RESUME KULIAH WHATSAPP OLAH JELANTAH

credit photo by mba DK wardhani

📆 *Hari, tanggal: Rabu, 13 Desember 2017*
⏰ *jam : 13.00 – 15.00 WIB*

Narasumber :
✅ *Mbak “Dini” Dian Kusuma Wardhani*
✅ *Mbak Krismariana Widyaningsih*
Moderator : Niken TF Alimah

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

_Sekapur sirih…_
*MINYAK GORENG BEKAS (JELANTAH)*
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Assalamu’alaikum warohmatullah,

Kami menyadari bahwa minyak jelantah masih menjadi MASALAH dalam mengolah LIMBAH rumah tangga. Sebagian besar orang membuangnya ke badan air. Nah, ini yang berbahaya karena bisa mencemari dan juga mengganggu/menzolimi mahluk hidup dan ekosistem sungai-laut.

_*Ah kan sedikit ini!*_

Ya, jika 1 orang memang sedikit tapi banyangkan jika 1 RT-Kecamatan-Kota semua membuang ke wastafel?

1 keluarga membuang 200 ml bisa dibayangkan berapa banyak jika 1 kota.

_*Saya kan nggak menghasilkan jelantah…*_

Alhamdulillah kalau tidak menghasilkan jelantah, ilmu ini bisa ditularkan ke yang lain. Meskipun kita pribadi tidak menghasilkan jelantah tapi sekitar kita belum tentu kan?

Bukankah ada tetangga sebelah rumah, tukang gorengan, tukang kerupuk, pengusaha keripik, warung lalapan, catering, dan sebagainya yang semuanya mungkin masih _byuuuur_ buang jelantah ke selokan.

Dengan BISMILLAH, KAMI mencoba BERGERAK menyelesaikan masalah minyak jelantah yang biasanya dibuang begitu saja ke tempat cuci piring, masuk selokan dan akhirnya ke sungai.

Muncul inisiatif di beberapa daerah untuk memanfaatkan minyak jelantah, salah satunya di MALANG. Gerakan pengumpulan minyak jelantah ini, tentu saja BERBEDA dengan kota-kota lain.

Oiya,sedikit gambaran untuk Gerakan Sedekah Jelantah Kota MALANG:

1⃣ Inisiatif kegiatan ini muncul dari jejaring pertemanan yang punya kesamaan rasa, yaitu prihatin pada pencemaran lingkungan.
2⃣ Yang baru terpikirkan adalah mengolahnya menjadi sabun padat dan menyalurkan ke pelosok yang belum teraliri listrik.
3⃣ Sifatnya DONASI atau SEDEKAH, dan bukan sekadar memberikan sampah minyak. Karena kami juga ingin memberikan EDUKASI, seperti menyaring jelantah, mengolahnya menjadi sabun, dll.

Fokusnya memang pada membangun KESADARAN bersama untuk bisa mengurangi pencemaran lingkungan dari sampah yang dihasilkan rumah tangga. Semoga bisa menjadi inspirasi kota lain.

*JANGAN TANYA DI KOTAKU SUDAH ADA BELUM YA?*

*TAPI MULAILAH…!!!*

*KOTAMU MEMBUTUHKANMU…*

*SAATNYA BERGERAK!*

*Inisiator Gerakan Sedekah Jelantah*
-Sahabat Alam Cilik & Green Mommy-

🍃 IG : @dkwardhani
FB: ‘Dini’ dian kusuma wardhani
🍃 IG:@krismariana.menik
FB: Krismariana Widyaningsih

*Persiapan Awal Olah Jelantah*

Dear kawan-kawan peserta Olah Jelantah, ada baiknya kawan-kawan mulai mencicil *persiapan Jelantah* untuk Olah Jelantah yaa. Mumpung masih hari Senin yess 🤗

Apa saja persiapannya?
1⃣ *minyak jelantah* minimal 500 ml yaa
2⃣ *simpan jelantah* dalam wadah tertutup di botol, jerigen, atau apapun.
3⃣ *pisahkan* minyak jelantah yg masih bening dengan yg sudah hitam
4⃣ pastikan minyak *tidak tengik*
5⃣ minyak bau ikan? Pisahkan dulu.
6⃣ minyak jelantah yg kita gunakan adalah *minyak nabati* yaa

✅ Yang disebut *jelantah adalah semua minyak bekas pemanasan dari kegiatan menggoreng*. Boleh bekas tempe, ayam, ikan, krupuk dll.

Sebetulnya bebas saja, nggak ada kategori tertentu telah dipanaskan berapa kali. *Tujuan kita adalah mengolah limbah.* Bahkan yang terhitam sekalipun. Tapi kalau mampu untuk memilah bening atau hitam, monggo.. bisa dipakai eksperimen.

✅ Jika kurang dari 500 ml, bisa dipakai untuk setengah resep.

✅ *kalau saya tidak menyebutkan secara spesifik, artinya bebas ya.*

✅ *Minyak nabati itu minyak dari tanaman.* Misalnya: minyak kelapa sawit, minyak kelapa, dan minyak kedelai.

Minyak hewani adalah minyak yg berasal dari hewan.

Kita pakai minyak nabati, karena itu yang kita pakai sehari-hari.

*Resume Sesi Tanya Jawab*

*1. Bagaimana jika tidak punya timbangan digital?*
➡ Untuk mengolah sabun jelantah, angka NaOH tidak harus sangat presisi, boleh ada toleransi. Dicoba saja untuk pakai timbangan biasa, asal wadahnya jangan tercampur makanan.

Jika memakai timbangan digital, pastikan timbangan menunjukkan angka nol saat wadah diletakkan di timbangan. Kawan-kawan bisa memijit tombol “tare” untuk mengatur angka timbangan menjadi “nol” setelah wadah diletakkan di timbangan. ✅

*2. utk jlantah yg bau sbelum dicmpur dg arang apa msti disaring dulu ato nanti stelah trcmpur dg arang, trmkasih 🤗*
➡ Boleh disaring kasar dulu, beri arang panas, baru disaring kain. Dan ukuran berat adalah setelah diserap arang dan disaring kain ya. Jadi sudah bersih baru ditimbang. ✅

*3. Saya baca beberapa bahan dan alat ternyata sebagian besar belum siap. Apa dari kulwap ini nantinya kami mesti berhasil membuat sabun dr jelantah?*
➡ Grup ini akan dibuka 1 minggu, untuk kesempatan praktek dan diskusi paska praktek (Hanya untuk kepentingan tersebut saja ya tidak untuk yang lain).

Tapi jika memang belum berkesempatan utk mencoba dalam seminggu kedepan, bisa upload hasilnya di FB dan tag kami.

Sebenarnya membuat sabun ini sangat mudah hanya butuh minyak, air dan naoh sebagai bahan utama.✅

*4. Untuk jumlah arang, disebutkan secukupnya. Apa jumlah arang yang digunakan disesuaikan dengan tingkat kekeruhan minyak?*

*Bisa diberikan kira2 jumlah arangnya mba? Karena saya masih bingung dalam mencerna kata secukupnya 😊.*
➡ Dari pengalamanku, seberapa jumlah arang itu kira-kira saja. Asal semua arang terendam.

Tepatnya disesuaikan. Biasanya saya pakai sekitar 30-50% dari banyaknya minyak. Karena utk penghematan, bisa dipakai 3-4 kali, jadi akan turun kemampuan menyerap residu/racun dan bau. ✅

*5. Saya mau tanya arang yg sudah digunakan boleh di gunakan lagi? Itu arang yg biasa di gunakan untuk bakar-bakar makanan ya?*
➡ Karena utk penghematan, bisa dipakai 3-4 kali, tapi akan turun kemampuan menyerap residu/racun dan bau.

Betul, arang kayu seperti untuk tukang sate.

Mungkin sesekali dicek aja sih. Kalau udah nggak bagus, ganti yg baru. Jangan kelamaan juga, karena malah tengik. ✅

*6. Misalkan ndak sempat utk memanfaatkan jelantah, dan (jalan terakhir sepertinya) perlu membuangnya 🙈 , sebaiknya dibuang ke mana?*
➡ Saya pernah dengar ada yg menampung & dijadikan biodiesel (?). ✅

*7. Proses olah jelantah ini bisa tidak jika dilakukan di luar ruangan, di teras depan rumah misalnya? Sebab membaca aturan pembuatan agak sedikit khawatir sementara di rumah ada anak dan balita?*
➡ Iya betul sebaiknya di tempat terbuka dan berventilasi.

Saat membuat sabun, saya biasanya meminta anak-anak menjauh. Pertama, khawatir kalau mereka menghirup uap NaOH. Kedua, khawatir kalau sampai terciprat ke mata. Biasakan menggunakan masker ✅

*8. Untuk jelantah dari sisa menggoreng ikan/asin/udang dan semisal itu apa prosesnya sama? Di waktu perendaman dg arang lamanya sama saja?*
➡ Proses sama, pastikan arang dibakar dulu dan rendam 2-3 malam.

Kalau nggak, arangnya bisa diganti dengan yg baru tiap hari ✅

*9. Pemberian pewarna foodgrade pas step yg mana ya?*
➡ Saat menjelang trace ✅

*10. Dari FAQ no.19: beda dari resep 1 dan 2 hasil akhir resep 2 lebih empuk.*
*Faktor apa yg membuat resep 2 lebih empuk?*
*Dan adakah resep alternatif yg lebih empuk dari resep 2?*
➡ Jumlah Naoh+airnya. Kalau empuk sebagai sabun cuci, justru cepat habis.

Untuk sabun jelantah, rasanya mending kebanyakan NaOH timbang kurang. Lebih bersih buat nyuci ✅

*11. jika menggunakan cetakan silikon, juga tidak bs dipakai lg utk makanan ya ?*
➡ Saran saya jika hanya untuk eksperimen gunakan peralatan yang lebih ekonomis. Tapi jika memang berniat utk mengajak yang lain di sekitar, tak masalah jika ingin berinvestasi.

Kalau mau ekonomis, bisa disiasati pakai cetakan puding, lalu dilapisi kertas cokelat yg biasa buat bungkus nasi atau pakai plastik bekas yg sudah dicuci✅

*12. utk membuat air pandan / kopi / sereh, adakah takaran yg pasMierza Klastulistiwa:
ti? apakah kekentalannya akan mempengaruhi hasil sabun?*
➡ Nggak ada. Dikira-kira saja. Jangan terlalu encer. Dicoba aja dulu. Nanti lama-lama akan tahu bedanya

Air pandan mengandung gula sedangkan kopi bersifat asam. Semakin banyak pandan memang semakin harum tapi juga membuat agak lunak.
Coba saja lama-lama akan tahu takaran pas nya. ✅

*13. Minyak jelantah yg sdh disimpan bulanan apakah masih layak? sy blum cium bau jelantah yg saya punya mbak*
➡ Lagi-lagi saya cuma bisa bilang coba saja😊 Selama ini saya mengumpulkan jelantah dari teman2 & tidak tanya berapa lama mereka menyimpan jelantah tsb.

Asal baunya nggak parah, rasanya bisa-bisa saja ✅

*14. Apa yg terjadi kalo ngaduknya kurang trace? Jadi sabun colek kah? 😁😁😁*

*Atau sabun colek beda resep?*
➡ Bisa jadi ada minyak yg nggak tersaponifikasi. Nggak akan jadi sabun colek. Tapi awalnya bakal lembek banget. Lama-lama mengeras. Tapi nggak maksimal jadinya

Sabun colek beda resep.

Adonan sabun perlu pengadukan konsisten agar menjadi adonan yang homogen. Jika adonan tidak homogen atau kurang trace, maka minyak masih terpisah. Kemungkinan sabun akan nglengo alias berminyak. ✅

*15. Apa ada nama khusus/tertentu untuk kacamata pelindung?*
➡ Nggak ada khusus mbak. Seadanya aja. Beberapa kali juga nggak pakai tapi agak jauh, sebenarnya kalau hati-hati nggak akan meledak kok, asal tidak terbalik memasukkannya ✅

*16. Teh, mau tanya tentang grup olah jelantah : bolehkah menggunakan panci enamel ? Kebetulan punya bekas panci lapis enamel ngga terpakai.*

*Yang kedua, dalam proses pengadukan, di tempat teduh? Misalkan terkena sinar matahari amankah?*
➡ Setahu saya dan sepengalaman saya enamel bisa, asal nggak ada cacatnya, biasanya ada tuh enamel yang sedikit berlubang ada karatnya dll.

Sejauh kami praktek sih biasanya di tempat yang ada naungan. ✅

*17. Mau tanya, bisakah soda api diganti dengan alkali yang lain, semisal baking soda yang lebih umum dipakai?*
➡ Tidak bisa, untuk metode ini yang disebut cold processed soap selalu membutuhkan NaOH. ✅

*18. Apakah bisa membuat sabun dr minyak Jelantah yg tidak menggunakan soda api melainkan menggunakan Abu?*
➡ Belum pernah nyobain, Mbak. ✅

*19. Bun, knp harus dlm botol bertutup ya jelantahnya?*
➡ Demi kepraktisan ✅

*20. Masih banyak yang sangsi mengenai penggunaan soda api. Pengen bisa praktek bareng anak2 d sekolah (TK). Apakah ada alternatif penggunaan zat kimia yg lain yg aman untuk anak2?*
➡ Tunjuan utama sebenarnya utk penyadaran terhadap limbah, mungkin lebih baik ibu wali muridnya saja yg diajak ✅

*21. Ini warnanya bisa beda beda, tergantung warna minyak jelantahnya kah?*
➡ Bukan mbak, tergantung air tambahannya, ada yg sereh, pandan, kopi, kunyit, secang dll ✅

*22. Kalo mau jadi bank jelantah cara penyimpanan diwadah apa ya..*
*mau minta ke tetangga..*
➡Kami pakai jurigen 5 literan, atau drum juga bisa.

Bisa pakai botol air mineral bekas atau jerigen.

Ember juga bisa ✅

*23. Kemarin malah ada yang pakai air daun jeruk purut, air daun turi, air klerak yg buat nyuci batik itu.*
*Bagaimana proses membuat air tsb? Apa cukup digodok saja?*
➡ lerak direndam air panas, diamkan sampai lerak mengelupas. Lalu saring.

Di blender mbak ✅

*24. Bismillaah, apa bisa untuk cuci pakai mesin cuci kah?*
➡ Belum pernah coba sih mbak, tapi saya pernah parut jadi butiran kecil seperti deterjen.

Teman saya nyobain, sabunnya diparut dulu

*— selesai —*

Sumber: www.sahabatalamcilik.weebly.com
http://blognyakrismariana.wordpress.com/

MANAJEMEN RUMAH TANGGA DENGAN DUA BALITA

​Sebagai ibu rumah tangga dengan 2 anak laki-laki (Faris dan Irbadh), sehari-hari saya mengurus anak-anak dan rumah tangga tanpa bantuan dari pengasuh atau pembantu full time. Banyak sekali yang suka bertanya kepada saya “How do you manage to survive each day?”. Karena jujur saja, saya tidak punya teori-teori atau trik special untuk menjalani rutinitas saya sehari-hari. I just live with it. Tapi disini saya akan mencoba mengurutkan rutinitas harian saya, dan mungkin sedikit sharing beberapa tips untuk mengurangi “drama” di dalam keseharian saya.

Yes, I’m a morning person. Saya sudah terbiasa bangun dan beraktifitas di pagi hari dari jaman saya kuliah, dan ketika masih kerja full time di kantor. Setelah menjadi ibu rumah tangga, saya sempat memanjakan diri dengan bermalas-malasan di pagi hari. Tapi ternyata itu membuat hari saya berantakan.. haha 😂
Jadi saya tetap bangun jam 4.30 pagi untuk sholat Subuh (waktu Indonesia bagian Batam) dan langsung masuk dapur. Saya menyiapkan sarapan dan bekal suami, dan untuk makanan hari itu. Setelah semuanya siap, saya memandikan kedua anak saya sekaligus. Kira-kira jam 5.30 anak-anak bangun, sementara saya menyiapkan air untuk mandi mereka. Sehabis itu saya bermain sebentar bersama sambil menemani mereka sarapan berdua. Sebenarnya Faris sudah bisa makan sendiri tapi dia lebih suka jika makan satu piring bersama dengan adeknya hehe..

Sehabis makan saya memberikan mereka mainan (bisa apa saja, termasuk sensory play) dan membiarkan mereka bermain sendiri. Sementara saya lanjut menyapu, membereskan kamar, buang sampah dan beberes kecil bersama anak-anak. Anggap saja ini kelas bersih-bersih ala kami. Setelah selesai semua lalu saya mandi. Urusan menyapu dan mengepel rumah dahulu kala sebelum saya mempunyai anak kedua saya kerjakan di malam hari, namun semenjak saya memiliki anak kedua standar kebersihan dan kerapian saya turunkan. Yang penting bisa berkegiatan bersama dan stamina terjaga urusan bebersih bisa dikerjakan saat anak-anak tidur. Alhamdulillah, sedari dulu urusan domestik saya yang handle semua maka pahala urusan bebersih rumah bisa saya raih bersama anak-anak 😇✌️

latihan mengepel minimal bekas tumpahan air atau makanan

Setiap malam saya selalu berdoa sama Allah agar besok Allah berikan kemudahan dan kelembutan hati anak-anak agar tidak merusuh. Jadi setiap hari saya harus memastikan urusan dapur selesai dan apabila anak-anak susah disambi maka dengan terpaksa urusan membersihkan rumah saya tunda sampai siang ketika anak-anak tidur. Sekitar jam 10 atau 11 saya menemani Irbadh tidur, sementara Faris masih lanjut bermain sendiri atau terkadang ikut saya ke kamar untuk membaca buku atau flash card, intinya mainan yang tidak kotor dan berisik. Waktu ini juga saya gunakan untuk bersantai sejenak sambil quality time bersama Faris. Jika adeknya sudah bobo barulah saya dan Faris bisa masuk kelas utama hari ini, bisa berupa kegiatan percobaan, pengamatan atau diy.

Rutinitas Siang-Sore
Irbadh biasanya bangun sekitar jam 12 dan biasanya mereka berdua bisa asyik main bersama. Kebetulan Faris cukup mandiri sehingga sudah terbiasa membereskan mainan yang sudah tidak dipakai bermain. Sehabis makan siang adalah waktu istirahat. Adakalanya anak susah disuruh untuk tidur siang, tetapi saya tetap meminta mereka untuk hanya bermain di dalam kamar. Sementara mereka di kamar biasanya saya mulai membersihkan rumah atau menyelesaikan pekerjaan rumah lainnya. Sehabis itu baru saya ikut bermain di kamar sambil beristirahat.

Sekitar jam 4 sore, setelah anak-anak mandi saya mengajak mereka untuk main di luar rumah, bermain sepeda, bermain bola, atau pergi ke taman bersama. Outdoor play ini kami lakukan sampai sekitar jam 5, lalu dilanjutkan dengan makan atau snacksore. Tapi terkadang jika terlalu lelah dan lapar mereka langsung meminta makan malam jadi saya bebaskan saja karena saya memang tidak terlalu strict dengan jam makan.

Rutinitas Malam
Adzan Maghrib adalah waktu untuk kita kembali ke kamar. Diawali dengan sholat Maghrib bersama, lalu dilanjutkan dengan belajar mengaji sampai Isya. Belajar mengaji disini tentunya tanpa paksaan dan tetap dilakukan secara fun dengan bermain sesuai usianya. Sehabis Isya biasanya Irbadh sudah tidur, sementara Faris melanjutkan kegiatan di dalam kamar seperti membaca buku, belajar menulis, dan evaluasi harian bersama papanya. Sebelum tidur kami membereskan mainan di kamar, kemudian bersih-bersih. Sekitar jam 9 malam biasanya Faris sudah tidur dan saat itulah free time saya dimulai.

Bisa dilihat rutinitas saya paling padat memang pagi hari, karena saya sebisa mungkin berusaha menyelesaikan semua pekerjaan rumah di saat masih ada suami, jadi suami bisa membantu untuk mengurus dan bermain bersama anak-anak sementara saya bekerja.

TIPS Untuk Menjalani Keseharian tanpa ART

1. Be flexible and don’t be too hard on yourself. Terkadang kita ingin semua serba terorganisir tetapi namanya kita berhadapan dengan anak-anak yang mood-nya bisa berubah kapan saja, tentunya kita tidak bisa terlalu ketat dengan pengaturan jadwal. Jadi kalau ada pekerjaan yang tidak bisa diselsaikan karena anak-anak seharian cuma ingin peluk-pelukan, ya biarkan saja. Pekerjaan rumah bisa menunggu tetapi quality time bersama anak tetap yang utama. Intinya dahulukan yang bernyawa dulu baru urus benda mati (rumah dan dapur maksud saya).
Turunkan standard kerapihan. Hal ini mungkin susah buat sebagian orang, tetapi jika kita memaksakan untuk menjaga rumah tetap rapi setiap saat tentunya agak mustahil apalagi dengan kondisi ada dua atau tiga balita yang selalu bebas bermain dan berlarian didalam rumah.

2. Buat komitmen dan bagi tugas bersama pasangan. Sebelum memutuskan untuk tidak memakai bantuan asisten, tentunya harus membuat komitmen kerja sama yang baik dengan pasangan, karena kalau pasangan tidak turut andil dalam mengurus anak-anak atau rumah tangga, tentunya akan sangat sulit sekali untuk dijalankan. (tetaplah setia menjadi tempat penitipan anak ya, suamiku ✌️).

3. Amankan rumah dengan mengatur posisi barang-barang. Agar tidak harus mengawasi anak secara terus menerus, kita wajib untuk kids-proofing setiap sudut rumah agar anak-anak tetap aman bermain. Atur peralatan makan anak di rak bawah sehingga mereka bisa ambil sendiri, tetapi amankan barang pecah belah di bagian atas. Atur ruang bermain anak, untuk permainan yang butuh pengawasan bisa diletakkan di rak atas, dan untuk permainan yang aman dan mudah dibereskan serta buku-buku bisa diletakkan di rak bagian bawah sehingga mudah di akses oleh mereka. Jangan lupa untuk mengkategorikan mainan ke dalam kotak-kotak transparan sehingga lebih mudah untuk dicari. Biasanya seminggu sekali saya dan anak-anak menyortir mainan sesuai jenisnya.

4.Pasang pintu atau safety gate untuk akses menuju dapur dan tangga jika rumah anda bertingkat.

5. Ajari anak untuk mandiri. Awalnya mungkin susah mengajari anak untuk mandiri, tetapi jika kita melakukan dengan konsisten lama-lama mereka akan mengerti. Yang paling mudah, ajari mereka untuk makan sendiri dan selalu membereskan mainan setiap selesai bermain, lalu bertahap sesuai dengan perkembangan umurnya.

6.Lakukan food preparation. Untuk urusan memasak, saya biasanya melakukan foodprep setiap weekend atau 3 hari sekali agar tidak terlalu repot dan tidak butuh waktu lama untuk masak. Jadi saya sudah mempersiapkan beberapa masakan yang bisa dimasak sebelumnya (pre-cook) misalnya ayam yang sudah diungkep, ikan yang sudah dimarinade, rendang dll, lalu membersihkan dan memotong-motong sayur. Semuanya saya masukkan kotak atau zipper plastic bag terpisah per menu, lalu dimasukkan ke freezer. Saya sering menggunakan bantuan slow cooker dan kukusan listrik dengan timer untuk menyelesaikan proses memasak.

7.Rutin berolahraga. Mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus anak setiap hari sering bikin kita jadi cepat pegal-pegal. Karena itu saya rutin berolahraga minimal 3x seminggu selama 20 menit. Bisa hanya stretching, pilates, ataupun melakukan beberapa gerakan crossfit yang sesuai dengan kemampuan tubuh kita. Hal ini sangat membantu agar kita tidak mudah lelah.

kelas b

8.Nikmati waktu luang untuk “Me-time”. Saya selalu berusaha menikmati me-time setiap hari walaupun hanya beberapa menit. Bisa disaat anak-anak tidur atau asik bermain sendiri. Jangan terlalu ambisius untuk menyelesaikan semua pekerjaan sehingga lupa beristirahat dan bersantai. Menikmati segelas jus sambil membaca buku atau tontonan yang ringan, hanya sekedar bebas memegang hp untuk chat bersama teman-teman biasanya sudah cukup bagi saya untuk melepaskan penat dan kembali me-recharge energi.

Mungkin ada tips lain yang bisa di share atau ingin berbagi keluh kesah seputar mengurus anak dan rumah tanpa ART?

DEMO MASAK STEAM GLUTEN FREE SWISS ROLL BERSAMA PAK WIED (HEALTHY LIFE ANTARA PILIHAN ATAU KEBUTUHAN)

Sabtu, 16 Desember 2017 – Komunitas Indonesia Sehat Sejahtera (KISS) Batam bersama Pasar Sehat Batam mengadakan kelas demo memasak “Steam Gluten Free Swiss Roll” bersama dengan Bapak Wied Harr Apriadji. Siapa sih yang belum kenal dengan Pak Wied, sapaan akrab beliau?

Bapak Wied Harry adalah seorang penulis bidang nutrisi dan makanan sehat alami, serta menjadi food stylistprofesional. Pengalamannya selama puluhan tahun di bidang kuliner sudah menghasilkan banyak buku. Spesialnya menu-menu yang diajarkan beliau selain enak, dijamin sehat dan alami.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari launching Pasar Sehat, Bazar dan Fun Flea Market yang diadakan bulan November kemarin. Rencananya, ke depan akan diagendakan rutin setiap bulan.
Bergabung di dalam komunitas ini rasanya seperti angin segar bagi saya dan keluarga, karena saya jadi merasa punya teman dan keluarga baru yang punya visi dan misi sama. Yaitu ingin memulai hidup lebih sehat dan juga untuk memperkenalkan cara hidup sehat kepada masyarakat dengan makan-makanan organik.

Makanan sehat yang dimaksud, misalnya sayuran yang ditanam tanpa menggunakan bahan kimia saat penanaman. Untuk pengolahannya pun diusahakan masih dalam bentuk aslinya atau sedekat mungkin dengan bentuk aslinya.

Pak Wied menjelaskan pengetahuan dasar cake

Back to topic, kegiatan demo masak pagi ini dibuka oleh Pak Wied dengan pengetahuan dasar mengenai jenis-jenis cake, apa beda spongecake (bolu) – biasa maupun genoa/genois, chiffon cake, cotton cake, angel food cake, butter cake, bluder/brudel.

Kemudian apa saja dasar-dasar dalam membuat cake, bahan utama cake, tips sukses membuat cake yang enak, sehat dan alami bahkan dijelaskan juga mengenai panduan menghitung laba dan harga jual jika ingin mulai berbinis. Pak Wied menyampaikan, “Saya ingin ibu-ibu sekalian memahami dulu dasar-dasar pembuatan suatu makanan dan bahan-bahan apa yang dibutuhkan serta manfaat dari semua makanan yang kita asup.”
Beliau tidak ingin ibu-ibu hanya sekedar tahu resep dan takarannya saja. Bahan-bahan apa saja yang digunakan dalam proses membuat cake juga harus diperhatikan. Sebisa mungkin kita menggunakan bahan yang alami, bukan pabrikan.

menyiapkan adonan warna untuk motif
membuat motif swiss roll

Pasti banyak pertanyaan yang muncul di benak peserta yang baru akan hijrah ke makanan yang lebih sehat. Enak nggak sih kalau cakenya dibuat dari tepung non terigu? Terus pewarnanya pakai apa? Nggak menarik dong kalau dijual? Terus kalau misalnya dijual berapa harga jualnya? Ada yang beli nggak ya?

Saya jadi ingat dengan cake kekinian yang sedang menjamur di Indonesia, sebut saya X yang cakenya kempus-kempus terasa legit dan bertabur coklat dan keju yang banyak, belum filling cream yang meleleh saat digigit, plus warnanya yang gonjreng-gonjreng. Apa kabar perut? Iya sih memang enak di mulut tapi itu semua tidak ramah di perut 😂
Terus masih mau ngasih ke anak? Kalau saya sih nggak. Daripada malah repot setelahnya, dijaminlah banyak keluhan yang timbul setelahnya.

Saya sadar diri dan sadar alarm tubuh saja. Biar dikata kuper atau nggak gaul saya udah nggak mau lagi coba-coba jajan yang aneh-aneh, yang kita nggak tahu makanan itu dibuat dari apa.
Pernah nggak sih kita ngerasa pusing saat makan makanan yang terlalu manis? Atau tenggorokan gatal dan perih sesaat setelah makan gorengan? Itu semua alarm tubuh yang sudah dibuat sepaket sama Allah dalam tubuh kita. Betapa canggihnya tubuh ini bekerja maka sayangilah, jangan dizhalimi lagi dengan asupan makanan yang salah. Bukankah Islam sudah menjelaskan makanlah makanan yang halal dan toyib, jadi renungkan kembali apakah makanan kita itu sudah thoyyib? Kebanyakan dari kita hanya memperhatikan sisi halalnya saja, tetapi tidak thoyyib-nya. Makanan kita hampir seluruhnya dihasilkan oleh industri. Hampir semua industri kapitalis itu tidak thoyyib, baik visi maupun prosesnya. Hasil industri meracuni diri kita dan anak-anak kita dengan makanan-makanan yg tidak thoyyib. Kalau belum yuk mari kita memulai untuk hidup lebih sehat lagi. Setiap orang memiliki standar kesehatan yang berbeda-beda tetapi tidak ada salahnya mencoba untuk lebih baik. Karena bukankah lebih baik menjaga kesehatan daripada mengobatinya 😍

Setelah para peserta memahami esensi itu, tibalah saatnya mengeksekusi bahan-bahan. Sebelumnya bahan dasar ditimbang satu persatu sesuai dengan resep, kemudian siapkan loyang dan diberikan alas kertas yang telah dioles dengan minyak kelapa.

persiapan bahan-bahan

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengocok telur dan gula. Telur yang dipakai boleh telur ayam atau jika alergi bisa diganti dengan telur bebek. Gula yang dipakai adalah gula kastor yang digrinder sendiri kemudian tepung yang dipakai adalah tepung organik yang sudah dimodifikasi takarannya. Diusahakan semua bahannya dari pasar lokal dan bukan pabrikan. Untuk filling atau isiannya pun homemade, dibuat sendiri dari bahan-bahan alami seperti tape, kelapa yang digiling, kurma, bubuk raw choco, gula aren dll.

Membuat adonannya pun harus satu resep satu resep, tidak bisa masal. Karena bahannya alami sehingga harus segera dieksekusi. Setelah proses pengocokan telur dilanjutkan dengan proses memasukan tepungnya. Kemudian dilanjutkan dengan memasukan lemak dan pewarna alaminya dari tumbukan sayur pakcoy, wortel, buah naga, buah bit, kunyit, dll.

ini snack dan lunchnya

Setelah proses pencampuran hingga menjadi adonan selesai, adonan harus cepat dimasukkan ke dalam oven atau kukusan. Karena tanpa menggunakan bahan tambahan adonan akan cepat turun.
Pak Wied menjelaskan dengan sangat detil tips dan triknya agar kue yang kita buat sukses secara rasa enak dan menul-menul cantik tampilannya. Ternyata tanpa menggunakan bahan tambahan makanan apapun bisa juga menghasilkan kudapan yang enak dan tentu saja sehat.

Mengikuti kelas memasak ini membuat pikiran saya lebih terbuka lagi. Ibu-ibu adalah benteng terakhir keluarga yang menentukan apakah makanan yang kita konsumsi sehari-hari halal dan thoyyib ataukah tidak. Bukankah makanan itu akan masuk ke dalam tubuh kita, menjadi darah dan daging kita, bahkan juga akan kita wariskan menjadi bagian dari anak cucu kita. Apakah kita mau mewariskan keburukan pada anak cucu kita?

tada! cantik kan healthy cakenya
sesi foto bersama

MENGENALKAN OLAHRAGA PANAHAN KEPADA ANAK BALITA

Faris latihan memegang busur panah bahan plastik yang aman untuk anak usia dini

Panahan adalah olahraga tertua di bumi ini dan tak lekang ditelan zaman, apalagi dalam agama Islam sangat dianjurkan untuk diajarkan kepada anak sejak usia dini.

Olahraga yang satu ini melatih disiplin, fokus, dan konsentrasi, juga smoothness. Memanah bisa melatih mental karena hal terpenting yang harus kita lakukan sebelum berlatih adalah mengontrol emosi.

Sejatinya, panahan adalah olahraga yang mengajarkan sebuah prinsip bahwa keberhasilan seorang harus didahului oleh upaya dan usaha dan juga mengajarkan proses untuk mencapai apa yang diidamkan.

Olah raga panahan memerlukan ketenangan dan tidak boleh terburu-buru. Targetnya tidak bergerak, maka musuhnya adalah diri si pemanah itu sendiri. 

Minggu lalu, Faris kebetulan berkesempatan untuk mengenal dan belajar lebih dekat dengan olahraga satu ini. Bertempat di komplek First City Complex lantai dasar Batam Centre Mall, depan radio hang fm terdapat kantor sekretariat alias basecamp Mamluk Sport (Traditional Archery and Sport Centre) yang bisa dipergunakan oleh anak-anak mencoba (trial class) untuk mengenal teknik memanah lebih dalam.

Mamluk Sports, hadir untuk mendukung pengembangan, sosialisasi dan pembinaan olahraga panahan kepada seluruh masyarakat Batam melalui club khususnya pada usia dini.

Dengan hadirnya Mamluk Sport diharapkan bisa berdampak pada perkembangan olahraga panahan dikota Batam sehingga panahan bisa membumi dan disukai semua lapisan masyarakat kota Batam.

Menurut salah satu coach Mamluk Sport, anak-anak mulai dari usia 4 tahun bisa diperkenalkan dan mencoba olahraga ini. Dalam hal ini usia berkenaan dengan psikologi anak. Jika di bawah usia 7 tahun, ada kecenderungan anak susah dikontrol. Jika cara mengontrol emosi telah diajarkan sejak diri, karakter anak bisa terbentuk dengan baik. 

Sesungguhnya awalnya aspek terpenting dari kegiatan memanah ini adalah fokus dan konsentrasi. Tetapi ternyata banyak hal lain yang terbangun dalam proses belajar memanah. Peningkatan fokus hanya salah satu dari nilai-nilai yang dikembangkan dalam memanah, namun ada yang penting yaitu dapat digunakan sebagai teori pendidikan dalam mendidik karakter seseorang.

Manfaat Kegiatan Memanah
Aspek terpenting dari memanah justru pada ketenangan. Melalui memanah anak-anak diharapkan belajar tenang, tidak terburu-buru, mengatur nafas, menjaga kestabilan emosi agar anak panah melaju secara konsisten dan tepat menuju sasaran.


Tahapan Mengajarkan Anak Memanah

Meningkatkan konsentrasi, adalah sedikit dari segudang manfaat dari memanah. Jadi, tidak heran bila banyak orang tua zaman sekarang mulai melirik panahan sebagai salah satu media mendidik anak. Apakah Mama tertarik mengajarkan memanah kepada anak-anak? Kalau iya, yuk kita bisa memulai dengan kegiatan sebagai berikut:


1. Ajak Anak Mengenali Panahan

Tahap pertama yang kami lakukan adalah mengajak Faris mengenali olahraga panahan. Mengajak Faris mengunjungi arena panahan untuk anak-anak merupakan langkah awal memperlihatkan olahraga ini secara nyata pada mereka. Biarkan anak-anak melihat kegiatan memanah. Tidak lupa Mama memberikan penjelasan mengenai memanah dengan bahasa yang mudah mereka pahami.

2. Mencoba Perlengkapan Memanah
Jika usianya sudah memenuhi syarat, biarkan anak-anak mencoba semua perlengkapan panahan standar untuk anak-anak. Sebelumnya mereka telah melihat kegiatan panahan, maka sekarang saatnya dia mencobanya sendiri. Biarkan mereka bermain-main dan merasa nyaman dengan perlengkapan memanahnya. Yang terpenting pastikan orang tua dan pelatihnya mengawasi.

3. Melatih Postur Memanah
Tahap ini perlu menjadi perhatian lebih bagi orang tua yang ingin belajar bersama ananda. Tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar, Papa Faris pun belajar dasar-dasar memanah tradisional terlebih dahulu. Ini merupakan pondasi kuat dalam mengajar anak memanah dengan teknik standar. Teknik ini akan menghindarkan kemungkinan terjadinya cedera otot tubuh anak.

Teknik-teknik yang harus diketahui oleh para pemula antara lain:

1. Sikap Berdiri
Teknik ini berkaitan dengan posisi kaki saat berdiri. Ada 2 sikap yang biasanya digunakan oleh pemanah yakni; sejajar (square stance) dan terbuka (open stance).


Trial Class Memanah di Mamluk Sport

Karena Faris belum boleh mencoba memakai busur dan anak panahnya, maka ia mengenal olahraga ini dengan cara terlebih dulu memegang langsung busur dan anak panahnya saja.

2. Cara Memasang Ekor Panah (Nocking)
Posisi panah harus terpasang secara tepat. Pastikan panah dipasang dengan posisi lurus tersandar pada busur.

3. Cara Mengangkat Lengan Busur (Extend)
Teknik ini berkaitan dengan posisi lengan saat mengangat busur. Bukan cuma itu, posisi jari-jari juga harus diperhatikan di sini.

4. Teknik Menarik Tali Busur (Drawing)
Anak harus menarik tali busur menggunakan kombinasi kekuatan jari, punggung telapak tangan, serta lengan bagian bawah.

5. Cara Menjangkarkan Lengan Penarik (Anchoring)
Cara ini berkaitan dengan posisi tangan penarik. Ada 2 tipe penjangkaran yang lazim dilakukan yakni; penjangkaran di samping dan penjangkaran di tengah.

6. Teknik Menahan Sikap (Tighten)
Tighten dilakukan persis ketika anak panah telah terpasang dan tali busur sudah ditarik.

7. Cara Membidik (Aiming)
Kuncinya adalah tubuh yang rileks, tapi tetap fokus terhadap sasaran.

8. Cara Melepaskan Panah (Release)
Gerakan tangan yang melepaskan tali busur ini dibedakan menjadi 2 yakni; active release dan dead release.

9. Teknik Menahan Sikap Setelah Melepaskan Panah (After Hold)
Ketika anak panah telah meluncur ke arah sasaran, maka ada posisi yang perlu dipertahankan oleh pemanah. Posisi ini mengharuskan anak menahan sikap 2 detik setelah melepaskan panah.

Ternyata belajar memanah itu mengasyikan loh, anak muslim sudah seharusnya bisa memanah seperti anjuran dari Rasulullah SAW. Bagi yang berminat untuk ikut belajar memanah bisa langsung datang ke basecamp Mamluk Sport, free untuk trialnya. Biaya mengikuti kelas memanah disini juga terjangkau dan sangat fleksibel. Jika teman-teman sudah memiliki alat panahnya boleh dibawa, nanti disana akan dibimbing oleh coach yang sabar menjelaskan kepada anak-anak. Mari berolahraga panahan 😊

jadwal class memanah mamluk sports
tarif belajar memanah di Mamluk Sport

Science with Kids : Mengenal Arus Listrik

Dalam rangka mengenalkan apa itu listrik kepada Faris hari ini kami mencoba merakit media belajar elektronika dalam bentuk flashing card set dari bareconductive. Listrik bukan menjadi hal asing bagi anak-anak. Hampir setiap rumah zaman sekarang pasti sudah menikmati listrik untuk keperluan hidup sehari-hari. Dengan adanya arus listrik di rumah, aktivitas harian menjadi lancar dan menyenangkan. Coba hitung ada berapa alat elektronik yang teman-teman miliki di rumah?

Gimana sih caranya kok listrik bisa mengalir ke rumah kita, Ma? “, tanya Faris.
Arus listrik ini berasal dari pembangkit listrik, yang sumber energinya bersumber dari tenaga sinar matahari, air, angin, dan lain-lain. Arus listrik yang tercipta akan dihubungkan dengan berbagai alat seperti alat penerangan (lampu) dan berbagai alat rumah tangga, seperti; kulkas, kipas angin, blender, televisi, komputer, laptop, dan masih banyak yang lainnya.

Sebelumnya, Faris dan Mama sudah pernah membahas sekilas mengenai konsep dasar arus listrik. Sifat aliran listrik dalam suatu penghantar (kawat, kabel) sama dengan sifat air. Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.

Dalam konsep arus listrik, tempat ini dimaknai sama dengan potensial. Sehingga dikatakan arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah.

Arus listrik adalah muatan yang berpindah dalam suatu penghantar.
Faris bertanya, “Kalau listrik itu termasuk makhluk apa ya, Ma? Makhluk hidup atau benda mati ya, Ma?, “ tanya Faris.
Kalau termasuk benda mati tetapi kenapa listrik bisa menyala ya, bisa dirasain.

Faris berusaha mengkategorikan arus listrik ini termasuk jenis benda mati yang misterius hahaha… (insyaAllah nanti akan ada bahasan yang lebih menarik dan detil sesuai pemahaman Faris).

Selain harus ada sumber arus listrik, juga harus ada penghantar (kawat, kabel). Penghantar ini menjadi media untuk mengalirkan arus listrik ke rumah atau bangunan yang membutuhkannya. Penghantar arus listrik haruslah terbuat dari bahan logam yang bersifat konduktor. Dalam kegiatan belajar hari ini, Faris menggunakan flashing card set buatan sebuah perusahaan bernama Bare Conductive. Perusahaan asal London, Inggris ini membuat sebuah cat yang mampu menyalurkan listrik atau bisa di sebut sebagai konduktor.

Dari cat konduktor ini, ternyata bisa juga loh dikembangkan ke dalam bentuk peralatan elektronik. Misalnya sebagai saklar atau sensor. Penggunaannya juga sangat mudah, kita tinggal mengoleskan cat tersebut pada cetakan yang bisa kita desain sendiri, nah setelah cat tersebut kering, cat tersebut sudah bisa dijadikan sebagai konduktor peralatan elektronik.

photo credit by IG

Dokumentasi Pembelajaran (8/12/17)

🔖Tema : science

📍Tujuan pembelajaran : Mengenal Arus Listrik (Merakit Flashing Card)

🔖Usia anak: 3th

📍Bahan:
3 Flashing Card Set
3 led light
3 Hole pin
1 tube electric paint

🔖cara membuat&proses:

1.Buat lubang sebanyak 4 titik, di kutub negatif dan kutub positif sesuai dengan petunjuk gambar yang ada di card.

2.Masukkan led light tekan bagian kakinya yang lebih panjang ke bagian lubang kutub positif dan bagian kaki yang lebih pendek ke bagian lubang kutub negatif.

3.Masukkan batrei, tekan bagian atas batrei (terdapat garis berwarna kuning) melalui lubang kutub positif dan bagian bawah batrei melalui lubang kutub negatif. Kaitkan dan pastikan semua bagian terpasang dengan aman.

4.Oleskan electric paint mengikuti garis berwarna putih. Pastikan masing-masing kaki komponen sudah terhubung dengan lem sehingga membentuk sirkuit/rangkaian listrik.

5.Tunggu selama 15 menit agar electric paintnya mengering. Here comes the amazing part. Lampu pun berkedip karena ada aliran listrik 😍

Buat Mama yang ingin mengajarkan ananda untuk mengenal elektronik sejak dini, bermain dengan cat ini pastinya akan memberi pengalaman yang lebih seru dan menarik buat mereka.

Buat teman-teman yang tertarik membelinya, bisa beli di sini atau yang kepengen hemat dan suka bebikinan bisa juga loh buat sendiri flash cardnya, tinggal beli cat konduktivenya banyak kok dijual online di matketplace. Selamat berkreasi 💕

Pentingnya Mengenali Gaya Berkomunikasi Dengan Si Kecil

Tidak ada anak yang dilahirkan sama persis satu sama lain. Anak-anak dilahirkan dengan berbagai pribadi unik yang dibentuk oleh dunia di sekelilingnya. Namun, faktor yang paling dominan tetaplah kepribadian yang mereka bawa semenjak lahir. Mungkin anak yang sulung supel dan mudah bergaul, sementara yang lain lebih suka menyendiri. Mungkin yang satu senang diperhatikan terus menerus, sementara yang lain tidak terlalu mempermasalahkannya. Karakter-karakter yang dimiliki anak jelas akan sangat mempengaruhi bagaimana mereka berinteraksi dengan dunia yang ada di sekeliling mereka.

Dengan mengetahui karakter dan kepribadian masing-masing anak, Mama berharap komunikasi dan interaksi antara Mama dengan anak-anak akan menjadi lebih mudah, lebih efektif seperti yang Mama harapkan. Florance Littauer di dalam bukunya Personality Plus For Parents,mengatakan ada empat kepribadian dasar yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi karakter dan kepribadian anak, yaitu:
1. Kepribadian Populer~Sanguinis
2. Kepribadian Kuat~Koleris
3. Kepribadian Sempurna~Melankolis
4. Kepribadian Damai~Phlegmatis

Irbad, anak laki-laki kedua Mama terlahir membawa karakter berkemauan yang kuat. Jika bercerita tentang sosok anak sungsang saya ini, hati terasa nano-nano. Dia termasuk anak yang berkepribadian kuat~koleris. Mama belajar banyak bersabar, berkata baik dan lembut darinya. Sejak Irbad lahir Mama dan Papa sudah bisa melihat karakteristik yang menonjol darinya. Keras kepala dan kuat kemauannya. Betapa tidak? Kalau dia tidak memiliki kemauan kuat mungkin dia tidak terlahir sungsang dengan kaki satu yang keluar terlebih dahulu (membayangkan saja pun saya merinding).

Ada beberapa karakteristik anak yang bisa diamati dan menunjukkan sikap keras kepala, antara lain :

🐣cenderung lebih aktif dan kurang sabaran;
🐣cenderung kurang mampu
mengontrol keinginannya, sehingga sering bertindak tanpa pikir panjang;
🐣Tidak mau menurut, misalnya ketika dilarang melakukan sesuatu oleh orangtuanya, dia hanya akan melihat sekilas kepada orangtuanya untuk kemudian melakukan hal yang telah dilarang tersebut;
🐣Cenderung lebih mudah marah dan bersikap keras;
🐣Cenderung menunjukkan ekspresi yang berlebihan baik ketika gembira maupun sedih;
🐣Cenderung lebih sensitif dan mudah tersinggung.

Namun demikian, di balik sikap keras kepala yang melekat pada dirinya, Mama yakin sebenarnya ada beberapa hal positif yang sebenarnya menunjukkan bahwa ia adalah pribadi yang berani dan bersemangat.

Anak keras kepala cenderung memiliki semangat yang tinggi, sehingga ketika dia menginginkan sesuatu maka akan ada usaha keras untuk mencapainya dan memiliki keyakinan bahwa dia mampu mencapainya. Hal ini sudah nampak sejak Irbad masih berumur 6 bulan, betapa dia berusaha keras saat belajar duduk dan merangkak. Tidak pernah mau dibantu sama sekali dan percaya diri saat mengambil keputusan.
Anak keras kepala cenderung tidak suka diatur, sehingga dia akan memilih sesuai keinginannya dan merasa bertanggungjawab dengan apa yang sudah menjadi pilihannya tersebut. In case, Mama belajar untuk lebih bersabar dan lebih lembut kala menghadapimu yang selalu ingin makan sendiri tanpa bantuan. Meskipun Mama harus menahan keinginan untuk sekedar membantu memotongkan daging yang ada di piringmu. Mama tahu ini adalah proses belajar dan Mama belajar untuk memahamimu, anakku.

Anak keras kepala cenderung suka belajar sendiri dan kurang menyukai pendapat orang lain sehingga sering merasa paling benar sendiri dalam banyak hal. Betapa engkau tidak pernah mau mendengar peringatan dari Mama, Papa atau bahkan masmu. Mencoba memegang kuah sayur yang masih panas atau mencoba memakan tulang ayam yang keras adalah hal yang biasa. Karena engkau lebih suka membuktikan sendiri daripada patuh pada perkataan kami.

tidur di ruang tunggu bandara

Anak yang keras kepala cenderung memiliki integritas sehingga lebih kuat dalam mempertahankan pendiriannya dan tidak mudah terpengaruh atau goyah. Inilah dinamika yang sudah menjadi pemandangan umum dalam keseharian keluarga kita, saat Irbad bermain bersama mas Faris, dan engkau tidak pernah mau diarahkan dan lebih memilih untuk bermain sendiri sesuai inginmu.

Berbicara mengenai bahasa kasih tentu erat kaitannya dengan masalah komunikasi. Tak kenal maka tak sayang. Jika ingin nyambung dalam banyak hal tentunya Mama harus memahami karaktermu terlebih dahulu, nak.

Lalu harus Mama mulai darimana? Sepertinya mama dapat memulainya dengan memperhatikan hal sederhana, seperti menjaga komunikasi yang baik di dalam keluarga. *

Berbicara mengenai komunikasi pasti tidak lepas dari bahasa. Orang-orang di luar sana pasti mengucapkan bahasa kasih yang berbeda-beda. Ini dikarenakan setiap orang memiliki kebutuhan akan bahasa kasih yang berbeda-beda juga. Penulis buku Lima Bahasa Kasih, Gary Chapman menyebutkan ada Lima jenis bahasa kasih, yaitu:
Bahasa kasih #1 : Kata-kata penguatan
Bahasa kasih #2 : Waktu yang berkualitas
Bahasa kasih #3 : Menerima hadiah
Bahasa kasih #4 : Tindakan melayani
Bahasa kasih #5 : Sentuhan fisik

Bagaimana gaya berkomunikasi dengan anak yang keras kepala?

Memahami karakter masing-masing anak membuat Mama dapat berkomunikasi lebih efektif lagi saat membersamai mereka. Bahasa kasih #2 waktu yang berkualitas merupakan jalan yang mama pilih dengan aspek pokok yang utama adalah kebersamaan. Ini tidak berbicara mengenai kedekatan secara fisik. Kebersamaan berbicara tentang perhatian yang terfokus. Mama berusaha menjaga kontak mata saat berbicara denganmu karena hal ini terbukti manjur diterapkan agar engkau mau mengikuti arahan dari Mama. Ketika engkau menolak saat Mama mengarahkan untuk duduk saat buang air besar di toilet dan engkau lebih memilih berdiri saja. Mama berhasil mengkomunikasikan agar Irbad mau duduk dan tidak lompat-lompat saat BAB. Luar biasa sekali, ternyata kekuatan kontak mata bisa merubah keadaan menjadi lebih baik.

Saat membersamaimu, Mama juga belajar lebih untuk mendengarkan dan tidak menginterupsi. Biasanya anak yang keras kepala belajar dari pengalaman, sehingga ketika hanya diberi penjelasan dengan kata-kata mereka cenderung tidak begitu saja mau menerimanya. Sebagai contoh ketika Mama mengatakan bahwa jangan bermain di dekat kompor karena panas dan berbahaya, maka Irbad perlu membuktikannya dengan merasakan sensasi panas di dekat kompor.

gegoleran setelah makan di anambas kopitiam [/caption]

Anak yang keras kepala akan lebih menyukai penguasaan yang lebih, sehingga Mama tidak perlu terlalu banyak menyuruhnya namun cukup dengan mengingatkannya. Mama biasa memberikan pilihan kepada Irbad daripada memerintahkannya, karena kemungkinan besar perintah Mama akan ditolak. Dengan memberikan pilihan kepada anak, mereka akan merasa diajak mengambil keputusan sehingga merasa lebih bertanggungjawab atas apa yang sudah dipilihnya tersebut. Hal yang paling Mama hindari adalah memaksakan keinginan Mama kepadanya karena hal itu justru akan membuat ia semakin menentang. Misalnya nih saat kegiatan makan bersama, Irbad sejak belajar makan tidak pernah mau disuapi. Maunya makan sendiri, pegang sendok sendiri. Apabila Mama memaksakan kehendak (misalkan dalam situasi makan di luar atau ada undangan Mama berinisiatif menyuapinya agar tidak tumpah atau kotor maka ia akan marah dan menolak).

keukeh makan sendiri saat di mobil [/caption]

Tips menghadapi anak model begini adalah dengan menjalin komunikasi yang baik, walaupun tentu butuh kesabaran besar untuk menghadapinya, apalagi jika ia sudah lancar berbicara kemungkinan besar pasti akan mengajak berdebat. Mama mencoba untuk memberikan kebebasan pada dirinya sendiri namun tetap berada dalam batas kewajaran, selama hal itu tidak membahayakan dirinya tentunya.

MasyaAllah tabarakallah, Allah telah menitipkan seorang mujahid yang kuat pendiriannya sepaket dengan kelembutan hatinya. Mama tidak pernah menyangka ternyata meskipun Irbad memiliki watak yang keras ternyata di sisi lain hatinya sangat lembut bahkan dia sangat peka terhadap perasaan Mama. Pernah suatu ketika, secara tidak sengaja karena gerakannya yang sangat lincah saat bermain Irbad menendang mata Mama. Sontak Mama langsung lemas dan meneteskan air mata karena memang lumayan membuat nyeri di sekitar bola mata Mama. Irbad langsung mendekati Mama, mengusap wajah Mama dan nampak khawatir. Memeluk Mama dari belakang dan memastikan bahwa Mama baik-baik saja. Tak lama dia mengulurkan tangannya tanda meminta maaf. Ah, makhluk kecil ini sungguh lembut sekali hatinya bagaimana bisa Mama marah kepadanya, tidak ada satu alasan yang bisa membuat Mama marah dan melukai perasaanmu, nak. Ketika Mama pernah melarangmu dengan nada meninggi sehingga membuatmu ingin menangis rasanya Mama merasa sangat bersalah padamu.

Memiliki anak yang keras kepala tetapi sensitif tentu membutuhkan kesabaran ekstra. Terlepas dari itu semua Mama bersyukur dianugerahi anak sepertimu. Yang selalu ingin diperhatikan dan mendominasi masmu.

Apakah Mama juga memiliki anak berkemauan kuat? Sesungguhnya Mama-Mama di luar sana sangat beruntung! Mari kita bersyukur, anak berkemauan kuat akan sangat menantang saat mereka masih kecil, akan tetapi akan menjadi pemudi/pemuda yang hebat bila diasuh dengan baik. Itu nasehat dari Kakek saya, beliau mengatakan bahwa anak yang memiliki motivasi yang kuat dan berpendirian teguh, mereka akan berusaha mengejar keinginan mereka dan hampir tak terpengaruh oleh tekanan lingkungannya. Sepanjang orang tuanya tidak berusaha untuk “mematahkan kemauan mereka”, anak berkemauan keras adalah calon pemimpin masa depan.

Jadi tentu saja sebagai orang tua, Mama ingin anak-anak melakukan apa yang orang tuanya minta. Tapi itu bukan karena ia patuh, dalam artian ia akan selalu melakukan semua yang dikatakan oleh orang yang lebih besar darinya. Yang Mama inginkan adalah anak-anak melakukan permintaan orang tuanya karena ia mempercayai orang tuanya, karena ia mengerti bahwa walaupun orang tua mereka tidak selalu menuruti semua keinginannya, tetapi kami peduli padanya. Kami ingin membesarkan seorang anak yang memiliki disiplin diri, berani bertanggung jawab, dan penuh perhatian dan yang paling penting, memilki kemampuan untuk memutuskan siapa yang dapat ia percaya dan kapan ia dapat membiarkan dirinya dipengaruhi oleh orang lain.

Mematahkan kemauan seorang anak akan membuatnya terbuka pada pengaruh orang lain yang sering kali tidak memiliki tujuan yang sama dengannya. Semoga Mama bisa membersamaimu melaksanakan misi hidupmu sesuai fitrah dari Rabb. 😇

Terima kasih Mama Krucils sudah memilih tema bahasa cinta sehingga mengingatkan saya agar tidak lupa untuk terus mencharge tangki cinta kepada anak-anak, mengosongkan gelas, serta merendahkan hati saat berperan sebagai orang tua.

Belajar Hewan Laut di Sea World Ancol

Alhamdulillah akhirnya Faris bisa berkunjung ke Seaworld Ancol, tentunya dengan kepala yang penuh pertanyaan dan penasaran seperti apa yah Sea World itu.

Ini sedikit percakapan kami saat menikmati perjalanan menuju Ancol.

Faris : “Ma, Sea World jauh nggak sih? Faris mau lihat ikan, ada apalagi yah?
Mama :” Sabar yah, insyaAllah bisnya on time. Mudah-mudahan nggak macet dan nggak terlalu banyak orang yah jadi Faris bisa nyamain hewan-hewan uang ada disini.

Buat yang penasaran ingin berkunjung ke Ancol tetapi bukan warga Jakarta tidak perlu khawatir karena moda transportasi ke Ancol banyak ragamnya. Bisa naik kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Bila membawa mobil, biaya masuknya Rp25.000,- sedangkan motor Rp15.000,-. Akan tetapi saya dan anak-anak memilih naik bus TransJakarta, salah satunya jurusan Kampung Melayu–Ancol, dengan tarif Rp3500,-/orang. Bus TransJ memang menjadi favorit karena biayanya murah dan bisa keliling Jakarta (asalkan tidak keluar halte). Kami turun di halte terakhir yaitu Ancol. Letaknya di dalam Taman Impian Jaya Ancol.

Keluar dari halte TransJ, kami naik ke tempat pembelian tiket masuk Ancol. Harga tiketnya Rp25000,-/orang. Buat anak usia 2 tahun ke atas harus membeli tiket. Dari sini kami langsung masuk ke Ancol.

Buat yang belum pernah ke Ancol, saya informasikan Ancol itu luas sekali. Nggak salah lagi kalau slogannya, “Taman Impian“. Di dalam ancol ada Dufan wahana sejenis roller coaster dan sebangsanya,Atlantis wahana berenang dan ciprat-cipratan; Mall yang dalamnya senyap,Ecopark tempat main sepeda dan paintball, Gelanggang Samudra tempat melihat lumba-lumba~, Pantai dan Taman tempat lesehan ibu-ibu bapak-bapak anak dan anak muda, Outboundholic wahana main panjat-panjatan seru, dan juga ada Seaworld tempat melihat aquarium.

Jika ingin berkeliling Ancol dari satu spot ke spot yang lain, tersedia Bus Wara-Wiri. Fasilitas bus ini gratis. Di dekat loket masuk Ancol ada shelternya. Di sini tersedia peta rute bus. Rute terbagi 2 yaitu biru (selatan) dan merah (utara). Rinciannya yaitu:

Peta Rute Bus Wara Wiri di Ancol

Rute Utara:

Marina ~ Pantai Indah ~ Monumen Gerbang Timur Ancol ~ Lagoon 1 Ancol ~ Lagoon 2 Carnaval

Rute Selatan:

Gerbang Barat Busway/halte transjakarta ~ Dufan ~ Ecopark ~ Ecovention ~ Pasar Seni ~ Monumen Samudra/Atlantis

Dari halte busway saya berjalan kaki sampai dengan shelter bis kemudian menunggu bis yang menuju tujuan saya yaitu ke Seaworld. Saat menunggu bus wara-wiri datang, kami ditawari untuk naik taxi saja dengan ongkos Rp. 25.000, –  diantar sampai dengan gerbang. Tetapi kami memilih menunggu bis wara-wiri saja karena kebetulan kemarin bukan musim libur jadi tidak terlalu banyak yang berkunjung. Sengguhnya lewat kunjungan ini saya bisa mengajarkan banyak hal kepada anak-anak tentang kesabaran dan membiasakan mengantri.

Bentuk luar bus wara-wiri seperti bus pariwisata biasa atau sebesar bus TransJ. Tidak semua bus bertuliskan “Wara-Wiri”. Selain itu tanda rute biru atau merah juga kurang sehingga kami ragu mau naik. Takut salah bus. Kalau ada satpam sih enak bisa nanya. Atau langsung nanya ke sopir apa lewat rute yang kita inginkan.

Mungkin karena masih pagi, penumpang bus terlihat lengang. Katanya sih kalau weekend bisa padat dan antri naik. Alhamdulillah bisa ngadem sebentar di bus sambil melihat Ancol😁

Bus Wara-Wiri tidak berhenti di setiap halte. Pak sopir akan bertanya siapa yang mau turun di halte tujuan selanjutnya. Kalau ada yang jawab, ya berhenti. Kalau tidak ada yang mau turun dan tidak ada penumpang yang akan naik, bus lanjut. Jadi siap-siap turun di halte tujuan supaya tidak kelewatan.

Karena rutenya dibagi 2, ada halte untuk transit yaitu halte monumen. Cirinya ada monumen di tengah danau (atau kolam besar). Nah, Pak Sopir menyebut, “Pantai, siapa yang mau ke pantai turun sini.”. Tapi saya heran nampaknya tidak terlihat ada pantai kok dibilang pantai. Ternyata maksudnya ini tempat transit kalau mau ke pantai. Di area Monumen terdapat alat olahraga/fitness outdoor seperti sepeda, double swing, dan banyak lagi. Kalau menyusuri area ini, di sepanjang jalan ada banyak permainan anak seperti ayunan, jaring laba-laba, dsb. Kami turun di halte selanjutnya yang terdekat dengan pintu masuk Seaworld. Setelah turun di halte, kami jalan kaki kurang lebih 200 meter kemudian menyeberang. Seaworld ada di bagian kanan jalan.

Singkat cerita sampailah di Sea World, loket depan masih tutup, jadilah kami antre di loket dalam. Terdapat sekitar 4 line antrean loket di sana dan antrenya sudah panjang. Padahal masih sekitar jam 10-an. Karena hari sabtu, terlihat banyak sekali keluarga yang mengajak anak-anaknya untuk berlibur kesana. Kebetulan juga bersamaan dengan gathering komunitas tertentu dan perusahaan serta event yang diadakan oleh mahasiswa biologi UI. Sea World sendiri buka mulai jam 9 pagi hingga jam 18 petang. Harga tiket Sea World World Rp 110.000,- per orang, untuk tiket bundling Rp 138.000,- dengan tiket Ocean Dream Samudra. Tiket untuk anak-anak bisa dibeli mulai umur 2 tahun atau jika tingginya sudah lebih dari 80cm. Yang masih di bawah itu free 😀

Denah Wahana 1
Denah Wahana 2
Jadwal Pertunjukan dan Feeding Show

harga tiket promo

Karena hari ini weekend maka tiket masuk Sea World harus membeli yang bundling, tiket single trip Sea World dapat dibeli mulai pukul 15.00 saja. Ini noted sekali agar pengunjung yang belum pernah berkunjung kesana tahu jadwal-jadwalnya.

Fyi, sebelum masuk ke dalam tas dan bawaan pengunjung akan diperiksa terlebih dahulu di pintu masuk karena melihat sederet botol minuman dan air mineral yang tidak diperbolehkan masuk oleh petugas. Tetapi apabila kita membawa botol minum sendiri boleh kok dibawa masuk.

Setelah masuk dan mengantri tiket akhirnya kami masuk Sea World. Saat masuk ke dalam, tangan akan distempel sebagai tanda masuk. Arena ini sangat cocok untuk belajar dan menghibur anak-anak.  Kebanyakan ikan yang kami lihat di sana belum pernah kami lihat di tempat lain kecuali di Channel Nat Geo Wild. Koleksi terbaru di Sea World adalah ubur-ubur. Faris sangat girang mendapat obyek menarik untuk dilihat dan meminta saya untuk memfotokan. Tapi sayangnya area ini lumayan gelap dan jika difoto dengan si ikan di akuarium agak backlight..

pegang kura-kura

Selain lihat ikan di akuarium, ada beberapa kolam khusus yang memang didesain agar pengunjung bisa celup-celup di situ, seperti memegang bintang laut, ikan hiu, atau kura-kura. Sesaat setelah kami masuk, ada jadwal memberi makan ikan pari. Atraksi memberi makan ikan yang dilakukan oleh Om Penyelam, lokasinya berada di depan akuarium utama. Dibuka oleh sesi pertanyaan dan bagi-bagi stiker kepada anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan dari MCnya. Banyak pengetahuan mengenai binatang bawah laut yang disampaikan oleh MCnya, anak-anak pun interaktif sehingga bisa menambah wawasan anak-anak dan mamanya juga.

atraksi memberi makan ikan

Nah, bagian favorit kita sekeluarga tentu saja adalah underwater tunnel alias terowongan bawah akuarium utama. Berasa ikut menyelam di bawah laut. Meskipun sesak oleh orang alhamdulillah tidak sampai berjubel. Kami masih sempat berfoto juga disini. Memang sih, ada AC-nya yang mengalir dari bawah, selain itu juga ada conveyor seperti untuk mengangkut koper di bandara, bedanya kali ini yang diangkut adalah orang. Saya dan suami memilih berdiri di conveyor saja agar lebih cepat keluar. Tetapi tidak dengan anak-anak, bahkan Irbad minta masuk terowongan lagi sambil duduk di conveyor.

underwater tunnel

Tepat saat adzan Dzuhur kami selesai berkeliling, pintu keluar SeaWorld langsung menuju ke bagian penjualan souvenir. Banyak boneka ikan dan hewan laut yang sebelumnya kami lihat di dalam akuarium. Selain toko souvenir, di sana terdapat juga kantin. Bagi pengunjung yang tidak sempat membawa bekal dari rumah, bisa langsung makan di sana atau di luar gedung juga banyak yang menjual berbagai macam makanan.

mushola di luar gedung

Jika selepas makan dan sholat masih ingin lihat ikan lagi, kita masih bisa masuk bahkan sampai Sea World tutup jam 18 petang. Cukup dengan menunjukkan stempel yang sebelumnya diberikan petugas pada tangan kita saat pertama kali masuk tadi.

Karena kami membeli tiket bundling, kami melanjutkan jalan-jalan ke Ocean Dream Samudra.

Ocean Dream Samudra

Ocean Dream Samudra ini berisi wahana wahana pertunjukan hewan laut yang sudah dilatih dan sangat jinak. Pada saat membeli tiket, kita akan mendapatkan diinformasikan mengenai jadwal pertunjukannya. Ini penting banget, karena semua pertunjukan akan berjalan sesuai jadwal. Kemarin kita salah strategi, harusnya kita datang pagi dan langsung masuk ke pertunjukan pertama. Sisanya tinggal mengikuti jadwal yang ada. Jadi setelah makan siang, semua pertunjukan sudah selesai kita tonton. Baru kemudian anak-anak bisa santai menikmati balon terbang, bom-bom car. Masuk ke Sea World terakhir saja. Karena rencana awal kita hanya berkunjung ke Sea World dan belum mencari informasi mengenai wahana Ocean Dream jadilah tidak semua pertunjukan dan permainan bisa kita nikmati karena anak-anak sudah ngantuk dan capek.

penunjuk jalan masuk di ocean dream
Bird Park

pengamatan circle life kupu-kupu
lihat kepompong
jadwal pertunjukkan

Pertunjukan yang ada di Ocean Dream ini adalah pentas aneka satwa, pentas singa laut, pentas lumba-lumba, sinema 4 dimensi, pentas scorpion pirates (stuntman show), dan pentas underwater theater. Dimulai pada jam 09.45 WIB kita bisa mulai dari pentas aneka satwa dan bisa langsung seterusnya masuk ke pertunjukan lain setelah ada jeda. Dalam sehari ada tiga pertunjukan di jam yang berbeda.

Pentas Aneka Satwa
Kami tidak menonton karena pada jam pertunjukan kami masih berada di arena Sea World.

Pentas Singa Laut
Saya dan suami belum pernah melihat singa laut sebelumnya. Jadi saat mereka melakukan pertunjukkan sama hebohnya dengan anak-anak. Tiga singa laut yang pinter dan terlatih ini memberikan pertunjukan yang sangat menghibur. Mulai dari bermain bola, joget dangdut, action saat diajak berfoto sampai melakukan salto. Tidak lupa pembawa acara memberikan narasi yang kocak dan komunikatif sekali kepada penonton. Seru dan jangan sampai dilewatkan deh.

Pentas Lumba-lumba
Lumba-lumba yang pintar dan lucu ini memberikan pertunjukan yang memukau banget.
Ada empat lumba-lumba yang beraksi untuk menghitung, main bola, sampai salto juga. Anak-anak terkesima menonton pertunjukan ini. Kabarnya lumba-lumba juga bisa untuk terapi anak ADHD.

Sebenarnya masih banyak jadwal pertunjukan yang lainnya seperti Sinema 4 Dimensi, Pentas Scorpion Pirates, Pentas Underwater Theater tetapi kali ini kami skip. Semoga next akan ada kunjungan-kunjungan selanjutnya.

Sedikit tips jika berencana membawa anak-anak liburan ke Ocean Dream Samudra. Yang pertama mencari informasi sebanyak mungkin mengenai tempat tujuan wisatanya. Kedua, hunting tiket semurah mungkin, beli di aplikasi atau mencari promo jika beruntung. Ketiga, jangan lupa bawa snack dan bekal makanan sendiri terutama untuk anak-anak tidak boleh tidak. Ini memudahkan kita agar tetap nyaman selama berjalan-jalan, bahkan jika terdapat pertunjukan yang show di waktu jam makan. Karena selain mahal, agak repot kalau cari makan di jam makan karena sudah dapat dipastikan penuh. Keempat, gunakan kaos dan alas kaki yang nyaman. Karena udara yang panas dan setiap pertunjukkan dapat dipastikan penuh sesak tanpa AC sehingga menyebabkan banyak berkeringat apalagi anak-anak yang sedang aktif-aktifnya. Jangan lupa bawa ganti juga untuk anak-anak. Kelima, lebih baik datang pagi karena jalanan juga masih belum macet. Pertunjukan dimulai pukul 9.45 WIB jadi setelah makan siang sudah selesai menikmati semua pertunjukan. Sisa waktu sebelum pulang bisa digunakan untuk bermain di permainan anak-anak. Mari memanfaatkan kesempatan liburan murah dengan segudang pengetahuan yang didapat untuk anak anak 💕

5 TIPS MENGHADAPI BALITA YANG SUKA BERTANYA

Setiap orang tua pasti pernah merasakan masa-masa ketika anaknya senang bertanya. Bertanya tentang hal apa saja, yang anaknya ingin tanyakan. Bila jawaban yang diperoleh dirasa belum puas, maka anak akan terus bertanya sampai ia benar-benar merasa puas. Adakalanya kita sebagai orang tua merasa kesal, tidak sabar bahkan bisa memarahi anak kalau anaknya bolak-balik bertanya. Atau ada juga yang bilang kalau anaknya itu cerewet atau bawel.

Saat memiliki anak balita, orang tua memang dituntut untuk lebih bersabar. Selain karena aktivitas anak yang cukup aktif, mereka juga harus siap menjawab berbagai pertanyaan yang kerap dilontarkan anak secara tiba-tiba. Tidak hanya pertanyaan sederhana, seorang anak bahkan juga bisa menanyakan hal-hal aneh yang jauh dari pengetahuan orang tua. Untuk menghadapi anak yang suka bertanya, sebagian orang tua memilih untuk menjawab sekenanya atau bahkan dengan tegas melarang anak bertanya terlalu banyak. Padahal, hal itu justru bisa menghambat perkembangan anak.

Proses bertanya merupakan fitrah bagi kehidupan seorang anak. Hal ini dikarenakan pada masa pertumbuhannya, sel-sel neuron otak anak tidak begitu saja menelan setiap informasi. Dia selalu mempertanyakan sebelum disimpan lekat dalam file memorinya.

Anak yang banyak bertanya sebetulnya karena ia memiliki segudang rasa keingintahuan tinggi akan berbagai hal. Pada masa ini perkembangan otaknya sangat pesat. Anak merasakan haus akan informasi dan pengetahuan. Maka dari itu tidaklah mengherankan bila anak sering bertanya ini dan itu. Bersyukurlah kita ketika anaknya melewati masa bertanya. Masa ini hanya terjadi sekali seumur hidup. Bahkan menurut para ahli, jika anak kita kurang suka bertanya, maka orang tua harus memancing supaya anak banyak bertanya.

Di usia 2—4 tahun, kemampuan kognitif anak berkembang cukup pesat. Dalam rentang waktu tersebut, mereka menyerap banyak informasi dan pengetahuan dari dunia yang baru dikenalnya. Akhirnya, mereka pun kerap bertanya pada orang tua untuk memuaskan rasa ingin tahunya.

Bertanya Membangun Kemampuan Berkomunikasi dan Berpikir Kritis

Ada yang bilang masa-masa bertanya akan menentukan kepandaian anak kelak. Semakin sering orang tua mengajak anak berdialog, akan membuat buah hati semakin kritis. Jiwa yang kritis akan menjadikan anak tumbuh menjadi pribadi cerdas dan pemberani. Oleh karenanya, bila kita tidak memberikan respon positif terhadap pertanyaan anak, sama artinya kita telah menumpulkan sikap kritis dan kreativitasnya secara perlahan. Padahal dengan bertanya, rasa ingin tahu anak akan tersalurkan. Kondisi ini merupakan stimulan untuk mengembangkan proses berpikirnya. Saat-saat inilah merupakan saat terbaik untuk mengembangkan pengetahuan pada anak,karena dalam kondisi ini otak anak sedang terbuka. Ketika rasa ingin tahunya besar, maka informasi akan tersimpan sangat kuat. Agar potensi anak juga terarah dengan baik maka kita sebagai orang tua harus bijak mengarahkannya. Berbagai pertanyaan dari anak sebaiknya dijawab sesuai dengan kemampuan berpikirnya.

Anak yang suka bertanya namun hanya mengulang pertanyaan tanpa bertanya lebih mendalam, bukanlah termasuk anak yang kritis. Karena anak yang kritis tidak sekedar bertanya, tetapi juga membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Kemampuannya dalam menganalisa menyebabkan tidak menerima begitu saja apa yang dikatakan oleh orang tua, dewasa dan orang yang lebih tua darinya. Namun ia akan berani untuk bertanya lebih detail lagi.

Saat terbaik untuk memberi pengetahuan pada anak adalah disaat mereka bertanya. Proses berpikir otak pada kondisi ini sangat pesat. Ketika rasa ingin tahunya besar, maka informasi akan tersimpan sangat kuat. Oleh karena itu sebaiknya kita berhati-hati bila menghadapi berbagai pertanyaan anak. Berikut 5 tips menghadapi anak yang suka bertanya:

1.HARGAI SETIAP PERTANYAAN YANG DIAJUKAN ANAK

Sebagai orang tua, kita harus bersabar menghadapi anak yang suka bertanya. Meskipun anak kerap mengulang pertanyaan yang sama, kita harus tetap menghadapinya dengan penuh kesabaran. Terkadang, anak bertanya berulang kali karena memang lupa atau hanya sekadar ingin memastikan bahwa yang Anda katakan itu benar.

Orang tua yang penuh perhatian terhadap setiap pertanyaan anak dan semangat mencari tahu jawabannya, akan membuat anak semakin termotivasi untuk mencari tahu berbagai hal lainnya.

2. JANGAN BERBOHONG ATAU MENGADA-ADA JAWABAN YANG BELUM KITA KETAHUI

Bukanlah hal tabu jika orang tua mengatakan “tidak tahu” pada anak terhadap pertanyaan yang mereka ajukan. Lebih baik jujur dan mencari solusi terbaik untuk mencari jawaban bersama-sama apa pertanyaan anaknya. Informasi tersebut bisa kita peroleh lewat membaca buku bersama-sama, browsing di internet, bertanya kepada orang lain yang lebih tahu jawabannya atau mengunjungi tempat tertentu berkaitan dengan pertanyaan anak. Misalnya kalau anak bertanya tentang pesawat terbang, kita bisa mengajak mereka ke museum. Sambil rekreasi, anak juga bisa belajar sambil bermain.

3. SAMPAIKAN DENGAN SEDERHANA

Saat menghadapi anak yang suka bertanya, pastikan kita menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak. Sampaikan ke dalam beberapa kalimat sederhana tanpa menggunakan istilah ilmiah yang belum pernah didengar oleh anak. Sehingga anak bisa memahami penjelasan jawaban kita dengan baik.

4. AJAK ANAK MENCARI JAWABANNYA BERSAMA-SAMA

Terkadang, ada kalanya banyak pertanyaan dari anak yang jawabannya tidak diketahui orang tua. Untuk itu orang tua harus jujur jika belum mengetahui jawabannya. Hal ini lebih baik daripada mengatakan jawaban yang tidak benar atau mengada-ada. Selanjutnya kita bisa mengajak anak untuk mencari jawaban bersama-sama melalui buku, internet, atau tayangan audio visual.

5. AJUKAN PERTANYAAN UMPAN JIKA ANAK MASIH TERUS BERTANYA

Berdasarkan pengalaman, anak biasanya menanyakan pertanyaan yang sama secara berulang-ulang setiap harinya. Meskipun orang tua sudah berusaha menjawab dan menjelaskan tetapi tidak jarang anak masih saja mengulangi pertanyaan yang sama.Terkadang, anak bertanya berulang kali karena memang lupa atau hanya sekadar ingin memastikan bahwa yang orang tua katakan itu benar. Jika anak masih terus bertanya dengan pertanyaan yang sama, kita sebagai orang tua bisa mengajukan pertanyaan umpan untuk dijawab anak. Pertanyaannya bisa sama dengan yang anak ajukan kepada orang tua atau yang ada hubungannya dengan pembahasan pertanyaan anak. Selain untuk evaluasi pemahaman anak akan penjelasan orang tua, anak pun akan belajar berbicara dengan baik saat menceritakan kembali penjelasan dari orang tuanya. 

Sudahkah siap menjadi pendengar dan menghargai pertanyaan anak-anak? 💕

DIY Jellyfish Sensory Bottle

Setelah field trip singkat ke Sea World Ancol,  Faris sangat terkesan sekali dengan ubur-ubur alias jellyfish. MasyaAllah, memang tampak lucu dan menggemaskan sekali makhluk ciptaan Allah yang satu ini. Jadilah setiap hari Faris minta kelas bebikinan dan mama pending sampai hari ini karena banyak sekali kendala. Mulai dari printer yang ngadat, ada beberapa bahan yang stoknya habis di rumah sampai dengan mama yang masih rempong mengatur ulang ritme pekerjaan domestik pasca holiday 😁.

Baiklah akhirnya buat mencairkan suasana hati anak-anak akhirnya kami membuat sensory botol saja. Bahannya mudah ditemukan di rumah dan adiknya pun bisa dilibatkan dalam kegiatan ini (meski dalam prosesnya tidak sempat didokumentasikan).

Teman-teman pernah kepikiran nggak bikin mainan atau hiasan ubur-ubur di dalam botol? Cara membuatnya cukup mudah dan cocok sekali dimainkan oleh balita. Cara mainnya pun sederhana cukup dibolak-balik saja, maka si ubur-ubur ini akan bergerak-gerak di dalam air.

Alat dan bahannya :

1. Plastik transparan
2. Botol air plastik.
3. Benang
4. Pewarna Makanan
5. Gunting

Cara membuat :

1. Ratakan plastik dan potong pegangan dan bagian bawahnya.

2. Potong sepanjang kedua sisi untuk dipecah menjadi 2 lembar plastik ( kita hanya menggunakan salah satunya saja )

3. Dari bagian tengah lembaran plastik, lipat seperti balon kecil untuk membuat bagian kepala dan mengikatnya dengan benang. Tidak terlalu rapat.

4. Kita harus menyisakan lubang kecil untuk menuangkan air di bagian kepala .Masukkan air ke bagian kepala agar mudah tenggelam. Tinggalkan udara di dalamnya agar bisa mengambang. 

5. Sekarang kita akan mendapatkan bagian kepala dan sisanya akan menjadi tentakelnya. Potong dari ujung ke bagian kepala. Kita akan mendapatkan sekitar 8-10 tentakel.
6. Untuk masing-masing, potong lagi menjadi 3-4 bagian kecil dan potong bagian yang tersisa.
7. Gunting lagi untuk membuat tentakel panjang dan pendek acak.

9. Isi botol air.
10. Masukkan ubur-ubur ke dalam botol dengan beberapa tetes pewarna makanan biru. Tutup botolnya. Ubur-ubur mainan pun berenang di dalam air.

Cara Main :
Anak dapat bermain bebas dengan botol tersebut dengan menggoyangkan naik turun dan meletakannya di hadapan anak setelah botol dikocok sehigga anak dapat memperhatikan benda di dalam akan turun secara perlahan.

Manfaat :
🐾Melatih motorik kasar (gross motor skill)
🐾Melatih keseimbangan tangan dan mata (hand eye coordination)
🐾Pengenalan warna (color recognition)

 

 

 

 

Terimakasih Ananda

Salah satu kebahagiaan dalam hidup saya adalah saat menatap berlama-lama wajah kedua anak laki-laki saya yang sudah tertidur pulas di malam hari. Mengenang detik demi detik, hari demi hari, tahun demi tahun yang telah kami lalui bersama. Anak-anak yang mengajarkan banyak hal kepada orangtuanya, baik dalam tangisnya maupun dalam tawanya. Anak-anak yang menjadi penyejuk hati dan mata kedua orang tuanya. 

Ketika masih bayi, belajar merangkak, melangkah tertatih-tatih hingga mulai belajar membereskan tempat tidurnya dan terjatuh saat belajar naik skuter, anak-anak seperti mengingatkan saya untuk tidak terlalu bergegas, tergesa-gesa dan terburu-buru menjalani kehidupan ini. 

”Tanganku masih kecil, kakiku masih belum kuat melangkah, genggam erat tanganku, jangan berjalan terlalu cepat. Kelak, aku juga dapat berjalan beriring bersamamu, mama dan papa.”

Tatapan matanya begitu bening, begitu polos. Ya,  anak-anak kecil belum melihat banyak hal di luar rumah. Tapi tatapannya seperti mengingatkan saya, ”Aku belum banyak melihat, dan kelak beri aku kesempatan menatap dan mengarungi dunia dengan aman. Jangan batasi aku dengan sedikit-sedikit melarang untuk tidak melakukan ini-itu. Laranglah, bila itu memang sangat perlu untuk dilarang.”

Anak-anak jaman sekarang, sekali kita ”meleng” sudah berubah menjadi besar. Menjadi bukan anak-anak lagi. Ia tak mau lagi dipeluk, apalagi di depan teman-temannya. Ia tak mau lagi diajak jalan-jalan bersama, karena ia sudah punya teman bermain sendiri, dan sudah punya jadwal sendiri. Tak peduli sejenak kepadanya, seperti ada garis waktu yang hilang, di mana saat itu anak-anak sebenarnya berharap mendapat penjelasan tentang dunia yang akan dihadapinya kelak.

Tak jarang, anak-anak membangkitkan rasa kesal. Rasa amarah, meski kemudian saya sesali sendiri, kenapa saya mesti marah? Tatapan matanya, dan linangan air matanya, seperti menyadarkan saya, bahwa ia masih anak-anak. Perasaannya lembut. Ia sedang belajar mengenali dirinya, meminta diperlakukan, sebagaimana saya ingin diperlakukan oleh orang lain. Tidak harus dihadapi dengan bentakan.

Anak-anak kita tentu membutuhkan dukungan dan dorongan untuk tumbuh dengan baik. Untuk menghadapi masa depan, yang berbeda sama sekali dengan masa-masa yang pernah dihadapi orangtuanya. Mereka tak menutup pintu untuk menghadapi konsekuensi atas perbuatannya yang salah. Tetapi ia membutuhkan penjelasan, mengapa perbuatan itu salah. Jika tidak, hukuman yang kita berikan, apalagi diselip perasaan benci, akan tertanam di batinnya, dan kelak bisa berbuah dendam.

Tak jarang pula, kita memaksakan kehendak. Dari mulai urusan berpakaian, makanan, bahkan pilihan sekolah. Padahal, baik menurut kita, belum tentu baik menurut mereka. Pantas menurut kita, belum tentu pantas menurut mereka. Mari jujur bertanya ke diri sendiri, apakah pilihan kita itu untuk menyenangkan mereka, atau hanya untuk memenangkan gengsi kita di hadapan orang-orang?

”Papa, Mama, beri aku kesempatan belajar mengambil keputusan untuk diriku sendiri. Beri aku kesempatan untuk mengalami kegagalan atau berbuat kesalahan sehingga aku dapat belajar dari hal itu. Bantu aku untuk mengatasi kegagalan dan memperbaiki kesalahan sehingga kelak di masa depan aku sudah siap mengambil keputusan yang tepat untuk hidupku.” 

Mungkin itu sebagian ungkapan hati mereka yang belum bisa tersampaikan kepada kami orang tuanya. 

Anak-anak juga tak suka untuk dibanding-bandingkan dengan adik atau kakaknya, dengan saudara-saudara lain dan juga dengan orang-orang lain. Mama tahu itu karena Mama pun pernah mengalami masa dibanding-bandingkan dengan orang lain oleh orang tua Mama. Namun, entah kenapa, masih saja kerap kali keluar kalimat, ”Contoh dong mas, anak baik, selalu nurut, makanya dia jadi anak pintar.” Pertanyaannya, predikat ”pintar” dalam kalimat itu adalah untuk kebahagiaan anak atau untuk kebanggaan dan kebahagiaan kita sebagai orangtua? ”Siapa dulu dong, mamanya?”

Setiap ada postingan yang mengingatkan Mama untuk memberi lebih banyak waktu untuk bermain dengan buah hatinya, selalu menimbulkan tetes mata yang menyeruak dari ujung mata Mama. Yang kurang lebih mengatakan;  Mama, hari ini anakmu tidak seperti kemarin. Hari ini ia lebih tua satu hari dari kemarin. Ia lebih besar satu hari dari kemarin, dan waktu kemarin yang berlalu itu, tidak akan pernah terulang kembali. Mama sempatkan lah bermain dengan anakmu. Karena setiap hari baru, Mama akan kehilangan satu kesempatan untuk bermain diusianya di hari itu. Dan waktu itu, tidak akan pernah kembali lagi 😭

bermain tembakan air, mewarnai, membuat parkiran mobil, petak umpet, potong dan tempel, mengaduk adonan, mencuci beras… Semua itu hal kecil, tapi akan senantiasa terpatri di hati dan akal anak-anak kita. 

Pada akhirnya, jika ruh sudah dikeluarkan dari jiwa, bukan mainan mahal yang akan dikenang oleh mereka. Bukan pula buku sampul tebal berwarna warni yang tertumpuk apik di ruang baca. Bukan mobil mewah dan rumah besar, liburan keluar negeri yang akan terngiang-ngiang di telinga dan akal mereka. Tetapi hal kecil, cerita kecil sebelum tidur malam, kecupan serta pelukan. Lelucon yang membuat tertawa sampai sakit perut. Bermain dengan tepung sampai wajahnya berubah putih. Bercanda, gelitikan, main bisik-bisikkan, main bayangan. Itu yang akan diingat. Itu yang akan dikenang, itu…

Kasih sayang tidaklah mahal. 

Waktu adalah benda termurah yang paling berarti, yang bisa Mama beri pada orang yang sangat Mama cinta. 

Sebelum, terlampau letih

Sebelum naik intonasi karena berantakannya rumah hari ini. 

Sungguh, anak-anak tidak perduli akan semua itu. Lepaskan penat dengan bercanda bersama mereka, membacakan buku yang sejak tadi diminta untuk dibacakan kepada mereka. 

‘Mengasuh itu, adalah membuat kenangan’

Jadi,

Kelak ingin seperti apakah engkau dikenang?

Kehadiran anak-anak adalah karunia, lebih dari segalanya, anak adalah hadiah terindah dari Allah. Sudahkah kita memperlakukan mereka sesuai kehendakNya?

Hari ini, saya bisa menjawab: belum!

Maafkan mamamu, Nak….

Terimakasih atas segala kesabarannya, pengertiannya dan kelapangan hati menghadapi mama yang jauh dari kesempurnaan.

Tulisan ini, curahan hati saya dari seorang mama yang belum rela membagi waktu mengasuh anak dengan profesi. Mama yang harus terus belajar untuk sabar dan menahan amarah. Terimakasih mba Juli sudah memilih tema “curahan hati untuk buah hati” sehingga menjadi pengingat pada diri yang masih lemah iman ini agar selalu mengingat bahwa anak-anak adalah titipan harta yang sangat berharga dari Allah. 😘