Festival Jong, Menengok Permainan Tradisional dari Kepulauan Riau

Merantaulah
Dengan merantau, kamu akan tahu bahwa masih ada dunia luar yang lebih mengasyikan atau bahkan tantangan yang siap tuk diarungi.

Sebuah kutipan yang cocok untuk hidup saya saat ini. Pengalaman saya merantau dari satu daerah ke daerah yang lain membuat saya memiliki banyak referensi dan informasi mengenal suatu tempat yang belum saya ketahui sebelumnya.

Batam, Kepulauan Riau merupakan salah satu kota yang saya singgahi dalam skenario hidup saya saat ini. Disini Allah takdirkan saya menempati bagian bumiNya yang lain. Mendampingi suami dan anak-anak membawa saya berada di Batam, kota yang sangat jauh dari kampung halaman saya. Memaksa saya keluar dari comfort zone dan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh di tanah rantau.

Kali ini, saya ingin membagi cerita seputar permainan tradisional. Sebelum membahas berbagai macam permainan tradisional dari daerah yang pernah saya tempati, yuk kita cari tahu dulu apa sih permainan tradisional itu?

Permainan tradisional adalah permainan yang dimainkan oleh anak-anak jaman dulu. Kebanyakan permainan ini dilakukan dengan cara kelompok. Kehidupan masyarakat di masa lalu yang bisa dibilang tidak mengenal dunia luar telah mengarahkan dan menuntun mereka pada kegiatan sosial dan kebersamaan yang tinggi. 

Di Kepulauan Riau, terlebih di kota Batam kini permainan tradisional sudah sulit dijumpai. Hal ini dikarenakan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi, keterbatasan areal tempat permainan, pola pikir dan didikan orang tua. Untuk bermain bola saja saat ini kita sudah sangat sulit menemukan lapangan, dan kini beralih ke sepakbola dalam ruangan alias futsal.

Kepulauan Riau memiliki sejumlah permainan tradisional yang saat ini masih terus dilestarikan. Salah satunya adalah permainan Jong. Pemainan rakyat khas Melayu ini masih bisa ditemukan di tengah masyarakat Melayu.
Jong merupakan permainan dengan menggunakan replika perahu layar, perahu tersebut juga bisa berlayae ratusan meter.

Jong memiliki panjang 1,5 meter dan tinggi layar mencapai 2 meter. Sedangkan lebar perahu hanya sejengkal orang dewasa. Jong biasanya terbuat dari jenis kayu pilihan yaitu kayu pulai.
 
Cara memainkannya adalah dengan mengandalkan tiupan angin yang kencang. Biasanya para penghobi Jong memilih lokasi pantai untuk menguji ketangguhan jong miliknya. Jong dibawa dan diletakkan di atas laut, kemudian dilepaskan begitu saja. 

Hembusan angin yang kencang akan membawa Jong mendarat hingga ke bibir pantai. Jong tidak bisa berdiri begitu saja. Harus disangga dengan penyeimbang yang berupa kayu memanjang dan diberikan pemberat pada salah satu sisinya. Bentuknya mirip seperti penyeimbang yang digunakan oleh perahu layar asli.

 
Asal usul 
Sejarah permainan Jong ini konon berasal dari sebuah kegitan ritual. Pada jaman dulu orang-orang dari etnis Tionghoa sering memberikan sesaji ke tengah lautan. Dalam sesaji tersebut terdapat sebuah kue bernama Jong Kong. Sesaji ini dibawa dengan sebuah perahu kecil hingga hanyut tak terlihat lagi.

Perahu mini tersebut justru menarik perhatian orang Melayu yang melihatnya. Kemudian oleh orang Melayu perahu tersebut dijadikan sebagai permainan yang menyenangkan. Nama permainannya diambil dari ritual Jong Kong yang dilakukan oleh etnis Tionghoa tersebut.
Permainan Jong ini juga sering dijadikan sebuah ajang perlombaan besar yang dikenal dengan festival Jong. Para penghobi Jong dari berbagai pulau datang untuk memeriahkan kegiatan ini.

Festival Jong Batam 2018
Kebetulan Kota Batam baru saja menggelar lomba perahu Jong tingkat Kepri pada hari Jumat, 23 Februari 2018 dan berlangsung selama tiga hari. Lomba perahu Jong tingkat Kepri ini diadakan di Batu Besar, Kecamatan Nongsa, tepatnya di Pantai Melayu.
Festival Jong ini sudah memasuki tahun ke-12.
Lomba Jong tahun ini juga diikuti oleh ratusan peserta dari luar daerah, diantaranya dari Bengkalis, Kuala Kampar, Kabupaten Karimun, Moro, Bintan, Tanjung Pinang dan sekitarnya bahkan Kota Tinggi Johor pun ikut meramaikan.
Mewakili Karimun, kelompok Jong Sri Dunia menurunkan 18 orang pemain yang membawa 50 unit Jong dengan layar beraneka warna.
Lomba ini dibagi menjadi empat tingkatan, diantaranya Sampan Jong Besar, Sedang, Kecil dan Pemula. Pemula ini khusus untuk kategori anak-anak.

Permainan Jong sudah diwariskan turun temurun oleh nenek moyang suku Melayu. Permainan ini digelar ketika angin kencang melanda wilayah Kepulauan Riau. Saat nelayan tidak melaut, karena kondisi angin yang tidak mendukung. Jadi mereka memainkan jong dalam rangka mengisi waktu luang.

Beruntung tahun ini kami bisa melihat Festival Jong. Sebab festival ini tidak digelar setiap tahun. Perlombaan jong ini digelar berdasar kondisi angin dan cuaca. Festival jong, biasanya memperlombakan kecepatan dan ketepatan jong menuju garis finish dalam sebuah lintasan berupa garis lurus. Perlombaan jong, biasanya dilakukan di pantai yang memiliki permukaan air laut yang dangkal ketika air laut sedang pasang.
Kelihatannya memainkan jong sangat mudah, hanya melepaskannya di permukaan air laut kemudian angin akan menerpa layar jong sehingga jong bergerak mengikuti arah angin.
Akan beda ceritanya, jika dalam perlombaan, memainkan jong memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Pemandu jong harus mengatur kemudi jong yang berada di ujung ganda kate, istilah untuk kayu yang dipasang melintang di sebelah kanan jong dan berfungsi sebagai penyeimbang. Ketika perlombaan dimulai pesona warna-warni dari layar yang terkembang terlihat semakin menarik.

Ini cerita permainan tradisional dari Kepulauan Riau, kalau di daerahmu ada permainan tradisional apa teman?

#HijrahParenting
#CeritaHijrah10
#Ceritahijrah_MainanTradisional

Simple Banana Cookies, Snack Favorit 2AL

Membuat cemilan sehat untuk anak itu bikin emaknya muter otak ya. Apalagi balita dengan banyak pantangan makanan. 😂

Contohnya anak saya, si Faris yang punya alergi sehingga gampang sekali batuk kalau terkena pencetusnya. Maka dari itu, amannya sebisa mungkin kami menghindari beli jajan di luar. Tahu sendiri yang namanya jajanan anak-anak pasti manis dan nggak jauh-jauh dari gula atau terigu. Nah loh, cemilan apa coba yang bebas dari kedua bahan itu? hihi.

Kalaupun ingin membeli jajan pabrikan, tidak semua produk camilan siap saji yang dijual di supermarket baik bagi anak-anak. Karena kita tidak tahu pasti berapa nilai gizinya dan bahan-bahan apa saja yang terkandung di dalamnya, termasuk bahan kimia seperti pengawet dan pemanis tambahan yang tentu tidak baik bagi tumbuh kembang anak-anak. Daripada khawatir, saya lebih suka menyediakan camilan sendiri di rumah. Kami juga tak perlu takut akan masalah kandungan gizi dan kebersihannya karena kami sendirilah yang mengolahnya. Saya punya resep cookies dengan bahan dan cara pembuatan yang sederhana.

Kalau memang diniatkan, sepertinya nggak ada resep camilan anak yang terlalu riweuh. Ada banyak resep camilan sehat yang bisa Mama coba. Berikut ini resep cookies kesukaan anak-anak,

Cookies Pisang Coklat

Bahan-bahan :

*⃣100 gram margarin
*⃣60 gram gula tepung
*⃣1/4 sendok teh garam
*⃣1 kuning telur
*⃣50 gram pisang ambon, dihaluskan
*⃣150 gram tepung ladang lima
*⃣100 gram cokelat masak putih, dicincang kasar

Bahan Taburan: 100 gram cokelat keping/chocochip ukuran kecil

Cara membuat:

*⃣Kocok margarin, gula tepung, dan garam 2 menit. Tambahkan kuning telur. Kocok rata.
*⃣Masukkan pisang. Kocok rata.Tambahkan tepung ladang lima sambil diayak dan diaduk rata.
*⃣Masukkan cokelat masak putih. Aduk rata.
*⃣Sendokkan adonan ke atas loyang yang sudah dioles tipis margarin.
*⃣ Taburkan cokelat keping.
*⃣Oven dengan api bawah suhu 150 derajat Celcius 25 menit hingga matang.

.

Gimana, Mak? Pastinya anak-anak akan lebih suka resep camilan sehat yang disiapkan sendiri oleh mamanya kan?

Silahkan dicoba ya, Mak!

#HijrahParenting
#30CeritaHijrah
#CeritaHijrah05
#CeritaHijrah_Camilan

Mengumpulkan Diecast, Hobi atau Investasi?

CARS!

Entah sejak kapan saya mulai tergila-gila dengan yang namanya mobil-mobilan. Tapi bukan mobil biasa, melainkan mobil yang ada matanya alias cars. mainan mobil-mobilan ini tiba-tiba jadi sangat menarik sejak saya memiliki anak laki-laki yang juga sedang candu dengan cars padahal dia belum tau kalau saat ini film cars sedang diputar di bioskop (lhawong bioskop aja dia belum pernah masuk apalagi nonton wkwk).

Dahulu sekali saat anak saya masih baby dan belum terlalu suka main mobil-mobilan papanya hanya membelikan 2 mobil hotwheel pertamanya, lama-lama dia jadi suka dan makin kesini semakin banyak koleksinya. (lemari mana lemari, rak displaynya sudah nggak muat lagi butuh lemari baru 😅) Ternyata kecintaan akan diecast ini menular kepada seluruh penghuni rumah, berawal dari hanya sekedar membelikan mainan untuk anak lama-lama bapaknya juga ikut-ikutan mengoleksi bahkan menjualnya kembali. Beruntung kami sempat merasakan tinggal di batam dimana banyak sekali barang second dari Singapura atau Malaysia yang masuk kesini. Disini kami biasa membeli mainan branded second dengan harga yang worth it sekali bahkan jika beruntung mainan-mainan tersebut masih tersegel rapi. Koleksi mainan Faris pun didominasi oleh mainan second.

Apa sih Diecast itu?

Mainan diecast (atau die-cast kalau tulisan bakunya) adalah istilah untuk mainan yang dibuat dengan metode die casting. Kata die di sini artinya bukan “mati”, tapi kata benda, yang artinya “cetakan”. Sedangkan kata cast atau casting di sini berarti “menuang”. Proses pembuatannya kira-kira sama seperti saat membuat kue bolu atau kue pie. Adonan dituang ke dalam loyang cetakan, dan nanti kuenya akan berbentuk seperti cetakannya 😀 Bedanya, mainan diecast ini “adonannya” adalah logam campuran (atau istilah lainnya adalah alloy).

Logam campurannya terdiri dari apa saja? Mayoritas terdiri dari Zinc (seng), dengan sedikit campuran Aluminium, Magnesium, dan Tembaga (copper). Bahan ini biasa disebut ZAMAC, singkatan dari empat bahan tersebut dalam Bahasa Inggris. 🙂

Kita bisa menyebut semua mainan yang terbuat dari logam sebagai mainan diecast. Mulai dari mainan mobil-mobilan, bus, truk, kereta api, dan pesawat, itu semua mainan diecast—selama bahan utamanya adalah logam. Mainan diecast nggak harus full logam, karena bisa saja dia diberi tambahan plastik atau karet sebagai tambahan tingkat kedetailannya. 🙂  Kalau di mobil-mobilan, bahan plastik bisa jadi ban, kaca, atau interiornya. Untuk mainan dengan grade yang lebih bagus, ban-nya terbuat dari karet.

hayo tebak mobil apa ini?

Harga dan Merk

Beberapa merk yang paling banyak dikenal di kalangan Diecaster (sebutan bagi pengkokeleksi diecast) di Indonesia mulai dari skala 1:18 terlebih dahulu. Beberapa merk terkenal di skala ini antara lain: Kyosho, BBR, Auto Art, Minichamps, Universal Hobbies, Shelby Collectibles, Norev, dan Hot Works dengan harga kisaran 1 sd 5 jutaan keatas. Untuk harga dibawah 1 jutaan terdapat merk seperti: Maisto, Jada Toys, Bburago, Yatming, Hot Wheels, ERTL dan Welly.

Harga ini tidak mengikat, karena tergantung pada kualitas, keunikan dan kelangkaan model itu sendiri. Keunggulan skala ini adalah detailnya yang luar biasa bahkan bisa mendekati model mobil aslinya, terutama jika keluaran dari merk papan atas.

Saat ini banyak sekali produsen mobil mainan ini yang mengakomodasi keinginan para penggemarnya. Mulai dari Matchbox yang terkenal dengan Lesney Vintage Editionnya, Hotwheel, Corgi, Racing Champions,  Siku, ERTL, Tomica, Maisto, Cararama, Tonka  dan yang lainnya. Beberapa bahkan bermain di lini mobil mainan papan atas seperti Minichamps yang sangat terkenal dengan detail hingga desain interiornyanya.

salah satu fork lift majorette koleksi Faris

Juga ada pemain baru seperti Jada Toys yang memang heboh dengan edisi mobil dan motor customized mereka yang identik dengan pemakaian velg lebar, cat yang unik, detil body yang menarik dan bahkan sampai dengan interior yang dilengkapi dengan sederetan audio yang keren.

Variasi ukuran pun beragam. Dimulai dari skala 1: 87 , 1:64, 1:43, 1:24 , 1:18 dan bahkan ada juga beberapa skala yang sangat kecil, atau bahkan lebih besar lagi. Angka 1 di skala perbandingan adalah ukuran kendaraan yang sebenarnya, dan angka di belakangnya adalah besarnya ukuran mainan tersebut. Misalnya diecast dengan skala 1/, 18, kendaraan asli besarnya 18 kali lipat dari kendaraan diecast.

Di antara skala tersebut, yang terbanyak tersedia dan dibeli entah sebagai hanya mainan atau koleksi adalah ukuran perbandingan 1: 64. Namun jika ingin untuk koleksi, biasanya diecast ukuran 1 : 43 dan 1 : 64. Untuk diecast dengan skala 1:43 merek yang cukup dikenal antara lain: Auto Art, Kyosho, Minichamps, Ixo Model, Spark, Schuco, Jcollection, Norev, Tomytec dan Ebbro. Kisaran harganya dari 200-ribuan sampai dengan 700-ribuan bahkan bisa mencapai jutaan. Untuk kisaran harga 200-ribu kebawah terdapat merk seperti Welly, Rastar, Cararama, Kinsmart, dan HighSpeed. Salah satu keunggulan dari skala ini, biasanya terdapat boks akrilik sehingga terlihat lebih ekslusif.

hotwheels Ferari skala 1:64

Skala 1:64, skala yang paling banyak ditemui di pasaran. Terutama pada 3 merk diecast yaitu Hot Wheels, Matchbox dan Tomica. Tentu saja ada merk lainnya seperi Majorette, Jada Toys, Aoshima, M2Machines, Maisto, Greenlight, dan yang lainnya. Harganye bervariasi tergantung dari merk. Mulai dari 20-ribuan sampai ratusan ribu rupiah. Kelebihan dari skala ini adalah jenis mobil yang dikeluarkan oleh setiap merk sangat banyak jenis dan variasiya. Mulai dari mobil Amerika, Jepang sampai Eropa. Juga terdapat model-model mobil imajinasi yang tidak ditemui pada mobil aslinya. Sedangkan untuk skala 1:48/1:50 didominasi oleh Hot Wheels, Saico, Norscot, Tomica/Tomytec, Corgi yang biasanya mengeluarkan diecast jenis truk, bus dan alat berat.

seni memfoto diecast

Hunting

Para kolektor rata rata mendapatkan koleksinya dengan cara ‘hunting’. Berburu mobil yang diinginkan, rupanya harus adu cepat dengan penggemar lain. Misalnya ada mobil yang kita cari tapi barangnya susah, harus sabar, tetap memonitor😁

Hunting atau berburu koleksi diecast menjadi tantangan tersendiri bagi para kolektor/diecaster. Bisa mencari dari mall ke mall, super market ke supermarket, toko mainan, lewat facebook, pameran mainan, kegiatan gathering, toko online, atau berburu keluar negeri melalui ebay atau web online lainnya. Mungkin jika tinggal dikota-kota besar tidak terlalu sulit untuk berburu diecast, bagaimana jika untuk kolektor diluar kota besar? Jangan berkecil hati. Manfaatkan Facebook atau layanan toko online seperti OLX, Bukalapak, Tokopedia dan Forum FJB Kaskus untuk mencari item buruan. Yang perlu diperhatikan adalah harus hati-hati dalam memilih penjual (seller) jangan sampai tertipu. Perhatikan reputasi seller dan carilah informasi mengenai item yang dijual, siapa tahu dengan membandingkan antar seller bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Jika ingin mencari item yang langka dan unik, silahkan berkunjung ke situs lelang Ebay.Com. Dengan syarat punya akun paypal dan kartu kredit, atau titip teman bisa juga menggunakan jasa pembelian online. Sekali lagi harus berhati-hati dalam melakukan transaksi online.

Jika dikatakan diecast adalah hobi yang mahal itu tidak benar, tidak semua replika berharga mahal. Harga pun bervariasi. Beberapa bisa dikategorikan dengan harga yang terjangkau, mulai dari di bawah Rp50 ribu. Harga tergantung dari jenis variannya, dan langka atau tidaknya koleksi tersebut.

pp

Ingin Memulai Mengoleksi Diecast?

beberapa koleksi diecast Faris

Point pertama yang harus diperhatikan jika ingin mulai untuk mengkoleksi adalah sesuaikan dengan budget anggaran. Karena yang namanya hobi, tentu setiap orang memiliki kemampuan finansial berbeda-beda. Semakin jauh mengenal dunia per-diecast-an akan semakin mudah untuk menentukan fokus koleksi yang ingin dikejar. Bisa jadi ada yang hanya fokus mengumpulkan diecast mobil balap misalkan, atau hanya fokus di skala 1:43 atau mungkin juga fokus pada merk tertentu, fokus pada junk alias diecast second atau bahkan tidak ada fokus sama sekali tergantung selera. Tidak ada batasan dalam mengkoleksi diecast, semuanya terserah kepada kemauan dan kemampuan. Sesungguhnya fokus itu hanya untuk menjaga supaya dompet tidak jebol dan tidak “teracuni” oleh model dari skala lain yang semakin hari semakin mengganas kadar racunnya😂

Setelah memiliki koleksi mobil diecast, jangan lupa untuk selalu merawatnya agar tetap berkondisi baik. Secara rutin, lap mainan diecastmu agar tidak berdebu. Perawatan yang rutin juga diperlukan untuk membuat fungsi-fungsi mainan seperti roda tetap berjalan, pintu dan kap tetap bisa membuka dan menutup, dan sebagainya. Mainan diecast yang terawat juga membuat harganya tetap tinggi bila kelak dijual kembali. Jadi, jangan malas untuk merawat diecast secara rutin. Selain mendatangkan kesenangan dengan mengoleksi, hobi diecast juga bisa mendatangkan keuntungan. Beberapa diecast yang bisa di jual antara lain adalah beberapa diecast dari satu dari jenis yang sama atau diecast yang tengah populer atau diecast yang termasuk dalam kategori langka.

Komunitas Diecaster

credit photo by grup Facebook DBM

Mendengar komunitas diecast mungkin masih asing bagi banyak orang yang tak bekecimpung didalamnya, namun tak akan asing jika bicara mengenai miniatur kendaraan. Mengoleksi mobil-mobilan diecast toys atau miniatur mobil dengan bahan dasar besi dan gabungan sedikit plastik kini kian banyak penggemarnya.

Mulai dari anak-anak hingga yang sudah `gaek` pun banyak yang gemar untuk mengkoleksi mainan tersebut.
Bahkan tak jarang mereka rela merogoh kocek jutaan rupiah demi mengoleksi mainan dalam kategori langka yang jika dilihat dari kacamata awam hanyalah mainan untuk anak kecil. 

Mau melepas stres? Atau hanya sekedar mencari teman yang memiliki hobi yang sama? Bergabung dengan komunitas penggemar miniatur mobil berbagai merek atau disebut diecaster, barangkali bisa jadi pilihan.

Karena semakin banyak yang menggemari hobi ini, maka beragam komunitas pun mulai muncul dalam rangka menjadi wadah bagi para penghobinya. Salah satu komunitas yang menampung pecinta diecast di Batam dan Kepri adalah DBM (Diecast Batam Mania). Meskipun masih tergolong baru, namun komunitas ini rutin mengadakan kegiatan setiap bulannya. Mulai dari sekedar kopi darat, gathering sampai dengan event balapan diecast. Bergabung dengan komunitas sesama kolektor diecast, selain menambah persahabatan juga menambah pengetahuan tentang hobi yang digeluti. Salah satu keuntungannya adalah bisa melakukan barter (tukar koleksi), jual-beli dengan harga yang bersahabat bahkan titip pesan jika item yang dicari sulit ditemukan di pasaran. Salah satu yang paling mudah adalah bergabung di forum-forum atau di grup Facebook. DBM ini sifatnya hanya sebagai wadah online pecinta diecast. Hanya ada di facebook dan tidak ada iuran. Selain DBM adalagi komunitas bagi pecinta fotografi dengan objek diecast yaitu Hotwheel Photography (Hotphy) yang membernya menjangkau ke seluruh Indonesia. Jadi bagaimana? Tertarik untuk memulai koleksi Diecast? Tidak perlu khawatir coba saja cari lewat social media untuk menemukan orang-orang yang sehobi denganmu biar lebih asik dalam menjalaninya.💕

Cerita di Balik Rumah Organik Trenggalek

rumahorganik_trenggalek sebenarnya hanyalah lahan sempit di teras dan loteng rumah Mama alias Utinya anak-anak yang disulap menjadi kebun buah dan sayur bahkan kolam ikan. Kami sekeluarga punya hobi memelihara ikan dan bercocok tanam sehingga untuk menyalurkan hobi tersebut pada lantai 2 rumah sempit sengaja dibuatkan space untuk pelihara ikan dan bercocok tanam secara hidroponik. Kolam ikan dibuat dengan ukuran 2 x 3 m, bagian atapnya terbuka dengan pengaman menggunakan pagar tralis besi di bagian pinggir kolam. Pada kolam ikan tersebut kami mencoba memelihara ikan lele, bibitnya dibeli di pasar dengan ukuran jari. Dalam tiga bulan alhamdulillah kami mengambil hasilnya, lumayan beberapa hari tidak perlu membeli ikan bahkan sebagian dijual dan dibagikan kepada tetangga. Untuk sayuran seperti kangkung, bayam, cabai rawit di ruang terbuka lainnya masih di lantai 2.

Berbekal ilmu dari beberapa grup belajar di facebook dan melalui proses trial and error mengenai cara bertani di lahan sempit akhirnya kami menemukan formula yang pas yaitu aquaponik. Bersyukur sekali banyak informasi mengenai cara menanam sayur yang ternyata bervariasi dan sangat menarik. Bertani dengan cara hidroponik memang sudah sejak lama dikenal dan banyak yang sudah mempraktekannya, baik untuk sekedar hobi atau secara komersial. Seperti halnya sayur mayur yang dijual di setiap supermarket itu juga ditanam secara hidroponik dan merupakan sayuran organik yang bebas bahan pestisida. Bertani sistem hidroponik yaitu bertani tanpa menggunakan media tanah. Media hidroponik yang digunakan bisa berupa sekam bakar, krikil, pasir kali (sungai), sabut kelapa, rock wool, dengan sistem pemupukan berbeda dengan bertani biasa, yaitu menggunakan larutan nutrisi yang dicampurkan ke dalam air.. dimana larutan nutrisi tersebut adalah pupuk yang mengandung unsur hara makro dan mikro. Ada banyak model hidroponik.

 

Dari Hidroponik ke Aquaponik

Aquaponik, nah sistem inilah yang pada saat ini kami anggap paling menarik karena ide dari suami saya yang senang sekali memelihara ikan lele dan pernah melihat sekilas mengenai sistem aquaponik. Jadilah kami mencoba bertanam dengan sistem ini dengan harapan hasil kebun kami bisa benar-benar organik karena menggunakan unsur hara dari kotoran ikan tersebut. Sistem aquaponik adalah bagian dari hidroponik, hanya bedanya larutan nutrisi yang diberikan untuk tanaman adalah limbah atau kotoran ikan yang kaya akan unsur hara makro dan mikro.

Menurut para pakar, aquaponik merupakan sistem perpaduan antara beternak ikan dengan bercocok tanam, dimana limbah ikan dimanfaatkan untuk nutrisi tanaman, dan air sirkulasi kualitasnya akan lebih baik dari sebelumnya untuk pertumbuhan ikan karena sudah terfilter oleh akar-akar tanaman dalam sistem aquaponik. Hal ini saling menguntungkan bagi ikan dan tanaman, termasuk kita bukan? Kita beri makan ikan selanjutnya ikan memberi pupuk nutrisi untuk bahan makananan tanaman sayuran, kemudian akar tanaman sayuran memfilter/membersihkan air untuk hidup ikan. Sistem aquaponik yang kami pilih adalah sistem aliran atas.

Proses aquaponik menurut referensi yang kami pelajari adalah :

Air kotor dari kolam => masuk Bio Filter/proses penguraian amoniak kotoran ikan oleh mikroba => Air Terfilter mengandung unsur hara yang siap diserap oleh akar tanaman => Pompa Air mengirim air ke sistem aquaponik => Air masuk sistem Aquaponik sebagai nutrisi tanaman => Air kembali ke kolam sudah terfilter oleh biofilter dan akar tanaman aquaponik.

Fungsi biofilter adalah tempat mengurai amoniak (kotoran ikan) oleh mikroba menjadi pupuk nutrisi yang dapat diserap oleh tanaman. Tanpa melalui biofilter, maka tanaman tidak akan dapat menyerap makanan dan akibatnya tanaman akan kurus dan tidak baik pertumbuhannya. Selain itu yang tidak kalah pentingnya, yaitu tanaman harus mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Sistem aquaponik sudah kami praktekan sejak pertengahan tahun 2017, jadilah kami rombak ulang sistem pipa PVC di rumah agar aliran air dari dan menuju kolam ikan menjadi lancar. Bagi yang tertarik menanam dengan sistem aquaponik dianjurkan menanam tanaman sayuran, sebab tanaman sayuran akarnya suka digenagi air seperti kangkung, bayam, sawi hijau atau caisim.

Selain menanam sayuran, rumah organik trenggalek juga mencoba menanam buah seperti melon dan strawberry melalui mediatanah. Mungkin ini sekilas profil dari rumah organik trenggalek. Semoga kebun rintisan ini bisa semakin berkembang dan bermanfaat bagi orang banyak. Yuk, konsumsi buah dan sayur organik demi hidup yang lebih sehat.  😉

 

Bagaimana Cara Memulai Green Lifestyle?

Pernah dengar slogan “Go Green”, atau slogan kampanye lainnya? Slogan tinggalah slogan semata, jika tidak diiringi usaha nyata, milyaran rupiah pun tidak ada artinya bagi program Go Green.

Kebanyakan slogan seperti itu muncul dalam rangka menyelamatkan bumi dari bahaya Global Warming. Apa itu Global Warming? Global Warming atau pemanasan global merupakan proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Penyebab utamanya adalah peningkatan efek rumah kaca. Peningkatan ini berefek volume air laut yang meningkat akibat mencairnya es di kawasan kutub utara dan selatan.

Tak hanya itu, perubahan iklim yang sangat ekstrim dan meningkatnya suhu permukaan bumi terjadi akibat Global Warming. Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi? Bumi tempat kita berteduh jelas memerlukan sentuhan lembut dan kepedulian tangan manusia agar alamnya tetap hijau, alami, dan nyaman untuk disinggahi.

Harus Mulai Darimana?

Apa itu Green Lifestyle? Apakah harus serba hijau, rumah dicat hijau, pakai baju hijau, rambut warna hijau, atau badan kita juga harus hijau seperti tokoh karakter HULK? Big NO! Itu bukan esensi dari Green Lifestyle. Green Lifestyle merupakan tindakan kepedulian kita terhadap lingkungan.

Green Lifestyle merupakan gaya hidup dengan mind set yang menjadikan bumi benar-benar sahabat manusia dalam kehidupan sehari-hari, bukan sebagai objek eksploitasi untuk memenuhi kehidupan manusia.

Untuk memulai Green Life Style, kita tidak harus memulainya dengan perubahan drastis dan mahal. Cukup memulainya dari hal-hal kecil yang biasa kita lakukan sehari-hari. Mulai dari makanan, fashion, mengelola sampah, pemakaian listrik, pemakaian ponsel, dan hal kecil lainnya.

Rumah dan Lingkungan

Saya pribadi mencoba untuk memulai menanam sayuran dan buah-buahan yang biasa dimakan di belakang atau halaman depan rumah. Anak-anak dan suami sangat bersemangat memulai project bercocok tanam. Selain menghemat uang, kami pun dapat menghabiskan waktu berkualitas bersama orang-orang tercinta. Pengelolaan sampah juga kerap diabaikan oleh sejumlah orang. Hal kecil yang kami lakukan di rumah adalah memilah sampah non-organik dan organik serta menempatkannya pada tempat sampah berbeda. Kita juga bisa memanfaatkan sampah non-organik seperti plastik kemasan dan botol minuman plastik untuk dijadikan kerajinan tangan. Kalau tidak sempat kita juga bisa menabung di bank sampah yang tersedia di kelurahan-kelurahan.

Di rumah kami juga membuat drum sampah khusus untuk membuang sampah organik yang kemudian diolah kembali menjadi pupuk kompos cair. Setelah melewati masa pembusukkan, sampah organik tersebut bisa dijadikan sebagai pupuk tanaman.

🌱Periksa AC jangan sampai ada kebocoran, turunkan suhu AC, dan jangan biarkan ada celah dalam ruangan saat menyalakan AC.

🌱Hemat pemakaian air. Jangan biarkan kran air mengalir terus saat mencuci muka atau menggosok gigi. Gunakan air saat diperlukan saja. Pastikan tidak ada kebocoran pada kran air, bisa kita bayangkan banyak air yang terbuang bila air menetes selama 24 jam.

🌱Pemakaian listrik secara bijak. Gunakan seperlunya saja, contoh kecilnya sebaiknya matikan lampu kamar bila tidak sedang membaca. Bila hal ini dilakukan berulang kali, tidak hanya menghemat,kita pun bisa menjaga kelestarian bumi.

🌱Gunakan produk elektronik yang hemat energi. Hindari membuka pintu lemari es terlalu lama karena setiap kali pintu lemari es dibuka, diperlukan tarikan listrik yang tinggi untuk mendinginkan kembali suhunya.

Makanan, Minuman dan Kosmetik

Sejak memutuskan foodcombining saya berusaha untuk mengurangi konsumsi daging. Mengurangi makan daging, terutama daging merah ternyata dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan Global Warming. Faktanya, sapi memproduksi banyak gas methana yang berdampak buruk untuk lingkungan. Semakin banyak kebutuhan konsumsi sapi, maka semakin banyak pula gas methana yang dihasilkan. Biasakan mengonsumsi sayuran dan makanan bernutrisi tinggi lainnya sebagai pengganti daging. Kita pun dapat merasakan banyak manfaat, diantaranya menghemat uang, badan menjadi sehat, dan bumi akan tetap terjaga kelestariannya.

Konsisten mengkonsumsi makanan segar, bukan makanan kaleng atau makanan yang sudah diawetkan. Jangan lupa membawa botol minum sendiri, hindari membeli minuman dalam kemasan botol terlalu sering karena hanya akan menumpuk sampah non-organik yang lebih sulit terurai dalam tanah.

Membawa tas belanja sendiri yang bisa dipakai berulang-ulang. Tas plastik yang tertimbun dalam tanah perlu waktu ribuan tahun untuk proses penguraiannya. Ketika berbelanja ikan di pasar jangan lupa membawa kemasan sendiri. Diupayakan untuk memasak menu untuk makan keluarga. Ini lebih baik, selain sehat kita juga bisa menghemat bahan bakar karena tidak perlu membeli makanan dari luar.

Kami sekeluarga berusaha meminimalisir penggunaan tisu dan mengganti dengan lap kain. Untuk mengurangi sampah, sejak anak sulung kami lahir kami memutuskan menggunakan clothdiaper dan menghindari popok sekali pakai. Saya pribadi beralih dari penggunaan pembalut sekali pakai menjadi pembalut kain.

Saya mulai belajar untuk kembali ke alam dan menggunakan bahan yang ramah lingkungan, pun juga dengan kosmetik dan sabun cuci baju, piring dan lantai. Mau tidak mau saya akhirnya belajar membuat sabun sendiri. Meskipun masih tahap awal saya ingin terus belajar dan belajar lagi.

Bagaimana? Sudah tahu kan Green Lifestyle itu ternyata dapat dimulai dengan membiasakan hal-hal kecil yang ada di lingkungan kita. Yang perlu ditanamkan dalam mindset kita adalah bahwa kesadaran melalui hal-hal kecil yang dilakukan secara rutin pasti bisa menghasilkan perubahan besar untuk kelestarian bumi. Jadi, yuk kita mulai Green Lifestyle dari sekarang!

Ketiduran

Tema arisan kali ini yang dipilih oleh Mama Thole adalah kejadian lucu saat bersama dengan suami. Bicara tentang kelucuan atau hal yang konyol dalam keseharian banyak sekali kejadian-kejadian lucu yang terjadi di antara kita. Sebelum saya menikah dengan suami saya, saya terlalu kaku dan serius. Ini semua karena hasil didikan orang tua yang otoriter. Bertemu dan berjodoh dengan suami ternyata mampu menyeimbangkan karakter saya menjadi lebih let it go, let it slow.

Ada beberapa obrolan lucu saat bersama suami yang ingin saya bagi. Suami saya adalah tipe orang yang santai, saking santainya sampe-sampe saya enggan meminta bantuan untuk urusan kecil karena saya sudah tahu endingnya akan bagaimana.

Pada suatu senja nan cerah di pojok ruang tengah rumah kami. Kami tengah ngobrol santai sambil mengawasi anak-anak bermain lego. Saya yang sudah kelelahan sedari pagi menemani anak-anak bermain. Ditemani secangkir kopi plus kentang goreng yang suami siapkan menambah semarak suasana.

   Obrolan kocakpun dimulai…

M : Pa….
G : Hmm… (minum kopi sambil ngunyah kentang dalam waktu bersamaan 😂
M : Tumben papa baik banget nyiapin cemilan plus bikin minuman sendiri?
G : Beli dimana itu kopinya? (karena saya bukan penggemar kopi dan tidak pernah punya stok kopi di rumah)
M : Sini, Mama mau nyobain dong. Kopi apaan sih ini, Pa?
G : Kopi luwak white coffe.
M : Ha..?? Semenjak kapan Papa suka kopi instan?
G : Nggak instan kok ini, Ma. Papa yang proses sendiri kopinya.
M :?????
– tamat –

Kalau ditanya mengenai kejadian konyol antara saya dan suami, tak terhitung berapa kali kejadian konyol yang tercipta. Saking banyaknya sampai saya bingung mau berbagi cerita yang mana satu.

Adalah sebuah malam, entah malam keberapa setelah pernikahan kami. Kami berdua makan malam sambil menunggu antrian periksa ke dokter kandungan. Setelah berdiskusi akhirnya kami berdua memutuskan untuk makan di sebuah restoran pizza yang cukup ternama.

M : Papa, terasa dingin nggak sih hawanya di sini?
G : Nggak tu, biasa aja.
M : (manyun sambil mikir pasti nggak peka lagi. Pliss, peka dong)
G : Kenapa diam aja, Ma? (sambil buka jaketnya)
M : Senyum-senyum sambil berharap jaketnya mau dikasih ke saya biar nggak kedinginan.
G : Senyum-senyum lagi sambil mau buka baju.
M : Nggak gitu juga kali pa. Di saat-saat kaya gini jangan pakai prinsip “kita lalui bersama dong” malu-maluin aja.
G : Becanda ma, becanda… (Menggeser tempat duduk mendekati Mama, berusaha melancarkan rayuan gombal yang dulu bikin Mama klepek klepek dan mau jadi istrinya meski wajah Papa agak expired). Mama itu cantik kalau cemberut gini. Tapi kayaknya lebih cantik lagi kalau senyum deh…
M : mlengos..
-tamat-

Itu beberapa kejadian yang terjadi setelah kita menikah dan punya anak. Masih ada satu lagi kisah lucu saat saya ikut suami dinas keluar kota. Waktu itu, saya baru pindah ke Batam dan belum aktif bekerja lagi di kantor. Masih berdua saja dan belum ada anak-anak. Ceritanya saya diajak suami saya untuk ikut ke Pekanbaru dalam rangka dinas luar kota. Daripada bengong di rumah akhirnya saya menyetujui ajakannya. Jadilah sehari sebelum berangkat ke Pekanbaru saya pun kalang kabut packing untuk itenary keesokan harinya. Akibat kelelahan mempersiapkan bawaan yang akan dibawa ke Pekanbaru, saya justru ngdrop saat sampai di hotel. Kepala sakit dan flu berat langsung mendera. Saya pun segera minum habbatusauda dan segera naik ke ranjang. Sementara suami belum ingin tidur, ia pamit kepada saya untuk bergabung dengan teman-teman kantor yang menginap di penginapan yang sama dengan kami. Saya mengangguk, kemudian membiarkan suami untuk keluar sejenak.
Ternyata, suami saya pergi tanpa membawa kunci kamar, karena berpikir ada saya di dalam kamar. Saat kembali ke kamar ia harus mengetuk kamar dan berusaha menelepon selama berjam-jam, dan saya sendiri sudah tertidur pulas tak mendengar apa-apa. Keesokan paginya, saya mendapatinya tidur di kamar teman dan saya benar-benar meminta maaf padanya.

Maaf ya, suami.

Mengenang pertemuan yang tak terbilang 😘

Mencuri Waktu Luang ala Ibu Rumah Tangga

Me time? sebagai IRT rasanya mustahil punya waktu luang bagi sebagian orang! Tapi bagi saya tidak ada yang mustahil dan saya tidak menyukai kata “mustahil” menurut saya, banyak jalan menuju roma. Saya yakin ada celah disela kesibukan saya sebagai IRT, yang setiap bangun pagi dan menjelang tidur malam pun tetap harus rajin bergerak . Mengurus suami, anak, belum lagi kerjaan rumah yang tidak ada habisnya.

Mungkin bagi mereka yang mampu, punya babysitter akan lebih mudah mempunyai me time. Tetapi berhubung saya belum jadi horang kayaa *belum? artinya saya ngarep juga.hihii* Saya tidak mungkin menitipkan anak saya kepada mertua saya. Jadi, saya harus pintar-pintar mensiasatinya. Karena walau bagaimanapun, saya sebagai IRT sangat rentan dengan yang namanya stress, karena kita hanya berada di dalam rumah dan jarang melihat dunia luar. Tetapi kalau keluar rumah pun saya mikir-mikir mau kemana? kepentingannya apa? Saya saja sudah lupa kapan terakhir pergi ke mall.

Manfaat me time sangat banyak untuk kita, selain terhindar dari stress, setelah me time kita akan kembali fresh lagi. Otomatis hati kita juga akan lebih ikhlas melayani suami dan anak kita. “Bagi saya, me time tidak harus mengorbankan” yang artinya, saya tetap bisa me time walaupun saya hanya berada didalam rumah. Menurut saya, yang bisa saya definisikan me time adalah sebagai berikut :

Mandi
Mandi adalah rutinitas yang menyegarkan sekaligus menyenangkan, bagi saya. Suami memberikan waktu saya untuk mandi (dengan tenang) pun saya sudah sangat senang. Karena air itu mempunyai manfaat menenangkan. Saya meluangkan waktu untuk mandi sambil luluran dan creambath. Karena kalau ke salon, saya sering merasa was-was. Anak-anak rewel nggak yah? suami saya udah makan belum? Pikiran seperti itu membuat saya berasa tidak me time. Jadi kalau kegiatan nyalonnya masih bisa dilakukan sendiri dirumah mengapa harus keluar rumah?

Tidur Siang 
Kadang ada waktunya saya kelelehan karena mengurus rumah, walaupun suami saya bukan kategori yang memaksa saya untuk selalu membuat rumah rapi, dan mewajibkan saya untuk memasak. Tetapi karena saya ini anemia jadi saya gampang lelah, bahkan kadang kliyengan yang membuat saya memerlukan untuk tidur siang walaupun hanya 30 menit. Kalau sekarang sudah tidak masalah, karena anak saya sudah berusia 3 tahun dan 1 tahun yang artinya tidurnya sudah mulai teratur.

Beberes Rumah
Bagi saya diberi waktu beberes rumah tanpa diganggu itu juga me time, karena ada kepuasan hati jika rumah itu rapi. Walau sebentar juga tak mengapa. Memang kendala kita yang punya balita sangat sulit untuk beberes rumah. Karena rumah kita pasti di acak-acak lagi, sehabis bermain pasti campur aduk lagi, belum masalah baju atau sepatu yang tidak pada tempatnya.
Sekarang saya mempunyai trik dalam beberes yaitu memanfaatkan kegiatan beberes ini menjadi sebuah kelas agar anak juga belajar bertanggung jawab dan disiplin mengembalikan barang ke tempatnya lagi. Saya sering memberikan tugas menyusun atau mengumpulkan hanger yang berantakan, melipat baju bahkan sesekali menyusun baju mereka ke dalam laci dengan sedikit bantuan. Mensortir mainan juga menjadi kegiatan rutin kami setiap minggunya, meletakkan mainan sesuai kategorinya sambil menyisihkan mainan yang sudah tidak terpakai agar bisa dijual atau diberikan kepada yang lebih membutuhkan. Ternyata kegiatan beberes ini menjadi kelas yang  menyenangkan.

Menyetrika
Menyetrika merupakan me time bagi saya. Siapa yang hobi menyetrika?https://moniquefirsty21.wordpress.com/2017/09/20/hobimenyetrikaadakah-yang-samadengansaya/Tanpa disadari kegiatan yang cukup memakan waktu ini bisa saya manfaatkan untuk mengejar ketertinggalan ilmu agama dengan mendengarkan ceramah kajian ilmiah islam dari chanel favorit saya tanpa diganggu oleh siapapun. Alhamdulillah bi ni’matimushaalihat. 

Menurut saya hal-hal tersebut yang saya sebut me time, saya tidak mengharuskan diberi izin kongkow bareng teman-teman (karena sejak sebelum nikah, saya memang tidak diizinkan papa saya, kumpul-kumpul tanpa manfaat, jadi tidak masalah) atau shopping ke mall sendirian. Karena saya IRT jadi otomatis harus bawa suami saya kalau shopping biar dibelikan.hihii *modus ini namanya yah*
Sebaiknya kita sama-sama belajar ikhlas dan sabar menjalankan peran sebagai IRT, karena tidak semua merasakan apa yang kita rasakan. Bukan hanya IRT, Ibu-ibu yang berkarir pun biasanya mereka menjalankan peran sebagai karyawan di kantor dan dirumah menambah peran lagi sebagai Ibu dan istri. Peran tersebut tentu tidak mudah, oleh karena itu ayo sama-sama luangkan waktu untuk me time walaupun tidak yang benar-benar me time, lakukan saja apa yang membuat kita senang. Itu akan mengurangi beban fikiran dan tenaga kita. Pikiran kita fresh, nilai plus nya juga kesehatan dan rumah pun menjadi adem karena tidak ada yang ngomel-ngomel 😬😬 Demikian sedikit cerita me time dari saya. Masih penasaran dengan cerita “me time” ala emak-emak blogger, silahkan berkunjung ke rumah mbak ovi yang memenangkan arisan tulisan IIP pekan ini pasti banyak cerita seru lainnya disana. 💕

Tentang Meraih dan Melepaskan

“Pokoknya sebisa mungkin saya tidak akan mau menikah dengan orang yang kerja di bidang militer. Saya tidak mau kalau nanti ditinggal dinas terus.” Seperti itulah kalimat gegabah yang keluar dari mulut saya tentang bayangan calon suami dan pekerjaannya yang ketika itu saya masih single.
Beberapa tahun kemudian, doa saya pun terjawab. Saya memang tidak berjodoh dengan orang militer, melainkan seorang PNS DJP. Namun apa bisa dikata, pekerjaan suami saya ternyata menuntutnya untuk pulang malam apabila sedang ada lembur. Terlebih lagi, saya bisa ditinggal beberapa hari apabila suami saya harus melakukan dinas ke luar kota! Walaupun ditinggal namun saya senang jika suami mendapatkan tugas dinas ke luar kota karena jadi ada tambahan pendapatan bulanan 😬

Saya menyadari ketika saya menerima dia sebagai suami, tentu saya harus menerima dia dengan satu paket dari semua yang melekat pada dirinya. Lagipula dibalik jam kerjanya yang padat, saya bangga memiliki suami seorang PNSDJP rasa engineer karena suami saya selalu memiliki solusi untuk memperbaiki barang rusak. Selain itu ia juga pintar hitung – hitungan! Mengimbangi otak kanan saya yang lemah ini, hehehe. Suami selalu berpesan kepada saya untuk selalu mendukungnya dalam pekerjaan. Bentuk dukungan yang diminta adalah dengan menjaga dan merawat anak – anak kami, karena saya yang memiliki waktu lebih banyak bersama mereka dibandingkan dengan suami saya. Setiap pagi sebelum berangkat kerja, suami seringkali meminta saya memeluknya. Ia berkata pelukan istrinya merupakan mood booster yang paling besar bahkan mengalahkan seporsi bubur ayam favoritnya.

Jadwal kerja suami sebagai PNS tidak seketat di perusahaan swasta. Kadang – kadang bahkan bisa ambil cuti dadakan apabila ada keperluan keluarga atau anak sedang sakit.  Namun tantangan kehidupan sosial di kantor PNS lebih tinggi sehingga membuat suami mudah stres, kadang saya sebagai istri suka sedih melihatnya.  Saya selalu siap support dengan bersabar kalau – kalau pendapatan sedang turun. Support doa itu pasti, agar suami selalu berada di jalan yang benar dan selalu bersabar serta dimudahkan rejekinya.

Bukan rahasia lagi kalau jaman sekarang banyak perempuan yang memiliki karir dan bercita-cita menjadi perempuan sukses. But, sorry I’m not into it. Bukan, bukannya saya tidak ingin sukses, siapa sih yang tidak mau sukses?

tapi, apa itu sukses?

Ada yang bilang sukses itu ketika sudah mapan – punya rumah sendiri, punya mobil sendiri, pekerjaan dengan gaji besar; ada juga yang bilang sukses itu kalo udah bisa punya usaha sendiri, bisa jadi sukses menurut beberapa orang itu bisa nikah dengan laki-laki yang kaya (ini untuk perempuan ya) dan masih banyak definisi-definisi sukses lainnya menurut banyak orang. Lain kepala, lain cerita.

Cita-cita saya dulu juga sama tetapi sekarang sedikit direvisi, saya ingin menjadi perempuan sukses – bukan sukses karir, tapi sukses dalam hidup (asik!)

Temen-temen saya yang berlatar belakang pendidikan yang sama dengan saya – Sarjana Hukum (S.H) – bukan Susah Hidup – banyak yang berbondong-bondong untuk kuliah lagi melanjutkan kuliah ke jenjang S3, ada yang ikut kursus PKPA bagi mereka yang tertarik untuk jadi penerusnya Farhat Abbas, bukan-bukan jadi tukang cari sensasi tapi jadi Pengacara. Sedikit banyak social media itu sempet mempengaruhi saya. Melihat teman-teman saya suka upload foto , lagi kursus PKPA, check in di Pengadilan mendampingi klien mereka, keren juga bahkan kebanyakan teman seangkatan saya sudah resmi menjabat menjadi notaris.

Ambisi untuk menjadi perempuan dengan karir gemilang menjadi seorang notaris saya tunda untuk waktu yang tidak terbatas dari list hidup saya saat ini.

Kenapa?

Cita-cita saya saat ini, saya hanya ingin menjadi seorang istri dan seorang ibu profesional bagi anak-anak saya.

Karena menurut saya ketika saya sudah berkeluarga, keluarga saya (baik suami dan anak-anak saya) bukan sebuah option dalam hidup saya, mereka bukan bagian dari sebuah pilihan ketika saya harus memutuskan saya harus memprioritaskan karir atau keluarga kecil saya. Jelas, ketika saya berkeluarga, keluarga kecil saya ini adalah satu-satunya, tidak pernah menjadi sebuah pilihan, maupun prioritas, tapi SATU-SATUNYA.

Saya tidak pernah menyalahkan perempuan yang berambisi mencari karir bagus, punya uang banyak, and be a boss, tapi saya hidup tidak berambisi untuk itu. Saat saya memutuskan menikah dengan suami saya yang notabene PNS DJP orientasi saya berubah 180 derajat. Buat apa saya buang-buang waktu mengejar karir bagus yang nantinya bakalan saya tinggalkan untuk membina sebuah keluarga kecil. Kenapa saya harus menunda hal membahagiakan seperti menikah dan punya anak hanya untuk mengejar karir dan uang banyak.

kalau punya karir bagus, uang banyak kan nanti masa depan anak bisa lebih baik

Saya tidak akan mengajarkan anak-anak saya nanti bagaimana rasanya bahagia ketika kita punya uang banyak, tapi saya saat ini berusaha mendidik anak saya untuk bisa mencari kebahagiaan walaupun uang di dompet hanya tinggal recehan saja. Yang jelas saya berusaha menanamkan karakter bahwa mereka harus kuat, harus tangguh karena mereka itu laki-laki. Calon pemimpin peradaban. Anak-anak saya nantinya harus lebih hebat dari ibu dan bapaknya.

Kalo nanti kamu hidup sederhana, cuma makan tahu tempe setiap hari, gimana anakanak bisa jadi berprestasi? (ingatan saya langsung terkenang akan perjuangan ibu mertua saya yang sangat hebat bisa membesarkan anak 4 dan sukses padahal beliau sendiri SMP saja tak lulus)

Loh, yang saya tahu malahan kebanyakan anak yang berprestasi itu yang suka makan tahu tempe setiap hari ketimbang yang anaknya setiap hari konsumsi kfc cuma buat sekali makan keluar duit paling nggak seratus ribu. Kalo anak-anak saya mau punya banyak uang ya dia harus berusaha sendiri untuk belajar dan sekolah yang baik. Karena setiap anak membawa rezekinya masing-masing Allah sudah menakarnya.

dan masih banyak pertanyaan orang-orang lainnya yang bertolak belakang dengan pemikiran saya.

Saya tidak mau hidup mumpuni, beli ini itu dengan mudah, memanjakan anak dengan harta berlimpah tetapi saya malah sering di luar rumah, anak-anak diasuh pembantu, dididik pembantu dan kurang kasih sayang.

Saat ini saya ingin menjadi stay at home mom di rumah, merawat dan mendidik anak-anak saya sendiri, membersamai setiap tumbuh kembang anak saya sendiri sampai mereka menemukan fitrah mereka masing-masing.

karena…

setinggi-tingginya karir seorang perempuan, yang paling mulia adalah menjadi seorang istri dan seorang ibu,because I already a Boss in my own life.

Ditulis dalam rangka pergolakan batin, untuk yang kesekian kali saya melewatkan pendaftaran ujian profesi ppat (lagi) tahun ini.
.
.
.
Kenapa?
.
.
.
Saya mendadak merasa rapuh dan ingin menangis ketika mendapati mata berapi-api anak 3 tahun yang berkata “faris sayang loh sama mama, faris nggak mau mamanya tua. Maunya mamanya yang cantik, yang masakin kue buat faris, bacakan buku buat faris.”
.
.
.
Ah, sungguh sulit mengutarakan apa yang saya rasakan malam ini. Anak sulung saya yang tidak pernah bersedih jika saya menegurnya dengan nada (agak) tinggi. Yang hanya bisa bertanya, “kok mama gitu bilangnya ke Faris”.  Yang tidak pernah bilang kalau mamanya ini galak, dia selalu bilang “mama nggak galak kok, kadang-kadang aja marahnya kalau Faris nggak nurut” 😭😭
.
.
.
Yang selalu sabar menunggu saya selesai cuci piring atau sekedar menjemur baju hanya demi ingin ditemani menggosok gigi dan berganti baju tidur. Ah, terlalu mahal rasanya menggantikan itu semua dengan sebuah jabatan dan karir.
.
.
.

Rasanya banyak sekali hutang saya sama si sulung. Waktu yang terbagi, kesabaran yang terbatas, pendampingan yang tidak maksimal, ekspektasi yang tinggi. 😩

Dipersiapkan untuk Lebih Kuat

Bismillah…edisi perdana arisan tulisan di rumah belajar menulis IIP Batam saya yang menentukan tema tulisan dan saya memilih tema ‘the best of me’. Pengalaman hidup yang (semoga) menginspirasi dan bisa saya ambil ibrohnya. Kali ini saya ingin berbagi tentang sosok lelaki yang sangat amat berpengaruh di dalam hidup saya. Mungkin, coretan ini terkesan sangat amat pribadi tetapi saya takut apabila kisah saya hanya tercatat di otak maka sewaktu-waktu bisa terkikis hilang seiring waktu. Ini adalah kisah seorang pria yang keras kepala dan egois, pria yang mencintai Allah dan mengajak keluarganya untuk mencintai Allah, pria yang punya pendirian sangat amat keras dalam hal agama, bahkan sering mengakibatkan perbedaaan pendapat. Tetapi hal ini yang saya kagumi dari beliau dan saya merasa bangga pernah dididik oleh beliau.

Ya, pria ini adalah sosok manusia kedua yang menjadi idolaku setelah Rasulullah Muhammad S.A.W, pria ini adalah manusia biasa yang penuh dengan kekhilafan dan keterbatasannya sebagai manusia. Beliau mengajarkan kepada betapa berharganya ilmu dan akhlaq dibanding harta atau apapun, beliau yang mengajari untuk marah pada saatnya dan teramat pemaaf dan cepat melupakan kesalahan orang lain. Ya, beliau adalah Papa. Meski kadang beliau menyimpan bahkan menahan cemooh, prasangka buruk bahkan ungkapan kasar dari orang yang tak menyukainya, sabar dan kuat ya Papaku sayang.

Kalau mau jujur, sosok papa bukanlah figur favorit dari sebagian besar waktu saya, terlebih saat saya masih kanak-kanak. Setidaknya itulah yang ada dibenak saya saat saya masih balita, anak-anak, remaja, dan hampir dewasa. Sosok itu sangat jauh dengan sosok mama yang seperti malaikat kala itu. Tetapi waktu menunjukkan bagaimana beliau memposisikannya. Dari kecil saya adalah anak rumahan (yang bisa dibilang terpenjara di dalam tembok baja). Yes!! Saya tidak pernah diizinkan untuk keluar rumah, bermain bersama sembarang orang, bahkan saya tidak boleh menerima pemberian apapun dari orang lain bahkan saudara sekalipun. Papa sangat selektif dan menjagaku. Setelah besar barulah saya tahu kenapa Papa memperlakukan saya seperti itu karena saya ini anak perempuan. Yang harus dijaga sebaik mungkin, tidak boleh sembarang keluar rumah tanpa didampingi mahramnya. Kebiasaan ini juga yang ternyata sekarang membuat saya betah di rumah. 


Suatu hari saat saya masih kuliah strata-1, sebuah SMS terkirim ke handphone saya, dan itu berasal papaku. Tahukah apa yang beliau sampaikan disitu? dengan keterbatasan fisiknya yang sudah berulang kali kena serangan stroke beliau menulis,


 “Mau sehat murah rezki jangan lupa shalat 5 waktu awal waktu juga shalat tahajud dan shalat dhuha, qur’an tak ketinggalan insyaallah”.


 Ya, ini bukan kali pertama beliau mengirim sms seperti ini, banyak hadist dan doa-doa yang selalu beliau kirimkan dan beliau anjurkan untuk di baca. Mungkin ketika saya akan menikah, jika beliau sehat pasti beliau sempatkan untuk mengkopi buku doa-doa dan memberikan kepada saya plus disertai dengan nasehat-nasehat filosofisnya.

Hampir keseluruhan pola hidup, saya dapatkan dari tuntunan beliau, semua hal yang sangat amat saya benci di waktu kecil, baru saya rasakan sekarang manfaatnya. Saya menjadi gila membaca; ya, sedari saya kecil Papa hampir setiap hari membelikan majalah, buku cerita, donald bebek, mentari, bobo untuk di baca. Tetapi tetap saja saya selalu kehabisan bahan bacaan, bahkan ketika berkunjung ke tempat keluarga, dan cukup beri saja saya satu buku cerita dan saya akan betah di kamar seharian. Setiap hari jumat papa selalu membelikan buku bacaan agama yang beliau beli dari masjid selepas sholat jumat.

Sedari kecil saya selalu dibangunkan pagi-pagi oleh beliau. Setiap subuh saya dibangunkan dari cara halus sampai paksaan oleh papa. Puluhan kali saya selalu mengumpat, menggerutu apabila dibangunkan (ampuni hamba ya Allah), tetapi papa tidak pernah lelah, bahkan tidak pernah takut apabila aku jadikan musuh nomer satu kala itu. Sampai akhirnya saya juga senang mendengarkan musik rock/barat yang diputar saat subuh di salah satu televisi swasta sebelum televisi tersebut mulai siaran, tetapi papa tidak pernah marah dan protes, seperti halnya Buya Hamka yang tidak melarang anak perempuan tak berjilbab bermain-main di dekat masjid, karena semua itu ada prosesnya, papa menjadikan kesukaan saya terhadap musik rock membuat saya bangun pagi dan bisa melaksanakan sholat subuh sebelumnya. Karena saya masihlah anak-anak, seperti Buya Hamka yang beranggapan asal anak-anak itu mau mendekati masjid, maka lama-kelamaan mereka akan mengerti dengan sendirinya.

Disiplin dan tepat waktu adalah satu hal yang beliau ajarkan sedari kecil, jadwal tidak tertulis di hidupku harus saya penuhi. Beliau akan sangat marah apabila saya tidak pergi mengaji seusai shalat ashar, saya tidak menggosok gigi sebelum tidur dan tidak belajar untuk keesokan harinya. Beliau juga orang yang sangat bisa menepati janji, meskipun beliau sangat “cool” menurut saya. Namun saya tahu beliau pasti bangga saat melihat saya berprestasi, dan terkadang papa memberikan penghargaan terbaik kepada apa yang saya lakukan. Membelikan makanan favorit saya apabila saya tidak batal puasa, saya juara kelas, sampai saya mengerti dan hikmahnya mengalir pada diri ini. Meskipun beliau tidak membanjiri saya dengan segala apa yang saya minta, tetapi saya merasa semua pelajaran yang diberikannya kepada saya itu lebih dari cukup. 

Papa juga yang menanamkan jiwa iman inasi di otak saya, sejak kecil beliau selalu membelikan kaset cerita, speedy si tikus cerdik, si cantik dan si buruk rupa, dsb, dimana cerita audio akan membuat pikiran kita lebih berimajinasi dan bervariasi dibanding dengan visualisasi yang marak disertai acara televisi yang sangat tidak layak, apalagi saat ini. Beliau pula yang mengajarkanku untuk berbagi walaupun sedikit, berusaha memberi dan bukan meminta, baik ilmu dan materi. 

Saya sangat bangga mempunyai papa seperti beliau, kemuliaan hatinya di samping mungkin beliau memang orang yang keras jika memiliki keinginan. Saya sangat ingin seperti beliau, curahan hati ini berawal dari kejadian di satu hari Sabtu pagi. Ya! papa saya seorang notaris, pagi-pagi sekali sudah ada seorang pria datang ke rumah yang juga sekaligus kantor tempat papa saya menerima klien. Seorang bapak yang tinggal di pinggiran kabupatenku datang ke kantor untuk meminta potongan harga dalam pengurusan sertipikat tanah. Sebenarnya papa itu orang yang sangat murah dalam memberikan tarif atas jasa di bidangnya ini. Bapak ini memohon sekali untuk diberikan lagi potongan harga dalam transaksi jual beli tanah yang baru dia beli, beberapa tanah di lereng hutan di pinggiran kabupaten tempat saya tinggal. Pegawai papa saya pun sudah menjelaskan kalau harga yang diberikan ini sudah murah sekali, bahkan kalau dibandingkan dengan kantor-kantor notaris yang lain sekalipun. Namun si bapak tetap memohon sekali karena uangnya tak cukup untuk membayar sebuah sertipikat tanah tersebut. 

Bapak itu memohon kalau memang tidak bisa dikurangi lagi lebih baik saya mundur dulu saja sebab uangnya memang kurang, dengan pendapatannya yang minim sebagai pengumpul kayu dan ranting pohon di hutan. Kemudian pegawai papa saya ini bertanya pada mama saya yang juga asisten papa. Beberapa saat kemudian mama saya menjelaskan kepada bapak tersebut kalau memang biaya proses sertipikatnya segitu dan tidak bisa dikurangi lagi karena memang sudah mepet sekali, dan tarif-tarif dari kantor pertanahan serta biaya proses memang segitu. Kalaupun mau dipotong cuma bisa potong dari fee jasanya papa. Tapi si bapak masih saja memohon mohon. Akhirnya mama saya menanyakan kepada papa saya bagaimana solusinya, dan tanpa berpikir lama beliau langsung mengangguk sambil berkaca-kaca matanya.

Papa benar-benar memiliki hati yang lembut sekali, sampai-sampai saya yang menyaksikan terharu sekali sehingga ikut terbawa suasana. Beliau rela tidak mengambil fee jasanya karena kasihan mungkin melihat bapak itu. Ya memang kita pernah dalam kedaan sulit dalam ekonomi, namun sekarang Allah telah merubah hidup kita menjadi lebih bahkan jauh lebih baik. Jadi saatnya kita untuk berbagi kepada orang-orang kecil, orang-orang yang kesusahan dan kekurangan. Papa selalu mengajarkan untuk selalu ingat bersedekah dan mengeluarkan zakat. Semakin kita banyak memberi insyaallah Allah akan lipat gandakan rejeki kita. Sedekah itu tidak harus berupa materi, pertolongan memudahkan urusan orang lain itupun terhitung sedekah. MasyaAllah, saya ingin sekali bisa seperti beliau, dengan ikhlas dan tanpa pikir panjang diberikan semua untuk beramal, semua yang ada ini bukan milik kita, ini semua hanya titipan kata beliau. Kejadian ini makin mengingatkan aku untuk terus bersyukur dan menjadi alarm agar terus istiqomah untuk bersedekah..bahkan profesi pun bisa membuka jalannya..:)


Tiga bulan sebelum Papa berpulang, 13 Desember 2012 entah mengapa rasanya sakit sekali hati ini melihat Papa. Saya merasa sepertinya Papa sedih sekali saat saya harus kembali ke Surabaya untuk mempersiapkan ujian tesis. Berlinang air mata saya saat perjalanan menuju Surabaya. Ya Allah terima kasih atas sedikit berita yang Engkau kabarkan bahwa Engkau akan menjemput orang yang sangat kukasihi ini. Sudah sepuluh tahun Papa diuji oleh sakit stroke dengan kondisi naik turun dan membersamai saya bertumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan kuat. Keadaan ini memaksa saya untuk lebih mempersiapkan hati ini, ya memang saya harus siap apabila sewaktu waktu tiba waktu perpisahan itu.😢


“Kita tidak akan pernah benar-benar kehilangan apapun, selama masih punya Allah.” 

Kehidupan kita bukanlah hak kita, melainkan karunia dari-Nya. Kita hidup karena Allah yang hidupkan, dan suatu saat nanti akan mati, juga karena Allah yang matikan. Berikut segala kejadian yang hadir di antara hidup dan mati kita, itu pun karena Allah yang berkehendak.

Kita ini manusia diciptakan, disempurnakan, diberi rizki, dituntun. Tidak ada satu pun kuasa kita terhadap kehidupan kita sendiri. Semuanya adalah kuasa Allah. Lahaulla walaa quwwata ilabillah. Tiada daya dan upaya, melainkan atas seizin-Nya. Tidak ada satu pun kekuasaan kita terhadap takdir kehidupan.

Kita bisa saja memiliki keinginan, tetapi Allah juga memiliki kehendak. Dan sekuat apapun keinginan kita tersebut, tetap saja yang akan terjadi adalah kehendak Allah. Apabila kehendak-Nya itu sesuai dengan keinginan kita, itu adalah bonus.

Jangan meminta kepada-Nya untuk memperkecil skala hambatan dan kesulitan, tapi mintalah pada-Nya untuk memperbesar skala kekuatan dan kemampuan. Karena sebetulnya, bukanlah besar masalah yang membuat kita terhimpit, tapi kelapangan hati dan kapasitas diri yang tidak bertumbuh.

Kita tidak akan tahu rasanya manis, bila kita tidak pernah mencicipi rasa pahit. Kita tidak akan tahu nikmatnya bangkit, bila kita tidak pernah merasakan jatuh. Dan kita tidak akan tahu nilai keindahan sebuah iman, bila kita tidak pernah diuji.

Betapa indah skenario buatan Allah. Tidak ada satu hal pun yang berujung duka, bila kita percaya bahwa Allah selalu menghendaki kemudahan bagi hamba-Nya, dan menghindarkan kesukaran terhadapnya.

Barangkali saat ini Allah juga sedang tersenyum memperhatikan hamba-hamba-Nya yang tengah diliputi kesedihan mendalam, bukan sebab Allah berbahagia di atas penderitaan kita, melainkan sebab Allah tahu bahwa Dia sedang mempersiapkan yang lebih baik bagi hamba-Nya tersebut. Hanya saja kita harus rela menyerahkan yang Allah minta untuk diikhlaskan.

Bisa jadi kita belum mendapatkan jawaban terbaik Allah itu sebab kita belum sepenuhnya melepaskan hal yang Allah minta untuk dikembalikan. Kita belum ridho pada segala takdir-Nya. Padahal keridhoan kita terhadap Allah itu, adalah gerbang bagi Allah untuk menghantarkan ridho-Nya kepada kita.

 “Setiap bulir air mata, kelak akan dipertanyakan.. untuk siapakah ia menetes. Adakah untuk Rabb mu, atau malah untuk menangisi yang lainnya?”

Saya menengadahkan kepala ke atas, memandang langit-langit kamar, menembus batas menerawang ke Arsy Allah. Saya menutup mata, menyampaikan permohonan maaf pada Allah atas segala khilaf, atas segala pengkhianatan, atas segala perbuatan dan lisan yang tidak berkenan, dan atas segala rasa yang belum diizinkan. Terimakaih atas kehadiran siapapun ke dalam kehidupan saya sebab melalui merekalah saya mempelajari banyak sekali ilmu kehidupan yang tidak bisa saya pelajari jika sendirian. Terima kasih Papa telah mengantarkan sampai ke gerbang pernikahan meskipun rasanya masih banyak hal yang belum sempat saya berikan kepadamu.😭

Berkunjung ke Dokter Spesialis Kulit di Batam : Bercak Putih Itu Datang (lagi) 

Apakah teman-teman pernah melihat adanya bercak-bercak putih di wajah setelah berpanas-panasan? Sekilas bercak ini terlihat seperti panu, tapi dia bukan panu. Bercak ini hanya reaksi kulit atas terpaan dari luar yang membuat kulit jadi sangat kering, seperti sinar matahari, dehidrasi, atau bisa jadi karena pemakaian produk kecantikan yang tidak cocok di kulit. 

Ya! Beberapa bulan yang lalu saya mengalami lagi kondisi bercak-bercak di bagian pipi kiri dan kanan saya. Berawal dari pulang menemani anak-anak berenang di Ocarina saya mendapati bercak itu. Seminggu setelah kegiatan outdoor itu saya mendapati bercak itu makin jelas terlihat apalagi jika berada di luar rumah. 

Sebenarnya, bercak putih ini mungkin tidak berbahaya. Karena semasa saya sekolah, saya pun pernah mengalaminya. Bercak putih itu muncul saat saya sering beraktivitas di luar rumah, menjalani rutinitas sekolah, bimbingan belajar, ekstrakurikurer sampai dengan kerja parttime sebagai jurnalis membuat saya terus menerus terpapar sinar matahari. Bercak putih ini kehadirannya mengganggu sekali karena tidak sedap dipandang mata. Memang sih, bercak-bercak ini bisa disamarkan, tapi sebenarnya bisa dihilangkan juga kok. Namun pertama-tama, kita harus tahu dulu penyebabnya apa. Saya pun akhirnya memutuskan untuk berkonsultasi dengan seorang dokter kulit wanita, dr Yuni Lidya, SpKK yang berpraktek di Vivo Farma, dekat pasar Legenda Malaka. 

Jika bercak putih tersebut tidak terasa gatal, dan bersisik kemungkinan kita terbebas dari panu. Dan, jika bercak itu selalu muncul setelah kita beraktivitas di luar ruangan, berarti bisa jadi penyebabnya adalah sinar matahari. Itu kemungkinan pertama. 

Kita bisa mengatasinya dengan memakai sunscreen lebih banyak ketika harus terpapar sinar matahari secara langsung. Selain itu, jangan langsung mencuci muka setelah beraktivitas di luar ruangan. Tunggu selama beberapa saat sampai kulit terasa dingin.

Selain itu, biasakan untuk membawa minum ke mana-mana. Apalagi ketika beraktivitas di luar ruangan. Karena dehidrasi juga bisa menimbulkan bercak-bercak ini. Air putih bertugas membersihkan racun dalam tubuh sehingga ada banyak alasan kenapa kita harus banyak-banyak minum air putih ini.

Bercak putih ini juga bisa disebabkan oleh produk yang salah, seperti sabun mandi, hand and body lotion, atau make up. Jika penyebabnya adalah hal ini, usahakan langsung hentikan pemakaian produk itu.

Sebaiknya konsultasikan ke dokter tentang kondisi kulit sehingga tahu produk apa saja yang sebaiknya kita hindari. Selain itu, ketika membersihkan wajah, jangan diusap terlalu keras. Hindari juga scrub yang terlalu kasar agar tidak mengganggu kesehatan kulit.

Back to topic, menurut diagnosa dokter bisa jadi penyebab bercak putih di pipi saya itu karena terpapar sinar matahari secara langsung dan saat berkegiatan outdoor saya tidak memakai pelembab ataupun sunscreen uv sama sekali. Saat wajah berkeringat bisa jadi tumpang tindih dengan uv sinar matahari jadilah bercak putih itu pun muncul. Setelah diperiksa saya diberikan resep salep racik untuk pemakaian satu bulan dan pelembab wajah yang harus dioles tipis sebelum pemakaian salepnya. Pelembab ini juga disarankan dipakai sehabis mandi atau jika saya akan keluar rumah. Jika salep raciknya sudah habis, kurang lebih satu bulan tidak ada perubahan boleh datang kembali untuk konsul dan dokter akan memberikan obat minum agar penyembuhannya bisa maksimal.

 Untuk satu kali konsul dengan beliau tergolong tidak mahal, saya hanya mengeluarkan uang kurang dari 500rb sudah dengan salep dan pelembabnya. Masih tergolong murah untuk standart tarif dokter spesialis di Batam. Beliau pun orangnya baik, komunikatif, dan telaten memeriksa satu persatu, ditanya hingga sedetil mungkin. Selain berpraktek di apotek Vivo Farma, Legenda Malaka, dokter Yuni setiap hari praktek juga di RSUD Embung Fatimah. Kalau ingin berkonsultasi dengan beliau bisa langsung mendaftar kontak ke nomor WA (admin) 081277680001. Dokter praktek setiap hari mulai dari jam 16.30 sampai dengan selesai. 

Alhamdulillah ya Rabb dengan pengobatan yang tepat, kulit bisa kembali ke warnanya semula. Kurang lebih satu bulan pigmen kulit wajah saya sudah kembali seperti semula, tidak ada lagi bercak-bercak yang muncul. 

Memang sih mungkin kita berpikir bercak ini tidak membahayakan, tetapi tidak ada salahnya untuk lebih aware lagi. Sebaiknya, mulai sekarang kita mulai lebih berhati-hati lagi dalam memperhatikan perubahan pada kulit..