Invitation to Play : Melukis Abstrak Dengan Cat Akrilik

Kegiatan apresiasi seni hari ini adalah melukis dengan menggunakan cat akrilik di atas media kertas. Kegiatan ini merupakan kegiatan spontan yang dipilih sendiri oleh anak-anak karena mungkin mereka sedang ingin “painting”. Pagi-pagi sekali anak-anak sudah menurunkan cat dan mencari kuas sendiri yang disimpan di rak buku. Kegiatan kali ini terpaksa kami lakukan di dalam rumah sebab cuaca kota Batam hari ini sedang sendu. Jadilah mamak harus sedikit olahraga dengan mengepel bekas messy play anak-anak.

 

FYI Cat Akrilik

Cat akrilik terbuat dari plastik berbasis polietilen yang akan mengeras ketika kering. Cat akrilik sebenarnya adalah cat plastik yang tersedia dalam bentuk pasta dan dikemas dalam semacam tube. Berbagai aditif umum ditambahkan ke cat akrilik sehingga diperoleh berbagai jenis cat dengan sifat berbeda. Sebagian aditif membuat cat lebih tebal, tipis, atau kering lebih lambat. Hal ini sangat berguna karena cat akrilik cenderung kering dengan cepat. Setelah kering, cat akrilik sulit dihapus kecuali dengan menggunakan larutan alkohol khusus. Aditif tertentu mengubah cara cat terlihat. Cat akrilik bisa dicampur dengan air hingga maksimum 30% agar tidak mengurangi kualitasnya. Mencampur dengan air akan membuat tampilan cat akrilik nampak lebih lembut dan transparan. Karena sifatnya yang mengering dengan cepat, pastikan mengaplikasikan cat akrilik secepat mungkin. Setalah kering, cat akan susah dihapus atau dimodifikasi. Cat akrilik bisa digunakan pada media kanvas, kain, kayu, bahkan dinding.bisa juga digunakan untuk melukis dinding.

 

Persipan Kegiatan

Alat dan Bahan:

cat akrilik

kuas

roda, baut mainan gigo (sebagai pola bentuk)

kertas gambar A4

Pallet lukis

Koran

Lap

Cara Kerja :

1.Letakkan koran di atas lantai sebagai alas agar lantai tidak kotor.

2.Kemudian letakkan kertas gambar ukuran A4 di atas koran tersebut.

3.Tuangkan cat akrilik dan campurkan dengan air secukupnya di pallet yang telah disediakan.Kemudian adukk cat akrilik menggunakan kuas. Hingga menghasilkan warna yang halus di atas kertas gambar dan memenuhi kertas gambar.

4.Letakkan kertas gambar A4 di atas koran yang telah di sediakan, setelah itu capkan roda atau baut yang sudah dicelupkan ke pallet berisi cat sehingga membentuk pola yang diinginkan.

5.Selain memakai mainan bisa juga kita memanfaatkan daun singkong atau pakis, batang pohon pisang, batu kerikil, atau apapun sesuai kreatifitas anak-anak. Bisa juga membuat pola menggunakan kertas sesuai yang diinginkan.

 

Untuk kegiatan pagi ini, Mama menyiapkan 6 warna cat akrilik yang aman untuk anak-anak (saya pakai merk Pentel), beberapa jenis kuas dan cetakan roda dari mainan konstruksinya pun Faris pilih sendiri untuk mengecap pola di atas kertas.

Dulu Mama baru mulai mengenalkan cat akrilik kepada Faris setelah usianya 2 tahun ke atas yaitu saat ia sudah tidak berada dalam fase oral alias mouthing. Lain Faris, lain pula dengan Irbadh. Irbadh di usianya yang ke-18 bulan ini sudah bisa diajak main seru-seruan, dia sudah paham mana makanan dan mana yang bukan. Untuk anak yang masih mouthing dan lebih kecil lebih baik menggunakan DIY paint yang edible saja seperti dari yogurt, tepung maizena, aloe vera, dll. Yang serunya dari cat akrilik ini adalah warnanya yang terang dan full coverage. Jadi kalau anak-anak ingin mengganti warna lain, dia tinggal melapisi aja.

Warna-warna yang dihasilkan pun sangat cantik untuk dipadu padankan. Anak-anak seru sekali melukis sambil duduk bersenandung. Tidak terasa mereka sudah mencampur beraneka ragam warna. Ta Daaaa seperti ini hasilnya, setelah selesai kami keringkan deh dan berkas-berkas aktifitas langsung di cuci bersama-sama oleh Faris dan Irbadh, praktis dan mudah membersihkannya! Mama hanya membantu membersihkan sisa-sisa cat yang tumpah di lantai.

 

finger print ala Irbadh dan lukisan ubur-ubur ala Faris

referensi :

[1] http://www.hijauart.com/perbedaan-antara-cat-acrylic-dan-cat-minyak

 

 

 

 

 

 

#HijrahParenting

#CeritaHijrah

#CeritaHijrah27