Mengubah Pola Konsumsi Demi Mengurangi Sampah

Sampah-sampah plastik makanan dan minuman sudah biasa kita temukan berserakan di sekitar lingkungan rumah kita, tempat berlangsungnya pertemuan, atau di tempat perbelanjaan umum. Ada sampah plastik mi instan, biskuit, kacang, permen, atau kantung plastik. Kondisi ini pun terjadi di Batam, kota industri yang ‘katanya’ sekarang berubah menjadi kota pariwisata. Sebagian besar penduduk di Batam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan membeli dari supermarket atau impor dari negara tetangga. Kami jauh dari kebun sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari harus menunggu kiriman buah atau sayur dari luar kota maupun luar negeri. Sangat berbanding terbalik dengan cita-cita saya yang ingin mandiri dari dalam rumah melalui tanaman yang dapat dikonsumsi sendiri.

Sampah-sampah plastik sepertinya saat ini bukan hanya problem yang dihadapi di kota-kota besar, tetapi juga merambah ke seluruh pelosok terpencil. Sampah-sampah yang sering kita lihat dibuang di sembarang tempat itu menunjukkan fenomena. Pertama adalah, telah terjadi perubahan pola konsumsi yang berorientasi pada makanan instan atau pabrikan bahkan melingkupi wilayah pedesaan terpencil sekalipun, yang berakibat menyisakan sampah-sampah pembungkus plastik. Masyarakat desa jaman sekarang tak lagi bangga dengan hasil-hasil kebun yang digarapnya sendiri untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarganya. Labu parang, ubi jalar, kentang, tomat, ketela, pisang, kacang-kacangan dan beragam buah-buahan tak lagi menjadi penanda kecukupan pangan yang aman dan sehat dan karena dianggap tidak membanggakan bahkan ketinggalan jaman. Betapa ngerinya ketika saya pulang kampung dan melihat anak-anak sekolah dasar teramat senang mengkonsumsi minuman rasa dalam kemasan serta perlahan tapi pasti mulai meninggalkan air putih bekal dari rumah.

Pangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan ini dipandang kampungan, bahkan tanda kemiskinan ekonomi hiks. Bagi masyarakat jaman now, mi instan, kraker, keripik kentang olahan yang harus didatangkan dari luar daerah dan dibeli dengan harga mahal lebih bergengsi. Apalagi jika muncul tren jajanan kekinian merupakan penanda kesejahteraan dan modernitas. Mereka lebih bangga membuang kantong plastik atau plastik pembungkus ketimbang kulit pisang atau kacang rebus, yang mudah terurai dalam tanah. Burger atau friendchicken ironisnya menjadi makanan impian di akhir pekan, menggantikan ikan layar, tumis bunga papaya dan kangkung serta ikan bakar hasil tangkapan hari ini.

Itulah fenomena perubahan perilaku yang saya baca dari buangan sampah-sampah plastik di sekitar lingkungan saya tinggal. Bagaimana dengan kota-kota besar lainnya?

Sudah seharusnya kita mulai sadar dan mulai ikut melestarikan lingkungan dengan mengubah perilaku dan pola konsumsi dari dalam rumah kita. Ya! Bahasan mengenai pola konsumsi yang saya maksud adalah dalam arti luas, baik kebutuhan pokok maupun sekunder. Semua hal yang menjadi pemicu eksploitasi terhadap alam, pencemaran lingkungan termasuk sampah plastik. Semakin rakusnya konsumsi masyarakat modern berdampak juga terhadap semakin luasnya alam yang tereksploitasi untuk kebutuhan pangan, sandang, papan, dan lain sebagainya.

Perubahan pola konsumsi yang berorientasi makanan pabrikan terus beriringan dengan penimbunan sampah-sampah plastik dan styrofoam yang tidak ramah lingkungan. Plastik membutuhkan sekitar 450 tahun agar terurai dalam tanah sedangkan styrofoam tak terurai selamanya hiks.

Akar kerusakan lingkungan adalah ketamakan konsumsi dalam skala individu, domestik maupun organisasi yang tak lagi mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Allah Ta’ala berfirman,

{ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ}

“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat)[1] manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum:41).

Dalam ayat yang mulia ini Allah Ta’ala menyatakan bahwa semua kerusakan yang terjadi di muka bumi, dalam berbagai bentuknya, penyebab utamanya adalah perbuatan buruk dan maksiat yang dilakukan manusia. Maka ini menunjukkan bahwa perbuatan maksiat adalah inti “kerusakan” yang sebenarnya dan merupakan sumber utama kerusakan-kerusakan yang tampak di muka bumi.

Dari tafsir ayat ini saya merasa tertohok dan tertampar. Saya, makhluk ciptaan Allah ini rupanya telah turut serta memberi andil yang besar terhadap kerusakan bumi. Astagfirullah hal adzim. Berawal dari itulah saya berusaha berubah dan memulai pola hidup yang lebih ramah lingkungan. Setelah tiga bulan belajar bersama di kelas #belajarzerowaste senang rasanya semakin hari bisa mengurangi jumlah sisa konsumsi yang dihasilkan di rumah untuk dikirimkan ke TPA. Ternyata dengan sedikit usaha efekny membuat hati bahagia, ketika mendapati bapak petugas kebersihan mengangkut bak sampah di depan rumah kali bisa dibitung dengan jari. Berikut ini rincian sisa sampah anorganik yang kami hasilkan selama 3 bulan. Kalau disuruh menghitung berapa persen pengurangan sisa konsumsi yang saya buang ke TPA sebelum dan sesudah kelas sejujurnya saya bingung sebab sebelum ikut kelas sampah anorganik yang keluarga saya hasilkan hanya sedikit lebih banyak sampah organiknya. Setelah melakukan 3AH yang diajarkan oleh Mbak Dini, sampah rumah kami pun makin sedikit sebab saya sendiri sejujurnya agak malas jika harus mengumpulkan sampah hehe. Sebisa mungkin saya tidak membeli produk dalam kemasan agar tidak terbebani dengan bungkus plastiknya😁
Sisa konsumsi yang kami hasilkan selama 3 bukan ini antara lain:

-Sampah Organik
Sebelum mengikuti kelas belajar zerowaste saya sudah mempunyai komposter dan membuat lubang pembuangan khusus untuk sisa hewani yang tidak bisa diberikan kepada kucing tetangga. Sisa potongan buah dan sayur pun saya manfaatkan untuk membuat ecoenzym. Jadi pengurangan sampah organik bisa dibilang 0%

-Sampah Anorganik
a. Plastik bekas amdk masih ada yang masuk rumah karena kadang suami bawa setelah olahraga bersama teman kantornya. Kedua, kemasan telur organik terpaksa masuk rumah karena kami harus memilih membeli telur ke peternakan dengan resiko mengeluarkan bensin lebih banyak atau beli di supermarket depan rumah bisa dengan jalan kaki tetapi menghasilkan sampah kemasan plastik sebab telur-telur tersebut sudah dipacking sedemikian rupa. Lumayan setelah dibiasakan pelan-pelan akhirnya kami memutuskan mengurangi konsumsi telur dan berkurang jumlah plastik kemasannya sampai 80%.

b. Botol kaca bekas susu soya dan oralit, botol kaca ini mau tidak mau masuk ke dalam rumah sebab bulan lalu anak kedua saya diare karena alergi laktosa. Jadilah sementara membeli susu soya kemasan karena emak belum ada tenaga dan waktu untuk membuat homemade lagi. Tidak ada persen penurunan atas sampah botol kaca malah sebaliknya, tetapi botol-botol kaca ini akan saya tabung ke bank sampah untuk direcycle.

c. Tetrapak bekas susu soya terpaksa masuk rumah karena anak-anak sementara mengkonsumsi susu soya kemasan. Kemasan ini sudah saya cuci bersih dan rencananya akan dibuat craft bersama anak-anak saja karena di Batam belum ada drop box untuk tetrapack. Persen penurunannya sebesar 60%

d. Pospak dan pembalut persen penurunannya 0% karena sudah lebih dari dua tahun saya dan anak-anak tidak memakai pospak dan pembalut.

e. Stryfoam penurunannya sebesar 0%.

f. Kertas label penurunannya sebesar 90%.

g. Kertas nota, struk, kertas tulis, kantong kertas, kertas bekas packing penurunannya sebesar 70%.

h. Bekas penyambung slang tekanan gas ke kompor yang kebetulan rusak persen penurunannya 0%,setelah 2 tahun akhirnya rusak juga.

Mudah-mudahan setelah ini kami bisa terus meminimalisasi sisa konsumsi yang kami hasilkan. Bismillah, rumah minim sampah… BISA!

Sumber:
[1] https://muslim.or.id/2757-jangan-berbuat-kerusakan-di-muka-bumi.html
[2] Materi Kelas Belajar Zerowaste

Belajar Menyayangi Hewan dengan Berkunjung ke Taman Kelinci, Batam

Batam tidak kalah dengan kota-kota lain di Indonesia, keindahan alam dan wisata alam yang tersembunyi memang banyak ditemukan di pulau ini. Bukan hanya di kota besar saja seperti Bandung, Lembang, Bogor, Semarang, Pekanbaru, Jakarta, Yogya hingga Malang. Kawasan wisata alam di kota Batam bertambah lagi dengan hadirnya Taman Kelinci yang terletak di kawasan Sekupang. Keindahan alam dan sekumpulan kelinci yang disuguhkan menarik minat para wisatawan yang berlibur ke sini. Selain taman kelinci, kita dapat menikmati pemandangan dari atas rumah pohon dan tebing langit tentu saja memberikan pengalaman tersendiri yang tidak akan terlupakan. Hari ini saya dan keluarga berkunjung ke taman kelinci berkat informasi dari sahabat saya, Mbak Putri yang minggu lalu sudah terlebih dahulu kemari. Ah senangnya anak-anak bisa bermain lebih dekat dengan alam.

Salah satu kawasan wisata alam baru yang menjadi incaran para wisatawan adalah Taman Kelinci yang memberikan keunikan dan juga sisi menarik tersendiri. Mungkin bagi beberapa orang tempat wisata ini biasa saja, sebab di beberapa kota lain pun juga sudah mempunyai taman kelinci yang serupa namun bagi warga Batam ruang terbuka seperti ini menjadi alternatif berwisata di akhir pekan. Apalagi ada banyak hal yang bisa ditemukan di kawasan wisata Taman Kelinci tersebut.

Berkenalan dengan Taman Kelinci Batam

Kawasan wisata Taman Kelinci ini menyediakan banyak fasilitas yang bisa memberikan kesan berbeda. Berbeda dengan kawasan wisata alam lainnya yang ada di kota Batam, di sini para wisatawan bisa melihat lebih dekat mengenai keindahan alam yang berpadu dengan konsep kota alam tersendiri dimana memberikan sisi menarik dan memanjakan para wisatawan.

Salah satu hal yang menjadi incaran para wisatawan ketika mengunjungi Taman Kelinci ini adalah adanya rumah Hobbit yang bisa menjadi daya tarik terutama di sektor fotografi. Bagi para pecinta film Lord of The Rings atau Hobbit, tentu saja akan sangat senang berlibur dan mengunjungi kawasan wisata Taman Kelinci ini. Meski belum rampung dibangun namun tempat wisata ini sudah banyak dikunjungi oleh warga sekitar.

Konsep Rumah Hobbit 

Bagi teman-teman yang sudah menonton film Lord Of The Rings dan juga The Hobbit, tentu sangat hafal bagaimana bentuk dan juga tampilan dari rumah milik Bilbo Baggins tersebut. Di sini para pengunjung akan diajak untuk melihat replika dari rumah di film legendaris tersebut. Sangat identik sekali bentuk rumah kayu yang masih dalam tahap finishing ini. Tentu saja para wisatawan diperbolehkan untuk berfoto di depan rumah tersebut. Cukup menarik tampilan dari rumah yang erada di bawah bukit yang merupakan tempat para kelinci dipelihara. Pengunjung pun dapat melihat pintu dan jendela rumah yang berbentuk bulat tersebut. Para wisatawan biasanya akan selfie dan berfoto di depan rumah tersebut.

Jika sudah benar-benar selesai dibangun, para pengunjung juga dipersilahkan untuk memasuki rumah tersebut. Tentu saja interior yang ditampilan memang tidak terlalu mirip dengan rumah hobbit seperti di film Lord Of The Rings tersebut. Akan tetapi kesan dan nuansa yang dimaksudkan oleh Taman Kelinci sudah sangat mirip dengan rumah hobbit di kedua film ini. Rasakan sensasi yang berbeda ketika berada di kawasan wisata ini.

Bermain Bersama Kelinci

Salah satu pesona yang ditawarkan oleh kawasan wisata Taman Kelinci ini adalah tentu saja kelinci yang lucu-lucu. Para wisatawan bisa bermain dan juga berinteraksi dengan para kelinci yang memenuhi obyek wisata ini. Anak-anak pasti senang bisa bermain dan juga berfoto serta berlarian bersama para kelinci yang tersebar di sekitar kawasan wisata Taman Kelinci ini.

faris memberi makan kelincinya langsung

Tidak heran jika kawasan wisata Taman Kelinci ini menjadi incaran para wisatawan yang gemar berfoto kekinian. Pengunjung dapat berfoto bersama para kelinci dan langsung diunggah ke sosial media seperti Instagram dan juga Facebook. Uniknya lagi, selain terdapat berbagai macam kelinci yang lucu kita juga dapat melihat bentuk rumah-rumah kelinci yang berbeda dari biasanya, salah satunya berbentuk seperti rumah gadang.

Kawasan wisata ini sangat pas untuk dikunjungi bersama keluarga. Apalagi anak-anak tentu saja sangat senang bermain dengan hewan-hewan lucu seperti kelinci. Ditambah lagi hewan ini sangat jinak dan tidak akan melukai anak-anak. Akan tetapi disarankan para orang tua untuk menjaga anak-anak ketika bermain bersama kelinci. Biasanya anak-anak tidak bisa menjaga tingkah mereka yang bisa membuat kelinci akan terganggu dan stress. Hal ini bisa berbahaya untuk para kelinci-kelinci tersebut apalagi anak-anak kelinci yang umurnya masih dibawah tiga bulan.

Rute Menuju ke Lokasi Taman Kelinci Batam

Kawasan wisata ini letak dan alamatnya berada di daerah Sekupang. Untuk para pengunjung yang ingin menuju ke kawasan wisata ini tidak perlu khawatir karena akses dan rute jalur ke taman ini sudah sangat terjangkau dan juga mudah. Jalur utama untuk menuju ke kawasan wisata Taman Kelinci ini sangat mudah untuk diakses. Cukup mengikuti jalan utama ke arah Resort Sijori dan bersebelahan dengan lokasi wisata Tebing Langit. Dari sini para pengunjung hanya cukup mengikuti papan petunjuk untuk menuju ke kawasan wisata Taman Kelinci tersebut. Papan petunjuk di sepanjang jalan sudah siap memudahkan para pengunjung untuk mengunjungi kawasan wisata tersebut.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional

Bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan wisata alam ini, harus membayar tiket masuk atau htm seharga sepuluh ribu untuk orang dewasa dan lima ribu untuk anak-anak. Dengan harga tersebut para pengunjung sudah bisa menikmati keindahan kawasan wisata alam Taman Kelinci dan berfoto sepuasnya. Buat teman-teman yang suka hunting foto, jangan lupa main kesini dan bawa properti fotomu karena banyak spot yang bisa dieksplor melalui bidikan kameramu. Sementara untuk parkir mobil dan motor sendiri dikenakan harga sebesar dua ribu rupiah dan seribu rupiah. Cukup murah tentunya. Sementara foto-foto, memberi makan dan bermain bersama kelinci gratis dan bebas. Namun kelinci-kelinci ini tidak boleh di bawa pulang yah😂

Jam berapa kawasan wisata ini bisa dikunjungi? Untuk operasional, kawasan wisata alam ini dibuka pada jam delapan pagi WIB dan juga akan ditutup pada pukul 4 sore. Sayangnya di sini para wisatawan tidak bisa melihat matahari tenggelam di sebelah barat. Sebab sebelum sunset lokasi wisata ini sudah ditutup untuk umum dan para pengunjung tidak diperbolehkan berada di Taman Kelinci selepas jam 4 sore.

Fasilitas di Taman Kelinci

Kawasan wisata Taman Kelinci ini menyediakan berbagai macam fasilitas yang komplit. Meski belum semua area selesai dibangun akan tetapi untuk fasilitas sudah cukup mumpuni guna mendukung para wisatawan yang berlibur ke kawasan wisata ini. Salah satu fasilitas umum yang bisa digunakan adalah adanya kamar mandi dan toilet.

Sementara untuk penginapan, di sekitar kawasan Taman Kelinci ini para pengunjung bisa menemukan berbagai macam penginapan mulai dari hotel, guest house, villa hingga resort yang harganya terjangkau dan juga cukup bagus. Tentu saja hal ini bisa memudahkan para wisatawan untuk mengunjungi Taman Kelinci.

Fasilitas lain yang bisa ditemukan di kawasan wisata ini adalah adanya rumah makan sederhana yang menyajikan aneka macam kuliner Jawa Sumatera. Hal ini memanjakan para wisatawan yang senang mencicipi kuliner nusantara. Menyantap aneka makanan dan minuman sembari menikmati suasana di sekitar kawasan wisata Taman Kelinci ini bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat.

Wisata Mini Outbond Ala-Ala


Sementara untuk area outbound, para pengunjung bisa mendapatkan petualangan yang seru dan juga pengalaman yang tidak terlupakan di kawasan wisata ini. Ajak anak-anak untuk merasakan sensasi bermain di alam bebas atau sekedar bersantai di atas hammock sembari memberi makan kelinci di sini. Untuk area outbound sendiri para pengunjung bisa melatih keterampilan putra dan putri mereka sembari belajar di alam bebas.

Obyek wisata alam Taman Kelinci ini memang mengedepankan edukasi alam dimana para wisatawan bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan kelinci serta melihat pesona alam yang dihadirkan di sekitar kawasan wisata alam ini. Sebuah kombinasi yang cukup pas dan mumpuni. Di sini para pengunjung bisa mencoba berbagai macam permainan outbound yang sudah disediakan. Seperti halang rintang hingga menyeberang jembatan gantung dengan tali yang cukup menegangkan. Selain itu tentu saja bisa berinteraksi dengan para kelinci yang lucu-lucu.

Tips Berlibur ke Taman Kelinci

Berlibur ke kawasan wisata Taman Kelinci tentu saja akan sangat menyenangkan. Akan tetapi harap diperhatikan beberapa tips yang bisa membuat liburan menjadi lebih menyenangkan lagi. Pengunjung disarankan untuk membawa jaket atau sweater ketika berlibur ke kawasan wisata ini. Pasalnya di sini ketika pagi hari dan menjelang sore akan cukup dingin. Apalagi cuaca di Batam beberapa hari ini sedang sendu. Bahkan mendekati musim hujan biasanya akan turun kabut yang membuat cuaca akan lebih dingin. Bagi yang membawa anak-anak sediakan pula obat serta baju ganti agar tetap hangat kala bermain di sini.

Jaga anak-anak ketika berada di sekitar kawasan wisata ini. Ada beberapa titik yang memiliki lahan yang sedikit curam. Hal ini bisa membahayakan anak-anak ketika sedang bermain bersama kelinci. Jaga tingkah laku anak-anak sehingga tidak membuat para kelinci berlarian dan juga stress. Hal ini bisa membahayakan para kelinci.

Disarankan berkunjung di pagi hari jika berangkat dari pusat kota Batam. Mengingat ketika akhir pekan dan hari libur nasional, kawasan wisata Taman Kelinci ini akan lebih banyak dikunjungi wisatawan. Pada hari kerja, kawasan wisata Taman Kelinci tidak akan terlalu ramai. Sehingga wisatawan bisa bebas berfoto bahkan bersantai di sekitar rumah Hobbit yang ada di area ini. Pengunjung pun dapaat masuk dan melakukan eksplorasi dengan bebas di Taman Kelinci

Selain jaket, sepatu yang nyaman juga menjadi modal yang penting. Kawasan wisata Taman Kelinci ini masih berupa bukit dan beberapa titik diantaranya memiliki kontur yang bergelombang. Dengan menggunakan sepatu atau sandal yang nyaman tentu akan membuat perjalanan menjadi semakin nyaman. Dan tentu saja kaki terutama di bagian engkel dan telapak kaki tidak akan gampang cedera dan letih. Terutama untuk para wanita. Dengan perlengkapan tersebut liburan dijamin akan lebih menyenangkan. Ayo yang belum pernah main ke taman kelinci, buruan mampir kemari ❤

 

Langkah Kecil Mengolah Sampah Rumah Tangga

Semakin banyak sampah, maka semakin banyak masalah untuk kita. Untuk mengurus sampah tentu diperlukan biaya, waktu dan tenaga. Jadi apa yang bisa kita lakukan demi lingkungan yang lebih baik? Sampah rumah tangga sangat ideal dijadikan kompos karena selain dapat dimanfaatkan dalam bentuk kompos, lingkungan pun terhindar dari pencemaran. Selain sampah rumah tangga, cara ini dapat pula diterapkan untuk sampah sisa-sisa dari pasar yang sebagian besar berupa sampah organik. Bagaimana cara mengolah sampah dari dapur kita? Untuk mengolah sampah rumah tangga, diperlukan alat yang biasanya disebut komposter.

Praktek cara membuat alat pengolah sampah menjadi pupuk kompos cair saya pelajari ketika merintis rumah organik trenggalek. Dulu sekali, orang-orang desa tidak bingung mengatasi sampah organik rumah tangga mereka karena otomatis diolah menjadi pupuk kompas. Masyarakat khususnya di pedesaan telah lama memiliki metode praktis dalam pengolahan sisa bahan organik yang datang dari rumah. Bagaimana caranya?

Komposter Lubang Tanah (Lubang Biopori)

Daun-daun yang gugur dari pohon yang ada dirumah, ranting muda juga sisa bahan sayur dapur otomatis dimasukkan ke dalam sebuah lubang yang khusus dibuat di dalam tanah. Jika lubang telah penuh bagian atasnya maka dapat ditimbun dengan tanah dan dibuatkan lubang baru di tempat lain. Begitulah cara masyarakat desa mengolah sampah. Sampah yang ditimbun dalam tanah secara alami akan terurai sehingga menjadi pupuk yang menambah kesuburan tanah. Dari bekas-bekas lubang sampah di dalam tanah ini kemudian dapat ditanam berbagai macam tanaman atau diambil medianya untuk bertanam.

komposter anaerob sumber img : http://clearwaste.blogspot.co.id/2008/10/sekali-lagi-komposter-anaerob-serba.html

 

Baca juga : Bagaimana Cara Memulai Green lifestyle?

 

Membuat Komposter Sampah Dapur dari Drum/Ember Bekas

Di tengah makin terbatasnya lahan untuk mengolah sampah secara tradisional, komposter mini skala rumah tangga hadir sebagai alternatif yang dapat dibuat untuk mengolah sampah organik dapur menjadi pupuk kompos sekaligus pupuk cair. Kegiatan ini merupakan salah satu family project di rumah kami, pencetus idenya tentu saja Faris. Ya, ia ingin mewujudkan mimpinya agar bisa mandiri mengolah sampah dan menghasilkan energi terbarukan. Back to topic, mari kita mulai membuat komposter ala-ala di rumah.

Bahan-bahan yang harus dipersiapkan untuk membuat komposter antara lain :

1.Drum ember bekas atau tong plastik yang mempunyai tutup.

2. Pipa pralon berdiameter 4 inci,

3. Kasa plastik untuk menutup lubang pipa bagian luar

4. Batu kerikil.

5. Pisau, gunting, gergaji,bor.

6. Saringan, bisa dibuat menggunakan tutup ember bekas kalau ada.

7. Kasa sebagai penutup, selain untuk menahan lalat, kain kasa berfungsi menyaring cairan dari bahan padat. Bahan padat yang masuk ke dalam pipa seringkali membuat kran air menjadi tersumbat.

 

Bahan Starter :

  1. Gula atau tetes tebu 1-2 ons
  2. Air kelapa kira-kira 1 liter
  3. Air bekas cuci beras 500 ml
  4. Air bebas kaporit dan detergen, bisa pakai air hujan atau sumur
  5. EM4 5 sendok makan (pabrikan) sama fungsinya dengan poc atau mol

Catatan Teknis Pembuatan Starter :
Cara membuat mol (Mikro Organism Local) sama dengan Poc (Pupuk Organic Cair) untuk ukuran satu toples.

  1. Persiapkan sisa-sisa daun hijau atau sisa bahan untuk sayur (ini mengandung unsur Nitrogen), sisa-sisa buah yang sudah busuk atau kulit buah yang sudah masak (ini mengandung unsur Kalium), kemudian umbi-umbian yang busuk atau bonggol pisang yang masih muda atau daun yang kering (ini mengandung unsur Pospor). Total bahan semua kira-kira setengah kilogram.
  2. Campur bahan nomor 1 dengan gula atau tetes tebu sebanyak 1-2 ons, air kelapa kurang lebih 1 liter, air bekas mencuci beras 500 ml, air bersih bebas kaporit dan deterjen, EM4 kurang lebih 5 sendok makan untuk mempercepat fermentasi. Tetapi kalau tidak ada bisa diganti dengan tape atau tempe busuk kemudian diblender sekalian tape atau tempe busuk tadi.
  3. Kemudian masukkan ke dalam toples dan tutup dengan koran. Atau tutup rapat-rapat tetapi setiap pagi dibuka dengan suara gas beracun. Lalu tutup kembali dan harus di simpan di tempat yang sejuk dan tidak terkena matahari.
  4. Apabila setelah 24 jam ada gelembung. Maka artinya fermentasi berhasil dan bau asam dan menyengat. Hati-hati baunya mengikat oksigen. Tunggu sampai 15 hari kemudian disaring. (dapat diaplikasi ke media tanam 1 persen saja dari jumlah air sumur serta tidak boleh kena daun dan batang.
  5. Perbandingan untuk jumlah fermentasi pembuatan kompos bisa 1 mol : 6 air : 1 gula/ tetes tebu.

Setelah disemprot/dibasahi dengan cairan starter ini, baru bahan-bahan dimasukkan ke dalam komposter. Proses ini dapat dilakukan setiap saat hingga komposter penuh. Untuk rumah tangga yang aktif masak dengan jumlah anggota keluarga cukup banyak, dalam waktu satu mingguan saja komposter sudah penuh.

sumber : http://dusunmekarsari.blogspot.co.id/2012/01/pupuk-organik-dari-sampah-kota.html

Cara pembuatan wadah komposternya sebagai berikut :

  1. Siapkan peralatan dan ember/tong/drum yang akan dibuat sebagai wadah komposter. Bagian atas tong plastik diberi 4 lubang diameter 4 inci untuk memasang pipa. Bagian bawah juga dilubangi dengan diameter yang sama, sebanyak 4-5 lubang, lalu ditutup kasa plastik sebagai jalan air. Ujung pipa bagian luar ditutup kasa plastik untuk sirkulasi udara.
  2. Pipa dilubangi dengan bor sebesar 5 mm setiap jarak 5 cm. Tong juga dilubangi 5 mm dengan jarak 10 cm untuk udara. Bagian dalam ember dipasang instalasi pipa pralon. Susunannya dapat dilihat pada video tutorial via youtube. Selain potongan pipa, yang diperlukan adalah sambungan T dan sambungan siku juga sebuah kran air.
  3. Pasang pipa pada empat sudut tong. Tempatkan pada bagian yang tidak kena sinar matahari atau hujan secara langsung. Tepi tong ditutup batu kerikil setebal 15 cm. Demikian juga sekeliling pipa ditutup kerikil, baru ditutup tanah. Tempat sampah biasanya berbau karena sampah organik cepat membusuk sehingga diperlukan kerikil untuk meredam bau tersebut.
  4. Saringan cairan dalam ember dapat dibuat dari tutup ember bekas yang diberi lubang secara merata. Lubang-lubang yang sama juga dibuat pada pipa pralon PVC di dalam ember. Fungsi lubang ini untuk proses pertukaran udara karena komposter ini menggunakan sistem aerob. Untuk menempatkan pipa dan pralon ke dalam ember lubang-lubang bisa dibuat dengan menggunakan bor.
  5. Tong tersebut diisi dengan sampah rumah tangga atau sampah sisa makanan, tetapi jangan diikutkan dengan kulit telur dan kulit kacang sebab sukar menjadi kompos.
  6. Setelah penuh, tong ditutup dan dibiarkan selama 3-4 bulan, agar lebih cepat gunakan bioaktivator atau bakteri starter untuk proses pembusukan sampah dan akan terjadi proses pengomposan. Sampah yang sudah jadi kompos berwarna hitam dan gembur seperti tanah.
  7. Sampah itu juga tidak mengeluarkan bau karena alat itu dilengkapi pipa-pipa vertikal yang dipadati dengan kerikil di sekitarnya untuk mencegah keluarnya gas yang terjadi selama proses pengomposan.Hasil akhirnya adalah kompos dan cairan yang bisa digunakan sebagai pupuk. Karena kami dulu tidak sempat merekam maka penampakan bagian dalamnya jika dilihat kurang lebih seperti ini:

Tips yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan sampah dapur dengan komposter antara lain:

  1. Dalam komposter tersebut akan bermunculan belatung, sebab yang kita olah adalah sampah organik yang mengalami pembusukan. Kehadiran belatung itu justru dinantikan karena tugasnya melahap sampah dapur. Supaya belatung tidak berkeliaran maka tutup tong harus dijaga dalam keadaan rapat.
  2. Penempatan kompos sampah rumah tangga ini harus hati-hati, tidak boleh terlalu dekat dengan sumur yang dangkal karena bisa mencemari. 
  3. Wadah dapat dibuat dari ember bekas, drum, tong sampah atau jerigen bekas berukuran besar. Bahan yang digunakan baik berasal dari plastik bukan logam agar tidak berkarat.
  4. Sampah biasa identik dengan lalat. Begitupun juga komposter ini. Untuk meminimalkan komposter menjadi tempat bertelur lalat, kain kasa perlu dipasang pada lubang-lubang udara yang ada. Termasuk juga lubang-lubang pada pralon di dalam ruang ember. Jika masih juga muncul belatung biasanya bahan yang dimasukkan ke dalam komposter telah dihinggapi telur lalat sebelumnya.
  5. Kumpulkan sampah dari dapur setiap hari dan masukkan ke dalam komposter pada sore hari. Sebelum dimasukkan ke dalam komposter, sisa-sisa bahan dari dapur ukurannya diperkecil. Diiris dengan pisau atau dengan gunting, jangan lupa disemprot mol atau poc yang akan membantu proses pengomposan berlangsung lebih cepat.
  6. Untuk komposter yang terbuat dari tong atau drum yang cukup panjang badannya, bisa ditambahkan satu lubang pintu pada dindingnya. Fungsinya untuk mengambil kompos padat yang sudah matang mulai dari bagian bawah. Saringan bisa dimodifikasi dengan dibelah kemudian digabung lagi dengan kawat yang difungsikan sebagai engsel agar bisa buka tutup. Tempatkan saringan yang berengsel tepat di atas kran air.

  7. Lakukan panen pupuk cair ini secara teratur. Pembersihan alat ini secara berkala tetap diperlukan untuk membersihkan endapan lumpur di bagian alas tabung komposter karena volumenya semakin lama semakin naik.

  8. Untuk saringan penahan masuknya lalat di bagian dalam baik tidak dibuat dari kain kasa. Kasa terbuat dari kain akan mudah hancur dalam hitungan minggu. Baik diganti dengan ram kawat lubang kecil-kecil penahan nyamuk yang banyak dijual di toko besi atau bangunan.

komposter sampah di rumah kami

Dalam proses pengomposan ini, selain menghasilkan pupuk padat juga menghasilkan pupuk cair. Cairan ini selain berisi sisa air starter kompos yang berisi mikroba juga cairan yang keluar dari bahan organik yang membusuk. Cairan yang terkumpul di bagian bawah dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair. Pupuk cair perlu diencerkan sebelum dipakai. Sejumlah praktisi di komunitas KOI memberikan resep satu bagian pupuk cair ini dicampur dulu dengan air dua puluh lima bagian baru diberikan pada tanaman. Bagaimana dengan teman-teman yang lain adakah yang punya pengalaman dalam mengolah sampah dapur? Sharing dong  😉

Menurut pengalaman, komposter model ini ternyata rawan tersumbat. Meskipun sudah ada saringan, karena partikel kecil yang tersaring dapat membentuk endapan lumpur akhirnya lubang-lubang yang dibuat pada pipa menuju kran menjadi tertutup. Akibatnya kran menjadi tersumbat pula. Sumbatan tetap saja terjadi meskipun lubang kran sudah ditusuk kawat panjang berkali-kali. Jadi apapun itu, yuk kita mulai memilah dan mengolah sampah dari dalam rumah kita.

 

 

 

 

Referensi :

[1]Penangan dan Pengolahan Sampah, Tim Penulis PS

[2]http://bungsu-tabalagan.blogspot.co.id/2012/11/mikro-organisme-lokal-mol.html

[3]http://dusunmekarsari.blogspot.co.id/2012/01/pupuk-organik-dari-sampah-kota.html

Bagaimana Cara Memulai Green Lifestyle?

Pernah dengar slogan “Go Green”, atau slogan kampanye lainnya? Slogan tinggalah slogan semata, jika tidak diiringi usaha nyata, milyaran rupiah pun tidak ada artinya bagi program Go Green.

Kebanyakan slogan seperti itu muncul dalam rangka menyelamatkan bumi dari bahaya Global Warming. Apa itu Global Warming? Global Warming atau pemanasan global merupakan proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Penyebab utamanya adalah peningkatan efek rumah kaca. Peningkatan ini berefek volume air laut yang meningkat akibat mencairnya es di kawasan kutub utara dan selatan.

Tak hanya itu, perubahan iklim yang sangat ekstrim dan meningkatnya suhu permukaan bumi terjadi akibat Global Warming. Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi? Bumi tempat kita berteduh jelas memerlukan sentuhan lembut dan kepedulian tangan manusia agar alamnya tetap hijau, alami, dan nyaman untuk disinggahi.

Harus Mulai Darimana?

Apa itu Green Lifestyle? Apakah harus serba hijau, rumah dicat hijau, pakai baju hijau, rambut warna hijau, atau badan kita juga harus hijau seperti tokoh karakter HULK? Big NO! Itu bukan esensi dari Green Lifestyle. Green Lifestyle merupakan tindakan kepedulian kita terhadap lingkungan.

Green Lifestyle merupakan gaya hidup dengan mind set yang menjadikan bumi benar-benar sahabat manusia dalam kehidupan sehari-hari, bukan sebagai objek eksploitasi untuk memenuhi kehidupan manusia.

Untuk memulai Green Life Style, kita tidak harus memulainya dengan perubahan drastis dan mahal. Cukup memulainya dari hal-hal kecil yang biasa kita lakukan sehari-hari. Mulai dari makanan, fashion, mengelola sampah, pemakaian listrik, pemakaian ponsel, dan hal kecil lainnya.

Rumah dan Lingkungan

Saya pribadi mencoba untuk memulai menanam sayuran dan buah-buahan yang biasa dimakan di belakang atau halaman depan rumah. Anak-anak dan suami sangat bersemangat memulai project bercocok tanam. Selain menghemat uang, kami pun dapat menghabiskan waktu berkualitas bersama orang-orang tercinta. Pengelolaan sampah juga kerap diabaikan oleh sejumlah orang. Hal kecil yang kami lakukan di rumah adalah memilah sampah non-organik dan organik serta menempatkannya pada tempat sampah berbeda. Kita juga bisa memanfaatkan sampah non-organik seperti plastik kemasan dan botol minuman plastik untuk dijadikan kerajinan tangan. Kalau tidak sempat kita juga bisa menabung di bank sampah yang tersedia di kelurahan-kelurahan.

Di rumah kami juga membuat drum sampah khusus untuk membuang sampah organik yang kemudian diolah kembali menjadi pupuk kompos cair. Setelah melewati masa pembusukkan, sampah organik tersebut bisa dijadikan sebagai pupuk tanaman.

🌱Periksa AC jangan sampai ada kebocoran, turunkan suhu AC, dan jangan biarkan ada celah dalam ruangan saat menyalakan AC.

🌱Hemat pemakaian air. Jangan biarkan kran air mengalir terus saat mencuci muka atau menggosok gigi. Gunakan air saat diperlukan saja. Pastikan tidak ada kebocoran pada kran air, bisa kita bayangkan banyak air yang terbuang bila air menetes selama 24 jam.

🌱Pemakaian listrik secara bijak. Gunakan seperlunya saja, contoh kecilnya sebaiknya matikan lampu kamar bila tidak sedang membaca. Bila hal ini dilakukan berulang kali, tidak hanya menghemat,kita pun bisa menjaga kelestarian bumi.

🌱Gunakan produk elektronik yang hemat energi. Hindari membuka pintu lemari es terlalu lama karena setiap kali pintu lemari es dibuka, diperlukan tarikan listrik yang tinggi untuk mendinginkan kembali suhunya.

Makanan, Minuman dan Kosmetik

Sejak memutuskan foodcombining saya berusaha untuk mengurangi konsumsi daging. Mengurangi makan daging, terutama daging merah ternyata dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan Global Warming. Faktanya, sapi memproduksi banyak gas methana yang berdampak buruk untuk lingkungan. Semakin banyak kebutuhan konsumsi sapi, maka semakin banyak pula gas methana yang dihasilkan. Biasakan mengonsumsi sayuran dan makanan bernutrisi tinggi lainnya sebagai pengganti daging. Kita pun dapat merasakan banyak manfaat, diantaranya menghemat uang, badan menjadi sehat, dan bumi akan tetap terjaga kelestariannya.

Konsisten mengkonsumsi makanan segar, bukan makanan kaleng atau makanan yang sudah diawetkan. Jangan lupa membawa botol minum sendiri, hindari membeli minuman dalam kemasan botol terlalu sering karena hanya akan menumpuk sampah non-organik yang lebih sulit terurai dalam tanah.

Membawa tas belanja sendiri yang bisa dipakai berulang-ulang. Tas plastik yang tertimbun dalam tanah perlu waktu ribuan tahun untuk proses penguraiannya. Ketika berbelanja ikan di pasar jangan lupa membawa kemasan sendiri. Diupayakan untuk memasak menu untuk makan keluarga. Ini lebih baik, selain sehat kita juga bisa menghemat bahan bakar karena tidak perlu membeli makanan dari luar.

Kami sekeluarga berusaha meminimalisir penggunaan tisu dan mengganti dengan lap kain. Untuk mengurangi sampah, sejak anak sulung kami lahir kami memutuskan menggunakan clothdiaper dan menghindari popok sekali pakai. Saya pribadi beralih dari penggunaan pembalut sekali pakai menjadi pembalut kain.

Saya mulai belajar untuk kembali ke alam dan menggunakan bahan yang ramah lingkungan, pun juga dengan kosmetik dan sabun cuci baju, piring dan lantai. Mau tidak mau saya akhirnya belajar membuat sabun sendiri. Meskipun masih tahap awal saya ingin terus belajar dan belajar lagi.

Bagaimana? Sudah tahu kan Green Lifestyle itu ternyata dapat dimulai dengan membiasakan hal-hal kecil yang ada di lingkungan kita. Yang perlu ditanamkan dalam mindset kita adalah bahwa kesadaran melalui hal-hal kecil yang dilakukan secara rutin pasti bisa menghasilkan perubahan besar untuk kelestarian bumi. Jadi, yuk kita mulai Green Lifestyle dari sekarang!

JAKARTA : Menginap di Sabda Guest House

Alhamdulillah meskipun cuaca kurang bersahabat dan laju pesawat agak kurang mulus kami bisa menjejakkan kaki kembali di kota Jakarta. Kami terakhir ke Jakarta hampir 10 bulan yang lalu, transit saja sesaat sebelum melanjutkan perjalanan ke Purbalingga rumah mertua saya.

Perjalanan ke Jakarta kali ini dalam rangka ikut suami saya dinas sekaligus mengajak anak-anak fieldtrip. Untuk jadwal fieldtrip, keluarga kami tidak punya jadwal khusus. Agenda travelling kebanyakan tidak pernah kami rencanakan secara pasti kecuali mudik tahunan saat libur hari raya nasional karena suami harus mengajukan cuti terlebih dahulu ke kantor. Inilah salah satu kenikmatan menjadi ibu rumah tangga dan anak-anak homeschooling. Kita bisa pergi kapan saja tanpa harus terikat izin 😁 Kali ini saya berkesempatan menginap di guesthouse murah meriah di daerah Tebet. Ini kali kedua saya menginap disini. Sebenarnya suami saya hari ini berkegiatan di Lapangan Banteng tetapi kami memutuskan untuk menginap di Tebet dengan alasan dekat dengan rumah kakak ipar saya. Sabda Guest House ini beralamat di Komplek Gudang Peluru blok A1 Nomor 2, Kebon Baru, menawarkan penginapan dengan suasana yang homey dan harga menarik. Saya membooking kamar untuk beberapa hari disini melalui aplikasi traveloka dan ini sangat membantu sekali untuk mendapatkan harga termurah. Guest House ini masuk dalam jaringan Zen Rooms. Apasih ZEN Rooms? ZEN Rooms adalah jaringan hotel berkualitas yang berpartner dengan hotel hotel budget terbaik di seluruh Indonesia, Singapore, Thailand,Filipina, Sri Lanka, hingga Brazil. Didukung dengan tim terbaik dan teknologi terbaru, ZEN Rooms menawarkan pengalaman traveling yang lebih efisien dan menyenangkan. Fasilitas ini membantu saya menemukan kamar terbaik dimana pun. Meski dengan harga yang relatif miring, fasilitas yang ditawarkan penginapan ini cukup oke untuk sekelas penginapan bertarif murah.

Ada tiga tipe kamar yang disediakan di Guesthouse SABDA yaitu tipe kamar standar (single) yang bisa digunakan untuk satu orang saja. Kemudian kamar double untuk dua orang, bisa memilih satu bed atau dua bed dan yang ketiga kamar family dengan dua bed (queen dan single).

Bagi saya yang membawa anak dan tidak ingin ekstrabed karena ingin hemat, kamar ini cocok dipilih karena bisa menghemat pengeluaran.

Resepsionis dari Guest House SABDA mengatakan, untuk harga ditawarkan mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 400.000 dan sebaiknya memesan melalui aplikasi agar mendapatkan harga termurah. Pelayanan yang ditawarkan oleh guest house seperti di rumah sendiri, kita memperoleh fasilitas share dapur dan kolam renang di basement. Kalau lapar tengah malam tamu boleh memasak menggunakan fasilitas yabg ada disini. Di dalam kamar pun disediakan kulkas kecil untuk menyimpan makanan, apalagi jika membawa bayi/balita kulkas merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas makanan.

Untuk kemanan, guest house ini memiliki satpam yang stand by berjaga 24 jam. Ditambah fasilitas atm mandiri yang berada di sebelah pos satpam semakin memudahkan untuk melakukan transaksi keuangan. Guesthouse ini juga dekat dengan alfam*rt dan indom*art jadi jika membutuhkan apa-apa tinggal jalan sebentar sudah sampai. Banyak juga penjual makanan yang lewat depan guest house ini karena sabda guesthouse berada di jalan utama.

Di Sabda Guest House kenyamanan tamu adalah prioritas. ZEN Rooms menawarkan jaminan brandnya. Yang paling penting, kami tidak hanya memiliki WiFi gratis, tetapi juga tempat tidur nyaman, kamar mandi, penyejuk ruangan dan kamar yang selalu bersih.

Untuk akomodasi budget terbaik (guesthouse) di Jakarta, ZEN Rooms adalah tempat untuk dituju. Mereka memastikan tamu mendapatkan harga terbaik dan disediakan dengan semua fasilitas dan layanan yang dijanjikan dengan memeriksa properti sebelumnya. 😊