Menumbuhkan Kecintaan Membaca dengan Berkunjung ke Perpustakaan

“ Buku adalah jendela dunia ”, demikian pepatah ini begitu mendunia.

Sebuah rangkaian kata yang telah melekat dalam telinga masyarakat dunia. Sebuah kalimat yang apabila dikaji lebih dalam akan menemukan makna yang tepat terkait dengan pentingnya aktifitas ini bagi kemajuan sebuah peradaban.

Ayah Edy, di dalam bukunya yang berjudul Memetakan Potensi Unggul Anak, menyebutkan pentingnya orangtua mengenalkan berbagai macam hal kepada anak sebagai stimulasi bagi pertumbuhannya. Tujuannya adalah untuk mengetahui minat dan bakat anak sejak dini.

Ya! Mengetahui minat dan bakat anak memang “lebih cepat lebih baik”, supaya orangtua (dan anak sendiri) jadi punya peta yang jelas, ke mana tujuan anak harus berjalan dan bagaimana orangtua mengarahkan untuk mencapai cita-cita yang sesuai potensi anak tercinta. Salah satu cara mengenalkan stimulasi itu adalah dengan mengajak anak ke sebanyak mungkin tempat berbeda, lalu kita amati apa tempat yang paling senang dikunjungi anak, yang ketika ke sana anak terlihat lebih antusias dari biasanya. Ini merupakan sinyal awa untuk mendeteksi minat anak kita. Tidak perlu sering, tempat tujuan pun tidak perlu jauh atau mahal,yang penting berbeda. Perpustakaan menjadi pilihan tempat yang akan kami kunjungi hari ini.

Fasilitas Perpustakaan Umum di kota Batam sangatlah minim. Hanya ada dua, satu perpustakaan daerah milik BP Batam dan satu lagi Perpustakaan Masjid Jabal Arafah yang lumayan banyak referensi buku anaknya. Hari ini, saya berkesempatan mengajak Faris dan Irbadh untuk berkunjung ke Perpustakaan Jabal Arafah. Selain membaca buku, anak-anak bisa bermain di taman dan kolam yang berada di pelataran masjid. Faris dan Irbadh nampak berbinar ketika melihat segerombolan ikan-ikan koi yang berenang mencari makanan. Selain mengamati berbagai macam tanaman yang ada di taman, anak-anak juga berkesempatan memberikan makan ikan.

Kunjungan ke perpustakaan Jabal Arafah memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak-anak. Faris dan Irbadh senang? Tentu lah.

Sesuai rencana, setelah puas bermain di taman dan kolam ikan kami langsung menuju ke lantai 2 Masjid Jabal Arafah, tempat buku-buku dan ruang baca anak tersedia. Koleksi bukunya cukup banyak dan variatif. Buku-buku pengetahuan yang kalo di toko buku harga 1 setnya bisa sampai 7 digit, ada di perpustakaan ini. Lumayanlah yaaa, anak-anak bisa menikmati buku-buku itu tanpa harus mengeluarkan uang terlalu banyak.

Salah satu kegiatan rutin dalam agenda homeschooling keluarga kami adalah ke perpustakaan atau ke toko buku. Setiap minggu, biasanya kami ke toko buku untuk membeli buku yang sedang ingin kami pelajari. Alhamdulillah dengan adanya perpustakaan Jabal Arafah bisa menambah referensi buku untuk dibaca anak-anak. Meskipun kita belum bisa meminjam koleksi buku yang ada di sini tetapi ruang baca yang nyaman membuat kami betah berlama-lama membaca buku di dalam perpustakaan.

Kami punya kesepakatan mengenai buku dengan topik apa yang akan dibaca di setiap minggu. Ada ilmu pengetahuan, sejarah, budaya, geografi dan lain-lain. Kesepakatan itu berasal dari pertanyaan anak-anak. Jadilah, saya berusaha memfasilitasi dengan mencari jawaban atas pertanyaannya secara bersama-sama melalui buku dan berdiskusi tematik.

Buku yang mencuri perhatian kami adalah Buku Seranggapedia, salah satu seri buku National Geographic Kids. Faris sangat tertarik mempelajari berbagai macam serangga dan yang menjadi perhatiannya minggu ini adalah hewan TONGGERET. Buat teman-teman yang juga suka SERANGGA? Buku ini sangat rekomended untuk dijadikan bahan belajar. Buat yang belum tertarik dengan serangga?Teman-teman dijamin akan menyukainya setelah membaca Seranggapedia! Buku ini dilengkapi dengan foto-foto spektakuler 400 lebih serangga aneh, lucu, dan mengagumkan dari seluruh dunia. Buku ini memuat informasi terkini dan terlengkap mengenai banyak sekali makhluk merayap. Kita dapat melihat lebah, kumbang, capung, belalang, semut, dan banyak serangga lainnya. Mencari tahu banyak informasi di mana serangga hidup, bagaimana serangga berkomunikasi, dan apa yang serangga makan. Banyak kehebatan dan keunikan serangga! Ah, buku ini merupakan salah satu most wanted book yang belum ada di perpustakaan mini rumah kami, do’akan kami bisa membelinya ya biar anak-anak puas bacanya hehe.

Faris sangat terkesan dengan buku ini. Sedangkan adiknya malah lari-larian dan mengeksplor setiap sudut ruangan perpustakaan. Irbadh naik ke atas kursi karena ingin mengambil buku sendiri. Kemudian sambil berjalan jinjit ia membawa buku tersebut. Ah, lucunya anak-anak.

Sebelum pergi ke perpustakaan, kami menjelaskan terlebih dahulu adab di perpustakaan. “Kalau di perpustakaan harus tenang. Jalannya tenang, bicaranya tenang”. Alhamdulillah, pada kunjungan pertama kemarin Faris masih terkendali. Ya kalo soal bertanya dan berdiskusi memang sudah tak terbendung lah ya, setiap hal ditanyakan oleh Faris. Tapi setidaknya dia bisa berjalan tenang tanpa berlari atau melompat-lompat gedubrakan seperti adiknya. Sesekali memanjat rak dan sofa baca bisa dimaklumi lah ya, Irbadh kan baru 1,5 tahun kan.

Kekurangannya, karena area baca di lantai 2 memang tidak terlalu luas menyebabkan anak-anak merasa bosan berada di ruang baca anak. Dengan cuek ia berjalan menuju area baca lain, mendatangi pengunjung lain yang juga sedang asyik membaca.

View this post on Instagram

Ruang utama perpustakaan Masjid Jabal Arafah Batam,

A post shared by Masjid Jabal Arafah (@masjidjabalarafah) on

Secara umum, Perpustakaan Jabal Arafah sendiri cukup representatif. Lingkungannya (termasuk toilet) bersih dan rapi. Koleksi bukunya overall tidak terlalu banyak bagi saya, namun area baca cukuplah. Fasilitas hotspot tersedia gratis. Setiap pengunjung juga bisa menikmati jaringan internet nirkabel secara cuma-cuma, tinggal daftar saja untuk mendapatkan ID dan password-nya.

Perpustakaan ini nyaman sekali digunakan sebagai tempat belajar bareng, atau sekadar hangout sambil nyari hotspot gratisan. 

Di sisi lain, menurut saya petugas kurang informatif. Hari ini kami ternyata belum bisa meminjam buku karena harus menjadi anggota terlebih dahulu. Dokumen yang dibutuhkan untuk menjadi anggota adalah fotokopi KTP dan pasfoto. Bagi anak-anak, bisa pakai KTP milik orang tuanya. Nah, hari ini saya tidak membawa pasfoto saya maupun anak-anak. Jadilah kami menunda meminjam buku. Tetapi Faris berbesar hati meskipun batal meminjam buku yang ditaksirnya. InsyaAllah minggu depan kita akan membuat kartu anggota dan meminjam buku tersebut. Teman-teman sudahkah membaca hari ini?

🌸Tadabbur Ayat 🌸

Perintah Membaca
Perintah membaca merupakan perintah yang sangat berharga yang diperintahkan kepada manusia. Sebagaimana telah dtetapkan Allah bahwa wahyu sebagai wahyu yang pertama diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril dibulan Ramadhan, dengan seruan “Iqra’ bismi rabbikal-ladzii khalaq”, yang artinya ”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan”. Perintah membaca ini oleh Allah dianggap penting sehingga di wahyukan pertama dan diulang tiga kali di dalam ayat ini, yaitu surah Al-Alaq ayat 1-3.

#day8
#19Feb18
#Batam
#3y6m
#1y6m
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Homeeducation : Belajar Tauhid dari Sosok Luqman

penanaman tauhid

Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” (QS. Luqman: 13).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Luqman menasehati anaknya yang tentu amat ia sayangi, yaitu dengan nasehat yang amat mulia. Ia awali pertama kali dengan nasehat untuk beribadah kepada Allah semata dan tidak berbuat syirik kepada Allah dengan sesuatu apa pun.”

Pendidikan aqidah merupakan pelajaran yang kelihatannya rumit dan sulit untuk diajarkan kepada anak-anak tetapi harus sudah mulai ditanamkan kepada anak sedini mungkin. Kesadaran saya akan betapa pentingnya mengenalkan Allah sejak dini dimulai saat saya mengikuti kelas belajar tauhid batch 2. Oleh-oleh dari belajar disana, saya bertekad untuk terus belajar dan menjaga akidah keluarga.


Ketika Faris bertanya tentang Allah

Jauh sebelum Faris fasih berbicara, Papanya pernah menanyakan kepada Faris kecil (14 bulan), Allah ada dimana? Kemudian tangan kecilnya menunjuk ke atas. Sudah dua kali dicoba kepada adiknya pun, reaksi anak-anak masih sama. Menunjuk ke atas. Pengalaman ini kami coba ke anak-anak setelah mengikuti kajian dari Ustadz Khalid Basalammah, kenapa anak yang belum tahu apa-apa ketika ditanya dimana Allah akan selalu menunjuk ke atas? Ini fitrah keimanan atas Rabb-nya. MasyaAllah, saya dan suami dibuat takjub.
Saat menginjak usia 2 tahun, mulai banyak pertanyaan dan diskusi ringan antara saya dan Faris. Berikut ini beberapa pertanyaan berkaitan dengan Allah yang dilontarkan Faris sejak umur 2 tahun, diantaranya:

Allah itu siapa

Q1: “Ma, Allah itu siapa sih?”
Allah itu yang menciptakan segala-galanya. langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan mama, papa, adek, semua makhluk.”

Allah bentuknya gimana

Q2: “Ma, Allah itu bentuknya seperti apa ya?”
❌Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

✔️Jawablah begini:
“Faris tahu kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah Faris lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan Faris sebutkan.”

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)
[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)

Allah itu dimana

Q3: “Ma, Allah itu ada dimana sih?”

❌Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini:
Al-Hadid (57) : 3
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng (maka dari itu kami hijrah dari buku bacaan magic dan dongeng imajinatif).

Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad SAW sekali pun. Hanya Allah yang tahu diri pribadi-Nya sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat. Allahua’lam
إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)
[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)

✔️Jawablah begini:
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih Faris berpikir retoris).
“Faris bisa nampak matahari yang terang itu langsung nggak? Nggak kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah, melihat matahari aja kita nggak sanggup. Jadi, bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya nggak?!”
Saat Faris mengajak saya berdiskusi kenapa dia tidak bisa melihat Allah saya berkisah tentang Nabi Musa yang ingin melihat Allah.

Atau bisa juga diberi jawaban:
“Faris, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Faris nggak bisa lihat ujung langit kan?! Nah, kita juga nggak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita sholat. Allah Mahabesar.”

Kemudian saya mengajak Faris bersimulasi :
Saya menyuruh Faris menghadapkan bawah telapak tangannya ke arah wajah. Faris lihat garis-garis tangan Faris nggak? Nah, sekarang dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Faris. Masih terlihat jelas nggak jari Faris setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Maha Besar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak berantara.”

Allah tidak nampak

Q4: “Ma, kenapa kok kita kita nggak bisa lihat Allah?”

❌Jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Saya pernah menjawab seperti ini karena keterbatasan ilmu, maafkan Mama yang masih fakir ilmu. Ketika usianya 3 tahun, Faris terus menggali informasi mengenai kenapa sih Allah nggak kelihatan padahal ada di Arsy. Mana Arsy kok nggak kelihatan padahal kata Mama di langit?
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas, bawah, kiri, kanan, depan, belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip “Allahu Akbar” itu bohong?

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <– Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif. ❌Juga jangan dijawab begini: “Nak, Allah itu ada di mana-mana.” Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi. ✔️Jawablah begini: “Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang shaleh, termasuk di hati Faris😍. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada." وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186) وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4) وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115). “Allah sering loh bicara sama kita, misalnya, kalau Faris teringat untuk bantu Mama dan Papa, tidak berebut dengan adik atau teman, tidak malas merapikan mainan, tidak susah disuruh makan, nah, itulah bisikan Allah untuk Faris.” وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213). [caption id="attachment_810" align="alignnone" width="169"] Kenapa harus menyembah Allah[/caption]

Q5: “Ma, Kenapa kita harus sholat? Kok harus menyembah Allah?”
❌Jangan jawab begini:
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi atheis karena menurut akal mereka, ”Masa sama Allah seperti berdagang saja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah seperti anak kecil saja, kalau “orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani).

✔️Jawablah begini:
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan kepada kita. misalnya, Faris sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau harus bayar, kan Mama dan Papa pasti nggak akan sanggup untuk membayarnya. Di laut banyak ikan yang bisa kita pancing untuk dimakan, dan banyak nikmat yang tidak akan bisa kita hitung lagi jumlahnya.

Kalau Faris nggak nyembah Allah, Faris yang rugi, bukan Allah.
إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
Allahu a’lam.

Meskipun manusia ini tempatnya salah, beruntung sebelumnya saya sudah mendapat sedikit pengetahuan saat belajar di kelas BETAH (Belajar Tauhid) sehingga mendapat panduan ketika anak bertanya agar saya bisa menjawab dan anak mudah menerima penjelasan dari orang tuanya. Berikut ini saya share modul mengenai dasar-dasar tauhid dan fikih bagi anak-anakyang saya peroleh di kelas BETAH. Semoga bisa menjadi bahan bacaan bagi para orang tua.

referensi bacaan

Apa yang Kami Alami

Setahun berhomeeducation bersama anak-anak, bukan sebentar ya.. tetapi belum lama juga sih. Namun, alhamdulillah, kami bersyukur telah Allah pilih untuk mendapatkan hidayah sunnah dan ilmu tentang tauhid. Ya, aqidah yang lurus.
Bukan sekali atau dua kali kami menemukan diri tercenung dengan dahsyatnya penghambaan dan penyerahan diri anak-anak kepada Allah. Katakanlah, ketika Faris sangaaaat menginginkan sesuatu. Sangat jarang sekali ia meminta sesuatu (yang mahal) dengan redaksi, “Mama, Faris kepengen ini” Tapi, ia menggantinya dengan kalimat seperti, “Mama, kalau Allah kasih rezeki lewat Mama, boleh beli ini?” dan diskusi pun berlanjut dengan kemanfaatan yang Faris mau itu. Bahkan untuk hal yang kecil pun, ketika Papanya pulang kantor membawakan roti, Faris selalu mengucap, “terimakasih Pa udah bawakan roti buat Faris, terimakasih ya Allah buat rezeki hari ini.” MasyaAllah anak-anak.😍
Saya sering sekali mengulang-ulang menyebut agar anak-anak terus bersyukur atas nikmat dan karunia dari Allah. Begitu pula ketika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka mau. Atau, ketika mereka tiba-tiba mendapatkan apa yang telah lama mereka idamkan dan tidak mungkin dibelikan orang tuanya. Tauhid. Ya, landasan inilah yang membuat perjalanan mendidik menjadi sangat dimudahkan Allah. A truly scientific way of parenting. Setidaknya, itu yang kami rasakan hingga detik ini. Pilihan dan konsekuensi ada di tangan masing-masing keluarga.😊
Terimakasih umma elsaif sudah memilih tema ini, catatan saya yang masih di draft berbulan-bulan lamanya akhirnya bisa di post kelanjutannya 😁