laut bisa mengapung itu karena ketika kapal meluncur maka ia akan mendorong air dan air akan mendorong balik yang menyebabkan dorongan ke atas. Semakin banyak air yang didorong semakin besar pula daya dorongnya ke atas. Lambung kapal yang berongga membuat berat jenisnya – beratnya- lebih kecil dari berat air sehingga kapal terus masuk ke air hingga beratnya sesuai dengan daya dorong air hingga beratnya sesuai dengan daya dorong air akhirnya kapal itu dapat mengapung.

Masih penasaran nggak teman-teman? Yuk ikuti percobaan ini untuk membuktikannya 😊

#CeritaHijrah
#30CeritaHijrah
#CeritaHijrah17

Siapa yang Suka Main Trampolin

Bermain di luar ruangan itu sangat penting buat anak-anak. Anak akan lebih mampu mengembangkan kemampuan sosial dan motoriknya.

Bermain di luar ruangan juga bisa membuat anak-anak mudah bersosialisasi ketika bertemu lingkungan baru. Fungsi social skill-nya juga berkembang karena anak-anak bertemu dengan orang lain. Selain itu, anak-anak akan terbiasa bergerak. Tangan dan kaki, utamanya, yang paling banyak digunakan untuk beraktivitas.

Anak-anak pasti senang melompat-lompat apalagi kalau di tempat yang empuk seperti kasur atau trampolin. Begitu juga dengan Faris dan Irbadh. Mereka sangat senang lompat akhir-akhir ini apalagi ketika bermain di Engku Putri kemarin mereka disuguhi permainan trampolin. Siapa yang tahan godaan? Jadilah mereka menyewa 10 ribu rupiah per anak, boleh dimainkan sepuasnya. Tetapi spesial untuk Irbadh difree kan oleh omnya karena dia masih anak bawang haha. Meskipun menyenangkan dan dapat jadi rekomendasi aktivitas fisik bagi anak, namun menurut saya ada beberapa hal yang perlu tetap diperhatikan oleh para orang tua.

Salah satunya adalah memastikan satu trampolin digunakan untuk satu anak. Bermain trampoline secara bersama-sama dapat membahayakan. Risiko cedera bisa sangat besar. Pengawasan dari orangtua sangat dibutuhkan jika anak sedang bermain trampolin.

Selain itu, anak yang bermain trampolin diusahakan berusia di atas enam tahun.  “Kenapa enam tahun? Sebab anak sudah punya koordinasi yang baik setelah lima hingga enam tahun. Kalaupun di bawah usia itu bisa dilatih dengan baik tapi dengan pengawasan ekstra.

Berhubung Faris dan Irbadh masih balita, Mama harus memastikan bahwa mereka tidak melakukan gerakan berbahaya. Gerakan yang umum dilakukan adalah melompat atau bouncing. Papa pun mengawasi dengan ketat agar anak-anak tidak melompat dengan gaya salto karena sangat berbahaya. Pastikan pula anak tidak menggunakan sepatu atau pakaian yang mengandung benda yang runcing. Hal ini dapat melukai dirinya sendiri saat asyik melompat.

Satu lagi catatan yang harus diperhatikan ketika bermain trampolin adalah posisi trampolin. Usahakan trampolin berada di atas tanah yang rata. Saat mengizinkan anak bermain trampolin, pastikan di sekitar trampolin ada pengaman yang menjaga anak tetap aman meski terjatuh di dekat pinggiran trampolin. Trampolin harus jauh dari selokan, pagar, atau kolam renang.
Jadi jangan terlalu khawatir ya Mom sehingga tidak mengizinkan anak-anak untuk bereksplorasi. Satu yang pasti, ketika anak-anak bermain apapun kita harus tetap mengawasi mereka.

#HijrahParenting
#CeritaHijrah
#Cerita Hijrah13

Berkenalan dengan Arsitektur, Melihat Jembatan Barelang

Sebetulnya, apa manfaat ilmu arsitektur bagi anak usia dini?
Belajar arsitektur itu penting buat anak, karena pada dasarnya arsitektur itu tidak sekadar membuat bangunan, tetapi belajar bagaimana gedung yang didesain memiliki keselarasan. Arsitektur itu, kan, ilmu art yang logis. Misalnya, membuat rumah kemudian temboknya dicat merah. Kalau di arsitektur, harus ada alasan kenapa rumah dicat merah. Demikian pula ketika membuat desain sebuah kota, maka desainnya harus logis. Di mana letak rumah sakit, letak mall, pasar, fasilitas umum dan lainnya, jadi tidak asal membuat. Belajar arsitektur akan membuat otak kanan dan kiri seimbang.

Ada kejadian menarik yang saya amati dari kebiasaan Faris setiap hari selepas mandi, ia semangat sekali memilih baju mana yang akan dipakainya. Ia senang memadupadankan warna baju yang dikenakan,iya dia sedang belajar komposisi warna. Ini contoh kecil saja ternyata ia mulai menyukai sesuatu yang berkaitan dengan ilmu arsitektur.

Belakangan Faris tertarik dengan jembatan. “Ma, gimana sih cara membangun jembatan? Apa harus digambar dulu ya. ” tanyanya penasaran.

“Iya betul, kalau Faris membuat bangunan dari lego atau gigo biasanya Faris buat apanya dulu?”  Mama balik bertanya.

“Dibuat rangkanya dulu lah Ma biar kuat.” Masyaallah sudah mulai jalan logikanya.

Mempelajari arsitektur seharusnya disesuaikan dengan usia dan tingkatannya. Untuk anak usia dini perkenalan pada arsitektur dimulai dengan belajar menggambar alias sketching, mewarnai (colouring), dan painting untuk melatih motorik.  Belajar shapes, diperlihatkan ragam arsitektur sederhana, dan teori warna. Kalau sudah masuk usia sekolah secara bertahap anak-anak mulai bisa diajarkan variasi fungsi bangunan, teori warna, dan desain kota. Dan akan belajar banyak hal lain mengenai arsitektur sesuai dengan minat dan bakatnya.

Pasti enggak gampang ya, memperkenalkan dunia arsitektur kepada anak-anak. Ya, butuh perjuangan sendiri memang. Yang pasti, Mama sebagai fasilitator’ harus telaten dan sabar dalam membersamai anak-anak. Untuk menjawab rasa penasaran Faris akan jembatan maka kami ajak anak-anak trip ke Jembatan Barelang untuk melihat ragam arsitekturnya.

Jembatan Barelang adalah sebuah nama icon wisata kota Batam yang sangat tidak asing lagi di telinga pelancong. Apalagi bagi penduduk di Pulau Batam, juga bagi turis lokal dan mancanegara. Lokasi Jembatan Barelang terletak sekitar 20 kilometer dari Batam Centre, tempat kami tinggal.

Jembatan Barelang terdiri dari  enam buah jembatan yang menghubungkan tiga pulau besar dan beberapa pulau kecil yang termasuk dalam provinsi Kepulauan Riau. Nama Barelang sendiri merupakan kepanjangan dari Batam-Rempang-Galang. Batam-Rempang-Galang adalah nama tiga buah pulau besar yang dihubungkan oleh jembatan ini.

Jembatan ini dibangun pada tahun 1992 dan selesai tahun 1998, pemrakarsanya adalah Bapak B.J Habibie yang waktu itu menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi.

Jembatan dengan total panjang 2.264 meter ini terdiri dari rangkaian enam jembatan yang masing-masing diberi nama raja yang pernah berkuasa pada zaman Kerajaan Melayu Riau pada abad 15-18 Masehi.

  1. Jembatan yang pertama yang kami  kunjungi bernama Jembatan Tengku Fisabilillah. Jembatan ini adalah jembatan yang paling dikenal oleh masyarakat. Jembatan ini menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Tonton dan memiliki lebar tinggi 642 x 350 x 38 meter. Struktur dan model jembatan ini mirip dengan golden gate-nya San Fransisco USA. Faris senang sekali melihat dan menyamakan dengan gambar yang ada di bukunya. Jembatan Golden Gate di San Fransisco mempunyai rentangan-rentangan yang menggantung pada kawat-kawat baja dari kabel yang terentang di antara dua menara yang tinggi.
  2.  Jembatan kedua bernama Jembatan Narasinga yang menghubungkan Pulau Tonton dengan Pulau Nipah, berbentuk lurus tanpa lengkungan dan memiliki panjang lebar tinggi 420 x 160 x 15 meter. Tidak kalah megahnya dengan Jembatan sebelumnya.
    Menurut pengamatan Faris, jembatan ini termasuk jembatan balok. Seperti sebagian besar jembatan jalan raya di kota, tergantung pada kekuatan materialnya-biasanya baja atau beton untuk menyangga balok di antara rentangannya yang diperkuat oleh kerangka di bawahnya.
  3. Jembatan ketiga bernama Jembatan Ali Haji adalah jembatan yang menghubungkan Pulau Nipah dengan Pulau Setokok dan memiliki panjang lebar tinggi 270 x 45 x 15 meter.
  4. Jembatan keempat bernama Jembatan Sultan Zainal Abidin yang menghubungkan Pulau Setokok dengan Pulau Rempang dan memiliki panjang lebar tinggi 365 x 145 x 16,5 meter.
  5. Jembatan kelima adalah Jembatan Tuanku Tambusai yang menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Galang dan memiliki panjang lebar tinggi 385 x 245 x 31 meter. Jembatan ini mempunyai arsitektur yang indah dengan lengkungan di bawahnya seperti Jembatan London, sangat kokoh karena berat jembatan disalurkan ke samping ke pangkal jembatan bukan ke bawah.
  6. Jembatan keenam atau yang terakhir bernama Jembatan Raja Kecil,menghubungkan Pulau Galang dengan Pulau Galang Baru dan memiliki panjang lebar tinggi 180 x 45 x 9,5 meter.
    Jembatan keenam ini sangat dikenal karena nilai sejarah dari pulau yang dihubungkannya. Di Pulau Galang ini pernah dijadikan tempat penampungan sedikitnya 250.000 pengungsi dari Vietnam pada tahun 1975-1996. Bekas tempat pengungsian yang berada di Desa Sijantung, Kecamatan Galang ini masih menyisakan benda-benda atau bangunan-bangunan peninggalan para pengungsi yang kaya dengan nilai sejarah.

    🏗Ensiklopedi Membangun Jembatan 🏗

    Langkah pertama dalam membangun jembatan adalah membangun pilar-pilar dan pangkal-pangkal jembatan. Untuk membangun pilar di dalam air, dinding atau penahan air dari baja di bangun di dasar sungai.  Kemudian air dikuras pada saat pilar-pilar dibangun, sebelum dindingnya dilepas dan rentangan dipasang diantara pilar.

    Itulah keseruan kami mengamati ragam seni arsitektur di Jembatan Barelang, sampai jumpa di jalan-jalan selanjutnya 😊



    Referensi :
    [1] Bagaimana Benda Bekerja,  John Farndon, Pakar raya Pakarnya Pustaka.
    [2] Ensiklopedi Seni dan Budaya, Gendhis Paradisa.
    [3] Pusat Ensiklopedia Dunia.




    ‌#day29
    ‌#12Maret18
    #batam
    ‌#3y7m
    #1y6m
    #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak






Membuat Skema Kisah dalam Al Qur’an

Membaca buku dan berkisah merupakan kegiatan favorit bagi anak-anak. Setelah setahun ke belakang kita berkisah secara random akhirnya Mama memutuskan untuk membuat list kisah di dalam Al Quran agar lebih terstruktur dan mudah dipahami.

Hafalkan kisahnya, dan kemudian tuliskan kata-kata tersebut secara berurut.Maka akan kita dapatkan NAMA SURAT dan NOMOR URUTNYA. 

■Kisah I ; (Surah 1 – 10)

Paman membaca AL FATIHAH sebelum memasak SAPI BETINA milik KELUARGA IMRAN yang punya anak wanita bernama AN NISA. 
Sebagian HIDANGAN itu diberikan untuk BINATANG TERNAK. 
Kemudian paman menuju TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI, untuk mencuri HARTA RAMPASAN PERANG. 
Namun akhirnya paman ber-TAUBAT seperti taubatnya Nabi YUNUS.

NO.KRONOLOGI CERITA

1.AL-FATIHAH
2.SAPI BETINA – AL-BAQOROH
3.KELUARGA IMRAN – ALI IMRON
4.AN NISA
5.HIDANGAN – AL MAIDAH
6.BINATANG TERNAK – AL AN ‘AM
7.TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI – AL A’ ROF
8.HARTA RAMPASAN PERANG – AL ANFAL
9.TAUBAT – AT TAUBAH
10.YUNUS

■Cerita II; (Surah 11 – 20)

HUD dan YUSUF melihat PETIR.
Sementara itu IBRAHIM sedang berada di PEGUNUNGAN HIJR. 
Ia mencari LEBAH, untuk kemudian memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA untuk menemui MARYAM dan TOHA.

NO.KRONOLOGI CERITA

11.HUD
12.YUSUF
13.PETIR – AR RA’D
14.IBRAHIM
15.PEGUNUNGAN HIJR – AL HIJR
16.LEBAH – AN NAHL
17.PERJALANAN MALAM – AL ISRO
18.GUA – AL KAHFI
19.MARYAM
20.TOHA

■Cerita III ; (Surah 21 – 30)

PARA NABI pergi HAJI diikuti oleh ORANG-ORANG BERIMAN. 
Mereka seperti CAHAYA. 
Inilah yang menjadi PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL. Sementara itu, PARA PENYAIR bercerita tentang SEMUT.
Cerita itu terangkum dalam buku KISAH –KISAH. 
Dalam buku itu juga diceritakan tentang LABA-LABA yang menyerang BANGSA ROMAWI.

NO.KRONOLOGI CERITA

21.PARA NABI – AL ANBIYA
22.HAJI – AL HAJJ
23.ORANG – ORANG BERIMAN-AL
MU’MINUN
24.CAHAYA – AN NUR
25.PEMBEDA ANTARA YANG BENAR
DAN BATHIL – AL FURQON
26.PARA PENYAIR – ASY SYU ‘ARO
27.SEMUT-AN NAML
28.KISAH2 – AL QOSHOSH
29.LABA-LABA – AL ‘ANKABUT
30.BANGSA ROMAWI – AR RUM

■Cerita IV ; (Surah 31 – 40)

LUKMAN tidak berSUJUD di kaum yang terkena AHZAB dan tidak juga kepada kaum SABA’. 
Sementara itu FATHIR dan YASIN berdiri bersama orang YANG BERSHAF-SHAF dan membentuk huruf SHOD. 
Mereka teramasuk ROMBONGAN – ROMBONGAN yang memohon ampunan kepada YANG MAHA PENGAMPUN.

NO.KRONOLOGI CERITA

31.LUKMAN – LUQMAN
32.SUJUD – AS SAJDAH
33.AL AHZAB
34.SABA’
35.FATHIR
36.YASIN
37.YANG BERSHAF2– ASH
SHOOFFAT
38 SHOD
39.ROMBONGAN-ROMBONGAN – AZ ZUMAR
40.YANG MAHA PENGAMPUN – GHOFIR

■Cerita V; (Surah 41 – 50)

YANG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu adalah tentang
PERHIASAN. 
Bukan tentang KABUT. 
Sementara itu banyak orang YANG BERLUTUT di BUKIT-BUKIT PASIR. Saat itulah MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN. 
Hal ini ditandai dengan KAMAR-KAMAR bertuliskan huruf QOF.

NO.KRONOLOGI CERITA

41.YANG DIJELASKAN – FUSHSHILAT
42.MUSYAWARAH – ASY SYURA
43.PERHIASAN – AZ ZUKHRUF
44.KABUT – AD DUKHAN
45.YANG BERLUTUT – AL JATSIYAH
46.BUKIT2 PASIR – AL AHQOF
47.MUHAMMAD – MUHAMMAD
48.KEMENANGAN – AL FATH
49.KAMAR2– AL HUJURAT
50.QOF

■Cerita VI ; (Surah 51 – 60)

ANGIN YANG MENERBANGKAN membawa awan ke bukit THURSINA.
Ini terjadi saat BINTANG dan BULAN bersinar. 
Sementara itu pak RAHMAN sedang berceramah tentang HARI KIAMAT. Dimana BESI hancur, WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN, dan banyak PEREMPUAN YANG DIUJI.

NO.KRONOLOGI CERITA

51.ANGIN YANG MENERBANGKAN –
ADZ DZARIYAT
52.THURSINA – ATH THUR
53.BINTANG – AN NAJM
54.BULAN – AL QOMAR
55.AR RAHMAN
56.HARI KIAMAT – AL WAQI ‘AH
57.BESI – AL HADID
58.WANITA YANG MENGAJUKAN
GUGATAN – AL MUJADILAH
59 PENGUSIRAN – AL HASYR
60.PEREMPUAN YANG DIUJI – AL
MUMTAHANAH

■Cerita VII ; (Surah 61 – 70)

BARISAN orang beriman pada HARI JUM’AT berbeda dengan ORANG – ORANG MUNAFIK. 
Demikian juga pada HARI DITAMPAKAN KESALAHAN -KESALAHAN. 
Ketika aku di-TALAK, aku MENGHARAMKAN dia untuk masuk rumah ini. KERAJAAN yang indah, PENA yang mahal, pada HARI KIAMAT tidak lagi berharga.
Disinilah TEMPAT-TEMPAT NAIK bagi amal sholih.

NO.KRONOLOGI CERITA

61.BARISAN – ASH SHOF
62.HARI JUM’AT – AL JUMU’AH
63.ORANG-ORANG MUNAFIK – AL MUNAFIQUN
64.HARI DITAMPAKAN KESALAHAN- KESALAHAN – AL TAGHOBUN
65.TALAK – ATH THOLAQ
66.MENGHARAMKAN – AT TAHRIM
67.KERAJAAN – AL MULK
68.PENA – AL QOLAM
69.HARI KIAMAT – AL HAAQQAH
70.TEMPAT2 NAIK – AL MA ‘ARIJ

■Cerita VIII ; (Surah 71 – 80)

NUH diganggu JIN disaat ORANG YANG BERSELIMUT dan ORANG YANG BERKEMUL tertidur pulas. 
Ia tidak menyadari datangnya KIAMAT. 
Sementara itu, ketika MANUSIA bertemu dengan MALAIKAT YANG
DIUTUS untuk menyampaikan BERITA BESAR tentang kematian, MALAIKAT- MALAIKAT YANG MENCABUT nyawa sedang melihat IA BERMUKA MASAM.

NO.KRONOLOGI CERITA

71.NUH – NUH
72.JIN – AL JINN
73.ORANG YANG BERSELIMUT – AL MUZAMMIL
74.ORANG YANG BERKEMUL – AL MUDATSTSIR
75.KIAMAT – AL QIYAMAH
76.MANUSIA – AL INSAN
77.MALAIKAT YANG DIUTUS – AL MURSALAT
78.BERITA BESAR – AN NABA’
79.MALAIKAT2 YANG MENCABUT – AN NAZI ‘AT
80.IA BERMUKA MASAM – ‘ABASA

■Cerita IX ; (Surah 81 – 90)

Ombak MENGGULUNG, bumi TERBELAH, ORANG-ORANG YANG
CURANG pun ikut TERBELAH. 
Mereka seperti GUGUSAN BINTANG YANG DATANG DI MALAM HARI. Mereka berada di tempat YANG PALING TINGGI. 
Pada HARI PEMBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.

NO.KRONOLOGI CERITA

81.MENGGULUNG – AT TAKWIR
82.TERBELAH – AL INFITHOR
83.ORANG-ORANG YANG CURANG – AL MUTHOFFIFIN
84.TERBELAH – AL INSYIQOQ
85.GUGUSAN BINTANG – AL BURUJ
86.YANG DATANG DI MALAM HARI – ATH THORIQ
87.YANG PALING TINGGI – AL A ‘LA
88.HARI PEMBALASAN – AL GHOSYIYAH
89.FAJAR – AL FAJR
90.NEGERI – AL BALAD

■Cerita X; (Surah 91 – 100)

MATAHARI tenggelam saat MALAM tiba. 
Dan ketika WAKTU DHUHA, Allah MELAPANGKAN rizki dan menumbuhkan BUAH TIN. 
Sementara itu manusia yang berasal dari SEGUMPAL DARAH tidak mempunyai KEMULIAAN sedikit pun. 
Ini adalah BUKTI akan terjadi KEGONCANGAN di dunia.
Hingga KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG pun mati.

NO.KRONOLOGI CERITA

91.MATAHARI – ASY SYAMS
92.MALAM – AL LAIL
93.WAKTU DHUHA – ADH DHUHA
94.MELAPANGKAN – AL INSYIROH
95.BUAH TIN – AT TIN
96.SEGUMPAL DARAH – AL ‘ALAQ
97.KEMULIAAN – AL QODR
98.BUKTI – AL BAYYINAH
99.KEGONCANGAN – AZ ZALZALAH
100.KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG – AL`ADIYAT

■Cerita XI ; (Surah 101 – 110)

HARI KIAMAT, hari dimana manusia tidak bisa lagi BERMEGAH-MEGAHAN.
Pada MASA itulah si PENGUMPAT mati diinjak-injak GAJAH. 
Sementara itu SUKU QURAISY bertengkar dengan pak MA’UN di tepi telaga KAUTSAR. 
Saat itu ORANG-ORANG KAFIR tidak mendapatkan PERTOLONGAN.

NO.KRONOLOGI CERITA

101.HARI KIAMAT– AL QORI ‘AH
102.BERMEGAH-MEGAHAN – AT TAKATSUR
103.MASA – AL ‘ASHR
104.PENGUMPAT – AL HUMAZAH
105.GAJAH – AL FI-L
106.SUKU QURAISY – QURAISY
107.MA’UN – AL MA ‘UN
108.KAUTSAR – AL KAUTSAR
109.ORANG-ORANG KAFIR – AL KAFIRUN
110.PERTOLONGAN – AN NASHR

■Cerita XII (Surah 111-114)

Insya Allah 4 surat terakhir ini semua dari kita sudah menghafalnya.

NO.SURAT

111.AL LAHAB
112.AL IKHLASH
113.AL FALAQ
114. NAAS

#day27
#10Maret2018
#Batam
#3y7m
#1 #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Jangan Takut Menegur Anak (Tidak Ada Anak Usia Dini yang Tidak Bisa Dilarang)

Malam ini,kami sekeluarga ada agenda makan di luar. Saya tidak sempat memasak hari ini sebab mengambil prioritas pekerjaan menyetrika. Jadilah lepas sholat magrib kami pergi ke rumah makan India, Maharaja, favorit keluarga.

Ada insiden kecil, namun Papanya terlalu memberikan reaksi yang berlebihan menurut saya. Faris menumpahkan segelas teh tarik hangat, beruntung gelasnya tidak sampai pecah atau mengenainya.

Ketika gelasnya tumpah, Papanya menarik tangan Faris dengan kuat. Saya yang melihat kejadian itu berusaha kalem, padahal dalam hati ingin rasanya menegur karena menurut saya ia tidak perlu bereaksi sampai sekasar itu, hiks.

Faris dengan rona muka yang kaget campur takut mendadak diam seribu bahasa dan hilang moodnya untuk melanjutkan makan. Saya pun akhirnya memberanikan diri untuk berkata kepada suami agar beliau lebih tenang dan bisa mengendalikan diri. Sebab saya tahu, Faris tidak sengaja menjatuhkan gelas itu. Janganlah melukai perasaan anak hanya karena masalah kecil. Astagfirullah hal ‘adzim.

Alhamdulillah setelah situasi sedikit mereda, kami meminta tolong kepada om pelayan agar membersihkan meja dari sisa tumpahan teh tarik sambil meminta maaf karena ketidaksengajaan anak kami.

Belum selesai dengan urusan tumpah menumpahkan, untuk yang kedua kalinya suami saya tersulut emosi karena lagi lagi Faris menumpahkan sesuatu, kali ini air minum dari botol tupperwarenya. Entah sengaja atau tidak yang jelas tadonya saya melihat ia berusaha membuka botol air minumnya sendiri, dan terjadilah kejadian botol tupperware yang jatuh ke lantai bersamaan dengan tumpahnya air minum.

Nampak seperti bom, tumpukan emosi yang sudah ditahan sejak tadi meledak-ledak. Kembali suami saya merebut botol tupperware dengan sedikit kasar dari tangan Faris. Ah, dalam hati saya berkata agaknya suami saya ini sedang lapar sehingga mudah sekali tersulut emosi.

Akhirnyaa tanpa basa basi Faris langsung memutuskan pindah tempat duduk di sebelah saya. Sabar ya, Pa.. la tagdhob wallakal jannah, jangan marah bagimu surga. ~

Refleksi

Umar bin Abi Salamah pernah bercerita tentang pengalaman masa kecilnya sewaktu masih diasuh oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bertutur “Sewaktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pernah tanganku ke sana dan ke sini di atas nampan saat makan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

,《يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ》.
فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِى بَعْدُ

Artinya:
“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan menggunakan tangan kananmu dan santaplah makanan yang dekat di hadapanmu.”
Maka terus menerus demikian cara makanku setelah itu.
(HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits di atas merupakan salah satu pondasi utama seorang muslim dalam melakukan aktifitas makan berjamaah, akan tetapi yang menjadi perhatian kita di kesempatan ini adalah bagaimana suatu pengajaran nubuwah berupa teguran dan nasehat yang ditujukan kepada seorang anak ternyata akan membuahkan suatu pembentukkan karakter sejak dini.

Perhatikanlah hadits di atas, Umar ibn Abi Salamah dalam akhir hadits menyatakan bahwa dengan sebab teguran dan nasehat rasulullah, perilaku makan beliau yang pada awalnya kurang bagus, menjadi suatu kebiasan yang penuh barakah di sepanjang hidupnya.

Di dalam kisah lain, pernah suatu ketika cucu beliau shallallahu alaihi wasallam yang bernama Al Hasan ibnu Ali didapati sedang mengunyah sebuah kurma shadaqah, padahal syariat telah menetapkan bahwa Rasulullah dan keluarganya tidak diperbolehkan untuk memakan harta shadaqah, maka saat itu juga Nabi melarangnya seraya mengatakan,

《كِخْ كِخْ ارْمِ بِهَا أَمَاعَلِمْتَ أَنَّا لَا نَأْكُلُ الصَّدَقَةَ》

Artinya
“Kikh kikh, buanglah kurma itu! Tidakkah engkau tahu bahwa kita tidak memakan harta shadaqah.”
(HR. Muslim)

Sekali lagi, hadits di atas mengajari kita untuk tak segan melarang anak terhadap suatu perbuatan yang tidak patut, akan tetapi tentunya lebih bijak bagi kita untuk menyebutkan pula kepada mereka tentang sebab pelarangan tersebut dari sisi syariat, sehingga mereka akan terbiasa untuk beragama dengan dalil-dalil yang ilmiyah.

Oleh karenanya janganlah pernah bosan untuk menegur dan mengajari seorang anak kepada adab-adab yang mulia, Abul Ahwash rahimahullah seorang tabi’in murid dari shahabat Abdullah ibn Mas’ud radhiallahu anhu berkata bahwa gurunya (Abdullah ibn Mas’ud) pernah berpesan,

“تَعَوَّدُوا الْخَيْرَ، فَإِنَّ الْخَيْرَ بِالْعَادَةِ”
 (الزهد لوكيع بن الجراح, الأثر: ٣٢)

Artinya:
“Biasakanlah oleh kalian perkara kebaikan, karena sesungguhnya kebaikan itu dengan (adanya) pembiasaan.”
(Az Zuhd-Imam Waki’ Ibnul Jarrah, atsar no. 32)

#day26
#09Maret18 #Batam
#3y7m
#1y7m #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Invitation to Play : Melukis dengan Bonggol Sawi

Ketika saya memotong sayur, Faris berceloteh, “Ma, batang sawinya kok bagus ya.” Kemudian sambil lalu lalang ia berkata, “Mama, kita dah lama ya gak gambar-gambar pake sayur.” Dulu waktu masih 1 tahunan, Faris melukis menggunakan pewarna dengan campuran tepung maizena alias edible painting. Intinya, si Faris itu sudah lama nggak main kotor-kotoran dan cat. ” Hmm…. Mamanya jadi berpikir baiklah bonggol sawi ini disimpan aja deh, buat aktivitas messy play.

Siangnya, setelah belajar dan jadi cepat belajarnya demi main cat, Faris dan adiknya membuat gambar dari pangkal sawi. Kali ini yang digunakan adalah sawi kodok atau bokcoy. Lebih bagus daripada menggunakan sawi caisim.

Bahan yang diperlukan:

1. Pangkal sawi

2. Wadah untuk cat

3. Kertas yang tidak terlalu tipis, bisa buku gambar atau HVS bekas. 

4. Cat air atau pewarna makanan atau cat untuk finger paint. (kami pakai cat acrylic)

Dulu ketika Faris masih satu tahun, kami membuat edible pakai pewarna makanan, cuma kelemahannya adalah warna di tangan rada lama hilangnya. Kali ini saya pakai cat cat acrylic dan hasilny memang lebih oke, warnanya lebih keluar dan lebih awet.

Saya sediakan 3 wadah untuk 3 warna primer yaitu merah, kuning dan biru. Setiap warna dilengkapi dengan 2 pangkal sawi, satu untuk si Mas Faris dan satu untuk si Irbadh. Oya, yang paling penting, alasi area yang ada cat dan kertas supaya urusan bersih-bersih jadi lebih cepat.

Caranya?
Gampang kok, tinggal taruh bonggolnya di cat, angkat, lalu cap ke kertas. Bentuknya nanti akan seperti bunga mawar. Setelah selesai, tunggu sampai kering. Biarkan mereka berkreativitas Faris membuat bentuk dengan cetakan dua jadi satu tumpuk.

Seperti perkiraan Mama tadi, ujung-ujungnya pasti mereka akan menggunakan jari mereka untuk melukis. Dimulai dari si adik, yang cuek kalau tangannya kotor. Lalu Masnya pun ikutan dan membuat handprint, bunga, mencampur warna primer, dan begitu selesai langsung sibuk mau cuci tangan 😊 terutama Faris yang tidak suka tangannya kotor. Hehehe

Aktivitas hari ini diakhiri dengan mandi keramas, biar mamanya yakin anaknya bersih dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mama mengijinkan mereka mencuci wadah bekas cat sambil mereka mandi. Dan saat mereka bermain air mencuci wadah bekas cat di ember kecil, Mama membersihkan alas bekas aktivitas mereka. Mengasyikan kan? Hari ini kalian main apa, teman?

#HijrahParenting
#30CeritaHijrah
#CeritaHijrah08

Belajar Mengenal Perbedaan Gender Sesuai dengan Fitrah Seksualitas Anak

Semakin hari anak-anak tumbuh semakin dewasa, perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan semakin kentara, melalui fisik maupun karakternya.

Memberitahukan mengenai perbedaan gender kepada mereka merupakan hal yang sangat penting, Mak.

Menurut lembaga koalisi perempuan, sosialisasi gender adalah suatu proses belajar menjadi perempuan dan menjadi laki-laki dalam pengertian: apa saja peran utama perempuan dan peran utama laki-laki di dalam keluarga dan di dalam komunitas; bagaimana perempuan dan laki-laki harus berperilaku. 

Dengan kegiatan sederhana seperti yang dilakukan oleh Papanya, saya berharap anak-anak mengetahui perbedaan gender. Apa itu? Ketika mengantarkan Faris dan Irbadh untuk buang air kecil, papanya melakukan tebak-tebakan manakah toilet yang harus dimasuki oleh anak-anak. Tentunya setelah anak paham, apakah jenis kelamin dirinya, laki-laki ataukah perempuan. Memang sangat sederhana, tetapi lambat laun secara bertahap mereka insyaAllah akan tahu batasannya dan terhindar dari pelecehan seksual yang kerap terjadi saat ini, Mak. Na’udzubillahi min dzalik.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk mulai mengenalkan perbedaan gender kepada anak-anak?

Kalau saya, ketika anak-anak mulai belajar bicara maka saya dan suami memulai mengenalkan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan oleh perempuan dan laki-laki pada umumnya. Seperti cara berpakaian, cara bersikap, dan mainan apa yang sesuai dengannya.

Kemampuan anak-anak dalam menangkap informasi mengenai hal itu memang terbilang masih minim. Tapi jangan khawatir Mak, itu merupakan permulaan yang baik.

Anak-anak perlu terus diberi tahu bagaimana karakteristik perempuan dan laki-laki, meski awalnya hanya berdasarkan dari pakaian sehari-hari.

Sebab pengenalan gender lebih mengacu pada peran berdasarkan jenis kelamin yang dibangun oleh sistem sosial, juga budaya. Maka, perlu dilakukan sejak dini karena pemahaman ini lebih jauh dibandingkan kebiasaan sehari-hari.

Ketika anak-anak mencapai rentang usia 3-6 tahun, kita sudah mulai bisa mengajarinya tentang jenis kelamin, bagian-bagiannya dan menjelaskan pula apa fungsinya, mengapa berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Bila perlu, kami membacakan buku ensiklopedia organ tubuh agar anak-anak mudah memahaminya melalui gambar.

Batasan yang perlu dijelaskan ketika anak-anak mulai mengerti ialah, bagian tubuh yang tidak boleh tersentuh bahkan terbuka, siapa saja yang boleh menyentuh alat kelamin atau organ sensitif lain, siapa yang tidak boleh menyentuhnya. Disini orang tua wajib menanamkan kewaspadaan terhadap orang asing kepada anak-anak.

Pemahaman ini tentu diajarkan dengan perlahan ya, Mak. Orang tua juga harus mampu melihat apakah mereka sudah siap untuk menerima informasi itu atau belum.

Hal penting yang kadang terlupa soal pengenalan jenis kelamin pada anak, orangtua sering secara tidak sengaja menguatkan stereotipe gender. Apakah kita memuji anak perempuan atas penampilannya ketimbang tindakannya? Atau mengatakan kepada anak laki-laki kita untuk menjadi kuat ketika dia menangis?

Yang terakhir, pernah nggak sih Mak melihat anak laki-laki memakai baju perempuan ketuka bermain? Atau anak perempuan yang sukanya memakai peci papanya?

Nah, nah, jangan langsung mengaitkan perbuatannya itu dengan orientasi seksualnya, ya Mak. Anak berumur 4-5 tahun memang suka meniru satu sama lain dan suka memainkan peran orang lain karena buat anak seusianya, gender merupakan konsep yang sangat berkembang. Proses pengenalan gender ini pun akan terus berkembang pula seiring mereka beranjak dewasa.

Saya dan suami saat ini mulai concern untuk mengenalkan bagian-bagian tubuh anak dan siapa saja yang boleh menyentuh melalui sebuah lagu berjudul “Sentuhan Boleh, Sentuhan Tidak Boleh,” lagunya bisa didengar disini.

Lagu Sentuhan Boleh – Sentuhan Tidak Boleh
(Lirik: Sri Seskya Situmorang
Vokal: Indri Ayu Lestari
Arransemen: Andree M. Taufan)

Sentuhan boleh
Sentuhan boleh
Kepala tangan kaki
Karena sayang karena sayang
Karena sayang

Sentuhan tidak boleh
Sentuhan tidak boleh
Yang tertutup baju dalam
Hanya diriku hanya diriku
Yang boleh menyentuh

Sentuhan boleh
Sentuhan boleh
Kepala tangan kaki
Karena sayang karena sayang
Karena sayang

Sentuhan tidak boleh
Sentuhan tidak boleh
Yang tertutup baju dalam
Katakan tidak boleh
Lebih baik menghindar
Bilang ayah ibu

Sambil bersenandung, orang tua dapat menjelaskan mengenai :

1. Bagian bagian tubuh anak

2. Menerangkan bahwa tubuhnya adalah pemberian Allah yang harus dijaga melalui pendekatan fitrah seksualitas dan cinta. Menerangkan juga bahwa betapa sejak ia lahir, tubuhnya selalu kita jaga dan tubuhnya sangat berharga bagi diri kita.

3. Lalu ceritakan pada anak bahwa orang yang menyentuh kita, dapat digolongkan ke dalam 3 cara :

🐾 Sentuhan yang boleh, yaitu sentuhan yang dilakukan seseorang karena kasih sayang, misalnya mengusap, membelai kepala, membedaki badan.

🐾 Sentuhan yang membingungkan, yaitu sentuhan yang dilakukan antara menunjukkan kasih sayang dan nafsu. Misalnya mula-mula mengelus kepala, memeluk-meluk lalu tangannya meraba bagian tubuh dari bawah bahu sampai atas dengkul, yang telah kita ajarkan pada anak merupakan bagian yang tidak boleh disentuh orang lain.

🐾Sentuhan yang tidak boleh, yaitu kalau seseorang meraba-raba paha, dada atau bagian yang dekat dengan kemaluan.

4. Ajarkan anak untuk mempercayai perasaannya.
Anak-anak dibekali dengan perasaan yang tajam sehingga dapat mengenali bagaimana perasaan dan perlakuan orang lain terhadapnya.
Atas dasar itu, anak bisa kita latih untuk memperhatikan dan mempercayai berbagai macam perasaan yang dialaminya bila ia berhadapan dengan orang lain, apakah itu menyenangkan, membingungkan, atau menakutkan!

Referensi konten tulisan dan lagu :

Booklet Hindarkan Anak Kita dari Kekerasan Seksual, Yayasan Kita dan Buah Hati.

#day25
#8Maret18
#batam
#3y7m
#1y7m
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Berawal dari Sedotan Patah jadi Percobaan Sains

Berawal dari rasa penasaran kenapa ketika minum menggunakan sedotan kok sedotannya jadi bengkok.
Terkadang mungkin Mama berpikir, penting nggak sih anak-anak mengamati hal-hal sederhana yang ternyata justru merupakan pencapaian atau hal yang besar bagi mereka.

Karena rasa penasarannya yang makin menjadi-jadi, hari ini kami melakukan percobaan pembiasan cahaya menggunakan wadah bening dan sumpit sebagai objek pengamatannya.

Girang dan heboh minta ampun si Faris ketika Mamanya mengizinkan ia untuk bereksperimen lebih-lebih bermain air.

Bahan yang diperlukan hanya wadah bening dan objek yang akan diamati, kami memilih sumpit. Bisa juga menggunakan pensil atau sendok garpu mungkin.

Kenapa sumpit nampak patah?
Saat merambat dalam suatu medium (udara, air, kaca), cahaya akan menempuh lintasan lurus. Akan tetapi, apabila terdapat batas dua medium yang berbeda, jalannya cahaya akan dibelokkan (tidak lagi menempuh lintasan lurus). Peristiwa pembelokan jalannya cahaya pada batas medium ini disebut sebagaipembiasan (refraksi).

Sumpit yang dicelupkan sebagian dalam air akan terlihat patah dikarenakan jalannya cahaya dari bagian pensil yang berada di atas permukaan air dan dari bagian yang tercelup dalam air menempuh lintasan yang tidak sama. Cahaya dari bagian pensil yang berada di atas atas permukaan air menempuh lintasan lurus dari bagian pensil menuju mata, sedangkan cahaya dari bagian pensil yang tercelup dalam air menempuh lintasan yang telah dibelokkan karena terdapat dua medium berbeda yang dilaluinya (air dan udara) dari bagian pensil menuju mata.

Mata kita menerima cahaya yang masuk dan otak kemudian mengolahnya. Otak mengintepretasikan cahaya yang masuk selalu menempuh lintasan lurus, padahal untuk bagian pensil yang berada di dalam air, cahaya telah dibiaskan. Dengan demikian akan muncul gambaran dalam otak kita bahwa bagian sumpit yang berada di atas permukaan air dan bagian yang tercelup tidak berada suatu garis lurus (bukan sumpit yang lurus). Karena itulah sumpit akan terlihat bengkok (atau bahkan patah).

Peristiwa pembiasan seperti ini akan membuat benda (dalam hal ini bagian pensil yang tercelup) terlihat lebih dangkal dari posisi sebenarnya.

Seperti kejadian sore tadi, ketika kita akan menangkap ikan dengan menggunakan galah, kita akan sering meleset saat memasukkan galah karena ikan terlihat lebih dangkal dari seharusnya. Beruang dan beberapa jenis burung penangkap ikan rupanya juga mengenal kesulitan ini sehingga mereka kemudian mencoba-coba sampai akhirnya dapat memperkirakan posisi ikan sebenarnya. Setelah itu, mereka dapat menangkap ikan dengan baik.

Perkiraan sebenarnya posisi benda dalam air dilihat dari atas permukaan air dapat dirumuskan dengan menggunakan hukum Snell tentang pembiasan. Dengan sedikit sketsa akan dapat ditentukan kedalaman sebenarnya sebagai fungsi dari seberapa miring kita melihat ke dalam air.

Referensi :

[1]rumah sains ilma
[2]http://anakbertanya.com/mengapa-pensil-kelihatan-patah-bila-tercelup-dalam-air/

#day24
#07Maret18
#batam
#3y6m
#1y6m
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Belajar Sains : Eksperimen Kayu Yang Menakjubkan

Assalammu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Hari ini, Faris dan Irbadh bermain sambil belajar sains. Faris tertarik bermain menggunakan tisuk gigi, jadilah Mama membuat invitation to play percobaan sains yang sangat sederhana sekali.
Percobaan ini merupakan percobaan klasik dari bahan yang mudah sekali didapatkan dari bahan-bahan yang ada disekitar rumah kita. Kita hanya membutuhkan beberapa tusuk gigi dan pipet. Ketika Mas Faris sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk bereksperimen, adiknya sibuk bermain sensori dengan media pasir dan air.

Bahan – Bahan

1⃣ Tusuk Gigi 5pcs
2⃣ Air
3⃣ Pipet karet

Cara Kerja

1. Belah lima tusuk gigi sehingga kedua bagian tetap bergabung bersama-sama oleh engsel kecil. Tusuk gigi dari bambu yang tidak begitu bagus pun bisa digunakan untuk trik ini. 

2. Susun tusuk gigi dalam bentuk lingkaran pada permukaan yang halus seperti piring plastik. Untuk hasil terbaik, permukaan harus relatif hidrofobik (tidak dapat larut dalam air tetapi larut dalam minyak). Piring plastik merupakan tempat yang cukup baik.

3. Masukan pipet ke dalam segelas penuh air.

4. Teteskan air di bagian tengah susunan tusuk gigi tersebut. Hati-hati saat meneteskan setetes air yang cukup besar untuk membasahi setiap tusuk gigi di mana bagian yang ‘berengsel’ bersama-sama terkena tetesan air tersebut.

6. Dan lihatlah tusuk gigi secara perlahan dan secara ajaib mengatur ulang dirinya menjadi bintang segi lima yang cantik.

CATATAN SAINS ⁉️

Kayu adalah benda yang menakjubkan. Dari kayu pohon bisa keluar karbon dioksida, gas tak terlihat, dan air jernih. 

Semua kayu adalah sekitar 50 per karbon persen berat kering, 44 persen oksigen dan hanya 6 persen hidrogen. Yang menambahkan sampai dengan 100 persen. Ada jumlah kecil dari hal-hal yang kita tinggalkan saat membakar kayu abu anorganik, 

Massa yang hilang berubah kembali menjadi karbon dioksida dan air.  Setiap papan kayu yang pernah berjalan di atas atau terbentur paku ke dulunya gas karbon dioksida dan air cair.

☑️Ketika kayu kering menjadi basah lagi, maka kayu akan membengkak sedikit. Itu sebabnya pintu kayu cenderung macet ketika hujan tapi membuka dan menutup dengan sempurna lagi setelah beberapa hari cuaca kering.

Jadi sebelum kita membuat benda atau bangunan apapun dengan kayu, maka kayu perlu benar-benar kering.

Ketika ketika memberikan setetes air ke tusuk gigi yang kita rusak, kayu menjadi basah dan membengkak menyebabkan ‘engsel’ menjadi lurus kembali lagi. Kita dapat mengamati ini pada hanya satu tusuk gigi, lipat menjadi bentuk V yang sangat sempit dan kemudian basahi bagian yang retak tersebut.

MANFAAT BELAJAR SAINS

1) Eksplorasi dan investigasi, yaitu kegiatan untuk mengamati dan menyelidiki objek serta fenomena alam. Mengembangkan fitrah belajar bernalar.

2) Mengembangkan ketrampilan proses sains dasar, seperti melakukan pengamatan, mengukur, mengkomunikasikan hasil pengamatan, dan sebagainya.

3) Mengembangkan rasa ingin tahu, rasa senang dan mau melakukan kegiatan inkuiri atau penemuan.

4) Memahami pengetahuan tentang berbagai benda baik ciri, struktur maupun fungsinya.

Teman-teman belajar apa hari ini?

#day23
#6Maret18
#batam
#3y7m
#1y7m
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak