Nerf Gun War, Bahasa Kasih Keluarga Kami 💌

Kita pasti tahu ya, bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Melalui bermain, mereka bisa belajar banyak hal. Bahkan semenjak bayi, kita berinteraksi dengan mereka lebih banyak melalui bermain. Kenapa bermain? Karena anak-anak itu memiliki energi yang luar biasa banyaknya untuk digunakan sehingga nggak heran kalau mereka seakan nggak ada capeknya. Bergeraaak terus kesana kemari. Selain itu, otak mereka juga sedang dalam perkembangan yang sangat pesat, sehingga mereka selalu punya rasa ingin tahu yang besar dan ingin mengeksplorasi segala sesuatu.

Ngomongin mainan, saya dan suami sudah hampir sebulan ini senang membahas mainan tembakan nerf. Sudah tahu belum tembakan nerf? Iya, Nerf Gun adalah salah satu mainan branded yang sedang naik daun. Mainan tembakan ini baru saja resmi masuk ke Indonesia, tetapi buat keluarga kami sudah sangat familiar dengan mainan ini. Berbgai macam tipe, model dan bentuk sampai jenis pelurunya pun banyak yang sudah kami coba-coba 😁

Di etalase toko online kami, alhamdulillah setiap minggu terjual minimal satu pcs tembakan ini. Jangankan anak-anak, remaja dan bahkan orang dewasa juga suka bermain Nerf Gun, lho!

Bagaimana tidak? Selain menyediakan kepuasan adrenalin yang sama sekali tidak berbahaya, Nerf Gun juga bisa dimainkan dalam banyak cara.

Banyak permainan seru yang bisa kami lakukan dengan Nerf Gun.

Kami dan anak-anak sering memanfaatkan waktu kebersamaan untuk bersenang-senang dengan Nerf Gun di dalam rumah.

Tentunya untuk pertandingan tembak-tembakan di dalam rumah, kami dan keluarga juga perlu Nerf Gun yang sesuai juga. Untuk kegiatan bermain indoor yang ramah dan aman terhadap eksistensi berbagai perabotan dan pajangan rumah hahaha…

Jadi kami cenderung menggunakan Nerf Gun yang memiliki ukuran pendek. Nggak mau juga kan vas bunga kesenggol hingga pecah ketika asyik mengayunkan Nerf Gun yang berlaras panjang?

Kompetisi Bersahabat dengan Target Shooting

Bermain nerf gun dapat meramaikan suasana, baik untuk anak-anak dan kami, orang tuanya😁 Kami hanya perlu membuat target tembakan saja. Targetnya pun bisa beragam. Mulai dari kaleng bekas, balon air yang diayun, hingga papan magnet haha

Untuk permainan adu keahlian akurasi semacam ini, saya dan suami senang beradu ala ala. Meskipun simple tetapi momen bermain seperti ini sangatlah mengesankan.

Walaupun Nerf Gun memiliki peluru dari foam yang insyaAllah aman, tetapi mungkin ada beberapa orang yang takut bermain Nerf Gun. Buat yang parno, boleh menggunakan kacamata pengaman dan permainan dapat dipastikan 100% tidak berbahaya. Solusi kedua nih, biasanya kami mengajak anak-anak bermain Nerf Gun air. Nerf gun air sangat cocok dimainkan oleh anak balita.

Main Air makin Rusuh

Keuntungan lain dari permainan Nerf Gun air adalah faktor kompetisi yang sesungguhnya nggak ada. Walaupun anak-anak terlihat saling menembak satu sama lain dengan air, tetapi kita tidak akan bisa menentukan siapa yang menang karena semuanya pasti sama-sama basah! Cocok kan dimainkan untuk anak balita yang masih dalam masa egosentris. Tertarik juga mencoba permainan ini?

#day11
#22Feb18
#Batam
#SinergiAsadanRasa
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak
‌

Ingin Makan Olahan Ayam Organik? Yuk Mampir ke RM Ayam PonPon

Tren makanan sehat atau healthy food sekarang ini makin digemari dan makin menyebar keseluruhan kalangan bahkan di kota seperti Batam. Kesadaran akan hidup sehat dapat dimulai dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang juga sehat.

Bersantap ayam di akhir pekan sungguhlah mantap. Apalagi kalau ayamnya itu organik, lebih sehat dan tentu lezat.

Ayam organik yang bebas zat kimia itu adanya di Ayam Pon Pon. Yap, restoran ayam cepat saji ini menyajikan ayam aman konsumsi dan bersertifikat halal MUI loh. Bagi penggemar makanan fast food kadang agak susah ketika harus menjalani gaya hidup sehat dengan clean eating. Namun Anda tidak harus khawatir, karena menu ayam PonPon ini 100% sehat apalagi dimakan bersama dengan salad sayuran yang fresh dipetik langsung dari pohonnya dijamin bakal memanjakan perut.

ayam bakar ponpon. Credit photo : Facebook Ayam PonPon

Di Batam, baru pertama kali ini saya menemukan rumah makan yang menawarkan menu makanan sehat seperti sup ayam herbal khas kuliner Singapura.
Rumah makan ini berada di Ruko Greenland blok U Nomor 1 atau masih satu gedung dengan Gedung Marga Yang, Batam.
Aneka olahan ayam organik bisa Anda pilih.

Selain ayam bakar ponpon, ada juga ikan asam pedas yang direkomendasikan untuk dicoba pengunjung. Menu makanan yang ditawarkan rumah makan ini bisa juga dipesan menggunakan aplikasi ojek online go-food. Jadi buat yang nggak sempat keluar bisa pesan dan diantarkan ke rumah.

aneka sayuran hidroponik yang bisa dipanen sendiri. Photo credit : Facebook Ayam PonPon

Kesempatan kali ini saya dan keluarga mencoba menu ayam bakar ponpon, nasi goreng cakalang, ayam mentega dan sayur kangkung balacan tanpa cabe. Mungkin banyak yang heran gimana yah rasanya tumis kangkung belacan tanpa cabe. Ternyata rasanya maknyus meskipun tanpa cabe. Saya dan suami pun senang, bisa dijadikan referensi menu kalau hang out sama anak-anak karena menunya bisa dipesan tanpa cabe rasanya pun cocok di lidah anak-anak.

nasi goreng cakalang by ayam ponpon
nasi goreng cakalang porsi besar 😊
kangkung balacan
ayam mentega bertabur daun kari

Selain olahan ayam dan ikan, rumah makan ini juga menyediakan aneka olahan seafood seperti udang nestum, bola udang, cumi sampai sotong yang siap menggoyang lidah.

salad sayur ala ayam ponpon
salad sayuran

Menu ayam ponpon dengan sambal yang unik, terasa ada pedes, kriuk dan segar.

menu rm ponpon

Rumah makan ayam ponpon ini lahan parkirnya luas dan kita bisa makan sambil melihat pemandangan kolam ikan yang berada persis di depan tempat makan ini. Bagi yang membawa anak-anak dijamin anteng makan sambil melihat ikan. Terdapat juga pott tanaman hidroponik yang diletakkan di bagian sisi sebelah kanan rumah makan ini. Tanaman sayur ini juga dijual dan boleh dipanen langsung oleh pengunjung loh.
Penasaran kan?

makan sambil liat tanaman hidroponik

Jika ingin membuat acara, tempat ini juga sangat cocok untuk dipilih. Kebetulan saat saya berkunjung kemari ada event gathering Komunitas Indonesia Sehat Sejahtera (KISS) jadi apabila ingin membuat acara di rumah makan ini disarankan untuk reserved terlebih dahulu ke Ibu Lina Yang, owner rumah makan ayam PonPon.

Ibu Lina Yang, menyampaikan, selain makan di tempat, mereka juga menerima pesanan untuk berbagai acara.

“Paket ulang tahun, seremonial kantor, syukuran, hajatan dan lainnya, silakan pesan ke kami,” ujarnya.

Mengenai ayam organik, dijelaskan, adalah ayam broiler yang dibudidayakan semenjak menetas hingga panen dengan menggunakan pakan khusus (jagung, dedak, tepung ikan dan lainnya) serta tambahan jamu ternak.

photo credit by Facebook Ayam PonPon

“Jamunya berupa ramuan herbal sebagai probiotik alami pengganti antibiotik dan antistress kimia yang lazim digunakan di peternakan ayam broiler biasa,” jelasnya.

Racikan pakan khusus dan suplemen jamu ternak tersebut menghasilkan ayam herbal berkualitas, bebas residu antibiotik, rendah lemak bebas bakteri berbahaya. Beraroma lebih segar dan lebih enak.

Makanan dan air yang digunakan sebagai minuman ayam juga melalui filter sterilisasi sehingga aman dari bakteri dan kuman.

Kualitas daging ayam PonPon juga sudah teruji dan lolos seleksi. Bebas residu antibiotik, rendah kolesterol dan dimasak tanpa vetsin/MSG.

Hampir tiap saat muncul restoran baru yang menarik untuk dicoba. Jika teman-teman bingung mau makan apa tanpa susah memilih mana yang paling kaya nutrisi sekaligus memiliki kandungan bersahabat, yuk berkunjung ke restoran yang satu ini.

Alamat:
Ruko Greenland blok U Nomor 1, Batam Centre
Telepon: 08125544668
Facebook : Ayam Ponpon Batam
Instagram: @ayamponpon

Mr. Ollied, Luti Gendang Kekinian dari Batam


Bingung nyari oleh-oleh khas Batam? Sudah pernah makan Luti Gendang belum?

Mencari makanan khas di Batam memang bisa dikatakan sangatlah tidak mudah. Why? Ini dikarenakan Batam adalah pulau yang telah dihuni oleh berbagai etnis. Tetapi jika berkunjung ke Batam jangan lupa untuk mencicipi Luti Gendang. Luti Gendang adalah salah satu makanan khas Batam yang sering juga dijadikan oleh-oleh karena bentuknya sederhana tapi menarik perhatian, berbentuk lonjong memanjang, seperti roti goreng dengan isian ikan.

.
Hari ini secara tidak sengaja, saya bersama suami dan anak-anak mencoba Luti Gendang Mr. Ollied di rumah makan Anambas Kopitiam. Cuaca Batam yang dingin beberapa hari ini membuat anak-anak ingin makan terus. Kebetulan pagi ini cuaca agak bersahabat sehingga memungkinkan untuk jalan pagi sebentar dan mampir ke kedai Anambas Kopitiam. Luti Gendang Mr. Ollied merupakan signature snack yang disediakan di kedai ini.

Apabila dibandingkan dengan roti-roti kecil yang lain, Luti Gendang Mr. Ollied menawarkan tampilan dan rasa yang sangat berbeda. Saat pertama kali saya melihat display stok Luti Gendang yang masih setengah matang, tampilan roti kecil ini nampak eye catching dan lucu sekali karena terdapat stamp yang menunjukkan isian dari lutinya.

Best seller! Spicy tuna

Saat disajikan, tekstur luar rotinya terasa renyah dan dalamnya lembut. Roti atau sering disebut Luti oleh orang Melayu umumnya berisikan ikan tuna segar yang telah dicampur dan dibumbui dengan berbagai rempah-rempah khas melayu pulau Tarempa. Namun, Mr. Ollied menawarkan berbagai pilihan rasa yang berbeda antara lain spicy tuna, chicken curry, sweet chicken, chocolate nutela dan cheese.

Unik sekali kan, luti gendang dengan isian coklat dan keju pasti sangat menarik perhatian anak-anak. Dengan ukuran dan porsi yang pas untuk anak-anak Luti Gendang bisa menjadi salah satu pilihan snack karena rasanya tidak melulu ikan atau ayam saja. Bahkan bagi orang yang kurang suka ikan, Mr. Ollied menawarkan pengalaman makan luti gendang yang tidak biasa melalui pilihan varian isi chicken sweet atau chicken curry bagi yang lebih suka rasa gurih.

Luti Gendang ini sangat cocok untuk dijadikan camilan bersantai dengan keluarga, apalagi jika disajikan hangat-hangat dan ditemani dengan secangkir teh o alias teh hangat.

Harga Luti Gendang kekinian ini Rp. 3.500,- per biji. Jika ingin membawa sebagai buah tangan bisa dibeli dengan pilihan harga Rp. 42.000,- per kotak yang berisi dua belas biji atau Rp. 84.000,- per kotak yang berisi dua puluh empat biji. Dengan harga terjangkau, oleh-oleh khas Batam ini sangat sebanding dengan rasanya yang lezat.

Jadi, buat teman-teman yang mampir ke Pulau Batam jangan lupa makan dan membawa oleh-oleh Luti Gendang dijamin nggak akan menyesal. Makanan ini menjadi makanan yang sangat khas dan jarang sekali dijumpai di tempat lain.

View this post on Instagram

do follow @mrollieid now available @anambaskopitiam

A post shared by Anambas Kopitiam (@anambaskopitiam) on

Anambas Kopitiam
Alamat: Komplek Palm Spring Blok A2 no 9-10, Batam Center.
Buka Pukul. 07.00-22.00.

MENGENALKAN OLAHRAGA PANAHAN KEPADA ANAK BALITA

Faris latihan memegang busur panah bahan plastik yang aman untuk anak usia dini

Panahan adalah olahraga tertua di bumi ini dan tak lekang ditelan zaman, apalagi dalam agama Islam sangat dianjurkan untuk diajarkan kepada anak sejak usia dini.

Olahraga yang satu ini melatih disiplin, fokus, dan konsentrasi, juga smoothness. Memanah bisa melatih mental karena hal terpenting yang harus kita lakukan sebelum berlatih adalah mengontrol emosi.

Sejatinya, panahan adalah olahraga yang mengajarkan sebuah prinsip bahwa keberhasilan seorang harus didahului oleh upaya dan usaha dan juga mengajarkan proses untuk mencapai apa yang diidamkan.

Olah raga panahan memerlukan ketenangan dan tidak boleh terburu-buru. Targetnya tidak bergerak, maka musuhnya adalah diri si pemanah itu sendiri.

Minggu lalu, Faris kebetulan berkesempatan untuk mengenal dan belajar lebih dekat dengan olahraga satu ini. Bertempat di komplek First City Complex lantai dasar Batam Centre Mall, depan radio hang fm terdapat kantor sekretariat alias basecamp Mamluk Sport (Traditional Archery and Sport Centre) yang bisa dipergunakan oleh anak-anak mencoba (trial class) untuk mengenal teknik memanah lebih dalam.

Mamluk Sports, hadir untuk mendukung pengembangan, sosialisasi dan pembinaan olahraga panahan kepada seluruh masyarakat Batam melalui club khususnya pada usia dini.

Dengan hadirnya Mamluk Sport diharapkan bisa berdampak pada perkembangan olahraga panahan dikota Batam sehingga panahan bisa membumi dan disukai semua lapisan masyarakat kota Batam.

Menurut salah satu coach Mamluk Sport, anak-anak mulai dari usia 4 tahun bisa diperkenalkan dan mencoba olahraga ini. Dalam hal ini usia berkenaan dengan psikologi anak. Jika di bawah usia 7 tahun, ada kecenderungan anak susah dikontrol. Jika cara mengontrol emosi telah diajarkan sejak diri, karakter anak bisa terbentuk dengan baik.

Sesungguhnya awalnya aspek terpenting dari kegiatan memanah ini adalah fokus dan konsentrasi. Tetapi ternyata banyak hal lain yang terbangun dalam proses belajar memanah. Peningkatan fokus hanya salah satu dari nilai-nilai yang dikembangkan dalam memanah, namun ada yang penting yaitu dapat digunakan sebagai teori pendidikan dalam mendidik karakter seseorang.

Manfaat Kegiatan Memanah
Aspek terpenting dari memanah justru pada ketenangan. Melalui memanah anak-anak diharapkan belajar tenang, tidak terburu-buru, mengatur nafas, menjaga kestabilan emosi agar anak panah melaju secara konsisten dan tepat menuju sasaran.


Tahapan Mengajarkan Anak Memanah

Meningkatkan konsentrasi, adalah sedikit dari segudang manfaat dari memanah. Jadi, tidak heran bila banyak orang tua zaman sekarang mulai melirik panahan sebagai salah satu media mendidik anak. Apakah Mama tertarik mengajarkan memanah kepada anak-anak? Kalau iya, yuk kita bisa memulai dengan kegiatan sebagai berikut:


1. Ajak Anak Mengenali Panahan

Tahap pertama yang kami lakukan adalah mengajak Faris mengenali olahraga panahan. Mengajak Faris mengunjungi arena panahan untuk anak-anak merupakan langkah awal memperlihatkan olahraga ini secara nyata pada mereka. Biarkan anak-anak melihat kegiatan memanah. Tidak lupa Mama memberikan penjelasan mengenai memanah dengan bahasa yang mudah mereka pahami.

2. Mencoba Perlengkapan Memanah
Jika usianya sudah memenuhi syarat, biarkan anak-anak mencoba semua perlengkapan panahan standar untuk anak-anak. Sebelumnya mereka telah melihat kegiatan panahan, maka sekarang saatnya dia mencobanya sendiri. Biarkan mereka bermain-main dan merasa nyaman dengan perlengkapan memanahnya. Yang terpenting pastikan orang tua dan pelatihnya mengawasi.

3. Melatih Postur Memanah
Tahap ini perlu menjadi perhatian lebih bagi orang tua yang ingin belajar bersama ananda. Tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar, Papa Faris pun belajar dasar-dasar memanah tradisional terlebih dahulu. Ini merupakan pondasi kuat dalam mengajar anak memanah dengan teknik standar. Teknik ini akan menghindarkan kemungkinan terjadinya cedera otot tubuh anak.

Teknik-teknik yang harus diketahui oleh para pemula antara lain:

1. Sikap Berdiri
Teknik ini berkaitan dengan posisi kaki saat berdiri. Ada 2 sikap yang biasanya digunakan oleh pemanah yakni; sejajar (square stance) dan terbuka (open stance).

Trial Class Memanah di Mamluk Sport

Karena Faris belum boleh mencoba memakai busur dan anak panahnya, maka ia mengenal olahraga ini dengan cara terlebih dulu memegang langsung busur dan anak panahnya saja.

2. Cara Memasang Ekor Panah (Nocking)
Posisi panah harus terpasang secara tepat. Pastikan panah dipasang dengan posisi lurus tersandar pada busur.

3. Cara Mengangkat Lengan Busur (Extend)
Teknik ini berkaitan dengan posisi lengan saat mengangat busur. Bukan cuma itu, posisi jari-jari juga harus diperhatikan di sini.

4. Teknik Menarik Tali Busur (Drawing)
Anak harus menarik tali busur menggunakan kombinasi kekuatan jari, punggung telapak tangan, serta lengan bagian bawah.

5. Cara Menjangkarkan Lengan Penarik (Anchoring)
Cara ini berkaitan dengan posisi tangan penarik. Ada 2 tipe penjangkaran yang lazim dilakukan yakni; penjangkaran di samping dan penjangkaran di tengah.

6. Teknik Menahan Sikap (Tighten)
Tighten dilakukan persis ketika anak panah telah terpasang dan tali busur sudah ditarik.

7. Cara Membidik (Aiming)
Kuncinya adalah tubuh yang rileks, tapi tetap fokus terhadap sasaran.

8. Cara Melepaskan Panah (Release)
Gerakan tangan yang melepaskan tali busur ini dibedakan menjadi 2 yakni; active release dan dead release.

9. Teknik Menahan Sikap Setelah Melepaskan Panah (After Hold)
Ketika anak panah telah meluncur ke arah sasaran, maka ada posisi yang perlu dipertahankan oleh pemanah. Posisi ini mengharuskan anak menahan sikap 2 detik setelah melepaskan panah.

Ternyata belajar memanah itu mengasyikan loh, anak muslim sudah seharusnya bisa memanah seperti anjuran dari Rasulullah SAW. Bagi yang berminat untuk ikut belajar memanah bisa langsung datang ke basecamp Mamluk Sport, free untuk trialnya. Biaya mengikuti kelas memanah disini juga terjangkau dan sangat fleksibel. Jika teman-teman sudah memiliki alat panahnya boleh dibawa, nanti disana akan dibimbing oleh coach yang sabar menjelaskan kepada anak-anak. Mari berolahraga panahan 😊

jadwal class memanah mamluk sports
tarif belajar memanah di Mamluk Sport

Sudah Bobrokkah Budaya Antri di Batam??

IMG01564-20130408-1723

Sejak tinggal di Batam saya merasa banyak sekali hal-hal baru, pengalaman-pengalaman baru yang selalu ingin kubagi disini. Selalu ada alasan untuk mencurahkan isi hati ini, terlalu banyak hal baru yang notabene baru aku alami saat tinggal dan beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat di sini.
Batam merupakan salah satu kota besar yang tidak ada penduduk aslinya. Kota ini berada di salah satu pulau terbesar di Kepulauan Riau yang juga disebut Pulau Batam. Saya sama sekali tidak pernah berpikir untuk stay disini, punya bayangan saja nggak apalagi tinggal dalam waktu lama. Dan pengalaman ini sangatlah berkesan bagi saya, karena lama-lama saya merasa betah tinggal di sini hehe… 

Penduduk kota Batam mayoritas adalah orang Cina, baik asli maupun keturunan. Kemudian campuran dari berbagai suku Melayu, Medan, Padang, Palembang dan Jawa. Pengalaman tinggal disini membuat saya mengenal berbagai macam sifat dan kebiasaan orang-orang. Yang ingin saya bahas disini mengenai kebudayaan antri masyarakat Batam. Ini pengalaman yang kurang mengenakkan bagi saya, akan tetapi tidak ada salahnya juga kan untuk dibagi temans…

Ceritanya beberapa hari yang lalu saya dan suami lagi main ke mall seberang rumah. Dengan segala niatan kami berangkat sekitar pukul 8 malam, bukan tanpa rencana atau sekedar jalan-jalan saja loh. Kami bela-belain ngemall jam segitu karena ingin membeli roti di Beans City. Siapa sih yang nggak tau roti Beans City? Memang sih roti ini original buatan Batam tetapi nggak kalah lah soal taste kalau dicompare dengan brand-brand bakery dari luar, hehe…
Kami memang sengaja membeli dua tiga empat potong roti untuk persiapan sarapan besok pagi. Niat banget nggak sih? Yaiyalah niat banget, kan besoknya adalah hari Minggu. Hari dimana saya selalu senam pagi di Ocarina, dan makan sepotong roti sebelum berangkat senam itu adalah ritual yang wajib saya lakukan selama ini.

Balik ke Beans City, fyi toko roti ini selalu memberikan diskon bagi customer yang beli roti di atas jam delapan malam (setiap hari senin sampai dengan jumat) dan jam setengah sembilan (setiap hari sabtu dan minggu). Kami sampai ke toko roti ini sekitar pukul delapan lebih lima belas menit kemudian melihat-melihat stock roti apa yang didisplay, sambil melihat-lihat suami saya mulai menunjuk beberapa potong roti yang rencananya akan ditaruh nampan saat momen rebutan bareng customer yang lain, aw..aw..aw..bisa dibayangkanlah betapa excitednya orang-orang berebut memilih dan mengambil roti yang akan dibeli.

Karena moment sale belum dibuka saya dan suami pun berputar-putar sejenak melihat ada pameran apa saja di mall ini. Sebentar sekali sampailah aku menunggu sale dibuka, saya sudah membawa nampan dan penjepit untuk mengambil roti yang akan saya beli. Benar sekali banyak sekali orang tumplek blek bahkan berdesak-desakan demi mendapatkan roti “beli satu dapat dua”. Karena saya sudah selesai mengambil roti yang akan dibeli maka saya pun mulai mengantri di belakang Cece (karena yang antri di depanku adalah kakak-kakak cina). Awalnya saya nyaman sekali antri di sini karena urutan antri saya tidak terlalu berada di belakang dan artinya semakin cepat pula kami pulang.
Namun hal ini tidak berlangsung lama. Ada dua orang ibu-ibu hijabers (sebutan buat ibu-ibu yang memakai jilbab dengan banyak gaya, banyak tutorial, banyak macam jilbab ditumpuk-tumpuk dengan warna warni aksesoris dan jarum pentul dimana-mana) yang tiba-tiba berdiri sejajar dengan aku dan di depannya juga satu orang temannya mengantri di sebelah Cece. Sunggah payah sekali ibu-ibu ini. Di dalam hati saya sudah kesal sekali melihat tingkah laku mereka yang tidak tahu aturan dan terkesan “sak karepe dhewe”(semaunya sendiri). Sebenarnya ini bukan pengalaman pertama saya, akan tetapi yang biasanya merasakan kekesalan adalah suami saya yakni apabila kita berbelanja sayur dialah yang mengantri timbangan jadi baru kali ini saya benar-benar merasa malas sekali melihat tingkah ibu-ibu yang semaunya sendiri bikin barisan di sebelah saya, illegal lagi *eh.
Memang sih sudah tak terhitung berapa kali saya mengalami kejadian seperti ini (kok jadi merasa terdzolimi, mungkin saya sedikit lebay) akan tetapi saya masih juga merasa kesal dengan orang-orang yang tidak mau berpikir. Entah mereka itu tidak tahu cara antri yang benar atau memang sudah tidak tahu cara untuk antri, kapan harus antri dan manfaat dari antri. Nampak seperti orang yang kurang berpendidikan saja =_____=

Saya sering merasa lebih dihargai oleh orang Bule dan Cina di sini. Kenapa bisa begitu?
Melakukan kegiatan belanja ataupun antri di tempat atau fasilitas umum dengan orang Bule atau Cina lebih berkesan di hati saya jika dibandingkan dengan orang Indonesia asli. Saya punya beberapa pengalaman yang berkesan, Pertama saat memilih makanan dan minuman yang akan saya beli tiba-tiba seorang Bule secara tidak sengaja berjalan mundur sehingga menabrak keranjang belanjaanku dan mereka dengan cepat langsung meminta maaf kepadaku sambil bertanya untuk memastikan kalau tidak ada barang saya yang jatuh. Kedua, saat saya akan pulang dari pasar basah dekat rumah (waktu itu dibonceng naik motor oleh suami saya) kala itu tiba-tiba jalanan penuh dengan mobil dan motor bahkan orang lewat sehingga menyebabkan macet. Adalah seorang pria muda, Cina, meminta permisi untuk lewat depan motor kami dan bilang “thank you yah (dengan logat mereka) setelah menyebrang. Sungguh kebalikan sekali jika dibandingkan dengan orang Indonesia asli yang notabene memiliki label berbudaya santun, lemah lembut dan ramah terhadap orang lain.
Mungkin itu dulu kali ya, soalnya saat ini saya jarang sekali bertemu dengan orang asli Indonesia yang memiliki sikap dan kebiasaan yang baik. Curahan hati ini tidak bermaksud menggeneralisasikan semua orang Indonesia seperti apa yang saya katakan. Ini murni pengalaman pribadi yang pernah saya alami dalam kehidupan sehari-hari saya di sini…
Melihat fenomena tersebut, kita pasti berpikir bahwa dalam budaya antri sebenarnya menunjang kemajuan pola pikir dan kemajuan kehidupan sosial masyarakat suatu bangsa.

Dalam budaya antri mengandung aspek kedisiplinan, dalam mengantri kita dituntut bersikap disiplin. Tidak ragu terhadap keputusannya dan mantap menjalani antrian. Banyak kan kita melihat orang-orang yang mengantri di sebuah pusat perbelanjaan hanya karena tidak mantap menjalani antriannya dan memutuskan untuk berpindah-pindah counter kasir dan saya rasa hal tersebut malah membuat antrian makin lama *capek deh.
Aspek kedisiplinan juga ditunjang dengan aspek tanggung jawab. Jadi orang yang antri harus dapat mempertanggungjawabkan posisinya. Mampu mempertahankan posisi dan berusaha keluar dari pengaruh buruk yang dapat sewaktu-waktu terjadi. Selain kedisiplinan dan tanggung jawab, budaya antri juga mengajari kita menjadi “dewasa”. Inilah yang saya garis bawahi!! Dewasa dalam arti kita dibimbing untuk berpikir bahwa masalah tidak benar-benar selesai dengan jalan curang. Kita dipaksa berpikir dewasa bahwa dengan sedikit menunggu dan sedikit belajar, pasti akan datang juga waktunya bagi kita. Dengan kata lain, belajar menjadi dewasa sama dengan memajukan pola pikir dan intelegensi.

Selain itu aspek yang lainnya adalah respect. Dalam budaya antri kita diajari untuk toleransi terhadap yang lainnya. Kita harus belajar respect. Dengan adanya respect maka akan muncul perasaan iba dengan penderitaan orang lain. Dengan toleransi maka akan tumbuh perasaan saling memahami bahwa semua dihadapkan dalam kondisi yang sama. Dengan respect kita dapat menilai bahwa dengan antrian yang baik maka proses menggapai tujuan akan berjalan lancar.
Jika kita membicarakan budaya antri maka terasa kurang apabila tidak membahas kesabaran. Antri sangat erat kaitannya dengan kesabaran. Orang yang tidak mau antri maka dapat dikatakan dia orang yang tidak sabar. Dalam hal ini tidak sabar dapat disebabkan oleh berbagai alasan, mungkin karena situasi pikiran yang kondusif, namun bisa juga karena memang sedang dikejar-kejar waktu dan dalam jadwal yang padat. Hal ini pula yang sering kali membuat saya kesal, salah satu kebiasaan orang Batam (saya sebut begitu karena lagi-lagi pengalaman buruk saya yang sering sekali diklason saat mengemudi kendaraan, padahal saya sudah berada pada lajur yang benar) adalah mengemudikan kendaraan sesuka hatinya disertai klakson terhadap kendaraan yang berada di depannya, mungkin bisa dikatakan ngawur karena berpindah dari lajur kiri ke kanan atau bahkan berada di tengah-tengah antara lajur kiri dan kanan, tanpa diketahui secara pasti kendaraan ini akan dibawa kemana. Kebiasaan klakson inilah yang membuat aku merasa kalau orang-orang Batam ini nampak seperti orang yang sibuk sekali atau berada dalam level “Emergency Level 12”. Sungguh saya tidak habis pikir, belum juga masalah ketidak jelasan mengemudi di satu jalur, mereka pun tidak pernah menyalakan lampu tanda (sign) saat akan belok atau berhenti dan hal-hal seperti ini sangat-sangat menguras hati.

Back to topic, namun yang pasti orang-orang semacam itu tidak dapat mengendalikan pikiran dan emosinya sehingga mendapat kesan selalu terburu-buru. Dan orang seperti adalah orang yang paling tidak suka melakukan budaya antri. Dan akibatnya akan timbul pemikiran-pemikiran jahat dan menyebabkan kerusakan-kerusakan barisan antrian dan lain sebagainya.
Banyak sekali aspek atau nilai yang dapat kita ambil dari budaya antri. Namun nilai utama dan yang paling utama adalah bahwa budaya antri mengajari kita tentang PERSAMAAN. Budaya antri tidak mengenal gender, jabatan, agama, ras atau warna kulit. Budaya antri membuka mata kita bahwa semua orang itu sama, memiliki hak dan kewajiban untuk memperoleh sesuatu, tidak peduli latar belakangnya. Sikap menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi persamaan inilah yang sangat jarang kita temui di negeri ini.

Di Indonesia masih banyak orang gila akan harta, gila akan jabatan, gila akan kesenangan dunia yang lain. Mereka lupa dan mengabaikan orang-orang di sekelilingnya, bahwa orang-orang itu juga memiliki hak yang sama meskipun tidak memiliki kesempatan yang sama. Mereka seakan-akan menganggap kasta itu bagian penting dalam kehidupan. Sehingga mereka, orang Indonesia, memuja-muja jabatan. Mencari segala cara agar dapat mendapatkan jabatan yang tinggi. Itu semua dikarenakan timpangnya budaya antri di Indonesia. Mereka menganggap rendah lain, dan berpikir bahwa dengan jabatan yang tinggi dapat memperoleh apa yang diinginkan lebih mudah daripada orang lain.

Selain mengajari kita pentingnya memahami persamaan, budaya antri mengajari kita STEP BY STEP. Artinya bahwa dengan antri kita dapat memahami bahwa untuk menggapai sebuah tujuan tidak bisa secara instan.
“Kita bangsa Indonesia itu punya sifat penerobos, maunya cepat.” (Mochtar Lubis)

Dalam sebuah antrian ada orang yang berada didepan dan juga berada di belakang. Dalam hidup kita harus melalui rintangan demi rintangan, sedikit demi sedikit, dan dengan kesabaran dan ketekunan yang baik maka kita akan dapat meraih tujuan yang kita inginkan. Namun jangan lupa bahwa ada orang dibelakang kita. Artinya bahwa ada orang yang memiliki hak yang sama namun belum memperoleh kesempatan yang sama dengan kita. Jadi dalam budaya antri kita diajari bahwa perjalanan kehidupan adalah sebuah proses step by step, bit by bit and little by little.