QOTD : Ma, Kenapa kok Faris Cegukan? Kenapa kalau Cegukan harus Minum?

Apakah teman-teman pernah cegukan?

Cegukan adalah kondisi dimana otot diafragma yang memisahkan bagian rongga dada dan perut mengalami kontraksi dalam waktu singkat.

Ini membuat pita suara menutup secara otomatis sehingga mengeluarkan bunyi cegukan yang sulit dihentikan.

Cegukan membuat kita merasa tidak nyaman di bagian dada, perut, dan tenggorokan. Ini bisa berlangsung selama 2 sampai 3 menit atau bahkan lebih. Cegukan dapat berhenti sendiri tanpa kita lakukan pengobatan apapun.

Kenapa, ya, kita bisa cegukan?

1. Makan terburu-buru

Makan dengan terburu-buru dapat membuat udara masuk ke saluran pencernaan yang membuat kontraksi pada rongga perut dan dada sehingga akhirnya menyebabkan cegukan. Terkadang orang yang mengalami cegukan ini akan merasa muntah, sakit perut, dan sakit pada tenggorokan.

Oleh karena itu, sebaiknya kita makan pelan-pelan dan jangan terlalu cepat. Tetapi seandainya sudah telanjur cegukan, jangan panik. Kamu bisa meminum seteguk air secara perlahan dan hati-hati.

2. Asap pekat

Asap pekat yang merupakan limbah pembakaran atau polusi udara jika dihirup juga dapat menyebabkan cegukan. Asap tersebut masuk melalui saluran pernapasan, baik dari hidung atau pun mulut.

Jika terjadi seperti ini, sebaiknya kita masuk ke ruangan yang udaranya lebih segar dan mengandung oksigen. Selain itu, minum air putih juga bisa dilakukan untuk meredakan cegukan.

3. Perasaan emosi

Perasaan yang terlalu menggebu-gebu seperti rasa senang atau terlalu sedih dapat membuat cegukan. Dorongan emosi yang terlalu kuat membuat bagian otot yang memisahkan perut dan dada mengalami kontraksi.

Agar ini tidak terjadi, sebaiknya kita dapat mengendalikan perasaan senang atau sedih agar lebih tenang.

Jika kita mengalami cegukan karena luapan emosi, mulailah bernapas dari hidung dan keluarkan melalui mulut. Lakukan seperti ini sebanyak 10 kali atau lebih, disesuaikan dengan kenyamanan. Kita juga bisa meminum air putih untuk menenangkan diri.

4. Makanan yang terlalu pedas

Cabai mengandung gas yang dapat menyumbat tenggorokan sehingga menyebabkan cegukan. Ini dapat terjadi ketika kita makan makanan yang terlalu pedas.

Jika cegukan sudah terjadi, segeralah minum air putih secukupnya dan hindari untuk mengonsumsi makanan yang terlalu pedas.

Biasanya cegukan terjadi dalam waktu yang singkat. Tetapi jika mengalami cegukan selama lebih dari 2 jam, maka sebaiknya periksakan ke dokter. Karena cegukan yang terjadi dalam waktu yang lama dapat menganggu sistem pencernaan dan pernapasan. Meskipun sebenarnya kejadian yang seperti sangat jarang terjadi.

Referensi :
[1] Mengapa Kita Cegukan ? Mengapa Bulu Mata Kita Tidak Tubuh? dan 151 Pertanyaan Menggelitik Seputar Tubuh Kita. Beth Ann Ditkoff. Penerbit : Ufuk Press.
[2] Kenapa, Ya? seri 4. Emilie Gillet. Penerbit : Buana Ilmu Populer.
[3] www.ebookanak.com

#HijrahParenting
#30CeritaHijrah
#CeritaHijrah06

QOTD : Ma, Kenapa Kok Kembang Api Bisa Warna Warni?

Siapa yang suka nongkrongin kembang api? Saat malam tahun baru, malam takbir, atau bahkan imlek, anak-anak seringkali tak lepas dari yang namanya kembang api. Untuk menyambut dan memeriahkan malam pergantian tahun, banyak orang akan menjual kembang api dan petasan. Begitu juga di Batam, seminggu jelang perayaan imlek beberapa orang sudah mulai menyalakan kembang api dan petasan saat malam tiba.

Bagaimana reaksi anak-anak?
Faris dan Irbadh sejak kecil sangat excited ketika melihat kembang api atau petasan. Tetapi mereka jarang sekali melihat kembang api secara langsung. Apabila ada kesempatan palingan anak-anak lihat dari jendela rumah saja hehe. Saya mengafirmasi anak-anak agar tidak perlu merayakan sesuatu, dengan kembang api. Alasan saya cukup sederhana, karena asap yang ditimbulkan oleh kembang api itu tidak baik untuk kesehatan. Apalagi kan anak-anak usianya masih sangat kecil. Meski begitu namanya juga anak-anak, fitrahnya untuk belajar dan ingin tahu banyak hal.

Begitupula dengan cerita semalam, seperti biasa Faris selalu menyenangi aktivitas pillowtalk bersama saya dan adiknya. Malam ini kami membahas mengenai kembang api.

Faris sangat penasaran sekali dan bertanya kepada saya, “Ma, kok bisa sih kembang api itu keluar warnanya yang warna warni gitu? Apa dikasih pewarna ya sama yang buat?”

Ada yang tahu jawabannya?

Jadi teman-teman tahu nggak sih, ternyata kembang api bisa menghasilkan warna-warna tersebut dari bahan kimia, lo. Kira-kira warna tersebut dihasilkan dari bahan kimia apa ya?

Nah, berikut adalah daftar bahan kimia yang menghasilkan warna pada kembang api:
(Al), menghasilkan warna perak dan putih kerlap-kerlip.
Barium (Ba), menghasilkan warna hijau.
Garam Kalsium, menghasilkan warna oranye.
Tembaga (Cu) menghasilkan warna biru.

Source : sainskimia.com

Kembang api memang saat ini akan menjadi barang buruan untuk pesta di malam pergantian tahun baru cina. Saya hanya berpesan, hati-hati dalam menggunakannya ya… Bagi para orang tua, tetap dampingi putra-putrinya sembari diberikan informasi bernilai pengetahuan saat bermain, apalagi saat mereka bertanya mengaoa kembang api berwarna-warni?

#day5
#16Feb18
#batam
#3y6m
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak