Trending Topic : Anak Kami Ternyata Punya Kecerdasan Visualis Spasial

Memiliki  anak yang cerdas adalah impian semua orang tua, bahkan di luar sana banyak orang tua yang memberikan makanan terbaik dan susu terbaik  agar anak-anak mereka bisa cerdas dibandingkan anak lainnya. Kecerdasan pada anak satu sama lain berbeda sehingga saya dan suami tidak bisa menyamakan kedua anak kami meskipun mereka kakak beradik.

Ada beberapa anak yang memang berbeda dari anak lainnya, dan kami merasa Faris salah satunya. Ia unik dan berbeda karena ia termasuk anak yang bisa menghafal beberapa jalan yang sering kami lewati. MasyaAllah tabarakallah ūüėá

Iya! Faris sejak umur dua tahun sudah menampakan kecerdasan visualnya. Ia hafal jalan-jalan yang sering dilewati bersama kami, orang tuanya. Selain itu Faris juga hafal dengan beberapa jalan  menuju tempat wisata favorit  bersama kami, orang tuanya. Di umurnya yang masih dua tahun, ia sudah fasih menghafal jalan menuju rumah dan kantor Papanya. Faris memang berbeda bahkan tidak banyak anak yang bisa menghafal tempat yang pernah ia kunjungi.

Anak yang mudah menghafal beberapa jalan baik ke rumahnya, jalan ketika akan ke tempat favoritnya maupun jalan-jalan lainnya adalah mereka yang memiliki kecerdasan visual-spasial.

Kecerdasan ini sangatlah baik bila dikembangkan terutama jika kita bisa  memandunya agar mereka semakin terasah. Kecerdasan visual adalah satu dari beberapa kecerdasan lainnya pada anak. Kecerdasan ini dikembangkan oleh seorang profesor bernama Gardner. Pengembangan tentang teori kecerdasan visual-spasial pada anak yang bisa menghafal beberapa jalan tersebut ini dikembangkan untuk mendongkrak  beberapa pandangan yang dianggap klasik seputar kecerdasan tersebut.

Memang 1 berbanding 10  anak yang memiliki kecerdasan visual tersebut namun sejak dini anak pun bisa diarahkan agar bisa memiliki kecerdasan tersebut. Kecerdasan yang dimiliki anak tidak hanya kecerdasan tentang beberapa teori yang bisa dipelajari seperti halnya matematika, fisika maupun ilmu lainnya. 

Kecerdasan yang dimiliki anak-anak antara lain meliputi kecerdasan visual-spasial, kecerdasan gerak atau tubuh, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan ilmu alam, maupun logika.  Nah, yang paling sulit ditemukan adalah kecerdasan visual-spasial yang ada pada diri anak-anak terutama mereka  yang masih balita. Bila anak anda masih berusia dibawah lima tahun dan bisa menghafal beberapa jalan yang ada di sekitarnya bahkan beberapa jalan yang baru pertama kali mereka lewati, anak tersebut memang benar memiliki kecerdasan visual-spasial.

Kecerdasan visual-spasial pada anak merupakan kemampuan untuk berpikir, memahami dan memproses suatu dalam bentuk visual. Apa yang mereka lihat akan dipikirkan dalam beberapa tahapan baik dalam bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi. Mereka akan memahami beberapa tata letak, bentuk dan arah  suatu jalan yang pernah mereka lewati. Yang menjadi hal mengejutkan lagi, sekali mereka  melewati jalan mereka langsung bisa menunjukkan arah jalan tersebut ketika melewatinya  untuk yang kedua kalinya. 

Saya terheran-heran, di usianya yang ketiga tahun Faris sudah mampu memetakan arah. Ceritanya suatu hari, kami bersama adiknya, Irbadh sedang bepergian ke rumah salah seorang sahabat saya, Mbak Unna, ketua Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Batam. Ini pengalaman pertama kali kami masuk dan berkunjung ke rumahnya. Berangkat dari rumah, kami naik taxi online dan masuk lewat gerbang utama di depan perumahan Sukajadi. Tetapi ketika pulangnya ternyata kami dilewatkan gerbang belakang perumahan oleh sopir taxinya. Usut punya usut ternyata cluster rumah Mbak Unna berada di ujung belakang jadilah kami keluar lewat gerbang belakang.

Saya yang tidak menyetir sendiri dan belum hafal dengan lokasi dan cluster di perumahan Sukajadi tidak menyadari hal tersebut.

Tetapi lain lagi ceritanya dengan Faris, ketika sopir mengantarkan kami keluar perumahan lewat gerbang belakang, dengan spontan ia bertanya “Kok lewat sini, Ma? Jalannya beda ya sama yang tadi waktu berangkat?”

Sambil panik dan tengok kiri kanan barulah saya menyadari kalau ternyata kami lewat jalan yang berbeda. Om sopir pun sambil tertawa renyah menjawab ocehan Faris,”Iya, dek. Ini om lewat gerbang belakang perumahan biar cepat sampai rumah.”

Sepanjang perjalanan pulang saya merasa anak ini sangat unik dan spesial. Kenapa? Baru juga sekali Faris melewati jalan itu ia sudah hafal, harus saya catat nih hasil pengamatan hari ini janji saya di dalam hati.

Ahh…. sebagai fasilitator yang membersamai anak selama 24 jam non stop, ketika melihat keunikan diri anak rasanya seperti menemukan harta karun.

Didalam pikiran Faris nampaknya berisi banyak gambaran tentang  tempat yang pernah ia singgahi demikian juga dengan jalan yang pernah ia lewati.  Ia pun mengingat pula beberapa tempat yang  dekat dengan jalan tersebut.

Indikator Kecerdasan Visual-Spasial

Anak yang memiliki kecerdasan  visual-spasial, mereka anak lebih mudah mengenali tempat-tempat yang ada disekitar jalan yang sering mereka lewati. Anak tersebut minimal bisa mengenali beberapa bentuk bangunan atau tempat seperti halnya kotak, lonjong  maupun lingkaran. Selain itu anak yang memiliki kecerdasan visual-spasial juga bisa mengenali warna dengan mudah dan  bisa membedakan arah kanan maupun kiri. Di usianya yang kedua, Faris sudah fasih mengenal bentuk dan warna melalui flashcardnya. Padahal Mama tidak pernah memberikan target macam-macam kepadanya. Mama hanya mengenalkan berbagai macam pengetahuan melalui media buku, flashcard atau video edukatif jika ia ingin memvisualisasikan apa yang ada di dalam pikirannya.

Baca juga : Belajar Konstruksif dengan Gigo Toys

Banyak indikator yang bisa kita lihat dari anak yang memiliki kecerdasan visual tersebut. Berikut beberapa indikator anak yang memiliki kecerdasan visual-spasial:

1⃣ Anak mampu menghafal arah  dan nama jalan.

Hal yang sangat luar biasa bila balita mampu menghafal arah dan nama jalan yang sering mereka lewati. Belum terlambatlah kami menyadari bahwa ternyata anak kami, Faris, memiliki kecerdasan yang berbeda dari teman¬† sebaya. Beberapa orang tua mungkin menganggap hal ini hanya sepele padahal mereka memiliki kelebihan yang sangat istimewa yang harus kita dukung dan asah. Yuk, amati dan kenali lebih dalam anak-anak kita ūüėä

2‚É£ Anak Mampu Menghafal Denah Rumah

Sekalipun anak-anak sering menghabiskan waktunya dirumah, namun tidak banyak diantara mereka yang  mampu menghafal denah rumahnya sendiri.  Hanya beberapa anak saja  yang mampu menghafal denah rumahnya sendiri. Bila anak kita mampu menghafal letak kamarnya, letak dapur, kamar mandi dan beberapa tempat yang ada di rumah, maka mereka bisa digolongkan memiliki kecerdasan visual-spasial.

3‚É£ Anak Mampu Menggambar dengan Benar

Anak  yang memiliki kecerdasan ini akan  bisa menggambar sesuatu yang mereka lihat dengan jelas. Bahkan baru-baru ini saya terkagum-kagum ketika Faris mulai bisa menggambar dalam bentuk dimensi lain. Seperti ketika Faris menggambar daun, ia akan menggambar dalam bentuk dua dimensi atau mungkin seiring pertambahan umurnya ia bisa menggambar  dalam bentuk tiga dimensi. Atau mungkin ketika Faris yang belum pernah melihat keong dari atas, namun tanpa saya sadari ia bisa menggambarkannya.

4‚É£ Membuat Beberapa Bangunan dalam Media yang Berbeda

Kemampuan anak yang bisa membuat beberapa benda yang ada di sekitarnya dalam bentuk media yang lain, seperti halnya lilin atau balok bisa dikatagorikan Faris adalah anak yang memiliki kemampuan visual. Selain bisa menggambar anak yang memiliki kecerdasan visual juga bisa membuat beberapa bangunan atau benda dengan media lainnya, seperti lego putar, uno stacko, gigo contruction dan lain-lain.

5‚É£ Anak Senang Bermain Puzzle

Kecerdasan visual-spasial pada anak akan semakin terasah ketika mereka senang bermain puzzle. Dengan berimajinasi beberapa bentuk kepingan puzzle dan membentuknya menjadi benda yang berbeda, mereka akan semakin terasah untuk lebih berkreasi.

 

Beberapa indikator tersebut ternyata bisa kita amati pada anak sejak usia mereka diatas 2 tahun. Apakah beberapa¬†indikator¬†tersebut ada pada diri anak anda, Moms? Bila anak anda memiliki beberapa indikator tersebut maka beruntunglah anda karena¬†memiliki buah hati yang cerdas, insyaAllahūüėá.

Anak yang memiliki kecerdasan visual-spasial  lebih peka terhadap gejala alam dan akan mengamatinya  secara detail hingga mereka paham. Inilah yang saya alami sekarang, pertanyaan Faris kebanyakan berkaitan dengan alam. Seperti air itu berasal darimana? Kenapa kok daun warnanya hijau? Atau kenapa kok awan bisa jalan? Menurut beberapa buku yang saya baca, kelak anak yang memiliki kemampuan tersebut sangat cocok menjadi seorang Insinyur, surveyor, arsitek, chef, perencana kota, desainer grafis, desainer interior, arsitek, fotografer, guru kesenian, penemu, pakar meteorologi, kartunis, illustrator, pilot, seniman seni murni, pematung. Apapun cita-cita anak harus kita support ya, Moms. Yang terpenting adalah anak bahagia menjalani peran yang dipilihnya nanti.

Untuk  mengasah kemampuan  anak yang memiliki kecerdasan visual-spasial tersebut, kita bisa menstimulasinya sejak dini. Berikut beberapa cara untuk menstimulasi  kecerdasan visual-spasial yang coba kami terapkan antara lain :

 

1⃣ Mengenalkan Beberapa Nama Bangunan dan Warna kepada Anak-Anak

Anak yang memiliki visual-spasial, sebaiknya diasah kemampuannya dengan berbagai cara. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah  dengan mengenalkan beberapa warna dan bentuk bangunan yang sering mereka lihat.  Saya dan suami biasa mengajak mereka jalan-jalan dan mengenalkan nama bangunan sekaligus warnanya. Secara perlahan anak akan mudah menghafal beberapa jenis bangunan sekaligus mampu membedakan warna satu dengan  warna lainnya.

2‚É£ Bantu Anak Merakit Sesuatu

Anak yang memiliki kecerdasan visual-spasial, mereka akan senang bila membangun atau merakit sesuatu. Mama bisa memberikan mereka mainan dan biarkan mereka merakit sendiri, ketika mereka benar-benar kesulitan dalam merakitnya barulah anda membantu dan mengarahkannya.

3‚É£Pengenalan Arah pada Anak

Anak yang mudah menghafal jalan, lama kelamaan mereka akan mudah menghafal arah, kiri dan kanan, depan dan belakang. Kenalkan arah dengan cara mengajak anak jalan-jalan atau bersepeda. Lama kelamaan mereka akan mudah untuk menghafal mana sisi kanan, sisi kiri, depan dan belakang.

4‚É£ Berikan Permainan yang Menantang

Anak-anak akan semakin terasah kecerdasan visual-spasialnya dengan cara memberikan  permainan yang menantang  seperti permainan harta karun. Jenis permainan ini cukup baik untuk stimulasi kemampuan mereka dengan cepat.

Referensi :

[1] Buku Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk Teori dalam Praktek), Howard Gardner.
[2] Mengajar dengan Metode Kecerdasan Majemuk (Implementasi Multiple Intelligence), Julia Jasmine, MA.

#day13
#24Feb18
#batam
#SinergiAsadanRasa #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Mengenal Anak-Anak Lebih Dalam (lagi)

Pernikahan saya dan suami telah berlangsung selama enam tahun. Saat ini, kami diamanahi dua orang anak laki-laki, Faris saat ini berusia 3 tahun 6 bulan dan Irbadh yang berusia 1 tahun 6 bulan. Anak pertama saya adalah tipe anak yang sangat komunikatif, saya merasa kemampuan berbahasanya baik sekali. Faris mulai bisa berbicara sebelum usia satu tahun, kata pertamanya yang jelas diucapkan sudah muncul di usianya yang masih 8 bulan kala itu. Anak yang comel, begitu saya menjulukinya. Sejak mulai mampu merangkai beberapa kata di usia 1 tahun lebih dia sudah menunjukkan kecerewetannya. Rumah jadi ramai dengan ocehannya dan menjadi sangat sepi jika dia sedang tidur atau sakit. Faris anak yang sangat ceria dan mudah bergaul berkebalikan dengan adiknya, Irbadh. Irbadh juga sebenarnya termasuk anak yang tidak takut berkenalan dengan orang baru namun, syaratnya adalah jika dia sudah merasa nyaman dengan kehadiran orang tersebut. Namun jika berada di lingkungan baru biasanya dia termasuk anak yang pemalu, hanya mau bersosialisasi intens dengan beberapa orang yang menurutnya memang benar-benar baik dan cocok dengan dirinya. Potensi lain yang saya dapati dari Faris adalah ketajaman ingatannya. Kemampuannya mengingat sesuatu yang detail cukup membuat saya takjub. Dia mampu menuturkan kembali dengan cukup detail (jika moodnya sedang bagus) apa saja yang dia lakukan sebelumnya atau apa yang dia lihat sebelumnya.

Baca juga : Mengenal Potensi Diri : Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Lain Faris, lain Irbadh. Anak kedua saya adalah anak yang pendiam, tidak seceriwis Masnya. Di usianya saat ini, dia belum mampu berkomunikasi dengan kemampuan bahasa sehandalnya masnya di usia yang sama dengan adiknya. Namun, keberanian Faris jauh lebih dominan dibandingkan masnya yang cenderung penakut. Motorik kasarnya lebih berkembang pesat, di usia 12 bulan ia sudah mampu berjalan. Sedangkan masnya dulu, menjelang usia 14 bulan baru mampu berjalan tanpa dipegangi. Sekarang di usianya yang 18 bulan, Irbadh sudah berani memanjat box mainan dan kursi kemudian terjun ke bawah. Membuka pintu rumah sendiri, melakukan banyak hal sendiri tanpa diinstruksi. Kemauannya kuat dan sulit untuk ditahan. Semoga di kemudian hari, saya bisa mengenali potensi lain yang menonjol pada diri Irbadh.

#day3
#14Feb18
#batam
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak