Menyayangi Hewan Sebagai Wujud Cinta Kepada Allah SWT

 

Terkadang mungkin kita geram apabila ada kucing atau binatang lain yang tidak sengaja masuk ke dapur dan memakan makanan kesukaan kita. Bahkan, karena ulahnya itu terkadang kita lepas kontrol. Bahkan memukulnya habis-habisan, astagfirullah. Padahal, jika kita mau berfikir sejenak, kita akan menyadari bahwa tindakan yang sedemikian itu salah. Binatang seperti kucing tidak akan memakan makanan seseorang kecuali pemiliknya lalai, tidak menjaganya atau tidak menaruh pada tempat yang aman. Hiks. Ini sih curhatan emak-emak yang sering kecolongan dapurnya.

Sebagai seorang Muslim, kita dilarang berbuat semena-mena terhadap binatang, apalagi menyiksanya. Islam mengajarkan kepada umatnya berbuat baik bukan hanya kepada sesama manusia, tapi juga kepada binatang. Bahkan binatang yang najis sekalipun, semisal anjing atau babi. Sebab, pada hakikatnya segala makhluk di dunia ini seperti binatang dan lainnya senantiasa bertasbih (memuji) Allah SWT. 

Sore ini kami berjalan-jalan ke taman depan kompek, anak-anak senang sekali karena bertemu dengan kucing. Maklumlah semenjak kelinci peliharaan kami mati, kami belum berencana untuk memelihara hewan lagi di rumah. ”MasyaAllah, bulunya lembut banget ya Ma. Bagus lagi warnanya,” Kata Faris kepada Mama. ”Iya, siapa yang menciptakan Fa? MasyaAllah nggak galak lagi kucingnya, Fa.” Kata Mama sambil terkekeh melihat kelakuan kucing yang sangat menggemaskan ini.”Allah, Ma yang menciptakan. Siapa ya Ma nama kucingnya? Muezza bukan? kaya kucing Rasulullah SAW.” Timpal Faris.

 

 

 

Sedangkan adiknya, Irbadh asyik sekali bercengkerama bersama kucing putih itu. Ia sangat senang sekali dengan hewan kucing, bahkan kalau bisa rasanya ingin ia bawa pulang kerumah dan memelihara kucing itu.

Dari kegiatan kita sore ini, anak-anak belajar juga tentang adab-adab terhadap binatang. Berikut ini merupakan adab-adab terhadap binatang, yaitu 

  1. Memberi Makan dan Minum. Sama seperti halnya manusi, binatang juga butuh makan dan minum. Binatang juga merasakan lapar, haus. Untuk itu kita diharuskan memeliharanya dengan memberinya makan dan minum. Kita dilarang membiarkannya kelaparan atau kehausan, karena perbuatan ini dapat menjerumuskan pelakunya pada api neraka. Rasulullah Saw pernah menceritakan ada seorang perempuan disiksa karena seekor kucing dikurungnya sampai mati.
  2. Menyayangi. Menyangi dan mengasihi hewan sangat dianjurkan oleh agama. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits, orang yang menyayangi siapa saja, termasuk binatang, akan disayangi oleh siapa saja yang di langit. Beliau sendiri sangat menyangi terhadap binatang. Terbukti, beliau memilih memotong lengan jubbahnya yang ditiduri kucing, dari pada membangunkan dan mengusirnya.
  3. Tidak Mendzolimi. Dzolim adalah perbuatan yang dilarang agama. Kepada siapa saja kita tidak diperbolehkan berbuat dzolim, termasuk terhadap hewan. Misalnya, membebaninya dengan pekerjaan-pekerjaan yang di luar kemampuannya. Allah mengaruniaikan binatang untuk kita pelihara dan kita gunakan dengan baik.

     Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

 “Takutlah kepada Allah dalam (memelihara) binatang-binatang yang tak dapat bicara ini. Tunggangilah mereka dengan baik, dan berilah makan dengan baik pula.”

Termasuk tidak mendzolimi hewan adalah tidak memberi cap dengan besi yang dipanaskan pada wajah binatang, karena hal ini, Allah akan melaknat terhadap orang yang melakukannya.(HR Muslim)

4. Menyembelih dengan MenyenangkanJika kita ingin menyembelih atau membunuhnya, hendaknya kita melakukannya dengan baik, karena Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik kepada segala hal. Oleh karena itu, jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan baik. Hendaklah salah seorang dan kalian menenangkan hewan yang akan disembelihnya, dan menajamkan pisaunya”. (Diriwayatkan Muslim, At Tirmidzi, An-Nasai, Abu Daud, dan Ahmad).

5. Menunaikan Hak Allah. Orang yang sibuk mengurus hewan peliharaannya hendaknya tidak melalaikan kewajiban-kewajibannya terhadap Allah SWT. Seperti mengeluarkan zakat hewan yang wajib dizakati, tidak meninggalkan sholat dan sebagainya.

Kurang lebih lima hal tersebut di atas itu merupakan adab terhadap binatang. Misalnya tidak mengadu binatang, tidak membunuhnya dengan cara membakar, dan lain sebagainya.

Termasuk menyayangi binatang adalah tidak memisahkan seekor anak binatang yang masih belum cukup umur dari induknya.

 Dari Abdurrahman bin Abdillah dari ayahnya menceritakan :

Kami menyertai Rasulullah SAW dalam suatu perlawatannya. Kemudian beliau pergi untuk memenuhi suatu kebutuhannya. Lalu kami melihat seekor burung berwarna merah dengan dua ekor anaknya. Kami lalu mengambil kedua anaknya itu. Tatkala induknya datang dia mengepak-ngepakkan sayapnya dan terbang menurun ke dataran menyiratkan kegelisahan dan kekecewaan. Ketika Nabi SAW datang, beliau bersabda:

 “Siapa yang mengejutkan burung ini dengan mengambil anaknya? kembalikanlah anaknya kepadanya”. (Hadist Imam Bukhari)

Jadi marilah kita sayangi hewan yang ada di sekeliling kita sebagai wujud dari ketaatan kita kepada Allah SWT dan menebarkan kasih sayang kepada segenap makhluk-Nya. Wallahu a’lam.

 

 

#day47
#30Maret2018
#Batam
#3y8m
#1y7m
#KelasPortofolioAnakbyGPA
#GriyaPortofolioAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PekaAkanUnikAnak