Berawal dari Sedotan Patah jadi Percobaan Sains

Berawal dari rasa penasaran kenapa ketika minum menggunakan sedotan kok sedotannya jadi bengkok.
Terkadang mungkin Mama berpikir, penting nggak sih anak-anak mengamati hal-hal sederhana yang ternyata justru merupakan pencapaian atau hal yang besar bagi mereka.

Karena rasa penasarannya yang makin menjadi-jadi, hari ini kami melakukan percobaan pembiasan cahaya menggunakan wadah bening dan sumpit sebagai objek pengamatannya.

Girang dan heboh minta ampun si Faris ketika Mamanya mengizinkan ia untuk bereksperimen lebih-lebih bermain air.

Bahan yang diperlukan hanya wadah bening dan objek yang akan diamati, kami memilih sumpit. Bisa juga menggunakan pensil atau sendok garpu mungkin.

Kenapa sumpit nampak patah?
Saat merambat dalam suatu medium (udara, air, kaca), cahaya akan menempuh lintasan lurus. Akan tetapi, apabila terdapat batas dua medium yang berbeda, jalannya cahaya akan dibelokkan (tidak lagi menempuh lintasan lurus). Peristiwa pembelokan jalannya cahaya pada batas medium ini disebut sebagaipembiasan (refraksi).

Sumpit yang dicelupkan sebagian dalam air akan terlihat patah dikarenakan jalannya cahaya dari bagian pensil yang berada di atas permukaan air dan dari bagian yang tercelup dalam air menempuh lintasan yang tidak sama. Cahaya dari bagian pensil yang berada di atas atas permukaan air menempuh lintasan lurus dari bagian pensil menuju mata, sedangkan cahaya dari bagian pensil yang tercelup dalam air menempuh lintasan yang telah dibelokkan karena terdapat dua medium berbeda yang dilaluinya (air dan udara) dari bagian pensil menuju mata.

Mata kita menerima cahaya yang masuk dan otak kemudian mengolahnya. Otak mengintepretasikan cahaya yang masuk selalu menempuh lintasan lurus, padahal untuk bagian pensil yang berada di dalam air, cahaya telah dibiaskan. Dengan demikian akan muncul gambaran dalam otak kita bahwa bagian sumpit yang berada di atas permukaan air dan bagian yang tercelup tidak berada suatu garis lurus (bukan sumpit yang lurus). Karena itulah sumpit akan terlihat bengkok (atau bahkan patah).

Peristiwa pembiasan seperti ini akan membuat benda (dalam hal ini bagian pensil yang tercelup) terlihat lebih dangkal dari posisi sebenarnya.

Seperti kejadian sore tadi, ketika kita akan menangkap ikan dengan menggunakan galah, kita akan sering meleset saat memasukkan galah karena ikan terlihat lebih dangkal dari seharusnya. Beruang dan beberapa jenis burung penangkap ikan rupanya juga mengenal kesulitan ini sehingga mereka kemudian mencoba-coba sampai akhirnya dapat memperkirakan posisi ikan sebenarnya. Setelah itu, mereka dapat menangkap ikan dengan baik.

Perkiraan sebenarnya posisi benda dalam air dilihat dari atas permukaan air dapat dirumuskan dengan menggunakan hukum Snell tentang pembiasan. Dengan sedikit sketsa akan dapat ditentukan kedalaman sebenarnya sebagai fungsi dari seberapa miring kita melihat ke dalam air.

Referensi :

[1]rumah sains ilma
[2]http://anakbertanya.com/mengapa-pensil-kelihatan-patah-bila-tercelup-dalam-air/

#day24
#07Maret18
#batam
#3y6m
#1y6m
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak