Ma, Kenapa ya Kok Bayangan Bisa Muncul?

menggambar bayangan dino

Hari ini Mama dan Faris berdiskusi tentang bayangan. Faris sangat senang sekali bermain bayangan sejak usianya maih 2 tahun. Menjelang tidur, ia sering sekali mengajak Papanya untuk membuat bentuk bayangan hewan atau benda di tembok kamar menggunakan senter. Saat usianya beranjak 2,5 tahun, ia sangat senang sekali bermain tebak-tebakan bayangan kemudian mencocokkan dengan benda atau gambar utuhnya. Membahas mengenai bayangan sudah bukan hal asing baginya. Tetapi merupakan hal baru bagi Irbadh. Irbadh beberapa hari yang lalu, lari ketakutan karena merasa dikejar oleh bayangannya. Betapa lucunya ia sampai ngos-ngosan lari mencari perlindungan agar tidak nampak bayangan lagi.

Tadi pagi, ketika menemani adiknya bermain, Faris melihat banyak bayangan mainan yang muncul. Dari situlah muncul berbagai pertanyaan an. “Bayangan muncul darimana ya, Ma? Kok pagi-pagi juga muncul bayangan nggak malam-malam aja?”
“Bayangan muncul ketika ada sinar. Bisa karena sinar matahari, sinar senter bahkan sinar lampu di rumah juga dapat menimbulkan bayangan,” begitu penjelasan singkat saya.

Sinar itu ada tiga jenis, yaitu sinar lurus, sinar pantul, dan sinar bias. Namun, hanya sinar lurus lah yang bisa membentuk bayangan. Sinar lurus adalah sinar yang tidak dibelokkan, atau sinar yang langsung mengenai objek. Sedangkan sinar pantul adalah sinar yang dipantulkan oleh suatu permukaan objek, seperti cermin dan kertas. Dan sinar bias adalah sinar yang dibelokkan saat melewati dua medium yang berbeda kerapatannya.

“Nah, kenapa cuma sinar lurus aja yang bisa membentuk bayangan, Ma?” kejar Faris.

“Bayangan terbentuk ketika sinar terhalang oleh suatu objek dan tidak dapat menembus objek tersebut. Misalnya nih, saat matahari menyinari tubuh kita atau benda lainnya, sinarnya terhalang oleh tubuh kita sehingga sinar matahari membentuk bayangan tubuh kita di atas permukaan jalan.

mengamati bayangan di sore hari

Posisi sinar matahari akan menentukan sudut sinar datang dan menentukan panjang suatu bayangan. Jadi jangan heran ya, jika bayangan Faris pada siang hari lebih pendek daripada saat sore hari.

“Kenapa ma? Kok bisa gitu?” pertanyaan yang tak berujung 😂

“Itu karena pada siang hari, matahari berada tepat di atas kepala kita. Saat itu sinar matahari jatuh tegak lurus sehingga hanya menyinari sebagian permukaan bumi. Akibatnya, bayangan yang timbul menjadi pendek. Mudah-mudahan penjelasan Mama nggak salah ya, Nak.

Sedangkan pada sore hari saat matahari akan tenggelam, sinarnya jatuh ke Bumi dari samping atau condong dari barat, sehingga permukaan bumi yang terkena sinarnya lebih luas. Maka bayangan yang timbul menjadi panjang.

Kenapa kok bayang-bayang warnanya hitam, Ma?

Proses kita melihat memanfaatkan cahaya yang mengenai sebuah benda yang kemudian dipantulkan menuju mata kita. Mata sebagai indera penglihat menangkap sinar tersebut dan memprosesnya di dalam otak sebagai bayangan.

Cahaya adalah gelombang elektromagnet yang rentang panjang gelombangnya dapat dilihat oleh mata. Cahaya dalam rentang panjang gelombang tersebut memiliki warna tergantung dari panjang gelombang yang dimiliki oleh partikel cahaya. Misalnya warna biru memiliki panjang gelombang 440 – 495 nm, warna merah memiliki panjang gelombang 640 – 750 nm, dan seterusnya.

Warna dari sebuah benda adalah karakter dari benda tersebut saat menyerap warna. Misalkan ketika warna biru yang diterima mata kita sebenarnya benda tersebut menyerap warna lainnya dan hanya warna biru yang dipantulkan. Lalu bagaimana dengan warna hitam? Warna hitam akan terlihat bila semua cahaya diserap atau bila tidak ada cahaya yang mengenai benda tersebut.

Bayangan dan bayang–bayang adalah dua hal yang berbeda. Bayangan adalah gambar yang kita lihat saat kita bercermin, sedangkan bayang–bayang adalah warna hitam pada suatu permukaan karena cahaya yang terhalang oleh sebuah benda.

Bayang-bayang berwarna hitam terjadi ketika cahaya yang menuju suatu area tertutupi oleh benda sehingga intensitas cahaya yang diterima area tersebut lebih rendah dibandingkan area sekitarnya, atau karena tidak ada cahaya yang mengenainya. Akibatnya intensitas cahaya yang dipantulkan oleh area tersebut dan diterima oleh mata kita pun rendah atau tidak ada, sehingga warnanya menjadi hitam/gelap.

Kenapa kita nggak bisa melihat cahaya di udara?

Sebenarnya kita tidak dapat (secara langsung dan visual) melihat cahaya dalam medium apapun!! Kita hanya bisa melihat cahaya secara tidak langsung.

Cahaya adalah gelombang. Lebih tepatnya, cahaya adalah salah satu bagian darigelombang elektromagnetik. Gelombang elekromagnetik dapat dikelompokkan ke dalam beberapa beberapa jenis, antara lain gelombang radio, gelombang mikro, cahaya tampak (warna-warna dari merah sampai ungu), sinar X dan sinar Gamma.

Seperti juga gelombang lainnya (gelombang pada tali, gelombang suara, gelombang pada permukaan air, dan lain lain), gelombang dapat menjalar, dan untuk tempat yang jauh dari sumbernya, arah penjalaran gelombang tersebut adalah lurus. Arah penjalaran ini biasanya digambarkan dengan garis sinar (walaupun yang dibahas bukan gelombang cahaya, namun istilah garis sinar tetap dipergunakan untuk menyatakan arah rambat gelombang tersebut). Arah penjalaran gelombang yang lurus ini dapat dibelokkan dengan beberapa cara, antara lain melalui pemantulan dan pembiasan.

Kita dapat mengetahui adanya gelombang tersebut bila alat pendeteksi (penangkap) gelombang yang dimiliki (alat deteksi pada tubuh kita untuk gelombang cahaya adalah mata) menerima garis sinar. Mata manusia sebagai alat penangkap gelombang elektromagnetik hanya dapat ‘melihat’ gelombang elektromagnetik dalam daerah cahaya tampak (warna merah sampai ungu). Dengan kata lain, walaupun gelombang radio atau gelombang sinar X adalah gelombang elektromagnetik juga, sama dengan gelombang cahaya tampak, namun mata kita tidak dapat ‘melihat’ gelombang radio maupun sinar X tersebut.

Namun demikian, seperti yang disebutkan di atas, sebenarnya kita tidak dapat melihat secara langsung dan visual gelombang elektromagnetik dalam medium apapun. Yang ‘terlihat’ oleh alat pendeteksi adalah bayangan dari benda yang memantulkan gelombang tersebut, sehingga ada sebagian garis sinar pantul yang terdeteksi, dan bayangan inilah yang kita artikan sebagai ‘melihat’ cahaya tersebut.

Dalam sebuah ruangan yang diterangi oleh lampu, kita dapat melihat benda-benda yang ada di ruangan tersebut (dinding, meja dan kursi dan lainnya) karena ada cahaya yang berasal dari lampu yang dipantulkan oleh benda-benda tersebut dan masuk ke mata kita dan yang terlihat adalah bentuk benda yang memantulkan cahaya tersebut.

Kita seolah-olah dapat ‘melihat’ (berkas) cahaya, bila pada jalannya sinar berkas cahaya tersebut kita taburi dengan partikel yang sangat kecil (misalnya tepung). Cahaya yang terpantul dari tepung dan ditangkap oleh mata akan memberikan informasi keberadaan berkas cahaya tersebut. Hal ini adalah seperti saat kita ‘melihat’ berkas cahaya yang berasal dari lubang udara dan masuk ke dalam ruang gelap. Bila kita menatap langsung ke sumber cahaya (lampu) tersebut, maka kita tetap tidak dapat melihat cahaya tersebut, yang terlihat hanyalah bentuk fisik dari lampu.

Gelombang lain yang tidak terlihat secara visual adalah gelombang suara, sedangkan gelombang pada tali maupun gelombang pada permukaan lain dapat dengan mudah dilihat.[ http://anakbertanya.com/mengapa-cahaya-tidak-terlihat-di-udara/]

Penjelasan lebih detil mengenai bayang-bayang kita lanjutkan di kesempatan selanjutnya😘

Ketiduran

Tema arisan kali ini yang dipilih oleh Mama Thole adalah kejadian lucu saat bersama dengan suami. Bicara tentang kelucuan atau hal yang konyol dalam keseharian banyak sekali kejadian-kejadian lucu yang terjadi di antara kita. Sebelum saya menikah dengan suami saya, saya terlalu kaku dan serius. Ini semua karena hasil didikan orang tua yang otoriter. Bertemu dan berjodoh dengan suami ternyata mampu menyeimbangkan karakter saya menjadi lebih let it go, let it slow.

Ada beberapa obrolan lucu saat bersama suami yang ingin saya bagi. Suami saya adalah tipe orang yang santai, saking santainya sampe-sampe saya enggan meminta bantuan untuk urusan kecil karena saya sudah tahu endingnya akan bagaimana.

Pada suatu senja nan cerah di pojok ruang tengah rumah kami. Kami tengah ngobrol santai sambil mengawasi anak-anak bermain lego. Saya yang sudah kelelahan sedari pagi menemani anak-anak bermain. Ditemani secangkir kopi plus kentang goreng yang suami siapkan menambah semarak suasana.

   Obrolan kocakpun dimulai…

M : Pa….
G : Hmm… (minum kopi sambil ngunyah kentang dalam waktu bersamaan 😂
M : Tumben papa baik banget nyiapin cemilan plus bikin minuman sendiri?
G : Beli dimana itu kopinya? (karena saya bukan penggemar kopi dan tidak pernah punya stok kopi di rumah)
M : Sini, Mama mau nyobain dong. Kopi apaan sih ini, Pa?
G : Kopi luwak white coffe.
M : Ha..?? Semenjak kapan Papa suka kopi instan?
G : Nggak instan kok ini, Ma. Papa yang proses sendiri kopinya.
M :?????
– tamat –

Kalau ditanya mengenai kejadian konyol antara saya dan suami, tak terhitung berapa kali kejadian konyol yang tercipta. Saking banyaknya sampai saya bingung mau berbagi cerita yang mana satu.

Adalah sebuah malam, entah malam keberapa setelah pernikahan kami. Kami berdua makan malam sambil menunggu antrian periksa ke dokter kandungan. Setelah berdiskusi akhirnya kami berdua memutuskan untuk makan di sebuah restoran pizza yang cukup ternama.

M : Papa, terasa dingin nggak sih hawanya di sini?
G : Nggak tu, biasa aja.
M : (manyun sambil mikir pasti nggak peka lagi. Pliss, peka dong)
G : Kenapa diam aja, Ma? (sambil buka jaketnya)
M : Senyum-senyum sambil berharap jaketnya mau dikasih ke saya biar nggak kedinginan.
G : Senyum-senyum lagi sambil mau buka baju.
M : Nggak gitu juga kali pa. Di saat-saat kaya gini jangan pakai prinsip “kita lalui bersama dong” malu-maluin aja.
G : Becanda ma, becanda… (Menggeser tempat duduk mendekati Mama, berusaha melancarkan rayuan gombal yang dulu bikin Mama klepek klepek dan mau jadi istrinya meski wajah Papa agak expired). Mama itu cantik kalau cemberut gini. Tapi kayaknya lebih cantik lagi kalau senyum deh…
M : mlengos..
-tamat-

Itu beberapa kejadian yang terjadi setelah kita menikah dan punya anak. Masih ada satu lagi kisah lucu saat saya ikut suami dinas keluar kota. Waktu itu, saya baru pindah ke Batam dan belum aktif bekerja lagi di kantor. Masih berdua saja dan belum ada anak-anak. Ceritanya saya diajak suami saya untuk ikut ke Pekanbaru dalam rangka dinas luar kota. Daripada bengong di rumah akhirnya saya menyetujui ajakannya. Jadilah sehari sebelum berangkat ke Pekanbaru saya pun kalang kabut packing untuk itenary keesokan harinya. Akibat kelelahan mempersiapkan bawaan yang akan dibawa ke Pekanbaru, saya justru ngdrop saat sampai di hotel. Kepala sakit dan flu berat langsung mendera. Saya pun segera minum habbatusauda dan segera naik ke ranjang. Sementara suami belum ingin tidur, ia pamit kepada saya untuk bergabung dengan teman-teman kantor yang menginap di penginapan yang sama dengan kami. Saya mengangguk, kemudian membiarkan suami untuk keluar sejenak.
Ternyata, suami saya pergi tanpa membawa kunci kamar, karena berpikir ada saya di dalam kamar. Saat kembali ke kamar ia harus mengetuk kamar dan berusaha menelepon selama berjam-jam, dan saya sendiri sudah tertidur pulas tak mendengar apa-apa. Keesokan paginya, saya mendapatinya tidur di kamar teman dan saya benar-benar meminta maaf padanya.

Maaf ya, suami.

Mengenang pertemuan yang tak terbilang 😘

Tanggung jawab itu apasih, Ma?

tnh

Siang bolong anak, Faris mendadak bertanya kepada Mama. “Ma, tanggung jawab itu apasih?,” mendadak gelagapan Mama ditanya pasal itu. Tak ada angin, tak ada hujan. Tak ada prolog, tak intro kenapa Faris bertanya mengenai tanggung jawab pikir Mama.
Baiklah sambil mengatur napas dan berpikir Mama coba pasang umpan, balik bertanya, “kalau menurut Faris tanggung jawab itu apasih?”
Faris menjawab setengah ragu, “Bertanggung jawab itu kalau Faris ngerusakin mainan adek, Faris harus ganti gitu ya Ma ya?”
Sebelum menjawab pertanyaan yang gampang-gampang susah ini Mama sempatkan crosscheck terlebih dahulu di KBBI.
Berikut Mama ambil definisi dari tanggung jawab dari kbbi (https://kbbi.web.id/tanggungjawab.html) yaitu sebagai berikut :

tang·gung ja·wab n 1 keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya): pemogokan itu menjadi — pemimpin serikat buruh; 2 Huk fungsi menerima pembebanan, sebagai akibat sikap pihak sendiri atau pihak lain;

ber·tang·gung ja·wab v 1 berkewajiban menanggung; memikul tanggung jawab: pemimpin redaksi ~ atas isi majalahnya; 2 menanggung segala sesuatunya (kepada):kabinet ~ kepada Presiden; dia laki-laki yang tidak ~;

Mama pun mencoba memberi penjelasan, “Ya itu salah satu contohnya, bentuk perbuatannya. Kalau tanggung jawab sendiri itu artinya kita harus menanggung. Menanggung segala sesuatu akibat perbuatan kita.”
Kurang lebih begitu penjelasan Mama sambil berdo’a, mudah-mudahan lisan ini tidak salah ucap ya Allah, mudah-mudahan penjelasan Mama bisa diterima dengan baik.

Medidik  anak-anak memang gampang-gampang susah apalagi jika mereka masih  kecil. Anak kadang susah diatur dan  mau menang sendiri, apa yang mereka lakukan  itulah yang dianggap benar, namun tidak semua yang dilakukan anak tepat. Orang tualah yang harus membimbing mereka. Bila anak-anak bersalah orang tua wajib bin harus menyadarkannya. Untuk memberikan perubahan pada anak-anak agar lebih baik memang kadang orang tua memberikan tanggung jawab kepada mereka. Namun di usia yang masing tergolong dini, tentu saja mereka belum mengerti apa yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya.

Melatih tanggung jawab pada anak itulah  tantangan bagi orang tua, sekalipun mereka masih anak-anak namun Mama yakin pelatihan ini akan lebih baik bila dimulai sejak dini. Karena nanti jika anak-anak sudah dewasa dan bersosialisasi dengan masyarakat, akan ada saatnya mereka akan memiliki tanggung jawab terhadap apa yang dibebankan pada mereka.

Oleh karena itu sejak dini Mama merasa perlu melatih dan membimbing anak-anak agar mereka lebih bertanggung jawab. Tentu saja hal ini banyak tantangan dan memerlukan kesabaran.

Mengingat  anak-anak belum bisa berpikir layaknya orang dewasa, jadi yang Mama lakukan adalah pengenalan tanggung jawab dan bagaimana menerapkannya. Bila tanggung jawab anak terhadap lingkungan sekitar dan dirinya tidak ditanamkan sejak kecil, jangan harap kelak anak-anak akan memiliki tanggung jawab saat dewasa.

Orang tua harus membimbing bagaimana membentuk anak  yang bertanggung jawab.  Tidak ada kata nanti dan nanti  untuk membuat anak lebih tanggung jawab. Sejak usia dini pun anak harus diberi tanggung jawab, namun dalam frekuensi yang sangat kecil. Bila banyak orang yang mengganggap anak kecil belum bisa diberi tanggung jawab dan membiarkan si kecil  membuat berantakan mainannya, tapi anggapan ini sangat keliru. Dari hal sekecil itu, dari mainan yang berserakan kita bisa melatih tanggung  jawab pada anak  agar mereka segera merapikan mainan setelah selesai bermain.

Banyak contoh  mudah yang bisa orang tua lakukan agar si kecil terbiasa dengan tanggung jawabnya di rumah. Sebelum mereka membiasakan tanggung jawab di lingkungan dan masyarakat, hal yang paling penting adalah melatih tanggung jawab anak di rumah.

Ketika anak berusia 1 tahun, mereka bisa dilatih tanggung jawab seperti mencuci kaki dan tangan serta menggosok gigi sebelum tidur. Selain itu anak-anak juga bisa diberi tanggung jawab  agar merapikan tempat tidur setelah bangun tidur. Cara ini memang hal yang dianggap sepele oleh orang tua, mereka kadang mengangap bahwa anak kecil terutama ketika umur mereka masih dibawah 5 tahun mereka tidak  bisa dilatih tanggung jawab. Padahal dari hal sekecil itu mereka mampu melakukannya dengan baik jika orang tua  mau melatihnya.
Faris sudah saya biasakan untuk merapikan tempat tidurnya setelah bangun tidur. Kebiasaan ini saya tularkan kepada anak-anak sejak dini karena Mama sendiri memperoleh manfaat yang luar biasa dari pola kedisiplinan yang orang tua Mama terapkan saat Mama masih kecil.

Mama-mama di luar sana pun bisa memberikan beberapa tugas yang setiap hari harus dilakukan oleh anak-anak. Berikan tugas seperti membereskan kamar, memasukkan baju kotor kedalam  tempat baju kotor, memasukkan baju  yang telah disetrika pada almari,  menyiram kebun dan beberapa tugas lainnya yang bisa diberikan pada mereka. Dengan syarat pekerjaan yang berikan adalah pekerjaan yang bisa dilakukan oleh mereka. Jangan memberikan tugas yang tidak bisa dikerjakan  anak-anak, karena justru akan membebani mereka dan membuat mereka takut.

Ada beberapa tips  sebelum anda member tugas agar anak lebih bertanggung jawab:

👑Beri  penjelasan pekerjaan  yang jelas
Jika memberikan tugas pada anak,  usahakan tugas tersebut jelas wujudnya dan jelas instruksinya. Jangan sampai anak  menjadi bingung dengan apa yang Mama instruksikan. Akan lebih baik lagi jika setiap tugas yang Mama berikan disertai sebab akibatnya. Misalnya menyuruh anak mengembalikan mainan setelah mereka bermain, berikan penjelasan bahwa jika mainan tidak dikembalikan pada tempatnya maka nanti saat akan memakai kembali mainan tersebut terselip atau bahkan hilang. Selain itu berikan alasan yang masuk akal dan mudah dimengerti anak, tentu saja alasan yang bermanfaat agar anak semakin bertanggung jawab.

👑Beri tugas yang mampu dikerjakan anak
Nggak mungkin kan Mama memberikan tugas mencuci baju atau memotong rumput kepada balita? Jadi beri pekerjaan atau tugas yang mampu dikerjakan ananda dan jangan sampai membuat mereka tertekan. Jadi buatlah tugas yang sangat menyenangkan untuk ananda

👑Jangan memberikan hukuman pada anak
Sekalipun anak tidak mengerjakan apa yang Mama berikan, jangan memberikan hukuman pada mereka. Hukuman yang orang tua berikan bukan membuat anak menjadi lebih tanggung jawab namun justru akan menimbulkan ketakutan dan rasa dendam pada orang tuanya. Mereka bisa dipastikan akan berontak jika Mama memberikan tugas lainnya. Orang tua bisa memberikan penjelasan dan konsekuensi yang bisa membuat anak berubah pikiran untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Dengan cara demikian anak justru mau mengerjakan apa yang diminta oleh orang tuanya.

👑Berikan pujian pada anak
Sekalipun tugas yang Mama berikan tidak bisa dikerjakan dengan  sempurna namun Mama sebaiknya tetap memberikan pujian bagi mereka. Ananda akan senang dan mengerjakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab ketika Mama memberikan pujian pada ananda.

Nah, ternyata simple kan cara untuk melatih tanggung jawab kepada ananda. Sekalipun mereka masih kecil namun   mendidik anak merupakan tanggung jawab sejak dini adalah hal yang tepat bagi kemandirian ananda 💕

Kisah Laba-Laba dan Hijrah Rasulullah SAW

aku laba-laba

Berkisah adalah metode pengajaran Allah Subhanahu Wata’ala dan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Sepertiga Al Qur’an berisi kisah. Firman Allah Subhanahu wata’ala dalam Al Qur’an lewat wahyu yang disampaikan melalui malaikat Jibril kepada nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Menurut Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhu, di dalam surat Yusuf ayat 3 diturunkan berkenaan dengan para sahabat yang suatu ketika berkata, “Wahai Rasulullah, alangkah baiknya jika sesekali engkau menceritakan sebuah kisah kepada kami.”(HR. Ibnu Jarir)

“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui. (Q.S. Yusuf : 3)Masya Allah.. Allah pun berkisah.. Nabi Muhammad berkisah jua..
bagaimana dengan Mama?
Sudahkah berkisah untuk anak kita hari ini? Bismillah..

Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad
Pergi berhijrah dari Makkah ke Madinah
Untuk menyelamatkan
Islam dari kekejaman
Di tengah malam berjalan
Ditemani Abu Bakardi Gua Tsur bersembunyi
Musuh-musuhnya mencari
Turunlah mukjizat Nabi
Laba-laba melindungi
Nabi sampai di Madinah
Disambut dengan meriah
Seluruh mukmin bersyukurHati merasa gembira
Nabi sampai di Madinah
Disambut dengan meriah
Seluruh mukmin bersyukur
Hati merasa gembira

Itu adalah lirik lagu yang Mama senandungkan sesaat sebelum memulai untuk berkisah kepada anak-anak hari ini. Hari ini Mama akan berkisah tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW dan hewan laba-laba. Penasaran? Laba-laba menjadi makhluk yang memiliki torehan sejarah tersendiri dalam risalah Islam. Peristiwa tersebut diabadikan dalam Alquran, tepatnya di surah at-Taubah ayat 40. Anak-anak selalu excited jika diajak membaca kisah apalagi kisah yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Mama senang membacakan kisah kepada anak-anak tidak saat mereka akan tidur, kenapa? Bukankah sebelum tidur adalah waktu yang baik dalam memasukkan nilai-nilai positif kepada anak? Iya betul, tetapi Mama punya alasan khusus kenapa tidak memprioritaskan untuk berkisah saat akan tidur. Alasannya anak sulung Mama, si tukang negosiasi ini jika dibacakan kisah jelang bed-time bukannya menjadi kisah pengantar tidur tetapi kisah itu berubah menjadi bahan diskusi yang sangat panjang. Alih-alih mengantarkan anak tidur, yang ada malah anak jadi tidur kemalaman gara-gara diskusi panjang yang tak berujung haha… 😂

Baiklah, anak-anak sudah siap menyimak sambil membolak balikan buku dan mainan karet berbentuk laba-laba di dalam genggaman tangannya.

Dikisahkan Allah memerintahkan Rasulullah SaW untuk hijrah dari kota Makkah ke kota Madinah untuk menyelamatkan Islam dari kekejaman.Baru satu kalimat terucap, Faris sudah angkat tangan ijin bertanya, “hijrah itu apa sih, Ma?”

“Hijrah itu artinya pindah,”Mama berusaha menjelaskan dengan kalimat yang sederhana agar mudah dipahami oleh Faris. Tidak berhenti disini saja, pertanyaan masih berlanjut.
“Oh artinya pindah yah, Ma. Kenapa Rasulullah pindah ke Madinah ya Ma, kenapa kok nggak tinggal di Makkah aja?”Faris masih mengejar saya dengan pertanyaan borongannya.

“Nabi Muhammad pindah ke Madinah karena adanya tekanan dan siksaan dari kafir Quraisy terhadap umat Islam yang semakin keras. Bukan hanya kaum Muslimin yang lemah, para sahabat dan keluarga Rasulullah SAW. pun menjadi sasaran kekejaman kaum Quraisy.”sambil berusaha tenang Mama melanjutkan kisah ini.

“Rasulullah hijrahnya pagi, siang atau malam ya, Ma?”pertanyaan ini membuat saya sejenak berpikir kembali sambil izin minum air putih terlebih dahulu sembari saya membaca rujukan hadistnya lagi agar tidak salah ucap.

“Diriwayatkan malam hari, Faris.”Mama berusaha menjelaskan kemudian melanjutkan kisahnya.

Malam hari yang dingin dan menusuk sampai ke sumsum terdalam, di luar rumah sekelompok orang-orang Quraisy dengan pedang dan tombak tampak seperti tentara yang sedang patroli mengitari rumah yang di tempati Rasulullah SAW bersama Abu Bakar r.a dan Ali bin Abu Thalib r.a. Orang-orang Quraisy sedang patroli mengepung rumah Rasulullah SAW, mereka telah berencana akan menangkap bahkan akan membunuh Rasulullah SAW tetapi mereka masih menunggu komando dari pimpinan mereka Abu Jahal.Sementara di dalam rumah, Ali bin Abi Thalib r.a berbaring di atas tempat tidur Rasulullah sesuai dengan perintah Rasulullah. Ali menggantikan Rasulullah malam itu di tempat tidur dan memakai selimut yang biasa digunakan Rasulullah. Rasulullah bersama Abu Bakar bersiap ke luar rumah yang dijaga ketat oleh tentara Quraisy. Saat Rasulullah dan Abu Bakar keluar dari rumah, Allah Azza wa Jalla membuat para tentara Quraisy tertidur pulas dan Rasulullah pun bisa pergi dengan selamat.Malam semakin larut dan dingin semakin bertambah, Rasulullah dan Abu Bakar berjalan menapaki padang pasir kota Makkah menuju arah selatan untuk hijrah ke Madinah. Sementara di rumah Rasulullah, para tentara Quraisy terbangun dan telah mendapat komando untuk membunuh Rasulullah. Ketika masuk ke dalam kamar Rasulullah mereka girang melihat masih ada orang yang berbaring di tempat tidur, namun ketika selimut diangkat ternyata mereka hanya mendapati Ali yang sedang tidur. Tentara Quraisy bingung dan pimpinan mereka marah, lalu tentara Quraisy melakukan pengejaran.

Nabi Muhamad SAW bersama Abu Bakar kemudian bersembunyi ke dalam gua Tsur. Kaum Quraisy pun segera mengejarnya.Untuk mengelabui kaum Quraisy, Allah SWT kemudian mengutus sepasang burung merpati untuk bersarang dan bertelur di dekat mulut gua Tsur. Allah SWT juga mengutus seekor laba-laba kecil untuk membuat jaring besar di mulut gua. Kaum Quraisy yang mengejar Nabi Muhamad pun tidak jadi masuk ke dalam Gua Tsur.Mereka berpikir, tak mungkin Nabi Muhammad bersembunyi ke dalam gua. Jika ada orang masuk ke dalam gua itu, tentu sarang laba-laba dan burung merpati di depan mulut gua itu akan rusak. Laba-laba dan burung merpatinya juga tentu akan pergi dari sana.

Di Kota Makkah para pembesar Quraisy telah mendapatkan informasi tentang adanya tiga orang di tengah padang pasir yang berjalan menuju selatan. Para pembesar Quraisy mengadakan sayembara bagi siapa yang dapat menangkap Nabi Muhammad akan diberikan hadiah seratus ekor unta betina.

Tersebutlah seseorang bernama Suraqah bin Malik yang sangat berhasrat menangkap Rasulullah seorang diri. Suraqah mengatakan bahwa tiga orang di tengah gurun itu bukanlah Muhammad untuk mengelabui orang lain agar dia bisa mendapatkan hadiah seratus ekor unta seorang diri.Suraqah kemudian memacu kudanya menuju selatan untuk mengejar Rasulullah, tepat sekali, Suraqah menemukan Rasulullah di tengah padang pasir, di benaknya telah ia bayangkan akan mendapat hadiah yang dijanjikan oleh Abu Jahal pimpinan kafir Quraisy. Suraqah memacu kudanya semakin cepat, tapi apa yang terjadi? beberapa kali kudanya tersungkur dan kakinya kaku. Suraqah terus memacu kudanya yang terus tersungkur sampai dekat dengan rombongan Rasulullah. Ketika sudah sangat dekat dengan Rasulullah kudanya kembali tersungkur. Suraqah mengambil panah, akan tetapi Suraqah tidak bisa bisa membidik Rasulullah karena tangannya tiba-tiba kaku.

Akhirnya Suraqah menyerah dan berteriak, “Kalian boleh mengambil hartaku, akan tetapi tolong bebaskan kekakuan tubuhku ini, dan aku akan menghalangi setiap orang yang mengejar kalian.”Rasulullah menjawab “Aku tidak butuh hartamu, tapi tolong kau halangi orang yang mengejar kami.””Baiklah”jawab Suraqah. Rasulullah kemudian berdo’a ke Allah dan tubuh Suraqah serta kudanya kembali sehat dan bebas dari kaku. Setelah bebas Suraqah menyatakan keimanannya dan berjanji akan menyuruh semua orang yang mengejar Rasulullah untuk menghentikan pengejaran. Atas perintah Rasulullah waktu itu Abu Bakar menuliskan sebuah perjanjian diatas tulang dan memberikannya pada Suraqah.Rasulullah berjalan selama tujuh hari berturut-turut. Selama tujuh hari terus-menerus rombongan Rasulullah SAW berjalan, di bawah panas membara musim kemarau dan berjalan lagi sepanjang malam mengarungi dinginnya badai padang pasir dengan perasaan kuatir. Hanya karena adanya iman kepada Allah SWT membuat hati dan perasaan mereka terasa lebih aman.Ketika sudah memasuki daerah kabilah, Banu Sahm, datang pula Buraida (kepala kabilah) itu menyambut mereka, barulah perasaan kuatir dalam hatinya mulai hilang. Jarak mereka dengan Yatsrib (sebelum menjadi Al Madinah) kini sudah dekat.

“Kenapa kok dulu Madinah disebut Yatsrib, Ma? Oh ternyata nama kota bisa berubah ubah ya? “sela Faris menanggapi cerita Mama. Mama sudah menduga pasti Faris bertanya alasannya apa, “Setelah 10 tahun berada di Yatsrib, Nabi mengubah namanya menjadi al-Madînah. Al-Madînah artinya kota.””Oh jadi dulu Yatsrib bukan kota ya Ma, tapi itu desa. “Mama iyain aja deh,”Iya nanti kita pelajarin lagi tentang sejarahnya bagaimana ya Faris. “Lanjut kisah, selama mereka dalam perjalanan yang sungguh meletihkan itu, berita-berita tentang hijrah Rasulullah dan sahabatnya yang akan menyusul kawan-kawan yang lain, sudah tersiar di Yatsrib. Penduduk kota ini sudah mengetahui, betapa kedua orang ini mengalami kekerasan dari Quraisy yang terus-menerus memburu mereka. Oleh karena itu semua kaum Muslimin tetap tinggal di tempat itu menantikan kedatangan Rasulullah dengan hati penuh rindu ingin melihatnya, ingin mendengarkan tutur katanya. Banyak di antara mereka itu yang belum pernah melihatnya, meskipun sudah mendengar tentang keadaannya dan mengetahui pesona bahasanya serta keteguhan pendiriannya. Semua itu membuat mereka rindu sekali ingin bertemu, ingin melihatnya.

Rombongan Rasulullah sampai di sebuah desa bernama Quba, disana Rasulullah dan rombongan beristirahat, Rasulullah kemudian mendirikan Masjid Quba, di Quba inilah Ali bin Abi Thalib datang menyusul perjalan hijrah ke Madinah (Yatsrib).Setelah tinggal di Quba selama empat hari, Rasulullah melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampailah rasulullah di Yatsrib (Madinah). Hari itu adalah hari Jum’at.

Rasulullah berada di Madinah selama lebih kurang sepuluh tahun, dan kembali ke Makkah setelah penaklukkan Makkah oleh kaum Muslimin (Fathu Makkah). Rasulullah tidak dendam kepada orang-orang yang dulu mengusir dan membencinya bahkan akan membunuhnya. Rasulullah membebaskan mereka tanpa adanya kekerasan sedikitpun yang diterima oleh warga Makkah, kelembutan Rasulullah ini membuat penduduk Makkah berbondong-bondong masuk Islam dan mengimani ajaran islam yang dibawa Rasulullah.

👑Hikmah dari kisah ini adalah bahwa dalam setiap amal/tujuan/cita-cita yang baik pastilah ada ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan. Ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan itu insyaAllah akan terlewati bila kita bersungguh-sungguh dalam berusaha dan disertai iman dan keihlasan.

“Sama kaya laba-laba kan ya Ma. Padahal hewannya kecil ya Ma, tapi nggak capek bikin sarang lagi terus ntar kena angin rusak tapi nggak nyerah tapi terus bikin sarang lagi. Faris juga ah, Faris mau berusaha belajar lagi kalau belum bisa, ” itu kesimpulan Faris.

Alhamdulillah bi ni’matimushaalihat di usianya sekarang Faris sudah mampu menerima dan berkomunikasi dua arah, mampu menceritakan kembali meskipun belum runtut dan mengambil sebuah kesimpulan dari sebuah kisah. Ini kisah kami hari ini, apa kisah teman-teman hari ini? Yuk kita jalan-jalan ke rumah Mama Thole mungkin disana ada kisah yang lebih menarik lagi 😘

Referensi :

[1] Seri Halo Balita Kisah dalam Al-Quran : Gua Tsur oleh Indrayani Mallo Penerbit: Pelangi Mizan, Tahun Terbit: September 2014.
[2] Al Qolam
[3] Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW dan Kisah Ajaib Lainnya oleh Astri Dama Penerbit Qibla, Tahun Terbit: November 2016.
[4]http://www.ebookanak.com/kisah/kisah-25-nabi-dan-rasul/nabi-muhammad-dan-sarang-laba-laba/

Science with Kids : Percobaan Menyaring Air (Clean Water Science)

air turun perlahan

Kelanjutan dari diskusi ringan Faris dan Mama mengenai asal mula air, tema pembelajaran kita masih berkutat seputar air lagi. Apalagi Faris sudah selesai membaca buku seri “Dunia Kita”, karya mbak DK Wardhani seiring bertambahnya pengetahuan, maka bertambah pula pertanyaannya.

“Apa sih sumber daya alam itu ma? Kok dibilang daya sih Ma, macam listrik aja ada dayanya? ”

Dari buku yang Faris baca, sumber daya alam adalah segala yang diberikan oleh Allah dan terdapat di alam yang dapat digunakan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui yaitu sumber daya alam yang jika habis dapat dihasilkan lagi. Contohnya, tanah, air, hewan, tumbuhan dan sinar matahari. Sedangkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui yaitu sumber daya yang akan habis dan sulit dihabiskan kembali. Contohnya minyak bumi san batu bara. Nah, kita harus hemat dalam menggunakan sumber daya karena ada beberapa sumber daya yang lama-lama akan habis jika dipakai terus-menerus.

Saat diskusi berlangsung, Faris teringat akan tayangan edukasi di TVRI yang membahas sebuah desa mandiri di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Desa itu menerapkan sistem peternakan dan pertanian terpadu, sehingga satu desa bisa mandiri melalui koperasi desanya. Kegiatan sehari-hari mereka bercocok tanam dan beternak, tetapi jangan dikira hasil dari komiditas ini sangat melimpah. Pertama, desa ini sudah bisa mandiri, memberdayakan sumber daya alamnya sendiri. Bahkan sisanya bisa dijual. Pointnya, desa ini mandiri di bidang energi listrik sebab listrik mereka berasal dari olahan limbah. Memasak pun gasnya dari biogas. Kami yang hidup di kota ini merasa miskin dibandingkan mereka yang ada di desa. Mau pakai listrik tak perlu pusing memikirkan tarif dasar listrik yang naik tiap bulan, mau memasak atau ingin mandi pakai air hangat pun bisa pakai biogas masyaAllah.

“Ma, kalau kita punya listrik sendiri enak ya Ma kan nggak usah beli gas, ” kata Faris.” Faris mau deh pelihara sapi juga biar bisa punya listrik sama gas sendiri,” lanjutnya. Rupanya tayangan tadi menginspirasi sekali sampai-sampai Faris menggantungkan harapannya ke arah sana.

Kebutuhan Air

Selain oksigen, kita juga sangat membutuhkan air. Kita memerlukan air bersih untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, mandi, mencuci, dan minum. Air ledeng adalah air yang diolah melalui proses penjernihan dan penyehatan sebelum dialirkan kepada rumah-rumah melalui saluran air. Di beberapa negara, air laut dapat diubah menjadi air tawar yang layak minum. Proses ini disebut penyulingan atau destilasi.

Hari ini Faris melakukan percobaan penyaringan air bersih menggunakan kit dari green science seri Clean Water Science.
🎣🎨🎈🎣🎨🎈🎣🎨🎈🎣🎣🎨🎈🎣🎨🎈🎣🎨🎈

Format Dokumentasi Pembelajaran

🔖Nama anak: Faris

🔖Tema : Science

📍Tujuan pembelajaran : mengetahui proses penyaringan air sampai menjadi air bersih

🔖Usia anak: 3tahun

📍Bahan:

1.Bahan dari kit science (lengkap di dalam dust)
🖋️4 filter section (bisa diganti dengan botol plastik bekas yabg dipotong bagian atasnya dan dilubangi bagian tengahnya untuk mengalirkan air)
🖋️Round filter base (tatakan, bisa buat dari plastik yang dilubangi tengahnya sesuai ukura botol penyaring)
🖋️Funnel shaped collector (bisa pakai corong air plastik)
🖋️Black plastic cup (gelas plastik besar untuk menampung air)
🖋️Small plastic cup (untuk menuang air ke alat penyaringan)
🖋️Transparent tube (untuk menyambung alat penyaring ke gelas plastik)
🖋️ 2 trabsparent caps (untuk menutup lubang tube)
🖋️ 4 filter plugs
Soft wax (lilin mainan)
1 filter paper (bisa pake kertas krep)
1 cup pasir pantai
1 cup batuan
1 cup bubuk karbon aktif

🔖cara membuat dan proses:

1. Siapkan 4 filter column dari kit untuk menyaring air kolam. Yang dibutuhkan adalah 4 filter column, 4 filter plug, filter base, soft wax dan bahan untuk menyaring yaitu pasir pantai, batuan, serbuk karbon aktif boleh juga menggunakan tanah yang ada di pot rumah dan paper filter.

menyiapkan alat dan bahan dari dalam kit

2. Siapkan gelas transparan untuk menampung air kotor dari kolam.

3. Susun filter plug menggunakan soft wax kemudian masukkan bahan penyaringnya ke masing-masing filter plug yang sudah disiapkan sebelumnya.

4. Urutannya adalah sebagai berikut :

a. Paling bawah letakkan gelas transparan untuk menampung air yang sudah disaring.

b. Diatasnya letakkan filter plug yang sudah dilapisi filter paper;

c. Kemudian filter plug yang berisi serbuk karbon aktif;

d. Di atasnya filter plug yang berisi pasir pantai;

e. Yang paling atas filter plug yang berisi batu-batuan.

memasukkan bahan untuk menyaring air (pasir pantai)
memasukkan bahan untuk menyaring air (batu-batuan kecil)

5. Setelah semua disusun maka air dari kolam siap untuk dituang..

mengambil air dari kolam ikan untuk bahan percobaan

6. Air yang sudah disiapkan sebelumnya Faris ambil dari kolam ikan yang berada di depan rumah.

7. Air dituang sedikit demi sedikit karena saat proses penyaringan air menetes sedikit demi sedikit.

proses menuang air kolam

8. Setelah ditunggu kurang lebih 45 menit, secara bertahap akan nampak hasil akhir air yang sudah tersaring terlihat lebih jernih.

air yang disaring turun perlahan lahan ke bawah

Dari percobaan ini, Faris menyimpulkan, “Ternyata proses penyaringan air itu lama ya ma, kata Faris. Maka dari itu kita harus menjaga keberlangsungan air karena air merupakan kebutuhan pokok manusia.

Hasil saringan air kolam nampak lebih jernih

Homeeducation : Belajar Tauhid dari Sosok Luqman

penanaman tauhid

Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” (QS. Luqman: 13).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Luqman menasehati anaknya yang tentu amat ia sayangi, yaitu dengan nasehat yang amat mulia. Ia awali pertama kali dengan nasehat untuk beribadah kepada Allah semata dan tidak berbuat syirik kepada Allah dengan sesuatu apa pun.”

Pendidikan aqidah merupakan pelajaran yang kelihatannya rumit dan sulit untuk diajarkan kepada anak-anak tetapi harus sudah mulai ditanamkan kepada anak sedini mungkin. Kesadaran saya akan betapa pentingnya mengenalkan Allah sejak dini dimulai saat saya mengikuti kelas belajar tauhid batch 2. Oleh-oleh dari belajar disana, saya bertekad untuk terus belajar dan menjaga akidah keluarga.


Ketika Faris bertanya tentang Allah

Jauh sebelum Faris fasih berbicara, Papanya pernah menanyakan kepada Faris kecil (14 bulan), Allah ada dimana? Kemudian tangan kecilnya menunjuk ke atas. Sudah dua kali dicoba kepada adiknya pun, reaksi anak-anak masih sama. Menunjuk ke atas. Pengalaman ini kami coba ke anak-anak setelah mengikuti kajian dari Ustadz Khalid Basalammah, kenapa anak yang belum tahu apa-apa ketika ditanya dimana Allah akan selalu menunjuk ke atas? Ini fitrah keimanan atas Rabb-nya. MasyaAllah, saya dan suami dibuat takjub.
Saat menginjak usia 2 tahun, mulai banyak pertanyaan dan diskusi ringan antara saya dan Faris. Berikut ini beberapa pertanyaan berkaitan dengan Allah yang dilontarkan Faris sejak umur 2 tahun, diantaranya:

Allah itu siapa

Q1: “Ma, Allah itu siapa sih?”
Allah itu yang menciptakan segala-galanya. langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan mama, papa, adek, semua makhluk.”

Allah bentuknya gimana

Q2: “Ma, Allah itu bentuknya seperti apa ya?”
❌Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

✔️Jawablah begini:
“Faris tahu kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah Faris lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan Faris sebutkan.”

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)
[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)

Allah itu dimana

Q3: “Ma, Allah itu ada dimana sih?”

❌Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini:
Al-Hadid (57) : 3
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng (maka dari itu kami hijrah dari buku bacaan magic dan dongeng imajinatif).

Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad SAW sekali pun. Hanya Allah yang tahu diri pribadi-Nya sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat. Allahua’lam
إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)
[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)

✔️Jawablah begini:
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih Faris berpikir retoris).
“Faris bisa nampak matahari yang terang itu langsung nggak? Nggak kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah, melihat matahari aja kita nggak sanggup. Jadi, bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya nggak?!”
Saat Faris mengajak saya berdiskusi kenapa dia tidak bisa melihat Allah saya berkisah tentang Nabi Musa yang ingin melihat Allah.

Atau bisa juga diberi jawaban:
“Faris, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Faris nggak bisa lihat ujung langit kan?! Nah, kita juga nggak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita sholat. Allah Mahabesar.”

Kemudian saya mengajak Faris bersimulasi :
Saya menyuruh Faris menghadapkan bawah telapak tangannya ke arah wajah. Faris lihat garis-garis tangan Faris nggak? Nah, sekarang dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Faris. Masih terlihat jelas nggak jari Faris setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Maha Besar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak berantara.”

Allah tidak nampak

Q4: “Ma, kenapa kok kita kita nggak bisa lihat Allah?”

❌Jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Saya pernah menjawab seperti ini karena keterbatasan ilmu, maafkan Mama yang masih fakir ilmu. Ketika usianya 3 tahun, Faris terus menggali informasi mengenai kenapa sih Allah nggak kelihatan padahal ada di Arsy. Mana Arsy kok nggak kelihatan padahal kata Mama di langit?
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas, bawah, kiri, kanan, depan, belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip “Allahu Akbar” itu bohong?

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <– Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif. ❌Juga jangan dijawab begini: “Nak, Allah itu ada di mana-mana.” Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi. ✔️Jawablah begini: “Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang shaleh, termasuk di hati Faris😍. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada." وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186) وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4) وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115). “Allah sering loh bicara sama kita, misalnya, kalau Faris teringat untuk bantu Mama dan Papa, tidak berebut dengan adik atau teman, tidak malas merapikan mainan, tidak susah disuruh makan, nah, itulah bisikan Allah untuk Faris.” وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213). [caption id="attachment_810" align="alignnone" width="169"] Kenapa harus menyembah Allah[/caption]

Q5: “Ma, Kenapa kita harus sholat? Kok harus menyembah Allah?”
❌Jangan jawab begini:
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi atheis karena menurut akal mereka, ”Masa sama Allah seperti berdagang saja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah seperti anak kecil saja, kalau “orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani).

✔️Jawablah begini:
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan kepada kita. misalnya, Faris sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau harus bayar, kan Mama dan Papa pasti nggak akan sanggup untuk membayarnya. Di laut banyak ikan yang bisa kita pancing untuk dimakan, dan banyak nikmat yang tidak akan bisa kita hitung lagi jumlahnya.

Kalau Faris nggak nyembah Allah, Faris yang rugi, bukan Allah.
إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
Allahu a’lam.

Meskipun manusia ini tempatnya salah, beruntung sebelumnya saya sudah mendapat sedikit pengetahuan saat belajar di kelas BETAH (Belajar Tauhid) sehingga mendapat panduan ketika anak bertanya agar saya bisa menjawab dan anak mudah menerima penjelasan dari orang tuanya. Berikut ini saya share modul mengenai dasar-dasar tauhid dan fikih bagi anak-anakyang saya peroleh di kelas BETAH. Semoga bisa menjadi bahan bacaan bagi para orang tua.

referensi bacaan

Apa yang Kami Alami

Setahun berhomeeducation bersama anak-anak, bukan sebentar ya.. tetapi belum lama juga sih. Namun, alhamdulillah, kami bersyukur telah Allah pilih untuk mendapatkan hidayah sunnah dan ilmu tentang tauhid. Ya, aqidah yang lurus.
Bukan sekali atau dua kali kami menemukan diri tercenung dengan dahsyatnya penghambaan dan penyerahan diri anak-anak kepada Allah. Katakanlah, ketika Faris sangaaaat menginginkan sesuatu. Sangat jarang sekali ia meminta sesuatu (yang mahal) dengan redaksi, “Mama, Faris kepengen ini” Tapi, ia menggantinya dengan kalimat seperti, “Mama, kalau Allah kasih rezeki lewat Mama, boleh beli ini?” dan diskusi pun berlanjut dengan kemanfaatan yang Faris mau itu. Bahkan untuk hal yang kecil pun, ketika Papanya pulang kantor membawakan roti, Faris selalu mengucap, “terimakasih Pa udah bawakan roti buat Faris, terimakasih ya Allah buat rezeki hari ini.” MasyaAllah anak-anak.😍
Saya sering sekali mengulang-ulang menyebut agar anak-anak terus bersyukur atas nikmat dan karunia dari Allah. Begitu pula ketika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka mau. Atau, ketika mereka tiba-tiba mendapatkan apa yang telah lama mereka idamkan dan tidak mungkin dibelikan orang tuanya. Tauhid. Ya, landasan inilah yang membuat perjalanan mendidik menjadi sangat dimudahkan Allah. A truly scientific way of parenting. Setidaknya, itu yang kami rasakan hingga detik ini. Pilihan dan konsekuensi ada di tangan masing-masing keluarga.😊
Terimakasih umma elsaif sudah memilih tema ini, catatan saya yang masih di draft berbulan-bulan lamanya akhirnya bisa di post kelanjutannya 😁

RESUME KULIAH WHATSAPP OLAH JELANTAH

credit photo by mba DK wardhani

📆 *Hari, tanggal: Rabu, 13 Desember 2017*
⏰ *jam : 13.00 – 15.00 WIB*

Narasumber :
✅ *Mbak “Dini” Dian Kusuma Wardhani*
✅ *Mbak Krismariana Widyaningsih*
Moderator : Niken TF Alimah

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

_Sekapur sirih…_
*MINYAK GORENG BEKAS (JELANTAH)*
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Assalamu’alaikum warohmatullah,

Kami menyadari bahwa minyak jelantah masih menjadi MASALAH dalam mengolah LIMBAH rumah tangga. Sebagian besar orang membuangnya ke badan air. Nah, ini yang berbahaya karena bisa mencemari dan juga mengganggu/menzolimi mahluk hidup dan ekosistem sungai-laut.

_*Ah kan sedikit ini!*_

Ya, jika 1 orang memang sedikit tapi banyangkan jika 1 RT-Kecamatan-Kota semua membuang ke wastafel?

1 keluarga membuang 200 ml bisa dibayangkan berapa banyak jika 1 kota.

_*Saya kan nggak menghasilkan jelantah…*_

Alhamdulillah kalau tidak menghasilkan jelantah, ilmu ini bisa ditularkan ke yang lain. Meskipun kita pribadi tidak menghasilkan jelantah tapi sekitar kita belum tentu kan?

Bukankah ada tetangga sebelah rumah, tukang gorengan, tukang kerupuk, pengusaha keripik, warung lalapan, catering, dan sebagainya yang semuanya mungkin masih _byuuuur_ buang jelantah ke selokan.

Dengan BISMILLAH, KAMI mencoba BERGERAK menyelesaikan masalah minyak jelantah yang biasanya dibuang begitu saja ke tempat cuci piring, masuk selokan dan akhirnya ke sungai.

Muncul inisiatif di beberapa daerah untuk memanfaatkan minyak jelantah, salah satunya di MALANG. Gerakan pengumpulan minyak jelantah ini, tentu saja BERBEDA dengan kota-kota lain.

Oiya,sedikit gambaran untuk Gerakan Sedekah Jelantah Kota MALANG:

1⃣ Inisiatif kegiatan ini muncul dari jejaring pertemanan yang punya kesamaan rasa, yaitu prihatin pada pencemaran lingkungan.
2⃣ Yang baru terpikirkan adalah mengolahnya menjadi sabun padat dan menyalurkan ke pelosok yang belum teraliri listrik.
3⃣ Sifatnya DONASI atau SEDEKAH, dan bukan sekadar memberikan sampah minyak. Karena kami juga ingin memberikan EDUKASI, seperti menyaring jelantah, mengolahnya menjadi sabun, dll.

Fokusnya memang pada membangun KESADARAN bersama untuk bisa mengurangi pencemaran lingkungan dari sampah yang dihasilkan rumah tangga. Semoga bisa menjadi inspirasi kota lain.

*JANGAN TANYA DI KOTAKU SUDAH ADA BELUM YA?*

*TAPI MULAILAH…!!!*

*KOTAMU MEMBUTUHKANMU…*

*SAATNYA BERGERAK!*

*Inisiator Gerakan Sedekah Jelantah*
-Sahabat Alam Cilik & Green Mommy-

🍃 IG : @dkwardhani
FB: ‘Dini’ dian kusuma wardhani
🍃 IG:@krismariana.menik
FB: Krismariana Widyaningsih

*Persiapan Awal Olah Jelantah*

Dear kawan-kawan peserta Olah Jelantah, ada baiknya kawan-kawan mulai mencicil *persiapan Jelantah* untuk Olah Jelantah yaa. Mumpung masih hari Senin yess 🤗

Apa saja persiapannya?
1⃣ *minyak jelantah* minimal 500 ml yaa
2⃣ *simpan jelantah* dalam wadah tertutup di botol, jerigen, atau apapun.
3⃣ *pisahkan* minyak jelantah yg masih bening dengan yg sudah hitam
4⃣ pastikan minyak *tidak tengik*
5⃣ minyak bau ikan? Pisahkan dulu.
6⃣ minyak jelantah yg kita gunakan adalah *minyak nabati* yaa

✅ Yang disebut *jelantah adalah semua minyak bekas pemanasan dari kegiatan menggoreng*. Boleh bekas tempe, ayam, ikan, krupuk dll.

Sebetulnya bebas saja, nggak ada kategori tertentu telah dipanaskan berapa kali. *Tujuan kita adalah mengolah limbah.* Bahkan yang terhitam sekalipun. Tapi kalau mampu untuk memilah bening atau hitam, monggo.. bisa dipakai eksperimen.

✅ Jika kurang dari 500 ml, bisa dipakai untuk setengah resep.

✅ *kalau saya tidak menyebutkan secara spesifik, artinya bebas ya.*

✅ *Minyak nabati itu minyak dari tanaman.* Misalnya: minyak kelapa sawit, minyak kelapa, dan minyak kedelai.

Minyak hewani adalah minyak yg berasal dari hewan.

Kita pakai minyak nabati, karena itu yang kita pakai sehari-hari.

*Resume Sesi Tanya Jawab*

*1. Bagaimana jika tidak punya timbangan digital?*
➡ Untuk mengolah sabun jelantah, angka NaOH tidak harus sangat presisi, boleh ada toleransi. Dicoba saja untuk pakai timbangan biasa, asal wadahnya jangan tercampur makanan.

Jika memakai timbangan digital, pastikan timbangan menunjukkan angka nol saat wadah diletakkan di timbangan. Kawan-kawan bisa memijit tombol “tare” untuk mengatur angka timbangan menjadi “nol” setelah wadah diletakkan di timbangan. ✅

*2. utk jlantah yg bau sbelum dicmpur dg arang apa msti disaring dulu ato nanti stelah trcmpur dg arang, trmkasih 🤗*
➡ Boleh disaring kasar dulu, beri arang panas, baru disaring kain. Dan ukuran berat adalah setelah diserap arang dan disaring kain ya. Jadi sudah bersih baru ditimbang. ✅

*3. Saya baca beberapa bahan dan alat ternyata sebagian besar belum siap. Apa dari kulwap ini nantinya kami mesti berhasil membuat sabun dr jelantah?*
➡ Grup ini akan dibuka 1 minggu, untuk kesempatan praktek dan diskusi paska praktek (Hanya untuk kepentingan tersebut saja ya tidak untuk yang lain).

Tapi jika memang belum berkesempatan utk mencoba dalam seminggu kedepan, bisa upload hasilnya di FB dan tag kami.

Sebenarnya membuat sabun ini sangat mudah hanya butuh minyak, air dan naoh sebagai bahan utama.✅

*4. Untuk jumlah arang, disebutkan secukupnya. Apa jumlah arang yang digunakan disesuaikan dengan tingkat kekeruhan minyak?*

*Bisa diberikan kira2 jumlah arangnya mba? Karena saya masih bingung dalam mencerna kata secukupnya 😊.*
➡ Dari pengalamanku, seberapa jumlah arang itu kira-kira saja. Asal semua arang terendam.

Tepatnya disesuaikan. Biasanya saya pakai sekitar 30-50% dari banyaknya minyak. Karena utk penghematan, bisa dipakai 3-4 kali, jadi akan turun kemampuan menyerap residu/racun dan bau. ✅

*5. Saya mau tanya arang yg sudah digunakan boleh di gunakan lagi? Itu arang yg biasa di gunakan untuk bakar-bakar makanan ya?*
➡ Karena utk penghematan, bisa dipakai 3-4 kali, tapi akan turun kemampuan menyerap residu/racun dan bau.

Betul, arang kayu seperti untuk tukang sate.

Mungkin sesekali dicek aja sih. Kalau udah nggak bagus, ganti yg baru. Jangan kelamaan juga, karena malah tengik. ✅

*6. Misalkan ndak sempat utk memanfaatkan jelantah, dan (jalan terakhir sepertinya) perlu membuangnya 🙈 , sebaiknya dibuang ke mana?*
➡ Saya pernah dengar ada yg menampung & dijadikan biodiesel (?). ✅

*7. Proses olah jelantah ini bisa tidak jika dilakukan di luar ruangan, di teras depan rumah misalnya? Sebab membaca aturan pembuatan agak sedikit khawatir sementara di rumah ada anak dan balita?*
➡ Iya betul sebaiknya di tempat terbuka dan berventilasi.

Saat membuat sabun, saya biasanya meminta anak-anak menjauh. Pertama, khawatir kalau mereka menghirup uap NaOH. Kedua, khawatir kalau sampai terciprat ke mata. Biasakan menggunakan masker ✅

*8. Untuk jelantah dari sisa menggoreng ikan/asin/udang dan semisal itu apa prosesnya sama? Di waktu perendaman dg arang lamanya sama saja?*
➡ Proses sama, pastikan arang dibakar dulu dan rendam 2-3 malam.

Kalau nggak, arangnya bisa diganti dengan yg baru tiap hari ✅

*9. Pemberian pewarna foodgrade pas step yg mana ya?*
➡ Saat menjelang trace ✅

*10. Dari FAQ no.19: beda dari resep 1 dan 2 hasil akhir resep 2 lebih empuk.*
*Faktor apa yg membuat resep 2 lebih empuk?*
*Dan adakah resep alternatif yg lebih empuk dari resep 2?*
➡ Jumlah Naoh+airnya. Kalau empuk sebagai sabun cuci, justru cepat habis.

Untuk sabun jelantah, rasanya mending kebanyakan NaOH timbang kurang. Lebih bersih buat nyuci ✅

*11. jika menggunakan cetakan silikon, juga tidak bs dipakai lg utk makanan ya ?*
➡ Saran saya jika hanya untuk eksperimen gunakan peralatan yang lebih ekonomis. Tapi jika memang berniat utk mengajak yang lain di sekitar, tak masalah jika ingin berinvestasi.

Kalau mau ekonomis, bisa disiasati pakai cetakan puding, lalu dilapisi kertas cokelat yg biasa buat bungkus nasi atau pakai plastik bekas yg sudah dicuci✅

*12. utk membuat air pandan / kopi / sereh, adakah takaran yg pasMierza Klastulistiwa:
ti? apakah kekentalannya akan mempengaruhi hasil sabun?*
➡ Nggak ada. Dikira-kira saja. Jangan terlalu encer. Dicoba aja dulu. Nanti lama-lama akan tahu bedanya

Air pandan mengandung gula sedangkan kopi bersifat asam. Semakin banyak pandan memang semakin harum tapi juga membuat agak lunak.
Coba saja lama-lama akan tahu takaran pas nya. ✅

*13. Minyak jelantah yg sdh disimpan bulanan apakah masih layak? sy blum cium bau jelantah yg saya punya mbak*
➡ Lagi-lagi saya cuma bisa bilang coba saja😊 Selama ini saya mengumpulkan jelantah dari teman2 & tidak tanya berapa lama mereka menyimpan jelantah tsb.

Asal baunya nggak parah, rasanya bisa-bisa saja ✅

*14. Apa yg terjadi kalo ngaduknya kurang trace? Jadi sabun colek kah? 😁😁😁*

*Atau sabun colek beda resep?*
➡ Bisa jadi ada minyak yg nggak tersaponifikasi. Nggak akan jadi sabun colek. Tapi awalnya bakal lembek banget. Lama-lama mengeras. Tapi nggak maksimal jadinya

Sabun colek beda resep.

Adonan sabun perlu pengadukan konsisten agar menjadi adonan yang homogen. Jika adonan tidak homogen atau kurang trace, maka minyak masih terpisah. Kemungkinan sabun akan nglengo alias berminyak. ✅

*15. Apa ada nama khusus/tertentu untuk kacamata pelindung?*
➡ Nggak ada khusus mbak. Seadanya aja. Beberapa kali juga nggak pakai tapi agak jauh, sebenarnya kalau hati-hati nggak akan meledak kok, asal tidak terbalik memasukkannya ✅

*16. Teh, mau tanya tentang grup olah jelantah : bolehkah menggunakan panci enamel ? Kebetulan punya bekas panci lapis enamel ngga terpakai.*

*Yang kedua, dalam proses pengadukan, di tempat teduh? Misalkan terkena sinar matahari amankah?*
➡ Setahu saya dan sepengalaman saya enamel bisa, asal nggak ada cacatnya, biasanya ada tuh enamel yang sedikit berlubang ada karatnya dll.

Sejauh kami praktek sih biasanya di tempat yang ada naungan. ✅

*17. Mau tanya, bisakah soda api diganti dengan alkali yang lain, semisal baking soda yang lebih umum dipakai?*
➡ Tidak bisa, untuk metode ini yang disebut cold processed soap selalu membutuhkan NaOH. ✅

*18. Apakah bisa membuat sabun dr minyak Jelantah yg tidak menggunakan soda api melainkan menggunakan Abu?*
➡ Belum pernah nyobain, Mbak. ✅

*19. Bun, knp harus dlm botol bertutup ya jelantahnya?*
➡ Demi kepraktisan ✅

*20. Masih banyak yang sangsi mengenai penggunaan soda api. Pengen bisa praktek bareng anak2 d sekolah (TK). Apakah ada alternatif penggunaan zat kimia yg lain yg aman untuk anak2?*
➡ Tunjuan utama sebenarnya utk penyadaran terhadap limbah, mungkin lebih baik ibu wali muridnya saja yg diajak ✅

*21. Ini warnanya bisa beda beda, tergantung warna minyak jelantahnya kah?*
➡ Bukan mbak, tergantung air tambahannya, ada yg sereh, pandan, kopi, kunyit, secang dll ✅

*22. Kalo mau jadi bank jelantah cara penyimpanan diwadah apa ya..*
*mau minta ke tetangga..*
➡Kami pakai jurigen 5 literan, atau drum juga bisa.

Bisa pakai botol air mineral bekas atau jerigen.

Ember juga bisa ✅

*23. Kemarin malah ada yang pakai air daun jeruk purut, air daun turi, air klerak yg buat nyuci batik itu.*
*Bagaimana proses membuat air tsb? Apa cukup digodok saja?*
➡ lerak direndam air panas, diamkan sampai lerak mengelupas. Lalu saring.

Di blender mbak ✅

*24. Bismillaah, apa bisa untuk cuci pakai mesin cuci kah?*
➡ Belum pernah coba sih mbak, tapi saya pernah parut jadi butiran kecil seperti deterjen.

Teman saya nyobain, sabunnya diparut dulu

*— selesai —*

Sumber: www.sahabatalamcilik.weebly.com
http://blognyakrismariana.wordpress.com/

MANAJEMEN RUMAH TANGGA DENGAN DUA BALITA

​Sebagai ibu rumah tangga dengan 2 anak laki-laki (Faris dan Irbadh), sehari-hari saya mengurus anak-anak dan rumah tangga tanpa bantuan dari pengasuh atau pembantu full time. Banyak sekali yang suka bertanya kepada saya “How do you manage to survive each day?”. Karena jujur saja, saya tidak punya teori-teori atau trik special untuk menjalani rutinitas saya sehari-hari. I just live with it. Tapi disini saya akan mencoba mengurutkan rutinitas harian saya, dan mungkin sedikit sharing beberapa tips untuk mengurangi “drama” di dalam keseharian saya.

Yes, I’m a morning person. Saya sudah terbiasa bangun dan beraktifitas di pagi hari dari jaman saya kuliah, dan ketika masih kerja full time di kantor. Setelah menjadi ibu rumah tangga, saya sempat memanjakan diri dengan bermalas-malasan di pagi hari. Tapi ternyata itu membuat hari saya berantakan.. haha 😂
Jadi saya tetap bangun jam 4.30 pagi untuk sholat Subuh (waktu Indonesia bagian Batam) dan langsung masuk dapur. Saya menyiapkan sarapan dan bekal suami, dan untuk makanan hari itu. Setelah semuanya siap, saya memandikan kedua anak saya sekaligus. Kira-kira jam 5.30 anak-anak bangun, sementara saya menyiapkan air untuk mandi mereka. Sehabis itu saya bermain sebentar bersama sambil menemani mereka sarapan berdua. Sebenarnya Faris sudah bisa makan sendiri tapi dia lebih suka jika makan satu piring bersama dengan adeknya hehe..

Sehabis makan saya memberikan mereka mainan (bisa apa saja, termasuk sensory play) dan membiarkan mereka bermain sendiri. Sementara saya lanjut menyapu, membereskan kamar, buang sampah dan beberes kecil bersama anak-anak. Anggap saja ini kelas bersih-bersih ala kami. Setelah selesai semua lalu saya mandi. Urusan menyapu dan mengepel rumah dahulu kala sebelum saya mempunyai anak kedua saya kerjakan di malam hari, namun semenjak saya memiliki anak kedua standar kebersihan dan kerapian saya turunkan. Yang penting bisa berkegiatan bersama dan stamina terjaga urusan bebersih bisa dikerjakan saat anak-anak tidur. Alhamdulillah, sedari dulu urusan domestik saya yang handle semua maka pahala urusan bebersih rumah bisa saya raih bersama anak-anak 😇✌️

latihan mengepel minimal bekas tumpahan air atau makanan

Setiap malam saya selalu berdoa sama Allah agar besok Allah berikan kemudahan dan kelembutan hati anak-anak agar tidak merusuh. Jadi setiap hari saya harus memastikan urusan dapur selesai dan apabila anak-anak susah disambi maka dengan terpaksa urusan membersihkan rumah saya tunda sampai siang ketika anak-anak tidur. Sekitar jam 10 atau 11 saya menemani Irbadh tidur, sementara Faris masih lanjut bermain sendiri atau terkadang ikut saya ke kamar untuk membaca buku atau flash card, intinya mainan yang tidak kotor dan berisik. Waktu ini juga saya gunakan untuk bersantai sejenak sambil quality time bersama Faris. Jika adeknya sudah bobo barulah saya dan Faris bisa masuk kelas utama hari ini, bisa berupa kegiatan percobaan, pengamatan atau diy.

Rutinitas Siang-Sore
Irbadh biasanya bangun sekitar jam 12 dan biasanya mereka berdua bisa asyik main bersama. Kebetulan Faris cukup mandiri sehingga sudah terbiasa membereskan mainan yang sudah tidak dipakai bermain. Sehabis makan siang adalah waktu istirahat. Adakalanya anak susah disuruh untuk tidur siang, tetapi saya tetap meminta mereka untuk hanya bermain di dalam kamar. Sementara mereka di kamar biasanya saya mulai membersihkan rumah atau menyelesaikan pekerjaan rumah lainnya. Sehabis itu baru saya ikut bermain di kamar sambil beristirahat.

Sekitar jam 4 sore, setelah anak-anak mandi saya mengajak mereka untuk main di luar rumah, bermain sepeda, bermain bola, atau pergi ke taman bersama. Outdoor play ini kami lakukan sampai sekitar jam 5, lalu dilanjutkan dengan makan atau snacksore. Tapi terkadang jika terlalu lelah dan lapar mereka langsung meminta makan malam jadi saya bebaskan saja karena saya memang tidak terlalu strict dengan jam makan.

Rutinitas Malam
Adzan Maghrib adalah waktu untuk kita kembali ke kamar. Diawali dengan sholat Maghrib bersama, lalu dilanjutkan dengan belajar mengaji sampai Isya. Belajar mengaji disini tentunya tanpa paksaan dan tetap dilakukan secara fun dengan bermain sesuai usianya. Sehabis Isya biasanya Irbadh sudah tidur, sementara Faris melanjutkan kegiatan di dalam kamar seperti membaca buku, belajar menulis, dan evaluasi harian bersama papanya. Sebelum tidur kami membereskan mainan di kamar, kemudian bersih-bersih. Sekitar jam 9 malam biasanya Faris sudah tidur dan saat itulah free time saya dimulai.

Bisa dilihat rutinitas saya paling padat memang pagi hari, karena saya sebisa mungkin berusaha menyelesaikan semua pekerjaan rumah di saat masih ada suami, jadi suami bisa membantu untuk mengurus dan bermain bersama anak-anak sementara saya bekerja.

TIPS Untuk Menjalani Keseharian tanpa ART

1. Be flexible and don’t be too hard on yourself. Terkadang kita ingin semua serba terorganisir tetapi namanya kita berhadapan dengan anak-anak yang mood-nya bisa berubah kapan saja, tentunya kita tidak bisa terlalu ketat dengan pengaturan jadwal. Jadi kalau ada pekerjaan yang tidak bisa diselsaikan karena anak-anak seharian cuma ingin peluk-pelukan, ya biarkan saja. Pekerjaan rumah bisa menunggu tetapi quality time bersama anak tetap yang utama. Intinya dahulukan yang bernyawa dulu baru urus benda mati (rumah dan dapur maksud saya).
Turunkan standard kerapihan. Hal ini mungkin susah buat sebagian orang, tetapi jika kita memaksakan untuk menjaga rumah tetap rapi setiap saat tentunya agak mustahil apalagi dengan kondisi ada dua atau tiga balita yang selalu bebas bermain dan berlarian didalam rumah.

2. Buat komitmen dan bagi tugas bersama pasangan. Sebelum memutuskan untuk tidak memakai bantuan asisten, tentunya harus membuat komitmen kerja sama yang baik dengan pasangan, karena kalau pasangan tidak turut andil dalam mengurus anak-anak atau rumah tangga, tentunya akan sangat sulit sekali untuk dijalankan. (tetaplah setia menjadi tempat penitipan anak ya, suamiku ✌️).

3. Amankan rumah dengan mengatur posisi barang-barang. Agar tidak harus mengawasi anak secara terus menerus, kita wajib untuk kids-proofing setiap sudut rumah agar anak-anak tetap aman bermain. Atur peralatan makan anak di rak bawah sehingga mereka bisa ambil sendiri, tetapi amankan barang pecah belah di bagian atas. Atur ruang bermain anak, untuk permainan yang butuh pengawasan bisa diletakkan di rak atas, dan untuk permainan yang aman dan mudah dibereskan serta buku-buku bisa diletakkan di rak bagian bawah sehingga mudah di akses oleh mereka. Jangan lupa untuk mengkategorikan mainan ke dalam kotak-kotak transparan sehingga lebih mudah untuk dicari. Biasanya seminggu sekali saya dan anak-anak menyortir mainan sesuai jenisnya.

4.Pasang pintu atau safety gate untuk akses menuju dapur dan tangga jika rumah anda bertingkat.

5. Ajari anak untuk mandiri. Awalnya mungkin susah mengajari anak untuk mandiri, tetapi jika kita melakukan dengan konsisten lama-lama mereka akan mengerti. Yang paling mudah, ajari mereka untuk makan sendiri dan selalu membereskan mainan setiap selesai bermain, lalu bertahap sesuai dengan perkembangan umurnya.

6.Lakukan food preparation. Untuk urusan memasak, saya biasanya melakukan foodprep setiap weekend atau 3 hari sekali agar tidak terlalu repot dan tidak butuh waktu lama untuk masak. Jadi saya sudah mempersiapkan beberapa masakan yang bisa dimasak sebelumnya (pre-cook) misalnya ayam yang sudah diungkep, ikan yang sudah dimarinade, rendang dll, lalu membersihkan dan memotong-motong sayur. Semuanya saya masukkan kotak atau zipper plastic bag terpisah per menu, lalu dimasukkan ke freezer. Saya sering menggunakan bantuan slow cooker dan kukusan listrik dengan timer untuk menyelesaikan proses memasak.

7.Rutin berolahraga. Mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus anak setiap hari sering bikin kita jadi cepat pegal-pegal. Karena itu saya rutin berolahraga minimal 3x seminggu selama 20 menit. Bisa hanya stretching, pilates, ataupun melakukan beberapa gerakan crossfit yang sesuai dengan kemampuan tubuh kita. Hal ini sangat membantu agar kita tidak mudah lelah.

kelas b

8.Nikmati waktu luang untuk “Me-time”. Saya selalu berusaha menikmati me-time setiap hari walaupun hanya beberapa menit. Bisa disaat anak-anak tidur atau asik bermain sendiri. Jangan terlalu ambisius untuk menyelesaikan semua pekerjaan sehingga lupa beristirahat dan bersantai. Menikmati segelas jus sambil membaca buku atau tontonan yang ringan, hanya sekedar bebas memegang hp untuk chat bersama teman-teman biasanya sudah cukup bagi saya untuk melepaskan penat dan kembali me-recharge energi.

Mungkin ada tips lain yang bisa di share atau ingin berbagi keluh kesah seputar mengurus anak dan rumah tanpa ART?

DEMO MASAK STEAM GLUTEN FREE SWISS ROLL BERSAMA PAK WIED (HEALTHY LIFE ANTARA PILIHAN ATAU KEBUTUHAN)

Sabtu, 16 Desember 2017 – Komunitas Indonesia Sehat Sejahtera (KISS) Batam bersama Pasar Sehat Batam mengadakan kelas demo memasak “Steam Gluten Free Swiss Roll” bersama dengan Bapak Wied Harr Apriadji. Siapa sih yang belum kenal dengan Pak Wied, sapaan akrab beliau?

Bapak Wied Harry adalah seorang penulis bidang nutrisi dan makanan sehat alami, serta menjadi food stylistprofesional. Pengalamannya selama puluhan tahun di bidang kuliner sudah menghasilkan banyak buku. Spesialnya menu-menu yang diajarkan beliau selain enak, dijamin sehat dan alami.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari launching Pasar Sehat, Bazar dan Fun Flea Market yang diadakan bulan November kemarin. Rencananya, ke depan akan diagendakan rutin setiap bulan.
Bergabung di dalam komunitas ini rasanya seperti angin segar bagi saya dan keluarga, karena saya jadi merasa punya teman dan keluarga baru yang punya visi dan misi sama. Yaitu ingin memulai hidup lebih sehat dan juga untuk memperkenalkan cara hidup sehat kepada masyarakat dengan makan-makanan organik.

Makanan sehat yang dimaksud, misalnya sayuran yang ditanam tanpa menggunakan bahan kimia saat penanaman. Untuk pengolahannya pun diusahakan masih dalam bentuk aslinya atau sedekat mungkin dengan bentuk aslinya.

Pak Wied menjelaskan pengetahuan dasar cake

Back to topic, kegiatan demo masak pagi ini dibuka oleh Pak Wied dengan pengetahuan dasar mengenai jenis-jenis cake, apa beda spongecake (bolu) – biasa maupun genoa/genois, chiffon cake, cotton cake, angel food cake, butter cake, bluder/brudel.

Kemudian apa saja dasar-dasar dalam membuat cake, bahan utama cake, tips sukses membuat cake yang enak, sehat dan alami bahkan dijelaskan juga mengenai panduan menghitung laba dan harga jual jika ingin mulai berbinis. Pak Wied menyampaikan, “Saya ingin ibu-ibu sekalian memahami dulu dasar-dasar pembuatan suatu makanan dan bahan-bahan apa yang dibutuhkan serta manfaat dari semua makanan yang kita asup.”
Beliau tidak ingin ibu-ibu hanya sekedar tahu resep dan takarannya saja. Bahan-bahan apa saja yang digunakan dalam proses membuat cake juga harus diperhatikan. Sebisa mungkin kita menggunakan bahan yang alami, bukan pabrikan.

menyiapkan adonan warna untuk motif
membuat motif swiss roll

Pasti banyak pertanyaan yang muncul di benak peserta yang baru akan hijrah ke makanan yang lebih sehat. Enak nggak sih kalau cakenya dibuat dari tepung non terigu? Terus pewarnanya pakai apa? Nggak menarik dong kalau dijual? Terus kalau misalnya dijual berapa harga jualnya? Ada yang beli nggak ya?

Saya jadi ingat dengan cake kekinian yang sedang menjamur di Indonesia, sebut saya X yang cakenya kempus-kempus terasa legit dan bertabur coklat dan keju yang banyak, belum filling cream yang meleleh saat digigit, plus warnanya yang gonjreng-gonjreng. Apa kabar perut? Iya sih memang enak di mulut tapi itu semua tidak ramah di perut 😂
Terus masih mau ngasih ke anak? Kalau saya sih nggak. Daripada malah repot setelahnya, dijaminlah banyak keluhan yang timbul setelahnya.

Saya sadar diri dan sadar alarm tubuh saja. Biar dikata kuper atau nggak gaul saya udah nggak mau lagi coba-coba jajan yang aneh-aneh, yang kita nggak tahu makanan itu dibuat dari apa.
Pernah nggak sih kita ngerasa pusing saat makan makanan yang terlalu manis? Atau tenggorokan gatal dan perih sesaat setelah makan gorengan? Itu semua alarm tubuh yang sudah dibuat sepaket sama Allah dalam tubuh kita. Betapa canggihnya tubuh ini bekerja maka sayangilah, jangan dizhalimi lagi dengan asupan makanan yang salah. Bukankah Islam sudah menjelaskan makanlah makanan yang halal dan toyib, jadi renungkan kembali apakah makanan kita itu sudah thoyyib? Kebanyakan dari kita hanya memperhatikan sisi halalnya saja, tetapi tidak thoyyib-nya. Makanan kita hampir seluruhnya dihasilkan oleh industri. Hampir semua industri kapitalis itu tidak thoyyib, baik visi maupun prosesnya. Hasil industri meracuni diri kita dan anak-anak kita dengan makanan-makanan yg tidak thoyyib. Kalau belum yuk mari kita memulai untuk hidup lebih sehat lagi. Setiap orang memiliki standar kesehatan yang berbeda-beda tetapi tidak ada salahnya mencoba untuk lebih baik. Karena bukankah lebih baik menjaga kesehatan daripada mengobatinya 😍

Setelah para peserta memahami esensi itu, tibalah saatnya mengeksekusi bahan-bahan. Sebelumnya bahan dasar ditimbang satu persatu sesuai dengan resep, kemudian siapkan loyang dan diberikan alas kertas yang telah dioles dengan minyak kelapa.

persiapan bahan-bahan

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengocok telur dan gula. Telur yang dipakai boleh telur ayam atau jika alergi bisa diganti dengan telur bebek. Gula yang dipakai adalah gula kastor yang digrinder sendiri kemudian tepung yang dipakai adalah tepung organik yang sudah dimodifikasi takarannya. Diusahakan semua bahannya dari pasar lokal dan bukan pabrikan. Untuk filling atau isiannya pun homemade, dibuat sendiri dari bahan-bahan alami seperti tape, kelapa yang digiling, kurma, bubuk raw choco, gula aren dll.

Membuat adonannya pun harus satu resep satu resep, tidak bisa masal. Karena bahannya alami sehingga harus segera dieksekusi. Setelah proses pengocokan telur dilanjutkan dengan proses memasukan tepungnya. Kemudian dilanjutkan dengan memasukan lemak dan pewarna alaminya dari tumbukan sayur pakcoy, wortel, buah naga, buah bit, kunyit, dll.

ini snack dan lunchnya

Setelah proses pencampuran hingga menjadi adonan selesai, adonan harus cepat dimasukkan ke dalam oven atau kukusan. Karena tanpa menggunakan bahan tambahan adonan akan cepat turun.
Pak Wied menjelaskan dengan sangat detil tips dan triknya agar kue yang kita buat sukses secara rasa enak dan menul-menul cantik tampilannya. Ternyata tanpa menggunakan bahan tambahan makanan apapun bisa juga menghasilkan kudapan yang enak dan tentu saja sehat.

Mengikuti kelas memasak ini membuat pikiran saya lebih terbuka lagi. Ibu-ibu adalah benteng terakhir keluarga yang menentukan apakah makanan yang kita konsumsi sehari-hari halal dan thoyyib ataukah tidak. Bukankah makanan itu akan masuk ke dalam tubuh kita, menjadi darah dan daging kita, bahkan juga akan kita wariskan menjadi bagian dari anak cucu kita. Apakah kita mau mewariskan keburukan pada anak cucu kita?

tada! cantik kan healthy cakenya
sesi foto bersama

MENGENALKAN OLAHRAGA PANAHAN KEPADA ANAK BALITA

Faris latihan memegang busur panah bahan plastik yang aman untuk anak usia dini

Panahan adalah olahraga tertua di bumi ini dan tak lekang ditelan zaman, apalagi dalam agama Islam sangat dianjurkan untuk diajarkan kepada anak sejak usia dini.

Olahraga yang satu ini melatih disiplin, fokus, dan konsentrasi, juga smoothness. Memanah bisa melatih mental karena hal terpenting yang harus kita lakukan sebelum berlatih adalah mengontrol emosi.

Sejatinya, panahan adalah olahraga yang mengajarkan sebuah prinsip bahwa keberhasilan seorang harus didahului oleh upaya dan usaha dan juga mengajarkan proses untuk mencapai apa yang diidamkan.

Olah raga panahan memerlukan ketenangan dan tidak boleh terburu-buru. Targetnya tidak bergerak, maka musuhnya adalah diri si pemanah itu sendiri.

Minggu lalu, Faris kebetulan berkesempatan untuk mengenal dan belajar lebih dekat dengan olahraga satu ini. Bertempat di komplek First City Complex lantai dasar Batam Centre Mall, depan radio hang fm terdapat kantor sekretariat alias basecamp Mamluk Sport (Traditional Archery and Sport Centre) yang bisa dipergunakan oleh anak-anak mencoba (trial class) untuk mengenal teknik memanah lebih dalam.

Mamluk Sports, hadir untuk mendukung pengembangan, sosialisasi dan pembinaan olahraga panahan kepada seluruh masyarakat Batam melalui club khususnya pada usia dini.

Dengan hadirnya Mamluk Sport diharapkan bisa berdampak pada perkembangan olahraga panahan dikota Batam sehingga panahan bisa membumi dan disukai semua lapisan masyarakat kota Batam.

Menurut salah satu coach Mamluk Sport, anak-anak mulai dari usia 4 tahun bisa diperkenalkan dan mencoba olahraga ini. Dalam hal ini usia berkenaan dengan psikologi anak. Jika di bawah usia 7 tahun, ada kecenderungan anak susah dikontrol. Jika cara mengontrol emosi telah diajarkan sejak diri, karakter anak bisa terbentuk dengan baik.

Sesungguhnya awalnya aspek terpenting dari kegiatan memanah ini adalah fokus dan konsentrasi. Tetapi ternyata banyak hal lain yang terbangun dalam proses belajar memanah. Peningkatan fokus hanya salah satu dari nilai-nilai yang dikembangkan dalam memanah, namun ada yang penting yaitu dapat digunakan sebagai teori pendidikan dalam mendidik karakter seseorang.

Manfaat Kegiatan Memanah
Aspek terpenting dari memanah justru pada ketenangan. Melalui memanah anak-anak diharapkan belajar tenang, tidak terburu-buru, mengatur nafas, menjaga kestabilan emosi agar anak panah melaju secara konsisten dan tepat menuju sasaran.


Tahapan Mengajarkan Anak Memanah

Meningkatkan konsentrasi, adalah sedikit dari segudang manfaat dari memanah. Jadi, tidak heran bila banyak orang tua zaman sekarang mulai melirik panahan sebagai salah satu media mendidik anak. Apakah Mama tertarik mengajarkan memanah kepada anak-anak? Kalau iya, yuk kita bisa memulai dengan kegiatan sebagai berikut:


1. Ajak Anak Mengenali Panahan

Tahap pertama yang kami lakukan adalah mengajak Faris mengenali olahraga panahan. Mengajak Faris mengunjungi arena panahan untuk anak-anak merupakan langkah awal memperlihatkan olahraga ini secara nyata pada mereka. Biarkan anak-anak melihat kegiatan memanah. Tidak lupa Mama memberikan penjelasan mengenai memanah dengan bahasa yang mudah mereka pahami.

2. Mencoba Perlengkapan Memanah
Jika usianya sudah memenuhi syarat, biarkan anak-anak mencoba semua perlengkapan panahan standar untuk anak-anak. Sebelumnya mereka telah melihat kegiatan panahan, maka sekarang saatnya dia mencobanya sendiri. Biarkan mereka bermain-main dan merasa nyaman dengan perlengkapan memanahnya. Yang terpenting pastikan orang tua dan pelatihnya mengawasi.

3. Melatih Postur Memanah
Tahap ini perlu menjadi perhatian lebih bagi orang tua yang ingin belajar bersama ananda. Tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar, Papa Faris pun belajar dasar-dasar memanah tradisional terlebih dahulu. Ini merupakan pondasi kuat dalam mengajar anak memanah dengan teknik standar. Teknik ini akan menghindarkan kemungkinan terjadinya cedera otot tubuh anak.

Teknik-teknik yang harus diketahui oleh para pemula antara lain:

1. Sikap Berdiri
Teknik ini berkaitan dengan posisi kaki saat berdiri. Ada 2 sikap yang biasanya digunakan oleh pemanah yakni; sejajar (square stance) dan terbuka (open stance).

Trial Class Memanah di Mamluk Sport

Karena Faris belum boleh mencoba memakai busur dan anak panahnya, maka ia mengenal olahraga ini dengan cara terlebih dulu memegang langsung busur dan anak panahnya saja.

2. Cara Memasang Ekor Panah (Nocking)
Posisi panah harus terpasang secara tepat. Pastikan panah dipasang dengan posisi lurus tersandar pada busur.

3. Cara Mengangkat Lengan Busur (Extend)
Teknik ini berkaitan dengan posisi lengan saat mengangat busur. Bukan cuma itu, posisi jari-jari juga harus diperhatikan di sini.

4. Teknik Menarik Tali Busur (Drawing)
Anak harus menarik tali busur menggunakan kombinasi kekuatan jari, punggung telapak tangan, serta lengan bagian bawah.

5. Cara Menjangkarkan Lengan Penarik (Anchoring)
Cara ini berkaitan dengan posisi tangan penarik. Ada 2 tipe penjangkaran yang lazim dilakukan yakni; penjangkaran di samping dan penjangkaran di tengah.

6. Teknik Menahan Sikap (Tighten)
Tighten dilakukan persis ketika anak panah telah terpasang dan tali busur sudah ditarik.

7. Cara Membidik (Aiming)
Kuncinya adalah tubuh yang rileks, tapi tetap fokus terhadap sasaran.

8. Cara Melepaskan Panah (Release)
Gerakan tangan yang melepaskan tali busur ini dibedakan menjadi 2 yakni; active release dan dead release.

9. Teknik Menahan Sikap Setelah Melepaskan Panah (After Hold)
Ketika anak panah telah meluncur ke arah sasaran, maka ada posisi yang perlu dipertahankan oleh pemanah. Posisi ini mengharuskan anak menahan sikap 2 detik setelah melepaskan panah.

Ternyata belajar memanah itu mengasyikan loh, anak muslim sudah seharusnya bisa memanah seperti anjuran dari Rasulullah SAW. Bagi yang berminat untuk ikut belajar memanah bisa langsung datang ke basecamp Mamluk Sport, free untuk trialnya. Biaya mengikuti kelas memanah disini juga terjangkau dan sangat fleksibel. Jika teman-teman sudah memiliki alat panahnya boleh dibawa, nanti disana akan dibimbing oleh coach yang sabar menjelaskan kepada anak-anak. Mari berolahraga panahan 😊

jadwal class memanah mamluk sports
tarif belajar memanah di Mamluk Sport