Ibu Berkisah : SIRAH SAHABAT RASUL AL-QA’QA’ BIN AMR ATAMIMI

Sebelum berkisah, ayah dan bunda harus memahami terlebih dahulu tentang cerita apa yang hendak disampaikannya, tentu saja disesuaikan dengan karakteristik anak-anak usia dini. Agar dapat bercerita dengan tepat, maka orang tua harus mempertimbangkan materi ceritanya.

Berdasarkan salah satu artikel di kuttab Al Fatih, usia awal sampai dengan 9 tahun, anak-anak sebaiknya dikisahkan materi tentang mencintai binatang. Bisa dimulai dr kisah nabi Yunus dan ikan paus), (kisah nabi Musa dan Ular) dan (kisah nabi Sulaiman dan burung hud-hud). 

Di usia awal sampai dengan 9 tahun, ayah bunda juga bisa berkisah Khusbah dan debitor), (kisah tiga orang yang telah menutup diri pada batu dengan merobohkannya), serta (kisah orang buta, kusta, dan orang botak).

Mulai usia 9 tahun, anak mulai diberikan materi kisah-kisah tentang etika komunikasi/adab. Bisa mulai dr Kisah Nabi Ibrahim bersama Ayahnya), (kisah nabi Yusuf dan seorang wanita), serta (kisah Zulkarnain). 

Diatas usia 9 tahun, kisah-kisah sunnah Nabi, pertama (kisah Abi Hurairah dan Syaitan), kedua (kisah bejana emas) dan ketiga (kisah orang yang membunuh 99 orang). 

Bagaimana Memulai Berkisah? Adakah teknik khusus dalam Berkisah?

Point penting yang harus diperhatikan ketika akan memulai berkisah adalah jangan paksakan ananda untuk mendengarkan cerita jika ia sedang asyik bermain. Ibu dan ayah tidak boleh memaksa, namun boleh untuk membujuk.
Tunggu sampai ananda mencari kegiatan yang baru, maka ibu dan ayah dapat menawarkan kepadanya untuk bercerita.

Batita (bawah tiga tahun) dan balita (bawah lima tahun) senang mendengarkan cerita sambil di pangku dan di dekap dalam pelukan. Lakukanlah hal ini, karena anak biasanya masih bingung dan takut dengan setiap kegiatan baru.

Mendengarkan kisah sambil menikmati sentuhan kasih ibu atau ayah adalah sebuah kombinasi yang sangat sempurna. Selain itu, dengan dipangku anak akan lebih tenang dan mudah berkonsentrasi. Kalau saya dan Faris lebih suka memulai kisah dengan diskusi dan tanya jawab atau cerita berima.

baca juga : Kisah Laba-laba dan Hijrah Rasulullah SAW

Untuk beberapa batita dan balita harus dibantu untuk mulai berkonsentrasi. Caranya? Mulailah bernyanyi lagu-lagu favoritnya. Umumnya anak akan ikut bernyanyi. Nah, kalau anak sudah santai dan ikut bernyanyi, maka cerita dapat segera dimulai. Lembutkan suara ibu dan ayah, supaya ananda terpikat mendengarkan alur cerita. Saya senang menunjukkan gambar yang menarik melalui buku bergambar, atau menggunakan diorama. Untuk anak perempuan biasanya lebih tertarik jika menyimak kisah melalui media boneka untuk membantu si ananda agar dapat membayangkan ceritanya.

Kalau ananda sudah mulai “rewel” atau tidak tertarik dengan cerita, ibu dan ayah boleh bernyanyi kembali, supaya si kecil tidak jenuh. Selama bernyanyi ibu dan ayah boleh bertepuk tangan atau melakukan gerakan-gerakan yang menarik minat si kecil. Setelah itu baru melanjutkan cerita.

Bagi anak yang belum pernah mendengarkan cerita, kadang memang sulit untuk tenang mendengarkan cerita. Ibu dan ayah harus sabar dan tidak boleh putus asa melewati proses ini. Karena setelah kesulitan pasti ada kemudahan, biasanya yang sulit itu di awal jika kita konsisten insyaAllah akan semakin mudah. Begitu si kecil menemukan kenikmatan mendengarkan cerita, ibu dan ayah akan bercerita tanpa gangguan yang berarti.

Oiya ada satu hal penting lagi, sebaiknya matikan televisi, DVD atau VCD jika sedang berkisah supaya si kecil bisa konsentrasi pada ceritanya. Sebab, tayangan di televisi, DVD, atau VCD tetap menarik bagi batita dan balita.

Tayangan tersebut memiliki suara, musik, warna dan gerakan-gerakan yang sangat menarik minat batita dan balita.

SIRAH SAHABAT RASUL AL-QA’QA’ BIN AMR AT-TAMIMI

Faris : “Ma,boleh nggak Faris belajar berkuda?”
Mama : “Bolehlah, sayang. Berkuda kan Sunnah Nabi, dan selain itu Allah menyebutkan ‘kuda perang’ dalam ayat pertama QS. Al-‘Adiyaat”
Faris :” Oh, ada ceritanya juga ya. Faris mau dengar kisah tentang Ksatria berkuda ”
Mama: “Oke.”

Semoga kisah ini bisa memotivasi agar engkau menjadi ksatria pembela Islam yang gigih dan dicintai Allah😇

Faris, kali ini Mama akan bercerita tentang Al-Qa’qa’ bin Amr At-Tamimi

Siapakah Beliau?

Beliau adalah salah seorang sahabat Rasulullah dari Bani Tamim. Ia sangat pemberani dan senantiasa mempersembahkan hidupnya untuk jihad di Jalan Allah. Selain itu, Ia dikenal mencintai kebaikan,jujur,cerdik,suka memuliakan tamu dan hidup bersahaja.

Suatu ketika Rasulullah bertanya padanya “Apa yang engkau persiapkan untuk berjihad?”

Lalu ia menjawab dengan mantap ” Ta’at kepada Allah dan RasulNya serta seekor kuda”.

Al-Qa’qa’ senantiasa berpegang teguh pada Islam meskipun Rasulullah telah wafat. Oleh karena itu Abu Bakar menunjuknya menjadi pemimpin satu peleton pasukan muslimin untuk memerangi murtadin.

Dalam sebuah perang Qadisiyah dengan berani ia menyerang Bahman Jadzuyah,panglima pasukan Persia hingga tersungkur tak berdaya. Ia juga memiliki siasat yang luar biasa dalam menaklukkan pasukan gajah-gajah Persia,hingga takut terhadap kuda-kuda kaum muslimin. Dengan berani, Al-Qa’qa’ mengejar kearah jantung barisan musuh hingga pasukan Persia terpecah belah dan melarikan diri.

Rustum, pemimpin pasukan besar pun tewas oleh pasukan muslimin. Dan akhirnya Persia pun takluk. Puncaknya, Al-Qa’qa’ memimpin pasukan mujarradah yakni pasukan berkuda dalam menaklukkan kota Nahawand. Dan sejarah mencatat perang tersebut sebagai Fathul futuh( penaklukan segala penaklukan),dimana setelahnya Persia tidak mampu untuk berdiri lagi.

Al-Qa’qa’ senantiasa siap menjual dirinya kepada Allah SWT dan mempersembahkan jiwanya untuk membela agamaNya.

Faris: “Faris mau, Ma. Faris mau jadi pejuang Islam, Ma.”

Mama:” MasyaaAllah, Semoga Allah menjaga dan senantiasa mencurahkan pertolongan Nya buat engkau, sayang. ”

📚 Disarikan dari buku 10 Pendekar Rasulullah saw; Ksatria Islam yang Gagah Berani, Penulis Asyraf Muhammad Al-Wahsy.[dari Hijrah Islamic Parenting]

〰🐴✨🐴✨🐴✨🐴✨🐴✨〰

Semoga siroh sahabat Rasulullah menjadi penyemangat Ananda meraih cinta-Nya💚

Media Berkisah : Kisah Nabi Yunus AS dan Diorama Ikan Paus

Apa sih Media Berkisah?

Menurut buku Bahagia Berkisah karya Ibu Hikmah Yulitasari, media berkisah dibagi menjadi dua, unsur utama dan unsur pelengkap.

Ada tiga unsur utama berkisah, antara lain:
1. Ibu & Ayah
2. Anak
3. Kisah.
Bersumber dari Al Qur’an, hadits, sirah melalui berbagai media berkisah.

Unsur pelengkap media berkisah, diantaranya :

1. Majelis ilmu
2. Buku
3. Alat peraga yang ada di rumah / lingkungan
4. Boneka jari / tangan
5. Audio
6. Audio visual
7. Internet

Agar terlihat jelas, mana yang harus ada. Mana yang tidak ada pun tidak apa-apa asalkan ada unsur utama.
Kaidahnya, yang utama ada pelaku kisah. Ada yang menyimak kisah. Ada sumber kisah.

Adapun media berkisah sebagai pelengkap akan memudahkan, terutama bagi yang sedang berproses memulai rutin berkisah.

Bagi yang sudah rutin berkisah, pelengkap bisa menjadi sangat variatif dan bisa dipadupadankan yakni gabubgan dari beberapa media berkisah.

Bahkan, jika sudah terbiasa berkisah, sudah bisa bertutur kisah secara langsung dengan menarik.

Media berkisah berfungsi sebagai :
1. penarik minat anak
2. Variasi baru penunjang berkisah
3. Suasana baru bagi ibu dan anak.

Namun, pada kondisi tertentu, tanpa media berkisah pun kadang berkisah malah jadi lebih hidup, lebih bervariasi, lebih berwarna.

Point terpenting disini adalah setelah ibu merasa bahagia berkisah, nikmatilah, eksplor potensi diri, eksplor potensi anak, eksplor benda-benda yg ada di rumah dan lingkungan sekitar.

Gunakan mata hati dan akal untuk menemukan, kira-kira apa sih yang bisa dipakai sebagai pelengkap berkisah.

Setiap ibu dan anak punya kebutuhan sendiri. Rumah setiap ibu memiliki kondisinya sendiri. Lingkungan ibu ada situasinya sendiri. Bisa jadi tidak sama antara satu ibu dengan ibu lain, walaupun sama-sama satu grup di KIB. Jadi, silahkan menemukan sendiri yah, kira-kira media berkisah apa yang bisa dipakai.

Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang secara harfiah berarti “perantara” yaitu perantara sumber pesan dengan penerima pesan. Salah satu sumber belajar bagi anak adalah melalui sebuah media berkisah. Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media berkisah merupakan hal yang penting agar orang tua baik ayah maupun ibu lebih mudah menyampaikan dan anakpun memahami pesan yang disampaikan dalam sebuah kisah.

Memang harus ya cari media berkisah?

Ibu Hikmah, menyarankan iya. Kenapa? Iman kita naik turun. Amal kita turun naik. Kondisi kita berubah terus. Apalagi respon anak hehehe. Makhluk ciptaan Allah yang luar biasa istimewa dengan karakternya sendiri, dengan pikirannya sendiri, dengan tingkah polanya sendiri. Hari ini merespon berkisah dengan antusias dan manis. Besok bisa menolak dan lari kesana kemari. Kemarin kritis bertanya. Lusa datar saja. Begitulah anak-anak.

Jadi ibu memang harus dinamis, dengan tujuan menyegarkan niat, memperbaharui amal, mencari suasana baru yang bikin anak senang dan tidak jenuh.

Bukan berarti, setiap hari ibu harus ganti sarana, ya nggak begitu juga. Ibu-ibu kan banyak urusan yaa. Repot atuhlah kalo tiap hari kita harus cari media berkisah baru.

Maksudnya, saat Ibu sedang ada waktu dan kesempatan, gunakanlah untuk mencari sarana media berkisah baru. Insya Allah bukan hanya anak saja yg senang, bahkan ibu juga ikut senang kan ya. Ibarat mencicipi menu makanan yang beda, punya baju baru, itu kan ada rasa baru yang beda gimana gitu ya hehehe. Nah kurang lebih begitu.

ini diorama kita

Sesungguhnya ada berbagai macam media berkisah untuk anak-anak. Dalam kesempatan kali ini saya akan berbagi cerita tentang media berkisah yang saya gunakan untuk berkisah beberapa hari ini. Saya memilih menggunakan diorama sebagai media dalam berkisah. Kenapa diorama? Karena di usia anak saya saat ini, dia sedang senang-senangnya belajar menggunting tempel dan membuat papercraft. Jadilah kami membuat project diorama kehidupan bawah laut dan ikan paus untuk mendukung kegiatan berkisah.

Cara pembuatan diorama sederhana ini sangat mudah dan anak-anak pun puas dengan hasil karyanya. Alat dan bahannya pun sederhana, kita hanya memerlukan kertas kardus tebal, karton, gunting, cutter, penggaris, lem kertas, selotip, benang, dan jarum.

Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam pembuatan diorama antara lain sebagai berikut :

1.Membuat sketsa yang akan dibuat dan gambar rencana diorama sesuai dengan tema yang akan diangkat dalam proses berkisah.
2.Menyimpan tempat diorama. Tempat diorama ini dapat berupa kotak karton, kotak kayu, meja, lantai dan sebagainya sesuai dengan ukuran diorama yang diinginkan.
3.Mengerjakan bagian-bagian diorama secara rinci dengan yang direncanakan dalam gambar sketsa. (kalau saya buat di laptop kemudian siap dicetak)
4.Setelah selesai membuat bgaian-bagiannya, barulah kita bisa menyusun bagian-bagian tersebut di atas tempat diorama yang telah disiapkan.
5.Mewarnai dan menghiasi diorama agar nampak lebih hidup dan nyata.

Tiap diorama dibuat di dalam kotak dengan sisi yang terbuka. Sebagian terbesar dari objek diletakkan diatas panggung seperti hewan laut dari karton yang dilipat, cat-cat atau krayon digunakan untuk mendekorasi, bagian belakang dan dinding bagian samping diorama. Karena Faris belum bisa mewarnai dengan baik, jadi saya buat langsung dicetak jadi ia tidak perlu mengecat.

Setelah jadi, biarkan anak untuk menyentuh dan memainkan media diorama tersebut dengan imajinasi yang mereka miliki. Selain diorama, saya juga menyiapkan stiker yang nantinya ditempel sesuai dengan narasi yang saya sampaikan, mudah-mudahan dengan ikhtiar ini anak dapat memahami kisah hikmah yang saya sampaikan.

Manfaat Media Diorama

1. Dengan menggunakan media diorama ini anak akan lebih berkreatif dalam mengekspresikan pemandangan.
2. Cocok untuk anak dengan gaya belajar visual, karena diorama dapat mevisualisasikan apa yang ada dalam pikirannya.
3. Dapat melatih fokus dan kesabaran anak.

Kisah Hikmah Nabi Yunus AS

Hari ini, Mama punya kisah yang penuh hikmah buat Faris. Kisah apa ya? Ini adalah kisah Nabi Yunus AS. Begini kisahnya,

Ada sebuah negeri di bagian Selatan Irak yang bernama Ninawa. Negeri itu sangat kaya. Namun penduduknya ingkar dan tidak bersyukur. Mereka menyembah berhala dan bukan menyembah Allah.

Allah pun mengutus Nabi Yunus Alaihi Salam untuk berdakwah kepada penduduk negeri itu. Nabi Yunus menyeru penduduk Ninawa untuk menyembah Allah, pencipta alam semeata beserta isinya. Ajakan Nabi Yunus ditolak mentah-mentah oleh penduduk Ninawa. Setelah bertahun-tahun, hanya sedikit yang mau mengikuti ajakan Nabi Yunus untuk beriman kepada Allah.

Melihat keadaan tersebut, Nabi Yunus yang memberitahukan bahwa azab Allah segera datang kepdaa mereka. Tetapi, penduduk Ninawa tidak percaya. Mereka tidak peduli dengan peringatan Nabi Yunus. Suatu hari, sebelum azab yang dijanjikan tiba, Nabi Yunus pergi meninggalkan kaumnya.

Tidak lama kemudian, tampaklah awan gelap yang bergumpal-gumpal diselingi petir yang menyambar-nyambar, dan cahaya merah seperti api yang hendak turun dari langit. Penduduk Ninawa berlarian mencari perlindungan. Saat itulah mereka ingat Nabi Yunus. Para penduduk pun berbondong-bondong mencari Nabi Yunus. Mereka beramai-ramai memohon ampun dan bertobat kepada Allah SWT.

Tobat mereka diterima Allah. Awan gelap yang menyelimuti kota itu pun menghilang perlahan- lahan, sehingga azab tidak jadi diturunkan. Penduduk Ninawa pun terkejut melihat berhala sembahan mereka hancur berkeping-keping terkena sambaran petir.

“Benarlah apa yang dikatakan Nabi Yunus. Mulai sekarang, kita akan menyembah Allah dan mengikuti ajarannya!” seru penduduk Ninawa.

Sementara itu, Nabi Yunus telah tiba di pinggir laut. Nabi Yunus akhirnya naik ke sebuah kapal. Ia berencana pergi jauh dari negeri Ninawa karena penduduknya tidak mau menerima dakwahnya. Perjalanan Nabi Yunus ternyata tidak mudah. Di tengah laut, topan dan gelombang besar datang menghadang. Kapal pun terombang-ambing dan hampir tenggelam.

Nakhoda kapal langsung mengumpulkan para penumpang. “Biasanya, hal seperti ini terjadi jika ada seorang pelarian di dalam kapal. Kapal ini tidak mau membawa orang yang sedang dalam pelarian. Karena itu, kita akan mengundi siapa yang akan dibuang ke laut!” seru sang nakhoda.

“Tidak usah diundi. Akulah orangnya. Biar aku saja yang terjun ke laut!” kata Nabi Yunus. “Dari raut wajahmu, aku tidak percaya engkau seorang pelarian,” ucap nakhoda kapal. “Sudah, diundi saja biar adil!” seru penumpang yang lain. Setelah diundi sebanyak tiga kali, nama Nabi Yunus selalu keluar. Itu artinya, Nabi Yunus akan dibuang ke tengah laut. Melihat hal itu, Nabi Yunus tidak terkejut. Dari semula ia merasa bahwa dirinyalah yang menyebabkan kapal terombang-ambing.

Tanpa dipaksa, ia pun langsung terjun ke laut. Tiba-tiba, saat tubuhnya akan mencapai air, sebuah mulut hewan raksasa menangkap dirinya. Ya, seekor ikan paus yang sangat besar diutus Allah untuk menelan Nabi Yunus. Ikan Nun, diperintahkan oleh Allah agar tidak memakan daging dan meremukkan tulang Nabi Yunus, karena Nabi Allah itu bukan santapannya. Allah hanya ingin perut ikan paus itu sebagai penjara untuk Nabi Yunus.

Ikan paus itu lalu membawa Nabi Yunus ke berbagai lautan, hingga sampai di dasar sebuah lautan. Mengetahui dirinya berada di dalam perut ikan, Nabi Yunus pun berdoa pada Allah, “Ya Allah, tidak ada tuhan selain Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim!”

Nabi Yunus terus-menerus berdoa, memohon ampun pada Allah SWT, atas kekhilafannya. Allah SWT pun mendengar doa Nabi Yunus dan berkenan mengampuninya.

Dengan perintah Allah, paus besar yang menelan Nabi Yunus perlahan-lahan berenang ke tepi laut dan memuntahkan tubuh Nabi Yunus yang sakit dan lemas ke daratan. Allah lalu menumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu dan melindunginya dari terik matahari sampai keadaan tubuhnya membaik.

Setelah sehat kembali, Allah SWT, memerintahkan Nabi Yunus untuk kembali ke kaumnya di negeri Ninawa yang dulu ditinggalkan. Nabi Yunus pun berjalan menuju kampung halamannya. Penduduk kota Ninawa menyambut gembira kembalinya Nabi mereka yang telah lama menghilang. – tamat –

Pertanyaan yang muncul :
“Mama, ikan Nun masih hidup nggak sekarang? “

Catatan :

kegiatan berkisah kali ini, saya dan Faris sangat menikmati setiap prosesnya. Saat dibacakan kisah, Faris tidak hanya memperhatikan tetapi ia juga memainkan dioramanya sambil menempel stiker yang sudah saya sediakan agar ia memahami alur dari kisah yang saya sampaikan. Sehingga diharapkan ia bisa mengambil hikmah dari kisah ini dan dapat menceritakan kembali. 💕

Kelas Pertama Komunitas Ibu Berkisah Batch 4

Apasih Komunitas Ibu Berkisah itu?

Komunitas ini didirikan atas dasar kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia. Dimana sebagian ibu belum ‘serius’ melakukan aktivitas berkisah kepada anaknya, khususnya anak balita dan umumnya anak-anak usia SD. Kendalanya, bisa karena kurang ilmu berkisah, bisa karena situasi dan kondisi ibu, anak, ekonomi, lingkungan, dsb. Banyak faktor.

Namun di sisi lain, sebagian sudah banyak yang sadar akan pentingnya berkisah, bahkan ada yang menyebut dengan istilah wajib. Nah, para ibu ini juga diharapkan bukan hanya bisa memberi manfaat kebaikan untuk diri dan anaknya. Lebih baik lagi, jika bisa berbagi ilmu dan pengalaman berkisah kepada ibu lain. Karena ini merupakan PR besar bersama.

Untuk itu, bismillah dengan memohon bimbingan dan ridho Allah, saya ingin mengumpulkan para ibu, lebih baik lagi calon ibu baik yang sudah menikah atau pun belum menikah, untuk saling belajar dan berbagi, saling mengingatkan dan menyemangati, agar anak kita, anak saudara muslim kita, anak tetangga kita, dan anak-anak Indonesia mendapat kisah dari ibunya.

Nah, sampai sini semoga tujuan baik kita sama yaa, seiring sejalan sambil menambah silaturrahim.. insya Allah akan menambah berkah untuk hidup kita Aamiin.

Kelas online ini akan membahas materi dengan tema :

Pekan 1 : Keutamaan Berkisah. Mengapa Berkisah? Motivasi Berkisah

Pekan 2 : Manfaat berkisah. Manfaat bagi ibu, ayah, anak. Manfaat bagi bangsa dan agama.

Pekan 3 : Media Berkisah. Macam-macam sarana prasarana penunjang berkisah.

Pekan 4 : Metode Berkisah. Teknis berkisah. Trik. Tips.

Selanjutnya, masuk program komunitas, saling berbagi kemanfaatan ilmu, sosial dan ekonomi.

Hari ini kami masuk pada tema pertama, Keutamaan Berkisah yang diisi oleh founder Komunitas Ibu Berkisah, mbak Hikmah Yulitasari. Dan dimoderatori oleh mbak asrie biasa dipanggil mba acie, beliau PJ kelas online KIB dari divisi kemanfaatan ilmu KIB.

Sebelum memulai mbak Hikmah membagikan adab menuntut ilmu sebagai pengingat bagi dan kita semua, semoga dengan memperhatikan adab menuntut ilmu, sedikit apapun ilmu yang kita peroleh, bernilai pahala dan membawa banyak keberkahan bagi diri dan keluarga ibu shalihah semua, aamiin.

Sebelum masuk materi, ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan terkait adab menuntut ilmu😊

Adab Menuntut Ilmu

Pertama, Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu

Kedua, Rajin berdoa kepada Allah Ta’ala, memohon ilmu yang bermanfaat

Ketiga, Bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu merasa haus ilmu

Keempat, Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah Ta’ala.

Kelima, Tidak boleh ‘sombong’ dan tidak boleh ‘malu’ dalam menuntut ilmu.

Keenam, Mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan.

Ketujuh , Diam ketika pelajaran disampaikan.

Kedelapan , Berusaha memahami ilmu yang disampaikan.

Kesembilan , Menghafalkan ilmu yang disampaikan.

Kesepuluh , Mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan.

Kesebelas , Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Kedua belas , Berusaha mendakwahkan ilmu.

Referensi:
Adab & Akhlak Penuntut Ilmu karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Maka sesuai petunjuk teknis dan adab menuntut ilmu, mohon kerja sama dan saling mengingatkan di antara kita semua dengan santun, agar selama materi berlangsung off chat dan grup ini memang satu arah. Pertanyaan bisa diajukan ke PK masing-masing.

Materi Pertama

Apa itu berkisah?
Sama kah dengan dongeng?

Silakan cek kamus KBBI.

Berkisah adalah cerita tentang kejadian, riwayat dsb dalam kehidupan seseorang dsb.

Dongeng adalah cerita yang tidak benar2 terjadi. Keperkataan yang bukan-bukan atau tidak benar. Mengatakan yang tidak benar.

Jadi jelas berbeda ya.

Jadi utamakan berkisah kepada anak.

Jadi gak boleh dongeng dong?

Boleh saja selama isi dongengnya ada pesan kebaikan. Namun dongeng hanya sebagai pelengkap bumbu2. Perbanyaklah porsi berkisah.

Sekarang yuk kita bedah dari sisi Al Qur’an, hadits, dan sirah.

Allah Subhanahu Wata’ala banyak menyampaikan firman-Nya kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril, isinya banyak tentang kisah.

Komunitas Ibu Berkisah mengambil lambang logo matahari, sebelas bintang dan bulan berdasarkan asbabun Nuzul (sebab turun ayat) Q.S.Yusuf : 3&4, dst. Itu adalah awal mula Allah berkisah kepada Nabi Muhammad atas permintaan para sahabat pada suatu ketika berkata,

“wahai Rasulullah, alangkah baiknya jika sesekali engkau menceritakan kisah
kepada kami.” (HR.Ibnu Jarir)

Nabi Muhammad mendapat Wahyu di Makkah (yaitu ayat2 makkiyyah sebelum hijrah selama 13 tahun). Sebagian besar kisah. Maka menguatkan bahwa Makkah adalah fase yang banyak kisah. Makkah adalah masa pondasi pembentukan umat. Kisahnya para nabi terdahulu dengan kaum Bani Israel Yahudi, Nasrani, Majusi. Nabi Muhammad diajarkan Allah untuk mengenal terlebih dahulu karakter kaum tsb sebelum bertemu (sebelum hijrah, yang ditemui hanya kaum Arab saja). Sehingga ketika Nabi Muhammad hijrah dan mulai berdakwah secara luas, beliau sudah punya bekal, tahu bagaimana strategi dakwah kepada setiap jenis kaum berdasarkan kisah dalam Al Qur’an.

Maka, mengikuti bagaimana cara Allah mengajarkan Nabi Muhammad. Otomatis juga mengikuti cara nabi Muhammad mengajarkan umatnya, berkisah mengenalkan Allah, Rasulullah dan para nabi sejak dini, merupakan cara terbaik untuk pondasi dasar anak sebelum pergi ke dunia luas mempelajari segala macam ilmu. Agar ketika belajar ilmu apa pun, imannya menjadi benteng. Aman dari penyimpangan akidah dan segala macam pergaulan buruk. Syukur2 bisa menasihati dan menjadi contoh teladan untuk orang lain.

Selanjutnya dari sisi penelitian ilmiah, The Worlds Most Literate Nations (WMLN) merilis daftar peringkat negara dengan tingkat literasi paling tinggi di dunia. Penelitian dilakukan oleh Jhon W Miller, Presiden centrafarm al Connecticut State university, new Britain.

Hasilnya, Finlandia, Norwegia dan Iceland adalah negara dengan tingkat literasi tinggi dan tergolong negara maju dari sisi pendidikan. Ternyata minat baca tinggi dan budaya bercerita kepada anak dilakukan di negara tsb.

David Mclelland seorang pakar psikologi sosial mengungkapkan hasil penelitiannya sebuah teori bahwa cerita atau dongeng anak sebelum tidur sangat mempengaruhi prestasi suatu bangsa. Membandingkan Dua negara terkuat abad 16 yaitu Inggris dan Spanyol. Di Inggris, cerita anak kaya muatan spiritualis dan motivasi untuk maju. Sementara di Spanyol, kaya muatan yang membuat anak terlelap terninabobokan. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi di Inggris lebih tinggi daripada Spanyol.

Kalo asumsinya kita analogikan. Berarti kondisi Indonesia sekarang ‘mungkin’ karena kualitas dongeng kita.

Nah, dongeng saja segitu besar pengaruhnya. Padahal bukan cerita nyata. Apalagi kalo yang disampaikan ke anak adalah kisah. Banyak sekali pesan kebaikan yang memang benar terjadi dan akan terekam di memori anak yang mempengaruhi kehidupannya.

Sejarah mencatat, Muhammad Al Fatih penakluk Konstantinopel adalah penyuka kisah sejarah. Dari sukanya, jadilah ia sebaik-baik pemimpin yang baik yang berhasil menembus benteng konstantinopel.

Berikut pertanyaan yang masuk saat diskusi:

1. Jadi kalo kita mau berkisah ke anak itu contohnya seperti apa? sprti menceritakan kisah2 nabi?
berkisah dengan bercerita sama tidak?

Jawaban:
Betul mba Tuti, kisah nyata, kisah nabi dan rasul, kisah orang2 terdahulu, kisah sejarah nabi Muhammad sejak dalam kandungan sampai wafat, sejarah para pahlawan dsb. Bercerita bersifat umum mba. Cerita bisa fiksi bisa non fiksi. Bisa kisah bisa dongeng. Sementara berkisah itu bercerita hal nyata yang benar terjadi.

2. Mengenai berkisah, saya kadang membacakan nama2 malaikat yg disebutkan atau nama2 rasul. Apakah ini termasuk berkisah?
Krn sy msh menggunakan buku (kami pakai dr perisai quran kids) kdg ktk blm selesai kisah (misal nabi uzair alaihi salam br sampai naik keledai) nah anak sy malah tanya ttg keledainya dan lalu lihat2 hewan yg di bukunya, gmn ya mba? Apakah kisah hrs selesai? Atau sy mgk ada yg keliru menyampaikan?

Jawab:
Iya, namanya menyampaikan berita ilmu dengan cara berkisah. Penjelasannya selanjutnya in sya Allah pada tema teknis berkisah. Salah satu media berkisah adalah buku dan bukan hanya buku, masih banyak media berkisah lain. Insya Allah akan dibahas detail pada tema media berkisah.
Wajar jika anak-anak apalagi usia balita sangat tertarik pada binatang, dan sifat anak mudah teralihkan dengan hal yang menarik hatinya. Namun juga mudah dibentuk untuk satu kebiasaan tertentu.

Berkisah tidak harus sampai selesai. Saat anak bertanya adalah momen emas untuk menjawab pertanyaannya, kaitkan saja jawaban dengan kembali ke kisah atau jika memang tidak berhubungan kaitkan dengan penanaman iman tauhid kepada Allah, misal keledai itu hewan ciptaan Allah nak. Semua hewan dan kita manusia juga ciptaan Allah. Kita harus sayang sama hewan ciptaan Allah.

Jadi tujuan berkisah tetap ada, yaitu penanaman iman dan pesan kebaikan.

Proses berkisah ibu kepada anak adalah pembelajaran seumur hidup, jadi insya Allah tidak ada yang keliru, yang ada terus berproses agar lebih baik dengan cara belajar ilmu berkisah. Nanti di tema2 selanjutnya akan dibahas.

3. Apakah berkisah yg dimaksud harus sampai kepada hikmah dari cerita?

Jawab:
Sebaiknya dan idealnya iya. Tapi tidak harus dalam sekali berkisah.
Maksudnya begini, berkisah adalah proses pembelajaran, proses penanaman iman dan pesan kebaikan. Maka yang namanya proses, ya nikmati saja perjalanannya, yang penting sebagai ibu kita terus berusaha terus belajar lebih baik dalam berkisah setiap harinya. Sikon anak tidak selalu sama dari hari ke hari. Begitu juga sikon ibu. Begitu juga sikon saat berkisah. Maka jika hari ini bisa berkisah sampai selesai, sampai tersampaikan pesan iman dan kebaikan, Alhamdulillah. Dan jika hari ini tidak bisa, karena anak minta dikisahkan yang lain misalnya, anak keburu tidur, buyar ayahnya pulang dsb, tidak apa2. Bisa diulang lagi besok, tawarkan lagi di lain waktu. Anak-anak tidak pernah bosan mendengar kisah yang diulang, apalagi jika sudah punya kisah favorit, bisa ibunya yang bosan 🙁

4. Saya termasuk yang tidak istiqomah berkisah. Anak saya kadang mood kadang nggak. Gimana caranya biar anak betah bercerita sama saya?

Jawab:
Caranya, nanti kerjakan BDI 1 nya dengan serius dan bahagia ya mba😊 lalu praktikan tahap demi tahap BDI2 selanjutnya. Karena bicara betah bercerita, jawabannya panjang bisa 4 pertemuan 😁 intinya, berkisahlah dengan hati, berkisahlah dengan bahagia, agar sampai di hati anak, agar anak juga bahagia.

5. Kisah apa saja yg bisa di sampaikan untuk anak2?
Apakah hanya kisah Nabi saja?

Jawab:
Banyak. Nanti akan dibahas tema berkisah sesuai tahapan usia :
*Kandungan – balita.
*Pra baligh.
*Aqil baligh.
Intinya kalau untuk anak, fokus pada :
1.penanaman iman tauhid kepada Allah;
2.pengenalan nabi Muhammad dan nabi2 lain;
3.adab keseharian.
Dengan isi kisah yang sesuai dengan usianya.

Banyak tema kisahnya, banyak medianya, banyak teknisnya. Berkisah dari Al Qur’an ibarat mengambil kisah dari lautan luas, tidak akan ada habisnya. Asalkan, kita tahu cara ambilnya. Jadi, sebagai ibu memang harus terus belajar agar punya bekal berkisah. Bicara berkisah sangat berkaitan dengan sejarah Islam. Bicara sejarah Islam, sejarah nabi Muhammad deh, Siroh Nabawiyah, wah gak ada habisnya itu. Para ahli siroh, para ahli ilmu tidak pernah kehabisan bahan untuk terus bolak balik mempelajari siroh, selalu menemukan hal baru.

6. Apakah berkisah boleh dengan media buku, maksudnya membacakan buku shiroh gitu, krn ibunya blm hafal byk kisah.

Jawab:
Boleh.

7. Saya sering dimintai mereka tuk dibacakan buku yang sempat saya belikan atas permintaan anak pertama saya yaitu ensiklopedia bocah muslim, apa buku ini termasuk alat bacaan berkisah atau gimana?
Trus kapan sebaiknya waktu yang tepat untuk berkisah.

Jawab:
Bisa umm termasuk media berkisah. Waktu yang tepat adalah saat kondusif. Ibu dan anak yang tahu. Tidak sedang mengantuk hampir terlelap (maksudnya kalau sudah ngantuk lanjut lagi nanti), tidak sedang ingin pipis atau poop. Tidak sedang lapar. Saat anak minta. Ibu berkisah tidak disambi dengan hal lain. Bisa malam sebelum tidur setelah Talaqi ayat quran, bisa siang, bisa di jalan. Yang penting nyaman kondusif.

8. Sampai usia berapa metode berkisah ini bisa kita lakukan ke anak ya bun? Apakah bijak jika berkisah pada 3 anak yang berbeda usia dalam satu waktu? Dan adakah tips khusus bagaimana berkisah menjadi hal yang menarik bagi anak anak?

Jika tema kisahnya sesuai untuk ketiga anak bisa digabung. Yaitu lihat kesesuaian dengan anak yang paling kecil. Jika tema hanya sesuai untuk kakaknya maka bergantian.
Teknis berkisah pertemuan ke-4 ya.

9. Apakah ada rundown berkisah yang dianjurkan. misalnya harus dimulai dari kisah apa terlebih dahulu. Kemudian Referensi buku yang bisa dipakai untuk berkisah yang lengkap dan menarik juga untuk anak2

Jawab:
Ada mba, pada buku bahagia berkisah tulisan saya, ada peta berkisah sebagai petunjuk berkisah sesuai usia. Detailnya nanti kita bahas di pertemuan selanjutnya.
Kalo buku, selama bukunya bersumber dari Al Qur’an, hadits, siroh, in sya Allah bagus. Cari buku yang menyertakan sumber dari quran surat apa, hadits apa, dan daftar pustakanya juga jelas.

10. Apakah berkisah itu dilakukan hanya sebelum anak tidur sebagaimana kita mendongeng?

Jawab
Tidak harus malam hari. Bisa kapan saja saat kondusif.

Notes :
Mana yg lebih utama, rutin berkisah pada anak/keluarga sendiri? Atau rutin berkisah kepada anak/keluarga sekaligus tetangga/umum?
Utama anak sendiri. Jika sudah Istiqomah dan siap Alhamdulillah bisa buat sesi berkisah dengan anak tetangga sekitar agar lebih semangat dan menjadi pahala.

Setelah sesi tanya jawab, ada tugas yang harus dikerjakan selama sepekan dan dikirimkan melalui gform. 💐💐💐💐💐💐💐💐