5 TIPS MENGHADAPI BALITA YANG SUKA BERTANYA

Setiap orang tua pasti pernah merasakan masa-masa ketika anaknya senang bertanya. Bertanya tentang hal apa saja, yang anaknya ingin tanyakan. Bila jawaban yang diperoleh dirasa belum puas, maka anak akan terus bertanya sampai ia benar-benar merasa puas. Adakalanya kita sebagai orang tua merasa kesal, tidak sabar bahkan bisa memarahi anak kalau anaknya bolak-balik bertanya. Atau ada juga yang bilang kalau anaknya itu cerewet atau bawel.

Saat memiliki anak balita, orang tua memang dituntut untuk lebih bersabar. Selain karena aktivitas anak yang cukup aktif, mereka juga harus siap menjawab berbagai pertanyaan yang kerap dilontarkan anak secara tiba-tiba. Tidak hanya pertanyaan sederhana, seorang anak bahkan juga bisa menanyakan hal-hal aneh yang jauh dari pengetahuan orang tua. Untuk menghadapi anak yang suka bertanya, sebagian orang tua memilih untuk menjawab sekenanya atau bahkan dengan tegas melarang anak bertanya terlalu banyak. Padahal, hal itu justru bisa menghambat perkembangan anak.

Proses bertanya merupakan fitrah bagi kehidupan seorang anak. Hal ini dikarenakan pada masa pertumbuhannya, sel-sel neuron otak anak tidak begitu saja menelan setiap informasi. Dia selalu mempertanyakan sebelum disimpan lekat dalam file memorinya.

Anak yang banyak bertanya sebetulnya karena ia memiliki segudang rasa keingintahuan tinggi akan berbagai hal. Pada masa ini perkembangan otaknya sangat pesat. Anak merasakan haus akan informasi dan pengetahuan. Maka dari itu tidaklah mengherankan bila anak sering bertanya ini dan itu. Bersyukurlah kita ketika anaknya melewati masa bertanya. Masa ini hanya terjadi sekali seumur hidup. Bahkan menurut para ahli, jika anak kita kurang suka bertanya, maka orang tua harus memancing supaya anak banyak bertanya.

Di usia 2—4 tahun, kemampuan kognitif anak berkembang cukup pesat. Dalam rentang waktu tersebut, mereka menyerap banyak informasi dan pengetahuan dari dunia yang baru dikenalnya. Akhirnya, mereka pun kerap bertanya pada orang tua untuk memuaskan rasa ingin tahunya.

Bertanya Membangun Kemampuan Berkomunikasi dan Berpikir Kritis

Ada yang bilang masa-masa bertanya akan menentukan kepandaian anak kelak. Semakin sering orang tua mengajak anak berdialog, akan membuat buah hati semakin kritis. Jiwa yang kritis akan menjadikan anak tumbuh menjadi pribadi cerdas dan pemberani. Oleh karenanya, bila kita tidak memberikan respon positif terhadap pertanyaan anak, sama artinya kita telah menumpulkan sikap kritis dan kreativitasnya secara perlahan. Padahal dengan bertanya, rasa ingin tahu anak akan tersalurkan. Kondisi ini merupakan stimulan untuk mengembangkan proses berpikirnya. Saat-saat inilah merupakan saat terbaik untuk mengembangkan pengetahuan pada anak,karena dalam kondisi ini otak anak sedang terbuka. Ketika rasa ingin tahunya besar, maka informasi akan tersimpan sangat kuat. Agar potensi anak juga terarah dengan baik maka kita sebagai orang tua harus bijak mengarahkannya. Berbagai pertanyaan dari anak sebaiknya dijawab sesuai dengan kemampuan berpikirnya.

Anak yang suka bertanya namun hanya mengulang pertanyaan tanpa bertanya lebih mendalam, bukanlah termasuk anak yang kritis. Karena anak yang kritis tidak sekedar bertanya, tetapi juga membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Kemampuannya dalam menganalisa menyebabkan tidak menerima begitu saja apa yang dikatakan oleh orang tua, dewasa dan orang yang lebih tua darinya. Namun ia akan berani untuk bertanya lebih detail lagi.

Saat terbaik untuk memberi pengetahuan pada anak adalah disaat mereka bertanya. Proses berpikir otak pada kondisi ini sangat pesat. Ketika rasa ingin tahunya besar, maka informasi akan tersimpan sangat kuat. Oleh karena itu sebaiknya kita berhati-hati bila menghadapi berbagai pertanyaan anak. Berikut 5 tips menghadapi anak yang suka bertanya:

1.HARGAI SETIAP PERTANYAAN YANG DIAJUKAN ANAK

Sebagai orang tua, kita harus bersabar menghadapi anak yang suka bertanya. Meskipun anak kerap mengulang pertanyaan yang sama, kita harus tetap menghadapinya dengan penuh kesabaran. Terkadang, anak bertanya berulang kali karena memang lupa atau hanya sekadar ingin memastikan bahwa yang Anda katakan itu benar.

Orang tua yang penuh perhatian terhadap setiap pertanyaan anak dan semangat mencari tahu jawabannya, akan membuat anak semakin termotivasi untuk mencari tahu berbagai hal lainnya.

2. JANGAN BERBOHONG ATAU MENGADA-ADA JAWABAN YANG BELUM KITA KETAHUI

Bukanlah hal tabu jika orang tua mengatakan “tidak tahu” pada anak terhadap pertanyaan yang mereka ajukan. Lebih baik jujur dan mencari solusi terbaik untuk mencari jawaban bersama-sama apa pertanyaan anaknya. Informasi tersebut bisa kita peroleh lewat membaca buku bersama-sama, browsing di internet, bertanya kepada orang lain yang lebih tahu jawabannya atau mengunjungi tempat tertentu berkaitan dengan pertanyaan anak. Misalnya kalau anak bertanya tentang pesawat terbang, kita bisa mengajak mereka ke museum. Sambil rekreasi, anak juga bisa belajar sambil bermain.

3. SAMPAIKAN DENGAN SEDERHANA

Saat menghadapi anak yang suka bertanya, pastikan kita menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak. Sampaikan ke dalam beberapa kalimat sederhana tanpa menggunakan istilah ilmiah yang belum pernah didengar oleh anak. Sehingga anak bisa memahami penjelasan jawaban kita dengan baik.

4. AJAK ANAK MENCARI JAWABANNYA BERSAMA-SAMA

Terkadang, ada kalanya banyak pertanyaan dari anak yang jawabannya tidak diketahui orang tua. Untuk itu orang tua harus jujur jika belum mengetahui jawabannya. Hal ini lebih baik daripada mengatakan jawaban yang tidak benar atau mengada-ada. Selanjutnya kita bisa mengajak anak untuk mencari jawaban bersama-sama melalui buku, internet, atau tayangan audio visual.

5. AJUKAN PERTANYAAN UMPAN JIKA ANAK MASIH TERUS BERTANYA

Berdasarkan pengalaman, anak biasanya menanyakan pertanyaan yang sama secara berulang-ulang setiap harinya. Meskipun orang tua sudah berusaha menjawab dan menjelaskan tetapi tidak jarang anak masih saja mengulangi pertanyaan yang sama.Terkadang, anak bertanya berulang kali karena memang lupa atau hanya sekadar ingin memastikan bahwa yang orang tua katakan itu benar. Jika anak masih terus bertanya dengan pertanyaan yang sama, kita sebagai orang tua bisa mengajukan pertanyaan umpan untuk dijawab anak. Pertanyaannya bisa sama dengan yang anak ajukan kepada orang tua atau yang ada hubungannya dengan pembahasan pertanyaan anak. Selain untuk evaluasi pemahaman anak akan penjelasan orang tua, anak pun akan belajar berbicara dengan baik saat menceritakan kembali penjelasan dari orang tuanya. 

Sudahkah siap menjadi pendengar dan menghargai pertanyaan anak-anak? 💕

DIY Jellyfish Sensory Bottle

Setelah field trip singkat ke Sea World Ancol,  Faris sangat terkesan sekali dengan ubur-ubur alias jellyfish. MasyaAllah, memang tampak lucu dan menggemaskan sekali makhluk ciptaan Allah yang satu ini. Jadilah setiap hari Faris minta kelas bebikinan dan mama pending sampai hari ini karena banyak sekali kendala. Mulai dari printer yang ngadat, ada beberapa bahan yang stoknya habis di rumah sampai dengan mama yang masih rempong mengatur ulang ritme pekerjaan domestik pasca holiday 😁.

Baiklah akhirnya buat mencairkan suasana hati anak-anak akhirnya kami membuat sensory botol saja. Bahannya mudah ditemukan di rumah dan adiknya pun bisa dilibatkan dalam kegiatan ini (meski dalam prosesnya tidak sempat didokumentasikan).

Teman-teman pernah kepikiran nggak bikin mainan atau hiasan ubur-ubur di dalam botol? Cara membuatnya cukup mudah dan cocok sekali dimainkan oleh balita. Cara mainnya pun sederhana cukup dibolak-balik saja, maka si ubur-ubur ini akan bergerak-gerak di dalam air.

Alat dan bahannya :

1. Plastik transparan
2. Botol air plastik.
3. Benang
4. Pewarna Makanan
5. Gunting

Cara membuat :

1. Ratakan plastik dan potong pegangan dan bagian bawahnya.

2. Potong sepanjang kedua sisi untuk dipecah menjadi 2 lembar plastik ( kita hanya menggunakan salah satunya saja )

3. Dari bagian tengah lembaran plastik, lipat seperti balon kecil untuk membuat bagian kepala dan mengikatnya dengan benang. Tidak terlalu rapat.

4. Kita harus menyisakan lubang kecil untuk menuangkan air di bagian kepala .Masukkan air ke bagian kepala agar mudah tenggelam. Tinggalkan udara di dalamnya agar bisa mengambang. 

5. Sekarang kita akan mendapatkan bagian kepala dan sisanya akan menjadi tentakelnya. Potong dari ujung ke bagian kepala. Kita akan mendapatkan sekitar 8-10 tentakel.
6. Untuk masing-masing, potong lagi menjadi 3-4 bagian kecil dan potong bagian yang tersisa.
7. Gunting lagi untuk membuat tentakel panjang dan pendek acak.

9. Isi botol air.
10. Masukkan ubur-ubur ke dalam botol dengan beberapa tetes pewarna makanan biru. Tutup botolnya. Ubur-ubur mainan pun berenang di dalam air.

Cara Main :
Anak dapat bermain bebas dengan botol tersebut dengan menggoyangkan naik turun dan meletakannya di hadapan anak setelah botol dikocok sehigga anak dapat memperhatikan benda di dalam akan turun secara perlahan.

Manfaat :
🐾Melatih motorik kasar (gross motor skill)
🐾Melatih keseimbangan tangan dan mata (hand eye coordination)
🐾Pengenalan warna (color recognition)

 

 

 

 

Terimakasih Ananda

Salah satu kebahagiaan dalam hidup saya adalah saat menatap berlama-lama wajah kedua anak laki-laki saya yang sudah tertidur pulas di malam hari. Mengenang detik demi detik, hari demi hari, tahun demi tahun yang telah kami lalui bersama. Anak-anak yang mengajarkan banyak hal kepada orangtuanya, baik dalam tangisnya maupun dalam tawanya. Anak-anak yang menjadi penyejuk hati dan mata kedua orang tuanya. 

Ketika masih bayi, belajar merangkak, melangkah tertatih-tatih hingga mulai belajar membereskan tempat tidurnya dan terjatuh saat belajar naik skuter, anak-anak seperti mengingatkan saya untuk tidak terlalu bergegas, tergesa-gesa dan terburu-buru menjalani kehidupan ini. 

”Tanganku masih kecil, kakiku masih belum kuat melangkah, genggam erat tanganku, jangan berjalan terlalu cepat. Kelak, aku juga dapat berjalan beriring bersamamu, mama dan papa.”

Tatapan matanya begitu bening, begitu polos. Ya,  anak-anak kecil belum melihat banyak hal di luar rumah. Tapi tatapannya seperti mengingatkan saya, ”Aku belum banyak melihat, dan kelak beri aku kesempatan menatap dan mengarungi dunia dengan aman. Jangan batasi aku dengan sedikit-sedikit melarang untuk tidak melakukan ini-itu. Laranglah, bila itu memang sangat perlu untuk dilarang.”

Anak-anak jaman sekarang, sekali kita ”meleng” sudah berubah menjadi besar. Menjadi bukan anak-anak lagi. Ia tak mau lagi dipeluk, apalagi di depan teman-temannya. Ia tak mau lagi diajak jalan-jalan bersama, karena ia sudah punya teman bermain sendiri, dan sudah punya jadwal sendiri. Tak peduli sejenak kepadanya, seperti ada garis waktu yang hilang, di mana saat itu anak-anak sebenarnya berharap mendapat penjelasan tentang dunia yang akan dihadapinya kelak.

Tak jarang, anak-anak membangkitkan rasa kesal. Rasa amarah, meski kemudian saya sesali sendiri, kenapa saya mesti marah? Tatapan matanya, dan linangan air matanya, seperti menyadarkan saya, bahwa ia masih anak-anak. Perasaannya lembut. Ia sedang belajar mengenali dirinya, meminta diperlakukan, sebagaimana saya ingin diperlakukan oleh orang lain. Tidak harus dihadapi dengan bentakan.

Anak-anak kita tentu membutuhkan dukungan dan dorongan untuk tumbuh dengan baik. Untuk menghadapi masa depan, yang berbeda sama sekali dengan masa-masa yang pernah dihadapi orangtuanya. Mereka tak menutup pintu untuk menghadapi konsekuensi atas perbuatannya yang salah. Tetapi ia membutuhkan penjelasan, mengapa perbuatan itu salah. Jika tidak, hukuman yang kita berikan, apalagi diselip perasaan benci, akan tertanam di batinnya, dan kelak bisa berbuah dendam.

Tak jarang pula, kita memaksakan kehendak. Dari mulai urusan berpakaian, makanan, bahkan pilihan sekolah. Padahal, baik menurut kita, belum tentu baik menurut mereka. Pantas menurut kita, belum tentu pantas menurut mereka. Mari jujur bertanya ke diri sendiri, apakah pilihan kita itu untuk menyenangkan mereka, atau hanya untuk memenangkan gengsi kita di hadapan orang-orang?

”Papa, Mama, beri aku kesempatan belajar mengambil keputusan untuk diriku sendiri. Beri aku kesempatan untuk mengalami kegagalan atau berbuat kesalahan sehingga aku dapat belajar dari hal itu. Bantu aku untuk mengatasi kegagalan dan memperbaiki kesalahan sehingga kelak di masa depan aku sudah siap mengambil keputusan yang tepat untuk hidupku.” 

Mungkin itu sebagian ungkapan hati mereka yang belum bisa tersampaikan kepada kami orang tuanya. 

Anak-anak juga tak suka untuk dibanding-bandingkan dengan adik atau kakaknya, dengan saudara-saudara lain dan juga dengan orang-orang lain. Mama tahu itu karena Mama pun pernah mengalami masa dibanding-bandingkan dengan orang lain oleh orang tua Mama. Namun, entah kenapa, masih saja kerap kali keluar kalimat, ”Contoh dong mas, anak baik, selalu nurut, makanya dia jadi anak pintar.” Pertanyaannya, predikat ”pintar” dalam kalimat itu adalah untuk kebahagiaan anak atau untuk kebanggaan dan kebahagiaan kita sebagai orangtua? ”Siapa dulu dong, mamanya?”

Setiap ada postingan yang mengingatkan Mama untuk memberi lebih banyak waktu untuk bermain dengan buah hatinya, selalu menimbulkan tetes mata yang menyeruak dari ujung mata Mama. Yang kurang lebih mengatakan;  Mama, hari ini anakmu tidak seperti kemarin. Hari ini ia lebih tua satu hari dari kemarin. Ia lebih besar satu hari dari kemarin, dan waktu kemarin yang berlalu itu, tidak akan pernah terulang kembali. Mama sempatkan lah bermain dengan anakmu. Karena setiap hari baru, Mama akan kehilangan satu kesempatan untuk bermain diusianya di hari itu. Dan waktu itu, tidak akan pernah kembali lagi 😭

bermain tembakan air, mewarnai, membuat parkiran mobil, petak umpet, potong dan tempel, mengaduk adonan, mencuci beras… Semua itu hal kecil, tapi akan senantiasa terpatri di hati dan akal anak-anak kita. 

Pada akhirnya, jika ruh sudah dikeluarkan dari jiwa, bukan mainan mahal yang akan dikenang oleh mereka. Bukan pula buku sampul tebal berwarna warni yang tertumpuk apik di ruang baca. Bukan mobil mewah dan rumah besar, liburan keluar negeri yang akan terngiang-ngiang di telinga dan akal mereka. Tetapi hal kecil, cerita kecil sebelum tidur malam, kecupan serta pelukan. Lelucon yang membuat tertawa sampai sakit perut. Bermain dengan tepung sampai wajahnya berubah putih. Bercanda, gelitikan, main bisik-bisikkan, main bayangan. Itu yang akan diingat. Itu yang akan dikenang, itu…

Kasih sayang tidaklah mahal. 

Waktu adalah benda termurah yang paling berarti, yang bisa Mama beri pada orang yang sangat Mama cinta. 

Sebelum, terlampau letih

Sebelum naik intonasi karena berantakannya rumah hari ini. 

Sungguh, anak-anak tidak perduli akan semua itu. Lepaskan penat dengan bercanda bersama mereka, membacakan buku yang sejak tadi diminta untuk dibacakan kepada mereka. 

‘Mengasuh itu, adalah membuat kenangan’

Jadi,

Kelak ingin seperti apakah engkau dikenang?

Kehadiran anak-anak adalah karunia, lebih dari segalanya, anak adalah hadiah terindah dari Allah. Sudahkah kita memperlakukan mereka sesuai kehendakNya?

Hari ini, saya bisa menjawab: belum!

Maafkan mamamu, Nak….

Terimakasih atas segala kesabarannya, pengertiannya dan kelapangan hati menghadapi mama yang jauh dari kesempurnaan.

Tulisan ini, curahan hati saya dari seorang mama yang belum rela membagi waktu mengasuh anak dengan profesi. Mama yang harus terus belajar untuk sabar dan menahan amarah. Terimakasih mba Juli sudah memilih tema “curahan hati untuk buah hati” sehingga menjadi pengingat pada diri yang masih lemah iman ini agar selalu mengingat bahwa anak-anak adalah titipan harta yang sangat berharga dari Allah. 😘

Belajar Menggunakan Fasilitas Publik : Pengalaman Pertama Naik Kereta Api Komuter /Commuter Line

Meskipun keadaan alat transportasi umum di negara kita masih belum ramah anak, namun tidak ada salahnya kita mulai memperkenalkan dan membiasakan si kecil menggunakannya.

Minggu lalu, saat kami berada di Jakarta kami selalu menggunakan alat transportasi umum ketika akan pergi kemana-mana.
Dalam kesempatan langka ini, tidak ada salahnya kita sebagai orang tua mengajak dan memperkenalkan si kecil menggunakan transportasi umum, seperti Commuter Line, TransJakarta maupun alat transportasi lain. Berikut cerita perjalanan Faris saat pertama kali mencoba naik KRL di Jakarta. Point yang harus dicatat kita sebagai orang tua adalah selalu dampingi anak ketika pertama kali menggunakan transportasi umum. Saat ini Jaringan KRL tidak hanya terdapat di Jakarta namun juga sampai ke kota-kota satelit dari Jakarta, seperti Depok, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, dan bahkan Rangkas Bitung. Untuk mengetahui di stasiun mana saja KRL beroperasi, bisa dilihat di peta jaringan KRL ini. Kalau menggunakan Google Map, bisa juga melihat peta elektronik ini untuk menentukan posisi stasiun KRL terdekat.
Dari semua stasiun tersebut, jangan pernah mencoba naik KRL di stasiun Gambir. Karena KRL tidak berhenti di stasiun Gambir. Contohnya kami, kemarin kami pergi ke Monas dari Stasiun Tebet mengambil rute turun di Stasiun Juanda (stasiun terdekat, selain stasiun Gambir) karena KRL tidak berhenti di stasiun Gambir. Dari stasiun harus naik bajaj dengan waktu tempuh 15 menit untuk sampai tujuan.

 

Jika ingin mencoba naik KRL ini, kita bisa beli tiket sekali jalan yang lebih terkenal dengan nama Tiket Harian Berjaminan (THB) dengan uang jaminan Rp. 10.000 yang  bisa diambil kembali kalau kita mengembalikan THBnya dalam jangka waktu satu minggu setelah membeli. Alternatif lain, coba pakai tiket terusan yang lebih terkenal dengan nama Kartu Multi Trip (KMT). Harganya cuma Rp. 50.000 dengan saldo Rp. 30.000.
Kedua jenis kartu ini bisa dibeli di loket stasiun- stasiun KRL. Atau bisa juga beli melalui vending machine. Untuk KMT bisa isi ulang di loket dan vending machine.
Tapi kalau kita punya kartu bank sejenis flazz, e money, tap cash, brizzi bisa juga dipakai, asal jangan lupa di aktivasi terlebih dahulu di stasiun. Untuk tempat aktivasinya bisa langsung bertanya ke petugas stasiun.
Selama perjalanan, kami memberi contoh cara membeli tiket dan bagaimana cara menscan kartu sampai dengan dia bisa masuk ke dalam stasiun. Seru sekali! Tidak ketinggalan Faris bertanya, kenapa ya Ma kalau kita naik kendaraan umum harus mengisi kartu dulu? Untuk apa Ma?
Saya berusaha menjelaskan kalau saat ini sistem perkeretaapian di Indonesia sudah lebih baik sehingga memudahkan kita untuk menikmati fasilitas transportasi umum. Kita tidak perlu antri lagi untu membeli tiket di loket jika sudah memiliki Tiket Harian meskipun kita bukan warga Jakarta.
Saat ini di setiap stasiun sudah tersedia peta jalur-jalur Commuter line maupun TransJakarta, sempatkan waktu untuk mendiskusikan jalur-jalur tujuan dengan mempelajari peta tersebut. Melalui kegiatan ini, kami bisa mengajarkan anak untuk bersikap kritis, bertanya pada petugas maupun security untuk mengetahui arah atau tempat tujuan. Mengajarkan kepada anak untuk selalu waspada, seperti tidak bicara pada orang asing, terutama yang menanyakan hal-hal pribadi seperti alamat rumah. Anak-anak kami ingatkan untuk selalu memperhatikan sekeliling untuk meningkatkan kewaspadaan, juga untuk mengetahui berbagai petunjuk maupun rambu-rambu.
Melihat banyaknya penumpang yang memegang smartphone, Faris bertanya kenapa semua orang pada main handphone ma? Kami mencontohkan dan menjelaskan kepada anak-anak untuk tidak tertidur atau bermain telepon genggam maupun gawai di angkutan umum, untuk menghindari tindak kejahatan seperti pencopetan atau perampokan/perampasan. Tidak lupa kami mengingatkan anak-anak untuk bersikap tertib, tidak berebut atau saling dorong ketika akan masuk ke dalam angkutan umum. Berdiri ataupun duduk di tempat yang sudah ditentukan, bukan di pinggir atau di depan pintu yang dapat menyulitkan orang yang akan naik maupun turun. Kami mengajarkan kepada anak-anak untuk selektif memilih tempat duduk, dan mempercayai intuisinya. Jika kita merasa tidak nyaman berada di dalam kendaraan, lebih baik untuk segera turun dan pindah ke kendaraan umum berikutnya. Yang terpenting dan sudah hilang dari peradaban anak jaman sekarang, jami berusaha mengajarkan anak untuk bersikap sopan. Tidak menaikkan kaki ke tempat duduk, tidak bicara dengan suara keras, maupun tertawa keras, memberikan tempat pada orang-orang yang membutuhkan seperti ibu hamil, orang tua, orang cacat, maupun ibu atau bapak yang menggendong balita. Mengingat tingkat empati masyarakat jaman sekarang sangat-sangat rendah, maka kami berusaha belajar memberikan contoh kepada anak-anak. Tak lupa menjaga kebersihan transportasi umum serta jalan raya dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Apa yang perlu kita perhatikan saat naik KRL?
🐣Biaya naik KRL cukup murah. Untuk 25 km hanya Rp. 3000 dan untuk setiap 10 km tambahannya hanya menambah Rp. 1000/10 km. Kita tidak perlu pusing dengan kalkulasi biayanya. Kalau kamu pakai THB cukup sebutkan stasiun tujuan kamu dan nanti petugas loket atau tekan stasiun tujuan di vending machine.  Kalau pakai KMT, asal saldo kita tidak kurang dari Rp. 13.000 kita bisa langsung menggunakan KRL. Dijamin murah deh jalan-jalan menggunakan KRL.
🐣Karena saat ini KRL sudah pakai tiket berjenis cashless, maka untuk masuk ke stasiun kamu harus melewati pintu elektronik. Silahkan tap tiketnya ke mesin pembacanya di pintu elektronik. Yang jangan dilupakan kalau tap in gunakan tangan kiri dan kalau sudah sampai silahkan tap out menggunakan tangan kanan.
🐣 Ini terjadi karena pintu elektroniknya menggunakan model tripod. Sehingga kalau masuk, posisi mesin pembaca kartu ada di sebelah kiri. Sementara kalau keluar, posisi mesin pembaca kartu ada di sebelah kanan.
🐣Di dalam stasiun, perhatikan informasi peron buat paham dimana kita harus menunggu untuk naik KRL. Kalau masih bingung, kita bisa tanya ke petugas stasiun. Atau perhatikan pengumuman dan papan digital di stasiun. Sebagai informasi, tidak semua rangkaian Commuter Line dilengkapi sarana informasi audio untuk mengingatkan dimana kamu saat ini berada. Informasi visual umumnya tersedia dalam bentuk gambar peta rute Commuter Line yang terletak di atas pintu-pintu gerbong Commuter Line. Peta rute Commuter Line ini dapat kamu gunakan untuk menghitung berapa stasiun Commuter Line yang akan dilewati dalam perjalanan menuju ke stasiun Commuter Line tujuan.
🐣Saat berada di dalam kereta sebaiknya kita memperhatikan dengan baik informasi-informasi atau pengumuman yang disampaikan oleh petugas di setiap stasiun dimana kereta akan berhenti untuk mengangkut penumpang.
🐣Hindari berjalan-jalan naik Commuter Line pada jam sibuk, terutama pada pukul 6 – 9 (dari luar Jakarta menuju Jakarta) dan pukul 16 – 19 (dari Jakarta menuju luar Jakarta). Pada waktu-waktu tersebut,  cukup sulit untuk dapat masuk dan keluar dari gerbong Commuter Line.
🐣Sebelum melakukan perjalanan kita harus memahami dulu peta jaringan KRL agar tidak bingung. Peta jaringan KRL di Jakarta terbagi menjadi 6 line atau 6 jalur.
Pertama Jalur Hijau yang rutenya adalah Rangkas Bitung/Maja/Parungpanjang/Serpong sampai ke Tanah Abang pp.
Kedua Jalur Coklat yang rutenya adalah Tangerang – Duri pp.
Ketiga adalah Jalur Kuning yang rutenya ada dua yaitu Bogor/Depok – Manggarai – Tanah Abang – Duri – Kampung Bandan – Jatinegara pp kemudian ada rute Nambo – Citayam – Manggarai – Tanah Abang – Duri – Kampung Bandan – Jatinegara pp
Keempat adalah Jalur Merah yang rutenya Bogor/Depok – Manggarai – Jakarta Kota
Kelima adalah Jalur Biru yang rutenya adalah Bekasi – Manggarai – Jakarta Kota. Tapi ada juga kereta di jalur ini yang rutenya Bekasi – Jatinegara – Pasar Senen – Kampung Bandan – Jakarta Kota.
Keenam adalah Jalur Pink yang rutenya adalah Jakarta Kota – Kampung Bandan – Ancol – Tanjung Priok pp.
Nah dari semua jalur tersebut ada beberapa stasiun Transit yang penting diingat yaitu Manggarai yang saat ini adalah stasiun transit terbesar, Tanah Abang, Duri, Kampung Bandan, Jatinegara, dan Jakarta Kota.
Masih ragu untuk mengajak anak naik alat tranaportasi umum?
Memang mengajarkan anak untuk terbiasa menggunakan kendaraan umum bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan kesabaran dan ketelatenan, hal tersebut tidaklah mustahil. Selamat mencoba, yuk kita budayakan naik kendaraan umum😘

QOTD : Air berasal dari mana sih, Ma? 


Sudah tiga hari kami berada di kota Jakarta dan hujan pun mengguyur ibukota negara tercinta. Rupa-rupanya musim hujan sudah merata ke seluruh Indonesia. 

Pertanyaan yang muncul dari diskusi kita hari ini adalah berasal darimanakah air? Gimana ya Allah menciptakan air? 

Air, betapa dengan air ini kita bisa hidup. Betapa dengan air ini makhluk-makhluk bisa hidup karena dihidupkan oleh yang Maha Hidup.

Semua makhluk yang ada di langit dan di bumi semua bertasbih kepada Allah SWT, Rabbul ‘alamiin, masing-masing memiliki cara untuk bertasbih sendiri. Setiap waktu, setiap saat bertasbih kepada Allah SWT.

Dan manusia yang mau bertasbih adalah orang-orang muslimin, yang mau meletakkan dahinya di tempat yang rendah, demi bersujud kepada Allah SWT, Dzat Yang Maha Suci, Yang berhak untuk disembah.

Ketika kita tidak bisa tidur, lebih baik kita mengambil wudhu dan kemudian bertasbih, berdzikir, memuji asma-Nya. Ketika memiliki begitu banyak masalah yang menghimpit dada, maka bersegeralah untuk menghadap-Nya. Jangan keras kepala untuk menyelesaikannya sendiri, sampaikan kepada Allah, Yang Maha Menyelesaikan Masalah.

#1. Ayatayat air dalam Al-Quran 
[Q.S  An-Nur : 43]
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ

Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. 

➡Ketika melihat awan yang bergerak, maka sudah semestinya fokus kita kepada Allah SWT, memuji keindahan ciptaan-Nya. Itulah yang membedakan kita dengan orang-orang kafir.

Dalam ayat ini, Allah tidak hanya membicarakan tentang peristiwa hujan, namun juga membicarakan tentang kilat.

[QS. Al-Mulk : 4]
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ

Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. 

➡Dalam ayat ini, kita diminta untuk memperhatikan ciptaan-Nya berulang-ulang. Kita perlu effort, tenaga, riset, dan usaha untuk melihat kesempurnaan ciptaan Allah SWT. Maka, dengan cara itu kita senantiasa akan terus menerus bertasbih, memuji Kebesaran Allah SWT melalui ciptaanNya.

[QS. Al-Furqan : 48]
وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih. 

➡Dalam ayat ini Allah  SWT menyebutkan bahwa hujan turun sebagai Rahmat, “Ma’aan thohuran, air yang sangat bersih”, inilah sifat air hujan. Namun manusia seringkali menyebut bahwa hujan itu sebagai pembawa bencana. Sebenarnya yang membawa bencana bukanlah air hujannya melainkan tindakan manusia yang melampaui batas sehingga membuat keseimbangan alam terganggu yang mengakibatkan ketika turun hujan terjadi bencana banjir.

[QS. Al-Anfal : 11]
إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu). 

➡ Dalam ayat ini menjelaskan bahwa fungsi hujan adalah untuk menyucikan, untuk membersihkan. Hal ini terjadi pada saat perang Badr. Waktu itu, pasukan muslimin hanya sekitar 300 orang sedangkan lawannya adalah sekitar 1000 orang. Karena sangat khawatir, Rasulullah meminta pertolongan kepada Allah SWT. Kemudian Allah pun memberikan kekuatan dan ketenangan, yaitu dengan menurunkan hujan. Dimulai dengan diberikan rasa kantuk, kemudian diturunkan hujan. Sehingga dengan turunnya hujan tersebut bisa digunakan untuk membersihkan diri.

#2. Darimana Asal Air

Pada awal penciptaan bumi, kondisi permukaan bumi sangat panas. Tekanan dan temperaturnya amat sangat tinggi. Maka jelaslah tidak ada air saat itu. Lalu darimana datangnya air?

“Hujan berasal dari gumpalan awan dan juga dari gunung-gunung.”

Dan ilmuwan cukup lama mempertanyakan darimana asalnya  air? Apakah dari bawah permukaan bumi?

Distribution of Earth’s Water

Earth’s Water, terdiri dari :
– Saline, Oceans : 97%
– Fresh water : 3%

Fresh Water :
– Ice Caps, Glacers : 68.7 %
– Ground Water :  30.1%
– Surface Water : 0.3 %
– Others : 0.9%

Fresh Surface Water :
– Lakes : 87%
– Swamps : 11%
– Rivers : 2%

Nilai dari data jumlah air tersebut kalau dihitung pada kenyataannya selalu kurang, padahal jumlah air selalu mengalami penambahan. Penambahan air ini dari mana?

Komet pembawa kristal es

Temuan mutakhir menunjukkan bahwa air berasal dari komet pembawa kristal es yang kemudian membentur atmosfer bumi dan berurai menjadi uap air di atmosfer bumi. Uap air ini akan bergabung dengan uap air lainnya yang berada di awan.

[QS. An-Nahl : 65]
وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan pelajaran

[QS  Al-Mukminun : 18]
وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya

Allah SWT menurunkan air dalam suatu ukuran, tidak terlalu banyak dan juga tidak kurang. Hal ini menetap di bumi. Bagaimana jika Allah melenyapkannya kembali?

Mari kita berpikir, apa yang akan terjadi ketika Bumi sedikit saja mendekat ke matahari? Tentu saja akan terjadi kenaikan temperatur, “heating up”, akan terjadi penguapan terus-menerus, sehingga lautan bisa lenyap. Inilah kuasa Allah. Atau dengan cara-cara Allah lainnya yang tidak akan pernah terpikirkan oleh kita.

Sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah SWT, karena Dia sudah menurunkan air dengan ukuran yang cukup. Air ini ditetapkan di bumi bukan karena tanpa alasan. Hal ini berkaitan dengan adanya gaya gravitasi. Bayangkan jika bumi dijauhkan dari matahari, maka akan temperatur akan semakin dingin, air pun akan membeku dan kita tidak bisa melakukan apa-apa dengan air ini. Inilah salah satu hal yang membuktikan kebenaran tentang Al-Qur’anul Karim. Ketika posisi gravitasinya kecil, ini akan mempengaruhi temperatur dan tekanan, sehingga air akan berubah wujud menjadi es.

#3. Rahasia Air Dalam Al-Qur’an :
– Al-Qur’an mengelompokkan berdasarkan kejernihannya :

1. Al-Qur’an menyebut Al maa’ al muqthir (air hujan) : air yang membersihkan.
2. Al maa’ al furaat (air tawar) : Air yang biasa kita minum dari sumur atau air sungai.
3. Air laut yang mengandung kadar garam disebut dengan Al maa’ al ujaj.

1. Al maa’al Muqthir

[QS  Al Furqan : 48]
وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih

– Air suling, filtrasi. Air yang dididihkan pada suhu 100 derajat celcius hingga menjadi uap, kemudian dikondensasi membentuk butiran air. Dengan kadar-kadar kejernihan tinggi/sangat jernih.

– Air hujan, air suling yang paling baik.
Sains dan teknologi telah menunjukkan hal ini. Air yang ada diuapkan, kemudian dikondensasi, kemudian diturunkan dalam bentuk hujan. Jadi ketika Allah SWT menyebut hal ini tidak sembarangan. Air hujan ini memiliki karakteristik tertentu.

– Air hujan mampu menjadi pembersih (udara, kulit), menyerap kotoran yang ada.

Jadi sebenarnya ketika orang tua melarang main hujan-hujanan karena takut sakit itu yang berbahaya bukan air hujannya. Air hujannya bersih, namun di sekitarnya banyak mengandung polutan dan air hujan ini berfungsi untuk membersihkan udara. Pembasmi kotoran terbaik. Yang mampu mensterilkan, membersihkan bumi yang tercemar. Sehingga ketika air hujan yang bercampur dengan polutan ini mengenai badan dapat menyebabkan sakit.

– Thohuran menghilangkan berbagai kotoran. 

2. Al maa’ Al furaat

[QS. Al-Mursalat : 27]
وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُمْ مَاءً فُرَاتًا

dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar

Air ini memiliki beda fungsi
– Al maa’ al furaat berarti nikmat rasanya
– Berbeda dengan air hujan, yang memiliki kemampuan membasmi bakteri, kuman, tidak memiliki rasa.
– Air yang kita minum (sumur, sungai, mata air) terasa segar karena mengandung mineral yang bermanfaat untuk kehidupan manusia, tumbuhan, dan hewan.
– Air mengandung 13 unsur garam mineral. Diantaranya N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, Cl.

Ini merupakan mukjizat yang luar biasa. Rasulullah SAW belum tahu ini sebelum Allah SWT memberi tahu. Sains dan teknologi telah membuktikannya.

3.  Al maa’ al ujaj (Air asin)

[QS. Fathir : 12]
وَمَا يَسْتَوِي الْبَحْرَانِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَائِغٌ شَرَابُهُ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ ۖ وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا ۖ وَتَرَى الْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur

Ini berbeda dari air suling.
Yan ini adalah air yang asin dan pahit. Hal tersebut menandakan bahwa mineral-mineral yang ada di laut sangat besar.

Ini adalah kuasa Allah SWT.

Menakjubkan !!!
– Mengapa Allah SWT menyebutkan dua macan air dengan 2 sifat : asin dan pahit?
– Sementara air hujan hanya satu, yaitu thahurun
– Bukan sekedar pengulangan kata, namun mengandung keistimewaan yang luar biasa. Ujaj berarti melebihi batas. Ta’ajjala melampaui dan melebihi. Ini karena air tersebut mengandung kadar garam yang tinggi. Tidak cukup dengan milhun (asin), tapi juga ujaj. Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

#4. Air Dalam Tubuh Manusia.

– Tubuh manusia terbuat lebih dari 70 % air :
– Kebutuhan air masing-masing organ tubuh
– Otak : 75%
Jika kurang dari itu, maka akan terjadi gangguan. Misalnya cara berpikirnya lemah. Kurang konsentrasi dan fokus.
Jantung : 86%
Paru : 86%
Liver : 86%
Ginjal : 83%
Darah: 83%
Otot : 75%
Tulang : 22%

Seluruh organ tubuh kita membutuhkan air. Analoginya seperti ketika kita menanam tanaman dari bibit sampai tubuh besar, apa yang dibutuhkan selain pupuk (makanan), yang selalu kita berikan setiap hari?

➡ Air. Tidak ada tanaman yang tidak membutuhkan air. Oleh karena itu, jika kita ingin sehat, harus rajin minum air. Karena saat ini gaya hidup kurang sehat menyebabkan penyakit mewabah. Salah satu contohnya adalah diabetes. Ini adalah penyakit yang diakibatkan karena gaya hidup yang kurang sehat. Kita bisa mencegahnya dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Karena itu kita perlu pola hidup yang mencukupkan minum air. Dan perlu diprogram. Minimal 2 liter/hari.

#5. Fungsi Air Bagi Tubuh

– Fungsi terbesar air adalah untuk melancarkan aliran darah dan mendorong metabolisme.
– Air berfungsi menghidupkan kehidupan bakteri dalam usus dan enzim.
– Air berfungsi mengeluarkan kotoran dan racun (dioksin, polutan, bahan-bahan tambahan makan yang bersifar karsinogen).
– Air berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Note : Waktu minum air yang baik 

– Saat bangun tidur di pagi hari 1-3 gelas (sekitar 500 mL), agar tidak terasa kembung maka minumnya secara perlahan dan bertahap. Misalnya : saat baru bangun minum 1 gelas dahulu, kemudian kita berwudhu lalu shalat tahajjud. Setelah itu baru minum lagi.

– 1 jam sebelum makan siang 2-3 gelas

Sebelum makan siang adalah kondisi yang pas untuk minum, karena perut dalam kondisi kosong. Sehingga ketika kita makan tidak kalap atau berlebihan.

– 1 jam sebelum makan malam : 2-3 gelas

Jika hal ini dilakukan dengan baik, insya Allah akan terjadi perubahan yang baik bagi tubuh kita, juga hidup kita.

(Disarikan dari kajian ilmiah : Ustadz Dr. Eng. Yunus Daud, Dipl. Geotherm. Tech., M.Sc) 

QOTD : Semut Sholat Nggak sih, Ma? 

Sadar atau tidak, dalam bergulirnya siang dan malam, panas terik dan dinginnya malam ada sebuah hikmah dan pesan dari Allah. Pernah tidak kita memikirkannya? Kalau saja saya tidak membersamai anak-anak belajar di rumah mungkin saya tidak akan pernah ada dalam pembahasan tersebut. 

Dibalik nyanyian merdu burung di keriuhan dedaunan hutan, suara decit katak bersahutan di musim hujan, adzan mengundang kita shalat yang tak henti hentinya, terus berkumandang saling berkaitan dari satu tempat ke tempat lainnya di seluruh bumi, hingga sinergisnya siang dan malam bergantian sebagai tanda memuji kebesaran dan patuh pada perintah pada Allah.

Sudah menjadi sunnatullah, semua makhluk di muka bumi dan di seantero langit memuji dan bertasbih pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يَقُولُونَ عُلُوًّا كَبِيرًا (٤٣) تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالأرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا – 

Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka katakan, dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. (43)

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (44)

Ternyata semut pun bertasbih. Bagaimana semut dan burung bertasbih?

Dalam surah al-Anbiyaa, ayat 79, Allah menyatakan, “Dan sudah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud.”

Bahkan hewan yang kita anggap remeh dan tak berguna pun bersepakat untuk memuji-Nya, seperti semut dan katak juga tak lupa berzikir kepada Allah. 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, suara katak itu tasbih, memuji Allah. (HR. al-Nasai)

Hadist yang diriwayatkan oleh Ibn Umar “Janganlah kamu membunuh katak karena bunyi menguaknya adalah tasbih”. 

Juga dengan hadist dari Anas bin Malik “Janganlah kamu membunuh katak karena ia pernah melintasi di atas api Ibrahim serta membawa air di dalam mulutnya dan menyemburkannya ke atas api”.

Dari benda ciptaan Allah yang terkecil seperti ATOM, hingga yang luar besar seperti makhluk matahari dan bintang-bintang lain yang lebih besar seperti Sirius, Pollux, Arturus, Rigel, Aldebaran, Betelgeuse, Antares semuanya membuktikan dan bertasbih memujiNya.

Alam semesta ini begitu besar. Namun Allah selaku pencipta jauh lebih besar. Maha Besar Allah Tuhan Pencipta Alam! Maka bertasbihlah kepada Allah! 

Gunung dan burung bertasbih dengan melaksanakan tanggungjawab mereka, supaya proses alam berjalan dengan lancar, tersusun, dan teratur. Alam pula bertasbih dengan terus mematuhi aturan yang ditetapkan oleh Allah.

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya:

“Dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: Sesungguhnya pernah seekor semut menggigit salah seorang Nabi lalu Nabi tersebut menyuruh supaya membakar sarang semut tersebut, tetapi Allah menurunkan wahyu kepadanya: Apakah hanya gara-gara seekor semut menggigitmu lantas kamu akan binasakan satu umat yang selalu membaca tasbih.”

“Akan tetapi kamu tidak faham akan tasbih mereka.” 

Faris sudah berulang kali mengajak ngobrol hewan apa saja yang ia temui, dan tak hentinya dia bertanya kenapa sih hewan-hewan itu nggak ngomong ya ma. Saat berkunjung ke seaworld kemarin pun ia berdecak kagum melihat ikan pari tersenyum saat diberi makanan. MasyaAllah, hanya Nabi Sulaiman yang diberikan ilmu untuk memahami bahasa binatang anakku. 

Hikmah Dibalik Tasbih burung, semut dan matahari

Subhanallahu Maha Suci Allah atas keindahan penciptaannya, sebagai bukti bahwa Sang Pencipta menginginkan agar seluruh mahluknya untuk taat dan berada dalam garis edarnya sebagai manusia.

Ketika bulan dan matahari taat pada garis edarnya sebagai bentuk ketaatan pada Allah yang menciptakannya, lalu kita sebagai manusia apa yang harus kita lakukan?

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56)

Allah pun menyindir kita dengan pertanyaan,

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mukminun [23]: 115)

Imam Ibnu Katsir –rahimahullah- berkata, Firman Allah : “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja)?” “Apakah kaling menyangka bahwa kalian diciptakan tanpa maksud, tujuan dan hikmah?” “Firman Allah, “bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” “Tidak dikembalikan ke negeri akhirat?” (Tafsir Al Qur`an Al Adzim: 5/500)

Manusia diciptakan dengan bentuk terbaik dan dimuliakan dengan akal pikiran, karunia Allah selanjutnya adalah menurunkan beragam rizki yang dengannya manusia mampu bertahan hidup di bumi ini. Allah berfirman,

أَمَّنْ هَذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ

“Atau siapakah dia yang memberi kamu rezki jika Allah menahan rezki-Nya?” (QS. Al Mulk [67]: 21)

Jika semut, katak, burung, bulan, matahari hingga Antares itu patuh dan tuduk pada Allah, itulah mengapa kita harus beribadah kepada Dzat yang telah mengaruniakan kepada kita segala hal yang kita miliki saat ini.

Begitulah Allah sering menyinggung nalar kita untuk berfikir di dalam Al Qur`an. Semoga Allah menuntun kita kepada petunjuk dan keridhaan-Nya. 

QOTD : Kenapa sih Kalau Mau Foto Harus say “cheese”? 

Sepanjang perjalanan pulang dari Jakarta Faris terus bertanya kepada saya pasal kenapa setiap akan berfoto mas Alfa (saudara sepupu Faris)  selalu bilang “cheese”? Cheese itu apasih maksudnya? Kan cheese itu keju, ma 😂

Say cheese!’. Inilah perintah sederhana yang selalu diucapkan orang agar objek yang akan difotonya tersenyum lebar.

Tidak ada yang bisa menjelaskan dengan pasti, siapa yang menciptakan istilah ‘say cheese’ tersebut. Kita juga tidak bisa memastikan 100% mengapa frasa tersebut dipilih sebagai perintah ajaib bagi orang yang akan mengambil gambar dengan kamera.

Tetapi, menurut teori terkemuka, dalam kata-kata ‘say cheese’ suara ‘ch’ menyebabkan orang memposisikan gigi dalam keadaan sedemikian rupa sehingga bunyi panjang dari ‘ee’ (yang dibaca i) akan membuat bibir mereka terbuka, membentuk sesuatu yang mendekati sebuah senyum yang natural.

Frasa tersebut konon pertama kali digunakan dalam dunia fotografi pada sekitar tahun 1940-an. Salah satu referensi paling awal muncul ditulis dalam harian The Big Spring Herald edisi tahun 1943.

Sekarang, inilah sesuatu yang layak untuk diketahui. Ini adalah cara agar Anda tersenyum saat diambil gambarnya. Cara tersebut berasal dari mantan Duta Besar Joseph E. Davies dan dijamin membuat Anda terlihat menyenangkan tidak peduli apa yang Anda pikirkan. Mr Davies mengungkapkan rumus saat dirinya tersenyum ketika difoto pada berita ‘Mission to Moscow’. Caranya sederhana. Hanya mengatakan ‘cheese’, maka senyum pun mengembang secara otomatis. ” Saya belajar itu dari seorang politikus,” Mr. Davies mengatakan sambil terkekeh. ” Dia politikus yang cerdik, seorang politikus yang sangat besar. Tapi, tentu saja, saya tidak bisa mengatakan siapa dia.”

Politikus yang dikatakan Davies tersebut diduga tak lain adalah mantan Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Roosevelt, yang saat itu menjadi atasannya. Tetapi banyak yang menyangsikan itu apakah Presiden Roosevelt sendiri yang menciptakan frasa itu atau dia belajar dari orang lain? Tidak ada seorangpun yang tahu.

Tetapi sejak itu ‘say cheese’ menjadi frasa umum bagi mereka yang ingin membuat orang tersenyum saat akan difoto.(Sumber: TodayIFoundOut)

Lain dulu, lain sekarang. Kalau selama ini kita terbiasa menciptakan senyum dengan berteriak, “Cheese” sekarang kebiasaan ini harus dipensiunkan.  Apalagi jadi ikut-ikutan mengatakan “cheese”  saat berfoto. Saya memberikan pengertian kepada Faris agar dia tidak sekedar ikut-ikutan kakaknya sebab kita tidak boleh mudah terbawa arus dalam melakukan apapun itu yang belum jelas dasar dan fungsinya untuk apa. Apabila teman atau saudara mengajak melakukan apapun harus cerita terlebih dahulu kepada mama atau papa. Semoga Allah menguatkanmu dalam kondisi lingkungan yang kurang ideal.😇

Jakarta : Kembali Travelling Bersama Anak-Anak

Pagi ini kami sekeluarga sudah hectic sekali, dimulai dari anak-anak bangun pagi sekali (tumben-tumbennya sebelum adzan subuh semuanya sudah bangun dan beranjak dari kasur), dilanjutkan dengan adegan Irbad bergelayut manja saat saya akan sholat subuh. Entah mengapa masnya pun manja tidak karuan sampai pipispun harus ditemani oleh mama. Jarum jam bergerak terasa cepat sekali, waktu menunjukkan hampir pukul 06.00 dan saya belum selesai juga menyiapkan bekal untuk perjalanan kami hari ini. Bagaiman tidak pusing saya ketika masak kskip dengan insiden-insiden kecil seperti ada yang minta pup lah, minta disiapkan air hangat untuk mandi, belum lagi hujan badai yang turun sejak subuh tadi membuat belakang rumah banjir sehingga memaksa suami saya untuk membuka sementara saluran air agar lebih lebar. 

Setelah anak-anak semua siap dan barang bawaan juga sudah dicek barulah terpikir kalau kita belum memesan taxi online. Benar saja, traffic sedang sibuk-sibuknya. Baik taxi online maupun offline tidak ada yang bisa cepat menjemput. Melihat map tanda merah dimana-mana sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 07.00, artinya mau tidak mau kita harus segera berangkat jika tidak ingin ketinggalan pesawat. Meskipun sudah check in, kami tetap harus memasukkan koper di bagasi dan memastikan anak-anak nyaman saat di dalam pesawat. Baiklah, mau tidak mau kami memutuskan untuk naik mobil saja ke bandara dan berencana menginapkan mobil ini sampai akhir pekan.
Setelah berhitung rupanya sama saja dengan ongkos naik taxi (itu pun diganti oleh kantor kan 😬). Bismillah kami berangkat dari rumah dan berdoa semoga perjalanan hari ini berjalan dengan lancar selamat sampai tujuan. Tetapi rupanya kehectican yang sesungguhnya di pagi ini baru saja dimulai. Betapa tidak? Setelah bang bang tut dan memilih lewat rute manakah kita agar cepat sampai di bandara ternyata situasi jalanan di depan perumahan pun sangat macet. Untuk keluar komplek saja kita mengantri hampir 10 menit, baru sampai jalan setelah lampu merah KDA ternyata jalan dibuka dua jalur, dan ternyata ada banjir di depan perumahan simpang taman raya. Kami bersabar dan terus berdoa agar pesawat yang kami naiki delay saja mengingat cuaca yang kurang bersahabat dan lalu lintas Batam yang macet total tanpa pergerakan. Beberapa teman di grup kantor suami menyarankan untuk tidak lewat jalan raya depan karena di situlaha titik banjir dan mereka tadi pagi tidak diizinkan lewat oleh Patroli Polisi. Sambil berharap semoga situasi jalanan sudah membaik kami sabar menyusuri jalanan yang dipenuhi oleh genangan air. Belum lagi ada drama Faris yang kebelet pipis karena tadi sebelum berangkat lupa untuk pipis terlebih dahulu. Sepertinya cerita pagi ini sangat menguras emosi, baiklah tahan napas dan atur emosi saya menyarankan kepadanya untuk pipis saja di botol bekas air mineral karena sudah tidak mungkin lagi kalau mampir dulu ke toilet umum.
Alhamdulillah jam 7.45 kami sudah sampai bandara, saya dengan menggendong Irbad mendorong troli berisi koper dan tas masuk terlebih dahulu ke dalam untuk memasukkan barang ke bagasi. Suami saya parkir mobil dan menyusul. Baru masuk ke dalam, suami saya menanyakan keberadaan tas ranselnya, dan ternyata tasnya tertinggal di mobil. Ya ampun ada-ada saja, tetapi saya sudah sangat terbiasa dengan keadaan ini. Entah berapa kali travelling bersamanya selalu ada saja yang tertinggal atau hilang karena keteledorannya jadilah suami saya lari lagi ke parkiran mengambil tas ranselnya. Baiklah sembari menunggu antri bagasi dan anak mulai lapar saya memberinya snack terlebih dahulu. Sudah selesai memasukkan koper, drama dimulai lagi, Faris minta pipis lagi karena tadi dia tidak bisa pipis di dalam botol. Dengan banyak pertanyaan dan komentar dari mulutnya saya langsung cepat-cepat membawanya ke toilet wanita dan menyuruhnya pipis. Alhamdulillah bisa keluar.
Tak lama saya mendengar info kalau pesawat kami sudah boarding. Saya menghubungi suami saya yang ternyata juga mencari kami karena saya tadi lupa mengabarkan posisi kami dimana. Setelah cek barang kami naik ke atas untuk boarding. Entah mengapa di saat rempong seperti ini ada-ada saja kejadian yang membuat suasana makin tidak kondusif. Saat pengecekan tiket, petugas meminta kami menunjukkan lagi ktp padahal entah dimana itu ktp sudah saya masukkan ke dalam dompet. Sambil menggendong Irbad dan menggandeng tangan Faris rasanya saya ingin cepat-cepat masuk ke dalam pesawat dan minum sebotol air untuk merecharge energi yang sudah lenyap sejak tadi pagi. Setelah masuk ke pesawat dan duduk sekitar 10 menit, Faris minta pipis lagi. Padahal sebelum naik ke pesawat kan dia sudah pipis, adakah ibu-ibu yang anaknya punya kebiasaan unik seperti Faris? Entah mengapa dia suka sekali mencoba toilet dimana-mana 😩 tak lupa disertai review.
Baiklah alhamdulillah kehectican pagi ini sudah berakhir, saya bisa duduk manis dan minum air putih. Anak-anak sarapan sejenak sambil menunggu pesawat fly.

Bepergian dengan anak tergolong tidak mudah. Namun, tatkala tidak terhindarkan mengikutkan anak Anda saat bepergian karena ia terlalu kecil untuk ditinggal di rumah atau dalam suatu acara liburan keluarga di mana kehadirannya diharapkan, cermati beberapa hal di bawah ini agar anak tidak sampai mengacaukan perjalanan.

1. Persiapan cadangan snack dan susu sebanyak-banyaknya wajib jadi bagian tas perlengkapan ketika bepergian bersama bayi. Untuk anak balita, plus sediakan pula lengkap dengan kotak P3K dan obat-obatan.

2. Mama juga harus mengemas ekstra pakaian ganti bagi anak-anak dan saya sendiri. Malah jangan pernah ragu over-packing, karena sebagai orang tua kebiasaan itu dapat mencegah atau mengurangi kegusaran pun kecemasan selagi berjalan-jalan. (agar mama tidak mau dilanda stres tiba-tiba kehabisan popok di tengah perjalanan bukan?atau bahkan insiden pup yang tembus sampai ke baju dan celana *ini kejadian nyata).

3. Jika bepergian dengan pesawat terbang, disarankan untuk memilih waktu penerbangan di jam tidur anak (terutama bayi), baik waktu istirahat siang maupun malam hari. Reserve tempat duduk dekat sayap/mesin. Sebab white noise akan menenangkan dan cenderung membuat bayi mengantuk.

4. Pabean bandara dan pihak maskapai umumnya memberikan keleluasaan untuk penumpang yang membawa anak, kami tidak perlu masuk dalam antrean saat hendak naik ke pesawat.

5. Menyusui bayi atau memberikannya empeng dot, selama lepas landas dan mendarat. Gerak mengisap akan membantu memerangi tekanan udara pada telinga sensitif mereka.

6. Sebagai ibu menyusui, yang perlu diingat yaitu bahwa terbang bisa menghasilkan dehidrasi. Jadi mama harus minum banyak air secara periodik, terutama di dalam perjalanan panjang(long flight). Bagi ibu yang membawa balita yang tengah aktif; buku mewarnai, mobil favorit, aneka mainan yang dapat membuatnya asyik, supaya menjadi distraksi dan mengatasi kesulitan menyuruh duduk tenang di kursi pesawat selama di udara.

7. Senantiasa bawa cukin untuk menggendong bayi Anda. Selain lebih memudahkan Anda berjalan-jalan (kedua tangan bebas), si bayi akan riang dan merasa aman nyaman berada lekat dengan mamanya

8. Ajak pula anak-anak memahami sedikit demi sedikit konsep traveling. Mulai dari hal sederhana. Misalnya menerangkan jenis-jenis transportasi untuk mencapai suatu tempat.

Tidak ada kesempatan sebaik ini untuk memberi perspektif yang benar—sejak kecil— mengenai sebuah perjalanan, yang pelan-pelan akan memproses jiwa traveler dalam dirinya. Segi positifnya traveling dengan anak kecil? Mama bisa merasakan ketakjuban berbagai keindahan dari visi kanak-kanak yang masih serba segar. Dengan anak kecil di sisi, mama “terpaksa” berlambat-lambat sehingga dapat lebih menikmati lingkungan sekitar. Ini keterbatasan yang sejatinya menyingkap makna-makna baru. Tambah lagi, dunia keingintahuan mereka tentang segala sesuatu turut menjamah pola pikir mama. Selamat menjelajah sepuasnya!
Oleh karena itu, para ibu baru tidak usah dipenuhi frustasi saat harus membawa serta anak berlanglang. Walau bakal menjadi perjalanan menguras energi, tapi cobalah trik yang betul, dipastikan perjalanan bersama anak—bayi atau balita—lancar. Dan tentu saja di balik itu, mama punya travel buddy yang menyenangkan. Baiklah ini cerita pagi kami, alhamdulillah pesawat sudah landing di bandara soekarno hatta ditemani awan mendung dan angin sepoi-sepoi. Anak-anak tertidur saat di pesawat jadi saat turun masih malas-malasan. Tunggu kelanjutan cerita kami next. 💕

Mencuri Waktu Luang ala Ibu Rumah Tangga

Me time? sebagai IRT rasanya mustahil punya waktu luang bagi sebagian orang! Tapi bagi saya tidak ada yang mustahil dan saya tidak menyukai kata “mustahil” menurut saya, banyak jalan menuju roma. Saya yakin ada celah disela kesibukan saya sebagai IRT, yang setiap bangun pagi dan menjelang tidur malam pun tetap harus rajin bergerak . Mengurus suami, anak, belum lagi kerjaan rumah yang tidak ada habisnya.

Mungkin bagi mereka yang mampu, punya babysitter akan lebih mudah mempunyai me time. Tetapi berhubung saya belum jadi horang kayaa *belum? artinya saya ngarep juga.hihii* Saya tidak mungkin menitipkan anak saya kepada mertua saya. Jadi, saya harus pintar-pintar mensiasatinya. Karena walau bagaimanapun, saya sebagai IRT sangat rentan dengan yang namanya stress, karena kita hanya berada di dalam rumah dan jarang melihat dunia luar. Tetapi kalau keluar rumah pun saya mikir-mikir mau kemana? kepentingannya apa? Saya saja sudah lupa kapan terakhir pergi ke mall.

Manfaat me time sangat banyak untuk kita, selain terhindar dari stress, setelah me time kita akan kembali fresh lagi. Otomatis hati kita juga akan lebih ikhlas melayani suami dan anak kita. “Bagi saya, me time tidak harus mengorbankan” yang artinya, saya tetap bisa me time walaupun saya hanya berada didalam rumah. Menurut saya, yang bisa saya definisikan me time adalah sebagai berikut :

Mandi
Mandi adalah rutinitas yang menyegarkan sekaligus menyenangkan, bagi saya. Suami memberikan waktu saya untuk mandi (dengan tenang) pun saya sudah sangat senang. Karena air itu mempunyai manfaat menenangkan. Saya meluangkan waktu untuk mandi sambil luluran dan creambath. Karena kalau ke salon, saya sering merasa was-was. Anak-anak rewel nggak yah? suami saya udah makan belum? Pikiran seperti itu membuat saya berasa tidak me time. Jadi kalau kegiatan nyalonnya masih bisa dilakukan sendiri dirumah mengapa harus keluar rumah?

Tidur Siang 
Kadang ada waktunya saya kelelehan karena mengurus rumah, walaupun suami saya bukan kategori yang memaksa saya untuk selalu membuat rumah rapi, dan mewajibkan saya untuk memasak. Tetapi karena saya ini anemia jadi saya gampang lelah, bahkan kadang kliyengan yang membuat saya memerlukan untuk tidur siang walaupun hanya 30 menit. Kalau sekarang sudah tidak masalah, karena anak saya sudah berusia 3 tahun dan 1 tahun yang artinya tidurnya sudah mulai teratur.

Beberes Rumah
Bagi saya diberi waktu beberes rumah tanpa diganggu itu juga me time, karena ada kepuasan hati jika rumah itu rapi. Walau sebentar juga tak mengapa. Memang kendala kita yang punya balita sangat sulit untuk beberes rumah. Karena rumah kita pasti di acak-acak lagi, sehabis bermain pasti campur aduk lagi, belum masalah baju atau sepatu yang tidak pada tempatnya.
Sekarang saya mempunyai trik dalam beberes yaitu memanfaatkan kegiatan beberes ini menjadi sebuah kelas agar anak juga belajar bertanggung jawab dan disiplin mengembalikan barang ke tempatnya lagi. Saya sering memberikan tugas menyusun atau mengumpulkan hanger yang berantakan, melipat baju bahkan sesekali menyusun baju mereka ke dalam laci dengan sedikit bantuan. Mensortir mainan juga menjadi kegiatan rutin kami setiap minggunya, meletakkan mainan sesuai kategorinya sambil menyisihkan mainan yang sudah tidak terpakai agar bisa dijual atau diberikan kepada yang lebih membutuhkan. Ternyata kegiatan beberes ini menjadi kelas yang  menyenangkan.

Menyetrika
Menyetrika merupakan me time bagi saya. Siapa yang hobi menyetrika?https://moniquefirsty21.wordpress.com/2017/09/20/hobimenyetrikaadakah-yang-samadengansaya/Tanpa disadari kegiatan yang cukup memakan waktu ini bisa saya manfaatkan untuk mengejar ketertinggalan ilmu agama dengan mendengarkan ceramah kajian ilmiah islam dari chanel favorit saya tanpa diganggu oleh siapapun. Alhamdulillah bi ni’matimushaalihat. 

Menurut saya hal-hal tersebut yang saya sebut me time, saya tidak mengharuskan diberi izin kongkow bareng teman-teman (karena sejak sebelum nikah, saya memang tidak diizinkan papa saya, kumpul-kumpul tanpa manfaat, jadi tidak masalah) atau shopping ke mall sendirian. Karena saya IRT jadi otomatis harus bawa suami saya kalau shopping biar dibelikan.hihii *modus ini namanya yah*
Sebaiknya kita sama-sama belajar ikhlas dan sabar menjalankan peran sebagai IRT, karena tidak semua merasakan apa yang kita rasakan. Bukan hanya IRT, Ibu-ibu yang berkarir pun biasanya mereka menjalankan peran sebagai karyawan di kantor dan dirumah menambah peran lagi sebagai Ibu dan istri. Peran tersebut tentu tidak mudah, oleh karena itu ayo sama-sama luangkan waktu untuk me time walaupun tidak yang benar-benar me time, lakukan saja apa yang membuat kita senang. Itu akan mengurangi beban fikiran dan tenaga kita. Pikiran kita fresh, nilai plus nya juga kesehatan dan rumah pun menjadi adem karena tidak ada yang ngomel-ngomel 😬😬 Demikian sedikit cerita me time dari saya. Masih penasaran dengan cerita “me time” ala emak-emak blogger, silahkan berkunjung ke rumah mbak ovi yang memenangkan arisan tulisan IIP pekan ini pasti banyak cerita seru lainnya disana. 💕

Mengejar Ketertinggalan Ilmu Mendidik Anak dalam Islam

==●TERJEMAHAN KITAB ●==

📚 *TARBIYATUL AULAD FII DHOUIL KITAABI WA SUNNAH*

[Pertemuan ke-21]

💐 Akhawaatiy fillah, Semoga Rahmat Allah ta’ala dicurahkan kepada kita semua ,Aamiin .

🌸Kita lanjutkan kajian kita dari kitab Tarbiyatul Aulad Fii Dhouil Kitaabi wa Sunnah .

🍏014. LEMAH LEMBUT DAN BERMAIN-MAIN DENGANNYA

Tidak diragukan bahwa lemah lembut dengan anak dan bermain dengannya memeiliki pengaruh yang besar pada pertumbuhannya dengan pertumbuhan yang sempurna karena bermain merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupannya.

☝🏻Maka janganlah meremehkan bermain-main  dengan sang anak karena akan berbenturan dengan fitrah mereka dan apa yang Allah ciptakan mereka atasnya, bahkan bergabunglah dengan sang anak pada permainan mereka, bercanda dengan mereka dan bersikap lembut dengan mereka sehingga mereka mencintaimu, senang denganmu dan mendengar nasehat dan arahanmu karena Allah subhanahu wa ta’ala berkata kepada nabi-NYA shallallahu ‘alaihi wasallam:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ

🍓Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. (Al Imran: 159)

🍋Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling baik untuk keluarganya sebagaimana beliau berkata:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

💬”Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku” HR. Alhakim

💎Dan dahulu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berlemah lembut dengan anak-anak dan bercanda dengan mereka, dari 💭Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjulurkan lidahnya kepada Husain bin Ali kemudian ada anak kecil yang melihat merah lidahnya beliau maka dia tersenyum bahagia kepadanya.

💢Dan dari Umar radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Aku melihat Hasan dan Husain diatas pundak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian aku berkata: sebaik-baik kuda adalah yang dibawah kalian berdua.
👁‍🗨Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “dan sebaik-baik penunggang kuda adalah mereka berdua.” HR. Abu Ya’la

🌾Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu mencandai saudara laki-lakinya Anas bin Malik, beliau berkata:
“Wahai Abu Umair, apa yang telah dilakukan burung kecilmu itu.” Muttafaqun ‘alaih.

✈Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah lewat di hadapan beberapa orang dari suku Aslam yang sedang berlomba dalam menunjukkan kemahiran memanah, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

َ ارْمُوا بَنِي إِسْمَاعِيلَ فَإِنَّ أَبَاكُمْ كَانَ رَامِيًا ارْمُوا وَأَنَا مَعَ بَنِي فُلَانٍ قَالَ فَأَمْسَكَ أَحَدُ الْفَرِيقَيْنِ بِأَيْدِيهِمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَكُمْ لَا تَرْمُونَ قَالُوا كَيْفَ نَرْمِي وَأَنْتَ مَعَهُمْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْمُوا فَأَنَا مَعَكُمْ كُلِّكُمْ

🏹 “Memanahlah wahai Bani Isma’il, karena sesungguhnya nenek moyang kalian adalah ahli memanah. Memanahlah dan aku ada bersama Bani Fulan”.
Lalu salah satu dari dua kelompok ada yang menahan tangan-tangan mereka (berhenti sejenak berlatih memanah), maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya:

🗯”Mengapa kalian tidak terus berlatih memanah?” Mereka menjawab:

💬”Bagaimana kami bisa berlatih sedangkan engkau berpihak kepada mereka?”

💭Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berlatihlah, karena aku bersama kalian semuanya”. HR. Al bukhari

💡Dan dari Abdullah bin Al harits radhiyallahu ‘anhu dia berkata:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membariskan Abdullah, Ubaidullah dan banyak lagi sahabat dari kalangan Bani Al Abbas, seraya bersabda:

⚙”Barangsiapa paling dahulu sampai kepadaku, maka ia akan mendapatkan ini dan itu.” Abdullah berkata; Lalu mereka saling berlomba untuk sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga diantara mereka ada yang m
Mierza Klastulistiwa:
enyentuh punggung beliau dan ada juga yang menyentuh dada beliau. Kemudian beliau menciumi mereka dan memeluk mereka.” HR. Ahmad

🌷🌴Dan dahulu Aisyah radhiyallahu ‘anha bermain bersama anak-anak perempuan , dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajak mereka kepadanya untuk dia bermain dengannya.

⛵Dan lewat permainan engkau bisa mengajarkan kepada anak-anak akhlak-akhlak yang baik seperti jujur dan amanah dan yang lainnya.
Dan memperingatkan mereka dari akhlak-akhlak yang jelek seperti berdusta, khianat, curang, dan kata-kata yang kotor dan yang sejenisnya.

■🌿■🌿■🌿■
✍🏻🎀Al Ustadzah Ummu Ubaidah Ruqoyyah al Ambuniyah حفظها الله تعالى ,Pada hari Rabu , 8 Rajab 1438 H / 5 April 2017 M.