Mengenal Profesi Pemahat Patung Melalui Karyanya dan Kisah Nabi Ibrahim As

Meskipun sudah berada di Tanjung Pinang, kegiatan outing kali ini sangat mendadak dan tidak terencana akan pergi kemana saja pun belum terpikir sama sekali. Mau nggak mau akhirnya kami ngikut rute rombongan kantor untuk mampir ke sebuah vihara yang biasa disebut wisata seribu patung di daerah Kijang. Meskipun sebenarnya saya kurang sreg dan bukan menjadi prioritas berkunjung k tempat ibadah selain umat Islam akhirnya dengan berat hati saya memutuskan ikut sambil berdo’a di dalam hati mudah-mudahan Faris tidak bertanya hal yang sulit dijawab. Kesan pertama ketika melancong ke vihara sekaligus objek wisata Ksitigarbha Budhisattva atau lebih dikenal dengan nama Vihara Patung Seribu di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau adalah bersih dan asri tempatnya.

Ada hal unik yang saya temukan dalam kunjungan ke vihara ini. Sudah diketahui banyak orang, salah satu etnis terbesar di Tanjungpinang adalah Tionghoa, sehingga keberadaan vihara tentu tidak asing lagi. Selain sebagai tempat beribadah, Vihara Patung Seribu yang kini juga menjadi salah satu tujuan wisata menunjukkan keberagaman umat beragama, etnis dan budaya di Tanjungpinang yang tetap terjaga keharmonisannya dan selalu bertoleransi. Terbukti dengan banyaknya umat muslim yang juga mengunjungi vihara ini,sekedar ingin tahu atau mengambil foto di dalam bangunan yang memiliki suasana layaknya berada di negeri tirai bambu.

Vihara yang dibangun di atas bukit ini memberi pengalaman tersendiri. Ada rasa penasaran sebelum mencapai lokasi sebab pengunjung bisa sedikit berolahraga sambil menanjak bukit. Dari atas, kita bisa menikmati indahnya pemandangan sekitar dengan perbukitan dan hamparan perkebunan warga. Begitu memasuki gerbang depan kita akan disambut gapura batu beraksen Tiongkok yang megah, dengan suasana mirip kota kuno. Di bagian depan, berdiri kokoh sebuah patung berukuran raksasa.

Tembok di belakangnya dibuat menyerupai benteng yang di atasnya terdapat pagoda. Saat berjalan ke balik tembok, kita harus berjalan sekitar sepuluh meter melewati halaman bagian tengah yang luas, lengkap dengan taman dan tumbuhan hias hingga menuju bagian paling menarik. Yakni jejeran rapi patung seribu.

Inspirasi pembuatan patung-patung ini berasal dari kesucian para arahat. Arahat adalah orang yang sudah mencapai tingkat kesucian spritual tertinggi untuk mengikuti agama Buddha. Ada hal yang menarik perhatian saya kenapa terdapat nama muslim di bagian bawah patung besar berisikan nama pendiri vihara ini. Saat saya bertanya kepada penjaga vihara tersebut, mereka enggan menjawab dan saya tidak memperoleh informasi yang akurat. Mereka hanya menjelaskan bahwa nama tertera itu merupakan nama biksu yang mendirikan vihara ini.

Rata-rata patung memiliki ketinggian sekitar 1,8 meter sampai dua meter dan yang terpendek 1,7 meter. Meski dinamakan Patung Seribu, jumlah patung yang berada disini tak genap seribu melainkan hanya sekitar setengahnya saja. Mungkin sebutan seribu itu untuk “seribu wajah.” Ini hanya dugaan saya hehe. Sebab patung-patung tersebut menampilkan ekspresi dan pakaian yang berbeda. Seolah mengajak berkomunikasi, ada patung yang tersenyum, sedih, tertawa, melotot, marah dan ada juga yang sedang membawa binatang. Macam-macam bentuk dan rupanya, patung-patung tersebut memiliki roman muka berbeda-beda. Juga bentuk tubuh yang berlainan. Di bawah setiap patung terdapat tulisan Mandarin, yang menjelaskan sosok patung seribu wajah itu beserta namanya. Konon, ratusan patung tersebut merupakan representasi dari para murid Buddha yang disebut Arahat.

Pengunjung tak bisa menyentuh langsung karena dibatasi pagar besi setinggi 1 meter. Namun seluruh wajah dan ekspresi patung dapat dilihat dengan jelas. Sebab, semuanya ditata rapi berundak-undak dengan pola barisan bertingkat. Sepintas, pemandangan ini mirip seperti yang terdapat di sebuah kuil di, Jepang.

Selain turis domestik, Vihara Ksitigarbha Bodhisattva banyak disambangi wisatawan mancanegara. Kebanyakan dari Singapura dan Cina, bahkan saya bertemu banyak rombongan orang yang sama-sama menginap di hotel tempat kami menginap. Vihara Ksitigarbha Bodhisattva masih terus dibangun. Patung-patung yang diukir langsung oleh tangan manusia itu terus ditambah.

Setelah mengunjungi vihara ini, saya hanya menjelaskan kepada Faris bahwa tempat ini namanya vihara. Tempat ibadah orang yang beragama Budha, karena Faris anak muslim Faris tidak boleh masuk ke dalam tempat ibadah umat yang lain. Kita berkunjung kemari karena akan melihat hasil karya orang yang profesinya dinamakan pemahat, pemahat batu. ”Faris jadi tahu kan sekarang bisa melihat hasil karya pemahat yang namanya patung?” tanya Mama kepada Faris.

”Oh, ini ya Ma yang namanya patung? Yang buat patung ini profesinya pemahat ya Ma? Kok kaya pekerjaan bapaknya Nabi Ibrahim?” tanya Faris heran. Ini merupakan pengalaman pertamanya melihat hasil karya seni berupa patung.

Mama pun mengulang kisah tentang masa kecil Nabi Ibrahim AS. Alkisah bercerita tentang masa kecil Nabi Ibrahim AS. Diusir oleh ayahnya, dibakar oleh kaumnya, lalu Allah selamatnya dengan menjadikan api itu dingin. Semasa Nabi Ibrahim kecil, kaumnya terbagi menjadi tiga golongan. Golongan yang menyembah berhala (patung-patung), golongan penyembah bintang, dan golongan penyembah raja.

Nabi Ibrahim sendiri anak dari seorang pemahat patung profesional dan sangat tersohor pada zamannya. Azar nama Ayahnya, seorang seniman dengan bakat istimewa sebagai pemahat ahli dan dari golongan yang amat dihormati. Keluarga yang amat dihormati dan disegani, Nabi Ibrahim mampu menentang penyimpangan yang terjadi pada keluarga dan masyarakatnya.

Nabi Ibrahim kecil sering sekali bermain-main dengan patung-patung buatan ayahnya. Saatu hari, Nabi Ibrahim menunggangi punggung patung Mardukh. Saat itu ayahnya marah, dan meminta Nabi Ibrahim lekas turun dari punggung patung buatannya.

Nabi Ibrahim bertanya, “Patung apakah ini ayahku? Kedua telinganya besar, lebih besar dari telinga kita.”
Ayahnya menjawab, “Namanya Mardukh, tuhan dari para tuhan. Kedua telinganya yang besar, sebagai simbol kecerdasannya yang luar biasa.”

Lantas Nabi Ibrahim kembali bertanya, “Siapa yang menciptakan manusia, wahai ayahku?” Ayahnya kembali menjawab, “Manusia, akulah yang membuatmu, dan ayahkulah yang membuatku.”

“Tapi aku pernah mendengar orang tua berkata, wahai tuhan, kenapa engkau tidak memberikanku anak?”

“Benar anakku, tapi tuhan tidak melakukannya langsung. Dia membantu manusia, oleh karena itu manusia harus menunjukkan kerendahannya dengan memberikan kurban.”

“Lantas, ada berapa banyak tuhan itu ayah?” “Tidak ada jumlahnya Ibrahim.”

“Kalau begitu, kalau aku hanya patuh pada satu tuhan, apakah tuhan yang lain akan marah? kalau tuhan yang lain marah, aku takut tuhanku akan dibunuh, lalu setelah itu aku yang dibunuh.” “Jangan terlalu khawatir Ibrahim, tidak akan terjadi permusuhan sesama tuhan.”

“Dari apa tuhan-tuhan itu diciptakan?”

“Dari kayu-kayu pelepah kurma, dari kayu-kayuzaitun, nah kalau yang berhala kecil itu dari gading. Lihatlah, sangat indah bukan? Hanya saja, patung tidak memiliki napas.”

“Kalau tuhan tidak memiliki napas, artinya mereka tidak memiliki kehidupan. Bagaimana para tuhan memberikan kehidupan, bila mereka saja tidak memilikinya? Pasti, mereka bukan tuhan yah..” Mendengar jawaban Nabi Ibrohim, ayahnya marah, berang, dan memukul Nabi Ibrohim.

Hari telah berlalu, Nabi Ibrahim tumbuh menjadi pemuda remaja. Kebenciannya pada patung-patung, tidak pernah surut. Nabi Ibrahim memperhatikan patung-patung itu tidak pernah makan maupun minum, juga tidak mampu berbicara. Bahkan, seandainya ada yang membalik patung itu, Nabi Ibrohim yakin, patung itu tidak mampu bangkit pada posisi semula.

Nabi Ibrahim terus saja berpikir, bagaimana manusia yang berakal membuat patung dengan tangannya sendiri, lantas sujud dan menyembahnya. Menyembah apa yang dibuatnya sendiri. “Bukankah yang demikian sangat mengherankan?” tanya Nabi Ibrahim di dalam hatinya.

Suatu hari, Nabi Ibrahim diajak ayahnya ke mihrab. Tempat di mana banyak jenis dan ukuran berhala dikumpulkan di dalam mihrab. Semua orang datang dengan pandangan tunduk dan hormat, bahkan ada yang sampai menangis tersedu-sedu.

Nabi Ibrahim justru datang dengan pandangan sinis dan menantang, membuat aneh orang-orang di sekitar. Kebetulan, di tempat penyembahan itu ada sebuah pesta, ada juga seorang dukun di sana yang memimpin doa masyarakat kepada para berhala itu.

Di tengah keheningan doa, tiba-tiba Nabi Ibrahim berbicara, “Hai dukun, para patung itu tidak mendengarmu, Apakah kamu juga yakin patung itu mendengar doamu?”

Sontak masyarakat hampir saja marah dengan pertanyaan Nabi Ibrahim. Lantas, buru-buru ayahnya menjelaskan dan segera membawa Nabi Ibrahim pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Nabi Ibrahim yang diminta segara tidur oleh ayahnya justru kabur ke salah satu gua.

Nabi Ibrahim terus saja berpikir, mustahil baginya patung-patung itu menjadi tuhan bagi kaumnya. Nabi Ibrahim lantas termenung bersandar pada dinding gua, pandangan matanya menatap lurus kelangit malam hari.

Di sana ia melihat begitu banyak bintang yang indah. Lantas Nabi Ibrahim berpikir, mingkin inilah tuhanku. Sama seperti golongan yang kedua yang menyembah bintang-bintang. Nabi Ibrahim mempercayai itu. Kemudian, Nabi Ibrahim melihat bintang yang besar yaitu bulan. Nabi Ibrahim pun menyerukan pada kaumnya, bahwa tuhan mereka adalah bulan yang cahayanya lebih terang dari bintang yang banyak itu.

Di kemudian hari, Nabi Ibrahim kembali tidak mendapati bulan di langit. Nabi Ibrahim kembali berpikir, bulan juga menghilang sama sepertihalnya bintang-bintang kecil. Nabi Ibrahim juga berpikir, pada esok pagi, bulan juga menghilang. Justru ada cahaya yang lebih besar dari bulan.

Cahaya yang lebih kuat yaitu matahari. Lalu, Nabi Ibrahim meyakini inilah tuhannya, tuhan yang paling terang, tuhan yang paling kuat. Lantas, Nabi Ibrahim kembali kecewa. Saat malam datang, matahari tenggelam. Tuhan tidak mungkin tenggelam pikir Nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim AS, merenungi dengan sangat apa-apa yang telah dilaluinya. Otaknya terus saja berpikir, tentang sesuatu yang paling kuat, sesuatu yang paling terang, dan sesuatu yang tidak mungkin tenggelam. Nabi Ibrahim menyakini, bahwa bintang-bintang yang dikaguminya, bahwa bulan dan matahari yang diikutinya, semuanya bisa muncul kemudian menghilang.

Tuhan tidak mungkin seperti itu. Nabi Ibrahim meyakini, bahwa Tuhanlah yang menjadikan mereka, Tuhanlah yang memunculkan dan menenggelamkan mereka. Tuhanlah yang menciptakan mereka, alam semesta, termasuk menciptakan dan memberi kehidupan bagi manusia. Belajar dari situ, Mama berharap Faris lebih kuat lagi imannya kepada Allah yang Maha segalaNya.

Worldschooling Part 1 : Belajar Matematika

Assallamualaykum teman-teman, alhamdulillah kemarin Faris ikut Papa berdinas ke Tanjung Pinang. Senangnya Faris dan Irbadh bisa ngikut jalan-jalan sambil belajar banyak hal tentunya. Ceritanya kami berangkat dari Batam menggunakan speedboat Oceana melalui pelabuhan Punggur dengan jadwal pemberangkatan pukul 10.00 WIB. Dengan sedikit terburu-buru dan packing seadanya jadilah kami berangkat, bismillahirrahmanirrahim.
Saya dan rombongan kantor suami tiba di Pelabuhan pukul 09.50 WIB. Kemudian kami lanjut membeli tiket kapal dan masuk ke kapal karena sebentar lagi kapal akan berangkat.

Perjalanan kami alhamdulillah berjalan lancar, cuaca pun mendukung. Meskipun anak-anak baru sembuh dari flu dan masih sedikit meler alhamdulillah mereka tidak rewel selama perjalanan. Empat puluh menit perjalanan laut terasa singkat karena keceriaan anak-anak. Saya dan Shabrina, teman kantor suami ngobrol sampai kemana mana sampai-sampai tidak sadar speedboat sudah sampai Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Setelah turun dari kapal dan berjalan menuju gerbang keluar pelabuhan kami sudah dijemput oleh mobil hotel CK Tanjung Pinang, tempat kami menginap. Biaya setiap penjemputan Rp 120.000,- yang menurut saya masih worth it jika dipakai untuk penjemputan rombongan keluarga atau wisatawan dengan jumlah rombongan banyak sebab satu mobil muat hingga 12 penumpang.

Menginap di Hotel CK Tanjung Pinang

Pukul 12.30 kami sampai di hotel CK Tanjung Pinang, hotel bintang empat yang terletak di RH Fisabilillah KM.8 No.10, Batu IX, Tanjungpinang, Tanjungpinang, Kepulauan Riau 29125

Hotel berkapasitas 260 kamar ini, menawarkan pilihan bervariasi, termasuk Presidential Suite. Tipe kamar lainnya seperti Superior, Deluxe, Deluxe Balcony, Premier, Suite, dan Executive Suite pun dapat dipilih sesuai dengan budget Harga kamar di hotel ini mulai dari Rp 888.888,- per malam sudah termasuk sarapan untuk dua orang. Selain kamar, hotel juga dilengkapi fasilitas 20 ruang pertemuan, satu ballroom berkapasitas 3.000 orang yang cocok digunakan berbagai event seperti weeding party, seminar atau kegiatan rapat oleh instasi pemerintah maupun swasta.

Selain itu ada juga fasilitas pendukung seperti Soleil Restaurant, Oasis Coffee Bar, Valiant Music Lounge, Solitaire Fitness Centre, Aquatic Swimming Pool, SPA & Massage serta KTV.

Fasilitas-fasilitas tersebut juga dilengkapi dengan layanan seperti Airport Transfer Service (on request), Room Service 24 jam juga koneksi internet nirkabel gratis (Free Wifi).

Bangunan lobi hotel ini begitu megah dan mengusung tema classic. Terlihat dari interior dan pemilihan furniture yang begitu elegan. Terdapat beberapa kursi besar yang dapat digunakan untuk bersantai dan ngobrol bersama. Kolam renang hotel ini ada dua untuk anak – anak dan dewasa. Kolam khusus untuk anak-anak dilengkapi dengan arena bermain berupa seluncuran, mini wall climbing hingga ayunan jadi anak-anak bisa puas berenang disini.  Itulah sekilas hotel tempat kami menginap. Penasaran? Kalau berkunjung ke Tanjung Pinang, hotel ini boleh dicoba  🙂 

Mengenal Angka lewat Permainan

Bermain bersama anak adalah cara terbaik untuk membantunya belajar. Flashcard dan aneka worksheet akan membuat anak seusia Faris dan Irbadh jenuh. Itulah sebabnya mengapa permainan mencari angka atau huruf bisa dijadikan alternatif mengenalkan angka dan menumbuhkan minat belajar sesuai dengan keterampilan anak usia dini. Selain menjalin kelekatan, belajar pun dilakukan secara fun! Meskipun hari ini kami sedang outing, tetapi kesempatan belajar ada dimana saja loh. Penasaran Faris belajar apa saja? Teman-teman harus mencoba ide bermain ini ya!

1. Belajar mengklarifikasi Angka Melalui Tombol Panel Lift
Mengurutkan angka adalah cara lama, tetapi bisa diandalkan keampuhannya untuk melatih anak mengurutkan angka. Jadi, ketika Mama dan anak-anak hendak menuju kamar hotel tempat kami menginap Faris diberikan kepercayaan untuk menekan tombol panel di sisi pintu lift. Mungkin terlihat ribet dan lama pastinya tetapi inilah proses belajar. Melalui tombol panel lift Faris bisa menyentuh dan mengurutkan serta menyebutkan angka kecil sampai terbesar. Ia pun mulai memahami kuantitas lewat banyaknya lantai yang ia lewati dalam perjalanan menuju ke kamar. Misalnya ketika ia menekan tombol angka 6, maka sebanyak 5 lantai akan ia lewati sebelum sampai di lantai 6.

2.Belajar dari Nomor Kamar dan Nomor Telepon
Buat anak lebih akrab dengan angka lewat aktifitas mencari nomor kamar dan memencet tombol telepon. Caranya, minta anak-anak mencocokkan angka yang tertera di kunci kamar hotel dengan angka yang ditempel di depan kamar. Anak-anak heboh sendiri mencari angka 6, kebetulan nomor kamar kami unik 666.  Lumayanlah untuk pemanasan mengenal angka 6. Kemudian Mama menulis nomor handphone Mama dan meminta anak-anak menelpon Mama. Kebetulan sekali tema lesson plan minggu ini adalah mengenal alat telekomunikasi dan anak-anak diajak untuk belajar adab berbicara melalui telepon. Tak perlu lama-lama. yang penting anak-anak bisa belajar mengenal angka lewat nomor kamar dan nomor telepon. Atau, bisa juga ketika Mama akan menelpon Uti maka anak-anak diminta untuk menyambungkan nomornya. Tentu di bawah pengawasan Mama. Cara ini lumayan mengasyikan karena akan membuat anak lebih mengenal angka.

3. Belajar dari Benda di Sekitar Kita
Ajak anak-anak mengamati sekitar dan cobalah cari bentuk-bentuk yang akan diperkenalkan. Perkenalkan pada anak bentuk bujur sangkar, segitiga, lingkaran dan aneka bentuk lainnya. Mereka pasti senang diperkenalkan dengan bentuk-bentuk ini. Misalnya televisi yang berbentuk persegi panjang, toilet yang berbentuk lonjong atau gelas yang berbentuk lingkaran. Kemudian ajak mereka menggambar dan menirukan bentuk-bentuk itu meski belum sempurna.

Melalui kegiatan ini anak-anak menjadi lebih akrab dengan matematika sebab matematika ada di sekitar kita. Di rumah, di kantor, di pasar, di super market, di hotel, bahkan di tubuh kita. Dunia nyata, kehidupan sehari-hari dan lingkungan di sekitar kita adalah sumber belajar matematika. Menanamkan suatu konsep matematika sebaiknya tidak diawali dengan woro-woro layaknya Mama masih di bangku sekolah sekian tahun silam. Dimana Mama sebagai siswa diberikan sebuah materi pelajaran hari ini dan dilanjutkan contoh soal dan latihan. Sepertinya cara jadul itu belum memberikan efek positif dalam diri Mama yang pada dasarnya memang tidak menyukai matematika bahkan menganggap matematika sebagai momok. Melalui pengalaman belajar yang kaku seperti itu menyadarkan Mama bahwa anak-anak perlu dihadapkan pada suatu masalah atau fenomena yang kontekstual.

Seperti hari ini, anak-anak saya minta untuk mengamati, menanyakan hal-hal terkait fenomena atau masalah dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Kemudian mengolah informasi tersebut untuk memecahkan masalah atau mengkonstruksi suatu konsep matematika berdasarkan informasi yang telah didapat dan diolahnya. Terakhir, mereka dapat mengkomunikasikannya baik secara lisan maupun tertulis. Mau tau keseruan pejalanan kami yang lainnya? Jangan lupa tetap ikuti kelanjutan cerita perjalanan worldschooling kami ya. 

10 Destinasi Wisata Keluarga di Batam yang Ramah Anak

Semenjak menjadi emak, agenda travelling bersama dengan keluarga dan anak-anak pastinya wajib hukumnya. Iya nggak, Mak? Tentunya berbeda cerita dengan ketika kita masih single dan travelling bersama teman-teman. Minimal kita akan memilih destinasi wisata yang memang kid-friendly, dan pastinya menarik untuk mereka.

Teman-teman sudah pernah pergi ke Batam belum? Nah, jika teman-teman punya rencana liburan bersama keluarga, Batam bisa menjadi destinasi terbaik (promo, tsahh)

Nah, untuk acara liburan bersama dengan keluarga saya punya beberapa rekomendasi destinasi wisata yang cocok dikunjungi keluarga dengan anak-anak, bahkan balita sekalipun.Tentunya tidak hanya sekedar menghibur ya, banyak hal yang bisa kita tunjukkan pada anak-anak.

Batam menawarkan beragam destinasi wisata keluarga yang ramah anak. Apa saja? Berikut ini rekomendasinya.

1. Mega Wisata Ocarina Park

Mega Wisata Ocarina Park merupakan tempat wisata yang terletak di Batam Centre, dekat dengan pelabuhan. Lokasinya berada di tepi pantai yang menawarkan banyak keindahan laut dan pasir pantainya. Selain itu, di kawasan ini sedang dibangun 30 zona atraksi. Namun kini, baru selesai ada 11 wahana, antara lain Water Park, Kiddy Land, Kolam Bangau, Giant Wheel,  serta Flying Fox.

Di Mega Wisata Ocarian Park juga terdapat fasilitas mandi busa. Kegiatan tersebut tidak dipungut biaya apa pun. Selain itu, ada food court, taman bermain untuk anak-anak, serta tempat karaoke. Bagi penggemar olahraga air, juga bisa mencoba pengalaman baru atraksi banana boat, diving, dan kapal dayung.

 

2. Alun-Alun Engku Putri

Buat teman-teman backpaker dan ingin berlibur dengan low budget di Batam? Datang saja ke Alun-Alun Engku Putri. Selain lingkungannya hijau dan asri, tempat ini juga instagramable. Pengunjung bisa berburu foto di depan MTQ Nasional XXV Kota Batam atau di taman. Di samping itu, kawasan alun-alun kerap dijadikan pusat olahraga, seperti jogging, senam, badminton, tenis meja, basket, trampolin, sepatu roda serta bermain skateboard.

 

3. Taman Rusa Sekupang

Batam juga memiliki tempat penangkaran rusa, kalau berkunjung ke Batam jangan lewatkan tempat ini. Meskipun bagi beberaapa orang sudah biasa sekali melihat hewan yang satu ini. Namun anak-anak akan merasakan kesenangan yang berbeda kalau berkunjung ke penangkaran rusa yang ada di Batam ini, karena tempat penangkaran rusa ini juga merupakan jalur (track) jogging yang cukup luas.
Penangkaran rusa di Batam terletak di daerah Sekupang, jalan masuknya melalui gudang logistik Otorita Batam yang terletak di jalan Dr Cipto Mangunkusumo. Bercengkrama dan memberi makan rusa dapat mendekatkan anak-anak kepada alam dan penciptanya.

4. Hutan Wisata Mata Kucing

Hutan Wisata Mata Kucing adalah kebun binatang mini yang terletak di tengah rimba belantara. Disini berbagai jenis satwa dipamerkan dalam kandang. Dari mulai primata, burung, hingga aneka ikan. Disini kita bisa melihat puluhan ikan arwana yang besarnya mencapai 1m. Jika Anda punya keberanian, cobalah permainan flying fox atau hiking. Rasakan sensasi meluncur dari ketinggian melewati pepohonan.

 

5. Agrowisata Kebun Jambu Marina

Agro Wisata Kebun Jambu Marina merupakan pilihan tempat wisata alam bersama keluarga dengan konsep kekinian. Pengunjung dapat menikmati jus jambu alami dan segar sambil berselfie ria. Anak-anak bisa belajar mengenal tanaman buah jambu dengan memetik langsung dari pohonnya, melihat kebun hydroponik, mengejar burung atau angsa serta memancing ikan. Kebun Jambu Marina yang jaraknya dari terletak di Jalan KH. Ahmad Dahlan, jalan ini merupakan jalan utama menuju kawasan Pantai Marina dan resort-resort di kawasan Teluk Senimba. Untuk masuk ke dalam kebun tidak mahal kok, kita hanya membayar lima belas ribu rupiah plus dapat satu cup jus jambu yang segar. Namun jika berniat membeli jambu langsung dari pohonnya maka tinggal ijin memetik dan nanti ditimbang berapa kilogram. Setiap kilonya dihargai Rp. 25.000, -, worth it kan?

 

 

Baca juga : Jambu Marina Agrowisata, Wisata Ramah Anak di Batam

 

 

 

6. Tanjung Riau Fisherism

. Sekilas info minceL: Coming Soon Hati-hati tersesat di Kantor Agribisnis BP ya kakak” . Kalau kakak mendengar kata “tersesat” pasti kakak akan merasa panik dan ketakutan, apalagi jika tersesat sendirian di dalam hutan dan tidak tahu jalan untuk pulang. Nah, kakak mesti lebih ati-ati nih.. ternyata tidak hanya di hutan aja kakak bisa tersesat. tetapi kakak dapat tersesat juga di kantor BP Batam yang satu ini. . Terletak di pinggir pantai daerah Tanjungriau Sekupang, lokasinya gak jauh dari kok kakak dari pemakaman umum. Tepatnya adalah kantor seksi agribisnis BP Batam yang saat ini sedang dirubah dari semula kantor pemerintahan jadi obyek wisata edukasi perikanan. . Kakak mesti didampingi teman atau pacar yayangnya jika hendak pergi ke sana. Khususnya di lokasi labirinnya. Menurut Deputi 4 BP Batam, Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto, labirin tersebut dibuat sebagai atraksi untuk pengunjung yang datang ke sana. Selain labirin Kantor Seksi Agribisnis akan dikembangkan menjadi Wisata Edukasi Perikanan dengan nama Fishersism Tanjungriau BP Batam. . Banyak lagi atraksi yang ditawarkan di sana misalnya kolam refleksi, kolam menangkap ikan, kolam perang bantal, area pancing anak-anak, mini wall climbing, lapak sayur buah, souvenir khas agro dan perikanan, festival ikan hias, aneka perlombaan anak-anak dan lainnya kakak. . Rencananya Fisherism Tanjungriau BP Batam akan softlaunching pada Maret 2018. Pungkas Eko. (Soft Launching: Maret 2018) (Sumber: Dir Humas BP Batam) . Support like by @semuatentangbatam . #bpbatam #labirin #wisatabatam #jalanjalan #tanjungriau #sekupang #photooftheday #semuatentangbatam #anakbatam #batam

A post shared by Semua Tentang Batam (@semuatentangbatam) on

Tanjung Riau Fisherism merupakan salah satu objek wisata edukasi baru di Batam, meski belum resmi dibuka tetapi lokasi wisata ini sudah ramai dikunjungi oleh ibu-ibu dan rombongan anak sekolah. Kawasan wisata ini rencananya akan dilengkapi dengan museum Pembangunan Batam.
Jika ingin berkunjung kesana, sementara ini harus reservasi terlebih dahulu dengan minimal 30 orang setiap rombongan. Untuk harga tiket masuknya per anak dalam rombongan lima belas ribu rupiah. Namun Fisherism juga menyediakan paket kunjungan untuk anak TK, SD, SMP dengan biaya yang berbeda. Semua kunjungan anak sekolah akan mendapatkan materi edukasi langsung di lapangan. Apa saja yang bisa kita lihat disana? Kita bisa berkunjung ke kebun sayur percontohan dan kandang ternak. Tanjungriau Fisherism juga menyediakan kegiatan edukasi utk bapak atau ibu yg datang mendampingi anak2 berkunjung (minimal 15 orang) untuk paket edukasi bapak-bapak (edukasi pertukangan ringan bekerjasama dg tekiro tools), dan paket edukasi ibu2 (membuat paper flower atau menghias cookies). Penasaran?

 

7. Kebun Raya Batam

Meski belum dibuka secara resmi, Kebun Raya Batam sudah menyita perhatian wisatawan. Tahu kenapa? Karena kawasan wisata ini menjadi Botanic Garden pertama di Kota Batam. Sekitar 9.480 bibit ditanam di kebun ini. Tanaman itu meliputi 119 famili dan 428 marga. Pun ada 2.017 bibit spesies tumbuhan pesisir di kebun raya, semisal kantung semar, anggrek tanah, nibung, dan anggrek epifit. Selain Taman warna-warni, KRB juga memiliki satu lagi taman tematik, yaitu Taman Palem. Kedua taman tematik ini dibangun oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).Kebun Raya Batam merupakan satu dari 33 kebun raya yang sedang dibangun di seluruh Indonesia. Sebanyak lima kebun raya dikelola LIPI, 26 kebun raya pemerintah daerah, dan dua kebun raya universitas. Sementara ini jika ingin berkunjung dan melihat KRB lebih dekat, pengunjung tidak dipungut tetapi dimohon untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak tanaman yang ada. Siapa yang belum pernah kesini?

 

8. Miniature House Indonesia

 

Batam Miniature House dibangun di Batam, Kepulauan Riau. Seperti Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta, replika rumah adat berbagai provinsi di Indonesia juga ada di Batam Miniture House. Keren! Disebut sebagai kembaran Taman Mini Indonesia Indah, Miniatur House menampilkan rumah adat dengan konsep berbeda.
Masing-masing rumah dibangun dalam ukuran sesungguhnya, sekitar 1,5 meter. Bangunan tradisional tersebut berada di atas rerumputan, berpagar, serta terdapat papan informasi di depannya.
Setiap rumah dipisahkan oleh jalan setapak. Namun, bentuk alurnya dirancang meliuk-liuk agar tampak menarik. Setelah puas berkeliling di area rumah adat, Anda bisa mengajak keluarga menuju ke Golden Prawn Restaurant and Seafood. Di sini tersedia aneka masakan Indonesia, seperti kuliner Sunda, Jawa, dan Bali.
Lokasi Batam Miniature House masuk ke dalam kawasan wisata Golden City Bengkong. Di sini, terdapat sekitar 33 miniatur rumah adat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

 

9. The Illusion Museum

a place to share happiness 😚

A post shared by The_iLLusion_Batam (@the_illusion_batam) on

Siapa yang suka berfoto? The Illusion Museum menyuguhkan latar unik berupa studio dengan dekorasi terbalik. Terdapat ruangan kaca yang berkonsep mirror illusion dan perspective room. Di samping itu, terdapat spot foto 3D art dan trick art. Totalnya, sekitar 28 wahana siap memberikan warna baru dalam foto pengunjung.
Jika ingin berkunjung kesana mudah saja, karena tempat ini berada di kompleks Golden City.
Alamat               : Ruko Golden City, Blok K Nomor 4-5-6,Bengkong Laut, Tanjung Buntung, Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Telepon               : 08117767668
Jam operasional : 08.00 s/d 17.00
Tiket Masuk        : 80.000 (dewasa), 65.000 (lansia) dan 40.000,- (anak-anak).

 

10. Desa Wisata Kampung Terih

Desa wisata kampung terih adalah desa wisata pertama yang dibentuk, diciptakan, dan dikembangkan oleh anggota Genpi (Generasi Pespna Indonesia) di Indonesia. Wisata yang dikembangkan di kampung Terih adalah ecowisata yang meliputi wisata pantai, mangrove, budaya dan sejarah. Objek wisata yang menjadi andalan di kampung terih ini adalah pelantar kayu utama yang menjorok ke tengah laut dengan panjang sekitar 75cm. Di pelantar ini sunset dapat dinikmati bersama suasana senja yang hangat. Selain itu, pengunjung dapat berjalan di atas pasir putih di sisi pohon bakau yang rimbau. Di sini terdapat pula camping ground, rumah pohon bertingkat tiga, serta lokasi penyelamatan satwa penyu dan elang laut.

 

 

#HijrahParenting
#CeritaHijrah
#CeritaHijrah20

Festival Jong, Menengok Permainan Tradisional dari Kepulauan Riau

Merantaulah
Dengan merantau, kamu akan tahu bahwa masih ada dunia luar yang lebih mengasyikan atau bahkan tantangan yang siap tuk diarungi.

Sebuah kutipan yang cocok untuk hidup saya saat ini. Pengalaman saya merantau dari satu daerah ke daerah yang lain membuat saya memiliki banyak referensi dan informasi mengenal suatu tempat yang belum saya ketahui sebelumnya.

Batam, Kepulauan Riau merupakan salah satu kota yang saya singgahi dalam skenario hidup saya saat ini. Disini Allah takdirkan saya menempati bagian bumiNya yang lain. Mendampingi suami dan anak-anak membawa saya berada di Batam, kota yang sangat jauh dari kampung halaman saya. Memaksa saya keluar dari comfort zone dan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh di tanah rantau.

Kali ini, saya ingin membagi cerita seputar permainan tradisional. Sebelum membahas berbagai macam permainan tradisional dari daerah yang pernah saya tempati, yuk kita cari tahu dulu apa sih permainan tradisional itu?

Permainan tradisional adalah permainan yang dimainkan oleh anak-anak jaman dulu. Kebanyakan permainan ini dilakukan dengan cara kelompok. Kehidupan masyarakat di masa lalu yang bisa dibilang tidak mengenal dunia luar telah mengarahkan dan menuntun mereka pada kegiatan sosial dan kebersamaan yang tinggi. 

Di Kepulauan Riau, terlebih di kota Batam kini permainan tradisional sudah sulit dijumpai. Hal ini dikarenakan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi, keterbatasan areal tempat permainan, pola pikir dan didikan orang tua. Untuk bermain bola saja saat ini kita sudah sangat sulit menemukan lapangan, dan kini beralih ke sepakbola dalam ruangan alias futsal.

Kepulauan Riau memiliki sejumlah permainan tradisional yang saat ini masih terus dilestarikan. Salah satunya adalah permainan Jong. Pemainan rakyat khas Melayu ini masih bisa ditemukan di tengah masyarakat Melayu.
Jong merupakan permainan dengan menggunakan replika perahu layar, perahu tersebut juga bisa berlayae ratusan meter.

Jong memiliki panjang 1,5 meter dan tinggi layar mencapai 2 meter. Sedangkan lebar perahu hanya sejengkal orang dewasa. Jong biasanya terbuat dari jenis kayu pilihan yaitu kayu pulai.
 
Cara memainkannya adalah dengan mengandalkan tiupan angin yang kencang. Biasanya para penghobi Jong memilih lokasi pantai untuk menguji ketangguhan jong miliknya. Jong dibawa dan diletakkan di atas laut, kemudian dilepaskan begitu saja. 

Hembusan angin yang kencang akan membawa Jong mendarat hingga ke bibir pantai. Jong tidak bisa berdiri begitu saja. Harus disangga dengan penyeimbang yang berupa kayu memanjang dan diberikan pemberat pada salah satu sisinya. Bentuknya mirip seperti penyeimbang yang digunakan oleh perahu layar asli.

 
Asal usul 
Sejarah permainan Jong ini konon berasal dari sebuah kegitan ritual. Pada jaman dulu orang-orang dari etnis Tionghoa sering memberikan sesaji ke tengah lautan. Dalam sesaji tersebut terdapat sebuah kue bernama Jong Kong. Sesaji ini dibawa dengan sebuah perahu kecil hingga hanyut tak terlihat lagi.

Perahu mini tersebut justru menarik perhatian orang Melayu yang melihatnya. Kemudian oleh orang Melayu perahu tersebut dijadikan sebagai permainan yang menyenangkan. Nama permainannya diambil dari ritual Jong Kong yang dilakukan oleh etnis Tionghoa tersebut.
Permainan Jong ini juga sering dijadikan sebuah ajang perlombaan besar yang dikenal dengan festival Jong. Para penghobi Jong dari berbagai pulau datang untuk memeriahkan kegiatan ini.

Festival Jong Batam 2018
Kebetulan Kota Batam baru saja menggelar lomba perahu Jong tingkat Kepri pada hari Jumat, 23 Februari 2018 dan berlangsung selama tiga hari. Lomba perahu Jong tingkat Kepri ini diadakan di Batu Besar, Kecamatan Nongsa, tepatnya di Pantai Melayu.
Festival Jong ini sudah memasuki tahun ke-12.
Lomba Jong tahun ini juga diikuti oleh ratusan peserta dari luar daerah, diantaranya dari Bengkalis, Kuala Kampar, Kabupaten Karimun, Moro, Bintan, Tanjung Pinang dan sekitarnya bahkan Kota Tinggi Johor pun ikut meramaikan.
Mewakili Karimun, kelompok Jong Sri Dunia menurunkan 18 orang pemain yang membawa 50 unit Jong dengan layar beraneka warna.
Lomba ini dibagi menjadi empat tingkatan, diantaranya Sampan Jong Besar, Sedang, Kecil dan Pemula. Pemula ini khusus untuk kategori anak-anak.

Permainan Jong sudah diwariskan turun temurun oleh nenek moyang suku Melayu. Permainan ini digelar ketika angin kencang melanda wilayah Kepulauan Riau. Saat nelayan tidak melaut, karena kondisi angin yang tidak mendukung. Jadi mereka memainkan jong dalam rangka mengisi waktu luang.

“Mereka ini semuanya adalah peserta tetap. Rencananya peserta dari Kota Tinggi, Johor juga akan datang,” ucap Alwi. Acara ini disupport oleh Dispora Kota Batam dan Disbudpar Batam. Nantinya para peserta tidak hanya mendapatkan uang pembinaan, namun juga mendapatkan Piala bergilir Walikota Batam. – – Lomba yang akan digelar, kata Alwi dibagi atas empat tingkatan. Sampan Jong besar, Sedang, Kecil dan Pemula. “Pemula ini khusus untuk anak-anak,” tuturnya. Permainan jong sudah diwariskan turun temurun oleh nenek moyang bangsa Melayu. Permainan ini digelar saat waktu segang atau angin kencang melanda perairan Kepri. – – “Saat nelayan tidak melaut, karena angin yg tdk mendukung, mereka memainkan Jong ini. Jadi pengisi waktu lowong,” ucap Alwi- – – Festival jong di Kampung Melayu digelar tidak tetap setiap tahunnya. Karena permainan ini digelar berdasarkan dengan angin dan cuaca. Tahun lalu itu di Maret, karena musim utara terjadi di bulan itu. Tahun ini, musim utara datang lebih awal. Makanya lomba jong digelar di Februari.- – – Beberapa pemain jong sudah mulai berlatih dan menyetel sampannya. Salah seorang pemain Jong yang sedang berlatih, Dede menuturkan dirinya harus menyetel sampan jongnya. “Kalau tidak benar, saat lomba bisa tak tentu arah larinya,” ucap Ded. . #FestivalJongBatam2018 # enjoy #game #gamer #playgame #raceboat #traditionalboat #parahujong #letsgo #welcometobatam #festival #travelblogger #travelintheworld #vacation #history #discovery

A post shared by exploringkepriku 🌐🗺 (@exploringkepriku) on

Beruntung tahun ini kami bisa melihat Festival Jong. Sebab festival ini tidak digelar setiap tahun. Perlombaan jong ini digelar berdasar kondisi angin dan cuaca. Festival jong, biasanya memperlombakan kecepatan dan ketepatan jong menuju garis finish dalam sebuah lintasan berupa garis lurus. Perlombaan jong, biasanya dilakukan di pantai yang memiliki permukaan air laut yang dangkal ketika air laut sedang pasang.
Kelihatannya memainkan jong sangat mudah, hanya melepaskannya di permukaan air laut kemudian angin akan menerpa layar jong sehingga jong bergerak mengikuti arah angin.
Akan beda ceritanya, jika dalam perlombaan, memainkan jong memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Pemandu jong harus mengatur kemudi jong yang berada di ujung ganda kate, istilah untuk kayu yang dipasang melintang di sebelah kanan jong dan berfungsi sebagai penyeimbang. Ketika perlombaan dimulai pesona warna-warni dari layar yang terkembang terlihat semakin menarik.

Ini cerita permainan tradisional dari Kepulauan Riau, kalau di daerahmu ada permainan tradisional apa teman?

#HijrahParenting
#CeritaHijrah10
#Ceritahijrah_MainanTradisional

3 Theme Park Yang Wajib Dikunjungi di Kota Batu

Ngomongin liburan siapa sih yang nggak suka sama liburan, mak? Hayooo ngaku deh. Tiap kali dengar kata-kata ini keluar dari mulut suami pasti kita bahagia tiada tara kan hehehe. Saya juga gitu kok. Kayaknya kita nih para emak-emak berdaster nggak pernah nolak deh kalau diajak jalan-jalan alias liburan bersama suami dan anak ya kan. Apalagi kalau berkunjung ke rumah orang tua atau sanak saudara yang kita jarang bertemu pasti excited sekali.

Bebas masak, bebas mencuci, bebas bersih-bersih.. aarrgh tapi ada sindrom abis liburan juga sih ya dimana cucian menumpuk, rumah kaya kapal pecah, hihih…tapi tetap nggak mengurungkan niatan saya untuk berlibur meskipun hanya piknik tipis-tipis. Kenapa ya somehow saya selalu suka dan pengin liburan terus? How about you?

Apalagi di Indonesia tercinta ini sendiri banyaaak sekali tempat wisata yang tak kalah cantik dan kerennya dengan negara tetangga lho. Tak percaya? Saya saja belum tamat jalan-jalan ke seluruh Indonesia 😁

Baca juga : Trip to Bintan : Mencoba Pizza Cassa Italia

Kali ini saya akan membagi cerita liburan keluarga kami ke kota Malang. Berwisata ke Kota Malang, Jawa Timur, rasanya masih kurang lengkap jika belum mengunjungi Kota Batu.

Intinya kota cantik ini setiap saat selalu siap untuk memanjakan liburan semua orang. Jadi tidak salah jika disebut sebagai salah satu destinasi pariwisata terbesar di Indonesia. Wilayah dataran tinggi yang berjarak setengah jam dari pusat Kota Malang ini memiliki beberapa obyek wisata yang wajib dikunjungi.

Kesempatan kali ini saya dan keluarga besar berangkat dari Trenggalek, kampung halaman saya dan menginap 3 hari 2 malam di Kota Malang.

Baca juga : Trenggalek itu Mana?

Where to stay?

Banyak orang yang sudah pernah berwisata ke Batu, pasti akan merekomendasikan Pohon Inn Hotel karena terletak di dalam Jatim Park 2, sehingga mudah tinggal berjalan kaki ke tempat wisatanya. Namun karena kami pergi satu keluarga besar maka kami coba mencari option lain, biar hemat dong.

Kali ini saya pergi dengan orang tua saya, suami, anak-anak, dan adik kandung saya yang notabene kuliah di Malang. Sehingga kami memutuskan untuk menginap di Maylinda Guest House. Alasannya penginapan ini terletak dekat dengan rumah kos adik saya. Sehingga memudahkan kami dalam urusan akomodasi dan tentunya ramah di kantong. Penginapan ini terletak di dalam perumahan, lokasinya berada di Jalan Candi Sari II, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65142, Indonesia. Tipe kamar di guest house ini bervariasi. Terdapat tiga kamar backpacker, 1 kamar suite, 1 kamar superior dan 1 kamar reguler dengan harga terjangkau. Maylinda Guest House memberikan kenyamanan kepada tamunya serasa di rumah sendiri. Jika ingin memesan atau melihat detailnya bisa telepon ke nomor (0341) 498097 atau reservasi terlebih dahulu melalui aplikasi Traveloka ataupun Airy.

Guest House ini menjadi salah satu akomodasi terdekat ke Universitas Brawijaya, kampus adik saya. Selain itu, lokasinya juga berdekatan dengan beberapa tempat menarik di Malang. Misalnya Malang Town Square, Bandara Abdul Rachman Saleh. Guest house ini sangat homey dan nyaman dengan view yang indah. Terletak di perumahan mewah dengan penjagaan satpam 24 jam.

Fasilitas yang disediakan antara lain air panas, AC, kipas angin, TV, Free Wifi, share dapur, laundry, ruang tamu yang nyaman, antar jemput bandara dengan biaya tambahan. Kalau ingin menginap di pusat kota Malang saya sarankan untuk sewa mobil saja sehingga memudahkan kita untuk mengeksplore tempat wisata di Kota Malang sekaligus kota Batu. Yuk, simak cerita liburan keluarga kami.

Berikut themepark di Kota Batu yang wajib dikunjungi jika berlibur bersama dengan keluarga, seru dan tentunya family friendly.

1. BATU SECRET ZOO

Jawa Timur Park II atau biasa disebut dengan Batu Secret Zoo adalah tempat rekreasi yang memiliki konsep kebun binatang modern. Kalau dari Kota Malang, kita akan menempuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke lokasi. Setibanya disana, udaranya sangat sejuk padahal kemarin kami sampai disana sudah menjelang pukul sebelas siang.
Setelah kita masuk parkiran (mobil Rp. 5.000), kita langsung menuju loket tiket. Ternyata harga tiketnya tidak terlalu mahal lho, untuk tiket terusan Museum Satwa dan Batu Secret Zoo ternyata hanya Rp. 120.000 dan mendapatkan diskon sebesar 30% untuk kunjungan saat weekday. Berita bahagianya Faris belum bayar karena tingginya belum lebih dari 120cm. Dan kita akan mendapat gelang tanda masuk sebagai tiket terusannya. Untuk update harga dan pemesanan tiket online bisa dilakukan disini.

tikus raksasa

Begitu masuk, kita akan disambut oleh tikus raksasa yang sangat lucu, nggak jauh dari sana kita langsung di sambut oleh suara-suara monyet sejenis owa Jawa.

Lion headed

Batu Secret Zoo memiliki koleksi jenis satwa yang sangat banyak. Terdapat koleksi beragam jenis monyet termasuk monyet terkecil. Ada juga Geoffroy’s, Lion Headed dan Cotton-Top Tamarin, serta Mandrill, Ring-Tailed dan Red Ruffed Lemur, bermacam reptil dan lainnya. Intinya, sebagian besar hewan yang umumnya tersedia di kebun binatang dapat ditemukan di tempat ini, dimana setiap satwa memiliki zona tersendiri.
Sebagai kebun binatang, Batu Secret Zoo mengoleksi bermacam-macam hewan dari berbagai habitat sehingga sangat cocok untuk liburan keluarga dan sarana edukasi bagi anak-anak.

burung flamingonya cantik

Anak sulung saya, Faris heboh sekali ketika masuk ke dalam kebun binatang modern ini. Dia sibuk mengingat dan mau mencocokan hewan-hewan yang biasa ia lihat di buku saja dengan aslinya. Belajar di alam dapat merangsang fitrah belajar anak menjadi semakin berkembang. Tidak lupa untuk selalu mengucap kalimat thayyibah “masyaAllah” jika menjumpai indahnya ciptaan Allah.

salah satu photoboth burung kakaktua jambul putih

Bersama dengan Pohon Inn dan Museum Satwa, kebun binatang yang menempati lahan seluas 14 hektare ini merupakan bagian dari Jawa Timur Park 2 (Jatim Park II). Jadi dijamin gempor deh jalan-jalan mengelilingi Batu Secret Zoo, tapi tenang dulu kita bisa menyewa e-bike kok. Itu loh sepada listrik yang dilengkapi 4 roda untuk berjalan. Hanya dengan Rp. 100.000 kita bisa meminjam e-bike tersebut, dan jangan khawatir semua wahana bisa dilalui oleh e-bike, karena Batu Secret Zoo sudah mendesign lebar jalan untuk dilalui e-bike, keren kan.
anak-anak excited pas masuk ke dalam Batu Secret Zoo.

e-bike station menjadi pilihan kala kaki sudah lelah untuk melanjutkan perjalanan

Berfoto sudah menjadi tradisi kebanyakan orang. Batu Secret Zoo menyediakan fasilitas yang memungkinkan pengunjung bisa berfoto dengan beberapa hewan secara lebih dekat. Photo Booth adalah tempat dimana wisatawan bisa berpose paling hits bersama burung Kakak Tua. Sementara diwilayah lain, kita juga bisa merasakan bagaimana rasanya berfoto dengan dililit oleh ular. Atau berfoto sambil berangkulan dengan orang utan. Penasaran?

Penataannya yang sangat bagus, bersih, binatangnya sehat, nyaman, dan udara yang sangat sejuk.

Penataan kategori hewan-hewan disini sangat bagus, mulai dari reptil, aquarium, savannah, tiger land, bahkan setelah Savannah, kita akan melewati Fantasy Land, yaitu arena bermain untuk anak dan orangtua.

Setelah melewati zona Savannah kita akan melewati kandang gajah yang terbuka, nah pengunjung juga bisa lho memberi makan gajah tersebut dengan membeli segelas wortel seharga Rp. 5.000.

Faris melihat gajah dari jauh karena belum masuk jam makan

melihat jerapah dari dekat

Dan yang pasti setelah memberi makan gajah, anak-anak pasti suka dengan Zona Happy Land yaitu zona permainan anak yang sembilan puluh persen permainannya gratis, kecuali menaiki kuda, menaiki unta, dan ATV. Sayangnya Faris belum memenuhi tinggi minimal untuk mencoba berbagai permainannya hehe.

Ada puluhan permainan gratis dan bisa berulang kali bermainnya, seruu kan.
Buat yang ingin naik kuda, bisa juga mengelilingi zona Happy Land dengan kuda, hanya dengan membayar Rp. 10.000. dan untuk yang suka offroad dengan ATV cukup membayar Rp. 20.000/ putaran.
Yang paling menarik adalah wahana New Safari Farm. Kita bisa menaiki kereta terbuka yang ditarik oleh mobil tracktor melewati kandang kuda, banteng, dan unta. Kebun binatang ini benar-benar didesain untuk menjawab semua pengalaman wisata bersama keanekaragaman satwa. Tidak hanya menyaksikan secara langsung aktivitas hewan saja, disini kita juga bisa menikmati rasanya memberi makan hewan melalui zona-zona yang telah disediakan seperti Feeding Giraffe, Gajah, Kuda Nill dan lain sebagainya. Menarik bukan?

Serunya adalah kita bisa memberi makan satwa-satwa tersebut dengan hanya membeli makanan segelas potongan wortel seharga Rp. 5000, murah kaannnn.
Pengalaman yang amat seru melewati wahana ini. Setelah puas bermain di Happy land, kita akan menemukan sangkar burung yang besar, dan ternyata kita bisa memberi makan burung-burung tersebut dengan membeli biji-bijian seharga Rp. 5.000 saja.

Masih banyak loh permainan di luar zona Happy Land, kita bisa naik perahu atau naik delman, dan sebelum kita keluar kita akan memasuki zona Harimau. Bila waktunya pas, kita juga memberi makanan Harimau tersebut. Rasakan pengalaman berpetualang di dunia satwa unik, lebih dekat dan belajar bersahabat dengan ekosistem alam dan satwa liar.

Fasilitas di dalam Batu Secret Zoo ini juga lumayan lengkap, toilet tersebar di tujuh titik, ada toko obat, food corner yang tersebar di tiga titik, dan mushola.
Sepertinya nggak akan ada habisnya jika bercerita tentang indahnya Batu Secret Zoo ini, jadi buat yang masih penasaran jom atur waktu bersama keluarga untuk mengunjungi Batu Secret Zoo di Jatim Park 2 .

2. MUSEUM SATWA

Museum satwa ini adalah museum yang terbesar di Indonesia, nggak kalah deh sama museum-museum yang ada di luar negeri. Puas berjalan-jalan di Batu Secret Zoo, Faris sudah tidak sabar untuk masuk ke museum, dan begitu masuk kita langsung terkesima dengan sangkar burung yang sangat besar. Di dalamnya terdapat beberapa jenis burung yang sudah diawetkan.

Nggak sampai di sini saja loh kejutannya, setelah melewati pintu, kita akan terkesima dengan replika fosil dinosaurus yang berada tepat ditengah-tengah ruangan.

Dan di kanan kirinya terdapat diorama binatang yang di kemas sangat bagus sekali. Semua diorama ini perbandingannya 1:1, yang mayoritas berasal dari binatang asli yang sudah diawetkan.

Museum ini direkomendasikan untuk anak yang usianya minimal tiga tahun seperti Faris. Anak-anak diijamin tidak akan bosan melihat diorama yang disajikan oleh Museum Satwa. Di sana ada berbagai macam diorama berdasarkan habitat dan jenis binatangnya. Faris jadi tahu berbagai macam satwa dan fosil-fosil purba yang didatangkan dari berbagai benua. Selain itu, terdapat juga Zona Insectarium yang berisi koleksi aneka serangga yang sudah diawetkan dan yang mungkin belum pernah kita jumpai sebelumnya.

Informasinya lagi, saat ini terdapat ruang pembelajaran juga loh di dalam museum satwa untuk menerima kunjungan dari sekolah-sekolah. Namanya khasanah pengetahuan fauna. Menarik sekali kan? Museum satwa selain digunakan sebagai media edukasi untuk anak-anak, di dalam museum ini banyak spot yang instagramable.

Alamat dan Jam Buka
Jam buka setiap Hari : 10.00-18.00 WIB
Alamat : Jl. Oro-Oro Ombo No.9, Temas, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65315, Indonesia

3.MUSEUM ANGKUT, BATU, MALANG

Singkat kata, liburan di Malang takkan lengkap bila belum ke museum angkut. Hari kedua berada di Malang, kami mengunjungi Museum Angkut. Museum angkut merupakan salah satu objek wisata yang wajib di kunjungi bersama teman atau keluarga saat berlibur ke kota Batu. Museum ini menyediakan atraksi wisata yang menggabungkan konsep antara sejarah dan hiburan yang menarik. Dilihat dari namanya sudah bisa ditebak, museum angkut ini berisikan kendaraan-kendaraan yang ada dari zaman dahulu yang sering digunakan orang untuk bepergian dari beragam tempat dan Negara. Dengan konsep sebuah lingkungan yang dibuat menyerupai negara asli kendaraan tersebut, benar-benar memberikan pengalaman liburan yang sangat berkesan.

TIKET MASUK MUSEUM ANGKUT

Memasuki gerbang masuk area Museum Angkut, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan Pasar Apung di sebelah kanan dan replika jet tempur di sebelah kiri. Karena memang musim liburan, setelah sampai lokasi kita harus antri terlebih dahulu untuk membeli tiket. Jam buka museum angkut Malang ini mulai dari pukul 12.00 – 20.00.

Harga tiket masuknya Rp. 100.000,- per orang dan jika pengunjung membawa kamera DSLR harus membayar sebesar Rp. 30.000. Untuk mengupdate harga dan promo silahkan berkunjung ke websitenya.

Sebelum masuk ke dalam museum, barang bawaan kita diperiksa terlebih dahulu. Kita tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman dari luar kecuali makanan khusus untuk bayi. Terkesan ribet ya? Namun satu hal yang pasti, ketika sudah masuk ke dalam pengunjung dijamin tidak akan kecewa.

welcome!

Ketika pertama kali masuk museum ini, Faris dibuat berdecak kagum saat melihat robot seperti transformers. MasyaAllah, Faris bisa melihat berbagai macam kendaraan aslinya bukan miniatur lagi seperti koleksi diecastnya di rumah. Dan seperti biasa, ia tidak sabar ingin segera bertemu dengan bis London. Ia ingin menyamakan diecast bus london, favoritnya dengan bus London yang ada di Museum Angkut.

Luas dari museum angkut ini adalah 3 hektar dan koleksi museum berada di dalam bangunan yang bertingkat 3. Museum ini didesain dengan konsep in door dan out door yang membuat pengunjung nyaman berada di dalamnya. Sesuai namanya, museum angkut ini merupakan sebuah museum transportasi yang mempertontonkan koleksi alat transportasi yang sangat beragam jenisnya. Angin segar bagi suami saya yang seorang diecaster, bak mimpi bisa memegang dan melihat mobil-mobil favoritnya secara langsung.

Beragam jenis kendaraan dari yang paling keren sampai yang paling aneh ada di sini. Kendaraan dari zaman baheula sampai modern lengkap ada di sini. Yang lebih menarik tentu saja konsep ruangan dan penataan kendaraan yang digambarkan menyerupai tempat aslinya.

sepeda onthel

Koleksi Museum Angkut Batu juga ada yang merupakan kendaraan dari Indonesia. Mulai dari perahu, sepeda onthel, dokar, pedati, dan becak,hingga kapal terbang dan kapal laut. Koleksi museum ini juga beragam mulai dari yang original, modifikasi hingga replika.

foto bersama uti

Zona-Zona Museum Angkut

Museum angkut dibagi menjadi beberapa zona yang disesuaikan dengan tema kendaraan yang ada. Masing-masing zona akan memberikan pengalaman yang berbeda dan berkesan.

Zona Hall Utama

Inilah zona pertama saat sobat memasuki museum angkut. Suasana megah akan langsung terasa saat pengunjung melihat koleksi alat angkut yang populer dari berbagai penjuru tempat dan negara dari waktu ke waktu.

koleksi vespa dari berbagai negara [/caption]

Zona Edukasi

Sesuai namanya, di zona ini kita bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang alat angkutan di Indonesia dan dunia. Ini merupakan tempat yang menarik bagi penyuka sejarah otomotif.
Salah satu koleksi andalan di zona ini adalah mobil seri Chrysler Windsor Deluxe yang pernah dipakai oleh Presiden Soekarno.

Zona Sunda Kelapa & Batavia

Di zona Museum Angkut yang ini kita akan dibawa ke Jakarta tempo doeloe saat masih bernama Batavia. Suasana di pelabuhan saat pendudukan Belanda, khususnya Menara Syahbandar dengan berbagai jenis angkutan kala itu setidaknya memberikan gambaran kondisi alat transportasi saat itu.

family portrait

role play sama tante

Zona Gangster Town & Broadway Street

Ini merupakan salah satu zona favorit bagi pengunjung. Di sini, suasananya mirip dengan di dalam film gangster Amerika. Bagi para penyuka film, ini merupakan zona yang akan sangat membahagiakan karena pengunjung bisa foto sepuasnya.

nyobain naik damkar

Zona Jepang

Terdapat beragam merk kendaraan asal jepang, dan semuanya disajikan dengan baik di zona ini.

Zona Eropa

Zona ini biasa juga disebut dengan zona romantis, karena di sini, mobil-mobil asal eropa akan disajikan dengan konsep suasana saat malam di kota-kota Eropa, seperti Paris atau Italia.

photoboth

Zona Istana Buckingham

Ini yang Faris tunggu-tunggu dari
awal,karena ia bisa melihat dan naik ke dalam bus London. Zona ini menyajikan suasana Inggris yang kental bahkan kita juga bisa berfoto dengan model yang juga berpakaian ala Eropa pada masa lalu.

Tante berpose dulu

foto bersama bus london[/caption]

Zona Las Vegas

Tak perlu jauh-jauh ke Amerika untuk menikmati kehidupan malam di Las Vegas. Di museum angkut Malang juga ada kok.

#Repost @ferifrey ・・・ Partner in Crime.

A post shared by Museum Angkut+ | Official (@museumangkut) on

Zona Hollywood

Satu lagi zona bertema film. Di zona ini ada beragam koleksi mulai dari mobilnya Scooby Doo si anjing lucu, hingga Batmobile mobilnya pahlawan super Batman. Dijamin lengkap deh.

Pasar Apung Di Museum Angkut

Keluar dari dalam bangunan museum angkut, pengunjung akan sampai di pasar apung. Satu hal yang wajib dicoba di sini adalah naik perahu dengan biaya sewa Rp10.000, masih murah kan untuk ukuran harga tempat wisata.
Kita bisa menikmati suasana yang rileks dan menyenangkan ditambah berbagai macam makanan tradisional, mulai dari nasi timbel, nasi jagung dan urap, gudeg, bakso, gado-gado, rujak cingur, pempek, sate madura, aneka minuman, susu segar, bahkan jamu di sini. Di tempat ini pengunjung juga bisa membeli berbagai oleh-oleh sebagai souvenir, karikatur, seni ukir, lukisan dan batik.
Di penghujung pintu keluar terdapat Museum Topeng yang mampu mengingatkan kepada kita bahwa Indonesia mempunyai tradisi topeng yang sangat indah di masa lalu. Tetapi sayangnya kemarin masih dalam proses renovasi jadi pengunjung belum diperbolehkan untuk berkunjung.

Sudah pernah mengunjungi kota Batu? Selain makan apel, banyak themepark yang wajib dikunjungi loh.

Museum Angkut
Jl. Terusan Sultan Agung No. 2, Ngaglik, Kota Wisata Batu, Malang
jam buka : 12.00- 20.00

Tulisan ini diikutsertakan dalam Mini Blog Competition Writing Club Hijrah

Jambu Marina Agrowisata, Wisata Alam Ramah Anak di Batam

panen jambu merah di Jambu Marina Agrowisata

Jambu Marina Agrowisata merupakan salah satu agrowisata yang ada di Batam. Bagi pengunjung yang datang dari luar daerah, jangan sampai tidak memasukannya dalam daftar destinasi ya. Kapan lagi bisa main di kebun sambil berfoto. Wisata alam ini sangat ramah anak, mereka dapat belajar banyak hal disini.

irbadh ingin memberi makan burung kepodang

green curly lettuce hydroponik

Jambu Marina Agrowisata tidak hanya menyuguhkan pemandangan tanaman jambu saja, anak-anak bisa bebas mengejar ayam, angsa, bahkan burung dara disini. Terdapat juga kolam ikan patin serta tanaman hidroponik yang sayurnya sangat menyegarkan. Anak-anak dan orang tua juga bisa mencoba olahraga panahan disini, tidak perlu khawatir karena pengelola telah menyiapkan alat panahannya serta didampingi oleh tutor yang handal.

area latihan olahraga memanah

tarif masuk Jambu Marina Agrowisata

Agro Wisata, Jambu Marina

Tiket masuk ke dalam area Jambu Marina Agrowisata ini cukup murah, yaitu lima belas ribu rupiah sudah free satu cup jus jambu, yang jika dijual terpisah senilai sembilan ribu rupiah. Artinya untuk masuk ke dalam kita hanya mengeluarkan uang tidak sampai dengan sepuluh ribu. Sangat murah sekali bukan?

menu di agrowisata Jambu Marina

free jus jambu by agrowisata jambu Marina Batam

Karena kehadiran Agrowisata belum begitu banyak di Batam, maka dari itu tak ada salahnya mencoba datang ke salah satu kebun buah Jambu Biji di Marina. Sesuai namanya kebun buah ini berada tak jauh dari kawasan Marina Waterfront, Batu Aji. Salah satu yang membuat tempat ini ramai adalah aksesnya mudah dan suasananya sangat asri, jauh dari kebisingan kota. Yuk, ajak keluarga untuk bersantai disini.

ada beberapa ayam yang dikandangkan

Selain dipenuhi pohon jambu, ada beberapa pohon mangga, sirsak bahkan cempedak. Ada juga binatang yang bisa dilihat seperti burung kepodang, ayam, biawak, dan kambing. Tak lupa terdapat kolam ikan patin juga di sisi sebelah kanan kebun. Pengunjung tentu saja bebas berkeliling dan berfoto selama berada di kebun jambu batu tersebut.

Irbadh main mobil di pondok
Irbadh main mobil di pondok

Selain memetik jambu, disediakan juga taman dan spot foto dengan hiasan-hiasan yang lucu. Terdapat banyak payung berwarna-warni yang terlihat digantung dan berjajar diatas. Payung warna-warni ini selain berfungsi untuk berlindung dari panas, bisa juga jadi properti foto yang lucu loh. Taman ini pun cocok digunakan untuk tempat piknik keluarga. Seru kan?

disediakan ayunan untuk menjaga mood swing

Cocok Untuk Piknik Keluarga

Meskipun belum seluruhnya pohon jambu memasuki masa panen, lokasi ini tetap ramai dikunjungi. Ya! Karena setiap sudutnya cantik untuk berpose. Disini juga ada tempat makan yang menyediakan berbagai menu yang bisa dicoba setelah lelah berkeliling kebun jambu.

bakso bakar ala AgroWisata Taman Jambu Marina [/caption]

Untuk memfasilitasi pengunjung yang hobi berfoto di sini disediakan spot selfie. Lengkap dengan dinding bertuliskan Marina Jambu Agrowisata dan propertinya.

faris foto dengan properti

Bagi warga Batam yang sudah bosan nge-mall, tempat wisata ini boleh dijadikan list weekend bersama sahabat maupun keluarga.

disediakan pondok untuk bersantai

Para pengunjung juga bisa memanfaatkan pondok-pondok yang tersedia untuk duduk bersantai ditemani semilir angin sambil menikmati hasil jambu yang dipetik. Pondok-pondok ini juga terdapat di sekitar kolam ikan yang ada di dalam kebun.

Kolam Air Tawar
memancing ikan patin

Pengunjung diperbolehkan untuk memetik sendiri buah jambu yang ingin dimakan atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Sebelum dimakan jambu-jambu yang sudah kita petik harus ditimbang terlebih dahulu. Tempat menimbangnya ada di depan pintu masuk. Jadi jika berminat memetik buah jambu sendiri, jangan langsung dimakan dulu ya. Jambu-jambu yang kita petik harus diperiksa terlebih dahulu oleh tukang kebunnya.

faris, little farmer bisa memetik jambu sendiri

Kalau ada yang busuk atau kurang bagus kualitasnya tidak akan dimasukkan ke dalam kantong, bahkan jambunya diganti. Pelayanannya pun sangat memuaskan. Buah jambu segar yang dalamnya berwarna merah ini jika dipetik langsung, fresh dari pohonnya dihargai dengan harga dua puluh lima ribu rupiah per kilogram. Jika membeli hasil panenan harganya lebih murah yakni delapan belas ribu rupiah.

faris belajar menimbang setelah panen
faris baru tahu kalau ini buah cempedak

Marina Jambu Agrowisata juga menerima kunjungan untuk anak-anak sekolah (TK/SD/SMP/SMA). Sangat menarik sekali untuk dicoba dan wajib masuk ke dalam list sekolah-sekolah yang ingin mengadakan kunjungan edukatif untuk murid-muridnya. Mengenai info produk dan kunjungan bisa menghubungi Ibu Nurkhasanah 0812 7030 505.

terbuka untuk umum [https://m.facebook.com/Agrowisata-Jambu-Marina-Batam-213659299133602/]

Agrowisata Petik Jambu Marina

Lokasi : Tanjung Riau, Batam
Telepon : 0812 7030 505
Buka : 07.00-17.00
FB : Agrowisata Jambu Marina
IG : @jambumarinabatam

Nah, ada satu lagi tempat wisata di Batam yang ramah anak dan bisa dikunjungi bersama dengan keluarga. Kapan ke sini?

Trip to Bintan : Mencoba Pizza Cassa Italia

Siapa yang belum tahu Pulau Bintan? Mungkin bagi sebagian orang, apalagi yang bukan warga Pulau Sumatra pasti merasa asing dengan nama Pulau ini.

Apa yang kita bayangkan saat mendengar Pulau Bintan? Pantai? Pasir putih? Laut yang sangat biru?  Ya, semua itu akan anda temui di Pulau Bintan. Saya yakin sebagian besar orang Indonesia bahkan tidak mengetahui persis letak Pulau Bintan. Saya pun jika tidak berkesempatan tinggal di Batam mungkin tidak akan pernah tahu berada dimanakah pulau ini. Karena memang promosi pariwisata Pulau Bintan memang lebih banyak mentargetkan wisatawan dari negara tetangga kita, yakni Singapore, ketimbang wisatawan domestik Indonesia. Betapa tidak? Pengelolaan pariwisata disini pun diserahkan kepada negara tetangga 😭

Pulau Bintan merupakan bagian dari provinsi Kepulauan Riau.  Ibu kota provinsi Kepulauan Riau, yaitu Tanjung Pinang, berada di pulau ini. Untuk mencapai Bintan dari Batam sangatlah mudah. Kita hanya perlu naik kapal speedboat dan perjalanannya pun sangat singkat. Jika wisatawan dari kota-kota besar di Indonesia ingin berkunjung ke Bintan, saya sarankan untuk memilih perjalanan dengan waktu tersingkat yakni naik pesawat dari Jakarta menuju Bandara di Tanjung Pinang, Raja Haji Fisabilillah. Waktu perjalanan yang ditempuh adalah 1 jam 40 menit. Ada 3 maskapai penerbangan yang dapat anda pilih yakni Lion Air, Sriwijaya Air, dan Garuda. Tidak perlu khawatir, sebentar lagi Bintan akan memiliki bandara sendiri jadi dapat dipastikan fasilitas ini akan memudahkan wisatawan yang akan berkunjung kemari.
 
Pulau Bintan sangat diminati para turis asing khususnya Singapore. Apalagi dari Singapore ke Pulau Bintan hanya perlu naik ferry sekitar 40 menit. Tidak heran jika pulau Bintan ini pengunjungnya kebanyakan turis Singapore dan China, karena hampir semua wisatawan berasal dari sana.

suasana trikora saat senja

Pantai trikora seakan menjadi salah satu tujuan wajib bila singgah ke pulau Bintan. Setiap orang yang pernah berkunjung ke Bintan pasti tidak akan melewatkan pantai trikora. Pantai dengan pasir putih yang halus, sebagian tepi pantai dengan batuan granit ukuran besar, serta air laut yang bening, tempat ini sudah menjadi icon pulau Bintan.

Banyak  penginapan dan tempat-tempat wisata di sepanjang pantai ini, untuk penginapan kelasnya pun bermacam macam, mulai dari penginapan kelas backpacker hingga resort mahal, tidak hanya restoran saja, warung-warung sederhana di pinggir pantai pun banyak tersedia disini, jadi tidak perlu khawatir, karena banyak pilihan disini, menikmati pantai yang indah tidak mesti mahal.

Salah satu tempat makan yang patut dikunjungi yaitu restoran Pizzeria Cassa Italia pantai Trikora 🙂 . Sesuai dengan namanya, tentu sudah tahu kalau ini adalah warung pizza Italia. Uniknya, Warung Pizza sederhana ini dikelola oleh sebuah keluarga asal Italia, Negara dimana makanan berbahan dasar tepung terigu itu berasal. Bule Italia, pemilik warung disini sudah sangat mahir berbahasa indonesia, bahkan mahir berbahasa Indonesia dengan aksen Melayu 🙂

Pizza Italia mempunyai bentuk dan rasa yang khas, kulit Pizza italia cenderung tipis kering dan renyah, berbeda dengan pizza American yang cenderung tebal dan padat.

Meskipun Pizza adalah menu utama disini, namun ada banyak pilihan lagi makanan dan minuman yang tersedia juga disini, harganya pun cukup terjangkau.

Menu Pizza yang ditawarkan antara lain :
1. Pizza Ayam
2. Pizza Sarden
3. Pizza Telur
4. Pizza Sosis
5. Pizza Bawang
6. Pizza Keju
7. Pizza Bawang Putih
8. Pizza Jamur
9. Pizza Jagung
10. Pizza Cabe

Kami memesan lima piring pizza dengan topping keju, jagung, jamur, tuna dan sosis. Faris langsung menyantap pizza tuna. Hmmm… aromanya sangat menggugah selera. Irbadh yang biasanya tidak terlalu suka dengan olahan roti pun makan dengan lahap. Yummy 😅

Potongan berlanjut dengan pizza topping jamur. Dan tidak membutuhkan waktu lama sepiring pizza ala Italia sudah ludes dimakan anak-anak.

Seloyang pizza rata-rata harganya 50 ribu rupiah, cukup terjangkau untuk disantap bersama. Cita rasa pizza ini memang sangat Italia, tapi siapa yang menyangka pembuatnya fasih berbahasa Indonesia dengan logat Melayu kental.

Lokasi Warung Pizza ini terletak di Km40 Teluk Bakau, sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota Tanjung Pinang. Terletak di tepi pantai dengan pemandangan pantai yang indah, ada beberapa gubuk kecil untuk di sewa berukuran kurang lebih 3×3 meter  menghadap kelaut, harga sewa sekitar 50 ribu rupiah.

Warung Pizza ini hanya buka dari hari Selasa hingga Minggu, jam 10 pagi sampai dengan jam 8 malam. Tak lupa selama berada di tempat ini, pengunjung wajib menjaga kebersihan. Karena pengunjung akan dikenakan denda oleh pemilik warung jika ketahuan membuang sampah sembarangan yakni denda sebesar lima puluh ribu rupiah. Yang wajib diperhatikan juga, disini ada area tertutup  yang hanya diperbolehkan bagi karyawan, salah melangkah masuk bisa langsung diomeli sang pemilik.

Jelang senja pengunjung satu persatu meninggalkan warung pizza. Angin terasa dingin bersamaan dengan terbenamnya sang surya. Kami pun memutuskan untuk segera beranjak menuju ke hotel.

Jakarta : Kembali Travelling Bersama Anak-Anak

Pagi ini kami sekeluarga sudah hectic sekali, dimulai dari anak-anak bangun pagi sekali (tumben-tumbennya sebelum adzan subuh semuanya sudah bangun dan beranjak dari kasur), dilanjutkan dengan adegan Irbad bergelayut manja saat saya akan sholat subuh. Entah mengapa masnya pun manja tidak karuan sampai pipispun harus ditemani oleh mama. Jarum jam bergerak terasa cepat sekali, waktu menunjukkan hampir pukul 06.00 dan saya belum selesai juga menyiapkan bekal untuk perjalanan kami hari ini. Bagaiman tidak pusing saya ketika masak kskip dengan insiden-insiden kecil seperti ada yang minta pup lah, minta disiapkan air hangat untuk mandi, belum lagi hujan badai yang turun sejak subuh tadi membuat belakang rumah banjir sehingga memaksa suami saya untuk membuka sementara saluran air agar lebih lebar. 

Setelah anak-anak semua siap dan barang bawaan juga sudah dicek barulah terpikir kalau kita belum memesan taxi online. Benar saja, traffic sedang sibuk-sibuknya. Baik taxi online maupun offline tidak ada yang bisa cepat menjemput. Melihat map tanda merah dimana-mana sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 07.00, artinya mau tidak mau kita harus segera berangkat jika tidak ingin ketinggalan pesawat. Meskipun sudah check in, kami tetap harus memasukkan koper di bagasi dan memastikan anak-anak nyaman saat di dalam pesawat. Baiklah, mau tidak mau kami memutuskan untuk naik mobil saja ke bandara dan berencana menginapkan mobil ini sampai akhir pekan.
Setelah berhitung rupanya sama saja dengan ongkos naik taxi (itu pun diganti oleh kantor kan 😬). Bismillah kami berangkat dari rumah dan berdoa semoga perjalanan hari ini berjalan dengan lancar selamat sampai tujuan. Tetapi rupanya kehectican yang sesungguhnya di pagi ini baru saja dimulai. Betapa tidak? Setelah bang bang tut dan memilih lewat rute manakah kita agar cepat sampai di bandara ternyata situasi jalanan di depan perumahan pun sangat macet. Untuk keluar komplek saja kita mengantri hampir 10 menit, baru sampai jalan setelah lampu merah KDA ternyata jalan dibuka dua jalur, dan ternyata ada banjir di depan perumahan simpang taman raya. Kami bersabar dan terus berdoa agar pesawat yang kami naiki delay saja mengingat cuaca yang kurang bersahabat dan lalu lintas Batam yang macet total tanpa pergerakan. Beberapa teman di grup kantor suami menyarankan untuk tidak lewat jalan raya depan karena di situlaha titik banjir dan mereka tadi pagi tidak diizinkan lewat oleh Patroli Polisi. Sambil berharap semoga situasi jalanan sudah membaik kami sabar menyusuri jalanan yang dipenuhi oleh genangan air. Belum lagi ada drama Faris yang kebelet pipis karena tadi sebelum berangkat lupa untuk pipis terlebih dahulu. Sepertinya cerita pagi ini sangat menguras emosi, baiklah tahan napas dan atur emosi saya menyarankan kepadanya untuk pipis saja di botol bekas air mineral karena sudah tidak mungkin lagi kalau mampir dulu ke toilet umum.
Alhamdulillah jam 7.45 kami sudah sampai bandara, saya dengan menggendong Irbad mendorong troli berisi koper dan tas masuk terlebih dahulu ke dalam untuk memasukkan barang ke bagasi. Suami saya parkir mobil dan menyusul. Baru masuk ke dalam, suami saya menanyakan keberadaan tas ranselnya, dan ternyata tasnya tertinggal di mobil. Ya ampun ada-ada saja, tetapi saya sudah sangat terbiasa dengan keadaan ini. Entah berapa kali travelling bersamanya selalu ada saja yang tertinggal atau hilang karena keteledorannya jadilah suami saya lari lagi ke parkiran mengambil tas ranselnya. Baiklah sembari menunggu antri bagasi dan anak mulai lapar saya memberinya snack terlebih dahulu. Sudah selesai memasukkan koper, drama dimulai lagi, Faris minta pipis lagi karena tadi dia tidak bisa pipis di dalam botol. Dengan banyak pertanyaan dan komentar dari mulutnya saya langsung cepat-cepat membawanya ke toilet wanita dan menyuruhnya pipis. Alhamdulillah bisa keluar.
Tak lama saya mendengar info kalau pesawat kami sudah boarding. Saya menghubungi suami saya yang ternyata juga mencari kami karena saya tadi lupa mengabarkan posisi kami dimana. Setelah cek barang kami naik ke atas untuk boarding. Entah mengapa di saat rempong seperti ini ada-ada saja kejadian yang membuat suasana makin tidak kondusif. Saat pengecekan tiket, petugas meminta kami menunjukkan lagi ktp padahal entah dimana itu ktp sudah saya masukkan ke dalam dompet. Sambil menggendong Irbad dan menggandeng tangan Faris rasanya saya ingin cepat-cepat masuk ke dalam pesawat dan minum sebotol air untuk merecharge energi yang sudah lenyap sejak tadi pagi. Setelah masuk ke pesawat dan duduk sekitar 10 menit, Faris minta pipis lagi. Padahal sebelum naik ke pesawat kan dia sudah pipis, adakah ibu-ibu yang anaknya punya kebiasaan unik seperti Faris? Entah mengapa dia suka sekali mencoba toilet dimana-mana 😩 tak lupa disertai review.
Baiklah alhamdulillah kehectican pagi ini sudah berakhir, saya bisa duduk manis dan minum air putih. Anak-anak sarapan sejenak sambil menunggu pesawat fly.

Bepergian dengan anak tergolong tidak mudah. Namun, tatkala tidak terhindarkan mengikutkan anak Anda saat bepergian karena ia terlalu kecil untuk ditinggal di rumah atau dalam suatu acara liburan keluarga di mana kehadirannya diharapkan, cermati beberapa hal di bawah ini agar anak tidak sampai mengacaukan perjalanan.

1. Persiapan cadangan snack dan susu sebanyak-banyaknya wajib jadi bagian tas perlengkapan ketika bepergian bersama bayi. Untuk anak balita, plus sediakan pula lengkap dengan kotak P3K dan obat-obatan.

2. Mama juga harus mengemas ekstra pakaian ganti bagi anak-anak dan saya sendiri. Malah jangan pernah ragu over-packing, karena sebagai orang tua kebiasaan itu dapat mencegah atau mengurangi kegusaran pun kecemasan selagi berjalan-jalan. (agar mama tidak mau dilanda stres tiba-tiba kehabisan popok di tengah perjalanan bukan?atau bahkan insiden pup yang tembus sampai ke baju dan celana *ini kejadian nyata).

3. Jika bepergian dengan pesawat terbang, disarankan untuk memilih waktu penerbangan di jam tidur anak (terutama bayi), baik waktu istirahat siang maupun malam hari. Reserve tempat duduk dekat sayap/mesin. Sebab white noise akan menenangkan dan cenderung membuat bayi mengantuk.

4. Pabean bandara dan pihak maskapai umumnya memberikan keleluasaan untuk penumpang yang membawa anak, kami tidak perlu masuk dalam antrean saat hendak naik ke pesawat.

5. Menyusui bayi atau memberikannya empeng dot, selama lepas landas dan mendarat. Gerak mengisap akan membantu memerangi tekanan udara pada telinga sensitif mereka.

6. Sebagai ibu menyusui, yang perlu diingat yaitu bahwa terbang bisa menghasilkan dehidrasi. Jadi mama harus minum banyak air secara periodik, terutama di dalam perjalanan panjang(long flight). Bagi ibu yang membawa balita yang tengah aktif; buku mewarnai, mobil favorit, aneka mainan yang dapat membuatnya asyik, supaya menjadi distraksi dan mengatasi kesulitan menyuruh duduk tenang di kursi pesawat selama di udara.

7. Senantiasa bawa cukin untuk menggendong bayi Anda. Selain lebih memudahkan Anda berjalan-jalan (kedua tangan bebas), si bayi akan riang dan merasa aman nyaman berada lekat dengan mamanya

8. Ajak pula anak-anak memahami sedikit demi sedikit konsep traveling. Mulai dari hal sederhana. Misalnya menerangkan jenis-jenis transportasi untuk mencapai suatu tempat.

Tidak ada kesempatan sebaik ini untuk memberi perspektif yang benar—sejak kecil— mengenai sebuah perjalanan, yang pelan-pelan akan memproses jiwa traveler dalam dirinya. Segi positifnya traveling dengan anak kecil? Mama bisa merasakan ketakjuban berbagai keindahan dari visi kanak-kanak yang masih serba segar. Dengan anak kecil di sisi, mama “terpaksa” berlambat-lambat sehingga dapat lebih menikmati lingkungan sekitar. Ini keterbatasan yang sejatinya menyingkap makna-makna baru. Tambah lagi, dunia keingintahuan mereka tentang segala sesuatu turut menjamah pola pikir mama. Selamat menjelajah sepuasnya!
Oleh karena itu, para ibu baru tidak usah dipenuhi frustasi saat harus membawa serta anak berlanglang. Walau bakal menjadi perjalanan menguras energi, tapi cobalah trik yang betul, dipastikan perjalanan bersama anak—bayi atau balita—lancar. Dan tentu saja di balik itu, mama punya travel buddy yang menyenangkan. Baiklah ini cerita pagi kami, alhamdulillah pesawat sudah landing di bandara soekarno hatta ditemani awan mendung dan angin sepoi-sepoi. Anak-anak tertidur saat di pesawat jadi saat turun masih malas-malasan. Tunggu kelanjutan cerita kami next. 💕

Ternyata Ini Penyebab Telinga Sakit (sekali) saat Naik Pesawat

Ketika pesawat lepas landas, perubahan ketinggian kerap membuat telinga kita sakit. Bagi orang normal, ini bisa diatasi dengan menelan. Tapi, bagi mereka yang sedang menderita hidung mampet karena pilek atau flu, perjalanan di atas ketinggian bisa sangat menyakitkan. Inilah yang saya alami kemarin, baru pertama kali saya merasa kesakitan yang teramat sangat saat naik pesawat bahkan kemarin saya sampai menangis saat landing.

Mulut, hidung, dan telinga diketahui saling berhubungan sebagai saluran udara dan tekanan. Gendang telinga merupakan bagian yang menjadi pembatas antara tekanan udara di luar dengan tekanan di dalam rongga kepala.

Saat tekanan udara di luar tinggi, saluran udara di dalam telinga harus dapat mengalirkan udara dengan tekanan yang sama. Ini bisa dilakukan dengan kegiatan menelan atau berbicara, agar udara bisa didorong ke saluran telinga.

“Bila rongga hidung atau sinus meradang karena pilek atau flu, saluran rongga tersebut ke telinga akan terblokir. Saat tekanan udara ke telinga tersumbat, inilah yang sebabkan telinga sakit,” kata seorang kawan saya yang berprofesi sebagai dokter di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya.

Keluhan sakit tersebut akan lebih sakit ketika ‘landing’. Tapi, ini bisa dicegah dengan mengonsumsi obat mengandung dekongestan naik ke pesawat. “Obat dekongestan akan mengurangi peradangan, jadi keluhan sakit telinga bisa dicegah,” pesannya.

Ini merupakan pengalaman baru bagi saya dan bisa menjadi pelajaran untuk perjalanan kami selanjutnya. 😊

JAKARTA : Menginap di Sabda Guest House

Alhamdulillah meskipun cuaca kurang bersahabat dan laju pesawat agak kurang mulus kami bisa menjejakkan kaki kembali di kota Jakarta. Kami terakhir ke Jakarta hampir 10 bulan yang lalu, transit saja sesaat sebelum melanjutkan perjalanan ke Purbalingga rumah mertua saya.

Perjalanan ke Jakarta kali ini dalam rangka ikut suami saya dinas sekaligus mengajak anak-anak fieldtrip. Untuk jadwal fieldtrip, keluarga kami tidak punya jadwal khusus. Agenda travelling kebanyakan tidak pernah kami rencanakan secara pasti kecuali mudik tahunan saat libur hari raya nasional karena suami harus mengajukan cuti terlebih dahulu ke kantor. Inilah salah satu kenikmatan menjadi ibu rumah tangga dan anak-anak homeschooling. Kita bisa pergi kapan saja tanpa harus terikat izin 😁 Kali ini saya berkesempatan menginap di guesthouse murah meriah di daerah Tebet. Ini kali kedua saya menginap disini. Sebenarnya suami saya hari ini berkegiatan di Lapangan Banteng tetapi kami memutuskan untuk menginap di Tebet dengan alasan dekat dengan rumah kakak ipar saya. Sabda Guest House ini beralamat di Komplek Gudang Peluru blok A1 Nomor 2, Kebon Baru, menawarkan penginapan dengan suasana yang homey dan harga menarik. Saya membooking kamar untuk beberapa hari disini melalui aplikasi traveloka dan ini sangat membantu sekali untuk mendapatkan harga termurah. Guest House ini masuk dalam jaringan Zen Rooms. Apasih ZEN Rooms? ZEN Rooms adalah jaringan hotel berkualitas yang berpartner dengan hotel hotel budget terbaik di seluruh Indonesia, Singapore, Thailand,Filipina, Sri Lanka, hingga Brazil. Didukung dengan tim terbaik dan teknologi terbaru, ZEN Rooms menawarkan pengalaman traveling yang lebih efisien dan menyenangkan. Fasilitas ini membantu saya menemukan kamar terbaik dimana pun. Meski dengan harga yang relatif miring, fasilitas yang ditawarkan penginapan ini cukup oke untuk sekelas penginapan bertarif murah.

Ada tiga tipe kamar yang disediakan di Guesthouse SABDA yaitu tipe kamar standar (single) yang bisa digunakan untuk satu orang saja. Kemudian kamar double untuk dua orang, bisa memilih satu bed atau dua bed dan yang ketiga kamar family dengan dua bed (queen dan single).

Bagi saya yang membawa anak dan tidak ingin ekstrabed karena ingin hemat, kamar ini cocok dipilih karena bisa menghemat pengeluaran.

Resepsionis dari Guest House SABDA mengatakan, untuk harga ditawarkan mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 400.000 dan sebaiknya memesan melalui aplikasi agar mendapatkan harga termurah. Pelayanan yang ditawarkan oleh guest house seperti di rumah sendiri, kita memperoleh fasilitas share dapur dan kolam renang di basement. Kalau lapar tengah malam tamu boleh memasak menggunakan fasilitas yabg ada disini. Di dalam kamar pun disediakan kulkas kecil untuk menyimpan makanan, apalagi jika membawa bayi/balita kulkas merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas makanan.

Untuk kemanan, guest house ini memiliki satpam yang stand by berjaga 24 jam. Ditambah fasilitas atm mandiri yang berada di sebelah pos satpam semakin memudahkan untuk melakukan transaksi keuangan. Guesthouse ini juga dekat dengan alfam*rt dan indom*art jadi jika membutuhkan apa-apa tinggal jalan sebentar sudah sampai. Banyak juga penjual makanan yang lewat depan guest house ini karena sabda guesthouse berada di jalan utama.

Di Sabda Guest House kenyamanan tamu adalah prioritas. ZEN Rooms menawarkan jaminan brandnya. Yang paling penting, kami tidak hanya memiliki WiFi gratis, tetapi juga tempat tidur nyaman, kamar mandi, penyejuk ruangan dan kamar yang selalu bersih.

Untuk akomodasi budget terbaik (guesthouse) di Jakarta, ZEN Rooms adalah tempat untuk dituju. Mereka memastikan tamu mendapatkan harga terbaik dan disediakan dengan semua fasilitas dan layanan yang dijanjikan dengan memeriksa properti sebelumnya. 😊