Real Game, Yay or Nay?

View this post on Instagram

Ingatkah mayoritas permainan tradisional Indonesia sangat sehat dan mendidik seperti congklak (strategi, kejujuran, kesabaran, hitungan), “yeye” karet lompat atau karet putar (motorik, konsentrasi, prestasi, euritmik), Mobil-mobilan kulit jeruk (kreativitas, inovasi, non toxic, pemanfaatan limbah, wayang (filosofi, etika moral), main gundu (motorik, fokus, strategi) dan sebagainya. Di jaman yang modern seperti saat ini, pernah nggak sih Mak ngasih anak real game atau permainan nyata seperti mobil-mobilan, alat tukang atau tembak-tembakan? Akan beda loh rasanya kalau mereka dikasih gadget, bukan nggak mungkin anak bakal ketagihan atau bahkan tantrum ketika tidak dituruti kemauannya. Kalau Mama pilih mana? #HijrahParenting #30CeritaHijrah #CeritaHijrah01

A post shared by monique firsty (@monique_firsty) on

Hal yang paling penting dari dunia anak adalah bermain. Semua pembelajaran dan informasi bagi anak akan ia dapatkan melalui bermain. 

Oleh karena itu ketika anak-anak berusia balita hingga masa sekolah dasar ijinkanlah mereka untuk bermain, karena bermain adalah bagian dari fitrah alami seorang anak. Belajarlah sambil bermain, temukan pelajaran melalui permainan. Pilihkanlah permainan yang sehat bagi mereka.

Ingatkah mayoritas permainan tradisional Indonesia sangat sehat dan mendidik seperti congklak (strategi, kejujuran, kesabaran, hitungan), “yeye” karet lompat atau karet Putar (motorik, konsentrasi, prestasi, euritmik), mobil-mobilan kulit jeruk (kreativitas, inovasi, non toxic, pemanfaatan limbah, Wayang (filosofi, etika moral), main gundu (motorik, fokus, strategi) dan sebagainya.

Di jaman yang modern seperti saat ini, pernah nggak sih Mak ngasih anak real game atau permainan nyata seperti mobil-mobilan, alat tukang atau tembak-tembakan?

Nah, kalau diamati saat memainkannya anak nggak ketagihan dengan mainan itu kan?

Akan beda loh rasanya kalau mereka dikasih gadget, bukan nggak mungkin anak bakal ketagihan atau bahkan tantrum kalau tidak dituruti kemauannya.

Menurut sebuah artikel,semua yang menggunakan energi listrik akan ada denyutan stimulusnya. Nah, stimulus tersebut akan ditangkap oleh mata dan neuron, kemudian stimulasi dan sensasi tersebut dihafal otak sehingga ketika kita menangkap suatu yang statis sensasinya pun akan berbeda.

Sensasi itulah yang tidak ditemukan di mainan nyata seperti lego, tembak-tembakan, mobil-mobilan, atau lainnya sehingga mainan nyata tidak menimbulkan adiksi pada anak.

Bentukan lego klasik atau mainan gigo contruction merupakan suatu stimulan yang memiliki kreativitas tanpa batas. Semakin anak diberi ruang untuk menjadi kreatif maka dia akan lebih kreatif dan stimulasi klasik bisa merangsang anak dengan daya imajinasi yang luar biasa.

Baca juga : Bermain Konstruktif bersama Gigo Toys

Ketika ada daya inovasi yang baru dan pengalaman berkreasi maka akan menorehkan warna yang bagus untuk anak dan terus dibawa sepanjang hidupnya. Sebaiknya kita memilih suatu permainan yang berjangka panjang dan mengajarkan kepada anak self regulationnya.

Ketika memilih mainan, selain untuk stimulasi perkembangan anak, sebaiknya kita pilih juga mainan yang bisa mengajarkan anak untuk disiplin. Orang tua juga harus mengawasi dan memberi waktu untuk anak-anaknya mengeksplorasi mainan tersebut.

Permasalahannya bukan lagi di mahalnya mainan, tetapi bagaimana orang tua betul-betul menempatkan mainan anak bukan sekadar mainan tapi juga investasi untuk anak ke depan.

#HijrahParenting
#30CeritaHijrah
#CeritaHijrah01