Promosi Gerakan Sadar Pajak Dengan Cara Asyik dan Kekinian

Apa sih fungsi pajak? Kenapa kita harus bayar pajak?

Melihat kondisi negara Indonesia saat ini maka pemerintah berperan untuk mengadakan infrastruktur publik, seperti jalan, jembatan, transportasi masal, dan berbagai fasilitas publik lainnya. Selain itu, pemerintah juga menggunakan pajak untuk pengeluaran sosial seperti program kesehatan BPJS, subsidi pendidikan, dan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun upaya pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajak nyatanya masih terganjal beberapa kendala. Salah satunya adalah masih rendahnya kesadaraan masyarakat akan kewajiban membayar pajak, meskipun sebenarnya regulasi yang dibuat terkait kewajiban membayar pajak sudah sangat jelas.

Atas dasar permasalahan tersebut, maka edukasi kepada masyarakat terkait kewajiban pajak dirasa sangat perlu dilakukan. Yang menjadi dilema selanjutnya adalah saluran apa yang dapat dipilih oleh pemerintah untuk menyampaikan pesan ini. Belajar dari para pegiat dunia periklanan, rupanya pemerintah melakukan edukasi terkait kewajiban membayar pajak melalui berbagai media, baik cetak (koran, majalah, tabloid, billboard), maupun daring dan elektronik (radio dan televisi).

Definisi Iklan

Wright memberikan definisi iklan seperti yang dikutip oleh Alo Liliweri di dalam bukunya Dasar-Dasar Komunikasi Periklanan, “iklan merupakan proses komunikasi yang mempunyai kekuatan yang sangat penting, alat pemasaran yang membantu menjual barang, memberikan  pelayanan, serta gagasan atau ide-ide melalui saluran tertentu dalam bentuk informasi yang persuasif”.

Pada umumnya pemasangan iklan dikenakan biaya oleh pengiklan, namun ada iklan yang tidak kena biaya pemasangan iklan, yakni iklan layanan masyarakat. Pengiklannya biasanya berasal dari lembaga non komersil yang bertujuan menyampaikan informasi untuk kepentingan sosial.

Apa sih Iklan Masyarakat itu?

Iklan layanan masyarakat adalah pesan komunikasi pemasaran untuk kepentingan publik tentang gagasan atau wacana untuk mengubah,memperbaiki atau meningkatkan sikap atau perilaku mereka.
Media massa memberikan ruang dan waktu pada iklan layanan masyarakat secara cuma-cuma. Hal ini sangat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran pasal 33 yang mengatakan bahwa bagi siaran iklan layanan masyarakat wajib diberi porsi sekurang-kurangnya 10 % dari waktu siaran niaga di lembaga penyiaran swasta, dan sekurang-kurangnya 20 menit dalam sehari bagi lembaga penyiaran pemerintah yang disiarkan tersebar sepanjang waktu penyiaran. Hal ini juga sangat sesuai dikarena iklan layanan masyarakat menginformasikan masalah-masalah sosial yang banyak dihadapi masyarakat.

Karena fungsinya untuk menyampaikan informasi atau bahkan propaganda, membuat iklan layanan masyarakat terkesan tidak terlalu diperhatikan. Terkadang, pesan atau informasi yang disampaikan tidak diatur sebaik iklan produk sehingga tidak tersampaikan dengan cara yang disukai masyarakat umum. Media yang digunakan juga cenderung sederhana dan tidak mencakup sasaran komunikasi. Sehingga terkesan tidak ada sosialisasi padahal komunikasi sudah dilakukan namun media yang tidak tepat membuat komunikasi tidak terjadi dengan baik.

Pemilihan media ini tidak bisa disebut sebagai faktor utama komunikasi yang tidak baik. Namun, menjadi salah satunya. Media disini dipengaruhi oleh keberagaman media saat ini dan iklan itu sendiri. Masyarakat saat ini hidup di era yang didominasi oleh teknologi dan digital.

Gerakan Sadar Pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia

Gerakan Sadar Pajak tengah digalakkan oleh Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia. Instansi pemerintah ini terus mempromosikan kesadaran masyarakat Indonesia untuk menunaikan kewajiban mereka sebagai warga negara. Selain melalui media televisi dan radio, juga berupaya mengedukasi secara proaktif dengan menghimbau melalui akun sosial media Ditjen Pajak RI.

Bukan rahasia lagi, akun Twitter Ditjen Pajak RI merupakan media sosial yang paling aktif dan tinggi interaksinya. Akun twitter Ditjen Pajak Republik Indonesia sangat interaktif dan sering mempromosikan gerakan sadar pajak dengan cara yang asyik dan media yang kekinian yaitu melalui social media. Misalnya nih komik Son Goku yang diunggah pada tanggal 24 Agustus 2017.

Pada tanggal 24 Agustus 2017, admin akun Twitter @DitjenPajakRI mengunggah cuitan yang lucu. Dalam cuitan itu, tampak sosok karakter Son Goku yang bertanya apakah kalau awan kinton, kendaraan andalannya dijual bakal kena pajak layaknya mobil dan motor?

Karena di komik si Son Goku sedang bertanya, maka…netizen menjawab “Jawabnya ada di ujung langit. Kita ke sana dengan seorang anak. Anak yang tangkas dan juga pemberaniii. Bahkan netizen ada yang iseng menggabungkan thread twitter itu dengan lagu aslinya.

Admin akun Twitter Ditjen Pajak Republik Indonesia @DitjenPajakRI sering merespon dan membuat cuitan yang ringan dan informatif serta bersahabat di mata para followers.

Melalui sosial media, admin pengelola akun ini berhasil memberikan jawaban kocak terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pengguna Twitter lain. Semoga dengan begini simpati masyarakat untuk taat pajak semakin meningkat. Terutama di kalangan millennials.

Kalau anda sudah memenuhi syarat dan berpenghasilan, maka wajib taat dengan kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia. Ingat, pajak ini dari kita untuk kita juga. Yuk taat pajak!

Manfaat Berkisah

Banyak metode yang bisa dilakukan untuk mendidik anak, menyampaikan pesan-pesan hikmah padanya dan membentuk kepribadiannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan berkisah.

Berkisah merupakan salah satu metode terbaik dalam menyampaikan pesan dan hikmah kepada ananda. Bahkan Al-quran sendiri sebagian besar isinya adalah kisah atau cerita. Kisah atau cerita bisa disampaikan pada anak sejak sedini mungkin, bahkan sejak baru lahir anak sudah bisa diceritakan. Tapi perlu dipastikan juga kalau cerita yang disampaikan pada anak kita adalah cerita yang semakin mendekatkan dan mengikatkannya pada Allah dan Rasul-Nya. Ini sangat efektif sebagai sarana untuk menanamkan tauhid dalam diri anak sejak dini.

Banyak manfaat dan hikmah yang saya dapat dari berkisah kepada anak-anak. Beberapa di antaranya adalah

1. Mempermudah anak dalam mempelajari bahasa. Anak yang sering dibacakan kisah akan lebih mudah dalam mempelajari bahasa dan semakin banyak mengenal kosakata.
Dengan berkisah, ternyata dapat meningkatkan kecerdasan anak terutama kecerdasan linguistik dan menumbuhkan kreativitas dalam diri anak. Yang harus digaris bawahi agar menjadi perhatian orang tua adalah cerita yang disampaikan kepada anak adalah kisah-kisah nyata dan sarat akan nilai-nilai Islam sebab sedikit banyak pasti berdampak baik terhadap kepribadian anak-anak.

2. Cerita yang berkualitas akan membentuk kepribadian baik anak
Sejatinya kepribadian kita terbentuk oleh apa yang sering kita dengar dan lihat. Dan salah satu yang efektif dalam membentuk kepribadian seorang anak adalah cerita. Dalam satu kesempatan Ustadz Salim A. Fillah pernah mengatakan kenapa di negeri kita ini banyak koruptor ? Sering terjadi kecurangan dan sejenisnya. Mungkin salah satu penyebabnya kata beliau adalah karena cerita yang lebih sering didengarkan oleh anak-anak di negeri adalah kisah si kancil mencuri ketimun dan berbagai kecurangannya. Secara tak lansung kata beliau sambil berseloroh ini akan membentuk kepribadian kita. Naudzubillah min dzalik.
Berbeda dengan anak-anak di zaman Muhammad Alfatih yang pada waktu itu diceritakan kisah-kisah para Nabi, perjuangan Islam, penaklukan, mimpi Rasulullah akan jatuhnya kota konstantinopel ke tangan Umat Islam. Sehingga kisah-kisah ini membangkitkan semangat perjuangan dalam diri generasi muda di zaman tersebut.
Islam sangat kaya dengan cerita, Al-qur’an sebagian besar isinya kisah, ada kisah para Nabi, para sahabat Nabi, shahabiyah Nabi, para tabi’in, ulama dan lainnya. Sesungguhnya ini adalah aset berharga umat muslim untuk membentuk kepribadian generasi mudanya.

3. Menumbuhkan kreativitas
Anak yang sering mendengarkan cerita sejak masih kecil atau dalam kandungan memiliki kemampuan yang belum diajarkan padanya atau mampu menemukan pemecahan masalah yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh orangtuanya. Hal ini mungkin terjadi karena informasi yang didapat dari indra pendengarannya tersimpan sebagai memori jangka panjang. Di dalam otak terdapat tonjolan bernama “girus: yang berfungsi merekam kode-kode informasi. Semakin banyak informasi, pembelajaran dan rangsangan yang diperoleh anak, semakin banyak pula girus yang terbentuk di otaknya.
Semakin sering dan tekun orangtua menceritakan kisah-kisah berkualitas pada anaknya maka akan sangat baik bagi perkembangan otak dan kreativitas anak.

4. Meningkatkan daya pikir anak
Mendengarkan kisah akan meningkatkan daya pikir anak. Semakin sering anak diajak untuk berkomunikasi, semakin cepat perkembangan daya pikirnya.

5. Menciptakan imajinasi anak
Setelah mendengarkan cerita anak akan berimajinasi dan mempelajari nilai-nilai yang terdapat dalam cerita tersebut. Membacakan kisah mengubah sifat abstrak tersebut menjadi bentuk nyata yang dapat dibayangkan melalui peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam cerita.

6. Cara mudah untuk mengenalkan nilai-nilai Islam pada anak
Berkisah adalah salah satu cara mudah dan efektif untuk mengenalkan keteladanan dari tokoh-tokoh hebat kepada anak. Seperti halnya mengenalkan Nabi Muhammad Saw, para Nabi, para sahabat, tabi’in dan berbagai tokoh-tokoh muslim yang mendunia lainnya.
Jika kita ingin melihat bagaimana penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari tentu tempat belajar yang paling tepat adalah kepada Rasulullah Saw dan orang-orang yang hidup sezaman dengan beliau. Dari kisah-kisah mereka kita akan menemukan banyak sekali keteladanan baik itu tentang perkara beribadah pada Allah Swt, sikap mulia ke sesama manusia, perjuangan dan pengorbanan serta berbagai kemuliaan lainnya.

7. Menjauhkan anak dari TV, gadget, game dan sejenisnya.
Musuh utama bagi anak yang terkadang tidak disadari oleh para orangtua adalah berbagai tontonan yang ia lihat dan permainan digital yang dimainkannya. Terlebih lagi di era digital seperti sekarang ini gadget menjadi satu hal yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Sudah bukan hal yang aneh lagi saat orang tua membekali anaknya dengan gadget sehingga pada akhirnya membuat anak-anak kecanduan.

8. Sebagai sarana untuk membangun keakraban antara anak dan orangtua
Saat berkisah tentu orang tua akan meluangkan waktu untuk hadir disamping anaknya menyampaikan cerita. Kesempatan ini bisa dijadikan sebagai sarana untuk membangun keakraban antara orang tua dan anak, terlebih lagi bagi orang tua yang pergi pagi dan pulang malam. Waktu malam untuk berkisah bisa menjadi satu waktu yang berkualitas bersama anaknya.
Pengalaman mendengarkan kisah dari orangtua akan menjadi kenangan tersendiri bagi anak.

9. Menambah wawasan orangtua
Ketika membacakan kisah pada anak maka secara tidak lansung orangtua juga ikut belajar. InsyaAllah akan mendapat dua manfaat sekaligus, anak mendapat ilmu dan orang tua pun bertambah wawasannya.

10. Menumbuhkan budaya baca dan kecintaan pada ilmu sejak dini
Bercerita pada anak akan menumbuhkan budaya baca dan kecintaan pada ilmu dalam diri anak. Ketika anak sudah terbiasa dengan buku dan ilmu sedari kecil maka saat ia sudah beranjak remaja dan dewasa InsyaAllah ini akan terbawa dengan sendirinya. PR yang utama bagi orang tua adalah menumbuhkan kecintaan membaca dan juga mencintai ilmu pengetahuan. Tentu ini hal yang sangat berharga terlebih lagi di negeri kita Indonesia yang memiliki budaya membaca sangat rendah.

Kurang lebih, poin-poin di atas adalah berbagai kebaikan dari kegiatan berkisah kepada ananda. Berkisah kepada anak memang tak mudah, butuh waktu, butuh kesabaran dan juga membutuhkan biaya untuk membeli buku-buku berkualitas. Tetapi karena ini adalah sebuah investasi terbaik yang tidak akan membuat kita pada orang tua rugi sedikit pun. Karena disini kita mendidik anak bukan berdagang jadi, indikator keberhasilan orang tua.
Bukan masalah untung atau rugi tetapi buah dari pengorbanan dalam mendidik anak-anak ini akan bisa petik di dunia dengan menyaksikan keberhasilan anak kita dan juga di akhirat kelak saat Allah pertemukan kembali di surga-Nya.

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Berkisah?

Kebanyakan ibu biasanya membacakan buku atau berkisah kepada anak-anaknya dilakukan pada malam hari menjelang tidur. Namun, bagi saya tidak ada waktu khusus dalam agenda berkisah. Saya biasa berkisah kapan saja jika mendapat momentnya. Misalnya saat anak bertanya sesuatu yang bisa membuka jalan diskusi, maka saya gunakan momen menjawab pertanyaan sambil berkisah. Atau bisa juga ketika anak melakukan perbuatan yang kurang baik, saya biasa menegur mereka melalui berkisah.

Jadi buat saya, berkisah tidak harus malam hari tetapi bisa kapan aja. Selama anak rileks dan saya pun tidak sedang menyambi melakukan sesuatu. Hal tersebut dikarenakan untuk menghindari cerita yang terburu-terburu, sehingga cerita yang disampaikan tidak dapat diserap dengan baik.

Saya menghindari berkisah kala anak hendak terlelap, alih-alih bukannya anak segera tidur tetapi justru membuat mereka menjadi susah tidur.
Waktu yang baik untuk berkisah pada anak itu lebih baik waktunya konsisten, akan lebih baik kalau sudah ada jam-jamnya bagi anak yang usianya sudah lebih besar.

Sebisa mungkin orang tua sudah mempunyai waktu yang konsisten dan menjadi suatu kebiasaan bagi anak. Hindari waktu bercerita yang tidak konsisten, seperti contoh, hari ini bercerita dan hari besoknya tidak.

Baca juga : berkisah laba-laba dan hijrah Rasulullah SAW

Peran Ayah Dalam Kegiatan Berkisah

Jika ayah memahami bahwa anaknya adalah masa depan umat, maka tidak ada ayah yang mengabaikan anaknya demi bisnisnya. Salah satu pesan dari Ustadz Budi Ashari, Lc yang saya resapi benar-benar sampai hari ini.

Pakar sejarah Islam ini mengingatkan para ayah bahwa anak-anak adalah hal yang paling mahal. Anak adalah mustaqbala ummah-masa depan ummat-. Di tangan merekalah peradaban Islam kelak. Jika hari ini kita masih kesulitan memilih pemimpin karena keterbatasan individu, maka para ayah harus mulai memikirkan bagaimana mencetak generasi pemimpin masa depan. Jangan sampai ayah terlalu sibuk di luar. Mencari nafkah memang tugas ayah, tapi itu bukan merupakan tugas satu-satunya.

“Nabi adalah sosok yang paling sibuk, tapi masih sempat meluangkan waktu mengusap kepala setiap anak yang ditemuinya. Bahkan Nabi menyempatkan diri mendidik dan bermain dengan cucu-cucunya. Apakah kesibukan kita mengalahkan nabi sehingga tak sempat peduli dan memperhatikan anak-anak?

Coba kita tengok kisah tentang kehebatan ayah Shalahuddin al Ayubi. Tidak mengherankan jika Shalahuddin menjadi orang besar di kemudian hari, pembebas Al Aqsha. Hal tersebut tidak lepas dari peran besar ayahnya yang menanamkan nilai dan keyakinan sejak kecil.

Ketika Shalahuddin kecil bermain dengan anak-anak perempuan di jalan, ayahnya mengambilnya dari tengah mereka. Ia pun mengangkat tubuh Shalahuddin tinggi-tinggi ke udara. Ayah Shalahuddin berkata, “Dulu, saya menikah dengan ibumu bukan untuk melakukan seperti ini. Aku menikah dengan ibumu agar kelak kau yang membebaskan al Aqsha!”

Shalahuddin dijatuhkan ke tanah, ia kesakitan. Ayahnya bertanya, apakah kamu sakit karena jatuh? Shalahuddin menjawab: Ayah menyakiti saya. Ayahnya bertanya lagi, “Mengapa kamu tidak teriak saja karena sakit?” Shalahuddin kecil pun menjawab,” Tidak layak seorang pembebas al Aqsha mengeluh kesakitan!”

Betapa pentingnya peran ayah bagi anak, Dr. Adnan Baharist juga mengungkapkan bahwa Allah telah siapkan perangkat agar aqidah anak terjaga. Anak-anak di usia awal mengambil nilai, akhlaq, hanya dari orang tuanya. Allah menjadikan orang tua sebagai contoh terhebat bagi anaknya.

Di fase awal kehidupannya, anak-anak hanya percaya pada orang tuanya sehingga sulit digendong orang lain. Inilah perangkat yang Allah siapkan dalam rangka menjaga anak dari pengaruh luar. Masa kanak-kanak manusia lebih lama dibanding makhluk lain, agar cukup bagi orang tua menanam aqidah di diri anak. MasyaAllah.

Ingin Makan Olahan Ayam Organik? Yuk Mampir ke RM Ayam PonPon

Tren makanan sehat atau healthy food sekarang ini makin digemari dan makin menyebar keseluruhan kalangan bahkan di kota seperti Batam. Kesadaran akan hidup sehat dapat dimulai dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang juga sehat.

Bersantap ayam di akhir pekan sungguhlah mantap. Apalagi kalau ayamnya itu organik, lebih sehat dan tentu lezat.

Ayam organik yang bebas zat kimia itu adanya di Ayam Pon Pon. Yap, restoran ayam cepat saji ini menyajikan ayam aman konsumsi dan bersertifikat halal MUI loh. Bagi penggemar makanan fast food kadang agak susah ketika harus menjalani gaya hidup sehat dengan clean eating. Namun Anda tidak harus khawatir, karena menu ayam PonPon ini 100% sehat apalagi dimakan bersama dengan salad sayuran yang fresh dipetik langsung dari pohonnya dijamin bakal memanjakan perut.

ayam bakar ponpon. Credit photo : Facebook Ayam PonPon

Di Batam, baru pertama kali ini saya menemukan rumah makan yang menawarkan menu makanan sehat seperti sup ayam herbal khas kuliner Singapura.
Rumah makan ini berada di Ruko Greenland blok U Nomor 1 atau masih satu gedung dengan Gedung Marga Yang, Batam.
Aneka olahan ayam organik bisa Anda pilih.

Selain ayam bakar ponpon, ada juga ikan asam pedas yang direkomendasikan untuk dicoba pengunjung. Menu makanan yang ditawarkan rumah makan ini bisa juga dipesan menggunakan aplikasi ojek online go-food. Jadi buat yang nggak sempat keluar bisa pesan dan diantarkan ke rumah.

aneka sayuran hidroponik yang bisa dipanen sendiri. Photo credit : Facebook Ayam PonPon

Kesempatan kali ini saya dan keluarga mencoba menu ayam bakar ponpon, nasi goreng cakalang, ayam mentega dan sayur kangkung balacan tanpa cabe. Mungkin banyak yang heran gimana yah rasanya tumis kangkung belacan tanpa cabe. Ternyata rasanya maknyus meskipun tanpa cabe. Saya dan suami pun senang, bisa dijadikan referensi menu kalau hang out sama anak-anak karena menunya bisa dipesan tanpa cabe rasanya pun cocok di lidah anak-anak.

nasi goreng cakalang by ayam ponpon
nasi goreng cakalang porsi besar 😊
kangkung balacan
ayam mentega bertabur daun kari

Selain olahan ayam dan ikan, rumah makan ini juga menyediakan aneka olahan seafood seperti udang nestum, bola udang, cumi sampai sotong yang siap menggoyang lidah.

salad sayur ala ayam ponpon
salad sayuran

Menu ayam ponpon dengan sambal yang unik, terasa ada pedes, kriuk dan segar.

menu rm ponpon

Rumah makan ayam ponpon ini lahan parkirnya luas dan kita bisa makan sambil melihat pemandangan kolam ikan yang berada persis di depan tempat makan ini. Bagi yang membawa anak-anak dijamin anteng makan sambil melihat ikan. Terdapat juga pott tanaman hidroponik yang diletakkan di bagian sisi sebelah kanan rumah makan ini. Tanaman sayur ini juga dijual dan boleh dipanen langsung oleh pengunjung loh.
Penasaran kan?

makan sambil liat tanaman hidroponik

Jika ingin membuat acara, tempat ini juga sangat cocok untuk dipilih. Kebetulan saat saya berkunjung kemari ada event gathering Komunitas Indonesia Sehat Sejahtera (KISS) jadi apabila ingin membuat acara di rumah makan ini disarankan untuk reserved terlebih dahulu ke Ibu Lina Yang, owner rumah makan ayam PonPon.

Ibu Lina Yang, menyampaikan, selain makan di tempat, mereka juga menerima pesanan untuk berbagai acara.

“Paket ulang tahun, seremonial kantor, syukuran, hajatan dan lainnya, silakan pesan ke kami,” ujarnya.

Mengenai ayam organik, dijelaskan, adalah ayam broiler yang dibudidayakan semenjak menetas hingga panen dengan menggunakan pakan khusus (jagung, dedak, tepung ikan dan lainnya) serta tambahan jamu ternak.

photo credit by Facebook Ayam PonPon

“Jamunya berupa ramuan herbal sebagai probiotik alami pengganti antibiotik dan antistress kimia yang lazim digunakan di peternakan ayam broiler biasa,” jelasnya.

Racikan pakan khusus dan suplemen jamu ternak tersebut menghasilkan ayam herbal berkualitas, bebas residu antibiotik, rendah lemak bebas bakteri berbahaya. Beraroma lebih segar dan lebih enak.

Makanan dan air yang digunakan sebagai minuman ayam juga melalui filter sterilisasi sehingga aman dari bakteri dan kuman.

Kualitas daging ayam PonPon juga sudah teruji dan lolos seleksi. Bebas residu antibiotik, rendah kolesterol dan dimasak tanpa vetsin/MSG.

Hampir tiap saat muncul restoran baru yang menarik untuk dicoba. Jika teman-teman bingung mau makan apa tanpa susah memilih mana yang paling kaya nutrisi sekaligus memiliki kandungan bersahabat, yuk berkunjung ke restoran yang satu ini.

Alamat:
Ruko Greenland blok U Nomor 1, Batam Centre
Telepon: 08125544668
Facebook : Ayam Ponpon Batam
Instagram: @ayamponpon

Launching Rumah Belajar Ibu Profesional Batam dan Workshop Food Photography

Salam Ibu Profesional,

—Batam, Minggu (21/01/18) Ibu Profesional Batam melaunching Rumah Belajar untuk mendukung peningkatan kualitas diri melalui berbagai passion masing-masing. Bersamaan dengan event tersebut, Ibu Profesional juga mengadakan workshop basic fotografi yang dipandu oleh Mbak Yayuk Wulan yang notabene dikenal sebagai seorang blogger dan juga member kompakers Batam. Bertempat di Tea Box Coffe, Sukajadi acara ini dimulai pukul 09.00 hingga pukul. 12.00 WIB.

Acara hari ini dibuka dengan kegiatan registrasi ulang peserta yang tentunya juga merupakan member Ibu Profesional Batam. Kemudian, dipandu oleh Mbak Evy sebagai mc, kegiatan hari ini diawali dengan bacaan ayat suci Al Quran bersama Mbak Resha Nesia.

Leader Ibu Profesional Batam, Mbak Erli Oktania dalam sambutannya menyatakan bahwa melalui Rumah Belajar yang ada di Ibu Profesional Batam, Insitut Ibu Profesional berharap bisa menjadi tempat yang nyaman layaknya sebuah rumah bagi para Ibu Profesional yang berada di Batam. Dengan adanya berbagai Rumah Belajar yang ada di Ibu Profesional Batam juga bertujuan agar dapat meningkatkan potensi yang dimiliki oleh para Ibu sehingga membawa manfaat bagi banyak orang nantinya.

Sebelum acara inti, Ustadzah Afifatun Nisa, Lc memberikan tausiah kepada para Ibu Profesional agar tetap semangat mengejar ilmu. Kewajiban menuntut ilmu itu dari lahir sampai menutup mata. Meskipun sebagai Ibu dan segudang aktifitas baik domestik maupun publik, kita harus tetap menyempatkan diri menghadiri majelis ilmu. Meskipun suasana. sangat riuh oleh tingkah polah anak-anak tetapi tidak mengurangi semangat Ibu Profesional untuk menyimak kajian ini. Ustadzah Afifatun pun berkisah melalui sosok istri Rasulullah SAW yakni Zainab binti Jahsy Radhiallahu anhu.

Zainab radhiyallahu ‘anha adalah seorang wanita shalihah, bertakwa dan tulus imannya, hal itu dinyatakan sendiri oleh Sayyidah Aisyah tatkala berkata, “Aku tidak melihat seorangpun yang lebih baik diennya dari Zainab, lebih bertakwa kepada Allah, dan paling jujur perkataannya, paling banyak menyambung silaturrahim, dan paling banyak shadaqah, paling bersungguh-sungguh dalam beramal dengan jalan shadaqah dan taqarrub kepada Allah.

Beliau radhiyallahu ‘anha adalah seorang wanita yang mulia dan baik. Beliau bekerja dengan kedua tangannya, beliau menyamak kulit dan menyedekahkannya di jalan Allah yakni beliau bagi-bagikan kepada orang­-orang miskin.
Mengambil hikmah dari kisah istri Rasulullah SAW, diharapkan semoga para Ibu bisa meneladani sifat dan akhlaknya sehingga meninggikan derajatnya juga.
Kemudian menginjak inti acara yakni Launching Rumah Belajar, melalui sambutannya Mbak Intan Sulistyorini selaku manager offline menyatakan Rumah Belajar Ibu Profesional Batam resmi dilauching hari ini.

Apa saja sih Rumah Belajar yang berada di bawah naungan Ibu Profesional Batam? Rumah Belajar yang diresmikan diantaranya Rumbel Alquran, Rumbel Menulis, Rumbel Craft, Rumbel Menjahit, Rumbel Memasak dan Rumbel Bisnis.
Setelah sesi foto dan peresmian melalui koordinator masing-masing Rumah Belajar, tibalah saatnya kegiatan workshop basic photography dimulai.

Tema yang diusung dalam workshop ini adalah salah satu genre dari stilllife photography yaitu “food photography”. Makanan adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Sedangkan food photography dalam pengertian sederhana adalah teknik memotret makanan menjadi lebih menggoda sehingga membuat orang yang melihat foto makanan menjadi tertarik, tertarik untuk mencoba makanan atau minuman yang ada di dalam foto.
Mbak Yayuk Wulan menjelaskan terlebih dahulu teori dasar-dasar dan teknik dalam foood photography.

Hal-hal penting dalam food photography antara lain sebagai berikut:

1.Konsep

konsep adalah elemen yang penting untuk membuat foto itu tampak “bernyawa”. Tantangan terberatnya adalah bagaimana membuat objek makanan sebagai benda mati bisa terlihat menggiurkan. Dengan memikirkan konsep sebelum mengatur segalanya, kita menjadi tahu mau dibawa kemana objek foto kita. Konsep ibarat kerangka dasar tema dalam sebuah pemotretan yang akan memudahkan kita menentukan properti pendukung, menentukan lighting, menentukan styling dan komposisi, serta menjadi acuan mengenai apa yang hendak disampaikan kepada audience.

2. Lighting

Pastikan saat memotret kita punya cahaya yang cukup. Tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap. Boleh saja sebenarnya di tempat yang agak gelap tetapi nanti fotonya bertema stillife. Tapi untuk kita yang baru belajar apalagi untuk foto produk atau makanan yang dijual sarannya pakai cahaya yang cukup. Karena kebanyakan orang akan lebih tertarik dengan sesuatu yg jernih, cerah, berwarna. Jam yang punya cahaya bagus buat motret pagi antara jam 6-9 pagi, saat cahaya masih soft.

3. Komposisi

Secara teori, komposisi adalah sebuah cara untuk memanfaatkan dan mengisi ruang kosong agar foto lebih dinamis dan bervolume. Sederhananya diartikan sebagai keseimbangan. Dalam Food Photography ada istilah repeat. Peletakan objek untuk menyeimbangkan objek lain. Pengulangan dapat berupa benda yang sama, atau warna yang sama, bisa juga tidak ada kesamaan namun ada ikatan dengan konsep yang ingin diciptakan.

4. Props dan styling

Properti pendukung objek utama. Bisa apa aja yang kita punya. Misal kita mau memfoto gorengan ya properti yang dipakai sendok, sambal mungkin, teh/kopi dalam gelas. Gunakan properti tambahan sebagai alas atau background, misalnya garnish, talenan, vas bunga, piring-piring cantik, karung goni. Bisa juga memakai kertas kado bermotif sebagai alas makanan atau latar dinding. Apa saja bisa jadi aksen untuk foto makanan. Bahkan anak kita yang sedang memegang piring makanan juga boleh. Tapi, jangan terlalu ramai. Styling atau penataan, usahakan produk/objek biasanya kita sebut POI (point of interest) harus selalu terlihat paling menonjol dimanapun tempatnya.

5. Angle foto

Angle foto ini ada banyak tapi fokus ke objek biasanya pakai eye level atau sejajar dengan mata kita. Food photography bisanya menggunakan eye level ini. Karena kalau foto makanan pastinya akan keliatan banyak dan enak di foto pakai angle ini. Satu lagi yang sering dipakai juga bird eye. Namanya burung pasti liatnya dari atas. Fotonya disebut flatlay. Makanan tertentu juga cocok kalau difoto model flatlay ini.

6. Edit

Edit itu pasti, tapi edit yg nggak berlebihan. Senatural mungkin lebih baik. Sebuah foto harus siap edit. Maksudnya foto aslinya udah harus bagus. Seperti kue rasanya harus sudah enak jadi mau dihias bentuk apapun tetap enak. Editor yg dipakai biasanya VSCO, Snapseed, dan PicsArt.

Mbak Yayuk mempraktekkan cara menyusun properti sebelum mengambil foto

Setelah menjelaskan materinya, Mbak Yayuk Wulan langsung memberi contoh bagaimana caranya menentukan tema dan konsep foto, mengatur properti sampai dengan proses memotret makanan. Semua peserta pun mencoba mengambil foto satu persatu kemudian dikomentari langsung hasilnya oleh Mbak Yayuk Wulan. Memang belajar memotret itu perlu latihan dan kebiasaan.

ini hasil jepretan saya!

Ah, tidak terasa waktu menunjukkan pukul 12.00, tibalah di penghujung acara tidak lupa kami berfoto bersama-sama. Sampai berjumpa di event Ibu Profesional Batam selanjutnya ya 😘

Review Kelas Kedua Komunitas Ibu Berkisah

Bismillahirrahmanirrahim,

Sebelum masuk materi, ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan terkait adab menuntut ilmu, profil komunitas ibu berkisah dan lain-lain 😊

*Adab Menuntut Ilmu*

Pertama, Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu

Kedua, Rajin berdoa kepada Allah Ta’ala, memohon ilmu yang bermanfaat

Ketiga, Bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu merasa haus ilmu

Keempat, Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah Ta’ala

Kelima, Tidak boleh ‘sombong’ dan tidak boleh ‘malu’ dalam menuntut ilmu

Keenam, Mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan

Ketujuh, Diam ketika pelajaran disampaikan

Kedelapan, Berusaha memahami ilmu yang disampaikan

Kesembilan, Menghafalkan ilmu yang disampaikan

Kesepuluh, Mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan

Kesebelas, Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari

Kedua belas, Berusaha mendakwahkan ilmu

Referensi:
Adab & Akhlak Penuntut Ilmu karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Tema materi sesi ke -2 kali ini adalah:

💐💐manfaat berkisah buat ibu, ayah, anak. Manfaat buat bangsa dan agama💐💐

Buibu shalihah yang dirahmati Allah, Alhamdulillah kita masih diberi usia, kesehatan, waktu, mata yang bisa membaca, jari yang bisa mengetik, otak yang bisa mencerna dan hati yang bisa menerima ilmu, sungguh itu semua merupakan karunia tak terhingga dari Allah Subhanahu Wata’ala sehingga kita bisa bertatap online di kudapan materi pekan ini.

Banyak yang pekan lalu masih sehat kini terbaring sakit, masih lapang kini sempit, maka nikmat sehat dan iman Islam semoga menjadikan kita hamba-hamba yang pandai bersyukur. Karena jika kita bersyukur Allah akan menambah nikmat kita, dan jika kita ingkar maka adzab Allah sangat pedih. Na’udzubillah min dzalik.
Shalallahu ‘ala muhammad wa ‘ala Ali Muhammad. Semoga kita termasuk umatnya yang memperoleh syafaat Rasulullah kelak, bersama beliau termasuk ke golongan umatnya, aamiin.

Sudah ada beberapa pertanyaan yang masuk, akan saya jawab setelah materi dan tugas BDI. Masuk ke materi tema kali ini adalah Manfaat Berkisah bagi Ibu, Ayah, Anak, kemudian bangsa dan agama.
Oh iya.. nanti ada hadiah lencana berkisah yaa buat buibu shalihah yang sudah berhasil mengerjakan BDI ke-1😊 insya Allah akan diberikan setelah materi
Baiklah saya mulai ya.. tema kali ini manfaat berkisah bagi ibu, ayah dan anak.

Saya akan mulai manfaat untuk ibu, kemudian ayah, baru terakhir anak.

Kenapa?

Karena disini isinya ibu2 dan calon ibu😁
Pelaku berkisah adalah ibu, yang dikasih amanah sama Allah, ibu dan ayah, jadi sebenarnya, yg paling harus tahu manfaat berkisah ya ibu dan ayah.

Apa sih manfaatnya buat ibu? Buat ayah?

Jangan sampai di hati dan pikiran kita, hanya terpaku pada : manfaat untuk anak. Plek. Tok.

Kalau begitu, sangat mudah niat kita goyah, sangat rentan semangat kita turun.

Maka, menyadari dengan pasti apa manfaat untuk ibu, akan menjadi motivasi diri yang paling kuat, untuk tetap rutin berkisah kepada anak. Minimal, ketika perkara niat dan semangat sudah beres, soal kendala dari dalam diri selesai. Jadi nanti kita tinggal berproses menghadapi kendala-kendala dari luar diri.

Oiya, sebelumnya saya ingin menyampaikan bahwa materi ini dikutip dari buku karya saya yang berjudul Bahagia Berkisah, yang memiliki hak cipta dilindungi UU dan terdaftar resmi ISBN. Jadi dilarang copas ya. Buku ini atas ijin Allah sudah terjual dari Sumatera sampai Papua. Jadi materi ini silakan disimpan untuk pribadi, lengkapnya silakan lihat di Buku Bahagia Berkisah.

Manfaat berkisah secara umum untuk ibu :
1. Bernilai pahala dari Allah selama berniat lurus
2. Memenuhi kebutuhan mengeluarkan puluhan ribu kata bagi wanita (terapi hati, jiwa dan emosi)
3. Membangun rasa bahagia dan percaya diri pada diri ibu
4. Menyuburkan rasa mencintai anak dan dicintai anak.
5. Sebagai cara memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak.
6. Sebagai cara quality Time dengan anak.
7. Sebagai cara mendidik anak dengan menyenangkan
8. Sebagai cara menasihati anak tanpa menguras emosi ibu.

Sumber : Buku Bahagia Berkisah hal 58
Manfaat bagi ayah
1. Bernilai pahala selama berniat lurus karena Allah
2. Menjaga eksistensi kepemimpinan sosok ayah.
3. Membangun komunikasi aktif dengan anak.
4. Membangun kedekatan emosi batin dengan anak.
5. Sebagai cara quality time dengan anak.
6. Sebagai cara memberikan keteladanan kepada anak.
7. Sebagai sarana memberikan keteladanan kepada anak.
8. Sebagai sarana dalam mendidik dan menasihati anak dengan cara menyenangkan.
Sumber : Buku Bahagia Berkisah hal 65

Manfaat bagi anak :
1. Menggemburkan iman dan meneguhkan hati (Q.S. Hud : 120)
2. Mempertajam akal (Q.S.Yusuf :111)
3. Memberi peringatan mencegah keburukan (Q.S.Al-Qomar : 4)
4. Menanamkan adab perilaku baik.
5. Mengajarkan kebenaran dan kebaikan.
6. Mengasah fitrah kemampuan berbahasa
7. Mengasah minat membaca dan menulis
8. Menanamkan rasa cinta ilmu dan minat belajar.
9. Menanamkan wawasan dan ilmu pengetahuan.
10. Hiburan yang tertanam di jiwa.

Sumber : Al Qur’an. Buku Bahagia Berkisah hal 73-77.

Seperti yang saya sampaikan di pekan pertama pada hasil penelitian ilmiah, bahwa kemajuan suatu bangsa ternyata sangat berpengaruh dari minat baca buku, kebiasaan membacakan cerita kepada anak, dan pendidikan. Ketiga hal ini sangat berkaitan erat dengan berkisah.

Berkisah otomatis mengenalkan anak dengan membaca, merupakan kegiatan bercerita yang bersumber dari ilmu yang paling akurat dan shahih yaitu Al Qur’an, hadits dan siroh. Dan merupakan salah satu metode mendidik anak yang dicontohkan langsung oleh Allah Subhanahu Wata’ala kepada nabi Muhammad lewat Wahyu firman Al Qur’an, dan dicontohkan langsung oleh nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam lewat berkisah kepada para sahabat yang bersumber dari Al Qur’an atau sabda hadits beliau, juga yang tercatat dalam siroh nabawiyah.

Kita ketahui bersama, bagaimana Islam mencapai puncak kejayaannya, dengan kemajuan literasi, karya tulis, perpustakaan, yang melahirkan para ilmuwan cendikiawan muslim yang perannya sangat besar bagi dunia.

Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.”
Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

Masya Allah. Allah berkisah.. nabi Muhammad berkisah.. para ahli ilmu berkisah.. sudahkah ibu rutin berkisah?

Ibunda imam Syafi’i, ibunda imam bukhari, ibunda Muhammad Al Fatih, adalah para ibu biasa, namun karena kegigihannya mendidik anak-anak dengan bekal ilmu, dimana salah satunya dengan berkisah, maka lahirlah anak-anak gemilang yang bermanfaat bagi peradaban.
Bismillah Ya Bu, niatkan karena Allah, untuk ibadah, untuk mendidik anak, soal hasil, itu semata bonus dari Allah. Jika kita melakukan kebaikan maka kebaikan itu akan kembali untuk kita sendiri Aamiin in sya Allah.
Biasakan, membaca ta’awudz, bismillah dan lebih baik lagi berwudhu sebelum berkisah.* Mau nyuapin anak saja kita bismillah ya Bu, mau memberi nutrisi untuk tubuhnya, nah apalagi mau berkisah, mau memberi nutrisi untuk ruh imannya, harusnya bismillahnya lebih khusyuk disertai doa-doa kebaikan dan harapan untuk anak-anak kita tercinta.

Nah, setelah di BDI 1 kita beramal meluruskan niat, minta ijin dan doa suami serta anak, sekarang di BDI 2 saya ingin ibu mencari manfaat khusus berkisah bagi diri ibu sendiri😊

Demikian kudapan materi kali ini. Setelah ditutup oleh mba Sri nanti akan saya jawab pertanyaan dan memberi BDI ya

MasyaAllah…begitu besar ya bu ibu manfaat berkisah ini, smoga paparan materi tdi, bsa semakin menambah semangat kita, untuk lbih giat lgi dlm menggali berbagai kisah2 yg bertebaran di Al qur’an, atau pun kisah2 terbaik yg sdh di hadirkan oleh umat ini, untuk kita kisahkan kpd anak2 kita

Sebelum kita tutup marilah kita beristigfar dulu 3x, marilah kita tutup kudapan ilmu sore ini dg mmbaca kalimatul hamdalah dan do’a kafaratul majlis

Terimakasih atas perhatian ibu-ibu, saya selaku moderator mohon maaf jika ada salah kata atau kalimat yg kurang berkenan dihati ibu2 sekalian. Jika ada kebenaran dtgnya dari Allah, dan jika ada slh dtgnya dr diri saya pribadi, kurang lebihnya mohon maaf, billahitaufik walhidayah, Wassalamualaikum warohmatullahi wa barokatuh🙏🏻😊

Q Indriana :

Mba..kl materi berkisah selain nabi apa ya..
Sy kadang bleng..kl hrs cari2 materi biasanya jd bingung. Kira2 kl berkisah itu berhasil..ukurannya bgmn ya mbak.

A : Ini seringkali ditanyakan berulang
Urutan materi berkisah :
Tauhid pengenalan Allah
Nabi Muhammad dari masa kecil sampai wafat. Panjang dan banyak sekali ini.
Nabi dan Rasul lain.
Kisah orang terdahulu dari Al Qur’an. Seperti Ashabul Kahfi, ashabul ukhdud, dzulqarnain, Qarun, dll.
Kisah para sahabat
Kisah generasi tabi’in tabi’at
Kisah biografi tokoh muslim
Kisah sejarah Islam
banyak sekali bisa mulai dari dalam kandungan sampai Aqil baligh bahkan dewasa tak ada habisnya.
PR nya ibu banyak belajar dari buku, cari buku-buku anak yang bersumber dari Al Qur’an dan hadits, datang ke kajian tafsir, hadits, siroh, dll.
Detailnya nanti di tema media berkisah.
Berkisah berhasil jika ibu niatnya sudah karena Allah, sudah bahagia dan ringan berkisah tanpa beban, anak sudah suka dibacakan atau mendengar kisah, anak merespon positif. Sudah menjadikan berkisah sebagai kegiatan harian rutin.

Q Atik-Bagansiapiapi:

Mba gimana dengan berkisah pada anak berkebutuhan khusus yg susah fokus saat dikisahkan sesuatu, apakah ada cara tertentu agar manfaat-manfaat tersebut tercapai? Makasih

A : Caranya : sabar dan ikhlas. manfaatnya in sya Allah lebih khusus lagi terasa, lebih istimewa karena anaknya saja sudah istimewa, ibunya pun istimewa. Semoga pahalanya dan nilainya lebih istimewa di mata Allah.

Yang perlu fokus disini adalah ibunya. Terus memperbarui niat. Terus cari dan temukan manfaat khusus bagi ibu apa. Apakah jadi makin sabar, makin tersalurkan emosi, makin santai, ajang mesra2an sama anak, dll.

Selalu ta’awudz, basmallah dan berwudhu, selipkan doa harapan. Gunakan selalu komunikasi produktif ala rasulullah, kontak mata, sentuhan fisik, sejajarkan tinggi, berkisah bukan dari lisan tapi dari hati. Saat mendoakan anak sentuh kepala atau dadanya. Berdoa dengan suara lembut di depan anak yang terdengar olehnya. Rutin ruqyah mandiri. Rutin bacakan dan perdengarkan ayat Al Qur’an langsung dari lisan ibu (bukan murotal atau boneka bicara) juga bisa menjadi terapi untuk konsentrasi, fokus, dan pada tingkatan tertinggi, khusyu.

Q Dwi Puji Lestari – Bontang:

Assalaamu’alaikum

Mba mau bertanya,

1. Adakah Tips untuk para ayah agar gemar berkisah mb?
Mayoritas pria kan sedikit bicara hehe

2. Dalam berkisah apakah sebaiknya berurutan (mulai dari ttg akhlak dulu atau bagaimana) atau random saja sesuai kemauan anak?

Jazakillah khoiran

Wa’alaikumsalam warahmatullaah wabarakatuh

A : Tips agar ayah mau berkisah :

Berbagi bahagia berkisah jangan berbagi beban berkisah.

Maksudnya apa?

Ibu dan anak harus rutin dulu berkisah, sampai menikmati, sampai bahagia, sampai asyik dilihatnya sama Ayah. Sampai ayah ikut bahagia juga melihat ibu dan anak saat berkisah, akhirnya ayah ikut berkisah juga, karena ingin merasakan kebahagiaan yang dirasakan ibu dan anak, sampai ayah penasaran, kayanya seru banget sih, lalu ikutan mau merasakan berkisah ke anak.

Dari meminta ijin dan doa ke suami (ayah) otomatis ibu sudah ‘mengenalkan’ berkisah ke ayah. Di BDI ke-2 dan BDI2 selanjutnya, ada poin dimana secara tidak langsung ibu berbagi bahagia berkisah dengan ayah. Semoga dengan begitu ayah mau berkisah.

Dan tidak perlu keukeuh ayah harus berkisah ya Bu. Gurunya ibu. Ayah kepala sekolah. Ada saatnya kepala sekolah turun langsung, saat ayah mau berkisah. Jangan sampai tujuan baik kita mengajak suami berkisah, malah menimbulkan dosa kepada suami karena adab/cara kita yang kurang sesuai.

Batasan tema ada sesuai tahapan usia. Kalau judul dari batasan tema random saja sesuai kemauan anak atau situasi kondisi dan kebutuhan.

Q Hasnawati:

Mba nina mau nanya nih… anak saya fira 3,8 tahun biasa kalo saya ceritain tentang sesuatu harus ada gambarnya. Kalo kebanyakan narasi dia malah g terlalu khusyu mendengar. Atau terkadang sebaliknya. Antara gambar dan narasi harus sama persis. Misal kisah tentang laba laba penyelamat nabi muhammad, dinarasinya tertulis beberapa ekor laba laba, tetapi digambarnya tiga laba laba. Maka dia akan protes bukan beberapa mama tapi tiga laba laba 😊. Jadinya saya kadang kurang konsisten menceritakan, kecuali harus saya eksplorasi dan pahami dulu dengan baik alur ceritanya (tentunya termsuk menyesuaikan dengan gambar).

Pertanyaan saya :

1. Apakah ini hal yang normal

2. Bagaimana trik menyiasatinya selain harus membaca dengan detail terlebih dahulu 🤗?

3. Apakah manfaat berkisah untuk ibu, ayah, bangsa, dan agama harus kita ungkapkan kepada anak ketika berkisah? Jika ya pada bagian mana? Dan harus seperti apa? Langsung atau tersirat?

Jazakillah khair 😍😍

A :
1. Sangat normal. Usia balita sedang tertarik dengan binatang, gambar, warna, suara, kisah masa kecil, alat permainan. Manfaatkan ini agar anak makin tertarik berkisah.

2. Membaca terlebih dahulu sebelum berkisah memang wajib. Bahkan sejak memilihkan membelikan buku untuk anak untuk mengecek dan memastikan buku tsb baik dan aman untuk anak. Mulai dari bahasa kalimatnya, isi kisah apakah bersumber dari Qur’an hadits dan siroh, gambarnya apakah sesuai dan baik, dll. Juga disesuaikan dengan situasi kondisi dan kebutuhan masing2 anak dan ibu yang berbeda.

Seiring berjalan waktu, ibu akan terbiasa dan bisa berpikir cepat untuk eksplorasi menjawab pertanyaan anak, termasuk terus memperbarui ilmu sebagai bekal menjawab pertanyaan anak2 yang kritis2, lucu2 sampai bikin mikir😁

3. Tidak. Itu untuk ditemukan dan dirasakan. Ada BDI nya nanti.

Q Nurlaela :

Kalo misalx berkisah dengan membacakan cerita melalui hp… bagaimana cara menghindarkan anak untuk memainkan hp agar tidak terbiasa… karena saat liat hp maunya dipakai…

Ibu yang baca, dengar atau tonton dulu, baru kemudian bertutur kisah secara langsung kepada anak. Kalo perlu catat poin2 pentingnya. Supaya ibu gak lupa.

Penggunaan screen HP boleh sesekali sebagai selingan. Tapi jangan dijadikan media/alat utama dalam berkisah. Paling aman dari buku atau bertutur langsung. Walaupun digunakan untuk hal kebaikan manfaat, efek screen negatif juga ke anak jika durasinya terlalu lama apalagi jika sudah candu. Seperti agresif, tantrum, sulit mengungkapkan perasaan, keterlambatan perkembangan motorik, bahasa dan sosial, dll.
Durasi anak usia 0-2 th 0 jam (no screen) usia 2-8 th 2 jam per hari (at all HP, tablet, laptop, dll)

Q gesang colinanin :

saya memiliki anak yg sangat logis dan otak kiri. Karena saya masih belajar, saya dulu menggunakan media buku untuk membantu saya bercrtita. Tapi anak saya malah lebih fokus pada bentuk buku itu sendiri. Dia lebih menikmati untuk menumpuk2 dan menghitung buku itu. Dan hanya sebentar saja khusyuk untuk mendengar saya bercerita. Apakah ada saran untuk saya bagaimana cara membuat anak saya tertarik untuk mendengarkan saya? Dan mana yg lbh baik, berkisah menjadi tugas saya atau kami lakukan berdua dng suami? (anak 1, 4yo, lbh dkt dng ayahnya dr pd saya)

Ikuti saja dulu kecenderungannya. Gunakan media alat peraga untuk anak tipe ini. Misal kisah nabi Sulaiman, buat tumpukan buku menjadi istana ratu Bilqis yang akan dipindahkan. Misal kisah tentara abrahah, buat gambar pasukan gajah yang banyak, suruh hitung lalu iringi dengan kisahnya.

Ibu rutinkan berkisah, nanti akan bisa menemukan ide2 spontan karena terbiasa. Tapi tetap, tujuan utama berkisah adalah ibadah dan penanaman iman, jadi fokus saja di situ, jangan terlalu khawatir dengan respon atau hasil sekarang, karena kita tidak tahu kapan, apa dan bagaimana Allah akan memberi bonus manfaat berkisah itu.

Anak 4y baiknya ibu. Ayah terlibat lebih baik. Justru bisa menjadi ajang bonding ibu agar semakin dekat dengan anak.

Q Mia Khanzaria :

Assalamu’alaikum..
Bunda saya mungkin termasuk ini yg blm pernah berkisah kpd anak.
Anak saya usia 20 bulan.
Bagaimana cara saya berkisah kpd ananda usia segitu? Karena minim nya ilmu saya.
Saya biasa nya hanya bacakan ayat 2 Al qur’an, huruf hijaiyah sambil d nyanyikan.

Wa’alaikumsalam,
Supaya mudah dari buku dulu Bu. Buku bantal, buku boardbook (kertas tebal), buku bergambar warna warni, yang bersumber dari Al Qur’an hadits dan siroh.
Ayat Alqu’ran bagus Bu memang utama, setelah itu berkisah misal dari gambar gajah, gajah ciptaan Allah nak, Adel juga ciptaan Allah, mengenalkan tauhid, kalimat dzikir kepada Allah, baru kisah-kisah yang pendek sebatas pengenalan dulu. 20bulan utamakan tauhid.

Q RA Azizah Kadir :

Assalamu’alaikum.Wr.Wb
mbak, afwan yang ingin saya tanyakan untuk menambah minat anak saat ibu berkisah, bolehkah menggunakan media selai buku? Contoh : boneka tangan dll. Terima kasih

A :Wassalamu’alaikum.Wr.b

Boleh.

Q Efi Novianti :

Bagaimana agar suami berperan serta dalam proses berkisah bagi anak? Karena terkadang suami masih acuh dan menganggap berkisah bukan sesuatu yg penting

A :Sama dengan pertanyaan sebelumnya. Berbagi bahagia berkisah bukan berbagi beban berkisah. 😊

Q Assalamualaikum
Saya imroatul Husna :

Putra saya 3th1bln Alhamdulillah suka sama buku Tapi Selama ini buku/cerita yang dia suka buku tentang teknologi, betah sekali sama buku2 spt itu. Kalau berkisah kurang bisa tertarik, mungkin Dari gambarnya, Trs Dari kami (orangtua) mungkin jg Yg gak bisa teknisnya/materinya.

Wa’alaikumsalam

A : Bisa disisipkan tauhid saat membuka buku teknologi. Bahwa Allah yang memberikan otak kepada manusia sehingga bisa membuat alat2 canggih, bahwa Allah menurunkan Al Qur’an sebagai sumber ilmu tertinggi dari segala ilmu. Teknologi buatan manusia pun terinspirasi dari ciptaan Allah, seperti robot meniru manusia. Komputer meniru otak manusia. Mobil meniru kuda/unta. Pesawat meniru burung. Bahkan warna meniru warna ciptaan Allah dari alam dan pelangi. Rasa meniru ciptaan Allah dari manis buah yang beraneka ragam. Dll. Gunakan buku yang disukai sebagai media, sisipkan tauhid. Syukur2 bisa menyisipkan kisah.

Pertemuan Kedua Kelas Taman Bermain Muslim

Alhamdulillah bingkisan untuk Faris dari pertemuan pertama sudah selesai dikerjakan dan disetorkan kepada guru kelas. Mama pun sudah menyelesaikan pemantauan aktivitas Faris di minggu pertama.

Berikut dokumentasi kegiatan satu minggu ini:

dokumentasi laporan bingkisan 1

Pertemuan kedua hari ini, alhamdulillah Faris sudah lebih fokus dan terbiasa dengan suasana kelas dan teman-temannya. Mudah-mudahan sampai akhir kelas nanti semua kegiatan bisa berjalan dengan lancar. Aamiin ya Rabb.

Hari ini, bu Yani melanjutkan materi belajar tema “rekreasi” dengan sub materi mengenai perlengkapan apa saja yang perlu dipersiapkan ketika kita akan berekreasi.

lesson plan minggu ke-2 taman bermain anak muslim

Yang perlu diketahui oleh anak-anak, jika kita akan berekreasi maka kita harus menyiapkan perlengkapannya sesuai dengan tempat tujuan rekreasi kita.
Kemudian tata tertib apa saja sih yang anak-anak harus ketahui jika pergi ke tempat rekreasi? Tata tertib rekreasi yang harus diketahui oleh anak-anak antara lain:

a. Berperilaku sopan
b. Bertanggung jawab
c. Mandiri
d. Bekerja sama
e. Percaya diri

Alhamdulillah Faris sudah berani menjawab pertanyaan dari Ibu Yani. Faris berani menjawab pertanyaan tentang mencocokan peralatan apa yang akan dibawa ketika berlibur di candi.

Banyak pertanyaan yang muncul setelah kelas ini selesai. Mulai dari candi itu tempat rekreasi yang kaya gimana sih? Kok faris belum pernah kesana ya ma? Kalau kita pergi ke candi kita bisa belajar apa aja ya, Ma?

Kemudian Faris ditanya lagi oleh ibu Yani, apakah Faris sudah pernah pergi berkemah? Kalau belum, sekarang Faris bisa mulai belajar mengenal peralatan apa saja sih yang harus dibawa ketika kita berkemah.

Setelah belajar mengenai persiapan untuk berkemah, anak-anak dikenalkan mengenai adab saat keluar rumah dan adab ketika naik kendaraan.

Adab ketika keluar rumah antara lain:

a. Membaca doa ketika akan keluar rumah.
b. Apabila bermain diluar, terlebih dahulu harus memberitahu dan meminta izin orang tua.
c. Berjalan jangan terlalu lambat ataupun terlalu cepat, berjalanlah sedang-sedang saja.
d. Jaga pandangan mata, sehingga tampil sopan.

Doa Keluar Rumah :

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلاَّ بِالله
Bismillaahi tawakaltu alalloohi laahaula walaa quwwata illaa billah

Artinya : Dengan menyebut nama Alloh, aku menyerahkan diriku pada Alloh dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan Alloh saja.

Kemudian adab ketika naik kendaraan antara lain:

a. Membaca doa ketika naik kendaraan.

b. Mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

c. Tidak terlalu cepat atau terlalu lambat dalam mengendarai kendaraan.

d. Menyiapkan bekal perjalanan secukupnya supaya tidak sengsara dalam bepergian.

e. Apabila kita menggunakan sarana angkutan umum, hendaknya bertenggang rasa dengan sesama penumpang.

f. Apabila menggunakan sarana angkutan umum, bayarlah dengan baik.

g. Turun dengan mendahulukan kaki kiri.

Doa Berkendaraan :

سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَلَنَا هٰذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّااِلٰى رَبِّنَالَمُنْقَلِبُوْنَ
Subhaanal ladzii sakhkhorolanaa haadza wamaa kunnaa lahu muqriniina wainnaa ilaa robbinaa lamungqolibuun

Artinya : Maha Suci Alloh yang telah menundukkan semua ini bagi kami. Padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasai. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Robb kami.

Tidak lupa murojaah doa ketika keluar rumah dan naik kendaraan.
Untuk kemampuan motorik, Faris ditanya apakah sudah bisa berjalan berjinjit sambil membawa bola atau mainan lainnya. Alhamdulillah Faris sudah bisa.
Kemudian mengenalkan iman kepada Allah, dan munculah pertanyaan, “iman itu apa sih Ma?” tanya Faris.

Berikut ini penjelasannya. Beriman kepada Alloh merupakan rukun iman yang pertama yang menjadi dasar keimanan seseorang. Iman kepada Alloh berarti wajib mempercayai bahwa Alloh itu ada,ia maha Berkuasa,maha Pencipta dan maha mengetahui segala yang ada dilangit dan dibumi. Dia adalah Esa,yakni tunggal,tiada yang menyerupai dan tidak diserupai oleh sesuatu.

PR buat faris dari bu Yani adalah melancarkan bacaan doa dan bacaan adzannya. Tidak lupa ada bingkisan yang harus dikerjakan bersama Mama.

Sore harinya, Faris mengikuti kelas Madrasah Quran dan setoran hapalan surat An Naba’, alhamdulillah mumtaz, tinggal dilanjutkan ayat selanjutnya. Barakallahufiik…

Hanya saja untuk mengajinya Faris masih belum terbiasa belajar mengaji menggunakan buku nuramadan. Pertama karena buku panduan belajar mengajinya belum sampai Batam dan kedua masih blank akibat awal belajar mengaji menggunakan hapalan huruf hijaiyah alif ba ta. Mudah-mudahan minggu ini Faris sudah bisa menyesuaikan diri. Aamiin 😊

buku nuramadan

semangat belajar,

Rumbel Menulis IIP Batam : Semangat Baru Dalam Menulis

Aliran Rasa Rumbel Menulis

Kalau ditanya mengenai pengalaman menulis, rasanya semua yang saya kerjakan selama ini setengah-setengah. Ketika SMP,awal saya menulis, saya bergabung ke dalam klub majalah dinding. Saya juga mengirim tulisan ke majalah remaja kala itu. Menginjak SMA, pengetahuan menulis saya meningkat melalui tim majalah sekolah namun gaya penulisan saya mendadak berubah sejak aktif sebagai wartawan freelance di koran Jawa Pos. Ketika kuliah, kesibukan menulis dialihkan dengan mengambil job draft peraturan daerah dan entah mengapa saya merasa gaya penulisan saya terlampau serius.

Itu sepenggal kisah kelam latar belakang menulis saya yang tenggelam dimakan rutinitas. Dulu saya belum tahu caranya untuk bergabung dengan sesama penulis. Mungkin komunitas menulis juga belum ada. Berbeda dengan sekarang, komunitas penulis mudah kita ketahui baik di dunia nyata maupun dunia maya. Ketika bertemu dengan rumah belajar menulis IIP, tanpa pikir panjang saya langsung memutuskan untuk bergabung. Setelah bergabung dengan rumbel IIP, saya merasa seperti dilahirkan kembali. Rasanya sekian tahun terakhir ini saya sudah melewatkan banyak momen penting untuk diabadikan. Terutama momen-momen penting bersama buah hati.

Aliran rasa Rumbel Nulis IIP Batam

Pernah ga sih mendapati anak-anak sedang mengamati langit lalu menanyakan kenapa langit biru, kenapa kalau mau hujan langit jadi hitam? Dan selama ini saya sudah melewatkan banyak pertanyaan anak-anak tanpa mendokumentasikannya. Ah, waktu tidak akan pernah berjalan mundur.
Anak-anak adalah sumber inspirasi menulis dalam hidup saya saat ini. Rumbel Menulis IIP membawa energi baru dalam hidup saya. Bertemu saudara baru dan berdiskusi banyak hal. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan baik ini. Saya ingin belajar dari penulis senior dan menulis lebih serius lagi.

#RumbelNulisIIPBatam
#RumbelNulisdihati
#menulisdihati
#saya_bisa

Mr. Ollied, Luti Gendang Kekinian dari Batam


Bingung nyari oleh-oleh khas Batam? Sudah pernah makan Luti Gendang belum?

Mencari makanan khas di Batam memang bisa dikatakan sangatlah tidak mudah. Why? Ini dikarenakan Batam adalah pulau yang telah dihuni oleh berbagai etnis. Tetapi jika berkunjung ke Batam jangan lupa untuk mencicipi Luti Gendang. Luti Gendang adalah salah satu makanan khas Batam yang sering juga dijadikan oleh-oleh karena bentuknya sederhana tapi menarik perhatian, berbentuk lonjong memanjang, seperti roti goreng dengan isian ikan.

.
Hari ini secara tidak sengaja, saya bersama suami dan anak-anak mencoba Luti Gendang Mr. Ollied di rumah makan Anambas Kopitiam. Cuaca Batam yang dingin beberapa hari ini membuat anak-anak ingin makan terus. Kebetulan pagi ini cuaca agak bersahabat sehingga memungkinkan untuk jalan pagi sebentar dan mampir ke kedai Anambas Kopitiam. Luti Gendang Mr. Ollied merupakan signature snack yang disediakan di kedai ini.

Apabila dibandingkan dengan roti-roti kecil yang lain, Luti Gendang Mr. Ollied menawarkan tampilan dan rasa yang sangat berbeda. Saat pertama kali saya melihat display stok Luti Gendang yang masih setengah matang, tampilan roti kecil ini nampak eye catching dan lucu sekali karena terdapat stamp yang menunjukkan isian dari lutinya.

Best seller! Spicy tuna

Saat disajikan, tekstur luar rotinya terasa renyah dan dalamnya lembut. Roti atau sering disebut Luti oleh orang Melayu umumnya berisikan ikan tuna segar yang telah dicampur dan dibumbui dengan berbagai rempah-rempah khas melayu pulau Tarempa. Namun, Mr. Ollied menawarkan berbagai pilihan rasa yang berbeda antara lain spicy tuna, chicken curry, sweet chicken, chocolate nutela dan cheese.

Unik sekali kan, luti gendang dengan isian coklat dan keju pasti sangat menarik perhatian anak-anak. Dengan ukuran dan porsi yang pas untuk anak-anak Luti Gendang bisa menjadi salah satu pilihan snack karena rasanya tidak melulu ikan atau ayam saja. Bahkan bagi orang yang kurang suka ikan, Mr. Ollied menawarkan pengalaman makan luti gendang yang tidak biasa melalui pilihan varian isi chicken sweet atau chicken curry bagi yang lebih suka rasa gurih.

Luti Gendang ini sangat cocok untuk dijadikan camilan bersantai dengan keluarga, apalagi jika disajikan hangat-hangat dan ditemani dengan secangkir teh o alias teh hangat.

Harga Luti Gendang kekinian ini Rp. 3.500,- per biji. Jika ingin membawa sebagai buah tangan bisa dibeli dengan pilihan harga Rp. 42.000,- per kotak yang berisi dua belas biji atau Rp. 84.000,- per kotak yang berisi dua puluh empat biji. Dengan harga terjangkau, oleh-oleh khas Batam ini sangat sebanding dengan rasanya yang lezat.

Jadi, buat teman-teman yang mampir ke Pulau Batam jangan lupa makan dan membawa oleh-oleh Luti Gendang dijamin nggak akan menyesal. Makanan ini menjadi makanan yang sangat khas dan jarang sekali dijumpai di tempat lain.

View this post on Instagram

do follow @mrollieid now available @anambaskopitiam

A post shared by Anambas Kopitiam (@anambaskopitiam) on

Anambas Kopitiam
Alamat: Komplek Palm Spring Blok A2 no 9-10, Batam Center.
Buka Pukul. 07.00-22.00.

Kelas Pertama Komunitas Ibu Berkisah Batch 4

Apasih Komunitas Ibu Berkisah itu?

Komunitas ini didirikan atas dasar kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia. Dimana sebagian ibu belum ‘serius’ melakukan aktivitas berkisah kepada anaknya, khususnya anak balita dan umumnya anak-anak usia SD. Kendalanya, bisa karena kurang ilmu berkisah, bisa karena situasi dan kondisi ibu, anak, ekonomi, lingkungan, dsb. Banyak faktor.

Namun di sisi lain, sebagian sudah banyak yang sadar akan pentingnya berkisah, bahkan ada yang menyebut dengan istilah wajib. Nah, para ibu ini juga diharapkan bukan hanya bisa memberi manfaat kebaikan untuk diri dan anaknya. Lebih baik lagi, jika bisa berbagi ilmu dan pengalaman berkisah kepada ibu lain. Karena ini merupakan PR besar bersama.

Untuk itu, bismillah dengan memohon bimbingan dan ridho Allah, saya ingin mengumpulkan para ibu, lebih baik lagi calon ibu baik yang sudah menikah atau pun belum menikah, untuk saling belajar dan berbagi, saling mengingatkan dan menyemangati, agar anak kita, anak saudara muslim kita, anak tetangga kita, dan anak-anak Indonesia mendapat kisah dari ibunya.

Nah, sampai sini semoga tujuan baik kita sama yaa, seiring sejalan sambil menambah silaturrahim.. insya Allah akan menambah berkah untuk hidup kita Aamiin.

Kelas online ini akan membahas materi dengan tema :

Pekan 1 : Keutamaan Berkisah. Mengapa Berkisah? Motivasi Berkisah

Pekan 2 : Manfaat berkisah. Manfaat bagi ibu, ayah, anak. Manfaat bagi bangsa dan agama.

Pekan 3 : Media Berkisah. Macam-macam sarana prasarana penunjang berkisah.

Pekan 4 : Metode Berkisah. Teknis berkisah. Trik. Tips.

Selanjutnya, masuk program komunitas, saling berbagi kemanfaatan ilmu, sosial dan ekonomi.

Hari ini kami masuk pada tema pertama, Keutamaan Berkisah yang diisi oleh founder Komunitas Ibu Berkisah, mbak Hikmah Yulitasari. Dan dimoderatori oleh mbak asrie biasa dipanggil mba acie, beliau PJ kelas online KIB dari divisi kemanfaatan ilmu KIB.

Sebelum memulai mbak Hikmah membagikan adab menuntut ilmu sebagai pengingat bagi dan kita semua, semoga dengan memperhatikan adab menuntut ilmu, sedikit apapun ilmu yang kita peroleh, bernilai pahala dan membawa banyak keberkahan bagi diri dan keluarga ibu shalihah semua, aamiin.

Sebelum masuk materi, ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan terkait adab menuntut ilmu😊

Adab Menuntut Ilmu

Pertama, Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu

Kedua, Rajin berdoa kepada Allah Ta’ala, memohon ilmu yang bermanfaat

Ketiga, Bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu merasa haus ilmu

Keempat, Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah Ta’ala.

Kelima, Tidak boleh ‘sombong’ dan tidak boleh ‘malu’ dalam menuntut ilmu.

Keenam, Mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan.

Ketujuh , Diam ketika pelajaran disampaikan.

Kedelapan , Berusaha memahami ilmu yang disampaikan.

Kesembilan , Menghafalkan ilmu yang disampaikan.

Kesepuluh , Mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan.

Kesebelas , Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Kedua belas , Berusaha mendakwahkan ilmu.

Referensi:
Adab & Akhlak Penuntut Ilmu karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Maka sesuai petunjuk teknis dan adab menuntut ilmu, mohon kerja sama dan saling mengingatkan di antara kita semua dengan santun, agar selama materi berlangsung off chat dan grup ini memang satu arah. Pertanyaan bisa diajukan ke PK masing-masing.

Materi Pertama

Apa itu berkisah?
Sama kah dengan dongeng?

Silakan cek kamus KBBI.

Berkisah adalah cerita tentang kejadian, riwayat dsb dalam kehidupan seseorang dsb.

Dongeng adalah cerita yang tidak benar2 terjadi. Keperkataan yang bukan-bukan atau tidak benar. Mengatakan yang tidak benar.

Jadi jelas berbeda ya.

Jadi utamakan berkisah kepada anak.

Jadi gak boleh dongeng dong?

Boleh saja selama isi dongengnya ada pesan kebaikan. Namun dongeng hanya sebagai pelengkap bumbu2. Perbanyaklah porsi berkisah.

Sekarang yuk kita bedah dari sisi Al Qur’an, hadits, dan sirah.

Allah Subhanahu Wata’ala banyak menyampaikan firman-Nya kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril, isinya banyak tentang kisah.

Komunitas Ibu Berkisah mengambil lambang logo matahari, sebelas bintang dan bulan berdasarkan asbabun Nuzul (sebab turun ayat) Q.S.Yusuf : 3&4, dst. Itu adalah awal mula Allah berkisah kepada Nabi Muhammad atas permintaan para sahabat pada suatu ketika berkata,

“wahai Rasulullah, alangkah baiknya jika sesekali engkau menceritakan kisah
kepada kami.” (HR.Ibnu Jarir)

Nabi Muhammad mendapat Wahyu di Makkah (yaitu ayat2 makkiyyah sebelum hijrah selama 13 tahun). Sebagian besar kisah. Maka menguatkan bahwa Makkah adalah fase yang banyak kisah. Makkah adalah masa pondasi pembentukan umat. Kisahnya para nabi terdahulu dengan kaum Bani Israel Yahudi, Nasrani, Majusi. Nabi Muhammad diajarkan Allah untuk mengenal terlebih dahulu karakter kaum tsb sebelum bertemu (sebelum hijrah, yang ditemui hanya kaum Arab saja). Sehingga ketika Nabi Muhammad hijrah dan mulai berdakwah secara luas, beliau sudah punya bekal, tahu bagaimana strategi dakwah kepada setiap jenis kaum berdasarkan kisah dalam Al Qur’an.

Maka, mengikuti bagaimana cara Allah mengajarkan Nabi Muhammad. Otomatis juga mengikuti cara nabi Muhammad mengajarkan umatnya, berkisah mengenalkan Allah, Rasulullah dan para nabi sejak dini, merupakan cara terbaik untuk pondasi dasar anak sebelum pergi ke dunia luas mempelajari segala macam ilmu. Agar ketika belajar ilmu apa pun, imannya menjadi benteng. Aman dari penyimpangan akidah dan segala macam pergaulan buruk. Syukur2 bisa menasihati dan menjadi contoh teladan untuk orang lain.

Selanjutnya dari sisi penelitian ilmiah, The Worlds Most Literate Nations (WMLN) merilis daftar peringkat negara dengan tingkat literasi paling tinggi di dunia. Penelitian dilakukan oleh Jhon W Miller, Presiden centrafarm al Connecticut State university, new Britain.

Hasilnya, Finlandia, Norwegia dan Iceland adalah negara dengan tingkat literasi tinggi dan tergolong negara maju dari sisi pendidikan. Ternyata minat baca tinggi dan budaya bercerita kepada anak dilakukan di negara tsb.

David Mclelland seorang pakar psikologi sosial mengungkapkan hasil penelitiannya sebuah teori bahwa cerita atau dongeng anak sebelum tidur sangat mempengaruhi prestasi suatu bangsa. Membandingkan Dua negara terkuat abad 16 yaitu Inggris dan Spanyol. Di Inggris, cerita anak kaya muatan spiritualis dan motivasi untuk maju. Sementara di Spanyol, kaya muatan yang membuat anak terlelap terninabobokan. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi di Inggris lebih tinggi daripada Spanyol.

Kalo asumsinya kita analogikan. Berarti kondisi Indonesia sekarang ‘mungkin’ karena kualitas dongeng kita.

Nah, dongeng saja segitu besar pengaruhnya. Padahal bukan cerita nyata. Apalagi kalo yang disampaikan ke anak adalah kisah. Banyak sekali pesan kebaikan yang memang benar terjadi dan akan terekam di memori anak yang mempengaruhi kehidupannya.

Sejarah mencatat, Muhammad Al Fatih penakluk Konstantinopel adalah penyuka kisah sejarah. Dari sukanya, jadilah ia sebaik-baik pemimpin yang baik yang berhasil menembus benteng konstantinopel.

Berikut pertanyaan yang masuk saat diskusi:

1. Jadi kalo kita mau berkisah ke anak itu contohnya seperti apa? sprti menceritakan kisah2 nabi?
berkisah dengan bercerita sama tidak?

Jawaban:
Betul mba Tuti, kisah nyata, kisah nabi dan rasul, kisah orang2 terdahulu, kisah sejarah nabi Muhammad sejak dalam kandungan sampai wafat, sejarah para pahlawan dsb. Bercerita bersifat umum mba. Cerita bisa fiksi bisa non fiksi. Bisa kisah bisa dongeng. Sementara berkisah itu bercerita hal nyata yang benar terjadi.

2. Mengenai berkisah, saya kadang membacakan nama2 malaikat yg disebutkan atau nama2 rasul. Apakah ini termasuk berkisah?
Krn sy msh menggunakan buku (kami pakai dr perisai quran kids) kdg ktk blm selesai kisah (misal nabi uzair alaihi salam br sampai naik keledai) nah anak sy malah tanya ttg keledainya dan lalu lihat2 hewan yg di bukunya, gmn ya mba? Apakah kisah hrs selesai? Atau sy mgk ada yg keliru menyampaikan?

Jawab:
Iya, namanya menyampaikan berita ilmu dengan cara berkisah. Penjelasannya selanjutnya in sya Allah pada tema teknis berkisah. Salah satu media berkisah adalah buku dan bukan hanya buku, masih banyak media berkisah lain. Insya Allah akan dibahas detail pada tema media berkisah.
Wajar jika anak-anak apalagi usia balita sangat tertarik pada binatang, dan sifat anak mudah teralihkan dengan hal yang menarik hatinya. Namun juga mudah dibentuk untuk satu kebiasaan tertentu.

Berkisah tidak harus sampai selesai. Saat anak bertanya adalah momen emas untuk menjawab pertanyaannya, kaitkan saja jawaban dengan kembali ke kisah atau jika memang tidak berhubungan kaitkan dengan penanaman iman tauhid kepada Allah, misal keledai itu hewan ciptaan Allah nak. Semua hewan dan kita manusia juga ciptaan Allah. Kita harus sayang sama hewan ciptaan Allah.

Jadi tujuan berkisah tetap ada, yaitu penanaman iman dan pesan kebaikan.

Proses berkisah ibu kepada anak adalah pembelajaran seumur hidup, jadi insya Allah tidak ada yang keliru, yang ada terus berproses agar lebih baik dengan cara belajar ilmu berkisah. Nanti di tema2 selanjutnya akan dibahas.

3. Apakah berkisah yg dimaksud harus sampai kepada hikmah dari cerita?

Jawab:
Sebaiknya dan idealnya iya. Tapi tidak harus dalam sekali berkisah.
Maksudnya begini, berkisah adalah proses pembelajaran, proses penanaman iman dan pesan kebaikan. Maka yang namanya proses, ya nikmati saja perjalanannya, yang penting sebagai ibu kita terus berusaha terus belajar lebih baik dalam berkisah setiap harinya. Sikon anak tidak selalu sama dari hari ke hari. Begitu juga sikon ibu. Begitu juga sikon saat berkisah. Maka jika hari ini bisa berkisah sampai selesai, sampai tersampaikan pesan iman dan kebaikan, Alhamdulillah. Dan jika hari ini tidak bisa, karena anak minta dikisahkan yang lain misalnya, anak keburu tidur, buyar ayahnya pulang dsb, tidak apa2. Bisa diulang lagi besok, tawarkan lagi di lain waktu. Anak-anak tidak pernah bosan mendengar kisah yang diulang, apalagi jika sudah punya kisah favorit, bisa ibunya yang bosan 🙁

4. Saya termasuk yang tidak istiqomah berkisah. Anak saya kadang mood kadang nggak. Gimana caranya biar anak betah bercerita sama saya?

Jawab:
Caranya, nanti kerjakan BDI 1 nya dengan serius dan bahagia ya mba😊 lalu praktikan tahap demi tahap BDI2 selanjutnya. Karena bicara betah bercerita, jawabannya panjang bisa 4 pertemuan 😁 intinya, berkisahlah dengan hati, berkisahlah dengan bahagia, agar sampai di hati anak, agar anak juga bahagia.

5. Kisah apa saja yg bisa di sampaikan untuk anak2?
Apakah hanya kisah Nabi saja?

Jawab:
Banyak. Nanti akan dibahas tema berkisah sesuai tahapan usia :
*Kandungan – balita.
*Pra baligh.
*Aqil baligh.
Intinya kalau untuk anak, fokus pada :
1.penanaman iman tauhid kepada Allah;
2.pengenalan nabi Muhammad dan nabi2 lain;
3.adab keseharian.
Dengan isi kisah yang sesuai dengan usianya.

Banyak tema kisahnya, banyak medianya, banyak teknisnya. Berkisah dari Al Qur’an ibarat mengambil kisah dari lautan luas, tidak akan ada habisnya. Asalkan, kita tahu cara ambilnya. Jadi, sebagai ibu memang harus terus belajar agar punya bekal berkisah. Bicara berkisah sangat berkaitan dengan sejarah Islam. Bicara sejarah Islam, sejarah nabi Muhammad deh, Siroh Nabawiyah, wah gak ada habisnya itu. Para ahli siroh, para ahli ilmu tidak pernah kehabisan bahan untuk terus bolak balik mempelajari siroh, selalu menemukan hal baru.

6. Apakah berkisah boleh dengan media buku, maksudnya membacakan buku shiroh gitu, krn ibunya blm hafal byk kisah.

Jawab:
Boleh.

7. Saya sering dimintai mereka tuk dibacakan buku yang sempat saya belikan atas permintaan anak pertama saya yaitu ensiklopedia bocah muslim, apa buku ini termasuk alat bacaan berkisah atau gimana?
Trus kapan sebaiknya waktu yang tepat untuk berkisah.

Jawab:
Bisa umm termasuk media berkisah. Waktu yang tepat adalah saat kondusif. Ibu dan anak yang tahu. Tidak sedang mengantuk hampir terlelap (maksudnya kalau sudah ngantuk lanjut lagi nanti), tidak sedang ingin pipis atau poop. Tidak sedang lapar. Saat anak minta. Ibu berkisah tidak disambi dengan hal lain. Bisa malam sebelum tidur setelah Talaqi ayat quran, bisa siang, bisa di jalan. Yang penting nyaman kondusif.

8. Sampai usia berapa metode berkisah ini bisa kita lakukan ke anak ya bun? Apakah bijak jika berkisah pada 3 anak yang berbeda usia dalam satu waktu? Dan adakah tips khusus bagaimana berkisah menjadi hal yang menarik bagi anak anak?

Jika tema kisahnya sesuai untuk ketiga anak bisa digabung. Yaitu lihat kesesuaian dengan anak yang paling kecil. Jika tema hanya sesuai untuk kakaknya maka bergantian.
Teknis berkisah pertemuan ke-4 ya.

9. Apakah ada rundown berkisah yang dianjurkan. misalnya harus dimulai dari kisah apa terlebih dahulu. Kemudian Referensi buku yang bisa dipakai untuk berkisah yang lengkap dan menarik juga untuk anak2

Jawab:
Ada mba, pada buku bahagia berkisah tulisan saya, ada peta berkisah sebagai petunjuk berkisah sesuai usia. Detailnya nanti kita bahas di pertemuan selanjutnya.
Kalo buku, selama bukunya bersumber dari Al Qur’an, hadits, siroh, in sya Allah bagus. Cari buku yang menyertakan sumber dari quran surat apa, hadits apa, dan daftar pustakanya juga jelas.

10. Apakah berkisah itu dilakukan hanya sebelum anak tidur sebagaimana kita mendongeng?

Jawab
Tidak harus malam hari. Bisa kapan saja saat kondusif.

Notes :
Mana yg lebih utama, rutin berkisah pada anak/keluarga sendiri? Atau rutin berkisah kepada anak/keluarga sekaligus tetangga/umum?
Utama anak sendiri. Jika sudah Istiqomah dan siap Alhamdulillah bisa buat sesi berkisah dengan anak tetangga sekitar agar lebih semangat dan menjadi pahala.

Setelah sesi tanya jawab, ada tugas yang harus dikerjakan selama sepekan dan dikirimkan melalui gform. 💐💐💐💐💐💐💐💐

Komunikasi Orang tua kepada anak ala Rasulullah SAW

Catatan penting dari diskusi dengan Teh Kiki

Pertanyaan:

Bagaimana pola komunikasi yang baik kepada anak agar anak mau mendengar pesan kita dan mau melaksanakannya? karena sering sekali anak-anak baru akan mendengar dan melaksanakan pesan yang kita sampaikan ketika kita sudah marah atau menaikkan nada bicara kita pada level tertentu. Sehingga pada saat kita menasehati dengan cara biasa atau berbicara dengan nada yang pelan anak-anak cenderung tidak mendengar dan tidak melaksanakan.

Jawaban teh Kiki Barkiah:

Dalam kesempatan ini saya ingin berbagi bagaimana ibrah yang bisa kita ambil dari pola komunikasi Rasulullah SAW kepada anak-anak dan kepada para sahabat dari beberapa kisah dalam shirah. Dengan mengambil ibrah tersebut mudah-mudahan pola komunikasi kita menjadi lebih efektif, sehingga pesan dapat tersampaikan dan harapan kitapun bisa tercapai.

Sebelum kita berbicara tentang pola komunikasi Rasulullah SAW terhadap anak-anak atau sahabat dalam mendidik mereka, saya ingin mengangkat 1 hadist yang mungkin bisa menjadi ruh bagi keberhasilan pola komunikasi kita dengan anak anak. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Ibnu Majah

“Hormatilah anak anakmu dan perbaikilah akhlak mereka”

Maka kita harus berusaha untuk senantiasa menghormati hak, keinginan, dan pendapat mereka. Karena bisa jadi ketika kita terlalu sering mengabaikan pendapat, pandangan, dan perasaan mereka, membuat mereka pun merasa tidak perlu untuk menghargai harapan dan keinginan orang lain khususnya kita. Maka hal ini harus diperbaiki terlebih dahulu. Pastikan hak-hak mereka telah terpenuhi, sehingga hubungan yang baik diantara kita akan membuka jalan bagi kita untuk bisa berkomunikasi secara efektif kepada anak anak. Bila hubungan kita dengan anak anak retak atau renggang, teknik komunikasi sebaik apapun yang kita kuasai tidak akan berhasil mencapai tujuan.

*1. Komunikasi tanpa komunikasi*

Belajar dari cara Rasulullah SAW berkomunikasi dalam shirah, yang pertama Rasulullah SAW berkomunikasi dengan tanpa komunikasi. Sebagai contoh Ibnu Abbas pernah berkata bahwa beliau menginap dirumah bibinya, Maimunah. Kemudian Rasulullah biasa bangun untuk shalat malam suatu malam. Rasulullah SAW bangun kemudian berwudhu dengan wudhu yang ringan dari kendi yang digantung. Setelah itu Rasulullah SAW shalat. Kemudian Ibnu Abbas berwudhu dengan wudhu yang sama seperti Rasulullah SAW lakukan. Kemudian beliau berdiri disamping kiri Rasulullah SAW. Rasulullah SAW kemudian menarik Ibnu Abbas dan meletakkannya disamping kanannya. Kemudian Rasulullah SAW shalat beberapa rakaat.

Disini kita bisa melihat bagaimana Rasulullah SAW berkomunikasi dengan tanpa komunikasi tetapi langsung memberikan teladan. *Jadi ada kalanya komunikasi kita lebih efektif keika kita langsung memberikan contoh.* Sebagai contoh kalau saya meminta anak bersiap-siap pergi,tetapi saya hanya berkomunikasi secara lisan sambil menyusui, mereka biasanya lebih sulit untuk tergerak. Tetapi kalau saya menyelesaikan keperluan saya, kemudian saya bergerak untuk pergi, mulai memanaskan mobil, mulai memasukkan barang barang ke mobil, dengan sendirinya anak-anakpun segera bergerak. Mereka tahu bahwa tidak lama lagi kita akan pergi dan mereka harus menyelesaikan pekerjaan yang harus mereka lakukan untuk persiapan keperluan pergi tersebut.

*2. Fokus pada mengarahkan bukan membahas kesalahan*

Kemudian yang kedua, kita bisa belajar dari shirah bagaimana Rasulullah SAW memberikan contoh dalam melatih skill seorang anak dengan cara memberikan contoh yang benar dan tidak fokus membahas kesalahan anak. Suatu ketika ada seorang anak yang belum mahir menguliti kambing. Rasulullah SAW tidak fokus membahas kenapa ia tidak melakukan dengan cara yang baik. Tetapi di hadapan anak tersebut Rasulullah SAW langsung menunjukkan cara bagaimana menguliti kambing yang benar.

Dalam berkomunikasi, kita juga perlu melihat latar belakang seorang anak ketika ia bersikap di luar harapan kita. Bisa jadi bukan karena ia bermaksud melakukan kesalahan, tetapi karena ia belum tahu atau belum mahir melakukannya. *Seringkali orang tua menaruh ekspektasi yang sangat tinggi. Berharap anak sudah mampu melakukan. Sehingga ekspektasi ini mendorong kita melakukan komunikasi menyimpang yang membuat anak semakin merasa tidak nyaman berhadapan dengan kita.*

Maka sebaiknya fokus kita adalah memberikan contoh, memberitahu apa yang seharusnya mereka lakukan. Sehingga tidak perlu membangun komunikasi yang lebih banyak membahas kesalahan. Apalagi bila komunikasi ini didasari oleh rasa kesal kita. Sehingga membahas kesalahan menjadi kesempatan untuk meluapkan emosi-emosi negatif kita. Ketika kita melihat anak anak melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan prosedur atau tidak sesuai dengan harapan kita. *Terlebih lagi, banyak orang tua yang sebenarnya memiliki permasalahan di luar permasalahan anak, namun menjadikan kesalahan anak sebagai kesempatan meluapkan emosi negatif tersebut.*

*3. Menarik perhatian anak sebelum menyampaikan pesan*

Kemudian yang ketiga, Rasulullah SAW pernah mendekati dan menyapa seorang anak yang sedang bersedih karena burung pipitnya mati. Kemudian Rasulullah menarik perhatian dengan menyapa anak tersebut

“Wahai Abu Umair ada apa dengan burung pipitmu?”

Rasulullah SAW bertanya bagaimana kabar burung pipitnya. Dari kisah ini kita belajar bahwa Rasulullah SAW berusaha menarik perhatian lawan bicara, sebelum kemudian menyampaikan isi pesan yang hendak dikomunikasikan. Rasulullah SAW berusaha menghargai perasaan lawan bicaranya. Terkadang ketika kita menyampaikan sesuatu, kita berteriak-teriak dari dalam kamar. Sementara kita tidak mengundang anak untuk terlebih dahulu memperhatikan kita sehingga ia bersedia memberhentikan aktifitasnya untuk mau mendengar pesan kita. *Jadi apabila anak tidak mendengar pesan kita, barangkali karena kita sendiri yang langsung memberikan pesan tanpa membuat lingkungan yang kondusif agar anak mau dan mampu berkonsentrasi pada apa yang kita sampaikan.*

Bisa jadi saat kita berkomunikasi, anak sedang asik dengan mainannya atau sedang menonton televisi. Mereka bisa mendengarkan suara kita tetapi otaknya tidak mempersiapkan diri untuk memahami pesan-pesan kita. *Belajar dari kisah Rasulullah SAW kita perlu memperbaiki teknik komunikasi dengan cara bebicara secara langsung dan berhadap-hadapan. Gunakan sentuhan lembut yang membuat mereka dapat memusatkan perhatian kepada kita.* Insya Allah akan lebih baik dibanding kita berkomunikasi berteriak-teriak dari tempat jauh. Apabila kita berada dalam keadaan yang sulit untuk mendekati anak, seperti sedang berbaring meyusui, maka panggil dulu anak tersebut atau minta seseorang yang lebih dekat untuk memanggilkan anak tersebut.

*4. Buka diskusi dengan pertanyaan*

Kemudian yang keempat, Rasulullah SAW sering sekali mengajukan pertanyaan terlebih dahulu kepada para sahabat untuk membuka sebuah diskusi. Misalnya “Maukah aku memberitahukan tentang orang yang masuk surga?” Kita dapat melihat dalam banyak hadist bahwa Rasulullah SAW menyampaikan suatu pesan dengan cara bertanya terlebih dahulu kepada para sahabat. Dengan pertanyaan pembuka, orang yang diajak komunikasi diharapkan dapat memusatkan pikirannya. Bahkan secara aktif berusaha untuk mencari jawaban. Tentunya pesan akan lebih terinternalisasi dalam diri anak ketika jawaban itu hadir dari proses berpikir seorang anak dibanding ketika mereka mendengar pesan dari kita. Kita hanya tinggal menyatakan persetujuan atau meluruskan jawaban yang disampaikan oleh anak. Jadi dalam membangun komunikasi, terlebih saat akan memberikan pesan yang sangat penting kepada anak, buatlah waktu khusus untuk berkomunikasi dengan mereka. Tinggalkan sejenak pekerjaan kita dan duduklah bersama dalam suasana yang nyaman. Mulailah dengan mengajukan pertanyaan terlebih dahulu serta hargailah setiap jawaban anak.

BERSAMBUNG…