Kisah Nabi Ibrahim AS dan Empat Merpati

Beberapa hari ini, Mama dipusingkan dengan pertanyaan Faris yang sangat penasaran dengan sosok Allah SWT yang selalu ia lantunkan dalam do’a-do’a hariannya. Saat bermain bersama adiknya, ia melakukan keisengan dengan menyembunyikan mainan adiknya sehingga membuat adiknya kebingungan mencari mainannya dan berujung pada tangis.

“Faris kenapa adiknya nangis,” Tanya saya kepadanya.

“Nggak tau, Ma.” Kata Faris dengan tenang.

“Masa nggak tau Fa, siapa tadi yang nyembunyiin mainan Irbadh?” Tanya saya kembali.

“Nggak tau, Ma. Mas Faris nggak tau. Mama nggak lihat kan?” Tanya Faris meyakinkan.

“Jangan bohong, Fa. Ga bagus itu,” Saya menimpali.

“Mama tadi nggak lihat kan Ma,” Faris masih berkelit.

Mama bilang,”Ayo kembaliin mainan adeknya. Mama tadi lihat Faris yang nyembunyiin. Meskipun Mama nggak lihat pun harusnya Faris tau kalau Allah ngelihat apa yang Faris lakuin. Jadi Faris mau dicatat yang baik apa nggak sama Allah?”Buru-buru saya memberondongnya karena gemas dengan tingkah anak tiga tahun ini.

“Iya ini Faris kembaliin. Jangan nangis lagi ya, dek.” Sambil meminta maaf kepada adiknya.

“Faris, Allah itu Maha Melihat, Allah tau apa saja yang Faris lakuin bahkan apa yang ada di dalam hati Faris.”Saya menegaskan kembali kepadanya.

“Gimana caranya Ma kok Allah bisa tahu?” Masih saja Faris bertanya tentang sosok Allah.

Baiklah, Mama punya sebuah kisah yang mau Mama bagikan buat Faris karena dulu Nabi Ibrahim AS pun pernah loh dilanda rasa penasaran yang teramat sangat terhadap Rabbnya.

 

 

 

 

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Merpati Yang Mati

Kisah ini sebagai asbabul nuzul, sebab turunnya ayat 260 Surat Al-Baqarah dan terjadi pada zaman Nabi Ibrahim AS.

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتَى قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ قَالَ بَلَى وَلَكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَى كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya: dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu ?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Nabi Ibrahim AS dihadapkan dengan suatu kaum yang rusak yang dipimpin oleh Raja Namrud, seorang raja yang sangat ditakuti oleh rakyatnya dan menganggap dirinya sebagai Tuhan.

Nabi Ibrahim AS dilahirkan di Babylonia bagian selatan Mesopotamia, sekarang bernama negara Irak. Sejak kecil, Nabi Ibrahim AS sudah tertarik dengan memikirkan kejadian-kejadian alam, hingga ia menyimpulkan bahwa keajaiban alam tersebut pastilah diatur oleh sesuatu Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Hari demi hari dilaluinya dan Nabi Ibrahim AS semakin beranjak dewasa. Nabi Ibrahim AS pun mulai berbaur dengan masyarakat luas. Beliau melihat keganjilan di masyarakat tempatnya tinggal, dimana masyarakat menyembah patung-patung yang terbuat dari batu.

Nabi Ibrahim AS minta Petunjuk Allah SWT. Kembali pada pokok kisahnya, setelah Nabi Ibrahim AS lama mencari siapa Tuhan yang berhak disembah, akhirnya beliau berketapan hati untuk menyembah Allah SWT dan menjauhi berhala.

Pada suatu saat, Nabi Ibrahim AS memohon kepada Allah SWT agar diperlihatkan kemampuanNya untuk menghidupkan makhluk yang telah mati. Hal itu untuk menambah ketetapan hatinya atas kekuasaan Allah SWT, bukan ada maksud yang lain.

Doa dan Permohonan Nabi Ibrahim AS terkabul.
Nabi Ibrahim AS mendapat petunjuk Allah SWT untuk memilih empat jenis burung, dan beliau memilih burung:

1. Merpati
2. Ayam jago
3. Burung merak
4. Burung gagak.
Keempat burung tersebut disembelih kemudian dagingnya dipotong kecil-kecil.

Belum cukup sampai disitu, Nabi Ibrahim AS mencampurkan daging kecil-kecil tersebut secara silang dan meletakkannya di puncak gunung yang berbeda. Sedangkan Nabi Ibrahim AS sendiri berdiri di antara gunung-gunung tersebut sambil memegang keempat kepala burung yang sudah mati itu.

Pembuktian Bahwa yang Mati bisa Dihidupkan oleh Allah SWT

MasyaAllah….
Kemudian Nabi Ibrahim AS berkata,
“Ya Allah, saya telah percaya kepadaMu, namun tunjukkanlah bagaimana menghidupkan orang yang telah mati untuk menambah ketatapan hatiku.”

Mendengar permohon Nabi Ibrahim AS tersebut, Allah SWT memberikan petunjuk kepada Nabi Ibrahim AS untuk memanggil burung-burung yang mati tersebut. Tak lama kemudian, daging-daging yang terpotong-potong dan dicampur aduk dan acak tersebut perlahan-lahan menyatu kembali membentuk burung yang utuh, dan tak lama berselang pula burng-burung itu hidup kembali dan bisa terbang seperti semula.

Begitu menyaksikan kejadian yang telah diperlihatkan oleh Yang Maha Kuasa tersebut, Nabi Ibrahim AS langsung sujud dan memuji Allah SWT tiada hentinya. Makin mantaplah keimanan dan keyakinan Nabi Ibrahim bahwa yang berhak disembah adalah hanya satu, Allah SWT.

Semoga melalui kisah ini, Faris tidak penasaran lagi terhadap sosok Allah karena dari kisah tersebut nampak jelas bahwa Allah Maha segala sesuatu, apa yang diperitahkannya hanya “Kun, fayakun”, Jadi, maka terjadilah. Allah maha membangkitkan sebagaimana dalam salah satu sifatNya dari Asmaul Husna, Al Baa`its yakni Yang Maha Membangkitkan. Dalam Al Qur’an banyak disebutkan sifat Allah yang agung tersebut. Dalam Al Qur’an juga disebutkan kemampuan Allah membangkitkan seperti halnya tanaman yang disuburkan setelah mati.

“….Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur,” surah Al Hajj 5-7.

Dengan meyakini sifat Allah tersebut, tentu muncul keyakinan atas kebangkitan manusia dari alam kubur. Allah akan membangkitkan setiap manusia yang mati untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di dunia.

“Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?.” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya),” Surah Yasin ayat 52. Semoga anak-anak dapat mengambil hikmah kisah ini, InsyaAllah.

 

 

#day44
#27Maret2018
#Batam
#3y8m
#1y7m
#KelasPortofolioAnakbyGPA
#GriyaPortofolioAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PekaAkanUnikAnak