Menu Food Combining Bagi Pemula

Menu Food Combining pada dasarnya tidak berbeda dengan menu makan sehari-hari pada umumnya. Hanya saja, kita disarankan tidak menyantap nasi bersama lauk-pauk sumber protein (kecuali tempe-tahu). Dalam menu Food Combining, karbohidrat + protein bukanlah kombinasi makanan yang serasi. Kombinasi makanan yang serasi adalah sayuran + karbohidrat dan sayuran + protein. [Andang Gunawan, pakar FC]

Menyiapkan menu Food Combining sama saja dengan menu makanan sehari-hari pada umumnya. Boleh saja kita menyiapkan masakan campur aduk sayuran dengan bahan hewani, misalnya capcay seafood, asalkan kita memang yakin pada jam makan tersebut tidak menyantap nasi atau sumber lain karbohidrat. 

Namun, agar susunan menu bisa fleksibel bagi seluruh anggota keluarga, sayuran biasanya saya masak terpisah dari bahan hewani. Susunan hidangan seperti ini memudahkan setiap anggota keluarga menentukan kombinasi makanan yang ingin dinikmatinya. Anggota keluarga yang tidak menjalankan pola makan Food Combining bebas memilih kombinasi makanan mana pun yang disukai. Bagi pelaku Food Combining, jika hendak menyantap nasi, berarti pasangannya adalah masakan sayuran dan masakan lain yang bukan hewani/sumber protein (kecuali tempe-tahu).

Mau tahu menu makan keluarga kami? Baiklah, kami ingin berbagi resep makanan yang kami konsumsi sehari-hari.

BUAH : UNTUK SARAPAN DAN KUDAPAN

sarbu! sarapan buah bukan sarapan bubur

Begitu bangun tidur, kita perlu minum air hangat yang dibubuhi sedikit air perasan jeruk lemon/nipis. Minuman ini berguna untuk mengaktifkan enzim pencernaan, yang menjadi kurang aktif pada kondisi keasaman terlalu tinggi, akibat lambung beristirahat semalaman. Sekalipun rasanya asam, jeruk nipis merupakan makanan pembentuk basa dalam tubuh.  Jadi buah lemon wajib ada di rumah ya. Menu sarapan bagi pelaku Food Combining adalah buah-buahan. Mengapa? Pada pagi hari tubuh sedang giat melakukan proses pembuangan dan sebaiknya tidak dibebani dengan proses mencerna makanan. Padahal, di lain pihak tubuh butuh asupan energi guna memulai aktivitas harian. 

lemon up your day!

Nah, untuk memenuhi kedua tuntutan tersebut, buah segar merupakan pilihan yang ideal. Selain mudah dicerna, buah-buahan matang mengandung sumber energi (gula buah) yang mudah diserap dan mencukupi sebagai sediaan energi hingga siang hari.  Buah boleh disantap langsung maupun dibuat jus, baik tunggal maupun kombinasi. Bisa buah apapun, kecuali durian dan nangka. Pilih buah matang dan tidak busuk, hindari buah yang masih mentah. Buah berkadar air tinggi (khususnya famili Cucurbitaceae, seperti semangka, melon, blewah) sebaiknya hanya dikombinasikan dengan sejenisnya, karena sangat mudah dicerna. Misalnya melon dengan semangka.  Untuk membuat jus dari buah bertekstur lembut, seperti pepaya dan mangga, buah boleh diproses menggunakan blender. Namun buah yang teksturnya berserat, seperti nanas, jeruk keprok, apel, sebaiknya diproses menggunakan juicer, agar seratnya tidak mengurangi kenikmatan jus. Buah kaya air, seperti melon atau semangka, boleh diproses menggunakan blender maupun juicer.  Selain dinikmati sebagai jus yang encer, sari buah bisa disajikan berupa smoothie, yang teksturnya hampir menyerupai bubur lembut (creamy). Jika smoothie dicampur dengan plain yogurt, teksturnya akan menjadi lebih encer, dan jadilah lassi. Kedua jenis sari buah pekat ini cocok bagi pemula, karena memberikan rasa kenyang yang mantap.  Namun pelaku Food Combining yang ingin menurunkan berat badan sebaiknya tidak terlalu sering menikmati smoothie maupun lassi. Dibandingkan jus buah, jus pekat ini lebih berkalori. Sekalipun demikian, smoothie maupun lassi merupakan hidangan yang sehat. Cocok juga disantap sebagai kudapan sore. 

Di rumah, anak-anak sudah terbiasa sarapan dengan makan buah potong, atau bisa juga dalam bentuk jus dikombinasikan dengan sayur. Sejak usia dua tahun, Faris sudah terbiasa minum green smoothie jadi tidak perlu dipaksa paksa lagi. Sedangkan Irbadh, ia sangat suka buah dalam bentuk jus. Pokoknya buah dan sayur apapun jika dijus pasti habis, karena sedang tumbuh gigi ia sedikit malas mengunyah dalam jumlah banyak. Berikut variasi menu sarapan kami :

Smoothie Pisang-Nanas-Stroberi (untuk 2 porsi)

banana smoothie dg toping flaxseed

Bekukan 2 buah pisang ambon dalam freezer, kupas, potong 3 cm, masukkan ke dalam blender. Tambahkan 6 buah stroberi dan 150 ml jus nanas. Proses hingga lembut. Nikmati segera. 

 

Green Smoothie (untuk 2 porsi)

segelas green smoothie, amunisi di pagi hari

Potong 1ikat pakcoy (300 g), potong 1 buah nanas ukuran sedang (500 g), potong. 1/2 kg jeruk medan, peras. Haluskan dalam blender bersama 50 ml jus lemon. Nikmati segera. 

Buah maupun jus buah sebaiknya tidak dikonsumsi sekaligus banyak. Berhentilah makan buah jika perut sudah cukup kenyang.  Kecuali disantap sebagai menu sarapan, buah boleh dinikmati sepanjang pagi hingga menjelang makan siang. Bahkan, boleh lebih dari satu kali. Namun, 45 menit menjelang makan siang hendaknya tidak makan buah lagi, agar proses pencernaan buah sudah rampung ketika lambung mulai terisi menu makan siang. 

Mengudap buah pada sore hari sebaiknya dilakukan setelah proses pencernaan makan siang diperkirakan sudah tuntas. Pencernaan menu makan siang berupa kombinasi sayuran dan protein berlangsung empat jam, sedangkan sayuran dan karbohidrat tiga jam. (Patokannya: waktu cerna sayuran dua jam, karbohidrat tiga jam, protein empat jam). Nah, jika kita makan siang pukul 12.00, maka pukul 16.00 (4 sore) merupakan saat yang tepat untuk menikmati kudapan buah.

NASI, SAYUR, DAN LAUK

Sayuran merupakan bagian wajib dari menu makan siang maupun makan malam, masing-masing dikombinasikan dengan sumber karbohidrat dan protein. Apabila menu makan siang berupa kombinasi sayuran dan karbohidrat, maka pada saat makan malam berganti dengan kombinasi sayuran dan protein. Boleh juga sebaliknya. Hanya jika terpaksa, menu makan siang dan malam boleh sama-sama berupa kombinasi sayuran dan karbohidrat. Namun sebaiknya tidak sering, karena berisiko mengakibatkan defisiensi protein.

Sebaliknya, makan siang dan malam tidak boleh berturutan berupa kombinasi sayuran dan protein, khususnya protein hewani, sebab mengundang kemungkinan kelebihan asupan protein. Karena protein merupakan makanan pembentuk asam, kelebihan asupan protein akan meningkatkan kadar keasaman tubuh, khususnya keasaman darah dan jaringan.

Sayuran boleh dikombinasikan dengan karbohidrat maupun protein, karena sayuran dapat menetralkan keasaman tubuh. Sayuran merupakan makanan pembentuk basa, sedangkan karbohidrat dan protein pembentuk asam. Namun, karena sama-sama sebagai pembentuk asam, karbohidrat (nasi) dan protein (daging, ayam, ikan, telur) tidak disarankan dimakan bersamaan, karena dapat meningkatkan keasaman tubuh. Jadi menu makan siang yang menjadi pilihan keluarga kami yaitu spaghetti beras merah with seafood. Spaghetti ini dibuat dari beras jadi cocok untuk anak yang alergi terigu maupun anak ADHD, bagi yang alergi seafood bisa diganti dengan jamur saja. Berikut ini saya akan berbagi resep spaghetti beras merah ala keluarga kami :

SPAGHETTI SEAFOOD

Bahan [Spaghetti] :
25 gr tepung tapioka
250 gr tepung beras merah organik
2 btr telur (jika alergi diskip saja)
200 cc air
2 sdm minyak
Garam himalaya secukupnya

Note : jika tidak sempat membuat mie homemade bisa juga menggunakan mie spaghetti beras merah gluten free merk Peacock.

ini penampakan spaghetti merk peacock

Bahan [saos] :
3 siung bawang putih
1/2 buah bawang bombay
4 buah tomat ukuran besar
1/2 buah paprika merah
150 gr udang giling
garam himalaya secukupnya 
Lada hitam secukupnya 
oregano secukupnya

Cara Membuat :

Spaghetti:
1. Campur tepung beras dan tapioka serta air sedikit demi sedikit.
2. Kocok telur dan campur dengan adonan tepung hingga kalis.
3. Tambahkan minyak dan garam.
4. Giling dengan gilingan mie/pasta. Setelah siap didihkan air untuk merebus mie/pasta tersebut.
5. Rebus sebentar, angkat dan tiriskan.

Saus:

1. Kukus tomat, hancurkan.
2. Tumis bawang bombay, bawang putih hingga harum. Tambahkan udang giling dan paprika.
3. Tambahkan tomat yg telah di hancurkan.
4. Tambahkan pure tomat, oregano, lada hitam dan garam.
5. Masukkan mie yang sudah direbus tadi, aduk hingga tercampur merata. Cicipi dan angkat jika dirasa sudah pas.
6. Sajikan dengan lettuce segar dan santap segera.

~ Selamat Menikmati ~

spaghetti seafood gluten free

FOOD COMBINING ITU MUDAH

Tidak benar isu yang menyebutkan Food Combining itu rumit. Sebaliknya, Food Combining justru mudah diterapkan, bahkan oleh awam gizi sekalipun. Kita tidak direpotkan dengan kerumitan menghitung porsi makan dan jumlah kalori. Karena pola makan Food Combining sudah otomatis cukup kalori, cukup gizi, cukup serat, dan kaya senyawa fitokimiawi non-gizi yang berkhasiat. Kita tidak perlu menolak makanan yang ditawarkan, tapi pilihlah kombinasi makanan yang serasi. Cake dan kue kering jelas bukan makanan serasi (kombinasi karbohidrat dan gula), tapi kita boleh kok mencomotnya. Dengan syarat, pada kesempatan makan berikutnya kita sudah balik lagi menerapkan pola makan Food Combining 😂

Menerapkan Food Combining 5 hari dalam seminggu sudah memberikan dampak positif bagi kesehatan. Sementara yang 2 hari sisanya kita cadangkan sebagai hari makan bebas. (Namun jika kita sudah melakukan pola makan Food Combining dan merasakan dampak positifnya, kita justru merasa sayang melewatkan 1 hari saja tanpa Food Combining). Tubuh memang tidak bisa berbohong, ketika kami sekeluarga jajan saat weekend langsung terasa khasiatnya. Mulai dari sakit kepala, mual, diare sampai dehidrasi akut. Ini merupakan alarm tubuh, maka sayangilah tubuh kita. Jadi kala kepengen jajan tapi takut banyak keluhan setelahnya akhirnya saya dan anak-anak memutuskan untuk membuat sendiri saja kudapan sebagai teman weekend kita. Sekalian saya mengajak anak-anak belajar memasak. Penasaran kami akan membuat apa? Yuk ikuti kami 😅

CARROT CAKE with ALMOND

Judulnya aja carrot cake, bisa dibayangkanlah ya pastinya cake ini terbuat dari wortel, selain tepung, gula dan telur tentunya. Simple, cepat bikinnya dan dijamin sangat enak. Buat yang alergi terigu atau anak ADHD juga jangan kuatir jika ingin mencicip cake ini karena cake ini gluten free dan kaya serat loh. Cake kekinian lewat deh hahaha..😂

Bahan :

3 butir telur
150 gr gula palem
Garam sejumput
150 gram tepung ladang lima (jika tidak ada bisa pake tepung mocaf atau tepung modifikasi dengan perbandingan 7:2:1 untuk tepung beras : tepung tapioka : tepung maizena)
1/4 sdt kayu manis bubuk
200 gram wortel (parut halus, jangan diperas)
75 gram minyak kelapa

Cara Membuat :

1. Siapkan loyang ukuran 18x18cm, alasi dengan kertas roti, olesi kembali dengan minyak kelapa agar tidak lengket.

2. Parut wortel menggunakan serutan keju. Tambahkan 2sdm tepung, aduk rata kemudian sisihkan.

Faris bertugas mengupas wortel dan memarut

3. Kocok telur, gula, garam hingga kental dan berjejak dengan speed tinggi.

Faris membantu mencampur adonan dengan mixer

4. Ayak bahan kering, kemudian masukan kedalam adonan dengan speed rendah hingga tercampur rata.

5. Masukkan wortel parut, aduk rata dengan spatula.

parutan wortel dimasukkan ke dalam adonan

6. Tambahkan minyak kelapa perlahan ke dalam adonan, aduk hingga tercampur rata.

7. Pengadukan dilakukan dengan metode kincir air memakai spatula besar. Hati-hati dengan minyaknya, jangan sampai ada yang mengendap di bawah, harus teraduk semua tapi jangan sampai over mixing, supaya tidak bantat.

8. Tuangkan adonan kedalam loyang yang telah dialasi kertas. Taburi dengan almond slice atau kacang-kacangan lainnya, jika suka keju, raisin, gojibery, juga boleh ditambahkan sesuai selera.

9. Panggang dengan suhu 180ºC selama 30 menit lakukan tes tusuk untuk memastikan kematangan kue.

10. Setelah matang, balik kue dan lepaskan kertas rotinya. Potong-potong dan sajikan.

Note :

*Tepung modifikasi dibuat dari, 7 bagian tepung beras, 2 bagian tepung kanji/tapioka dan 1 bagian tepung maizena. Misalnya akan membuat stok twpung sebanyak 1kg, membutuhkan 700gr tepung beras, 200gr tepung kanji/tapioka, dan 100gr tepung maizena. Campur sampai rata dan simpan dalam toples kedap. Bisa disinpan selama satu bulan.
*Resep ini bisa untuk kukus maupun dipanggang.
*Bisa dimodifikasi sendiri jika suka keju dan coklat.

Mudah dan simple kan? Beberapa resep keluarga ini saya bagi special untuk sahabat saya Umi Fiza agar bisa dicoba untuk ananda. Buat Mama yang lain juga silahkan direcook ya, lumayan kan bisa berhemat, anak-anak pun senang bisa belajar membuat sendiri makanannya 😊

warna cakenya eksotis krn memakai gula palem,tapi rasanya so yummy

Food Combining mementingkan penggunaan makanan alami. Pilih makanan alami yang masih komplit mengandung zat makanan (zat gizi maupun zat fitokimiawi non-gizi), yang disebut wholefoods. Seperti buah segar, sayuran segar, beras tumbuk, beras merah, umbi-umbian. Contoh lain, tepung beras merah dan tepung gandum berkulit ari (wholewheatflour), yang sering digunakan sebagai bahan baku pasta. Beras putih slip umumnya tidak lagi alami, akibat proses slip berlebihan, pemucatan, dan fumigasi. 

Makanan kalengan, instan, dan olahan bukan lagi makanan yang sempurna secara alami. Padahal, tubuh kita tidak cuma butuh zat gizi, tapi juga zat fitokimiawi non-gizi, seperti flavonoid, glutation, klorofil, yang juga berfungsi menunjang kesehatan. Kemungkinan lain, bahan pangan olahan umumnya dibubuhi BTM (bahan tambahan makanan, food additives) sintetis, yang berdampak buruk bagi kesehatan. Selain MSG, BTM sintetis yang sering ditambahkan ke dalam makanan olahan adalah bahan pengawet, bahan pemuai, bahan pengental (emulsifier), bahan pewarna, bahan pemanis, dan lain-lain. Jadi kalau di rumah masih punya simpanan bahan tambahan makanan segera dimusiumkan saja buibu karena sesungguhnya yang alami jauh lebih baik bagi kesehatan tubuh kita.

Dalam memasak, sebisa mungkin membatasi penggunaan bumbu masakan sintetis atau yang dibubuhi bahan sintetis, seperti kaldu blok. Kaldu yang sedap dan sehat bisa dibuat sendiri dari sayuran; misalnya. Perbanyak penggunaan bumbu alami. Penggunaan cuka meja atau cuka dapur yang terbuat dari bahan kimiawi sintetis asam asetat sebaiknya diganti dengan air jeruk lemon/nipis.  Satu hal lagi yang ditekankan dalam Food Combining, kegiatan mengunyah makanan hendaknya sudah berakhir pada pukul 19.00. Karena pada pukul 20.00 tubuh sudah mulai mengaktifkan fungsi penyerapan sari makanan. Jadi jangan makan terlalu malam ya, kasian ususnya loh hehe..

DEMO MASAK STEAM GLUTEN FREE SWISS ROLL BERSAMA PAK WIED (HEALTHY LIFE ANTARA PILIHAN ATAU KEBUTUHAN)

Sabtu, 16 Desember 2017 – Komunitas Indonesia Sehat Sejahtera (KISS) Batam bersama Pasar Sehat Batam mengadakan kelas demo memasak “Steam Gluten Free Swiss Roll” bersama dengan Bapak Wied Harr Apriadji. Siapa sih yang belum kenal dengan Pak Wied, sapaan akrab beliau?

Bapak Wied Harry adalah seorang penulis bidang nutrisi dan makanan sehat alami, serta menjadi food stylistprofesional. Pengalamannya selama puluhan tahun di bidang kuliner sudah menghasilkan banyak buku. Spesialnya menu-menu yang diajarkan beliau selain enak, dijamin sehat dan alami.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari launching Pasar Sehat, Bazar dan Fun Flea Market yang diadakan bulan November kemarin. Rencananya, ke depan akan diagendakan rutin setiap bulan.
Bergabung di dalam komunitas ini rasanya seperti angin segar bagi saya dan keluarga, karena saya jadi merasa punya teman dan keluarga baru yang punya visi dan misi sama. Yaitu ingin memulai hidup lebih sehat dan juga untuk memperkenalkan cara hidup sehat kepada masyarakat dengan makan-makanan organik.

Makanan sehat yang dimaksud, misalnya sayuran yang ditanam tanpa menggunakan bahan kimia saat penanaman. Untuk pengolahannya pun diusahakan masih dalam bentuk aslinya atau sedekat mungkin dengan bentuk aslinya.

Pak Wied menjelaskan pengetahuan dasar cake

Back to topic, kegiatan demo masak pagi ini dibuka oleh Pak Wied dengan pengetahuan dasar mengenai jenis-jenis cake, apa beda spongecake (bolu) – biasa maupun genoa/genois, chiffon cake, cotton cake, angel food cake, butter cake, bluder/brudel.

Kemudian apa saja dasar-dasar dalam membuat cake, bahan utama cake, tips sukses membuat cake yang enak, sehat dan alami bahkan dijelaskan juga mengenai panduan menghitung laba dan harga jual jika ingin mulai berbinis. Pak Wied menyampaikan, “Saya ingin ibu-ibu sekalian memahami dulu dasar-dasar pembuatan suatu makanan dan bahan-bahan apa yang dibutuhkan serta manfaat dari semua makanan yang kita asup.”
Beliau tidak ingin ibu-ibu hanya sekedar tahu resep dan takarannya saja. Bahan-bahan apa saja yang digunakan dalam proses membuat cake juga harus diperhatikan. Sebisa mungkin kita menggunakan bahan yang alami, bukan pabrikan.

menyiapkan adonan warna untuk motif
membuat motif swiss roll

Pasti banyak pertanyaan yang muncul di benak peserta yang baru akan hijrah ke makanan yang lebih sehat. Enak nggak sih kalau cakenya dibuat dari tepung non terigu? Terus pewarnanya pakai apa? Nggak menarik dong kalau dijual? Terus kalau misalnya dijual berapa harga jualnya? Ada yang beli nggak ya?

Saya jadi ingat dengan cake kekinian yang sedang menjamur di Indonesia, sebut saya X yang cakenya kempus-kempus terasa legit dan bertabur coklat dan keju yang banyak, belum filling cream yang meleleh saat digigit, plus warnanya yang gonjreng-gonjreng. Apa kabar perut? Iya sih memang enak di mulut tapi itu semua tidak ramah di perut 😂
Terus masih mau ngasih ke anak? Kalau saya sih nggak. Daripada malah repot setelahnya, dijaminlah banyak keluhan yang timbul setelahnya.

Saya sadar diri dan sadar alarm tubuh saja. Biar dikata kuper atau nggak gaul saya udah nggak mau lagi coba-coba jajan yang aneh-aneh, yang kita nggak tahu makanan itu dibuat dari apa.
Pernah nggak sih kita ngerasa pusing saat makan makanan yang terlalu manis? Atau tenggorokan gatal dan perih sesaat setelah makan gorengan? Itu semua alarm tubuh yang sudah dibuat sepaket sama Allah dalam tubuh kita. Betapa canggihnya tubuh ini bekerja maka sayangilah, jangan dizhalimi lagi dengan asupan makanan yang salah. Bukankah Islam sudah menjelaskan makanlah makanan yang halal dan toyib, jadi renungkan kembali apakah makanan kita itu sudah thoyyib? Kebanyakan dari kita hanya memperhatikan sisi halalnya saja, tetapi tidak thoyyib-nya. Makanan kita hampir seluruhnya dihasilkan oleh industri. Hampir semua industri kapitalis itu tidak thoyyib, baik visi maupun prosesnya. Hasil industri meracuni diri kita dan anak-anak kita dengan makanan-makanan yg tidak thoyyib. Kalau belum yuk mari kita memulai untuk hidup lebih sehat lagi. Setiap orang memiliki standar kesehatan yang berbeda-beda tetapi tidak ada salahnya mencoba untuk lebih baik. Karena bukankah lebih baik menjaga kesehatan daripada mengobatinya 😍

Setelah para peserta memahami esensi itu, tibalah saatnya mengeksekusi bahan-bahan. Sebelumnya bahan dasar ditimbang satu persatu sesuai dengan resep, kemudian siapkan loyang dan diberikan alas kertas yang telah dioles dengan minyak kelapa.

persiapan bahan-bahan

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengocok telur dan gula. Telur yang dipakai boleh telur ayam atau jika alergi bisa diganti dengan telur bebek. Gula yang dipakai adalah gula kastor yang digrinder sendiri kemudian tepung yang dipakai adalah tepung organik yang sudah dimodifikasi takarannya. Diusahakan semua bahannya dari pasar lokal dan bukan pabrikan. Untuk filling atau isiannya pun homemade, dibuat sendiri dari bahan-bahan alami seperti tape, kelapa yang digiling, kurma, bubuk raw choco, gula aren dll.

Membuat adonannya pun harus satu resep satu resep, tidak bisa masal. Karena bahannya alami sehingga harus segera dieksekusi. Setelah proses pengocokan telur dilanjutkan dengan proses memasukan tepungnya. Kemudian dilanjutkan dengan memasukan lemak dan pewarna alaminya dari tumbukan sayur pakcoy, wortel, buah naga, buah bit, kunyit, dll.

ini snack dan lunchnya

Setelah proses pencampuran hingga menjadi adonan selesai, adonan harus cepat dimasukkan ke dalam oven atau kukusan. Karena tanpa menggunakan bahan tambahan adonan akan cepat turun.
Pak Wied menjelaskan dengan sangat detil tips dan triknya agar kue yang kita buat sukses secara rasa enak dan menul-menul cantik tampilannya. Ternyata tanpa menggunakan bahan tambahan makanan apapun bisa juga menghasilkan kudapan yang enak dan tentu saja sehat.

Mengikuti kelas memasak ini membuat pikiran saya lebih terbuka lagi. Ibu-ibu adalah benteng terakhir keluarga yang menentukan apakah makanan yang kita konsumsi sehari-hari halal dan thoyyib ataukah tidak. Bukankah makanan itu akan masuk ke dalam tubuh kita, menjadi darah dan daging kita, bahkan juga akan kita wariskan menjadi bagian dari anak cucu kita. Apakah kita mau mewariskan keburukan pada anak cucu kita?

tada! cantik kan healthy cakenya
sesi foto bersama