Mengenal Sifat Al Baari’ Melalui Hewan Lebah

Hari ini Faris dan Irbadh belajar tentang hewan-hewan yang disebutkan di dalam Al Qur’an, hewan apakah aku?

LEBAH (NAHL)

Lebah merupakan salah satu jenis hewan yang disebut secara eksplisit dalam Al Qur’an. Bahkan surat ke-16 dinamai dengan surat lebah (An-Nahl). Penyebutan nama lebah dalam Al Qur’an merupakan indikasi banyaknya pesona, keajaiban dan rahasia yang terkandung di balik penciptaanya. Sungguh banyak hikmah dan manfaat yang terdapat pada lebah. Itulah sebabnya dalam sebuah hadistnya Nabi Muhammad SAW mengibaratkan kaum muslimin bagaikan seekor lebah.

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: ”Buatlah sarang-sarang dibukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minumam (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. Surat An-Nahl [16] : 68-69).

Teman-teman sudah pernahkan kalian melihat lebah atau meminum madu yang dihasilkan lebah? Tahu nggak sih bagaimana caranya seekor lebah menghasilkan madu yang bernilai gizi tinggi dan bermanfaat sebagai obat bagi manusia. Lebah adalah serangga sosial yang unik, menarik dan bermanfaat. Keunikannya antara lain pada sistem anatomi, sistem perkawinan, tingkah laku serta kemampuannya mengubah tepung sari dan nektar tanaman menjadi madu. Selain madu, lebah juga memproduksi lilin lebah, larva lebah, tepung sari (pollen), royal jelly, propolis, sengat lebah (bee venom) dan fungsinya sebagai polinator (membantu proses penyerbukan tanaman).

 

 

mizan

 

KOLONI LEBAH

Dari 20.000 spesies lebah yang dikenali hanya lebah madu yang menghasilkan madu. Sudah lama diketahui bahwa lebah madu adalah serangga sosial yang hidup dalam suatu keluarga besar yang disebut koloni, yang berdiam dalam satu sarang lebah. Di dalam koloni terdapat seekor lebah ratu, beberapa ratus lebah jantan dan puluhan ribu lebah pekerja. Masing-masing anggota koloni memiliki pekerjaan yang dilakukan secara fungsional dan profesional.

RATU LEBAH

Lebah ratu merupakan pemimpin koloni dan bertanggung jawab terhadap keutuhan dan kekompakkan koloni. Tugas utamanya adalah menghasilkan telur untuk perkembangan koloni. Di dalam satu koloni hanya ada seekor ratu yang mampu bertelur 2000 butir per hari. Pada satu musim kawin, ratu kawin dengan beberapa lebah jantan. Perkawinan terjadi beberapa kali dengan lebah jantan yang lain sampai ratu merasa cukup memperoleh spermatozoa dan menyimpannya di dalam spermateka. Dua sampai tiga hari kemudian ratu mulai bertelur secara terus menerus sampai umur 3 – 5 tahun atau sampai habisnya simpanan sperma.

LEBAH JANTAN

Lebah jantan berasal dari telur yang tidak dibuahi. Lebah ini berfungsi sebagai lebah pemacek, yaitu yang mengawini ratu muda. Jika beruntung, seekor lebah jantan hanya dapat kawin sekali selama hidupnya, karena setelah berhasil mengawini ratu, lebah ini akan mati. Karena sifatnya yang pemalas, pada saat krisis makanan, banyak lebah jantan dibunuh oleh lebah pekerja.

LEBAH PEKERJA

Lebah pekerja adalah kelompok yang jumlahnya paling banyak dalam koloni. Lebah pekerja juga berasal dari sel telur yang dibuahi. Ovariumnya tidak berkembang sempurna sehingga tidak dapat bertelur. Lebah pekerja bertanggungjawab terhadap kesejahteraan koloni. Kecuali tugas reproduksi, semua pekerjaan pada koloni lebah madu sepenuhnya dilakukan oleh lebah pekerja. Tugas lebah pekerja sesuai dengan perkembangan umur. Dari mulai menetas sampai umur tiga hari sebagai petugas kebersihan. Umur 3 sampai dengan 12 hari bertugas sebagai perawat larva. Sejak hari ke 13-18 bertugas membuat dan memoles sisiran sarang. Dari umur 18 sampai 20 bertindak sebagai pengawal dan menjaga kesegaran udara di dalam sarang. Mulai hari ke-20 sampai datangnya kematian lebah bertugas mengumpulksn nektar, polen, propolis dan air. Dimasa tuanya lebah pekerja berperan sebagai pemandu bagi lebah muda untuk mencari lokasi pengumpulan nektar, polen, propolis dan air.

Pernah tidak teman-teman memikirkan keuletan seekor lebah pekerja dalam mencari nektar. Ini adalah salah satu hal yang menginspirasi Faris yaitu tentang keuletan dan kegigihan hewan lebah dalam mengumpulkan sari-sari bunga. ”Lebah capek nggak sih, Ma? Kok tiap hari dia kerjanya ngumpulin sari bunga terus, terbang dari satu bunga ke bunga yang lain.” Tanya Faris penasaran. Di dalam hati saya berkata, kok kepikiran sih ini anak sama hal remeh temeh tapi justru ini insight yang harus saya gali. ”Itulah kenapa Faris jangan mudah putus asa, harus terus semangat dalam hal apapun, terus berusaha sampai bisa.” Mama mencoba mensugesti Faris.

Pada kondisi normal seekor lebah pekerja dalam satu hari mampu mengumpulkan nektar dari 250.000 tangkai bunga. Untuk membuat 1 kg madu lebah harus melakukan 81.400 kali perjalanan lapangan, dan diperkirakan setara dengan jarak 1.056.000 km penerbangan. Lebah pekerja juga berfungsi sebagai pengawal koloni dari invasi musuh. Jika musuh datang maka lebah pekerja akan memberikan perlawanan dan tidak jarang mereka bertempur sampai mati. Jika lebah ini menyengat musuhnya maka bagian tubuhnya akan terlepas sehingga akan mengakibatkan kematian. Itulah bentuk sifat rela berkorban seekor lebah demi kehormatan koloni.

Pakan Lebah

Sama halnya dengan ternak secara umum, lebah juga membutuhkan kecukupan pakan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok, perkembangan koloni, produksi madu dan aktivitas reproduksi. Pakan lebah yang penting adalah nektar dan pollen yang dihasilkan tanaman. Hampir semua tanaman berbunga adalah penghasil nektar yang diperlukan lebah. Jenis-jenis tanaman penghasil nektar antara lain: tanaman pangan, tanaman kehutanan, tanaman perkebunan, tanaman hortikultura (buah dan sayuran), tanaman bunga-bungaan serta rumput dan semak belukar.

Nektar merupakan hasil sekresi yang manis dari tanaman dan merupakan bahan utama penyusun madu. Nektar merupakan senyawa kompleks yang dihasilkan kelenjer nectar tanaman dalam bentuk larutan gula. Kemampuan lebah pekerja dalam mengumpulkan nektar tanaman bervariasi dari 25 – 70 mg per ekor dan ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain kapasitas kantong madu lebah pekerja, jumlah dan konsentrasi gula nektar, keadaan cuaca serta pengalaman lebah pekerja dalam pengumpulan nektar. Aktivitas terbang untuk mengumpulkan nektar dan pollen berlangsung sejak pagi sampai sore hari.

Manfaat Lebah Madu

  1. Madu. Madu merupakan produk utama yang dihasilkan lebah, mengandung komposisi zat makanan yang lengkap dan merupakan bahan makanan yang bermanfaat untuk kesehatan manusia (QS. 16: 69). Madu merupakan makanan sumber energi yang sangat baik karena ia mengandung gula-gula sederhana yang dapat segera dimanfaatkan tubuh. Madu juga bermanfaat bagi industri kosmetik dan shampo. Zat-zat makanan yang terdapat dalam madu sangat kompleks dan sudah diketahui terdapat 181 macam senyawa dalam madu. Sebagai makanan yang menyehatkan, madu mengandung 17,2% air; 304 kal/100 g energi; 0,3 5 protein; 0,0 % lemak; 82,3% karbohidrat dan 0,2% mineral. Aroma dan warna madu ditentukan oleh bunga sumber nektar, misalnya madu karet, madu kapuk, madu lengekng, madu kopi dsb.
  2. Lilin Lebah (malam). Lilin merupakan produk lebah yang dihasilkan oleh kelenjer lilin yang terdapat pada perut bagian bawah lebah madu. Bermanfaat sebagai bahan baku dalam industri batik, kosmetik dan industri farmasi. Lilin lebah juga dapat digunakan dalam pembuatan lilin, dalam industri perlebahan, pembuatan krim, losion (cairan pembersih), pomade, lipstik dan pelapis pil.
  3. Pollen (tepung sari). Pollen merupakan alat jantan reproduktif tanaman yang berprotein tinggi dan berguna untuk pembentuk, pertumbuhan dan perbaikan sel-sel usang.
  4. Propolis. Propolis atau lem lebah bermanfaat dalam industri kedokteran. Untuk keutuhan koloni, propolis dapat digunakan mengisi celah-celah, mendempul retakan, mempernis permukaan besar atau menutup lubang dari luar.
  5. Royal jelli (susu lebah). Royal jelli dihasilkan oleh kelenjer hypofarink lebah pekerja yang berumur 3-13 hari, untuk konsumsi lebah ratu dan larva lebah. Komposisi zat gizi yang dikandungnya secara umum terdiri dari : 66 % air, 12.34 % protein, 5.46 % lipida, 12.5 % senyawa tereduksi, 0.82 % mineral dan 2.82 % senyawa yang belum teridentifikasi. Royal jelly mengandung vitamin-vitamin, gula, sterol, sejumlah asam lemak spesifik dan anti biotik berupa asam 10-hidroksidekanoat. Royal jelly juga mengandung substansi mirip insulin (insulin-like) yang bermanfaat bagi penderita diabetes mellitus dan hipertensi. Selain itu, royal jelly juga berefek positif bagi penderita gangguan penyerapan, simptom iklim dan anak-anak yang mengalami keterlambatan pertumbuhan.
  6. Sengat Lebah. Sengat lebah merupakan cairan bening, berbau tajam, pahit, aroma spesifik dan bereaksi masam. Sengat disekresikan dari kantong sengat yang terdapat dalam tubuh bagian belakang, pada saat lebah pekerja menyerang musuhnya. Sengat lebah bisa digunakan dalam pengobatan penyakit, misalnya reumatik persendian, penyakit polyarthritis, neuritis dan penyakit asma bronchial. Pada saat sekarang sudah banyak dihasilkan preparat berupa obat suntik atau salep yang berasal dari sengat lebah.
  7. Polinator. Peran lebah madu sebagai polinator (membantu proses penyerbukan) tanaman budidaya tidak disangsikan lagi. Lebah madu sudah digunakan secara meluas sebagai polinator dan merupakan bagian integral dari produksi tanaman secara modern. Lebah madu mempunyai fungsi penting sebagai hewan pembantu penyerbukan tanaman, khususnya tanaman yang tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri dan dapat meningkatkan produktivitas tanaman budidaya.

Mencermati pola kehidupan lebah tersebut paling tidak ada enam sifat lebah yang perlu dijadikan pelajaran (i’tibar).

Pertama: Bermanfaat, diantaranya menghasilkan madu, royal jelli, propolis, sengat lebah dan aksinya membantu penyerbukan tanaman. Meskipun lebah mengambil nektar dari tanaman tetapi tidak pernah merusak tanaman yang disinggahinya.

Kedua: Bekerja keras. Sikap ini ditunjukkan oleh lebah pekerja dalam mengumpulkan bahan makanan untuk kebutuhan puluhan ribu anggota koloni. Tidak jarang setiap harinya seekor lebah pekerja harus terbang ribuan kilo meter dari satu bunga ke bunga tanaman lain untuk mengumpulkan nektar tanaman.

Ketiga : Bekerja secara profesional. Di dalam koloni terdapat pembagian tugas yang adil dan sesuai dengan keahlian anggota koloni. Lebah ratu bertugas menjaga keutuhan koloni dan menghasilkan telur, lebah jantan sebagai lebah pemacek (mengawini ratu) dan lebah pekerja ada yang bertugas mengumpulkan pakan dan air serta adapula yang bertugas membersihkan koloni dan menjaga koloni dari serangan musuh.

Keempat : Bersatu padu dan tidak bercerai berai. Koloni lebah madu merupakan koloni yang kompak dan bersatu padu.

Kelima : Menghormati dan patuh pada perintah pemimpin. Ratu merupakan satu-satunya pemimpin dalam koloni. Tidak ada dualisme kepemimpinan dalam koloni. Meskipun lebah menghasilkan madu, namun ratu lebah tidak mau dimadu.

Keenam : Sikap rela berkorban. Sikap rela berkorban diperlihatkan oleh lebah pekerja tatkala adanya serangan musuh, maka lebah pekerja akan bertempur sampai mati demi harga diri dan kehormatan koloni. Pada musim paceklik, lebah jantan harus rela dieksekusi mati demi keutuhan koloni.

FAKTA UNIK

Allah SWT, menciptakan lebah dengan banyak keistimewaan. Sarang yang dibangun lebah berbentuk segi enam. Selain sebagai tempat tinggal, sarang juga menjadi tempat menyimpan madu. Sarang ini dapat menampung 80 ribu ekor lebah. Didalam sarang tinggal ratu lebah dan lebah pekerja.

Lebah memberikan manfaat yang sangat besar kepada manusia dan kepada tumbuhan. Lebah menghasilkan madu yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Selain enak, madu itu bernilai gizi tinggi dan berkhasiat sebagai obat. Lebah juga ikut membantu proses penyerbukan bunga pada tumbuhan.

Alloh SWT, mewujudkan segala hal sesuai dengan takarannya yang tepat. Dialah pencipta semua makhluk. Sehingga Alloh memiliki nama Al Baari’, yaitu Maha Mengadakan.
“Dialah Alloh yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Raja yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang mengaruniakan keamanan, yang Maha Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki ssegala keagungan, Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan “.(QS Al Hasyr : 23)

Melihat kehidupan lebah membuat kita terpesona dengan kebesaran dan keagungan Allah SWT. Sungguh, penciptaan lebah merupakan sebahagian dari tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berfikir.

 

 

 

Referensi :

[1]Ensiklopedia Bocah Muslim, Mizan.

[2]Tafsir Ilmi, Mengenal Ayat-Ayat Sains Al Quran.

[3]http://annahl-o.blogspot.co.id/p/keajaiban-lebah.html

[4]Materi bahan ajar taman bermain muslim Yayasan Generasi Juara, Homeschooling Muslim Nusantara.

 

 

 

 

#day45
#28Maret2018
#Batam
#3y8m
#1y7m
#KelasPortofolioAnakbyGPA
#GriyaPortofolioAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PekaAkanUnikAnak